Artikelilmiahs

Menampilkan 25.461-25.480 dari 50.275 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2546128334F1D015006PENGARUH SIKAP POLITIK KYAI TERHADAP PERILAKU MEMILIH SANTRI DALAM PILKADA CIAMIS TAHUN 2018 (Studi di Pesantren Al-Qur’an Cijantung, Ar-Risalah, Darussalam)RINGKASAN
Penelitian yang berjudul “Pengaruh Sikap Politik Kyai Terhadap Perilaku Memilih Santri dalam Pilkada Ciamis Tahun 2018 (Studi di Pesantren Al-Qur’an Cijantung, Ar-Risalah, Darussalam)”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh sikap politik kyai terhadap perilaku memilih santri dan seberapa besar pengaruh sikap politik kyai terhadap perilaku memilih santri di Pesantren Al-Qur’an Cijantung, Ar-Risalah, Darussalam dalam pilkada Ciamis tahun 2018.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan paradigm positivism dan menggunakan pendekatan behavioral. Teknik pemilihan responden, penelitian ini menggunakan teknik Simple Random Sampling lalu kemudian menggunakan teknik Proportional Random Sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner/angket dan wawancara. Skala pengukuran variabel dalam penelitian ini menggunakan skala ordinal. Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis butir, uji reliabilitas menggunakan teknik Cronbach’s Alpha dengan alat bantu software SPSS 25. Di dalam landasan teori, penelitian ini menggunakan teori perilaku memilih dan sikap politik kyai.
Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa terdapat pengaruh yang rendah antara sikap politik kyai terhadap perilaku memilih santri dalam Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Ciamis tahun 2018 di Pesantren Al-Qur’an Cijantung, Ar-Risalah, Darussalam dengan koefisien regresi -2,178 dan tingkat signifikan 0,015<0,05. Besarnya nilai Pseudo R-Square sebesar 0,047 atau 4,7%. Hal tersebut menunjukan bahwa variabel perilaku memilih santri (Y) dapat dijelaskan oleh variabel sikap politik kyai (X) adalah sebesar 4,7%. Sedangkan sisanya sebesar 95,3% merupakan pengaruh dari luar variabel yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Kata Kunci: sikap politik kyai, perilaku memilih, pengaruh.
SUMMARY
This research titled "The Effect of Kyai's Political Attitudes Towards Santri’s Voting Behaviour in the Ciamis Regional Election in 2018. (Study in the Al Qur'an Boarding School Cijantung, Ar-Risalah, and Darussalam). This research aims to determine is there an effect of the kyai's political attitude towards the santri's voting behavior and how much the effect of the kyai's political attitude towards the santri's voting behavior in the Al Qur'an Cijantung Boarding School, Ar-Risalah, and Darrusalam in the Ciamis Election Regional in 2018.
The method used in this research is quantitative using the positivism paradigm and behavioral approach. This research used simple random sampling then proportionate random sampling technique. Data collection techniques in this research used questionnaire and interview. The validity test in this research used the item analysis technique and the reliability test used the Cronbach's Alpha with SPSS 25 software. The theory that used in this research are voting behaviour and the kyai's political atitude.
The result of this research showed that there are very low effect betweet the political attitude towards voting behaviour in the Ciamis Regency Election in the Cijantung Islamic Boarding School, Ar-Risalah, and Darrusalam with regression coefficient value -2.178 and significant value 0.015 < 0.05. The value of the Pseudo R-Square is 0,047 or 4,7%. Those values shows that the voting behavioral variabel of santri can be explained by the kyai's political attitude 4,7%. While the 95,3% is the effect of outside variables not be researched in this study.
Keyword: kyai’s political behavior, voting behaviour
2546228337C1C014047FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGHINDARAN PAJAK (Studi Empiris pada Perusahaan Property, Real Estate Dan Building Construction yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2016-2018)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemilikan manajerial, ukuran perusahaan, pertumbuhan penjualan, leverage terhadap penghindaran pajak pada perusahaan property, real estate dan building construction yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2016-2018.
Populasi dalam penelitian ini adalah 73 perusahaan sektor property, real estate dan building construction yang terdaftar di BEI tahun 2016 sampai dengan tahun 2018. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan metode purposive sampling. Kriterianya adalah terdaftar di BEI periode 2016-2018, menerbitkan laporan tahunan pada periode tersebut, tidak mengalami kerugian pada periode tersebut, memiliki data yang lengkap, dan pajak yang dibayarkan tidak sama dengan nol. Berdasarkan metode tersebut, didapatkan jumlah perusahaan yang memenuhi kriteria pemilihan sebanyak 33 perusahaan. Data dianalisis dengan teknik analisis regresi data panel pada Eviews versi 9.
Hasil penelitian menunjukkan bawah: (1) Kepemilikan manajerial berpengaruh positif terhadap penghindaran pajak; (2) Ukuran perusahaan tidak berpengaruh positif terhadap penghindaran pajak; (3) Pertumbuhan penjualan berpengaruh positif terhadap penghindaran pajak; (4) Leverage berpengaruh positif terhadap penghindaran pajak.
Implikasi dari penelitian ini yaitu perusahaan sebaiknya tidak melakukan perencaaan pajak yang ilegal. Selain itu, investor maupun calon investor perlu lebih mengkaji laporan tahunan perusahaan dalam berinvestasi. Dari sisi pemerintah, sebaiknya perlu pengembangan regulasi perpajakan dan sistem pemeriksaan pajak
This study aims to determine the effect of managerial ownership, firm size, sales growth, leverage on the tax avoidance in property, real estate and building construction companies listed on Indonesia Stock Exchange (IDX) in the 2016-2018 period.
The population in this study are 73 property, real estate and building construction companies listed on IDX in 2016 to 2018. The sample in this study are determined using a purposive sampling method. The criteria are listed on IDX for the period of 2016-2018, publish annual reports on that year, have no losses on that year, have full of data, and tax paids not equal to zero. Based on this method, there are 33 companies that met the selection criteria. Data are analyzed using panel data regression analysis techniques in Eviews version 9.
The results of this study indicate that: (1) Managerial ownership has a positive effect on the tax avoidance; (2) Firm size does not have a positive effect on the tax avoidance; (3) Sales growth has a positive effect on the tax avoidance; (4)Leverage has a positive effect on the tax avoidance.
The implication of this research is that companies should not doing illegal tax planning. Besides, investors and prospective investors should more investigate to the company’s annual reports in considering their investment choice. From the government side, should need develop about tax rules and tax examine system.
2546328338I1B015062Hubungan Dukungan Keluarga dengan Penerimaan Diri Saudara Kandung Anak Berkebuthan Khusus di SLB C dan C1 Yakut PurwokertoAbstrak
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PENERIMAAN DIRI SAUDARA KANDUNG ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SLB C DAN C1 YAKUT PURWOKERTO
Ratna Dwi Yuliandari1, Keksi Girindra Swasti2, Meivita Dewi Purnamasari 3
Latar Belakang: Dukungan keluarga merupakan sikap, tindakan dan penerimaan keluarga terhadap anggota keluarganya yang mengalami sakit atau kondisi lain yang membutuhkan perhatian. Dukungan keluarga dibutuhkan agar saudara kandung dari anak berkebutuhan khusus dapat menerima dan menyikapi secara positif kenyataan yang ada. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan penerimaan diri saudara kandung anak berkebutuhan khusus di SLB C dan C1 Yakut Purwokerto. Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Teknik yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 42 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan penerimaan diri. Data dianalisis menggunakan uji Sommers’d. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki (64,3%), responden masuk dalam usia remaja akhir (52,4%), dan tingkat pendidikan SMA (45,2%). Hasil uji korelasi Somers’d didapatkan bahwa p value (0,002) < 0,05 dengan nilai r 0,461 maka Ha diterima, yang berarti ada hubungan dukungan keluarga dengan penerimaan diri saudara kandung. Kesimpulan: Semakin baik dukungan keluarga yang didapatkan saudara kandung maka semakin baik penerimaan diri saudara kandung.
Kata kunci: anak berkebutuhan khusus, dukungan keluarga, penerimaan diri.
RELATIONSHIP OF FAMILY SUPPORT WITH SELF ADMISSION OF SIBLING CHILDREN SPECIAL REQUIRED IN SLB C AND C1 YAKUT PURWOKERTO

Ratna Dwi Yuliandari1, Keksi Girindra Swasti2, Meivita Dewi Purnamasari 3
1Mahasiswa Jurusan Keperawatan FIKes Universitas Jenderal Soedirman
2 Departemen Keperawatan Medikal Bedah FIKes Universitas Jenderal Soedirman
Email: yratnadwi@gmail.com
ABSTRACT
Background: Family support is the attitude, actions and acceptance of the family of family members who experience illness or other conditions that require attention. Family support is good for the siblings of children with special needs that can receive and give respond positively to the reality that exists. Objective: This study aims to determine the relationship between family support and self-acceptance of siblings of children with special needs in SLB C and C1 Yakut Purwokerto. Methodology: This study uses a cross sectional design. The technique used is total sampling with a total sample of 42 people. The research instrument used a family support and self-acceptance questionnaire. Data were analyzed using the Sommers' test. Results: The results showed that the majority of respondents were male (64.3%), respondents were in their late teens (52.4%), and their education level was high school (45.2%). Somers'd correlation test results found that the p value (0.002) <0.05 with a value of r 0.461 then Ha is accepted, which means there is a relationship of family support with sibling self-acceptance. Conclusion: The better the family support sibling, the better your self-acceptance will be.
Keywords: children with special needs, family support, self-acceptance.
2546428333A1A115046Analisis Kesediaan Membayar (Willingness To Pay) Konsumen Terhadap Sayuran Organik di Pasar Modern Purwokerto dan Faktor-Faktor Yang MempengaruhiSayur organik sebagai salah satu bahan pangan yang merujuk pada pola hidup sehat. Sayur organik cenderung memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan sayur anorganik, sehingga sebagian konsumen menganggap produk sayur organik sebagai produk pangan yang mahal oleh karena itu dalam penentuan harga jual penting untuk diketahui seberapa besar kesediaan konsumen membayar (WTP) untuk mendapatkan produk sayur organik. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan karakteristik konsumen sayuran organik, 2) menganalisis besarnya nilai rata-rata kesediaan membayar maksimum, dan 3) menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kesediaan membayar sayuran organik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Penelitian dilaksanakan di lima pasar modern Purwokerto pada bulan Agustus 2019 sampai September 2019. Pengambilan sampel secara Purposive Sampling yaitu sebanyak 100 orang. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, Contingent Valuation Method (CVM) dan Analisis Regresi Logistik. Variabel yang diamati adalah usia, jenis kelamin, pendidikan, status pernikahan, pekerjaan, pendapatan per bulan, harga dan kualitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Karakteristik konsumen sayur organik di Purwokerto mayoritas adalah perempuan rata-rata berusia 25 tahun, pendidikan terakhir adalah Strata 1, berstatus menikah, rata-rata bekerja, dan pendapatan per bulan rata-rata Rp4.500.000, 2) Nilai rata-rata maksimum WTP tiap sayur organik memiliki tingkat persentase lebih tinggi dari harga saat penelitian, yaitu selada 9,15 persen, sawi 8,70 persen, kangkung 8,35 persen, bayam 10,50 persen, dan brokoli 10,05 persen, dan 3) Faktor yang mempengaruhi kesediaan membayar secara signifikan adalah pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan per bulan sedangkan usia, jenis kelamin, status pernikahan, harga, dan kualitas tidak memiliki pengaruh signifikan.Organic vegetables as one of the foods that refer to a healthy lifestyle. Organic vegetables tend to have a price higher than inorganic vegetables. Organic vegetables for some people assume as one of expensive thing, so that important to determined hows price of willingness to pay's consumer. The study aims to 1) describe the characteristics of consumers organic vegetables, 2) analyze the average of willingness to pay, 3) analyze the factors affect to willingness to pay. The study methods used survey method, that implemented in August to September 2019. Total sample are use in 100 people purposively. Data analyse used is descriptive analysis, contingent valuation method (CVM) and logistic regression analysis. Variables observed are ages, gender, education, marital status, occupation, earnings, prices, and quality. The result showed that 1) majority characteristic organic vegetables consumer in purwokerto is women, average age on 25 years old, undergraduate, married, worker, and earnings per month is Rp4.500.000, 2) The maximum averages of WTP is lettuce of 9,15 percent, mustard greens of 8,7 percent, kale of 8,35 percent, spinach of 10,5 percent, and brocoli of 10,05percent higher than price, 3) The Factors affected to willingness to pay significantly in 95 percent of truthworness is ages, gender, marital status, prices, except quality have not affect as significant.
2546528340A1L014089Aplikasi Komposisi Pupuk Np-Sr pada Berbagai Tinggi Genangan Air terhadap Serapan P oleh Tanaman dan Hasil Padi SawahUpaya untuk meningkatkan produksi padi di Indonesia cukup besar dan di butuhkan pupuk yang efisen untuk meningkatkan efisiensi unsur hara N dan P serta ramah lingkunagan, Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengetahui pengaruh komposisi pupuk NP-SR dan tinggi genangan air serta interaksinya terhadap hasil dan serapan P oleh tanaman padi sawah;(2) Menentukan komposisi pupuk NP-SR terbaik terhadap pertumbuhan dan serapan P pada tanaman padi sawah. Rancangan penelitian disusun menggunakan RAKL (Rancangan Acak Kelompok Lengkap) yang terdiri atas 2 faktor, yaitu tinggi genangan (3 aras), komposisi pupuk NP-SR (6 aras). Jumlah perlakuan adalah 3 x 6 atau 18 kombinasi pelakuan yang diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 54 unit. Hasil penelitian menunjukan komposisi pupuk NP-SR dan tinggi genangan memberikan interaksi terhadap setiap variabel. Komposisi pupuk NP-SR yang baik berdasarkan hasil penelitian yaitu pada grade K4 dengan komposisi pupuk NP-SR 15,90-15The effort to increase rice production in Indonesia is quite large and efficient fertilizer is needed to improve the efficiency of N and P nutrients as well as environmentally friendly. This study aims to: (1) Determine the effect of NP-SR fertilizer composition and waterlogging height and its interaction on yield and P uptake by lowland rice plants, (2) Determine the best composition of NP-SR fertilizer on growth and uptake of P in lowland rice plants. The research design was compiled using RAKL (Randomized Complete Group Design) consisting of 2 factors, namely inundation height (3 levels), NP-SR fertilizer composition (6 levels). The number of treatments was 3 x 6 or 18 combinations of treatments that were repeated 3 times to obtain 54 units. The results showed the composition of NP-SR fertilizer and inundation height gave interaction to each variable. The composition of NP-SR fertilizer is good based on the results of research that is at grade K4 with the composition of NP-SR fertilizer 15.90-15
2546628341A1C014056Analisis Kesediaan Membayar (Willingness to Pay) Produk Sayuran Organik dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya di Kotamadya Jakarta BaratSayuran organik merupakan salah satu produk pertanian yang belakangan ini banyak diminati masyarakat perkotaan. Minat konsumen yang tinggi terhadap sayuran organik terkendala oleh harga sayuran organik yang lebih tinggi dibandingkan dengan sayuranan anorganik sehingga tidak semua konsumen sayuran organik bersedia membayar jika terjadi peningkatan harga. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mendeskripsikan karakteristik konsumen sayuran organik di Kotamadya Jakarta Barat; 2) Menganalisis besarnya nilai WTP maksimum yang bersedia dibayarkan oleh konsumen sayuran organik di Kotamadya Jakarta Barat; dan 3) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi WTP konsumen sayuran organik di Kotamadya Jakarta Barat. Penelitian dilaksanakan di Jakarta Barat pada bulan Januari hingga Maret 2019. Sasaran penelitian ini adalah konsumen di Jakarta Barat yang sudah mengonsumsi sayuran (selada organik, bayam merah organik dan kangkung organik) lebih darisatu kali. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode accidental sampling yang melibatkan 100 orang responden. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, Contingent Valuation Method (CVM), dan analisis regresi logistik. Karakteristik responden yang mengonsumsi sayuran organik mayoritas perempuan, berusia 20 sampai 30 tahun, berlatar belakang perguruan tinggi, berprofesi sebagai pegawai swasta, berpendapatan Rp3.000.000,00 sampai Rp5.000.000,00, sudah menikah dan memiliki jumlah anggota keluarga 1 sampai 3 orang. Nilai rataan WTP selada organik adalah Rp22.500,00/250gr; bayam merah organik Rp22.020,00/250gr dan kangkung organik Rp18.570,00/250gr. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesediaan membayar di atas harga aktual untuk masing-masing komoditas yaitu, selada organik (jumlah anggota keluarga, pendapatan, kualitas produk dan gaya hidup); bayam merah organik (jumlah anggota keluarga, pendapatan, dan kualitas) dan kangkung organik (jumlah anggota keluarga, harga, pendapatan dan gaya hidup).Organic vegetables are one of the agricultural products that are currently in high demand by urban communities. High interest of consumers into organic vegetables is constrained by higher prices of organic vegetables compared to anorganic vegetables, and not all consumers are willing to pay at a certain price level. This study aims to: 1) Describingabout characteristics organic vegetable’s consumers in West Jakarta; 2) Analyzing how maximum WTP value that willing to be paid by consumers of organic vegetables in the City of West Jakarta; and 3) Analyzing about factors that influence the WTP of organic vegetable consumers in West Jakarta. The research was conducted in West Jakarta started from January until March 2019. The target of these research was consumers in West Jakarta who had consumed vegetables (l more than once. Sampling was done by purposive sampling method involving 100 respondents. The Analysis which used to these research consisted of descriptive analysis, Contingent Valuation Method (CVM), and logistic regression analysis. The results showed that the characteristics of respondents who consumed the majority of organic vegetables were women, aged 20-30 years, had a bachelor education, worked as a private employee, earned Rp3.000.000,00 until Rp5.000.000,00 were married and had a family member of 1 to 3 person. The average value of organic lettuce WTP is Rp22.500,00/250gr; organic red spinach Rp22.020,00/250gr and organic kale Rp.18.570,00/250gr. Factors affecting willingness to pay above the actual price for each commodity are organic lettuce (family members, income, product quality and lifestyle); organic red spinach (family members, income and quality) and organic kale (education, family members, price, income and lifestyle).
Keywords: Organic vegetables, willingness to pay
2546728342E1A015087TALAK KARENA TIDAK TERPENUHINYA NAFKAH BATIN
(Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Agama Kabupaten Brebes Nomor 3556/Pdt.G/2018/PA.Bbs.)
Perkawinan bertujuan untuk mewujudkan kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah, namun tujuan perkawinan bisa saja tidak terwujud yang awal mulanya karena perselisihan yang berakibat perceraian jika tidak segera diselesaikan. Seperti salah satu perkara mengenai perceraian yang disebabkan tidak terpenuhinya nafkah batin yang terjadi di Pengadilan Agama Kabupaten Brebes dengan Putusan Nomor 3556/Pdt.G/2018/PA.Bbs.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah mengenai pertimbangan hukum Hakim dalam memutus perkara mengenai perceraian yang disebabkan tidak terpenuhinya nafkah batin di Pengadilan Agama Kabupaten Brebes dengan Putusan Nomor 3556/Pdt.G/2018/PA.Bbs. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Yuridis Normatif, spesifikasi penelitian preskriptif analisis, teknik pengumpulan data studi kepustakaan dengan inventarisasi, data yang terkumpul kemudian disajikan dalam bentuk teks naratif dan analisis normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan terhadap putusan Pengadilan Agama Kabupaten Brebes dengan Putusan Nomor 3556/Pdt.G/2018/PA.Bbs. dapat disimpulkan bahwa pertimbangan hukum hakim mendasarkan pada peraturran perundang-undangan, yaitu pasal 39 ayat 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 jis. Pasal 19 huruf f Peraturan Pemerintah Nomor 9 tahun 1975, Pasal 116 huruf f Kompilasi Hukum Islam. Menurut peneliti pertimbangan hukum Hakim Majelis Hakim Pengadilan Agama Brebes menggunakan Pasal 119 ayat (1) KHI bukan menggunakan Pasal 116 KHI karena perkara tersebut termasuk dalam pengertian talak bain sughra bukan talak raj’i karena Pemohon dan Termohon belum melakukan hubungan suami isteri (qabla dukhul).


ABSTRACT
Marriage aims to create a household life that is sakinah, mawaddah, and rahmah, but the purpose of the marriage may not be realized initially because of disputes that result in divorce if not resolved immediately. As one of the cases regarding divorce caused by not fulfilling the inner living that occurred in the Brebes District Religious Court with Decision Number 3556 / Pdt.G / 2018 / PA.Bbs.
The problem in this study is regarding the legal considerations of Judges in deciding cases regarding divorce caused by not fulfilling the inner living in the Religious Court of Brebes Regency with Decision Number 3556 / Pdt.G / 2018 / PA.Bbs. The method used in this research is Normative Juridical, prescriptive analytical research specifications, data collection techniques for library study with inventory, the data collected is then presented in the form of narrative texts and qualitative normative analysis.
Based on the results of research and discussion of the decision of the Brebes District Religious Court with Decision Number 3556 / Pdt.G / 2018 / PA.Bbs. it can be concluded that the judges' legal considerations are based on legal regulations, namely article 39 paragraph 2 of Law Number 1 of 1974 jis. Article 19 letter f Government Regulation Number 9 of 1975, Article 116 letter f Compilation of Islamic Law. According to the researcher, the legal considerations of the Judges of the Brebes Religious Court Judges used Article 119 paragraph (1) KHI did not use Article 116 KHI because the case was included in the understanding of divorce bain sughra not raj'i divorce because the Petitioner and Respondent had not yet engaged in marital relations (qabla dukhul) .
2546828135G1A016028Perbandingan Durasi Terapi Methotrexate dan Narrow Band Ultraviolet B Pada Terjadinya Perbaikan Awal Psoriasis Tipe PlakLatar belakang: Psoriasis adalah penyakit kulit inflamasi kronis yang tidak dapat disembuhkan. Kunjungan penderita psoriasis di RSUD Prof. Margono Soekarjo dan RS Universitas Negeri Sebelas Maret menempati 10 besar terbanyak di bidang dermatologi. Psoriasis tipe plak mencakup 90% dari seluruh jumlah kasus psoriasis. Methotrexate (MTX) dan narrow band ultraviolet B (NB-UVB) merupakan terapi yang saat ini menjadi pilihan akan tetapi masih sedikit sekali penelitian yang mem-bandingkan durasi terapi keduanya.
Tujuan: Mengetahui perbandingan durasi terapi MTX dan NB-UVB pada ter-jadinya perbaikan awal psoriasis tipe plak.
Metode: Rancangan penelitian ini adalah kohort retrospektif yang dilakukan selama 12 minggu dengan populasi penderita psoriasis tipe plak di RSUD Prof. Margono Soekarjo dan RS Universitas Negeri Sebelas Maret selama Januari 2017 hingga Agustus 2019. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan besar sampel 35 subyek kelompok MTX dan 35 subyek kelompok NB-UVB. Tipe psoriasis, diagnosis, dan tingkat keparahan dievaluasi dan dicatat dalam rekam medik oleh dokter spesialis kulit kelamin. Tingkat keparahan psoriasis tipe plak dievaluasi menggunakan kriteria Gudjonsson setiap subyek kontrol. Durasi terapi ditentukan ketika ada penurunan tingkat keparahan dan dihitung dalam minggu. Perbandingan durasi terapi MTX dan NB-UVB diuji menggunakan uji Mann Whitney pada tingkat keparahan moderate, severe dan very severe.
Hasil: Pada tingkat keparahan moderate, rata-rata durasi terapi kelompok MTX 5,5  1,8 minggu dan NB-UVB 4,8  1,2 minggu. Pada tingkat keparahan severe, rata-rata durasi terapi kelompok MTX adalah 8,3  3,4 minggu dan NB-UVB 9,5  2,2 minggu. Pada tingkat keparahan very severe, rata-rata durasi terapi kelompok MTX adalah 8,3  1,9 minggu dan NB-UVB 10,2  1,6 minggu. Uji mann whitney pada tingkat keparahan moderate, severe dan very severe menunjukkan tidak terdapat perbedaan secara bermakna durasi terapi pada subyek yang mendapat MTX dan NB-UVB selama 12 minggu (p>0,05).
Kesimpulan: Durasi terapi MTX dan NB-UVB pada terjadinya perbaikan awal psoriasis tipe plak tidak berbeda secara bermakna.
Background: Psoriasis is a chronic inflammatory skin disease that cannot be cured. The number of psoriasis patients at Prof. Margono Soekarjo Regional Hospital and Sebelas Maret State University Hospital occupy the top 10 most frequent in the field of dermatology. Plaque-type psoriasis accounts for 90% of all psoriasis cases. Methotrexate (MTX) and narrow band ultraviolet B (NB-UVB) are therapies that are currently and widely used but there are very few studies comparing the therapy duration of both therapies.
Objective: Evaluate therapy duration of MTX and NB-UVB in initial improvement of plaque type psoriasis.
Methods: A retrospective cohort was conducted for 12 weeks with a population of plaque-type psoriasis patients at Prof. Margono Soekarjo Regional Hospital and Sebelas Maret State University Hospital from January 2017 to August 2019. The sampling method used purposive sampling with a large sample of 35 MTX group subjects and 35 NB-UVB group subjects. Psoriasis type, diagnosis, and disease severity were assessed and noted in medical record by dermatologist. The severity of plaque-type psoriasis was evaluated using Gudjonsson criteria for each control subject. The therapy duration is determined when there is a decrease in severity and is calculated in weeks. Comparison of the therapy duration of MTX and NB-UVB therapy was tested using the Mann Whitney test at moderate, severe and very severe plaque-type psoriasis.
Results: At moderate plaque-type psoriasis, the average therapy duration of MTX was 5.5  1.8 weeks and NB-UVB 4.8  1.2 weeks. At severe plaque-type psoriasis, the average therapy duration of MTX was 8.3  3.4 weeks and NB-UVB 9.5  2.2 weeks. At very severe plaque-type psoriasis, the average therapy duration of MTX was 8.3  1.9 weeks and NB-UVB 10.2  1.6 weeks. The mann whitney test at moderate, severe and very severe plaque-type psoriasis showed no significant difference in the therapy duration of MTX and NB-UVB (p> 0.05).
Conclusion: The therapy duration of MTX and NB-UVB on the initial improvement of plaque-type do not differ significantly.
2546928345F1C015078PERAN PERSONAL BRANDING DALAM INTERAKSI JUAL BELI BURUNG MURAI BATU MELALUI MARKETPLACEPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran personal Branding dalam interksi jual beli burung murai batu di marketplace khususnya Purwokerto. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan mengunakan pendekatan yang menghasilkan data deskriptif. Pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti adalah dengan melakukan wawancara secara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teori yang digunaka dalam penelitian The Eight Law Of Pesonal Branding . Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ciri khas dari seorang penjual sangat mempengaruhi dalam proses jual-beli di marketplace. Mulai dari melakukan sebuah promosi yang gencar, hingga keterbukaan informasi dalam membagi ilmu pengetahuan. Konsistensi dalam berjualan juga merupakan sebuah penunjang dalam proses pembentukan branding dalam diri penjual. Fungsi pembentukan ciri dalam penjualan sangat mempengaruhi besar dan kecilnya proses jual-beli di marketplace. Melihat pada aspek jual-beli yang dilakukan, personal pranding mengambil andil yang besar dalam proses jual-beli yang dilakukan. Penjual yang sudah memiliki personal Branding yang kuat harus bisa menjaga kestabilan citra yang telah dibuatnya, tentunya dengan melibatkan orang-orang di belakang yang layar yang terus menjaga agar kestabilan citra yang dibangun terus berada pada tinggakan atas. Facebook merupakan sebuah sosial media yang paling efektif bagi para penjual burung murai batu dalam melakukan jual-beli.
This study aims to determine the role of personal branding in the interaction of the sale of magpie birds in the marketplace, especially Purwokerto. The method used is qualitative by using approaches that produce descriptive data. The selection of informants is done by using purposive sampling technique. Data collection methods used by researchers are by conducting in-depth interviews, observation, and documentation. The theory used in the research of The Eight Laws of Personal Branding. The results of this study indicate that the characteristics of a seller greatly affect the buying and selling process in the marketplace. Starting from conducting an intense promotion, to disclosure of information in sharing knowledge. Consistency in selling is also a support in the branding process in sellers. The function of forming features in sales greatly influences the size of the buying and selling process in the marketplace. Looking at the aspects of buying and selling done, personal pranding takes a big part in the buying and selling process carried out. Sellers who already have strong personal branding must be able to maintain the stability of the image they have made, of course, by involving people behind the scenes who continue to maintain the stability of the image that is built continues to be at the top level. Facebook is the most effective social media for magpie sellers in buying and selling
2547028312J1C015020Alih Wahana dari Novel ke Film 100 Kai Naku Koto Karya Nakamura KouPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk hubungan intertekstual dan ekranisasi novel dan film 100 Kai Naku Koto. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Sumber data dari penelitian ini yaitu novel dan film 100 Kai Naku Koto. Data dalam penelitian ini berupa kutipan dan narasi yang di dalamnya terdapat hubungan intertekstual dan proses ekranisasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik penjaringan data dan simak catat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Novel 100 Kai Naku Koto merupakan hipogram dari film 100 Kai Naku Koto. Berdasarkan realitasnya, maka sifat hipogram pada novel dan film 100 Kai Naku Koto yaitu inovasi. Relasi interteks dari novel dan film 100 Kai Naku Koto ditinjau dari adanya persamaan dan perbedaan dari kedua karya. Adapun proses alih wahana yang menggunakan teori ekranisasi untuk menganalisis adanya perubahan-perubahan pada alur dalam novel dan film 100 Kai Naku Koto terdapat kategori penciutan sebanyak 20 alur, kategori penambahan sebanyak 18 alur, sedangkan perubahan bervariasi sebanyak 7 alur. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dalam proses alih wahana karya sastra yang dihasilkan tidak dapat sepenuhnya sesuai dengan karya sastra sebelumnya. Perbedaan cara penyampaian dan perbedaan media atau wahana menjadikan adanya berbagai perubahan dari karya sastra sumber menuju karya seni tujuan.This study aims to describe intertextuality and ecranisation relationships between 100 Kai Naku Koto novel and film. The method used in this study is a qualitative descriptive method. Data sources of this study are 100 Kai Naku Koto novel and film. The data of this research are in the form of quotations and narratives that contain intertextual relationship and ecranisation process. Data collection techniques used are data filtering technique and content analysis. This study results in 100 Kai Naku Koto novel is a hypogram from 100 Kai Naku Koto film. Based on reality, hypogram characteristic of 100 Kai Naku Koto novel and film is innovation. Intertextual relationship between 100 Kai Naku Koto novel and film are reviewed from the existence of similarities and differences between each works. As for the ecranisation processes on plot element in 100 Kai Naku Koto novel and film for contraction category are 20 plots, addition category are 18 plots, and variety changes are 7 plots. The conclusion of this study is that a result from literature works’ adaptation is not completely corresponding with the previous literature works. Differences in the way it is delivered and the difference in media or method make various changes from previous literature works into desired artworks.
2547128343F1B113020PERAN DINAS SOSIAL PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA
BERENCANA DAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN
PERLINDUNGAN ANAK DALAM PENANGANAN PENGEMIS
GELANDANGAN DAN ORANG TERLANTAR
DI KABUPATEN PURBALINGGA
Jumlah PGOT yang terjaring razia tahun 2014-2016 tidak menunjukan penurunan.
Hal ini mengindikasikan bahwa pemerintah belum melakukan penanganan PGOT
secara berkelanjutan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
Peran Dinsosdalduk KB P3A dalam Penanganan Pengemis Gelandangan dan
Orang Terlantar di Kabupaten Purbalingga. Peran merupakan aspek dinamis dari
kedudukan (status). Peran yang dominan dari pemerintah adalah sebagai
stabilisator, innovator, modernisator, pelopor dan pelaksana sendiri kegiatan
pembangunan tertentu. Untuk menganalisis fenomena peran pemerintah dalam
penanganan PGOT, peneliti menggunakan aspek-aspek peran pemerintah yang
meliputi entrepreneur, koordinasi, fasilitasi dan stimulasi.Metode yang digunakan
dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik
pengambilan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive
sampling. Teknik analisis data menggunakan analisis data interaktif dan validitas
menggunakan triangulasi sumber. Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa
Dinsosdalduk KB P3A belum melakukan peran entrepreneur dengan baik. Selain
itu, Dinsosdalduk KB P3A memliki peran koordinasi yang sangat baik, bahkan
telah melakukan upaya kolaboratif degan berbagai instasi dalam penanganan
PGOT. Peran fasilitasi yang ditunjukan belum cukup baik karena keberadaan unit
rehabilitasi yang sedikit dan tidak memenuhi kapasitas yang dibutuhkan.
Stimulasi yang dilakukan oleh Dinsosdalduk KB P3A dalam menangani PGOT
adalah melakukan upaya rehabilitasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Namun
stimulasi yang diberikan belum efektif karena persepsi PGOT yang belum
berubah dari kebiasaannya. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah Dinsosdalduk
KB P3A belum maksimal menjalankan perannya dalam penanganan PGOT.
Aspek Koordinasi yang dilakukan sudah baik. Namun peran entrepreneur dan
stimulasi belum efektif dan ditunjukan dengan perubahan pola pikir PGOT. Selain
itu, fasilitas unit rehabilitasi yang disediakan belum memadai. Oleh karena itu,
Pemkab Purbalingga perlu menambah fasilitas unit rehabilitasi. Secara
menyeluruh, kebijakan penanganan PGOT juga harus terintegrasi dengan
kebjakan atau program pengentasan kemiskinan lainnya.
The number of vargants netted in 2014-2016 did not show a decrease. This proves
that the government has not yet managed vargants. Therefore, this study aims to
study the role of Dinsosdalduk P3A KB in the Handling of Homeless Beggars and
Displaced People in Purbalingga Regency. Role is a dynamic aspect of status. The
dominant role of the government is as stabilizers, innovators, modernizers,
pioneers and executors themselves of certain development activities. To analyze
government phenomena in the handling of vargants, researchers used aspects of
government involving entrepreneurs, coordination, facilitation and stimulation.
The method used in this study uses qualitative methods. The technique of taking
informants in this study was using purposive sampling technique. Data analysis
techniques using interactive data analysis and validity using source triangulation.
Based on the results of data analysis approved by Dinsosdalduk KB P3A has not
done the entrepeneur role well. In addition, the Dinsosdalduk KB P3A has a very
good role, also has the ability to collaborate with other parties in handling
beggars. The facilitation role billed is not good enough because it requires units
that do not and meet the required requirements. The stimulation carried out by
Dinsosdalduk KB P3A in the vargants effort is to carry out rehabilitation and
outreach to the community. However, the stimulation provided has not been
effective because they perception has not changed from its habits. The conclusion
in this study is that DINSOSDALUK KB P3A has not maximally played its role
in handling vargants. The coordination aspect that has been carried out is good.
However, the role of entrepreneurship and stimulation has not been effective and
is shown by changes in the mindset of vargants. In addition, the facilities provided
by the unit are not yet adequate. Therefore, the Purbalingga Regency Government
needs to add rehabilitation unit facilities. Overall, the vargants handling policy
must also be integrated with other policy or poverty alleviation programs.
2547228344H1D015047Rancang Bangun Sistem Informasi Manajemen Klinik Berbasis Web Studi Kasus Klinik SiloamKlinik Siloam merupakan suatu fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan
pelayanan kesehatan perorangan, dimana klinik tersebut berlokasi di Purbalingga. Proses
penyelenggaraan pelayanan kesehatan pada klinik tersebut masih dilakukan secara
konvensional. Proses pendaftaran pasien, pendataan obat serta pengelolaan rekam medis
masih ditangani secara manual sehingga membutuhkan usaha yang lebih besar serta waktu yang lebih
lama dalam pelaksanaannya. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah sistem informasi manajemen untuk
memudahkan proses pelayanan kesehatan tersebut. Sistem Informasi Manajemen Klinik yang akan
dibangun berfungsi untuk mengelola proses pendaftaran, pengisian rekam medis, dan pendataan obat.
Sistem informasi ini dibangun menggunakan bahasa pemrograman PHP dan penyimpanan datanya
dengan DBMS MySQL.
Siloam Clinic is a health service facility that organizes individual health services, where the clinic is
located in Purbalingga. The process of organizing health services at the clinic is still carried out
conventionally. The process of patient registration, drug data collection and management of medical
records is still handled manually so it requires greater effort and longer time in its implementation.
Therefore, a management information system is needed to facilitate the health service process. The
Clinical Management Information System that will be built functions to manage the registration
process, filling out medical records, and drug data collection. This information system was built using
the PHP programming language and storing data with MySQL DBMS
2547328346F1A015059HUBUNGAN STATUS SOSIAL EKONOMI TERHADAP KEPUTUSAN PETANI DALAM MENGGUNAKAN ALAT DAN MESIN PERTANIAN
DI DESA KARANGDUREN KECAMATAN SOKARAJA
KABUPATEN BANYUMAS
Status sosial ekonomi merupakan salah satu kedudukan dalam masyarakat yang dapat memengaruhi sikap dan tindakan individu. Status sosial ekonomi individu dapat memengaruhi sikapnya dalam merespon suatu perubahan, seperti perubahan teknologi pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan status sosial ekonomi dengan keputusan petani dalam menggunakan alat dan mesin pertanian (alsintan) di Desa Karangduren, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kuantitatif, dengan survei sebagai metode pengumpulan data. Teknis analisa data yang digunakan yaitu menggunakan tabel distribusi frekuensi dan tabel silang.
Petani Karangduren menguasai lahan yang cenderung sempit, dengan rata- rata lahan yang dikuasai oleh petani hanya sebesar 0,58 hektar. Pendapatan petani yang rendah, terlihat dari banyaknya petani yang memiliki pendapatan rumah tangga dibawah RP 1,6 juta setiap bulannya. Petani Desa Karangduren juga cenderung memiliki latar belakang pendidikan formal yang rendah, sebanyak 49,3% responden berpendidikan sekolah dasar.
Berdasarkan hasil analisa tabel silang dan uji coefficient contingency yang dilakukan, terbukti bahwa terdapat hubungan antara status sosial ekonomi dengan keputusan petani dalam menggunakan alsintan. Hal tersebut ditunjukkan dari hasil keseluruhan p value yang lebih kecil dari 0,1. Adanya hubungan antara status sosial ekonomi dengan keputusan petani dalam menggunakan alsintan, menandakan bahwa petani memiliki kebutuhan serta kemampuan yang berbeda dalam usaha tani yang dilakukan. Pihak yang paham dengan kebutuhannya juga petani itu sendiri.
Socio-economic status is the positions in society that can influence individual attitudes and actions. The socioeconomic status can influence his attitude in responding to a change, such as changes in agricultural technology. This study aims to explain the relationship between socioeconomic status and the decision of farmers to use agricultural tools and machinery (Alsintan) in Karangduren Village, Sokaraja District, Banyumas Regency. The method used in this study is a quantitative research method, with surveys as a data collection method. Data analysis technique used is frequency distribution tables and cross tables.
Karangduren farmers control land that tends to be narrow, with an average land held by farmers only 0.58 hectares. Low farmer income, seen from the number of farmers who have a household income below Rp. 1.6 million every month. Karangduren village farmers also tend to have a low formal educational background, as many as 49.3% of respondents have an elementary school education.
Based on the results of the cross table analysis and coefficient contingency tests conducted, it is evident that there is a relationship between socioeconomic status and the decision of farmers to use machineries. This is indicated by the overall results of p value smaller than 0.1. The existence of a relationship between socioeconomic status with the decision of farmers to use Alsintan, indicates that farmers have different needs and abilities in the farming business carried out. Those who understand their needs are also farmers themselves.
2547428442F1F015048POLITIK ANTI-IMIGRAN ALTERNATIVE FUR DEUTSCHLAND (AFD) DI JERMAN TAHUN 2013-2018
Penelitian ini berjudul "Politik Anti-Imigran Alternative fur Deutschland (AfD) di Jerman Tahun 2013-2018" ditulis untuk mengkaji bagaimana politik anti-imigran dan mobilisasi dukungan dilakukan oleh partai AfD di Jerman sejak tahun didirikannya yaitu di tahun 2013 hingga 2018 menggunakan agregasi kepentingan sebagai perspektifnya sebagai salah satu fungsi partai politik. Pada awal berdirinya, AfD lebih berfokus dalam menentang penggunaan euro sebagai mata uang di Jerman. Namun, seiring berekskalasinya isu-isu mengenai imigran dan seiring dengan masuknya gelombang pengungsi di Jerman karena Kebijakan Pintu Terbuka tahun 2015, AfD memutuskan untuk lebih fokus pada perlindungan dalam negeri dan penentangan kepada keberadaan imigran. AfD mengalami pertumbuhan pemilih yang signifikan dari tahun ke tahun.
AfD mengumpulkan kepentingannya dengan membangun hubungan client-patron dengan para pendukungnya. AfD melalui rencana program utama (Grundgesatzprogramm der Alternative fur Deutschland) juga menunjukkan sejumlah rancangan peraturan terkait imigran dan pengungsi berdasarkan permintaan dari masyarakat Jerman yang memiliki ideologi yang sama dengan AfD.
This research which entitled "Alternative fur Deutschland (AfD)’s Anti-Immigrant Politics in Germany in 2013-2018" was written to examine how anti-immigrant politics and support mobilization carried out by the AfD party in Germany from the year it was found, which was in 2013 until 2018 using Interest Aggregation as the perspective. At the beginning of the founding of the AfD, they focused more on opposing euro in Germany. However, as issues of immigrants escalated and with a wave of refugees in Germany due to the 2015 Open Door Policy, AfD decided to focus more on opposing immigrants. AfD experienced significant voter growth from year to year.
AfD aggregates its interests by building a patron-client relationship with its supporters. AfD through the plan of the main program (Grundgesatzprogramm der Alternative fur Deutschland) also shows a number of draft regulations related to immigrants and refugees based on demands from German society who share the same ideology with AfD.
2547528347F1F013053The Depiction of Greek Mythology Creature in DOTA Hero CharactersABSTRAK

Aris, Tri Muhammad. 2019. The Depiction of Greek Mythology Creature in DOTA 2 Hero Characters. Thesis. Pembimbing 1: Dr. Chusni Hadiati, M.Hum., Pembimbing 2: Dyah Raina Purwaningsih, S.S., M.Hum., Penguji: Erna Wardani, S.Pd., M.Hum. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Universitas Jenderal Soedirman, Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Sastra Inggris, Program Studi Sastra Inggris, Purwokerto.

Kata Kunci: Semiotika, Teori Barthes, Mitologi, Game Online DOTA 2

Penelitian ini berjudul “The Depiction of Greek Mythology Creature in DOTA 2 Hero Characters” memiliki tujuan untuk mengetahui tanda-tanda dan mitos di dalam karakter pahlawan DOTA 2. Bidang penelitian ini adalah semiotika dan menggunakan teori Roland Barthes. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan makna denotatif, makna konotatif, dan juga mitos dari karakter pahlawan mitos DOTA 2 dan untuk mengungkapkan mitos dari setiap tanda. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisis data yang merupakan karakter pahlawan mitos DOTA 2 yang terkait dengan mitologi Yunani. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa ada 5 karakter pahlawan yang mewakili makhluk mitos dari mitologi Yunani. Setiap karakter mengandung makna denotatif dan konotatif. Secara keseluruhan, terdapat 29 tanda yang ditemukan pada 5 karakter pahlawan mitos DOTA 2. Selain itu, makna dari setiap tanda saling terkait untuk menggambarkan mitos dengan jelas. Karakter pertama, Zeus menggambarkan Tuhan yang maha kuasa dengan kekuatan gaib-Nya. Karakter kedua, Phoenix, menggambarkan kebebasan dan keabadian. Karakter ketiga, Medusa, menggambarkan keburukan dan ketakutan. Karakter keempat, Centaur Warrunner, menggambarkan kebiadaban dan kekacauan yang tak terkendali. Terakhir, karakter, Naga Siren, menggambarkan nafsu dan bahaya. Terlebih lagi, peneliti menemukan bahwa arti dari tanda-tanda tersebut sangat kuat berasal pada mitos yang di temukan dalam karakter; akan tetapi, mitos ini juga berhubungan dengan konsep sosial budaya yang ada dalam masyarakat.
ABSTRACT

Aris, Tri Muhammad. 2019. The Depiction of Greek Mythology Creature in DOTA 2 Hero Characters. Thesis. Supervisors 1: Dr. Chusni Hadiati, M.Hum., Supervisor 2: Dyah Raina Purwaningsih, S.S., M.Hum., External Examiner: Erna Wardani, S.Pd., M.Hum. Ministry of Education and Culture, Jenderal Soedirman University, Faculty of Humanities, Department of English Literature, Purwokerto.

Keywords: Semiotics, Barthes’ Theory, Mythology, DOTA 2 Online Game

This research is entitled “The Depiction of Greek Mythology Creature in DOTA 2 Hero Characters” aims to figure out the signs and the myth in DOTA 2 Hero characters. The field of this research is semiotics and it uses Roland Barthes’ theory. This research aims to find denotative meaning, connotative meaning, and also myth of DOTA 2 mythical hero characters to reveal the myth of each sign. This research uses descriptive qualitative method to analyze the data which is DOTA 2 mythical hero characters that are related to Greek mythology. The result of this research is that there are 5 hero characters representing mythical creature of Greek mythology. Each character contains the denotative and connotative meanings. In total, there are 29 signs found in 5 mythical hero characters of DOTA 2. Moreover, the meaning of each sign is interconnected in order to depict the myth clearly. The first character, Zeus, depicts the God almighty and His supernatural power. The second character, Phoenix, depicts the freedom and eternality. The third character, Medusa, depicts the ugliness and fear. The fourth character, Centaur Warrunner, depicts the barbarism and unbridled chaos. Lastly, the character, Naga Siren, depicts the lust and danger. Additionally, the researcher found that the meanings of the sign are strongly based on the myth found in the characters; nevertheless, the myth is also connected to the socio-cultural concepts found in the society.
2547628348L1B015041ISOLASI DAN DETEKSI Aeromonas hydrophila PADA SALURAN PENCERNAAN SIDAT (Anguilla bicolor) DI DESA PANGGUL KECAMATAN PANGGUL KABUPATEN TRENGGALEKKeberhasilan budidaya Ikan sidat (Anguilla bicolor) dapat terhambat oleh adanya infeksi  Aeromonas hydrophila, patogen oportunistik yang umum terdapat di perairan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui keberadaan Aeromonas hydrophila, dan menghitung proporsi Aeromonas hydrophila pada saluran pencernaan ikan sidat. Sampel sidat berjumlah 12 ekor yang diperoleh dari hasil tangkapan nelayan di Pantai Kili-Kili, Desa Panggul, Kabupaten Trenggalek. Analisis kelimpahan bakteri dilakukan dengan metode TPC (Total Plate Count) dan pengujian Gram KOH dianalisis menggunakan larutan KOH 3%. Bakteri yang menunjukkan hasil Gram negatif selanjutnya dianalisis dengan menggunakan teknik PCR yang spesifik mendeteksi gen aerolysin Aeromonas hydrophila. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai kelimpahan bakteri tertinggi sebesar 2,97 x 108 CFU/g dan nilai terendah sebesar 1,0 x 105 CFU/g. Hasil dari uji Gram KOH menunjukkan bakteri Gram negatif lebih mendominasi (63%) dibandingkan bakteri Gram positif (27%). Hasil PCR menunjukkan bahwa isolat bakteri Gram negatif yang diuji bukan Aeromonas hydrophila. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa saluran pencernaan sampel sidat tidak mengandung bakteri patogen tersebut. Aeromonas hydrophila diduga tidak menjadi ancaman besar pada budidaya sidat yang ditangkap dari lokasi sampling ini.Cultivation of eel (Anguilla bicolor) can be hampered by the infection of Aeromonas hydrophila, a common opportunistic pathogen in waters. The purposes of this study were to determine the presence of Aeromonas hydrophila, and to calculate the proportion of Aeromonas hydrophila in the digestive tract of eel fish. A total of 12 fish were obtained from fishermen in Kili-Kili Beach, Panggul Village, Trenggalek Regency. Analysis of bacterial abundance was carried out by the TPC (Total Plate Count) method and the Gram KOH test was analyzed using a 3% KOH solution. Gram-negative bacterial isolates were then analyzed using a PCR technique that specifically amplifies the aerolysin gene of  Aeromonas hydrophila. The results of this study indicate the highest bacterial abundance value was 2.97 x 108 CFU/g and the lowest value was 1.0 x 105 CFU/g. The results of the Gram KOH test showed that Gram-negative bacteria were more dominant (63%) than Gram-positive bacteria (27%). The PCR result showed that the Gram negative bacterial isolates tested were not Aeromonas hydrophila. The results of this study indicate that the digestive tract of eel samples did not contain this pathogenic bacteria. Aeromonas hydrophila is not suspected to be a major threat to the cultivation of eels captured from this sampling location.
2547728350F1D014051DINAMIKA GERAKAN PRESIDIUM PEMEKARAN DALAM PROSES PERJUANGAN PEMEKARAN KABUPATEN BREBESPenelitian ini brejudul “Dinamika Gerakan Presidium Pemekaran Dalam Proses Pengusulan Pemekaran Kabupaten Brebes” ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan dinamika gerakan Presidium dalam memperjuangkan pemekaran Kabupaten Brebes. Selain itu, penelitian inijuga bertujuan untuk memahami dan menjelaskan faktor penghambat dan pendukung gerakan Presidium Pemekaran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan cara observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Sementara, teknik yang digunakan untuk menganaisis data melalui analisis data kualitatif memuat tiga komponen utama yakni reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil Penelitian ini mengungkapkan bahwa perjuangan gerakan Presidium Pemekaran dalam proses pengusulan pemekaran Kabupaten Brebes merupakan gerakan sosial politik, menggunakan pendekatan gerakan sosial baru. Dalam perjalanannya ada faktor penghambat dan pendukung gerakan presidium, yakni aspek mikro (internal aktor) dan makro (eksternal aktor). Oleh karena itu Presidium sebagai gerakan sosial mempuyai perencanaan atau strategi dalam menghadapi perjuangan pemekaran yakni konsolidasi dan Advokasi, bisa dilihat dalam perjuangannya Presidium dalam melakukan sosialisasi disetiap desa, kegiatan-kegiatan non-formal untuk menyatukan pandangan tentang pemekaran serta advokasi menjadi metode perjuangan untuk mendapatkan persetujuan dari pemerintah daerah. Aktivitas advokasi disini seperti mengadakan atau berpartisipasi dalam demonstrasi, mengorganisasi anggota komunitas untuk mengambil tindakan terkait isu pemekaran, melobi pertemuan dengan pejabat publik dan organisasi keagamaan. Hal ini dilakukan sebagai upaya memperkuat posisi tawar (bargaining position) Presidium Pemekaran tehadap Pemerintah.
The research entitled “The Dynamics of Presidium Pemekaran Movement in Proliferation Proposing Process of Brebes Regency” is purposed to understand and describe the dynamics movement conducted by the presidium concerning their struggle for Brebes proliferation. Besides, This research aims at understanding and describing the factors that hinder and support the proliferation process. This research uses qualitative research method and applies the case study approach. The data used in this study is obtained through observation, in-depth interview, and documentation. Hence, the technique of data analysis used in this qualitative research consists of technique of data reduction, data presentation and data conclusion.
The result shows that the struggle carried out by Presidium Pemekaran in proliferation proposing process of Brebes is considered a sociopolitical movement, which uses new social movement approach. In carrying out their movement, there are aspects that hinder and support this movement; those are micro aspects (internal actors) and macro aspects (external actors). Therefore, as social movement presidium carries strategies in conducting their movement; those are through consolidation and advocacy which can be seen in their struggle doing socialization in urban villages. For example, it is seen in the non-formal activities they do to unite people’s perception about proliferation and in the advocacy they conduct to get local government’s permission. Relating advocacy, some activities that have been done are holding or participating in demonstrations, organizing their community in taking action on proliferation issue, negotiating and arranging meetings with public government and religious organization. All of these are done to strengthen Presidium Pemekaran’s bargaining position over the government.
2547828349E1A015028PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK) SEBELUM BERAKHIRNYA PERJANJIAN KERJA WAKTU TERTENTU (PKWT)
(Studi Pada Putusan Nomor 1024/PDT.Sus-PHI//2017)
ABSTRAK
Penelitian ini bersumber pada putusan Pengadilan Hubungan Industrial Nomor 1024/PDT.Sus-PHI//2017 mengenai perkara pemutusan hubungan kerja (PHK) pada pekerja PT Prima Tigon Global.
Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif. Pendekatan undang-undang dan analisis. Spesifikasi penelitian deskriptif, sumber bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder dengan metode penyajian data dalam bentuk teks naratif dan disusun secara sistematis.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dalam penelitian ini diketahui bahwa hakim telah menyatakan pemutusan hubungan kerja yang dilakukan oleh PT Prima Tigon Global terhadap pekerjanya merupakan Pemutusan Hubungan Kerja sepihak, dan pemohon kasasi melanggar ketentuan Pasal 61 ayat (1) huruf d dan 62 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang menyebutkan bahwa apabila salah satu pihak mengakhiri hubungan kerja sebelum berakhirnya jangka waktu yang ditetapkan dalam perjanjian kerja waktu tertentu, atau berakhirnya hubungan kerja bukan karena ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 61 ayat (1), pihak yang mengakhiri hubungan kerja diwajibkan membayar ganti rugi kepada pihak lainnya sebesar upah pekerja/buruh sampai batas waktu berakhirnya jangka waktu perjanjian kerja. Dalam hal ini, Pemohon kasasi memiliki kewajiban membayar sisa upah kepada Termohon Kasasi, dan Termohon Kasasi memiliki hak mendapatkan sisa upah karena PT Prima Tigon Global sebagai pihak yang mengakhiri hubungan kerja.
Kata Kunci : Pemutusan Hubungan Kerja, Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, Pengupahan
ABSTRACT
The research is sourced from the decision of Indurstrial Relations Court Number 1024/PDT.Sus-PHI//2017 regarding the termination of employment case to workers at PT Prima Tigon Global.
The research used normative juridical method. Law approach and analysis. Descriptive research specification, the sources of primary and secondary legal materials with the method of presenting data the form of narrative texts and arranged systematically.
Based on the results of study and discussion on this research it is known that the judge has stated that the termination of employment done by PT Prima Tion Global for their workers constitutes a unilateral termination of employment, and the cassation applicant violated the provisions of Article 61 section (1) letter d and 62 of Law Number 13 of 2003 concerning manpower which stated that if one of the parties terminates the employment relationship before the end of the period specified in the temporary appointment work agreement, or the termination of employment is not due to the provisions reffered to in Article 61 section (1), the party that terminating the employment relationship is required to pay compensation to the other party in the amount of the worker/laborer’s wages until the expiry of the term of the employment agreement. In this case, the cassation applicant has the obligation to pay the remaining wages to the cassation respondent, and the cassation respondent has the right to receive the remaining wages because PT Prima Trigon Global is the party that terminates the employment relationship.
Keywords : Termination of Employment, Temporary Appointment Work Agreement, Remuneration
2547928868D1A015172Daya Ikat Air dan Susut Masak Daging Domba Lokal pada Penggemukan dengan Pakan Berbasis Indigofera spdengan Level yang BerbedaPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan berbasis indigofera sp dengan level yang berbeda terhadap daya ikat air dansusut masak daging domba lokal. Materi yang digunakan adalah 18 ekor domba lokal jantan, konsentrat, rumput gajah, tepung indigoferasp. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan 3 perlakuan dan 6 kali ulangan. Perlakuan yang dilakukan meliputi 20% Rumput Gajah + 80% Konsentrat + 0% Indigofera sp, 20% Rumput Gajah + 40% Konsentrat + 40% Indigofera spdan 20% Rumput Gajah + 30% Konsentrat + 50% Indigofera sp. Penelitian dilakukan secara in vivomenggunakan 18 ekor domba selama 70 hari.Pengamatan post mortemuntuk Daya Ikat Air dan Susut Masak menggunakan 6 ekor domba.Hasil rataan nilai daya ikat air daging domba lokal masing-masing adalah 31,34%; 42,14%; dan 35,27%. Rataan nilai susut masakmasing-masing adalah 44,20%; 40,50%; 41,18%.Pemberian indigofera spdalam konsentrat pada penggemukan domba lokal ada kecendurangan meningkatkan daya ikat air dan ada kecenderungan menurunkan susut masak daging serta indigofera sp dapat menggantikan konsentrat untuk pakan domba lokal karerna tidak menimbulkan efek buruk pada daya ikat air dan susut masak daging domba lokal.The research was conducted to determine of effect indigoferasp based feed with different levels on the water holding capacity and cooking losses of local lamb meat. The material was 18 male local lamb, concentrate, elephant grass,indigoferaflour. The method used in this study was experimental with Completely Randomized Design (CRD) using 3 treatments and 6 replications. The treatments included 20% Elephant Grass + 80% Concentrate + 0% Indigofera sp,20% Elephant Grass + 40% Concentrate + 40% Indigofera sp,and 20% Elephant Grass + 30% Concentrate + 50% Indigoferasp. The study was conducted in vivousing 18 lambfor 70 days. Post mortem observation for water holding capacity and cooking losses using 6 lamb.The average value of thewaterholdingcapacityof local lambwere 31,4%; 42,14%; and 35,27%. The avarerage value of cooking losses were 44,20%; 40,50%; 41,18%. Indigoferasp in concentrates on local lambfattening there is a tendency to increase the water holding capacity and there is a tendency todecrease cooking lossesof meat and indigofera spcan substitute concentrate for local lamb feed because it does not cause adverse effects on water holding capacity of the local lamb and cooking losses.
2548028351L1C015008KERAGAMAN GENETIK MANGROVE
Rhizophora mucronata DI SEGARA ANAKAN CILACAP
BERDASARKAN DNA BARCODING (GEN rbcL)
Mangrove yang ada di Segara Anakan Cilacap setiap tahunnya mengalami penurunan setiap tahunnya, hal ini disebabkan aktivitas antropogenik seperti alih fungsi lahan dan pembalakan liar. Akibat dari kegiatan tersebut dapat mempengaruhi keragaman mangrove. Oleh karena dilakukan penelitian Keragaman Genetik Mangrove Rhizophora mucronata di Segara Anakan Cilacap Berdasarkan DNA Barcoding (Gen rbcL). Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui keragaman genetik mangrove Rhizophora mucronata di Segara Anakan Cilacap Berdasarkan DNA Barcoding (Gen rbcL) dan mengetahui kekerabatan (filogenetik) mangrove Rhizophora mucronata Segara Anakan Cilacap. Metode yang digunakan adalah metode survey dan metode riset laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan munculnya pita DNA pada visualisasi elektroforesis dengan panjang 369 bp dan adanya similaritas 99,66-97,64% dengan MG970476.1 serta menunjukkan adanya keragaman intraspesies pada pensejejaran sekuen rbcL Rhizophora mucronata. Kekerabatan (filogenetik) dari stasiun 1-6 terdapat 2 clade yaitu clade A (stasiun 1, 2, 3) dengan nilai bootstrap 83-98 dan Clade B (stasiun 4, 5, 6) dengan nilai bootstrap 100 yang berarti hubungan kekerabatan antara semua stasiun terbilang sangat dekat atau memiliki banyak kesamaan.Mangroves in Segara Anakan Cilacap are experiencing annual decline every year, this is due to anthropogenic activities such as land conversion and illegal logging. As a result of these activities can affect the diversity of mangroves. Because of this research, the genetic diversity of Rhizophora mucronata Mangrove in Segara Anakan Cilacap is based on DNA Barcoding (rbcL Genes). The purpose of this study was to determine the genetic diversity of Rhizophora mucronata mangroves in Segara Anakan Cilacap based on DNA Barcoding (Gen rbcL) and determine the kinship (phylogenetic) of Rhizophora mucronata mangroves in Segara Anakan Cilacap. The method used is a survey method and laboratory research methods. The results showed the emergence of DNA bands in the visualization of electrophoresis with a length of 369 bp and 99.66-97.64% similarity with MG970476.1 and showed intraspecies diversity in the sequencing of rbcL Rhizophora mucronata sequences. Kinship (phylogenetic) from stations 1-6 there are 2 clades namely clade A (stations 1, 2, 3) with a bootstrap value of 83-98 and Clade B (stations 4, 5, 6) with a bootstrap value of 100 which means a kinship relationship between all stations are very close or have a lot in common.