Artikelilmiahs
Menampilkan 25.601-25.620 dari 50.268 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 25601 | 28936 | G1G013052 | PENGARUH PEMBERIAN GEL EKSTRAK BAWANG PUTIH (Allium sativum L.) TERHADAP PROSES PENYEMBUHAN LUKA PASCA EKSTRAKSI GIGI TIKUS Sprague dawley (Pengamatan Histopatologi terhadap Jumlah Sel Osteoblas) | Latar Belakang: Ekstraksi gigi merupakan suatu proses pengeluaran gigi dari tulang untuk gigi sudah tidak dapat dipertahankan. Proses penyembuhan luka terdapat beberapa fase yaitu fase inflamasi, proliferasi, remodeling. Pada fase proliferasi sudah terdapat osteoblas hari ke 14. Tujuan: untuk melihat pengaruh pemberian gel ekstrak bawang putih secara topikal terhadap jumlah osteoblas pasca ekstraksi gigi tikus. Metode Penelitian: Desain penelitian eksperimental, posttest-only control group design. Tiga puluh ekor tikus Sprague dawley jantan, umur 2-3 bulan, berat 150-250 gram dibagi menjadi 5 kelompok. Dilakukan pencabutan insisivus kanan mandibula tikus dan diberi gel pada masing-masing kelompok: Kontrol positif (KP) aloclair, kelompok kontrol negatif (KN) gel Na-CMC, kelompok perlakuan (P1, P2, dan P3) ekstrak bawang putih 10%, 20%, dan 40%. Sampel didekapitasi setelah 14 hari diberi perlakuan. Mandibula diambil dan langsung dibuat preparat histologi dengan pewarnaan haemotoksilin eosin (HE). Hasil dan kesimpulan: Rerata jumlah osteoblas dihitung dengan mikroskop Leica pembesaran 400x dan 1000x pada 5 lapang pandang. Hasil penelitian menunjukkan rerata jumlah osteoblas pada kelompok perlakuan (P1, P2, dan P3) lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol positif dan negatif (KP dan KN). Rerata jumlah osteoblas meningkat seiring bertambahnya dosis ekstrak bawang putih. Uji statistik One-Way Anova menunjukkan perbedaan bermakna pengaruh pemberian perlakuan antar kelompok (p<0,05). Uji Post-Hoc LSD menunjukkan perbedaan bermakna (p<0,05) antara kelompok kontrol dengan seluruh kelompok perlakuan, sedangkan antara kelompok perlakuan gel 20% dan 40% tidak terdapat perbedaan bermakna. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian gel ekstrak bawang putih dapat mempengaruhi jumlah osteoblas pada penyembuhan luka pasca ekstraksi gigi. | Background: Dental extraction is a process of removing tooth from bone,for the tooth which cannot be preserved. The wound healing process has several phases, i.e the inflammatory, proliferation, and remodeling phase. At proliferation phase in day 14, osteoblasts are predominantly found. Purpose: This study aimed to know the effect of topical garlic extract gel on the number of osteoblasts after ectraction of rat teeth Methods: The research design was experimental laboratory and posttest-only control group design. Thirty male Sprague dawley rats, age 2-3 month, weight 150-250 gram, were divided into 5 groups. Removal of mandibular right incisor of the rats were done and followed with gel treatment for 14 days: KP (positive control group with Aloclair gel), KN (negative control group with Na-CMC gel), P1, P2, and P3 (treated group with garlic extract gel 10%, 20% and 40% respectively). The mandible samples were taken and prepared histologically with haemotoksilin eosin (HE) coloring. Result and conclusions:The mean number of osteoblasts were observed under Leica microscope 400x and 1000x magnification at 5 different fields of view. The result of study showed that the average number of osteoblasts in the treated groups (P1, P2, and P3) were higher than positive and negative control groups (KP and KN). The number of osteoblasts were higher in conjuction with higher dose of garlic extract. The One-Way Anova statistic analysis showed significant difference between groups (p<0.05). The Post-Hoc LSD anaylisis indicated significant differences (p<0,05) between each control and treated groups whereas there was no significant difference between 20% and 40% garlic extract gel treated groups. The conclusion of study is garlic extract gel can affect the number of osteoblasts in wound healing after tooth extraction. | |
| 25602 | 28459 | B1J013064 | STRUKTUR POPULASI KEPITING Parasesarma brevicristatum DAN Parasesarma semperi PADA HUTAN MANGROVE HASIL REPLANTASI DI TELUK BINTUNI, PAPUA BARAT | Kepiting Sesarmidae berperan penting dalam siklus energi yang terjadi di dalam ekosistem hutan mangrove, sehingga sering dijadikan sebagai bioindikator terhadap penilaian kondisi ekosistem hutan mangrove. Hutan mangrove Teluk BIntuni merupakan salah satu hutan mangrove terluas yang berada di Indonesia. Di dalamnya terdapat aktivitas manusia, salah satunya merupakan pemanenan pohon mangrove untuk dijadikan woodchips sebagai bahan baku kertas. Penelitian kali ini dilakukan kondisi hutan mangrove yang berbeda yaitu pada hutan mangrove alami, hutan replantasi umur 25 dan 5 tahun, dan hutan baru saja dilakukan penebangan pada daerah konsensus PT. Bintuni Utama Murni Wood Industries (PT. BUMWI). Struktur populasi Kepiting P. brevicristatum dan P. semperi memiliki kepadatan paling tinggi terdapat pada stasiun 4 hutan rusak sebesar 119.047 ind/ha dan stasiun 3 replantasi umur 5 tahun sebesar 139.455 ind/ha. Rasio kelamin pada kedua jenis kepiting lebih banyak jantan dibandingkan betina. Berdasarkan distribusi ukuran kedua jenis kepiting yang ditemukan dominan individu muda. Hubungan panjang dan berat pada kedua jenis kepiting menunjukkan bersifat allometrik negatif. Kawasan mangrove Teluk Bintuni di dominasi oleh Rhizopora apiculata. Keragaman jenis dan tutupan kanopi tertinggi terdapat pada stasiun 1 huutan alami. Kerapatan pohon, dan semai tertinggi terdapat pada stasiun 2, sedangkan kerapatan pancang tertinggi pada stasiun 3. Kondisi vegetasi mangrove yang paling mempengaruhi struktur populasi kepiting P. brevicristatum dan P. semperi adalah kerapatan pancang. | Sesarmidae crabs plays an important role in the nutrient cycle that occurs in mangrove forest ecosystems, because that sesarmid often used as a bio-indicator of assessing the condition of mangrove forest ecosystems. Bintuni Bay mangrove forest is one of the largest mangrove forests in Indonesia. There are have many human activities inside, which one is harvesting mangrove trees to be woodchips for paper. This research was conducted on different conditions of mangrove forests, namely natural mangrove forests, replanted forests aged 25 and 5 years, and the forests have just been harvested in the consensus area of PT. Bintuni Utama Murni Wood Industries (PT. BUMWI). Population structure of P. brevicristatum had the highest density at station 4 (damaged forest) of 119,047 ind / ha and P. semperi at station 3 (5 years) of 139,455 ind / ha. The sex ratio in both types of crabs did not differ from Mendel proportion (1:1), male are many than females. Based on the size distribution of the two types of crabs found dominant juvenile. The relationship of length and weight in both types of crabs shows negative allometrics. The mangrove area of Bintuni Bay is dominated by Rhizopora apiculata. The highest diversity of species and canopy cover is found in natural forest station 1. The highest tree and seedling densities are at station 2, while the highest density densities are at station 3. The condition of mangrove vegetation that most influences the population structure of P. brevicristatum and P. semperi crabs is sapling density. | |
| 25603 | 28456 | I1B016072 | Pengaruh Pemberian Single Clove Black Garlic (Allium Sativum L) Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Sewaktu (GDS) Pada Tikus Diabetes Mellitus Yang Diinduksi Streptozotocin | PENGARUH PEMBERIAN SINGLE CLOVE BLACK GARLIC (ALLIUM SATIVUM L) TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH SEWAKTU (GDS) PADA TIKUS DIABETES MELLITUS YANG DIINDUKSI STREPTOZOTOCIN Ghina Alifah1, Saryono2, Yunita Sari3 Latar Belakang : Diabetes Mellitus merupakan penyakit yang menjadi masalah serius bagi kesehatan masyarakat di seluruh dunia maupun Indonesia. Single Clove Black Garlic diduga berpotensi untuk menurunkan kadar glukosa darah. Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh seduhan Single Clove Black Garlic terhadap kadar GDS pada tikus Diabetes Mellitus yang diinduksi STZ. Metodologi : Penelitian ini menggunakan metode true experiment dengan pretest-posttest with control group design. Sampel yang digunakan 30 ekor tikus putih yang dibagi menjadi 6 kelompok. Kelompok A kontrol sehat, kelompok B kontrol negatif, kelompok C diberikan perlakuan dosis 1,3 g/200gramBB , kelompok D diberikan perlakuan dosis 2,6 g/200gramBB, kelompok E diberikan perlakuan dosis 5,2 g/200gramBB, dan kelompok F diberikan glibenklamid dosis 0,09 mg/kgBB tikus. Perlakuan ini dilakukan selama 14 hari. Hasil pemeriksaan GDS diuji dengan Kruskall Wallis dan dilanjutkan dengan Mann Whitney. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Single Clove Black Garlic terbukti menurunkan kadar GDS pada tikus Diabetes Mellitus. Rerata penurunan GDS pada masing-masing dosis adalah 217.20 ± 151.67 mg/dL, 103.00 ± 23.81 mg/dL, dan 284.00 ± 166.98 mg/dL. Kesimpulan : Pemberian Single Clove Black Garlic dosis 2,6 g/200gramBB/hari merupakan dosis yang efektif dalam menurunkan kadar GDS. Kata Kunci : Diabetes Mellitus, gula darah sewaktu, hiperglikemia, Single Clove Black Garlic | ABSTRACT The Effect Of Single Clove Black Garlic (Allium Sativum L) For Lowering Blood Sugar Levels On The Rats With Diabetes Mellitus Inducted With Streptozotocin Ghina Alifah1, Saryono2, Yunita Sari3 Research Backgrounds: Diabetes Mellitus is a disease that becoming a very serious threat for people health in the world and in Indonesia. Single Clove Black Garlic is allegedly having a potential to decrease blood sugar levels. Research Purposes: This research to knowing the effects of the steeping Single Clove Black Garlic on the blood sugar levels on the rats with Diabetes Mellitus inducted with Streptozotocin. Methodology: This research used true experiment method with the pretest-posttest with control group design. Sample used in this research is 30 white mouse divided into 6 groups. Group A is healthy controlled group, Group B is negative controlled group, Group C is given doses treatment of 1,3 g/200gramBB, Group D is given doses treatment of 2,6 g/200gramBB, Group E is given doses treatment of 5,2 g/200gramBB, and Group F is given a dose of glibenklamid, 0,09 mg/kg of rat’s weight per doses. This treatment is being done for 14 days. The results of blood sugar levels examination will be tested with Kruskall Wallis and then continued with Mann Whitney. Results: The result of this research show that giving Single Clove Black Garlic proved reduce the GDS's level in mice with Diabetes Mellitus. The reduce of average ini GDS ini every doses are 217.20 ± 151.67 mg/dL, 103.00± 23.81 mg/dL, and 284.00± 166.98 mg/dL. Conclusion: It can be conclude that giving Single Clove Black Garlic in doses 2,6 g/200gramBB/day is the effective doses to reduce the level of GDS. Key Words: Diabetes Mellitus, blood sugar levels, hyperglikemia, Single Clove Black Garlic. | |
| 25604 | 28937 | B1A015111 | ASPEK BIOLOGI REPRODUKSI IKAN BETUTU (Oxyeleotris marmorata BLEEKER, 1852) DI WADUK SEMPOR KEBUMEN JAWA TENGAH | Salah satu ancaman utama terhadap keanekaragaman hayati dan ekosistem perairan adalah introduksi spesies. Introduksi spesies baik yang dilakukan secara sengaja maupun tidak disengaja dapat menyebabkan kerugian ekologi yang cukup besar. Adanya ikan introduksi pada suatu eksosistem air tawar dapat berdampak pada struktur komunitas ikan karena ikan introduksi tersebut memiliki peluang untuk dapat menjadi dominan. Ikan Betutu diintroduksi karena sebagai ikan konsumsi yang memiliki kandungan protein dan ekonomi yang tinggi. Dampak tersebut perlu adanya upaya manajemen populasi dengan menggunakan data aspek biologi reproduksi sebagai acuan. Penelitian ini bertujuan mengetahui tentang aspek biologi reproduksi dan hubungan panjang berat ikan betutu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Pengambilan sampel secara Purposive random sampling, dengan pengambilan sampel ikan sebanyak 4x selama 4 bulan. Sampel diambil dengan menggunakan jaring insang (Gillnet) ukuran 60x1,5m2 dengan ukuran mata jaring 0,5, 1, 2, 3 inci. Variabel yang diamati analisis rasio kelamin, hubungan panjang dan berat ikan, TKG, IKG, IHS, dan fekunditas. Paramater diukur meliputi panjang tubuh ikan, berat ikan, berat hepar, berat gonad, berat sebagian gonad, jumlah telur, jumlah sebagian telur, parameter fisika-kimiawi perairan. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa ikan Betutu yang tertangkap di waduk Sempor memiliki proporsi jantan dan betina 1:1,6 dengan kematangan gonad dari TKG I sampai dengan TKG IV, serta memiliki fekunditas dengan kisaran 1.225-32.860 butir. Secara keseluruhan nilai IHS dan nilai IKG ikan betina lebih besar dibandingan dengan ikan jantan. Panjang dan berat tubuh ikan betutu memiliki hubungan yang erat dengan fekunditas dan indeks kematangan gonad, sedangkan tidak ada hubungannya antara panjang dan berat tubuh ikan terhadap tingkat kematangan gonad dan indeks hepatosomatik. Berdasarkan aspek reproduksi ikan betutu di waduk Sempor berpotensi memiliki populasi yang stabil sehingga perlu pengelolaan dengan penangkapan ikan betutu secara rutin pada ukuran konsumsi. | One of the main threats to biodiversity and aquatic ecosystems is species introduction. Introducing species, whether intentionally or unintentionally, can cause considerable ecological losses. The introduction of fish in a freshwater ecosystem can have an impact on the structure of the fish community because the introduced fish have the opportunity to become dominant. Betutu fish are introduced as consumption fish which have high economic and protein content. With this impact, it is necessary to have population management efforts using data on aspects of reproductive biology as a reference. This study aims to find out about aspects of reproductive biology and about the long-term relationship of betutu fish. The method used in this study is a survey method. Purposive random sampling, with 4x fish sampling for 4 months. Samples were taken using gill nets (Gillnet) of size 60x1.5m2 with mesh sizes of 0.5, 1, 2, 3 inches. Variables that will be observed are analysis of sex ratio, length and weight relationship of fish, GML, GMI, HSI and fecundity. Parameters to be measured include fish body length, fish weight, liver weight, gonad weight, gonad partial weight, number of eggs, number of eggs, physics-chemical parameters of the waters. Data were analyzed descriptively. The results showed that marble goby caught in the Sempor reservoir had a male and female proportion of 1: 1.6 with gonad maturity from TKG I to TKG IV, and had fecundity in the range of 1,225-32,860 eggs. Overall, the IHS and IKG values of female fish are greater than those of male fish. Betutu fish length and body weight have a close relationship with gonad fecundity and maturity index, whereas there is no relationship between fish body length and weight to gonad maturity level and hepatosomatic index. Based on the aspect of reproduction of marble goby in the Sempor reservoir, it has the potential to have a stable population, so it needs to be managed by regular capture of betutu on the size of consumption. | |
| 25605 | 28462 | I1C015097 | Uji Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) Dan Daun Salam (Syzygium polyanthum [Wight.] Walp) Terhadap Escherichia coli dan Vibrio cholerae | Latar Belakang: Penyakit diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama di Indonesia. Diare dapat disebabkan oleh bakteri E.coli dan V.cholerae. daun jambu biji dan daun salam memiliki efek antidiare karena adanya kandungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan ekstrak daun jambu biji dan daun salam yang efektif menghambat pertumbuhan bakteri E.coli dan V.cholerae. Metodologi: Penelitian ini dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan perbandingan ekstrak daun salam dan daun jambu biji sebagai berikut : A (10 ml : 0 ml ), B ( 7,5 ml : 2,5 ml), C (ml : 5 ml), D (2,5 ml : 7,5 ml), E (0 ml : 10 ml). Ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan etanol 96%. Ekstrak kental yang diperoleh kemudian dibuat konsentrasi 10% untuk ekstrak daun jambu biji dan 30% untuk ekstrak daun salam.. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode Kirby-Bauer dengan kontrol positif kloramfenikol 30μg dan kontrol negatif DMSO 5%. Analisis data menggunakan Anova pada tingkat kepercayaan 95% dan dilanjutkan dengan uji LSD. Hasil Penelitian: Uji aktivitas perbandingan daun jambu biji dan salam mengahasilkan zona hambat terbesar pada perlakuan D yaitu daun salam 2,5 ml : 7,5 ml daun jambu biji dengan diameter zona hambat 8,6 mm pada E.coli dan 8,5 mm pada V. cholera dengan kadar tanin yaitu 7,527 % GAE. Sedangkan, zona hambat terkecil pada perlakuan A yaitu daun salam 10 ml : 0 daun jambu bii dengan diameter zona hambat 6,9 mm pada E.coli dan 6,6 mm pada V. cholerae dengan kadar tanin yaitu 4,486 % GAE. Kesimpulan: kombinasi daun jambu biji dan daun salam mampu meningkatkan penghambatan bakteri E.coli dan V.cholera, penghambatan yang paling tinggu dihasilkan oleh perlakuan D dengan rata-rata zona hambat 8,6mm dan 8,5mm | Background knowledge: Diarrhea is a disease that has been suffered many Indonesian people since long time ago. This disease still be one of the main public health problems. Occurrence of diarrhea, many are caused by E. coli and V.cholerae bacteria. Guava leaf and bay leaf both contain tannin that can be as antidiarrheal. This research aims to determine comparison of guava leaf extract volume and bay leaf which have highest inhibition against E. coli dan V.cholerae bacteria. Objective: This study aims to determine the effective comparison of combination guava leaves and bay leaves against E.coli and V.cholerae. Methodology: This research was conducted experimentally using a Complete Random Design (CRD) with volume comparison treatment of bay leaf extract and guava leaf as follows : A (10 ml : 0 ml), B (7.5 ml : 2.5 ml), C (5 ml : 5 ml), D (2.5 ml : 7.5 ml), E (0 ml : 10 ml). Extracted with maceration method using ethanol 96%. Viscous extract obtained then made into concentrations 10% and 30%. Antibacterial activity using Kirby-Bauer method with chloramphenicol as positive control and DMSO 5% as negative control. Result of the study: the largest inhibition zone in treatment D, bay leave 2,5ml 30% :7,5ml guava leave 10% with tannin was 7,525%. Conclusion : Combination of guava leaf and bay leaf can increase the inhibition of E.coli and V.cholerae bacteria, The highest inhibition is treatment D (8,6 and 8,5mm) | |
| 25606 | 28181 | K1B015003 | Sifat-Sifat Hasil Kali Komposisi pada Graf Fuzzy | Graf fuzzy merupakan pengembangan dari graf klasik yang titik dan sisinya mempunyai derajat keanggotaan pada interval [0,1]. Salah satu kajian yang dikembangkan dari graf klasik dalam graf fuzzy adalah hasil kali komposisi pada graf fuzzy. Pada penelitian ini diselidiki sifat-sifat hasil kali komposisi pada graf fuzzy. Hasil yang diperoleh adalah hasil kali komposisi dua graf fuzzy merupakan graf fuzzy, hasil kali komposisi dua graf fuzzy lengkap merupakan graf fuzzy lengkap, gabungan antara hasil operasi perkalian tensor dan hasil kali kartesius dua graf fuzzy lengkap sama dengan hasil kali komposisi dua graf fuzzy lengkap dan hasil kali komposisi tiga graf fuzzy bersifat isomorfik yaitu jika G_1, G_2 dan G_3 adalah graf fuzzy lengkap maka (G_1∘G_2 )∘G_3≅G_1∘(G_2∘G_3 ). | Fuzzy graph is expansion of classic graph which is degrees of vertex and degrees of edge are at intervals [0,1]. One of the research which is developed in classic graph is an composition product. In this research characteristics of composition product in fuzzy graph were investigated. The results obtained are composition product of two fuzzy graph is fuzzy graph, composition product of two complete fuzzy graph is a complete fuzzy graph, union of the result of tensor product and cartesian product by two complete fuzzy graph is equal to composition product of two complete fuzzy graph and composition of three fuzzy graph will isomorphic if G_1, G_2 and G_3 are fuzzy graph then (G_1∘G_2 )∘G_3≅G_1∘(G_2∘G_3 ). | |
| 25607 | 28464 | G1B014054 | STUDI KOMPARASI EFEKTIFITAS PROGRAM DUTA SANITASI DAN DOKTER KECIL TERHADAP PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT ANAK SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2018 | ABSTRAK Latar Belakang: Sekolah merupakan salah satu institusi pendidikan yang dijadikan tempat untuk mengajarkan kepada anak sejak dini tentang membiasakan berperilaku hidup bersih dan sehat. Anak usia sekolah merupakan kelompok umur yang rawan terhadap masalah kesehatan. Walaupun tanggung jawab utama kesehatan anak usia sekolah berada di tangan orang tua/ wali, tetapi sekolah memiliki peran yang besar untuk mempengaruhi kesehatan masyarakat terutama kesehatan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas sekolah dengan Program Duta Sanitasi dan sekolah dengan Program Dokter Kecil terkait perilaku hidup bersih dan sehat siswa sekolah dasar di Kabupaten Banyumas. Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode pendekatan Quasi Experimental dengan menggunakan rancangan percobaan penelitian Posttest Only Control Desain Group. Populasi dalam penelitian yaitu seluruh siswa-siswi sekolah dasar di Kabupaten Banyumas dengan total sampel sebanyak 182 responden yang diambil menggunakan metode Stratified Random Sampling dan sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi, kemudian data dianalisis menggunakan uji Independent Sample T-Test. Hasil Penelitian: Hasil yang didapat dari penelitian ini menyatakan bahwa ada perbedaan pengetahuan antara anak sekolah dasar dengan program Duta Sanitasi dan anak sekolah dasar dengan program Dokter kecil (p-value = 0.000), tidak ada perbedaan sikap antara anak sekolah dasar dengan program Duta Sanitasi dan anak sekolah dasar dengan program Dokter kecil (p-value = 0.737) ada perbedaan perilaku antara anak sekolah dasar dengan program Duta Sanitasi dan anak sekolah dasar dengan program Dokter kecil (p-value = 0.000). Kesimpulan: Variabel yang tidak ada perbedaan yaitu variabel sikap sedangkan variabel yang terdapat perbedaan yaitu pada variabel pengetahuan dan variabel perilaku. Kata Kunci: Dokter Kecil, Duta Sanitasi, Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) | Introduction: School is one of educational institutions which is used to teach school age childrens more early about accustom having clean and healthy behaviors (PHBS). The school age childrens are vulnerable to health problems. Although primary responsibility health of children school are in the hands of parents, but schools have an important role to affect public health especially children’s health. The aim of this research is to determine the effectiveness of school with the “Duta Sanitasi” Program’s and schools with “Dokter Kecil” Program’s related to the clean and healthy behavior of elementary school students in Banyumas Regency On 2018. Methods: This research used a Quasi Experimental approach using Posttest Only Control Design Group research experimental design. The population in this research were all elementary school students in Banyumas Regency with a total sample of 182 respondents were taken using the Stratified Random Sampling method and according to the inclusion and exclusion criteria, then the data were analyzed using the Independent Sample T-Test. Results: The results of this research stated that there were differences in knowledge between schools with the “Duta Sanitasi” program’s and schools with the “Dokter Kecil” program’s (p-value = 0,000), there was no difference in attitude between the school with the “Duta Sanitasi” program’s and schools with the “Dokter Kecil” program’s (p-value = 0.737) there was a difference in behavior between the school and the “Duta Sanitasi” program’s and the school with the “Dokter Kecil” program’s (p-value = 0,000). Summary: Unrelated variables was attitude. While related variables were knowledge and behavior. Keyword: Dokter Kecil, Duta Sanitasi, Clean And Healthy Behaviours (PHBS) | |
| 25608 | 28460 | G1A016082 | EFEK PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI JANTUNG TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) MODEL HIPERURISEMIA | Latar belakang : Peningkatan konsumsi makanan tinggi purin menyebabkan hiperurisemia yang dapat mengakibatkan komplikasi seperti gout atritis, hipertensi, batu ginjal, dan jantung iskemik. Dampak hiperurisemia terhadap sistem kardiovaskuler yaitu dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah dan kardiomiosit. Daun kelor (Moringa oleifera) memiliki kandungan flavonoid, alkaloid, fenolat dan tannin yang berpotensi sebagai antiinflamasi serta antioksidan yang mampu mengatasi radikal bebas dan stress oksidatif. Dengan kandungan zat aktif tersebut daun kelor berpotensi memiliki efek kardioprotektif. Tujuan : Untuk mengetahui efek pemberian ekstrak daun kelor terhadap gambaran histopatologi jantung tikus model hiperurisemia. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan post-test only with control group design. Dua puluh lima hewan coba dibagi secara acak dalam lima kelompok yaitu kelompok A sebagai kontrol sehat, kelompok B sebagai kontrol hiperurisemia serta kelompok C, D dan E sebagai kelompok perlakuan. Hasil: Rerata skor jejas kardiomiosit pada kelompok A, B, C, D, E berturut-turut 1,96±0,14; 2,64±0,07; 2,36±0,07; 2,04±0,16; dan 2,40±0,14. Hasil uji One Way ANOVA menunjukkan (p<0,05) yaitu terdapat perbedaan yang signifikan. Hasil uji post hoc Bonferroni menunjukkan perbedaan yang signifikan (p<0,05) antara kelompok B (kontrol hiperurismia) dengan kelompok A (kontrol normal) dan kelompok D (kelompok hiperurisemua dengan perlakuan pemberian dosis ekstrak daun kelor 600 mg/KgBB/hari). Kesimpulan : Pemberian ekstrak daun kelor dapat mengurangi kerusakan kardiomiosit jantung tikus model hiperurisemia dan lebih baik pada dosis 600mg/KgBB/hari, sehingga ekstrak daun kelor terbukti memiliki efek kardioprotektif. | Background: Increased intake of purine caused hyperuricemia which may lead to several complications such as gout arthritis, hypertension, kidney stones, and ischemic heart. The impact of hyperuricemia on the cardiovascular system are blood vessel and cardiomyocyte’s injury. Moringa oleifera leaves contain flavonoids, alkaloids, phenolics and tannins which have the potential to be anti-inflammatory and antioxidant that can reduce free radicals and oxidative stress, thus it may have a potential cardioprotective effect. Objective: This research aims to determine the effect of Moringa leaves’ extracts on cardiac histopathology of rats with hyperuricemia. Method: The study used a post-test only with control group design. Twenty-five rats were divided into 5 groups: A (control normal), B (control induced with hyperuricemia) and groups C, D, and E as a treatment group with various doses of moringa leaves’ extracts. Results: The cardiomyocyte injury scores in groups A, B, C, D, E are respectively 1,96±0,14; 2,64±0,07; 2,36±0,07; 2,04±0,16; and 2,40±0,14. One way ANOVA test results showed significant differences (p<0,05) and post doc Bonferroni test results showed significant differences (p <0.05) between group B (hyperuricemia control) with groups A (normal control) and groups D (hyperuricemic group administered with Moringa oleifera leaf extract with 600 mg/KgBB/day). Based on the means of cardiomyocyte injury scores, moringa oleifera leaves’ extract 600mg/kgBB/day can reduce cardiomyocyte injury better among others. Conclusion: Moringa leaf extract can reduce cardiomyocyte injury, thus it’s proven that it has cardioprotective effect. | |
| 25609 | 28465 | A1A015083 | Analisis Pendapatan dan Kesejahteraan Petani Sayuran Organik di Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas | Kecamatan Kedungbanteng merupakan daerah sentra produksi sayuran organik di Kabupaten Banyumas. Harga jual yang tinggi dari produk organik akan memberikan tingkat pendapatan dan kemampuan petani dalam memenuhi kebutuhan dasarnya untuk mencapai kesejahteraan rumah tangga petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) pendapatan yang diterima petani dalam usahatani sayuran organik dan kontribusinya terhadap pendapatan total rumah tangga petani; 2) distribusi pendapatan petani; 3) tingkat kesejahteraan rumah tangga petani sayuran organik di Kecamatan Kedungbanteng. Penelitian ini dilaksanakan di desa Melung dan desa Windujaya kecamatan Kedungbanteng pada bulan September hingga Oktober 2019. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Penentuan responden menggunakan metode sensus diperoleh 18 orang petani sayur organik. Analisis yang digunakan yaitu analisis pendapatan usahatani, analisis kontribusi pendapatan, analisis distribusi pendapatan, dan analisis tingkat kesejahteraan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) pendapatan usahatani sayuran organik yang diterima petani yaitu Rp7.892.252,00 per tahun dan kontribusinya terhadap pendapatan total sebesar 20,23%; 2) kondisi pemerataan pendapatan petani sayuran organik di kecamatan Kedungbanteng tingkat ketimpangannya tinggi; 3) rumah tangga petani sayuran organik di kecamatan Kedungbanteng tergolong sejahtera. | Kedungbanteng Sub District is an area of organic vegetable production centers in Banyumas Regency. The high selling price of organic products will provide a level of income and the ability of farmers to meet their basic needs to achieve the welfare of farmers households. This study aims to determine : 1) income received by farmers in organic vegetable farming and its contribution to total household income of farmers; 2) farmers income distribution; 3) the level of household welfare of organic vegetable farmers in Kedungbanteng Sub District. This research was carried out in Melung and Windujaya villages, Kedungbanteng sub district in September to October 2019. The research method used was a survey method. Determination of respondents using the census method was obtained by 18 organic vegetable farmers. The analysis used is farm income analysis, income contribution analysis, income distribution analysis and welfare level analysis. The result show that: 1) organic vegetable farming income received by farmers is Rp7.892.252,00/year and its contribution to total income is 20.23 percent; 2) the income distribution of organic vegetable farmers in Kedungbanteng sub district is high; 3) Organic vegetable farming households in Kedungbanteng sub district are relatively prosperous. | |
| 25610 | 28485 | I1B016040 | PENGARUH PEMBERIAN BAWANG TUNGGAL HITAM TERHADAP PENURUNAN LDL PADA TIKUS PUTIH MODEL HIPERKOLESTEROLEMIA | Latar Belakang : Hiperkolesterolemia merupakan masalah kesehatan yang dapat ditandai dengan peningkatan kolesterol total, Low Density Lipoprotein (LDL), dan penurunan High Density Lipoprotein (HDL. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh seduhan bawang tunggal hitam terhadap penurunan kadar LDL. Metode : Penelitian ini menggunakan desain True Experimental Pre and Post Test with Control Group Design. Total sampel yang digunakan 36 ekor tikus galur wistar jantan yang berusia 1,5-2 bulan dengan berat badan 150-250 gram. Sampel dirandomisasi dan dibagi kedalam 6 kelompok. Terdapat tiga dosis yang diberikan pada kelomopok intervensi yaitu kelompok perlakuan 1 dosis 18 mg/ 200grBB, kelompok perlakuan 2 dosis 36 mg/ 200grBB, dan kelompok perlakuan 3 dosis 72 mg/ 200grBB. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan kadar LDL pada kelompok yang diberikan intervensi seduhan bawang tunggal hitam secara signifikan. Tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara Intervensi seduhan bawang tunggal hitam dengan obat simvastatin. Dosis 72 mg/ 200grBB merupakan dosis yang memberikan efek penurunan LDL paling besar. Kesimpulan : Intervensi seduhan bawang tunggal hitam memberikan efek penurunan LDL yang hampir sama dengan obat simvastatin, namun diosis 72 mg/ 200grBB merupakan dosis yang memberikan efek penurunan LDL paling besar. | Background : Hypercholesterolemia is a health problem that can be characterized by an increase in total cholesterol, Low Density Lipoprotein (LDL), and a decrease in High Density Lipoprotein (HDL). This study was conducted to determine the effect of steeping black garlic on reducing LDL levels. Method : This study uses True Experimental Pre and Post Test with Control Group Design. Total sample used was 36 wistar rats with a body weight of 150-250 grams. Samples were randomized and divided into 6 groups. There are three doses given in the intervention group, namely group 1 dose 18 mg / 200grBB, group 2 dose 36 mg / 200grBB, and group 3 dose 72 mg / 200grBB. Results : The results showed that there is a decrease in LDL levels significantly. There was no difference between the intervention of steeping black garlic and the simvastatin drug. The dose of 72 mg / 200grBB is a dose that resulted in the most significant effect on reducing LDL. Conclusion : The intervention gave an effect that decreased LDL which was almost the same as the simvastatin, but the dose 72 mg / 200grBB was gave the most significant reduction in LDL levels. | |
| 25611 | 28954 | A1D016226 | Keragaman Genetik dan Heritabilitas Karakter Agronomi Sepuluh Genotipe F7 Padi Protein Tinggi | Penelitian ini bertujuan untuk menduga keragaman genetik, heritabilitas karakter agronomi dari 10 genotip harapan generasi F7 hasil persilangan G39 X Ciherang dan Ciherang Milky Rice dalam rangka mendapatkan genotipe padi protein tinggi. Penelitian dilaksanakan di screen house dan Laboratorium Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2019 sampai Februari 2020. Percobaan dilaksanakan menggunakan rancangan lingkungan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor yaitu 10 genotip padi protein tinggi yang terdiri atas empat blok. Analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendugaan keragaman genetik dan nilai heritabilitas arti luas yang diperoleh melalui analisis uji F. Berdasarkan uji F, maka ragam genotip (σ²g), ragam fenotip (σ²p), koefisien keragaman genotip dan heritabilitas (h²) dapat diduga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien keragaman genetik padi generasi F7 hasil persilangan G39 X Ciherang dan Milky Rice X Ciherang pada semua karakter agronomi yang diamati termasuk kedalam keragaman genetik rendah, maka individu dalam populasi cenderung seragam. Heritabilitas arti luas dari semua karakter agronomi yang diamati menunjukkan nilai duga heritabilitas yang beragam dari rendah sampai tinggi. | This study aims to estimate genetic variability and heritability agronomic characters of the 10 genotypes of F7 generation resulting from the crossing of G39 X Ciherang and Ciherang Milky Rice in order to find out rice with high protein content. The research was conducted at the screen house and Laboratory of Plant Breeding Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The study was conducted from on September 2019 to February 2020. The experiment was carried out using a randomized block design (RBD) with one factor, namely 10 high protein rice genotypes with four replications. Analysis of Variance data to be used for estimating of genotypic diversity and heritability values on of broad senses. The results showed that the genetic variability of all agronomic characteristics were low, so individuals in the population tended to be uniform. Estimation of heritabilityin broad sense of all agronomic traits were varues from low to high. | |
| 25612 | 28466 | G1F014044 | ANALISIS KEPUASAN PASIEN TERHADAP LAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK KARYA SEHAT PURWOKERTO | Mengetahui kepuasan pasien di apotek Karya Sehat Purwokerto. penelitian kuantitatif dan desain survei analitik menggunakan pendekatan cross-sectional yang dilakukan di apotek Karya Sehat. Kuesioner kepuasan menggunakan kuesioner CPPQ (Community Pharmacy Patient Questionnaire) diberikan kepada 130 pasien resep bulan September 2019. Data karakteristik usia, jenis kelamin dan pendidikan dianalisis menggunakan uji stastistik Chi-Square, p value < 0,05. Secara keseluruhan kepuasan di Apotek Karya Sehat Purwokerto sangat puas dengan prosentase 82,50%. Hasil analisis menunjukan tidak terdapat hubungan usia dengan kepuasan dan terdapat hubungan jenis kelamin dan pendidikan dengan kepuasan. Apotek Karya Sehat dapat mempertimbangkan hubungan usia, jenis kelamin dan pendidikan terhadap kepuasan pasien diapotek Karya Sehat | Knowing patient satisfaction at the Purwokerto Karya Sehat pharmacy. Quantitative research and analytic survey design using a cross-sectional approach conducted at the Karya Sehat pharmacy. Satisfaction questionnaire using a CPPQ (Community Pharmacy Patient Questionnaire) questionnaire was given to 130 prescription patients in September 2019. Data on age, sex and education characteristics were analyzed using the Chi-Square statistical test, p value <0.05. Overall satisfaction at the Karya Sehat Purwokerto is very satisfied with the percentage of 82.50%. The analysis showed that there was no relationship between age and satisfaction and there was a relationship between sex and education with satisfaction. Karya Sehat Pharmacy can consider the relationship of age, sex and education to patient satisfaction in Karya Sehat Pharmacy | |
| 25613 | 29480 | A1D016099 | UJI EFEKTIVITAS METABOLIT SEKUNDER JAMUR ENTOMOPATOGEN ISOLAT KEBASEN KABUPATEN BANYUMAS TERHADAP HAMA ULAT GRAYAK (Spodoptera litura) DI LABORATORIUM | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metabolit sekunder jamur entomopatogen asal Kebasen Kabupaten Banyumas terhadap mortalitas, aktivitas makan, pertumbuhan dan perkembangan ulat grayak serta konsentrasi optimal metabolit sekunder jamur entomopatogen. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2019 sampai Februari 2020 di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 perlakuan yang diulang sebanyak 5 kali. Data dianalisis dengan uji F pada taraf nyata 5 persen dan apabila hasil analisis menunjukkan adanya beda nyata maka diuji lanjut menggunakan BNT taraf 5 persen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan metabolit sekunder jamur entomopatogen konsentrasi 20% mampu menyebabkan mortalitas larva S. litura sebesar 57,12%. Metabolit sekunder jamur entomopatogen konsentrasi 20% mampu menurunkan aktivitas makan sebesar 19%. Pemberian metabolit sekunder jamur entomopatogen berpengaruh terhadap jumlah pupa yang terbentuk, pada konsentrasi 30% jumlah pupa yang terbentuk hanya sebesar 10%. Pemberian metabolit sekunder jamur entomopatogen juga berpengaruh terhadap jumlah imago yang terbentuk, pada konsentrasi 30% jumlah imago yang terbentuk sebesar 6%. Konsentrasi efektif metabolit sekunder jamur entomopatogen adalah 30% yaitu sebesar 56,82. | This research aimed to determine the effect of secondary metabolites of entomopathogenic fungi from Kebasen, Banyumas Regency on mortality, feeding activities, growth and development of armyworms and optimal concentration of secondary tabolites of entomopathogenic fungi. This research was conducted in November 2019 until February 2020 at the Plant Protection Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. This research used a randomized block design (RBD) consisting of 5 treatments that were repeated 5 replications. Data were analyzed by F test at 5 percent significance level and if the results of the analysis showed a significant difference, a further test will be done using the Least Significance Different (LSD) at the 5 percent level. The results showed that the treatment of secondary metabolites of entomopathogenic fungi concentration of 20% was able to cause mortality of S. litura larvae by 57,12%. Secondary metabolism of entomopathogenic fungi concentration of 20% can reduce eating activity by 19%. Provision of secondary metabolites of entomopathogenic fungi affect the number of pupae formed, at a concentration of 30% the amount of pupae formed is only 10%. Provision of secondary metabolites of entomopathogenic fungi also affects the number of imago formed, at a concentration of 30% the amount of imago formed by 6%. The effective concentration of secondary metabolites of entomopathogenic fungi is 30% which is 56,82. | |
| 25614 | 28467 | F1A016001 | AKAR PERMASALAHAN TAWURAN PELAJAR ANTAR SISWA SMK DI KABUPATEN CIREBON | Tawuran pelajar ialah salah satu bentuk dari tindak kenakalan remaja. Tawuran pelajar merupakan tindakan perkelahian atau tindakan kekerasan yang dilakukan secara beramai-ramai oleh para pelajar yang masih menduduki bangku sekolah. Keberadaan tawuran pelajar telah menyebabkan berbagai kerugian, baik bagi pihak pelakunya ataupun bagi pihak yang bukan pelakunya. Penelitian ini mendeskripsikan akar permasalahan yang menyebabkan munculnya tawuran pelajar antar siswa SMK di Kabupaten Cirebon. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik penentuan informan yang digunakan ialah Teknik Purposive Sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan wawancara mendalam, observasi partisipatif dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akar permasalahan tawuran pelajar di Kabupaten Cirebon berasal dari dalam diri para pelajar terdahulu atau bersifat internal. Permasalahan tersebut seperti adanya bentuk tindakan saling ejek, saling hina ataupun saling menantang. Saat ini, tawuran pelajar di Kabupaten Cirebon dapat disebabkan pula oleh faktor eksternal yakni seperti adanya peranan para alumni untuk melanggengkan pihak lain sebagai “musuh bersama” dalam kelompoknya. Pelaku dari tawuran pelajar di Kabupaten Cirebon merupakan para pelajar yang berasal dari SMK (Sekolah Menengah Kejuruan). Penegakan hukum yang kurang tegas oleh pihak lain di luar pelaku tawuran pelajar dapat menjadi penyebab sulitnya menyelesaikan tawuran pelajar di Kabupaten Cirebon. | Student brawls is one form of juvenile delinquency. Student brawls is an act of fighting or an act of violence committed by students who are still having difficulty attending school. The presence of student brawls has caused losses, both for the perpetrators and for those who are not. This research describes the root causes of student brawls between students in Cirebon Regency. This research uses qualitative research methods using case studies. The technique of determining the informants is using purposive sampling technique. Data collection methods used in this research are in depth interviews, participatory observation and documentation. The results showed that the root causes of student brawls in Cirebon Regency comes from within self the previous student or is internal factors. Problems that cause student brawls arise such as a form of mutual mockery, mutual humiliation, or challenge each other. At present, student brawls in Cirebon Regency can also be caused by external factors such as the role of alumni to perpetuate other parties as "common enemies" in their groups. Actors of student brawls in Cirebon Regency are students who come from SMK (Vocational High School). Forms of brawls that occur are student brawls between vocational students from different schools. The lack of strict law enforcement by other parties outside the student brawls can be the cause of the difficulty of resolving student brawls in Cirebon Regency. | |
| 25615 | 28468 | I1B016030 | PENGARUH PEMBERIAN BAWANG TUNGGAL HITAM TERHADAP HITUNG JENIS LEUKOSIT PADA TIKUS MODEL DIABETES MELITUS | Latar belakang : Radikal bebas pada diabetes melitus dapat menyebabkan peradangan atau inflamasi ditandai dengan peningkatan leukosit. Pengobatan alternatif seperti bawang tunggal hitam memiliki kandungan tinggi antioksidan seperti flavonoid untuk regenerasi kerusakan pada sel β sehingga dapat menurunkan inflamasi. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bawang tunggal hitam terhadap leukosit total dan hitung jenis leukosit pada tikus model diabetes melitus. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan desain true experiment dengan pre-post test sampel sebanyak 36 ekor dibagi menjadi 6 kelompok terdiri dari kelompok A (kontrol sehat), kelompok B (kontrol sakit), kelompok C (kelompok perlakuan dosis 1,3g/200grBB), kelompok D (kelompok perlakuan dosis 2,6 g/200grBB), kelompok E (kelompok perlakuan dosis 5,2 g/200grBB), dan kelompok F (kelompok pemberian glibenkamid dosis 0,081 g/KgBB). Data diuji menggunakan uji One Way Anova dilanjut dengan uji Pos hoc Duncan Hasil Penelitian: Hasil uji One Way Anova menunjukan bahwa ada perbedaan yang bermakna (P <0,05) rerata leukosit total, sel neutrofil dan sel limfosit pada semua kelompok. Namun tidak ada perbedaan yang bermakna (P > 0,05) rerata sel eosinofil pada semua kelompok. Hasil uji kruskal wallis pada sel monosit menunjukan tidak ada perbedaan secara bermakna ( P > 0,05) pada semua kelompok. Kesimpulan: Bawang tunggal hitam mampu menurunkan leukosit total, sel neutrofil dan sel limfosit ke nilai normal, namun tidak berpengaruh terhadap penurunan sel monosit dan eosinofil. Dosis paling efektif adalah 5,2g/200grBB Kata Kunci : Bawang tunggal hitam, Leukosit, hitung jenis leukosit, inflamasi | Background : Free radicals in diabetes mellitus can cause inflammation characterized by increase leukocytes. Alternative treatment like single clove black garlic have high antioxidant such as flavonoids to regenerate damage β pancreas cells so that it can reduce inflammation. Purpose : This study aims to determine the effect of single clove black garlic on total leukocytes in rats with diabetes mellitus. Research Methodology: The research used a true experiment design with pre-post test and use 36 sampel. The samples divide into 6 groups consisting of group A (healthy group), group B (Sick Control), group C (treatment group dose of 1,3g/200gr weight), group D (treatment group dose of 2,6g/200 weight, group E (treatmen group dose 5,2g/200 weight, and group F (group glibenkamid intervention dose 0,081g/Kg weight. Data were tested using One Way Anova test followed by the Duncan Post Hoc Test Result : One Way Anova test results showed that there were significant differences (P <0.05) of total leukocytes, neutrophil cells and lymphocyte cells in all groups. However there was no significant difference (P> 0.05) of eosinophil cell mean in all groups. Kruskal wallis test results on monocyte cells showed no significant difference (P> 0.05) in all groups. Conclusion: Single Clove Black Garlic is able to reduce total leukocytes, neutrophil, and lymphocyte cell to normal values, but does not counteract decrease in monocyte and eosinophil cells. The most effective dose is 5.2g / 200grBB Keywords: Single clove black garlic, Leukosit, Leukosit cells, Damage on β cells of pancreases | |
| 25616 | 28487 | I1B016068 | Hubungan Antara Kecerdasan Emosi Dengan Perilaku Berisiko Kesehatan Pada Remaja Putus Sekolah | Latar Belakang : Putus sekolah merupakan salah satu faktor yang menyebabkan remaja melakukan perilaku berisiko kesehatan. Kecerdasan emosi berguna bagi individu dalam mengontrol maupun mengendalikan emosi. Perilaku berisiko kesehatan dimungkinkan dapat dipengaruhi oleh kecerdasan emosi. Metodologi : Penelitian korelasi dengan desain cross sectional. Jumlah sampel 61 remaja putus sekolah di Kecamatan Maos melalui teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Analisis bivariat menggunakan uji Spearman. Hasil Penelitian : Semua responden berusia 13-17 tahun (100 %), mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki (90,2 %), dan responden menempuh pendidikan terakhir SMP (63%). Mayoritas responden memiliki kecerdasan emosi sedang dalam rentang skor 61-90 sebanyak 50 orang (82%), selanjutnya sebagian besar responden cenderung memiliki perilaku berisiko kesehatan sedang dalam rentang skor 27,4-54,7 sebanyak 44 orang (72,1%). Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan antara kecerdasan emosi dengan perilaku berisiko kesehatan pada remaja putus sekolah dengan hasil (p=0,000, r=-0,560). Kesimpulan : Adanya hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosi dengan perilaku berisiko kesehatan pada remaja putus sekolah di Kecamatan Maos dengan arah negatif. Kata Kunci : Kecerdasan emosi, perilaku berisiko kesehatan, remaja putus sekolah | Background : Dropouts of school is one of the factors that lead to teen health risk behavior. Emotional intelligence is useful to the individual in control and controlling emotions. Health-risk behaviors may can be influenced by emotional intelligence. Methodology : Research correlation with cross sectional design. Total sample of 61 adolescents dropouts of school in the District of Maos through total sampling technique. The research instrument used a questionnaire. Analysis of data using univariate and bivariate analysis. The bivariate analysis using Spearman's test. Research result : All respondents aged 13-17 years (100%), the majority of respondents' gender male sex (90.2%), and most respondents last junior high education (63%). The majority of respondents have emotional intelligence is in the range of 61-90 score as many as 50 people (82%), the next most respondents tend to have a health-risk behaviors are in the range of 27.4 to 54.7 score as many as 44 people (72.1%). Statistical analysis showed a the relationship between of emotional intelligence with health risk behaviors in adolescents drop out of school with the result (p = 0.000, r = -0.560). Conclusion : There is a significant relationship between emotional intelligence with health risk behaviors in teenagers dropping out of school in Maos District with a negative direction Keywords : Emotional intelligence, health risk behaviors, adolescent dropouts of school | |
| 25617 | 28882 | H1C015021 | GEOLOGI DAN ANALISIS KERENTANAN GERAKAN TANAH MENGGUNAKAN METODE WEIGHT OF EVIDENCE (WOE) DAERAH KALIKESUR DAN SEKITARNYA, KECAMATAN KEDUNGBANTENG, KABUPATEN BANYUMAS, JAWA TENGAH | Berdasarkan dari data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), sepanjang tahun 2019 bencana alam gerakan tanah di Indonesia tercatat sebanyak 1.065 kejadian. Beberapa faktor yang menyebabkan terjadi gerakan tanah yakni topografi, iklim, litologi, aktivitas tektonik, dan pemanfaatan tata guna lahan yang buruk. Minimnya pengetahuan masyarakat tentang zonasi kerentanan gerakan tanah berdampak minimnya kewaspadaan akan tanggap bencana, sehingga perlu adanya analisis zonasi kerentanan gerakan tanah. Dalam melakukan zonasi permasalahan geografis dapat menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) yang mempunyai keunggulan mudah dilakukan secara berulang, kontinu, cepat, dan akurat. Penelitian berada di daerah Desa Kalikesur dan sekitarnya, sebuah daerah di Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas yang rawan gerakan tanah karena topografi daerahnya relatif tinggi, litologi tersusun dari produk vulkanik yang belum mengalami kompaksi intens. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui zonasi kerentanan gerakan tanah daerah penelitian menggunakan metode pengamatan langsung dan analisis spasial statistik. Pengamatan langsung berupa pemetaan geologi serta mencari titik kejadian gerakan tanah, sedangkan analisis spasial statistik berupa pembobotan enam parameter yang mempengaruhi gerakan tanah menggunakan metode statistik bivariate yakni Weight of Evidence (WoE) dan melakukan validasi untuk mengetahui nilai Area Under Curve (AUC). Terdapat 61 kejadian gerakan tanah kemudian membagi menjadi dua kelompok data, 70% berguna sebagai set data analisis untuk penyusunan model dan 30% berguna sebagai set data validasi untuk pengujian model. Urutan satuan geologi dari tertua yakni, Satuan Intrusi Andesit, Satuan Breksi Vulkanik, Satuan Lava Andesit, dan Satuan Tuf. Urutan parameter yang mempunyai pengaruh tinggi terhadap gerakan tanah yakni tata guna lahan, struktur, arah lereng, jarak dari sungai, kemiringan lereng, dan litologi. Hasil validasi dan pengujian model mempunyai success rate dengan nilai AUC 0,800 dan prediction rate dengan nilai AUC 0,613 menandakan model kerentanan gerakan tanah adalah baik/cukup dan dapat diterima. Persebaran zonasi gerakan tanah terbagi menjadi 4 yakni, potensi sangat rendah sebesar 9,28% pada bagian utara daerah penelitian, potensi rendah menempati menyebar pada daerah penelitian sebesar 15,67%, potensi sedang merupakan zona yang paling luas areanya sebesar 38,48% daerah penelitian dengan letak dominan berada di arah utara, dan terakhir potensi tinggi mempunyai luasan area 36,57% daerah penelitian, dominan berada diarah barat laut. | Based on the data of the volcanology and geological Disaster Mitigation (PVMBG), the year 2019 natural disasters of landslides in Indonesia were recorded as many as 1,065 events. Some factors that cause ground motion include topography, climate, lithology, tectonic activity, and the utilization of poor land use. The lack of public knowledge of the zoning vulnerability of landslide had a lack of alertness for disaster response, which required the analysis of landslide vulnerability zoning. In the zoning geographical problems can use geographic information systems (GIS) which have an advantage to be done repeatedly, continuously, quickly and accurately. Research is located in the area of the village of Kalikesur and surrounding areas, a district in the district Kedungbanteng Banyumas district that is prone to the movement of the land because of its relatively high topographical area, litology is composed of volcanic products that have not experienced any intense compresses The study aims to find out the vulnerability zoning susceptibility of ground area studies using direct observation methods and statistical spatial analysis. Direct observation of geological mapping as well as finding the incidence point of landslide, while spatial analysis of statistics in the form of weighted six parameters affecting the movement of soil using bivariate statistical method of Weight of Evidence (WoE) and performing validation to know the value of Area Under Curve (AUC). There were 61 landslide events then split into two data groups, 70% useful as an analysis data set for model drafting and 30% useful as a validation data set for model testing. The oldest sequence of geological units is the Andesite intrusion Unit, volcanic breccia Unit, andesite Lava unit, and Tuf unit. The order of the parameters that have a high influence on landslide is land use, structure, direction of slope, distance from the river, slope slopes, and lithology. The results of the validation and testing of the model has a success rate with AUC value 0.800 and prediction rate with AUC 0.613 value indicating the vulnerability of soil movement is good/adequate and acceptable. The spread of landslide zoning is 4, namely, the potency is very low by 9.28% in the northern part of the research area, the low potential occupies a research area of 15.67%, the medium potential is the most widespread zone area of 38.48% of the research area with the dominant position in the north, and the last high potential is having a space of 36.57% The research area, dominant in the northwest. | |
| 25618 | 28469 | I1C015103 | Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Kulit Nanas dan Kitosan Terhadap Staphylococcus Aureus | Penggunaan kombinasi enzim bromelain pada ekstrak kulit nanas dengan kitosan merupakan alternatif bahan aktif desinfektan karena memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antibakteri kombinasi ekstrak kulit nanas dengan kitosan sebagai zat pengimobil dalam optimalisasi degradasi protein pada penyusun bakteri yang berpotensi sebagai bahan aktif desinfektan dan mengetahui Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) serta Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) kombinasi ekstrak kulit nanas 50%, 75%, 100% b/v dan kitosan 1% b/v terhadap Staphylococcus aureus. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan metode dilusi padat dan cair. Hasil penelitian menunjukkan KHM dan KBM terdapat pada konsentrasi 50%:1%. Kombinasi ekstrak kulit nanas dan kitosan efektif sebagai bakteriostatik maupun bacterisidal terhadap Staphylococcus aureus. | The use of the bromelain enzyme combination in pineapple peel extract with chitosan is an alternative active disinfectant because it has antibacterial activity. This study aims to determine the antibacterial effectiveness of a combination of pineapple skin extract with chitosan as an immobilizing agent in optimizing protein degradation in the constituent of bacteria that are potential as disinfectant active ingredients and determine the Minimum Inhibitory Concentration (MIC) and Minimum Kill Concentration (KBM) of pineapple skin extract combination , 75%, 100% w / v and chitosan 1% w / v against Staphylococcus aureus. This research is an experimental study using solid and liquid dilution methods. The results showed the MIC and CBC were at a concentration of 50%: 1%. The combination of pineapple peel extract and chitosan are effective as bacteriostatic and bactericidal against Staphylococcus aureus. | |
| 25619 | 28470 | I1C015083 | Uji Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) dan Daun Salam (Syzygium polyanthum [Wight.]Walp.) terhadap Bakteri Penyebab Karies Gigi Streptococcus mutans | Latar Belakang: Karies gigi merupakan masalah utama kesehatan gigi dan mulut di dunia. Salah satu penyebab karies gigi yaitu oleh bakteri Streptococcus mutans. daun salam (Syzygium polyanthum [Wight.] dan daun jambu biji (Psidium guajava L.) merupakan bahan alam yang mengandung senyawa aktif yang dapat menghambat bakteri penyebab karies gigi salah satunya adalah flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan ekstrak daun salam dan daun jambu biji yang efektif menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans. Metodologi: Daun jambu biji dan daun salam diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%. Ekstrak kental yang diperoleh kemudian dibuat konsentrasi 30% untuk daun jambu biji dan 10% untuk daun salam. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang dibagi menjadi 5perlakuan yaitu A daun salam 10 ml : 0 ml daun jambu biji, B daun salam 7,5 ml : 2,5 ml daun jambu biji, C daun salam 5 ml : 5 ml daun jambu biji , D daun salam 2,5 ml: 7,5 ml daun jambu biji, E daun salam 0 ml: 10 ml daun jambu biji. Masing masing perlakuan dilakukan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode Kirby-Bauer dengan kontrol positif kloramfenikol dan kontrol negatif DMSO 5%. Analisis data menggunakan Anova pada tingkat kepercayaan 95% dan dilanjutkan dengan uji LSD. Hasil Penelitian: kombinasi daun jambu biji dan daun salam mampu meningkatkan penghambatan bakteri Streptococcus mutans, penghambatan yang efektif dihasilkan oleh kombinasi ekstrak daun salam dan daun jambu biji 7,5 ml dan 2,5 ml. Kesimpulan: kombinasi daun jambu biji dan daun salam mampu meningkatkan penghambatan bakteri Streptococcus mutans, penghambatan yang efektif dihasilkan oleh kombinasi ekstrak daun salam dan daun jambu biji 7,5 ml dan 2,5 ml. | Background knowledge: Dental caries is a major problem of oral health in the world. One cause of dental caries is by the bacterium Streptococcus mutans. Guava leaf (Psidium guajava L.) and bay leaf (Syzygium polyanthum [Wight.] are natural ingredients that contain active compounds that can inhibit bacteria which cause dental caries, one of the active compounds is flavonoids. Objective: This study aims to determine the comparison of bay leaves and guava leaves extract that effectively inhibit the growth of Streptococcus mutans. Methodology: Guava leaf and bay leaf has extracted with maceration method using ethanol 96%. Thick extract obtained then made a concentration of 30% for guava leaves and 10% for bay leaves. Research was conducted experimentally using a Complete Random Design (CRD) with volume comparison treatment of guava leaf extract and bay leaf as follows : A (bay leaf extract : guava leaf = 10 ml : 0 ml), B (bay leaf extract : guava leaf = 7.5 ml : 2.5 ml), C (bay leaf extract : guava leaf = 5 ml : 5 ml), D (bay leaf extract : guava leaf = 2.5 ml : 7.5 ml), E (bay leaf extract : guava leaf = 0 ml : 10 ml). Each treatments was tested for antibacterial activity using Kirby-Bauer method with positive control chloramphenicol and negative control DMSO 5%. Data analysis used ANOVA at the 95% confidence level and continued with LSD test. Result of the study: The biggest inhibitory zone in treatment B, namely 7.5 ml bay leaf: guava leaf 2.5 ml with inhibition zone diameter of 8.7 mm against Streptococcus mutans with a total flavonoid content of 5,08% . Conclusion: The combination of guava leaves and bay leaves can increase the inhibition of Streptococcus mutans, an effective inhibition produced by a combination of bay leaf extract and guava leaves 7.5 ml and 2.5 ml | |
| 25620 | 28471 | B1A015071 | Pengaruh Pengunjung Terhadap Aktivitas Harian Jerapah (Giraffa camelopardalis) di Taman Margasatwa Ragunan Jakarta Selatan | Taman Margasatwa Ragunan adalah kebun binatang pertama yang didirikan di Indonesia pada tahun 1864 dengan nama Planten En Dierentuin di atas tanah hibah seluas 2 Ha dari pelukis kenamaan Indonesia, Raden Saleh, di Cikini. Pengunjung Taman Margasatwa Ragunan sangat memungkinkan melihat langsung keberadaan Jerapah. Penelitian ini merupakan penelitian jerapah yang membahas pengaruh pengunjung terhadap aktivitas harian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pengunjung terhadap aktivitas harian Jerapah (Giraffa camelopardalis) di Taman Margasatwa Ragunan. Penelitian aktivitas harian dilakukan selama 1 bulan. Metode yang digunakan adalah survei. Pengambilan data dilakukan dengan Teknik Ad libitium sampling dan Focal animal sampling. Parameter yang diamati meliputi pengaruh pengunjung terhadap aktivitas harian, yaitu gerak berpindah, makan, istirahat, bermain (playing), mengikuti, agonistik, grooming, kopulasi, bersuara, duduk berdekatan (huddle) dan kasih sayang (affection). Pengamatan aktivitas harian Jerapah (G. camelopardalis) dilakukan dengan interval waktu 15 menit, dimulai pukul 09.00 sampai dengan pukul 16.00 WIB di Taman Margasatwa Ragunan. Data aktivitas harian dianalisis secara deskriptif dalam bentuk persentase dan data pengaruh pengunjung terhadap aktivitas harian jerapah dianalisis dengan Uji Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi aktivitas harian jerapah tertinggi adalah berpindah yang dilakukan oleh jerapah jantan dan betina. Pengunjung Taman Margasatwa Ragunan tidak berpengaruh terhadap aktivitas harian jerapah. | Ragunan Wildlife Park was the first zoo that was established in Indonesia in 1864 under the name Planten En Dierentuin on a 2 Ha grant land from a well-known Indonesian painter, Raden Saleh, in Cikini. Visitors Ragunan Wildlife Park is very possible to see first hand the existence of Giraffe. This research discusses the influence of visitors on daily activities The purpose of this study was to determine the effect of visitors on the daily activities of Giraffe (Giraffa camelopardalis) in Ragunan Wildlife Park. Research on daily activities carried out for 1 month. The method used is survey. Data retrieval was done by Ad libitium sampling and Focal animal sampling techniques. The parameters that observed include the influence of visitors on daily activities, namely movement, eating, resting, following, playing (huddle), agonistic, grooming, copulation, voicing, and affection. Observation of daily activities of Giraffe (G. camelopardalis) was carried out at 15-minute intervals, starting at 09.00 until 16.00 WIB in Ragunan Wildlife Park. Daily activity data were analyzed descriptively in the form of percentages and data on the influence of visitors on the daily activities of Giraffe were analyzed by the Spearman’s Rank Test. The results showed that the highest frequency of daily activities of Giraffes was movement carried out by female adults and male. The visitors of Ragunan Wildlife Park have no effect on the daily activities of Giraffes |