Artikelilmiahs
Menampilkan 25.541-25.560 dari 50.268 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 25541 | 28401 | F2C017002 | MUTUAL UNDERSTANDING: Pola Komunikasi Internal Pada Pengelolaan Tenaga Kependidikan Di Universitas Jenderal Soedirman | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pola komunikasi internal dan Faktor pembentuk pola komunikasi internal dalam mengelola hubungan dengan tenaga kependidikan di Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED). Melalui metode deskriptif kualitatif peneliti tertarik untuk menganalisis pengelolaan komunikasi internal organisasi. Peneliti menggunakan model Employee Relationship Management untuk melihat faktor apa saja yang membentuk komunikasi internal tersebut. Informan dalam penelitian adalah orang atau pelaku yang benar-benar tahu dan menguasai masalah, serta terlibat langsung dengan masalah penelitian. Penentuan informan pada penelitian ini dilakukan dengan teknik purposive sampling, yakni pemilihan dilakukan secara sengaja berdasarkan kriteria yang telah ditentukan dan ditetapkan berdasarkan tujuan penelitian. Individu yang dipilih sebagai informan dalam penelitian ini adalah tenaga kependidikan UNSOED, yang dinilai memiliki kompetensi untuk menceritakan pengalaman pribadinya dalam menjalankan komunikasi internal. Meskipun tenaga kependidikan UNSOED terdiri dari beberapa kelompok, namun representasi dalam penelitian ini terutama dalam hal keterwakilan subtansi dari data atau informasi dan bukan pada keterwakilan kelompok. Mereka adalah para tenaga kependidikan yang bekerja di Kantor Pusat Administrasi dan Gedung Rektorat dengan memperhatikan masa kerja minimal 5 (lima) tahun. | This study aims to determine the patterns of internal communication and factors forming the pattern of internal communication in managing relationships with education staff at Jenderal Soedirman University (UNSOED). Through qualitative descriptive methods researchers are interested in analyzing the management of organizational internal communication. The researcher uses the Employee Relationship Management model to see what factors make up the internal communication. Informants in research are people or actors who really know and master the problem, and are directly involved with the research problem. Determination of informants in this study was done by purposive sampling technique, namely the selection was made deliberately based on predetermined criteria and determined based on the research objectives. The individuals chosen as informants in this study were UNSOED education personnel, who were judged to have the competence to share their personal experiences in carrying out internal communication. Although the UNSOED education staff consists of several groups, the representation in this study is mainly in terms of substance representation of data or information and not on group representation. They are educational staff who work at the Central Administration Office and the Rector's Building with regard to a minimum service period of 5 (five) years. | |
| 25542 | 28874 | F1A015098 | PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA KETENGER BATURRADEN | Desa Wisata Ketenger Baturraden merupakan salah satu Desa Wisata yang berlokasi di Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggambarkan sejauh mana partisipasi masyarakat dalam mengembangkan desa wisatanya. Bentuk partisipasi masyarakat yang dilakukan seperti memberikan usulan maupun gagasan dan pembangunan sarana dan prasarana dalam pengembangan Desa Wisata Ketenger.Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode kualitatif dan penentuan narasumber secara purposive sampling. Penelitian ini juga menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi atas data yang bersumber dari data primer dan juga data sekunder yang tersedia (studi literatur, penelusuran di internet, buku, dan artikel ilmiah). Hasil penelitian ini menunujukkan bahwa belum seluruh masyarakat setempat berpartisipasi dalam pengembangan Desa Wisata Ketenger, dikarenakan masih kurangnya kesadaran dan keikutsertaan masayarakat dalam hal kepariwisataan. Hal tersebut menjadi penghambat bagi masyarakat setempat untuk bisa bekerja secara optimal dalam melaksanakan proses pengembangan Desa Wisata Ketenger, sehingga ada beberapa hal yang dirasa menjadi catatan penting untuk diperhatikan bagi masyarakat dan Lembaga Desa yaitu harus ikut serta berpartisispasi dalam pengembangan Desa Wisata dan perlunya memanfaatkan potensi desa yang ada, sehingga bisa bermanfaat bagi kehidupan masyarakat Desa Wisata Ketenger. | Ketenger Baturraden Tourism Village is one of the Tourism Villages located in the Baturraden District of Banyumas Regency. This study illustrates the extent of community participation in developing the tourist village. Forms of community participation are carried out such as providing proposals and ideas and the construction of facilities and infrastructure in the development of the Ketenger Tourism Village. This research was conducted using qualitative methods and the determination of sources by purposive sampling. This study also uses interviews, observation, and documentation of data sourced from primary data and also available secondary data (literature studies, internet searches, book and scientific articles). The result of this study indicate that not all local communities have participated in the development of the Ketenger Tourism Village, due to the lack of awarness and community participation in tourism. This is an obstacle for the local community to be able to work optimally in carrying out the development process of the Ketenger Tourism Village, so there ara some things that are considered important notes to pay attention to the communityand the village Institution that must participate in developing the Tourism Village and the need to utilize the potential of the village available, so that it can benefit the community life of Ketenger Tourism Village | |
| 25543 | 28444 | F1A015061 | PRIA DAN KB (Studi Tentang Pengambilan Keputusan Vasektomi Usia Muda Oleh Akseptor KB Pria Di Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas) | Pengambilan keputusan pria melakukan vasektomi usia muda dapat berpengaruh pada kegiatan dan relasi sosial individu tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan alur pelaksanaan vasektomi dan pengambilan keputusannya oleh suami untuk melakukan vasektomi saat usia muda. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian di Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Sasaran utama yaitu pria yang melakukan vasektomi saat usia kurang dari 35 tahun. Sasaran pendukung yaitu istri dan PLKB Kecamatan Cilongok. Data primer diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Data sekunder berupa jurnal, situs internet, data DPPKBP3A dan data PLKB Kecamatan Cilongok. Data tersebut di analisis menggunakan model analisis interaktif untuk menghasilkan kesimpulan. Hasil penelitian di Kecamatan Cilongok menunjukkan bahwa alur pelaksanaan vasektomi terdiri dari tiga tahap, yaitu tahap pra-vasektomi, vasektomi dan pasca vasektomi. Pengambilan keputusan pria melakukan vasektomi usia muda dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan yang dimiliki dan pengaruh dari lingkungan, diantaranya istri, kerabat, tokoh agama dan tokoh masyarakat. Oleh sebab itu, kematangan dalam perencanaan dan pengambilan keputusan sangat diperlukan untuk meminimalisir resiko yang akan dirasakan | Decision making for men to do vasectomy at a young age will impact to their personal and social relations. The purpose of this study is to describe the flow of vasectomy and the decision making for the husband to do vasectomy at a young age. The research method used descriptive qualitative. The research location is Cilongok, Banyumas. The main target is men who have vasectomy when they are less than 35 years old. The supporting targets are the wife and PLKB of Cilongok sub-district. Primary data consist of in-depth interviews, observation and documentation. Secondary data consist of journals, websites, DPPKBP3A data and PLKB data of Cilongok. The data obtained can then be analyzed using an interactive analysis model to produce conclusions. The results of the research in Cilongok showed that the vasectomy implementation pathway consisted of three stages, they are pre vasectomy stage, the vasectomy stage and post vasectomy stage. Decision making by men for vasectomy at a young age is influenced by the level of knowledge possessed and the influence of the environment, including wives, relatives, religious leaders and community leaders. Therefore, maturity in planning and decision making is needed to minimize the risk that will be felt | |
| 25544 | 28407 | F1A016104 | PENERIMAAN SOSIAL SISWA KAYA TERHADAP SISWA MISKIN | Artikel ini menggambarkan mengenai penerimaan sosial siswa kaya terhadap siswa miskin di sekolah pilihan pertama. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan penerimaan sosial siswa kaya terhadap siswa miskin. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Purwokerto. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif jenis survei. Penelitian ini menggunakan tiga indikator sebagai alat ukur; persepsi, motif, dan sikap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator persepsi siswa kaya terhadap siswa miskin adalah baik sebanyak 75% atau 60 responden. Selanjutnya, indikator motif siswa kaya berinteraksi dengan siswa miskin adalah tinggi dengan persentase 81,3% atau 65 responden. Sementara, indikator sikap siswa kaya terhadap siswa miskin dikategorikan baik sebesar 56,3% atau 45 responden. Berdasarkan data yang diperoleh maka penerimaan sosial siswa kaya terhadap siswa miskin di SMA Negeri 1 Purwokerto adalah sedang. Mewujudkan interaksi yang seimbang untuk mencapai penerimaan sosial yang baik antarsiswa dapat dilakukan dengan menerapkan pendidikan multikultural. Kata kunci: siswa kaya, siswa miskin, penerimaan sosial. | This article describes the social acceptance of rich students towards poor students in first choice schools. The purpose of this study is to describe the social acceptance of rich students against poor students. This research was conducted at SMA Negeri 1 Purwokerto. It was conducted by using quantitative survey types. It used three indicators as measurement tool; perception, motives, and attitudes. The results showed that the indicator of the perception of rich students towards poor students was either 75% or 60 respondents. Furthermore, the indicator of the motives of rich students interacting with poor students was high with a percentage of 81.3% or 65 respondents. Meanwhile, indicators of the attitude of rich students towards poor students were categorized as good at 56.3% or 45 respondents. Based on the data obtained, the social acceptance of rich students towards poor students in SMA Negeri 1 Purwokerto is moderate. Creating a balanced interaction to achieve good social acceptance among students can be done by implementing multicultural education. Keywords: rich students, poor students, social acceptance. | |
| 25545 | 28408 | F1B014052 | EFEKTIVITAS KEBIJAKAN RELOKASI PEDAGANG KAKI LIMA DI JALAN JENDERAL SOEDIRMAN DALAM MENSEJAHTERAKAN PEDAGANG KAKI LIMA PRATISTHA HARSA PURWOKERTO KABUPATEN BANYUMAS | Pedagang Kaki Lima di negeri ini selalu menjadi masalah. Keberadaan PKL dapat menimbulkan dampak negatif, salah satunya membuat keruwetan, sehingga terkesan kumuh serta dapat mengganggu kenyamanan publik. Di Purwokerto mempunyai masalah yang sama mengenai PKL. Pedagang Kaki Lima di Purwokerto tepatnya di jalan Jenderal Soedirman dari perempatan Pasar Wage sampai pintu rel stasiun kereta api berdagang menempati ruas jalan publik ataupun di depan toko sehingga menimbulkan kesan kumuh serta dapat mengganggu pengguna jalan. Oleh karena itu pemerintah dalam hal ini Dinas Perindustrasian dan Perdagangan merelokasi PKL sepanjang jalan tersebut ke tempat yang lebih baik yaitu di Pratistha Harsa yang terletak di Jalan Pereng dekat Alun – Alun Purwokerto. Namun setelah di relokasi muncul permasalahan baru yaitu menurunnya pendapatan para PKL. Hal ini tidak sesuai dengan tujuan relokasi yang terdapat di Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas Nomor 4 Tahun 2011 tentang Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima yang salah satu tujuannya adalah meningkatkan kesejahteraan PKL. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kebijakan relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Jenderal Soedirman dalam mensejahterakan Pedagang Kaki Lima di Pratistha Harsa Purwokerto Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survey, pengambilan responden menggunakan Simple Random Sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah distribusi frekuensi, skor maksimal dan minimal, mean, dan modus serta tabulasi silang. Hasil penelitian menunjukan bahwa Efektivitas Kebijakan Relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Jenderal Soedirman dalam mensejahterakan Pedagang Kaki Lima di Pratistha Harsa Purwokerto Kabupaten Banyumas menunjukan hasil yang sedang dengan rata-rata pencapaian tujuan 1,94 rata-rata integrasi 2,19 rata-rata adaptasi 1,88. Kesimpulan hasil penelitian ini Efektivitas Kebijakan Relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Jenderal Soedirman dalam mensejahterakan Pedagang Kaki Lima di Pratistha Harsa Purwokerto Kabupaten Banyumas menunjukkan hasil yang sedang dalam meningkatkan kesejahteraan PKL masih banyak yang harus ditingkatkan contohnya sarana dan prasarana agar pedagang lebih mudah dan nyaman berjualan, meramaikan lokasi berjualan agar pedagang menerima pendapatan dari lakunya barang dagangan, agar tidak ada lagi PKL yang keluar dari Pratistha Harsa karena mengeluh mengenai kondisi tempat berjualan yang sepi. Kata Kunci: Efektivitas, Pedagang Kaki Lima, Relokasi. | Street vendors in this country are always a problem. The existence of street vendors can have a negative impact, one of which makes it complicated, so it seems slum and can interfere with public comfort. In Purwokerto had the same problem regarding street vendors. Street Vendors in Purwokerto precisely on the streets of General Soedirman from the Wage Market crossing to the railroad tracks of the trading station occupying public roads or in front of shops causing an impression of slums and can disturb road users. Therefore the government, in this case the Department of Illustration and Trade, relocated street vendors along the road to a better place, namely Pratistha Harsa located on Jalan Pereng near Alun - Alun Purwokerto. But after being relocated, a new problem emerged, namely the decrease in the income of street vendors. This is not in accordance with the objectives of the relocation contained in Banyumas District Regulation Number 4 of 2011 concerning Structuring and Empowering Street Vendors, one of which is to improve the welfare of street vendors. This study aims to determine the effectiveness of the street vendor relocation policy (PKL) on Jenderal Soedirman Street in the welfare of street vendors at Pratistha Harsa Purwokerto, Banyumas Regency. The research method used is a descriptive quantitative approach to the survey method, taking respondents using Simple Random Sampling. Data analysis methods used are frequency distribution, maximum and minimum scores, mean, and mode and cross tabulation. The results showed that the effectiveness of the Street Vendor Relocation Policy (PKL) on Jenderal Soedirman Street in the welfare of Street Vendors at Pratistha Harsa Purwokerto, Banyumas Regency showed moderate results with an average achievement of 1.94, an average integration of 2.19, an average of 2.19 average adaptation of 1.88. The conclusion of this research is the Effectiveness of Street Vendor Relocation Policy (PKL) on Jenderal Soedirman Street in the welfare of Street Vendors at Pratistha Harsa Purwokerto Banyumas Regency shows that there are still many results in improving the street vendors' welfare, such as facilities and infrastructure to make it easier and easier for traders comfortable selling, enlivening the location of selling so that traders receive income from the behavior of merchandise, so that no more street vendors who come out of Pratistha Harsa for complaining about the conditions of a quiet place to sell. | |
| 25546 | 28402 | F1D015019 | PENGARUH AKTIVITAS MAHASISWA UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN DALAM ORGANISASI MAHASISWA EKSTRA KAMPUS TERHADAP PERILAKU MEMILIHNYA PADA PEMILIHAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2019 | Penelitian yang berjudul “Pengaruh Aktivitas Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman dalam Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus Terhadap Perilaku Memilihnya Pada Pemilihan Presiden Republik Indonesia Tahun 2019”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh aktivitas mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman dalam Organisasi Mahsiswa Ekstra Kampus terhadap perilaku memilihnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan paradigma positivisme dan menggunakan pendekatan behavioral. Teknik pemilihan responden penelitian ini menggunakan teknik Cluster Sampling lalu kemudian menggunakan teknik Accidental Sampling pada pengambilan responden. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner/angket dan dokumentasi. Skala pengukuran variabel dalam penelitian ini menggunakan skala ordinal. Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis butir, uji reliabilitas menggunakan teknik Cronbach’s Alpha dengan alat bantu software SPSS 25. Di dalam landasan teori, penelitian ini menggunakan teori perilaku memilih dan aktivitas organisasi. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa terdapat pengaruh yang rendah antara aktivitas mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman dalam Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus terhadap perilaku memilihnya pada Pemilihan Presiden Republik Indonesia Tahun 2019, dengan koefisien regresi -1,694 dan tingkat signifikan 0,005<0,05. Besar hubungan antara aktivitas mahasiswa terhadap perilaku memilih sebesar 24,3% yang menunjukan korelasi sedang atau cukup. Besarnya nilai Pseudo R-Square sebesar 0,107 atau 10,7%. Hal tersebut menunjukan bahwa variabel aktivitas mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman dalam Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus (X) pengaruhnya terhadap variabel perilaku memilihnya (Y) yaitu sebesar 10,7%. Sedangkan sisanya sebesar 89,3% merupakan pengaruh dari luar variabel yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Dengan ini, dalam sebuah organisasi mahasiswa ekstra kampus keanggotaan tidak menjadi jaminan pasti dalam sebuah perilaku memilih dalam pemilihan umum. Kesadaraan masing-masing anggota terhadap kepentingan mana yang mereka pilih kembali lagi terhadap masing-masing individu. | This research titled "The efferct of Jenderal Soedirman's University Student Activities in Extra Campus Student Organizations Towards Voting Behavior in the Presidential Election of the Republic of Indonesia in 2019". This research aims to determine whether there is an influence of the activities of the students of Jenderal Soedirman University in the Extra Campus Students' Organization on their voting behavior. The method used in this study is a quantitative research method using the positivism paradigm and using a behavioral approach. The technique for selecting respondents in this study used the Cluster Sampling technique and then used the Accidental Sampling technique for taking respondents. Data collection techniques in this study used a questionnaire and documentation. The measurement scale of variables in this study uses the ordinal scale. The validity test in this study uses the item analysis technique, the reliability test uses the Cronbach's Alpha technique with SPSS 25 software tools. In the theoretical foundation, this study uses the theory of voting behavior and organizational activities. The results of this study revealed that there was a low influence between the activities of students at Jenderal Soedirman University in the Extra Campus Student Organization on their voting behavior in the Presidential Election of the Republic of Indonesia in 2019, with a regression coefficient of -1,694 and a significant level of 0.005 <0.05. The relationship between student activity and voting behavior is 24.3%, which shows a moderate or sufficient correlation. The amount of Pseudo R-Square value is 0.107 or 10.7%. This shows that the variable activity of students at Jenderal Soedirman University in the Extra Campus Campus Organization (X) influences the variable of voting behavior (Y) which is 10.7%. While the remaining 89.3% is the influence of outside variables not examined in this study. With this, in an Extra Campus Student Organizations membership does not become a guaranteed in a voting behavior in elections. Each member's awareness of which interests they choose returns to each individual. Keywords: Organizational Activity, Political Behavior | |
| 25547 | 28875 | A1F015077 | APLIKASI VARIASI KONSENTRASI DAN METODE COATING BEESWAX TERHADAP ATRIBUT MUTU FISIKOKIMIA NANAS MADU (Ananas comosus L. Merr) SELAMA PENYIMPANAN PADA SUHU RUANG | Nanas madu merupakan buah unggulan Kabupaten Pemalang. Nanas madu memiliki fruktosa lebih tinggi (1,94%) nanas biasa (1,42%). Yang menyebabkan umur simpan nanas lebih singkat, yakni 4-6 hari meski pada suhu yang rendah. Salah satu cara untuk memperpanjang umur simpan nanas utuh yaitu dengan cara menggunakan coating. Coating dengan varian konsentrasi yang berbeda dan metode coating . Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui pengaruh konsentrasi lilin lebah terhadap karakteristik fisikokimia buah nanas pada suhu ruang., 2) Mengetahui pengaruh varian metode terhadap karakteristik fisikokimia buah nanas selama penyimpanan pada suhu ruang. 3) Mengetahui adanya interaksi buah nanas utuh setiap perlakuan selama penyimpanan pada suhu ruang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor yang diteliti terdiri dari 2 faktor yaitu penambahan varian kosentrasi (L) dengan 3 taraf yaitu 6% (L1), 9% (L2), 12% (L3); metode coating (C) dengan 2 taraf pencelupan dan penyemprotan. Data variabel fisik dan kimia dianalisis menggunakan analisis ragam (uji F) taraf 5%. Apabila hasil berpengaruh nyata maka dilakukan uji lanjut menggunakan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada α = 0,05. serta untuk mengetahui perubahan mutu nanas dilakukan uji persamaan regresi Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) adanya pengaruh yang nyata varian konsentrasi hasil analisis fisik yaitu warna L konsentrasi 6% dengan nilai 0,05, 2) varian metode coating susut bobot, kekerasan, kadar air, pH, warna dan vitamin C menunjukan bahwa tidak adanya pengaruh yang nyata, 3) Interaksi Pelakuan variasi kosentrasi dan metode coating tidak berbeda nyata pada pH, kekerasan, warna, susut bobot dan vitamin C. Kata kunci: Nanas, Perlakuan Coating, Lama Penyimpanan | Madu pineapple is the superior fruit of Pemalang Regency. Madu pineapple has a higher fructose (1.94%) ordinary pineapple (1.42%). Which causes a shorter shelf life of pineapple, which is 4-6 days even at low temperatures. One way to extend the shelf life of whole pineapple is by using a coating. Coatings with different concentration variants and coating methods. This study aims to 1) Determine the effect of beeswax concentration on the physicochemical characteristics of pineapple at room temperature, 2) Determine the effect of variant methods on the physicochemical characteristics of pineapple during storage at room temperature. 3) Knowing the interaction of whole pineapple fruit each treatment during storage at room temperature. This research used the randomized experimental design (CRD). The factors studied consisted of 2 factors, namely the addition of concentration concentrations (L) with 3 levels, namely 6% (L1), 9% (L2), 12% (L3); coating method (C) with 2 levels of dyeing and spraying. Data on physical and chemical variabels were analyzed using analysis of variance (f test) of 5% level. If the have a segnificant effect then continued testing using multiple range test (DMRT) ducan at α = 0,05. and to determine changes in the quality of pineapple, a regression equation is performed. The results showed that 1) the presence of a significant effect on the concentration of physical analysis results, namely the color L concentration of 6% with a value of 0.05, 2) the variant of the method of coating weight loss, hardness, moisture content, pH, color and vitamin C showed that the absence real influence, 3) Interaction The treatment of concentration variation and coating method was not significantly different on pH, water content, hardness, color, weight loss and vitamin C there is no interaction with whole pineapple. Keywords: Pineapple, Coating Treatment, Long Storage | |
| 25548 | 28932 | C1I016004 | DETERMINANT INTENTION TO USE FINANCIAL TECHNOLOGY’S GOPAY APPLICATION ON UNDERGRADUATE STUDENTS IN PURWOKERTO | Penelitian ini yang berjudul "Determinant Intention to Use Teknologi Keuangan Aplikasi GoPay Pada Mahasiswa Di Purwokerto" adalah jenis penelitian deskriptif kuantitatif dan sumber data yang digunakan adalah data primer di mana data diperoleh dari responden yang telah mengisi kuesioner yang ditentukan. Rumusan masalah dalam penelitian ini, adalah "Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use, Attitude Toward Using, dan Perceived Risk mempengaruhi Intention to Use Penggunaan GoPay di Purwokerto?". Variabel independen dalam penelitian ini adalah Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use, dan Perceived Risk. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah Intention to Use. Sedangkan variabel intervening dalam penelitian ini adalah Attitude Toward Using. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh variabel Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use, Attitude Toward Using dan Perceived Risk mempengaruhi niat untuk menggunakan GoPay di Purwokerto. Teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teori Technology Acceptance Model (TAM). TAM adalah teori untuk menjelaskan perilaku pengguna teknologi informasi berdasarkan kepercayaan, sikap, niat, dan hubungan perilaku pengguna, dengan menjelaskan faktor-faktor utama perilaku pengguna terhadap penerimaan pengguna teknologi informasi yang dapat mempengaruhi penerimaan teknologi informasi oleh pengguna. Lokasi dalam penelitian ini berada di universitas di Purwokerto, termasuk UNSOED, UMP, dan IAIN. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa di tiga institusi tersier. Dalam penelitian ini menggunakan teknik cluster random sampling untuk perguruan tinggi di Purwokerto. Selain itu menggunakan purposive random sampling menggunakan karakteristik yang telah ditentukan, antara lain: Responden dalam penelitian ini adalah siswa di UNSOED, UMP, dan IAIN yang menggunakan aplikasi Gopay di Gojek setidaknya 6 bulan terakhir menggunakan Gopay. | This research entitled "Determinant Intention To Use Financial Technology's GoPay Application On Undergraduate Students In Purwokerto" is a type of quantitative descriptive research and the source of the data used is primary data where data is obtained from respondents who have filled out the specified questionnaire. The formulation of the problem in this study, is "Does Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use, Attitude Toward Using, and Perceived Risk affect the Intention to Use GoPay use in Purwokerto?". The independent variables in this study are Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use, and Perceived Risk. The dependent variable in this research is Intention to Use. Meanwhile, the intervening variable in this research is Attitude Toward Using. The purpose of this study is to analyze the effect of the variable Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use, Attitude Toward Using, and Perceived Risk affect the intention to use the use of GoPay in Purwokerto. The theory used in this study uses the theory of Technology Acceptance Model (TAM). TAM is a theory to explain the behavior of users of information technology based on beliefs, attitudes, intentions, and user behavior relationships, by explaining the main factors of user behavior towards the acceptance of information technology users that can affect the acceptance of information technology by users. The locations in this study are at universities in Purwokerto, including UNSOED, UMP, and IAIN. The population in this study were students at the three tertiary institutions. In this study using a cluster random sampling technique for college in Purwokerto. Besides using purposive random sampling using predetermined characteristics, among others: Respondents in this study are students at UNSOED, UMP, and IAIN who use the Gopay application on Gojek at least the last 6 months of using Gopay. | |
| 25549 | 28410 | F1I013024 | Dampak Kerjasama THAAD (Terminal High Altitude Area Defense) terhadap Kerjasama Pariwisata Tiongkok dan Korea Selatan Tahun 2017 | Pada bulan Juli 2016, Korea Selatan menandatangi kerjasama untuk membangun THAAD di negaramya untuk melindungi wilayah nasionalnya dari ancaman nuklir Korea Utara. Namun hal tersebut menghasilkan permasalahn lain untuk Korea Selatan. Yaitu dengan munculnya sanksi yang diberikan oleh Tiongkok untuk memprotes kerjasama THAAD tersebut. Tiongkok sangat menolak adanya THAAD di Korea Selatan karena menganggap THAAD dapat mengganggu keamanan nasional Tiongkok dan menimbulkan masalah regional lainnya yang lebih serius. Tiongkok menggunakan kekuatan ekonominya, yaitu dengan memberikan sanksi yang dapat mempengaruhi hubungan kerjasama mereka, terutama dalam bidang pariwisata. Sehingga memberikan dampak yang cukup siginfikan untuk perekonomian Korea Selatan, dikarenakan Tiongkok merupakan mitra ekonomi terbesar Korea Selatan. | In July 2016, South Korea signed an agreement on deploying THAAD to secure their country from nuclear threat from North Korea. Nevertheless, THAAD agreement between South Korea and the US give South Korea another problem. As a result, China gave economic sanction for South Korea as an act to protest THAAD agreement. China is very against towards THAAD deployment in South Korea because THAAD could harm China’s national security and cause more serious problem to their region. China use their econ | |
| 25550 | 28411 | F1B113008 | PENGARUH KEMAMPUAN PEGAWAI DAN KUALITAS PELAYANAN DALAM PERIZINAN SURAT IZIN USAHA PERDAGANGAN (SIUP) TERHADAP KEPUASAN MASYARAKAT PADA DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU SATU PINTU (DPMPPTSP) KABUPATEN BANYUMAS | Salah satu organisasi perangkat daerah yang memberikan pelayanan Publik di Kabupaten Banyumas yaitu Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPPTSP). Aktivitas pelayanan sangat berpengaruh terhadap pencapaian tujuan organisasi. Surat izin usaha perdagangan (SIUP) merupakan legalitas usaha yang berfungsi sebagai alat untuk membina, mengarahkan, mengawasi dan menerbitkan kegiatan usaha di bidang perdagangan menuju pelaksanaan tertib usaha. Masyarakat merasa puas atas pelayanan yang diberikan DPMPPTSP kabupaten Banyumas. Kepuasan masyarakat tidak dapat dipisahkan dari kemampuan pegawai dan kualitas pelayanan. Untuk meningkatkan kepuasan masyarakat sangat dibutuhkan pegawai yang mempunyai kemampuan dan keahlian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis besarnya pengaruh kemampuan pegawai dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan masyarakat pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Satu Pintu (DPMPPTSP) Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif asosiatif dengan pendekatan survey. Teknik pengambilan sampelnya adalah Non-probability sampling dengan metode Accidental Sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah Korelasi Kendall’s Tau-c, Korelasi Konkordansi Kendall W, dan Regresi Ordinal. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan kuesioner, yang didukung dengan observasi dan dokumentasi. Hasil analisis secara kuantitatif dalam penelitian ini menunjukkan: (1) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara kemampuan pegawai terhadap kepuasan masyarakat sebesar 13,4%; (2) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Kualitas Pelayanan terhadap kepuasan masyarakat 12,8%; dan (3) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara kemampuan pegawai dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan masyarakat sebesar 25,2%. Oleh karena itu keseluruhan hipotesis penelitian dapat diterima. | One of the public regional organizations that providing Public services in Banyumas is Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPPTSP) Service activities are very influential on achieving organizational goals. Trade business licenses (SIUP) are business legalities that function as tools to foster, direct, supervise and publish business activities in the field of trade towards the orderly implementation of business. The community was satisfied with the services provided by DPMPPTSP of Banyumas Regency. Community satisfaction cannot be separated from employee capability and service quality. To increase community satisfaction, employees who have the ability and expertise are needed. The purpose of this study was to determine and analyze the influence of employee capacity on community satisfaction, the effect of service quality on community satisfaction, and employee ability and service quality on community satisfaction at the Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPPTSP) of Banyumas Regency. This study uses an associative quantitative research method with a survey approach. The sampling technique is non-probability sampling with the Accidental Sampling method. Data analysis methods used are Kendall's Tau-c Correlation, Kendall W Concordance Correlation, and Ordinal Regression. Data collection methods in this study are questionnaires, which are supported by observation and documentation. The results of quantitative analysis in this study indicate: (1) There is a positive and significant effect between the ability of employees towards community satisfaction of 12.8%; (2) There is a positive and significant effect between Service Quality on community satisfaction 8.8%; and (3) There is a positive and significant effect between the ability of employees and the quality of service on community satisfaction of 16.2%. Therefore the entire research hypothesis can be accepted. | |
| 25551 | 28412 | F1I014040 | DAMPAK GENERAL AGREEMENT ON TRADE IN SERVICES (GATS) TERHADAP LIBERALISASI PENDIDIKAN TINGGI DI INDONESIA | Praktik neoliberalisme pendidikan sudah masuk ke dalam pendidikan nasional lebih dari dua dekade, tetapi mulai menampakkan wajahnya secara nyata setelah reformasi politik 1998, ditandai dengan lahirnya berbagai bentuk regulasi yang semuanya bernuansa lepas tanggungjawab negara dalam pendanaan pendidikan. Tapi regulasi maupun kebijakan tersebut tidak memperoleh tentangan secara langsung karena dibungkus dengan konsep otonomi kampus atau sekolah. Secara garis besar, GATS berisikan dua kumpulan kewajiban yaitu kumpulan tentang konsep, prinsip dan aturan yang menciptakan kewajiban yang berlaku bagi seluruh measure yang mempengaruhi perdagangan jasa; dan kumpulan tentang kewajiban khusus hasil negosiasi yang merupakan komitmen yang berlaku untuk sektor jasa dan sub sektor jasa yang terdaftar pada Schedule of Commitment, selanjutnya disingkat dengan SOC, negara anggota. Di samping itu perjanjian ini juga berisikan lampiran tentang sektor-sektor jasa tertentu yang mempunyai karakteristik khusus serta keputusan-keputusan dan understanding. Kedua komponen ini merupakan satu kesatuan yang berlaku dan mengikat seluruh anggota WTO. Kata Kunci: General Agreement on Trade in Services (GATS), Neoliberalisasi Pendidikan, Pendidikan Tinggi Indonesia. | The practice of educational neoliberalism has entered into national education for more than two decades, but began to show its real face after the political reforms in 1998, marked by establishment of various forms of regulation which all nuanced the state's responsibility in funding education. But these regulations and policies did not receive direct opposition because they were wrapped in the concept of campus or school autonomy. The point is, GATS contains two sets of obligations, namely a collection of concepts, principles and rules that create obligations that apply to all measures that affect trade in services; and compilation of specific obligations resulting from negotiations which constitute commitments that apply to the service sector and service sub-sectors listed in the Schedule of Commitment (SOC), as member countries. In addition, this agreement also contains an attachment regarding certain service sectors that have special characteristics as well as decisions and understanding. These two components constitute a single entity applies and binds all WTO members. Keywords: General Agreement on Trade in Services (GATS), Education Neoliberalism, Indonesian Higher Education. | |
| 25552 | 28413 | F1B115030 | INOVASI KEBIJAKAN DALAM PERSPEKTIF ADMINISTRASI PUBLIK (Studi Kasus Pada BUMDes Desa Kalibagor Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas) | Penelitian ini dilatar belakangi oleh fakta yang menunjukan bahwa ditengah dinamika persaingan (competition) yaitu dimana para pengelola pemerintah perlu lebih cerdas dalam melaksanakan perannya. Sebagai daerah yang memiliki otonomi penuh untuk menjalankan pemerintahannya, desa harus mencari dana untuk mengembangkan desanya. Salah satu upaya pemerintah demi terwujudnya pembangunan desa ini yaitu dengan adanya program inovasi Desa. Salah satu desa yang melaksanakan program inovasi desa yaitu Desa Kalibagor Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas sehingga menarik untuk dikaji bagaimana proses inovasi melalui Inovasi Kebijakan Dalam Perspekif Administrasi Publik (Studi Kasus Pada BUMDes Desa Kalibagor Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis proses inovasi kebijakan dalam perpektif administrasi publik (Studi Kasus Pada BUMDes Desa Kalibagor Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas). Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Pengumpulan data yang digunakan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam proses inovasi kebijakan sudah baik, para pemerintah desa sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku dimana pada saat pembentukan program BUMDes itu sendiri menghadirkan para tokoh masyarakat, pemerintah desa, dan juga BPD desa. Setelah adanya program inovasi BUMDes ini, penduduk sekitar di desa Kalibagor menjadi lebih kreatif. Implikasi dari hasil penelitian diantaranya dalam aspek melihat peluang, pemerintah desa kalibagor sudah baik, dibuktikan dengan melihat potensi yang ada di desa tersebut., dalam aspek mengeluarkan ide, Pemerintah desa kalibagor sudah cukup baik, dalam aspek mengkaji ide pada pemerintah desa Kalibagor sudah sesuai, dibuktikan dengan adanya musyawarah desa dalam proses pembentukan program dan pengurus BUMDes, dalam aspek implementasi inovasi kebijakan dalam perspektif administrasi publik pada BUMDes Kalibagor ini bisa dijadikan contoh oleh pemerintah desa lain dalam membentuk kreatifitas yang ada didesanya masing-masing. Untuk mengoptimalkan program inovasi melalui program BUMDes, maka pemerintah Desa Kalibagor dan pengurus BUMDes perlu mendorong keterlibatan masyarakat melalui program inovasi yang telah dibentuk, dan para tokoh masyarakat/masyarakat perlu dilibatkan dalam setiap tahapan pembuatan keputusan,pelaksanaan,pemanfaatan hasil, dan evaluasi sehingga muncul keterbukaan informasi dan rasa tanggungjawab antara pelaksa program dengan masyarakat. | This research background is about the fact that in the middle of dynamic cooperation, which is that government administrators need to be more intelligent about their performance. As an area that has full autonomy for the government, a village should find funds to develop its village. One of the government's efforts to realize village development is to create village innovation programs in which this program aims to improve the quality of the use of village funds through more innovative development and empowerment of rural communities to be more innovative and sensitive to the needs of rural people. One of the village that carried out the village's innovation program was Kalibagor Village, Kalibagor District, Banyumas Regency that interesting to consider how the process of innovation through policy innovation is in the perspective of public administration (a case study on the BUMDes Kalibagor Village, Kalibagor District, Banyumas Regency.)The aim of this study is to analyze the policy innovation process in public administration perspective (a case study on the BUMDes Kalibagor Village, Kalibagor District, Banyumas Regency). The research methods used is qualitative method with the election of informants using persuasive sampling and snowball sampling techniques. Data collection used in depth interviews, observations and documentaries. The method of data analysis used is the method of interactive analysis. Research results show that in the process of innovation policy are good, village governments are in line with valid procedures in which the establishment of the bumdes program itself presents community leaders, village governments, and also village BPD. After following this BUMDes innovation program, the residents of around kalibagor village became more creative. The implications of research results such as innovation must be prepared, innovation must have a clear legal basis to achieve purposes, policy innovation in the perspective of public administration on the BUMDes kalibagor can be used as an example by other village governments in the form of creativity within their villages. To optimize innovation programs through the BUMDes program, Kalibagor village governments need to encourage more public engagement through established innovation programs, and community leaders need to be involved in every stage of decision making, implementation, utilization result, and evaluation therefore there is an open information and a sense of responsibility between the program doing and the community. | |
| 25553 | 28417 | J1C015002 | Wagashi : Simbolisme Kuliner Jepang di Musim Semi | Penelitian ini berjudul “Wagashi: Simbolisme Kuliner Jepang di Musim Semi”. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan simbol apa saja yang terdapat pada wagashi di musim semi serta menjelaskan makna denotasi, konotasi dan mitos menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Data yang digunakan berupa narasi dan gambar yang menerangkan tentang simbol dan makna pada wagashi di musim semi dalam buku 和の菓子 The Art Of Japanese Confectionary karya Kazuya Takaoka (2018) dan 和菓子の基本 karya Yukie Matsumoto (2016). Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, serta teknik yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik deskripsi kepustakaan. Analisis dilakukan pada 48 (empat puluh delapan) wagashi di musim semi, dengan hasil 4 (empat) simbol yang terdapat pada wagashi tersebut berdasarkan salah satu unsur pembentuk wagashi yaitu katachi 形 (penampilan). Hasil analisis berikutnya dilakukan pada 9 (sembilan) wagashi di musim semi menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Pada tingkatan denotasi bentuk, warna, motif dan hal-hal lain yang tampak pada wagashi memiliki fungsi untuk memberikan sejumlah keterangan atau informasi mengenai wagashi tersebut, pada tingkatan konotasi terdapat makna di balik bentuk, warna, dan motif pada wagashi tersebut, pada tingkatan mitos makna ditemukan berdasarkan penampilan (katachi 形) pada wagashi, mitos juga ditunjukan pada salah satu wagashi yang terdapat pada tradisi Hinamatsuri berdasarkan fungsi dalam tradisi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa wagashi bukan hanya sekedar makanan biasa. Melalui wagashi kita dapat menikmati serta mengetahui konsep washoku 和食 yaitu tentang hakikat menghormati alam melalui makanan dan kita juga dapat menikmati kesempurnaan yang telah didedikasikan oleh pengrajin sekaligus keramahtamahan ala Jepang yaitu omotenashi おもてなし. | This research titled is “Wagashi: Symbolism of Japanese Culinary in Spring”. This research aims to interpret symbol, denotative, connotative and myth meaning of wagashi in spring through semiotic theory by Roland Barthes. The data used in this research are presented in from of narratives and pictures that explain the symbols and meaning of wagashi in spring in 和の菓子 The Art Of Japanese Confectionary by Kazuya Takaoka (2018) and 和菓子の基本 by Yukie Matsumoto (2016). Descriptive qualitative method is preferred as the main method. Technique of data collection in this research is through literature study. The researcher analyze 48 wagashi in spring with result 4 symbol found in wagashi based on one of the wagashi forming element ‘katachi’ 形. The next analysis obtained of 9 wagashi using the theory of semiotic by Roland Barthes with result, at the level of denotation shape, color, motifs, and other things that appear on wagashi has function to provide information about wagashi. At the level of connotation there is a meaning behind the shape, color, and motifs of wagashi. At the myth level of meaning is found based on appearance ‘katachi’ 形 of wagashi and also found in one of wagashi in Hinamatsuri Festival ‘Hishimochi’ based on function in tradition. The result of this research indicate that wagashi is not just ordinary food. Through wagashi we can enjoy and know the concept of washoku 和食 which is about respecting nature from food and we can also enjoy the perfection that has been dedicated by craftsmen as well as Japanese-style hospitality ‘omotenashi' おもてなし. | |
| 25554 | 28414 | F1B115026 | PENGARUH DISIPLIN KERJA, MOTIVASI KERJA, DAN KOORDINASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA PURWOKERTO | Kantor Pelayanan Pajak Pratama Purwokerto merupakan unit vertikal Direktorat Jenderal Pajak di daerah yang melaksanakan penyuluhan, pelayanan, dan pengawasan kepada wajib pajak berdasarkan segmentasi wajib pajak yang diadministrasikannya yang terdiri dari wajib pajak orang pribadi, dan badan dengan tingkat omset tertentu di luar yang diadministrasikan oleh Kantor Pelayanan Pajak Wajib Besar, Khusus, dan Madya di wilayah kerjanya. Namun dalam kinerja tergolong kurang baik hal ini dapat di lihat pada target capaian pajak yang selalu sulit tercapai dari tahun ke tahun. Maka dari itu, untuk meningkatkan kinerja pegawai di perlukan disiplin kerja, motivasi kerja, dan koordinasi kerja yang baik. 4 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh disiplin kerja, motivasi kerja, dan koordinasi kerja bersama-sama dan parsial terhadap kinerja pegawai Kantor Pelayanan Pajak Pratama Purwokerto. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif asosiatif dengan pendekatan survey. Teknik pengambilan sampelnya adalah Probability sampling dengan metode Simple Random Sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah Korelasi Kendall’s Tau-c, Korelasi Konkordansi Kendall W, dan Regresi Ordinal. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan kuesioner, yang didukung dengan observasi dan dokumentasi. Hasil analisis secara kuantitatif dalam penelitian ini menyimpulkan dan menunjukkan: (1) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara disiplin kerja terhadap kinerja pegawai KPP Pratama Purwokerto sebesar 15%; (2) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara motivasi kerja terhadap kinerja pegawai KPP Pratama Purwokerto sebesar 13,4%; (3) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara koordinasi kerja terhadap kinerja pegawai KPP Pratama Purwokerto sebesar 12,5%; dan (4) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara disiplin kerja, motivasi kerja, dan koordinasi kerja terhadap kinerja pegawai KPP Pratama Purwokerto sebesar 35,1% | The Primary Tax Service Office of Purwokerto is a vertical unit of the Directorate General of Taxes in the area that carries out counseling, services, and supervision to taxpayers based on the segmentation of the taxpayer it administers which consists of individual taxpayers, and entities with certain turnover levels outside those administered by the Office Large, Special and Intermediate Mandatory Tax Services in the working area. But in the performance is classified as not good this can be seen in the tax achievement target which is always difficult to achieve from year to year. Therefore, to improve employee performance requires work discipline, work motivation, and good work coordination. This study aims to determine the effect of work discipline, work motivation, and joint and partial work coordination on the performance of employees of the Purwokerto Tax Office. This research uses associative quantitative research methods with a survey approach. The sampling technique is Probability sampling with the Simple Random Sampling method. The data analysis methods used were Kendall’s Tau-c Correlation, Kendall W Concordance Correlation, and Ordinal Regression. Data collection methods in this study are questionnaires, which are supported by observation and documentation. The quantitative analysis results in this study conclude and show: (1) There is a positive and significant effect between work discipline on the performance of KPP Pratama Purwokerto employees by 15%; (2) There is a positive and significant influence between work motivation on the performance of KPP Pratama Purwokerto employees by 13.4%; (3) There is a positive and significant influence between work coordination on the performance of KPP Pratama Purwokerto employees by 12.5%; and (4) There is a positive and significant influence between work discipline, work motivation, and work coordination on the performance of KPP Pratama Purwokerto employees by 35.1%. | |
| 25555 | 28876 | A1F015067 | Optimasi Suhu dan Konsentrasi Maltodekstrin pada Pembuatan Powder dari Konsentrat Daun Kecombrang (Etlingera elatior) | Tanaman kecombrang (Etlingera elatior) merupakan salah satu jenis tanaman rempah-rempah yang telah lama dikenal dan dimanfaatkan karena mengandung senyawa-senyawa bioaktif seperti fenol, flavonoid dan alkaloid. Senyawa bioaktif memiliki kemampuan sebagai antibakteri dan antioksidan untuk mempertahankan mutu pangan. Daun kecombrang berpotensi sebagai senyawa bioaktif sehingga perlu diuji akivitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mempelajari pengaruh suhu dan konsentrasi maltodekstrin terhadap mutu powder daun kecombrang, 2) memperoleh formula optimum powder daun kecombrang berdasarkan suhu dan konsentrasi maltodeksrin, 3) serta memperoleh informasi produk optimum powder daun kecombrang secara kuantitatif dan kualitatif berdasarkan suhu dan konsentrasi maltodekstrin. Penelitian ini menggunakan metode Response surface methodology (RSM) dengan program design expert v10. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Central Composite Design (CCD) dengan dua faktor uji dan didapatkan 13 formulasi perlakuan. Faktor yang dicobakan adalah suhu dengan taraf -60oC, -70oC, dan -80oC, dan konsentrasi maltodekstrin dengan taraf 5%, 10%, dan 15%. Variabel yang diamati yaitu kualitatif (fenol, flavonoid, saponin, alkaloid, tanin, glikosida, dan steroid) dan kuantitatif (total fenol, total flavonoid, dan kadar air). Formula optimum yang direkomendasikan dilakukan verifikasi dan validasi menggunakan uji t-test independent. Hasil penelitian menunjukan formula optimum powder daun kecombrang berdasarkan respons fenol, flavonoid dan nilai kadar air adalah suhu -80oC, konsentrasi maltodekstrin 5%. Hasil optimasi, verifikasi dan validasi formula optimum menunjukkan powder daun kecombrang memiliki nilai respons fenol (3372,674 mg TAE/100 g), flavonoid (340,209 mg QE/100 g), serta nilai kadar air (9,38%). Senyawa yang terkandung pada produk formula optimum yaitu fenolik, flavonoid, alkaloid, steroid, saponin, serta tanin. | Kecombrang (Etlingera elatior) is a type of herbs plant that has long been known and utilized because of content of bioactive compounds such as alkaloids, saponins, tannins, phenolics, flavonoids, triterpenoids, steroids, and glycosides. Bioctive compounds have the ability as an antibacterial and antioxidant to maintain the quality of food products. Kecombrang leaves have the potential to contain bioactive compounds so their activities need to be tested. The purposes of this research are to study: 1) study the effect of temperature and concentration of maltodextrin on the quality of kecombrang leaf powder, 2) obtain the optimum formula of kecombrang leaf powder based on temperature and concentration of maltodexrin, 3) and obtain optimum product information of the kecombrang leaf powder quantitatively and qualitatively based on the temperature and concentration of maltodextrin with the freeze drying method. The research uses the Response Surface Methodology (RSM) method with the Design Expert v10. The experimental design used was Central Composite Design (CCD) with two test factors and obtained 13 treatment formulations. The factors that were tested were temperature with a level of -60oC, -70oC dan -80oC, and the concentration of maltodextrin with a level of 5%, 10%, and 15%. The observed variables were qualitative (phenol, flavonoid, saponin, alkaloid, tannin, glycoside, steroid) and quantitative (total phenol, total flavonoid, and water content). The optimum formula that is recommended is verified and validated using an independent t-test. The results showed the optimum formula of kecombrang leaf powder based on the response of phenol, flavonoids and water content was -80oC, maltodextrin concentration of 5%. Optimization, verification and validation results of the optimum formula showed that kecombrang leaf powder had phenol response values (3372,674 mg TAE / 100 g), flavonoids (340,209 mg QE / 100 g), and water content values (9,38%). The compounds contained in the optimum product formula are phenolic, flavonoids, alkaloids, steroids, saponins, and tannins. | |
| 25556 | 28933 | C1C015106 | Pengaruh Kompetensi, Skeptisme, Akuntabilitas, dan Independensi terhadap Kualitas Audit (Studi Pada Kantor Akuntan Publik di Wilayah Jakarta Selatan) | Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Kompetensi, Skeptisme, Akuntabilitas, dan Independensi terhadap Kualitas Audit. Penelitian ini dilakukan di Kantor Akuntan Publik di wilayah Jakarta Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah auditor yang bekerja di Kantor Akuntan Publik di wilayah Jakarta Selatan yang berjumlah 200 auditor. Jumlah sampel pada penelitian ini berjumlah 70 sampel responden. Teknik Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode kuisioner. Analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah dengan menggunakan teknik analisis teknik analisis regresi ganda, uji t dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kompetensi berpengaruh signifikan terhadap Kualitas Audit; Skeptisme berpengaruh signifikn terhadap Kualitas Audit; Akuntabilitas berpengaruh signifikan terhadap Kualitas Audit; Independensi tidak berpengaruh terhadap Kualitas Audit. Implikasi pada penelitian ini yaitu auditor harus memiliki pengetahuan yang memadai dalam menjalankan pekerjaan mereka, auditor harus profesional dalam menggunakan kecakapannya untuk balance pada tingkatan percaya atau curiga, dan Menjaga perilaku etis kepada profesi, masyarakat, dan pribadi. | This study aims to examine the effect of Competence, Skepticism, Accountability, and Independence on Audit Quality. This research was conducted at the Public Accountability Office in the South Jakarta area. This research is a quantitative research. The population in this study is the auditor who works at the Public Accountant Office in the South Jakarta area, amounting to 200 auditors. The number of samples in this study amounted to 70 respondents. Data collection techniques are done using the questionnaire method. Analysis of the data used to test hypotheses is to use the technique of multiple regression analysis techniques, t test and F test. The results showed that Competence had a significant effect on Audit Quality; Skepticism has a significant effect on audit quality; Accountability has a significant effect on Audit Quality; Independence does not affect Audit Quality. The implication in this research is that auditors must have adequate knowledge in carrying out their work, auditors must be professional in using their skills to balance at the level of trust or suspicion, and Maintain ethical behavior to the profession, society, and personal. | |
| 25557 | 28418 | F1B014055 | KINERJA APARATUR SIPIL NEGARA KECAMATAN PEKUNCEN KABUPATEN BANYUMAS | Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Banyumas yang terletak dibagian Barat Kabupaten Banyumas, menurut sumber dan data yang ada, Kecamatan Pekuncen hampir tidak pernah ada kabar negative nya. Namun disisi lain dalam kurun waktu beberapa bulan ASN Kecamatan Pekuncen selalu ada saja ASN yang dimutasi atau pindah tugaskan, apakah dari kualitas, kuantitas, waktu kinerja ASN yang buruk atau ada sebab lain. Maka dari itu saya tertrik untuk meneliti Kinerja ASN Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sasaran penelitian adalah ASN dan Masyarakat Kecamatan Pekuncen yakni masyarakat penerima layanan dan pegawai Aparatur Sipil Negara Kecamatan Pekuncen. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Kinerja pegawai Aparatur Sipil Negara Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas menurut berbagai responden bahwa kinerja pegawai sangat memuaskan dan tergolong baik, namun ada beberapa sifat atau kegiatan pegawai pada saat jam kerja lebih banyak membuang waktunya sia-sia dan ada juga yang melakukan kegiatan lain yang tidak baik. | Pekuncen District Banyumas Regency is one of the Districts in Banyumas Regency located in the western part of Banyumas Regency, according to available sources and data, Pekuncen District has almost never had any negative news. But on the other hand, within a few months the ASN of Pekuncen Subdistrict always has only the ASN being transferred or transferred, whether from the quality, quantity, poor performance time of the ASN or any other reason. Therefore I was intrigued to examine the ASN Performance of Pekuncen District, Banyumas Regency. The method in this study used a descriptive qualitative approach with the target of the study being the ASN and the Pekuncen District Community namely the service recipient community and the Civil Servants of the Pekuncen District. The conclusion of this study is the performance of civil servants in Pekuncen Subdistrict, Banyumas Regency according to various respondents that the employee's performance is very satisfying and classified as good, but there are some traits or activities of employees during working hours wasting more time in vain and there are also those who carry out activities others are not good. | |
| 25558 | 28419 | F1B015038 | Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien Puskesmas Kroya 1 Kabupaten Cilacap | Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien di Puskesmas Kroya 1 Kabupaten Cilacap. Penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, dengan menggunakan pendekatan survey, yaitu penelitian yang mengambil langsung dari jumlah populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data yang utama (Singarimbun dan Effendi, 1989:3). Metode kuantitatif dianggap cocok dan akan memudahkan peneliti karena dapat menggambarkan kondisi yang ada di lapangan. Dari hasil analisis dapat diketahui koefisien Korelasi Kendall Tau-c antara variabel Kualitas Pelayanan (X) dengan Kepuasan Pasien adalah sebesar 0,288 dengan menunjukkan arah yang positif. Untuk mengetahui koefisien Korelasi Kendall Tau-c signnifikan atau tidak, dapat dibuktikan dengan cara membandingkan nilai Approx Sig. dengan α (0,05), dimana jika nilai Approx Sig. < α (0,05) maka nilai koefisien tersebut signifikan dan sebaliknya. | The purpose of this study was to determine how much influence the quality of service on patient satisfaction at the Puskesmas Kroya 1 Cilacap Regency. The research used is quantitative, using a survey approach, namely research that takes directly from the population and uses a questionnaire as a primary data collection tool (Singarimbun and Effendi, 1989: 3). Quantitative methods are considered suitable and will facilitate researchers because they can describe the conditions that exist in the field. From the analysis results it can be seen that the Kendall Tau-c Correlation coefficient between Service Quality (X) variables with Patient Satisfaction is 0.288 by showing a positive direction. To find out the Kendall Tau-c Correlation coefficient significant or not, it can be proven by comparing the Approx Sig. with α (0.05), where if the value of Approx Sig. <α (0.05), the coefficient value is significant and vice versa. | |
| 25559 | 28420 | C1L014019 | THE IMPACT OF ACCOUNTING CERTIFICATION, PROFESSIONAL SKEPTICISM, AND INDEPENDENCY TOWARDS AUDITOR'S CAPABILITY IN DETECTING FRAUD | Ada banyak hal yang dapat menyebabkan auditor gagal dalam mendeteksi penipuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel sertifikasi akuntansi, skeptisisme profesional, dan independensi terhadap kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan di Kantor Akuntan Publik di Yogyakarta. Sampel penelitian ini adalah 30 auditor yang bekerja di Kantor Akuntan Publik di Yogyakarta. Teori yang digunakan adalah Attribution Theory dan Fraud Diamond Theory. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Sertifikasi Akuntansi dan Independensi tidak memiliki efek positif, sedangkan variabel Skeptisisme Profesional memiliki efek positif. | There are many things that can cause auditor failed in detecting fraud. This study aims to determine the effect of accounting certification variables, professional skepticism, and independency on the auditor's capability in detecting fraud at the Public Accounting Firm in Yogyakarta. The sample of this study was 30 auditors who worked at the Public Accountant Firm in Yogyakarta. The theory used are Attribution Theory and Fraud Diamond Theory. The results showed that the variable Accounting and Independence Certification did not have a positive effect, while Professional Skepticism variables had a positive effect. | |
| 25560 | 28002 | C1K014004 | FINANCIAL PERFORMANCE COMPARISON COMPANY BEFORE AND AFTER THE MERGER AND ACQUISITION | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kinerja keuangan perusahaan sebelum dan sesudah merger atau akuisisi pada perusahaan yang melakukan aktivitas merger dan akuisisi menggunakan lima rasio keuangan. Margin laba bersih, laba bersih per saham, rasio lancar, utang terhadap ekuitas, total perputaran aset. Pengaruh merger dan akuisisi sebelum dan sesudah perusahaan harus diselidiki lebih dalam, tentang pengaruh variabel-variabel ini terhadap kinerja keuangan perusahaan untuk mendapatkan bukti yang lebih lengkap. Data dalam penelitian ini adalah laporan keuangan perusahaan dua tahun sebelum melakukan merger atau akuisisi dan dua tahun setelah melakukan merger atau akuisisi perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010 - 2017. Metode analisis data yang digunakan adalah Wilcoxon Sign Rank Tes menggunakan SPSS 25 untuk windows. Berdasarkan analisis data, dapat disimpulkan bahwa (1) Perbedaan dalam margin laba bersih tidak ada yang signifikan, (2) Perbedaan dalam Laba per saham tidak ada yang signifikan, (3) Perbedaan dalam rasio Lancar tidak ada yang signifikan, (4 ) Perbedaan Utang terhadap ekuitas tidak ada yang signifikan, (5) Perbedaan total perputaran aset ada yang signifikan. | The purpose of this research was to find out the differences the company’s financial performance before and after mergers or acquisitions in companies that carry out merger and acquisition activities using five financial ratios. Net profit margin, earnings per shares, current ratio, debt to equity, total asset turnover. The influence of mergers and acquisitions before and after the company must be investigated more deeply, about the influence of these variables on the company's financial performance to obtain more complete evidence. The data in this study are the company's financial statements two years before conducting a merger or acquisition and two years after conducting a merger or acquisition of companies registered in the Indonesia Stock Exchange period 2010 - 2017. The data analysis method used is the Wilcoxon Sign Rank Test using SPSS 25 for windows. Based on data analysis, it can be concluded that (1)Differences in Net profit margin there is no significant, (2)Differences in Earnings per share there is no significant, (3)Differences in Current ratio there is no significant, (4)Differences in Debt to equity there is no significant, (5)Differences in Total asset turnover there is significant. |