Artikelilmiahs

Menampilkan 19.721-19.740 dari 50.084 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1972122870G1D014077PENGARUH SEJARAH CUCI TANGAN TERHADAP PERUBAHAN SIKAP CUCI TANGAN MAHASISWA JURUSAN KEPERAWATAN FIKES UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMANLatar Belakang: Cuci tangan adalah salah satu tindakan yang penting. Sebagai calon tenaga kesehatan, mahasiswa harus memiliki sikap cuci tangan yang baik. Melalui sejarah diharapkan dapat mengubah sikap cuci tangan mahasiswa menjadi lebih baik.
Tujuan: Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh sejarah cuci tangan terhadap perubahan sikap cuci tangan mahasiswa Jurusan Keperawatan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman.
Metode: Penelitian ini merupakan quasi experiment menggunakan desain pre and post test design with control group. Pengambilan sampel menggunakan sampel total sampling. Sampel berjumlah 54 orang dan dibagi dalam 2 kelompok, yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Analisis data menggunakan uji t berpasangan dan uji t tidak berpasangan.
Hasil: Kedua kelompok memiliki komposisi karakteristik jenis kelamin yang sama. Rerata nilai pre-test dan post-test kelompok intervensi yaitu 58,44 (SD ±5,976) dan 65,52 (SD ±4,116). Rerata nilai pre-test dan post-test kelompok kontrol yaitu 60,41 (SD ±5,294) dan 60,78 (SD ±5,056). Hasil uji t berpasangan pada nilai sikap cuci tangan pre-test dan post-test kelompok intervensi menunjukkan terdapat perbedaan nilai sikap yang signifikan (p=0,000). Sedangkan hasil uji t berpasangan pada nilai sikap cuci tangan pre-test dan post-test kelompok kontrol menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan (p= 0,778). Hasil uji t tidak berpasangan pada nilai sikap cuci tangan kedua kelompok menunjukkan terdapat perbedaan nilai sikap cuci tangan yang bermakna (p=0,021).
Kesimpulan: Sejarah cuci tangan berpengaruh dalam meningkatkan perubahan sikap cuci tangan pada mahasiswa Jurusan Keperawatan.
Background: Handwashing are one of the important things to do. Students have to positive handwashing attitudes. The history of handwashing is expected to change students's handwashing attitudes to be better.
Purpose: The study aimed to determine the effect of the handwashing of history on the handwashing attitudes of students of Nursing Major, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University.
Methods: This research was a quasy experiment used pre and post test design with control group design. The sampling technique used total sampling. The sample were 54 students and divided into intervention group and control group. Data analysis used paired t test and unpaired t test.
Results: The two groups were similar in respondent characteristic’s (p > 0,05). The mean score of pre-test and post-test of the intervention group were 58.44 (SD ± 5.976) and 65.52 (SD ± 4.116). The mean score of pre-test and post-test control group were 60.41 (SD ± 5.294) and 60.78 (SD ± 5.056). The results of paired t test on pre-test and post-test of intervention group showed significant difference on the value of attitudes (p = 0,000). While paired t test on test results on pre-test and post-test of control group showed that there was no difference (p = 0,788). The result of paired t test of both groups showed that there was significant difference on the value of attitudes (p = 0,021).
Conclusion: The history of handwashing improved handwashing attitudes on nursing students.
1972222871C1A013042FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PEREMPUAN BERSTATUS MENIKAH UNTUK BEKERJA DI WILAYAH KELURAHAN KARSAMENAK, KECAMATAN KAWALU, KOTA TASIKMALAYAPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendapatan suami, jumlah jam kerja suami, umur, tingkat pendidikan, jumlah tanggungan keluarga, dan adanya asisten rumah tangga terhadap keputusan perempuan berstatus menikah untuk bekerja di wilayah Kelurahan Karsamenak, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan teknik survei, dilakukan dengan metode kuesioner dan wawancara langsung kepada 98 sampel perempuan berstatus menikah di Kelurahan Karsamenak. Ukuran sampel ditentukan dengan rumus Slovin. Teknik analisis data menggunakan alat analisis regresi logistik biner.
Hasil analisis menunjukkan bahwa pendapatan suami dan jumlah tanggungan keluarga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan perempuan berstatus menikah untuk bekerja di wilayah Kelurahan Karsamenak, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya. Variabel umur berpengaruh negatif dan signifkan terhadap keputusan perempuan berstatus menikah untuk bekerja di wilayah Kelurahan Karsamenak, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya. Jumlah jam kerja suami, tingkat pendidikan dan adanya asisten rumah tangga tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan perempuan berstatus menikah untuk bekerja di wilayah Kelurahan Karsamenak, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya.
Implikasi yang ditemukan dalam penelitian ini adalah perlu adanya peningkatan kualitas sumber daya manusia dengan cara pelatihan keterampilan tertentu, agar perempuan yang berpendidikan rendah dapat membantu perekonomian keluarga dengan keterampilan yang dimiliki. Semakin tinggi tingkat pendidikan, maka seseorang harus mampu menangkap kesempatan ekonomi yang lebih baik di sekitarnya sekaligus meningkatkan mutu kerjanya. Mengikuti program keluarga berencana (KB) untuk mengurangi beban jumlah tanggungan.
This study aimed to analyze the influence of husband's income, the number of husband's working hours, age, education level, the number of family dependents, and the presence of a household assistant to the decision of married women to work in the region Kelurahan Karsamenak Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya. This research used survey technique, conducted by questionnaire method and direct interview to 98 samples of married woman in Kelurahan Karsamenak. The samples size is determined by the Slovin formula. Data analysis techniques use binary logistic regression.
The result of the analysis showed that husband's income and the number of family dependent had positive and significant influence on the decision of married woman to work in the region Kelurahan Karsamenak Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya. Age had negative and significant effect on the decision of married woman to work in the region Kelurahan Karsamenak Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya. Level of education and the presence of the household assistant had positive and insignificant effect on the decision of married woman to work in the region Kelurahan Karsamenak Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya.
The implication in this research is the need to improve the quality of human resources by means of certain skill training, so that the low educated women can help the family economy with the skills they have. The higher the level of education, then one must be able to capture better economic opportunities around it while improving the quality of its work. Following Keluarga Berencana (KB) program to reduce burden of dependents.
1972322872H1L011052Rancang Bangun Sistem Informasi Monitoring Tugas Akhir Berbasis WebSalah satu syarat terakhir dalam pendidikan akademis mahasiswa adalah melakukan penelitian ilmiah yang dituangkan ke dalam bentuk tugas akhir. Secara umum, proses tersebut dimulai dari mahasiswa mengajukan proposal tugas akhir kepada dosen, dan selesai ketika nilai sudah di verifikasi. Setiap tugas akhir memiliki batas waktu, apabila melebihi batas waktu yang ditentukan, konsekuensinya adalah perpanjangan semester hingga yg terberat adalah drop out. Proses tugas akhir seringkali berjalan tidak sesuai dengan jadwal, dikarenakan monitoring tugas akhir yang lemah. data monitoring tugas akhir saat ini masih disimpan secara manual dan mengalami kesulitan dalam pencarian data, sehingga monitoring tidak bisa dilakukan setiap saat. Oleh karena itu, kebutuhan terhadap sistem tidak hanya menggantikan proses manual dalam pengajuan tugas akhir, tetapi juga mempunyai fungsi dalam melakukan monitoring tehadap progress tugas akhir setiap mahasiswa. Hasil penelitian ini berupa rancang bangun sistem informasi monitoring tugas akhir berbasis web.One of the undergraduate students requirements to accomplish their academic phase is executing scientific research which is derived into a final assignment. Generally, that process starts from ndergraduate student’s proposal submission and ends until its score is verified. Furthermore, each final assignment has time period. If it exceeds the determined schedule, study prolongation or drop out options should be taken. Final assignnment production process often exceeds the time period as undergraduate students have weak monitoring system. Additionally, final assignment monitoring system data is now stored manually and cannot be accessed anytime, thus comissions frequently find difficulties in the data searching phase. Accordingly, the need for the system will not only alter the manual process of final assignment submission, but also helps to monitor student’s final assignment production progress. The output of this research is the prototype of web-based final assignment monitoring information system.
1972422873F1K014011TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM IKLAN TOKO DARING DI SITUS WEB YOUTUBEPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis dan fungsi tindak tutur ilokusi yang terdapat dalam iklan toko daring di situs web Youtube. Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan data berupa iklan toko daring di situs web Youtube yang diunggah pada periode Januari – April 2018. Pada periode tersebut, terdapat empat belas iklan yang dipilih sebagai data karena di dalamnya mengandung tuturan dan situasi tutur. Penelitian ini menggunakan metode simak dalam mengumpulkan data. Teknik yang digunakan adalah teknik sadap sebagai teknik dasar serta teknik catat dan rekam sebagai teknik lanjutan. Data dianalisis menggunakan metode padan pragmatis yang alat penentunya berupa mitra tutur, yaitu penyimak. Terdapat empat jenis tindak tutur ilokusi yang ditemukan dalam penelitian ini, yaitu jenis ilokusi asertif, direktif, komisif, dan ekspresif. terdapat satu jenis tindak ilokusi yang tidak ditemukan dalam penelitian ini, yaitu tindak ilokusi deklaratif. Terdapat tiga fungsi ilokusi yang ditemukan dalam penelitian ini, yaitu fungsi ilokusi competitive, fungsi ilokusi convival, dan fungsi ilokusi collaborative. Terdapat satu fungsi ilokusi yang tidak ditemukan dalam penelitian ini, yaitu fungsi ilokusi conflictive.This research aims to describe the type and function of illocution speech act found in online store advertising at the Youtube website. The form of this research is descriptive qualitative, with data in the form of online store ads on Youtube website uploaded in the period January – April 2018. In that period, there are fourteen ads selected as data because it contains speech and speech situation. This research uses observation method to collect the data. Technique used is tapping as a basic technique as well as note and record as an advanced technique. The data are analyzed by using pragmatics identity method whose determinant instrument the speech opponent is named listener. There are four types of speech acts of illocution found in this study, namely the type of assertive, directive, commissive, and expressive. There is on type of illocution which is not found in this research, that is declarative illocution. There are three functions of illocution found in this research, namely the function of competitive illocution, the function of convival illocution, the function of collaborative illocution. There is one function not found in this research, that is the fuction of conflictive illocution.
1972525728H1F014026GEOLOGI DAN KARAKTERISTIK BATUGAMPING SEBAGAI
BAHAN BAKU SEMEN DAERAH SUMBERARUM DAN SEKITARNYA KECAMATAN KEREK KABUPATEN TUBAN JAWA TIMUR
Sari - Kajian geologi dan analisis kualitas batugamping sebagai bahan dasar semen portland dilakukan di kuari PT. Semen Indonesia, di Daerah Sumberarum dan sekitarnya, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa timur. Kajian geologi dilakukan untuk mengetahui tatanan geologi daerah penelitian yang bertindak sebagai kontrol yang bertanggung jawab terhadap karakteristik batugamping baik itu secara fisik maupun kimia, dalam kajian geologi data yang digunakan merupakan data sekunder berupa penelitian terdahulu. Tujuan utama dari penelitian tugas akhir ini adalah untuk menentukan dan mengetahui satuan geomorfik, stratigrafi daerah penelitian, struktur geologi, sejarah geologi, penyebaran kualitas batugamping, dan kualitas batugamping sebagai bahan dasar semen. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian tugas akhir ini adalah studi literatur dan metode survei dengan teknis analisis deskriptif yaitu suatu metode penelitian yang diadakan untuk memperoleh fakta dari gejala-gejala yang ada dan mencari keterangan secara faktual di lapangan, yaitu analisa data lapangan, analisa geomorfologi, analisa petrografi, analisa stratigrafi, analisa struktur geologi, dan analisa kandungan kimia. Satuan geomorfologi daerah penelitian terdiri dari Satuan Perbukitan Karst (K2) yang dicirikan dengan adanya bukit-bukit sisa pelarutan (karstifikasi) yang cukup signifikan, endapan-endapan hasil pelapukan. Pada daerah penelitian satuan batuan yang tersingkap berupa batugampig kristalin dan batugamping terumbu, yang dikelompokkan menjadi fasies grainstone dan packstone yang merupakan pembagian berdasarkan lithofasiesnya. Satuan tersebut terbentuk pada kala umur Pliosen dan Miosen Tengah (middle miocene) yang disetarakan dengan Formasi Paciran dan Formasi Tuban. Lingkungan pengendapan satuan ini adalah lingkungan laut dangkal (neritik dalam-neritik tengah). Formasi ini tidak selaras terhadap formasi sebelumnya. Pada daerah penelitian telah dijadikan sebagai tambang batugamping untuk bahan dasar semen. Batugamping pada daerah penelitian dapat dibedakan menjadi batugamping kualitas baik dan kualitas buruk berdasarkan kandungan CaO dan MgO. Batugamping dengan kadar CaO (> 48%) dan kadar MgO yang tinggi (< 6%) dapat diklasifikasikan sebagai batugamping kualitas baik sebagai bahan dasar pembuatan semen Portland.Abstrack - Geology and analisys of limestone quality as a raw material of portland cement conducted in Quarry XI PT. Semen Indonesia, Sumberarum and surrounding Kerek, District Tuban, Province of East Java. Geological studies conducted to determine the order of geological research area that acts as a control that is responsible for the limestone characteristic both physically and chemically. In geological study, the data that is used is secondary data from previous research. The main goal of this research is to determine and recognize the geomorphic units, regional stratigraphic, structural geology, historical geology, deployment of limestone quality, and limestone quality as basic materials for cement. The research methodology used in this research is the study of literature and technical survey method with descriptive analysis is a researh method that is held to obtain the facts of phenomena that exist and seek factual information in the field, that is analysis of field data, geomorphological analysis, petrographic analysis, stratigraphic analysis, analysis of geological structure and chemical content analysis. Geomorphology unit in the research area consist of Karst hills unit (K2) which is characterized by hills that show significant dissolution, deposits result from weathering. In the study area, the revealed rock unit are crystalline limestones and reef limestones, which are grouped into facies of grainstone and packstone which are divisions based on their lithofacial. The unit is formed at the time of the Pliocene and Middle Miocene age which is equal based on the paciran and tuban formation. That units was deposited in shallow marine (Inner Neritic-Middle Neritic) environment. It was interfingering upper the previous formation. Research area has been used as a limestone quarry for cement raw materials. Limestone in the research area can be divided into good quality and poor quality based on the content of CaO and MgO. Limestones with CaO (> 48%) and MgO (> 6%) can classified of limestone with high quality as a raw materials of portland cement industry.
1972622875F1K014005TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM ACARA TAHLILAN DI DESA LEMBERANG KECAMATAN SOKARAJA KABUPATEN BANYUMASArifin, Nur. 2018. “Tindak Tutur Ilokusi dalam Acara Tahlilan di Desa Lemberang Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas”. Skripsi. Fakultas Ilmu Budaya. Universitas Jenderal Soedirman
Penelitian ini berjudul “Tindak Tutur Ilokusi dalam Acara Tahlilan di Desa Lemberang Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis tindak tutur ilokusi dan fungsi tindak tutur ilokusi pada acara tahlilan di Desa Lemberang Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas. Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif
Data dalam penelitian ini adalah tuturan yang mengandung jenis dan fungsi tindak tutur ilokusi. Sumber data penelitian ini adalah tuturan masyarakat pada acara tahlilan di Desa Lemberang Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas.Penyediaan data dalam penelitian ini menggunakan metode simak dengan teknik dasar sadap dan teknik lanjutan berupa rekam dan catat. Penelitian ini menggunakan metode padan pragmatis dengan teknik dasar pilah unsur penentu dan teknik lanjutannya berupa teknik hubung banding membedakan
Berdasarkan hasil analisis, bahwa dalam penelitian ini ditemukan 30 tuturan yang mengandung tindak tutur ilokusi yang terdiri dari 26 jenis tindak tutur ilokusi dan 6 fungsi tindak tutur ilokusi. Dua puluh enam jenis tindak tutur tersebut yaitu:menyatakan,berspekulasi,melapor,mengakui,mengajak, mendesak, memberikan aba-aba, memohon, menyarankan, memuji, menyanjung, mengucapkan terima kasih, mengeluh, menyalahkan, mengancam, menyatakan kesanggupan, memutuskan,dan melarang. Kemudian Enam fungsi tindak tutur tersebut yaitu :memarahi, menuntut,menyenangkan, mengucapkan selamat, mengumumkan, dan memarahi.Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa tindak tutur yang sering muncul dalam acara tahlilan adalah tindak tutur ilokusi representatif.
Kata Kunci: tindak tutur ilokusi, jenis tindak tutur ilokusi, fungsi tindak tutur
Arifin, Nur. 2018. "Acts of Illocutionary Speeches in the Tahlilan event in Lemberang Village, Sokaraja District, Banyumas Regency". Essay. Faculty of Humanities. Jenderal Soedirman University

This study is entitled "Acts of Ilocutionary Speech in the Tahlilan event in Lemberang Village, Sokaraja District, Banyumas Regency". This study aims to describe the types of illocutionary speech acts and the function of illocutionary speech acts in the tahlilan event in Lemberang Village, Sokaraja District, Banyumas Regency. The type of this research is descriptive qualitative

The data in this study are utterances that contain types and functions of illocutionary speech acts. The source of this research data is the speech of the community at the tahlilan event in Lemberang Village, Sokaraja Subdistrict, Banyumas Regency. The data collection in this study uses the observational method with basic tapping technique and advanced technique such as recording and note taking. This study uses a pragmatic equivalent method with basic technique to divide the determinants and advenced techniques in the form of differential connect- appeal technique

Based on the results of the analysis, it can be found that there are 30 utterances containing illocutionary speech acts which consist of 26 types of illocutionary speech acts and 6 illocutionary speech acts. Twenty-six types of speech acts are: stating, speculating, reporting, acknowledging, ordering, inviting, urging, giving orders, asking, suggesting, praising, flattering, thanking, complaining, blaming, complaining, threatening, declaring ability, deciding,and prohibiting. Then the six functions of speech acts are: scolding, demanding, pleasing, congratulating, announcing, and scolding. It therefore be concluded that the speech acts that often appear in the tahlilan event are representative illocutionary speech acts.


Keywords: illocutionary speech act, types of illocutionary speech act, speech act functions
1972722876G1A014075Kecemasan Mahasiswa Program Sarjana Kedokteran Unsoed dalam Menghadapi Ujian Student Oral Case Analysis (SOCA)Latar Belakang. Besarnya kecemasan pada mahasiswa kedokteran dapat menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap fisik dan psikologis mahasiswa. Ujian Student Oral Case Analysis (SOCA) merupakan ujian yang dianggap paling membuat cemas oleh mahasiswa Program Sarjana Kedokteran Unsoed.
Tujuan. Mengetahui hal-hal yang menjadi penyebab kecemasan pada mahasiswa Program Sarjana Kedokteran Unsoed dalam menghadapi ujian Student Oral Case Analysis (SOCA).
Metodologi Penelitian. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif dengan metode wawancara mendalam. Subyek dalam penelitian ini adalah 5 informan utama yang merupakan mahasiswa Program Sarjana Kedokteran Unsoed dan 1 orang informan pendukung.
Hasil dan Pembahasan. Peneliti menemukan besarnya motivasi orang tua, kurangnya pengetahuan mahasiswa tentang konsep ujian SOCA, kurangnya persiapan mahasiswa, adanya subjektivitas penguji, serta rasa malu terhadap penguji mempengaruhi kecemasan ujian mahasiswa. Cara belajar mahasiswa tidak mempengaruhi kecemasan mahasiswa dalam menghadapi ujian SOCA secara langsung. Mahasiswa menunjukkan beragam bentuk manifestasi kecemasan. Terdapat berbagai cara yang dilakukan mahasiswa dalam menghadapi kecemasan saat ujian SOCA. Tetapi, masih ada mahasiswa yang belum menemukan cara untuk mengatasi kecemasannya.
Kesimpulan. Faktor-faktor yang mempengaruhi kecemasan mahasiswa Program Sarjana Kedokteran Unsoed dalam Menghadapi Ujian SOCA adalah besarnya arahan dan dukungan orang tua, kurangnya pengetahuan mahasiswa tentang konsep ujian SOCA, kurangnya persiapan mahasiswa, adanya subjektivitas penguji, serta rasa malu terhadap penguji.
Background. The enormity of anxiety on medical students can negatively affect students’ physical and psychological. Student Oral Case Analysis (SOCA) is a test that is considered to be the most worrisome for medical undergraduate students at Jenderal Soedirman University. The purpose of this study is to determine the factors of Jenderal Soedirman University medical undergradute students’s anxiety in facing Student Oral Case Analysis (SOCA) examination.
Method. This study used a qualitative research design with in-depth interviews. Subjects in this study are five main informants who are medical undergraduate students at Jenderal Soedirman University and one subordinate informant.
Results and Discussion. The results showed parents’ motivation, the lack of students’ knowledge about the test, the lack of students’ preparation, examiners’ subjectivity, and student’s mortification affected students’ test anxiety. Learning style didn’t directly affect students’ anxiety. Students showed variety symptoms of anxiety. There were several things students done to cope with their anxiety however, there was still students who haven’t found it yet.
Conclusion. This study identified the factors of students’ SOCA test anxiety were the parents’ direction and support, the lack of students’ knowledge about the test, the lack of students’ preparation, examiners’ subjectivity, and student’s mortification.
1972822877G1B014015IMPLEMENTASI CLINICAL RISK MANAGEMENT (CRM) DI UNIT GAWAT DARURAT RSUD BANYUMAS TAHUN 2017 Latar Belakang : Keselamatan pasien adalah sistem di rumah sakit yang membuat asuhan pasien lebih aman. Sistem tersebut meliputi penilaian risiko, identifikasi dan pengelolaan hal yang berhubungan dengan risiko pasien, pelaporan dan analisis insiden, kemampuan belajar dari insiden dan tindak lanjutnya serta implementasi solusi untuk meminimalkan timbulnya risiko. Manajemen risiko adalah mengurangi sejauh mungkin kesalahan dan kecelakaan, serta mengurangi serendah mungkin outcome yang buruk bagi pasien.

Metodologi : Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif evaluatif. Informan dalam penelitian ini yaitu 4 orang tenaga kesehatan, 2 orang stakeholder dan 2 orang Komite RS yang dipilih berdasarkan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan yaitu analisis konten.

Hasil Penelitian : Didapatkan empat tema global yaitu, input implementasi yang masih kurang baik, proses implementasi yang sudah cukup baik tetapi masih terdapat kendala, output implementasi masih terdapat kekurangan, pelaksanaan implementasi yang masih terdapat kendala, peran pemangku kebijakan terhadap strategi dalam implementasi.

Kesimpulan : Implementasi CRM di IGD RSUD Banyumas sudah cukup baik dan dapat memberikan manfaat bagi sumber daya manusia, namun masih ada beberapa kekurangan.
Background: Patient safety is a system in hospital to make patient care safer. The system includes risk assessment, identification and management of patient risk, incident analysis and report, capability of learning from an incident and its follow-up, and solution implementation to minimize risk. Risk management is reducing mistakes and accidents as low as possible, and minimizing possible worst outcome for patient.
Methodology: This research is an evaluative descriptive qualitative research. Informants in this research are 4 health workers, 2 stakeholders, and 2 Hospital committee chosen using purposive sampling method. The techniques used for data collection are in-depth interview, observation, and documentation. Data analysis used is content analysis.
Result: Four global themes obtained are: input implementation is still not good; implementation process is good enough but there are some obstacles; output implementation has some drawback; implementation of programs has some obstacles; role of policy makers for strategy in implementation.
Conclusion: CRM implementation in Emergency Room of RSUD Banyumas is passable and could provide some benefits to its human resources, however some drawbacks still exist in the implementation.
1972922878E1A113119PROSEDUR DAN KRITERIA DALAM PELAKSANAAN ROTASI JABATAN PERANGKAT DESA DI KABUPATEN BANYUMASSkripsi ini berjudul : “Prosedur dan Kriteria dalam Pelaksanaan Rotasi Jabatan Perangkat Desa di Kabupaten Banyumas”. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan mengkaji prosedur serta menjelaskan kriteria pelaksanaan rotasi jabatan perangkat desa di Kabupaten Banyumas. Permasalahan yang akan dibahas adalah bagaimana prosedur pelaksanaan rotasi jabatan perangkat desa di Kabupaten Banyumas dan bagaimana kriteria pelaksanaan rotasi jabatan perangkat desa di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dan mengkaji bagaimana prosedur pelaksanaan rotasi jabatan perangkat desa di Kabupaten Banyumas serta menjelaskan kriteria dalam pelaksanaan rotasi jabatan perangkat desa di Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari Bahan Hukum Primer, Bahan Hukum Sekunder dan Bahan Hukum Tersier.
Hasil penelitian yang diperoleh, yakni prosedur pelaksanaan rotasi jabatan dimulai dengan kepala desa membentuk panitia khusus, panitia melaksanakan rotasi jabatan, hasil rotasi disampaikan kekepala desa, kemudian kepala desa meminta rekomendasi camat, setelah rekmendasi camat didapat segera dilaksanakan pelantikan. Apabila rekomendasi tidak didapat maka rotasi diulang. Pelaksanaan rotasi jabatan berdasarkan kriteria dengan melakukan penilaiain kinerja. Penilaian tersebut meliputi masa kerja, jenjang pendidikan, prestasi kerja, loyalitas, presentasi di hadapan Panitia Seleksi dan Kepala Desa.
This thesis is entitled: "Procedures and Criteria in the Implementation of Village Device Position Rotation in Banyumas Regency". This research was conducted to find out and review the procedures and explain the criteria for rotating the position of village officials in Banyumas Regency. The problems that will be discussed are how the procedures for rotating the position of village officials in Banyumas Regency and how the criteria for the rotation of village officials in Banyumas Regency are carried out. This research was conducted with the aim to find out and examine how the procedures for rotating the position of village officials in Banyumas Regency and explain the criteria for implementing rotations in the village apparatus in Banyumas Regency. The research method used is a normative juridical method with a legislative approach. The type of data used is secondary data consisting of Primary Legal Materials, Secondary Legal Materials and Tertiary Legal Materials.
The research results obtained, namely the procedure for the implementation of job rotation begins with the village head forming a special committee, the committee carries out job rotation, the results of rotation are delivered to the head of the village, then the village head requests a subdistrict recommendation, after the subdistrict Headquarters is received the appointment is immediately held. If the recommendation is not obtained then the rotation is repeated. Position rotation is based on criteria by assessing performance. These assessments include tenure, education level, work performance, loyalty, presentation before the Selection Committee and Village Heads.
1973025686F1C015037Komunikasi Antarpribadi Aide Teacher Dengan Siswa Slow Learner Dalam Proses Belajar Pada Kelas Inklusif Di SMP Al-Irsyad PurwokertoPenenlitian ini bertujuan untuk mengetahui serta menjelaskan pola komunikasi antarpribadi aide teacher dengan siswa slow learner di SMP Al-Irsyad Purwokerto. Predikat anak berkebutuhan khusus pastilah membuat proses komunikasi menjadi terhambat. Proses komunikasi yang terjadi memiliki ciri khas tersendiri sesuai kemampuan siswa slow learner. Pada penelitian ini, digunakan teori interaksi simbolik untuk menganalisis temuan hasil penelitian. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Informan penelitian ditentukan dengan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis data Miles dan Huberman.
Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa proses komunikasi yang terjadi antara aide teacher dan siswa slow learner menggunakan interaksi simbolik. Komunikasi yang digunakan adalah pemberian simbol untuk mengganti kalimat yang dianggap rumit. Setiap siswa slow learner memiliki tingkat pemahaman terhadap pesan yang berbeda sesuai kategori yang mereka dapatkan. Selain itu siswa slow learner juga menggunakan komunikasi nonverbal berupa gerak tubuh, dan ekspresi wajah. Aide Teacher mendampingi siswa slow learner pada mata pelajaran yang berbeda sesuai kemampuan mereka. Hambatan yang kerap ditemui aide teacher adalah mood dari masing-masing siswa slow learner yang tidak mudah untuk ditebak. Serta untuk menyatukan pemikiran dibutuhkan waktu yang lama.
Kata kunci: komunikasi antarpribadi, slow learner, interkasi simbolik.



This research aims to disclose and explain the patterns of interpersonal communication between aide teacher and slow learner students in SMP Al-Irsyad Purwokerto. The predicate as a diffable person obviously obstructs the process of communication; as its result, the communication that occurs has its own characteristics based on the ability of slow learner students. This research applies the theory of symbolic interactionism in order to analyze the findings of the research. This research applies descriptive qualitative method; meanwhile the informants of this research are chosen by employing purposive sampling method. The data are acquired by conducting in-depth interview, observation, and documentation. The data are analyzed by employing Miles and Huberman’s data analysis method.
The results of this research show that the process of communication between aide teacher and slow-learner students comes in the form of symbolic interaction. The use of symbols become a medium to replace difficult vocabularies. Every slow learner student has different level of understanding based on their categories. In addition, slow learner students also use non-verbal communications in the forms of body language and facial expression. Aide Teacher accompanies slow learner students in various lessons according to his/her skill. The obstacle that the aide teacher often face is the unpredictable mood of each slow learner students, and the time needed to synchronize both the mind of aide teacher and slow learner students.
Keywords: interpersonal communication, slow learner, symbolic interactionism.



1973122880B1J013085KEKERABATAN Streptomyces spp. YANG BERSIFAT ANTIBAKTERI BERDASARKAN GEN NONRIBOSOMAL PEPTIDE SYNTHETASEBakteri Streptomyces spp. asal rhizosfer tanaman mangrove Bruguiera sp., Sonneratia sp., Rhizophora sp., Aegiceras corniculatum dan Avicennia marina telah berhasil diisolasi. Bakteri Streptomyces spp. tersebut terbukti menghasilkan aktivitas antibakteri yang mampu menghambat pertumbuhan Stapylococcus aureus dan Eschericia coli. Seleksi isolat potensial dilakukan berdasarkan pada tingginya kemampuan isolat dalam memproduksi aktivitas antibakteri. Sebanyak lima isolat potensial dianalisis lebih lanjut pada tahap molekuler dan kekerabatan spesies.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi adanya gen Nonribosomal Peptide Synthetase (NRPS) pada bakteri Streptomyces spp. yang mampu menghambat pertumbuhan S. aureus dan E. coli, mengetahui karakteristik gen tersebut dan mengetahui hubungan kekerabatan isolat Streptomyces spp. berdasarkan gen penyandi NRPS. Deteksi gen NRPS dilakukan melalui tahapan isolasi DNA bakteri Streptomyces potensial, amplifikasi gen NRPS melalui teknik PCR, elektroforesis gel, sekuensing DNA, analisis sekuen DNA menggunakan software BioEdit, analisis prediksi produk metabolit sekunder menggunakan program AntiSmash dan analisis filogenetik menggunakan program MEGA.
Hasil analisis menunjukkan 5 isolat yang diteliti terdeteksi memiliki gen NRPS, dengan ukuran nukleotida sekitar 700 bp. Sebanyak 3 isolat berhasil terkualifikasi untuk dianalisis sekuensing. Berdasarkan jarak genetik pada sekuen setiap isolat, isolat Streptomyces sp. E401, Streptomyces sp. E403, dan Streptomyces sp. E461 memiliki nilai kekerabatan yang cukup dekat karena memiliki nilai jarak genetik 0,4-0,6. Hasil analisis sekuen homolog dapat digunakan untuk prediksi metabolit sekunder Streptomyces spp. Secara umum, prediksi sekuen NRPS Streptomyces spp. memiliki homologi dengan beberapa klaster gen, meliputi Streptomycin biosynthetic gene cluster dan Syringomycin biosynthetic gene cluster. Prediksi metabolit sekunder yang dihasilkan menunjukkan Streptomisin dan Siringomisin.

Kata Kunci : Streptomyces, kekerabatan, gen NRPS, antibakteri, metabolit sekunder
Streptomyces spp. bacteria obtained from. Bruguiera sp., Sonneratia sp., Rhizophore sp., Aegiceras corniculatum and Avicennia marina mangrove plants rhizosfer were isolated. Those Streptomyces spp. bacteria positively produced antibacterial activity that capable to inhibit the growth of Staphylococcus aureus and Escherichia coli. Selection of potential isolates was performed based on the high ability of isolates to produce antibacterial activity. Five potential isolates were further analyzed at the molecular and genetic relationship levels.
This study aims to detect Non Ribosomal Peptide Synthetase (NRPS) encoding gene in Streptomyces spp. bacteria capable to inhibit the growth of S. aureus and E. coli, to know their gene characters and genetic relationship based on NRPS encoding gene. The research was performed by following steps: DNA isolation of potential Streptomyces spp. bacteria, Amplification of NRPS gene using PCR technique, Gel electrophoresys, DNA sequencing, Analysis of DNA sequence using BioEdit software, prediction analysis of secondary metabolite products using AntiSmash program and Phylogenetic analysis using MEGA program.
The analysis showed that 5 isolates studied had NRPS encoding genes, with nucleotide size around 700 bps. Three isolates were successfully qualified for sequencing analysis. Based on genetic distance in each isolate sequence, Streptomyces sp. E401, Streptomyces sp. E403, and Streptomyces sp. E461 isolates showed high similarity because they had 0.4-0.6 genetic distance value. The homologous sequence analysis results can be used to predict secondary metabolites generated from Streptomyces spp. In general, predicted sequences have homology in several clusters of genes, including Streptomycin biosynthetic gene cluster and Syringomycin biosynthetic gene cluster. The secondary metabolites synthesized were predicted as Streptomycin and Siringomycin.

Keywords: Streptomyces, genetic relationship, NRPS gene, antibacterial, secondary metabolites
1973222881F1A013053Guru Swasta: Bertahan dalam PengabdianArtikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan motif guru yang belum bersertifikasi tetap bertahan sebagai guru dan bagaimana usaha mereka bertahan dalam statusnya sebagai guru swasta yang belum bersertifikasi. Penelitian dilakukan di SMA Veteran Purwokerto. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Sasaran penelitian berjumlah tiga orang yang ditentukan dengan menggunakan purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motif bertahan guru adalah untuk mengisi waktu luang mereka di rumah dan juga mendapat stasus sosial di masyarakat. Selain itu, hubungan sosial antarguru menjadi pendorong utama guru untuk tetap bertahan di SMA Veteran Purwokerto. Agar dapat tetap bertahan masing-masing guru memiliki usaha bertahan yang berbeda-beda, diantaranya mengandalkan penghasilan suami, mencari penghasilan tambahan dan mengikuti workshop dan MGMP sebagai pengembangan diri.This article aims to describe the motives of teachers who have not been certified to remain as teachers and how their effort to survive in their status as private teachers who have not been certified. The study was conducted at Veteran High School Purwokerto. The method used is qualitative descriptive. The research target was three people who were determined by using purposive sampling. Data obtained through interviews, observation and documentation. The results of this study indicate that the survive motives of the research targets are to fill their free time at home and also get a social status in the community. Besides that, social relationships between teachers is the main motives of teachers to stay in Veterans High School Purwokerto. In order to survive, each teacher has a different survival effort such as relying on husband's income, seeking additional income and attending workshops and MGMP as self-development.
1973322882A1C014065Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Konsumen dalam Membeli Selada Organik di Kota Purwokerto, Kabupaten Banyumas Gerakan hidup sehat dan kembali ke alam menjadi sebuah trend di masyarakat seiring meningkatknya kesadaran akan kesehatan. Salah satu komoditas organik yang memiliki peluang cukup baik adalah selada organik. Kabupaten Banyumas memiliki lahan selada organik di beberapa tempat dan juga dipasarkan di Kota Purwokerto. Akan tetapi, perkembangan permintaan selada organik cenderung lambat, sehingga perlu dianalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian selada organik di Kota Purwokerto. Tujuan penelitian ini adalah 1) Mengetahui karakteristik konsumen selada organik di Kota Purwokerto; 2) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam membeli selada organik; 3) Mengetahui faktor yang paling dominan mempengaruhi konsumen dalam membeli selada organik. Penelitian ini dilaksanakan di beberapa tempat perbelanjaan di Kota Purwokerto pada Januari – Maret 2018. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling terhadap 100 konsumen yang membeli selada organik. Data penelitian berupa data primer dan sekunder yang diperoleh melalui survei, wawancara, kuisioner, dan studi pustaka. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis faktor. Hasil penelitian menunjukkan konsumen sebagian besar wanita (97%), rentang usia 42 sampai dengan 46 tahun, tingkat pendidikan terakhir terbanyak pada jenjang S1, berprofesi terbanyak sebagai pegawai swasta.. Konsumen selada organik memiliki rentang tingkat pendapatan terbanyak antara Rp2.650.000,00 sampai dengan Rp4.299.000,00 perbulan, membeli selada organik dengan frekuensi pembelian terbanyak dua kali dalam satu bulan, dengan jumlah pembelian rata-rata sebanyak 2 ikat selada organik dalam satu kali pembelian. Terdapat lima faktor yang terbentuk dari 16 variabel yang diteliti, yaitu faktor kualitas produk dan sosial ekonomi, keamanan dan harga produk, kenyamanan dalam berbelanja atau gaya hidup, pengetahuan konsumen terhadap produk organik, dan pribadi. Faktor yang mempengaruhi konsumen dalam membeli selada organik paling dominan adalah faktor kualitas produk dan sosial ekonomi dengan kontribusi sebesar 22,596 persen. Movement for healthy living and back to nature becomes a trend in society along with increasing public awareness of health. One of the organic commodities that has a good chance is organic lettuce. Banyumas regency has organic lettuce fields in several places and has also marketed in Purwokerto City. However, based on the development of organic lettuce demand tend to be slow, so it is necessary to be analyzed the factors that influence the decision of purchasing organic lettuce in Purwokerto City. The Objective of this research is for: 1) Knowing the characteristics of organic lettuce consumers in the City of Purwokerto; 2) Analyzing the factors influencing purchasing decision in Purwokerto City; 3) Knowing the most dominant organic lettuce consumer purchasing decision factor in Purwokerto City. The research was conducted at several shopping places in January - March 2018. Sampling method was done by purposive sampling technique to 100 consumers who bought organic lettuce. The research data are primary data and secondary data obtained through survey, interview, questionnaire, and literature study. Data analysist used is descriptive and factor analysis. The result of the research shows that most consumers are female (97%), age range of 42 to 46 years old, the highest level of education in S1, the most profession as a private employee. Organic lettuce consumers have the income level range dominantly between Rp2.650.000,00 with Rp4.299.000,00 per month, the highest frequency of purchasing organic lettuce is twice a month, with an average purchase 2 packs of organic lettuce in a single purchase. There are five factors that formed from 16 variables studied, that is product quality factor and consumer behavior, price appropriateness to product attribute, consumer motivation to product benefit, consumer knowledge to organic product, and personal factor. The most dominant organic lettuce consumer purchasing decision factor in Purwokerto City is product quality factor and economy social with 22,597 percent contribution.
1973422883F1D013054PERAN TOKOH ORMAS SYAREKAT ISLAM DALAM PEMILIHAN KEPALA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA
TAHUN 2017
RINGKASAN
Penelitian dengan judul “Peran Tokoh Ormas Syarekat Islam dalam Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Banjarnegara Tahun 2017” bertujuan untuk memahami Syarekat Islam dan mengetahui dan menjelaskan aspek-aspek politik apa saja yang mendeskripsikan keterlibatan tokoh Syarekat Islam dalam Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Banjarnegara pada tahun 2017.
Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dan perspektif post strukturalis dengan metodenya penelitian kualitatif serta pendekatan yang digunakan adalah pendekatan studi kasus. Penelitian ini berlokasi di wilayah Kabupaten Banjarnegara. Sementara untuk teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling dan tidak menutup kemungkinan menggunakan snowball sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi serta teknik analisis datanya menggunakan teknik analisis interaktif.Sedangkan untuk keabsahan data menggunakan teknik triangulasi.
Peran tokoh ormas Syarekat Islam dalam Pilkada Banjarnegara tahun 2017 sangat penting dalam mendukung Budhi Sarwono dan Syamsudin.Aktifnya tokoh Syarekat Islam dalam perpolitikan Banjarnegara berdampak pada tokoh Syarekat Islam tergabung dalam Tim Pemenangan Budhi Sarwono dan Syamsudin.Kedekatan Syarekat Islam dengan Budhi Sarwono merupakan faktor utama keterlibatan tokoh Syarekat Islam dalam Tim Pemenangan Budhi Sarwono.Faktor organisasi mempunyai peranan penting dalam hal dukungan terhadap Budhi Sarwono dalam Pilkada Banjarnegara tahun 2017.Selain itu, BSC (Budhi Sarwono Center) juga merupakan faktor utama strategi pemenangan Syarekat Islam.Hal tersebut bukan tanpa alasan, karena Budhi Sarwono sendiri merupakan salah satu kader Syarekat Islam. Tokoh Syarekat Islam yang berperan adalah Kedy Afandi selaku ketua Tim Pemenangan Budhi Sarwono-Syamsudin, Jupri Ikhsan selaku Penasehat Politik Budhi Sarwono,Musobihin selaku Ketua DPC SI Banjarnegara.
SUMMARY
The research entitled "The Role of Islamic Association Figures in the Election of Banjarnegara Local Election Year 2017" aims to understand the Islam Association as well as to know and explain which political aspects that describe the involvement of Islamic Association figures in Banjarnegara Local Election Year 2017.
This research uses constructivism paradigm and post-structuralist perspective by applying qualitative research method. The approach used in this research is case study approach. This research is located in Banjarnegara Regency. As for the technique of selecting informants used purposive sampling and alternatively usedsnowball sampling. Technique of data collection used interviews, observation, and documentation. Meanwhile, the data analysis technique used interactive analysis technique. As for data validity, this research used triangulation technique.
The role of Islamic Association figures in Banjarnegara Local Election Year 2017 is very important in supporting Budhi Sarwono and Syamsudin. Islamic Association figures involved in Banjarnegara politics affect the Islamic Association figureswho joined Budhi Sarwono and Syamsudin Victory Teams. The relationship between Islamic Association and Budhi Sarwono is the main factor of the Islamic Associationfigures involvement in Budhi Sarwono Victory Team. The association factors play an important role in supporting Budhi Sarwono for Banjarnegara local election Year 2017. In addition, BSC (Budhi Sarwono Center) is also a major factor in the strategy of winning the Islamic Association. It is no doubt since Budhi Sarwono himself is one of the cadres in Islamic Association. Islamic Association figures who plays vital role are Kedy Afandi as a chairman of Budhi Sarwono-Syamsudin Victory Team, Jupri Ikhsan as Political Advisor Budhi Sarwono, and Musobihin as Chairman of DPC SI Banjarnegara.
1973525687F1C015010Komunikasi Terapeutik Dukun Bayi Tradisional dalam Proses Perawatan Pasca Persalinan di Desa Beji, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten BanyumasProses perawatan pasca persalinan yang dilakukan oleh dukun bayi kepada pasiennya telah terjadi suatu proses komunikasi terapeutik. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Health Belief Model yang menegaskan bahwa persepsi seseorang tentang kerentanan dan kemujaraban pengobatan dapat mempengaruhi keputusan seseorang dalam perilaku kesehatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tahapan dan bentuk dari komunikasi terapeutik dukun bayi tradisional dalam proses perawatan pasca persalinan. Selain itu, untuk mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi masyarakat memilih dukun bayi dalam perawatan pasca persalinan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan tahapan komunikasi terapeutik dukun bayi dengan pasien dalam proses perawatan pasca persalinan yang terdiri dari 4 tahap yaitu tahap pra-interaksi dimulai pada masa kehamilan pasien berusia 7 bulan, pasien meminta izin kepada dukun bayi untuk membantunya setelah pasca bersalin. Tahap orientasi dimana dukun bayi sudah bertemu dengan pasien, dukun bayi memulai pendekatan sebelum melakukan perawatan dengan menanyakan kondisi maupun keluhan pasien. Tahap kerja, yakni seluruh bentuk kegiatan perawatan pasca persalinan dimulai dari memandikan bayi, membersihkan tali pusar, memijat bayi, membedong bayi, dan memijat ibu pasca bersalin. Tahap terminasi, dimana seluruh kegiatan perawatan pasca persalinan sudah berakhir, ditandai dengan tali pusar bayi yang sudah kering. Kemudian, bentuk komunikasi terapeutik yang terjadi berupa verbal dan nonverbal. Bentuk verbal terdiri dari pesan yang bersifat informatif dan bersifat persuasif. Sedangkan, bentuk nonverbal terdiri dari unsur proksemik dan bahasa tubuh. Faktor yang mempengaruhi masyarakat masih memilih dukun bayi sebagai perawatan pasca persalinan dikarenakan faktor sosial budaya turun-temurun, biaya yang terjangkau, serta efek yang dirasakan setelah melakukan perawatan pasca persalinan di dukun bayi.
The postpartum care process carried out by the traditional birth attendans to the patient has been carried out by a process of therapeutic communication. The theory used in this reseacrh is Health Belief Model that considers a person's perceptions of evaluation and efficacy that can influence one's decision in the field of health. This study aims to describe the stages and forms of therapeutic communication of traditional birth attendants in the postpartum care process. In addition, to identify factors that influence the community choose a TBAs in postpartum care. This research uses qualitative method using interview data investigation techniques, and documentation. The results of this study indicate the stages of therapeutic communication of dukuns with patients in the postpartum care process which consists of four stages, namely the pre-interaction stage starting at the time of pregnancy of the patient aged 7 months, the patient asking permission from the traditional birth attendans to help after postpartum. The orientation stage where the TBAs has met with the patient, the TBAs begins the approach before taking care by asking about the patient's condition and complaints. The work phase, namely all forms of postpartum care activities start from bathing the baby, cleaning the umbilical cord, massaging the baby, holding the baby, and massaging the mother postpartum. The termination phase, in which all postpartum care activities are over, are marked by the baby's umbilical cord that is dry. Then, the form of therapeutic communication that takes the form of verbal and nonverbal. The verbal form consists of messages that are informative and persuasive. Meanwhile, the nonverbal form consists of elements of proxemic and gesture. Factors that influence the community still choose traditional birth attendans as postpartum care due to hereditary socio-cultural factors, affordable costs, and the effects that are felt after carrying out postpartum care in a traditional birth attendans.
1973622885D1E014068KORELASI BOBOT TUBUH DENGAN INDEKS KEBAPUHAN DAN LINGKAR DADA KAMBING INDUK KHAS KEJOBONG DI KECAMATAN KEJOBONG KABUPATEN PURBALINGGA Penelitian bertujuan untuk mengetahui korelasi bobot tubuh dengan indeks kebapuhan dan lingkar dada kambing Induk Khas Kejobong di Kecamatan Kejobong Kabupaten Purbalingga dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juni 2018. Materi yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 40 ekor kambing induk khas Kejobong berumur 2 sampai 5 tahun. Penelitian ini menggunakan metode survei. Pemilihan lokasi menggunakan teknik purpose sampling. Parameter yang diamati adalah bobot tubuh, indeks kebapuhan dan lingkar dada. Bobot tubuh kambing induk khas Kejobong di Kecamatan Kejobong rata – rata sebesar 35,45 ± 5,4 kg dengan indeks kebapuhan sebesar 122,92 ± 21,54 sedangkan lingkar dada pada kambing induk sebesar 79,08 ± 4,09 cm. Koefisien korelasi antara lingkar dada dan indeks kebapuhan dengan bobot tubuh adalah 0,77 dan koefisien determinansi adalah 58,8%. Lingkar dada dan indeks kebapuhan secara simultan terhadap bobot tubuh sangat nyata (P < 0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh lingkar dada dan indeks kebapuhan secara simultan terhadap bobot tubuh, dengan mengikuti persamaan regresi BT = -45,15 + 1,015 LD + 0,003 IK. Hasil uji t parsial menunjukkan bahwa lingkar dada terhadap bobot tubuh mempunyai hubungan yang sangat nyata dengan persamaan regresi BT = -44,647 + 1,013 LD dengan nilai korelasi (R) = 0,77 dan nilai determinansi (R2) = 58,8%. This research was aimed to analyze the correlation between the plumpness index and chest sircumference with body weight of Kejobong goats has been carried out since May till June 2018 of Purbalingga Regency Central Java. The material used in this study were head of 40 Kejobong goats 2 till 5 years old. The research used survey and purposive sampling methods. The parameters measured were body weight, plumpness index, and chest sircumference. The average of body weight, plumpmness index, and chest sircumference were 35,45 ± 5,4 kg, 122,92 ± 21,54, and 79,08 ± 4,09 cm. The correlation value between chest sircumference and plumpness index with body weight high value 0,77 and determination 58,8% The correlation between chest sircumference and plumpmness index with body weight have high significant (P <0,05), with regression equation BW = -45,15 + 1,015 CS + 0,003 IP. The results of the t partial relationship chest sircumference with body weight had a high significant effect with regression equation BW = -44,647 + 1,013 CS with the correlation value ( R)= 0,77 and determination value (R2) = 58,8%.
1973722886F1C014030Jurnalisme Damai Media Online Tempo.co dalam Pemberitaan Konflik PapuaPenelitian ini dilatarbelakangi oleh lemahnya pelaksanaan fungsi media dalam pemberitaan konflik (dibuktikan dengan banyaknya media yang meliput berita konflik dengan prinsip jurnalisme perang) dan dibutuhkannya pemberitaan konflik yang mendukung resolusi konflik, yaitu jurnalisme damai. Namun, minimnya pengetahuan mengenai jurnalisme damai baik di masyarakat luas maupun di lingkup jurnalis sendiri (dibuktikan dengan minimnya berita konflik dengan sudut pandang resolutif) membuat penerapan prinsip jurnalisme damai untuk memberitakan konflik seolah mustahil dilakukan.

Konflik Papua, seperti yang kita ketahui, merupakan salah satu konflik tertua di Indonesia yang belum selesai hingga kini. Konflik ini dimulai pada tahun 1960-a serta merupakan gabungan antara konflik militer dan konflik horizontal (konflik nasional). Peneliti berasumsi bahwa tidak mereda/selesainya konflik Papua dikarenakan penerapan prinsip pemberitaan yang baik tidak dilaksanakan dengan seutuhnya. Oleh karena itu, dibutuhkan penelitian terhadap suatu media, baik itu media cetak atau media elektronik (bahkan media online) untuk mengkaji seberapa kuat prinsip penerapan jurnalisme damai ditanamkan oleh media dalam memberitakan konflik. Peneliti memilih Tempo.co untuk dikaji karena memiliki ideologi pemberitaan yang mendekati prinsip jurnalisme damai.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis framing gabungan antara model Murray Edelman, Pan dan Kosicki serta Robert Entman. Hasil analisis menunjukkan bahwa Tempo.co menerapkan prinsip jurnalisme damai dibuktikan dari jumlah artikel yang seimbang dalam pemberitaan tentang konflik itu sendiri, kontribusi aparat dan pemerintah dalam menangani konflik, serta klarifikasi, tanggapan dan penjelasan pihak yang dianggap terlibat dalam konflik (baik itu pelaku maupun korban) serta pembahasan yang seimbang pula (tidak pro dan tidak kontra, cenderung berorientasi pada masyarakat).
This research is conducted regarding to the lack of implementation of media function in reporting conflict, especially in Indonesia (proven by media reporting on conflict with war journalism principal). According to that event, the media should report conflict with peace journalism principal. This principal is aim to report conflict in more neutral way. But the lack of knowledge about peace journalism among journalists itself (proven by the conflict report with minimum solution) makes it impossible to adjust such principal.

The conflict of Papua is known to be the oldest conflict in Indonesian history and it is still exist. The conflict started in the early of 1960, and it’s a merger from military conflict and horizontal conflict. This conflict also categorized as national conflict. Researcher assume that the reason of this unfinished conflict may related to the lack of peace journalism implementation when journalists compile news. Therefore, there should be a research to the certain media about the implementation of peace journalism itself regarding to the conflict report, especially for the conflict of Papua to gather accurate information on how firm and solid the peace journalism principal is applied in the online media. Researcher select the Tempo.co because it has an ideology that is similar to the peace journalism principal.

This research is engaged using qualitative and framing analysis merger method of Murray Edelman, Pan and Kosicki and Robert Entman. The result shows that Tempo.co has applied the peace journalism principal to gather and compile their conflict report, proven by the amount of articles that are equal and balanced between the conflict report itself, the report from government side and even the report from the party accused of involvement in the conflict side. The discussion about those issues are well balanced (impartial, community oriented).
Keywords: framing analysis, online media, peace journalism
1973822884A1L014236EKSPLORASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI ANTAGONIS Bacillus sp. ASAL RIZOSFER CABAI MERAH UNTUK PENGENDALIAN PENYAKIT ANTRAKNOSA Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mendapatkan bakteri Bacillus sp. pada rizosfer cabai merah (Capcicum annuum L.) di Kecamatan Baturraden, 2) mengevaluasi antagonisme bakteri Bacillus sp. terhadap Colletotrichum gloeosporioides, dan 3) untuk mendapatkan konsentrasi suspensi Bacillus sp. terbaik pada uji antagonis terhadap buah cabai merah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2017 sampai dengan Maret 2018 di lapang untuk pengambilan sampel dan di Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian terdiri dari dua tahap yaitu di lapang menggunakan metode pengambilan sampel purposive random sampling dan secara in vitro di laboratorium. Uji in vitro dilakukan dengan 2 tahap menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Tahap pertama pada uji daya hambat terhadap C. gloeosporioides dengan jumlah perlakuan sebanyak 2 perlakuan dengan 15 kali ulangan, perlakuannya adalah ; kontrol dan isolat RM04 sehingga diperoleh 30 unit percobaan. Tahap kedua yaitu uji terhadap buah cabai merah sebanyak 5 perlakuan dan 5 kali ulangan sehingga diperoleh 25 unit percobaan dengan jumlah tiap perlakuan sebanyak 7 buah cabai merah. Data yang diperoleh dianalisis, apabila berbeda nyata antar perlakuan, maka diuji lanjut menggunakan BNJ pada taraf 5%. Perlakuan terdiri atas 4 konsentrasi suspensi Bacillus sp. ( 50%, 16,6 %, 9% dan 4,76%). Variabel yang diamati meliputi ; karakterisasi bakteri hasil eksplorasi, daya hambat bakteri, luas bercak, masa inkubasi, Intensitas penyakit dan indeks sampah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan bakteri Bacillus sp. di Desa Rempoah, Kecamatan Baturraden. Bakteri Bacillus sp. memiliki daya hambat terhadap C. gloeosporioides sebesar 49 %. Konsentrasi perlakuan terbaik adalah konsentrasi 50% karena dapat menunda masa inkubasi 4 hsi. Intensitas penyakit terendah menunjukkan pada perlakuan B1 sebesar 67 %, sedangkan pada kontrol sebesar 97 % sehingga perlakuan bakteri Bacillus sp. pada buah cabai merah dapat menurunkan presentasi penyakit antraknosa sebesar 30,93%.
This reseach aimed to : 1) obtain bacteria Bacillus sp. which is present in red chilli rizosphere (Capcicum annuum L.) in Baturraden, 2) evaluated bacterial antagonism of Bacillus sp. to Colletotrichum gloeosporioides, and 3) obtained Bacillus sp. The best results on the antagonistic test against red chilli. The research was conducted from October 2017 to March 2018 in the field for sampling and in the Laboratory of Plant Protection, Jenderal Soedirman University. The study consisted of two step, namely in the field used purposive random sampling and in vitro method in the laboratory. The in vitro test was carried out in 2 step use a completely randomized design (CRD). The first step is to test the inhibitory power C. gloeosporioides with a total of 2 treatments with 15 replications, the treatment is ; control and isolate RM04 obtained 30 experimental units. The second stage is a test of 5 red chilli an 5 replications to obtain 25 experimental units with 7 treatments of red chilli. The data obtained were analyzed, if it was significantly different between treatments, then tested continued using BNJ at 5% level. The treatment consisted of 4 suspension concentrations of Bacillus sp. (50%, 16.6%, 9% and 4.76%). The observed variable include ; characterization of exploratory bacteria, bacterial inhibition, spotting area, incubation period, disease intensity and waste index.
The results showed that bacteria isolate RM04 in Rempoah village, Baturraden sub-district as Bacillus sp. and has a inhibitory power of C. gloeosporioides by 49%. The best treatment concentration of the treatment tested was 50% concentration because it could delay the incubation period 4 days after inoculation. The lowest disease intensity showed at treatment of B1 equal to 67%, while at control equal to 97% so that Bacillus sp. on red chilli can decrease anthracnose disease presentation by 30,93%.
1973922887C1C011029PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN, SISTEM PENGENDALIAN INTERN DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP SENJANGAN ANGGARAN PADA SKPD DI KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini berjudul “Pengaruh Partisipasi Anggaran, Sistem Pengendalian Intern dan Komitmen Organisasi Terhadap Senjangan Anggaran pada SKPD di Kabupaten Banyumas”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Partisipasi Anggaran, Sistem Pengendalian Intern dan Komitmen Organisasi Terhadap Senjangan Anggaran. Populasi yang diteliti adalah seluruh instansi pemerintahan Kabupaten Banyumas.

Untuk menentukan sampel digunakan tehnik purposive sampling yang didasarkan pada beberapa kriteria. Hasil purposive sampling diperoleh 60 responden sebagai sampel. Selanjutnya data yang sudah diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis regresi linear berganda.

Berdasarkan hasil penelitian diketahui partisipasi anggaran berpengaruh terhadap senjangan anggaran pada SKPD Kabupaten Banyumas. Sistem pengendalian intern berpengaruh terhadap senjangan anggaran pada SKPD Kabupaten Banyumas. Komitmen organisasi berpengaruh terhadap senjangan anggaran pada SKPD Kabupaten Banyumas. Implikasi penelitian yaitu untuk menghindari senjangan anggaran maka setiap pegawai harus menyusun anggaran berdasarkan peraturan yang berlaku sesuaidengan SOP (standar operasional).
Kata Kunci: Partisipasi Anggaran, Informasi Asimetris, Sistem Pengendalian Intern, Komitmen Organisasi.

Kata Kunci: Partisipasi Anggaran, Sistem Pengendalian Intern, Komitmen Organisasi dan Senjangan Anggaran.
This research title “The Effect of The Participation Budget, Internal Control System and Organizational Commitment Towards Budget Slack on SKPD of Banyumas Regency Government”. The aim of this research is to determine the Participation Budget, Asymmetric Information, Internal Control System and Organizational Commitment on the Budget Slack.

The populations who were researched are the all over Banyumas District Government. The samples were determined by purposive sampling technique which is based on several criterias. The result of purposive sampling obtained 60 respondents as the samples. Then, the data analyzed by multiple linear regression analysis.

Based on the results of the study, it is known that budget participation influences budgetary slack in the SKPD of Banyumas District Government. The internal control system influences the budgetary slack in the SKPD of Banyumas District Government. Organizational commitment influences budgetary slack in SKPD of Banyumas District Government. The research implication is to avoid budgetary slack so that each employee must compile a budget based on the applicable regulations in accordance with the SOP (operational standard).

Keywords: Participation Budget, Internal Control System, Organizational Commitment and Budget Sack.

1974025729K1A015032DEGRADASI METHYL ORANGE MENGGUNAKAN H2O2/FeSO4/CuO/SINAR TAMPAKIndustri tekstil di Indonesia saat ini sudah sangat berkembang pesat. Hal ini membuat kebutuhan akan zat warna akan semakin meningkat. Zat warna yang digunakan adalah termasuk senyawa azo yang mempunyai sifat non-biodegradable, salah satunya adalah methyl orange. Untuk mengatasi limbah zat warna ini adalah dilakukannya pengolahan terlebih dahulu sebelum dibuang ke perairan. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengolah limbah cair zat warna tekstil adalah dengan metode AOPs (Advanced Oxidation Processes) dengan menggunakan reagen fenton yang merupakan campuran dari hidrogen peroksida dan ion ferro didasarkan pada pembentukan radikal hidroksil (•OH). Radikal hidroksil dapat dimaksimalkan pembentukannya dengan menambahkan fotokatalis CuO dan juga kondisi pH serta energi yang berasal dari sinar tampak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinar tampak pada sistem fenton dapat meningkatkan degradasi methyl orange. Degradasi methyl orange dengan sistem fenton/CuO sebesar 98,21% dengan penambahan H2O2 100 ppm, FeSO4.7H2O 0,1 gram, CuO 0,4 gram dan lama waktu penyinaran selama 5 jam. Kondisi pH optimum yang diperoleh adalah pH 3. Laju kinetika reaksi menunjukkan orde satu. Mekanisme yang berperan dalam fotodegradasi adalah adanya radikal hidroksil dan juga hole.

Kata kunci: degradasi, methyl orange, reagen fenton, AOPs, dan CuO.
The textile industry in Indonesia is currently growing rapidly. This makes the need for dyes increase. The dyes used are azo which has non-biodegradable properties, one of which is methyl orange. To deal with color waste, preparations are made before being released into the water. One method that can be used to treat dye wastewater is the AOPs method (Advanced Oxidation Process) using Fenton reagent which is a mixture of hydrogen peroxide and ferro ion which is made according to the agreement with hydroxyl (• OH). The hydroxyl radical can be maximized by adding CuO photocatalysts as well as pH conditions and the energy required by visible light. The results showed that visible light in the Fenton system could increase the degradation of methyl orange. The degradation of methyl orange with the fenton / CuO system was 98.21% with the contribution of 100 ppm H2O2, FeSO4.7H2O 0.1 gram, CuO 0.4 gram and irradiation time for 5 hours. The optimum pH condition obtained is pH 3. The reaction kinetics rate shows first order. The holes in photodegradation are hydroxyl radical holes and also.

Keywords: degradation, methyl orange, fenton reagent, AOPs, and CuO.