Home
Login.
Artikelilmiahs
12259
Update
TIMOTIUS SEMBIRING
NIM
Judul Artikel
PENGARUH SUSUNAN TIRAI BAMBU TERHADAP KEDALAMAN GERUSAN DI SEKITAR PILAR JEMBATAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Gerusan sedimen disekitar pilar disebabkan oleh gerusan lokal. Adapun gerusan lokal terjadi karena aliran sungai terhalang oleh pilar yang ada di sekitar sungai, sehingga menyebabkan perubahan aliran sungai dari kecepatan vertikal menjadi tekanan pada bagian depan pilar. Salah satu alternatif dalam mereduksi gerusan lokal yang terjadi adalah pemasangan tirai bambu di depan pilar. Penelitian dilakukan dengan 4 variasi pemodelan tirai bambu yaitu pemodelan A tanpa menggunakan tirai bambu, dan untuk pemodelan B, C, D, menggunakan tirai bambu dengan variasi susunan tirai bambu yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan susunan tirai bambu yang paling efektif dalam mereduksi gerusan lokal. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa penggunaan tirai bambu pemodelan B didapatkan reduksi rata-rata gerusan 60.60%, pemodelan C didapatkan reduksi rata-rata gerusan 69.96%, dan pemodelan D didapatkan rata-rata gerusan 52.79%. Dari hasil diatas didapatkan bahwa susunan pemodelan yang paling efektif yaitu pemodelan C dengan reduksi rata-rata gerusan 69.96%.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Scour sediment around the pillars due to scours. As scours occurred because the flow of the river was blocked by pillars that surround the river, causing changes in the river flow of the vertical velocity into pressure on the front of the pillar. One alternative in reducing scours happened is the installation of bamboo curtain in front of the pillar. The study was conducted with 4 variation modeling is modeling a bamboo curtain without using bamboo curtain, and for modeling B, C, D, using bamboo curtain bamboo curtain arrangement with a variety of different. This study aims to get the bamboo curtain arrangement is most effective in reducing scours. The result showed that the use of bamboo curtain modeling and obtained an average reduction of 60.60% scours, modeling C obtained an average reduction scouring 69.96%, and the modeling of D obtained an average scouring 52.79%. From the above results showed that the most effective arrangement modeling is modeling C with an average reduction scouring 69.96%
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save