Artikel Ilmiah : F1D010049 a.n. REZA ARIWIBOWO

Kembali Update Delete

NIMF1D010049
NamamhsREZA ARIWIBOWO
Judul ArtikelRelasi Kuasa dalam Konflik Tanah Adat di Kota Cirebon
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini berjudul "Relasi Kuasa dalam Konflik Tanah Adat di Kota Cirebon"
bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan serta menjelaskan konflik tanah yang
terjadi di kota Cirebon dan aktor-aktor dibalik terjadinya konflik tersebut. Penelitian ini
menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif dengan teknik pengumpulan data
yakni observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini, informan
akan dipilih dengan menggunakan gabungan antara purposive sampling dan snowball
sampling. Purposive sampling adalah pengambilan sampel berdasarkan tujuan dan snowball sampling adalah pengambilan sampel dengan bantuan key-informan, dan dari key-informan inilah akan berkembang sesuai petunjuknya. Untuk menjamin validitas data, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi data. Hasil dari penelitian ini yaitu pihak Pemerintah menganggap tanah-tanah yang bersengketa merupakan tanah swapraja dan seharusnya semenjak diberlakukannya UUPA (Undang-Undang Pokok Agraria) pada tahun 1960, tanah tersebut telah dikembalikan kepada negara bukan milik Keraton Kasepuhan. Namun pihak Keraton menentang pernyataan tersebut bahwa tanah yang mereka miliki bukan tanah swapraja sehingga mereka berhak atas tanah tersebut. Tidak hanya terkait tanah adat saja yang menjadi latar belakang konflik antara Pemerintah Kota Cirebon dengan Keraton Kasepuhan, tetapi ada hal lain yang melatarbelakangi yaitu Keraton Kasepuhan tidak mendapatkan hak yang seharusnya di dapatkan sebagai peninggalan sejarah pemerintahan Kota Cirebon seperti anggaran untuk perawatan keraton agar tetap lestari. Kondisi keraton saat ini yang kurang terawat, merupakan dampak dari permasalahan yang tidak kunjung menemui titik terang.
Abtrak (Bhs. Inggris)This study, entitled "The Power Relations in Conflict Indigenous Lands in Cirebon
City" aims to identify and describe and explain the land conflicts that occurred in the town of Cirebon and actors behind these conflicts. This study uses descriptive qualitative with data collecting technique that is observation, interview, and documentation. In this study,
informants would be selected using a combination of purposive sampling and snowball
sampling. Purposive sampling is sampling based on objective and snowball sampling are
sampling with the help of key-informants, and of key-informants will develop according to
these instructions. To ensure the validity of the data, this study uses data triangulation
technique. The result of this research showed that the goverment considers the land in dispute was supposed to land and self-government since the enactment of the BAL in 1960, the land has been returned to the state did not belong to Kasepuhan. But the palace against the statement that the land that they have not the autonomous land so that they are entitled to the land. Not only related to indigenous lands that become the background of conflict between the Government of Cirebon with Kasepuhan. There are other things behind that Kasepuhan rights should not get in get as historical relics such Cirebon City government budget for the maintenance of the palace in order to remain sustainable. Palace conditions today are less well maintained, is the impact of the problems that do not see a bright spot.
Kata kuncirelasi aktor, konsensus politik, pertanahan, pemerintah daerah, keraton, masyarakat.
Pembimbing 1Drs. H. Bambang Suswanto, M.Si
Pembimbing 2Khairu R. Sobandi, S.IP, M.Si, M.A
Pembimbing 3Waluyo Handoko, S.IP, M.Sc
Tahun2015
Jumlah Halaman19
Tgl. Entri2015-08-14 14:53:25.920815
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.