Home
Login.
Artikelilmiahs
12232
Update
DEDE FUAD MUSLIM
NIM
Judul Artikel
PENGARUH PENGKAYAAN PAKAN KECAMBAH KACANG HIJAU (Phaseolus radiatus) DENGAN EKSTRAK DAUN BAYAM (Amarantus tricolor L.) TERHADAP KECEPATAN MOLTING LOBSTER AIR TAWAR (Cherax quadricarinatus)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Lobster air tawar merupakan komoditas perikanan yang sangat diminati dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Salah satu upaya mengatasi kendala biaya pakan adalah memanfaatkan kecambah kacang hijau. Peningkatan nilai nutrisi pada pakan dilakukan untuk menghasilkan pakan yang lebih berkualitas. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kecepatan dan frekuensi molting pada Lobster Air Tawar (Cherax quadricarinatus) yang dipelihara dengan pakan yang diperkaya ekstrak daun bayam dengan waktu pengkayaan (enrichment) pakan berbeda. Penelitian ini dilaksanakan selama 60 hari, parameter yang diamati yaitu kecepatan molting, frekuensi molting, pertumbuhan dan sintasan. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan Kontrol (Kecambah kacang hijau), P1 (Kecambah kacang hijau direndam ekstrak daun bayam selama 6 jam), P2 (Kecambah kacang hijau direndam ekstrak daun bayam selama 12 jam), P3 (Kecambah kacang hijau direndam ekstrak daun bayam selama 18 jam) dan P4 (Kecambah kacang hijau direndam ekstrak daun bayam selama 24 jam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan yang diperkaya dengan ekstrak daun bayam berpengaruh signifikan terhadap kecepatan molting (P<0,1) sedangkan untuk frekuensi molting dan pertumbuhan mutlak tidak signifikan. Kecepatan molting pada lobster air tawar mempunyai nilai yang terbaik pada perendaman selama 12 jam yaitu 24,48 + 2,78 hari atau 587,6 + 66,9 jam dengan nilai frekuensi 3,4 + 0,55 kali.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Freshwater Crayfish are the most favorite fishery commodities, and have high economic value. The effort to overcome obstacles feed costs is to utilize the mung bean sprouts. Increasing the value of feed nutrition was to produce an excellent quality feed. The research aims to find out the molting speed and frequency on Freshwater Crayfish (Cherax quadricarinatus) which were maintained with enriched spinach leaves extract feed that had distinctive feed enrichment. The research conducted during 60 days, the observation parameters were the molting speed, molting frequency,growth and survival rate. The experimental design used Completely Randomized Design (CRD) with five treatments and five replications. Treatment Control (Mung bean sprouts), P1 (Mung bean sprouts marinated with spinach leaves extract for 6 hours), P2 (Mung bean sprouts marinated with spinach leaves extract for 12 hours), P3 (Mung bean sprouts marinated with spinach leaves extract for 18 hours), and P4 (Mung bean sprouts marinated with spinach leaves extract for 24 hours). The results showed that the feeding with enriched spinach leaves extract had a significant effect on the molting speed (P<0.1), while for the molting frequency and it absolute growth is not significant. The molting speed of Freshwater Crayfish had the best value on submersion for 12 hours that is 24.28 + 2.78 days or 587.6 + 66.9 hours with 3.4 + 0.55 time’s frequencies.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save