Artikelilmiahs
Menampilkan 2.361-2.380 dari 48.726 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 2361 | 12118 | A1H011058 | ANALISIS PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP PENGEMBANGAN POTENSI KEBUN BIBIT DESA CENDANA DI KECAMATAN KUTASARI KABUPATEN PURBALINGGA | Metode preferensi konsumen merupakan salah satu strategi pemasaran yang dapat membantu meningkatkan minat dan loyalitas konsumen terhadap suatu produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi konsumen terhadap pengembangan potensi kebun bibit Desa Cendana, mengembangkan konsep Marketing Mix terkait 4P (Product, Price, Place, Promotion) berdasarkan preferensi konsumen. Penelitian ini dilakukan secara survai konsumen terhadap 100 orang responden kemudian dilakukan pengolahan data yang meliputi beberapa tahap yaitu menentukan skala likert terhadap variabel, menyusun matrik korelasi, penentuan banyaknya faktor, melakukan rotasi faktor, intrepretasi faktor. Data dianalisis dengan metode faktor analisis menggunakan software SPSS Statistik versi 20.0 untuk mendapatkan faktor yang diinginkan dan mengetahui variabel penyusun faktor. Hasil penelitian menunjukkan nilai loading factor terbesar yaitu dimiliki oleh variabel “Informasi melalui media massa yang tepat (pamflet, radio, tv dll)” (0.93) terdapat pada faktor 4 yaitu “kegiatan periklanan”. Serta variabel “Akses menuju kebun bibit sebaiknya tidak terlalu sulit” (0.852) dan variabel “Potongan harga untuk keluarga atau rombongan” (0.818) yang terdapat pada faktor 1 yaitu “kenyamanan akses ke lokasi” dan faktor 3 yaitu “promosi penjualan”. | Consumer preferences method is one of the marketing strategies that can help increase interest and loyalty to a product. This research was aimed to determine consumer preferences towards potential development Cendana village nurseries, developing concepts related 4P Marketing Mix (Product, Price, Place, Promotion) based on consumer preferences. The research was carried out using consumer survey to 100 respondents then performed data processing which includes several stages of determining the Likert scale to variable, compiling correlation matrix, determining the number of factors, factor rotation, interpretation of factors. Data analyzed by the method of factor analysis using SPSS statistics software version 20.0 to obtain the desired factor and knowing constituent variable factors. Results of the resaerch showed the biggest value loading factor that is owned by the variable "information through appropriate media (pamphlets, radio, tv etc.)" (0.93) are the four factors, namely "advertising activities". And the variable "Access to the nursery should not be difficult "(0852) and the variable" Discounts for family or group "(0818) contained the first factor is" convenience of access to the site "and the third factor is" sales promotion ". | |
| 2362 | 12120 | H1H011007 | INTENSITAS DAN PREVALENSI NEMATODA ANGUILLICOLA PADA SIDAT (Anguilla sp.) DI KABUPATEN CILACAP | Nematoda Anguillicola adalah parasit yang dapat menyebabkan masalah dalam budidaya sidat yang saat ini sedang dikembangkan di Indonesia. Pemantauan Anguillicola perlu dilakukan secara berkala untuk pengamatan tingkat intensitas dan prevalensi. Informasi tentang keberadaan dan jenis Anguillicola di Indonesia masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui intensitas dan prevalensi parasit Anguillicola pada sidat di perairan Cilacap. Sejumlah sidat dikumpulkan setiap bulan dari Januari sampai Juni 2015. Tingkat prevalensi dan intensitas dihitung. Dalam penelitian ini Anguillicola ditemukan setiap bulan dengan intensitas 1-11 individu Anguillicola/sidat terinfeksi dan prevalensi 1,61-8,25%. | Anguillicola nematode is parasite that could cause problem in cultivation of eels which is currently being developed in Indonesia. Surveillance of Anguillicola should be carried out periodically to examine its intensity and prevalence levels. Information about the existence and species of Anguillicola in Indonesia is still limited. Therefore, this study was conducted in order to determine intensity and prevalence of the parasite Anguillicola on eels from Cilacap Waters. A number of eels was collected every month from January to June 2015. Level of prevalence and intensity was calculated. In this study Anguillicola was found every month with a intensity of 1-11 individuals Anguillicola per infected eel and with the prevalence of 1.61-8.25%. | |
| 2363 | 12103 | A1L011070 | PRODUKSI DAN INDEKS PANEN GALUR PADI UNSOED Fe 27 DIBANDINGKAN DENGAN EMPAT VARIETAS UNGGUL | Peningkatan produksi padi salah satunya dapat dilakukan dengan penggunaan varietas unggul. Beras berkadar Fe tinggi dihasilkan dari varietas padi unggul hasil biofortifikasi Fe yang bermanfaaat untuk mencegah defisiensi nutrisi mikro. Indeks panen adalah persentase bobot produk ekonomis dibandingkan dengan bobot biomassa tanaman. Sebelum dilepaskan ke petani, varietas unggul baru perlu dilakukan pengujian tentang produksi dan indeks panen. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pertumbuhan galur padi Unsoed Fe 27 dibandingkan dengan empat varietas pembanding (2) mengkaji perbedaan produksi galur padi Unsoed Fe 27 dengan empat varietas pembanding (3) dan mengkaji perbedaan indeks panen galur padi Unsoed Fe 27 dengan empat varietas pembanding. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kutasari, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah dengan ketinggian tempat ±175-200 m dpl dan dilaksanakan pada bulan Oktober 2014 sampai Februari 2015. Faktor yang diuji dalam penelitian ini adalah galur Unsoed Fe 27 dan empat varietas pembanding (Ciujung, Inpari 11, Inpari 13, dan IR 64) menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 kali ulangan. Variabel yang diamati terdiri atas tinggi tanaman, jumlah anakan total per rumpun, jumlah anakan produktif per rumpun, umur berbunga, umur panen, panjang malai, persentasi gabah isi per malai, bobot 1000 biji, bobot gabah per rumpun, bobot gabah per petak, jumlah gabah total per malai, bobot kering tanaman dan indeks panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pertumbuhan galur padi Unsoed Fe 27 berbeda dengan varietas pembandingnya. Galur Unsoed Fe 27 memiliki tinggi tanaman tertinggi, jumlah anakan total dan produktif terbanyak kedua serta umur berbunga dan umur panen yang genjah dibandingkan empat varietas pembanding, (2) produksi galur padi Unsoed Fe 27 setara dengan 5,2 ton/ Ha dan sama dengan varietas IR 64 dan Inpari 11 tetapi berbeda lebih tinggi dari varietas Ciujung, Inpari 11 dan Inpari 13, (3) indeks panen galur Unsoed Fe 27 sama dengan empat varietas pembanding. | Increasing of rice production can be achieved by using high yielding varieties. Rice with high Fe content was resulted from rice varieties biofortified with Fe to prevent nutritional micro deficiencies. Index harvest is percentage between weight of economical product compared with weight of biomass plant. Before a variety as released to farmers, it needs to be evaluated on production and harvest index. This research was aimed to (1) determine growth of rice lines of Unsoed Fe 27 compared with four varieties (2) assess difference between rice production of rice lines of Unsoed Fe 27 and four varieties (3) assess differences between harvest index of rice lines of Unsoed Fe 27 and four varieties. This research was conducted in the village of District Kutasari, Baturraden, Banyumas, Central Java at altitude ±175-200 meters above sea level (dpl) and was started from October 2014 until February 2015. Factors that are tested in this research were rice lines of Unsoed Fe 27 and four varieties (Ciujung, Inpari 11, Inpari 13, dan IR 64) with a randomized block design (RAK) with three replications. Variables observed consisted of plant height, total number of tillers per hill, the number of productive tillers per hill, flowering time, harvesting age, panicle length, presentation of filled grain per panicle, 1000 grain of weight, grain weight per panicle, grain weight per plot, total number of grains per panicle, plant dry weight and harvest index. Results showed that (1) growth of rice lines of Unsoed Fe 27 was varied with compared varieties. Rice lines of Unsoed Fe 27 had the highest plant height, total number of tillers and productive tiller per hill, the second highest and date of flowering and harvesting compared to four early-maturing varieties, (2) production of rice lines of Unsoed Fe 27 equivalent to 5.2 tons / ha and similar to IR 64 and Inpari 11 but higher than that of varieties Ciujung, Inpari 11 and Inpari 13, and (3) harvest index of rice lines of Unsoed Fe 27 were similar with other compared varieties. | |
| 2364 | 12133 | A1L011001 | APLIKASI DUA ISOLAT Trichoderma sp. DALAM FORMULA PADAT DAN CAIR ORGANIK UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT ANTRAKNOSA PADA TANAMAN CABAI BESAR DI LAPANGAN | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan dua isolat Trichoderma sp. dalam formula padat dan cair organik terhadap penyakit antraknosa pada tanaman cabai besar di lapangan, dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai. Penelitian dilaksanakan di Lahan Petani Cabai Desa Banteran, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas pada ketinggian tempat 600 m di atas permukaan laut, mulai September 2014 sampai dengan Maret 2015. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok, 5 perlakuan dan 5 ulangan terdiri atas kontrol, Trichoderma sp. isolat jahe, Trichoderma sp. isolat bawang merah, Trichoderma sp. isolat gabungan jahe dan bawang merah, fungisida (tembaga hidroksida 77% 1g/L). Variabel yang diamati yaitu masa inkubasi, intensitas penyakit, laju infeksi, kepadatan akhir, tinggi tanaman, panjang akar, bobot tanaman segar, bobot tanaman kering, bobot akar segar, bobot akar kering, waktu berbunga, jumlah buah per tanaman, bobot buah basah, dan analisis jaringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan Trichoderma sp. isolat gabungan jahe dan bawang merah adalah isolat terbaik karena mampu menurunkan intensitas penyakit antraknosa 87,05%, memperlama masa inkubasi 43,17%, meningkatkan jumlah buah 18,11% dan bobot buah basah sebesar 52,76%. Perlakuan Trichoderma sp. isolat jahe mampu menurunkan intensitas penyakit 80,73%, memperlama masa inkubasi 30,02%, meningkatkan bobot tanaman segar 9,80%, bobot tanaman kering 12,76%, jumlah buah 37,27%, bobot buah 46,35%. Perlakuan Trichoderma sp. isolate bawang merah mampu menurunkan intensitas penyakit 81,80%, memperlama masa inkubasi 42,69%, meningkatkan jumlah buah 4,46%, bobot buah 7,67%. Perlakuan Trichoderma sp. mampu meningkatkan kandungan senyawa saponin pada tanaman cabai besar. | This research aimed at knowing to determine the effectiveness of two Trichoderma sp. isolates in solid and liquid organic formulation to antracnose, and their effect on growth and yield on chili. This research was carried out at the screen house, and the chili field at Banteran Village, Sumbang Sub-District, Banyumas Regency at altitude of 600 m above sea level started from September 2014 to March 2015. Completely Randomized Block Design was used with 5 treatments repeated 5 times. The treatments were control, Trichoderma sp. ginger, onion, and combination of onion+ ginger isolates, and fungicide with active ingredients of cuprum hydroxide 1 g/L. Variables observed were incubation period, disease intensity, infection rate, Trichoderma sp. late density, crop height, root length , fresh and dry weight of root, fresh and dry weight of crops, fruit weight, number of fruits, and phenolic compounds analysis. Results of the research showed that application of Trichoderma sp. ginger+onion isolates combination was the best isolates because effective to suppress the disease as 87,05%, delay incubation period 43,17%, was able to increase number of fruit 18,11% and fruit weight on chili as 52,76%. Aplication of Trichoderma sp. ginger isolates was effective to suppress the disease as 80,73%, delay incubation period 30,02%, was able to increase fresh and dry weight of crops 9,80% and 12,76%, number of fruits 37,27%, fruit weight 46,35%. Aplication of Trichoderma sp. onion isolate was effective to suppress the disease as 81,80%, delay incubation period 42,69%, was able to increase number of fruit 4,46% an fruit weight 7,67%. Aplication of Trichoderma sp. was able to increase saponin compounds. | |
| 2365 | 12150 | A1C009032 | Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penjualan Jagung ke Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM) pada Gapoktan Ngudi Luhur Rahayu di Desa Karang Gintung Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas | Tahun 2009 Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian mencanangkan kegiatan Penguatan Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (P-LDPM). Kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh harga produksi yang lebih baik disaat panen raya, meningkatkan kemampuan petani memperoleh nilai tambah produksi pangan dan memperkuat kemampuan gapoktan dalam pengelolaan cadangan pangan sehingga mampu mendekatkan akses pangan anggotanya saat menghadapi paceklik. Namun pada pelaksanaannya masih banyak petani yang belum memanfaatkan LDPM dalam hal penjualan hasil panen jagung petani, karena masih banyak petani yang menjual jagung ke non LDPM. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penjualan jagung ke LDPM, mengetahui perbedaan harga jual jagung ke LDPM dan non LDPM, serta pelaksanaan P-LDPM di Desa Karang Gintung. Penelitian dilaksanakan di Desa Karang Gintung Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas dengan metode penelitian yang digunakan adalah survai. Metode pengambilan sampel petani menggunakan stratified random sampling, dari total 101 petani anggota Gapoktan yang pernah menjual jagung ke LDPM, diperoleh 18 sampel petani, dengan rincian pada strata I diperoleh 11 petani, strata II diperoleh 5 petani, strata III diperoleh 1 petani dan strata IV diperoleh 1 petani. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis regresi linier berganda dan uji beda nyata (uji t). Hasil analisis menunjukkan pelaksanaan P-LDPM di Desa Karang Gintung Kecamatan Sumbang masih pada Tahap Pengembangan, dan unit usaha yang sampai sekarang masih berjalan hanya unit usaha distribusi dari tiga unit usaha yang ada. Faktor-faktor yang mempengaruhi penjualan jagung ke LDPM pada taraf kepercayaan 95% adalah jarak rumah petani ke LDPM, intensitas petani mengikuti kegiatan di poktan maupun gapoktan dan pengetahuan petani tentang fungsi LDPM. Secara statistik tidak terdapat perbedaan harga jual jagung ke LDPM dan non LDPM. | In 2009, the agency of food security agriculuture ministry launched Strengthening community food distribution institute (P-LDPM) to obtain better production price when the harvest, improve the ability of farmers to obtain value added food production and to strengthen capabilities in the management of food reserves gapoktan so as to bring food access members of gapoktan against crop failure. Howefer, in the practice there are many farmers who don’t take advantage in terms of sales crop farmers. The purpose of this study was to determine the factors affecting of corn sales to LDPM, knowing the difference corn prices offered LDPM and non LDPM, as well as the implementation of the P-LDPM in Karang Gintung Village. The research held in Karang Gintung Village, Sumbang Subdisctrict, Banyumas Regency by survey method. Sampling method used stratified random sampling, from the 101 farmers members of gapoktan ever sell corn to LDPM, obtain 18 samples of farmers. The analysis used descriptive analysis, multiple linier regression analysis and real difference test (t test). The analysis showed implementation of P-LDPM in Karang Gintung Village, Sumbang Subdistrict still at the development stage, and the business unit are still running just distribution business unit from three unit business. The factors affecting of corn sales to LDPM are the distance the farmer’s house to LDPM, intensity farmers take part in Poktan and Gapoktan and farmers knowledge about the function of LDPM. There is no significant price difference. | |
| 2366 | 12121 | H1E011032 | RANCANG BANGUN PENGUKUR CURAH HUJAN REAL TIME MENGGUNAKAN SISTEM TURBIN | Perancangan dan pembuatan pengukur curah hujan menggunakan sistem turbin telah direalisasikan. Turbin digunakan untuk mengubah energi potensial air menjadi energi kinetik, yaitu gaya gravitasi jatuhnya air yang mendorong baling-baling menyebabkan turbin berputar. Oleh karena itu generator DC yang dipasang satu poros dengan turbin bisa bergerak dan menghasilkan tegangan. Nilai variasi debit air dan tegangan kemudian dikalibrasi untuk mendapatkan fungsi kalibrasi yang diperlukan dalam pemrograman menggunakan software LabVIEW 7.1. Sementara interfacenya menggunakan DAQ NI USB6009. Berdasarkan pengujian dan karakterisasi alat diperoleh kestabilan yang kurang baik tetapi mempunyai waktu respon yang baik yaitu 0,0189 sekon. Nilai curah hujan yang bisa terukur oleh alat adalah 0,2 mm/menit sampai 0,8 mm/menit, sehingga tresshold yang dimiliki oleh alat adalah 0,2 mm/menit. Dapat disimpulkan alat ini hanya bisa digunakan untuk mengukur curah hujan sedang sampai curah hujan deras. | Design and manufacture of rainfall gauge using turbine system has been realized. Turbine are used to convert the potential energy of water into kinetic energy, that force gravitation of falling water that drives the propeller causing the turbine to spin. So the DC generator mounted a shaft with a turbine can be driven and generate voltage. Rated water discharge and voltage variations then calibrated to obtain the necessary calibration functions in programming using LabVIEW 7.1 software. While the interface using NI DAQ USB6009. Based on testing and characterization tools that are less good stability is obtained but has a good response time is 0.0189 second. Ranges of measurement tools that rainfall of 0.2 mm / min to 0.8 mm / min, so tresshold owned by the tool was 0.2 mm/min. This tool can be concluded only be used to measure rainfall moderate to heavy rainfall. | |
| 2367 | 12123 | A1H011060 | PENGUKURAN KARAKTERISTIK OPTIK KEDELAI HITAM (Glycine Soja Sieb. et Zucc) PADA BERBAGAI KADAR AIR DALAM PROSES CURAH | Di Indonesia kedelai hitam (Glycine Soja Sieb. et Zucc) banyak digunakan sebagai bahan baku kecap manis maupun kecap asin. Dalam penanganan pascapanennya, kadar air kedelai hitam penting untuk diperhatikan. Oleh sebab itu, perlu dikembangkan perangkat untuk memeriksa mutu biji kedelai hitam dengan harga yang terjangkau petani dan mudah digunakan. Tujuan dari penelitian ini, yaitu: (1) Mengetahui karakteristik optik (reflektansi) biji kedelai utuh, rusak dan terkontaminasi pada berbagai tingkat kadar air dan (2) Menentukan hubungan matematis antara karakteristik optik (reflektansi) dengan kadar air kedelai utuh, rusak dan terkontaminasi. Penelitian ini dilakukan dengan mengamati nilai intensitas sumber cahaya untuk melihat karakteristik optik pada Integrating Sphere, kedelai hitam yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) Kedelai utuh dengan kadar air 45.3%, 40.3%, 35.4%, 29.5%, 22.4%, 18.1%, 13.9%, (2) Kedelai rusak dengan kadar air 46.1%, 42.7%, 38.6%, 33.9%, 27.9%, 23.0%, 18.9% dan dan (3) Kedelai terkontaminasi dengan kadar air 43.2%, 40.8%, 36.5%, 34.5%, 31.5%, 27.6%, 24.1%. Hubungan yang nyata respon sensor dengan tingkat kadar air dapat dinyatakan dengan persamaan matematis sebagai berikut : (a) Kedelai hitam utuh pada cahaya bright white dengan persamaan matematis y = -0.0228x + 1.655 r = 0.876922 (sensor 11), (b) Kedelai hitam rusak pada cahaya 532 nm dengan persamaan matematis y = -0.0063x + 0.3705 r = 0.918474 (sensor 7), (c) Kedelai hitam terkontaminasi pada cahaya 532 nm dengan persamaan matematis y = -0.2188x + 11.724 r = 0.925206 (sensor 6). | In Indonesia, black soybeans (Glycine Soja Sieb. et Zucc) is widely used as a raw material of soy sauce and salty soy sauce. In postharvest handling, black soybeans moisture content is important to note. Therefore, it is necessary to develop a device for checking the quality of black soybeans at affordable prices and easily to use by farmers. Objectives of this study were: (1) to determine the optical characteristics (reflectance) of intact, damaged and contaminated black soybeans at various levels of water content and (2) to determine mathematical relationship between the optical characteristics (reflectance) and moisture content of intact, damaged and contaminated soybeans. The black soybeans used in this study were (1) Intact black soybeans with the following moisture content wet basis of 45.3%, 40.3%, 35.4%, 29.5%, 22.4%, 18.1% , 13.9%, (2) Damaged soybeanss with moisture content 46.1%, 42.7%, 38.6%, 33.9%, 27.9%, 23.0%, 18.9% and and (3) Contaminated soybeans with moisture content of 43.2%, 40.8%, 36.5% , 34.5%, 31.5%, 27.6%, 24.1%.Relationship between moisture content and the sensor response can be expressed by the following a mathematical equations: (a) Intact soybeans/white bright light : y = -0.0228x + 1,655 r = 0.876922 (sensor 11), (b) damage soybeans/532 nm laser light : y = -0.0063x + 0.3705 r = 0.918474 (sensor 7), and (c) contaminated soybeans/ 532 nm laser light : y = -0.2188x + 11 724 r = 0.925206 (sensor 6). | |
| 2368 | 12124 | A1L009001 | KEEFISIENAN PEMUPUKAN N PADA SEPULUH GALUR MURNI PADI SAWAH KETURUNAN PERSILANGAN G39 X CIHERANG | Nitrogen adalah unsur hara esensial yang sangat dibutuhkan tanaman dalam jumlah besar. Apabila unsur tersebut tidak cukup tersedia bagi tanaman, maka tanaman akan menunjukkan gejala kekurangan unsur hara dan pertumbuhan tanaman akan lambat. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengkaji perbedaan galur pada pertumbuhan dan hasil masing-masing galur F6 padi hasil persilangan G39 x Ciherang (2) mengkaji pengaruh variasi dosis N pada pertumbuhan dan hasil galur F6 padi hasil persilangan G39 x Ciherang dan mendapatkan dosis terbaiknya (3) mengkaji galur yang efisien N terhadap keefisienan agronomi dan keefisienan penyerapan N. Penelitian ini merupakan percobaan pot yang dilaksanakan pada bulan Oktober sampai Januri 2014 dirumah plastik Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 taraf perlakuan dan tiga kali ulangan. Faktor yang dicoba adalah dosis pupuk N dengan empat taraf pemberian N yaitu N0 = 0 kg N/ha atau 0 g urea/polibag, N1 = 45 kg N/ha atau 0,393 g urea/polibag, N2 = 90 kg N//ha atau 0,787 g urea/polibag, N3 = 135 kg N/ha atau 1,18 g urea/polibag dan sepuluh galur padi sawah populasi F6 dan dua varietas pembanding. Variabel yang diamati yaitu variabel pertumbuhan vegetatif, variabel hasil tanaman, kandungan N tajuk, keefisienan agronomi, keefisienan serapan nitrogen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa galur G39-12, G39-13, IR-64 memproduksi komponen pertumbuhan lebih baik dari galur lainnya, sedangkan galur terbaik pada komponen hasil yaitu G39-13 dan IR-64. Dosis pemupukan 135 kg N/ha mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil produksi padi sawah, namun menurunkan keefisienan agroonomi dan keefisienan penyerapan N hingga dosis 45 kg N/ha. Galur G39-8, G39-13, IR-64 mempunyai respon terbaik terhadap keefisienan agronomi, sedangkan galur G39-14, G39-15, G39-16, 39-20, G39-28 efisien dalam penyerapan N. | Nitrogen is an essensial nutrient that is needed plants in large numbers. If these nutrients are not sufficiently available to plants, the plants will show indication of deficiency nutrient and plant growth will be slow.The aims of the research are: (1) to study the lines differences in growth and yield of each rice lines F6 from crosses G39 x Ciherang, (2) to study effect of N dose variation on growth dan yield of rice lines F6 from crosses G39 x Ciherang and get the best dosage (3) to study the efficient lines of N agronomic efficiency and N uptake efficiency. This research is a pot experiment conducted in Oktober until Januari 2014, and held in the plastic house faculty of Agricultur, Jenderal Soedirman University Purwokerto. The experiment design used a factorial randomized block design with four treatments and three replication. Factors of this treatment are dose of N fertilizer with four levels of N fertilizer application: N0= 0 kg N/ha or 0 g urea/polybag, N1= 45 kg N/ha or 0,393 g urea/polybag, N2= 90 kg N/ha or 0,787 g urea/polybag, N3= 135 kg N/ha or 1,18 g urea/poliag and ten pure lines F6 populations of lowland rice and two check varieties. Variables observed were variable growth, variable crop yields, canopy N content, agronomic efficiency, and nitrogen uptake efficiency. The results showed that lnes G39-12, G39-13, IR-64 producing components growth better than other lines, while the best lines to crop yields is G39-13 and IR-64. Dose fertilization 135 kg N/ha were able to increase the growth and crop yield of rice production, but the lowered agronomic efficiency and N uptake efficiency up to 45 kg N/ha fertilizer dose. The lines G39-8, G39-13, IR-64 have the highest response to nitrogen agronomic efficiency, while lines G39-14, G39-15, G39-16, G39-20, G39-28 efficient on N uptake efficiency. | |
| 2369 | 12157 | A1H010088 | Dinamika Air Dan Nutrisi pada Demplot Budidaya Tanaman Kentang Atlantik (Solanum Tuberosum, L) dengan Aplikasi Biochar, Variasi Jenis Pupuk, dan Mulsa | Budidaya kentang secara konvensional pada lahan miring dengan menggunakan guludan vertikal (guludan searah lereng) dewasa ini telah berdampak sangat signifikan terhadap percepatan degradasi lahan dan kerusakan lingkungan di wilayah daerah aliran sungai (DAS), seperti erosi dan lahan kritis di daerah hulu, serta sedimentasi dan pencemaran air di wilayah hilir. Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya, sistem guludan horizontal terbukti sangat efektif menurunkan laju erosi pada lahan kentang, namun belum mampu meningkatkan produktivitas kentang yang optimal akibat kondisi lewat jenuh air pada guludan tersebut tertutama pada musim hujan. Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut yang komprehensif terkait penerapan guludan horizontal dalam budidaya kentang yang dikombinasikan dengan berbagai upaya perbaikan sifat fisik dan kimia tanah melalui aplikasi pertanian organik, teknologi biochar, dan permulsaan sangat diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengidentifikasi dinamika air dan nutrisi pada demplot tanaman kentang Atlantik dengan aplikasi guludan horizontal dan biochar, serta variasi jenis pupuk dan mulsa, dan 2) Menentukan kombinasi biochar, pupuk dan mulsa yang sesuai untuk budidaya tanaman kentang Atlantik. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Laboratorium Teknologi Pertanian, dan Laboratorium Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Universitas Jendral Soedirman Purwokerto, pada bulan Juni sampai Agustus 2014. Sebanyak 6 (enam) demplot lahan kentang Atlantik (6 m x 3 m) dengan sistem guludan horizontal disiapkan masing-masing untuk perlakuan: Mulsa Plastik Pupuk Organik (MPO), Mulsa Jerami Pupuk Organik (MJO), Tanpa Mulsa Pupuk Organik (TMO), Mulsa Plastik Pupuk Kimia (MPK), Mulsa Jerami Pupuk Kimia (MJK), dan Tanpa Mulsa Pupuk Kimia (TMK). Pada setiap demplot perlakuan, sifat fisik (kadar air, kepadatan, dan permeabilitas) dan kimia (N-total, N-tersedia, P-total, dan P-tersedia) tanah diukur masing-masing secara mingguan dan bulanan. Laju aliran permukaan dan kehilangan tanah termasuk jumlah N dan P yang terkandung di dalamnya diukur pada setiap kejadian hujan. Biomassa tanaman, serta jumlah N dan P yang terserap diukur setiap bulan. Selain itu, data iklim mikro yang meliputi curah hujan, suhu dan kelembaban udara, radiasi matahari, dan kecepatan angin diukur secara harian. Keseluruhan data pengukuran kemudian dianalisis dengan menggunakan Formula Material Balance, dan hasilnya ditampilkan secara grafis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar air volumetrik tanah pada perlakuan MPO, MJO, TMO, MPK, MJK, dan TMK secara berturut – turut adalah 0,25 cm3/cm3, 0,32 cm3/cm3, 0,35 cm3/cm3, 0,26 cm3/cm3, 0,35 cm3/cm3, dan 0,49 cm3/cm3. Dari 992 mm total input hujan, rata-rata kehilangan air melalui proses erosi, perkolasi, dan kebutuhan air tanaman melalui proses evapotranspirasi masing-masing adalah 5,44%, 69,43%, dan 25,12% (pada perlakuan pupuk organik), serta 4,54%, 79,80%, dan 15,65% (pada perlakuan pupuk anorganik). Jumlah N-total pada perlakuan MPO, MJO, TMO, MPK, MJK, dan TMK secara berturut – turut adalah 9.046 kg/ha, 9.253 kg/ha, 9.006 kg/ha, 9.220 kg/ha, 9.313 kg/ha, dan 9.110 kg/ha, sedangkan jumlah P-total pada perlakuan-perlakuan yang sama secara berturut-turut adalah 10.440 kg/ha, 11.353 kg/ha, 10.380 kg/ha, 10.740 kg/ha, 12.320 kg/ha, dan 12.946 kg/ha. Kombinasi pupuk, biochar dan mulsa yang tepat dilihat dari aspek kemampuan menjaga kadar air dan nutrisi tanah, serta menurunkan tingkat erosi adalah kombinasi pupuk kimia mulsa jerami (perlakuan MJK). | The conventional potato cultivation in sloping land with horizontal-ridge (sloping-ridge) system nowadays has accelerated significant land degradation and environmental deterioration in watershed area, like as erosion and critical land at upper stream, and sedimentation and water contamination at downstream. Based on the previous research, it has been found that the horizontal-ridge system has been strongly effective in reducing erosion rate on potato-cropping land, but it has been unable to support the optimum production of the crop yet, due to waterlogged condition on the ridge, especially in rainy season. Therefore, the comprehensive further research on the applicability of the horizontal-ridge system in combination with the efforts of improving soil physical and chemical quality through organic farming, biochars technology, and mulching application is worthily conducted. This research was aimed: 1) To identify water and dynamics in Atlantik potato-cropping plot under horizontal-ridge and biochars application with various types of fertilizers and mulches, 2) To determine the most appropriate combination of biochars, fertilizers, and mulches for Atlantik potato crop cultivation. The research was carried out at Serang village, Karangreja district, Purbalingga regency, and Laboratory of Agricultural Technology, and Laboratory of Soil Science and Land Resource, Jenderal Soedirman University, Purwokerto, started from June to August 2015. Totally 6 (six) Atlantik potato-cropping plots with horizontal-ridge system were prepared for the treatments of: organic fertilizer with plastic mulch (MPO), organic fertilizer with rice-straw mulch (MJO), organic fertilizer without mulch (TMO), inorganic fertilizer with plastic mulch (MPK), inorganic fertilizer with rice-straw mulch (MJK), and inorganic fertilizer without mulch (TMK), respectively. On each treatment plot, soil physical (water content, dry bulk density, and hydraulic conductivity) and chemical properties (Total-N, Available-N, Total-P, and Available-P) were weekly and monthly measured, respectively. Runoff rate and soil loss including their N and P content were monitored at every rainfall event. Crop biomass and its up-taken N and P were monthly measured. Furthermore, microclimate data including rainfall, aerial temperature and relative humidity, solar radiation, and wind speed were hourly collected by using mini-weather station. The entire measured data were then analyzed by using Material Balance Formula, and the results were graphically described. The results showed that the average soil volumetric water content in MPO, MJO, TMO, MPK, MJK, and TMK treatment were about 0.25 cm3/cm3, 0.32 cm3/cm3, 0.35 cm3/cm3, 0.26 cm3/cm3, 0.35 cm3/cm3, dan 0.49 cm3/cm3, respectively. From the 992 mm total inputed-rainfall, the average water-loss by erosion and percolation, and crop water requirement through evaporation were about 5.44%, 69.43%, and 25.12% (organic fertilizers treatment), serta 4.54%, 79.80%, dan 15.65% (inorganic fertilizer treatment), respectively. The Total-N load in MPO, MJO, TMO, MPK, MJK, and TMK were about 9,046 kg/ha, 9,253 kg/ha, 9006 kg/ha, 9,220 kg/ha, 9,313 kg/ha, and 9,110 kg/ha, while the Total-P load for these similar treatments were about 10,440 kg/ha, 11,353 kg/ha, 10,380 kg/ha, 10,740 kg/ha, 12,320 kg/ha, and 12,946 kg/ha, respectively. From the view point of the capability in maintaining soil water and nutrients, and also reducing erosion rate, the inorganic fertilizer with rice-straw mulch (MJK) was the most appropriate combination to be applied. | |
| 2370 | 12201 | A1L008181 | PERTUMBUHAN DAN HASIL VARIETAS BAWANG MERAH PADA BERBAGAI FREKUENSI PEMBERIAN AIR DI LAHAN PASIR PANTAI | ABSTRAK Budidaya bawang merah di tanah pasir pantai merupakan salah satu teknologi pengelolaan dan pemanfaatan lahan yang kurang potensial menjadi lahan potensial. Produktivitas dari lahan pasir pantai sangat rendah sehingga produksi tanaman yang dihasilkan menjadi sangat rendah ketersediaan unsur hara bagi tanaman merupakan salah satu faktor yang sangat mempengaruhi produksi tanaman. Penelitian ini bertujuan: 1) Menentukan pertumbuhan varietas bawang merah secara optimal yang ditanam di lahan pasir pantai. 2) Menentukan frekuensi pemberian air optimum bagi efisiensi pemanfaatan air dan pertumbuhan tanaman bawang merah di lahan pasir pantai. 3) Menentukan kombinasi terbaik varietas dan frekuensi pemberian air terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah di lahan pasir pantai. Penelitian telah dilaksanakan di lahan pasir pantai di Desa Banjarsari, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap selama ±2 bulan. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL). Efek dua variabel yang dilihat yaitu Varietas (Tiron, Brebes, Biru Probolinggo, Philps) dan frekuensi pemberian air satu hari sekali, satu hari dua kali, satu hari tiga kali, dan dosis pupuk kandang 30 t/ha. Penelitian dilakukan dengan tiga ulangan. Jarak tanam 20 cm. bedengan berukuran 1 m x 2 m atau dengan luas 2 m2. Percobaan terdiri atas 12 kombinasi perlakuan dan ulangan tiga kali. Data pengamatan dianalisis dengan menggunakan uji F dan apabila terjadi perbedaan nyata dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Ducan (DMRT) pada taraf 5%. Hubungan antar variabel dianalisis mempergunakan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperoleh: 1) pertumbuhan varietas yang optimal diperoleh pada varietas philip, karena memiliki hasil umbi segar dengan bobot paling tinggi. 2) frekuensi pemberian air yang optimal dan efisiensi pemanfaatan air yaitu pada pemberian frekuensi air 1 kali sehari, karena pemberian air 1 kali sehari mampu mencukupi kebutuhan air pada setiap varietas. 3) kombinasi varietas dan frekuensi pemberian air tidak berpengaruh nyata terhadap semua variabel hasil varietas bawang merah, hal ini diduga karena frekuensi pemberian air yang diberikan masih dapat mencukupi kebutuhan tanaman dan diperoleh produksi yang sama pada setiap perlakuan. Ada interaksi antara frekuensi pemberian air dengan varietas berpengaruh nyata pada variabel panjang akar. | ABSTRAK Cultivation onion on the ground of coastal sands is one technology management and area utilization less potential into land potential. Productivity of land of coastal sands very low that crop production produced elements of being very low price for plants is one factor influencing crop production very. This research: 1 ) aimed at determining growth optimally varieties onion grown in land of coastal sands. 2 ) determine the optimum frequency water for the utilization of water efficiency and growth onion plants on a beach sand. 3 ) the interval determining the combination of best and frequency granting water against growth and the onion plants on a beach sand. Research done on land beach sand in the village banjarsari, sub-district nusawungu, regency cilacap. Research done in two months. Research using methods draft random group complete ( rakl ). Effect two variables are viewed namely variety ( tiron, brebes, blue probolinggo, philp ) and frequency granting water one day once, one day twice, one day three times, and dosage manure 30 t / ha. Research is done with three deuteronomy. Distance cropping 20 cm. Bedengan undersized of 1 m x 2 m or with broad 2 m2. Experiments made up 12 combination treatment and deut. three times. Analyzed data observation test using f and if there is any real difference continued by test distance of multiple ducan ( dmrt ) on standard 5 %. The relation between variables analyzed use of regression analysis. The results showed that retrieved: 1) the growth of optimal varietas obtained on cultivars of philip, because it has fresh tuber yields with the highest weighting. 2) frecuency of granting an optimal water and efficient water utilization in the granting of frequencied of water 1 times a day, because the provision of water 1 times day able to fulfill the needs of water at every varieties. 3) combination varieties and frequency granting water no effect real against all variables results varieties shallots this were allegedly water frequencied could still given to fulfill the needs of plants and obtained production the same at every treatment. Occurring interaction between frequency granting water with varieties influential real on the variables long roots. | |
| 2371 | 12126 | G1A011058 | PERBANDINGAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE DAN POST OPERASI KATARAK SENILIS DI RSUD MARGONO SOEKARJO | LATAR BELAKANG: Katarak senilis merupakan jenis katarak yang paling banyak ditemukan. Pembedahan merupakan satu-satunya terapi untuk penderita katarak senilis. Prosedur pembedahan sendiri akan memberikan suatu reaksi emosional bagi pasien, yakni kecemasan. TUJUAN : Mengetahui perbedaan tingkat kecemasan pasien pre dan post operasi katarak di RSUD Margono Soekarjo. METODE : Metode penelitian ini menggunakan rancangan penelitian analitik-observasional dengan pendekatan kohort prospektif. Sampel berjumlah 30 orang, yang merupakan pasien yang akan di operasi katarak di RSUD Margono Soekarjo dimana sudah memenuhi kriteria inklusi. Variabel yang diukur adalah tingkat kecemasan sebelum dan sesudah operasi. Data kecemasan responden diperoleh dengan menggunakan kuesioner STAI. HASIL : Rata-rata kecemasan responden sebelum operasi adalah 2,07 dan didominasi oleh tingkat kecemasan berat. Sedangkan sesudah operasi rerata nya ialah 1,27 dan didominasi oleh tingkat kecemasan ringan. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dengan nilai z=-4,460 dan p= 0,00 (p<0,05). Terdapat perbedaan yang signifikan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah operasi katarak. KESIMPULAN : Terdapat perbedaan tingkat kecemasan pasien pre dan post operasi katarak di RSUD Margono Soekarjo | BACKGROUND : Senile cataract is the most common type of cataract. Surgery is the only treatment for patients with senile cataract. The surgical procedure itself will give an emotional of reaction to the patient, namely anxiety. AIM: To determine differences levels in pre and post cataract surgery at Margono Soekarjo hospilal. METHODS: This is an analytical observasional with prospective design. Thirth people, patients who member of will be threated by cataract surgery , where it meets the inclusion criteria .Variabel anxiety levels were measured before and after surgery. Data obtained using respondents anxiety STAI questionnaire. RESULTS: The average respondent anxiety before surgery was 2.07 and dominated by severe anxiety level. Meanwhile, after the operation was 1.27 and its average is dominated by mild anxiety level. The test result in wilcoxon in a value of z = -4.460 and p = 0.00 (p <0.05). Therefore there was significant difference in anxiety level in pre and post cataract surgery. CONCLUSION: There were difference in the level of anxiety of patients pre and post cataract surgery in Margono Soekarjo hospital. | |
| 2372 | 12127 | H1F010048 | GEOLOGI DAN KARAKTERISTIK GUNUNG LUMPUR (MUD VOLCANO) DI BANYONING LAOK, BANGKALAN, JAWA TIMUR | Daerah penelitian berada pada Desa Banyoning Laok, Bangkalan, khususnya pada kompleks gunung lumpur Bujel Tasek. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik kedua gunung lumpur Bujel Tasek dari sisi kandungan material yang dikeluarkannya, ciri fisiknya, serta proses pembentukannya, yang dibandingkan dengan keadaan geologi disekitarnya. Pembentukan gunung lumpur ini di sebabkan karena adanya lapisan undercompacted sediments bertekanan tinggi yang dibebani lapisan tebal diatasnya dan terkompresi saat pembentukan antiklin Kombangan. Untuk menyeimbangkan tekanannya, sedimen tersebut menerobos lapisan atasnya hingga mencapai permukaan dengan membawa fragmen batuan yang dilaluinya melalui rekahan-rekahan yang dibentuk oleh sesar geser kiri Katol. Keluarnya material sedimen ke permukaan di awali dengan letusan eksplosif yang kemudian membentuk kawah yang cukup besar yang disebut kawah utama yang merupakan gunung lumpur Bujel Tasek wedok. Rekahan-rekahan berukuran kecil pada kawah utama ini membentuk saluran sangat kecil yang kemudian runtuh dan hanya berisi air atau disebut dengan salse. Sedangkan rekahan-rekahan kecil disekitarnya membentuk saluran-saluran sekunder yang hanya mengeluarkan lumpur dan gas, disebut dengan gryphon yang merupakan gunung lumpur Bujel Tasek lanang. | Research area is in the Banyoning Laok village, Bangkalan sub-district, especially in Bujel Tasek mud volcanoes complex. This study is applied to identify the characteristics of the Bujel Tasek mud volcano from ejected material, physical characteristics, and their formations, which is compared with characteristics geology of these area. The formation of mud volcano is caused due to high-pressure undercompacted sediments which is stacked with thick sediment above it and compressed during Kombangan anticline formation. To balance the pressure, the sediment layer intruded the layer above to reach the surface and bring rock fragments through the cracks that formed by Katol left slip fault. Discharge of sediment material to the surface was began with eksplosive eruption that formed large crater called main crater which is Bujel Tasek wedok mud volcano. Small cracks in the main crater is formed by very small channels which then collapsed and only contain water or called salse. While the small cracks around the main crater forming satellite channels that only pull out mud and gas, called gryphon which is Bujel Tasek lanang mud volcano. | |
| 2373 | 12128 | F1C011037 | KOMUNIKASI GENDER DALAM SUKU BATAK (INTERAKSI SIMBOLIK ORANGTUA TERHADAP ANAK PEREMPUAN DALAM SISTEM ADAT DALIHAN NA TOLU KELUARGA SUKU BATAK TOBA) | Judul penelitian ini adalah “Komunikasi Gender Dalam Suku Batak (Interaksi Simbolik Orangtua Terhadap Anak Perempuan Dalam Sistem Adat Dalihan Na Tolu Keluarga Suku Batak Toba)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana proses interaksi simbolik yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari pada anak perempuan dalam suku Batak Toba; serta bagaimanakah proses interaksi simbolik tersebut menentukan bagaimana anak perempuan tersebut memaknai diri mereka sendiri berdasarkan pandangannya atas dirinya maupun pandangan orang lain terhadap dirinya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif, dengan metode wawancara mendalam. Informan dalam penelitian ini sebanyak 6 orang anak perempuan yang adalah mahasiswi aktif di Universitas Jenderal Soedirman dan berasal dari keluarga suku Batak Toba yang tinggal di Sumatera Utara serta merantau atau tinggal sementara di Purwokerto. Berdasarkan analisa data dan hasil penelitian, maka dapat dikemukakan bahwa terdapat 4 hal penting yang berkaitan dengan kedudukan anak perempuan dalam keluarga batak yaitu: Pemaknaan Diri Dan Anggapan Umum Mengenai Anak Perempuan Dalam Keluarga; Pola Komunikasi dan Pola Interaksi dalam Keluarga; Penanaman Nilai dan Norma Dalam Keluarga, Cara Mendidik Orang Tua dan Pembentukan Karakter; serta yang terakhir, Emosi dan Penilaian Terhadap Relasi dan Perlakuan Orang Tua. | The title of this research is the "Communication Gender In Bataknese (Symbolic Interaction Between Parents Towards Daughter In The System Of Dalihan Na Tolu Family Customs Of Toba Batak Ethnic)". The purpose of this research is to analyze how the process of symbolic interaction that occurs in everyday life on daughters in the Toba Batak ethnic; and how does the symbolic interaction process is determining these daughters to consider themselves based on his views on himself or another person's views against them. This research is a kind of qualitative research methods, with in-depth interviews. Informants in this study as much 6 daughters who was active as a college student at Jenderal Soedirman University and comes from a family of Toba Batak ethnic who live in North Sumatra as well as abroad or stay while in Purwokerto. Based on the analysis of data and research results, then it can be postulated that there are 4 important things related to the position of daughters in the Toba Batak's family i.e. The Definition Of The Common Assumptions About The Self And The Daughters In The Family; Communication Patterns And Interaction Patterns Within The Family; The Cultivation Of The Values And Norms Within The Family, How To Educate Parents And The Formation Of Character; and the last, The Emotions And The Assessment Of The Relationship And The Treatment Of The Elderly. | |
| 2374 | 12130 | A1G012007 | KAJIAN FINANSIAL USAHATANI BENGKUANG (Pachyrhizus Erosus) DI KECAMATAN KEMBARAN KABUPATEN BANYUMAS | Bengkuang merupakan salah satu jenis umbi-umbian yang berpotensi untuk dikembangkan. Komoditas ini telah lama dimanfaatkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, terutama untuk konsumsi segar. Kecamatan Kembaran merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Banyumas yang telah lama mengembangkan usahatani bengkuang. Pada umumnya petani tidak memperhitungkan secara terperinci aspek-aspek finansial, seperti biaya produksi, penerimaan dan keuntungan dalam usahataninya. Perhitungan mengenai aspek-aspek finansial tersebut sangat menentukan dalam mempertahankan keberlanjutan usahahatani bengkuang. Penelitian bertujuan untuk mengetahui: biaya, penerimaan dan pendapatan usahatani bengkuang; mengkaji kelayakan usahatani bengkuang; tingkat Break Even Point (BEP); dan mengkaji usahatani bengkuang ketika terjadi penurunan produksi, harga jual dan perubahan biaya usahatani. Pengambilan data dilaksanakan pada tanggal 26 Januari sampai 26 Februari 2015. Sasaran penelitian ini adalah petani yang melakukan usahatani bengkuang di Desa Linggasari dan Desa Purbadana pada musim tanam bulan April sampai Agustus 2014 dengan jumlah responden 45 orang. Metode penelitian yang digunakan adalah survei, sedangkan metode penenentuan responden secara sensus. Metode analisis yang digunakan adalah: analisis biaya, penerimaan, pendapatan, Revenue Cost Ratio (R/C), Break Even Point (BEP), dan analisis sensitivitas. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata biaya usahatani bengkuang per ha pada musim tanam April sampai Agustus 2014 sebesar Rp13.162.804,76, rata-rata penerimaan adalah Rp24.133.254,32 sehingga rata-rata pendapatan per hektar yang diterima petani sebesar Rp10.970.449,56. Revenue Cost Ratio (R/C) sebesar 1,83, BEP (unit) sebesar 7.525,33 kilogram dan BEP (penerimaan) sebesar Rp10.330.537,20. Hal ini menunjukkan bahwa usahatani bengkuang menguntungkan sehingga layak untuk dikembangkan. Hasil analisis sensitivitas pada usahatani bengkuang apabila terjadi penurunan produksi sebesar 30 persen, 35 persen dan 40 persen masih menguntungkan, harga jual bengkuang per kilogram sebesar Rp2.000,00, Rp1.500,00 dan Rp1.200,00 juga masih menguntungkan dan perubahan biaya usahatani meliputi kenaikan upah tenaga kerja dan harga benih sebesar 7,5 persen masih sangat menguntungkan. | Jicama is one of tubers that has a potential to be developed. The district of Kembaran is one of districts in Banyumas Regency which has long been developing jicama farming. In general, farmers do not take into account in detail the financial aspects, such as the cost of production, revenue and profit in farming business. Calculations regarding those financial aspects are crucial in maintaining the sustainability of jicama farming business. This study aims to determine: cost, revenue and income of jicama farming business; to review the feasibility of jicama farming business; level of Break Even Point (BEP), and to review Jicama farming business as it declines in production, selling prices and changes in farming costs. Retrieval of data was held from January 26 to February 26, 2015. The goal of this research is farmers who conduct jicama farming business in the village of Purbadana and Linggasari during the growing season from April to August 2014 with the number of respondents of 45 people. The research method used was a survey, while the method for Respondents determination was census. The analytical methods used are: analysis of cost, revenue, income, Revenue Cost Ratio (R/C), Break Even Point (BEP), and sensitivity analysis. The analysis showed that the average cost per hectare of jicama farming in the growing season from April to August 2014 amounted to Rp13.162.804,76, the average income is Rp24.133.254,32 so that the average income per hectare received by farmers amounting to Rp10.970.449,56. Revenue Cost Ratio (R/C) of 1.83, BEP (unit) of 7.525,33 kilograms and BEP (income) of Rp10.330.537,20. This shows that the jicama farming business is profitable so it is worth to be developed. Sensivity analysis result in jicama farming business when there is a decline in production around 30 percent, 35 percent and 40 percent is still profitable and chnges in cost of jicama farming business as rise in labor cost and seed price as much 7,5 percent are still very profitable. | |
| 2375 | 12132 | A1L011117 | PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN DOSIS PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN SETEK PUCUK BERINGIN JEPANG (Ficus benjamina L.) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) pengaruh komposisi media tanam terhadap pertumbuhan setek pucuk beringin Jepang (Ficus benjamina L.), 2) pengaruh dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan setek pucuk beringin Jepang (Ficus benjamina L.) serta 3) interaksi komposisi media tanam dan dosis pupuk NPK bagi pertumbuhan setek pucuk beringin Jepang (Ficus benjamina L.). Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Kedung Wuluh, Kecamatan Purwokerto Barat pada ketinggian tempat 80 m dpl. Penelitian ini dimulai dari 09 Desember 2014 hingga 04 maret 2015. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial 3 x 3 dengan 9 kombinasi perlakuan dan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah 3 macam komposisi media tanam tanah, pupuk kandang sapi, dan arang sekam (perbandingan 1:1:2, 2:1:1, dan 1:2:1) dan faktor kedua adalah 3 taraf dosis pupuk NPK (1 g/tanaman, 2 g/tanaman dan 3 g/tanaman). Variabel pengamatan terdiri dari: pertambahan tinggi tanaman, pertambahan jumlah daun, pertambahan diameter batang, panjang akar, jumlah akar, volume akar, berat akar segar, berat akar kering, berat tajuk segar, berat tajuk kering dan persentase keberhasilan setek. Data dianalisis menggunakan uji F, apabila ada beda nyata antar perlakuan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5% dan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan komposisi media tanam berpengaruh terhadap variabel jumlah akar dan perlakuan dosis pupuk NPK berpengaruh terhadap variabel pertambahan tinggi tanaman, panjang akar, jumlah akar, volume akar, berat akar segar, berat akar kering, berat tajuk segar, berat tajuk kering serta persentase keberhasilan setek. Interaksi komposisi media tanam dan dosis pupuk NPK tidak berpengaruh terhadap semua variabel pertumbuhan setek pucuk beringin Jepang. | This research aims to known: 1) the effect of composition of the plant media on the growth of Ficus benjamina L. bud cutting, 2)the effect of NPK fertilizer dosage on the growth of Ficus benjamina L. bud cutting, and 3)an interaction between composition of the plant media and NPK fertilizer dosage on the growth of Ficus benjamina L. bud cutting. The research was conducted in kelurahan Kedung Wuluh, in West Purwokerto at the altitude of 80 meters above sea level. The research began from Desember 9th, 2014 until March 4th, 2015. This research used the Randomised Block Design (RBD) 3 x 3 factorials by 9 combinations and 3 replications. The first factor was the 3 kinds of media composition consisted of soil, cow manure and chaff charcoal (ratio 1:1:2, 2:1:1, and 1:2:1) and the second factor was the 3 levels of NPK fertilizer dosage ( 1 g per plant, 2 g per plant and 3 g per plant). The observerd variabels consisted of: the increase of plant height, the increase of number of leaves, the increase of stem diameter, root length, number of roots, volume of roots, fresh root weight, dry root weight, fresh crown weight, dry crown weight and percentage of life cutting. The F test was used to analyze the data and continued by LSD and Regression test. The result showed that composition of the plant media treatment effected on the number of roots and NPK fertilizer dosage treatment effected on the increase of plant height, the root length, the number of roots, the volume of roots, the fresh root weight, the dry root weight, the fresh crown weight, the dry crown weight and the percentage of life cutting. The interaction of composition of the plant media and NPK fertilizer dosage treatments did not effect on the growth of Ficus benjamina L. bud cutting. | |
| 2376 | 12134 | G1A011120 | HUBUNGAN KUALITAS SURAT RUJUKAN DENGAN KETEPATAN KLASIFIKASI KLINIS CEDERA KEPALA PADA PASIEN IGD DI RSUD PROF. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO | Latar Belakang: WHO menyatakan bahwa sistem rujukan yang terlambat mempengaruhi mortalitas cedera kepala, terdapat penelitian yang menyatakan bahwa kualitas surat rujukan merupakan faktor pre hospital (sebelum tiba di rumah sakit) yang mempengaruhi klasifikasi klinis cedera kepala. Peneliti melihat bahwa di Indonesia masih jarang ditemukan penelitian yang meneliti hubungan kualitas surat rujukan dengan ketepatan klasifikasi klinis cedera kepala. Tujuan: Mengetahui hubungan kualitas surat rujukan dengan ketepatan klasifikasi klinis cedera kepala pada pasien IGD di RSUD PROF. Margono Soekarjo Purwokerto. Metode penelitian: Metode analitik observasi cross secsional. Sampel terdiri dari 43 sampel dengan metode consecutive sampling dan data dianalisis menggunakan Chi Square. Hasil: Hasil untuk hubungan kualitas surat rujukan dengan ketepatan klasifikasi klinis cedera kepala yaitu X2 hitung 9,382 dengan p-value 0,002. Oleh karena nilai X2 hitung lebih besar dari nilai X2 tabel, dan p-value lebih kecil dari nilai α, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara kualitas surat rujukan dengan ketepatan klasifikasi klinis cedera kepala pada pasien IGD Rumah Sakit Margono Soekarjo Purwokerto. | Background: WHO stated that delayed referral system affected the mortality of head injury. The quality of referral letter was a pre-hospital factors that affected the clinical classification of head injuries. In Indonesia, study about association between quality of referral letter and clinical classification of head injury accuracy was rare. Objectives: This study aimed to determine the association between quality of referral letter and clinical classification of head injury accuracy. Methods: The research method was analytical observation cross secsional. The samples consist of 43 patients with consecutive technique sampling. Data was analized with chi square. Results: The results for the association between quality of referral letter with clinical classification of head injury accuracy showed that X2 count (9,382) was higher than X2 tabel and p-value (0.002) was smaller than α value therefore H0 was rejected and Ha was accepted. Conclusions : There was a significant association between the quality of referral letter and accuracy clinical classification of head injury. | |
| 2377 | 12135 | A1L011019 | KAJIAN PRODUKTIVITAS DAN PROSPEK PENGEMBANGAN TANAMAN OBAT PADA PEMANFAATAN LAHAN MARGINAL DI KECAMATAN KALIBAGOR KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengkaji sistem budidaya tanaman obat di Kecamatan Kalibagor, (2) Mengkaji potensi tanaman obat di Kecamatan Kalibagor, dan (3) Mengkaji prospek pengembangan komoditas tanaman obat di Kecamatan Kalibagor. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Februari sampai Maret 2015 di Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan adalah metode survai expost facto. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan clustered purposive random sampling berdasarkan atas teknik budidaya serta luas lahan pekarangan yang ditanami tanaman obat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Kalibagor memiliki potensi untuk pengembangan tanaman obat dikarenakan syarat tumbuh yang cukup sesuai dan pada umumnya dibudidayakan pada lahan pekarangan dengan teknik budidaya yang masih sederhana. Hasil produktivitas tanaman obat dalam budidaya intensif yaitu jahe 2,1 ton/ha, lengkuas 1,02 ton/ha, kunyit 1,5 ton/ha, budidaya cukup intensif diantaranya kencur 1,6 ton/ha, jahe 2,23 ton/ha, kunyit 0,9 ton/ha, lengkuas 1,9 ton/ha dan budidaya tidak intensif diantaranya jahe 2,25 ton/ha, kunyit 3,33 ton/ha, kencur 5,35 ton/ha, lengkuas 1,08 ton/ha. Prospek pengembangan tanaman obat di Kecamatan Kalibagor dalam sistem pertanian berkelanjutan dapat dilakukan melalui perbaikan teknik budidaya tanaman obat. Pola tanam yang dilakukan dengan menggunakan sistem tanam tumpangsari yang memiliki nilai NKL 0,43-1,92. | This aims of this research were to 1) Assess the medicinal plant cultivation system in the Kalibagor District, (2) Assess the potential of medicinal plants in the Kalibagor District, and (3) Assess the prospects for development of medicinal plants in the Kalibagor District. The research was conducted from February to March 2015 in Sub District of Kalibagor Banyumas. The method use the ex post facto survey method. The sampling technique was conducted with a clustered purposive random sampling based on cultivation techniques and area planted with medicinal plants. The results showed that the Kalibagor District had the potential for the development of medicinal plants growing because condition were quite appropriate and generally cultivated on land yard with cultivation techniques were still modest. Results productivity of medicinal plants intensive cultivation such as ginger 2.1 tonnes / ha, galangal 1.02 tonnes / ha, turmeric 1.5 tons / ha, pretty intensive cultivation galingale including 1.6 tonnes / ha, ginger 2,23 ton / ha, turmeric 0.9 tonnes / ha, galangal 1.9 ton / ha and intensive cultivation of ginger including 2.25 tons / ha, turmeric 3.33 tonnes / ha, galingale 5,35 tonnes / ha, galangal 1.08 tons / ha. Prospects of development of medicinal plants in the District Kalibagor in sustainable agricultural systems can be done through improved cultivation techniques of medicinal plants. The cropping pattern is done by using the intercropping system which has a value of 0.43 to 1.92 NKL. | |
| 2378 | 12136 | A1L010022 | SERANGAN HAMA UTAMA DAN MUSUH ALAMINYA PADA DUA VARIETAS DALAM RAKITAN BUDIDAYA PADI ORGANIK BERBASIS PUPUK ORGANIK CAIR DAN PESTISIDA NABATI | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Jenis hama utama padi dan musuh alami yang dominan dalam rakitan budidaya padi secara organik berbasis POC dan pestisida nabati,2) Serangan hama utama padi dalam rakitan budidaya padi secara organik berbasis POC dan pestisida nabati,3) Produktivitas dua varietas padi dalam budidaya secara organik berbasis POC dan pestisida nabati. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Randegan, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, sejak bulan April sampai Agustus 2014. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Pola Tersarang dengan 2 perlakuan dan 16 kali ulangan. Sebagai perlakuan, yaitu varietas (Sintanur dan Mentik wangi). Variabel pengamatan meliputi jenis hama utama dan intensitas hama utama, populasi musuh alami, dan variabel agronomi. Data dianalisis menggunakan uji t pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan Jenis hama utama padi meliputi keong mas, (Pomacea caniliculata L.) wereng batang padi coklat (Nilaparvarta lugens Stal.), dan walang sangit (Lepticoryxa acuta) masing masing memiliki rerata populasi dengan selisih sebesar 2,46; 5,32; dan 2,08.Jenis musuh alami yang dominan selama penilitian yaitu, Peaderus sp. (tomcat) dan Tetragnatha sp. (laba-laba) . Intensitas serangan keong mas dan walang sangit pada perlakuan varietas sintanur lebih tinggi dibandingkan mentik wangi dengan selisih sebesar 1,28% dan 2,29%, intensitas wereng batang padi coklat pada varietas sintanur lebih rendah dibandingkan varietas mentik wangi dengan selisih sebesar 12,26%. Produksivitas varietas sintanur (5,22 ton/ha GKG) lebih tinggi dibandingkan varietas mentik wangi (4,43 ton/ha GKG) dalam rakitan budidaya padi secara organik berbasis POC dan pestisida nabati. | This research aimed to determine: 1) the major pest species of rice pests and its dominant natural enemies in organic rice cultivation assembly based on LOF and botanical pesticide, 2) the major pest attack on rice in organic rice cultivation assembly based on LOF and botanical pesticide, 3) the productivity of two rice varieties in the organic cultivation based on LOF and botanical pesticide. This research was conducted in Randegan village, Kebasen sub-district, Banyumas from April to August, 2014. The experimental design used was a nested pattern design with 2 treatments and 16 replications. The treatment were the varieties of Sintanur and Mentik Wangi. Observed variables included were spesies of major pest population and the intensity of major pests, population of natural enemies, and agronomic variables. The data were analyzed by using t-test at 95% of confidence level. The result showed that the main rice pests include golden snails (Pomacea caniliculata L), brown plant hopper (Nilaparvarta lugens Stal) and rice bug (Leptocoryxa acuta), each of them had the average population with the difference of 2.46; 5.32; and 2.08 consequtively. The dominant species of natural enemies during the research were Paederus sp. (tomcat or rove beetle) and Tetragnatha sp. (spider). The intensity of golden snails and rice stink bug attack on the treatment of Sintanur variety was higher than Mentik Wangi variety by 1,28% and 2,29%, the intensity of brown plant hopper attack on Sintanur variety was lower than on Mentik Wangi variety by 12,26. The productivity of Sintanur variety (5.22 tons/ha DUR or dry unhusked rice) was higher than the productivity of Mentik Wangi variety (4.43 tons/ha DUR) in organic rice cultivation assembly based on LOF and botanical pesticide. | |
| 2379 | 12137 | A1L010047 | PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KUBIS DATARAN RENDAH (Brassica Oleracea L) PADA BERBAGAI KONSENTRASI DAN FREKUENSI PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR BIO SUPER ACTIVE | Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui konsentrasi POC Bio Super Active yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil tanaman kubis dataran rendah, 2) mengetahui frekuensi pemberian yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil tanaman kubis dataran rendah, 3) mengetahui kombinasi terbaik antara frekuensi pemberian dan konsentrasi pupuk organik cair Bio Super Active untuk pertumbuhan dan hasil tanaman kubis dataran rendah. Penelitian ini di laksanakan di rumah kasa, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto dari bulan September sampai Desember 2014. Penelitian menggunkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor. Faktor pertama yaitu konsentrasi Pupuk Organik Cair (N) dengan 3 taraf, yaitu 0 ml/L (Kontrol), 3 ml/L (N1), 6 ml/L (N2) dan 9 ml/L (N3). Faktor kedua yaitu frekuensi pemberian (F) dengan 3 taraf, yaitu 2 kali sehari pemberian (F1), 3 kali sehari pemberian (F2), 4 kali sehari pemberian (F3). Data yang diperoleh dianalisis dengan uji kontras ortogonal 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsentrasi POC BSA dan frekuensi pemberian pada semua perlakuan tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kubis. | This research was aimed to: 1) Know the appropriate concentration of Bio Super Active liquid organic fertilizer for growth and yield of the law land cabbage plant, 2) Know the appropriete frequency of Bio Super Active liquid organic fertilizer for growth and yield of the low land cabbage plant, 3) Know the appropriate conbination between frequency and concentration of Bio Super Active liquid organic fertilizer for growth and yield of the low land cabbage plant. The research was conducted in screen house Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto from September to December 2014. The experiment used Randomized Block Design (RBD) with 2 factors. The first factor was concentration of Liquid Organic Fertilizer (N) with 3 levels: 0 ml/L (control), 3 ml/L (N1), 6 ml/L (N2) and 9 ml/L (N3). The second factor was the frequency of provision (F) with 3 levels: 2 times (F1), 3 times (F2), 4 times (F3). Data was analyzed by orthogonal contrast test 5%. The results of research suggests that the concentration of POC frequency of Bio Super Active and the provision of treatments at did not give real impact on the growth and yield of the low land cabbage plant. | |
| 2380 | 12178 | H1E011044 | Struktur dan Konduktivitas Ionik Kaca LiFePO4 sebagai Katoda pada Baterai Sekunder | ABSTRAK Katoda kaca Lithium Iron Phosphates (LiFePO4) telah dibuat dengan menggunakan metode melt-quenching pada temperatur 900 oC dengan komposisi 5Li2O : 15 ZnO : x (Fe2O3) : (80-x) P2O5 dimana x = 0, 0,5, dan 1,5 (mol%). Karakterisasi sifat termal katoda yang meliputi temperatur transisi (Tg) dan temperatur kristal (Tc) dilakukan dengan Differential Scanning Calorimetry (DSC). Pengaruh penambahan Fe2O3 terhadap struktur dan konduktivitas ionik katoda dipelajari dengan X-ray diffraction (XRD) dan LCR meter. Konduktivitas ionik katoda kaca meningkat dengan bertambahnya konsentrasi Fe2O3, namun konduktivitas cenderung menurun pada konsentrasi Fe2O3 yang berlebihan. Nilai konduktivitas ionik dan kapasitas tertinggi katoda sebesar 7,43 x 10-4 S/cm dan 10 x 10-5 Ah/g ditunjukan oleh katoda kaca dengan komposisi Fe2O3 0,5 mol persen. Performa sel baterai LiFePO4 sudah mampu menunjukkan sifat sebagai baterai sekunder, berdasarkan adanya peak oksidasi dan reduksi pada voltamogram, serta berdasarkan pengujian charge/discharge. | ABSTRACT Lithium Iron Phosphates (LiFePO4) glass cathodes are prepared using the melt quenching method at temperature of 900 oC with composition 5Li2O : 15 ZnO : x (Fe2O3) : (80-x) P2O5 where x = 0, 0,5, dan 1,5 (mol%). Thermal properties of the cathodes including glass transition temperature (Tg) and crystal temperature (Tc) are characterized using differential scanning calorimetry (DSC). Influence of Fe2O3 additions on structure and ionic conductivity of cathode are studied using X-Ray Diffraction and LCR meters, respectively. XRD diffraction pattern confirm that all of the cathode structure are armophous. The ionic conductivity of the cathode increase with increasing concentration of Fe2O3, but the conductivity tends to decrease up to 1,5% mol of Fe2O3. The highest ionic conductivity and capacity of the cathodes are 7,43 x 10-4 S/cm and 10 x 10-5 Ah/g respectively are exhibited by the glass cathode with 0,5% mol of Fe2O3. According to cyclic voltametry and charge/discharge tests, the obtained LiFePO4 glass are very potential to be used as cathode in secondary Li-battery. |