Artikelilmiahs
Menampilkan 25.481-25.500 dari 50.268 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 25481 | 28352 | L1C015055 | VARIASI GENETIK MANGROVE Rhizophora mucronata DI SEGARA ANAKAN CILACAP BERDASARKAN DNA BARCODING GEN ITS | ABSTRAK Penelitian Ini Berjudul “Variasi Genetik Mangrove Rhizophora Mucronata Di Segara Anakan Cilacap Berdasarkan DNA Barcoding Gen ITS”. Variasi mangrove sulit dibedakan dengan identifikasi morfologi karena adanya perubahan kualitas kondisi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi genetik dan mengetahui kekerabatan filogenetik mangrove Rhizophora mucronata berdasarkan gen Internal Transcribed Spacer (ITS) di Segara Anakan, Cilacap. Metode isolasi DNA dengan GeneJET Plant Genomic DNA Purification Mini Kit. Amplifikasi gen ITS menggunakan primer ITS, analisis sekuen gen Internal Transcribed Spacer ITS menggunakan Basic Local Alignment Search Tool (BLAST), pensejajaran sekuen dengan multalin dan konstruksi pohon filogenetik menggunakan software MEGA 10.1.7 dengan metode neighbor-joining tree. Hasil penelitian menunjukkan bahwa amplifikasi memperoleh produk berukuran 400-500 bp dengan nilai similaritas berkisar berkisar 98,01-100% dengan No. Accesion MH243991.1 dan adanya variasi intraspesies yang ditunjukkan dengan adanya perbedaan 8 pasang basa nukleotida pada urutan sekuens. Analisis filogenetik menunjukkan nilai bootstrap 100% yang menunjukkan memiliki kekerabatan yang dekat dan percabangan yang dapat dipercaya. Kata kunci : Variasi genetik; DNA Barcoding (Gen ITS); Rhizophora mucronata; Segara Anakan Cilacap. | ABSTRACT This research entitled "Genetic Variation of Rhizophora Mucronata Mangrove in Segara Anakan Cilacap Based on DNA Barcoding ITS Genes". Mangrove variation is difficult to distinguish from morphological identification due to changes in the quality of environmental conditions. This study aims to determine genetic variation and determine the phylogenetic relationship of Rhizophora mucronata mangroves based on the Internal Transcribed Spacer (ITS) gene in Segara Anakan, Cilacap. DNA isolation method with the GeneJET Plant Genomic DNA Purification Mini Kit. ITS gene amplification using ITS primers, analysis of Internal Transcribed Spacer ITS gene sequences using Basic Local Alignment Search Tool (BLAST), sequence alignment with multalin and phylogenetic tree construction using MEGA 10.1.7 software with the neighbor-joining tree method. The results showed that the amplification obtained a product measuring 400-500 bp with similarity values ranging from 98,01-100% with No. Accession MH243991.1 and the presence of intraspecies variations as indicated by the difference in 8 pairs of nucleotide bases in sequence. Phylogenetic analysis showed a bootstrap value of 100% which showed a close kinship and a reliable branching. Key words : Genetic variation; DNA Barcodes (ITS Genes); Rhizophora mucronata; Segara Anakan Cilacap. | |
| 25482 | 28353 | F1B115015 | Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai di Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas | Kinerja pegawai merupakan salah satu modal bagi organisasi untuk mencapai tujuan. Organisasi yang berhasil dan efektif merupakan organisasi yang di dalamnya memiliki pegawai dengan kinerja baik. Kinerja pegawai dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu Gaya Kepemimpinan, Motivasi Kerja dan lain-lain. Penelitian ini dilakukan di Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas dengan sasaran yaitu pegawai Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis besarnya pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai di Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif asosiatif dengan menggunakan metode sensus. Pengumpulan data melalui kuesioner, observasi dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian adalah pegawai Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas sebanyak 76 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu teknik sampling total/sensus, maka sampel dalam penelitian ini 76 sampel. Variabel penelitian terdiri dari variabel independen yaitu gaya kepemimpinan dan motivasi serta variabel dependen yaitu kinerja pegawai. Metode analisis yang digunakan mengunakan perhitungan statistik Korelasi Kendall Tau-c, Korelasi Kendall W dan Regresi Ordinal. Hasil uji hipotesis dengan regresi ordinal gaya kepemimpinan dan motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas secara parsial, masing-masing memiliki koefisien final 16,360 dan 8,715. Kemudian, hasil uji regresi ordinal secara stimultan juga menunjukkan pengaruh yang positif dan signifikan dengan koefisien final sebesar 0,000. | Employee performance is one of the assets for the organization to achieve goals. A successful and effective organization is an organization which employees have good performance. Employee performance can be influenced by several factors namely Leadership Style, Work Motivation and others. This research was conducted at the Banyumas Regency Transportation Department with the target being Banyumas Regency Transportation Department employees. This study aims to determine and analyze the magnitude of the influence of Leadership Style and Work Motivation on Employee Performance in the Banyumas District Transportation Office. The research method used is associative quantitative using the census method. Data collection through questionnaires, observation and documentation. The population in the study were 76 Banyumas District Transportation Department employees. The sampling technique in this study is the total / census sampling technique, then the sample in this study 76 samples. The research variables consist of independent variables, namely leadership style and motivation, and the dependent variable, namely employee performance. The analytical method used is the statistical calculation of Kendall Tau-c Correlation, Kendall W Correlation and Ordinal Regression. Hypothesis test results with ordinal regression leadership style and work motivation have a positive and significant effect on the performance of Banyumas District Transportation Department employees partially, each has a final coefficient of 16.360 and 8.715. Then, the results of the ordinal regression test simultaneously also showed a positive and significant effect with a final coefficient of 0,000. | |
| 25483 | 28354 | L1B015051 | IDENTIFIKASI MOLEKULER ENDOPARASIT NEMATODA PADA SIDAT (Anguilla bicolor) DARI DESA PANGGUL KECAMATAN PANGGUL KABUPATEN TRENGGALEK | Endoparasit nematoda merupakan parasit yang berpotensi tinggi menginfeksi pada sidat. Keberadaan organisme ini dapat menimbulkan penyakit yang dapat menyebabkan kerugian pembudidaya sidat di seluruh dunia. Pada tahun 2019 ditemukan indikasi adanya nematoda pada sidat tangkapan di perairan selatan Jawa Tengah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat infeksi dan identifikasi molekuler endoparasit nematoda pada sidat (Anguilla bicolor) hasil tangkapan dari Kabupaten Trenggalek. Sampel sidat ditangkap dari daerah muara sungai pesisir pantai Kili – kili. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi. Sampel endoparasit nematoda yang didapat lalu diidentifikasi menggunakan teknik PCR (Polymerase Chain Reaction) selanjutnya hasil produk yang sudah jadi dikirim untuk di sekuensing ke PT Genetika science lalu hasil sekuensing dianalisis menggunakan metode BLAST dan pohon phylogeny. Tingkat infeksi yang diperoleh melingkupi prevalensi dan intensitas. Prevalensi selama penelitian didapatkan Anguilicoloides dan Camallanidae dengan masing - masing prevalensi 7,27% dan 5,45%. Nilai intensitas Anguillicoloides dan Camallanidae dengan nilai intensitas 1 parasit/individu. Berdasarkan hasil identifikasi molekuler nematoda yang ditemukan termasuk pada golongan spesies Anguillicola crassus dengan tingkat kemiripan 94.93% dengan sekuen DNA Anguillicola crassus Japan (EU376661.1) pada gen bank. | Nematode endoparasites are parasites that have high potential to infect shortfin eels. The existence of these organisms can cause diseases that can cause harm to aquaculturist the entire world. In 2019 there were indications of nematodes in the catch eel in southern waters of Central Java. The purpose of this study was to determine the level of infection and molecular identification of nematode endoparasites in shortfin eels (Anguilla bicolor) caught from Trenggalek Regency. The method used in this research is the observation method. Nematode endoparasite samples obtained were then asked to use the PCR technique (Polymerase Chain Reaction) then the product results have been sent to sequencing to PT Genetics Science Indonesia then the sequencing results are attempeted using the BLAST method and phylogeny tree. Shortfin eel samples were captured from the estuary of the Sugeng coastal area of the Kili-kili coast. The level of infection obtained covers the prevalence and intensity. Prevalence during the study was obtained Anguilicoloides and Camallanidae with each prevalence of 7.27% and 5.45%. Intensity value of Anguillicoloides and Camallanidae with an intensity value of 1 parasite / individual. Based on the results, the moleculer nematodes found belong to the species group Anguillicola crassus with a degree of similarity 94.93% with DNA sequences Anguillicola crassus Japan (EU376661.1) on bank genes. | |
| 25484 | 28284 | L1C015031 | ESTIMASI KONSENTRASI KLOROFIL-A MENGGUNAKAN CITRA SENTINEL 2 DI MUARA DONAN, CILACAP | Muara Donan dijadikan sebagai muara bagi kegiatan industri seperti pabrik semen, pabrik tepung dan aktivitas manusia. Fitoplankton memiliki peranan yang penting dalam suatu perairan, yaitu sebagai produsen primer atau sumber makanan bagi organisme di sekitarnya. Kandungan korofil-a dalam perairan merupakan salah satu indikator tinggi rendahnya kelimpahan fitoplankton atau tingkat kesuburan suatu perairan. Penginderaan jauh secara sederhana merupakan teknik pengambilan obyek di permukaan bumi dari udara dengan memanfaatkan bantuan sensor. Tujuan dari penelitian ini diantaranya untuk mengetahui hubungan nilai reflektansi citra sentinel 2 terhadap konsentrasi klorofil-a, mengetahui pola sebaran klorofil-a di Muara Donan, Cilacap. Metode yang digunakan merupakan metode survei yang berdasarkan dari data primer klorofil-a in-situ dan data sekunder dari citra satelit sentinel- 2. Hasil penelitian menunjukan nilai reflektansi satelit Sentinel-2 memiliki hubungan sangat kuat dengan nilai klorofil-a in-situ. Pola sebaran klorofil-a di Muara Donan, Cilacap Klorofil-a memiliki sebaran yang cukup tinggi berkisar 0 –1.4 mg/m3. Perairan pesisir atau pantai cenderung memiliki konsentrasi klorofil-a yang lebih tinggi dibandingkan perairan lepas pantai atau berkonsentrasi tinggi. | Muara Donan is coastal area to support activity for many industries, which are the cement industry, flour mills and human activities. Phytoplankton has an important role in an aquatic ecosystem, as a primary producer or food resource to support aquatic organisms. The chlorophyll-a is an indicator to estimate the abundance of phytoplankton or the fertility level in an aquatic ecosystem. Remote sensing is a technique to take objects on the earth surface using sensors. This study aims to know the correlation between Sentinel-2 image reflectance value with concentration of chlorophyll-a, knowing the distribution pattern of chlorophyll-a in Muara Donan, Cilacap. The method used survey method based on chlorophyll-a-in-situ primary data and secondary data from sentinel-2 satellite imagery. The results showed that reflectance value of the Sentinel-2 satellite had strong relationship to estimate the value of chlorophyll-a. Distribution pattern of chlorophyll-a in Muara Donan, Cilacap had distribution around 0-1.4 mg / m3. Coastal area waters tend to had higher chlorophyll-a concentrations than offshore or high concentration waters. Increasingly towards the open sea, the value of chlorophyll-a concentration is lower. | |
| 25485 | 28356 | F1B013085 | IMPLEMENTASI KEBIJAKAN SISTEM ZONASI PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) DALAM UPAYA PEMERATAAN PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI KABUPATEN BANYUMAS (STUDI KASUS DI SMP NEGERI 2 AJIBARANG DAN SMP NEGERI 2 TAMBAK) | ABSTRAK Implementasi kebijakan merupakan penyediaan sarana untuk melaksanakan sesuatu yang menimbulkan dampak atau akibat terhadap sesuatu. Sesuatu tersebut dilakukan untuk menimbulkan dampak atau akibat itu dapat berupa undang-undang, peraturan pemerintah, keputusan peradilan dan kebijakan yang dibuat oleh lembaga-lembaga pemerintah dalam kehidupan kenegaraan. Berdasakan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 14 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), pemerintah berupaya melakukan pemerataan pendidikan dimana dalam aturan tersebut telah membahas mengenai sistem zonasi yang harus diterapkan sekolah dalam menerima calon peserta didik baru. Sistem zonasi adalah sistem penerimaan peserta didik baru yang mana menggunakan pertimbangan jarak antara rumah calon peserta didik dengan sekolah. Implementasi Kebijakan Sistem Zonasi adalah sejauh mana kebijakan Sistem Zonasi tersebut dapat dicapai hasil yang telah ditentukan dengan cara melihat dari berbagai indikator yang mendukung. Penelitian ini menggunakan indikator implementasi menurut Rendall B. Ripley dan Grace A. Franklin (1986) yaitu: Keterlibatan aktor pelaksana dalam proses implementasi program sistem zonasi, Kejelasan Pelaksanaan program sistem zonasi di sekolah penyelenggara, Kerumitan dan perkembangan program-program sistem zonasi di setiap sekolah penyelenggara, Faktor-faktor yang mempengaruhi selama pelaksanaan program sistem zonasi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif, Pemilihan informan menggunakan teknik Purposive Sampling dan Snowball Sampling. Untuk memperoleh data penelitian menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian ini ialah implementasi kebijakan sistem zonasi penerimaan peserta didik baru di Kabupaten Banyumas sudah cukup baik dalam pemerataan pendidikan yang menggunakan sistem berbasis NIK untuk calon pendaftaran sistem zonasi,akan tetapi perlu ditingkatkan lagi untuk para implementor agar tidak adanya para siswa yang tidak sekolah maupun putus sekolah karena adanya sistem zonasi. | ABSTRACT Policy implementation is the provision of means to implement something that has an impact or effect on something. Something that is done to have an impact or effect can be in the form of laws, government regulations, judicial decisions and policies made by government institutions in the life of the state. Based on Minister of Education and Culture Regulation No. 14 of 2018 concerning the Acceptance of New Students (PPDB), the government seeks to make equal distribution of education wherein the regulation has discussed the zoning system that schools must implement in accepting prospective new students. The zoning system is a new student admission system which uses consideration of the distance between the prospective student's home and the school. Zoning System Policy Implementation is the extent to which the Zoning System policy can achieve predetermined results by looking at various supporting indicators. This study uses implementation indicators according to Rendall B. Ripley and Grace A. Franklin (1986), namely: Involvement of implementing actors in the process of implementing zoning system programs, Clarity Implementation of zoning system programs in host schools, Complexity and development of zoning system programs in each school organizer, Factors that influence during the implementation of the zoning system program. The research method used is descriptive qualitative approach, the selection of informants using purposive sampling techniques and snowball sampling. To obtain research data using interviews, observation and documentation. While the data analysis technique uses an interactive analysis model. The results of this study are the implementation of the zoning system for acceptance of new learners in Banyumas Regency is good enough in the distribution of education that uses the NIK-based system for prospective zoning system registration, but needs to be improved again for the implementors so that there are no students who do not attend school or drop out school because of the zoning system | |
| 25486 | 28357 | L1B015021 | INVENTARISASI EKTOPARASIT PADA IKAN SIDAT (Anguilla bicolor) DARI PANTAI KILI-KILI KECAMATAN PANGGUL KABUPATEN TRENGGALEK | Penelitian ini berjudul inventarisasi ektoparasit pada ikan sidat (Anguilla bicolor) dari pantai kili-kili kecamatan panggul kabupaten trenggalek. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis ektoparasit yang menyerang ikan sidat (Anguilla bicolor) dan mengetahui nilai prevalensi, intensitas serta dominansi ektoparasit pada ikan sidat (Anguilla bicolor) dari pantai Kili-kili kecamatan Panggul kabupaten Trenggalek. Jumlah sampel yang diamati 55 ikan sidat. Penelitian ini menggunakan metode observasi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September hingga Desember 2019. Pengamatan dilakukan di Laboratorium Riset Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Hasil penelitian menunjukkan adanya 3 jenis ektoparasit yang menginfeksi ikan sidat (Anguilla bicolor) pada permukaan tubuh dan insang yaitu Trichodina sp., Protozoa tidak teridentifikasi dan Kista hitam. Nilai prevalensi, intensitas dan dominansi Trichodina sp. pada ikan sidat (Anguilla bicolor) yaitu 36,36%, 8,55 ind/ekor, 74,34%. Nilai prevalensi, intensitas, dan dominansi Protozoa yaitu 25,45%, 2,46 ind/ekor, 11,75%. Sedangkan nilai prevalensi, intensitas, dan dominansi Kista 10,90%, 4,5 ind/ekor, 11,75% | This study entitled ectoparasite inventory on shortfin eel (Anguilla bicolor) from the coast of Kili-kili, Panggul sub-district, Trenggalek regency. The purpose of this study were to determine the types of ectoparasites that attack shortfin eel (Anguilla bicolor) and determine the prevalence, intensity and dominance of ectoparasites in shortfin eel (Anguilla bicolor) from the coast of Kili-kili, Panggul district, Trenggalek regency. A number of 55 fish was collected for ectoparasite examination. The research was carried out from September to December 2019. The examination of ectoparasite was performed at the Research Laboratory of Fisheries and Marine Sciences, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The results showed 3 types of ectoparasites that infected shortfin eel (Anguilla bicolor) samples. These parasites were found on body and gill surfaces and were classified as a Trichodina sp., an unidentified Protozoa and a dark cyst. The prevalence, intensity and dominance of Trichodina sp. on shortfin eel (Anguilla bicolor) namely 36.36%, 8.55 ind / tail, 74.34%. The prevalence, intensity and dominance of Protozoa 25.45%, 2.46 ind / tail, 11.75%. The prevalence, intensity and dominance of Cyste Parasites 10.90%, 4.5 ind / tail, 11.75%. | |
| 25487 | 28358 | F1B015010 | KINERJA BADAN USAHA MILIK DESA “ANUGRAH” DI DESA KUTASARI KECAMATAN BATURRADEN KABUPATEN BANYUMAS | Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) merupakan badan usaha yang dikelola oleh masyarakat desa dengan tujuan mengelola potensi yang dimiliki desa agar bisa menambah Pendapatan Asli Desa dan mensejahterakan masyarakatnya. Dalam mengelola potensi juga diperlukan kinerja yang baik dari BUM Desa agar dalam pengelolaannya berjalan dengan baik. Untuk mengetahui bagaimana pengelolaan potensi melalui unit-unit usaha BUMDes, maka diperlukan studi mengenai kinerja organisasi dari BUMDes tersebut. Fokus penelitian ini adalah kinerja pada BUMDes. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilakukan pada BUMDes “Anugrah” Desa Kutasari Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber daya manusia yang ada di BUMDes Anugrah masih belum cukup baik dengan melihat pengurus harian banyak yang mengundurkan diri sampai tersisa Direktur Utamanya saja dan di tambah lagi direktur yang sekarang naik menjadi Kepala Desa, diperlukan penambahan sarana dan prasarana yang bersifat untuk meningkatkan fasilitas yang sudah ada agar sesuai dengan perkembangan yang ada, kemudian dalam pelaksanaan pengelolaannya terdapat beberapa kendala khususnya pada sumber daya manusianya yang kurang profesional sehingga pengurus menjadi malas dan mengundurkan diri, dan juga dalam proses pengambilan keputusan di BUMDes Anugrah masih kurang baik karena jarang sekali ada rapat pengurus sehingga keputusan hanya dipegang Direktur Utama saja, jumlah produk yang di keluarkan BUMDes Anugrah belum bisa memenuhi kebutuhan yang ada di masyarakat, pendapatan pada BUMDes Anugrah belum mengalami peningkatan yang signifikan sehingga menyebabkan kinerja BUMDes Anugrah dalam peningkatan pendapatan asli desa masih belum maksimal. | Village-Owned Enterprises (BUMDes) are business entities that are managed by the village community with the aim of managing the potential of the village in order to increase the village's original income and prosper the community. In managing the potential, it is also necessary to have a good performance from BUM Desa so that the management will run well. To find out how to manage potential through BUMDes business units, a study of the organizational performance of the BUMDes is needed. The focus of this research is the performance of BUMDes. The research method used in this research is descriptive qualitative method. This research was conducted at BUMDes "Anugrah" Kutasari Village, Baturraden District, Banyumas Regency. Data analysis method used is an interactive analysis method. The results showed that the existing human resources in BUMDes Anugrah were still not good enough to see many daily managers resign until only the Main Director was left and added that the director who now rose to become the Village Head, needed additional facilities and infrastructure to improve existing facilities to fit the existing development, then in the implementation of its management there are some obstacles, especially on human resources that are less professional so that the management becomes lazy and resigns, and also in the decision-making process at BUMDes Anugrah is still not good because it is rarely there management meetings so that decisions are only held by the President Director, the number of products issued by BUMDes Anugrah has not been able to meet the needs of the community, revenue at BUMDes Anugrah has not experienced a significant increase causing the BUMDes Anugrah's performance in the increase in village original income is still not maximal. | |
| 25488 | 28365 | C1C016025 | PENGARUH BIOLOGICAL ASSET INTENSITY, KONSENTRASI KEPEMILIKAN, DAN PROFITABILITAS TERHADAP PENGUNGKAPAN ASET BIOLOGIS | Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) IAI telah mengesahkan PSAK 69 : Agrikultur pada tanggal 16 Desember 2015 yang merupakan adopsi dari IAS 41 : Agriculture. DSAK IAI sepakat untuk memberikan kelonggaran tanggal efektif penerapan PSAK 69 selama satu tahun yaitu dari 1 Januari 2017 menjadi 1 Januari 2018. Perusahaan agrikultur perlu melakukan pengungkapan atas aset biologis, karena aset biologis merupakan aset utama yang dimiliki perusahaan. Beberapa faktor yang mempengaruhi pengungkapan aset biologis antara lain: biological asset intensity, konsentrasi kepemilikan, ukuran perusahaan, jenis Kantor Akuntan Publik (KAP), dan profitabilitas. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menguji dan menganalisis pengaruh Biological Asset Intensity, Konsentrasi Kepemilikan, dan Profitabilitas terhadap Pengungkapan Aset Biologis. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dan sumber data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan keuangan tahunan perusahaan agrikultur periode 2016-2018. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dan analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa: (1) Biological Asset Intensisty berpengaruh negatif signifikan terhadap Pengungkapan Aset Biologis; (2) Konsentrasi Kepemilikan tidak berpengaruh terhadap Pengungkapan Aset Biologis; (3) Profitabilitas tidak berpengaruh terhadap Pengungkapan Aset Biologis. Kata Kunci: Biological Asset Intensisty, Konsentrasi Kepemilikan, Profitabilitas, & Pengungkapan Aset Biologis | IAI's Financial Accounting Standards Board (DSAK) has adopted PSAK 69: Agriculture on December 16, 2015 which is the adoption of IAS 41: Agriculture. DSAK IAI agreed to allow for an effective date for the adoption of PSAK 69 on 1 January 2018. Agricultural companies need to disclose biological assets, because biological assets are the main assets owned by the company. Some factors that influence the disclosure of biological assets include: biological asset intensity, ownership concentration, company size, type of public accounting firm (KAP), and profitability. The purpose of this study is to examine and analyze the effect of Biological Asset Intensity, Ownership Concentration, and Profitability on Biological Asset Disclosure. This research is a type of quantitative research and the data source used is secondary data in the form of annual financial statements of agricultural companies for the period of 2016-2018. The data analysis technique used is descriptive statistics and multiple linear regression analysis. Based on the results of research and data analysis shows that: (1) Biological Asset Intensisty has a significant negative effect on Disclosure of Biological Assets; (2) Concentration of Ownership does not affect Disclosure of Biological Asset; (3) Profitability does not affect Disclosure of Biological Asset. Keywords: Biological Asset Intensity, Ownership Concentration, Profitability, & Disclosure of Biological Asset | |
| 25489 | 28359 | C1C016089 | PENGARUH KINERJA LINGKUNGAN, TIPE INDUSTRI, LIPUTAN MEDIA, FEMALE DIRECTOR, DAN BUSINESS CULTURE TERHADAP ENVIRONMENTAL DISCLOSURE DENGAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel kinerja lingkungan, tipe industri, liputan media, female director, dan business culture terhadap environmental disclosure dengan good corporate governance sebagai faktor pemoderasi. Pengungkapan lingkungan hingga saat ini masih bersifat sukarela dan lebih sedikit dibandingkan dengan pengungkapan informasi sosial. Pengungkapan lingkungan ini penting dilakukan sebagai bentuk akuntabilitas pada laporan keuangan dan menjadi metode yang digunakan perusahaan untuk meningkatkan citra perusahaan serta sebagai bentuk pemenuhan tanggung jawab lingkungan perusahaan. Jenis penelitian ini merupakan pengujian hipotesis dengan penelitian kausal. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2018 dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan diperoleh sampel sebanyak 65 data perusahaan. Data yang digunakan adalah data sekunder dari annual report dan/atau sustainability report. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi moderasi, uji goodness of fit, dan uji t. Dari hasil penelitian diketahui bahwa variabel kinerja lingkungan, tipe industri yang dimoderasi oleh GCG dan liputan media dimoderasi GCG berpengaruh terhadap environmental disclosure, sementara variabel female director dan business culture baik secara parsial maupun dimoderasi GCG tidak berpengaruh terhadap environmental disclosure. Variabel kontrol menggunakan ukuran perusahaan dan profitabilitas. Untuk variabel kontrol, hanya ukuran perusahaan yang berpengaruh terhadap environmental disclosure, sedangkan profitabilitas tidak berpengaruh pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2018. | This study aims to determine the effect of environmental performance, industry type, media coverage, female director, and business culture on environmental disclosure with good corporate governance as a moderating factor. Environmental disclosure is still voluntary disclosure and less than social information disclosure. This environmental disclosure is important as a form of accountability in financial statements and a method used by companies to enchance the company’s image and as a form of fulling corporate environmental disclosure. This type of research is a hypotesis testing with causal research. The population in this study are company listed on the Indonesia Stock Exchange in 2018 with a sampling technique using purposive sampling and obtained a sample of 65 company data. The data used are secondary data form annual report and/or sustainability report. Data analysis uses descriptive statistics, classic assumtiont tests, moderated regression analysis, goodness of fit test, and t test. From the result of the study note that environmental performance, industry type that are moderated by GCG, and media coverage that are moderated by GCG influence on environmental disclosure, while female director and business culture either partially or moderated by GCG have no affect environmental disclosure. the control variables use company size and profitability. For the control variable, only company size has an effect on environmental disclosure, while profitability has no effect on company listed on the Indonesia Stock Exchange in 2018. | |
| 25490 | 28360 | L1A015049 | PEMETAAN PERUBAHAN GARIS PANTAI DI PESISIR PANTAI CILACAP | Pesisir pantai Cilacap terletak di bagian selatan Pulau Jawa yang merupakan wilayah pesisir dengan dinamika garis pantai yang cukup besar. Hal ini dikarenakan letaknya yang langsung berhadapan dengan Samudra Hindia dan memiliki gelombang tinggi sehingga memiliki potensi terhadap perubahan garis pantai. Oleh karena itu diperlukan pemantauan garis pantai dengan pembaharuan peta perubahan garis pantai secara berkala mengingat bahwa garis pantai bersifat dinamis. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis dan melakukan pemetaan perubahan panjang garis pantai, luas pantai serta akresi dan abrasi berdasarkan periode waktu yang berbeda di pesisir pantai Cilacap. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode pengamatan lapangan dan pemetaan dengan teknik pengambilan data citra penginderaan jauh yaitu citra satelit Landsat 5 untuk tahun 1998, Landsat 7 ETM+ untuk tahun 2008 dan Landsat 8 OLI untuk tahun 2018. Hasil dari penelitian ini yaitu pesisir pantai Cilacap sejak tahun 1998 hingga 2018 mengalami perubahan panjang garis pantai sepanjang 12.789,13 m, sedangkan untuk perubahan luas pantai terjadi pengurangan luas pantai (Abrasi) seluas 32,86 ha. Pesisir Pantai Cilacap mengalami akresi sebesar 160,20 ha, sedangkan abrasi sebesar 193,06 ha dengan rata-rata akresi dan abrasi yaitu 8,01 ha/tahun dan 9,65 ha/tahun. | Cilacap coastal area is located in the southern side of the Java insland, which is a coastal area with considerable shoreline dynamics. This is because its location is directly facing the Hindian ocean and has high waves so it has the potential for shoreline changes. Therefore it is necessary to monitor shorelines by updating the map of shoreline changes periodically because the coastline is dynamic. This research aimed to determine the change of shorline length, the change of beach breadth which consist accretion and abrasion based on different time periods on the Cilacap coastal area. The method used in this research is the method of survey observation and mapping with remote sensing imagery data collection techniques namely Landsat 5 satellite imagery for 1998, Landsat 7 ETM + for 2008 and Landsat 8 OLI for 2018. The results showed that Cilacap coastal area total shoreline length changed from 1998 to 2018 was 12.789,13 m, total Cilacap coastal area change from 1998 to 2018 showed 32,86 ha reduction of beach breadth (Abrasion). The accretion of Cilacap coastal area was 160,20 ha, while abrasion was 193,06 ha with an average of accretion and abrasion was 8,01 ha/year and 9,65 ha/year. | |
| 25491 | 28361 | F1C015082 | Komunikasi Antarpribadi Guru Bimbingan Konseling dalam Membentuk Karakter Siswa Berprestasi di SMK Negeri 1 Purwokerto | Prestasi belajar yang baik dalam sekolah dapat diperoleh melalui percaya diri, disiplin, dan mandiri. Keberhasilan pendidikan karakter yang diterapkan oleh guru kepada siswa dapat di ukur dari perubahan sikap siswa dari yang tidak baik sampai perilaku yang baik meliputi perilaku percaya diri, disiplin, dan mandiri. Bimbingan konseling merupakan mata pelajaran yang mengutamakan pendidikan karakter kepada siswa. Komunikasi yang baik dan efektif dapat ditandai dengan hubungan antarpribadi yang dekat atau mempunyai hubungan emosional yang tinggi. Dalam hal ini siswa dan guru harus mempunyai hubungan yang baik agar dapat lebih semangat dalam belajar dan berpartisipasi aktif untuk mengeluarkan pendapatnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis mendalam. Observasi, wawancara, dan dokumentasi digunakan sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses komunikasi antarpribadi guru bimbingan konseling dapat merubah perilaku siswa ke arah yang lebih baik serta mampu menjadi siswa berprestasi. Peran guru bimbingan konseling dalam membentuk karakter siswa berprestasi yaitu sebagai motivator dengan cara membangun kedekatan emosional dan memberikan arahan kepada siswa. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori general semantic yang dikemukakan oleh Alfref Korzybski dengan konsep reaksi/respon yang dilakukan untuk menunjukkan karakteristik bahasa, menjelaskan kesalahan dalam menggunakan bahasa, mencermati bagaimana berbicara dengan tepat, lalu menyelesaikan kata dengan keadaan sebenarnya, dan menghilangkan kebiasaan berbahasa yang menyebabkan kekeliruan dan kesalahan atau secara sederhananya makna dari kata dan bagaimana makna mempengaruhi perilaku. | Good learning achievement in school is obtained by confidence, discipline, and independent. A successful character building that is applied by teacher to the students can be measured by the changes of character of the students. Guidance and counseling is a subject which gives priority to character building for the students. A good and effective communication can be identify by closer interpersonal communication or high emotional connection. In this case, both students and teachers should have good relationship in order to have enthusiasm for learning and pay more attention to give opinion in class. This research use qualitative method analysis. The technique of this research to get the data are by Observe, interview, and documentation. The result of this research shows that counseling guidance communication interperconal process can change how student behave into the good way and hopefully become high achieving students. The counseling guidance teacher’s role on shaping their student into high achieving student was to form emotional closeness and giving a guidance to the student. The theory that used in this research are general semantic theory by Alfref Korzybski with response/reaction concept that can be used to shows language characteristic, describes fraud in language usage, speaks properly, then finishing the word based on reality, and relieve misunderstanding of meaning and how meaning can affects behaviour. | |
| 25492 | 28362 | F1A015055 | BURUH MIGRAN PEREMPUAN (BMP) DI DESA KARANGANYAR KECAMATAN ADIPALA KABUPATEN CILACAP ( STUDI PENGAMBILAN KEPUTUSAN MIGRASI DAN PENENTUAN NEGARA TUJUAN ) | Permasalahan Buruh Migran Indonesia (BMI) menunjukan jumlah yang cukup tinggi, misalkan pada tahun 2019 mencapai 4.544 kasus. Permasalahan BMI muncul dari fase pra penempatan, penempatan dan purna penempatan. Permasalahan BMI didominasi oleh BMP karena Para BMP umumnya bekerja di sektor informal, sektor yang sangat rentan terhadap permasalahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengambilan keputusan, penentuan negara tujuan dan dampak pengambilan keputusan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Teknik penentuan informan yaitu purposive sampling, dimana peneliti memilih BMP lajang, orangtua BMP, Kepala Desa Karanganyar dan Pengurus LPK sebagai informan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara dan observasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis interaktif dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan BMP lajang memutuskan bekerja di luar negeri dikarenakan permasalahan ekonomi. Harapan mendapatkan peningkatan dalam ekonomi menjadi alasan mereka bekerja menjadi BMP. Dalam pengambilan keputusan menjadi BMP orang tua sangat pasif dalam proses pengambilan keputusan anaknya menjadi BMP. Dalam menentukan negara tujuan calon BMP mempertimbangkan beban kerja, gaji, bahasa negara tujuan, kemudahan persyaratan dan aspek agama. Pengambilan keputusan pada BMP lajang memiliki dampak terhadap kehidupan yaitu dampak ekonomi dan dampak sosial. Dampak ekonomi yaitu terciptanya peningkatan taraf hidup dan terpenuhi kebutuhan ekonomi. Kemudian, dampak sosialnya yaitu bertambahnya pengetahuan dan pengalaman, mental semakin kuat, belajar etos kerja yang baik dan merubah pandangan terkait menikah. Hasil penelitian ini bisa digunakan sebagai masukan bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan peraturan bekerja ke luar negeri, agar BMP terhindar dari permasalahan ketika bekerja di luar negeri | The problems of Indonesian Migrant Workers (BMI) show a fairly high number, for example in 2019 it reached 4,544 cases. BMI problems arise from the pre-placement, placement and post-placement phases. The problem of BMI is dominated by BMP because BMPs generally work in the informal sector, a sector that is very vulnerable to problems. This study aims to determine the decision making process, determining the destination country and the impact of decision making. The research method used is qualitative research. The technique of determining informants is purposive sampling, where researchers choose single BMPs, BMP parents, Karanganyar Village Head and LPK Management as informants. Data collection techniques used were interviews and observation. Data analysis techniques using interactive analysis techniques from Miles and Huberman. The results of this study indicate that single BMPs decide to work abroad due to economic problems. The hope of getting an increase in the economy is the reason they work into BMP. In making a decision to become a BMP, parents are very passive in the decision making process of their children becoming BMP. In determining the destination country of BMP candidates, consider the workload, salary, language of the destination country, ease of requirements and religious aspects. Decision making on single BMP has an impact on life that is the economic impact and social impact. The economic impact is that there is an increase in living standards and economic needs are met. Then, the social impact is increasing knowledge and experience, getting stronger mentally, learning a good work ethic and changing views regarding marriage. The results of this study can be used as input for the government in determining regulatory policies to work abroad, so that BMP avoid problems when working abroad | |
| 25493 | 28363 | A1D115040 | PENGARUH KEPADATAN IKAN LELE PADA TEKNOLOGI AKUAPONIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KANGKUNG (Ipomoea reptans P.) | ABSTRAK Kangkung (Ipomoea reptans P.) merupakan komoditi yang memiliki prospek baik, karena dibutuhkan sehari-hari dan permintaannya cenderung terus meningkat. Seiring dengan perkembangan pembangunan di setiap daerah, luas lahan pertanian semakin berkurang sehingga berimbas pada hasil produksi pertanian. Perlu suatu teknologi yang dapat digunakan pada lahan terbatas agar tetap dapat melakukan budidaya tanaman dengan harapan kebutuhan pangan individu dapat terpenuhi di tingkat keluarga. Sistem teknologi akuaponik muncul sebagai jawaban atas adanya permasalahan semakin sulitnya mendapatkan sumber air yang sesuai untuk budidaya ikan, khususnya di lahan yang sempit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepadatan ikan lele terhadap pertumbuhan tanaman kangkung dan mengetahui jumlah kepadatan ikan lele yang optimum untuk pertumbuhan tanaman kangkung. Penelitian dilaksanakan di screen house Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Kabupaten Banyumas mulai bulan Oktober 2019 sampai bulan Januari 2020 menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 taraf perlakuan kepadatan ikan lele yaitu 200 (K1), 400 (K2), 600 (K3) ekor lele per m3 air kolam dan kontrol (K0 = tanpa ikan lele, namun diganti dengan larutan pupuk AB-mix) yang masing-masing diulang sebanyak 5 kali. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis keragaman (uji-F) pada taraf 1% dan 5%, yang dilanjutkan dengan uji BNT dengan taraf 5% apabila hasil uji-F menunjukkan pengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nutrisi air limbah kolam ikan lele pada sistem akuaponik berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung. Persentase capaian hasil tertinggi nutrisi air limbah ikan lele dibandingkan dengan pupuk AB-Mix ditemukan pada populasi ikan lele 600 ekor/m3 dengan capaian tinggi tanaman sebesar 90,33%, jumlah daun 83,40%, bobot segar tanaman 59,60%, bobot kering tanaman 65,40%, dan luas daun 83,86%. Air limbah ikan lele pada kepadatan 600 ekor/m3 berbeda nyata dengan tanaman kangkung yang dipupuk AB-Mix pada variabel tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar tanaman, bobot kering tanaman dan luas daun. Namun demikian, hasil ini belum dapat menyamai kemampuan AB-Mix dalam memberikan pertumbuhan dan hasil yang baik pada tanaman kangkung dengan sistem hidroponik. | Morning glory (Ipomoea reptans P.) is a commodity that has good prospects, because it is needed daily and its demand is likely to increase. Along with the development progress in each region, the area of agricultural land reduces day by day, which causes bad impact on agricultural production. An alternative cultivation technology fits with limited land is needed in order to fulfill individual food needs at the family level. The aquaponic technology emerges as an answer to the problem of difficulty in obtaining a suitable water source for fish farming, especially in a limited land. This research aimed to determine the influence of catfish density to the growth of morning glory and to know the optimum amount of catfish density for the growth of morning glory in aquaponic system. The research was conducted in the screen House of the Faculty of Agriculture, University of General Sudirman, Purwokerto, Banyumas Regency from October 2019 to January 2020. The study used completely randomized design (CRD) with 4 levels of treatment, i.e. 200 (K1), 400 (K2), and 600 (K3) catfishes per m3 of pond water and Control (K0 = 0 catfish, but AB-mix fertilizer instead). Each level of treatment was repeated 5 times. The Data obtained were analyzed using variance analysis (F-Test) with 1% and 5% significant error. The LSD-test with 5% significant error was carried out If F-test result was significantly different. The results showed that nutrients from waste water of the fish pond gave significant effects on the growth and yield of morning glory planted with aquaponic system. Compared to AB-Mix fertilizer, the highest result was found in a catfish population of 600/m3 with 90.33% achievement in plant height, 83.40% in the number of leaves, 59.60% in plant fresh weight, 65.40% in plant dry weight, and 83.86% in leaf area. The waste water of catfish at the density of 600/m3 was significantly different from AB-Mix in the variables of plant height, number of leaves, plant fresh weight, plant dry weight, and leaf area. Nevertheless, these results still cannot compete with the capability of AB-mix fertilizer in promoting growth and enhancing high yield of morning glory in hydroponic system. | |
| 25494 | 28869 | D1A016131 | PENGGUNAAN ACIDIFIER SEBAGAI FEED ADDITIVE DALAM PAKAN YANG MENGANDUNG PROBIOTIK TERHADAP N-NH3 DAN KADAR AIR FESES AYAM BROILER | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui acidifier yang terbaik untuk menurunkan kadar N-NH3 dan kadar air feses ayam broiler pada pakan yang mengandung probiotik. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 27 September 2019 – 31 oktober 2019, bertempat di Experimental farm untuk pemeliharaan, dan untuk analisis N-NH3 dan kadar air feses bertempat Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen secara in-vivo dengan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang berpengaruh akan diuji lanjut dengan uji beda nyata jujur (BNJ). Perlakuan yang diuji adalah penambahan acidifier yaitu, R0 = pakan basal, R1= pakan basal + asam laktat, R2= pakan basal; + asam sitrat, R3= pakan basal + asam format. Acidifier diberikan pada air minum dengan konsentrasi 1% dari bobot badan ayam. Hasil penelitian menunjukan menunjukkan bahwa rataan kadar N-NH3 yaitu berkisar antara antara 0,252 ppm – 0,266 ppm, sedangkan kadar air feses 43,93% – 47,83%. Hasil penelitian menunjukan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kadar N-NH3 dan kadar air feses ayam broiler. Hasil penelitian menunjukan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kadar N-NH3 dan kadar air feses ayam broiler. Disimpulkan bahwa ke tiga acidifier (asam sitrat, asam laktat, dan asam format) mampu meningkatkan pertumbuhan probiotik dan menurunkan bakteri patogen di saluran pencernaan ayam broiler yang ditandai rendahnya deaminasi feses yang terukur dari rendahnya kadar N-NH3 dan kadar air feses. | This study aimed to determine the most effective acidifier to be combined with a probiotic-supplemented diet on lowering the level of N-NH3 and water content in broiler chicken feces. This study were conducted from September 27 to October 31, 2019. The maintenance of chickens was conducted in experimental farm, while N-NH3 and water content analysis were performed in the Laboratory of Animal Feed and Nutrition Sciences, Faculty of Animal Science, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Experiment was conducted in-vivo with 4 treatments (R0 = basal feed; R1= basal feed + lactic acid; R2= basal feed + citric acid; R3= basal feed + formic acid) and 5 repetitions. Each type of acidifier were mixed in drinking water at a concentration of 1% of chicken body weight. The significant results were further analyzed using HSD (honestly significant difference) test. Results of this study showed the average levels of N-NH3 ranged from 0.252 ppm – 0.266 ppm and water ranged from 43.93% – 47.83% were contained in chicken feces. However, statistical analysis showed that the results were not significantly different compared to the control group. It can be concluded that three types of acidifier (citric acid, lactic acid, and formic acid) are able to increase the growth of probiotics and decrease the pathogenic bacteria in digestive track of broiler chicken. That condition is caused by low deamination that can be indicated by low levels of N-NH3 and water content of feces. | |
| 25495 | 28367 | J1D015039 | MOBILITAS SOSIAL TOKOH UTAMA DALAM NOVEL CANTING CANTIQ KARYA DYAN NURANINDYA | RINGKASAN Tafakirul, Linta. 2020. “Mobilitas Sosial Tokoh dalam Novel Canting Cantiq Karya Dyan Nuranindya”. Skripsi. Purwokerto: Fakultas Ilmu Budaya. Universitas Jendral Soedirman. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan 1) pengaruh mobilitas sosial terhadap kedudukan kelas sosial tokoh utama dalam novel Canting Cantiq karya Dyan Nuranindya 2) dampak positif dan negatif mobilitas sosial tokoh utama dalam novel Canting Cantiq karya Dyan Nuranindya. Novel Canting Cantiq menceritakan tokoh utama memperjuangakan cita-cita dalam kondisi ekonomi yang sulit. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan memberi motivasi supaya siswa terus melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi seperti yang dialami oleh tokoh utama. Mel berjuang memperbaiki kehidupanya ketika mengalami perpindahan kelas sosial karena mobilitas sosial dan mengalami dampak mobilitas sosial. Pekerjaan sebagai pelayan cafe hingga fashion desainer dilakukanya untuk mendapatkan uang. Kelas sosial dan mobilitas sosial yang digunakan mengacu kepada teori Soekanto. Kemudian, untuk mengetahui dampak negatif positif mobilitas mengacu kepada Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan serta teori Horton dan Hunt. Bentuk penelitian ini adalah deskriprif kualitatif. Data yang dikumpulkan berupa penggalan-penggalan cerita dalam novel kemudian dijelaskan melalui kata-kata. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi lalu dilanjutkan dengan menggunakan teknik simak dan teknik catat. Metode analisis data yang digunakan adalah teknik heuristik dan hermeunetik. Hasil penelitian ini adalah tokoh utama mengalami mobilitas sosial vertikal dengan arah yang menurun dan mobilitas sosial vertikal dengan arah naik. Selanjutnya, terdapat 42 dampak mobilitas sosial positif dan negatif yang terbagi menjadi 6 jenis. Dampak mobilitas sosial yang paling dominan dialami oleh tokoh utama adalah dampak positif, mendorong seseorang menjadi lebih maju terdapat 26 data dengan bentuk karakter mandiri, ulet, dan bekerja keras. Hasil penelitian tersebut relevan dengan pembelajaran bahasa Indonesia di jenjang Sekolah Menengah Atas kelas XII kurikulum 2013 berdasarkan Kompetensi Dasar 3.9 Menganalisis isi dan kebahasaan novel. | Tafakirul, Linta. 2020. “Social Mobility in Canting Cantiq Novel by Dyan Nuranindya”. Thesis. Purwokerto: Faculty of Humanities. Jenderal Soedirman University. This research is to describe 1) the impact of social mobility to the social classes of main character in Canting Cantiq Novel, 2) positive and negative impact of social mobility on the main character in Canting Cantiq Novel. Canting Cantiq told a story about the main character which fight for her dreams in the low economic condition. Therefore, this research is to motivate student to always keep spirit until they reach the highest level of education as what the main character did. Mel is suffering from her mobility of social class because of the impact of hers social mobility. She did everything to gain the money for her study needs, even became waitress until became a fashion designer. Social classes and social mobility in this research is based on what Soekanto said. Besides, to know the negative and positive impact of social mobility is the theory based on the Ministry of Education and Culture and Horton-Hunt theory. The type of this research is descriptive-Qualitative research. The data got from the part of story, and explained by words. The collecting data method here used documentation, observating, and taking a note. The analysis data used heuristic and hermeneutic technique. The result of this research is the main character facing the vertical social mobility is go down and up. There are 42 impacts of social mobility (positive and negative) and divided to 6 types. The most dominant of the impact is positive impact, because it can push the main character to be better person and 26 data is showing the character of independent, discipline, and hardwork. Those result could be relevant with Indonesian Language learning in SMA (High School) Class XII of 2013 curriculum to the Basic Competency (KD) 3.9. Analyzing the content and language of the novel. | |
| 25496 | 28369 | F1D014049 | Gerakan Pendidikan Alternatif Berbasis Civil Society Di Kabupaten Banyumas | Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang Gerakan Sosial Pendidikan Alternatif Berbasis Civil Society di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan paradigma konstruktivisme dan pendekatan studi kasus. Penelitian ini juga menggunakan teknik analisis kualitatif deskriptif, dalam model analisis interaktif Miles dan Huberman. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis bagaimana kontekstualisasi gerakan pendidikan alternatif berbasis civil society dan bagaimana peran pendidikan alternatif bagi masyarakat. Berdasar penelitian yang telah dilakukan hasilnya adalah gerakan sosial merupakan ruang dimana terdapat interaksi relasi kekuasaan yang terlibat. Hal ini dapat dilihat dari sejarah perkembangan gerakan pendidikan alternatif, metode pembelajaran, syarat kelulusan, dan relasi modal sosial yang dimiliki gerakan pendidikan alternatif. Hal-hal tersebut merupakan cara untuk bertahan dari keadaan dan juga menjelaskan keterkaitan aktor-aktor yang terlibat di dalamnya, karena melibatkan masyarakat, komunitas, dan juga negara. Peran pendidikan alternatif Briliant Institut dan MTs PAKIS adalah memberikan layanan pendidikan gratis bagi masyarakat desa hutan hal yang membedakan adalah ranahnya. Briliant mendapatkan peserta didik dari masyarakat desa hutan di Jawa Tengah dengan tujuan menjadikan peserta didik sebagai kader desa dengan standar kompetensinya yang disebut SKPD, karena masalah yang sering dihadapi masyarakat desa hutan yang terpinggirkan dan hal ini disebabkan karena rendahnya pendidikan. MTs PAKIS memberikan akses pendidikan kepada masyarakat desa hutan di sekitar Grumbul Pesawahan dan Karanggondang setingkat pendidikan menengah pertama. Adanya MTs PAKIS perlahan merubah pandangan masyarakat tentang kesadaran pendidikan, dan sisi lain juga memberikan dampak lain selain akses pendidikan. | This research-based paper aims at entitled “Alternative Education’s Social Movement Based on Civil Society in Banyumas Regency”. This research uses qualitative methods with a constructivism paradigm and a case study approach. This research also used descriptive qualitative analysis techniques, in the interactive analysis model Miles and Huberman. The purpose of this study is to analize the contextualization of alternative civil society-based alternative education movements and how it role to the community. Based on the research that has been done, the result is that social movements are spaces where there are interactions of power relations involved. This can be seen from the history of the development of alternative education movements, learning methods, graduation requirements, and social capital relations that alternative education movements have. These things are a way to survive the situation and also explain the interrelationship of the actors involved in it, because it involves the society, community, and also the state. The role of Briliant Institute and PAKIS MTs as alternative education is to provide free education services for forest villagers in Banyumas Regency. Briliant Institute get students from forest villagers communities in Central Java with the goal to make students as village cadres with competency standards called SKPD, because of the problems often faced by marginalized forest villagers communities and it happens due to lack of educational facilities. MTs PAKIS provides access of education for forest villagers communities around Grumbul Pesawahan and Karanggondang at the junior secondary level. The existence of MTs PAKIS is slowly changing the community's view of education awareness, and the other side also has other impacts besides access to education. | |
| 25497 | 28368 | G1A016061 | HUBUNGAN CHILD-PUGH SCORE DENGAN DERAJAT VARISES ESOFAGUS PADA PASIEN SIROSIS HEPAR DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO | Latar Belakang: Varises esofagus merupakan komplikasi tersering dari sirosis hepar. Skrining varises dengan prosedur endoskopi pada semua pasien sirosis hepar direkomendasikan oleh panduan klinis untuk mendeteksi pasien mana yang perlu untuk mendapatkan profilaksis perdarahan saluran cerna atas. Namun, skrining pada seluruh pasien sirosis akan menyebabkan beban berat bagi unit endoskopi. Di samping itu, pasien dapat merasa tidak nyaman dan prosedur ini dapat berkontribusi terhadap infeksi bakteri akibat gangguan barrier normal tubuh. Oleh karena itu, diperlukan prediktor non-invasif untuk mengidentikasi derajat varises esofagus pada pasien sirosis hepar. Tujuan: Mengetahui hubungan antara Child-Pugh Score dengan derajat varises esofagus pada pasien sirosis hepar dan mengetahui performa diagnostik Child-Pugh Score dalam memprediksi varises esofagus sedang-besar. Metode: Studi ini merupakan studi retrospektif cross sectional menggunakan data pemeriksaan klinis maupun biokimiawi pada rekam medik 85 pasien sirosis hepar yang tercatat di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo tahun 2018-2019. Analisis bivariat menggunakan uji korelasi non-parametrik spearman sedangkan uji performa diagnostik dilakukan menggunakan analisis Receiver Operating Characteristic (ROC) untuk mengetahui nilai cut-off, area di bawah kurva ROC (AUROC), sensitivitas, spesifisitas, nilai prediksi positif dan negatif Child-Pugh Score dalam memprediksi varises sedang-besar. Hasil: Terdapat korelasi positif yang signifikan antara Child-Pugh Score dengan derajat varises esofagus (p<0,001; r=0,408). Berdasarkan analisis ROC, Child-Pugh Score dengan nilai cut-off ≥6,5 mampu memprediksi varises esofagus sedang-besar dengan persentase sensitivitas, spesifisitas, nilai prediksi positif dan negatif berturut-turut sebesar 89; 66,7; 94,2; dan 50 (p<0,001; AUC=0,83). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara Child-Pugh Score dengan derajat varises esofagus. Child-Pugh Score dengan nilai cut-off ≥6,5 dapat digunakan sebagai prediktor varises esofagus sedang-besar. | Background: Esophageal varices is the most common complication of liver cirrhosis. Screening of varices with endoscopic procedures in all cirrhosis patients is recommended by clinical guidelines to detect which patients need to get prophylaxis of upper gastrointestinal bleeding. However, screening in all cirrhosis patients will cause a heavy burden on the endoscopic unit. In addition, patients can feel uncomfortable and this procedure can contribute to bacterial infections due to the interference with the body's normal barrier. Therefore, a non-invasive predictor is needed to identify the degree of esophageal varices in liver cirrhosis patients. Aim: This study aimed to know the correlation between Child-Pugh Score with the degree of esophageal varices in liver cirrhosis patients and to know the diagnostic performance of Child-Pugh Score in predicting medium-large esophageal varices. Methods: This cross-sectional retrospective study using clinical and biochemical examination data on the medical records of 85 liver cirrhosis patients recorded at RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo in 2018-2019. Bivariate analysis is performed using the spearman non-parametric correlation test while the diagnostic performance test is performed using Receiver Operating Characteristic (ROC) analysis to determine the cut-off value, area under the ROC curve (AUROC), sensitivity, specificity, positive and negative predictive value of Child-Pugh Score in predicting moderate-large esophageal varices. Result: There was a significant positive correlation between Child-Pugh Score and the degree of esophageal varices (p <0.001; r = 0.408). Based on ROC analysis, Child-Pugh Score with a cut-off value ≥6,5 is able to predict moderate-large esophageal varices with a percentage of sensitivity, specificity, positive and negative predictive values respectively 89; 66.7; 94.2; and 50 (p <0.001; AUC = 0.83) Consclusions: There is a significant correlation between Child-Pugh Score with the degree of esophageal varices. Child-Pugh Score with a cut-off value ≥6,5 can be used as a predictor of moderate-large esophageal varices. | |
| 25498 | 28370 | J1C015008 | Tatanan dan Aksesori Rambut Maiko (Analisis Semiotika Roland Barthes) | Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna denotasi, konotasi, dan mitos pada tatanan (kamigata) dan aksesori (kami kazari) rambut maiko. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik deskripsi kepustakaan, kemudian dianalisis berdasarkan teori semiotika Roland Barthes. Data yang digunakan yaitu berupa foto atau gambar. Terdapat 16 data yang digunakan untuk penelitian. Makna denotasi pada tatanan rambut maiko yaitu berbentuk wareshinobu, ofuku, yakko shimada, katsuyama, dan sakkou. Makna denotasi pada aksesori rambut maiko diantaranya yaitu hana kanzashi pada bulan Juni berbentuk bunga Willow liar, hana kanzashi pada bulan Juli berbentuk uchiwa, dan hana kanzashi pada bulan Agustus berbentuk bunga Eulalia. Makna konotasi tatanan rambut maiko yaitu bentuk sanggul yang rumit diibaratkan sebuah mahkota yang berada di kepala maiko. Makna konotasi aksesori rambut maiko yaitu sebagai simbol musim panas di Jepang. Mitos yang terdapat pada tatanan rambut maiko yaitu bagi kebudayaan Jepang, rambut adalah elemen penting dalam penampilan keseluruhan seseorang, terutama bagi wanita, rambut merupakan mahkota kemuliaan dan sebagai simbolisme yang menyatakan status serta pangkat mereka dalam masyarakat. Mitos yang terdapat pada aksesori rambut maiko yaitu pada periode Edo, courtesan (wanita penghibur) hampir selalu mengenakan aksesori rambut lebih banyak dari yang dikenakan wanita biasa, karena bagi masyarakat Jepang pada saat itu, semakin banyak aksesori rambut yang dikenakan di rambut wanita, semakin anggun gaya rambut yang ia kenakan. Berdasarkan hasil analisis data, tatanan dan aksesori rambut yang dikenakan oleh maiko berkaitan dengan konsep iroke, yaitu konsep yang membahas tentang sensualitas wanita Jepang. | The purpose of this research is to describe the denotation, connotation, and myth in the maiko hairstyle (kamigata) and hair accessories (kami kazari). This research method is descriptive qualitative, with library description techniques, then the analysis is based on the theory of Roland Barthes's semiotics. The data source is photos or images. There are 16 data used for this research. The denotation of maiko hairstyle is wareshinobu, ofuku, yakko shimada, katsuyama, dan sakkou. The denotation of maiko hair accessories is hana kanzashi in June shaped wild Willow flowers, hana kanzashi in July shaped uchiwa, and hana kanzashi in August shaped Eulalia flowers. The connotation of maiko hairstyle is complicated chignon shape like a crown on the head of maiko. The connotation of maiko hair accessories is as a symbol of summer in Japan. The myth of maiko hairstyle is in Japanese culture, hair is an important element in a person's overall appearance, especially for women, hair is a crown of glory and as a symbolism that states their status and rank in society. The myth of maiko hair accessories is in the Edo period, courtesan almost always wears more hair accessories than normal women wear, because for the Japanese people at that time, the more hair accessories worn on women's hair, the more elegant the hairstyle she wore. Based on research results, maiko hairstyle and accessories are related to the concept of iroke, which is a concept that discusses the sensuality of Japanese women. | |
| 25499 | 28057 | J1E015020 | USING SNOWBALL THROWING GAMES IN TEACHING WRITING DESCRIPTIVE TEXT ( A Case Study on 8th Grade Students Of MTs Negeri 3 Banjaregara Academic Year 2019/2020 ) | ABSTRACT Pravana, Dwiki Yudit. 2020. “Menggunakan Game Snowball Throwing pada Pengajaran Menulis Teks Deskriptif ( Studi Kasus pada Siswa Kelas Delapan di MTs Negeri 3 Banjarnegara Tahun Ajaran 2019/2020)”. Skripsi. Pengawas 1 : Slamet Riyadi, S.S., M.Pd., Pengawas 2 : Novita Pri Andini, S.Pd., M.Pd., Penguji : Erna Wardani, S.Pd., M.Hum. Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Pendidikan Bahasa, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Purwokerto. Perhatian utama pada penelitian ini adalah tentang penggunaan game Snowball Throwing pada pengajaran menulis teks deskriptif. Perhatian umum pada penelitian ini adalah tentang pengajaran menulis teks deskriptif. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan instrumen observasi, tes, wawancara dan angket. Untuk menganalisis data, peneliti menampilkan dan memilih data yang berkaitan dengan tujuan penelitian. Data disajikan dalam bentuk penjelasan deskriptif. Masalah-masalah yang dihadapi peneliti pada saat ini adalah (1) Bagaimana game Snowball Throwing diterapkan pada pengajaran menulis teks deskriptif ?, (2) Apakah game Snowball Throwing meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks deskriptif ?. Penelitian ini merupakan studi kasus pada penggunaan game Snowball Throwing pada pengajaran menulis teks deskriptif. Hasil dari penelitian adalah (1) Aktifitas dan motifasi siswa dikelas meningkat setelah penerapan game Snowball Throwing, karena siswa aktif menulis, berpartisipasi, aktif berkomunikasi dan aktif berdiskusi selama proses pembelajaran. (2) Kemampuan dan prestasi menulis siswa meningkat setelah penerapan game Snowball Throwing, karena kemampuan menulis siswa dalam menulis konten, organisasi menulis, penggunaan kosa kata, penggunaan bahasa dan mekanisme menulis meningkat. Dapat disimpulkan bahwa penerapan game Snowball Throwing meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks deskriptif dan juga meningkatkan aktifitas siswa pada pembelajaran bahasa Inggris. Kata Kunci : Studi Kasus, Game Snowball Throwing, Menulis Teks Deskriptif. | ABSTRACT Pravana, Dwiki Yudit. 2020. “Using Snowball Throwing Game in Teaching Writing Descriptive Text ( A Case Study on 8th Grade Students Of MTs Negeri 3 Banjarnegara Academic Year 2019/2020).” Thesis. Supervisor 1 : Slamet Riyadi, S.S., M.Pd., Supervisor 2 : Novita Pri Andini, S.Pd., M.Pd., Examiner : Erna Wardani, S.Pd., M.Hum. Ministry of Research, Technology, and Higher Education, Jenderal Soedirman University, Faculty of Humanities, Department of Language Education, English Education Study Program, Purwokerto. The main concern of this research is the use of Snowball Throwing game in teaching writing descriptive text. The general concern of this research is teaching writing descriptive text. The data were collected by using observation, test, interview, and questionnaire. In analyzing the data, the researcher selected and displayed the data related to research purposes. The data presented through descriptive explanation. The issue that the researcher is dealing now, (1) How is snowball throwing game implemented in writing descriptive text ?, (2) Does snowball throwing game improve students ability in writing descriptive text ?. The research is case study on using Snowball Throwing game in teaching writing descriptive text. The result of the research are (1) The students’ activity in classroom and motivation improved after the implementation of Snowball Throwing game, because students’ active writing participation, active communication and active discussion during learning process increased. (2) The students’ writing skill and achievement improved after the implementation of Snowball Throwing game, because students’ ability in writing content, organization,vocabulary, language use and mechanic increased. In conclusion the implementation of Snowball Throwing game improved students’ writing skill in descriptive text and also improved students’ activity in English class. Keyword: Case Study, Snowball Throwing Game, Writing Descriptive Text. | |
| 25500 | 28371 | G1B015018 | PERBANDINGAN EKSPRESI Bcl2 PADA ADENOMA PLEOMORFIK DAN ADENOKARSINOMA KELENJAR SALIVA MAYOR | ABSTRAK Adenoma pleomorfik merupakan tumor jinak kelenjar saliva yang dapat berkembang menjadi tumor ganas atau adenokarsinoma kelenjar saliva. Perubahan regulator gen apoptosis berperan dalam transformasi tumor. Protein anti-apoptosis seperti Bcl2 merupakan salah satu satu gen yang berpotensi memprediksi perilaku tumor. Pemeriksaan imunohistokimia menggunakan antibodi Bcl2 dapat membantu untuk menentukan prognosis tumor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan ekspresi Bcl2 pada adenoma pleomorfik dan adenokarsinoma kelenjar ludah. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 20 pasien adenoma pleomorfik dan 20 pasien adenokarsinoma kelenjar saliva. Pengumpulan data dilakukan dengan pembuatan preparat yang diambil dari blok parafin jaringan adenoma pleomorfik dan adenokarsinoma yang selanjutnya dilakukan pemeriksaan immunohistokimia. Pemeriksaan imunohistokimia terdiri dari tiga langkah utama: deparafinasi (rehidrasi), antigen unmasking, dan pewarnaan. Selanjutnya, pengamatan dilakukan di bawah mikroskop cahaya dengan perbesaran 400x pada 5 lapang pandang yang berbeda pada 5 sisi, sel dihitung dengan program imageJ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa imunoekspresi Bcl2 lebih tinggi pada kelenjar ludah adenokarsinoma dibandingkan pada adenoma pleomorfik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa aktivitas anti-apoptosis dari Bcl2 lebih kuat pada adenokarsinoma kelenjar saliva dibanding pada adenoma pleomorfik | Pleomorphic adenoma is the cammon benign neoplasma of salivary gland. It can transform to malignant tumor termed adenocarcinoma. Alteration in apoptotic regulator genes may play a role in that transformation. Anti-apoptotic gene like Bcl2 in one of those genes that potentially be able to predict the tumor behaviors. Immunohistochemical examination using Bcl2 antibody may help to determine the prognosis of the tumor. The aimed of this study was to compare the expression of Bcl2 in adenoma pleomorphic and adenocarcinoma of salivary gland. This type of research was analytical observational research with cross-sectional design. Samples used in this study were 20 patients white adenoma pleomorphic and 20 patients white adenocarcinoma salivary gland. Samples from paraffin block of adenoma pleomorphic and adenocarcinoma salivary were processed for immunohistochemical analysis. Immunohistochemical examinations consist of three main steps: deparafination (rehydration), unmasking antigens, and staining. Furthermore, observation was done under light microscope with 400x magnification at 5 different fields of view on 5 sides, cell was calculated by imageJ program. The result showed that Bcl2 immunoexpression was higher in adenocarcinoma salivary gland than in pleomorphic adenoma. Based on the results of the study it can be concluded that the anti-apoptotic activity of Bcl2 is stronger in salivary gland adenocarcinomas than in pleomorphic adenoma. |