Artikelilmiahs

Menampilkan 19.761-19.780 dari 50.084 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1976122907F1A013018PERAN BANK SAMPAH DALAM PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK DAN ANORGANIK
(Studi Kasus pada Bank Sampah “Bintang Sembilan” Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran bank sampah “Bintang Sembilan” dalam pengelolaan sampah organik dan anorganik. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori tindakan rasionalitas instrumental dari Max Weber. Teknik penentuan informan menggunakan Purposive Sampling dengan pengumpulan data menggunakan tiga cara yaitu: wawancara, observasi, dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran yang dilakukan oleh bank sampah “Bintang Sembilan” yaitu memberikan kontribusi dari hasil sampah yang ditabung di bank sampah “Bintang Sembilan” berupa nilai rupiah kepada nasabah, dengan begitu para nasabah akan memperoleh pendapatan tambahan. Pengelolaan sampah anorganik saat ini masih hanya penampungan saja, sampah anorganik yang disetorkan dari nasabah akan dipilah kembali menurut jenisnya yang kemudian disetorkan ke pengepul yang sudah bekerja-sama dengan bank sampah “Bintang Sembilan”. Sampah organik bank sampah “Bintang Sembilan” mengelola sendiri di bank sampah dengan memanfaatkan kembali berupa sampah dedaunan dan sampah yang dihasilkan dari sisa-sisa dapur yang kemudian diolah menjadi pupuk organik.This study aims to determine the role of "Bintang Sembilan" waste bank in the management of organic and inorganic waste. This research is a type of qualitative research. The theory used in this research is Max Weber's theory of instrumental rationality. The technique of determining informants using purposive sampling by collecting data using three methods, namely: interview, observation, documentation. Data analysis techniques using interactive analysis models. The results showed that the role performed by the "Bintang Sembilan" waste bank is to contribute from the waste that is saved in the "Bintang Sembilan" waste bank in the form of rupiah value to customers, so that the customers will get additional income. Inorganic waste management is currently only a shelter, inorganic waste deposited from customers will be sorted back by type, which is then deposited into collectors who have worked with the "Nine Star" garbage bank. Organic waste "Nine Star" garbage bank manages itself in a waste bank by reusing waste leaves and garbage produced from the remnants of the kitchen which are then processed into organic fertilizer.
1976222908F1B014017PENGARUH KOMPETENSI SUMBER DAYA APARATUR DAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP AKUNTABILITAS PENGELOLAAN DANA DESA DI KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMASDi era desentralisasi permasalahan yang dihadapi pemerintah Indonesia salah satunya adalah turunnya kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi publik yang pada umumnya terkait dengan akuntabilitas publik yang bersumber dari faktor ketidakmampuan sumber daya manusia dalam menjalankan tugas dan kewajibannya. Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas merupakan instansi yang membawahi 19 desa. Permasalahan pada penelitian ini dilatarbelakangi oleh tidak lengkapnya laporan realisasi penggunaan dana desa sehingga menyebabkan Kecamatan Sumbang tidak akuntabel dalam mengelola dana desa, menyebabkan penyaluran dana desa menjadi terlambat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kompetensi sumberdaya aparatur dan pemanfaatan teknologi informasi terhadap akuntabilitas pengelolaan dana desa di Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif asosiatif. Dengan sampel 53 responden dan teknik pengambilan sampling menggunakan sampling proportional random sampling. Metode analisis yang digunakan adalah Korelasi Kendall Tau-c, Koefisien Konkordansi Kendall W dan Analisis Regresi Ordinal.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi simberdaya aparatur dan pemanfaatan teknologi informasi terhadap akuntabilitas pengelolaan dana desa di kecamatan sumbang berpengaruh positif dan signifikan.
Hal ini dibuktikan melalui hasil analisis korelasi regresi ordinal antara kompetensi sumberdaya aparatur terhadap akuntabilitas pengelolaan dana desa dengan koefisien regresi sebesar 0,333. Pemanfaatan teknologi informasi terhadap akintabilitas pengelolaan dana desa melalui hasil analisis korelasi regresi ordinal menghasilkan koefisiensi sebesar 0,352 ke arah yang positif. Untuk hasil analisis korelasi regresi ordinal kompetensi sumberdaya aparatur dan pemanfaatan teknologi informasi terhadap akuntabilitas pengelolaan dana desa menghasilkan nilai koefiensi sebesar 0,389.
In the era of decentralization, the problems faced by the Indonesian government are the decline in public trust in the public bureaucracy, which is generally associated with public accountability that originates from the inability of human resources in carrying out their duties and obligations. Sumbang Subdistrict, Banyumas Regency is an agency that oversees 19 villages. The problem in this study was motivated by an incomplete report on the realization of the use of dana desa which caused Sumbang District to be unaccountable in managing dana desa, causing the distribution of dana desa to be too late.
This study aims to determine how much influence the competence of apparatus resources and the use of information technology on the accountability of dana desa management in Sumbang District, Banyumas Regency. The research method used is associative quantitative. With a sample of 53 respondents and sampling techniques using proportional random sampling. The analytical method used is Kendall Tau-c Correlation, Kendall W Concordance Coefficient and Ordinal Regression Analysis.
The results of the study showed that the competency of the apparatus and the utilization of information technology on the accountability of dana desa management in the sumbang sub-district had a positive and significant effect.
This is evidenced by the results of the ordinal regression correlation analysis between apparatus resource competencies and dana desa management accountability with a regression coefficient of 0.333. Utilization of information technology on the ability of dana desa management through the results of ordinal regression correlation analysis results in a coefficient of 0.352 in a positive direction. For the results of the ordinal regression correlation analysis of resource competency of the apparatus and the use of information technology to the accountability of dana desa management produce a coefficient value of 0.389.
1976322788E1A114077PENERAPAN TINDAK PIDANA PENCABULAN DENGAN ANCAMAN KEKERASAN TERHADAP ANAK YANG DILAKUKAN OLEH ANAK
(Studi Putusan Perkara Nomor: 18/Pid.Sus-Anak/2017/PN.GNS)
Pencabulan merupakan segala perbuatan yang melanggar kesusilaan (kesopanan) atau perbuatan yang keji, kesemuanya itu dalam lingkup nafsu birahi. Pencabulan yang marak terjadi pada anak-anak sekarang ini bisa dari berbagai faktor, mulai dari lingkungan rumah, pergaulan, sampai pengaruh dari internet. Seperti yang terjadi pada Putusan Nomor 18/Pid.Sus-Anak/2017/PN.GNS, dimana anak melakukan pencabulan terhadap anak lain disertai dengan ancaman kekerasan.
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Data sekunder yang telah terkumpul disajikan dalam bentuk teks naratif serta di analisis dengan menggunakan analisis kualitatif.
Anak dalam perkara ini telah memenuhi unsur-unsur dari Pasal 82 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, yaitu unsur setiap orang, melakukan ancaman kekerasan, memaksa anak untuk melakukan perbuatan cabul. Pembuktian dilakukan dengan melihat alat bukti yang sah sesuai dengan Pasal 184 Ayat (1) KUHAP berupa keterangan saksi dan surat, serta keyakinan dari Hakim dan adanya hal-hal yang memberatkan dan meringankan yang diatur dalam Pasal 197 ayat (1) huruf f KUHAP. Atas hal tersebut Anak dijatuhi pidana dengan pidana selama 1 (satu) tahun dan mengikuti pelatihan kerja selama 2 (dua) bulan di Balai Pemasyarakatan Klas II Metro.
sexual abuses is all actions that violate decency (politeness) or abominable deeds, all of them are in the scope of lust. Sexual abuse that occurs in children lately can be caused by various factors, from the home environment, associations, till the influence of the internet. As happened in Court Ruling Number 18/Pid.Sus-Anak/2017/PN.GNS, where children commit sexual abuse to other children along with threats of violence. This research uses a normative juridical approach, with specifications analytical descriptive research. The type of data used is secondary data that consist of primary, secondary and tertiary legal materials. Secondary data that has been collected is presented in the form of narrative text and analyzed using qualitative analysis. The Child in this case has fulfilled the elements of Article 82 paragraph (1) Constitution Number 35 of 2014 about Amendment of Constitution Number 23 of 2002 concerning Child Protection, that is the element of each person, carrying out threats of violence, forcing children to commit obscene acts. Proof is made by looking at the valid evidence in accordance with Article 184 Paragraph (1) of the Criminal Procedure Code in the form of witness statements and letters, and the conviction of the Judge and the incriminating and mitigating matters stipulated in Article 197 paragraph (1) letter f of the Criminal Procedure Code. On this matter, the Child is sentenced to a criminal sentence for 1 (one) years and have to participates in a work training for 2 (two) months at the Class II Metro Correctional Center
1976422909F1B014046PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN BANYUMASKegagalan birokrasi pelayanan publik hingga saat ini disebabkan oleh permasalahan kinerja sektor publik yang bersumber dari faktor ketidakmampuan sumber daya manusia dalam menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai pemberi layanan. Sumber daya manusia penting untuk diperhatikan karena dapat menjaga kelangsungan organisasi. Pegawai dalam prakteknya perlu diberikan motivasi agar terus dapat produktif untuk organisasi. Faktor lainnya adalah kepuasan kerja karena dengan adanya kepuasan, pegawai akan merasa dihargai jerih payahnya dalam menjalankan pekerjaannya. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyumas merupakan instansi yang menaungi urusan pemerintahan dalam bidang kependudukan dan pencatatan sipil. Permasalahan yang ada pada penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya laporan dokumen kependudukan dan pencatatan sipil yang belum tercetak hingga tingkat absensi serta keterlambatan pegawai yang masih cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh motivasi kerja dan kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif asosiatif, dengan teknik pengambilan sampling jenuh atau sensus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuisioner dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan adalah Korelasi Kendall Tau-c, Koefisien Konkordansi Kendall W dan Analisis Regresi Ordinal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara motivasi kerja terhadap kinerja pegawai dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,346. (2) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,722. (3) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara motivasi kerja dan Kepuasan Kerja terhadap kinerja pegawai dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,664.Bureaucratic failure in public service up to now is caused by performance problems in the public sector that comes from inability of human resources in carrying out its duties and responsibility as a service provider. Human resources are important to note because it can maintain the organization’s continuity. In practice employee need to be given motivation because to continue to be productive for the organization. Another factor is job satisfaction because with employee satisfaction will feel appreciated for his efforts in developing the organization. Population and Civillian Registration Agency Banyumas District is an institution that takes care of civilian registration. The problem in this research is motivated by a report on documents from population and civilian registration that have not been printed and employee delays are still quite a lot. This research aims to find out how much influence of work motivation and job satisfaction on employee performance at Population and Civillian Registration Agency Banyumas District. The method of this research used is associative quantitative and the sampling technique using census. Data collection techniques in this study using questionnaires and documentation. The analytical method used is Kendall Tau-C correlation, Coefficient Concordance Kendall W and Ordinal Regression Analysis. The research result showed that : (1) The motivation of work has a positive and significant impact on employee performance at Population and Civillian Registration Agency Banyumas District with a coefficient value equal to 0,346. (2) The job satisfaction of work has a positive and significant impact on employee performance at Population and Civillian Registration Agency Banyumas District with a coefficient value equal to 0,722. (3) The motivation of work and job satisfaction has a positive and significant impact on employee performance at Population and Civillian Registration Agency Banyumas District with a coefficient value equal to 0,664.
1976522548H1C014051Aplikasi metode Naive Bayes dalam Identifikasi Morfologi Sel Darah PutihAccute Lymphoblastic Leukemia (ALL) dan Accute Myeloblastic Leukimia (AML) merupakan suatu kelainan di mana produksi sel darah menjadi tidak terkontrol. ALL menyebabkan perkembangan sel limfoblas yang belum matang menjadi sel-sel darah putih dengan fungsi yang tidak normal, sedangkan AML mempengaruhi perkembangan sel myeloblas Pada akhirnya akan mengancam dan menghambat produksi sel-sel sehat yang lain. Diagnosis kelainan ini dapat dilakukan dengan mengamati karakteristik morfologi dan tekstur yang dimiliki oleh citra sel darah putih salah satunya dengan menggunakan metode Complete Blood Count (CBC). Akan tetapi, metode CBC memiliki kelemahan karena membutuhkan waktu pengamatan yang lama serta bergantung pada kejelian pengamat sehingga tingkat kesalahan masih cukup tinggi. Untuk meningkatkan tingkat kualitas dari analisis ini, maka dibutuhkan sebuah proses otomasi dengan model klasifikasi..
Untuk membuat model klasifikasi sel darah putih, dibutuhkan perancangan dengan menggunakan teorema-teorema statistika dan probabilitas, atau menggunakan SVM. Teorema statistika dan probabilitas yang cocok untuk merancang model klasifikasi salah satunya adalah teorema Naïve Bayes. Teorema ini memprediksi adanya peluang terjadinya suatu kejadian berdasarkan kejadian yang telah terjadi. Secara umum teknik klasifikasi menggunakan metode Naive Bayes dapat diasumsikan, dengan setiap kelas klasifikasi yang tidak saling berkaitan memiliki ciri-ciri yang berbeda dari tiap kelasnya.
Penelitian ini dilakukan dengan mengambil ciri dari suatu citra berupa : area, perimeter, diameter, mean, deviation, smoothness, uniformity, dan holes. Ciri tersebut akan diolah dengan menggunakan metode Naïve Bayes Classifier sehingga sel darah putih dapat diklasifikasikan kedalam kelas limpfoblas atau myeloblas.
Accute Lymphoblastic Leukemia (ALL) and Acute Myeloblastic Leukemia (AML) is a disorder that made the production of blood cells becomes uncontrolled. ALL causes the development of immature lymphoblast cells into white blood cells with abnormal function, while AML affects the development of myeloblast cells. Ultimately it will threaten and inhibit the production of other healthy cells. Diagnosis of this disorder can be done by observing the morphological and texture characteristics possessed by white blood cell image one of them by using Complete Blood Count (CBC) method. However, the CBC method has a weakness because it requires a long observation time and depends on the observer's observation so that the error rate is still high enough. To improve the quality of this analysis, an automation process with a classification model is required.
To built model the white blood cell, it is necessary to design using statistical and probability theorems, or using SVM. A suitable statistical and probability theorem for designing a classification model was Naïve Bayes theorems. This theorem would predicts the possibility of occurrence of an event based on events that have occurred. In general, classification techniques using the Naive Bayes method can be assumed, with each class of unrelated classification having distinct traits from each class.
This research is done by taking the characteristics of an image in the form of: area, perimeter, diameter, mean, deviation, smoothness, uniformity, and holes. These characteristics will be processed using the Naïve Bayes Classifier method so that white blood cells can be classified into limpfoblast or myeloblast class.
1976622910A1C113012Analisis Komparatif UMKM Gula Kelapa Cetak dan Gula Kelapa Kristal di Desa Rancamaya Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas
Gula kelapa cetak dan gula kelapa kristal merupakan gula kelapa yang memiliki bahan baku sama yaitu nira kelapa. Hasil survey pendahuluan diperoleh bahwa harga gula kelapa cetak Rp10.000,00/kg dan gula kelapa kristal Rp13.000,00/kg. Namun, perajin gula kelapa lebih banyak mengusahakan gula kelapa cetak. Oleh sebab itu, penulis ingin mengetahui besarnya keuntungan dan efisiensi penggunaan faktor produksi gula kelapa cetak dan gula kelapa kristal. Penelitian ini bertujuan: 1) Mengetahui perbedaan keuntungan pada pengolahan gula kelapa cetak dan gula kelapa kristal, 2) Mengetahui perbedaan efisiensi penggunaan faktor produksi pada pengolahan gula kelapa cetak dan gula kelapa kristal. Penelitian ini dilakukan di Desa Rancamaya Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas pada tanggal 20 Februari hingga 25 Maret 2018.
Metode penelitian yang digunakan adalah survey. Penentuan sampel responden menggunakan metode simple random sampling dan diperoleh sampel masing-masing sebanyak 55 untuk perajin gula kelapa cetak dan perajin gula kelapa kristal. Metode analisis yang digunakan adalah uji-t beda rata-rata dan efisiensi alokasi harga.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Terdapat perbedaan keuntungan pada pengolahan gula kelapa cetak sebesar Rp21.828,08 dan gula kelapa kristal sebesar Rp30.976,80, 2) Terdapat perbedaan efisiensi penggunaan faktor produksi yaitu nira pada pengolahan gula kelapa cetak sebesar 2,94 dan gula kelapa kristal sebesar 2,71. Nila tersebut lebih dari satu yang menunjukkan belum mencapai efisiensi penggunaan faktor produksi. Perajin dalam satu kali proses produksi menghasilkan produk sebanyak 5,75 kg gula kelapa cetak dari 34,18 liter nira dan 5,53 kg gula kelapa kristal dari 32,67 liter nira.
Coconut sugar and crystall coconut sugar had the same raw material namely a sap. The results of the preliminary survey founded that the price of coconut sugar was Rp. 10,000.00 / kg and palm sugar sugar was Rp. 13,000 / kg. However, coconut sugar craftsmen are more likely to produced coconut sugar. Therefore, the author want to find out the benefits of the both products. This study was aims to: 1) Knowed the difference in the both product benefits, 2) Knowed the differences in the efficiency of the use of production factors in the processing of both product. This research was conducted in Rancamaya Village, Cilongok District, Banyumas Regency on February 20 to March 25, 2018.
The research method used a survey that used simple random sampling method and obtained samples as much as 55 each for the crafters. The analytical method used the average t-test difference and the efficiency of price allocation.
The results showed that: 1) There were differences in the advantages of processing coconut sugar in the amount of Rp.21,828.08 and crystal coconut sugar in the amount of Rp. 94 and crystal coconut sugar was 2.71. That value was more than one which shows that it had not reached the efficiency of the use of production factors. On one time production process craftsmen had production of 5.75 kg coconut sugar from 34.18 liters of sap and 5.53 kg of sap from 32.67 liters of sap.
1976722911F1B013037EVALUASI DAMPAK PROGRAM PENGEMBANGAN DESA WISATA TERHADAP KESEJAHTERAAN EKONOMI MASYARAKAT DESA KETENGER KECAMATAN BATURRADEN KABUPATEN BANYUMAS
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dampak dari Program Pengembangan Desa Wisata Terhadap Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat Desa Ketenger Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas. Progam ini diterapkan karena desa tersebut memiliki potensi wisata alam yang tinggi. Program yang selama ini dijalankan perlu diteliti untuk mengukur keberhasilan dan dampaknya.
Model evaluasi dalam penelitian ini menggunakan pendekatan Comparative After Only. Indikator Model CIPP (Konteks, Input, Output, Dan Produk) digunakan untuk mengukur variabel bebas. Sementara indikator Pendapatan, Konsumsi, Tempat Tinggal dan Tabungan digunakan untuk mengukur variabel tergantung. Selain itu penelitian ini juga menggunakan variabel kontrol yaitu Tingkat Pendidikan.
Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan pendekatan Kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling dengan jumah total sampel 151 responden. Hasil analisis Kendall (τb) menunjukan adanya hubungan positif dengan koefisien korelasi sebesar 0,522 yang signifikan pada taraf (α) 0,0001. Analisis Regresi Linier Model Stepwise juga menunjukan adanya pengaruh positif dengan koefisien regresi baku sebesar (β) 0,389 yang signifikan pada taraf (α) 0,0001. Sehingga hipotesis penelitian ini: “Program Pengembangan Desa Wisata berdampak signifikan terhadap Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat Desa Ketenger Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas”, dinyatakan diterima.
Kesimpulan penelitian ini ialah Program Pengembangan Desa Wisata berjalan cukup baik dan berdampak positif dan signifikan terhadap Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat. Pemerintah perlu terus melaksanakan Program Pengembangan Desa Wisata agar Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat dapat ditingkatkan lagi. Hal ini dapat dilakukan dengan mengeksplorasi objek wisata yang belum terkelola dan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan program dan kegiatan ekonomi di Desa Wisata.
This research purposed to evaluate the impact of Rural Tourism Development Program on Economic Welfare of The Community in Ketenger Village, Baturraden Subdistrict, Banyumas District. This program has been applied because the village has a high potential on nature tourism. Programs that have been implemented need to be researched to measure the program impact.
Model of evaluation in this research used Comparative After Only approach. CIPP Model Indicators (Context, Input, Output, And Product) are used to measure independent variables. While indicators of income, consumption, shelter and savings are used to measure dependent variables. Besides, this research also used control variable that is education level.
The research method have been used a survey with a quantitative approach. The sampling technique used random sampling technique with a total sample of 151 respondents. The results of Kendall's (τb) analysis show a positive relations with a correlation coefficient is 0.522 which is significant at the error level (α) 0.0001. Stepwise Regression analysis also shows a positive affect with the standardized regression coefficient (β) is 0.389 which is significant at error level (α) 0.0001. So this research hypothesis: "The Rural Tourism Development Program has a significant impact on the Economic Welfare of the Community in Ketenger Village of Baturraden Subdistrict, Banyumas Regency", is accepted.
The conclusion of this research are Rural Tourism Development Program was implemented well and has a positive and significant impact on Community Economic Welfare. The government needs to continue to implement the Rural Tourism Development Program so that Community Economic Welfare can be improved again. This can be done by exploring un-managed tourism objects and increasing community involvement in program activities and economic activities in the Rural Tourism.
1976822912F1B111021Implementasi Program Pendidikan Inklusi Di SD Negeri Gandaria Selatan 01 Pagi Dan SD Negeri Cipete Selatan 03 Pagi Kecamatan Cilandak Kota Jakarta SelatanProgram pendidikan inklusi adalah salah satu program yang dibuat untuk mengatasi permasalahan minimnya pelayanan pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Permasalahan yang ada pada pendidikan inklusi adalah karena sarana dan prasarana yang masih sangat minim yang melatarbelakangi peneliti ingin melihat sejauh mana implementasi pendidikan inklusi pada SD Negeri Gandaria Selatan 01 Pagi dan SD Negeri Cipete Selatan 03 Pagi adalah bagaimana implementasi proses belajar mengajar di kedua sekolah tersebut.
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana implementasi kebijakan pendidikan di SD Negeri Gandaria Selatan 01 Pagi dan SD Negeri Cipete Selatan 03 Pagi Kabupaten Cilandak Kota Jakarta Selatan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Adapun teknik pemilihan data informan dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling dan untuk analisis data menggunakan model analisisinteraktif.
Pendekatan pada penelitian ini menggunakan pendekatan what’s happening dari ripley. Hasil peneltian ini menunjukkan bahwa SD Negeri Gandaria Selatan 01 Pagi dan SD Negeri Cipete Selatan 03 pagi telah melibatkan pihak swasta dalam mengimplementasikan pendidikan inklusi. tetapi masih kurang kejelasan pemerintah dalam program pendidikan inklusi karena belum ada peraturan secara tertulis. Dengan demikian pelaksanaannya belum berjalan dengan baik. Ada beberapa faktor yang menghambat yaitu faktor anggaran, SDM serta sarana dan prasarana. Sedangkan koordinasi antar aktor implementasi dan sasaran implementasi dan partisipasi dari seluruh unit pemerintah sudah baik.
Elementary School of South Gandaria 01 Pagi And SD NegeriCipete Selatan 03 PagiCilandak Sub District, South Jakarta City. Inclusion education program is one of the programs designed to overcome the problem of the lack of educational services for children with special needs. The problems that exist in inclusion education is because the facilities and infrastructure are still very minimal underlying researchers want to see the extent to which implementation of inclusion education on Elementary School South Gandaria 01 Pagi and SD NegeriCipete Selatan 03 Pagi is how the implementation of teaching and learning process in both schools.
The purpose of this research is to analyze how the implementation of education policy in SD NegeriGandaria Selatan 01 Pagi and SD NegeriCipete Selatan 03 PagiCilandak Regency South Jakarta. The type of this research is descriptive qualitative. Data collection techniques were conducted with in-depth interviews, observation, and documentation. The data selection technique of informants in this study using purposive sampling and for data analysis using interactive analysis model.
The approach of this research uses the approach of what's happening from ripley. The results of this study showed that SD NegeriGandaria Selatan 01 Pagi and SD NegeriCipete Selatan 03 morning have involved the private sector in implementing inclusive education. but the government still lacks clarity in the inclusive education program because there is no written regulation yet. Thus the implementation has not gone well. There are several factors that inhibit the budget factor, human resources and facilities and infrastructure. While the coordination between actors implementation and implementation target and participation of all government units have been good.
1976925595C1A015059ANALISIS PENDAPATAN USAHA PETERNAK AYAM PEJANTAN
DI KECAMATAN BANYUMAS KABUPATEN BANYUMAS
Penelitian ini merupakan penelitian pada tingkat pendapatan usaha peternakan ayam pejantan yang berada di Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas. penelitian ini mengambil judul; “Analisis Pendapatan Usaha Peternakan Ayam Pejantan di Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas”.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis nilai BEP, tingkat keuntungan dan efisiensi usaha peternakan ayam pejantan di Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas.
Populasi dari penelitian ini adalah seluruh peternak ayam pejantan di Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas yaitu sebanyak 35 peternak. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik sampel jenuh yaitu semua populasi diambil sebagai sampel.
Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis titik impas (Break Even Point), analisis TR-TC, dan analisis R/C Ratio. Hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa: 1) nilai penerimaan, tingkat harga, dan jumlah produksi usaha peternakan ayam pejantan di Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas sudah di atas nilai Break Even Point, 2) nilai penerimaan usaha peternakan ayam pejantan lebih besar dibandingkan biaya total sehingga usaha peternakan ayam pejantan memberikan keuntungan, 3) nilai R/C ratio usaha peternakan ayam pejantan lebih dari 1 yang menunjukkan bahwa usaha tersebut efisien dan layak diusahakan.
Implikasi dari kesimpulan diatas adalah untuk meningkatkan pendapatan usaha peternakan ayam pejantan dan efisiensi usaha diharapkan peternak meningkatkan skala usahanya dengan menambah populasi ayam pejantan yang diternak. Peternak sebaiknya mempertahankan tingkat harga jual agar selalu diatas harga BEP agar usaha tersebut menguntungkan. Selain itu, peternak sebaiknya membentuk paguyuban untuk berbagi informasi mengenai cara pengelolaan usaha yang baik untuk meningkatkan pendapatannya.
This research is a research on the income of stud chicken business in Banyumas District, Banyumas Regency. This study took the title; "Analysis of Business Income of Stud Poultry Farms in Banyumas District, Banyumas Regency".
The purpose of this study was to analyze the BEP value, the level of profit and efficiency of the stud chicken business in Banyumas District, Banyumas Regency. The population of this study were all stud chicken farmers in Banyumas District, Banyumas Regency, which were 35 breeders. The sampling technique used in this study was a saturated sample technique that is all participants were taken as samples.
The data analysis technique used is Break Even Point analysis, TR-TC analysis, and R/C Ratio analysis. The results of the study and analysis of data showing: 1) revenue value, price value, and total production of stud chicken farms in Banyumas District, Banyumas Regency are already above the value of Break Even Point, 2) the value of revenue is larger than the total cost so that the stud chicken farming business is profitable, 3) the value of the R / C ratio of more than 1 so stud chicken farming business shows that the business is efficient and feasible.
The implication of the above conclusion is to increase chicken stud business income and business efficiency, farmers are expected to increase the scale of their business by increasing population of stud chickens. Farmers have managed to maintain the selling price level so that it is always above the BEP price so that the business is profitable. In addition, farmers may create associations to share information about how to manage a good business to increase their income.
1977025688A1C014002ANALISIS KELAYAKAN USAHA AGROINDUSTRI BAWANG GORENG
DI DESA TARAJU, KABUPATEN KUNINGAN, JAWA BARAT
Desa Taraju merupakan sentra bawang goreng di Kecamatan Sindangagung Kabupaten Kuningan. Terdapat lima UKM bawang goreng dengan skala usaha kecil yaitu UKM Mekar Wangi, Astri Jaya, Gaya Baru, Monita dan Indah Sari Barokah. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengidentifikasi usaha agroindustri bawang goreng di desa Taraju kabupaten Kuningan, dilihat dari aspek pemasaran, teknis dan manajemen, lingkungan usaha, dan hukum. 2) Menganalisis kelayakan finansial usaha agroindustri bawang goreng di desa Taraju kabupaten Kuningan. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus sampai Oktober 2018 dengan menggunakan metode penelitian studi kasus dan metode pengambilan data secara sensus. Berdasarkan hasil penelitian dilihat dari aspek pemasaran, kelima UKM dalam memasarkan produk masih berada di dalam negeri yang terfokus di pulau Jawa. Produk yang dijual yaitu bawang goreng bima dan sumenep, dilihat dari aspek teknis semua perusahaan sudah menggunakan alat dan mesin yang modern sehingga proses produksi sudah efektif dan efisien, sedangkan dilihat dari aspek manajemen semua perusahaan memiliki struktur organisasi lini, dilihat dari aspek hukum kelima perusahaan merupakan UKM yang memiliki bentuk usaha perseorangan dan semua perusahaan sudah memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Surat Izin Usaha Industri (SIUI), Surat Mendirikan Bangunan, Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), serta sertifikat halal, dilihat dari aspek lingkungan kelima perusahaan belum memiliki penanganan yang berasal dari limbah udara. Dilihat dari aspek finansial dengan menggunakan metode NPV, IRR, Net B/C, Gross B/C, Payback period dapat dikatakan layak.Taraju Village is the center of fried onions in Sindangagung District, Kuningan Regency. There are five small-scale fried onions with small-scale businesses, namely Mekar Wangi, Astri Jaya, Gaya Baru, Monita and Indah Sari Barokah. This study aims to: 1) Identifying of fried onion agroindustri in Taraju village, Sindangagung district, Kuningan regency, seeing from the aspects of marketing, technical and management, business environment and law 2) Analyzing the financial feasibility of fried onion agroindustry business in Taraju village, Kuningan regency. The study was conducted in August to October 2018 by using case study research methods and census data collection methods. Based on the results of the research seen from the aspect of marketing, the five SMEs in marketing their products are still focused domestically on the island of Java. The products sold are bima and sumenep fried onions, judging from the technical aspects all companies have used modern tools and machines so that the production process has been effective and efficient, whereas seen from the management aspect all companies have a line organizational structure, judging from the legal aspects the five companies are SMEs that have individual business forms and all companies already have a Trading Business License, Industrial Business License, Building Establishment Letter, Home Industry Food, as well as halal certificates, judging from the environmental aspects the five companies have the same problem namely the absence of handling of waste air from the frying process. Viewed from the financial aspect using the NPV method, IRR, Net B/C, Gross B/C, Payback period can be said to be feasible.
1977122913A1C012096Efisiensi Faktor-Faktor Produksi Usahatani Padi Sistim Tanam Jajar Legowo di Kecamatan Karanglewas Kabupaten BanyumasProduktivitas rata-rata padi sistim tanam jajar legowo di Kecamatan Karanglewas mencapai 5 ton per hektar. Upaya untuk mencapai produktivitas dan keuntungan maksimal yaitu dengan mengalokasikan faktor produksi secara efisien. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menghitung besarnya biaya dan pendapatan petani padi sistim tanam jajar legowo, 2) Menganalisis pengaruh penggunaan faktor produksi terhadap produksi padi sistim tanam jajar legowo, dan, 3) Menganalisis tingkat efisiensi teknis, harga dan ekonomi usahatani padi sistim tanam jajar legowo.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai Agustus 2017 di Desa Jipang, Desa Kediri dan Desa Pangebatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Pemilihan tempat dilakukan secara sengaja (purposive). Pengambilan sampel dilakukan dengan metode Simple Random Sampling dan diperoleh jumlah responden sebanyak 45 petani padi sistim tanam jajar legowo. Metode analisis yang digunakan adalah analisis biaya dan pendapatan, analisis fungsi Cobb-Douglas dan analisis efisiensi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya yang digunakan pada usahatani padi sistim tanam jajar legowo di Kecamatan Karanglewas sebesar Rp12.962.591,00 per hektar dengan penerimaan sebesar Rp17.182.764,00 per hektar dan pendapatan sebesar sebesar Rp4.220.174,00 per hektar. Faktor produksi secara keseluruhan berpengaruh nyata terhadap produksi padi sistim tanam jajar legowo, secara parsial luas lahan, benih dan tenaga kerja berpengaruh nyata terhadap produksi padi sistim tanam jajar legowo. Nilai rata-rata efisiensi teknis usahatani padi sistim tanam jajar legowo sebesar 0,86 yang berarti usahatani padi sistim tanam jajar legowo di Kecamatan Karanglewas telah efisien. Efisiensi harga sebesar 77,05 yang berarti usahatani padi sistim tanam jajar legowo di Kecamatan Karanglewas belum efisien secara harga.Usahatani padi sistim tanam jajar legowo secara teknis efisien namun secara harga belum efisien, sehingga usahatani padi sistim tanam jajar legowo di Kecamatan Karanglewas belum efisien secara ekonomis.
The average production of rice farming using jajar legowo planting system development at Karanglewas Sub.district reaches 5ton per hectare. To efficiently allocating the production factor is one of the effort to achieve maximum productivity and profit. The aims of this study are to: 1) find out the cost and revenue of farmer who did rice farming using jajar legowo planting system, 2) find out the effect of production factor utilizing towards the production ofrice farming using jajar legowo planting system, and 3) find out about the technical, price, and economical efficiency rate of rice farming using jajar legowo planting system. The study conducted at Jipang, Kediri, and and Pangebatan Village, on Juny – August 2017. Location was determined purposively.
The research method which is used in this research is survey. Determination of respondents used was Simple Random Sampling and 45 farmers who did rice farming using jajar legowo planting system were obtained. Data was analyzed using cost, income, and profit analysis, Cobb-Douglas function analysis, and farming efficiency analysis.
The result of this study shows thaton rice farming using jajar legowo planting system, spent total cost of Rp12.962.591,00 per hectare, earned Rp17.182.764,00 of income per hectare and Rp4.220.174,00 of profitper hectare. Aggregately, all Production factor was significantly affecting towards the production of rice farming using jajar legowo planting system, while partially, only land area, seeds and labor which were significantly affecting towards the production of rice farming using jajar legowo planting system. The average technical efficiency of rice farming using jajar legowo planting system was 0,86 which means that rice farming using jajar legowo planting system at Karanglewas Subdistrict was efficient. Price efficiency of rice farming using jajar legowo planting system at Karanglewas Sub.district was 77,05 which means, it had not been done efficiently according to price. As the technical efficiency had been efficiently done while the price efficiency had not, means that the rice farming using jajar legowo planting system in Karanglewas Sub.district had not been economically efficient.
1977222914A1H014021RANCANG BANGUN PROBE SEDERHANA SEBAGAI SENSOR KADAR AIR UNTUK TANAH PASIR DI PESISIR PANTAISaat ini sangat banyak lahan subur pertanian dialih fungsikan sebagai tempat aktivitas selain pertanian. Salah satu lahan marjinal yang memiliki potensi untuk dimanfaatkan di Indonesia adalah lahan pantai. Namun ketersediaan air irigasi di lahan pantai yang terbatas mengakibatkan perlunya upaya untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan air irigasi. Upaya untuk mengurangi pemborosan dalam penggunaan air irigasi salah satunya dengan mengetahui kadar air tanah sehingga memenuhi kebutuhan air tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk (1) membuat suatu sensor pengukur kadar air dalam tanah pasir dan, (2) mengetahui respon sensor terhadap kadar air dalam tanah pasir dengan probe sensor kadar air. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan Mei 2018 di Laboratorium Alat dan Mesin Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Variabel yang diukur dalam penelitian adalah resistansi sensor pada kadar air 0%, 5%, 10%, 15%, 20%, 25%, 30%, 35% dan 40% dengan perlakuan tipe single parallel probe dan dual parallel probe serta perlakuan jarak 0,5 cm dan 0,3 cm. Pengujian probe sederhana sensor kadar air tanah dilakukan dengan 4 percobaan dan 5 kali ulangan disetiap percobaan. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan data digital dalam setiap kenaikan kadar air. Respon sensor terbaik menggunakan 4 macam tipe probe yaitu tipe dual parallel 0,5 probe berdasarkan nilai R² yang terbentuk dari hasil percobaan respon sensor.Currently there are so much fertile agricultural lands that is converted as a place of activity other than agricultural activity. One of the marginal land that has potential to be utilized in Indonesia is coastal land. However, the availability of irrigation water in limited coastal areas has resulted in the need to improve the efficiency of irrigation water utilization. One of the way to reduce waste in the use of irrigation water is by knowing soil water level. This study aims to (1) create a water level measurement sensor in sand soil and, (2) to know the sensor response to moisture content in sand soil with water content sensor probe. This research was conducted from February to May 2018 at Agricultural Machine and Machinery Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman Purwokerto University. The variables measured in the research are sensor resistance at moisture content of 0%, 5%, 10%, 15%, 20%, 25%, 30%, 35% and 40% with single parallel probe and dual parallel probe type treatment and distance treatment of 0.5 cm and 0.3 cm. The simple probe test of the groundwater level sensor was performed with 4 experiments and 5 replications in each experiment. The results showed a decrease in digital data in each increase in water content. The best sensor response uses 4 types of probe is dual type parallel 0.5 probe based on R² value formed from experiment result of sensor response.
1977322915F1B014076PENGARUH KUALITAS PELAYANAN WEBSITE DESA TERHADAP KEPUASAN MASYARAKAT DALAM MENGAKSES INFORMASI PELAYANAN PUBLIK ADMINISTRASI DESA MELUNG KECAMATAN KEDUNGBANTENG KABUPATEN BANYUMASPerkembangan dunia teknologi informasi dan komunikasi memberikan dampak dalam pola kehidupan masyarakat. Internet memberikan kemudahan dalam mencari sumber informasi dan penyebaran informasi yang cepat sesuai dengan kebutuhan. Internet memungkinkan pelayanan publik dilakukan lebih efisien. Pemanfaatan internet oleh pemerintah untuk memberikan informasi dan pelayanan bagi warganya, urusan bisnis serta hal-hal lain yang berkenaan dengan pemerintahan disebut dengan e-Goverment. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang positif dan signifikan antara Kualitas Pelayanan Website Desa Terhadap Kepuasan Masyarakat Dalam Mengakses Informasi Pelayanan Publik Administrasi Desa Melung Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas.
Desa Melung memiliki website desa yang dapat diakses oleh siapapun yaitu www.melung.desa.id. Meskipun masih dirasa kurang karena tidak memiliki layanan informasi administrasi yang berbasis online. Konten website desa hanya memiliki prediksi laju pertumbuhan penduduk pada menu beranda. Sedangkan layanan administrasi pendudukan seperti pembuatan KTP online, KK, IMB atau layanan kependudukan pada saat sekarang ini belum ada. Kekurangan yang dimiliki oleh website desa ini, akan menurunkan kepuasan masyarakat atas informasi yang ada pada website desa.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah random sampling. Teknis analisis data yang digunakan adalah Korelasi Kendall Tau-C, Konkordasi Kendall W dan Regresi Ordinal. Dengan Korelasi Kendall Tau-C pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pelanggan memiliki hubungan positif dengan korelasi sebesar 0,281 dan signifikan pada taraf kepercayaan 0,0001 demikian pula dengan Regresi Ordinal diperoleh Koefisien Regresi sebesar 34,934 dan signifikan pada taraf kepercayaan 0,0001 serta R Square, dengan koefisien 0,0108 maka variabel Kualitas Pelayanan Website Desa berpengaruh sebesar 10,8% dan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain tidak diteliti.
Kesimpulan dari penelitian ini ialah Kualitas Pelayanan Website Desa berpengaruh signifikan Terhadap Kepuasan Masyarakat Dalam Mengakses Informasi Pelayanan Publik Desa Melung Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas dan pada temuan hasil penelitian dapat dirumuskan implikasi bahwa, Informasi yang ada pada tampilan website desa masih belum variatif dan up to date, oleh karena itu, perlu manambahkan isi dan konten tampilan website yang lebih variatif dengan cara menyajikan informasi tentang KTP, KK, IMB, dan fasilitas pelayanan pemerintah yang lain, sehingga masyarakat dapat mengakses dan mendapatkan informasi secara terpusat yang dapat memudahkan masyarakat dalam melakukan pendaftaran atau informasi tentang administrasi pelayanan publik.
The development of information, technology and communication affect the pattern of society’s life. Internet gives easiness in searching information sources and the spreading of information that is fast based on the need. Internet gives possibility for society in business agenda as well as other thing that is related with Government that is called as e-Government. This research is aimed to know the positive and significant influence of service quality of village website toward the satisfaction of society in accessing administration public service information in Melung Village Kedungbanteng District Banyumas Regency.
Melung Village has village website that can be accessed by everyone. The website is www.melung.desa.id. Even though it’s still lacking because it doesn’t have an online administration of information service that is based online.the content of village website just has predicted population growth rate on home menu. While, population administration services such as making of Online Identitiy Card(ID), Family Card, Building Contraction Permits, or population services is currently unavailable. Absences of several services in Village website can decrease the society’s satisfaction toward the information that is delivered by village website.
This research uses quantitative method, sampling techniques that are random sampling. The data analysis technique used is Kendall Tau-C Correlation, Kendall W Concordation and Ordinal Regression. With Kendall Tau Correlation-C Effect of Service Quality on Customer Satisfaction has a positive relationship with the number 0.281 and significant at the level of confidence 0.0001 Similarly with Ordinal Regression Obtaining Regression Coefficient of 34.934 and significant at 0.0001 and R Square confidence levels, with coefficients 0.0108, the Desadaya Service Quality variable is 10.8% and the rest by other variables are not examined.
The conclusion of this study is that the Village Website Service Quality has a significant effect on Community Satisfaction in Accessing Information on the Public Service of the Village of Melung, Kedungbanteng Subdistrict, Banyumas Regency, and the findings of the research can be formulated that the information on the village website display is not varied and up to date. therefore, it is necessary to add more varied content and website display content by presenting information about KTP, KK, IMB, and other government service facilities, so that people can access and obtain information centrally that can facilitate the public in registering or information about the administration of public services.
1977422916P2CB14019PENGARUH JOB DEMANDS DAN JOB RESOURCES
TERHADAP JOB SATISFACTION
Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh job demands dan job resources terhadap job satisfaction. Subyek penelitian ini adalah PNS KPP Pratama Purwokerto dan Purbalingga. Data responden yang digunakan sebanyak 132 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah probability sampling. Alat analisis penelitian ini adalah model persamaan struktural (Structural Equation Modelling) dengan menggunakan alat bantu AMOS.
Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, penelitian ini menunjukkan bahwa: terdapat pengaruh negatif antara Job demands terhadap job satisfaction dan terdapat pengaruh positif antara job resources terhadap job satisfaction. Temuan penelitian ini memberikan implikasi pentingnya pengelolaan job demands lebih lanjut untuk pengembangan strategi pengembangan sumber daya manusia di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak untuk mencapai job satisfaction.
This study aims to analyze the effect of job demands and job resources to job satisfaction. This research using sample 132 employees at KPP Pratama Purwokerto and KPP Pratama Purbalingga with probability sampling method. Analyzer used Structural Equation Modeling (SEM) with AMOS program.
From the result of research and data analysis, it can be concluded that: there is negative effect between Job demands to job satisfaction and there is a positive effect between job resources to job satisfaction. The findings of this study imply the importance of managing job demands and further for the development of human resource development strategies in the Direktorat Jenderal Pajak to achieve job satisfaction.
1977525596C1A015069EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM INDONESIA PINTAR
DI KABUPATEN BANYUMAS
(Periode Tahun Ajaran 2017/2018)
Penelitian ini merupakan penelitian yang dilakukan kepada peserta didik penerima dana bantuan Program Indonesia Pintar pada Tahun Ajaran 2017/2018 di Kecamatan Ajibarang. Penelitian ini mengambil judul: “Evaluasi Pelaksanaan Program Indonesia Pintar di Kabupaten Banyumas (Periode Tahun Ajaran 2017/2018)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi bagaimana pelaksanaan Program Indonesia Pintar (PIP) di Kabupaten Banyumas pada periode tahun ajaran 2017/2018 dengan melihat sisi efektivitas, responsivitas, dan ketepatan program tersebut.
Populasi dalam penelitian ini adalah semua peserta didik yang menerima dana bantuan PIP pada tahun pelajaran 2017/2018 di Kecamatan Ajibarang. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini adalah 100 responden. Purposive sampling method digunakan dalam penentuan responden. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan skala penilaian Total Capaian Responden (TCR) menunjukkan bahwa: (1) Pelaksanaan PIP di Kabupaten Banyumas pada tahun ajaran 2017/2018 telah “Sangat Efektif”, (2) Pelaksanaan PIP di Kabupaten Banyumas pada Tahun Ajaran 2017/2018 memberikan “Responsivitas Sangat Kuat” terhadap peserta didik, (3) Dalam pelaksanaannya PIP di Kabupaten Banyumas pada Tahun Ajaran 2017/2018 dana bantuan telah dimanfaatkan oleh peserta didik secara tepat dengan nilai capaian “Ketepatan Kuat”.
Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu meningkatkan alur komunikasi antara Pemerintah Pusat dan sekolah dengan lebih melibatkan Dinas dan Pemerintah di tingkat Kabupaten dalam tugas monitoring dan pelaporan permasalahan dalam pelaksanaan PIP. Selain itu, adanya pembaruan aturan mengenai PIP khususnya mengenai kewajiban pelaporan pemafaatan dana PIP oleh penerima disarankan, dan peraturan mengenai pemanfaatan dana PIP khususnya dalam Petunjuk Pelaksanaan Program Indonesia Pintar Tahun 2017 sebaiknya lebih diperinci, dikarenakan masih ditemuinya peserta didik yang tidak menggunakan dana PIP sesuai dengan ketentuan dalam Petunjuk Pelaksanaan Program Indonesia Pintar Tahun 2017 akan tetapi pemanfaatannya masih sesuai dengan kebutuhan pendidikan.
This research was a research conducted at the Assistance Funds Learners of Indonesia Pintar Program in the Academic Year 2017/2018 in Ajibarang District. This research took the title:”Evaluation Program for the Implementation of Indonesia Pintar Program in Banyumas District(2017/2018 Academic Year Period)”. The purpose of this study was to discuss how to implementing the Indonesia Pintar Program (PIP) in Banyumas District in the academic year period 2017/2018 by-side viewing of training, responsiveness, and accuracy of the program.
The population in this research were all the students who received PIP assistance funds in the academic year period 2017/2018 in Ajibarang Subdistrict. The amount of respondents taken in this research were 100 respondents. The purposive sampling method was conducted in selecting respondents. Based on the results of the research and data analysis was using the Scale of Total Achievement of Respondents (TCR) showed that: (1) Implementation of PIP in Banyumas District in the academic year period 2017/2018 has “Very Effective”, (2)Implementation of PIP in Banyumas District in the Academic Year period 2017/2018 provides “Very Strong Responsiveness” to students, (3) In the implementation of PIP in Banyumas District in the Academic Year period 2017/2018 supported funding was utilized by students precisely in accordance with the achievement value of “Strong Accuracy”.
The implication of the above conclusion is to improve the plot of communication between the Central Government and schools by more involving the Education Authorities and Government at the District level in the task of monitoring and reporting problems in the implementation of the PIP. In addition, the updated regulation regarding PIP especially regarding the obligation to report the utilize of PIP funds by recipients is recommended, and regulations regarding the utilization of PIP funds, especially in the Implementation Guide for the Smart Indonesia Program in 2017, should be further detailed, because students who didn’t use PIP funds in accordance with the provisions in the Implementation Guide for the Indonesia Smart Year 2017 Program are still found but the utilize is still in accordance with educational needs.
1977622917A1H013030UJI KINERJA MESIN PERONTOK KEDELAI SKALA LABORATORIUM (MPKL2) PADA BERBAGAI KECEPATAN PUTAR (RPM) Kedelai merupakan salah satu hasil bumi yang ada di Indonesia. Kedelai juga merupakan sumber protein yang murah dan banyak dikonsumsi dimasyarakat luas terutama di Indonesia. Beberapa contoh hasil olahan kedelai yaitu tempe, tahu, kedelai goreng, kerupuk tahu dan minuman susu kedelai. Alat perontok kedelai yang digunakan masyarakat saat ini bergabung dengan alat perontok padi, sehingga hasil yang didapat kurang memuaskan. Kedelai yang dihasilkan dari alat perontok padi, biji-biji kedelai banyak yang pecah dan tidak semuanya rontok, sehingga hasilnya tidak baik dan merugikan petani. Berdasarkan permasalahan tersebut maka diperlukan uji kinerja mesin perontok kedelai skala laboratorium pada berbagai kecepatan. Tujuan dari penelitian adalah 1). Mengetahui kinerja mesin perontok kedelai skala laboratorium (MPKL2) pada berbagai kecepatan putar 2). Mengetahui kecepatan putar (RPM) optimal mesin (MPKL2) untuk merontokkan kedelai.
Pembuatan mesin dilaksanakan di CV. Ikhwan yaitu di Desa Pasir Wetan Kecamatan Karanglewas dan penelitian dilaksanakan di Laboratorium Alat dan Mesin Pertanian Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Metode pengujian yang digunakan uji kinerja dengan 3 kecepatan berbeda. Variabel dan pengukurannya meliputi kapasitas perontokan, efisiensi perontokan, kualitas hasil perontokan (biji sempurna dan biji rusak), kebersihan biji dan kehilangan hasil (biji tercecer dan biji tidak terontok).
Penelitian ini menghasilkan kapasitas perontokan dengan kecepatan terbaik yaitu 900 rpm dengan hasil 2,94 kg/jam. Efisiensi perontokan terbaik dengan kecepatan sebesar 900 rpm dengan hasil 80,64%. Kualitas perontokan biji terontok sempurna dan biji rusak baik pada semua kecepatan putar. Tingkat kebersihan biji dengan kecepatan terbaik 900 rpm dengan hasil 98,02%. Persentase kehilangan hasil pada kecepatan 900 rpm adalah (1) biji tidak terontok sebesar 1,51 %, (2) biji tercecer sebesar 5,08 %. Kecepatan terbaik mesin MPKL2 diperoleh di kecepatan 900 rpm dengan hasil sebesar kapasitas perontokan 2,94 kg/jam gram, kualitas hasil perontokan 100 %, tingkat kebersihan biji 98,02 %, dan kehilangan hasil meliputi biji tidak terontok 1,51 %, biji tercecer 5,08 %.
Soybean is one of the existing crops in Indonesia. Soybeans are also a cheap and widely consumed source of protein in the wider community, especially in Indonesia. Some examples of processed soybeans are tempeh, tofu, fried soybeans, tofu crackers and soy milk drinks. The soybean thresher tool that is used by the community now joins the rice thresher, so that the results obtained are not satisfactory. Soybeans produced from rice thresher, soybean seeds are broken and not all fall off, so the results are not good and harm farmers. Based on these problems, it is necessary to test the performance of the laboratory scale soybean threshing machines at various speeds. The purpose of the study is 1). Knowing the performance of laboratory scale soybean threshing at various rotational speeds 2). Determine the optimum rotational speed of the machine to knock out soybeans.
Machine made in CV. Ikhwan, Pasir Wetan, Karanglewas and research was conducted in the Laboratory of agricultural machinery, faculty of Agriculture, General Soedirman University, Purwokerto, Central Java. Test. The test method used is a performance test with 3 different speeds. Measured variables include the capacity of thresher, efficiency threshing, quality of threshing result (the seeds perfectly and the damaged seeds), seeds hygiene and seeds loss (scattered seeds and seeds not threshed).
This research yields threshing capacity with the best speed that is 900 rpm with the result of 2,94 kg/h . Best threshing efficiency with speed of 900 rpm with 80.64 % yield. The quality of threshing seeds is perfectly threshed and seed damaged both at all rotational speeds. Level of seed hygiene with best speed 900 rpm with result 98,02 %. The percentage of yield loss at a speed of 900 rpm is (1) unreached seeds of 1.51 %, (2) seeds are scattered at 5.08 %. The best speed thresher obtained at a speed of 900 rpm with a yield of 2,94 kg/h threshing capacity, quality of threshing result 100 %, 98.02 % of the seed hygiene level, and yield loss including unreached seeds 1.51 %, seeds scattered 5.08 %.
1977722664F1G014025STRUKTUR NARATIF NOVEL KAMBING DAN HUJAN KARYA MAHFUD IKHWANPenelitian berjudul “Struktur Naratif Novel Kambing dan Hujan karya Mahfud Ikhwan” mendeskripsikan struktur naratif yang membangun cerita novel Kambing dan Hujan berdasarkan skema aktansial dan struktur fungsionalnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis yang terfokus pada analisis aktan atau satuan cerita terkecil yang dijabarkan dalam skema aktansial untuk menempatakan tokoh dan peran dalam fungsi aktan yang sesuai. Kemudian dijabarkan dalam struktur fungsional yang mendeskripsikan alur dan jalan cerita sesuai tahapan yang terdapat dalam struktur fungsional. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah membaca novel, kemudian mengklasifikasikan data yang diperoleh berdasarkan skema aktan dan struktur fungsional. Selanjutnya data dianalisis dengan teori yang telah ditentukan.
Hasil penlitian ini menunjukan bahwa teori yang dipakai mampu mendeskripsikan struktur cerita secara rinci. Meskipun ada beberapa fungsi yang kosong pada beberapa aktan, namun secara keseluruhan telah mewakili terbentuknya struktur cerita utama. Terbongkarnya struktur cerita novel Kambing dan Hujan mengungkap beberapa pesan yaitu: Perbedaan yang ada di masyarakat terutama masyarakat desa dianggap sebagai sesuatu yang tidak mungkin dipertemukan, apalagi perbedaan yang menyangkut keyakinan. Jika ditemukan hal yang meyimpang maka akan muncul penolakan yang sangat keras. Meski demikian perbedaan sekerasapa pun dapat diatasi dengan sikap tenggang rasa dan toleransi.Sikap inilah yang ditampilkan dalam cerita novel Kambing dan Hujan. Ternyata sikap tenggang rasa dan toleransi terhadap perbedaan dapat membuat perbedaan yang dulunya terasa mustahil dipersatukan menjadi sangat mungkin untuk bersatu, meski harus dengan hadirnya seorang mediator.
The research entitled “Struktur Naratif Novel Kambing dan Hujan Karya Mahfud Ikhwan”describes the narrative structure which forms story Kambing dan Hujan based on the actantial scheme and the functional structure. This research used descriptive qualitative method which focused on analyzing actants. Those actants described in the actantial scheme that put characters and roles in the appropriate function. Moreover, it described in the suitable functional structure that explained the plot with the appropriate stage in the functional structure. The technique of collecting data was reading the novel first. Then, the obtained data were classified by the actantial scheme and functional structure. Data were analyzed by the theory which has been decided.
Results of the research shown that the used theory was able to describe the structures of the novel specifically. However, there were some functions which did not match in some actants, over all had been represented to form the main story structure. The novel structure of Kambing dan Hujan figured out several messages such differences in the society, mainly in kampong societies are claimed as something impossible to be accomplished, moreover, those are about beliefs. If deviations are figured out, hard repulsions will appear directly. Nevertheless, those many differences may be fixed by tolerance and respect. These attitudes have appeared in novel Kambing dan Hujan. Apparently, tolerance and respect can solve differences that are impossible to be united, become attainable. Even mediators are needed to have appeared.
1977822756F1A011079STRATEGI BELAJAR MAHASISWA BEKERJA PART TIME YANG SEDANG MENYELESAIKAN PENYUSUNAN SKRIPSI
(Studi pada Mahasiswa S1 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto)
Fenomena mahasiswa bekerja part time bukan lagi hal yang baru. Mahasiswa yang bekerja part time tersebut, mencari penghasilan tambahan untuk mencukupi kebutuhan kuliah yang semakin banyak. Kuliah sambil bekerja tidak lagi menjadi sesuatu hal yang langka dan hanya dilakukan mahasiswa dengan kondisi ekonomi yang kurang mampu, bahkan mahasiswa dengan status ekonomi yang cukup juga tidak jarang yang bekerja sambilan. Fenomena ini sangat menarik ditambah adanya peluang usaha bagi mahasiswa. Namun, suatu hal akan memiliki pengaruh positif dan negatif, dan pengaruh buruk tersebut di antaranya terhadap kelancaran mahasiswa dalam menyusun skripsi. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk mendeskripsikan strategi belajar mahasiswa bekerja part time yang sedang menyelesaikan tugas akhir pada mahasiswa S1 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, dan untuk mendeskripsikan kendala dan solusi yang dihadapi mahasiswa bekerja part time yang sedang menyelesaikan tugas akhir pada mahasiswa S1 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Penelitian ini dilakukan di tempat mahasiswa bekerja part time di Kota Purwokerto, dengan menggunakan metode kualitatif, dan pendekatan studi kasus. Sasaran dalam penelitian ini adalah mahasiswa FISIP. Pengumpulan data diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dokumentasi, dan gabungan/triangulasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan yaitu strategi belajar mahasiswa bekerja part time yang sedang menyelesaikan tugas akhir pada mahasiswa S1 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto adalah dengan memanfaatkan waktu luang pada saat dan setelah bekerja. Kendala yang dihadapi mahasiswa bekerja part time yaitu benturan waktu kerja dengan kuliah serta kelelahan fisik akibat bekerja. Solusi yang dapat dilakukan adalah dengan memilih jenis kerja part time yang jam kerjanya bisa mengatur sendiri atau dengan sistem shift kerja. Selain itu, mahasiswa perlu memiliki motivasi yang kuat untuk menyelesaikan studinya. Motivasi mahasiswa untuk bekerja part time selain karena faktor ekonomi untuk biaya kuliah, perlu dipertimbangkan lagi, sehingga keinginan untuk memiliki pengalaman dalam bekerja tidak mengorbankan waktu kuliah.The phenomenon of college students work part time is no longer a novelty. Students who work part time, are looking for extra income to fullfill the needs of a growing number of College. College while working is no longer something that is rare and only done students with poor economic conditions, even students with economic status is also not uncommon that work part-time. This phenomenon is very interesting plus the existence of business opportunities for students. However, it will have positive and negative influences, and the bad influence of them against student fluency in drawing up the thesis. This research has a purpose and that is to describe the learning strategies of college students work part time who are completing the final project undergraduates, Faculty of social and political sciences of the University of General Soedirman Purwokerto, and to describe the constraints and solutions faced by students working part time who are completing the final project undergraduates, Faculty of social and political sciences of the University of General Soedirman Purwokerto. This research was conducted at the place of part time working students in Purwokerto City, using qualitative method, and case study approach. The target in this research is a Political Science student. The collection of data obtained from observations, interviews, documentation, and combined/triangulation. Data analysis in this study uses qualitative analysis. Based on the research results and discussion can be summed up i.e. learning strategies of college students work part time who are completing the final project undergraduates, Faculty of social and political sciences of the University of General Soedirman Purwokerto is by utilizing spare time at the moment and after work. Obstacles faced student working part time i.e. conflict of work time with lectures and physical exhaustion due to work. Solutions that can be done is to choose the type of work a part time hours of work could set itself or with the shift system of work. In addition, students need to have a strong motivation to complete his studies. The motivation of students to work part time because in addition to the economic factors for college tuition, to consider again, so that the desire to have experience in work not to sacrifice time in college.
1977922918F1B014073Proses Collaborative Governance Dalam Pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kabupaten PurbalinggaSektor Usaha Kecil Menengah (UKM) di Indonesia memiliki kompleksitas dengan segala permasalahan serta hambatan perkembangnya, mulai dari kurangnya pengetahuan, terbatasnya akses pemasaran, keterbatasan sumber daya manusia, hingga permasalahan keterbatasan permodalan. Melihat hal tersebut pemerintah tidak dapat tinggal diam, melalui Dinas Koperasi dan UKM, pemerintah berusaha mengatasi permasalahan tersebut dengan dibuatnya program Bela Beli Produk Purbalingga yang bertujuan untuk mengembangkan sektor UKM dengan mengajak pelaku UKM dan pihak lain/ stakeholders untuk ikut berpartisipasi dalam proses kolaborasi dalam mengembangkan sektor UKM di Kabupaten Purbalingga. Collaborative Governance saat ini merupakan model yang banyak digunakan dalam menyelesaikan permasalahan publik serta dijadikan prinsip dalam menjalankan suatu program, salah satunya digunakan dalam program Bela Beli Produk Purbalingga di Kabupaten Purbalingga dimana program ini bertujuan untuk mengembangkan sektor UKM di Kabupaten Purbalingga.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan Proses Collaborative Governance Dalam Pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kabupaten Purbalingga. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian di Kabupaten Purbalingga. Metode analisis yang digunakan adalah interaktif, keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber. Teori yang digunakan yaitu dengan mengadaptasi model Collaborative Governance menurut Ansell dan Gash, serta teori Ukuran Keberhasilan Kolaborasi dari De Seve.
Hasil penelitian menunjukan bahwa secara umum proses Collaborative Governance yang dilakukan dalam program Bela Beli Produk Purbalingga ini mampu mengubah kondisi sektor UKM menjadi lebih baik, mendorong peningkatan pendapatan melalui bantuan pemasaran produk oleh pemerintah dan swasta, serta memaksimalkan potensi sumber daya lokal yang ada dengan cara memberikan pelatihan, pembinaan dalam mengelola potensi sumber daya lokal yang dimiliki. Sedangkan untuk komunikasi yang dilakukan oleh pihak yang terlibat belum berjalan dengan baik, dimana belum adanya forum komunikasi antara pihak-pihak yang terlibat. Melainkan komunikasi hanya terjadi ketika pihak-pihak memiliki kepentingan serta kebutuhan saja. Serta komitmen dalam proses yang masih kurang diakibatkan ketidakseimbang komitmen antar pihak-pihak yang terlibat.
Small and medium-sized enterprises (SMEs) sector in Indonesia has complexity with all problems as well as its developmental obstacles, starting from lacking of knowledge, the limitation of marketing access, the limitation of human resources until the problem of limited capital. Seeing the case, government does not remain in silent, through Cooperative and Small and medium-sized enterprise agency, government try to solve the problems by creating Program named Bela Beli Produk Purbalingga that is aimed to develop the small and medium-sized enterprises(SMEs) sector by asking SMEs performers and other stakeholders or parties to involve participating in collaboration process in developing SMEs sector in Purbalingga Regency. Collaborative Governance is currently a model that is commonly used by a program such as used in program Bela Beli Produk Purbalingga in Purbalingga Regency where this program is aimed to develop SMEs sector in Purbalingga Regency.
This research is aimed to know and describe the Collaborative Governance Proces in Developing Small and Medium-sized Enterprises(SMEs) in Purbalingga Regency. Research method that is used in this research is qualitative descriptive research. The location of the research is in Purbalingga Regency. Analysis method that is used is interactive, the validity of the data is tested by source triangulation. Theory used is by adapting the model of Collaborative Governance according to Ansell and Gash, and size of collaboration successful theory from De Seve.
The result of the research shows that generally, the process of Collaborative Governance that is done in program Bela Beli Produk Purbalingga can change the SMEs sector to be better, push the increasing of income through the helping of product marketing by government and private, as well as maximize local resources that is owned. While, for the communication that is done by party involved has not run well, where there has not been communication forum between all parties that are involved. The communication only happens when all parties have interests and needs only. Moreover, commitment in the process is less that is caused by the unbalance commitment of all parties that are involved.
1978022919A1C013028TINGKAT ADOPSI INOVASI DAN TEKNOLOGI DALAM PROGRAM KHUSUS TERHADAP PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PADI DI KECAMATAN JATILAWANG KABUPATEN BANYUMASProgram khusus berfokus pada peningkatan produksi tiga komoditas yaitu padi, jagung dan kedelai, sehingga program ini dinamakan UPSUS PAJALE. Program tersebut mematok target swasembada tiga komoditas pangan (padi, jagung dan kedelai) strategis tercapai pada tahun 2017. Untuk tahun 2015 target produksi ketiga jenis komoditas itu adalah 73,4 juta ton (2,21%) untuk padi, 20,3 juta ton (5,57%) untuk jagung, dan 1,2 juta ton (26,47%) untuk kedelai. Kecamatan Jatilawang melakukan inovasi program khusus peningkatan produksi padi yang sudah mulai dilaksanakan sejak tahun 2015. Tujuan penelitian ini meliputi hal berikut: 1) Mengetahui cara dalam peningkatan indeks tanam, baik oleh kelompok tani maupun penyuluh lapang Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kecamatan Jatilawang Kabupaten Banyumas, 2) Mengetahui peran kelompok tani dalam usaha peningkatan produktivitas padi pada upaya khusus padi yang diselenggarakan oleh Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kecamatan Jatilawang, 3). Mengetahui tingkat efisiensi usahatani padi di Kecamatan Jatilawang Kabupaten Banyumas yang dinilai dari aspek biaya dan pendapatan sampai Revenue Cost Rationya.
Sampel penelitian adalah petani yang mengadopsi inovasi program khusus sebanyak 50 orang. Pengumpulan data dilakukan pada bulan November hingga Desember 2017. Analisis data dilakukan secara kualitatif menggunakan statistik deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pelaksanaan kegiatan upaya khusus peningkatan produksi padi dimulai tahun 2015. Pelaksanaan diawali pengaktifan kembali kelompok tani di semua desa, perbaikan jaringan irigasi, penggunaan bibit unggul bersertifikat, pengaplikasian sistem tanam jajar legowo, penggunaan pupuk berimbang, penyuluhan dan pendampingan rutin dari PPL, babinsa, TNI dan perguruan tinggi. Peran kelompok tani adalah sebagai fasilitatordalam penyaluran baik dana bantuan maupun penyaluran ilmu dalam kegiatan penyuluhan. Usahatani memiliki nilai R/C Ratio 2,3 yang artinya setiap penambahan biaya sebesar Rp. 1 dapat meningkatkan pendapatan sebesar Rp. 2,3.
UPSUS PAJALE is a special program to increase rice, corn and soybean production. The target of the program in 2017 is achieved self-sufficiency of rice, corn and soybean commodities. In 2015 production target are rice (2,21%), corn (5,57%) and soybean (26,47%). In Jatilawang innovative special programs to increase rice production starting in 2015. This research were finding out 1) knowing how to improve the growing index by farmer groups and extension officers, 2) knowing the role of farmer groups to increase rice productivity by Agricultural Extension Agency, Fisheries and Forestry District Jatilawang, 3) Knowing the level of efficiency of rice farming in Jatilawang Subdistrict, Banyumas Regency, which is assessed from the aspect of costs, income and Revenue Cost Ratio.
The sample of the research is 50 people, there are farmers who adopted special program innovation. Data collection was conducted from November to December 2017.
The results showed that: the implementation of special efforts to increase rice production began in 2015. Implementation began with the reactivation of farmer groups in all villages, improvement of irrigation networks, use of certified superior seeds, application of legowo planting system, use of balanced fertilizers, regular counseling and assistance from PPL, babinsa, TNI and universities. The role of farmer groups is as a facility in channeling both aid funds and knowledge distribution in extension activities. Farming has a R / C Ratio of 2.3 which means that each additional cost is Rp. 1 can increase income by Rp. 2,3.