Artikelilmiahs

Menampilkan 2.481-2.500 dari 48.733 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
248112248H1C011014RANCANG BANGUN SISTEM REKAM MEDIS DIGITAL (SRMD) UNIVERSAL BERBASIS WEB MENDUKUNG AKSES DARI MULTIPLATFORMDewasa ini perkembangan teknologi sudah mencapai sampai dimana teknologi tersebut bisa mengubah kualitas hidup manusia dalam melakukan aktifitasnya, baik dalam aktifitas belajar, bekerja, maupun bermain. Dalam dunia kesehatan misalnya, dalam bidang ini salah satu contoh yang membutuhkan peran serta teknologi adalah dalam bidang penyimpanan data kesehatan seseorang, atau rekam medis (medical record), medical record sangat berfungsi untuk kepentingan seseorang itu di masa depan, penyimpanan dalam bentuk digital diyakini akan lebih mudah dalam berbagai proses, misalnya sorting, searching, counting, dan lain sebagainya. Aplikasi penyimpanan digital disini diyakini perlu untuk dibuat, dengan beberapa metode pebuatan aplikasi pada umumnya beberapa langkah perlu dilakukan seperti mencari informasi tentang rekam medis, menentukan susunan media penyimpanan, merancang interface untuk pengguna, perhitungan kinerja sistem juga perlu dilakukan, sampai akhirnya siap untuk di aplikasikan. Aplikasi ini tentunya harus memenuhi syarat dasar tentang rekam medis yang sudah diatur dalam peraturan pemerintah, ataupun peraturan menteri terkait, seperti adanya rekam medis rawat jalan, rawat inap, maupun untuk gawat darurat. Aplikasi yang bisa diakses dari berbagai device yang berkembang pada saat ini juga perlu diwujudkan, untuk mempermudah akses aplikasi tersebut.
Nowadays, the development of technology has reached the extent to which these technologies can transform the quality of human life in performing its activities, both in learning activities, work, and play. In the world of health, for example, in this field one of the examples that require the participation of technology in the field of data storage is a person's health, or medical records, medical record functions to the benefit of a person in the future, storage in digital form is believed to be easier in various processes, such as sorting, searching, counting, and so forth. Digital storage applications need to be made here is believed, by some method pebuatan applications generally several steps need to be done such as searching for information on medical records, determining the composition of the storage media, designing interfaces for users, calculation of the performance of the system also needs to be done, until finally ready to be applied , This application would have to meet the basic requirements of the medical record that has been set in governmental regulations, or rules related ministers, such as the medical records of outpatient, inpatient, or for emergency. Applications that can be accessed from a variety of devices developed at this time also needs to be realized, in order to facilitate access to the application.
248212245H1D011034PERHITUNGAN SUSPENDED LOAD BERDASARKAN PREDIKSI DEBIT INFLOW DENGAN METODE THOMAS FIERING (STUDI KASUS WADUK SEMPOR)Waduk Sempor terletak di Desa Sempor, Kecamatan Gombong, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah. Pembangunan waduk ini dilaksanakan pada tahun 1958 dan memiliki luas daerah aliran sungai (DAS) 43 km2 dengan kapasitas tampungan 52.000.000 m3. Waduk ini dibangun dengan tujuan multifungsi yaitu untuk memenuhi kebutuhan energi listrik, irigasi, penyedia air baku PDAM, wisata, serta sebagai tempat penghasilan warga sekitar. Sebagai fungsi PLTA waduk ini mampu menghasilkan 6.000.000 kwh/tahun sedangkan kapasitas untuk daerah irigasi sebesar 11.000 m3/detik.
Penelitian ini yaitu menghitung sedimen suspended load berdasarkan prediksi debit inflow metode Thomas Fiering . Analisis ini dilakukan untuk mencari besar laju sedimen suspended load yang akan masuk ke waduk. Dari hasil penelitian ini, akan diketahui jumlah volume sedimen suspended load yang akan masuk ke dalam waduk selama 20 tahun yang akan datang, dengan asumsi tidak adanya perubahaan DAS. Berdasarkan analisis menggunakan menggunakan metode Thomas Fiering maka akan didapatkan debit inflow tahun 2014 hingga 2029. Setelah itu dilakukan perhitungan terkait volume sedimen suspended load yang akan masuk ke dalam waduk selama periode tersebut.
Hasil analisis sedimen dilakukan dengan dua asumsi, dimana konsentrasi sedimen yang digunakan adalah konsentrasi sedimen dari kedua rata-rata Sungai yang ada yaitu sebesar 0,181 gram/liter dapat menghasilkan angkutan sedimen suspended load sebesar 148.579 m3, sedangkan untuk asumsi kedua yaitu untuk debit total digunakan konsentrasi sedimen suspended load sebesar 0,347 gram/liter dan saat debit aliran baseflow sebesar 0,0149 gram/liter menghasilkan angkutan sedimen suspended load sebesar 251.608 m3. Dari hasil angkutan sedimen suspended load tersebut dilakukan perbandingan dengan tampungan aktif waduk sebesar 11,7 juta m3 masing-masing sekitar 1,2% dan 2% dari total keselurahan tampungan aktif waduk.


Sempor reservoir is located in Sempor village, Gombong, Kebumen, Central Java. This reservoir was built in 1958 and has 43 km2 of watershed with 52.000.000 m3 reservoirs capacity. The purpose of this reservoir are to comply electrical need, irrigation, PDAM water providers, tour, and as livelihood of local people. As a power plant, this reservoir can provide 6.000.000 kwh/year, moreover the capacity of the irrigation area is 11.000 m3/second.
The research is about calculation of suspended load sediment based on prediction of inflowing discharge into the reservior using Thomas Fiering method. The analysis are aim to know the amount of suspended load sediment rate that flows into the reservoir. From this research can be known the volume of suspended load sediment that flows into the reservoir within the next 20 years, with the assumption there is no change in watershed. From the analysis that use Thomas Fiering method, it will be obtained inflowing discharge from year 2014 to 2029. After that the volume of sediment that will flow into the reservoir within period can be calculated.
The result of sediment analysis is obtained based on two assumption, where the first assumption is concentration of sediment was based on the average concentration of both river, which is equal to 0,181 gram/litre that can produce 148.579 m3 transport sediment suspended load, and for the second assumption is total dischare use 0,347 gram/litre suspended load sediment concentration and when the baseflow is 0,0149 gram/litre produce 251.608 m3 suspended load sediment transport. From the result of suspended load sediment transport of 11,7x106 m3. The volume of sedimentation are respectively 1,2% and 2% from total active reservoir.
248312246H1L011029RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI LAYANAN LEGALISIR ONLINE FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN BERBASIS OBJECT ORIENTED PROGRAMMINGLegalisir adalah pengesahan suatu dokumen duplikasi sehingga dokumen tersebut dapat berfungsi seperti dokumen aslinya. Dokumen yang dilegalisir salah satunya adalah ijazah dan transkrip nilai, baik untuk urusan melamar pekerjaan, memenuhi persyaratan data pekerjaan, dan lain sebagainya. Pada Fakultas Teknik Universitas Jenderal Soedirman, pelayanan legalisir ijazah dan transkrip nilai memerlukan alumni datang ke kampus mengantarkan dokumen yang akan dilegalisir serta membutuhkan waktu dalam proses legalisir. Hal tersebut menimbulkan masalah bagi banyak alumni yang bertempat tinggal di luar daerah dan sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak memiliki waktu untuk mengantarkan dokumen yang akan dilegalisir ke kampus. Oleh karena itu, untuk menanggulangi permasalahan tersebut dibutuhkan Sistem Informasi Layanan Legalisir Online (SILLO) yang berfungsi sebagai media pengajuan legalisir ijazah dan legalisir transkrip nilai sehingga alumni tidak lagi memerlukan datang ke kampus dan menunggu proses legalisir. Sistem informasi ini telah selesai dibuat menggunakan konsep object oriented programming (OOP) yang dirancang menggunakan UML (unified modeling language), Java sebagai bahasa pemrograman, serta MySQL sebagai basis datanya.Certification is a validation of a document duplication so that the document can serve as the original document. Certified copy one of which is a diploma and transcript, both of apply for a job, meet the requirement of the jobs data, and so forth. At the Faculty of Engineering Jenderal Soedirman University, certification services of diploma and transcripts requires the alumni come to campus to deliver the documents to be certified and need a time for process of legalization. This raises a problem for many alumni who reside outside the area and busy with work so did not have time for deliver documents to be certified to campus. Therefor, to overcome these probelms needed Information System of Online Certification Services (SILLO) which serve as a medium of filling certified copy of diploma and transcript so that graduates are not required to come to campus and wait for the proses certification. This information system has developed using concept of object oriented programming (OOP) is designed by UML (Unified Modeling Language), Java as a programming language, and MySQL as a database.
248412250H1D011016STUDI PRAKTEK ESTIMASI BIAYA TIDAK LANGSUNG PADA PROYEK KONSTRUKSI BANGUNAN GEDUNGEstimasi biaya merupakan salah satu langkah penting dalam perencanaan proyek konstruksi. Estimasi biaya terdiri dari estimasi biaya langsung dan estimasi biaya tidak langsung. Biaya langsung dapat dihitung dari perkalian harga satuan penawaran dan volume pekerjaan. Sedangkan estimasi biaya tidak langsung belum dapat diketahui komponen apa saja yang harus dihitung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kontraktor bangunan gedung kualifikasi menengah dalam menentukan estimasi biaya tidak langsung, komponen yang berperan dalam estimasi biaya tidak langsung, dan mengetahui model besarnya rasio biaya tidak langsung terhadap nilai total proyek serta hubungan nilai biaya tidak langsung. Data diperoleh dengan cara survei pada kontraktor bangunan gedung kualifikasi menengah di Jogjkarta menggunakan kuesioner dan wawancara. Sedangkan pengambilan sampel menggunakan metode purpsive random sampling. Data yang sudah terkumpul selanjutnya diolah dengan Microsoft Excel. Mekanisme yang digunakan pada proyek pembangunan gedung yang dilakukan oleh kontraktor dengan kualifikasi menengah di Jogjakarta berupa nilai tertentu dan persen (%) nilai terhadap total biaya proyek. Sedangkan komponen biaya tidak langsung yang paling diperhitungkan oleh kontraktor menengah komponen yang berpengaruh adalah biaya jaminan pelaksanaan, asuransi proyek (CAR), keuntungan (profit) dan biaya tak terduga (contingency). Pada proyek bangunan gedung dengan nilai total yang tinggi maka biaya tidak langsung yang harus dikeluarkan oleh kontraktor semakin besar pula, namun rasio biaya tidak langsung tersebut semakin kecil terhadap nilai total proyek yang semakin besar. Hubungan rasio biaya tidak langsung terhadap total nilai proyek dapat dirumuskan dengan y=-0,039ln(x)+1,0376. Sedangkan hubungan antara nilai biaya tidak langsung dengan total nilai proyek dapat dirumuskan dengan y = 652849174ln(x)-13679348571.The cost estimating is one important step in planning a contruction project. A cost estimating consists of estimating direct cost and estimating indirect cost. The direct cost can be counted from multiplication of bargaining unit cost and job volume. Meanwhile the estimating indirect cost hasn’t know yet which componet that should be counted. The objective of this research is to know how the building contractor with middle qualification to estimate indirect cost, the important component in estimating indirect cost, and to know model of how ratio of indirect cost toward total project value and the relation of indirect value. The data was collected by spreading survey to building contractors with middle qualification in Jogjakarta by using a qustioner and interview. Meanwhile the way of pick a sample was used a purposive random sampling technique. The data that has been collected furthermore will be procced using Microsoft Excel. The mecanism used in building contraction project which is done by building contractors with middle qualification in Jogjakarta such as absolute value and relative value toward total cost project. Meanwhile the most calculate component of indirect cost by middle qualification contractor is perfomance bond, Contractor’s All Risks (CAR), profit and contingency. In building constraction project with a higher total value, then the indirect cost which is issued by the constractor wil be higher, but the ratio of indirect cost will be smaller toward the total project cost which is higher. The relationof ratio indirect cost toward total value project can be formulated by y = -0,039ln(x)+1,0376. Meanwhile the relation between the value of indirect cost with the total value project can be formulatted by y = 652849174ln(x)-13679348571.
248512252E1A010152KEKUATAN PEMBUKTIAN KETERANGAN AHLI DALAM TINDAK PIDANA KEKERASAN FISIK DALAM RUMAH TANGGA (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan No : 16/Pid/Sus/2014/PN Kbm.)Permasalahan pada penelitian ini adalah bagaimanakah Pertimbangan Hakim dalam menjatuhkan Putusan dalam Perkara Nomor : 16/Pid/Sus/2014/PN KBM dan kekuatan pembuktian Keterangan Ahli dalam Tindak Pidana Kekerasan Fisik Dalam Rumah Tangga dalam Perkara Nomor : 16/PID/Sus/2014/PN KBM.
Metode pendekatan yang digunakan adalah yuridis normative dengan sumber berupa data sekunder. Data disajikan dalam bentuk uraian yang disusun secara sistematis dengan analisis kualitatif.
Hasil penelitian menunjukan dasar pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan Putusan dalam Perkara Nomor : 16/Pid/Sus/2014/PN KBM adalah pertimbangan yuridis yaitu perbuatan terdakwa telah terbukti dan memenuhi unsur-unsur yang terdapat dalam Pasal 44 ayat (3) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Akibat perbuatan terdakwa yang mengakibatkan korban meninggal dunia sebagaimana keterangan ahli yang bersesuaian dengan keterangan terdakwa serta hasil Visum et Repertum Nomor : 474.3/39591/IPJ/23-10-2013 tanggal 22 Oktober 2013 yang ditandatangani oleh Dr.M. Zaenuri Syamsu Hidayat, Sp.KF, MSi.Med. Pertimbangan sosiologis dimana hakim telah mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa sesuai dengan ketentuan pasal 197 ayat (1) huruf (f) KUHAP.
Kekuatan Pembuktian keterangan ahli dalam tindak pidana kekerasan fisik dalam rumah tangga dalam Perkara Nomor : 16/PID/Sus/2014/PN KBM adalah keterangan ahli yang diberikan dibawah sumpah dan disampaikan dimuka persidangan dan bersesuaian dengan keterangan terdakwa, berdasarkan pasal 186 KUHAP, maka keterangan ahli tersebut dapat dijadikan sebagai alat bukti yang sah sehingga mempunyai nilai kekuatan pembuktian yang sah.
Problems in this study is how consideration of the judge in imposing Verdict in Case Number: 16 / Pid / Sus / 2014 / PN KBM and the strength of evidence Description of Experts in Crime within Physical Domestic Violence in Case Number: 16 / PID / Sus / 2014 / PN KBM.
The method used is the juridical normative and sources in the form of secondary data. Data presented in the form of descriptions systematically arranged with qualitative analysis.
The results showed a consideration based on imposing law judge decision in Case Number: 16/Pid/Sus/2014/PN KBM is a juridical considerations that defendant has been proven and meets the elements contained in Article 44 paragraph (3) of the Constitution of the Republic Indonesia Number 23 of 2004 which is about the Elimination of Domestic Violence. Due to the actions of the defendant which resulted in death of the victim as well as corresponding expert testimony with the testimony of the accused as well as the results of Visum et Repertum Number: 474.3 / 39 591 / PII / 23-10-2013 dated October 22, 2013, signed by Dr.M. Zaenuri Syamsu Hidayat, Sp.KF, sociological MSi.Med. Sociological considerations which the judge has to consider the aggravating and relieve the defendant in accordance with the provisions of Article 197 paragraph (1) letter (f) of the Criminal Procedure Code.
Proving the strenght of expert testimony in criminal acts of physical violence in the household in Case Number: 16 / PID / Sus / 2014 / PN KBM is the expert testimony given under oath and delivered upfront trials and consistent with the testimony of the defendant, based on article 186 of the Criminal Procedure Code, the description of expert testimony can be used as legal evidence so as to have a valid proof strength values.
248612253E1A010092PEMERIKSAAN TINDAK PIDANA DISERSI DALAM PERADILAN MILITER “(Tinjauan Yuridis Terhadap Pengadilan Militer Bandung Nomor : PUT/13-K/PM.II-09/AD/II/2014)”.Dua masalah yang dibahas dalam skripsi ini adalah mengenai alat bukti yang membuktikan bahwa seorang anggota TNI melakukan tindak pidana desersi dalam putusan pengadilan militer nomor : PUT/13-K/PM.II-09/AD/II/2014 dan proses pemeriksan terhadap tindak pidana desersi di pengadilan militer dalam putusan pengadilan militer nomor : PUT/13-K/PM.II-09/AD/II/2014.
Untuk membahas permasalahan tersebut maka metode yang digunakan adalah yuridis normative dengan sumber data sekunder, data di sajikan dalam bentuk uraian yang disusun secara sistematis dengan analisis kualitatif.
Hasil penelitian ini mengenai alat bukti yang membuktikan bahwa seorang anggota TNI melakukan tindak pidana desersi dalam putusan pengadilan militer nomor : PUT/13-K/PM.II-09/AD/II/2014. Dengan alat bukti berupa 2 (dua) orang keterangan saksi dan alat bukti surat yang berupa surat keterangan desersi dari Danyonarmed, daftar hadir/absensi, surat jawaban dari Danyonarmed.
Proses pemeriksan terhadap tindak pidana desersi di pengadilan militer dalam putusan pengadilan militer nomor : PUT/13-K/PM.II-09/AD/II/2014. Diawali oleh Ankum memberikan laporan dan melimpahkan ke penyidik polisi militer yang dibantu provos, setelah lengkap berkas di limpahkan kepada oditur militer yang menyampaikan pendapat hokum kepada PAPERA maka Papera mengeluarkan SKAPPERA kepada oditur militer sehingga dapat dilimpahkan kepengadilan militer.
Two problems were discussed in this paper is the evidence that proves that a member of indonesia military (TNI) committed the crime of desertion in a military court decision numbers: PUT / 13-K / PM.II-09 / AD / II / 2014 and the examination of the offenses desertion at a court martial in a military court decision numbers: PUT / 13-K / PM.II-09 / AD / II / 2014.
To address these problems, the method used is normative juridical with secondary data sources, the data presented in the form of descriptions arranged systematically with qualitative analysis.
Results of this study regarding the evidence that proves that a member of TNI committed the crime of desertion in a military court decision numbers: PUT / 13-K / PM.II-09 / AD / II / 2014. With evidence in the form of two (2) people witness testimony and documentary evidence in the form of a desertion letter from Danyonarmed, attendance / absences, a letter of response from Danyonarmed.
The process of examination of the criminal offense of desertion at a court martial in the military court decision numbers: PUT / 13-K / PM.II-09 / AD / II / 2014. Preceded by Ankum provide reports and delegate to the military police investigator who assisted provost, after the complete file is handed over to military prosecutors who submit the legal opinion to Papera then Papera SKAPPERA issued to military prosecutors so it can be transferred to a military court.
248712255B1J010044PENGARUH PEMBERIAN PLUMBUM (Pb) DAN ASAM HUMAT TERHADAP PERTUMBUHAN AKAR TANAMAN NILAMPb (Plumbum) adalah logam berat bersifat toksik, dapat menurunkan produktivitas, dan kualitas hasil pertanian serta membahayakan kesehatan manusia. Salah satu upaya untuk mengurangi dampak toksik terhadap manusia, maka lahan budidaya yang tercemar logam berat dapat dimanfaatkan untuk budidaya tanaman industri seperti Nilam (Pogostemon cablin Benth). Toksisitas Pb pada tanaman dapat berkurang apabila Pb berada dalam bentuk komplek. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh interaksi antara pemberian asam humat dan logam Pb terhadap pertumbuhan akar nilam serta menentukan konsentrasi asam humat dan konsentrasi logam Pb yang dapat ditoleransi tanama nilam. Metode penelitian eksperimental, dengan Rancangan Acak Lengkap pola Faktorial 2 faktor. Faktor I adalah konsentrasi asam humat yang terdiri atas 0 ppm, 6000 ppm, dan 12000 ppm, sedangkan untuk faktor ke II adalah Konsentrasi Pb yang terdiri atas 0 ppm, 500 ppm, 1000 ppm. Kombinasi Pb 1000 ppm dan asam humat 6000 ppm (H1P2) merupakan kombinasi yang dapat ditoleransi untuk pertumbuhan akar tanaman nilam.Pb (Plumbum) is a toxic heavy metal, can decrease productivity and quality of agricultural products harmful to human health. One of the effort to reduce the toxic effects on humans is the farm that contaminated heavy metals can be utilized for the cultivation of industrial crops such as Patchouli (Pogostemon cablin Benth). Pb toxicity in plants can be reduced when Pb is in the form of the complex. The aim of this study was to determine the effect of the interaction between the administration of humic acid and Pb on root growth patchouli and determine the concentration of humic acid and metal concentrations of Pb is best for root growth patchouli. This study was conducted experimentally using factorial completely randomized design. The first factor were humic acid concentration of 0 ppm, 6000 ppm and 12000 ppm, while the second factor were Pb concentration of 0 ppm, 500 ppm, 1000 ppm. The results showed that growth of roots patchouli plant influenced by the interaction of Pb and humic acid. Combination of Pb 1000 ppm and 6000 ppm of humic acid (H1P2) were the best combination to stimulate the growth of roots patchouli plant.
248812019G1A011078HUBUNGAN ANTARA JUMLAH KONSUMSI ROKOK DENGAN TINGKAT KEASAMAN SALIVA DAN AKTIVITAS AMILASE SALIVA PADA MAHASISWA DI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMANHUBUNGAN ANTARA JUMLAH KONSUMSI ROKOK DENGAN TINGKAT KEASAMAN SALIVA DAN AKTIVITAS AMILASE SALIVA PADA MAHASISWA DI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN

Dhea Danni Agisty1, Joko Setyono1, Mustofa1
1Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Indonesia

Email : dhea_danni@yahoo.com
ABSTRAK
Latar Belakang : Merokok merupakan masalah kesehatan yang serius, angka mortalitasnya mencapai 6 juta per tahun. Mahasiswa perokok di Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman angkatan 2011 memiliki proporsi tinggi sebesar 36,9%. Merokok menganggu kesehatan mulut salah satunya dengan meningkatkan keasaman saliva, sehingga enzim amilase tidak bekerja maksimal. Keasaman tersebut dapat menimbulkan karies gigi, sedangkan aktivitas amilase saliva yang terganggu akan memperberat kerja pankreas untuk menghasilkan amilase.
Tujuan: Mengetahui hubungan antara jumlah konsumsi rokok dengan tingkat keasaman saliva dan aktivitas enzim amilase saliva pada mahasiswa perokok di Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto.
Metode : Desain penelitian ini observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, besar sampel 32 responden. Pengukuran keasaman saliva menggunakan pH meter dan aktivitas enzim amilase saliva menggunakan tes Benedict. Data penelitian dianalisis menggunakan Fisher Exact Test dan Chi Square Test.
Hasil : Terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara jumlah konsumsi rokok dengan tingkat keasaman saliva (p< 0,0001). Terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara jumlah konsumsi rokok dengan aktivitas enzim amilase saliva (p= 0,022). Terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara tingkat keasaman saliva dengan aktivitas enzim amilase saliva (p< 0,0001).
Kesimpulan : Terdapat hubungan antara jumlah konsumsi rokok dengan tingkat keasaman saliva dan aktivitas amilase saliva serta terdapat hubungan antara tingkat keasaman saliva dengan aktivitas enzim amilase saliva.
ASSOCIATION BETWEEN AMOUNT OF CIGARETTE SMOKERS CONSUMPTION WITH SALIVA ACIDITY AND SALIVARY AMYLASE ACTIVITY OF COLLEGE STUDENT AT JENDERAL SOEDIRMAN UNIVERSITY

Dhea Danni Agisty1, Joko Setyono1, Mustofa1
1Medical Faculty of Jenderal Soedirman University, Purwokerto, Indonesia

Email : dhea_danni@yahoo.com

ABSTRACT

Background : Smoking is significant health problem with nearly 6 million per year of mortality rate. There is high proportion about 36.9% of collegian smokers at Law Faculty of Jenderal Soedirman University 2011 class. Smoking activity reduce oral health, one of them by increasing saliva acidity, so the amylase enzym does not work optimally. The acidity cause dental caries, while reduced salivary amylase activity aggravate pancreas to produce amylase.
The Aims : Determine the association between the amount of cigarette consumption with saliva acidity and salivary amylase enzyme activity of college student smokers at Jenderal Soedirman University Purwokerto.
Method : The study design was observational analytic with cross sectional approach. Sample size was 32 subjects. The measurement of saliva acidity level used pH meter and the activity of salivary amylase used the Benedict test. Data were analyzed by Fisher Exact Test and Chi Square Test.
Result : There was association statistically significant between amount of cigarette smokers consumption with saliva acidity (p<0.0001). There was association statistically significant between amount of cigarette smokers consumtion with salivary amylase enzyme activity (p=0.022). There was association statistically significant between amount of saliva acidity with salivary amylase enzyme activity (p<0.0001).
Conclution : There was association between amount of cigarette smokers consumption with saliva acidity and salivary amylase enzyme activity with there was association between amount of saliva acidity with salivary amylase enzyme activity.
Keywords : Smoking Activity, Saliva Acidity, Salivary Amylase Activity
248912256H1H010012PRODUKSI IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) DAN KANDUNGAN AMONIA, NITRIT, DAN NITRAT PADA SISTEM HETEROTROFIK MENGGUNAKAN PROBIOTIKSistem heterotrofik adalah sistem budidaya perikanan yang menggunakan bakteri heterotrof untuk mengendalikan limbah nitrogen.Penerapan sistem heterotrofik dalam budidaya ikan memerlukan penggunaan bakteri, salah satunya dengan penambahan probiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis probiotik yang optimal untuk meningkatkan produksi ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) dan kualitas air pada sistem heterotrofik.Penelitian ini menggunakan 5 kolam terpal bundar dengan kepadatan 1000 ekor/14 g ikan lele dilakukan dengan lima perlakuan yang berbeda diantaranya; perlakuan kontrol (tidak menggunakan probiotik), probiotik dengan dosis 25 mL/m3, probiotik dengan dosis 50 mL/m3, probiotik dengan dosis 75 mL/m3, probiotik dengan dosis 100 mL/m3. Parameter yang diamati meliputi produksi ikan lele dumbo serta kandungan amonia, nitrit dan nitrat. Parameter kualitas air pendukung diukur meliputi oksigen terlarut, pH, dan suhu. Hasil pengamatan menunjukan produksi ikan lele dumbo berkisar antara 12023,90 g - 19499,15 g, dan kadar amonia, nitrit, dan nitrat, berkisar antara; amonia 0,65-85,44 mg/L, nitrit 0,02-7,52 mg/L, nitrat 0,27-5 mg/L. Dosis probiotik yang baik untuk produksiikan lele dumbo dan kualitas air pada sistem heterotrofik adalah pada kisaran 25-50 mL/m3.The heterotrophic system is a system of aquaculture which uses bacteria to restraining nitrogen wastes. The application of heterotrophic system in a fish culture requires bacterium, one of them are with adding probiotic. The study aimed to finds out the optimal doses of probiotic to increasing the production of african catfishes (Clarias gariepinus) and water qualities in the system. The study used 5 circular ponds with the density are about 1000-tails/14 g of catfishes which were done with 5 different treatments including; control treatments (without probiotics), probiotics with the doses of 25 mL/m3, 50 ml/m3, 75 mL/m3, and 100 mL/m3. The parameters were observed are the african catfish productions along with nitrate, nitrit, and ammonia contents. Water quality parameters of proponent were measured such as dissolved oxygen, pH, and the temperature. The result showed that the african catfish productions range from 12023,90 g to 19499,15 g, and the level of nitrate is 0,27-5 mg/L, nitrit 0,02-7,52 mg/L, and ammonia 0,65-85,44 mg/L. A good probiotic dose to produced the african catfish productions and water qualities was in a range of 25-50 mL/m3.
249012262E1A111004PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN AIR MINUM ATAS KERUGIAN SEBAGAI AKIBAT KEMACETAN ALIRAN AIR MINUM DI PDAM PELAYANAN WILAYAH CILONGOK BERDASARKAN UNDANG – UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN
Air merupakan kebutuhan hidup manusia, sehingga Pemerintah memberikan pelayanan berupa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Masyarakat sebagai konsumen mengeluhkan pelayanan PDAM karena kemacetan aliran air minum. Undang – Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (UUPK) menyatakan bahwa konsumen mempunyai hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan mengkonsumsi barang dan/atau jasa yaitu air bersih dari PDAM Pelayanan Wilayah Cilongok. Berdasarkan permasalahan tersebut, diperlukan perlindungan hukum kepada konsumen apabila terjadi kemacetan aliran air minum di PDAM Pelayanan Wilayah Cilongok berkaitan dengan hak konsumen untuk memperoleh kenyamanan, keamanan, keselamatan serta tanggung jawabnya.
Metode penelitian dilakukan secara pendekatan yuridis normatif, yaitu penelitian terhadap peraturan perundang – undangan khususnya UUPK dan Peraturan Daerah terkait dengan pengelolaan dan pelayanan air minum di PDAM serta didukung dengan wawancara kepada Kepala Pelayanan PDAM Wilayah Cilongok.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa UUPK mengatur hak konsumen yang dirugikan pelaku usaha, sesuai Pasal 4 huruf (a) UUPK PDAM Pelayanan Wilayah Cilongok melaksanakan kewajibannya yaitu memberikan pelayanan yang baik kepada pelanggan, menindak lanjuti setiap pengaduan atau laporan dari pelanggan, memberitahukan kepada pelanggan apabila akan terjadi gangguan aliran air minum akibat perbaikan jaringan pipa distribusi, dan sesuai Pasal 4 huruf (h) bertanggung jawab memberikan kompensasi ganti kerugian terhadap konsumen yang mengalami kerugian karena kemacetan aliran air minum berupa pelayanan terhadap konsumen untuk memperbaiki setiap kerusakan instalasi dan hal lain yang dapat menyebabkan kemacetan aliran air minum yang diakibatkan oleh kesalahan atau kelalaian dari pihak PDAM Pelayanan Wilayah Cilongok.
Water is a necessity of human life, that requires Government to supply the water served by the municipal waterworks (PDAM). Society as water consumer complain the service of PDAM for the jams of water flow. In act No. 8 of 1999 concerning to Consumer Protection (UUPK) said that the right of customer on comfort, security and safety in consuming goods and/or services in this case is pure water supplied by PDAM Cilongok Region Service. Therefore of these problems, required the law protection to the consumers when occurs the jams of water flow in the PDAM Cilongok Region Service particularly relating to the right of consumers to obtain comfort, security, safety and compensation for damages.
The research method is a normative juridical study, is a study of regulations in particular UUPK and related local regulations to the management and service of water in PDAM and supported by interviews to the Head of PDAM Cilongok Region Service.
The results study indicated that UUPK regulate the right of consumer are harmed by the business actor, in accordance with Article 4 (a) UUPK PDAM Cilongok Regional Services implement its obligation to providing a good service to customers, follow up any complaints or reports from customers, notify in advance to customers if there will be disruption in the flow of water due to the improvement of distribution pipelines, and in accordance with Article 4 (h) is responsible to provide compensation for damages to water customers who suffered losses due to jams of water flow in the form of customer services to repair any installations damage and other things that can cause jams of water flow caused by errors or omissions on the part of PDAM Cilongok Regional Services.
249112275F1I011019PEMBENTUKAN KOMUNITAS POLITIK DAN KEAMANAN ASEAN DITINJAU BERDASARKAN PERSPEKTIF KONSTRUKTIVISMEPenelitian yang berjudul “ Pembentukan Komunitas Politik dan Keamanan ASEAN Ditinjau Berdasarkan Perspektif Konstruktivisme” akan menganalisis terkait dengan pandangan konstruktivisme terhadap Komunitas Politik dan Keamanan ASEAN. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis pandangan konstruktivisme terhadap Komunitas Politik dan Keamanan ASEAN khususnya menganalisis pembentukan identitas kolektif yang merupakan faktor penting dalam pembentukan komunitas tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data telaah pustaka dengan mengumpulkan data-data sekunder seperti literatur, buku-buku, artikel ilmiah dan jurnal.
Hasil dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa Komunitas Politik dan Keamanan ASEAN merupakan salah satu pilar dari Komunitas ASEAN. Komunitas ini pertama kali digagas oleh Indonesia dan gagasan tersebut disetujui oleh para pemimpin ASEAN pada KTT ASEAN IX di Bali pada bulan Oktober 2003 dengan disahkannya Bali Concord II. Komunitas Politik dan Keamanan ASEAN ditujukan untuk mewujudkan perdamaian di kawasan termasuk masyarakat internasional. Komunitas ini bersifat terbuka, berdasarkan pendekatan keamanan komprehensif, dan tidak ditujukan untuk membentuk suatu pakta pertahanan maupun kebijakan luar negeri bersama.
Komunitas Politik dan Keamanan ASEAN merupakan suatu hasil dari konstruksi ide para pemimpin negara anggota ASEAN yang menginginkan adanya stabilitas keamanan di Asia Tenggara. Identitas kolektif merupakan faktor penting dalam pembentukan komunitas ini yang tercermin dalam empat variable ideational yang berkaitan dengan sumber identas kolektif, yaitu interdependence, common fate, homogenity, dan self-restraint. Selain identitas, komunitas ini juga dibentuk oleh norma yang tersaji dalam Treaty of Amity Cooperation dan ASEAN Way.

Kata Kunci: Komunitas Politik dan Keamanan ASEAN, Konstruktivisme dan Identitas Kolektif.

This research, titled "The Establishment of ASEAN Political and Security Community Evaluated Based on Constructivism Perspective" will analyze associated with constructivism view of the ASEAN Political and Security Community. The purpose of this research is to analyze the view of constructivism towards ASEAN Political and Security Community in particular analyze the formation of collective identity is an important factor in the formation of the community. This research was conducted with a descriptive qualitative method, and data collection using techniques literature review by collecting secondary data such as literature, books, scientific articles and journals.
As a results from this research, it can be summarized that the ASEAN Political and Security Community is one of the pillars of the ASEAN Community. This community was first initiated by Indonesia and the idea was approved by ASEAN leaders at the ASEAN Summit IX in Bali in October 2003 with the ratification of the Bali Concord II. ASEAN Political and Security Community is intended to bring about peace in the region including the international community. This community is open, based on a comprehensive security approach, and is not intended to constitute a defense pact and foreign policy together.
ASEAN Political and Security Community is a result of the construction of the idea of the leaders of ASEAN member countries who want the security and stability in Southeast Asia. Collective identity is an important factor in the formation of this community are reflected in the four ideational variables associated with the source collective our identity, namely interdependence, common fate, homogenity, and self-restraint. In addition to identity, this community is also shaped by the norms presented in the Treaty of Amity and Cooperation ASEAN Way.

Keywords: ASEAN Political and Security Community, Constructivism and Collective Identity.
249212259H1D011057PENGARUH SUSUNAN TIRAI BAMBU TERHADAP KEDALAMAN GERUSAN DI SEKITAR PILAR JEMBATANGerusan sedimen disekitar pilar disebabkan oleh gerusan lokal. Adapun gerusan lokal terjadi karena aliran sungai terhalang oleh pilar yang ada di sekitar sungai, sehingga menyebabkan perubahan aliran sungai dari kecepatan vertikal menjadi tekanan pada bagian depan pilar. Salah satu alternatif dalam mereduksi gerusan lokal yang terjadi adalah pemasangan tirai bambu di depan pilar.
Penelitian dilakukan dengan 4 variasi pemodelan tirai bambu yaitu pemodelan A tanpa menggunakan tirai bambu, dan untuk pemodelan B, C, D, menggunakan tirai bambu dengan variasi susunan tirai bambu yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan susunan tirai bambu yang paling efektif dalam mereduksi gerusan lokal.
Dari hasil penelitian didapatkan bahwa penggunaan tirai bambu pemodelan B didapatkan reduksi rata-rata gerusan 60.60%, pemodelan C didapatkan reduksi rata-rata gerusan 69.96%, dan pemodelan D didapatkan rata-rata gerusan 52.79%. Dari hasil diatas didapatkan bahwa susunan pemodelan yang paling efektif yaitu pemodelan C dengan reduksi rata-rata gerusan 69.96%.
Scour sediment around the pillars due to scours. As scours occurred because the flow of the river was blocked by pillars that surround the river, causing changes in the river flow of the vertical velocity into pressure on the front of the pillar. One alternative in reducing scours happened is the installation of bamboo curtain in front of the pillar.
The study was conducted with 4 variation modeling is modeling a bamboo curtain without using bamboo curtain, and for modeling B, C, D, using bamboo curtain bamboo curtain arrangement with a variety of different. This study aims to get the bamboo curtain arrangement is most effective in reducing scours.
The result showed that the use of bamboo curtain modeling and obtained an average reduction of 60.60% scours, modeling C obtained an average reduction scouring 69.96%, and the modeling of D obtained an average scouring 52.79%. From the above results showed that the most effective arrangement modeling is modeling C with an average reduction scouring 69.96%
249312301E1A009143DISPENSASI KAWIN (Tinjauan Yuridis Terhadap Penetapan Pengadilan Agama Purwokerto Nomor 0093/Pdt.P/2013/PA.Pwt)Pasal 7 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan mengatur tentang batas usia perkawinan yaitu 19 tahun bagi pria dan 16 tahun bagi wanita. Dalam keadaan tertentu, ketentuan pasal tersebut dapat disimpangi melalui Permohonan Dispensasi Kawin yang diatur dalam Pasal 7 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974. Permohonan Dispensasi Kawin dapat dikabulkan apabila ada keadaan mendesak dari kedua calon mempelai untuk segera melangsungkan perkawinan. Dalam tulisan ini dispensasi kawin dikabulkan karena calon isteri dari anak Pemohon dalam keadaan hamil tiga bulan, anak Pemohon sudah mempunyai penghasilan dan tidak ada larangan kawin antara keduanya sehingga apabila tidak segera dikawinkan akan timbul masalah-masalah baru seperti lahirnya anak luar kawin. Peneliti menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan analitis untuk mengetahui bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam menetapkan perkara yang terjadi di Pengadilan Agama Purwokerto dengan nomor register perkara 0093/Pdt.P/2013/PA.Pwt. Kesimpulan dari penelitian ini adalah hakim dalam menetapkan permohonan Dispensasi Kawin mendasarkan pada Pasal 7 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974; Pasal 49 ayat (2) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 jo Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 jo Undang-Undang Nomor 50 Tahun 2009 Tentang Peradilan Agama; kemampuan dan kemandirian dalam membangun rumah tangga; serta keadaan mempelai wanita yang sudah hamil 3 (tiga) bulan dan berdasar pada Al Qur’an Surat An-Nuur ayat 32 dan Sunnah Rasul, tetapi tidak memperhatikan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.Article 7 verse (1) Law Number 1 Year 1974 on Marriage regulates the marriage age limit which is 19 years old for men and 16 years old for women. In certain conditions, the rules in the article could be excluded through Marriage Dispensation plea as regulated in Article 7 verse (2) Law Number 1 Year 1974 on Marriage. Marriage Dispensation petition could be granted if there are urgent conditions from the groom and the bride to get married immediately. In this research, Marriage Dispensation was granted because the bride is in a pregnancy, the Pleader’s son already had income and no restriction for the both and if not married immediately will cause future problems such as the child will be born out of wedlock. Researcher is using normative-juridical method by statute approach and analytical approach to identify how was the judge’s consideration in settling the case in Religious Court of Purwokerto with case register number 0093/Pdt.P/2013/PA.Pwt. The conclusion of this research is that the judge in granting the Marriage Dispensation is based on Article 7 verse (2) Law Number 1 Year 1974; Article 49 verse (2) Law Number 7 Tear 1989 jo Law Number 3 Year 2006 jo Law Number 50 Year 2009 on Religious Justice; capability and independency in running a household; the bride’s three months old pregnancy condition and based on Al-Qur’an Surah An-Nuur verse 32 and Sunnah Rasul, but ignoring Law Number 35 Year 2014 on Changes To Law Number 23 Year 2002 on Child Protection.
249412261B1J010206KEANEKARAGAMAN RUMPUT-RUMPUTAN SUBFAMILI PANICOIDEAE DI BANTARAN SUNGAI BANJARAN KABUPATEN BANYUMASBantaran Sungai Banjaran merupakan area sempadan kiri dan kanan sungai yang merupakan ekosistem peralihan antara ekosistem terestrial dan ekosistem akuatik. Bantaran Sungai Banjaran memiliki keragaman vegetasi yang sangat tinggi diantaranya terdapat tumbuhan berkayu serta tumbuhan herba, salah satunya dari famili rumput-rumputan anggota subfamili Panicoideae. Rumput memiliki fungsi yang sangat besar bagi bumi antara lain sebagai penutup permukaan tanah dan mengurangi tingkat erosi daerah bantaran sungai. Kemampuan adaptasi dan distribusi yang tinggi dari rumput serta kesuburan tanah sekitar sungai mendorong perlunya dilakukan penelitian mengenai keanekaragaman rumput-rumputan subfamili Panicoideae di bantaran Sungai Banjaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman rumput-rumputan subfamili Panicoideae di bantaran Sungai Banjaran. Metode yang digunakan yaitu survei dengan teknik pengambilan sampel secara eksploratif. Bantaran Sungai Banjaran dibagi menjadi 9 stasiun. Spesies yang ditemui diambil, dideskripsikan karakter morfologinya, diidentifikasi, dianalisis secara deskriptif serta dibuat herbarium.
Hasil penelitian menunjukan bahwa ditemukan 22 spesies rumput anggota subfamili Panicoideae di bantaran Sungai Banjaran, yaitu 1). Axonopus compressus, 2). Brachiaria distachya, 3). Chloris barbata, 4). Coix lacruma-jobi, 5). Cymbopogon citratus, 6). Dichanthium caricosum, 7). Digitaria ciliaris, 8). Echinochloa colona, 9). Elionurus muticus, 10). Eragrostis unioloides, 11). Imperata cylindrica, 12). Ischaemum rugosum, 13). Microstegium fasciculatum, 14). Oplismenus compositus, 15). Panicum repens, 16). Paspalum conjugatum, 17). Pennisetum purpureum, 18). Pogonatherum paniceum, 19). Rottboellia cochinchinensis, 20). Setaria parviflora, 21). Sporobolus indicus, dan 22). Zea mays. Sementara itu stasiun II merupakan stasiun yang memiliki keanekaragaman spesies terbanyak. Spesies Paspalum conjugatum merupakan spesies yang paling sering dijumpai di Sungai Banjaran.
Riparian zone of river Banjaran is intermediate ecosystem between terestrial and aquatic ecosystem. Riparian zone have high vegetation diversity consisting of woody and herbaceous plants including subfamily Panicoideae. The grasses are to cover the ground surface and reduce riparian erosion. The high adaptation level, distribution abilities of grasses and riparian soil fertility are the factors to study about the diversity of subfamily Panicoideae grasses in Banjaran river riparian zone Banyumas regency. The study aims were to know the diversity of subfamily Panicoideae in Banjaran river riparian zone. The method used is survey with eksploratif sampling technique from plot I-IX. The spesies found along the Banjaran river were described, identified, descriptively analysed. The result of this research showed that there were 22 spesies of panicoideae, namely: 1). Axonopus compressus, 2). Brachiaria distachya, 3). Chloris barbata, 4). Coix lacruma-jobi, 5). Cymbopogon citratus, 6). Dichanthium caricosum, 7). Digitaria ciliaris, 8). Echinochloa colona, 9). Elionurus muticus, 10). Eragrostis unioloides, 11). Imperata cylindrica, 12). Ischaemum rugosum, 13). Microstegium fasciculatum, 14). Oplismenus compositus, 15). Panicum repens , 16). Paspalum conjugatum, 17). Pennisetum purpureum, 18). Pogonatherum paniceum, 19). Rottboellia cochinchinensis, 20). Setaria parviflora, 21). Sporobolus indicus, and 22). Zea mays.
249512263H1G010002HUBUNGAN PANJANG BERAT, FAKTOR KONDISI DAN NISBAH KELAMIN IKAN KIPER (Scatophagus argus) DI PLAWANGAN BARAT, SEGARA ANAKANIkan Kiper (Scathophagus argus) merupakan ikan yang tumbuh dan berkembang di perairan tropis, dan merupakan sumberdaya ikan di perairan Indonesia, khususnya di kawasan Segara anakan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan panjang berat dan rasio kelamin ikan Kiper (Scatophagus argus) serta mengetahui indeks kematangan gonad dan faktor kondisi ikan Kiper (Scatophagus argus) di Plawangan Barat, Segara Anakan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Marert 2015 sampai dengan April 2015 di Plawangan barat, Segara anakan. Metode penelitian menggunakan metode simple random sampling dengan berdasarkan sampel diambil menggunakan Gill net dan jaring Apong. Jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 168 ekor terdiri atas 78 ekor ikan betina dan 90 ekor ikan jantan. Metode analisis data untuk Hubungan panjang berat ikan Kiper dianalisis menggunakan Regresi, sedangkan Indeks gonad somatik dianalisis secara deskriptif. Faktor kondisi dan nisbah kelamin juga di analisis secara deskriptif. Hasil analis menunjukan pola pertumbuhan ikan Kiper jantan isometrik dan Betina allometrik (-) sedangkan Rasio kelamin antara jantan dan betina yaitu 115,384 %. Ikan kiper betina tergolong ikan yang kurus atau agak pipih karena faktor kondisinya berkisar antara 2,4129-3,4928. Ikan kiper jantan tergolong ikan yang kurus atau agak pipih karena faktor kondisinya berkisar antara 2,4339-4,1462. yang lebih pipih adalah ikan jantan. Nilai IGS ikan Kiper jantan berkisar antara 0.085% - 0,811% sedangkan betina ikan Kiper berkisar antara 0,099% - 0,171Scathophagus argus is a fish which grow and thrive in tropical waters, and it is fish resourches in Indonesian waters. The aim of this research was to determine the relationship of weight and length of the sex ratio Scatophagus argus as well as and to know the gonad maturation index and condition factor of Scatophagus argus in Plawangan Barat, Segara Anakan. This research was conducted in March 2015 through to April 2015 in western Barat, Segara Anakan. The research was using simple random sampling method based on a sample which is taken using Gill net and net Apong. The number of samples obtained 168 tail consists of 78 female and 90 male. Data analysis method for long relationship weight of Scatophagus argus were analyzed using a regression, while the somatic gonad index, conditions factor and sex ratio were analyzed descriptively. The analysis results show that growth patern of Scatophagus argus isometric and female allometric (-) while the sex ratio between males and females is 115.384%. Fish kiper female belonging thin or slightly flattened fish because of conditions ranging from 2.4129 to 3.4928. Scatophagus argus male belonging to the bony or slightly flattened because of conditions ranging from 2.4339 to 4.1462. which more flat is Scatophagus argus male. IGS Value Scatophagus argus male ranged between 0.085% - 0.811%, while the female ranged from 0.099% - 0.171.
249612264H1L011046RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PENGELOLAAN BENDA SITAAN NEGARA DAN BARANG RAMPASAN NEGARA BERBASIS WEB (STUDI KASUS RUMAH PENYIMPANAN BENDA SITAAN NEGARA KLAS II PURWOKERTO)Sistem Informasi Pengelolaan Basan Baran merupakan sebuah sistem yang dibangun dengan tujuan untuk mengelola dan menyimpan informasi mengenai benda sitaan negara (basan) dan barang rampasan negara (baran) yang berada di wilayah hukum kabupaten Banyumas. Pengelolaan yang terjadi pada pengelolaan basan baran diantaranya adalah proses penyimpanan basan baran dalam setiap tingkat pemeriksaan, mengeluarkan untuk kepentingan pemeriksaan, dan proses pengeluran/penghapusan basan baran. Basan dan baran tersebut secara administratif haruslah tercatat di RUPBASAN Klas II Purwokerto, tetapi secara fisik dapat disimpan di kepolisian, kejaksaan, ataupun pengadilan di wilayah hukum kabupaten Banyumas. Hal ini tentu akan membuat proses pengelolaan basan baran menjadi lebih lama mengingat jarak yang berjauhan antara kepolisian, pengadilan, kejaksaan, dengan RUPBASAN Klas II Purwokerto sedangkan RUPBASAN Klas II Purwokerto sebagai petugas pelayanan dituntut untuk melakukan fungsinya dengan efektif, efesien, cepat, terbuka, dan mudah. Berdasarkan kendala tersebut, maka dikembangakanlah Sistem Informasi Pengelolaan Basan Baran yang berperan dalam membantu pengelolaan basan baran secara mudah berbasis web database sehingga setiap pengguna dapat mengelola basan baran dan mengakses informasi tanpa batasan lokasi. Sistem tersebut dikembangkan dengan menggunakan framework CodeIgniter dengan bahasa pemrograman Hypertext Preprocessor (PHP), basis data MySQL, dan dengan metode pengembangan waterfall. Pengembangan ini diharapkan agar lebih mempermudah dalam pengelolaan basan baran.Basan Baran Management Information System is a system which is built with a goal for managing and storing information about state confiscated objets and state loot objects located in Banymas regency jurisdiction. Management that take a run in Basan Baran management consist of saving basan baran in each level of inspection process, releasing for inspection importance, and release/deletion basan baran process. Mentioned Basan and Baran in an administrative way should be recorded in RUPBASAN Klas II Purwokerto, but physically can be stored in Police, Attorney, or even Court in Banyuman regency jurisdiction. This will certainly make process of basan baran management become longer related a far distance between Police - Attorney - Court and RUPBASAN Klas II Purwoketo, while PUPBASAN Klas II Purwokerto as service officer is required to effectively, efficiently, rapidly, transparantly, and easily in running their function. Based on this concern, developed Basan Baran Management Information System which take a role in helping basan baran management easily in web-database-based with the result that all users are able to manage basan baran and access the information regardless location. This system is developed using Codelgniter framwork with Hypertext Preprocessor (PHP) language, MySQL database, and with waterfall development method. This development is supposed to ease basan baran management.
249712265F1D011015KONFLIK POLITIK PEMERINTAH DAN KOMUNITAS PENGGUNA TRANSPORTASI BARANANGSIANG (KPTB) DALAM PENERAPAN PERDA NOMOR 8 TAHUN 2011 PASAL 25 A TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH KOTA BOGOR 2011-2031 BIDANG OPTIMALISASI TERMINAL BARANANGSIANGPasca Era Reformasi, Negara Indonesia mulai memasuki tahap transisi demokrasi yang ditandai dengan adanya upaya pemerintah untuk memberikan kebebasan masyarakat khususnya untuk menyatakan pendapat. Hal ini ditunjukkan dengan munculnya berbagai isu-isu politik yang muncul di tengah masyarakat khususnya yang berkaitan dengan kebijakan. Salah-satu contoh hal tersebut adalah adanya konflik politik antara Pemerintah Kota Bogor dan Komunitas Pengguna Transportasi Baranangsiang dalam Kebijakan Perda No 8 Tahun 2011 tentang RTRW Kota Bogor Bidang Optimalisasi Terminal Baranangsiang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Kemudian data dianalisis menggunakan metode analisis model interaktif Miles dan Huberman. Pada awalnya, pemicu konflik yang timbul adalah adanya upaya Pemerintah Kota Bogor untuk melakukan optimalisasi Terminal Baranangsiang yang terintegrasi dengan pembangunan hotel dan supermarket. Dalam hal ini, proses konflik politik yang terjadi antara Pemerintah Kota Bogor dan KPTB mengalami tiga tahap konflik yaitu latent tension, nascent conflict, dan intensive conflict. Pada tahap latent tension terjadi pada tahap sosialisasi pemindahan terminal di mana masyarakat Terminal Baranangsiang tidak menyetujui rencana pemindahan tersebut. Setelah itu, konflik berubah menjadi nascent conflict di mana pertentangan mulai tampak ke permukaan dan diketahui oleh orang lain.. Setelah itu, pertentangan secara fisik dan penyampaian ideologi kelompok tersebut mulai dilakukan. Hal ini yang menunjukkan konflik telah berada dalam tahap intensive conflict dimana KPTB mulai menentang kebijakan tersebut dengan menunjukan aksi demonstrasi dan pemblokiran jalan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya konflik yang dilatarbelakangi oleh kurangnya koordinasi antara masyarakat dan pemerintah mulai dari tingkat eksekutif maupun di tingkat legislatif sehingga munculnya penolakan atas kebijakan yang telah dilakukan sebelumnya.In Post-Reform Era, the State Indonesia began to enter the stage of democratic transition marked by government efforts to provide the public, especially the freedom to express opinions. This is indicated by the emergence of various political issues that arise in the community, especially with regard to policy. One-on-one example of this is the political conflict between the City Government and the Community Transport Policy Baranangsiang in Regulation No. 8 of 2011 concerning the City Spatial Optimization of Terminal Baranangsiang Bogor field. The method used is descriptive qualitative method with case study approach. Then the data were analyzed using analysis method Miles and Huberman interactive model. At first, triggering the conflict that arises is the City Government efforts to optimize Terminal Baranangsiang integrated with the construction of hotels and supermarkets. In this case, the political conflict between the City Government and KPTB experienced three stages of the conflict that is latent tension, nascent conflict, and intensive conflict. At this stage of latent tension occurs in the promotion phase displacement terminal where Terminal Baranangsiang society does not approve of the removal plan. After that, the conflict turned into a nascent conflict where the conflict began to appear to the surface and be known by others. After that, the opposition physically and delivery of the group's ideology started. It is showing the conflict, has been under intensive conflict where KPTB began to oppose these policies by showing demonstrations and roadblocks. The conclusion from this study is that there is a conflict that has been overshadowed by the lack of coordination between the public and the government from the executive level as well as at the legislative level so that the appearance of the rejection of a policy that has been done before.
249812266B1J011161DISTRIBUSI TUNGAU PARASIT LARVA NYAMUK Aedes sp. PADA DAERAH ENDEMIS DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KABUPATEN KARANGANYAR
Kabupaten Karanganyar mempunyai 17 kecamatan, yang 6 kecamatannya dinyatakan sebagai daerah endemis penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Endemisitas DBD menggambarkan keberhasilan distribusi nyamuk Aedes sp. Dan kemungkinan mempengaruhi distribusi tungau parasit.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui familia tungau parasit yang menginfeksi larva nyamuk Aedes sp. dan menentukan poladistribusi tungau parasit pada daerah endemis Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Karanganyar. Penelitian ini mengunakan metode survai dengan penentuan unit sampel dengan teknik stratified sampling. Strata ditentukan dengan mengambil 6 kecamatan dari 17 kecamatan yang endemis DBD yaitu kecamatan Colomadu, Gondangrejo, Jaten, Tasikmadu, dan Kebakkramat. Setiap kecamatan ditentukan strata terendah berupa desa/kelurahanyang paling endemis. Data endemisitas DBD diperoleh dari Puskesmas tiap kecamatan. Penentuan teknik pengambilan sampel secara purposive (purposive sampling) berdasarkan strata terendah dengan pengambilan sampel larva nyamuk Aedes sp. yaitu Kecamatan Karanganyar di Kelurahan Bejen sebanyak 820 individu, Kecamatan Colomadu di Kelurahan Malangjiwan sebanyak 814 individu, Kecamatan Gondangrejo di Desa Wonorejo sebanyak 806 individu, Kecamatan Jaten di Desa Jaten sebanyak 820 individu, Kecamatan Tasikmadu di Desa Papahan sebanyak 835 individu, dan Kecamatan Kebakkramat di Desa Kemiri sebanyak 814 individu. Hasil identifikasi ditemukan 3 familia tungau parasit larva nyamuk Aedes sp. pada Kecamatan Karanganyar, Gondangrejo, Jaten, dan Tasikmadu yaitu Familia Pionidae, Familia Hydryphantidae, dan Familia Hydrachnidae, sedangkan pada Kecamatan Colomadu dan kebakramat tidak ditemukan tungau parasit. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kecamatan Karanganyar, Gondangrejo, Jaten, dan Tasikmadu pola distribusinya bersifat acak, sedangkan pada Kecamatan Colomadu dan Kebakramat pola distribusinya tidak diketahui.

Karanganyar sub-province has 17 districts that six of them were declared as the place of endemic disease of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF). The endemicity of DHF showed the success distribution of Aedes sp. It may give an effect to the distribution of parasite mites. The aim of this study is to determine the familia of mite parasite that infects the larvae of Aedes sp. and to determine the distribution scheme of parasitic mites in endemic areas of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) in Karanganyar. This research used survey method with the determination of the sample unit with stratified sampling technique. The strata were determined by taking the six districts of the 17 districts that are endemic of DHF. These district were Colomadu, Gondangrejo, Jaten, Tasikmadu, and Kebakkramat. Each district was determined the lowest strata in the form of village/sub-district that the most endemic. The data of DHF endemicity were obtained from each sub-district health center. The determination of purposive sampling technique was based on the lowest stratum by sampling of Aedes sp. larvae. The larvae taken from Karanganyar district in Bejen Sub-district were many as 820 individuals, 814 individuals Colomadu District in the Malangjiwan Sub-district, 806 individuals Gondangrejo District in the Wonorejo Village, 820 individuals Jaten District in the Jaten Village, 835 individuals Tasikmadu District in the Papahan village, and 814 individuals Kebakkramat District in the Kemiri Village. The identification results show that there were 3 familia mite parasite larvae of Aedes sp. in Karanganyar District, Gondangrejo, Jaten, and Tasikmadu namely Familia Pionidae, Hydryphantidae Familia, and Familia Hydrachnidae, while in Colomadu District and Kebakramat the parasitic mites were not found. The analysis showed that the distribution pattern in Karanganyar, Gondangrejo, Jaten, and Tasikmadu District was random, while in Colomadu District and Kebakramat District was not known.


249912270H1D011053KAPASITAS BEBAN TULANGAN BAMBU APUS DENGAN
PENAMBAHAN PIN DAN VARIASI DIAMETER TULANGAN PADA
MUTU BETON K-225
Kebutuhan akan penggunaan baja sebagai tulangan dalam struktur beton bertulang semakin meningkat. Dengan meningkatnya permintaan akan baja maka akan berpengaruh terhadap ketersediaan material baja yang semakin menipis karena baja merupakan material yang tidak dapat diperbaharui, oleh sebab itu membutuhkan suatu material yang dapat di perbaharui yang bisa menggantikan tulangan baja dan memiliki kuat tarik yang tidak kalah tinggi dengan baja, material yang bisa di gunakan sebagai alternatif adalah bambu. Bambu yang digunakan yaitu bambu apus. Pada penelitian terdahulu tulangan bambu yang digunakan disetarakan kapasitasnya dengan baja tulangan, karena tegangan bambu lebih kecil dari tegangan baja menyebabkan luasan tulangan bambu yang digunakan harus lebih besar untuk menyamai kapasitas baja tulangan. Namun pada kenyataan nya ketersediaan bambu dengan luas penampang yang menyamai kapasitas baja sulit didapatkan. Maka dari itu pada penelitian lanjutan ini, ukuran luas penampang bambu disamakan dengan luas penampang baja untuk menghindari dimensi bambu yang besar karena sulit didapatkan di lapangan.

Untuk mengantisipasi kelemahan sifat kembang susut bambu maka penggunaan pin jeruji besi sebagai perbaikan tulangan bambu akibat susut merupakan alternatif yang dipilih. Pin jeruji besi dengan diameter 2,5 mm akan ditanam pada tulangan bambu dengan arah lateral (arah x dan y). Eksperimen yang dilakukan adalah uji pull-out, untuk diameter 6 mm menggunakan variasi jumlah pin yang ditanam sebanyak 0, 2 dan 4 buah. kemudian untuk diameter 8 mm menggunakan variasi pin 0, 2, 4, dan 6. Sedangkan untuk diameter 10 mm menggunakan variasi pin 0, 2, 4, 6 dan 8. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa kapasitas beban terbesar pada diameter 6 mm, 8 mm, dan 10 mm terjadi pada benda uji yang memiliki variasi jumlah pin 2. Rasio kapasitas beban tertinggi dengan jumlah variasi pin dua untuk diameter 6 mm, 8 mm dan 10 mm berturut – turut adalah 0,98; 1,17; 0,97.

Kata kunci: beton, kapasitas beban, uji pull-out, pin jeruji besi, bambu apus.
The need for the use of steel as reinforcement in reinforced concrete structures is increasing. With the increasing demand for steel will affect the availability of steel material dwindling because steel is a material that can not be renewed, and therefore requires a material that can be updated that could replace steel reinforcement and have a tensile strength that is no less high with steel, material that can be used as an alternative is bamboo. Bamboo used is apus bamboo. In the previous study used a bamboo reinforcement capacity equated with steel reinforcement, because bamboo voltage is smaller than the voltage causes the steel reinforcement extents bamboo used to be bigger to match the capacity of reinforcing steel. But the fact of its availability bamboo which match the cross-sectional area of steel capacity is difficult to obtain. Therefore the continuation of this research, the size of the cross-sectional area of bamboo equated with cross-sectional area of steel to avoid large bamboo dimension as difficult to obtain in the field.

To anticipate weaknesses shrinkage properties of the bamboo flowers, the use of pin bars as a result of shrinkage of bamboo reinforcement repair a selected alternative. Pin bars with a diameter of 2.5 mm will be planted on bamboo reinforcement in the lateral direction (the direction of x and y). Experiments were carried out is a pull-out test, to a diameter of 6 mm using a variation of the number of pins grown as much as 0, 2 and 4 pieces. then to a diameter of 8 mm using a variation of pins 0, 2, 4, and 6. As for the diameter of 10 mm using a variation of pins 0, 2, 4, 6 and 8. The results of these tests indicate that the largest load capacity in diameter of 6 mm, 8 mm , and 10 mm occurred in the test specimen which has a variety of pin number 2. The ratio of the highest load capacity with a number of variations of the two pins for a diameter of 6 mm, 8 mm and 10 mm respectively - are respectively 0.98; 1.17; 0.97.

Keywords: concrete, load capacity, pull-out test, pin bars, apus bamboo.
250012268E1A111038PERAN BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH (BKD) DALAM PENGEMBANGAN KARIER PEGAWAI NEGERI SIPIL DI KABUPATEN KUNINGANPenelitian ini mengambil judul “Peran Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Dalam Pengembangan Karier Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Kuningan”. Kabupaten Kuningan memiliki Badan Kepegawaian Daerah (BKD) yang memiliki Peran penting dalam pelaksanaan penyelenggaraan Manajemen Kepegawaian di daerahnya. Peran Badan Kepegawaian Daerah merupakan pelaksanaan dari pekerjaan yang dibebankan dalam rangka melaksanakan tugas, fungsi, kewajiban dan tanggung jawab sebagai perwujudan dari penyelenggaraan pemerintahan daerah. Salah satu peran dari Badan Kepegawaian Daerah adalah melaksanakan Pengembangan Karier Pegawai Negeri Sipil.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Kuningan telah melaksanakan tugas sesuai dengan perannya, yaitu melaksanakan Pengembangan Karier bagi Pegawai Negeri Sipil untuk menciptakan Pegawai Negeri Sipil yang sesuai dengan Kriteria Manajemen Aparatur Sipil Negara yang diselenggarakan berdasarkan sistem merit. Peran itu dengan melaksanakan Pola Karier yang meliputi Alur Karier PNS, Pola Pembinaan Karier, Penempatan PNS, Kenaikan Pangkat PNS, Pengangkatan dalam Jabatan Struktural dan jabatan Fungsional Tertentu, Perpindahan PNS, Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) PNS, Disiplin Kerja PNS, Penilaian Kinerja PNS dan Pensiun/Pemberhentian PNS.
The Tittle of this research is "The Role of Regional Personnel Agency (BKD) In the Career Development of Civil Servants in Kuningan". Kuningan district has Regional Personnel Agency (BKD) which has an important role of the organization in the implementation of Human Resources Management in the region. Role of Regional Employment Board is the implementation of the work that is charged in order to carry out tasks, functions, duties and responsibilities as an embodiment of the regional administration. One role of the Regional Employment Board is implementing the Civil Service Career Development.
Based on the results of research and discussion, it can be concluded that the Regional Employment Board District Brass has been carrying out duties in accordance with its role, namely to implement Career Development for the Civil Service to create the Civil Service in accordance with the criteria for State Civil Administrative Management organized by the merit system. Patterns that role by conducting career that includes grooves Career civil servants, Pattern Career Development, Placements of civil servants, of promotion of civil servants, in Position Appointment Structural and Functional Certain positions, transfer of civil servants, Education and Training (Training) PNS, PNS Work Discipline, Performance Assessment PNS and Retirement / Termination of civil servants.