Artikelilmiahs
Menampilkan 2.461-2.480 dari 48.726 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 2461 | 12228 | C1K010057 | The Effect of Human Resource Management Practice toward Job Attitude | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh pemberdayaan, keselamatan dan kesehatan kerja, penghargaan dan kecerdasan emosional terhadap kepuasan kerja, juga efek dari kepuasan kerja terhadap komitmen pada PT. Sapta Sari Tama Purwokerto. Populasi penelitian ini adalah semua karyawan di perusahaan itu. Teknik analisis data adalah Partial Least Square (PLS) teknik dan SmartPLS 2.0 juga digunakan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberdayaan, keselamatan dan kesehatan kerja dan imbalan berpengaruh signifikan positif terhadap kepuasan kerja, sedangkan kecerdasan emosional tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. Dalam kepuasan kerja sementara memiliki dampak yang signifikan terhadap komitmen. Dapat disimpulkan bahwa sebagai upaya untuk meningkatkan sikap kerja karyawan, manajemen perusahaan harus memperhatikan pada variabel yang memiliki efek signifikan daripada variabel lainnya. | The aims of this research were to examine the effects of empowerment, occupational safety and health, reward and emotional intelligence on job satisfaction, also the effects of job satisfaction on commitment at PT. Sapta Sari Tama Purwokerto. The populations of the study were all employees in that company. The technique of data analysis was Partial Least Square (PLS) technique and SmartPLS 2.0 was also used. The results of this study showed that empowerment, occupational safety and health and reward have positive significant effect on job satisfaction, while emotional intelligence has no significant effect on job satisfaction. In the meantime job satisfaction has significant effect on commitment. Based on the conclusion, it can be implied that as an effort to increase employees’ job attitude, the management of the company should pay attention on the variables which have significant effects rather than other variables. | |
| 2462 | 12234 | F1D010049 | Relasi Kuasa dalam Konflik Tanah Adat di Kota Cirebon | Penelitian ini berjudul "Relasi Kuasa dalam Konflik Tanah Adat di Kota Cirebon" bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan serta menjelaskan konflik tanah yang terjadi di kota Cirebon dan aktor-aktor dibalik terjadinya konflik tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif dengan teknik pengumpulan data yakni observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini, informan akan dipilih dengan menggunakan gabungan antara purposive sampling dan snowball sampling. Purposive sampling adalah pengambilan sampel berdasarkan tujuan dan snowball sampling adalah pengambilan sampel dengan bantuan key-informan, dan dari key-informan inilah akan berkembang sesuai petunjuknya. Untuk menjamin validitas data, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi data. Hasil dari penelitian ini yaitu pihak Pemerintah menganggap tanah-tanah yang bersengketa merupakan tanah swapraja dan seharusnya semenjak diberlakukannya UUPA (Undang-Undang Pokok Agraria) pada tahun 1960, tanah tersebut telah dikembalikan kepada negara bukan milik Keraton Kasepuhan. Namun pihak Keraton menentang pernyataan tersebut bahwa tanah yang mereka miliki bukan tanah swapraja sehingga mereka berhak atas tanah tersebut. Tidak hanya terkait tanah adat saja yang menjadi latar belakang konflik antara Pemerintah Kota Cirebon dengan Keraton Kasepuhan, tetapi ada hal lain yang melatarbelakangi yaitu Keraton Kasepuhan tidak mendapatkan hak yang seharusnya di dapatkan sebagai peninggalan sejarah pemerintahan Kota Cirebon seperti anggaran untuk perawatan keraton agar tetap lestari. Kondisi keraton saat ini yang kurang terawat, merupakan dampak dari permasalahan yang tidak kunjung menemui titik terang. | This study, entitled "The Power Relations in Conflict Indigenous Lands in Cirebon City" aims to identify and describe and explain the land conflicts that occurred in the town of Cirebon and actors behind these conflicts. This study uses descriptive qualitative with data collecting technique that is observation, interview, and documentation. In this study, informants would be selected using a combination of purposive sampling and snowball sampling. Purposive sampling is sampling based on objective and snowball sampling are sampling with the help of key-informants, and of key-informants will develop according to these instructions. To ensure the validity of the data, this study uses data triangulation technique. The result of this research showed that the goverment considers the land in dispute was supposed to land and self-government since the enactment of the BAL in 1960, the land has been returned to the state did not belong to Kasepuhan. But the palace against the statement that the land that they have not the autonomous land so that they are entitled to the land. Not only related to indigenous lands that become the background of conflict between the Government of Cirebon with Kasepuhan. There are other things behind that Kasepuhan rights should not get in get as historical relics such Cirebon City government budget for the maintenance of the palace in order to remain sustainable. Palace conditions today are less well maintained, is the impact of the problems that do not see a bright spot. | |
| 2463 | 12227 | E1A010072 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN ATAS PERJANJIAN PEMBIAYAAN KONSUMEN DENGAN KLAUSULA BAKU (Suatu studi pada putusan arbitrase BPSK Probolinggo No. 01.AK/BPSK/2013/426.111/2013) | ABSTRAK Perkembangan ekonomi nasional berdasar pasar bebas memicu munculnya lembaga bank maupun bukan bank berlomba membuka jasa keuangan salah satunya adalah pembiayaan konsumen. Dalam kenyataannya perkembangan ini menimbulkan berbagai permasalahan yang menyangkut pembiayaan konsumen yang dilakukan oleh perusahaan pembiayaan konsumen dengan konsumennya. Sengketa perjanjian pembiayaan konsumen dengan klausula baku menjadi perhatian berbagai pihak yang bergerak di bidang perdagangan maupun pelayanan jasa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan dan menganalisis keadaan nyata yang terjadi dalam pelaksanaan perjanjian pembiayaan konsumen yang dilakukan antara lembaga pembiayaan konsumen dengan konsumennya, dan untuk mengetahui hubungan hukum antara lembaga pembiayaan konsumen dengan konsumennya. Selain itu untuk menjelaskan dan menggali penerapan hukum perlindungan konsumen (UU No. 8 Tahun 1999) memberikan perlindungan hukum kepada konsumen terhadap pencantuman klausula baku dalam suatu perjanjian pembiayaan konsumen. Metode yang digunakan dalam skripsi ini untuk penelitian ini menggunakan Yuridis Normatif, yaitu penelitian hukum yang menitikberatkan pengkajian data pustaka sebagai data sekunder, berupa hukum positif yang mengatur tentang perlindungan konsumen terhadap hak-haknya dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen Nomor 8 Tahun 1999. Hasil penelitian menunjukkan ketentuan dasar Undang-Undang Perlindungan Konsumen yang memberikan dasar hukum kepada konsumen untuk dapat memperoleh perlindungan hukum yang telah dan belum diberikan putusan BPSK (Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen) atas perjanjian pembiayaan konsumen dengan klausula baku sebagaimana dibuat oleh PT. Mitra Pinastika Mustika Finance. Kata kunci : perjanjian, pembiayaan konsumen, Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen, Klausula baku. | ABSTRACT The national economy development based on free market had triggered a bank or non-bank institutions compete to open up financial services, one of them is consumer finance. In fact, it raises a variety of issues related to consumer finance that is conducted by the consumer finance company to the customers. The dispute consumer financing agreement with the standard clause is being an issue that many parties in the field of trade and services pay attention on it. The aim of this study is to describe and analyze the real situation that is occurred in the implementation of consumer financing agreement which is made by the consumer finance institutions to their customers, and to determine the legal relationship between consumer financial institutions. In addition, to explain and explore the application of consumer protection law (Act No. 8 of 1999) that provide the legal protection to consumers against the inclusion of standard clauses in a consumer financing agreement. This study uses normative juridical method that is legal research that focus on the assessment of libraries data as secondary data in the form of positive laws that regulate the protection of consumers of their rights under the Consumer Protection Act No. 8 of 1999. The results showed that the basic provisions of the Consumer Protection Act which provides the legal basis for consumers to be able to obtain legal protection has and has not been given a verdict by BPSK (Consumer Dispute Settlement Board) on consumer financing agreement with the standard clause as created by PT. Mustika Pinastika Partners Finance. Keywords: agreement, consumer finance, Consumer Dispute Settlement Board, raw Clause. | |
| 2464 | 12230 | H1C011061 | Pengenalan Rambu Lalu Lintas dengan Metode Proyeksi Histogram Berbasis Jaringan Syaraf Tiruan Perambatan Balik (Backpropagation) | Penelitian ini bertujuan untuk mengenali pola rambu lalu lintas. Rambu lalu lintas yang akan dikenali merupakan rambu peringatan. Langkah – langkah penelitian ini adalah preprocessing, ekstraksi ciri, dan perancangan jaringan syaraf tiruan dengan algoritma perambatan balik. Data penelitian merupakan pola citra rambu peringatan dengan ukuran 32 x 32 piksel. Data pola yang digunakan sebanyak 100 pola. Pengujian jaringan telah dilakukan dengan variasi parameter nilai input dan jumlah lapisan tersembunyi. Parameter lapisan tersembunyi yang digunakan adalah 20 lapisan, 30 lapisan, dan 40 lapisan. Serta variasi jumlah data input yang digunakan adalah 10 - 70% dari total 100 pola yang diuji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah lapisan tersembunyi dapat mempengaruhi lamanya waktu pelatihan maupun waktu pengenalan jaringan. Keberhasilan pengenalan diperoleh seiring dengan semakin meningkatnya jumlah input. Keberhasilan tertinggi mencapai 100% pada parameter nilai input 70 di setiap jumlah lapisan tersembunyi. | The purpose of this research is to recognize the pattern of traffic sign, particularly the warning sign. The pattern recognition system in this research contains preprocessing, feature extraction, and designing artificial neural network (ANN) with backpropagation algorithm. Research subject consists of one hundred 32 x 32 pixel warning sign image patterns. We have done the network test with varied input value and the number hidden layers. The parameter used in that hidden layers are 20, 30, and 40 layers. In addition, the varied input value used is 10 - 70 % out of 100 tested patterns. The result of this research shows that the number of hidden layers may affect the length of training as well as network recognition. A successful recognition is obtained as the input value increases. The highest success reaches 100% with input value of 70 in each hidden layer. | |
| 2465 | 12231 | D1E010147 | HUBUNGAN ANTARA UMUR INDUK DENGAN LITTER SIZE DAN JUMLAH ANAK HIDUP PRASAPIH PADA KAMBING LOKAL DIKECAMATAN SUMBANG, KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian dengan metode survai di Kecamatan Sumbang menggunakan 279 ekor induk kambing lokal dilaksanakan di Desa Tambaksogra, Desa Sikapat dan Desa Gandatapa. Hasil penelitian menunjukkan rataan umur induk kambing di Kecamatan Sumbang 38,67 bulan (3,2 tahun).Litter size 1,87 ekor. Jumlah anak hidup prasapih tertinggi 119 ekor (rataan 1,60 ekor per induk) dan terendah 1 ekor. Umur induk kambing termuda di Desa Gandatapa 18 bulan dan tertua 60 bulan.Litter size tertinggi 2,50 ekor dan terendah 1 ekor. Jumlah anak hidup prasapih tertinggi 27 ekor (rataan 1,59 per induk) dan terendah 1 ekor. Umur induk kambing termuda di Desa Sikapat 20 bulan dan tertua 60 bulan. Liter size tertinggi 2,50 ekor dan terendah 1 ekor. Jumlah anak hidup prasapih tertinggi 35 ekor (rataan 1,52 ekor per induk) dan terendah 1 ekor. Umur induk kambing termuda di Desa Tambaksogra 24 bulan dan tertua 48 bulan. Litter size tertinggi 2,24 ekor dan terendah 1,8 ekor. Jumlah anak hidup prasapih tertinggi 57 ekor (rataan 1,67 ekor per induk) dan terendah 1 ekor. Hasil analisis regresi berganda mengikuti persamaan garis Y =-0,012x2 + 0,639x + 8,519 dengan nilai koefisien korelasinya (r) 0,297 dan koefisien determinasi (R2) adalah 8,8 persen.Hasil analisis regresi berganda mengikuti persamaan garis Y = -0,018x2 + 1,121x - 2,884 dengan nilai koefisien korelasinya (r) 0,295 dan koefisien determinasi (R2) 7,1 persen. Kesimpulan hasil penelitian adalah umur induk tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap litter size dan jumlah anak hidup prasapih pada kambing lokal di Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. | Research which used survey method in District of Sumbang was conducted by using 279 of local goats from Villages of Tambaksogra, Sikapat and Gandatapa. The research results showed the average age of the goats in the District Donate 38.67 months (3.2 years). Litter size 1,87.The highest number of kids living preweaning is 119 individuals (average of 1.60 birds per stem) and the lowest is one. The youngest goat’s age in the village Gandatapais 18 months and the oldest is 60 months. The highest Litter size is 2.50 the highest and lowest is one. The highest number of kids living preweaning are 27 animals (averaging 1.59 per stem) and the lowest one tail. Age mother goat in the village youngest Sikapat 20 months and the oldest 60 months. The highest size liters 2.50 and the lowest is 1 tail. The highest number of kids living preweaning 35 individuals (average of 1.52 birds per stem) and the lowest one. Age mother goat in the village youngest Tambaksogra 24 months and the oldest 48 months. Litter size of 2.24 the highest and lowest 1.8 tail tail. The highest number of kids living preweaning 57 individuals (average of 1.67 birds per stem) and the lowest one tail. Results of multiple regression analysis follows the line equation Y = -0,012x2 + 0,639x + 8.519 with a correlation coefficient (r) 0.297 and the coefficient of determination (R2) was 8.8 percent. Results of multiple regression analysis follows the line equation Y = -0,018x2 + 1,121x - 2,884 with the value of the correlation coefficient (r) 0.295 and the coefficient of determination (R2) of 7.1 percent. Conclusion of the study is the age of the mother was not significant (P> 0.05) on litter size and the number of kids living in local goat preweaning in District Donate, Banyumas. | |
| 2466 | 12232 | H1H011008 | PENGARUH PENGKAYAAN PAKAN KECAMBAH KACANG HIJAU (Phaseolus radiatus) DENGAN EKSTRAK DAUN BAYAM (Amarantus tricolor L.) TERHADAP KECEPATAN MOLTING LOBSTER AIR TAWAR (Cherax quadricarinatus) | Lobster air tawar merupakan komoditas perikanan yang sangat diminati dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Salah satu upaya mengatasi kendala biaya pakan adalah memanfaatkan kecambah kacang hijau. Peningkatan nilai nutrisi pada pakan dilakukan untuk menghasilkan pakan yang lebih berkualitas. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kecepatan dan frekuensi molting pada Lobster Air Tawar (Cherax quadricarinatus) yang dipelihara dengan pakan yang diperkaya ekstrak daun bayam dengan waktu pengkayaan (enrichment) pakan berbeda. Penelitian ini dilaksanakan selama 60 hari, parameter yang diamati yaitu kecepatan molting, frekuensi molting, pertumbuhan dan sintasan. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan Kontrol (Kecambah kacang hijau), P1 (Kecambah kacang hijau direndam ekstrak daun bayam selama 6 jam), P2 (Kecambah kacang hijau direndam ekstrak daun bayam selama 12 jam), P3 (Kecambah kacang hijau direndam ekstrak daun bayam selama 18 jam) dan P4 (Kecambah kacang hijau direndam ekstrak daun bayam selama 24 jam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan yang diperkaya dengan ekstrak daun bayam berpengaruh signifikan terhadap kecepatan molting (P<0,1) sedangkan untuk frekuensi molting dan pertumbuhan mutlak tidak signifikan. Kecepatan molting pada lobster air tawar mempunyai nilai yang terbaik pada perendaman selama 12 jam yaitu 24,48 + 2,78 hari atau 587,6 + 66,9 jam dengan nilai frekuensi 3,4 + 0,55 kali. | Freshwater Crayfish are the most favorite fishery commodities, and have high economic value. The effort to overcome obstacles feed costs is to utilize the mung bean sprouts. Increasing the value of feed nutrition was to produce an excellent quality feed. The research aims to find out the molting speed and frequency on Freshwater Crayfish (Cherax quadricarinatus) which were maintained with enriched spinach leaves extract feed that had distinctive feed enrichment. The research conducted during 60 days, the observation parameters were the molting speed, molting frequency,growth and survival rate. The experimental design used Completely Randomized Design (CRD) with five treatments and five replications. Treatment Control (Mung bean sprouts), P1 (Mung bean sprouts marinated with spinach leaves extract for 6 hours), P2 (Mung bean sprouts marinated with spinach leaves extract for 12 hours), P3 (Mung bean sprouts marinated with spinach leaves extract for 18 hours), and P4 (Mung bean sprouts marinated with spinach leaves extract for 24 hours). The results showed that the feeding with enriched spinach leaves extract had a significant effect on the molting speed (P<0.1), while for the molting frequency and it absolute growth is not significant. The molting speed of Freshwater Crayfish had the best value on submersion for 12 hours that is 24.28 + 2.78 days or 587.6 + 66.9 hours with 3.4 + 0.55 time’s frequencies. | |
| 2467 | 12238 | E1A010143 | PENCATATAN PERKAWINAN BAGI MEMPELAI LAKI-LAKI YANG TELAH MENINGGAL DUNIA (Tinjauan Yuridis Terhadap Penetapan Nomor 76/Pdt.P/2015/PN.Mlg) | Syarat formal suatu perkawinan adalah tentang perkawinan yang dilaksanakan harus dilakukan pendaftaran dan pencatatan, hal inilah yang disebut akta perkawinan (Pasal 12 Undang-undang No. 1 Tahun 1974). Terkadang masyarakat tidak berpikir untuk mencatatkan perkawinannya karena mereka berpikir kalau perkawinan itu cukup hanya dengan upacara keagamaan saja, Pasal 2 ayat (2) Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan menyebutkan bahwa “Tiap-tiap perkawinan dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku” maka dari itu perkawinan merupakan perbuatan hukum dan perbuatan agama. Karena perkawinan merupakan perbuatan hukum, hal ini ditandai dengan dicatatkannya perkawinan tersebut pada Catatan Sipil, dalam Penetapan Pengadilan Negeri Malang Permohonan Nomor 76/Pdt.P/2014/PN.Mlg tentang pencatatan perkawinan bagi mempelai yang telah meninggal dunia, Hakim dalam menetapkan permohoan tersebut kurang teliti dan kurang tepat dengan fakta dan bukti dalam persidangan, karena hal tersebut peneliti tertarik untuk menganalisa Permohonan Nomor : 76/Pdt.P/2014/PN.Mlg tentang Permohonan pencatatan perkawinan bagi mempelai laki-laki yang telah meninggal dunia. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif. Hasil penelitian diperoleh bahwa penetapan nomor :76/Pdt.P/2014/PN.Mlg tentang pecantatan perkawinan, dalam pertimbangan hukum penetapan tersebut kurang teliti dan kurang tepat karena hakim menggunakan dasar hukum yang sebenarnya tidak mengerti substansi dari dasar hukum tersebut. Sehingga Penetapan Nomor : 76/Pdt.P/2014/PN.Mlg tidak memiliki kesesuaian dengan tata cara yang berlaku dalam penyelesaian masalah pencatatan di Pengadilan Negeri. Seharusnya dalam penetapan tersebut Hakim mengetahui substansi atau materi dari perundang-undangan yang menjadi dasar hukumnya. | Formal requirements of a marriage is that the marriage must be registered and recorded to create marriage certificate (Article 12 Law Number 1 year 1974 on Marriage). Some people do not think to register their marriage because they think that religious ceremony is enough, Article 2 verse 2 of the Law Number 1 year 1974 said that "every marriage noted according to valid regulation" means that that marriage is legal action and deeds of religion. Since marriage is legal action, it is characterized by registering in Civil Record, in Act Number 76/Pdt.P/2014/PN.Mlg from District Court of Malang about the marriage registration after the death of the groom, the judge in deciding the request less scrupulous and less precise with the facts and evidence in court. This attracted researchers to analyze the Act Number: 76/Pdt.P/2014/PN.Mlg about the marriage registration after the death of the groom.This research use of juridical normative approach method. The results of research obtained that the Act Number: 76 / pdt.p / 2014 / pn.mlg about marriage registration, in consideration of the act of the law have been less scrupulous and inappropriate because the judge using a legal basis that is not actually understand the substance from the base of the law. So that the Act Number: 76/Pdt.P/2014/PN.Mlg not having conformity with the valid procedure in the solving recording problems in State Court. In the Act, the judge has to know the substance or material of legislation as the base of the law. | |
| 2468 | 12233 | F1C010002 | Strategi Customer Relationship Management Dalam Upaya Menciptakan Kepuasan Tamu Pada Hotel Aston Imperium Purwokerto | Penelitian ini mengambil judul “Strategi Customer Relationship Management Dalam Upaya Menciptakan Kepuasan Tamu Pada Hotel Aston Imperium Purwokerto”. Public relations adalah fungsi manajemen yang membangun dan mempertahankan hubungan yang baik dan bermanfaat antara organisasi dengan publik yang mempengaruhi kesuksesan atau kegagalan sebuah organisasi. Dipilihnya Hotel Aston Imperium Purwokerto karena merupakan hotel berbintang empat pertama di Purwokerto yang mempunyai jaringan internasional jika dibandingkan dengan pesaing-pesaing lainnya yang sekelas dengan Aston Imperium Hotel Purwokerto. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi customer relationship management yang dijalankan sebagai upaya untuk menciptakan kepuasan tamu di Hotel Aston Imperium Purwokerto. Subjek dalam penelitian ini manager public relations dan staff front office Hotel Aston Imperium Purwokerto. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi, sedangkan teknik penentuan informan yang digunakan dalam penelitian adalah purposive sampling. Teknik yang disimpulkan guna mendapatkan validitas data yaitu menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi customer relationship management di Hotel Aston Imperium Purwokerto dalam upaya menciptakan kepuasan tamu yaitu dengan menggunakan tiga kerangka strategi customer relationship management yakni collaborative, operational, dan analytical CRM. Manajemen Hotel Aston Imperium Purwokerto menerapkan sistem terpadu, cepat tanggap dan ramah dalam melakukan pelayanan kepada customer. Faktor pendukung strategi customer relationship management adalah sumber daya manusia yang baik dan fasilitas yang memadai. Faktor penghambatnya adalah kompetitor yang memberikan harga lebih murah dibandingkan Hotel Aston Imperium Purwokerto. Kriteria yang menentukan kepuasan customer adalah kualitas, pelayanan, lokasi, dan harga. Seorang public relations dan staf yang secara langsung berhubungan dengan customer seperti divisi front office harus bisa menjalin hubungan yang baik agar strategi yang dijalankan berjalan dengan baik dan proses pencapaian kepuasan pelanggan bisa dipenuhi oleh manajemen. | The title of this research is “The Strategy of Customer Relationship Management in Attempt of Creating Customers Satisfaction at Aston Imperium Hotel Purwokerto”. Public relations is function of management that develops and maintains good and beneficial relationship between organization and public which affects success or failure of an organization. Aston Imperium Hotel Purwokerto was choosen because it is the first four star hotel at Purwokerto which has international network compared with other competitors. The aim of this research is knowing the strategy of customer relationship management in attempt of creating customers satisfaction at Aston Imperium Hotel Purwokerto. Subjects in this research are public relations manager and front office staffs of Aston Imperium Hotel Purwokerto. Qualitative research method obtained through in-depth interview, observation, and documentation is used in this research. Informant determination technique that used in this research is purposive sampling and triangulation of sources is used for data validity technique. The result of this research shows that the strategy of customer relationship management in attempt of creating customers satisfaction at Aston Imperium Hotel Purwokerto is using three frameworks of customer relationship management strategy. Those are collaborative, operational, and CRM analytical. Management of Aston Imperium Hotel Purwokerto applies the integrated, quick response and friendly system in serving customers. Some supporting factors that related to the strategy of customer relationship management are good human resources and adequate facilities and the inhibiting factor is competitors with lower price than Aston Imperium Hotel Purwokerto. Some criterias that determine customers satisfaction are quality, service, location, and price. Public relations and staffs who directly relate with customers such as front office division must be able to have good relationship so that the strategy goes well and customers satisfaction reaching process can be done well by management. | |
| 2469 | 12239 | H1H011002 | PEMANTAUAN EKTOPARASIT PADA BENIH LELE SANGKURIANG (Clarias gariepinus var) DI KABUPATEN MAJALENGKA | Ektoparasit telah dilaporkan menginfeksi benih lele sangkuriang di banyak daerah, sehingga dapat menghambat budidaya lele sangkuriang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis ektoparasit dan tingkat infeksi masing-masing parasit pada benih lele sangkuriang (Clarias gariepinus var) di Kabupaten Majalengka. Benih lele sangkuriang sebanyak 120 ekor diambil dari empat lokasi penelitian pada bulan Maret – April 2015 untuk pemeriksaan ektoparasit. Benih lele sangkuriang di bawa ke Laboratorium Kesehatan Ikan UPTD BBPPI Babakan Jawa Majalengka untuk diukur panjang tubuh dan beratnya, kemudian di ambil mukus dari bagian insang, permukaan tubuh, sirip dan diamati memakai mikroskop untuk kemudian diidentifikasi. Keberadaan ektoparasit yang didapatkan dari setiap lokasi penelitian selanjutnya dicatat untuk menghitung prevalensi, intensitas dan kelimpahannya. Dalam penelitian ini ektoparasit yang ditemukan di empat lokasi penelitian adalah Trichodina sp., Ichthyopthirius multifiliis, Gyrodactylus sp. dan Argulus sp. Nilai prevalensi tertinggi masing-masing parasit (Trichodina sp., 96,67% ; Ichthyopthirius multifiliis 36,67% ; Gyrodactylus sp. 93,33% ; Argulus sp. 6,67 %), Nilai intensitas tertinggi masing-masing parasit (Trichodina sp., 116,45 ind/ekor ; Ichthyopthirius multifiliis 16,27 ind/ekor ; Gyrodactylus sp. 13,14 ind/ekor ; Argulus sp. 1,5 ind/ekor), Nilai kelimpahan tertinggi masing-masing parasit (Trichodina sp., 112,57 ind/ekor ; Ichthyopthirius multifiliis 5,97 ind/ekor ; Gyrodactylus sp. 12,27 ind/ekor ; Argulus sp. 0,1 ind/ekor). | Ectoparasites have been reported to infect sangkuriang catfish seed in many areas, can inhibit the cultivation of sangkuriang catfish. The aims of this reasearch is to determine the type and level ectoparasites each parasitic infection on the sangkuriang catfish seed (Clarias gariepinus var) in Majalengka. Sangkuriang catfish seed as much as 120 tail catfish taken from the four different location sites in March-April 2015 for examination ectoparasites. Sangkuriang catfish seeds brought to the Fish Health Laboratory UPTD BBPPI Babakan Jawa Majalengka to measure body length and weight, then take mucus from the gills, the body surface, fins and observed wearing a microscope for later identified. The existence of ectoparasites is obtained from any location further research note to calculate the prevalence, intensity and abundance. In this study ectoparasites found in the four research sites are Trichodina sp., Ichthyopthirius multifiliis, Gyrodactylus sp. and Argulus sp. The highest prevalence of the value of each parasites (Trichodina sp., 96,67%; Ichthyopthirius multifiliis 36,67%; Gyrodactylus sp. 93,33%; Argulus sp. 6,67%), the highest intensity value of each parasites (Trichodina sp., 116,45 ind/tail; Ichthyopthirius multifiliis 16,27 ind/tail; Gyrodactylus sp. 13,14 ind/tail; Argulus sp. 1,5 ind/tail), the highest abundance value of each parasites (Trichodina sp ., 112,57 ind/tail; Ichthyopthirius multifiliis 5,97 ind/tail; Gyrodactylus sp. 12,27 ind/tail; Argulus sp. 0,1 ind / tail). | |
| 2470 | 12235 | A1L011139 | RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL SEMBILAN GENOTIPE BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) PADA DUA DOSIS SELENIUM DENGAN METODE NUTRIENT FILM TECHNIQUE (NFT) | Bawang merah merupakan salah satu tanaman yang dapat ditingkatkan kandungan seleniumnya. Selenium merupakan unsur kofaktor dari antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui respon sembilan genotipe bawang merah terhadap penambahan selenium dengan metode Nutrient Film Technique, 2) mendapatkan genotipe bawang merah yang berdaya hasil tinggi dengan penambahan selenium. Penelitian dilaksanakan di screenhouse dan Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Bioteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian dimulai pada bulan Nopember 2014 sampai Pebruari 2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) pemberian selenium dengan dosis 20 ppm pada tanaman bawang merah dengan metode Nutrient Film Technique (NFT) berdampak penghambatan pertumbuhan kecuali pada variabel jumlah umbi varietas Blekok, volume akar varietas Tiron, bobot kering umbi G 10.1692 dan varietas Blekok, jumlah daun varietas Blekok dan bobot tanaman basah varietas Tiron, 2) genotipe bawang merah dengan produksi tertinggi pada dosis selenium 20 ppm adalah varietas Blekok. | Shallot is one of the plants which can be increased the selenium contens. Selenium is a cofactor element of antioxidants which can counteract free radicals. This research aims to 1) knowing nine genotypes of shallot’s response from 20 ppm doses of selenium by Nutrient Film Technique’s method , 2) get genotype of shallot with doses of selenium that can grow well and produce high. Research conducted at screenhouse and Plant Breeding and Biotechnology Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The study began in November 2014 until February 2015. The results showed that 1) giving at a dose of 20 ppm selenium on shallot plants using Nutrient Film Technique (NFT) affect growth inhibition except number of tubers on Blekok variety, root volume on Tiron variety, dry weight of tubers on G 10.1692 and Blekok variety, number of leaves on Blekok variety and fresh weight of of plants on Tiron variety, 2) genotype shallot with the best production at the dose of selenium 20 ppm is Blekok varieties. | |
| 2471 | 12236 | E1A011240 | TINJAUAN YURIDIS MENGENAI URGENSI PROGRAM LINIENSI DALAM PENANGANAN PERKARA KARTEL DI INDONESIA | Kartel dianggap sebagai praktik bisnis tidak sehat yang paling berbahaya karena sangat merugikan konsumen dan melemahkan kondisi perekonomian. Larangan terhadap praktek kartel diatur dalam berbagai pasal dalam Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Namun Komisi Pengawas Persaingan Usaha sebagai otoritas pengawas persaingan usaha di Indonesia memiliki berbagai kendala terutama yang berkaitan dengan pendeteksian terhadap pelaku usaha yang melakukan kartel serta memperoleh alat bukti dan data yang diperlukan untuk membuktikan ada atau tidaknya sebuah praktek kartel. Kondisi tersebut dipersepsikan karena terbatasnya kewenangan KPPU dalam memperoleh serta sifat kerahasiaan dari perusahaan. Melalui berbagai kajian dan penelitian, muncul berbagai solusi menyikapi kendala yang dialami KPPU salah satunya adalah Program Liniensi. Program Liniensi adalah sebuah program yang dapat dijadikan alat bantu bagi otoritas pengawas persaingan usaha untuk mendeteksi keberadaan kartel dan memperoleh alat bukti dalam pemeriksaan perkara kartel tersebut. Program ini telah diterapkan di berbagai negara dan terbukti dapat membantu otoritas pengawas persaingan usaha dalam menangani perkara kartel. Namun Indonesia sampai saat ini belum mengatur program liniensi dalam peraturan perundang-undangannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah program liniensi penting untuk diatur di Indonesia atau tidak. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif yang menggunakan pendekatan perundang-undangan, pendekatan perbandingan, pendekatan konsep dan pendekatan analisis. Hasil penelitian menemukan beberapa fakta yang mengarah pada suatu kesimpulan bahwa program liniensi penting keberadaannya dalam penanganan perkara kartel di Indonesia. | Cartel is considered as the most dangerous unfair business practices practice since it incurs loses to the customers and debilitates Indonesian economy. The prohibition against the practice of cartel regulated in various article in the act of number 5 1999 of the prohibition of monopoly and unfair business competition. However, the Business Competition Supervisory Commission (KPPU) which has authority to supervise business competition in Indonesia, has various obstacles especially related to cartel detection and to obtain evidence and needed data to prove whether there is a cartel practice or not. The condition is perceived because of KPPU limited authority in obtaining data as well as the secretive personality of the company. Through various studies and researches, many solvable advisories on various obstacles that KPPU experienced appear, one of them is leniency program. Leniency program is a program that can be used as a help to the business competition authority to detect the presence of a cartel and obtain evidence in the examination of the matter of the cartel .This program has been used in many countries and proved to help the authority of the business competition supervisory dealing with the matter of a cartel. Yet, Indonesia has not regulated leniency program in the regulation. The purpose of this research is to know whether leniency program is important to be regulated in Indonesia or not. The study used juridical normative research method which use statutes approach, comparison approach, analysis approach and concept approach. The result of this research found some facts that leads to a conclusion that the existence of leniency program is important in a case of cartel’s management in Indonesia. | |
| 2472 | 12237 | H1K008011 | PEMETAAN PRODUKSI UDANG REBON (Acetes vulgaris) YANG DITANGKAP DENGAN ALAT TANGKAP JARING ANCO DI PERAIRAN PANTAI KEJAWANAN, KOTA CIREBON | Penelelitian ini berjudul ‘’Pemetaan Produksi Udang Rebon (Acetes vulgaris) Yang di Tangkap Dengan Alat tangkap Jaring Anco di Perairan Pantai Kejawanan, Kota Cirebon ‘’. Tujuan dari penelitian ini adalah Menganalisis produksi udang rebon (Acetes vulgaris) yang tertangkap menggunakan alat tangkap anco dan memetakan areal potensi udang rebon (Acetes vulgaris) di pantai perairan Kejawanan, Kota Cirebon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survai melalui observasi dan wawancara. Teknik pengambilan sampling dengan menggunakan metode cluster sampling, dengan lokasi penangkapan udang rebon di perairan pantai Kota Cirebon yaitu tepatnya di Kecamatan Kejaksan dan Kecamatan Lemahwungkuk. Kegiatan observasi dilakukan pada dini hari dengan pengambilan data titik koordinat lokasi hauling nelayan dan hasil tangkapan udang rebon (Acetes vulgaris) besrta tangkapan sampingan nelayan anco. Data hasil penelitian diinterpolasi kedalam peta dengan hasil peta sebaran dan peta kontur hsail tangkapan utama udang rebon beserta hasil tangkapan sampingan yang dimanfaatkan nelayan. Peta kontur menunjukan hasil tangkapan utama dan sampingan, penangkapan tertinggi yaitu nelayan (NC) dengan nilai total hasil tangkapan 26,7 Kg dan hasil tangkapan terendah pada nelayan (NB) dengan nilai 17,3 Kg dan presentase terbesar adalah udang rebon (Acetes vulgaris) 64%, dimana udang rebon merupakan target tangkapan utama nelayan jaring anco selain tangkapan utama di dapat juga tangkapan sampingan yaitu udang putih (Penaeus merguiensis) 5%, teri (Stolephorus commersonii) 15% dan Ikan Cerebung (Bryconamericus sp) 16%. | The study entitled “Mapping The Production Of Shirmp Rebon (Acetes vulgaris) In The Catch With Nets Of Fishing Gear In Coastal Waters Anco to Answer Kejawanan Beach, City of Cirebon”. The aim of this study is to analyze the production rebon (Acetes vulgaris) is caught using fishing gear anco and mapping the potential areas rebon (Acetes vulgaris) in coastal waters Kejawanan, Cirebon City. The method used in this research is the survey method through observation and interviews. Sampling technique using cluster sampling method, the location of shrimp fishing in coastal waters rebon Cirebon city is precisely in the district and sub-district Kejaksan Lemahwungkuk. The data was interpolated into the map with the results of distribution maps and contour maps rebon hsail main catch with the results of the utilized bycatch of fishermen. Contour map shows the main and sideline catches, the highest arrest fishermen (NC) with a total value of 26.7 Kg catches and catches the lowest in the fishermen (NB) with a value of 17.3 kg and the largest percentage is rebon (Acetes vulgaris) 64%, where rebon is the main target of fishing nets catch anco besides the main catchment can also bycatch is white shrimp (Penaeus merguiensis) 5%, anchovies (Stolephorus commersonii) 15% and fish Cerebung (Bryconamericus sp) 16%. | |
| 2473 | 12170 | E1A110003 | TINDAK PIDANA TANPA HAK MENGGUNAKAN NARKOTIKA GOLONGAN I DALAM BENTUK TANAMAN BAGI DIRINYA SENDIRI ( Tinjauan Yuridis Putusan NO.15/PID.SUS/2014/PN.PWT) | Berdasarkan Penjelasan Umum Undang-Undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, disebutkan bahwa Narkotika merupakan zat atau obat yang sangat bermanfaat dan diperlukan untuk pengobatan penyakit tertentu. Namun, jika disalahgunakan atau digunakan tidak sesuai dengan standar pengobatan dapat menimbulkan akibat yang sangat merugikan bagi perseorangan atau masyarakat khususnya generasi muda. Penyalahgunaan narkotika itu dipandang sebagai suatu masalah yang kompleks dan sebagai masalah yang merupakan tanggung jawab negara dan masyarakat. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pertimbangan hakim dalam penerapan unsur-unsur tindak pidana penyalahgunaan narkotika bagi dirinya sendiri dan untuk mengetahui pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pidana dalam perkara nomor 15/PID.SUS/2014/Pn.Pwt). Metode yang digunakan dalam penelitian ini. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan yuridis normatif. Analisis data yang telah diperoleh dianalisis menggunakan metode analisis normatif kuantitatif yaitu analisis data yang bertitik tolak pada usaha penemuan informasi sehingga tidak menggunakan rumus atau angka-angka. Hasil penelitian ini diketahui bahwa penerapan unsur-unsur tindak pidana bagi pertimbangan Hakim dalam putusan perkara Nomor: 15/PID.SUS/2014/Pn.Pwt telah memenuhi unsur-unsur yang disesuaikan dengan Pasal 127 ayat 1 huruf (a) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Unsur-unsurnya adalah setiap orang dan penyalahgunaan narkotika golongan I bagi diri sendiri. Pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pidana dalam perkara Nomor : 15/PID.SUS/2014/Pn.Pwt, tentang Penyalahgunaan Narkotika Golongan I Bagi Dirinya Sendiri kepada terdakwa Rama Argo Wiyana dikenakan pidana penjara selama 1 (satu) tahun 3 (tiga) bulan, dan hal-hal yang memberatkan dan meringankan dijadikan pertimbangan hakim dalam menjatuhkan Pidana. | Based general explanation of Law No. 35 of 2009 on Narcotics, said that narcotics are substances or drugs that are beneficial and necessary for the treatment of certain diseases. However, if misused or used not according to standard treatment can lead to a result that is very detrimental to individuals or society, especially the younger generation. Drug abuse was seen as a complex issue and a problem that is the responsibility of the state and society. The purpose of this study was to determine the consideration of judges in applying the elements of the crime of drug abuse for himself and to know the judges in imposing criminal judgment in case number 15 / PID.SUS / 2014 / Pn.Pwt. The method used in this research is normative juridical approach. Analysis of the data has been analyzed using quantitative analysis method normative data analysis that starts in the discovery business information so it does not use formulas or figures. The results of this research note that the application of the elements of a criminal offense for consideration of the judge in the verdict case number: 15 / PID.SUS / 2014 / Pn.Pwt have fulfilled the elements that are tailored to Article 127 paragraph 1 letter (a) Act No. 35 of 2009 on narcotics. Its elements are everyone and drug abuse class I for themselves. Consideration of judges in imposing criminal case Number: 15 / PID.SUS / 2014 / Pn.Pwt, on Narcotics Abuse Group I For Themselves to the accused Rama Argo Wiyana imposed imprisonment for 1 (one) year 3 (three) months, and things that are burdensome and relieve taken into consideration in dropping criminal judge. | |
| 2474 | 12240 | E1A011147 | Penerapan Prinsip Kehati-hatian (Prudential Principle) Berdasarkan Pasal 29 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 Tentang Perbankan Dalam Pemberian Kredit Pada PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Cabang Utama Purwokerto | Perbankan memiliki peran antara lain sebagai pengatur perekonomian nasional. Aktivitas perbankan yang pertama adalah menghimpun dana dari masyarakat luas. Setelah memperoleh dana dalam bentuk simpanan dari masyarakat, maka oleh perbankan dana tersebut diputarkan kembali kepada masyarakat. Pasal 29 ayat (2) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 menyebutkan bahwa bank wajib melakukan kegiatan usaha sesuai dengan prinsip kehati-hatian. Salah satu usaha bank adalah kredit. Sebelum kredit diberikan, bank terlebih dulu mengadakan analisis kredit dan menerapkan prinsip kehati-hatian agar tidak muncul kredit bermasalah. Penelitian ini disusun menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan menggambarkan suatu objek atau peristiwa. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa buku-buku literatur, peraturan perundang-undangan, dokumen resmi, dan dengan cara studi pustaka dalam bentuk uraian yang sistematis. Data-data yang diperoleh dianalisa dan dijabarkan berdasarkan norma hukum yang berkaitan dengan objek penelitian. PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Cabang Utama Purwokerto menerapkan Prinsip Kehati-hatian berdasarkan Pasal 29 ayat (2) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 Tentang Perbankan dalam pemberian kredit. Hal ini dapat diketahui karena PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Cabang Utama Purwokerto telah menerapkan pedoman kredit, melakukan perjanjian kredit setelah persyaratan terpenuhi, melakukan analisa sebelum kredit diberikan, dan menetapkan Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK). Di samping itu juga melakukan analisa terhadap karakter nasabah yang mengajukan permohonan kredit, kemampuan nasabah, modal yang dimiliki nasabah, barang yang dijadikan jaminan dalam pemberian kredit, dan kondisi ekonomi nasabah sebelum kredit itu diberikan. | The banking have a role among others, as a regulator of the national economy. The first banking activity is to collect funds from the public. After obtaining funds in the form of deposits from the public, then by banking funds played back to the peoples. Article 29 paragraph (2) of Law Number 10 year 1998 say that the bank is required to maintain the soundness of the bank in accordance with the provisions of the capital adequacy, asset quality, management quality, liquidity, profitability, solvency, and other aspects related to the business of the bank, and shall conducting business in accordance with the prudential principle. Credit is an One of bank bussines. Before credit is granted, to convince the bank that customers really trustworthy then the bank first entered the credit analysis and apply the precautionary principle in order not to appear non-performing loans. This research is compiled using normative juridical approach to describe an object or event. The data used are secondary data in the form of books of literature, legislation, official documents, and by way of literature, namely the inventory data which is then presented in the form of systematic description. The data obtained were analyzed and elaborated by legal norms relating to the object of research. PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Main Branch Office Purwokerto apply the Prudential Principle is based on Article 29 paragraph (2) of Law Number 10 Year 1998 on Banking in lending. This can be known as PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Main Branch Office Purwokerto have implemented credit guidelines, conduct credit agreements after the requirements are met, do an analysis before the credit is given, and set Lending Limit (LLL). In addition it also performed an analysis of the character of the customers who apply for credit, the capacity of the customer, the customer-owned capital, goods used as collateral in lending, and economic conditions of the customer before the credit was granted. | |
| 2475 | 12241 | C1C011010 | ANALISIS PENGGUNAAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) PADA SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk pembiayaan operasional dan pemeliharaan fasilitas pada Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Banyumas. Data penelitian diperoleh dengan melihat RKAS (Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah) dari 9 sekolah dasar di Kabupaten Banyumas yang terdiri dari wilayah kota, pinggiran kota, dan desa dan dianalisis menggunakan teknik kualitatif deskriptif untuk mengetahui kecukupan dana BOS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dana BOS SD di Kabupaten Banyumas sudah mencukupi tapi sebagian besar teralokasi untuk pembiayaan operasional. Oleh karena itu, dana BOS bisa memenuhi kebutuhan operasional, tetapi alokasi untuk pemeliharaan fasilitas sekolah sedikit karena telah banyak diserap untuk pembiayaan operasional padahal sekolah juga membutuhkan biaya untuk pemeliharaan fasilitas sekolah yang sebetulnya cukup besar. | This study aimed to analyze the use of school operational funds (BOS) to finance the operational and maintenance facilities at elementary schools (SD) in Banyumas. Data were obtained by looking RKAS (Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah) from 9 elementary schools in Banyumas which consists of areas of the city, suburban, and rural and analyzed using descriptive qualitative technique to determine the adequacy of BOS funds. These results indicate that the BOS SD in Banyumas is sufficient but mostly allocated to operational funding. Therefore, the BOS funds to meet operational needs, but the allocation for the maintenance of school facilities has been widely absorbed a bit due to operational funding while schools also require a fee for the maintenance of school facilities were actually quite large. | |
| 2476 | 12242 | H1H008023 | PEMANTAUAN EKTOPARASIT PADA BENIH IKAN NILA (Oreochromis sp.) YANG DIJUAL DI DESA BEJI KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan prevalensi ektoparasit pada ikan Nila (Oreocrhomis sp.) yang dijual di Desa Beji Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Benih ikan dengan panjang 6-10 cm diambil dari dua lokasi yang berbeda pada periode bulan Mei dan Juni 2015 sebanyak masing–masing 20 ekor. Pengamatan ektoparasit dilakukan dengan menggunakan mikroskop terhadap sampel mukus yang diambil dari permukaan tubuh dan insang. Data dianalisis secara deskriptif. Dari hasil penelitian ditemukan tiga jenis ektoparasit pada ikan Nila yaitu Trichodina sp., Dactylogyrus sp. dan Ichthyophthirius multifilis. Prevalensi tertinggi yaitu Trichodina sp., mencapai 100% yang menyerang pada permukaan tubuh dan insang ikan Nila di kedua lokasi petani ikan di Desa Beji. Untuk serangan tertinggi Dactylogyrus sp. terdapat pada lokasi petani A pada periode bulan Mei mencapai 25% dan Untuk serangan ektoparasit Ichthyophthirius multifilis tertinggi terdapat pada lokasi Petani B pada periode bulan Juni mencapai 55%. | This study aimed to determine species and prevalence of ectoparasites on fish Tilapia (Oreochromis sp.) sold in Beji village Banyumas.In this work survey method was used. Seed with length of 6-10 cm was taken from two different locations in May and June 2015. Observation of ectoparasites were observed on mucus from gill and body surface under microscope. Data was analyzed descriptively. In this research Trichodina sp. Dactylogyrus sp and Ichthyophthirius multifilis were found. The highest prevalence was showed by Trichodina sp. which reachead 100% in fish from both locations. Dactylogyrus sp. and Ichthyophthirius multifilis were also found in fish from both location with prevalence of 5-25 % and 10-55%, respectively. | |
| 2477 | 11767 | H1A011056 | SIFAT FISIKOKIMIA TEORITIK SURFAKTAN ANIONIK GOLONGAN SULFAT BERDASARKAN PERHITUNGAN SEMIEMPIRIS RECIFE MODEL 1 (RM1) | Sifat fisikokimia teoritik dapat mempengaruhi nilai Konsentrasi Misel Kritik (KMK). Nilai KMK adalah parameter kualitas surfaktan. Sifat fisikokimia teoritik juga dibutuhkan dalam menyusun model matematika untuk memprediksi nilai KMK surfaktan. Penelitian dilakukan untuk menghitung sifat-sifat fisikokimia teoritik surfaktan anionik golongan sulfat. Kajian teoritik ini dilakukan dengan pendekatan kimia komputasi dan menggunakan metode perhitungan semiempiris Recife Model 1 (RM1). Penelitian ini dilakukan dengan penggambaran setiap surfaktan anionik golongan sulfat ke model senyawa tiga dimensi di perangkat lunak Hyperchem, dilanjutkan dengan mengoptimasi model struktur surfaktan anionik golongan sulfat dengan metode perhitungan semiempiris RM1 dan menghitung sifat fisikokimia surfaktan anionik golongan sulfat. Hasil dari penelitian ini yaitu Senyawa CF8C2C(C7)SO4Na mempunyai momen dwikutub yang paling besar dibandingkan dengan surfaktan anionik yang lainnya, yaitu 17,76 Debye. Senyawa C15C(O)NGlupyrSO4Na mempunyai polarisabilitas paling besar dibandingkan senyawa surfaktan yang lainnya yaitu 57,51 Å. Senyawa dengan nilai Log P terbesar adalah C14C(C14)SO4Na yang memiliki nilai sebesar 12,25. Nilai indeks refraksi terbesar adalah C15C(O)NglupyrSO4Na yang memiliki nilai sebesar 149,23. Nilai luas permukan van der Waals terbesar adalah senyawa C15C(O)NGlupyrSO4Na yang memiliki nilai sebesar 720,63 Å2. Nilai volume van der Waals terkecil sebesar 156,23 Å3 adalah senyawa C6SO4Na. Nilai berat molekul terbesar adalah senyawa CF8C2C(C7)SO4Na yang memiliki nilai sebesar 678,38 s.m.a. | Theoritical physicochemical properties can affect the value of Critical Micelle Concentration (CMC). CMC value is a parameter of surfactant quality. Theoretical physicochemical properties are also required in developing a mathematical model to predict the value of CMC surfactant. The study was conducted to calculate the theoretical physicochemical properties of anionic surfactant sulphate group. The theoretical study was conducted by computational chemistry approaches and Recife Model 1 (RM1) semiempirical calculation method. This research was conducted with the depiction of any anionic sulphate groups to a three-dimensional model of the compound in Hyperchem software, followed by optimizing the structure of the model class sulphate anionic surfactant with RM1 semiempirical calculation method and calculate the physicochemical properties sulphate anionic surfactant class. The result of this study is CF8C2C(C7)SO4Na compound has dipole moment of greatest compared to other anionic surfactant, namely 17.76 Debye. C15C(O)NGlupyrSO4Na has the greatest polarizability than other surfactant compounds, it is 57.51 Å. Compound with the highest log P value is C14C(C14)SO4Na that has value amount 12,25. The highest refractivity value is C15C(O)NGlupyrSO4Na that has value amount 149,23. The largest van der Waals surface area is C15C(O)NGlupyrSO4Na compound that has value amount 720,63 A2. The smallest value of the van der Waals volume is C6SO4Na compound that has value amount 156,23 A3. The largest value of the molecular weight is CF8C2C(C7)SO4Na compound that has value amount 678, 38 amu. | |
| 2478 | 12247 | H1D011019 | PERILAKU LENTUR PELAT BETON PRACETAK BERONGGA MENGGUNAKAN BETON MUTU K-200 DENGAN VARIASI DIAMETER TULANGAN | Pembangunan gedung dan perumahan pada saat ini tidak terlepas dari beton bertulang. Karena keawetan dan kekuatannya, beton banyak digunakan sebagai komponen struktur utama pada gedung maupun maupun sebagai komponen arsitektur. Untuk tujuan pelaksanaan yang mudah, murah dan cepat, penggunaan metode pracetak mulai dikenal pada pembuatan komponen gedung yang bersifat massal. Pelat lantai merupakan elemen struktur yang memikul beban langsung berupa beban mati dan beban hidup bangunan. Beban mati yang berupa beban sendiri pelat berpengaruh besar terhadap beban total bangunan karena pelat memiliki volume beton yang besar. Pelat beton berongga merupakan salah satu alternatif untuk mengurangi beban sendiri pada pelat. Pada kajian ini akan dilakukan penelitian pelat beton pracetak berongga dengan variasi diameter tulangan. Parameter pengujian yang dilakukan meliputi kuat lentur, kekakuan lentur, lendutan, dan pola retak yang terjadi. Penelitian dilakukan dengan 12 jenis benda uji yaitu pelat beton masif sebagai pembanding, pelat beton berongga tipe 1 dengan menggunakan pipa PVC sebagai rongga, dan pelat beton berongga tipe 2 dengan menggunakan styrofoam sebagai rongga. Tulangan baja menggunakan diameter tulangan 10 mm polos, 10 mm ulir, 12 mm polos, dan 13 mm ulir. Tebal pelat yang digunakan adalah 10 cm. (10M10P, 10M10U, 10M12P, 10M13U, 10R110P, 10R110U, 10R112P, 10R113U, 10R210P, 10R210U, 10R212P, 10R213U). Hasil pengujian menunjukan kapasitas beban lentur maksimum pelat beton berongga tipe 1 dan tipe 2 dengan seluruh variasi tulangan memiliki nilai yang lebih kecil dari pelat beton masif. Nilai kekakuan lentur pada pelat beton berongga tipe 1 dan tipe 2 memiliki nilai kekakuan lentur yang lebih rendah dibandingkan dengan pelat beton masif. Lendutan yang diakibatkan oleh beban layan yang bekerja pada pelat beton mempunyai nilai yang lebih kecil dibandingkan dengan lendutan izin pada seluruh variasi diameter tulangan. Ini menandakan pelat beton memenuhi syarat kenyamanan. Pola retak yang terjadi pada pelat beton masif dan pelat berongga tipe 1 didominasi oleh retak lentur, sementara pada pelat beton berongga tipe 2 didominasi oleh retak geser. | The building of buildings and residents can not be separated from reinforced concrete. Due to the well preserved and strength, concrete is widely used as the main structural component of the building as well as architectural components. For the purpose of easy implementation, cheap cost and speedy, the use of precast method became well known in manufacturing the building components of the mass. Floor plate is a direct load bearing structural element in the form of dead load and live load of the building. Dead load plates that form the load itself have a major impact on the total load of the building due to the volume of concrete. Hollow concrete plate is an alternative to reduce the loadburden of its own on the plate. This research conducted a research using the hollow precast concrete plate in various diameters. The parameter tests performed include flexural strength, flexural stiffness, deflection, and crack patterns that occur. The study was conducted with 12 different types of specimen that is a massive concrete plate as a comparison, hollow concrete plate type 1 using PVC pipe as cavities and hollow concrete plate type 2 using Styrofoam as a cavity. The reinforcing steel used 10 mm diameter of plain reinforcing, 10 mm of threaded reinforcing, 12 mm of plain reinforcing, and a 13 mm of threaded reinforcing. Then, 10 cm of thick plates are used: 10M10P, 10M10U, 10M12P, 10M13U, 10R110P, 10R110U, 10R112P, 10R113U, 10R210P, 10R210U, 10R212P, 10R213U. The results shows the maximum bending load capacity of hollow concrete plate type 1 and type 2 with a whole variety of reinforcement is smaller than the massive concrete plate. The flexural rigidity of the hollow concrete plate type 1 and type 2 is lower than the massive concrete plate. The deflection caused by a load on the concrete plate has a smaller value than the deflection on the entire variation of diameter of the reinforcement. It signifies a concrete plate qualify convenience. The crack pattern that occurs in massive concrete plate and hollow plate type 1 is dominated by bending crack, while the hollow concrete plate type 2 is dominated by shear cracks. | |
| 2479 | 12243 | H1H011039 | DAYA ANTIBAKTERI EKSTRAK KULIT JENGKOL (Pithecellobium sp.) PADA BAKTERI SALURAN PENCERNAAN IKAN PATIN SIAM (Pangasius hypophthalmus) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak kulit jengkol (EKJ) secara in vitro terhadap bakteri dari saluran pencernaan ikan patin siam (Pangasius hypophthalmus). Terdapat empat perlakuan konsentrasi EKJ yaitu P0: etanol 96% (tanpa penambahan EKJ), P1: 0,01% EKJ, P2: 0,02% EKJ dan P3: 0,03% EKJ. Hasil uji in vitro menunjukkan bahwa EKJ mampu menghambat bakteri saluran pencernaan ikan patin siam masing-masing sebesar 7,0 mm±0,117, 8,3 mm±0,044 dan 8,4 mm±0,096. Namun, tidak menunjukkan hasil yang berpengaruh nyata terhadap besarnya zona daya hambat yang terbentuk. | The purpose of this study was to determine the antibacterial activity of jengkol pericarp extract (EKJ) in bacteria from the digestive tract of Siam catfish. There are four treatment of EKJ concentration i.e P0: etanol 96% (without the addition EKJ), P1: 0.01% EKJ, P2: 0.02% EKJ and P3: 0.03% EKJ. The in vitro results showed that EKJ was able to inhibit the growth of bacteria from digestive tract of Siam catfish respectively 7,0 mm±1,179, 8,3 mm±0,443 and 8,4mm±0,962 but this result was not affected significantly diameter zone of inhibiton as concentration jengkol pericarp extract was increase | |
| 2480 | 12244 | H1K008028 | ORIGIN ANTROPOGENIK LOGAM BERAT TITANIUM (Ti) DAN VANADIUM (V) PADA SEDIMEN DI SEGARA ANAKAN, CILACAP | Penelitian ini berjudul Origin antropogenik logam berat Titanium (ti) dan Vanadium (v) pada sedimen di Segara Anakan, Cilacap. Penelitian ini akan membahas kandungan logam Ti dan V dalam sedimen di Segara Anakan Cilacap serta untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhinya. Sample sedimen daiambil dari lima stasiun di sepanjang Perairan Segara Anakan Cilacap. Logam berat yang terkandung dalam sedimen diukur dengan menggunakan metode Atomic Absorption Spectrometry (AAS). Hasil Kandungan Ti tertinggi didapatkan pada satsiun III yaitu 2099,63 mg/Kg, sedangkan kandungan V tertinggi terdapat pada satsiun II yaitu 60,75 mg/Kg. Keberadaan logam Ti dan V dalam sedimen terutama muara dapat berasal dari sumber alamiah dan antropogenik. | The study entitled the origin of anthropogenic heavy metals Titanium (Ti) and Vanadium (v) on Segara Anakan Sediment. The Aims of this research are to know Ti and V component in the Segara Anakan sediment and factors that influence it. Sediment samples were taken from 5 stations in Segara Anakan, Cilacap. Ti and V were analysed by Atomic Absorption Spectrometry (AAS) Method. The Highest Ti was found in station III (2099,63 mg/Kg), whereas Highest V was found in station II (60,75 mg/Kg). Ti and V on sediment are from natural and anthropogenic sources. |