Artikelilmiahs
Menampilkan 2.421-2.440 dari 48.726 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 2421 | 12177 | A1C011064 | HARGA POKOK PRODUKSI DAN PERENCANAAN LABA JANGKA PENDEK SALE PISANG KERING PADA UD. CITA SARIDI DESA KLAPAGADING KECAMATAN WANGON KABUPATEN BANYUMAS | Usaha Dagang (UD.) Cita Sari merupakan salah satu UMKMdi Kabupaten Banyumas yang mengembangkan olahan pisang dengan produk utama sale pisang kering.UMKM sebagian besar berada pada sektor non migas termasuk industri makanan, sedangkan makanan olahan termasuk komoditas potensial untuk diekspor.Hal ini merupakan peluang bagi pengusaha makanan Indonesia untuk mengembangkan usahanya sampai ke mancanegara.Usaha ini memerlukan informasi akuntansi untuk menentukan kebijakan perusahaan termasuk perencanaan laba jangka pendeknya, sehingga dilakukan analisis biaya-volume-laba yang berperan penting dalam pemilihan alternatif kebijakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: profil UD. Cita Sari; biaya dan pendapatan; harga pokok produksi dan harga pokok penjualan; titik impas (break even point), laba aman (margin of safety), dan laba kontribusi (contribution margin) pada usaha sale pisang kering.Penelitian dilakukan dengan metode studi kasus pada UD. Cita Sari. Pengambilan data mulai 1 Februari sampai 10 Maret 2015.Analisis yang digunakan adalah deskriptif; biaya dan pendapatan; harga pokok produksi dan harga pokok penjualanvariable costing; titik impas (break even point); laba aman (margin of safety); laba kontribusi (contribution margin).Hasil penelitian untuk periode Februari 2015 menunjukkan: UD. Cita Sari adalah usaha rumah tangga milik perorangan dengan produk unggulan sale pisang kering yang memiliki tenaga kerja sebanyak 35 orang dan berlokasi di RT 03 RW 07 Desa Klapagading Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas; total biaya produksi sebesar Rp98.601.430,00, penerimaan sebesar Rp146.660.000,00,dan pendapatan atau laba bersih sebesar Rp45.680.026,00; harga pokok produksi sebesar Rp85.922.800,00atau Rp9.044,00per kg, sedangkan harga pokok penjualan sebesar Rp88.674.825,00 atau Rp9.334,00per kg; nilai BEP penerimaansebesar Rp24.324.628,21, BEP produksisebesar 1.508,92 kg, dan BEP hargasebesar Rp10.379,10 per kg. Nilai laba aman (margin of safety) sebesar 83,41 persen. Nilai laba kontribusi (contribution margin) sebesar 39,24 persen. Nilai-nilai parameter ini menunjukkan bahwa usaha produksi sale pisang kering UD.Cita Sari menguntungkan karena di atas titik impas, laba aman nilainya besar, dan laba kontribusi mampu menutupi biaya tetap atau biaya-biaya lain yang bersifat non produksi. | UD. Cita Sari is one of UMKM in Banyumas Regency which expandsbanana’s fickle with sale pisang kering as main product. Mostly, UMKM grows in non oil and gas sector such as food industry, meanwhile processed food is the potential commodity to export. Hence, it gives such a big chance for food manufacturers in Indonesia to expand their commodity worldwide. This industry needs accountancy information to determine important policy includingshort-term profit planning, so it employs cost-volume-profit analysis which has very important role to choose alternative policy. This research aims is: to know UD. Cita Sari profile; find out cost and benefit; find out cost of production and sale; find out break even point, margin of safety, and contribution margin for sale pisang kering industry. This research used case study in UD. Cita Sari. Data collection was conducted in 1st February until 10th March 2015. Data analysis used descriptive; cost and profit; cost of production and sale variable costing; break even point; margin of safety; contribution margin. The result of research for February 2015 periode shows that: UD. Cita Sari whose 35 employees is an individual proprietorship in which sale pisang kering becomes its main product and it is located in Klapagading RT 03 RW 07 Wangon, Banyumas Regency; total production cost is Rp98,601,430.00, reveneu of sale is Rp146,660,000.00, and final earning is Rp45,680,026.00; cost of production is Rp85,922,800.00 or Rp9,044.00 each kg, while cost of sale is Rp88,674,825.00 or Rp9,334.00each kg; BEPof revenue is Rp24,324,628.21, BEP of production is 1,508.92kg, and BEP of price is Rp10,379.10 each kg.Margin of safety value is 83.41 percent. Contribution margin value is 39.24 percent. These parameter values show that sale pisang kering industry in UD. Cita Sari areprofitability because above break even point value, margin of safety is high, and contribution marginprovide a cover forfix cost or other costs which has non-production characteristic. | |
| 2422 | 12179 | A1L010202 | Kajian Produktivitas Bunga Melati Putih (Jasminum sambac (L) W.Ait) Di Lahan Pasir Pantai dan Lahan Bantaran Kali Di Kabupaten Pekalongan. | Usaha agribisnis tanaman hias saat ini sedang berkembang cukup pesat. Melati putih merupakan salah satu tanaman hias di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah 1. Mengetahui produktivitas usahatani bunga melati putih di daerah lahan pasir dan lahan bantaran kali. 2. Mengkaji teknik budidaya usahatani bunga melati putih di Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini dilaksanakan di lahan pasir pantai dan lahan bantaran kali milik petani Kabupaten Pekalongan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2015. Penelitian survey produktivitas melati putih dilakukan dengan menggunakan metode Stratified random Sampling. Hasil penelitian pada lahan pasir pantai dan lahan bantaran kali menunjukkan teknik budidaya yang hampir sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas melati putih di lahan bantaran kali lebih tinggi daripada di lahan pasir pantai. | Agribusiness plants currently being developed rapidly. White jasmine is one of the ornamental plants in Indonesia. The purpose of this study was 1. Knowing white jasmine flower farm productivity in the area of coastal sandy land and riverbanks. 2. Assessing the farming cultivation techniques of white jasmine flowers in Pekalongan. This research was carried out on coastal sandy land and riverbanks owned by farmers Pekalongan. The experiment was conducted in May 2015. Research conducted a survey of white jasmine productivity by using stratified random sampling method. Results of research on coastal sandy land and riverbank showed almost the same cultivation techniques. The results showed that the productivity of white jasmine in riverbanks was higher than in the coastal sandy land. | |
| 2423 | 12181 | A1L011008 | Pengaruh Lahan Anaerob dan Aerob Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Sepuluh Galur Padi Tipe Baru | Perubahan iklim yang sedang dialami saat ini membuat areal sawah kekurangan air. Pembentukan padi tipe baru yang dihasilkan dari persilangan padi Indica dan Japonica merupakan galur harapan padi tipe baru yang mempunyai kemampuan menghasilkan anakan lebih banyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pertumbuhan dan hasil sepuluh galur padi tipe baru, mengkaji pengaruh lahan anaerob dan aerob terhadap pertumbuhan dan hasil, dan mengkaji respon galur padi tipe baru terhadap kondisi lahan anaerob dan aerob. Bahan dan alat yang digunakan antara lain sepuluh galur padi tipe baru, tanah, air dan pupuk urea, SP-36 dan KCl, dan polibag, label, alat tulis, timbangan, gayung, thermohigrometer, ember, dan penggaris. Penelitian ini dilaksanakan di Screen house Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman mulai September 2014 hingga Januari 2015. Rancangan yang digunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dan dianalisis dengan Uji F dan Uji lanjut Uji Duncan taraf kesalahan 5%. Hasil dari penelitian ini adalah 1) Ada perbedaan nyata masing-masing galur padi tipe baru pada tinggi tanaman, panjang malai, umur berbunga dan umur panen. Galur yang memiliki pertumbuhan dan hasil yang terbaik ialah galur G6 (Inpari13 X Fatmawati-4-4-5-(2-4-5)), 2) kondisi lahan anaerob mampu meningkatkan nilai pada tinggi tanaman, panjang malai, umur berbunga, umur panen, bobot gabah perrumpun dan warna daun, dan 3) ada perbedaan nyata sepuluh galur padi tipe baru pada jumlah anakan total, jumlah anakan produktif dan bobot seribu biji ketika ditanam pada lahan anaerob dan aerob. Seluruh galur mengalami peningkatan nilai pada kondisi lahan anaerob, namun ada satu galur yang mengalami peningkatan nilai pada kondisi lahan aerob yaitu galur G3 (Cimelati X Fatmawati-5-7-4-3-3). | Climate change is being experienced today make rice acreage water shortages. The forming new plant type of rice that is produced from recombination Indica and Japonica rice is rice promising lines of new plant type of rice that has the ability to have more tillers. This research aims to assess the growth and yield of ten lines of new plant type of rice, to assess the effect of anaerobic and aerobic land on growth and yield, and to assess ten lines of new plant type of rice to anaerobic and aerobic land. Materials used in the research include ten lines of new plant type of rice, soil, water and urea, SP-36 and KCl. Tools used include poly bags, labels, stationery, scales, scoop, Thermo hygrometer, buckets, and a ruler. This research was conducted in wire house the Faculty of Agriculture, Unsoed from September 2014 until January 2015. The design used Randomized Complete Block Design (RCBD) and analyzed by F test and further Duncan test with 5% error level. Results of this research were 1) There are real difference of each lines new plant type of rice on plant height, panicle length, flowering dates and time of harvest. Lines that have the best growth and yield is lines G6 (Inpari13 X Fatmawati-4-4-5- (2-4-5)), 2) anaerobic land conditions can increase the value of plant height, panicle length, flowering age, harvesting age, number of grain per cluster and color of the leaves, and 3) there are real difference of ten lines of a new plant type of rice on the total number of tillers, number of productive tillers and weight of a thousand seeds when planted on anaerobic and aerobic land. The whole lines increased in the anaerobic land conditions, but there is one lines that increases in aerobic land conditions that is lines G3 (Cimelati X Fatmawati-5-7-4-3-3). | |
| 2424 | 12314 | B1J009098 | Variasi Morfologi Bayam Duri (Amaranthus spinosus L) Di Berbagai Lokasi di Purwokerto | Bayam duri (Amaranthus spinosus L.) merupakan tumbuhan dari suku Amaranthaceae. yang sering ditumbuh di tepi-tepi jalan, pekarangan, dan tepi-tepi sawah. Tumbuhan ini merupakan tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai obat misalnya sebagai pereda demam. Bayam duri mempunyai variasi fenotip terutama pada batang. Ini terjadi karena pengaruh lingkungan misalnya tempat tumbuh. Adaptasi tumbuhan berdampak pada variasi morfologinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa karakteristik variasi morfologi A. spinosus pada berbagai tempat tumbuh yaitu lapangan, pekarangan rumah, pinggir jalan dan tempat sampah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survei dengan pengambilan sampel secara acak terpilih data penelitian dianalisis secara deskriptif berdasarkan sifat dan karakter morfologi. Parameter yang diamati meliputi tinggi batang, diameter batang, warna batang; bangun daun, ujung daun, pangkal daun, warna tangka daun; warna duri, panjang duri; bentuk bunga, warna bunga, bentuk biji, dan warna biji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bayam duri bervariasi pada batang dan daun. Batangnya ada yang berwarna hijau, kekuningan, kemerahan dan keunguan, sedangkan daunnya bervariasi baik dalam bentuknya maupun ukurannya. Batang berwarna hijau umumnya ditemukan tumbuh di pinggir jalan. Batang berwarna kekuningan dan kemerahan umumnya ditemukan tumbuh di pekarangan. Batang yang berwarna keunguan umumnya ditemukan tumbuh di dekat tempat sampah. Bentuk daun bayam duri mulai dari memanjang, melancet, serta jorong. | Spiny amaranth ( Amaranthus spinosus L.) is a kind of plant included in family Amaranthaceae. which is often found in various places. This plant is able to be used as drug for fever. The spiny amaranth has the phenotypic variation especially in stem, because of the environmental factory such as places to grow. Plant adaptation to the environment has affected the morphological variation. This research is aimed at knowing some morphological characteristics A. spinosus can grow in various places such as field, lawn of house, road edges and waste place. The method used in this research is survey with purposive random sampling. The data were analysed descriptively based on the nature and morphological characters. The observed parameter included stem height, stem diameter, bark colour; leaf shape, leaf apex, leaf base, petiole colour; thorn colour, thorn length; flower form, flower colour, seed form, and seed colour. Research result indicates that the spiny amaranth has variable stem and leaves. The stem can be green, yellowish, redish, and purplish. While the leave vary in the form and size. The green stems are normally found on the road edges, the yellowish and reddish stems were found in the gardens, while the purplish stems were commonly found near waste places. The leaf shape is variable that is oblong, lancelote, and elliptic | |
| 2425 | 12206 | G1A011116 | PREFERENSI FAUNA NYAMUK TERHADAP WARNA, TEMPAT, DAN WAKTU MENGGUNAKAN PERANGKAP NYAMUK DENGAN ATRAKTAN GULA RAGI DI KELURAHAN TELUK KECAMATAN PURWOKERTO SELATAN | ABSTRAK Penyakit tular nyamuk masih menjadi masalah di dunia. Nyamuk sebagai vektor belum bisa dikendalikan sehingga perlu mencari alternatif yang aman, mudah, murah, dan efektif yaitu dengan menggunakan perangkap nyamuk dengan atraktan gula ragi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi fauna nyamuk terhadap warna, tempat, dan waktu menggunakan atraktan gula ragi di Kecamatan Purwokerto Selatan. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan metode pendekatan eksperimental quasi post test only control group. Sebanyak 22 unit rumah digunakan dan pada masing-masing rumah dipasang 6 perangkap nyamuk dan dibedakan menjadi 3 di dalam dan 3 di luar rumah dan setiap tempat dibedakan menjadi tiga warna yaitu bening, merah, dan hitam. Pengamatan dilakukan 2 kali yaitu pada pukul 10.00 dan 17.00 kemudian nyamuk diamati di Laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran UNSOED.Penelitian dilaksanakan mulai 26 Mei – 1 Juni 2015 di RT 2 RW II Kelurahan Teluk Kecamatan Purwokerto Selatan. Total nyamuk terperangkap 179 ekor, 68.16% nyamuk terperangkap pada perangkap warna hitam, 30.16% pada warna merah dan 1.67%pada bening. Nyamuk lebih banyak terperangkap di dalam rumah sebanyak 60.33%dan di luar rumah 39.66%. Pagi hari lebih banyak nyamuk terperangkap yaitu 58.65% dibandingkan sore 41.34%. Dapat disimpulkan bahwa fauna nyamuk di daerah Kelurahan Teluk Kecamatan Purwokerto Selatan lebih menyukai warna hitam dan lebih aktif di dalam rumah pada waktu pagi hari. Kata kunci : nyamuk, preferensi warna, tempat, dan waktu, perangkap nyamuk, atraktan gula ragi. | ABSTRACT Mosquito-borne diseases are still a problem in the world. Mosquitoes as vectors can not be controlled so that it is important to find a safe, easy, inexpensive, and effective alternative by using mosquito traps with attractant sugar yeast. This study aims to determine the mosquito fauna preferences for color, place, and time using yeast sugar attractant in Kelurahan Teluk Kecamatan Purwokerto Selatan. The method used is descriptive method quasi experimental approach post test only control group. A total of 22 housing units used and in each house mosquito traps installed 6 and divided into three inside and three outside the home and every place is divided into three colors: clear, red, and black. Observations were made 2 times that at 10:00 and 17:00 then the mosquitoes were observed in the Laboratory of Parasitology of the Faculty of Medicine UNSOED. The study held from 26 May to 1 June 2015 in RT 2 RW II Kelurahan Teluk Kecamatan Purwokerto Selatan. A total of 179 mosquitoes trapped tail, 68.16% of mosquitoes caught in the trap of black, 30.16% in the red and 1.67% in the clear. More mosquitoes trapped in the house as much as 60.33% and 39.66% outdoors. More mosquitoes trapped in the morning 58.65% compared to 41.34% in the afternoon. It can be concluded that the mosquito fauna in the area of the Kelurahan Teluk Kecamatan Purwokerto Selatan prefers black and more active in the house at the time of the morning. Keywords: mosquitoes, color preferences, place, and time, mosquito traps, attractant sugar yeast. | |
| 2426 | 12183 | A1L010145 | TANAM CAMPUR PADI-RUMPUT TERHADAP KARAKTER FISIOLOGI DAN HASIL PADI DI LAHAN KERING DATARAN MEDIUM | Penelitian ini bertujuan mengetahui karakter fisiologi dan hasil padi gogo yang ditanam pada sistem tanam campur dengan rumput. Penelitian telah dilaksanakan selama enam bulan, mulai Maret sampai Agustus 2014. di lahan kering Desa Cendana, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga dengan tinggi tempat 360 m diatas permukaan laut. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi dengan petak utama terdiri atas Tanpa rumput, Rumput Gajah dan Sereh dan anak petak yaitu Varietas Gilirang, Situ Patenggang dan Jatiluhur. Karakter fisiologi yang diamati adalah laju pertumbuhan tanaman, laju pertumbuhan relatif, laju asimilasi bersih, dan analisis kadar prolin. Hasil dan komponen hasil yang diamati adalah jumlah gabah isi per malai, jumlah gabah isi per rumpun, bobot gabah isi per rumpun, bobot 1000 biji, bobot gabah per petak efektif, bobot gabah per hektar dan indek panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan rumput gajah dan sereh tidak menyebabkan adanya gangguan pada karakter fisiologi padi gogo. Sistem tanam tumpangsari padi gogo dengan rumput tidak menyebabkan adanya penurunan hasil. | Objective of this study was to know physiological and yield charaecter of upland rice under intercropped rice-grass. This study has been conducted within six months from March to August, 2014 in dry land of Cendana village Kutasari sub-district, Purbalingga district. Split Plot Design with the two factors were The first factor as main plot i.e R0 = without grass, R1 = Napier grassand R2 = lemon grass and second factor as subplot i.e V1 = Gilirang variety, V2 = Situ Patenggang variety and V3 = Jatiluhur variety. Based on with three times replications. Plant growth components observed were crop growth rate, relative growth rate, net assimilation rate and prolin content. Yeild and yeild components observed were number of filled grains per panicle, number of filled grains per hill, weight of filled grains per hill, weight of 1000 seeds, weight of grains per effective plot, weight of grains per hectare and harvest index. The result showed that the existance of elephant grass and lemon grass did not interfere the physiological Characters of upland rice. Upland rice-grass intercropping system did not decrease in Yeild | |
| 2427 | 12184 | F1C011064 | KESENJANGAN KEPUASAN MENGAKSES MEDIA ONLINE BOLA.NET DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN INFORMASI SEPAKBOLA DI KOMUNITAS “MADRIDISTA” PURWOKERTO | Perkembangan internet telah membawa perubahan besar dalam teknologi komunikasi baru, seperti munculnya media online Bola.net yang banyak diakses oleh khalayak saat ini. Bola.net merupakan salah satu media online olahraga paling populer yang mengeksplorasi segala informasi tekstual dan visual tentang sepak bola nasional dan internasional. Dalam teori Uses and Gratification, pada dasarnya khalayak menggunakan media massa berdasarkan motif-motif tertentu, dimana media dianggap mencoba untuk memenuhi kebutuhan penonton disebut sebagai media yang efektif. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kesenjangan kepuasan dalam memenuhi kebutuhan informasi seputar dunia sepakbola terkait penggunaan media online Bola.net. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif deskriptif. Data diperoleh dari kuesioner dengan jumlah sampel 90 responden yang diambil menggunakan teknik sampel jenuh. Uji-T digunakan untuk menguji hipotesis, sedangkan untuk mengetahui seberapa besar kesenjangan kepuasan peneliti menggunakan analisis uji kesenjangan. Pengolahan kuesioner, dilakukan dengan menggunakan program Statistik Produk Dan Layanan Solusi (SPSS) versi 22.00. Dari Uji-T diperoleh hasil -1,662 < -3,531 < 1,662, maka dapat disimpulkan terjadi kesenjangan kepuasan yang positif dengan hasil mean skor Gratification Sought lebih kecil dari mean skor Gratification Obtained (GS<GO) atau dengan kata lain Bola.net mampu memenuhi kebutuhan dasar dan memberikan kepuasan dalam hal mengakses informasi sepakbola yang dicari oleh anggota Komunitas Madridista Purwokerto. | The internet has brought a major change in the new communication technologies, such as the appearance of online media Bola.net that is currently widely used by audience. Bola.net is the most popular sports online media, because Bola.net can explore textual and visual information about national and international football. Uses and gratification theory suggest that media users actively choosing specific media content according to audience needs, which the media considered trying to meet their needs, so called as an effective media. The purpose of this study is to determine the gratification dicrepancy to get information about football using online media Bola.net. The research is a type of quantitative descriptive research. The data used in this research was obtained from questionnaires, with the number of sample research is 90 respondents drawn using non probability sampling technique. This research used a paired simple T-Test for analysis the hypothesis and the gratification discrepancy test for analysis the gratification discrepancy. Analysis of questionnaire used the program Statistics Product and Service Solution (SPSS) version of windows 22. T-tes result, -1,662 < -3,531 < 1,662. That means, there is a gratifications discrepacny, because the mean score of Gratification Sought smaller than Gratification Obtained (GS<GO), in other words, Bola.net can fulfill their needs to access football information sought by the Madridista Community Purwokerto. | |
| 2428 | 12203 | A1L011004 | PENGARUH APLIKASI ASAP CAIR DAN N, P, K TERHADAP PERTUMBUHAN GULMA DAN HASIL JAGUNG MANIS | Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh berbagai jenis asap cair dan dosis N, P, K terhadap pertumbuhan gulma pada pertanaman jagung manis, dan 2) mengetahui pengaruh berbagai jenis asap cair dan dosis N, P, K terhadap hasil jagung manis. Penelitian berlangsung dari bulan Januari sampai Mei 2015 di Kebun percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat ulangan. Perlakuan yang dicoba meliputi: 1) setengah dosis N, P, K rekomendasi dengan asap cair jenis campuran (1/2P+C), 2) setengah dosis N, P, K rekomendasi dengan asap cair jenis kayu sobsis (1/2P+KS), 3) setengah dosis N, P, K rekomendasi dengan asap cair jenis tempurung kelapa (1/2P+TK), 4) dosis penuh pupuk (FP), 5) asap cair jenis campuran (FC), 6) asap cair jenis kayu sobsis (FKS), dan 7) asap cair jenis tempurung kelapa (FTK). Variabel gulma yang diamati meliputi nilai kerapatan mutlak, kerapatan nisbi, frekuensi mutlak, frekuensi nisbi, dominansi mutlak, dominansi nisbi, nilai penting, Summed Dominance Ratio (SDR), bobot kering gulma dan nilai kompetisi. Variabel hasil yang diamati antara lain panjang tongkol (cm), diameter tongkol (cm), jumlah biji, berat tongkol berkelobot (g), bobot tongkol tanpa kelobot (g), indeks panen. Pemberian asap cair baik yang dikombinasikan dengan N, P, K maupun tanpa N, P, K belum dapat mengendalikan gulma dominan, yaitu Elausine indica (L.) Gaertn pada pertanaman jagung manis. Aplikasi asap cair dan setengah dosis pupuk N, P, K rekomendasi hasilnya dapat menyamai hasil dan komponen hasil dengan perlakuan yang diberi 100% dosis pupuk N, P, K rekomendasI. | The objectives of this study were to know: 1) the effect of various types of wood vinegar and dosage of N, P, K on the growth of weeds in sweet corn cultivation, and 2) the effect of various types of wood vinegar and dosage of N, P, K on yield of sweet corn. This research was conducted from January to May 2015 in Experimental Farming, Faculty of Agriculture, University of Jenderal Soedirman. Randomized Complete Block Desaign with the treatments of: 1) a half dosage of N, P, K recommendation with composite wood vinegar (1/2P+C), 2) a half dosage of N, P, K recommendation with sobsis wood vinnegar (1/2P+KS), 3) a half dosage of N, P, K recommendation with coconut shell wood vinnegar (1/2P+TK), 4) a full dosage of fertilizer (FP), 5) mixed wood vinnegar (FC), 6) sobsis wood vinnegar (FKS), and 7) coconut shell wood vinnegar (FTK). Weed variables observed were absolute values of density, relative density, absolute frequency, relative frequency, absolute dominance, relative dominance, importance, Summed Dominance Ratio (SDR), dry weight of weeds and the value of competition. Variables of yield and yield components of sweet corn were cob length (cm), cob diameter (cm), numbers of seed, weight of cob with husk (g), weight of cob without husk (g) and harvest index. Effect of wood vinegar with N, P, K or without N, P, K application has not been yet able to control dominant weeds of Eleusine indica (L.) Gaertn in sweet corn cultivation. Application of wood vinegar and half recommended dosage of N, P, K fertilizer had an equal yield and components of yield with 100% recommended dosage of N, P, K fertilizer. | |
| 2429 | 12187 | H1L009071 | RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PARKIR KENDARAAN BERBASIS DESKTOP DENGAN FITUR PENOMORAN OTOMATIS | ABSTRAK Tugas akhir ini merupakan publikasi dari penelitian yang telah dilakukan yang berhubungan dengan sistem informasi parkir. Sistem informasi parkir ini dapat digunakan untuk melakukan pengelolaan parkir di tempat - tempat keramaian. Sistem ini dirancang dengan menggunakan pemodelan perancangan dengan menerapkan DFD. Hasil dari perancangan ini adalah perancangan Sistem Informasi yang menyajikan hasil analisa dan rancangan yang dituangkan dalam diagram alir data. Dalam tugas akhir ini diusulkan sebuah sistem parkir yang menggunakan lahan atau bangunan bertingkat dengan tujuan untuk menghemat lahan yang digunakan dan disesuaikan dengan kondisi yang ada. Selain itu pelayanan dengan memanfaatkan teknologi penomoran otomatis juga digunakan untuk meningkatkan keamanan dan efisiensi dalam pengelolalan parkir yang telah berlangsung selama ini. Hasil dari penelitian ini berupa rancangan sistem yang dapat dijadikan sebagai landasan atau skema dalam pembuatan aplikasi atau software untuk sistem parkir yang terkomputerisasi dan tentunya sebuah aplikasi atau software. Hasil dari penelitian ini merupakan salah satu solusi yang dapat digunakan dalam menangani permasalahan parkir yang muncul pada saat ini. Kata kunci : sistem informasi, parkir, rancangan sistem, terkomputerisasi. | ABSTRACT This journal is a publication of the research that has been done related to parking information systems. The parking information system can be used to manage the parking at the crowded places. The system is designed using modeling with applying the DFD. Result of this design is the design of information system that presents the analysis and design as outlined in the data flow diagram. In this paper proposed a parking system that uses land or buildings for the purpose of saving the land is used and adapted to the conditions. In addition to the services by utilizing automated slot numbering technology is also used to improve security and to efficient resources in the park management shall have lasted this long. Results from this study is a software and system design that can be used as a foundation or scheme in the making of the application or software for the computerized parking system. Results from this study is one solution that can be used in addressing the parking issues at the crowded places. Keywords:information systems, parking, design systems, computerized. | |
| 2430 | 12189 | E1A011129 | PEMBATALAN PERKAWINAN KARENA POLIGAMI (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor : 34/Pdt.G/2011/PA.Pdn) | Pembatalan perkawinan dapat dilakukan apabila dalam perkawinan tersebut terdapat unsur larangan perkawinan. Dalam tulisan ini pembatalan perkawinan dilakukan karena poligami, yang mana dalam perkawinan poligami tersebut terdapat unsur larangan perkawinan, yakni seorang pria poligami dengan seorang wanita yang mana wanita ini adalah adik kandung dari istri pertama pria tersebut, dan ketika menikah dengan istri ke dua, ia mengaku berstatus jejaka yang sebenarnya masih terikat dalam perkawinan dengan istri pertama. Dengan latar belakang permasalahan tersebut, peneliti menggunakan metode pendekatan yuridis normatif yaitu menggunakan perspektif peraturan perundang – undangan yang berlaku dan doktrin – doktrin serta hukum islam yang terkait dengan permasalahan tersebut untuk mengetahui bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam memutus perkara diatas. Kasus yang diteliti terkait permasalahan tersebut adalah kasus yang terjadi di Pengadilan Agama Pandan, Tapanuli Tengah dengan Nomor Register Perkara : 34/ Pdt.G/2011/PA.Pdn., yang mana duduk perkaranya ialah Pemohon mengajukan permohonan pembatalan perkawinan T I dan T II karena ternyata T I bukanlah jejaka seperti yang dulu diketahui, melainkan masih terikat perkawinan dengan T III dan belum pernah bercerai, dan ternyata diketahui pula kemudian bahwa T II adalah adik kandung T III yang mana dalam hukum positif di Indnonesia yakni Pasal 8 huruf e Undang – Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan, hal tersebut merupakan larangan perkawinan dimana seorang pria mengawini saudara sekandung istri dalam satu masa, serta mengatur hal yang sama Pasal 41 ayat (1) Kompilasi Hukum Islam dan Al-Qur’an surat An-Nisa ayat 23. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pertimbangan hukum hakim dalam memutus perkara tersebut kurang tepat karena hanya mendasarkan pada Al-Qur’an dan Hadist, dan tidak memasukan Pasal 8 huruf e Undang - Undang Nomor 1 Tahun 1974 dan Pasal 41 ayat (1) Kompilasi Hukum Islam sebagai dasar pertimbangannya, serta memutus pernikahan antara Termohon I dan Termohon II "dibatalkan" yang seharusnya adalah "batal demi hukum". Kata Kunci : pembatalan perkawinan, poligami, larangan perkawinan. | Annulment of marriage can be done when there is a prohibition of marriage. In this paper carried an annulment because of polygamy, in which there is an element of a polygamous marriage ban marriage, that a man who done polygamy with a woman in which she is the younger sister of the first wife of the man, and when he married the second wife, he confesses the guy status is still bound in marriage to his first wife. Against the backdrop of these problems, the researchers used a normative juridical approach that uses the perspective of positive law and doctrines and also tenets of Islam related to this problem is to know how the legal reasoning of judges in deciding the case above. The researched cases related problems is the case in the Pandan Religious Court, Tapanuli Tengah the Register of Case Number: 34 / Pdt.G / 2011 / PA.Pdn., Where the light is the applicant applying for an annulment of marriage between T I and T II, due to T I was found out not being a single like he was known as, but still married with T III and had never divorced, and it was later known that T II is the younger siser of T III for which positive law in Indonesia would that Article 8 letter e Law Number 1 of 1974 on marriage, it is the prohibition of marriage of a man to marry siblings wife at a time, and set the same Article 41, paragraph (1) Compilation of Islamic Law and the Qur'an Surat an-Nisa verse 23. Conclusion This study is a consideration in deciding the case law judge is not appropriate because it is based on the Qur'an and the Hadith, and do not include Article 8, paragraph e Law - Law No. 1 of 1974 and Article 41 paragraph (1) Compilation of Islamic Law as the considerations, and cut marriage between Respondent I and Respondent II "canceled" that should be "anulled by law". Key words : anulled marriage, polygamy, prohibition of marriage. | |
| 2431 | 12191 | A1C011012 | ANALISIS LOYALITAS DAN PREFERENSI KONSUMEN SOP DURIAN LODAYA OUTLET JALAN MARGONDA RAYA, DEPOK DAN OUTLET JALAN BANGBARUNG RAYA, BOGOR JAWA BARAT | PT. Lodaya Makmur Perkasa merupakan perusahan pangan olahan sop durian dengan merek dagang sop durian lodaya. Untuk menghadapi persaingan, sop durian lodaya harus menciptakan strategi perusahaan yang tepat. Studi analisis loyalitas dan analisis preferensi konsumen dapat dijadikan salah satu cara untuk mengumpulkan informasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis loyalitas dan preferensi konsumen di oulet Depok dan Bangbarung. Metode penelitian dilakukan dengan studi kasus di oulet cabang Depok dan Bangbarung.Penelitian ini dilaksanakan selama 30 hari pada bulan Maret 2015. Responden yang digunakan sebanyak 150 responden setiap cabang. Alat analisis yang digunakan adalah piramida loyalitas dan analisis konjoin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen sop durian lodaya cabang Depok dan Bangbarung memiliki tingkatan loyalitas terbesar pada tingkat satisfied buyer. Kemudian, konsumen sop durian lodaya cabang Depok memiliki preferensi produk sop durian lodaya yang memiliki variasi rasa SDBS (Sop Durian Brownies Strawberry), ukuran produk yang pas (kecil), dan jumlah topping yang banyak. Sedangkan preferensi konsumen sop durian lodaya cabang Bangbarung menyukai produk sop durian lodaya yang memiliki variasi rasa SDB (Sop Durian Buah), ukuran produk yang kecil (pas), dan jumlah topping yang banyak. | PT. Lodaya Makmur Perkasa is a processed food company with a trademark sop durian lodaya. To win the competition, sop durian lodaya must create the right company strategy. The study of analyzes consumer loyalty and preference may be one way to gather such information. The purpose of this research is to find out the consumer loyalty and consumer preferences in Depok and Bangbarung outlet. The research method used a case study in outlet Depok and Bangbarung branch. The research was held for 30 days in March 2015. Respondents were used as many as 150 respondents each branch. The analytical tool used was the pyramids loyalty and conjoint analysis. The results showed that consumer sop durian lodaya Depok and Bangbarung branch has the largest loyalty levels on a satisfied buyer. Then, consumers sop durian lodaya Depok branch has a preference sop durian lodaya products that have variations in taste SDBS (Sop Durian Strawberry Brownies), the size of the products that fit (small), and the amount of toppings that much. While consumer preference sop durian lodaya Bangbarung branch like sop durian lodaya products which have a variety of flavors SDB (Sop Durian Fruit), a small product size (fits), and the amount of toppings that much. | |
| 2432 | 12192 | B1J010100 | komposisi vegetasi pohon dan karbon tersimpan di hutan kota purwokerto | Salah satu isu global yang saat ini sedang terjadi adalah meningkatnya jumlah gas karbondioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Fenomena ini mengakibatkan terjadinya pemanasan global. Pemanasan global adalah gejala naiknya suhu permukaan bumi sebagai akibat dari meningkatnya konsentrasi gas CO2 di atmosfer. Oleh karena itu perlu adanya upaya untuk mengatasi jumlah karbondioksida bebas maka daerah perkotaan menerapkan pembangunan hutan kota. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi vegetasi pohon dan jumlah karbon tersimpan di hutan kota Purwokerto. Penelitian dilaksanakan di hutan kota Purwokerto yang terletak di Berkoh dan Karanglewas kabupaten Banyumas. Penelitian dilakukan dengan metode survei dengan teknik pengambilan sampel menggunakan petak kuadrat. Luas petak yang digunakan untuk sampling data pohon adalah 10m x 10m. Variabel dalam penelitian meliputi variabel bebas, yaitu jenis pohon dan variabel tergantung, yaitu karbon tersimpan. Parameter yang diukur dalam penelitian adalah jumlah jenis pohon, jumlah individu dari tiap jenis dan diameter batang. Analisis komposisi vegetasi pohon dengan menggunakan Indeks Nilai Penting dan untuk karbon tersimpan menggunakan metode allometrik dan dianalisis secara deskriptif. Komposisi vegetasi yang ada di hutan kota Purwokerto berbeda, yaitu hutan kota Berkoh terdapat 9 jenis pohon dan hutan kota Karanglewas terdapat 14 jenis pohon. Jumlah karbon tersimpan yang dapat disimpan oleh hutan kota Purwokerto sebesar 1.356,21 ton.ha-1. Guna meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan terutama yang ada di hutan kota, maka perlu dilakukan penanaman jenis yang tepat dan banyak seperti trembesi (Samanea saman) karena pohon trembesi mempunyai diameter batang yang besar sehingga lebih optimal dalam mengurangi gas CO2 yang ada di lingkungkan perkotaan. | One of the global issue that is currently happening is the increasing of the carbon dioxide (CO2) amount and other gases in the atmosphere. This phenomenon results in global warming. Global warming is a symptom of the increase of earth surface temperature as a result of the increase of CO2 concentration in the atmosphere. Therefore, it is necessary the need for efforts to overcome the amount of carbon dioxide. In order to overcome the amount of carbon dioxide then in urban areas needs to be applied construction of urban forest. The purpose of this research is to determine the composition of tree vegetation and the amount of carbon which is stored in the forest of Purwokerto. This research is implemented in the urban forest of Purwokerto which is located at Berkoh and Karang Lewas in Banyumas Regency. This research is conducted by survey method with sampling technique by using quadratic. Wide swath which is used for tree data sampling is 10 m x 10 m. Variables in this research are independent variable, specifically species of tree, and dependent variable, specifically the amount of carbon stored. Parameters which are measured in this research are the number of tree species, the number of trees of each species, and rod diameter. Analysis of tree vegetation composition is using Important Value Index and the analysis for the carbon stored is using allometric method, and this carbon stored is analyzed descriptively. The vegetation composition which is existing in urban forest of Purwokerto has different levels, specifically there are 9 (nine) tree species in Berkoh urban forest, and there are 14 (fourteen) tree species in Karang Lewas urban forest. The amount of stored carbon which can be stored in Purwokerto urban forest is equal to 1.356,21 ton.ha-1. In order to improve the quality of urban environment especially in the urban forest, then it is necessary to do a lot of tree planting of the right species, for example trembesi (samanea saman), because the trembesi tree has a large trunk diameter, so it is more optimal in reducing the carbon dioxide gas in the urban environment. | |
| 2433 | 12193 | B1J010069 | PALEODIVERSITAS FOSIL FORAMINIFERA BENTONIK SERTA PENENTUAN LINGKUNGAN PENGENDAPAN PADA FORMASI PEMALI JALUR SUNGAI CIRAJA DESA CIOMAS BUMIAYU | Studi lingkungan pengendapan lautan lampau (paleoekologi) dapat dilakukan dengan melihat berbagai fosil binatang laut yang ditemukan dalam perlapisan batuan. Mikrofosil formanifera bentonik dapat dipergunakan untuk interpretasi tersebut, karena foraminifera merupakan salah satu penghuni habitat lautan yang bercangkang dan dapat terawetkan sebagai fosil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman fosil foraminifera bentonik pada Formasi Pemali, untuk membandingkan kesamaan komposisi jenis fosil foraminifera bentonik yang terdapat pada setiap strata batuan, dan menentukan lingkungan pengendapan Formasi Pemali pada Jalur Sungai Ciraja berdasarkan fosil foraminifera bentonik. Sampel diambil di Formasi Pemali, Jalur Sungai Ciraja, Bumiayu, Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan sampel secara sistematis melalui pengukuran PPS (Pengukuran Penampang Stratigrafi). Identifikasi foraminifera bentonik sampai tingkatan species atau genus menggunakan buku identifikasi Atlas of Benthic Foraminifera. Biodiversitas atau keanekaragaman spesies fosil dihitung menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener. Indeks kesamaan (Similaritas) komposisi spesies antar sampel batuan dihitung menggunakan indeks similaritas Sorensen menurut Magurran (1988). Pengelompokannya sampel batuan berdasarkan jarak kesamaan dianalisis menggunakan program Cluster pada software PAST-Paleontological Statistic Versi 0.99 dan penyajian diagram fosil foraminifera bentonik menggunakan program Excel dan Sigmaplot ver.11.0. Analisis yang digunakan untuk merekronstruksi lingkungan pengendapan didasarkan pada ditemukannya fosil indeks dengan pendekatan hubungan kedalaman lingkungan laut. Hasil penelitian menunjukan bahwa fosil foraminifera bentonik yang di peroleh terdiri atas 15 spesies yang tersusun dalam 13 familia. Keanekaragaman spesies pada hasil penelitian menunjukan nilai untuk foraminifera bentonik berkisar diantara 0,693 – 2,221. Hasil tersebut menunjukkan keanekaragaman rendah hingga tinggi yang mana dalam pengelompokan nilai keragaman indeks Shannon-Wiener. Berdasarkan nilai indeks sorensen Sampel AS 1.3 dan 1.33 memiliki kekerabatan paling dekat dengan nilai indeks sorensen 1, sedangkan yang memilikin AS 1.34 dan 1.40 kekerabatan paling jauh adalah sampel AS 1.7 dan AS 1.10, dan AS 1.27 dengan nilai dengan nilai indeks 0,15385. Berdasarkan analisis lingkungan pengendapan, formasi daerah penelitian diendapkan pada zona bathyal atas. | Study of ancient sea depositional environment (palaeoecology) can be done by looking at a variety of marine animal fossils found in rock bedding. Microfossil such as benthic formanifera can be used for that interpretation, because foraminifera is one occupant shelled sea habitat and can be preserved as fossils. The purpose of this study were to determine the diversity of benthic foraminifera fossils, compare the similarity of benthic foraminifera fossils composition that contained in any rock strata and determine depositional environment at the study site based on the analysis of benthic foraminifera fossils. Samples were taken at Pemali Formation, Ciraja River, Banyumas Central Java. This study used survey method with systematic sampling technique by measuring the PPS (Measurement Sectional Stratigraphy). Identification of benthic foraminifera to the genus and species level using identification Atlas of Benthic Foraminifera book. Biodiversity or fossil species diversity was calculated using Shannon-Wiener diversity index. Index of similarity between the species of rock samples were calculated using Sorensen similarity index according Magurran (1988). Grouping of rock samples were analyzed using a similarity distance with Cluster software program PAST-paleontological Statistics version 0.99 and presentation of benthic foraminifera fossils diagram using the Excel program and Sigmaplot ver. 11.0. The analysis used to construction depositional environment is based on the discovery of the index fossils with depth relationship approach of the marine environment. The results showed that the biodiversity of benthic foraminifera fossils was obtained consisted of 15 species belonging to the 13 familia. The value of benthic foraminifera diversity ranged between 0.693 to 2.221. It showed low to high diversity based of the grouping Shannon-Wiener value diversity index. Based on the value of the Sorensen index, sample AS 1.3 and AS 1.33 has the closest kinship with Sorensen index value is 1, while the farthest kinship are sample AS 1.34 and AS 1.7, and AS 1.10 and AS 1.27 with index value is 0.15385. Based on the analysis of depositional environment, the formation of the study area is deposited on the upper bathyal zone. | |
| 2434 | 12194 | A1A007026 | ASPEK BUDIDAYA DAN PRODUKTIVITAS TANAMAN CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) PADA BERBAGAI KETINGGIAN TEMPAT DI KABUPATEN WONOSOBO | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produktivitas cabai merah pada berbagai ketinggian tempat di sentra produksi cabai merah Kabupaten Wonosobo serta mengetahui pada ketinggian tempat berapa produktivitas cabai merah yang paling tinggi. Penelitian dilaksanakan di 3 Kecamatan Kabupaten Wonosobo pada ketinggian tempat yang berbeda menggunakan metode survei. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode Clustered Purposive Random Sampling yaitu pada ketinggian tempat 600 mdpl diwakili Kecamatan Selomerto, ketinggian tempat 800 mdpl diwakili Kecamatan Mojotengah, dan pada ketinggian tempat 1000 mdpl diwakili Kecamatan Garung. Masing-masing kecamatan dipilih 2 desa secara acak berdasarkan pertimbangan wilayah yang cukup homogen lalu masing-masing desa dipilih 10 petani responden secara acak. Variabel yang diamati meliputi aspek lingkungan, aspek budidaya cabai merah, dan produktivitas tanaman cabai merah. Hasil penelitian menunjukkan produktivitas cabai merah pada berbagai ketinggian tempat di Kabupaten Wonosobo terdapat perbedaan dan hasil tertinggi dicapai pada ketinggian tempat 600 mdpl (Kecamatan Selomerto) sebesar 6,93 ton/ha dan hasil terendah pada ketinggian tempat 1000 mdpl (Kecamatan Garung) sebesar 6,4 ton/ha. Budidaya cabai merah di wilayah penelitian sudah sesuai dengan prinsip panca usaha tani. Budidaya optimal dan faktor lingkungan yang sesuai dapat menghasilkan produktivitas cabai merah yang tinggi. Penyebaran varietas cabai merah di wilayah studi bervariasi diantaranya adalah cabai merah Arimbi, Bighot, Pilar, dan Dewarengku. Varietas Arimbi merupakan varietas cabai merah yang paling banyak dibudidayakan (61,6 %), sedangkan varietas Dewarengku yang paling sedikit dibudidayakan (3,3 %). | This research aims to know the productivity of chilli pepper at various altitudes in chilli pepper production centers in Wonosobo and find out on how altitude the highest chill pepper productivity. The experiment was conducted in 3 District of Wonosobo at different altitudes using the survey method. Sampling was done by using purposive random sampling method Clustered ie at an altitude of 600 meters above sea level where represented District of Selomerto, altitude of 800 meters above sea level is represented District of Mojotengah, and at an altitude of 1000 meters above sea level where represented District of Garung. Each district two farmer were randomly selected based on the consideration of fairly homogenous region and each village farmers selected 10 respondents at random. Observed variables include environmental aspects, aspects of the cultivation of chilli pepper, and crop productivity. The results showed red chilli productivity in various places in Wonosobo regency height difference and the results achieved at the highest altitude of 600 meters above sea level (District of Selomerto) at 6.93 tons / ha and the lowest yield at an altitude of 1000 meters above sea level where (District of Garung) at 6, 4 tons / ha. Chilli pepper cultivation in the area of research is in accordance with the five principles of farming. Optimal cultivation and suitable environmental factors can produce high productivity chilli pepper. The spread of chili pepper varieties in the study area varies include Arimbi, Bighot, Pilar, and Dewarengku. Arimbi varieties are chilli pepper varieties most widely cultivated (61.6%), while varieties cultivated Dewarengku least (3.3%). | |
| 2435 | 12207 | E1A011137 | ETIOLOGI KRIMINAL PADA PELAKU TINDAK PIDANA RESIDIVIS (KAJIAN KRIMINOLOGIS TERHADAP NARAPIDANA RECIDIVE DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KLAS II A PURWOKERTO) | ABSTRAK Dalam penelitian ini saya mengambil judul Etiologi Kriminal pada pelaku Tindak Pidana Residivis (Kajian Kriminologis terhadap Narapidana Recidive di Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Purwokerto). Bekas narapidana yang baru keluar dari Lembaga Pemasyarakatan memulai kehidupannya dari awal lagi. Ada yang memulai kehidupannya kearah yang lebih baik, tetapi tidak semua bekas narapidana memulai kehidupannya menjadi lebih baik, bahkan tidak sedikit dari mereka memulai kehidupannya dengan melakukan kembali tindak pidana, yang disebut dengan recidive. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mendorong seseorang mengulangi tindak pidana (recidive) dan juga untuk mengetahui upaya yang dilakukan dalam mengatasi terjadinya recidive di Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Purwokerto. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis sosiologis (social legal approach), karena meneliti bekerjanya hukum dalam masyarakat, yaitu meneliti mengenai penyebab seseorang melakukan tindak pidana recidive dan bagaimana cara untuk mengatasi pengulangan tindak pidana tersebut. Berdasarkan dari hasil penelitian, memperoleh kesimpulan sebagai berikut : Faktor penyebab seseorang melakukan pengulangan tindak pidana karena : adanya bakat jahat yang dimiliki, pelatihan kerja yang diberikan tidak dimanfaatkan dengan baik, banyaknya pelaku tindak pidana yang berada disekitar rumah, desakan ekonomi, untuk bersenang-senang, pergaulan yang menjerumuskan untuk melakukan tindak pidana. Sedangkan upaya Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Purwokerto untuk mengurangin pelaku tindak pidana recidive yaitu memberikan pembinaan kemandirian dan kepribadian. Kata Kunci : Etiologi Kriminal, Tindak Pidana, Residivis, Narapidana, Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Purwokerto. | ABSTRACT In this research, Criminal Etiology on Recidivism Doers (a Criminological Study on Recidivists at Correctional Institution Class II A Purwokerto) was taken by the researcher as the title. Ex-prisoners who have left the Correctional Institution start their own lives from the beginning. Many of them do it to reach better lives; however, not all of them do the same thing. Some of them start their lives by repeating their criminal acts, called as recidivists. This research is aimed to find out factors that support someone to commit criminal acts repeatedly (recidivism) and to discover efforts done in order to solve it at Correctional Institution Class II A Purwokerto. The method employed in this research was social legal approach. It was used since this research was held to examine the implementation of law in a society that was to research causes that made someone commit recidivism and how to solve the crime repetition. Based on the result of the research, it can be concluded that: factors made someone committed crimes repeatedly were: he/she had a tendency to do criminal acts, did not utilize well the work trainings that were delivered, was affected by other criminals lived in his/her neighborhood, was pressed by economic condition, had a will to have fun, and was involved in a bad association that led him/her to commit criminal acts. While, the efforts of Correctional Institution Class II A Purwokerto to decrease the number of recidivists was building prisoners’ autonomies and personalities. Keywords: Criminal Etiology, Criminal Act, Recidivists, Prisoner, Correctional Institution Class II A Purwokerto | |
| 2436 | 12195 | H1E011029 | PEMODELAN SESAR DI KECAMATAN BANJARMANGU KABUPATEN BANJARNEGARA BERDASARKAN DATA ANOMALI GRAVITASI | Pemodelan sesar di Kecamatan Banjarmangu Kabupaten Banjarnegara telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur sesar di sekitar Kecamatan Banjarmangu Kabupaten Banjarnegara berdasarkan data anomali gravitasi. Pengambilan data pada penelitian ini adalah data sekunder. Proses pengolahan data dilakukan dengan mendigitasi peta anomali Bouguer, proyeksi anomali Bouguer di bidang datar dan data anomali Bouguer di bidang datar dipisahkan antara anomali lokal dengan regional menggunakan metode orde polinomial (polynomial fitting). Nilai anomali Bouguer yang dihasilkan berada pada kisaran -4 – 69 mGal dengan pola kenaikan kontur anomali Bouguer cenderung berarah Timur Laut – Barat Daya. Data anomali lokal diinterpretasikan menggunakan perangkat lunak Grav2dc for windows. Hasil interpretasi pada pemodelan struktur bawah permukaan menunjukkan adanya suatu sesar naik sepanjang 13 km dengan arah Barat Laut – Tenggara. Sesar memanjang dari koordinat 109o38’ Bujur Timur dan 7o16’ Lintang Selatan sampai koordinat 109o43’ Bujur Timur dan 7o20’ m Lintang Selatan. Daerah penelitian terdiri dari batulempung dengan densitas 1,63 – 2,60 g/cm3, batupasir dengan densitas 1,61 – 2,76 g/cm3, batupasir gampingan dengan densitas 1,61 – 2,90 g/cm3, dan batugamping dengan densitas 1,93 – 2,90 g/cm3. | Modeling fault on District Banjarmangu Banjarnegara had been done. The aim of the research determined the structure of fault on District Banjarmangu Banjarnegara based on the gravity field anomalies. Collecting data in this study were secondary data. Data processing was done by digitizing Bouguer anomaly maps, Bouguer anomaly projection in a horizontal plane and the Bouguer anomaly data was separated between the local regional anomaly using the method of orde of polynomial (polynomial fitting) . Bouguer anomaly values generated in the range of -4 – 69 mgal with the increase in the value of the contour patterns tend trending Bouguer anomaly Northeast – Southwest. Local data anomaly were interpreted using Graf2dc software. The result of the interpretation of subsurface structure modeling show that a thrust fault along 13 km with direction Nortwest – Southeast. Fault extends from the coordinates 109o38’ East Longitude and 7o16’ South Latitude to the coordinates 109o43’ East Longitude and 7o20’ South Latitude. The research area is consist of claystone with density 1,63 – 2,60 g/cm3,sandstone with density 1,61 – 2,76 g/cm3,calcareous sandstones with density 1,61 – 2,90 g/cm3, and limestone with density 1,93 – 2,90 g/cm3. | |
| 2437 | 12196 | A1H011077 | BUDIDAYA BABY KAILAN (Brassica alboglabra) MENGGUNAKAN FLOATING HYDROPONICS SYSTEM DENGAN VARIASI EC, PH DAN NUTRISI | Kailan (Brassica alboglabra) adalah sayuran kubis-kubisan, mempunyai kandungan gizi dan nilai ekonomis tinggi. Permintaan kailan pada tahun 2012 sampai tahun 2013 terus meningkat yaitu dari 1.289 juta ton menjadi 1.305 juta ton. Baby kailan yaitu kailan yang dipanen muda karena memiliki bagian batang empuk, daun renyah, dan agak manis. Sistem hidroponik merupakan upaya peningkatan produksi kailan. Floating hidroponics system (FHS) adalah salah satu metode hidroponik dimana budidaya tanaman dengan cara menancapkan tanaman pada lubang styrofoam yang mengapung diatas permukaaan larutan nutrisi dalam bak penampung. Electrical Conductivity (EC) dan pH mempengaruhi kecukupan serta ketersediaan unsur hara. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh variasi EC, pH dan nutrisi terhadap pertumbuhan baby kailan menggunakan FHS. Metode percobaan yang digunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dan data dianalisis menggunakan uji F. Perlakuan yang digunakan adalah EC 2,5, EC 4,0, pH 5,5, pH 7,0, nutrisi organik dan nutrisi anorganik. Parameter yang diamati adalah jumlah daun, tinggi tanaman, dan bobot tanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah daun tertinggi terdapat pada kombinasi nutrisi anorganik EC 2,5 pH 5,5, nutrisi anorganik EC 2,5 pH 7,0, nutrisi anorganik EC 4,0 pH 5,5, dan nutrisi anorganik EC 4,0 pH 7,0 berkisar antara 7,5-8,2 helai. Jumlah daun terendah diperoleh dari kombinasi nutrisi organik EC 2,5 pH 7,0 yaitu 3,6 helai. Tinggi tanaman tertinggi diperoleh dari kombinasi nutrisi anorganik EC 2,5-4,0 pH 5,5 berkisar antara 20,5 cm. Tinggi tanaman terendah terdapat pada kombinasi nutrisi anorganik EC 2,5-4,0 pH 7,0 dan nutrsi organik EC 2,5-4,0 pH 7,0 berkisar antara 11,5-12,6 cm. Bobot tanaman tertinggi diperoleh dari kombinasi nutrisi anorganik EC 2,5-4,0 pH 5,5 sebesar 13,78 gram. Bobot tanaman terendah terdapat pada kombinasi anorganik EC 2,5-4,0 pH 7,0 dan nutrisi organik EC 2,5-4,0 pH 7,0 berkisar antara 5,0-6,4 gram. | Kailan (Brassica alboglabra) is vegetable type of cabbage, that has high nutrient content and high economic value. Kailan demand in 2012 until 2013 had been increased from 1.289 million tonnes to 1.305 million tonness. Baby kailan is kalian harvested at young age growing because it has a soft stems, crisp leaves and slightly sweet. Hydroponic systems is an effort of increasing the production of kailan. Floating hidroponics system (FHS) a method in which the plant cultivated by plugging the on the styrofoam hole that floats above the surface of nutrient solution in the tank. Electrical Conductivity (EC) and pH affect the nutrient availability. This study was aimed to determine the effect of variations in EC, pH and nutrients on the baby kailan growth under FHS. This experiment used a randomized block design (RCBD) method and the data were analyzed using the F test. The treatments used were EC 2.5, EC 4.0, pH 5.5, pH 7.0, organic nutrients and inorganic nutrients. Observed parameters are number of leaves, plant height, and weight of plant. The research result showed highest number of leaves was found in combination inorganic nutrients EC 2,5 pH 5,5, inorganic nutrients EC 2,5 pH 7,0, inorganic nutrients EC 4,0 pH 5,5, and inorganic nutrients EC 4,0 pH 7,0 ranged from 7,5-8,3 strands. The lowest number of leaves was obtained from the combination of organic nutrients EC 2,5 pH 7,0 namely 3,6 strand. The highest plant height was obtained from the combination of inorganic nutrients EC 2,5-4,0 pH 5,5, ranged from 17-21 cm. The lowest height plant was found in the combination of inorganic nutrients EC 2,5-4,0 pH 7,0 and organic nutrients EC 2,5-4,0 pH 7,0 ranged from 10-12,6 cm. The highest weight of plant was obtained from the combination of inorganic nutrients EC 2,5-4,0 pH 5,5 namely 13,783 gram. The lowest weight plant was obtained from the combination of inorganic nutrients EC 2,5-4,0 pH 7,0 and organic nutrients EC 2,5-4,0 pH 7,0 ranged from 5-6,4 gram. | |
| 2438 | 12197 | A1L010041 | UJI PUPUK ORGANIK CAIR POLITAHE TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL EMPAT VARIETAS KANGKUNG DARAT PADA HIDROPONIK MEDIA PASIR | Penelitian bertujuan untuk: mendapatkan dosis POC Politahe yang baik bagi pertumbuhan dan hasil kangkung darat secara hidroponik media pasir, dan mendapatkan varietas kangkung darat yang memberikan tanggap terbaik pada pemberian POC Politahe secara hidroponik media pasir. Penelitian ini berupa percobaan pot yang dengan perlakuan faktorial 4X4 yang disusun dengan rancangan lingkungan Rancangan Acak Kelompok Lengkap tiga ulangan. Faktor pertama adalah dosis POC Politahe yaitu 100, 200, dan 300 ml/polybag, serta pemberian AB mix sebagai kontrol. Faktor kedua adalah varietas kangkung darat, yaitu New Serimpi, Pingky, Bangkok dan Mahar. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh interaksi antara perlakuan dosis POC Politahe dengan varietas pada semua variabel, kecuali tinggi tanaman dan jumlah daun. Pengaruh interaksi ini menunjukkan bahwa masing-masing varietas membutuhkan hara yang berbeda. AB mix baik digunakan pada varietas Pingky dan Bangkok, sedangkan POC Politahe berpengaruh sama pada semua varietas. Semua variabel pertumbuhan berkorelasi positif dengan variable hasil, kecuali indeks sampah. Pupuk Organik Cair Politahe belum mampu menggantikan AB mix sebagai nutrisi hidroponik pada media pasir untuk mendapatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung yang optimal. | The aim of this research are to have an effective dosage of Politahe liquid biofertilizer for optimum growth and production of kangkoong by applying hydroponic method which is cultured in sandy medium, and to have variety of kangkoong which can give good respond to liquid biofertilizer Politahe in hydrophonic method which is cultured in sandy medium. The research was a pot experiment with factorial 4x4 treatment that was arranged with Randomized Completely Block Design on three replication. The first factor was the dosage of liquid biofertilizer Politahe e.g. 100, 200, and 300 ml/polybag, with the control of application of AB mix. The second factor was the varieties of kangkoong e.g. New Serimpi, Pingky, Bangkok, and Mahar.The result of the experiment was that the effects happen toward interactions between dosage of liquid biofertilizer Politahe and varieties on all variables, except of plant height and number of leaf. This interaction effect showed that each variety requires different nutrient. AB mix could be given to Pingky and Bangkok varieties, then liquid biofertilizer Politahe has the same effect on all varieties. All growth variableshad possitive correlation with yield variables, except litter index. Politahe liquid biofertilizer had not been able to replace AB mix as nutrients for hydroponic on sand media to obtain optimum kangkoong’s growth and yield. | |
| 2439 | 12198 | H1L010055 | RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PENGELOLAAN SERVIS MOBIL DAN KENDARAAN BERAT BERBASIS MOBILE (STUDI KASUS BENGKEL SAHABAT SAMPIT) | Sistem Informasi Pengelolaan Servis Mobil dan Kendaraan Berat merupakan suatu sistem yang dibangun dengan tujuan untuk mengolah data-data yang berhubungan dengan pemesanan servis. Pada Bengkel Sahabat, proses pengolahan data masih ditulis diatas media kertas. Hal tersebut tentunya kurang efisien baik bagi pihak bengkel maupun pelanggan karena menyita banyak waktu dan sumber daya. Selain itu, data juga sering terpisah bahkan terkadang ada yang hilang. Dengan dibangunnya sistem ini, dapat membantu pihak bengkel dalam proses mengolah data dan pelanggan dapat langsung memesan servis melalui website yang dapat diakses melalui perangkat mobile. Sistem ini dikembangkan dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP (PHP Hypertext Preprocessor). | Information System for Car and Heavy Machinery Services is a system built to manage data that affect services. In the Sahabat Workhouse, the process still written on the paper. The written method is not efficient because it require a lot of time and resources for the user. The data in this method often to be duplicated and lost if the worker is not careful enough with their job. With the development of this system, the user is helped with data management and the client can book the services. This system is developed with PHP (PHP Hypertext Preprocessor) language programming. | |
| 2440 | 12210 | E1A008133 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN DALAM PERJANJIAN SEWA MENYEWA HOMESTAY KATES BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN | Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apa saja hubungan hukum yang timbul antara konsumen dan pelaku usaha dalam perjanjian sewa menyewa Homestay Kates berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen dan KUH Perdata dalam hal terjadi peristiwa rusaknya barang bawaan. Selain itu juga untuk mengetahui apakah dalam prakteknya di Homestay Kates peraturan mengenai perlindungan konsumen telah diterapkan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Metode penelitian normatif, spesifikasi penelitian deskriptif dan analisis kualitatif. Berdasarkan hasil analisis menurut KUH Perdata diperoleh kesimpulan bahwa antara pemilik Homestay Kates selaku pelaku usaha dengan Dimas Adhar Prabowo selaku konsumen terdapat dua perjanjian, yaitu perjanjian sewa menyewa dan perjanjian penitipan barang. Dalam perjanjian sewa menyewa pelaku usaha telah melaksanakan kewajibannya dengan baik; akan tetapi dalam perjanjian penitipan barang, pelaku usaha belum sepenuhnya melaksanakan kewajibannya. Hal ini terbukti bahwa pelaku usaha hanya bersedia menanggung kerugian sebesar setengah dari kerugian yang diderita konsumen akibat rusaknya barang titipan. Dalam prakteknya peraturan mengenai perlindungan konsumen dalam perjanjian sewa menyewa Homestay Kates juga belum sepenuhnya diterapkan. Hal ini terbukti bahwa ada beberapa dari hak-hak konsumen dan kewajiban-kewajiban pelaku usaha yang telah diatur dalam Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 masih belum bisa dipenuhi. | This research was conducted to find out what are the legal relationship asising between consumers and businessmen in the lease agreement rent Homestay Kates based on Act No. 8 of 1999 on the consumers protection and KUH civil liability in the event of defective goods the provisioning events. In addition to knowing wheter in the practidce in Homestay kates rules on consumer protection have been implemented in accordance specification of normative, descriptive and qualitative analysisis. Based on the result of the analysis according to KUH Perdata conclusion that between owner Kates as businessmen with Dimas Adhar Prabowo as consumers there are two agreement namely lease agreement and luggage rent agreements. In the lease agreement rent businessmen has been carrying out its obligations. It is evident that only businessmen are willing to endure the loss of half og the losses suffered due to defective consumer goods deposit. In practice, the regulation on consumer protection in the lease agreement rent homestay Kates also has not been fully implemented. It is evident that there are some of the rights of consumers and trade obligations that had been set in Act No. 8 of 1999 is still yet to be completed. |