Artikelilmiahs
Menampilkan 25.501-25.520 dari 50.268 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 25501 | 28380 | J1D015046 | Kritik Sosial pada Lirik Lagu Album Benderang Terang Karya Iksan Skuter dan Implementasinya sebagai Bahan Pembelajaran Sastra di Sekolah Menengah Atas Kelas X (Kajian Sosiologi Sastra) | Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kritik sosial yang terdapat pada karya sastra, khususnya lirik lagu. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan wujud kritik sosial yang terdapat pada lirik lagu album Benderang Terang karya Iksan Skuter. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis, dengan data berupa lirik lagu yang terdapat pada album Benderang Terang karya Iksan Skuter yang mengandung muatan kritik sosial. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik baca dan catat, sedangkan teknik analisis data yang digunakan ialah teknik analisis isi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, wujud kritik yang ditemukan adalah: (1) kritik terhadap kebiasaan mengunggah konten karena tuntutan eksistensi di media sosial, (2) kritik terhadap kebiasaan memamerkan segala sesuatu ke media sosial, (3) kritik terhadap kebiasaan memberikan stereotip dan penilaian kepada orang lain secara subjektif, (4) kritik terhadap pengalihfungsian lahan pertanian untuk pembangunan pabrik, (5) kritik terhadap karakusan dan ketidakpedulian manusia kepada alam, (6) kritik terhadap eksploitasi yang dilakukan oleh industri besar kepada petani kopi, dan (7) kritik terhadap rusaknya moral manusia yang seakan-akan telah menuhankan uang. Hasil penelitian ini relevan sebagai bahan pembelajaran di SMA kelas X pada Kompetensi Dasar 3.16 Mengidentifikasi suasana, tema, dan makna beberapa puisi yang terkandung dalam antologi puisi yang diperdengarkan atau dibaca. Isu-isu yang dikritik dalam album tersebut merupakan isu kekinian yang dekat dengan realita di masyarakat terutama bagi generasi millenial sehingga diharapkan dapat membuat siswa lebih sadar dan peka terhadap permasalahan sosial yang ada, baik yang terdapat pada album tersebut maupun yang terdapat pada kehidupan sehari-hari. | This research was conducted to analyze social criticism in literary work, especially song lyrics. The purpose of this study is to describe the form of social criticism contained in the lyrics of the album Benderang Terang by Iksan Skuter. The method of this research is descriptive analysis method, with the data in the form of song lyrics found in the Benderang Terang album by Iksan Skuter which contain social criticism. The data collection techniques were reading and taking notes tecnique. The data analysis by analyzing the content of the song lyrics. Based on the research conducted, the researcher found some criticism as follows: (1) criticism of the habit of uploading content because of the demands of excistence on social media. (2) criticitism of the habit of exhibiting on social media. (3) criticism of the habit of giving stereotypes and judgments to tohers subjectively. (4) Criticism of the conversion of agricultural land for factory construction. (5) Criticism of human greed and indifference to nature. (6) Criticism of exploitation carried out by large industries to coffee farmers. And (7) criticism of the destruction of human morale that seems to have deified money. The results of this study are relevant to be used as learning material in high school class X in Basic Competence 3.16 Identifying the atmosphere, themes, and meanings of some poetry contained in the anthology of poetry that is played or read. The issues criticized on the album are current and closed to the reality in society, especially millenial generation so that expected to make students become more aware and sensitive to the social problems that exist, both those found on the album and those found in everyday life. | |
| 25502 | 28404 | E1A013108 | TINDAK PIDANA PENIPUAN MELALUI MEDIA ELEKTRONIK SHORT MESSAGE SERVICE (SMS) STUDI PUTUSAN PENGADILAN NEGERI SEKANG NOMOR 281/PID.B/2013/PN.SKG | ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh salah satu kasus penipuan melalui media elektronik short message service (SMS) yang dilakukan oleh Sofyan Als. Pian Bin Saing, Kardi Bin Kambe, Ramli Bin Juma, Lel. Surianto Als Tanto Bin Dalle, dan Lel. Kemmang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menelaah unsur-unsur dari pasal yang dilanggar oleh para terdakwa yaitu Pasal 378 KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) KUHP, dan untuk mengetahui pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan putusan pemidanaan terhadap para terdakwa pada kasus tindak pidana penipuan melalui media elektronik short message service (SMS). Dari hasil penelitian terhadap putusan perkara Nomor 281/pid.B/2013/PN.SKG, tentang tindak pidana penipuan melalui media elektronik short message service (SMS) yang diketahui bahwa telah terpenuhinya unsur-unsur Pasal 378 KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) KUHP tentang tindak pidana penipuan secara umum dengan mengesampingkan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yaitu tindak pidana penipuan yang dilakukan melalui media elektronik yang telah diatur secara khusus. Selanjutnya Hakim Pengadilan Negeri Sekang dalam menjatuhkan putusan pemidanaan telah mempertimbangkan pembuktian dengan alat-alat bukti yang sah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku yaitu keterangan saksi, petunjuk, keterangan terdakwa sendiri serta mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan yang meringankan, dengan demikian hal tersebut telah cukup sebagai dasar keyakinan hakim dalam menjatuhkan putusan pemidanaan terhadap terdakwa. | ABSTRACT This research is motivated by one of the real cases of criminal act of fraud through the short message service (SMS) electronic media conducted by Sofyan Als. Pian Bin Competing, Kardi Bin Kambe, Ramli Bin Juma, Lel. Surianto Als Tanto Bin Dalle, and Lel. Kemmang. This study aims to find out and examine the elements of the subsection violated by the suspects namely Subsection 378 of the Criminal Code Jo Subsection 55 Paragraph (1) of the Criminal Code, and to find out the legal considerations of judges in imposing convictions on defendants. From the results of the research on case decisions Number 281 / pid.B / 2013 / PN.SKG, about fraudulent acts through electronic short message service (SMS) which are known to have fulfilled the elements of Subsection 378 of the Criminal Code Jo Subsection 55 Paragraph (1) The Criminal Code concerning fraudulent crime in general by ruling out Law Number 11 Year 2008 concerning Information and Electronic Transactions, namely criminal acts of fraud committed through electronic media that has been specifically regulated. Furthermore, the Sekang District Court Judge in making the verdict of judgment has considered verification with valid evidence in accordance with the provisions of the applicable legislation, namely witness statements, instructions, statements of the defendant himself and considering matters that are burdensome and which mitigate, thus this was sufficient as the basis of the judge's conviction in making a decision on the conviction of the defendant. | |
| 25503 | 28443 | B1A016052 | PENGARUH KONSENTRASI INULIN YANG BERBEDA TERHADAP PRODUKSI BAKTERIOSIN Bifidobacterium sp. Bb2E DALAM KEMAMPUANNYA MENGHAMBAT BAKTERI Salmonella typhi | Saluran pencernaan diketahui mengandung berbagai macam bakteri, salah satunya adalah Bifidobacterium. Bifidobacterium merupakan salah satu dari kelompok bakteri asam laktat yang memiliki ciri seperti Gram positif, berbentuk batang Y/V, tidak berspora, tidak motil, anaerob. Bifidobacterium diketahui menghasilkan senyawa aktif bakteriosin yang dapat menekan pertumbuhan bakteri patogen seperti Salmonella typhi. Keberadaan senyawa prebiotik diketahui dapat mendukung pertumbuhan Bifidobacterium. Inulin diketahui sebagai prebiotik yang tersusun atas komponen nutrisi mengandung fruktan yang dapat meningkatkan aktivitas serta pertumbuhan dari mikrobiota spesifik di dalam saluran pencernaan dan sangat dimanfaatkan dalam dunia medis sebagai dietary fiber. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi inulin terhadap kemampuan bakteriosin Bifidobacterium Bb2E dalam menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi dan mengetahui konsentrasi optimal inulin bagi Bifidobacterium Bb2E dalam menghasilkan bakteriosin yang efektif dalam menghambat bakteri Salmonella typhi. Rancangan penelitian dilakukan secara eksperimental dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas lima perlakuan dengan pengulangan sebanyak tiga kali disetiap perlakuan. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa aktivitas penghambatan dari bakteriosin Bifidobacterium Bb2E tidak berpengaruh signifikan terhadap bakteri S. typhi setelah penambahan pengaruh variasi konsentrasi inulin. Selain itu, diketahui pula penambahan konsentrasi inulin sebesar 0,3% pada medium MRSB merupakan konsentrasi terbaik untuk meningkatkan kemampuan dari bakteriosin yang dihasilkan Bifidobacterium Bb2E dalam menghambat bakteri Salmonella typhi dengan luas penghambatannya mencapai 14 mm. | Bifidobacterium is one of a major member of bacteria that which usually present on the digestive tract. Bifidobacterium is one of lactic cid bacteria that has characteristics such as Gram-positive bacteria, rod shape (Y/V), does not form spore, non-motile and anaerobic. Bifidobacterium can produce bacteriocin to inhibit pathogenic bacteria, such as S. typhi. The presence of prebiotic supports growth of Bifidobacterium. Inulin is one of prebiotic contains fructant nutritionts which can increase the activity and growth of specific microbiota in digestive tract and also highly utilized in medical side as dietary fiber. The purposes of this research are to know the variation concentrations effect of inulin for the ability of bacteriocin which produced by Bifidobacterium Bb2E to inhibit S. typhi bacteria and to determine the best concentration of inulin as prebiotic for Bifidobacterium Bb2E in producing the bacteriocin to inhibit S. typhi. The experiment was conducted experimentally using Randomized Complete Design (RAL) which there are five treatments and three replications to obtain 15 experimental units. The result showed that antimicrobial activity of bacteriocin which produced by Bifidobacterium Bb2E was not significantly different on inhibiting S. typhi after the addition of inulin for each variation concentrations. Furthermore, the best concentration that can increase the ability of bacteriocin to inhibit S. typhi is 0,3% and its zone of inhibition to againt S. typhi run into 14 mm. | |
| 25504 | 28870 | A1A115007 | FAKTOR–FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BRAND TRUST TEH HIJAU “TONG TJI” DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN DI KOTA TEGAL | “Tong Tji” merupakan nama salah satu merek teh yang berada di Indonesia. Salah satu olahan teh kering milik “Tong Tji” adalah teh hijau. Peredaran teh hijau di Indonesia semakin menjamur yang menyebabkan tingkat persaingan teh hijau “Tong Tji’ dan merek lainnya semakin tinggi. Dari berbagai opsi teh hijau yang ada, konsumen dihadapkan kepada risiko dalam pembelian, untuk menanggulangi risiko tersebut maka diperlukan kepercayaan terhadap merek. Mengetahui pentingnya kepercayaan akan merek yang dapat mempengaruhi pembelian, maka dari itu kita perlu mengetahui factor-faktor apa yang dapat mempengaruhi brand trust sehingga dapat menaikkan kepercayaan konsumen pada sebuah merek. Maka dari itu penelitian bertujuan untuk mengetahui (1) mengetahui faktor-faktor yang dapat mempengaruhi brand trust teh hijau “Tong Tji”; (2) mengetahui pengaruh faktor-faktor brand trust yang dimiliki teh hijau “Tong Tji” terhadap keputusan pembelian. Penelitian dilaksanakan pada 31 oktober 2019 hingga 12 Desember 2019 melalui google form pada masyarakat Kota Tegal. Penentuan objek penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) dengan metode pengambilan sampel non-probability sampling dan menggunakan teknik insidental. Sasaran penelitian adalah orang yang sudah pernah atau sedang mengkonsumsi teh hijau “Tong Tji”. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, pencatatan dan studi pustaka. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1) brand trust pada konsumen teh hijau “Tong Tji” dipengaruhi oleh variabel brand characteristics, company characteristcs dan consumer-brand characteristics. 2) Faktor-faktor brand trust yang berpengaruh terhadap keputusan pembelian melalui brand trust adalah brand characteristics, company characteristcs, dan consumer-brand characteristics | Tong Tji" is one of the tea brands in Indonesia. One of the processed teas belonging to "Tong Tji" is green tea. The green tea trade in Indonesia is flourish increasingly, which causes high level of competition between "Tong Tji" and other brands to be even higher. From various green tea options that are available, consumers are faced with risks in purchasing. To overcome these risks, trust in the brand is needed. Knowing the importance of brand trust that can influence purchases, therefore we need to know what factors can influence brand trust so as to increase consumer confidence in a brand. Therefore the research aims to understand (1) knowing the factors that can influence the trust of the "Tji Tong" green tea brand; (2) determine the influence of brand trust factors owned by "Tong Tji" green tea on purchasing decisions. This research was conducted on 31 October 2019 to 12 December 2019 through Google form in the Tegal City community. Determination of the research object is done intentionally (purposive) with a non-probability sampling method and using incidental techniques. The research targets are people who aldready have drinking or still drinking "Tong Tji" green tea. Data collection is done by observation, recording and study of literature. Data were analyzed using descriptive analysis and path analysis. The results showed that, 1) brand trust in "Tong Tji" green tea consumers was influenced by brand characteristics, company characteristics and consumer brand characteristics. 2) Factors of brand trust that influence purchasing decisions through brand trust are brand characteristics, company characteristics, and consumer brand characteristics. | |
| 25505 | 28372 | J1E015009 | USING THE COMMUNICATIVE LANGUAGE TEACHING METHOD TO IMPROVE THE STUDENTS’ ENGLISH SPEAKING FLUENCY (An Experimental Study on the Eleventh Grade Students of SMAN 4 Purwokerto in the Academic Year of 2019/2020) | Penelitian yang berjudul “Pengggunaan metode pembelajaran Communicative Language Teaching untuk meningkatkan kelancaran berbahasa Inggris siswa (sebuah penelitian eksperimental kepada siswa kelas sebelas di SMAN 4 Purwokerto pada tahun ajaran 2019/2020)” bertujuan untuk menguji penerapan metode CLT di ruang kelas, untuk mencari tahu peningkatan siswa dalam kelancaran berbicara bahasa Inggris, dan untuk mengungkap faktor-faktor yang mempengaruhi setelah dilakukannya penerapan metode CLT tersebut. Penelitian ini menggunakan penelitian quasi. Subyek dari penelitian ini adalah kelas sebelas di SMAN 4 Purwokerto pada tahun ajaran 2019/2020. Populasinya sebanyak 340 siswa dibagi menjadi 10 kelas. Sampel yang digunakan pada penelitian terdiri dari dua kelas, kelas XI MIPA 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI MIPA 4 sebagai kelas kontrol. Data yang dikumpulkan berasal dari observasi, kuesioner, dan ujian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat bahwa penerapan metode CLT berhasil. Dapat dilihat dari lembar observasi bahwa guru mengikuti penerapan metode CLT, seperti guru menyiapkan materi dengan baik; materi yang disetujui oleh guru berdasarkan silabus dan kurikulum; guru memberikan instruksi dengan jelas; guru meminta siswa untuk berbicara dengan bebas, mendorong siswa untuk berbicara dalam bahasa Inggris, sepenuhnya berbicara dalam bahasa Inggris, dan memberikan tugas yang sesuai untuk meningkatkan kelancaran berbicara siswa. Selain itu, kelancaran berbahasa Inggris siswa juga meningkat. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji-t yang nilai-tnya adalah 5,752> table-t yang sama dengan 2,037 (5% atau 0,05 dari tingkat signifikansi). Ini berarti bahwa penerapan metode CLT memliki pengaruh yang signifikan maka hipotesis alternatif (Hi) dapat diterima. Selain itu, kelompok eksperimen telah meningkat secara signifikan setelah perawatan yang nilai rata-ratanya adalah 62,5-81. Hal ini juga didukung oleh hasil kuesioner dan pengamatan bahwa factor-faktor yang mempengaruhi siswa setelah penerapan metode CLT diantarnya adalah faktor kognitif, linguistik, dan afektif. | The research entitled “Using the Communicative Language Teaching Method To Improve the Students’ English Speaking Fluency (An Experimental Study on the Eleventh Grade Students of SMAN 4 Purwokerto in the Academic Year of 2019/2020)” aims to examine the implementation of CLT method in the classroom, figure out the students’ improvement in English speaking fluency, and reveal the influencing factors after the implementation of CLT method. This research used the quasi experimental. The subjects of this research were the eleventh grade students of SMAN 4 Purwokerto in the academic year of 2019/2020. The population was 340 students divided into 10 classes. The samples of this research were two classes: XI MIPA 1 as the experimental group and XI MIPA 3 as control group. The data were collected from observations, questionnaires, and tests. The result of this research shows that the implementation of CLT method was successful. It can be seen from the observation sheet that the teacher followed the implementation of CLT method, such as the teacher had prepared the materials well; the materials were approved by the teacher which based on the syllabus and curriculum; the teacher clearly gave the instructions; the teacher asked the students to speak freely, encouraged the students to speak in English, fully spoke in English, and provided the appropriate tasks to improve the students’ speaking fluency. Furthermore, the students’ English speaking fluency has improved. It can be seen from the t-test result which the t-value was 5.752 > t-table which was equal to 2.037 (5% or 0.05 of level significance). It means that the implementation of CLT method has significant effect that the alternative hypothesis (Hi) is accepted. In addition, the experimental group has significantly improved after the treatment in which the mean was from 62.5 to 81. It was also supported by the result of questionnaires and observations that the factors influencing after the implementation of CLT method were cognitive, linguistic, and affective factors. | |
| 25506 | 28930 | G1A016106 | Pengaruh Intensitas Penggunaan Media Sosial terhadap Tingkat Kecemasan dengan Fear of Missing Out sebagai Variabel Mediator | Pengaruh Intensitas Penggunaan Media Sosial Terhadap Tingkat Kecemasan Dengan Fear Of Missing Out Sebagai Variabel Mediator (Studi Pada Mahasiswa Jurusan Kedokteran Umum Unsoed Angkatan 2018) Ulya Jihan Muna, Hilma Paramira, Arfi Nurul Hidayah Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Indonesia ABSTRAK Latar Belakang : Salah satu dampak negatif yang ditimbulkan dari penggunaan media sosial adalah kecemasan berlebih. Hubungan antara intensitas media sosial dan kecemasan bersifat tidak langsung sehingga dibutuhkan adanya variabel mediator. Fear of Missing Out terpilih menjadi variabel mediator karena terbukti mampu memediasi hubungan antara penggunaan media sosial dan kesejahteraan psikologi. Mahasiswa kedokteran memiliki risiko mengalami kecemasan yang lebih tinggi sehingga dipilih sebagai subjek penelitian. Tujuan : Mengetahui pengaruh antara intensitas penggunaan media sosial terhadap tingkat kecemasan yang dimediasi oleh Fear of Missing Out. Metode : Rancangan cross sectional dilakukan pada 78 mahasiswa jurusan kedokteran umum fakultas kedokteran UNSOED angkatan 2018, pengambilan sampel dilakukan dengan cara total sampling. Data primer didapatkan melalui kuesioner. Pengisian kuesioner intensitas penggunaan media sosial dan Fear of Missing Out dilakukan melalui google form. Pengisian kuesioner TMAS dilakukan dengan cara paper based test. Hasil : Pada penelitian tidak ditemukan adanya pengaruh langsung yang signifikan antara intensitas penggunaan media sosial dan kecemasan (p = 0,755>0,05), tetapi ditemukan adanya pengaruh tidak langsung yang signifikan akibat faktor mediasi Fear of Missing Out sebesar (z=2,142>1.96) dan nilai pengaruh tidak langsung yang lebih besar dari pengaruh langsung (0,121>0,037). Kesimpulan : Tidak terdapat pengaruh langsung antara intensitas penggunaan media sosial terhadap tingkat kecemasan, tetapi terdapat pengaruh tidak langsung yang dimediasi oleh Fear of Missing Out. Kata Kunci : Media Sosial, Fear of Missing Out, Tingkat Kecemasan. | The Effect of Social Media Intensity on Anxiety Level with Fear of Missing Out as an Intervening Variable Ulya Jihan Muna, Hilma Paramira, Arfi Nurul Hidayah Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Indonesia ABSTRACT Background :One of the negative effect that can be inflicted by social media is excessive anxiety . The link beetwen social media and anxiety is mostly indirect, hence intervening variable is needed. Fear of Missing Out is chosen to be intervening variable because it can mediate the link between social media and psychological wellbeing. Medical students are at higher risk for anxiety, hence they were chosen to be the subject of this research. Aim : Knew the effect of social media intensity on anxiety level with Fear of Missing Out. Methods : A cross-sectional study was applied to 78 freshmen medical student (batch 2018). Sampling methode was done with total sampling technique. The primary data was collected with questionnaire. The social media intensity and FoMO questionnaire were filled through googleform, meanwhile the TMAS questionnaire was done with paper based test. Results : In this research, there is no significant direct effect beetwen social media intensity and anxiety level (p= 0,755>-0,005), but on the other hand, significant indirect effect is found. This result is caused by complete mediation of Fear of Missing Out (z=2,142>1,96) and the higher score of indirect effect compared to direct effect (0,121>0,037). Conclusions : There is no significant direct effect between social media intensity on anxiety level, but there is significant indirect effect mediated by Fear of Missing Out. Keywords: Social Media, Fear of Missing Out, Anxiety Level. | |
| 25507 | 28987 | A1D016125 | PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) PADA PERLAKUAN PEMATAH ANGIN TERHADAP WAKTU TANAM DAN VOLUME PENYIRAMAN DI LAHAN PASIR PANTAI | Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menentukan pengaruh pemberian pematah angin terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah di lahan pasir pantai, 2) Menentukan pengaruh waktu tanam dan volume penyiraman terhadap pertumbuhan dan hasil produksi bawang merah di lahan pasir pantai, dan 3) Menentukan interaksi antara pematah angin pada waktu tanam dan volume penyiraman yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah di lahan pasir pantai. Penelitian dilaksanakan selama musim kemarau dan musim penghujan sekitar 4 bulan, yaitu pada bulan Agustus sampai dengan November 2019 di lahan pasir Pantai Jetis Desa Jetis, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan rancangan pola petak terbagi (Split Plot Design) 3 faktor. Faktor pertama yaitu Pematah Angin (K) yang terdiri dari 2 taraf, yaitu K0 = Tanpa Pematah Angin dan K1 = Pematah Angin. Faktor kedua Waktu Tanam (W) dengan 3 taraf, yaitu W1= Agustus, W2 = September, dan W3= Oktober . Faktor ketiga dengan 3 taraf, yaitu Volume Penyiraman, yaitu V1= 5 mm/siram, V2=10 mm/siram, dan V3=15 mm/siram. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, panjang akar, jumlah akar, kehijauan daun, bobot akar segar, bobot akar kering, bobot segar daun, bobot daun kering, jumlah umbi, bobot umbi segar, bobot umbi kering, diameter umbi, hasil sgar tanaman, dan hasil umbi askip. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji F, apabila terdapat keragaman dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa : 1) Pemberian pematah angin dapat menurunkan pertumbuhan dan hasil bawang merah. Perlakuan pematah angin menghasilan umbi askip 11 t/ha dan tanpa pematah angin sekitar 11.4 t/ha. 2) Perbedaan waktu tanam menunjukan hasil terbaik pada bulan Agustus. Perbedaaan waktu tanam berpengaruh terhadap hasil umbi askip yaitu sebesar 18,45 t/ha, 12,1 t/ha, dan 3,16 t/ha untuk hasil bulan Agustus, September, dan Oktober. 3) Pemberian volume penyiraman 15 mm/siram menunjukan hasil terbaik. Pengaruh volume penyiraman menghasilkan umbi askip sebesar 10,67 t/ha, 11,27 t/ha, dan 11,75 t/ha untuk hasil volume penyiraman 5 mm/siram, 10 mm/siram, dan 15 mm/siram. 4) Waktu tanam September dengan tanpa pematah angin memberikan hasil terbaik. Pengaruh interaksi pematah angin dan waktu tanam menghasilkan umbi askip sebesar 11.23 t/ha. 5) Volume penyiraman 15 mm/siram dengan tanpa pematah angin memberikan hasil terbaik. Pengaruh interaksi pematah angin dan volume penyiraman menghasilkan umbi askip sebesar 11.23 t/ha. 6) Waktu tanam Agustus dengan volume penyiraman 10 mm/siram memberikan hasil. Pengaruh interaksi waktu tanam dan volume penyiraman menghasilkan umbi askip sebesar 11.23 t/ha. 7) Waktu tanam Agustus dengan volume penyiraman 15 mm/siram tanpa adanya pematah angin memberikan hasil terbaik. Pengaruh interaksi pematah angin,waktu tanam, dan pematah angin menghasilkan umbi askip sebesar 11.23 t/ha. | This study aims to: 1) Determine the effect of the administration of windbreaks on the growth and yield of shallots in coastal sandlands, 2) Determine the effect of planting time and watering volume on growth and yield of shallots in coastal sandlands, and 3) Determine the interactions of windbreaks at various planting times and watering volumes that affect the growth and yield of shallots in the coastal sandy land.. The study was conducted during the dry season and the rainy season around 4 months, namely in August to November 2019 in the coastal sandy land Jetis Jetis Village, Nusawungu District, Cilacap Regency. The experimental design used was a Complete Randomized Block Design (RCBD) with aSplit Plot Design3 factor. The first factor is the Wind Breaker (K) which consists of 2 levels, namely K0 = No Wind Breaker and K1 = Wind Breaker. The second factor is Planting Time (W) with 3 levels, namely W1= August, W2 = September, and W3= October. The third factor with 3 levels, namely Watering Volume, namely V1= 5 mm / flush, V2= 10 mm / flush, and V3= 15 mm / flush. The observed variables were plant height, number of leaves, leaf area, root length, number of roots, leaf greenness, fresh root weight, dry root weight, fresh leaf weight, dry leaf weight, number of tubers, fresh tuber weight, dry tuber weight, diameter tubers, crop sgar yields, and askip tuber yields. The data obtained were analyzed using the F test, if there is diversity followed by the DMRT (Duncan Multiple Range Testtest)at 5% level. The results showed that: 1) Giving a windbreak can reduce growth and yield of shallots. Treatment of windbreaks resulted in askip tubers 11 t / ha and without windbreaks around 11.4 t / ha. 2) The difference in planting time showed the best results in August. The difference in planting time affects the askip tuber yields of 18.45 t / ha, 12.1 t / ha, and 3.16 t / ha for the results of August, September and October. 3) Provision of watering volume 15 mm / flush shows the best results. The effect of watering volume produces askip tubers of 10.67 t / ha, 11.27 t / ha, and 11.75 t / ha for the results of watering volume of 5 mm / flush, 10 mm / flush, and 15 mm / flush. 4) September planting time without wind breaker gives the best results. The effect of windbreak interaction and planting time yielded askip tubers of 11.23 t / ha. 5) Watering volume of 15 mm / flush with no windbreak gave the best results. The influence of wind breaker interaction and watering volume produces askip tubers of 11.23 t / ha. 6) August planting time with a watering volume of 10 mm / flush gives the best results. The effect of interaction of planting time and watering volume yields askip tubers at 11.23 t / ha. 7) August planting time with 15 mm watering / flush volume without windbreak gives the best results. The influence of windbreak interaction, planting time, and produce askip tubers is 11.23 t / ha. | |
| 25508 | 29017 | C1C015074 | Pengaruh Proporsi Dewan Komisaris Independen, Kepemilikan Institusional, dan Komite Audit terhadap Penghindaran Pajak | Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh proporsi dewan komisaris independen, kepemilikan institusional, dan latar belakang keahlian akuntansi atau keuangan komite audit terhadap penghindaran pajak dalam perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2014-2018. Populasi penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur yang listing di BEI pada periode 2014-2018 yang berjumlah 139 perusahaan. Perusahaan yang dijadikan sampel menggunakan metode purposive sampling. Jumlah sampel yang memenuhi kriteria sampel dengan metode purposive sampling adalah 54 perusahaan. Data kemudian dianalisis dengan menggunakan metode analisis regresi linear berganda. Hasil analisis data menunjukkan hasil: (1) Proporsi dewan komisaris independen berpengaruh menurunkan tindakan penghindaran pajak; (2) Kepemilikan institusional berpengaruh menurunkan tindakan penghindaran pajak; (3) Latar belakang keahlian akuntansi atau keuangan komite audit tidak berpengaruh terhadap penghindaran pajak. | This paper aims to analyze the influence of independent commissioners, institutional ownership, and audit committee on company’s tax avoidance on companies listed in Indonesia Stock Exchange in observation period of 2014-2018. Population used on this research are manufacturing companies listed on Indonesia Stock Exchange on the obsevation period of 2014-2018 which was 139 companies. Purposive sampling used in this study as sampling method and obtained 54 companies that meet the criteria of sample. Data analysis was performed by multiple regression. The results showed that: (1) Proportion of independent commissioners has negative effect on tax avoidance; (2) Institutional ownership has negative effect on tax avoidance; (3) The audit committee does not influence tax avoidance. | |
| 25509 | 28373 | C1G016013 | FACTORS AFFECTING GENDER GAP IN LABOR ABSORPTION IN THE PROVINCE OF CENTRAL JAVA IN 2017 | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dan mengidentifikasi tiap faktor yang paling memberikan pengaruh terhadap ketimpangan gender dalam penyerapan tenaga kerja di Provinsi Jawa Tengah menurut 35 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah tahun 2017. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dan regresi berganda double-log dengan alat bantu perangkat lunak EViews10. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata ketimpangan rasio penduduk bekerja terhadap jumlah penduduk di Provinsi Jawa Tengah sebesar 23.04 persen. Hasil dari regresi berganda double-log menunjukkan bahwa: (1) Pada model statistik laki-laki, variabel penduduk usia produktif, variabel rata-rata lama sekolah, dan variabel tingkat partisipasi angkatan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Jawa Tengah. Variabel yang paling berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja adalah tingkat partisipasi angkatan kerja, (2) Pada model statistik perempuan, variabel penduduk usia produktif dan variabel tingkat partisipasi angkatan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Jawa Tengah, namun variabel rata-rata lama sekolah berpengaruh negatif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Jawa Tengah. Variabel yang paling berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja adalah jumlah usia produktif. Berdasarkan hasil estimasi perbandingan pada kedua model, laki-laki dan perempuan, menunjukkan bahwa masih ada ketimpangan gender dalam penyerapan tenaga kerja di Jawa Tengah tahun 2017. | This study aims to analyze the influence and identify of each factor that most influential to the gender gap in labor absorption in Central Java province according to 35 regencies/cities in the Province of Central Java in 2017. This study used descriptive analysis and double-log multiple regression methods with EViews10 software tools. The descriptive analysis results showed that the average gap of employment-to-population ratio in Central Java province is 23.04 percent. The results of double-log multiple regression show that: (1) In the men’s statistical model, the productive-age population variable, the mean years of schooling variable, and the labor force participation rate variable have a positive and significant influence to the labor absorption in the Central Java Province. The most influential variable to the labor absorption is the labor force participation rate, (2) In the women’s statistical model, the productive-age population variable and the labor force participation rate variable have a positive and significant influence to the labor absorption in Central Java Province, but the mean years of schooling variable has a negative and significant influence to the labor absorption in Central Java Province. The most influential variable to labor absorption is the productive-age population. Based on comparison of the estimation results of the two models, men and women, show that there is still a gender gap in labor absorption in the Central Java Province in 2017. | |
| 25510 | 28871 | J1A016029 | A Depiction of Gender Role in the Movie of Incredibles 2 (2018) | Penelitian yang berjudul “A Depiction of Gender Role in the Movie of Incredibles 2 (2018)” bertujuan untuk mengetahui peran gender yang digunakan untuk melihat bagaimana film ini dibangun dan menegakkan peran gender. Peneliti menggunakan metode kualitatif untuk menganalisis data. Data primer dari penerilitian ini adalah film Incredibles 2 (2018) karya dari Brad Bird. Selain itu, peneliti menggunakan teori peran gender, dan teori sinematografi untuk melihat bagaimana gender adalah sebuah performa dan juga untuk mendapatkan hasil bahwa peran gender berubah dari waktu ke waktu. Peran gender dalam Incredibles 2 (2018) didasarkan pada teori performativitas Judith Butler untuk menunjukkan kepada pembaca bahwa penggambaran peran gender dalam film sedikit berbeda dari konstruksi social pada umumnya. Gagasan Butler tentang performativitas mengacu pada tindakan performa yang dilakukan oleh individu berulang kali seperti yang tergamar dalam Incredibles 2 (2018) di mana Bob dan Helen melakukan pembalikan peran gender dan berbagi tanggung jawab yang sama dalam keluarga. Bob dulunya adalah pencari nafkah keluarga, sementara Helen adalah ibu rumah tangga penuh waktu yang mengurus anak-anak dan rumah. Karena mereka tidak lagi memegang peran gender tradisional; oleh karena itu, mereka mulai berganti peran. Bob menjadi suami rumah tangga dan pengasuh keluarga, sementara Helen adalah wanita pekerja. | The research entitled “A Depiction of Gender Role in the Movie of Incredibles 2 (2018)” aims to figure out the gender roles which are used to look at how the film constructs and upholds gender roles. The researcher used a qualitative method to analyze the data in which the primary data are taken from Brad Bird’s Incredibles 2 (2018). Additionally, the researcher used gender roles and cinematography theory to look at how gender is a performance and also to gain a result that gender roles are changing overtimes. The gender role in Incredibles 2 (2018) is based on Judith Butler’s theory of performativity to show the readers that the portrayal of gender roles in the movie is slightly different from social construction. Butler’s notion of performativity refers to an act of performance that an individual is doing repeatedly as described in Incredibles 2 (2018) where Bob and Helen do the gender role reversal and share the same responsibilities in the family. Bob is previously shown as the breadwinner of the family and the main earner while Helen is a full-time stay-at-home mother who takes care of the children and the house. Since they no longer hold the traditional gender role; therefore, the movie demonstrates how they start to swap gender assigned tasks. Accordingly, the gender roles are showcased as Bob is being the househusband and the caretaker of the family while Helen is a working woman. | |
| 25511 | 28931 | C1I016043 | Analysis of Audit Findings Related To Concession Receivables: Case Study | Komitmen untuk menindaklanjuti temuan audit diperlukan untuk entitas. Piutang konsesi dari Kementerian Perhubungan selalu menjadi temuan selama tiga tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis temuan audit terkait dengan piutang konsesi untuk pelayanan jasa kebandarudaraan di Kementerian Perhubungan. Dalam menganalisis tindak lanjut temuan audit, penulis menggunakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus untuk menggambarkan bagaimana dan mengapa piutang konsesi untuk pelayanan jasa kebandarudaraan menjadi temuan audit selama tiga tahun di Kementerian Perhubungan. Informan yang dipilih ditentukan secara purposif. Diharapkan untuk memahami dan terlibat langsung dalam menindaklanjuti temuan audit terkait dengan piutang konsesi untuk pelayanan jasa kebandarudaraan. Dengan demikian, data yang diperoleh lebih representatif. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa pengelolaan penerimaan negara bukan pajak dari Konsesi Peayanan Jasa Kebandaraudaraan di Direktorat Jenderal Perhubungan Udara tidak memadai. Temuan audit yang terkait dengan piutang konsesi kurang adanya penegasan terkait dengan berlakunya perjanjian, durasi, dan mekanisme rekonsiliasi konsesi. Kemudian, hak dan kewajiban para pihak belum terpenuhi. Tindak lanjut atas temuan audit telah berjalan dengan baik, namun, belum sepenuhnya sesuai dengan rekomendasi BPK. Selain itu, kendala yang terjadi dalam penyelesaian tindak lanjut temuan adalah terkait masih menunggu disepakatinya perjanjian konsesi baru. Oleh karena itu, solusi yang tepat adalah berkoordinasi lebih lanjut berkenaan dengan menyelesaikan temuan audit dari piutang konsesi untuk mengoptimalkan pengelolaan penerimaan negara bukan pajak dari Kementerian Perhubungan. Kontribusi dari hasil penelitian ini adalah sebagai saran untuk meningkatkan komitmen Kementerian Perhubungan dalam menyelesaikan temuan audit lanjutan terkait dengan piutang konsesi untuk layanan bandara. | Commitment to following up on audit findings is an obligation for the entity. Concession receivables from the Ministry of Transportation have always been a finding for three years. This study aims to analyze audit findings related to concession receivables for airport services at the Ministry of Transportation. In analyzing the follow-up on audit findings, the authors used qualitative research with a case study method to illustrate how and why concession receivables for airport services were the findings of a three-year audit at the Ministry of Transportation. The informants chosen were determined purposively. It expected to understand and be directly involved in following up on audit findings related to concession receivables for airport services. Thus, the data obtained are more representative. The results of this study illustrate that the management of non-tax state revenue from the Civil Service Services Concession at the Directorate General of Civil Aviation is inadequate. Audit findings related to concession receivables lack of confirmation to the validity of the agreement, duration, and mechanism of reconciliation of the concession. Then, the rights and obligations of the parties have not fulfilled yet. Follow-up on the audit findings has been going well. The obstacle occurs related to waiting for the approval of the new concession agreement. Therefore, the right solution is to coordinate further about completing audit findings from concession receivables to optimize the management of non-tax state revenue from the Ministry of Transportation. The contribution of the results of this study is as a suggestion to increase the commitment of the Ministry of Transportation in completing further audit findings related to concession receivables for airport services. | |
| 25512 | 28376 | J1D015037 | PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI MENGGUNAKAN METODE INQUIRY LEARNING BERBANTU MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS VIII B SMP GUNUNGJATI KEMBARAN | Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis puisi dengan menerapkan metode inquiry learning berbantu media gambar pada siswa kelas VIII B SMP Gunungjati Kembaran. Siswa pada kelas tersebut berjumlah 29 siswa yang terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan. Pelaksanaan penelitian dilaksanakan pada tahap prasiklus, siklus I dan siklus II. Desain penelitian ini merupakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan prosedur pelaksanaan tindakan yang dilaksanakan dua siklus. Prosedur penelitian ini meliputi rencana, tindakan, observasi, refleksi, sedangkan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik tes dan nontes. Teknis analisis data yang digunakan yaitu analisis data kuantitatif dan kualitatif. Teknik kuantitatif digunakan untuk menilai hasil tes menulis puisi dengan tema kasih sayang pada tahap prasiklus, tema pemandangan alam pada siklus I dan tema profesi pada siklus II. Data kualitatif yang digunakan pada penelitian ini berupa observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi. Pelaksanaan pembelajaran pada tahap prasiklus hanya menggunakan ceramah, tanya jawab, dan penugasan, sedangkan pada tahap siklus I dan siklus II diterapkan metode inquiry learning berbantu media gambar. Hasil penelitian menunjukkan perolehan nilai keterampilan menulis puisi dan perubahan perilaku belajar pada siswa kelas VIII B SMP Gunungjati Kembaran. Hasil tes keterampilan menulis puisi diperoleh dari tahap prasiklus, siklus I dan siklus II. Perolehan nilai rata-rata pada tahap prasiklus sebesar 65,68 dengan persentase ketuntasan sebesar 27,58%. Selanjutnya, pada tahap siklus I diperoleh nilai rata-rata sebesar 76,72 dengan persentase ketuntasan sebesar 62,07%, dan pada siklus II memperoleh nilai rata-rata sebesar 84,65 dengan persentase sebesar 89,65%. Perubahan perilaku belajar yang terjadi mengarah ke arah positif yaitu siswa memperhatikan penjelasan dari peneliti, siswa yang tidak tahu menjadi tahu, siswa aktif bertanya apabila mengalami kesulitan, dan siswa lebih percaya diri dengan hasil pekerjaannya, sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menulis puisi menggunakan metode inquiry learning berbantu media gambar pada siswa kelas VIII B SMP Gunungjati mengalami peningkatan. | This research is to improve the writing skills of poetry by implementing inquiry learning method with picture media for class VIII B SMP Gunungjati Kembaran. There is 29 students in this class, consist of 13 boys and 16 girls. The research is doing by three steps, pre-cycle, the cycle I, and the cycle II. The research design is Class Research Act with the procedure consist of two cycle. The procedures are planning, acting, observating, and reflecting. The technique of data collecting is test and nontest technique. The analysis data technique used in this research is quantitative and qualitative technique. The quantitative technique is to scoring the test of poetry writing with the love topic at the pre-cycle step, nature topic at the cycle I, and occupation topic at the cycle II. The qualitative data in this research is from observation, questionnaire, interview, and documentation. The implementation of learning in the pre cycle is only used lecture, question and answer, and assignment, for the cycle I and the cycle II used inquiry learning method with the picture media. Based on the result of this research, the average score in pre cycle is 65,68 with 27,58% accomplishment of learning, the average score for the cycle I is 76,72 with 62,07% accomplishment of learning, and improvement for the cycle II raise 84,65 with 89,65% accomplishment of learning. The behavior change of learning in the students tend to more positive in each cycle. Some of the behaviour change are the willingness to pay attention in learning activity, the student could more active in the class if they have a problem during the study and the student was more confident with their result of study, so that can be conclude that there is an improvement in poetry writing skills used inquiry learning method with picture media in class VIII B SMP Gunungjati Kembaran. | |
| 25513 | 28953 | C1A016024 | Analisis Tingkat Elastisitas Permintaan Dan Penawaran Daging Sapi Di Provinsi Jawa Barat Periode Tahun 2013-2018 | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis elastisitas permintaan dan penawaran daging sapi di Provinsi Jawa Barat. Jenis data pada penelitian ini adalah sekunder runtut waktu tahun 2013-2018 dan data silang dua puluh delapan kabupaten/kota. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisis regresi data panel dan analisis elastisitas harga permintaan dan penawaran, elastisitas silang serta elastisitas pendapatan. Berdasarkan hasil penelitian, analisis data dengan menggunakan regresi data panel dan analisis elastisitas menunjukkan bahwa: (1) harga daging sapi memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap permintaan daging sapi, (2) harga daging ayam memiliki pengaruh negatif yang tidak signifikan terhadap permintaan daging sapi, (3) harga telur ayam memiliki pengaruh positif yang tidak signifikan, (4) pendapatan perkapita dan jumlah penduduk memiliki rpengaruh positif yang signifikan terhadap permintaan daging, (5) harga daging sapi memiliki pengaruh positif yang signifikan dalam tingkat signifikansi 10% terhadap penawarn daging sapi (6) produksi daging ayam dan produksi telur ayam berpengaruh positif yang tidak signifikan terhadap penawaran daging sapi, (7) populasi sapi potong memiliki pengaruh negatif yang tidak signifikan, (8) Elastisitas permintaan dan elastisitas penawaran di Provinsi Jawa Barat bersifat inelastis dan elastis, (9) peningkatan pendapatan perkapita menunjukkan konsumsi masyarakat semakin bervariasi sehingga pada tahun 2018 daging sapi merupakan barang mewah di Provinsi Jawa Barat, (10) Daging ayam dan telur ayam di Provinsi Jawa Barat pada tahun 2013 dan 2014 merupakan barang komplementer akan tetapi di tahun 2015-2018 daging ayam dan telur ayam merupakan barang substitusi. | This study attempts to analyze elasticity of a demand and supply of beef in west java. The study use secondary data in the year of 2013-2018 and cross section for twenty-eight districts/cities. The data analysis in this research use regression analysis paneling and price data analysis elasticity demand and supply, cross elasticity and income elasticity. Based on the results of the study, analyzing data by using panel data regression and elasticity analysis shows that: (1) the price of beef has a significant negative impact on beef demand, (2) the price of chicken has a insignificant negative impact on beef demand, (3) the price of chicken eggs has an insignificant positive effect, (4) per capita income and total population has a significant positive effect on meat demand, (5) the price of beef has a significant positive effect on the 10% of significance level on beef bidding (6) chicken meat production and chicken egg production do not have significant positive impact on beef supply, (7) beef cattle population has an insignificant negative impact, (8) demand elasticity and supply elasticity in West Java Province are inelastic and elastic, (9) an increase in per capita income shows consumption society is increasingly varied so that in 2018 beef is a luxury item in West Java Province, (10) Chicken meat and chicken eggs in West Java Province in 2013 and 2014 are complementary items but in 2015-2018 chicken meat and chicken eggs are substitute goods. | |
| 25514 | 28377 | F1F015049 | KEBIJAKAN INDONESIA DALAM MERESPON PEMBATASAN IMPOR KELAPA SAWIT OLEH AMERIKA SERIKAT | Abstrak Penelitian yang berjudul “Kebijakan Indonesia Dalam Merespon Pembatasan Impor Kelapa Sawit Oleh Amerika Serikat dengan prespektif Kepentingan Nasional dan menggunakan instrumen diplomasi dan hubungan bilateral Indonesia dan Amerika Serikat. Fokus penelitian ini adalah menganalisis apa saja kebijakan dari Pemerintah Indonesia dalam merespon pembatasan impor kelapa sawit oleh Amerika Serikat. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah Indonesia menetapkan tiga kebijakan. Pertama, upaya diplomasi sebagai upaya memerangi stigma negatif kelapa sawit. Kedua, membentuk dewan yang bernama Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC). Ketiga, mengalihkan ekspor minyak kelapa sawit ke negara lain, selain Amerika dan Uni-Eropa. | Abstract The study entitled "Indonesian Policy in Responding to the Restrictions on Oil Palm Imports by the United States with the perspective of National Interest and using diplomatic instruments and bilateral relations between Indonesia and the United States. The focus of this research is to analyze the policies of the Government of Indonesia in response to restrictions on palm oil imports by the United States. The conclusion from the results of this study is that Indonesia established three policies. First, diplomatic efforts as an effort to combat the negative stigma of oil palm. Second, forming a board called the Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC). Third, divert palm oil exports to other countries, besides the United States and the European Union. | |
| 25515 | 28382 | G1A016043 | PERBEDAAN JUMLAH DAN DIAMETER PULAU LANGERHANS TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) PASCA INDUKSI PARADOXICAL SLEEP DEPRIVATION DAN TOTAL SLEEP DEPRIVATION | Kurang tidur (sleep deprivation) dapat menyebabkan stres oksidatif pada organ pankreas. Stres oksidatif berhubungan dengan Reactive Oxygen Species (ROS) menyebabkan disfungsi sel beta pankreas. Disfungsi sel beta pankreas berpengaruh terhadap histopatologi pulau Langerhans pankreas dan berubah secara fungsi maupun struktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan jumlah dan diameter pulau Langerhans pada tikus putih (Rattus norvegicus) pasca induksi paradoxical sleep deprivation dan total sleep deprivation. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental murni dengan desain post test only with control group. Hewan coba yang digunakan adalah tikus putih jantan galur Wistar sebanyak 30 ekor dibagi secara acak menjadi 3 kelompok, yaitu A (kontrol sehat), B (Paradoxical Sleep Deprivation 20 jam/hari selama 8 hari), dan C (Total Sleep Deprivation 24 jam/hari selama 8 hari). Model sleep deprivation menggunakan modified multiple platform method (MMPM). Organ pankreas dibuat preparat histologi dengan pewarnaan Hematoksilin Eosin (HE). Jumlah dan diameter pulau Langerhans diamati dengan mikroskop pada perbesaran 400x. Hasil rerata jumlah pulau Langerhans tertinggi hingga terendah adalah kelompok A (22,90±13,54), C (22,00±10,34), dan B (21,33±6,42). Uji One-Way ANOVA menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan (p>0,05). Rerata diameter pulau Langerhans tertinggi hingga terendah adalah kelompok A (0,213±0,019) mm, B (0,160±0,011) mm, dan C (0,132±0,031) mm. Uji One-Way ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan (p<0,05) kemudian uji Post-Hoc LSD menghasilkan perbedaan rerata yang signifikan (p<0,05) pada kelompok A-B, A-C, dan B-C. Penelitian ini menunjukkan tidak terdapat perbedaan jumlah pulau Langerhans tikus putih (Rattus norvegicus) jantan yang diinduksi stres sleep deprivation dan kontrol, sedangkan pada analisis terhadap diameter pulau Langerhans menunjukkan hasil yang lebih rendah pada tikus putih yang diinduksi stres sleep deprivation dibandingkan kontrol. | Sleep deprivation can cause oxidative stress in the pancreas which causes pancreatic beta cell dysfunction. Pancreatic beta cell dysfunction affected the histopathology of the islets Langerhans. This study aims to determine the differences between the number and diameter islet Langerhans of albino rat (Rattus norvegicus) after paradoxical sleep deprivation (PSD) and total sleep deprivation (TSD). This study was true experimental posttest only with control group design. Animals used were 30 male Wistar albino rats divided randomly into three groups, A (healthy control), B (PSD 20 hours/day for 8 days), and C (TSD 24 hours/day for 8 days). The sleep deprivation model used a modified multiple platform method (MMPM). Pancreatic organs were made histological preparations by hematoxylin eosin (HE) staining. The number and diameter islet Langerhans have been seen under a microscope at magnifications of 400x. The highest to the lowest islet Langerhans number were group A (22.90 ± 13.54), C (22.00 ± 10.34), and B (21.33 ± 6.42). One-Way ANOVA test showed no significant difference (p> 0.05). The highest to the lowest diameter of the islet Langerhans were group A (0.213 ± 0.019) mm, B (0.160 ± 0.011) mm, and C (0.132 ± 0.031) mm. One-Way ANOVA test showed a significant difference (p <0.05) then the Post-Hoc LSD test resulted in a significant difference (p <0.05) in the A-B, A-C, and B-C groups. This study showed that there were no difference in the number of islet Langerhans in albino rats (Rattus norvegicus) induced by sleep deprivations and healthy control, whereas an analysis of the islet Langerhans diameter found lower results in rats induced by sleep deprivation. | |
| 25516 | 28378 | L1A015045 | PEMETAAN SALINITAS, TEKSTUR TANAH, LUASAN DAN KERAPATAN MANGROVE DI SEGARA ANAKAN BAGIAN BARAT, CILACAP | Penelitian ini berjudul Pemetaan Salinitas, Tekstur Tanah, Luasan dan Kerapatan Mangrove di Segara Anakan Bagian Barat, Cilacap. Mangrove merupakan vegetasi yang tumbuh di daerah pesisir berair payau dan dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Tujuan dari penelitian untuk memetakan luas dan kerapatan mangrove serta tingkat salinitas, tekstur tanah, pH, nitrat, fosfat dan pirit di Segara Anakan bagian barat, Cilacap. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei dengan simple random sampling pada 20 stasiun berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas kawasan mangrove di Segara Anakan bagian barat, Cilacap adalah 3.125,55 ha dengan nilai kerapatan berkisar antara 133 – 3 346 ind/ha. Nilai sebaran salinitas berkisar 27 – 36 ppt, katagori terkstur tanah liat, nilai sebaran pH berkisar 5,6 – 7,6, nilai sebaran nitrat (NO3) berkisar 0,67- 0,792 mg/L, sebaran nilai fosfat (PO4) berkisar 0,068 – 0,120, dan nilai sebaran pirit (FeS2) berkisar 1,03 – 1,40. | This research entitled Mapping Salinity, Soil Texture, Area and Density of mangrove in Western Segara Anakan, Cilacap. Mangroves are vegetations can grow in brackish coastal areas which are affected by sea tides. The purpose of this research was to mapping the area and density of mangroves as well as the level of salinity, soil texture, pH, nitrate, phosphate and pyrite in western Segara Anakan, Cilacap. The research method used the survey method with 20 stations and used simple random sampling. The results showed mangrove area in western Segara Anakan, Cilacap was 3.125.55 ha with class the diversity value of mangrove species ranged between 133 – 3.346 ind/ha. The salinity distribution value ranged between 27-36 ppt, the category of soil texture was clay, the pH distribution value ranged between 5.6 to 7.6, The nitrate (NO3) ditribution value ranged between 0,67- 0,792 mg/L. The phosphate (PO4) ditribution value ranged between 0,068 – 0,120. The pyrite (FeS2) ditribution value ranged between 1,03 – 1,40. | |
| 25517 | 28374 | L1A015015 | PENGARUH ENDOSULFAN (INSEKTISIDA) TERHADAP JARINGAN OVARIUM IKAN NILEM (Osteochilus hasselti) SELAMA 30 HARI | Penelitian ini berjudul “Pengaruh Endosulfan (Insektisida) terhadap Jaringan Ovarium Ikan Nilem (Osteochilus hasselti) Selama 30 Hari”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran ovarium ikan nilem akibat paparan endosulfan selama 30 hari. Metode dalam penelitian ini yaitu eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan 4 konsentrasi endosulfan yang berbeda, yaitu 0 ppb; 0,88 ppb; 1,76 ppb dan 2,64 ppb yang dipaparkan selama 30 hari dengan frekuensi pengambilan sampel 2 minggu sekali. Penelitian ini dilakukan melalui 8 tahap, yatu fiksasi, dehidrasi, clearing, infiltrasi, embedding, pemotongan, penempelan, dan pewarnaan. Data kuntitatif proporsi tahapan oosit dianalisis dengan uji One Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi endosulfan yang diberikan pada hewan uji tidak memberikan hasil yang signifikan pada setiap perlakuan. Hal ini dapat disebabkan karena konsentrasi endosulfan yang diberikan tidak mempengaruhi proporsi tahapan oosit. | This research is entitled “Effect of Endosulfan (Insecticide) in Ovarian Tissue of Nilem Fish (Osteochilus hasselti) for 30 Days”. This study aims to describe about ovary of nilem fish due to exposure impact of endosulfan for 30 days. The method used a completely randomized design with the treatment of 4 different concentrations of endosulfan, ie 0 ppb; 0,88 ppb; 1.76 ppb and 2.64 ppb were presented for 30 days with sampling frequency 2 weeks. The research was carried out in 8 stages, namely fixation, dehydration, clearing, infiltration, embedding, cutting, pasting, and coloring. Quantitative data on the proportion of oocyte stages was analyzed by the One Way ANOVA test. The results showed that the concentration of endosulfan have not given significant results on each treatment. This is presumably because the concentration of endosulfan given has not affect the proportion of oocyte stages. | |
| 25518 | 28872 | D1A016205 | KONSUMSI PAKAN DAN BOBOT PANEN AYAM BROILER YANG DIBERI PAKAN ANTIBIOTIC GROWTH PROMOTERS DAN NON ANTIBIOTIC GROWTH PROMOTERS PADA KANDANG TERTUTUP | Penelitian ini berjudul “Konsumsi Pakan Dan Bobot Panen Ayam Broiler Yang Diberi Pakan Antibiotic Growth Promoters Dan Non Antibiotic Growth Promoters Pada Kandang Tertutup”. Penelitian ini dilaksanakan di 3 wilayah yaitu kabupaten Banyumas, Purbalingga, dan Cilacap pada bulan Desember 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi pakan dan bobot panen ayam broiler yang diberi pakan Antibiotic Growth Promoters dan Non Antibiotic Growth Promoters pada kandang tertutup. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan sasaran penelitian yaitu peternak ayam broiler yang menjadi kemitraan dengan PT Cemerlang Unggas Lestari dengan kepemilikan ayam broiler sebanyak 10,000-50,000 pada kandang tertutup. Rataan konsumsi pakan dengan Antibiotic Growth Promoters pada kandang tertutup dalam satu periode mendapatkan hasil 3,27±0,56 kg/ekor, sedangkan rataan konsumsi pakan dengan Non Antibiotic Growth Promoters pada kandang tertutup dalam satu periode mendapatkan hasil 3,16±0,48 kg/ekor (P</>0,05). Bobot panen dengan Antibiotic Growth Promoters pada kandang tertutup dalam satu periode mendapatkan hasil 1,95±0,23 kg/ekor sedangkan rataan bobot panen dengan Non Antibiotic Growth Promoters pada kandang tertutup dalam satu periode mendapatkan hasil 1,91±0,28 kg/ekor (P</>0,05). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu pakan dengan Antibiotic Growth Promoters dan pakan dengan Non Antibiotic Growth Promoters tidak berbeda nyata terhadap konsumsi pakan dan bobot panen ayam broiler. | This Study is entitled "Consumption of Feed and Harvest Weights of Broilers Given Antibiotic Growth Promoters and Non Antibiotic Growth Promoters Weight in a Closed Cage". This research was conducted in 3 areas, namely Banyumas, Purbalingga, and Cilacap in December 2019. This study aims to determine the relationship of feed consumption and harvest weight of broilers fed with Antibiotic Growth Promoters and Non Antibiotic Growth Promoters in closed cages. The research method used was a survey with the aim of the research being broiler chicken breeders who became a partnership with PT Cemerlang Poultry Lestari with ownership of broiler totaling 10,000-50,000 in closed cages. Average feed consumption with Antibiotic Growth Promoters in a closed cage in one periode to get results 3,27±0,56 kg/tail, while the average consumption of feed with Non Antibiotic Growth Promoters in a closed cage in one periode to get results 3,16±0,48 kg/tail (P</>0,05). Harvest weights with Antibiotic Growth Promoters in a closed cage in one periode get a result of 1,95±0,23 kg/tail, while the average weight of the harvest with Non Antibiotic Growth Promoters in a closed cage in one periode get a result of 1,91±0,28 kg/tail (P</>0,05). The conclusion of this study is that feed with Antibiotic Growth Promoters and feed with Non Antibiotic Growth Promoters were not significantly different from feed consumption and harvest weight of broiler chickens. | |
| 25519 | 28381 | F1B015100 | IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KANTONG PLASTIK BERBAYAR PADA PASAR MODERN (STUDI DI PASAR MODERN SUPER INDO GAJAHMUNGKUR SEMARANG | Indonesia merupakan negara berkembang yang tidak pernah berhenti memperbaiki lingkungan untuk masa depan. Jumlah sampah yang terus bertambah setiap tahunnya mendesak pemerintah menyusun strategi untuk menguranginya. Dengan berbagai cara pemerintah berusaha memusnahkan sampah yang menumpuk, namun sampah plastik sulit terurai dengan sempurna membuat banyak kalangan kesulitan untuk mengolahnya. Untuk mengatasi melonjaknya jumlah sampah plastik di Indonesia, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengeluarkan Surat Edaran Nomor S.1230/PSLB3-PS/2016 tertanggal 17 Februari 2016 tentang Harga dan Mekanisme Penerapan Kantong Plastik Berbayar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kebijakan kantong plastik berbayar pada Suoer Indo Gajahmungkur Semarang. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana implementasi kebijakan kantong plastik berbayar pada pasar modern Super Indo. Ditinjau dari aspek isi kebijakan (content of policy) dan lingkungan implementasi (context of implementation). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Sasaran penelitian ini adalah Manager Store Super Indo Gajahmungkur, konsumen Super Indo Gajahmungkur dan Kasi bidang pengawasan dan pemberdayaan lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa Implementasi Kebijakan Kantong Plastik Berbayar pada aspek isi kebijakan (content of policy) sudah cukup baik, dari kebijakan ini banyak masyarakat yang sudah mulai meninggalkan kantong plastik dan beralih ke tas belanja atau kardus, walaupun masih adanya ketidakjelasan dalam pengelolaan dana yang dikeluarkan masyarakat untuk membeli kantong plastik, namun sekarang seluruh pasar modern di Semarang sudah turut melaksanakan kebijakan kantong plastik berbayar. Pada aspek lingkungan implementasi (context of implementation) dapat dikatakan cukup baik, dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang sudah melakukan sosialisasi dan Super Indo Gajahmungkur Kota Semarang melakukan potongan harga untuk konsumen yang menggunakan kardus sebagai tempat belanja. Untuk keberhasilan implementasi kebijakan kantong plastik berbayar seharusnya Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang dan Super Indo Gajahmungkur Kota Semarang melakukan pengawasan lebih lanjut agar semua konsumen dapat mengikuti aturan dari surat edaran dan tujuan di keluarkannya surat edaran dapat terlaksana. | Indonesia is a developing country that never stops improving the environment for the future. The amount of waste that continues to grow every year urges the government to develop strategies to reduce it. In various ways the government is trying to destroy garbage that has accumulated, but plastic waste is difficult to decompose perfectly making it difficult for many people to process it. To overcome the soaring amount of plastic waste in Indonesia, the Ministry of Environment and Forestry issued Circular Number S.1230 / PSLB3-PS / 2016 dated 17 February 2016 concerning the Price and Mechanism of the Application of Paid Plastic Bags. This study aims to determine the implementation of a paid plastic bag policy at Suoer Indo Gajahmungkur Semarang. The problem in this research is how to implement the paid plastic bag policy in the modern Super Indo market. In terms of aspects of the policy content (content of policy) and the implementation environment (context of implementation). This study used qualitative research methods. The targets of this research are Super Indo Gajahmungkur Store Manager, Super Indo Gajahmungkur consumers and Kasi in the field of environmental supervision and empowerment in Semarang City Environment Agency. Based on the results of research that has been carried out that the Implementation of the Paid Plastic Bag Policy in the aspect of policy content (policy of policy) is quite good, from this policy many people have started to leave plastic bags and switch to shopping bags or cardboard boxes, although there are still unclear in the management funds were spent by the public to buy plastic bags, but now all the modern markets in Semarang have participated in implementing a paid plastic bag policy. In the aspect of implementation environment (context of implementation) it can be said that it is quite good, from the Semarang City Environment Office, they have conducted socialization and Super Indo Gajahmungkur Semarang City has discounted prices for consumers who use cardboard as a shopping place. For the successful implementation of the paid plastic bag policy the Semarang City Environmental Office and Super Indo Gajahmungkur City of Semarang should carry out further supervision so that all consumers can follow the rules of the circular and the purpose of issuing the circular can be implemented. | |
| 25520 | 28383 | B1J013194 | KEANEKARAGAMAN DAN DOMINANSI RUMPUT LAUT HIDROKOLOID PADA SUBSTRAT YANG BERBEDA DI PERAIRAN PANTAI KARANGTENGAH NUSAKAMBANGAN CILACAP | Perairan Pantai Karangtengah Nusakambangan Cilacap memiliki berbagai macam tipe substrat yaitu pasir, karang dan campuran. Kondisi pantai dengan banyak tipe substrat memungkinkan berbagai spesies rumput laut untuk tumbuh. Sehingga, perairan Pantai Karangtengah memiliki potensi keanekaragaman rumput laut yang tinggi. Namun, muncul spesies yang dominan dalam komunitas pada kondisi tertentu. Dominansi suatu spesies menunjukkan bahwa spesies tersebut dapat memanfaatkan sumberdaya dan lingkungan yang ada secara efisien daripada spesies lainnya. Rumput laut apabila diolah lebih lanjut akan menghasilkan senyawa hidrokoloid. Senyawa hidrokoloid memiliki banyak manfaat untuk menunjang kehidupan manusia. Informasi terkait keanekaragaman dan dominansi spesies rumput laut penghasil hidrokoloid di perairan Pantai Karangtengah belum banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan dominansi rumput laut penghasil hidrokoloid pada substrat yang berbeda di perairan Pantai Karangtengah Nusakambangan Cilacap. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan sampel yaitu metode transek acak terpilih. Sebanyak enam garis transek dibuat secara tegak lurus dengan garis pantai dan jarak antar transek 25 m. Setiap transek dibuat tiga plot yang masing-masing plot berukuran 1x1 m berdasarkan substratnya (karang, pasir, dan campuran). Parameter utama yang diamati yaitu jumlah biomassa dan jumlah spesies. Parameter pendukung yang diamati adalah faktor lingkungan yaitu temperatur, salinitas, pH, kecepatan arus dan kedalaman. Jumlah spesies rumput laut hidrokoloid yang ditemukan sebanyak 10 spesies rumput laut dengan rincian 3 spesies penghasil agar pada substrat, 2 spesies penghasil karaginan dan 5 spesies penghasil alginat. Nilai indeks keanekaragaman di perairan pantai karangtengah antara 0,6-2,0 tergolong keanekaragaman sedang. Nilai indeks dominansi di perairan pantai karangtengah antara 0,2-0,6 tergolong dominansi rendah. | The waters of Karangtengah Nusakambangan Cilacap have various types of substrates, namely sand, coral and mixture. Beach conditions with many types of substrates allow various species of seaweed to grow. The waters of Karangtengah Beach have the potential for high seaweed diversity. However, the dominant species appears in the community under certain conditions. The dominance of a species shows that the species can use the available resources and environment more efficiently than other species. Seaweed will produce hydrocolloid compounds when further processed. Hydrocolloid compounds have many benefits to support human life. Information regarding the diversity and dominance of seaweed producing hydrocolloid species has not been much studied in the waters of Karangtengah Beach. This study aims to determine the diversity and dominance of seaweed producing hydrocolloids on different substrates in the waters of Karangtengah Nusakambangan Cilacap. This study uses a survey method with a sampling technique that is the selected random transect method. Six transect lines were made perpendicular to the coastline and the distance between transects was 25 m. Each transect was made three plots, each plot measuring 1x1 m based on the substrate (coral, sand, and mixture). The main parameters observed were the amount of biomass and the number of species. Supporting parameters observed were environmental factors namely temperature, salinity, pH, current speed and depth. The number of hydrocolloid seaweed species found was 10 species of seaweed with details of 3 agar-producing species on the substrate, 2 carrageenan-producing species, and 5 alginate-producing species. The diversity index value in the coastal waters of Karangtengah between 0,6-2,0 was classified as moderate diversity. The dominance index value in the coastal waters of Karangtengah between 0,2-0,6 was classified as low dominance. |