Artikelilmiahs
Menampilkan 2.401-2.420 dari 48.726 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 2401 | 12158 | A1H011003 | Pertumbuhan Pakcoy (Brassica Rapa L) Yang Ditanam Dengan Floating Hydroponics System dan Non Hidroponik | Pakcoy (Brassica rapa L) adalah salah satu jenis dari sawi. Pakcoy merupakan sayuran yang memiliki nilai ekonomis dan gizi tinggi.Permintaan pakcoy dari tahun 2009 sampai tahun 2013 terus meningkat yaitu dari 562.838 ton menjadi 635.728 ton. Pakcoy yang ditanam dilahan terbuka terkendala hujan lebat, angin kencang dan gangguan hama serta gangguan lingkungan lainnya, sehingga perlu dilakukan penanaman di dalam greenhouse. Floating Hydroponics System (FHS) merupakan salah satu sistem tanam dimana akar tanaman terendam di dalam larutan nutrisi yang tidak tersirkulasi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pertumbuhan dan hasil pakcoy yang di tanam secara floating hydroponics system dan non hidroponik.Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK). Data pertumbuhan dan hasil dianalisis menggunakan uji F. Perlakuan yang di coba pada penelitian ini adalah menggunakan Floating Hydroponics System (S1), tanah menggunakan AB Mix (S2), dan tanah menggunakan NPK (S3). Parameter pertumbuhan yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, dan bobot tanaman. Iklim mikro greenhouse yang di ukur adalah suhu dan radiasi matahari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan dan hasil tanaman dari sistem budidaya menunjukkan perbedaan nyata pada jumlah daun, tinggi tanaman, dan bobot tanaman. Floating hydroponics system memberikan pertumbuhan dan hasil tertinggi di bandingkan sistem yang lain. Floating Hydroponics system memperoleh hasil tinggi tanaman 19,59cm, jumlah daun sebanyak 9,93 helai dan bobot tanaman 36,44 g. Hasil terendah terdapat pada tanaman pakcoy yang ditanam secara non hidroponik menggunakan AB Mix dengan tinggi tanaman 15,61 cm, jumlah daun sebanyak 6,57 helai, dan bobot tanaman 12,95 g. | Pakcoy (Brassica rapa L)is one type of mustard. Pakcoy is a vegetable that has economical value and high nutritional content. Pakcoy demand from 2009 until 2013 increased from 562.838 tonnes to 635.728 tonnes. Pakcoy have planted on the land was constrained by heavy rain, strong winds, pests and other environmental disturbances, so it needs to be done planting in the greenhouse. Floating Hydroponics System (FHS) is one of hydroponics method that use the cropping system in which the roots of the plants submerged in the nutrient solution is not circulated. This study was aimed to compare the growth and yield pakcoy being planted in floating Hydroponics system and non hydroponic system. This experimental used completely Randomized Block Design (RBD) and the datas were analyzed by using F-test. The treatments used in this research were Floating Hydoponics System (S1), Open Land with AB Mix (S2), Open Land with NPK (S3).Growth parameters measure were plant height, number of leaves, and plant wet weight. Greenhouse microclimate is measured temperature, and solar radiation. The results showed that the growth and yield of cultivation systems show significant differences in the number of leaves, plant height, and weight of the plant. Floating Hydroponics system provided the highest yield that growth, compare to other systems. Floating Hydroponics system gave yield with plant height of 19,59cm plant, number of leaves of 9.93 strands and plant weight of 36.44 g. The lowest result was found on pakcoy which planted with non hydroponics system using AB Mix with plant height of 15,61cm plant, number of leaves of 6,57 strands and plant weight of 12,95g. | |
| 2402 | 12161 | E1A109106 | Proses pembuktian tindak pidana illegal logging (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Nomor : 2301K/Pid/2005) | Penelitian ini mengambil judul “proses pembuktian tindak pidana illegal logging (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Nomor: 2301K/Pid/2005)”. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui petimbangan hakim dalam memutus perkara illegal logging pada Putusan Nomor : 2301K/Pid/2005. Dan untuk mengetahui akibat hukum terhadap putusan yang dijatuhkan putusan Nomor : 2301K/Pid/2005. Metode pendekatan yang dipakai adalah yuridis normatif yaitu metode pendekatan menggunakan konsep legisme yang positivistis. Konsep ini hukum dipandang identik dengan norma-norma tertulis yang dibuat dan diundangkan oleh lembaga atau pejabat negara yang berwenang dan melihat hukum sebagai suatu sistem normatif yang mandiri, bersifat tertutup dan terlepas dari kehidupan masyarakat yang nyata. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Pada putusan perkara Nomor : Pada putusan perkara Nomor : 2301K/Pid/2005 mengenai tindak pidana illegal logging, terdakwa yang dihadirkan di persidangan Pengadilan Negeri Ketapang tidak dapat membuktikan bahwa ia tidak melakukan tindak pidana, maka menurut keyakinan hakim dengan mendasarkan pada alat bukti keterangan para saksi serta keterangan terdakwa dan barang bukti yanga diajukan ke persidangan, maka hakim berkesimpulan bahwa terdakwa telah melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum. Dengan demikian keterangan terdakwa dalam Putusan Perkara No. 2301K/Pid/2005 telah memenuhi minimum pembuktian sebagaimana diatur dalam Pasal 183 KUHAP | This study takes the title of "the process of proving the crime of illegal logging (Judicial Review Verdict Against Number: 2301K / Pid / 2005)". The research objective was to determine the considerations the judge in deciding the case of illegal logging in Decision Number: 2301K / Pid / 2005. And to determine the legal consequences of the decision handed down the verdict Number: 2301K / Pid / 2005. The method used is a normative juridical approach that uses the concept of the positivistic legisme. This concept is seen as identical with the legal norms made written and enacted by agencies or state officials who authorized and saw the law as a normative system which is independent, is closed and irrespective of the real people's lives. Based on the results of this study concluded that the verdict In case Number: In case verdict Number: 2301K / Pid / 2005 regarding the crime of illegal logging, the defendant presented in court Ketapang District Court can not prove that he had not committed the crime, then according to the judge's conviction based on the evidence and testimony of witnesses testimony and evidence Yanga defendant submitted to the trial, the judge concluded that the accused had committed the crime as charged by the Public Prosecutor. Thus the statement of the accused in the Decision Case No. 2301K / Pid / 2005 has met the minimum verification as provided for in Article 183 Criminal Procedure Code | |
| 2403 | 12164 | F1D008042 | PARTISIPASI POLITIK GERAKAN PEMUDA ANSOR ANAK CABANG AJIBARANG DALAM PEMILU LEGISLATIF 2014 di KABUPATEN BANYUMAS | Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan bentuk-bentuk partisipasi politik Gerakan Pemuda Ansor anak cabang Ajibarang dalam pemilihan umum legistlatif 2014 di Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan studi kasus dan penggunaan purposive sampling sebagai teknik pemilihan informan dan paradigm konstruktivisme, hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa Gerakan Pemuda Ansor pada pemilu 2014 di Kecamatan Ajibarang berperan aktif dalam mendistribusikan kadernya untuk ikut dalam kegiatan politik, dari seluruh desa di Kecamatan Ajibarang kader-kader Ansor tersebar dan turut berpartisipasi dalam mensukseskan jalanya pemilu 2014, dalam bentuk partisipasi politik seperti ikut serta dalam Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan, panitia pemilihan umum, panitia pemungutan suara, pengawas pemilu lapangan, sementara Banser (Barisan Ansor Serbaguna) ikut mengamankan jalannya pemilu. Gerakan Pemuda Ansor juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat di Kecamatan Ajibarang dengan melakukan pendidikan politik untuk mengajarkan masyarakat agar memilih dan memberi pengarahan tentang arti penting politik supaya dalam pemilu bisa memberikan kontribusinya untuk mensukseskan pemilu. Selain secara institusional Gerakan Pemuda Ansor ada beberapa individu yang ikut dalam politik praktis, artinya ada beberapa orang, mereka adalah anggota dari Ansor tapi dalam mendukung salah satu calon anggota legislatif mereka tidak mengatasnamakan Ansor dalam dukunganya. Beberapa individu yang ikut dalam politik praktis pada pemiu legislatif bisa dikatakan mensukseskan atau mengantarkan calon menduduki jabatan di DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) dan mereka sukses dalam mendukung calon tersebut | This research based paper aims at the political participation Ansor Children Youth Movement Branch Ajibarang in the 2014 legislative elections in Banyumas. This research aims to Understand and describe the political participation Ansor Youth Movement in 2014. Legislative elections in District Ajibarang Banyumas. Understanding forms of political participation Ansor Youth Movement in 2014. Legislative elections in District Ajibarang Banyumas. By using a qualitative method and the use of purposive sampling as an informant selection techniques, and konstruktivism paradigm, the result of the research reveals that Ansor Youth Movement in the 2014 elections in District Ajibarang active role in distributing its cadres to participate in political activities, from all villages in the district Ajibarang Ansor scattered cadres cadres and participated in the 2014 election to succeed his net, n the form of political participation such as participating in the District Election Supervisory Committee, the general election committee, election committee, the field of election supervisors, while Banser (Barisan Ansor Multipurpose) involved in securing the elections. Youth Movement Ansor also to disseminate to the public in the District Ajibarang with political education to teach the community to vote for and give a briefing on the political significance of the elections in order to be able to contribute to the success of the elections. In addition to institutional Ansor Youth Movement there are some individuals who took part in practical politics, it means there are some people, they are members of Ansor but in favor of one candidate not on behalf of their legislative members in their support Ansor. Some individuals who participated in the practical politics can be said to succeed pemiu legislative or deliver candidate positions in Parliament (House of Representatives) and their success in supporting the candidate. | |
| 2404 | 12163 | A1L011038 | UJI DAYA HASIL 16 GENOTIP PADI SAWAH DI KABUPATEN CILACAP | Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui perbedaan karakter pertumbuhan dan daya hasil dari 16 genotip padi sawah, 2) mengetahui genotip padi sawah yang mempunyai daya hasil tinggi yang ditanam di Kabupaten Cilacap. Penelitian dilaksanakan November 2014 sampai Maret 2015 di Desa Mernek, Kecamatan Maos, Cilacap. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 3 ulangan menggunakan 14 galur padi sawah dan 2 varietas pembanding. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah anakan total, jumlah anakan produktif, umur tanaman berbunga, panjang malai, jumlah gabah per malai, persentase gabah isi per malai, bobot 1000 butir, dan bobot gabah per petak. Data dianalisis menggunakan uji F, dilanjutkan dengan uji DMRT taraf kesalahan 5 %. Hasil penelitian menunjukkan terdapat beberapa kelompok berdasarkan bobot gabah per petak. Kelompok pertama yaitu galur yang mempunyai bobot gabah per petak tertinggi diperoleh dari galur B11004E-MR-4-PN- 3-2-3-MR-1 (13,38 kg) yang lebih tinggi dibanding varietas Ciherang (10,52 kg) dan Fatmawati (8,46 kg). Kelompok kedua yaitu galur yang bobotnya sedikit lebih tinggi dibanding varietas Ciherang yaitu BP17314B-SKI-1-1-1, OBS 8404 (CRS 874), BP7956-IF-2-2-KLT-2*B-SKI-1*B, Bio MF-133, MDS 10-01/Psj, UNSOED PK 7, 1PB160-F-36-4-1, dan AGH-KP-AC-44223 MLG, sedangkan yang bobotnya sedikit lebih rendah dibanding varietas Ciherang yaitu B13257B-RS*1-5-MR-3-2-6-4-4 dan Bio-Mt-7-B1200GRS-258. Kelompok yang ketiga yaitu galur yang mempunyai bobot gabah per petak lebih rendah dari varietas Ciherang dan tidak berbeda dengan varietas Fatmawati yaitu BP14284E-2-3, MDS 10-02/Psj dan UNSOED PK 15. | This research aims to: 1) Know the differences of growth character and yield of 16 paddy genotypes, 2) know the paddy genotypes that have a high yield grown in Cilacap. The experiment was conducted on November 2014 until March 2015 in Mernek village, Maos District, Cilacap. Research using Randomized Block Design Complete (RAKL) with three replications, this research used 14 lines of paddy and 2 varieties. Variables observed were plant height, the total number of tillers, the number of productive tiller, age flowering plant, panicle length, number of grains per panicle, percentage of filled grains per panicle, 1000 grain weight, and grain weight per plot. Data were analyzed using the F test, continued with DMRT the error level of 5%. The results showed there were several groups based on the weight of grain per plot. The first group was lines which have the highest weight of grain per plot obtained from a lines B11004E-MR-4-PN- 3-2-3-MR-1 (13,38 kg) was higher than Ciherang (10,52 kg) and Fatmawati (8,46 kg). A second group of lines that weighs slightly higher than Ciherang namely BP17314B-SKI-1-1-1, OBS 8404 (CRS 874), BP7956-IF-2-2-KLT-2*B-SKI-1*B, Bio MF-133, MDS 10-01/Psj, UNSOED PK 7, 1PB160-F-36-4-1, and AGH-KP-AC-44223 MLG, while the weight was slightly lower than Ciherang that were B13257B-RS*1-5-MR-3-2-6-4-4 and Bio-Mt-7-B1200GRS-258. The third group were lines that have a grain weight per plot was lower than Ciherang and has no different from the Fatmawati varieties that were BP14284E-2-3, MDS 10-02/Psj dan UNSOED PK 15. | |
| 2405 | 12162 | A1H010061 | UJI PERFORMANSI PENGGORENGAN KACANG TANAH KULIT MENGGUNAKAN ALAT TIPE SILINDER HSF (Hot Sand Frier) D50 MANUAL | Penggorengan merupakan proses pemasakan yang unik, menarik, dan banyak ragam bahan makanan yang dimasak dengan cara tersebut, serta telah dilakukan sejak lama. Ditinjau dari transfer panasnya, proses penggorengan tanpa minyak dibagi menjadi dua yaitu penggorengan dengan cara sangrai dan menggunakan media berupa pasir. Penggunaan pasir sebagai media penghantar panas dalam penggorengan diharapkan dapat mengatasi permasalahan yang diakibatkan pada penggorengan menggunakan minyak. Alat penggorengan tipe silinder HSF D50 manual dengan media penghantar panas berupa pasir merupakan salah satu alternatif alat dalam proses penggorengan. Penelitian ini diujikan untuk mengetahui kinerja dari alat tipe silinder HSF D50 manual dengan bahan yang digoreng berupa kacang tanah kulit dengan kadar air 3-6% basis kering. Alat penggoreng tipe silinder HSF D50 manual mempunyai dimensi panjang 98 cm, lebar 80 cm, tinggi 148 cm, serta ruang silinder penggorengan dengan panjang 55 cm dan diameter 50 cm. Alat ini menggunakan tenaga manusia untuk menggerakan silinder alat, sedangkan sumber panas menggunakan gas LPG. Media penghantar panas yang digunakan adalah pasir sungai Logawa dengan diameter 0,5-1 mm. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis unjuk kerja penggorengan kacang tanah kulit menggunakan alat tipe silinder HSF D50 manual meliputi: kapasitas optimum, waktu pemanasan pasir, waktu pematangan kacang tanah kulit, efisiensi termal, dan daya putar silinder. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Alat dan Mesin Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian dilaksanakan dari bulan Oktober – Desember 2014. Variabel yang diukur dan dihitung meliputi: kapasitas kerja penggoreng yang ditinjau dari profil suhu dan kapasitas optimum penggorengan, waktu yang dibutuhkan untuk memanaskan pasir, waktu yang dibutuhkan untuk pematangan kacang tanah kulit, kadar air bahan dan jumlah air teruapkan. Data hasil pengukuran yang dianalisis adalah daya putar silinder dan efisiensi termal. Hasil penelitian menunjukan bahwa kapasitas optimum alat untuk menggoreng kacang tanah kulit yaitu sebesar 12,95 kg/jam dengan jumlah sekali proses penggorengan sebesar 1,53 kg/proses. Waktu yang dibutuhkan untuk memanaskan pasir dari suhu lingkungan mencapai rentang suhu 171-195°C yaitu selama 14 menit, sedangkan untuk mencapai rentang suhu 196-220°C dibutuhkan waktu selama 20 menit. Pematangan kacang tanah kulit dengan kadar air yang sudah ditentukan pada rentang suhu 171-195°C diperlukan waktu selama 6,78 menit, dan pada rentang suhu 196-220°C diperlukan waktu selama 4,76 menit. Nilai efisiensi termal penggorengan kacang tanah kulit pada rentang suhu 171-220°C yaitu sebesar 20,69% dan rentang suhu 196-220°C sebesar 26,59%. Daya yang dibutuhkan untuk memutar silinder alat dengan beban pasir 5 liter sebesar 27,63 watt. | Frying is a cooking process that is unique, exciting, and a wide variety of foods cooked in this way, and have done a long time. Reviewed from the heat of the transfer , the process of frying without oil is divided into two namely fryer by means of sangrai and using media in the form of sand. The use of sand as a medium of conduction of heat in a frying pan is expected to overcome the problems resulting in frying oils. And frying appliance type cylinder HSF D50 manual media of heat in the form of sand is an alternative tool in the process of frying. The research tested to determine the performance of the fryer type cylinder HSF D50 manual with material in the form of fried peanuts with a water content of 3-6% dry basis. Fryer type cylinder HSF D50 manual has dimensions of length 98 cm , width 80 cm , height 148 cm , and the length of the cylinder chamber frying pan with a diameter of 55 cm and 50 cm. This tool uses human power to drive the tool cylinder , while the heat source using LPG gas. Heat conductive medium used Logawa river sand with a diameter of 0.5-1 mm. The purpose of this study was to analyze the performance of type cylinder HSF D50 manual in frying peanuts, includes: optimum capacity, heating time sand, ripening time peanuts, thermal efficiency, and power swivel cylinder. Research conducted at the Laboratory Equipment and Agricultural Machinery, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The research was conducted of the month from October to December 2014. The variables were measured and calculated include: working capacity fryer in terms of profile and capacity optimum frying temperature , the time required to heat the sand , the time required for the maturation of peanut skin , moisture content of materials and the amount of water evaporated. Measurement data analyzed are rotary cylinder power and thermal efficiency. The results showed that the optimum capacity for frying peanuts tool in the amount of 12,95 kg / h with a number of the frying process of 1,53 kg / process. The time needed to heat the sand from the ambient temperature reaches a temperature range of 171-195°C which is over 14 minutes, while to reach the temperature range 196-220°C it takes time for 20 minutes. Maturation peanut with moisture that has been determined in the temperature range 171-195 ° C takes over 6.78 minutes , and a temperature range of 196-220 ° C takes over 4.76 minutes .Value peanut frying thermal efficiency over a temperature range 171-220°C in the amount of 20,69% and a temperature range of 196-220°C of 26,68%. Power is required to rotate a tool with a load of sand 5 liters of 27,63 watts. | |
| 2406 | 12165 | A1H011001 | PENDUGAAN PERTUMBUHAN DAN HASIL BUDIDAYA SELADA KERITING (Lactuca sativa var. crispa L.) SECARA NUTRIENT FILM TECHNIQUE (NFT) DENGAN JARINGAN SARAF TIRUAN | Selada keriting merupakan jenis selada daun yang toleran terhadap suhu lingkungan yang panas, bernilai ekonomi tinggi dan populer di pasaran. Selada keriting banyak disajikan dalam menu makanan restoran sebagai salad maupun sayuran penghias makanan. Permintaan selada keriting di kota-kota besar terus meningkat 10-15% setiap tahun. Upaya peningkatan produksi selada keriting dilakukan dengan budidaya secara hidroponik. Budidaya secara hidroponik memberikan umur simpan yang lebih lama terhadap selada keriting dibandingkan budidaya secara konvensional. Hidroponik sistem Nutrient Film Technique (NFT) merupakan sistem budidaya tanaman pada larutan nutrisi yang tipis tersirkulasi pada kemiringan talang 1-5%. Sistem ini memungkinkan tanaman memperoleh nutrisi yang optimal bagi pertumbuhannya. Pertumbuhan tanaman merupakan hubungan yang kompleks antara faktor input produksi dan hasil. Jaringan saraf tiruan menjadi salah satu solusi untuk melakukan pendugaan dari hubungan yang kompleks tersebut. Aplikasi JST di bidang pertanian telah dilakukan untuk pendugaan mutu buah mangga secara non destruktif, penentuan mutu jeruk nipis serta pendugaan hasil tanaman bayam berupa tinggi tanaman, jumlah daun dan bobot basah tanaman dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menduga pertumbuhan dan hasil budidaya selada keriting secara hidroponik NFT menggunakan JST serta melakukan validasi hasil pendugaan tersebut. Penelitian menggunakan dua varietas selada keriting yaitu selada keriting merah (Red rapid) dan selada keriting hijau (Grand rapid) pada panjang talang NFT 2 m, 4 m, dan 6 m. Hasil menyebutkan bahwa JST memberikan pendugaan dengan nilai R2 mencapai 0.99 untuk tinggi tanaman, jumlah daun dan bobot basah dengan nilai RMSE jaringan sebesar 0.00002. JST juga digunakan untuk pendugaan bobot basah tanaman pada 5 HST, 10 HST, 15 HST, 20 HST, dan 25 HST dengan nilai RMSE jaringan mencapai 0.0001 dengan kurva pertumbuhan berupa fungsi sigmoid dimana pertumbuhan tanaman berkembang lambat pada awalnya kemudian mengalami kenaikan yang besar menjelang panen. | Lactuca sativa var. crispa L. is a kind of heat tolerant leaf lettuce that has high economic value and populer in the market. Lactuca sativa var crispa L. is serve in restaurants as salad or garnish of dishes. Demand of Lactuca sativa var. crispa L. in the cities increase 10-15% per year. The effort to increasing production is cultivation by hydroponics system. Hydroponics system cultivation is giving long shelf life than conventional cultivation. Hydroponics system nutrient film technique (NFT) is cultivation in circulation of thin layer nutrition at slope 1-5%. This system can give optimal nutrition for the growth. Plant’s growth is complex relationship between input factor production and yield. Artificial neural network becomes a good solution to predict this complex relationship. Applications of ANN in agriculture had used in prediction quality of mango by non destructive, determine quality of citrus and prediction spinach’s yield in high plants, number of leaves and the weight of plants can give a good prediction. The aim of this research is to predict Lactuca sativa’s growth and yield that cultivation by NFT with JST and validate the result of prediction. This research used two varieties of Lactuca sativa var.crispa L., there are red variety (Red rapid) and green variety (Grand rapid) that planted in 2 m, 4 m and 6 m gutter boards of NFT installation ANN give R2 value of prediction up to 0.99 for high plants, number of leaves and weight of plants and network RMSE value 0.00002. ANN also used to prediction weight plants in 5 HST, 10 HST, 15 HST, 20 HST and 25 HST and give network RMSE value up to 0.0001 by growth curve in sigmoid function that the plants grow in slowly mode in the beginning then have a significant increment toward harvest. | |
| 2407 | 12167 | D1F013007 | KAJIAN TOTAL BAKTERI DAN TINGKAT KEASAMAN SUSU SAPI FRIESIAN HOLSTEIN DI SATKER PEMBIBITAN DAN BUDIDAYA SAPI PERAH PAGERKUKUH WONOSOBO | Kajian Total Bakteri dan Tingkat Keasaman Susu Sapi Friesian Holstein (FH) di Satker Pembibitan dan Budidaya Sapi Perah Pagerkukuh Wonosobo, dilaksanakan pada tanggal 6 sampai 11 April 2015 di Satker Pembibitan dan Budidaya Sapi Perah Pagerkukuh Wonosobo dan Laboratorium Produksi Ternak Perah, Fakultas Peternakan, Universitas jenderal soedirman, Purwokerto. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah susu yang diambil dari 23 ekor sapi FH di Satker Pembibitan Dan Budidaya Sapi Perah Pagerkukuh Wonosobo. Sampel susu diambil sebanyak 500 ml/ekor pada pemerahan pagi hari pukul 03.00 WIB. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode survei. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui total bakteri dan tingkat keasaman susu sapi FH serta mengetahui hubungan total bakteri dengan tingkat keasaman susu sapi FH di Satker Pembibitan dan Budidaya Sapi Perah Pagerkukuh Wonosobo. Hasil penelitian menunjukan total bakteri dengan tingkat keasaman mempunyai pengaruh yang nyata (P < 0,05). Nilai ratan total bakteri susu 994.782 cfu/ml (9,9 x 10^5) dan tingkat keasaman susu 6,82 °SH. Hubungan total bakteri dan tingkat keasaman susu sapi FH saling berhubungan linier, dengan persamaan regresi Y= 4,854 – 22,26 X. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan total bakteri dan tingkat keasaman susu sapi FH masih memenuhi satandar yang ditentukan SNI (2011). | Study on Total Bacteria and Acidity Milk Holstein Friesian Cows (FH) in Dairy Cattle Breeding and Raising Pagerkukuh Wonosobo, held on May 6th until 11th in Dairy Cattle Breeding and Raising Pagerkukuh Wonosobo and Dairy Cattle Production Laboratory, Faculty of Animal Husbandry, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The material used in this research is cow’s milk that was taken from 23 FH cows in Satker Dairy Cattle Breeding and Raising Pagerkukuh Wonosobo. Milk sample were taken of 500 ml/head on the morning milking at 03.00 am. The research is conducted using survey method. The purpose of this research is to determine the total bacteria and acidity level of FH cow’s milk and to know the total bacterium relationship with the acidity level of FH cow’s milk in Dairy Cattle Breeding and Raising Pagerkukuh Wonosobo. The result showed total bacterium with acidity level has significant effect (P < 0.05). The average value total value of milk bacteria 994 782 cfu / ml (9,9 x 10^5) and the milk acidity level 6.82 °SH. Relationship between total bacteria and acidity level of FH cow’s milk is linearly related to each other with regression equation Y = 4.854 - 22.26 X. Based on the result concluded the total bacteria and acidity level of FH cow’s milk still fulfill specified standard SNI (2011). | |
| 2408 | 12168 | H1E011052 | PENGARUH GELOMBANG ULTRASONIK PADA SINTESIS HIDROKSIAPATIT BERBAHAN DASAR BATU GAMPING UNTUK APLIKASI MEDIS SEBAGAI MATERIAL IMPLAN | Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis hidroksiapatit berbahan dasar batu gamping serta menentukan pengaruh gelombang ultrasonik terhadap kemurnian dan ukuran partikel hidroksiapatit yang diperoleh. Batu gamping memiliki kandungan kalsium yang cukup tinggi, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sumber kalsium pada sintesis hidroksiapatit. Hidroksiapatit merupakan biomaterial berbasis kalsium phospat yang banyak digunakan sebagai material implan pada tulang dan gigi. Kandungan kalsium diperoleh dari batu gamping, melalui proses kalsinasi atau pemanasan pada suhu 900 oC selama 4 jam. Hasil kalsinasi berupa kalsium oksida, kemudian dihidrasi menjadi kalsium hidroksida. Sintesis hidroksiapatit dilakukan dengan mencampurkan kalsium hidroksida dengan diamonium phospat. Pencampuran dilakukan dengan 3 metode yaitu magnetik, ultrasonik, dan double-stirring. Metode magnetik dilakukan dengan mengaduk kedua bahan pada kecepatan 0 - 1000 rpm saat pencampuran. Sedangkan, metode ultrasonik dilakukan dengan menggetarkan kedua bahan saat pencampuran. Getaran dihasilkan oleh gelombang ultrasonik pada frekuensi 20 kHz. Metode double-stirring dilakukan dengan menggabungkan metode magnetik dan ultrasonik. Kemurnian hidroksiapatit yang dihasilkan ditentukan dengan karakterisasi XRD dan FTIR. Sedangkan, ukuran partikel hidroksiapatit ditentukan dengan karakterisasi PSA. Sampel hidroksiapatit dengan kemurnian paling baik dan ukuran paling kecil diperoleh dengan menggunakan metode double-stirring. Hal ini membuktikan bahwa gelombang ultrasonik mempengaruhi kemurnian dan ukuran partikel hidroksiapatit yang dihasilkan. | This research aims to synthesize limestone hydroxyapatite and determine the influence of ultrasonic waves on Hydroxyapatite purity and particle size. Limestone has high calcium so it can be use as calcium source on Hydroxyapatite synthesize. Hydroxyapatite is calcium phosphate based biomaterial which is used as implan material on bone and dental. The calcium from limestone is acquired by calcination process or heating at 900 oC for 4 hours. The outcome of calcination process is a calcium oxide which is dehydrated then to get calcium hydroxide. Hydroxyapatite synthesize is done by mixing calcium hydroxide and diammonium phosphate. Mixing process used three different method magnetic, ultrasonic, and double-stirring. Magnetic use 0 – 1000 rpm to stir the materials while ultrasonic use 20 kHz frequency source to blend it. Double-stirring method on the other hand use both of two method mentioned earlier. Hydroxyapatite purity is determined by XRD and FTIR characterization. As for particle size of Hydroxyapatite, it is determined by PSA characterization. The best purity value with smallest size particle is acquired through double-stirring method. The result prove that ultrasonic wave influence that purity and particle size of Hydroxyapatite. | |
| 2409 | 12169 | G1A011073 | PERMASALAHAN ETIK YANG DIHADAPI TENAGA PELAKSANA FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PERTAMA DALAM PENERAPAN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL | Latar Belakang : Upaya pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia adalah dengan menerapkan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). JKN harus memperhatikan nilai – nilai etik dalam konsep maupun penerapannya. Tujuan : Mengeksplorasi permasalahan Etik dalam penerapan Jaminan Kesehatan nasional yang dihadapi tenaga pelaksana Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Manfaat : Penelitian ini diharapkan dapat menjelaskan fenomena dan memberikan informasi bagi FKTP mengenai permasalahan Etik dalam pelaksanaan JKN serta dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pembuatan kebijakan terkait JKN. Metode Penelitian : Penelitian Kualitatif fenomenologi dengan wawancara mendalam pada tenaga kesehatan di FKTP Hasil dan Pembahasan : Beberapa pokok pikiran yang didapatkan dalam penelitian ini yaitu (1) Kebebasan individu dalam memilih dokter FKTP merupakan salah satu wujud dari prinsip etik autonomy, yang dalam pelaksanaanya tidak bisa terlepas dari tanggung jawab (2) Distribusi pelayanan kesehatan yang masih belum merata dan penurunan kualitas pelayanan tidak sejalan dengan prinsip etik tanggung jawab sosial dan kesehatan serta prinsip justice (3) Penerapan prinsip etik solidaritas dan kerjasama belum terlaksana secara maksimal karena masih ada masyarakat Indonesia yang belum menjadi peserta JKN (4) Pembayaran premi yang bersifat regresif tidak sesuai dengan ekuitas vertikal (5) Terdapat 155 diagnosis yang di tangani FKTP tetapi dirujuk, hal tersebut tidak sesuai dengan ekuitas dalam pelayanan kesehatan (6) Perilaku fraud ditemukan dalam implementasi JKN (7) Terdapat hambatan sosialisasi yang mengakibatkan kondisi asimetri informasi sehingga terjadi adverse selection dan moral hazard (8) Terdapat perbedaan pemahaman informasi antara BPJS kesehatan dan FKTP (9) Nominal kapitasi dirasa masih belum cukup (10) Pencairan dana klaim yang terlambat bisa mengakibatkan penurunan kualitas pelayanan, hal tersebut tidak sesuai dengan prinsip justice (11) Indonesia belum mempunyai aturan standar tarif pelayanan kesehatan Kesimpulan : Penelitian ini mengidentifikasi terdapat prmasalahan etik yang terkait dengan autonomy, justice, solidaritas dan tanggung jawab, ekuitas, gap informasi dan asimetri informasi. | Background : One of the Government’s efforts in order to increase the national health standard was establishing the National Health Insurance (NHI). The implementation itself should consider the conceptual ethics in applying this regulation. Purpose : To explore the Ethical issues in implementation NHI at the Primary Health Care (PHC). Benefit of Study : This research can describe phenomena and give the information about ethical issues on the NHI at the PHC, therefore the results could be regarded as one of consideration to help building better regulation of NHI. Method: Qualitative research with in-depth interview. Results and Discussion: The result of this study came with several themes. They are (1) Autonomy for the users of NHI has been implemented in a form of the freedom to choose the PHC Providers, but the autonomy itself should be followed by responsibility in order to avoid moral hazard (2) Health service has not been distributed equally. The decrease of health service quality is not in line with the Ethical principles, which are social responsibility and justice(3) The application of ethical principles of solidarity and cooperation has not been done optimally because there are some people who have not joined the NHI yet (4) NHI payments are regressive, it is not correspond to vertical equity (5) There are 155 Medical diagnosis that should be handled by PHC but referred to secondary health care provider (6) Fraud in Claims was found in NHI Implementation (7) NHI executive suspected there are miss in the spreading of information from them to NHI member that lead to non-symetrical information, therefore the adverse selection and moral hazard could not be avoided (8) It is infereed that there was misperception between NHI executive and PHC Provider. (9) The amount of capitation is not enough.(10) The claim payment often late, which caused the decrease of the quality of service in health care (11) Indonesia has not had the standard regulation in terms of health service fee. Conclusion: There are ethical issue related to autonomy, justice, solidarity and cooperation, equity, misperception, non-symetrical information | |
| 2410 | 12166 | H1E011005 | PENGARUH PENAMBAHAN MALEAT ANHIDRIDA (MAh) TERHADAP SIFAT MEKANIK KOMPOSIT POLIETILENA (PE) – KALSIUM KARBONAT (CaCO3) | Penelitian mengenai pembuatan dan karakterisasi komposit PE-CaCO3 dan aditif MAh telah dilakukan. Bahan utama dalam penelitian ini adalah polietilena (PE) sebagai matriks komposit, kalsium karbonat (CaCO3) sebagai filler dan maleat anhidrida (MAh) sebagai zat aditif. Metode pembuatan komposit yang digunakan adalah dengan mencampurkan bahan-bahan kedalam laboplastomill untuk menghasilkan pelet komposit. Pelet komposit ini dibuat menjadi film komposit dengan metode hot press dengan cara memberi tekanan panas terhadap pelet komposit hingga menghasilkan film komposit. Film komposit kemudian dipotong sesuai standar masing-masing pengujian untuk kemudian dikarakterisasi. Karakterisasi sifat mekanik yang dilakukan meliputi uji kuat tarik, uji kekerasan dan uji bending komposit. Penambahan CaCO3 dan MAh meningkatkan sifat mekanik pada komposit PE yang dapat ditunjukkan dengan nilai kuat tarik, kekerasan dan tegangan bending yang semakin tinggi jika dibandingkan dengan komposit PE murni namun menurunkan nilai break point strain. Hasil karakterisasi sifat mekanik menunjukkan nilai kuat tarik, kekerasan dan tegangan bending komposit masing-masing 13,23 MPa, 31,6 dan 19,565 MPa. | Research of fabrication and characterization of composite PE-CaCO3 and maleat anhidrida (MAh) has been done. The main ingredient in this study are polyethylene (PE) as a matrix composites, calcium carbonate (CaCO3) as filler and maleic anhydride (MAh) as an additive. fabrication of composite has been done by mixing ingredients into laboplastomill to produce composite pellets. It’s made into a composite film with a hot press method by means of hot pressure against the composite pellets to produce composite film. Then the composite film was cut according to the standard of each test for then characterized. Characterization of mechanical properties include tensile strength test, hardness and bending test composites. The addition of CaCO3 and MAh improve the mechanical properties of the composite PE that can be shown with the value of tensile strength, hardness and bending stress were higher than pure PE composites, but decrease the break point strain composites Characterization results of the mechanical properties showed values of tensile strength, hardness and bending stress composites 13.23 MPa, 31.6 and 19.565 MPa. | |
| 2411 | 12171 | H1H011016 | KOMBINASI CACING TANAH YANG DIPERKAYA SPIRULINA DAN PELLET TERHADAP PERTUMBUHAN DAN MOLTING LOBSTER AIR TAWAR Cherax quadricarinatus | Lobster air tawar (Cherax quadricarinatus) merupakan salah satu komoditas air tawar yang memiliki harga jual dan permintaan relatif tinggi. Pemanfaatan cacing tanah diperkaya Spirulina sebagai pakan lobster air tawar diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan dan frekuensi molting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pellet yang dikombinasikan dengan cacing tanah diperkaya Spirulina terhadap pertumbuhan dan frekuensi molting lobster air tawar. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan, hewan uji memiliki berat rata–rata 5.041±0.84 g dan panjang awal rata-rata 5.63±0.40 cm. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan kombinasi 100% pellet komersial dan 0% cacing tanah diperkaya Spirulina, pellet komersial 75% dan 25% cacing diperkaya Spirulina (B), 50% pellet komersial dan 50% cacing tanah diperkaya Spirulina (C), 25% pellet komersial dan 75% cacing diperkaya Spirulina (D) dan 0% pellet komersial dan 100% cacing diperkaya Spirulina (E). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pellet yang dikombinasikan dengan cacing tanah diperkaya Spirulina berpengaruh beda nyata terhadap laju pertumbuhan mutlak (p<0.05), akan tetapi tidak berbeda nyata terhadap laju pertumbuhan spesifik dan frekuensi molting (p>0.05). Pemberian kombinasi 75% pellet komersial dan 25% cacing tanah diperkaya Spirulina memberikan pertumbuhan berat mutlak terbaik. | Crayfish (Cherax quadricarinatus) one of fresh water commodity which high price and demand. The utilization of earthworms enriched Spirulina as feed in the culture is to increase growth and the molting frequency of crayfish. The research aimed to examine the effect of combination the artificial feed and earthworm enriched Spirulina on growth and molting frequency of crayfish. This research was carried out for 2 months, the crayfish have an average weight of 5.041±0.84 g and an average length 0.40±5.63 cm. The experimental design used completely randomized design (CRD) with 5 treatments and 4 replicates. The treatment were combination of 100% artificial feed and 0% earthworm enriched Spirulina (A), 75% artificial feed and 25% earthworm enriched Spirulina (B), 50% artificial feed and 50% earthworm enriched Spirulina (C), 25% artificial feed and 75% earthworm enriched Spirulina (D) and 0% artificial feed and 100% earthworm enriched Spirulina (E). The results showed that the combination artificial feed and earthworm enriched Spirulina significantly different effect on the absolute growth rate (p<0.05), but not significantly different to the specific growth rate and molting frequency (p>0.05). It was suggested to use the combination of 25% artificial feed and 75% earthworm enriched Spirulina to increase absolute growth rate value for the culture of crayfish. | |
| 2412 | 12202 | A1L011164 | PENGARUH APLIKASI ASAP CAIR DAN PUPUK N, P, K TERHADAP SERANGAN HAMA DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS | Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi asap cair dan dosis pupuk N, P, K berbeda terhadap jenis dan populasi hama, intensitas serangan hama dan hasil tanaman jagung manis. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai April 2015 di kebun percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman pada ketinggian tempat 110 m di atas permukaan laut (dpl). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tujuh perlakuan dan diulang sebanyak empat kali. Perlakuan terdiri atas FP (Pemberian 100% pupuk N, P, K dosis rekomendasi); FTK (Pemberian 100% asap cair tempurung kelapa); FKS (Pemberian 100% asap cair kayu sobsis); FC (Pemberian 100% asap cair campuran tempurung kelapa dan kayu sobsis); ½P+TK (Pemberian ½ dosis pupuk N, P, K dosis rekomendasi dan asap cair tempurung kelapa); ½P+KS (Pemberian ½ dosis pupuk N, P, K dosis rekomendasi dan asap cair kayu sobsis); ½P+C (Pemberian ½ dosis pupuk N, P, K dosis rekomendasi dan asap cair campuran tempurung kelapa dan kayu sobsis). Variabel serangan hama yang diamati meliputi intensitas serangan hama, jenis dan populasi hama. Variabel hasil yang diamati meliputi bobot tongkol berkelobot dan tanpa kelobot, panjang tongkol, diameter tongkol, jumlah baris pertongkol, jumlah biji, hasil panen petak efektif (kg), hasil panen (t/ha) dan indeks panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan ½P+TK dapat menekan intensitas serangan hama belalang, tetapi belum bisa menekan populasi hama belalang, kupu-kupu borbo cinnara dan intesitas serangan lalat bibit. Aplikasi asap cair dan setengah dosis pupuk N,P dan K rekomendasi hasilnya dapat menyamai hasil dan komponen hasil dengan perlakuan yang diberi 100% dosis pupuk N, P, K dosis rekomendasi. | The objective of this study was to know the efffect of wood vinegar and N, P, K fertilizer applications on intensity, type and population of pest and sweet corn yield. The study was carried out starting from February to April 2015 in the experimental orchard of Agriculture, Universitas Jenderal Soedirman at 110 m above sea level (asl). Randomized Complete Block Design with four times of FP (100% of N, P and K recommended fertilizer dosage); FTK (100% wood vinegar of coconut shell); FKS (100% wood vinegar of wood sobsis); FC (100% wood vinegar of a mixture of coconut shell and wood sobsis); ½P+TK (half dose of N, P, K recommended fertilizer dosage and wood vinegar of coconut shell); ½P+KS (half dose of N, P, K recommended fertilizer dosage and wood vinegar of wood sobsis); ½P+C (half dose of N, P, K recommended fertilizer dosage and wood vinegar from a mixture of coconut shell and wood sobsis) were tested. The variable of pest attack observed were intensity of pest and type, and population of pest. The yield and yield components were the cob length, cob weight, number of seeds, number of seeds row, the cob diameter, yield, and harvest index. The results showed that the application of ½P+TK was able to supress of grasshopper intensity, but this method unable to suppress the populations of grasshoppers, rice swifts (borbo cinnara) and the attack of flies seeds. Application of wood vinegar and half recommended dosage of N, P, K fertilizer had an equal yield and components of yield with 100% recommended dosage of N, P, K fertilizer. | |
| 2413 | 12172 | A1L008223 | Respon PerkecambahanBenihAren (ArengaPinnataMerr. )Terhadap Perlakuan Skarifikasi Dan Stratifikas | RINGKASAN Tanaman aren merupakan tanaman multi manfaat, hampir seluruh bagian tanaman dapat dimanfaatkan. Penerapan tanaman aren dalam bidang pertanian dan kehutanan, fisiologi tumbuhan sangat penting untuk dipelajari terutama dalam teknik penanaman benih. Hal ini tidak terlepas dari kondisi fisiologis benih yang ditanam. Seringkali proses perkecambahan tersebut belum dipahami dengan baik sehingga penanaman pohon yang berasal dari benih sering kali gagal karena benih tidak tumbuh. Secara alami benih aren memiliki masa dormansi yang cukup lama, yaitu bervariasidari 4-6 bulan terutama disebabkan oleh kulit benih yang keras dan impermeable sehingga menghambat terjadinya imbibisi air kedalam benih. Permasalahan pokok pengembangan tanaman aren yaitu pada umumnya aren belum dibudidayakan secara massal. Petani masih mengandalkan tanaman yang tumbuh dibawah tegakan tanaman aren, dimana aren tumbuh bergerombol dengan jarak tanam yang tidak beraturan sehingga terjadi pemborosan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh beberapa perlakuan skarifikasi dan stratifikasi terhadap perkecambahan benih aren (Arengapinnata (wurmb) merr.). Penelitian ini dilaksanakan di Screen House Fakultas pertanian, Fakultas Pertanian, Unsoed. Penelitian berlangsung selama 90 hari dan dilaksanakan dari bulan oktober 2014 sampai. Januari 2015 . Penelitian yang dilakukan merupakan percobaan yang dilaksanakan di screen house. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian adalah rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuaan yang dicoba terdiri dari 2 faktor yaitu, faktor1 stratifikasi.Stratifikasi terdiri dari tiga taraf yaitu: T0 : tanpa perlakuan, T1 : perendaman KNO3 1%, T2 : perendaman HCL 1 %, T3: perendaman dengan air panas 700 C. Faktor 2 skarifikasi, skarifikasi terdiri dari 2 taraf yaitu : K0: tanpa diamplas (kontrol), K1 : diamplas. Sehingga didapat 8 kombinasi dan 3 kali ulangan sehingga terdapat 24 unit percobaan, setiap unit terdiri atas 50 benih aren. Variabel yang diamati adalah daya berkecambah, laju perkecambahan, Panjang akar, Panjang tunas, bobot basah dan bobot kering. Pemberian perlakuan kombinasi antara konsentrasi skarifikasi dan stratifikaasi, belum mampu meningkatkan perkecambahan benih aren.Pemberian perlakuan skarifikasi dapat menaikkan laju perkecambahan, pada laju perkecambahan benih aren. Pemberian perlakuan stratifikasi (perendaman HCL, KNO3, air panas) belum mampu menaikan daya kecambah di lingkungan perkecambahan panas dan terang. | SUMMARY Sugar palm plant has multiple benefits. Almost all parts of the plant are useful. The physiological of the plant can be used in farming and forestry and important to be learnt for the seeding. It is caused by the physiological condition of the plant. Often, the germination process is not fully understood thus the plant is fail to grow. Naturally, sugar palm seed has long dormant period for about 4-6 months because of the hard seed coat and impermeable and causing the absorption of water to the seed is difficult. The main problem is because sugar palm is not yet cultivated massively. Farmer still depend on the natural seed from under the plant, whereas sugar palm plant is growing clustered and irregular. This research aims to know the influence of scarification and stratification on germination oaf sugar palm seed (Arengapinnata (wurmb) merr.) This research is done in Screen House of Agriculture Faculty. The research takes 90 days since October 2014 – January 2015. The research is an experiment in the screen house. The treatment plan is complete randomize design (RAL). There are 2 treatments factor, which is factor 1 stratification. There are three level of stratifications: T0: no treatment, T1: submersion in KNO3, T2: submersion in HCL 1%, T3: submersion in Hot water 70oC. Factor 2 stratification consists of 2 level, K0: not sanded (control), K1: sanded. Thus, there are 8 combination and 3 repetition resulting 24 experiments, and each units has 50 sugar palm seeds. The variable observed are germination, germination growth, root length, shoot length, wet weight, and dry weight. The combination treatment between scarification and stratification is unable to improve the germination of sugar palm seed. The scarification is able to improve the germination growth of sugar palm seed. The stratification (submersion in HCL, KNO3, and hot water) is unable to improve the sprout in the hot and bright environment. | |
| 2414 | 12205 | A1L008131 | PENGARUH PEMBERIAN PUPUK HAYATI MIKORIZA BERAGENSIA Bacillus sp. B46 DAN PENGURANGAN DOSIS ANJURAN PUPUK ZA- SP36-KCL TERHADAP BEBERAPA SIFAT FISIK TANAH ULTISOL, PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI MERAH | Tujuan penelitian ini adalah mengkaji pengaruh pemberian pupuk hayati mikoriza beragensia Bacillus subtilis B46 dalam mengurangi pemakaian dosis pupuk N-P-K terhadap perbaikan tanah Ultisol dan produksi cabai merah. Penelitian dilakukan di lahan Ultisol Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, dan di Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2011 sampai dengan Maret 2012. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan 7 perlakuan, setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Perlakuan tersebut adalah H1(pemberian pupuk hayati mikoriza-Bacillus sp. B46 4 gram pertanaman), H2(pemberian pupuk hayati mikoriza-Bacillus sp. B46 6 gram pertanaman), K100C(pemberian pupuk kandang dosis 20 ton/ha dan pemberian pupuk kimia ZA-SP36-KCl sebanyak 100% dosis anjuran), K50(pemberian pupuk ZA-SP36-KCl sebanyak 50% dosis anjuran), K75(pemberian pupuk ZA-SP36-KCl sebanyak 75% dosis anjuran), K100(pemberian pupuk ZA-SP36-KCl sebanyak 100% dosis anjuran). Variabel yang diamati yaitu Bobot jenis isi, Bobot jenis partikel, Batas cair, Batas lekat, Batas gulung, Batas berubah warna, Indeks plastisitas, Jangka Olah, Porositas tanah, dan Persediaan Air Maksimum, Bobot kering akar, Bobot kering tanaman, Tinggi tanaman, Panjang akar terpanjang, Bobot buah perpetak efektif dan bobot buah sampel. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) pemberian pupuk hayati mikoriza beragensia Bacillus subtilis B46 dengan pengurangan dosis pupuk sintetis 50% sampai dengan 70% mampu memperbaiki sifat fisik tanah, 2) Pemberian pupuk hayati mikoriza beragensi Bacillus subtilis B46 dengan pengurangan dosis pupuk sintetis 50% mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman cabai. | The object of the research determine the application of mycorhiza biofertilizer based on Bacillus subtilis B46 in reduced N-P-K fertilizer usage towards soil improvement in Ultisol and chili yield. The experiments were conducted Kaliori Village, Kalibagor district, Banyumas Regency and at Laboratory of Soil Science, Agriculture Faculty, Jenderal Soedirman University. The research was conducted from June 2011 until March 2012. Experimental design used in this study is a randomized block design (RBD) with seven treatments and four replications. The seven treatments tested were H1 (application of mycorhiza biofertilizer based on Bacillus subtilis B46 in 4 g/crop), H2 (application of mycorhiza biofertilizer based on Bacillus subtilis B46 in 6 g/crop), K100C (application of organic fertilizer in 20 ton/ha dosage and chemical fertilizer ZA-SP36-KCl in 100%), K50(application of chemical fertilizer ZA-SP36-KCl in 50%), K75(application of chemical fertilizer ZA-SP36-KCl in 75%), K100(application of chemical fertilizer ZA-SP36-KCl in 100%). The observed variable were bulk density, particle density, liquid limit, sticky limit, roll Limit, change color limit, plasticity index, soil porosity, and the water supply maximum, dry weight of roots, dry weight of plants, plant height, the longest root length, weight of fruits and fruit weight of effective square samples. The research results showed that 1) giving of mycorhiza biofertilizer based on Bacillus subtilis B46 with reduced synthetic fertilizer usage 50% to 70% can improve soil physical character. 2) giving of biofertilizer based on Bacillus subtilis B46 with 50% reduced synthetic fertilizer usage give similar influence towards chili yield with 100% synthetic fertilizer usage. | |
| 2415 | 12173 | A1L010221 | PENGARUH DOSIS DAN SAAT INOKULASI Lemna polyrhiza TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI SAWAH | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) dosis terbaik inokulasi Lemna polyrhiza bagi padi di lahan sawah, (2) waktu inokulasi Lemna polyrhiza terbaik bagi pertumbuhan dan produksi padi sawah, dan (3) Interaksi dosis dan saat inokulasi Lemna polyrhiza bagi padi sawah. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan tiga kali ulangan. Faktor yang dicoba: (1) dosis inokulasi Lemna polyrhiza yaitu Kontrol atau tanpa Lemna; 25 g Lemna/m2; 50 g Lemna /m2; dan 75 g Lemna/m2, serta (2) saat inokulasi Lemna polyrhiza yaitu bersamaan dengan saat tanam padi dan 14 hari setelah tanam padi. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan produktif, tingkat kehijauan daun, bobot jerami per rumpun, bobot jerami per hektar, jumlah gabah per malai, bobot 1000 biji, bobot gabah kering per rumpun, serapan nitrogen, dan persentase penutupan petak percobaan oleh Lemna polyrhiza. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inokulasi Lemna polyrhiza memberikan pengaruh sangat nyata terhadap variabel tingkat kehijauan daun dan persentase penutupan petak percobaan oleh Lemna polyrhiza. Dalam penelitian ini, hasil gabah tertinggi dicapai oleh perlakuan dosis 25 g Lemna/m2 yang diinokulasikan bersamaan saat tanam padi dengan rata-rata hasil 1,56 ton/ha (konversi). Saat inokulasi Lemna polyrhiza memberikan pengaruh nyata terhadap variabel bobot seribu biji dan persentase penutupan petak percobaan oleh Lemna polyrhiza dengan hasil terbaik pada perlakuan inokulasi bersamaan saat tanam padi. | This research aims to find out: (1) the best dose of Lemna polyrhiza innoculation to lowland rice, (2) the best innoculation time of Lemna polyrhiza to growth and yield of lowland rice, and (3) the interactions of dose and innoculation time of Lemna polyrhiza to lowlamd rice. The design of the experiment is the factorial Randomized Complete Block Design (RCBD) which was repeated by three times. The factor trial were: (1) application dose of Lemna polyrhiza innoculation consisted of: Control or non Lemna; 25 g Lemna/m2; 50 g Lemna/m2; and 75 g Lemna/m2, and (2) innoculation time of Lemna polyrhiza consisted of: equal to rice plant planting and 14 day after planting. The variables observed consist of the plant height, number of productive tillers, leaf greenness level, straw dry weight per hill, straw dry weight per hectar, number of grain per panicle, 1000 grain weight, grain dry weight per hill, nitrogen uptake, and the percentage of covering experiment field by Lemna polyrhiza. The result of the experiment showed that dose of Lemna polyriza gave very significant effect to the variable leaf greenness level and to the percentage of covering experiment field by Lemna polyrhiza. In this experiment, the highest rice yield was achieved by 25 g Lemna/m2at equal to lowland rice planting with average of yield was 1,56 ton/ha (conversion). Innoculation time of Lemna polyrhiza were gave significant effect to the variable of 1000 grain weight at equal to lowland rice planting and this was the best results; to the percentage of covering experiment field, the equal to lowland rice planting was also gave the best results. | |
| 2416 | 12174 | B1J011157 | PENGARUH LAMA PERENDAMAN KAYU JATI (Tectona grandis Linn. f.) DALAM MINYAK PIROLISIS HASIL DESTILASI SAMPAH ANORGANIK TERHADAP SERANGAN RAYAP TANAH (Microtermes insperatus Kemner) | Kayu yang sering digunakan sebagai perabotan rumah tangga atau bahan bangunan adalah kayu Jati (Tectona grandis) yang termasuk dalam kelas awet tingkat II karena memiliki kandungan tectoquinon pada bagian terasnya. Namun banyak sekali produsen memanfaatkan bagian gubal yang tidak memiliki kandungan teqtoquinon, akibatnya tingkat keawetan rendah dan rentan terserang rayap. Pengawetan kayu dengan senyawa kimia menjadi salah satu langkah untuk mengatasi serangan rayap, salah satunya dengan memanfaatkan sampah plastik yang diolah dengan proses destilasi sehingga menghasilkan minyak pirolisis. Minyak pirolisis tersebut dujikan pada kayu jati bagian gubal kemudian diumpankan langsung ke rayap selama 2 bulan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama perendaman minyak hasil destilasi sampah anorganik terhadap kerusakan kayu jati (Tectona grandis Linn f.) oleh rayap tanah (Microtermes insperatus Kemner) dan tingkat lama perendaman kayu jati (Tectona grandis Linn. f.) dalam hasil destilasi sampah anorganik yang paling efektif dari serangan rayap tanah (Microtermes insperatus Kemner). Metode pada penelitian ini adalah eksperimental dengan pola dasar RAL. Sebagai perlakuan adalah lama perendaman dengan minyak pirolisis A) 5 menit, B) 10 menit, C) 15 menit dan D) kontrol dengan jumlah ulangan 5 kali. Variabel utama adalah tingkat keawetan kayu dengan parameter yang diukur yaitu selisih bobot kayu sebelum dan sesudah diserang rayap tanah. Variabel pendukung adalah temperatur udara, kelembaban tanah, dan pH tanah. Hasil uji analisis variansi dengan tingkat kesalahan 5% dan 1% dari penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan lama perendaman berpengaruh sangat nyata pada keawetan kayu jati dari serangan rayap Microtermes insperatus Kemner. Kesimpulannya adalah minyak pirolisis memberikan daya awet pada kayu jati bagian gubal dan paling efektif pada tingkat 5 menit. | Wood which is often used as household furniture or building materials is teak (Tectona grandis), which belongs to a level II durable class because it contains tectoquinon on the terrace. But a lot of manufacturers utilize the the sapwood that do not contain teqtoquinon, consequently it has low levels of durability and susceptible to termites. The preservation of wood using chemical compounds comes to be one of the ways to solve termite attack, one of them is by utilizing plastic waste that is processed by a distillation process to produce pyrolysis oil. That pyrolysis oil tested on the sapwood part of teak wood and then fed directly to termites during 2 months. The purpose of this research is to know the effect of soaking time of inorganic waste distillation result oil toward the damage teak (Tectona grandis Linn. f.) by subterranean termites (Microtermes insperatus Kemner) and the level of soaking teak (Tectona grandis Linn. f.) in the most effective inorganic waste distillation result from attack subterranean termites (Microtermes insperatus Kemner). This research method is experimental with basic RAL pattern. As the treatment is submersion time with pyrolysis oil A) 5 minutes, B) 10 mins, C) 15 min and D) controls the number of repeat 5 times. The main variable is the level of the wood durability level with measured parameters is the weight of the wood before and after attacked by the subterranean termites. Advocates variable is the air temperature, soil moisture, and soil pH. Results of analysis of variance test with an error rate of 5% and 1% of the study showed that the submersion time treatment was highly taking effect on the durability of teak wood from termite attack Microtermes insperatus Kemner. The conclusion is a pyrolysis oil provides lasting power on the teak parts of sapwood and most effective at the level of 5 minutes. | |
| 2417 | 12175 | A1L111025 | KARAKTERISTIK AGRONOMI POPULASI F3 HASIL PERSILANGAN PADI HITAM LOKAL PWR DAN MENTIK WANGI | Padi hitam mengandung antosianin yang berfungsi sebagai antioksidan, namun memiliki banyak kelemahan seperti rasa dan aroma yang kurang baik sehingga perlu dilakukan perbaikan sifat. Mentik wangi adalah salah satu varietas yang memiliki aroma yang wangi, rasa enak dan tekstur pulen. Oleh sebab itu, padi hitam dan mentik wangi dapat dijadikan sebagai tetua untuk perakitan varietas padi hitam unggul baru. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui karakteristik agronomi populasi F3 hasil persilangan padi hitam lokal PWR dengan Varietas Mentik Wangi dibandingkan dengan tetuanya, dan 2) Menyeleksi galur-galur terbaik untuk diteruskan sebagai benih populasi F4. Penelitian dilaksanakan di lahan sawah Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman Desa Karang wangkal, Kecamatan Purwokerto, Kabupaten Banyumas. Rancangan percobaan yang digunakan adalah RAKL ter-augmentasi dengan perlakuan 9 galur F3 dan 3 ulangan untuk varietas pembanding. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah anakan total, jumlah anakan produktif, panjang malai, bobot 1000 biji, jumlah gabah permalai, bobot gabah perumpun, umur berbunga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa1) karakteristik populasi F3 hasil persilangan padi hitam dan mentik wangi adalah tinggi tanaman berkisar antara 105.48-117.44, jumlah anakan total 20-33, jumlah anakan produktif 16.5-24.5, bobot 1000 biji 18.79-24.8, jumlah gabah per malai 141.5-174.25, panjang malai 20.95-24.89, umur berbunga 65-70, bobot gabah per rumpun 37.10-52.92. Karakteristik tersebut lebih baik jika dibandingkan dengan tetuanya. 2)Adapun Galur-galur yang diteruskan sebagai F4 berjumlah 9 galur yaitu PHMW487-24-8, PHMW482-1-11, PHMW482-1-14, PHMW482-1-4, PHMW482-17-18, PHMW482-17-24, PHMW482-17-7, PHMW482-9-134, PHMW487-23-63. | Black rice containing anthocyanin that serves as an antioxidant, but have many weaknesses as well as poor taste and scent so it needs repairing the nature of . Mentik wangi is one of the aromatic varieties, good taste and texture fluffier. Therefore, black rice and Mentik wangi can be used as a parent for the assembly of new high yielding varieties of black rice. The aim of this research are :1) to know agronomi characterictics of F3 population resulted of intersecting black rice and mentik wangi compared to the parent and 2) Selecting the best strains to be passed as a seed population F4. The research was carried out in paddy field Agriculture Faculty of Jenderal Soedirman University, Karangwangkal Village sub district of Purwokerto, Banyumas Regency. The experimental design used the augmented –RCBD with 9 treathments of F3 population and 3 replicates for varieties comparison. The observed variables are the plant heigt, the total number of saplings, the number of productive saplings, the leght of panicle, the weight of 1000 seeds, number of grain per panicle, grain weight per clump, the flowering age. Result of the study showed 1) agronomi characteristics of F3 population resulted of intersecting black rice and mentik wangi are the plant heigt between 105.48-117.44 , the total number of saplins between 20-33, the number of productive saplings between 16.5-24.5 , the weight of 1000 seeds between 18.79-24.8, number of grain per panicle between 141.5-174.25 the leght of panicle between 20.95-24.89 , the flowering age between 65-70, grain weight per clump between 37.10-52.92 These characteristics are better when compared to the parent. 2) Population to be continues into F3 generation that is 9 population that are : PHMW487-24-8, PHMW482-1-11, PHMW482-1-14, PHMW482-1-4, PHMW482-17-18, PHMW482-17-24, PHMW482-17-7, PHMW482-9-134, PHMW487-23-63. | |
| 2418 | 12176 | E1A010144 | Tanggung Jawab Pers (media) dalam Pemberitaan Pemilihan Umum Presiden 2014 menurut Perspektif Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers | Kebebasan Pers memberikan dampak positif bagi demokrasi di Indonesia, namun kebebasan ini dianggap sebagai kebebasan yang terlalu bebas, Tabloid Obor Rakyat salah satunya, Tabloid ini memberitakan sisi negatif Jokowi dimana Jokowi pada saat itu adalah salah satu pasangan calon Presiden 2014 dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2014 yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tanggung jawab Pers (media) dalam pemberitaan pemilu presiden 2014 menurut perspektif Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Metode penyajian data dalam penelitian ini disajikan dalam bentuk deskriptif naratif dan analisis data dilakukan secara kualitatif. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Tanggung Jawab Pers (media) ditujukan kepada Pemimpin Redaksi dengan mekanisme seperti pemenuhan hak jawab dan hak koreksi serta penyelesaian sengketa pers diluar mekanisme UU Pers, sedangkan Tabloid Obor Rakyat tidak dapat dikenai mekanisme UU Pers tetapi dikenai mekanisme KUHP. | Press freedom gives a positive impact on democracy in Indonesia, but it is regarded as an over freedom, for example is Obor Rakyat Tabloid. This tabloid proclaims the negative thingsabout Jokowi– he was one of the candidates for Indonesian President in 2014 that was organized by the Election Commission. The aim of this study is to analyze the responsibility of the Press (mass media) in making news in the 2014 presidential election from the perspective of Law No. 40 of 1999 about Press. The method that is used in this research is normative juridical with descriptive specifications research. The methods of presenting the data in this study are in the form of descriptive narrative, and the data analysis were done qualitatively. The results showed that the Press Responsibilityis addressed to the Chief Editor with the mechanisms such asthe responsible fulfillment of the rights of reply, the right of correction, and press dispute settlement outside the mechanism of the Press Law, while Obor Rakyat Tabloid can not be subjected to the mechanism of the Press Act but it can be subjected with the subject to the Criminal Code mechanism. | |
| 2419 | 12142 | A1H011055 | STRATEGI PENGUATAN DAN PENGEMBANGAN METODE SYSTEM OF RICE INTENSIFICATION (SRI) DENGAN MENGGUNAKAN ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP) DI KABUPATEN PURBALINGGA | Kabupaten Purbalingga merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang mengembangkan metode pertanian dengan menggunakan metode system of rice intensification (SRI). Petani pengguna metode SRI yang cukup banyak, belum disertai dengan fasilitas yang memadai sehingga dapat membantu proses perkuatan dan pengembangan mertode SRI di Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor, aktor, sasaran dan strategi yang berpengaruh dalam mengembangkan dan memperkuat metode SRI yang telah ada di Kabupaten Purbalingga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah adalah metode survei. Pengambilan sampel untuk petani SRI dilakukan dengan multistage random sampling. Pemilihan petani berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan (DINTANBUNHUT) dengan melihat peningkatan serta penurunan jumlah petani yang menggunakan SRI di tiap-tiap Kecamatan. Pengambilan sampel di instansi pemerintah yaitu Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan (DINTANBUNHUT) Kabupaten Purbalingga. Metode perhitungan hasil penelitian menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP). AHP merupakan salah satu metode pengambilan keputusan yang di kembangkan oleh Thomas L. Saaty. AHP merupakan salah satu metode yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan dengan memperhatikan faktor-faktor persepsi, preferensi, pengalaman dan intuisi. AHP menggabungkan penilaian-penilaian dan nilai-nilai pribadi ke dalam satu cara yang logis. Hasil dari perhitungan penelitian menunjukkan dalam perkuatan SRI di Kabupaten Purbalingga dalam faktor yaitu bahan baku (BB) 0.046, sumberdaya manusia (SDM) 0.115, informasi pasar (IP) 0.121, modal (MD) 0.281 dan sarana prasarana (SP) 0.439. Untuk aktor perkuatan SRI di Kabupaten Purbalingga dinas (DS) 0.119, petani (PT) 0.251, koperasi (KOP) 0.223 dan bank (BK) 0.411. Sasaran perkuatan SRI di Kabupaten Purbalingga yaitu meningkatkan daya saing (MDS) 0.101, peluang pasar (PP) 0.237 dan meningkatkan produksi (MP) 0.667. Strategi perkuatan SRI di Kabupaten Purbalingga adalah pengembangan pola kemitraan (PPK) 0.102, pembinaan kelompok tani (PKT) 0.321 dan sentra organik (SO) 0.581. Pengembangan SRI di Kabupaten Purbalingga untuk faktor yaitu bahan baku (BB) 0.044, sumberdaya manusia (SDM) 0.111, informasi pasar (IP) 0.128, modal (MD) 0.275 dan sarana prasarana (SP) 0.442. Aktor perkuatan SRI di Kabupaten Purbalingga adalah dinas (DS) 0.114, petani (PT) 0.232, koperasi (KOP) 0.228 dan bank (BK) 0.431. Sasaran pengembangan SRI di Kabupaten Purbalingga yaitu meningkatkan pendapatan (MP) 0.168, membuka kesempatan kerja baru (MKKB) 0.224 dan pemerataan kesempatan usaha (PKU) 0.614. Strategi pengembangan SRI di Kabupaten Purbalingga adalah pembinaan usaha kelompok tani yang baru (PUKT) 0.279, dan membuka akses pasar (MAP) 0.727. | Purbalingga is one of regencies in Central Java to develop farming methods using the system of rice intensification (SRI). User farmers SRI methods are quite a lot, yet accompanied with adequate facilities so as to help the process of retrofitting and developing mertode SRI in Purbalingga. This study aims to determine the factors, actors, targets and strategies are influential in developing and strengthening the existing SRI method in Purbalingga. The method used in this study is is the survey method. Sampling for farmers SRI conducted by multistage random sampling. Selection of farmers based on data obtained from the Department of Agriculture, Plantation and Forestry (DINTANBUNHUT) to see an increase and a decrease in the number of farmers using SRI in each sub-district. Sampling in government agencies namely the Department of Agriculture, Plantation and Forestry (DINTANBUNHUT) Purbalingga. Method of calculating the results of studies using Analytical Hierarchy Process (AHP). AHP is a decision-making method that was developed by Thomas L. Saaty. AHP is one method that can be used in decision-making by taking into account the factors of perception, preference, experience and intuition. AHP combines assessments and personal values into one logical way. Results of the study show the calculation of the retrofitting the factor of SRI application are namely : 1) raw materials (BB) 0.046; 2) human resources (HR); 0.115 ; 3) market information (IP) 0.121, 4) capital (MD) 0.281 and 5) infrastructure (SP) 0.439. The determinant actors for SRI application based on their eigen velue are :1) government (DS) 0.119 ; 2) farmers (PT) in 0.251 ; 3) the cooperative (KOP) 0.223 and 4) the bank (BK) 0.411. SRI retrofitting target in Purbalingga are : 1) improving competitiveness (MDS) 0.101; 2) market opportunities (PP) 0.237 and 3) increase production (MP) 0.667. the development of a partnership (PPK) 0102, The dominant strategies choosen by respondent are : 1) formation of farmer groups (PKT) 0.321 and 2) centers of organic (SO) 0.581. The factor with regard to SRI development in Purbalingga are : 1) raw materials (BB) 0.044; 2) human resources (HR) 0.111; 3) market information (IP) 0128; 4) capital (MD) 0.275 and 5) infrastructure (SP) 0.442. SRI retrofitting actors in Purbalingga are: 1) government (DS) 0.114; 2) farmers (PT) in 0.232; 3) the cooperative (KOP) 0.228 and 5) the bank (BK) 0.431. The target development of SRI in Purbalingga are: 1) increase revenue (MP) 0.168; 2) opening new employment opportunities (MKKB) 0.224 and 3) equal opportunity venture (PKU) 0.614. SRI development strategies in Purbalingga are fostering new businesses farmer groups (PUKT) 0279, and open market access (MAP) 0727. | |
| 2420 | 12114 | B1J011041 | UJI KETAHANAN KAYU KELAPA(Cocos nucifera) DENGAN SISTEM PYROLISIS BERBAHAN ANORGANIK TERHADAP SERANGAN RAYAP TANAH Microtermes insperatus Kemner | Tingginya permintaan terhadap kayu kelapa menyebabkan pohon kelapa yang masih muda ditebang sehingga ketahanan kayu kelapa masih rendah dan mudah diserang oleh rayap tanah. Untuk meningkatkan ketahanan kayu kelapa maka diperlukan proses pengawetan. Salah satu proses pengawetan yang dilakukan yaitu dengan asap cair (Pyrolisis). Pyrolisis adalah proses pembakaran bahan karbon tanpa oksigen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama pengasapan (Pyrolisis) pada ketahanan kayu kelapa (Cocos nucifera) terhadap serangan rayap tanah Microtermes insperatus Kemner dan lama pengasapan yang baik untuk memperoleh ketahanan kayu kelapa paling baik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode RAK dengan 3 kelompok (lama perebusan blok kayu) dan 5 perlakuan (lama pengasapan). Variabel utama dalam penelitian ini adalah daya serang rayap tanah dan variabel pendukung adalah rona lingkungan, kelembaban tanah, pH, dan temperatur udara. Penelitian ini dilakukan di komplek perumahan Arcawinangun Purwokerto Timur dan Laboratorium Entomologi Fakultas Biologi Unversitas Jenderal Soedirman. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji F, dengan tingkat kesalahan 5% dan 10%. Hasil yang diperoleh sangat nyata maka dilanjutkan Uji Duncan. Untuk mengidentifikasi rayap tanah digunakan buku kunci identifikasi rayap tanah (Ahmad,1999). Hasil penelitian menunjukan bahwa Lamanya pengasapan pyrolisis meningkatkan daya tahan kayu kelapa terhadap serangan Microtermes insperatus Kemner. Lama pengasapan yang optimum adalah P2 (30 menit) dan lama pengasapan yang efisien adalah P4 (60 menit). | The high demand for coconut wood causing young coconut tree felled so that the resilience of coconut wood is low and vulnerable to attack by subterranean termites. To increase the resilience of coconut wood preservation process is required. One of the pickling process is made by liquid smoke (Pyrolisis). Pyrolisis is the process of combustion of carbon without oxygen. The purpose of this study was to determine the effect of curing time (Pyrolisis) on coconut wood durability (Cocos nucifera) to termite attack ground Microtermes insperatus Kemner and long curing to obtain the most excellent resistance coconut wood. The method used in this research is the method of RAK with 3 groups (long boiling wooden blocks) and 5 treatment (long fogging). The main variable in this study is the attack power of subterranean termites and is supporting variable environmental setting, soil moisture, pH, air and temperature. This research was conducted at the residential complex Purwokerto Arcawinangun East and Entomology Laboratory of the Faculty of Biology of University of General Sudirman. Data were analyzed using the F test, with an error rate of 5% and 10%. The results are real, then followed Duncan test. To identify subterranean termites use identification keys books subterranean termites (Ahmad, 1999). The results showed the duration of curing pyrolisis increase the durability of coconut wood against attack Microtermes insperatus Kemner. Long optimum curing is P2 (30 minutes) and long curing efficient is P4 (60 minutes). |