Artikelilmiahs
Menampilkan 19.781-19.800 dari 50.084 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 19781 | 22958 | H1C011048 | OPTIMASI DAN PENEMPATAN TCSC (THYRISTOR CONTROLLED SERIES COMPENSATOR) UNTUK PERBAIKAN STABILITAS TEGANGAN PADA SISTEM 500 KV DENGAN METODE NEWTON RAPHSON | ABSTRAK OPTIMASI DAN PENEMPATAN TCSC (THYRISTOR CONTROLLED SERIES COMPENSATOR) UNTUK PERBAIKAN STABILITAS TEGANGAN PADA SISTEM 500 KV DENGAN METODE NEWTON RAPHSON Energi listrik merupakan salah satu kebutuhan manusia yang sangat vital pada saat ini. Semakin bertambahnya penduduk di Indonesia khususnya, membuat permintaan akan listrik terus bertambah setiap tahunnya. Sistem tenaga listrik terdiri dari empat unsur, yaitu pembangkit, transmisi, distribusi, dan pemakaian tenaga listrik (beban). Energi listrik dibangkitkan di pusat tenaga listrik dan disalurkan melalui jarak yang cukup jauh ke pusat-pusat pemakaian tenaga listrik. Dikarenakan jarak antara pusat pembangkit dengan beban jauh, maka kerugian dapat timbul pada saluaran transmisi. Untuk mengurangi kerugian-kerugian dalam sistem tenaga listrik, maka tegangan yang keluar dari pembangkit dinaikkan menjadi tegangan tinggi atau tegangan ekstra tinggi (tegangan transmisi). Thyristor Controlled Series Compensator (TCSC) adalah kompensator seri berbasis FACTS yang bertujuan untuk mengatur aliran daya aktif pada suatu saluran transmisi. Dengan mengatur aliran daya pada suatu saluran transmisi dapat mengatur kebutuhan daya aktif pada beban yang terhubung pada bus penerimaatau bus pengirim atau bus-bus lain yang berdekatan atau dengan kata lain mengatur kemampuan suatu saluran transmisi dalam mengirim daya aktif. | ABSTRACT OPTIMIZATION AND PLACEMENT OF TCSC (THYRISTOR CONTROLLED SERIES COMPENSATOR) TO IMPROVE STABILITY VOLTAGE AT 500 KV SYSTEM WITH NEWTON RAPHSON METHOD Electrical energy is one of the most vital human needs at this time. The increasing population in Indonesia in particular, making the demand for electricity continues to grow every year. The electric power system consists of four elements, namely power generation, transmission, distribution, and power consumption (load). Electrical energy is generated in power stations and is channeled over a considerable distance to power consumption centers. Due to the distance between the generating center and the remote load, the losses can occur on the transmission line. To reduce losses in the power system, the voltage coming out of the generator is elevated to high voltage or extra high voltage (transmission voltage). Thyristor Controlled Series Compensator (TCSC) is a FACTS-based series compensator that aims to regulate the flow of active power on a transmission line. By adjusting the flow of power on a transmission line it can regulate the need for active power at the load connected to the receiving bus or the sending bus or other adjacent buses or in other words governs the ability of a transmission line to transmit active power. | |
| 19782 | 22921 | F1C014067 | POLA KOMUNIKASI OJK PURWOKERTO DALAM PELAYANAN PENGADUAN NASABAH DI PURWOKERTO | Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pola komunikasi OJK Purwokerto dalam pelayanan pengaduan nasabah di Purwokerto. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dalam memilih informannya. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pola komunikasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Purwokerto dalam pelayanan pengaduan nasabah di Purwokerto ditentukan dengan melihat unsur-unsur komunikasinya antara lain : 1) Komunikasi yang terbentuk pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Purwokerto dalam pelayanan pengaduan nasabah perbankan atau konsumen Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) adalah dengan menggunakan komuniaksi dua arah; 2) Cara yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Purwokerto dalam menghadapi pengaduan nasabah di purwokerto adalah dengan mengetahui karakter diri sendiri, konsumen atau nasabah, serta menyesuiakan diri dengan gaya bahasa konsumen; 3) Alur pengaduan konsumen atau nasabah dalam melakukan penagduannya ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Purwokerto dimulai dengan nasabah yang harus mengadukan permaslaahannya terlebih dahulu ke Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) terkait baru boleh melakukan pengaduannya ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Purwokerto dan apabila permasalahannya berpotensi diselesaikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maka akan dilakukan alur tahapan sampai dengan mediasi terbatas.; 4) Pola komuniaksi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Purwokerto dalam pelayanan pengaduan nasabah perbankan di Purwokerto adalah pola komuniaksi lingkaran yang membebaskan setiap pelaku komuniaksinya berinteraksi satu sama lain. | This research purpose is to find out the communication pattern of the OJK Purwokerto in the customer complaints service in Purwokerto. The method used in this study is using qualitative methods. This study uses purposive sampling technique in selecting informants. The results of this study can be concluded that the communication pattern of the Financial Services Authority (OJK) Purwokerto in the service of customer complaints in Purwokerto is determined by looking at the communication elements, among others: 1) Communication formed in the Financial Services Authority (OJK) Purwokerto in the service of banking customer complaints or consumers of Financial Services Business Actors (PUJK) are using two-way communication; 2) The way the Purwokerto Financial Services Authority (OJK) in dealing with customer complaints in purwokerto is to find out the character of yourself, consumers or customers, and to satisfy yourself with the style of consumer language; 3) The flow of complaints from consumers or customers in conducting their assessment to the Purwokerto Financial Services Authority (OJK) begins with customers who have to file a complaint with the relevant Financial Services Businessperson (PUJK) may only file a complaint to the Purwokerto Financial Services Authority (OJK) and if the problem has the potential to be resolved by the Financial Services Authority (OJK), so the flow of steps will be carried out until limited mediation; 4) The pattern of communication of the Financial Services Authority (OJK) Purwokerto in the banking customer complaints service in Purwokerto is a circle communion pattern that frees every actor of his community to interact with one another. | |
| 19783 | 22953 | F1B111019 | IMPLEMENTASI PROGRAM PENDIDIKAN INKLUSI DI SD NEGERI 1 TANJUNG KECAMATAN PURWOKERTO SELATAN KABUPATEN BANYUMAS | SD Negeri 1 Tanjung Purwokerto Selatan merupakan sekolah dasar pertama yang ditunjuk oleh pemerintah Kabupaten Banyumas untuk melaksanakan program pendidikan inklusi. Implementasi program pendidikan inklusi di SD Negeri 1 Tanjung Purwokerto Selatan yang akan dikaji dilihat dari empat indikator yaitu komunikasi, sumberdaya, disposisi dan struktur birokrasi. Penelitian Implementasi Program Pendidikan Inklusi di SD Negeri 1 Tanjung Purwokerto Selatan Kabupaten Banyumas ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui implementasi program pendidikan inklusi yang dilaksanakan oleh SD negeri 1 Tanjung Purwokerto Selatan. Teknik pengambilan informan dilakukan menggunakan teknik Purposive Sampling dan Snowball Sampling dengan empat aspek pengukuran yaitu komunikasi, sumberdaya, disposisi dan struktur birokrasi. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah Implementasi Program Pendidikan Inklusi di SD Negeri 1 Tanjung Purwokerto Selatan sudah berjalan baik. Hal ini dapat dilihat dari berbagai aspek sesuai fokus dalam penelitian ini, diantaranya komunikasi yang dilakukan oleh pihak sekolah dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas dan orang tua siswa sudah berjalan baik. Terdapat pembagian tugas yang jelas bagi masing-masing guru agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Hanya saja jumlah Guru Pendamping Khusus (GPK) yang tidak sebanding dengan Anak berkebutuhan Khusus membuat proses pembelajaran belum maksimal. | SD Negeri 1 Tanjung Purwokerto Selatan is the first primary school appointed by the Banyumas District government to implement an inclusive aducation program. The implementation of inclusive education programs at SD Negeri 1 Tanjung Purwokerto Selatan which will be studied is seen from four indicators, namely communication, resources, disposition and bureaucratic structure. Research on the Implementation of the Inclusion Education program at SD Negeri 1 Tanjung Purwokerto Selatan Banyumas District uses qualitative research methods. The puspose of this study is to find out the implementation of inclusive education programs implemented by SD Negeri 1 Tanjung Purwokerto Selatan. Informant retrieval techniques were carried out using purposive sampling and snowball smapling techniques with four measurement aspects, namely communication, resources, disposition and bureaucratic structure. The conclusion from the results of this study Implementation of the Inclusion Education Program at SD Negeri 1 Tanjung Purwokerto Selatan is already good. This can be seen from various aspects according to the focus in this study, including communication conducted by the school with the Banyumas District Education Office and the parents of the students have been going well. There is a clear division of tasks for each teacher so that learning objectives can be achieved so that principals, classroom teachers, special mentoring teachers and parents of students work well in accordance with their respective duties and responsibilities. It's just that the number of Special Assistance Teachers who are not comparable with Children with Special Needs makes the learning process not maximized. | |
| 19784 | 23001 | F1K014001 | Tindak Tutur Direktif di Lingkungan Kampus Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman | Penelitian ini membahas penggunaan tindak tutur direktif di lingkungan kampus Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan jenis dan fungsi tindak tutur direktif yang terdapat di lingkungan kampus Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data pada penelitian ini berupa tuturan yang dilakukan oleh sivitas akademika Fakultas Ilmu Budaya. Penelitian ini menggunakan metode simak dengan teknik simak libat cakap, simak bebas libat cakap, rekam dan catat. Data dianalisis menggunakan metode padan pragmatis yang alat penentunya berupa mitra tutur. Hasil penelitian dari 46 data, ditemukan enam jenis tindak tutur direktif di lingkungan kampus Fakultas Ilmu Budaya yaitu permintaan, pertanyaan, perintah, larangan, pemberian izin, dan nasihat. Adapun rincian data tersebut adalah tindak tutur pertanyaan yaitu berjumlah 18 data terdiri atas 12 fungsi bertanya dan 6 data menginterogasi. Tindak tutur direktif perintah berjumlah 9 data terdiri atas 5 data memerintah, 2 data mengarahkan, 1 data menginstruksikan, dan 1 data mensyaratkan. Tindak tutur direktif permintaan berjumlah 6 data terdiri atas 2 data meminta, 1 data memohon, 1 data mendorong dan 2 data mengajak. Tindak tutur direktif pemberian izin berjumlah 5 data terdiri atas 2 data membolehkan, 1 data menyetujui, dan 2 data menganugerahi. Tindak tutur jenis nasihat berjumlah 5 data terdiri atas 2 data menasihati dan 3 data menyarankan. Tindak tutur direktif larangan berjumlah 3 data terdiri atas 2 data melarang dan 1 data membatasi. Hasil penelitian tersebut menandakan bahwa masyarakat kampus Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman cenderung lebih sering menggunakan tindak tutur pertanyaan dalam berkomunikasi sehari-hari. | This research discusses about the use of directive acts of speech in Humanities Faculty of Jenderal Soedirman University. The purposes of this research are describe the kinds and functions of directive acts of speech that are in Humanities Faculty of Jenderal Soedirman University. This research is a qualitative descriptive research. Data in this research are in speech by civitas academica of Humanities Faculty. This research uses observation method with interview, observation without interview, record and note technique. The data analyzed by using pragmatic identify method whose determinant instrument the speech opponent. Based on the result gained 46 data, which are found six types of directive speech act in Faculty of Humanities namely requests, questions, requirements, prohibitions, giving permission, and advice. The details of the data are the speech acts of the question which amounted to 18 data consist of 12 questioning functions and 6 interrogating data. The directive requirements speech acts amounted to 9 data consists of 5 commanding data, 2 directing data, 1 instructing data, and 1 requiring data. The directive request speech acts amounted to 6 data consisting of 2 data requesting, 1 data invoking, 1 data pushing and 2 data inviting. The 5 data permit directive speech consists of 2 data allowing, 1 data approving, and 2 data awarding. Advice speech acts amounted to 5 data consisting of 2 data advising and 3 data suggesting. Total ban directive speech acts amounted to 3 data consisting of 2 prohibiting data and 1 limiting data. The results of the research indicate that the community of the Faculty of Humanities in Jenderal Soedirman University tend to use speech questions more frequently in daily activities. | |
| 19785 | 23052 | B1J014116 | Struktur Populasi Kerang Totok (Geloina expansa) di Ekosistem Mangrove Segaraanakan Cilacap Pada tahun 2017 | Bivalvia merupakan salah satu organisme yang berasal dari filum Mollusca. Organisme ini termasuk makrozoobentos yang dapat dijadikan sebagai bioindikator pada ekosistem mangrove. Struktur populasi digunakan sebagai parameter untuk menunjukan pola distribusi, struktur umur, dan kepadatan populasi di suatu ekosistem. Hal tersebut mendorong dilakukannya penelitian tentang struktur populasi kerang totok (Geloina expansa) di ekosistem mangrove Segara Anakan, Cilacap pada Tahun 2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur populasi kerang totok (Geloina expansa) di ekosistem mangrove di Segara Anakan, Cilacap dan mengetahui faktor lingkungan yang memengaruhi struktur populasi kerang totok (Geloina expansa) di ekosistem mangrove Segara Anakan, Cilacap serta dapat dijadikan sumber informasi untuk pengelolaan produksi atau menangkapan Geloina expansa di Segara Anakan, Cilacap. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah survey pada 10 stasiun dengan metode pengambilan sampel purposive random sampling menggunakan 3 plot, kemudian di setiap plot dilakukan 3 kali ulangan. Struktur Populasi Kerang Totok (Geloina expansa) di Ekosistem Mangrove Segara Anakan, Cilacap Pada Tahun 2017 memiliki kepadatan 0,67-14,44 〖ind.m〗^(-2), pola distribusi mengelompok, ukuran cangkang yang mendominasi 5,232-6,088 cm serta rasio kelamin yang mendominasi adalah individu betina. Faktor lingkungan yang memengaruhi kepadatan populasi kerang totok (Geloina expansa) di ekosistem mangrove Segara Anakan, Cilacap adalah temperatur air pH tanah dan kandungan bahan organik tanah 0.261 yaitu berkorelasi lemah. Sedangkan untuk faktor lingkungan yang memengaruhi sebaran kelompok ukuran cangkang yaitu temperatur air, pH air, kandungan bahan organik tanah yaitu 0.172 berkorelasi lemah | Bivalves are one of organism from the phyla of Mollusca. These include macrozoobentos that can be used as bioindicators in mangrove ecosystems. The population structure is used as a parameter to show the distribution pattern, age, and population density in an ecosystem. The research aimed to find out the structure, to know the structure of the population of totok shells, and the enviromental factors that affect totok shells (Geloina expansa) in Segara Anakan mangrove ecosystem, Cilacap. The data can be used as a source of information for the management of production or catching (Geloina expansa) in Segara Anakan, Cilacap. The method used in this research is survey on 10 stations with purposive random sampling method using 3 plots, then in each plot done 3 times repetition. The structure of Geloina expansa Population in Mangrove Ecosystem Segara Anakan, Cilacap In the year 2017 has a density of 0,67-14,44〖ind.m〗^(-2), the pattern of cluster distribution, the size of the shell that dominates 5,232-6,088 cm and the dominant sex ratio is individual female. The environmental factors that influence density were water temperature, soil pH, organic matter content with correlation value of 0.261 was lowly correlated.The environmental factors that influence the distribution of shell size groups were water temperature, water pH, organic matter content with correlation value of 0,172 was lowly correlated. | |
| 19786 | 23063 | G1B014029 | PENGARUH PERAN PLKB TERHADAP PARTISIPASI PRIA DALAM KELUARGA BERENCANA (KONDOM DAN VASEKTOMI) DI WILAYAH KECAMATAN PURWOKERTO SELATAN KABUPATEN BANYUMAS | Latar Belakang: upaya meningkatkan kepesertaan KB pria perlu adanya sosialisasi mengenai Kontrasepsi Pria, melalui peran petugas KB (PLKB) yang memiliki peran sangat penting sebagai penyuluh, fasilitator, motivator, dinamisator dan katalisator dalam menggerakan masyarakat terutama pada wilayah Kelurahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh peran PLKB sebagai Penyuluh, Fasilitator, Motivator, Dinamisator dan peran PLKB sebagai Katalisator terhadap partisipasi pria dalam Keluarga Berencana (kondom dan vasektomi) di wilayah Purwokerto Selatan. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi seluruh Pria Pasangan Usia Subur di wilayah Kecamatan Purwokerto Selatan yang berjumlah 11.442 PUS dengan sampel 88 Pria PUS. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling. Analisis yang digunakan analisis univariat, bivariat dengan chi square dan multivariat dengan regresi logistik. Hasil Penelitian: Hasil analisis bivariat yang berpengaruh: peran PLKB sebagai Penyuluh (p=0,000), sebagai Fasilitator (p=0,000) dan sebagai Motivator (p=0,000). Hasil analisis bivariat tidak berpengaruh: peran PLKB sebagai Dinamisator (p=1,000) dan peran PLKB sebagai Katalisator (p=0,830). Hasil analisis multivariat berpengaruh: Peran PLKB sebagai Penyuluh, Fasilitator, dan Motivator Simpulan: Ada pengaruh peran PLKB sebagai Penyuluh, sebagai Fasilitator, dan sebagai Motivator terhadap Partisipasi Pria dalam Keluarga Berencana (Kondom dan Vasektomi). | Background: As an Efforts to increase male participation of family planning is needed a socialization about male contraception through the role of family planning officer who have roles as extension agents, facilitators, motivators, dynamists and catalysts in mobilizing public especially in district. The purpose of this study was to determine the influence of family planning officer roles as an extension agent, as facilitator, as motivator, as Dynamist and as catalyst for male participation in family planning (condoms and vasectomy) in the South Purwokerto. Methods: This research is a quantitative research using cross-sectional approach. Population of Male Couple Age Fertile in South Purwokerto Sub-district, where the number of Couple Age Fertile are 11,442 with sample there are 88 Male Couples Age of Fertile. The analysis used univariate analysis, bivariate with chi square and multivariate with logistic regression. Results: The result of bivariate analysis that there is effect: the role of family planning officer as Extension (p = 0,000), as Facilitator (p = 0,000) and as Motivator (p = 0,000). The result of bivariate analysis that there is no effect: the role of family planning officer as Dynamicator (p = 1,000) and as Catalyst (p = 0,830). Multivariate analysis results there is an effect on: The role of family planning officer as Extension, as Facilitator, and as Motivator Conclusion: the role of family planning officer has effect as Extension, as Facilitator, and as Motivator for Men's Participation in Family Planning (Condom and Vasectomy). | |
| 19787 | 22923 | F1A014010 | Pengasuhan Anak di Taman Penitipan Anak (TPA) "Generasi Nusantara" (GENUS) Purwokerto | Orangtua memiliki kewajiban untuk mengasuh anak mereka. Terlebih jika anak masih berusia 0-6 tahun. Kenyataannya sebagian orangtua sekarang ini, tidak dapat mengasuh anak secara penuh karena mereka merupakan orangtua bekerja. Taman Penitipan Anak (TPA) banyak diminati orangtua bekerja sebagai tempat mengasuh anak mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini terdiri atas 12 informan (7 informan utama dan 5 informan pendukung). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dokumentasi dan diskusi kelompok terarah (FGD). Metode analisis yang digunakan adalah analisis interaktif. Untuk validasi data, menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kebutuhan primer anak didik di TPA GENUS Purwokerto telah tercukupi dengan baik. Walaupun tingkat perlindungan anak didik saat tidur dan bermain masih kurang. Anak didik di TPA mendapat kasih sayang layaknya orangtua di rumah. Kebutuhan anak didik akan pendidikan dan stimulasi untuk perkembangan motorik, kognitif, sosio-emosional, agama dan moral telah dilakukan dengan baik. Anak didik di TPA GENUS memiliki basic trust yang baik sehingga anak menjadi pribadi yang mandiri, berani, dan percaya diri. Pembiasaan yang dilakukan oleh pengasuh adalah tidak membiasakan menggendong bayi, membaca doa sehari-hari, menanamkan nilai-nilai kesopanan, kemandirian, kedisiplinan dan berbagi. | Parents have an obligation to care for their children. Especially if the child is still 0-6 years old. In fact some parents today, cannot fully care for children because they are working parents. daycare are much choosen by working parents as a place to care for their children. This study uses a qualitative method. This study consisted of 12 informants (7 main informants and 5 supporting informants). Data collection techniques used are interviews, observation, documentation and focus group discussions (FGD). The analytical method used is interactive analysis. For data validation, use triangulation techniques. The results showed that the primary needs of students at TPA GENUS Purwokerto were well fulfilled. Although the level of protection of students while sleeping and playing is still lacking. Students at the TPA get love like parents at home. The needs of students for education and stimulation for motoric, cognitive, socio-emotional, religious and moral development have been carried out well. Students in TPA GENUS have good basic trust so that children become independent, brave, and confident individuals. Habits made by caregivers are not accustomed to holding a baby, reading daily prayers, instilling values of politeness, independence, discipline and sharing. | |
| 19788 | 22924 | G1B014049 | ANALISIS PENENTUAN TARIF KAMAR RAWAT INAP DENGAN METODE ACTIVITY BASED COSTING DI RS SETO HASBADI BEKASI | Latar Belakang: Activity Based Costing adalah metode yang mengukur biaya suatu produk (barang/jasa) berdasarkan aktivitas-aktivitas yang menghasilkan produk tersebut. Penentuan tarif kamar rawat inap pada RS Seto Hasbadi masih menggunakan sistem perkiraan dan perbandingan dengan tarif rumah sakit lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tarif kamar rawat inap dengan metode Activity Based Costing dan membandingkan dengan tarif yang berlaku di RS Seto Hasbadi. Metodologi: Penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif bersumber dari data aktivitas biaya di instalasi rawat inap di RS Seto Hasbadi yaitu gaji tenaga kerja RS, listrik, air, konsumsi pasien, administrasi, kebersihan, penyusutan fasilitas kamar, dan perawatan fasilitas. Analisis perhitungan menggunakan software microsoft excel. Hasil Penelitian: Hasil perhitungan tarif kamar rawat inap dengan metode Activity Based Costing di RS Seto Hasbadi yaitu kelas VIP sebesar Rp429.385, kelas IA sebesar Rp373.685,36, kelas IB sebesar Rp356.698,16, kelas II sebesar Rp340.429,70, kelas IIIA sebesar Rp330.427,75, dan kelas IIIB sebesar Rp312.138,09. Kesimpulan: Terdapatnya selisih tarif kamar rawat inap antara perhitungan menggunakan metode Activity Based Costing dengan tarif yang berlaku di RS. Kata Kunci: Activity Based Costing, Tarif Kamar Rawat Inap, RS Seto Hasbadi | Background: Activity Based Costing is a method which determines cost of a product (goods/service) based on activities that produce the product. The cost determination of inpatient room in the hospital is still using estimation and comparison system toward another hospital cost. This research is aimed to know the cost of inpatient hospital room using Activity Based Costing and to compare it with applied cost in RS Seto Hasbadi. Method: This research is quantitative descriptive based on cost activity data of inpatient hospital room in RS Seto Hasbadi, consist of worker’s salary, electricity, water, patient’s food, administration, sanitation, room facility shrinkage, and facility maintenance. The calculation analysis is using microsoft excel software. Result: The cost calculation of inpatient hospital rooms using Activity Based Costing in RS Seto Hasbadi are VIP class costs Rp429.385, IA class costs Rp373.685,36, IB class costs Rp356.698,16, II class costs Rp340.429,70, IIIA class costs Rp330.427,75, and IIIB class costs Rp312.138,09. Conclusion: There is difference between inpatient hospital room cost calculation using Activity Based Costing method and applied cost in RS Seto Hasbadi. Keywords: Activity Based Costing, inpatient hospital room cost, RS Seto Hasbadi. | |
| 19789 | 25597 | E1A015038 | PENERAPAN PIDANA TERHADAP ANAK SEBAGAI PELAKU TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN BERENCANA BERDASARKAN SISTEM PERADILAN PIDANA ANAK (Studi Putusan Nomor 11/Pid.Sus-Anak/2016/PN.Lgs) | ABSTRAK PENERAPAN PIDANA TERHADAP ANAK SEBAGAI PELAKU TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN BERENCANA BERDASARKAN SISTEM PERADILAN PIDANA ANAK (Studi Putusan Nomor 11/Pid.Sus-Anak/2016/PN.Lgs) Oleh: Isti Aulia Napsira E1A015038 Kejahatan saat ini tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa, namun juga dapat dilakukan oleh anak dibawah umur, termasuk kejahatan yang berkaitan dengan nyawa orang lain salah satunya pembunuhan berencana. Tindak pidana pembunuhan berencana dirumuskan dalam Pasal 340 KUHP. Penyelenggaraan sistem peradilan terhadap anak dinyatakan dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui sanksi pidana terhadap anak sebagai pelaku tindak pidana pembunuhan berencana serta pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap anak sebagai pelaku tindak pidana pembunuhan berencana dalam Putusan Nomor 11/Pid.Sus-Anak/2016/PN.Lgs. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan. Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis dengan menggunakan data sekunder yang disajikan dalam bentuk teks naratif dan dianalisis dengan metode normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada Putusan Nomor 11/Pid.Sus-Anak/2016/PN.Lgs dapat disimpulkan bahwa terdakwa anak melakukan tindak pidana yang telah memenuhi unsur dalam Pasal 340 KUHP jo. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Namun karena berpedoman pada Pasal 81 ayat (6) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012, maka terdakwa anak dijatuhi pidana penjara selama 9 (sembilan) tahun. Dasar pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan pidana yaitu pertimbangan yuridis yang meliputi umur terdakwa, dakwaan jaksa penuntut umum, keterangan saksi, keterangan terdakwa, barang-barang bukti, alat bukti surat dan pertimbangan non yuridis yang meliputi keadaan sosial dan jiwa serta tingkat pendidikan. Kata Kunci: Penerapan Pidana, Anak Pelaku Tindak Pidana, Pembunuhan Berencana | ABSTRACT Current crimes are not only committed by adult, but also can be committed by children, including crimes related to the lives of others, one of them is premeditated murder. Criminal act of premeditated murder is formulated in Article 340 of the Criminal Code. The implementation of the judicial system for children is stated in Law Number 11 of 2012 on the Child Criminal Justice System. The aims of this research are to understand criminal sanction against children as perpetrator of criminal acts of premeditated murder and legal consideration of judges in imposing criminal sanction on children as perpetrators of criminal acts of premeditated murder on Decision Number 11/Pid.Sus-Anak/2016/PN.Lgs. The method of this research is normative juridical with statute approach method. The research specification used descriptive analysis with using secondary data which is presented in the form of narrative texts and analyzed by qualitative normative method. Based on the results of the research and discussion on Decision Number 11/Pid.Sus-Anak/2016/PN.Lgs it can be concluded that the child defendant committed a criminal act that fulfilled the element in Article 340 of the Criminal Code Jo. Law Number 11 of 2012 on the Child Criminal Justice System. However as guided by Article 81 Paragraph (6) Law Number 11 of 2012, then the child defendant was sentenced to prison for (9) nine years. The legal basis for judges in imposing criminal sanction are juridical considerations including the age of the defendant, public prosecutor's charges, testimony of the witness, testimony of the defendant, evidence, letter of evidence and non-juridical considerations including social and mental conditions and education level. Key words: the implementation of criminal sanction, children prepetrator of criminal act, premeditated murder | |
| 19790 | 22925 | F1B111016 | IMPLEMENTASI SISTEM ADMINISTRASI PELAPORAN PROGRAM KEGIATAN KESEHATAN IBU DAN ANAK DI PUSKESMAS KECAMATAN CILACAP TENGAH KABUPATEN CILACAP | Implementasi sistem program administrasi pelaporan KIA merupakan suatu sistem perencanaan yang ada di Puskesmas sebagai pengendalian internal yang meliputi pemanfaatan manusia, dokumen, teknologi, dan prosedur yang bertujuan untuk mengurangi ketidakpastian pada pengambilan keputusan dan mencapai tujuan bersama sesuai yang telah ditetapkan. Metode Penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pemilihan informan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan adalah model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem pencatatan dan pelaporan program kesehatan ibu dan anak yang ada belum optimal karena kurangnya koordinasi antara pihak-pihak terkait mengatasi menangani kesehatan ibu dan anak seperti klinik maupun rumah sakit. Hambatan ditemukan yaitu kurangnya sinkronisasi dengan beberapa pihak seperti kebijakan BPJS, belum pastinya suatu kebijakan yang dibuat sehingga dari desa sering bingung saat pembuatan pencatatan dan pelaporan. Upaya yang dilakukan yaitu dengan melakukan sinkronisasi dan memberikan suatu kebijakan dan ingin menerapkan sistem online. | Implementation of KIA reporting administration program system that establishes existing system in Puskesmas as internal control covering documents, technology, and procedures used to determine. The research method used is descriptive qualitative, with technique of selecting informant purposive sampling. Data collection is done through in-depth interviews, and documentation. The analysis process is an interactive model. The results of the study indicate that the existing health and maternal health program implementation programs have not been implemented optimally caused by those related to maternal and child health such as clinics and hospitals. Obstacles are found with several things such as BPJS policy, not necessarily village-made policies that often occur during recording and reporting. Efforts are made by refreshing and system discovery and online. The results of this study is the program used for health and children in Puskesmas has not been implemented optimally. Efforts that need to be done to configure and apply the online system. The Puskesmas can assist and assist the recording and reporting program of maternal and child health programs, such as the online system. It is hoped that Puskesmas can develop with other programs related to maternal and child health programs. | |
| 19791 | 22922 | F1B014019 | EVALUASI PROGRAM KREDIT USAHA RAKYAT (KUR) PT. BANK RAKYAT INDONESIA (BRI) DI KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS | Angka kemiskinan masih tergolong tinggi di Indonesia. Salah satu penyebab dari kemiskinan adalah kurangnya lapangan pekerjaan sehingga berdampak pada meningkatnya jumlah pengangguran. Untuk menanggulangi masalah tersebut, pemerintah membuat kebijakan program KUR dengan cara memberikan bantuan permodalan bagi pelaku usaha UMKM. Program KUR bekerja sama dengan Bank maupun Koperasi di Indonesia. Tidak terkecuali Bank BRI di Unit Sumbang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keberhasilan program KUR PT. BRI di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan ukuran kriteria evaluasi dari William N. Dunn yaitu efektivitas, efisiensi, kecukupan, perataan, responsivitas, dan ketepatan. Metode pada penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Tenik pengambilan sampel yaitu Multistage Stratified Random Sampling. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengolahan data, distribusi frekuensi dan interpretasi data. Sumber data pada penelitian ini adalah kuisioner, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian melalui distribusi frekuensi menunjukkan bahwa dimensi efektivitas masuk ke dalam kategori tinggi 57% yang berarti efektif, dimensi efisiensi masuk ke dalam kategori tinggi 49% yang berarti efisien, dimensi kecukupan masuk ke dalam kategori sedang 43% yang berarti kurang cukup, dimensi perataan masuk ke dalam kategori tinggi 52% yang berarti merata, dimensi responsivitas masuk ke dalam kategori tinggi 81% yang berarti responsif, dimensi ketepatan masuk ke dalam kategori sedang 55% yang berarti kurang tepat. Secara keseluruhan distribusi frekuensi yang dilakukan oleh peneliti menunjukkan bahwa variabel evaluasi masuk ke dalam kategori tinggi 61% yang berarti evaluasi program KUR berjalan dengan baik. Yang termasuk ke dalam keberhasilan teknis yaitu indikator efektivitas, efisiensi, perataan, dan responsivitas. Sedangkan yang termasuk ke dalam keberhasilan misi yaitu indikator kecukupan dan ketepatan. Hal ini membuktikan bahwa program KUR hanya bisa disalurkan tetapi tidak mampu mencapai tujuan dari program KUR. | The poverty rate is still relatively high in Indonesia. One of the causes of poverty is a lack of employment, which has an impact on increasing the number of unemployed. To overcome this problem, the government made a KUR program policy by providing capital assistance to SMEs. The KUR program works with banks and cooperatives in Indonesia. No exception Bank BRI in the Donating Unit. The purpose of this study was to determine the success rate of the KUR program PT. BRI in Sumbang District, Banyumas Regency. This study uses William N. Dunn's evaluation criteria, namely effectiveness, efficiency, adequacy, leveling, responsiveness, and accuracy. The method in this study is quantitative descriptive. The sampling technique is Multistage Stratified Random Sampling. The analytical method used in this study is data processing, frequency distribution and data interpretation. Data sources in this study were questionnaires, interviews, and documentation. The results of the research through the frequency distribution showed that the effectiveness dimension entered into the high category 57% which meant it was effective, the efficiency dimension was included in the high category 49% which meant that it was efficient, the adequacy dimension entered the medium category 43% which meant less, the dimension of leveling entered into the high category 52% which means evenly, the responsiveness dimension into the high category 81% which means responsive, the dimensions of accuracy enter into the medium category 55% which means less precise. Overall the frequency distribution carried out by the researcher shows that the evaluation variable is included in the high category 61% which means that the evaluation of the KUR program is going well. Included in the technical success are indicators of effectiveness, efficiency, leveling and responsiveness. While those included in the success of the mission are indicators of adequacy and accuracy. This proves that the KUR program can only be channeled but cannot achieve the objectives of the KUR program. | |
| 19792 | 22926 | F1B014013 | KINERJA PETUGAS PEMUTAKHIRAN DATA PEMILIH (PPDP) DALAM PENYUSUNAN DAFTAR PEMILIH TETAP (DPT) DALAM PEMILIHAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI TAHUN 2017 (STUDI DI KECAMATAN BANJARNEGARA) | ABSTRAK Pengukuran kinerja merupakan hal yang penting karena hasil pengukuran dapat digunakan untuk mengetahui apakah tujuan yang telah ditentukan dapat dicapai atau belum. Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) merupakan salah satu organisasi sektor publik yang memiliki tugas pokok salah satunya yakni kegiatan pelaksanaan pemilihan umum Bupati dan Wakil Bupati. Pelaksanaan pemilihan umum tersebut pasti tidak terlepas dengan adanya kinerja ynag dilakukan oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) yang menjadi ujung tombak keberhasilan pelaksannan pemilihan umum karena berkaitan langsung dengan penentuan jumlah masyarakat yang telah memenuhi syarat sebagai hak pilih agar mereka sebagai hak pilih dapat terdaftar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) dalam penyusunan daftar pemilih tetap (DPT) dalam pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Banjarnegara Tahun 2017 dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Penghimpunan data dilakukan melalui sensus kepada PPDP di Kecamatan Banjarnegara sebagai lokasi penelitian, dengan responden sejumlah 116 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bahwa kinerja Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) cenderung rendah. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa rendahnya kinerja PPDP dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain: komitmen kerja (X1), motivasi kerja (X2) dan disiplin kerja (X3). Berdasarkan hasil pengujian statistik diperoleh informasi bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dan positif dari variabel komitmen kerja (X1), motivasi kerja (X2) dan disiplin kerja (X3) terhadap kinerja PPDP (Y). Artinya, untuk meningkatkan kinerja PPDP diperlukan intervensi pada komitmen kerja (X1), motivasi kerja (X2) dan disiplin kerja (X3) PPDP. Kata Kunci: Disiplin kerja, Kinerja, Komitmen kerja, Motivasi kerja | ABSTRACT Performance measurement is important because the measurement results can be used to find out whether the goals that have been determined can be achieved or not. If the goals that have been determined can already be achieved then it must be endeavored so that conditions that support the achievement of goals are maintained and deficiencies that still arise can be minimized and improved. The Election Commission or KPU is one of the public sector organizations that has a main task, one of which is the election activities of the Bupati. The implementation of the election must not be separated from the performance carried out by the Voter Data Update Officer (PPDP) which is the spearhead of the successful implementation of elections because it is directly related to the determination of the number of people who have fulfilled the right to vote so that they can be registered as voting rights. The purpose of this study was to determine the performance of voter data updating officers (PPDP) in the preparation of the final voter list (DPT) in the 2017 Banjarnegara District Head elections and the factors that influenced it. The research method used is a quantitative approach. Data collection was carried out through a census to PPDP in Banjarnegara District as the location of the study, with respondents totaling 116 people. The results of this study indicate that the performance of Voter Data Update Officers (PPDP) tends to be low. The results also show that the low performance of PPDP is influenced by several factors including: work commitment (X1), work motivation (X2) and work discipline (X3). Based on the results of statistical tests obtained information that there is a significant and positive effect of the variable work commitment (X1), work motivation (X2) and work discipline (X3) on the performance of PPDP (Y). That is, to improve the performance of PPDP, it is necessary to intervene in work commitment (X1), work motivation (X2) and work discipline (X3) PPDP. Key word: performance, work discipline, work commitment, work motivation. | |
| 19793 | 22692 | A1L014135 | ANALISIS JALUR DAN SELEKSI INDEKS PADA POPULASI F5 PADI (Oryza sativa L.) KETURUNAN PERSILANGAN CISOKAN DAN CIHERANG | Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui keragaman karakter komponen hasil dan hasil tanaman padi populasi F5 keturunan persilangan Cisokan dan Ciherang, 2) mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung antara beberapa karakter komponen hasil terhadap hasil padi populasi F5 keturunan persilangan Cisokan dan Ciherang melalui analisis jalur, dan 3) menyeleksi tanaman padi populasi F5 keturunan persilangan Cisokan dan Ciherang berdasarkan seleksi indeks. Penelitian dilaksanakan di lahan sawah yang terletak di Desa Pasir Kulon Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas pada Nopember 2017 sampai Mei 2018. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan rancangan perlakuan Augmented Design dengan 4 blok. Setiap blok ditanami genotip yang berbeda, serta setiap varietas cek diulang pada setiap blok. Bahan tanam terdiri dari 351 genotip F5 keturunan persilangan Cisokan dan Ciherang dan 3 varietas cek (Ciherang, Inpago Unsoed 1 dan Inpari 43 Agritan). Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah jumlah anakan total, jumlah jumlah anakan produktif, umur berbunga, umur panen, panjang malai, jumlah gabah per malai, bobot gabah per malai, bobot 1000 biji dan bobot gabah per rumpun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter komponen hasil dan hasil padi populasi F5 keturunan persilangan Cisokan dan Ciherang beragam. Karakter komponen hasil yang memiliki pengaruh langsung yang nyata terhadap hasil adalah jumlah jumlah anakan total, jumlah anakan produktif, umur berbunga, panjang malai dan bobot gabah per malai. Genotip yang dapat dilanjutkan pada seleksi F6 adalah CS//CH-1-44-1-40, CS//CH-1-44-1-43, CS//CH-4-31-1-19, CS//CH-1-44-1-1, CS//CH-4-12-2-25, CS//CH-1-87-2-25, CS//CH-4-31-1-21, CS//CH-4-31-1-18, CS//CH-4-12-1-15, CS//CH-1-44-1-47, CS//CH-1-44-1-51, CS//CH-4-31-1-29, CS//CH-4-12-2-20 dan CS//CH-1-44-1-61. | This research aimed to: 1) find out the diversity of yield component and yield character of F5 population Cisokan and Ciherang crossbreed, 2) find out the direct and indirect effects between some of yield component toward yield of F5 population of Cisokan and Ciherang crossbreed by path analysis, and 3) select the F5 population of Cisokan and Ciherang crossbreed based on index selection. This reseacrh was carried out at paddy field on Pasir Kulon Village, Karanglewas Subdistrict, Banyumas Regemcy started from November 2017 to May 2018. Randomized completely block design (RCBD) with an Augmented Design that consisted of 4 blocks were used in this research. Each blocks were planted with different genotypes, and each check variety was repeated in each block. The materials used are 351 genotype F5 of Cisokan and Ciherang crossbreed, and 3 varieties of check (Ciherang, Inpago Unsoed 1, and Inpari 43 Agritan). Observed variables were consisted of plant height, number of total tillers, number of productive tillers, age of flowering, age of harvest, panicle lenght, number of grain per panicle, grain weight per panicle, 1000 seeds weight, and grain weight per clump. Result of this research showed that component yield and yield character of F5 population of Cisokan and Ciherang crossbreed were varied. Yield component character that had a significant direct effect on yield were number of total tillers, number of productive tillers, age of flowering, panicle lenght and grain weight per panicle. Selected to be continued to F6 selection were CS//CH-1-44-1-40, CS//CH-1-44-1-43, CS//CH-4-31-1-19, CS//CH-1-44-1-1, CS//CH-4-12-2-25, CS//CH-1-87-2-25, CS//CH-4-31-1-21, CS//CH-4-31-1-18, CS//CH-4-12-1-15, CS//CH-1-44-1-47, CS//CH-1-44-1-51, CS//CH-4-31-1-29, CS//CH-4-12-2-20 and CS//CH-1-44-1-61. | |
| 19794 | 25598 | A1L014241 | APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR BERBASIS URIN HEWAN TERNAK DAN KOMPOS LIMBAH PERTANIAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SELADA MERAH | Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menentukan jenis pupuk organik cair (POC) urin hewan ternak yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada merah, 2) menentukan jenis kompos limbah pertanian yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada merah, 3) mengetahui pengaruh interaksi dan kombinasi terbaik antara kedua jenis pupuk POC dan pupuk kompos terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada merah. Penelitian ini dilaksanakan pada Oktober sampai November 2018 di screen house Desa Melung, Kecamatan Kedung Banteng, Kabupaten Banyumas. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 2 faktor dan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah jenis POC, yaitu tanpa POC, POC urin kelinci 25 ml L-1, dan POC urin sapi 50 ml L-1. Faktor kedua adalah jenis kompos, yaitu tanpa kompos, kompos jerami padi 5 ton ha-1, dan kompos kedelai 5 ton ha -1. Hasil penelitian menunjukkan pemberian POC urin sapi berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot tanaman segar, bobot tanaman kering, bobot tajuk segar, dan bobot tajuk kering. Pemberian pupuk kompos jerami padi berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot tanaman segar, bobot tanaman kering, bobot tajuk segar, dan bobot tajuk kering. Kombinasi antara POC urin hewan ternak dan kompos limbah pertanian yang terbaik, yaitu POC urin sapi dan kompos jerami padi terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, bobot tanaman segar, bobot tanaman kering, bobot tajuk segar, dan bobot tajuk kering. Peningkatan hasil selada merah yang berupa bobot tajuk segar adalah 67,22 gram kompos jerami padi dan POC urin sapi sebesar 50% dibanding tanpa pemberian pupuk kompos dan POC 44,83 gram. | This reseach aimed: 1) determine the type of liquid organic fertilizer (POC) of animal urine that is appropriate for the growth and yield of red lettuce plants, 2) determine the right type of agricultural waste compost for growth and yield of red lettuce, 3) determine the effect of interaction and the best combination between the two types of POC fertilizer and compost on the growth and yield of red lettuce. This research was conducted from October to November 2018 in the Melung Village screen house, Kedung Banteng District, Banyumas Regency. The design used was a Complete Randomized Block Design (RCBD) with 2 factors and 3 replications. The first factor is the type of POC, namely without POC, rabbit urine POC 25 ml L-1, and cow urine POC 50 ml L-1. The second factor is the type of compost, namely without compost, compost of rice straw 5 tons ha-1, and soybean compost 5 tons ha -1. The results showed that the administration of cow urine POC had a significant effect on plant height, leaf number, leaf area, fresh plant weight, dry plant weight, fresh canopy weight, and dry canopy weight. The application of rice straw compost significantly affected plant height, leaf number, leaf area, fresh plant weight, dry plant weight, fresh canopy weight, and dry canopy weight. The best combination of animal urine POC and agricultural waste compost, namely cow urine POC and rice straw compost on plant height, leaf number, fresh plant weight, dry plant weight, fresh canopy weight, and dry canopy weight. The increase in the yield of red lettuce in the form of fresh canopy weight was 67.22 grams of rice straw compost and cattle urine POC by 50% compared to without compost and 44.83 grams of POC. | |
| 19795 | 22929 | H1G012039 | Ekologi Rumput Laut di Pantai Sayang Heulang Kabupaten Garut Jawa Barat | Pantai Sayang Heulang merupakan salah satu wilayah pantai yang terdapat di bagian selatan Pulau Jawa sehingga memiliki karakteristik gelombang yang cukup besar. Pantai Sayang Heulang memiliki substrat berbatu sehingga merupakan habitat yang sesuai bagi rumput laut. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor ekologis rumput laut dan biodiversitas rumput laut di Pantai Sayang Heulang Kabupaten Garut, Jawa Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah survei lapang di mana penentuan stasiun dilakukan dengan membuat transek garis secara tegak lurus garis pantai. Pengambilan sampel rumput laut dengan menggunakan transek kuadrat 1x1 m2 di sepanjang transek garis pada masing-masing stasiun dimulai dari ditemukannya rumput laut sampai akhir ditemukannya rumput laut. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa faktor-faktor ekologis di Pantai Sayang Heulang baik bagi pertumbuhan rumput laut, biodiversitas rumput laut yang ditemukan sebanyak 25 spesies rumput laut, kelimpahan berkisar 24-64 ind/m2 dan keanekaragaman termasuk kategori sedang (1.469-2.397), keseragaman termasuk kategori sedang (0.631-0.829), dan dominansi termasuk kategori rendah (0.117-0.313). Berdasarkan analisis hasil hubungan antara biodiversitas rumput laut dengan faktor ekologis menunjukkan bahwa faktor-faktor ekologis Pantai Sayang Heulang baik bagi pertumbuhan rumput laut dan biodiversitas rumput laut dilihat dari keanekaragamannya termasuk kategori sedang. | Sayang Heulang Beach is one of the coastal area that is located in the southern side of Java Island which characterized by a high tide. Sayang Heulang Beach has rocky substrate thus it become a suitable habitat for seaweed. This research aimed to find out the ecological factors of seaweed and biodiversity of seaweed in Sayang Heulang Beach, Garut Regency, West Java. The research method used was a field survey method where the determination of station were done by making the line transect which perpendicular to the coastline. Seaweed were collected using a 1x1 m2 square transect along the line at each station which was started from the existence of seaweed until the absence of seaweed. The result of this research showed that ecological factors in Sayang Heulang Beach are optimum for seaweed growth. The total number of seaweed species which found were 25 species, the abundance were 24-64 ind/m2 and the diversity was classified to the medium category (1,469-2,397), the uniformity was classified to the medium category (0,631-0,829) and the dominance was classified to low category (0,117-0,313). Based on the analysis, the relation between biodiversity and ecological factors showed that ecological factors are optimum for seaweed growth and the biodiversity of seaweed is included in the medium category. | |
| 19796 | 22928 | E1A013040 | Gugat Cerai Karena Suami Bau Badan (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Agama Pasuruan No 0590/Pdt.G/2014/PA.Pas) | GUGAT CERAI KARENA SUAMI BAU BADAN (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Agama Pasuruan No.0590/Pdt.G/2014/PA.Pas) Oleh : M. Iqbal Pratama Nim : E1A013040 ABSTRAK Pasal 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 disebutkan bahwa perkawinan ialah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, namun dalam praktik banyak terjadi permasalahan kehidupan rumah tangga yang berakibat perceraian, sehingga tujuan dari perkawinan tersebut tidak tercapai, seperti halnya salah satu perkara mengenai gugat cerai karena suami bau badan yang menyebabkan terjadinya perselisihan, yang terjadi dipengadilan Agama Pasuruan dengan nomor perkara : 0590/Pdt.G/2014/PA.Pas. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pertimbangan Hukum Hakim dalam memutus perkara pada putusan Pengadilan Agama Pasuruan Nomor: 0590/Pdt.G/2014/PA.Pas. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian preskriptif analitis, metode pengumpulan data studi kepustakaan, metode analisis data normatif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pertimbangan hakim dalam memutuskan perkara tersebut sudah tepat berdasarkan pada Pasal 39 ayat(2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan jo Pasal 19 huruf (f) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo Pasal 116 huruf (f) Kompilasi Hukum Islam, sebaiknya hakim tidak mengenyampingkan Pasal 19 huruf (e) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo Pasal 116 huruf (e) Kompilasi Hukum Islam. Kata kunci : Perceraian, Bau Badan | SUFFERING STORIES BECAUSE HUSBAND BODY (Judicial review of the Decision of the Pasuruan Religious Court No. 0590 / Pdt.G / 2014 / PA.Pas) By: M. Iqbal Pratama Nim: E1A013040 ABSTRACT Article 1 of Act Number 1 of 1974 states that marriage is an inner birth bond between a man and a woman as husband and wife with the aim of forming a happy and eternal family (household) based on God Almighty, but in practice there are many life problems households that result in divorce, so that the purpose of the marriage is not achieved, as is the case with a divorce case because of the husband's body odor that occurred in the Pasuruan Religious Court with the number of cases: 0590 / Pdt.G / 2014 / PA. Pas The problem in this study is how the Judge's Legal considerations in deciding cases in the decision of the Pasuruan Religious Court Number: 0590 / Pdt.G / 2014 / PA.Pas. The research method used in this study is a normative juridical approach, prescriptive analytical research specifications, literature study data collection methods, qualitative normative data analysis methods. The results of this study indicate that the judge's decision in deciding the case is appropriate based on Article 39 paragraph (2) of Law Number 1 of 1974 concerning marriage in conjunction with Article 19 letter (f) of Government Regulation Number 9 of 1975 jo Article 116 letter (f) of the Law Compilation Islam, the judge must not exclude Article 19 letter (e) Government Regulation Number 9 of 1975 jo Article 116 letter (e) Compilation of Islamic Law. Keywords: Divorce, Body Odor | |
| 19797 | 22930 | F1D013009 | UPAYA BADAN USAHA MILIK DESA DALAM PENGEMBANGAN OBJEK WISATA REST AREA LEMBAH ASRI DESA SERANG KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN 2016 | Penelitian ini bertujuan untuk; Memahami dan mendeskripsikan upaya BUMDes dalam pengembangan objek wisata Rest Area Lembah Asri Desa Serang Kabupaten Purbalingga, mengetahui dan menjelaskan mengapa hanya objek wisata Rest Area lembah Asri atau D’LAS saja yang dilakukan dalam pengembangan di Desa Serang, memahami dan menjelaskan aktor-aktor yang berperan dan mendominasi dalam pengembangan objek wisata Rest Area Lembah Asri di Desa Serang Kabupaten Purbalingga. Melalui paradigma konstrukstivisme dan perspektif strukturalisme, penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Dengan berlokasi di wilayah Kabupaten Purbalingga khususnya di Desa Serang. Hasil penelitian ini mengungkapkan kenyataan bahwa upaya Badan Usaha Milik Desa dalam pengembangan objek wisata Rest Area Lembah Asri di Desa Serang dilakukan dengan cara mengembangkan objek wisata Rest Area atau D’LAS, sumber daya manusia sebagai pelaku wisata, mengembangkan infrastruktur di lokasi wisata D’LAS seperti mengembangkan tempat lahan parkir baru serta wahana-wahana permainan yang sedang di kembangkan. Dari kegiatan tersebut, terdapat aktor-aktor yang berperan dalam melakukan pengembangan obyek wisata Rest Area Lembah Asri atau yang sekarang lebih dikenal dengan D’LAS. Dalam hal ini, pihak-pihak yang diuntungkan meliputi: 1) Pemerintah Desa Serang; 2) Para pedagang warung yang ada di obyek wisata Rest Area atau D’LAS, para petani dan pedagang stroberi maupun sayuran di Desa Serang; 3) masyarakat lokal di Desa Serang. Sementara faktor pendukung pengembangan di Desa Serang Kabupaten Purbalingga adalah: 1) Adanya potensi pariwisata di Desa; 2) Adanya perhatian Pemerintah Kabupaten Purbalingga melalui kebijakan tentang desa wisata; 3) Letak desa wisata serang yang strategis; 4) partisipasi masyarakat Desa wisata serang. Sedangkan faktor penghambat pengembangan desa wisata serang adalah: 1) sedikitnya dana yang tersedia dalam pengembangan Desa Wisata Serang; 2) rendahnya kualitas sumber daya manusia di Desa Wisata Serang. | The research about Political Village Goverment that focus efforts of Village Owned Enterprises (BUMDes) in developing tourist object of rest area Lembah Asri, Serang Village, Purbalingga Regency in 2016. The aims of the research are:To describe then BUMDes in developing tourist object of rest area Lembah Asri, Serang Village, Purbalingga Regency. Find out and explain why only tourist object of rest area Lembah Asri or D'LAS are carried out in the development in Serang Village. Understanding and explain the actors who play and dominate in developing tourist object of rest area Lembah Asri, Serang Village, Purbalingga Regency. Through the constructivism paradigm and structuralism perspective, this study used qualitative research methods with a case study approach. Located in Purbalingga Regency, especially in Serang Village. The results of this study reveal the fact that the efforts of Village-Owned Enterprises (BUMDEs) in developing Asri Valley Rest Area attractions in Serang Village are carried out by developing Rest Area or D'LAS attractions, human resources as tourism actors, developing infrastructure at tourist sites D'LAS is like developing a new parking lot and games that are being developed. From these activities, there are actors who have a role in developing tourist object of rest area Lembah Asri or D'LAS. In this case, the benefit are: 1) Serang Village Government; 2) Tradesman in Rest Area or D'LAS tourism objects, farmers and traders of strawberries and vegetables in Serang Village; 3) local communities in Serang Village. While the supporting factors of development in Serang Village, Purbalingga Regency are: 1) The existence of tourism potential in the Village; 2) The attention of the Purbalingga District Government through a policy on tourism villages; 3) The location of strategic tourism villages; 4) Society participation in Serang Tourism Village. While the resistor factors for the development of tourist object villages are: 1) Little funds in the development of the Serang Tourism Village; 2) low quality of human resources in Serang Tourism Village. | |
| 19798 | 22932 | A1H011078 | UJI PERFORMANSI MESIN PENGERING TIPE ROTARY MANUAL PADA PROSES PENGERINGAN KACANG TANAH GELONDONGAN (Arachis Hypogaea L.) | Penanganan pascapanen pada komoditas hasil pertanian menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas mutu bahan pangan. Salah satu tahapan penting dalam pengolahan pascapanen adalah pengeringan yang bertujuan mengurangi kadar air pada bahan sampai titik tertentu. Saat ini sudah banyak mesin pengeringan buatan (artificial drying) untuk menggantikan metode pengeringan dengan cara penjemuran. Salah satu mesin pengering buatan ini adalah pengering tipe rotary manual HSF D-50. Penelitian ini bertujuan untuk menguji performansi mesin pengering tipe rotary manual pada pengeringan kacang tanah gelondongan yang meliputi perubahan kadar air, kapasitas optimum, dan daya putar silinder. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknik Pengolahan Pangan dan Hasil Pertanian serta di Laboratorium Alat dan Mesin Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, pada bulan Februari 2018 sampai Mei 2018. Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan pada perlakuan massa dengan taraf 0,5 kg; 1 kg; 1,5 kg; 2 kg; 2,5 kg. Hasil pengamatan selama penelitian menunjukkan bahwa besarnya massa bahan mempengaruhi laju penurunan kadar air dan daya putar mesin. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa laju penurunan kadar air terbesar pada massa bahan 0,5 kg yaitu sebesar 15,02 %/jam. Laju penurunan kadar air terkecil terjadi pada massa bahan 2,5 kg yaitu sebesar 9,77 %/jam. Daya putar mesin paling besar terjadi pada massa 2,5 kg yaitu sebesar 10,65 watt. Massa optimum kacang tanah gelondongan yang direkomendasikan dalam pengeringan dengan mesin pengering tipe rotary manual HSF D-50 adalah 2,5 kg. | Postharvest handling of agricultural commodities becomes an important factor in maintaining the quality of food quality. One of the important stages in postharvest processing is drying which aims to reduce water content in the material to a certain point. Currently there are many artificial drying machines (artificial drying) to replace the drying method by drying. One of these artificial dryers is a manual rotary dryer HSF D-50. The objective of this research is to test the performance of manual rotary type drying machine on drying of groundnut, including changes in water content, optimum capacity, and cylinder rotation. This research was conducted in Laboratory of Food Processing Technique and Agricultural Product and Agricultural Machine and Apparatus Laboratory of Faculty of Agriculture, University of General Soedirman, from February 2018 until May 2018. Data collection in this research was done at mass treatment with 0,5 kg level; 1 kg, 1,5 kg; 2 kg; 2,5 kg. Observations during the study showed that the magnitude of the material mass influenced the rate of decreasing moisture content and engine power. The results showed that the rate of decrease in the largest moisture content in the mass of 0,5 kg material that is equal to 15,02% / hour. The rate of decrease in the smallest water content occurs in the mass of 2,5 kg material that is equal to 9,77% / hour. The largest engine turnover occurs at 2,5 kg mass that is equal to 10,65 watts. The optimum mass of peanut recommended in drying with a manual rotary dryer HSF D-50 is 2,5 kg. | |
| 19799 | 22933 | F1A014089 | STUDI TENTANG PEREMPUAN LANJUT USIA BURUH INDUSTRI BATU BATA DI DESA PANGGISARI KECAMATAN MANDIRAJA KABUPATEN BANJARNEGARA | Setiap manusia harus memiliki kegiatan utama bekerja karena dengan bekerja mereka akan mendapatkan uang yang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Seseorang yang dapat bekerja tidak hanya laki-laki namun juga perempuan, tidak hanya masyarakat yang dalam usia angkatan kerja namun hingga lanjut usia. Seperti yang terlihat di industri pembuatan batu bata di desa Panggisari kecamatan Mandiraja kabupaten Banjarnegara. Pada industri batu bata di Panggisari banyak perempuan yang sudah berusia lanjut menjadi buruh pembuat batu bata. Penelitian ini bertujuan mengetahui lebih dalam tentang perempuan lanjut usia yang memilih menjadi buruh industri batu bata dan mengetahui interaksi yang terbangun di dalam industri antar sesama buruh perempuan dan antara buruh dengan juragan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Informan yang dipilih sebanyak tujuh orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Sementara itu, teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data interaktif (Miles dan Huberman). Hasil dari penelitian ini menjelaskan tentang perempuan lanjut usia yang bekerja sebagai buruh batu bata. Perempuan lanjut usia yang menjadi buruh batu bata memiliki alasan mengapa mereka memilih menjadi buruh batu bata, yaitu karena kurangnya penghasilan yang didapat oleh suami, kemudian memaksa mereka harus bekerja dan karena minimnya pendidikan dan ketrampilan yang dimiliki maka mereka hanya dapat bekerja sebagai pembuat batu bata karena untuk menjadi buruh batu bata tidak memerlukan keahlian khusus. Upah yang sangat minim membuat mereka harus pandai membagi uang untuk dapat mencukupi seluruh kebutuhan. Jika kebutuhan mendesak mereka terpaksa meminjam uang kepada sesama buruh atau kepada pemilik industri. Hubungan atau relasi yang baik antara sesama buruh dan antara buruh dengan pemilik industri membuat mereka dapat saling tolong menolong untuk dapat tetap bertahan hidup ditengah perkembangan zaman yang semakin pesat. | Every human being must have the main activity to work because by working they will get money that can fulfill their needs. Someone who can work not only men but also women, not only people who are in the age of the labor force but to the elderly. As seen in the brick-making industry in Panggisari village, Mandiraja sub-district, Banjarnegara district. In the brick industry in Panggisari many elderly women become brick-making workers. This study aims to find out more about elderly women who choose to become brick industry workers and know the interactions that are built up in the industry among women workers and between workers and employers. This study used qualitative research methods. The selected informants were seven people using purposive sampling technique. Meanwhile, the data analysis technique used in this study is interactive data analysis (Miles and Huberman). The results of this study explain about elderly women who work as brick laborers. Elderly women who become brick laborers have a reason why they choose to be brick laborers, that is because of the lack of income earned by their husbands, then force them to work and because of the lack of education and skills they can only work as brick makers because to be a brick worker does not require special expertise. Very minimal wages make them have to be good at sharing money to be able to meet all needs. If urgent needs they are forced to borrow money from fellow workers or to industrial owners. A good relationship or relationship between fellow workers and between workers and industrial owners allows them to help each other to survive in the midst of increasingly rapid development. | |
| 19800 | 22931 | F1K014006 | PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI DENGAN TEKNIK RANGSANG GAMBAR DAN SUMBANG KATA BERBASIS KEINDAHAN ALAM DI KELAS X MIPA 1 SMA NEGERI 4 PURWOKERTO | Penelitian ini membahas peningkatan keterampilan menulis puisi dengan teknik rangsang gambar dan sumbang kata berbasis keindahan alam di kelas X MIPA 1 SMA Negeri 4 Purwokerto. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran dengan teknik rangsang gambar dan sumbang kata berbasis keindahan alam dalam keterampilan menulis puisi pada siswa kelas X MIPA 1 SMA Negeri 4 Purwokerto dan mengetahui peningkatkan keterampilan menulis puisi dengan teknik rangsang gambar dan sumbang kata berbasis keindahan alam pada siswa kelas X MIPA 1 SMA Negeri 4 Purwokerto. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik tes dan non tes. Teknik tes diberikan melalui latihan menulis puisi berbasis keindahan alam, sedangkan teknik nontes berupa wawancara, angket pratindakan dan angket pascatindakan serta dokumentasi foto. Analisis data yang digunakan yaitu teknik kualitatif dan teknik kuantitatif. Pelaksanaan pembelajaran tahap pratindakan belum menggunakan teknik rangsang gambar dan sumbang kata, teknik pembelajaran yang digunakan adalah teknik ceramah. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa keterampilan menulis puisi pada tahap pratindakan mencapai nilai rata-rata 70,1 dalam kategori baik. Setelah itu dilakukan tindakan dengan teknik rangsang gambar dan sumbang kata pada siklus I, nilai rata-rata yang dicapai sebesar 84,03 dalam kategori baik. Kemudian dilakukan lagi tindakan pada siklus II mencapai nilai rata-rata 90,14 dalam kategori sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pembelajaran dengan teknik rangsang gambar dan sumbang kata di kelas X MIPA 1 SMA Negeri 4 Purwokerto berjalan lancar dan dapat meningkatkan keterampilan menulis puisi. | This study discusses the improvement of poetry writing skills with image stimulation technique and discordant words based on natural beauty in X Grade MIPA 1 State Senior High School 4 Puwokerto.The purpose of this study are describe the implementation of learning with image stimulation technique and discordant words based on natural beauty in poetry writing skills for students of X Grade MIPA 1 State Senior High School 4 Puwokerto and knowing the improvement of poetry writing skills with image stimulation technique and discordant words based on natural beauty in X Grade MIPA 1 State Senior High School 4 Puwokerto. The preaction learning stage has not used image stimulation technique and discordant word, the learning technique used is lecture technique. Data collection techniques in this study use test and non-test techniques. Test techniques were given through exercises of writing poetry based on natural beauty, and the nontest technique consisted of interview, preaction questionnaires and postaction questionnaires and photo documentation.Data analysis used is qualitative technique and quantitative technique.Based on the results of the study it can be known that poetry writing skill in the pre-action stage reach an average score of 70.1 in the good category. After that action was taken with image stimulation technique and discordant words based on natural beauty in cycle I, the average score achieved was 84.03 in the good category. Then again the actions in cycle II reached an average score of 90.14 in the very good category. Based on the results of this study it can be concluded that the implementation of learning with image stimulation techniques and discordant words based on natural beauty in X Grade MIPA 1 State Senior High School 4 Puwokerto runs smoothly in accordance with the learning implementation plan and can improve poetry writing skill. |