Artikelilmiahs
Menampilkan 19.741-19.760 dari 50.084 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 19741 | 22890 | A1C114021 | Motivasi Kebutuhan Perajin Gula Kelapa Kristal Bergabung Dalam Kelompok Tani Manggar Jaya Di Desa Semedo Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas | Kelompok tani Manggar Jaya merupakan kelompok tani yang berada di Desa Semedo Kabupaten Banyumas. Anggota kelompok tani ini setiap tahunya mengalami peningkatan jumlah anggota. Peningkatan tersebut didasari oleh kebutuhan sehingga perajin termotivasi bergabung dalam kelompok tani untuk memenuhi kebutuhanya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis tingkat motivasi kebutuhan perajin gula kelapa kristal bergabung dalam kelompok tani manggar jaya di Desa Semedo Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, dan (2) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat motivasi kebutuhan perajin gula kelapa kristal. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei. Penelitian dilaksanakan di Desa Semedo Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas. Penentuan tempat penelitian dilakukan secara sengaja (purposive). Penelitian dilaksanakan sejak tanggal 4 Maret 2018 sampai dengan 4 April 2018 dengan sasaran penelitian adalah perajin gula kelapa kristal yang termasuk dalam anggota kelompok tani Manggar Jaya. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling dan diperoleh jumlah sampel sebanyak 44 orang. Hasil pengumpulan ditabulasi dan dianalisis menggunakan metode deskriptif, Likert Summated Ratings, metode Successive Interval dan analisis regresi linier berganda. Kebutuhan yang memotivasi perajin bergabung dalam kelompok tani Manggar Jaya adalah kebutuhan fisiologis, keamanan dan keselamatan dan sosial, sedangkan kebutuhan penghargaan dan aktualisasi diri kurang memotivasi perajin bergabung dalam kelompok tani. Kebutuhan penghargaan kurang memotivasi dikarenakan perajin tidak membutuhkan penghargaan dalam peningkatan status sosial pada lingkungan masyrakat. Kebutuhan aktualisasi diri kurang memotivasi dikarenakan perajin kurang memiliki minat untuk mengupayakan penggalian potensi yang ada pada dirinya. Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi perajin bergabung dalam kelompok tani Manggar Jaya yaitu umur, pengalaman perajinan gula kelapa kristal, jarak rumah perajin ke tempat kelompok tani. faktor tersebut secara bersama-sama mempengaruhi motivasi perajin bergabung dalam kelompok tani. Namun secara spesifik kemudahan akses transportasi kurang memberikan pengaruh terhadap motivasi kebutuhan perajin gula kelapa kristal karena mereka tidak mempermasalahkan insfrastrukur transportasi. | Manggar Jaya Farmer Community is a farmer group in Semedo Village of Banyumas Regency. The group grows every year due to new membership admissions, which were caused by the farmers' motivation to meet their needs. This study aims to (1) analyze the level of motivation of the crystal palm sugar makers who joined in the Manggar Jaya Farmer Community in Semedo Village, Pekuncen Sub-District, Banyumas Regency, Central Java, and (2) analyze the factors influencing the crystal palm sugar makers' level of need. The method used in this research is survey method. The study was conducted in Semedo Village, Pekuncen Sub-district, Banyumas Regency. The location to do the research was chosen purposively. The research was conducted on March 4, 2018 until April 4, 2018 with the research target of crystal palm sugar makers who are the members of Manggar Jaya farmer community. Sampling was done by simple random sampling technique with 44 samples. The results of the study were tabulated and analyzed using descriptive method such as Likert Summated Ratings method, Internal successive method as well as multiple linear regression analysis. The needs which highly motivated the sugar makers to join the Manggar Jaya farmer community are physiological need, security and safety need, social need, while the need of appreciation and need for self-actualization unmotivated them to join the farmers' group.The need of appreciation unmotivated because palm sugar makers doesnt need awards that were less motivated because palm sugar makers doesnt need social status in the community. The sugar makers were less motivated by the needs of self-actualization because they had less interest to explore of their own potential. Some factors influenceing the motivation of sugar makers to join the Manggar Jaya farmer community are their age, their experiences as crystal palm sugar makers and distance of their residences to the farmer's group location. These factors simultaneously affected their motivation join the group. However, the facility to have specific access to transportation had little connection with their need of motivation because they did not much concern about transport infrastructure. | |
| 19742 | 22891 | A1L012193 | PENGARUH PEMBERIAN DOSIS NITROGEN DAN KOMBINASI PUPUK HAYATI DAN TRICHOKOMPOS TERHADAP PENYAKIT HAWAR DAUN BAKTERI DAN PRODUKSI PADI VARIETAS CIHERANG | Penyakit hawar daun bakteri merupakan salah satu kendala dalam upaya peningkatan produksi padi. Penyakit ini disebabkan oleh patogen Xanthomonas oryzae pv. oryzae. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mengetahui pengaruh pemberian dosis nitrogen terhadap penyakit hawar daun bakteri dan produksi padi varietas Ciherang. (2) Mengetahui pengaruh trichokompos dan aplikasi pupuk hayati terhadap penyakit hawar daun bakteri dan produksi padi varietas Ciherang. (3) Mengetahui kombinasi perlakuan mana yang memberi hasil panen tertinggi. Penelitian dilaksanakan di lahan sawah Fakultas Pertanian dan Laboratorium Agrohortikultura Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, pada Februari sampai Agustus 2016, dengan menggunakan rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) 2 faktorial. Faktor pertama yaitu taraf pemupukan N (0, 50, 100, 150, 200 kg/ha) dan faktor kedua yaitu aplikasi pupuk diperkaya agen hayati (kontrol, 4 ton/ha trichokompos; 0,8 l/ha pupuk hayati cair penambat N2; kombinasi keduanya). Variabel yang diamati yaitu intensitas penyakit, laju infeksi, tinggi tanaman, jumlah anakan, luas daun, bobot kering tanaman, bobot kering akar, hari berbunga, jumlah anakan produktif, bobot 1000 butir gabah, bobot gabah kering giling, bobot gabah per rumpun, jumlah gabah per rumpun, jumlah gabah isi per rumpun, persentae gabah hampa per rumpun, panjang malai dan jumlah malai per rumpun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemupukan N taraf 200 kg/ha meningkatkan intensitas penyakit. Aplikasi trichokompos dengan pupuk hayati cair tidak efektif mengendalikan perkembangan penyakit hawar daum bakteri di lapang. Pemberian nitrogen secara meningkat dan aplikasi trichokompos dengan pupuk hayati cair penambat N2 cenderung mempengaruhi pertumbuhan dan produksi padi varietas Ciherang. Kombinasi perlakuan yang memberikan hasil panen tertinggi yaitu pemupukan N pada taraf 150 kg/ha dan tanpa penambahan pupuk hayati cair dan trichokompos. | Bacterial Leaf Blight disease is the major obstacle to increase rice production. This disease is caused by Xanthomonas oryzae pv. oryzae. The purposes of this research were to: (1) Know the effect of nitrogen dose to bacterial leaf blight disease and Ciherang rice production. (2) Know the effect of trichocompost and nitrogen-fixing liquid biofertilizer application to bacterial leaf blight disease and Ciherang rice production. 3) Know the best combination treatment which gave the highest yield. The research had been conducted in experimental field and Agro-Horticultural Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto from February to August 2016 using Completely Randomized Block Design (CRBD) two factorial. This research consisted 2 factors. The first factor was the fertilization rate of N (0, 50, 100, 150, 200 kg/ha) and the second factor was biofertilizer treatment (control, trichocompost, nitrogen-fixing liquid biofertilizer and combination of both). Variables measured were disease intensity, infection rate, plant height, number of tillers, leaf area, dry plant weight, dry root weight, flowering age, weight of 1000 grains, dry weight of grains, weight of grains per hill, amount grains per hill, number of grains content per hill, percentage of empty grain per hill, penicle length and number of penicles per hill. The results showed that the treatment of N fertilizer 200 kg/ha increasing disease intensity. Application of trichocompost with nitrogen-fixing liquid biofertilizer was not effective to control the progression of bacterial blight disease in the field. Addition nitrogen fertilizer increasingly and application of trichocompost with nitrogen-fixing liquid biofertilizer affected the growth and production of Ciherang rice. The best combination treatment which gave the highest yield was N fertilizier at level 150 kg/ha and without addition of liquid biofertilizer and trichocompos. | |
| 19743 | 22893 | A1L113079 | KAJIAN FISIOLOGIS BUDIDAYA TANAMAN PADI (Oryza sativa) INPAGO UNSOED 1 MENGGUNAKAN METODE HAZTON DENGAN PERLAKUAN JUMLAH BIBIT PER LUBANG TANAM DAN VARIASI DOSIS PUPUK N DAN P | Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui aspek fisiologi pertumbuhan dan hasil tanaman padi yang diberi perlakuan jumlah bibit per lubang tanam dengan menggunakan metode Hazton, 2) mengetahui aspek fisiologi pertumbuhan dan hasil tanaman padi yang diberi perlakuan komposisi dosis pupuk N dan P dengan menggunakan metode Hazton, dan 3) mengetahui apakah terdapat interaksi antara jumlah bibit per lubang tanam dan komposisi dosis pupuk N dan P terhadap komponen pertumbuhan dan hasil padi menggunakan metode Hazton. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan April 2017 sampai September 2017 di lahan percobaan Fakultas Pertanian UNSOED dengan tanaman padi varietas INPAGO UNSOED 1. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri atas dua faktor dan tiga kali ulangan. Faktor pertama adalah jumlah bibit per lubang tanam, yaitu B1 (10 bibit), B2 (20 bibit), dan B3 (30 bibit). Faktor kedua adalah komposisi dosis pupuk N dan P per petak, yaitu C1 (N: 200 g, P: 200 g), C2 (N: 300 g, P: 150 g), C3 (N: 400 g, P: 100 g). Variabel yang diamati yaitu: luas daun, laju asimilasi bersih, laju pertumbuhan tanaman, perbandingan bobot tajuk dan akar, kadar klorofil daun, bobot 1000 biji, bobot gabah per rumpun, bobot gabah per petak efektif, dan indeks panen. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan analisis varian pada tingkat kesalahan 5%. Apabila analisis berpengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan DMRT pada tingkat kesalahan 5%. Hasil penelitiaan menunjukkan bahwa perlakuan jumlah bibit per lubang tanam tidak menunjukkan adanya perbedaan yang nyata, komposisi dosis pupuk N dan P memberikan pengaruh nyata pada variabel luas daun, laju asimilasi bersih (LAB) dan laju pertumbuhan tanaman (LPT). Terdapat interaksi terhadap perlakuan jumlah bibit per lubang tanam dengan dosis pupuk N dan P memberikan adanya pengaruh pada variabel luas daun dan variabel laju pertumbuhan tanaman (LPT). | This research aims to: 1) to know the physiological aspects of growth and yield of rice crops treated by the number of seedlings per planting hole by using Hazton method, 2) to know the physiology aspects of growth and yield of rice crops treated with the composition of N and P fertilizer doses using Hazton, and 3) find out whether there is an interaction between the number of seeds per planting hole and the composition of the dose of N and P fertilizer to the components of growth and yield of rice using the Hazton method. The research was conducted in April 2017 until September 2017 on experimental field of Faculty of Agriculture UNSOED with rice plant of INPAGO UNSOED variety 1. This study used Randomized Complete Block Design (RAKL) consisting of two factors and three replications. The first factor is the number of seeds per planting hole, namely B1 (10 seeds), B2 (20 seeds), and B3 (30 seeds). The second factor was the composition of N and P fertilizer doses per plot, ie C1 (N: 200 g, P: 200 g), C2 (N: 300 g, P: 150 g), C3 (N: 400 g, P: 100 g ) The variables observed were: leaf area, net assimilation rate, plant growth rate, canopy and root weight ratio, leaf chlorophyll content, weight of 1000 seeds, grain weight per clump, weight of grain per effective plot, and harvest index. The data obtained is then analyzed by analysis of variance at a 5% error rate. If the analysis has a real effect, then it is continued with DMRT at an error rate of 5%. The result of the research showed that the treatment of seedlings per planting hole did not show any significant difference, the composition of N and P fertilizer doses had significant effect on leaf width, net assimilation rate (LAB) and plant growth rate (LPT). There is an interaction on the treatment of the number of seeds per planting hole with a dose of N and P fertilizer giving an influence on the variable leaf area and plant growth rate variable (LPT). | |
| 19744 | 22894 | G1B014059 | ANALISIS BRAND EQUITY POLIKLINIK KEBIDANAN DAN KANDUNGAN RUMAH SAKIT WIJAYAKUSUMA PURWOKERTO BERDASARKAN PERSEPSI PELANGGAN TAHUN 2018 | ABSTRAK Latar Belakang: Poliklinik Kebidanan dan Kandungan Rumah Sakit Wijayakusuma (RSWK) Purwokerto memiliki angka kunjungan pasien yang terus menurun pada tahun 2013-2016. Penurunan angka kunjungan pasien dapat disebabkan masalah marketing rumah sakit, khususnya dari segi posisi kekuatan merek (brand equity). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui posisi brand equity Polikinik Kebidanan dan Kandungan RSWK Purwokerto berdasarkan persepsi pelanggan. Metodologi: Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain crossectional, pengumpulan data primer menggunakan kuesioner dengan 174 responden. Analisis univariat dan uji chocran di gunakan untuk mengetahui posisi brand equity Poliklinik Kebidanan dan Kandungan RSWK Hasil Penelitian: Karakteristik responden didominasi pelanggan dengan umur 26-35 tahun (50,6%), pekerjaan sebagai ibu rumah tangga (54,6%), pendidikan terahir yang ditempuh SMA/SMK/sederajat (46,0%), jenis pembayaran yang digunakan BPJS (93.1%), pendapatan keluarga <Rp1.5 juta/bulan (40.8%). Elemen brand awareness termasuk dalam kategori kurang baik dengan top of mind lebih rendah dari elemen lain (45.40%<54,60%), Brand asossiation termasuk kategori baik (Q=0,606<df=21.03), percived quality termasuk kategori baik dengan rata-rata >2.51, dan brand loyality termasuk kategori baik dengan commited buyer 84.19% Kesimpulan: Posisi brand equity Poliklinik Kebidanan dan Kandungan RSWK berada pada kategori baik untuk elemen brand asosiassion, percived quality, brand loyality, sedangkan elemen brand awareness termasuk kategori kurang baik. Kata kunci: brand asosiassion, brand awareness, brand equity, brand loyality. percived quality, Poliklinik Kebidanan dan Kandungan Rumah Sakit Wijayakusuma | ABSTRACT Background: Polyclinic Obstetry and Gynekology Wijayakusuma Purwokerto Hospital have a decreasing number of patient visits in 2013-2016. The decrease in the number of patient visits could be caused by hospital marketing problems, especially in the trems of brand equity position. The purpose of this research is to find out the position of brand equity Polyclinic Obstetry and Gynekology Wijayakusuma Purwokerto Hospitals based on customer perception Methods: The research uses quantitative methods with crossectional design, primary data collection using questionnaries research instrument with 174 respondents. Univariate analysis and chocran test were used to find out the posision of brand equity Polyclinic Obsetry and Gynekology Wijayakusuma Hospita Results: Characteristic respondent dominated by customer in 26-35 years old (50,6%), work as housewife (54,6%), last education in senior high school (46,0%), the type of payment used BPJS (93.1%), family income < Rp1.5 million/month (40.8%). Element of brand awareness including the less good category with top of mind < other element (45.40% < 54,60%), Brand asossiation including good category (Q= 0,606 < df= 21.03), perceived quality including good category with average >2.51, dan brand loyality including good category with commited buyer 84.19% Conclusion: The position of brand equity Polyclinic Obstetry and Gynecologi Wijayakusuma Hospital is in good category for brand asosiassion, perceived quality, brand loyality, but the brand awareness is in less good category. Keywords: Brand asossiation, brand awareness, brand equity, brand loyality, perceived quality, Polyclinic Obstetry and Gynekologi Wijayakusuma Hospital | |
| 19745 | 22895 | F1A011006 | Pemberdayaan Masyarakat Oleh Kelompok Sadar Wisata Dalam Pengelolaan Potensi Wisata Curug Telu Desa Karangsalam Baturraden | Pokdarwis adalah kunci utama dalam mengembangkan desa wisata. Seperti Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Tirta Kamulyan yang memberikan fasilitas bagi masyarakat yang ingin berwisata di desa wisata Panusupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kelompok sadar wisata di dalam pemberdayaan masyarakat terkait pengelolaan potensi wisata Curug Telu Desa Karangsalam Baturaden. Hasil penelitian menunjukkan beberapa kesimpulan. Pertama, peran peningkatan sarana dan infrastruktur pendukung wisata yang mana Pokdarwis Tirta Kamulyan menyediakan tambahan fasilitas seperti home stay, sarana prasarana seperti toilet, dan perbaikan infrastruktur jalan yang sebelumnya beralaskan tanah, namun sekarang sudah beralaskan batu trasah serta memperbaiki infrastruktur seperti anak tangga, papan peringatan dan kios makanan di objek Curug Telu. Kedua, peran peningkatan pengetahuan dan ketrampilan kepada masyarakat Desa Karangsalam, yakni Pokdarwis Tirta Kamulyan mengadakan pelatihan pelayanan wisata dan Sapta Pesona. Ketiga, peran pemasaran wisata Curug Telu, yang mana Pokdarwis Tirta Kamulyan memanfaatkan perkembangan teknologi untuk memasarkan objek wisata Curug Telu melalui media social. | Pokdarwis is the main key in developing tourism villages. Like Tourism Awareness Group (POKDARWIS) Tirta Kamulyan which provides facilities for people who want to travel in the tourist village of Panusupan. This study aims to determine the role of tourism awareness groups in community empowerment related to the management of the tourism potential of Telu Curug Desa Karangsalam Baturaden. The results showed several conclusions. First, the role of increasing tourism supporting facilities and infrastructure in which Pokdarwis Tirta Kamulyan provides additional facilities such as home stay, infrastructure such as toilets, and road infrastructure improvements that were previously landed, but now have grounded stones and repairing infrastructure such as stairs, warning boards and food stalls in Curug Telu objects. Second, the role of increasing knowledge and skills to the Karangsalam Village community, namely Pokdarwis Tirta Kamulyan held a tour service training and Sapta Pesona. Third, the role of marketing of Curug Telu tourism, in which Pokdarwis Tirta Kamulyan utilizes technological developments to market Curug Telu tourism objects through social media. | |
| 19746 | 25593 | H1C012029 | AREA CAKUPAN ACCESS POINT DENGAN METODE WALK TEST UNTUK MENENTUKAN LOKASI ACCESS POINT OPTIMAL DI GEDUNG FAKULTAS TEKNIK UNSOED | Akses internet pada zaman ini menjadi kebutuhan hampir setiap orang terutama pelajar yang membutuhkan materi dan sumber untuk dipelajari. Teknologi wireless yang membuat pengguna dapat mengakses internet dengan mudah dikarenakan dapat diakses dari mana saja dalam area cakupan access point yang menggunakan sinyal wifi sebagai perantaranya. Namun untuk dapat mengakses access point dengan optimal, maka dibutuhkan lokasi access point yang optimal di dalam gedung. Fakultas Teknik Unsoed memiliki beberapa access point di setiap gedung. Apabila access point yang terdapat pada di gedung di Fakultas Teknik Unsoed dapat terjadi interferensi dan menggunakan kanal yang sama dengan access point lainnya di gedung yang sama, hal ini dapat menyebabkan kualitas akses internet yang menurun. Ada faktor lain yang mempengaruhi kualitas akses internet, seperti jarak pengguna dari access point, daya sinyal, frekuensi, dsb. Oleh karenanya, dilakukan penelitian terhadap area cakupan access point dengan metode walk test untuk menentukan lokasi yang optimal di gedung Fakultas Teknik Unsoed. Penelitian dilakukan dengan metode walk test, yaitu dengan cara mengambil beberapa data parameter di setiap titik di lantai gedung tersebut dengan bantuan perangkat lunak WiFiAnalyzer dan Octave yang nantinya data tersebut akan dianalisa dan dihitung untuk menentukan titik access point optimal di gedung tersebut. | Internet access in this age is the need of almost everyone, especially students who need material and resources to learn. Wireless technology that allows users to access the internet easily because it can be accessed from anywhere in the access point coverage area that uses wifi signals as intermediaries. But to be able to access the access point optimally, the optimal location of the access point is needed in the building. The Unsoed Engineering Faculty has several access points in each building. If an access point found in a building at the Unsoed Engineering Faculty can interfere and use the same channel with other access points in the same building, this can cause the quality of internet access to decrease. There are other factors that affect the quality of internet access, such as the user's distance from the access point, signal power, frequency, etc. Therefore, a research on the access point coverage area was conducted with the walk test method to determine the optimal location in the Unsoed Engineering Faculty building. The study was conducted using the walk test method, namely by taking several parameter data at each point on the floor of the building with the help of Octave and WiFiAnalyzer software, which will then be analyzed and calculated to determine the optimal point of access point in the building. | |
| 19747 | 22889 | A1C013016 | Analisis Nilai Tambah dan Harga Pokok Produksi Olahan Ubi Jalar di PT.Galih Estetika Kabupaten Kuningan, Jawa Barat | PT.Galih Estetika merupakan perusahaan pengolah ubi jalar yang ada di Kabupaten Kuningan. Produk yang dihasilkan perusahaan yaitu pasta ubi jalar. Pengolahan ubi jalar menjadi pasta secara langsung memberikan nilai tambah karena adanya perlakuan dan ditambah input lain sehingga menghasilkan produk yang mempunyai nilai jual lebih tinggi. Seluruh biaya proses produksi dibebankan kepada produk dalam penetapan harga pokok produksi. Penelitian bertujuan untuk; (1) Mengetahui besarnya nilai tambah pasta ubi jalar di PT.Galih Estetika, (2) Mengetahui besarnya harga pokok produksi pasta ubi jalar di PT.Galih Estetika, (3) Mengetahui besarnya rugi-laba dari pengolahan pasta ubi jalar di PT.Galih Estetika. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2018. Sasaran penelitian adalah PT.Galih Estetika. Pengambilan data dilaksanakan dalam 23 hari proses produksi. Metode analisis yang digunakan adalah analisis nilai tambah dan penentuan harga pokok produksi (full costing) dan laporan rugi-laba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Nilai tambah ubi jalar setelah diolah menjadi pasta ubi jalar sebesar Rp2.901,79 atau 37,41 persen, (2) Harga pokok produksi pasta ubi jalar menggunakan metode full costing sebesar Rp9.387,00 per kg, (3) Laporan Rugi-laba menunjukan pendapatan pasta ubi jalar yang diperoleh perusahaan sebelum pajak sebesar Rp366.356.597,00 dan pendapatan setelah pajak penghasilan sebesar Rp329.990.937,00. | PT. Galih Estetika was a sweet potato processed company in Kuningan Regency. The company's products are sweet potato paste. Sweet potato processed into pasta directly gives added value because of the treatment and added other inputs so the products has a higher value. The entire cost of the production process is charged to the product for determined cost of production. The research aims; (1) To know the value of sweet potato paste in PT. Galih Estetika, (2) To know the cost of production of sweet potato paste in PT. Galih Estetik, (3) To know the amount of profit of processing sweet potato paste in PT. Galih Estetika. This research was held on Februari, 2018. The researcch objective is PT.Galih Estetika. Data collection is carried out in 23 days of production process. The method of analysis used value added analysis, determination cost of production used full costing method and income statement analysis. The results showed that: (1) Value added sweet potato after processed into sweet potato paste amounted to Rp2.901,79 or 37,41 percent, (2) Cost of production sweet potato paste used full costing method for per kg of Rp9.387,00. (3) The income loss report shows the income of sweet potato paste obtained by the company before tax of Rp366,356,597.00 and income after income tax of Rp329,990,937.00 | |
| 19748 | 22896 | F1B014039 | IMPLEMENTASI PROGRAM BANTUAN STIMULAN PERUMAHAN SWADAYA DI DESA CIKIDANG KECAMATAN CILONGOK KABUPATEN BANYUMAS | Implementasi merupakan suatu tahapan yang penting dalam proses kebijakan publik. Untuk mengetahui sutu program berhasil atau tidak terhadap kelompok sasaran maka diperlukan studi implementasi. Penanganan permasalahan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menjadi permasalahan publik yang urgent dan perlu mendapat perhatian yang lebih. Kondisi terkini di Indonesia berdasarkan data dari Capaian MDGs Target 7D Tahun 2014 terdapat sekitar 9,12% rumah tangga dari 64,1 juta rumah tangga tinggal dalam hunian yang tidak layak dan terdapat 38.431 Ha kawasan permukiman kumuh perkotaan di Indonesia. Seperti halnya yang terjadi di desa Cikidang, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas yang menjadi salah satu Kabupaten yang sedang memprioritaskan dalam pembangunan RTLH melalui dana stimulan atau Bantuan Stiulan Perumahan Swadaya. Melalui program BSPS pemerintah bertujuan untuk membantu masyarakat yang berpenghasilan rendah untuk mewujudkan citacitannya memiliki sebuah rumah yang layak huni dalam kategori yang sehat dan nyaman. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis implementasi program BSPS di Desa Cikidang Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data dengan menggunakan pemeriksaan pada derajat kepercayaan, keteralihan, kebergantungan, dan kepastian. Teknik analisis data yang digunakan yaitu model interaktif dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program BSPS di Desa Cikidang Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas dapat dikatakan berhasil. Kunci keberhasilan dapat dilihat dari output fisik rumah setelah mendapat program dapat dikatakan sebagai rumah yang sudah layak huni serta program BSPS mampu untuk memancing swadaya dari penerima manfaat. Penelitian ini dengan meihat faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dari implementasi program dilihat dari 1) Sumber Daya, kecukupan sumber daya dapat dipenuhi dengan adanya pembentukan kelompok penerima program yang mana setiap kelompok dipilih ketua kelompok yang dapat membantu dalam pelaksaan program; 2) Komunikasi, implementasi program BSPS dilihat dari komunikasinya sudah baik, namun masih perlu ditingkatkan lagi terkait kejelasan RAB (Rencana Anggaran Biaya) 3) Disposisi; semua aktor menunjukan komitmen yang baik dalam proses implementasi program BSPS; 4) Struktur Birokrasi; Program BSPS belum memiliki SOP yang berbentuk secara baku dan tertulis. | Implementation is an important stage in the public policy process. To find out whether the program is successful or not to the target group, an implementation study is needed. Handling the problem of Unqualified Homes (RTLH) becomes an urgent public problem and needs more attention. Current conditions in Indonesia based on data from the 7D Target MDGs Achievement In 2014 there were approximately 9.12% of households from 64.1 million households living in inappropriate housing and 38,431 Ha of urban slum areas in Indonesia. As was the case in Cikidang village, Cilongok sub-district, Banyumas district, which became one of the districts that was prioritizing the construction of RTLH through stimulant funds or self-help housing assistance. Through the BSPS program the government aims to help low-income people to realize their dreams of having a livable house in a healthy and comfortable category. The purpose of this study is to describe and analyze the implementation of the BSPS program in Cikidang Village, Cilongok District, Banyumas Regency. The selection of informants used purposive sampling and snowball sampling techniques. Data collection techniques using interviews, observation, and documentation. Examination of the validity of the data by using an examination of the degree of trust, transferability, dependence, and certainty. Data analysis techniques used are interactive models of Miles and Huberman. The results showed that the BSPS program in Cikidang Village, Cilongok District, Banyumas Regency was successful. The key to success can be seen from the physical output of the house after receiving the program can be said to be a house that is suitable for habitation and the BSPS program is able to lure self-help from beneficiaries. This study looks at the factors that influence the success of the program implementation seen from 1) Resources, the adequacy of resources can be fulfilled by the formation of program recipient groups in which each group is chosen group leader who can assist in implementing the program; 2) Communication, the implementation of the BSPS program as seen from the communication has been good, but it still needs to be improved again regarding the clarity of the RAB (Budget Plan) 3) Disposition; all actors show good commitment in the BSPS program implementation process; 4) Bureaucratic Structure; The BSPS program does not have SOP in the form of standard and written. | |
| 19749 | 22898 | C1K014029 | The Influence of Servicescape and Service Encounter on Consumer Emotion, Perceived Service Quality, and Consumer Satisfaction (Study on Warunk Upnormal Purwokerto Consumer) | Munculnya restoran memungkinkan orang untuk tidak memasak sendiri. Di restoran, konsumen memungkinkan untuk mendapatkan makanan dan minuman untuk memenuhi kebutuhan mereka. Baru-baru ini, banyak jenis restoran yang menawarkan layanan yang menyenangkan termasuk dekorasi interior serta eksterior yang menarik dan juga mengedepankan layanan yang baik dengan mengandalkan pelayan berkualitas. Layanan semacam ini disebut sebagai lingkungan layanan (servicescape dan layanan pertemuan) di mana restoran menawarkan layanan yang menyenangkan dan pertemuan layanan untuk mempengaruhi emosi konsumen yang positif untuk memuaskan konsumen karena memuaskan konsumen karena kualitas layanan yang dirasakan konsumen akan meningkat. Ini cara baru lingkungan layanan yang menyenangkan memiliki potensi untuk dampak yang lebih besar pada konsumen. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh layanan jasa dan pertemuan layanan di restoran terhadap emosi konsumen (pelasure dan gairah), persepsi kualitas layanan, dan kepuasan konsumen. Metodologi penelitian yang digunakan untuk penelitian ini adalah studi kasus dengan metode penelitian survei. Teknik sampling kenyamanan yang berasal dari teknik non-probability sampling digunakan untuk pemilihan sampel. Sampel penelitian ini adalah 257, dari orangorang yang pernah mengunjungi Warunk Upnormal Purwokerto. Perangkat lunak statistik SPSS dan AMOS digunakan untuk menganalisis data. Temuan di daerah ini akan membantu Warunk Upnormal Purwokerto dan pemasar lainnya untuk menjangkau pelanggan potensial dan menyelaraskan upaya pemasaran mereka dengan cara yang efisien dengan memperhatikan kebijakan pemasaran tentang Servicescape dan pertemuan layanan. Keterbatasan penelitian adalah beberapa responden tidak membaca dan menjawab pertanyaan dengan jelas dan membuatnya tidak mewakili persepsi yang tepat. | The emergence of the restaurant allows people to not have to cook for themselves. In restaurant, consumer enable to get some food and baverage to full fill their needs. Recently, many kind of restaurant that offer pleasant service include the interior decoration as well as the exterior are attractive and also put forward the good service by relying on a quality waiter. This kind of service is called as service environment (servicescape and service encounter) where the restaurant offer pleasant servicescape and service encounter to influence positive consumer emotion for satisfying consumer for satisfying consumer because of the consumer perceived service quality will increase. This new way of pleasant service environment has the potential for greater impact on consumer. Therefore, the aim of this research is to know the effect that servicescape and service encounter in restaurant on consumers’ emotion (pelasure and arousal), perceived service quality, and consumer satisfaction. The research methodology used for this study is a case study with survey research method. Convenience sampling technique derived from nonprobability sampling techniques are used for sample selection. The sample of this research is 257, from people who have visited Warunk Upnormal Purwokerto. Statistical software SPSS and AMOS is used to analyze the data. The findings in this area will help Warunk Upnormal Purwokerto and other marketers to reach out its potential customers and align their marketing effort in efficient way by pay attention on the marketing policies about Servicescape and service encounter. The limitations of the research is some respondents not read and answer the question clearly and made it not represent their exact perception. | |
| 19750 | 22899 | A1L014044 | EFEKTIVITAS PUPUK ORGANIK AMPAS KOPI DAN PUPUK NPK TERHADAP N-total, K-tersedia, PERTUMBUHAN DAN HASIL, SERTA SERPAN N BAYAM MERAH | Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui dosis pupuk organik ampas kopi yang memberikan pengaruh terbaik terhadap N-total, K-tersedia tanah, pertumbuhan dan hasil, serta serapan N bayam merah, (2) penggunaan dosis pupuk NPK yang memberikan respon terbaik terhadap N-total, K-tersedia tanah, pertumbuhan dan hasil, serta serapan N bayam merah, (3) kombinasi perlakuan yang baik antara pupuk organik ampas kopi dan pupuk NPK terhadap N-total, K-tersedia tanah, pertumbuhan dan hasil, serta serapan N bayam merah, dan (4) hubungan sifat kimia tanah dengan pertumbuhan terhadap hasil serta serapan N bayam merah. Penelitian dilaksanakan Maret sampai Juni 2018 di Rumah Plastik Desa Melung dan Laboratorium Ilmu Tanah UNSOED, Purwokerto. Penelitian ini berupa percobaan pot dengan rancangan perlakuan faktorial 3 x 3. Faktor pertama berupa perlakuan dosis pupuk NPK yaitu: 0%, 50% dan 100%. Faktor kedua berupa perlakuan pupuk organik ampas kopi 0 g, 10 g, dan 20 g. Semua kombinasi perlakuan dialokasikan ke dalam RAKL dengan 3 ulangan. Hasil pengukuran dianalisis menggunakan uji F dan dilanjutkan dengan DMRT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik ampas kopi memberikan hasil terbaik pada N-total tanah, memberikan pengaruh terbaik pada variabel tinggi tanaman dengan dosis 14,693 g/polybag, jumlah tunas dengan dosis 17,173 g/polybag dan bobot tanaman segar dengan dosis 12,208 g/polybag, serta variabel serapan N dengan dosis 16,623 g/polybag. Pupuk NPK dengan dosis 100 % dari rekomendasi memberikan pengaruh terbaik pada semua variabel kecuali pH. Kombinasi pupuk organik ampas kopi dan NPK memberikan hasil terbaik pada dosis 100% pupuk NPK dengan 10 g/polybag pupuk organik ampas kopi. Korelasi yang positif antara variabel N-total tanah dan serapan N terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah tunas,dan bobot tanaman segar. | The research was aimed to understand coffee grounds organic fertilizer doses provide the good for soil chemical, growth and yields, it also nitrogen content in spinach (1), understand NPK fertilizer doses provide the good for soil chemical, growth and yields, it also nitrogen content in red spinach (2), understand the best treatment combinations between coffee grounds organic fertilizer and NPK fertilizer toward soil chemical, growth and yields, it also nitrogen content in spinach (3), understand correlation between soil chemical, nitrogen content in red spinach againts growth to yields (4). This research was conducted on March until June 2018 at screen house Melung Village and laboratory of soil science,University of Jenderal Soedirman, Purwokerto. Research design that used was Randomized Complete Block Design with two factors. The first factor was application of NPK fertilizer doses i.e 0%, 50%, and 100% recommended doses. The second factor was application of coffee grounds fertilizer doses i.e 0 g, 10 g and 20 g. Data was analyzed using F test followed by Duncan Multiple Range Test at 5% significance levels. Results showed that the application of coffee grounds organic fertilizer was the best treatment on soil total N variables with doses 20 g/polybag, plant height with doses 14,693 g/polybag, number of bunds with doses 17,173, plant weight with doses 12,208 g/polybag, and nitrogen content with doses 16,623 g/polybag. Application of NPK fertilizer with 100% recommended doses was the best treatment on all of variables,except pH. Combination of coffee grounds fertilizer and NPK fertilizer gave good impact with doses 100% recommended doses of NPK fertilizer with 10 g/polybag coffee grounds organic fertilizer. There is positive correlation between soil total N, nitrogen content in red spinach againts number of leaves, leaf area, plant heigth, number of bunds and fresh plant weight. | |
| 19751 | 22879 | A1L112021 | Kajian Formula Cair Trichoderma harzianum Isolat jahe Berbahan Beberapa Tepung Terhadap Penyakit Rebah Semai (Pythium sp.) Pada Bibit Mentimun | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai bahan pembawa tepung yang paling tepat dalam pembuatan formula cair untuk pertumbuhan dan perkembangan T. harzianum, pengaruh T. harzianum dalam formula cair berbahan beberapa tepung yang paling efektif dalam menekan perkembangan penyakit rebah semai (Pythium sp.) pada bibit mentimun, dan pengaruh T. harzianum dalam formula cair berbahan beberapa tepung terhadap pertumbuhan bibit mentimun. Penelitian telah dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman dan Screen House, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman pada bulan Maret 2018 sampai Juni 2018. Penelitian dilakukan dalam dua tahap, yaitu in vitro dan in planta. Tahap in vitro menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 7 perlakuan dan 5 ulangan, meliputi perlakuan T. harzianum dalam Potato Dextrose Broth (PDB), dalam bahan pembawa tepung kedelai 2%, tepung terigu 2%, tepung tapioka 2%, tepung beras 1,5%, tepung jagung 1,5%, dan tepung ketan 1,5%. Variabel yang diamati adalah kepadatan konidium. Tahap in planta menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 8 perlakuan dan 5 ulangan, meliputi kontrol dan 7 formula T. harzianum. Variabel yang diamati meliputi masa inkubasi, kejadian penyakit, area under disease progress curve (AUDPC), daya kecambah, potensi tumbuh maksimum, tinggi tanaman, panjang akar, bobot segar akar, dan bobot segar tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan pembawa tepung terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan T. harzianum adalah tepung kedelai 2% yang menghasilkan kepadatan konidium sebesar 1,04x108 konidium/mL dengan peningkatan sebesar 97,85% dibandingkan medium PDB. Aplikasi T. harzianum yang paling efektif untuk menekan penyakit rebah semai adalah medium formula cair tepung kedelai 2% yang mampu menekan kejadian penyakit sebesar 100%, menunda masa inkubasi 13,52%, dan memiliki nilai AUDPC terendah sebesar 0% hari. T. harzianum belum mampu meningkatkan komponen pertumbuhan tanaman. | This research aimed to determine the most appropriate type of flours in developing liquid formula for growth and development of T. harzianum, the effect of T. harzianum in the most effective liquid formula based on several flours types in suppressing the disease, and on growth of cucumber seedlings. The research was conducted at the Plant Protection Laboratory and the screen house, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, from March 2018 to June 2018. The research was conducted in two stages, namely, the in vitro and in planta stage. In vitro test used Rendomized Completely Design with 7 treatments and 5 replicates included T. harzianum in Potato Dextrose Broth (PDB), in 2% soybean, 2% wheat, 2% tapioca, 1.5% rice, 1.5% corn, and 1.5% glutinous flours. The observed variable was conidial density. In planta test used Rendomized Block Design with 8 treatments and 5 replicates, consisted of control and 7 liquid formulas of T. harzianum. Variables observed were conidia density, incubation period, disease incidence, area under disease progress curve (AUDPC), germination rate, maximum growth potential, plant height, root length, fresh root weight, and fresh crop weight. Result of the research showed that the best flour carrier for growth and development of T. harzianum was 2% soybean flour resulting in a conidia density of 1.04x108 conidia/mL or an increase of 97.85% compared to PDB. The most effective application of T. harzianum to suppress damping off was 2% soy flour medium formula by decreasing disease incident, delaying incubation period and decreasing AUDPC value as 100, 13,52, and 0 % respectively, compared to control. T. harzianum has not been able to increase the component of plant growth. | |
| 19752 | 22900 | D1B016017 | PENGARUH SUHU DAN LAMA THAWING TERHADAP KUALITAS SPERMATOZOA SAPI PERANAKAN ONGOLE | Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh interaksi suhu dan lama thawing terhadap kualitas spermatozoa sapi Peranakan Ongole (PO) dan mengkaji pengaruh suhu dan waktu thawing terhadap kualitas spermatozoa sapi PO. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 36 semen beku sapi PO dari Dinas Perikanan dan Peternakan Banyumas, Eosin B, Nigrosin, natrium sitrat 3% dan aquabidestillata 100 ml. Peralatan penelitian disediakan di Laboratorium Fisiologi dan Reproduksi Ternak Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman. Alat yang digunakan dalam penelitian antara lain, mikroskop, object glass 36 buah, cover glass 36 buah, pengaduk 1 buah, dan pipet 1 ml 37 buah. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah eksperimen degan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial (4x3). Faktor pertama adalah suhu thawing terdiri atas 100 C; 250 C; 270 C; 370 C dan faktor kedua adalah lama thawing dengan waktu selama 30; 60 dan 90 menit. Total perlakuan yang diberikan adalah 12 dengan 3 ulangan. Hasil analisis variansi menunjukkan interaksi suhu dan waktu tidak berpengaruh nyata (P > 0.05) terhadap motilitas dan viabilitas spermatozoa, namun berpengaruh nyata (P < 0.05) terhadap abnormalitas spermatozoa. Perlakuan terbaik adalah penggunaan suhu 370 C dengan lama waktu thawing 30 menit dengan motilitas spermatozoa yang dihasilkan adalah 56.44% dan viabilitas 57.92% dan abnormalitas masih dibawah ambang batas yaitu sebesar 8.65%. Thawing menggunakan metode tersebut masih sangat layak Inseminasi Buatan (IB) | The purpose of this research was to examine the effect of the interaction between temperature and duration of thawing on the quality of spermatozoa on Ongole Crossbreed cattle and to study the effect of temperature and duuration of thawing on the quality of spermatozoa on Ongole Crossbreed cattle. The material used in this study was 36 frozen semen of Ongole Crossbred cattle from Fisheries and Livestock agency of Banyumas, Eosin B, Nigrosin, sodium citrate 3% and aquabidestillata 100 ml. Research equipment is provided at the Physiology and Reproduction Laboratory of Animal Science Faculty, Jenderal Soedirman University. The tools used in the research include microscope, object glass 36 unit, cover glass 36 unit, stirrer 1 unit, and pipette 1 ml 37 unit. The method used in the study is an experiment with complete random design (CRD) factorial (4x3). The first factor is thawing’s temperature consisting of 100 C; 250 C; 270 C; 370 C and the second factor is duration of thawing for 30; 60 and 90 minutes. The total treatment given is 12 with 3 replications. The results of variance analysis showed that the interaction of temperature and time had no significant effect (P > 0.05) on sperm motility and viability, but had a significant effect (P < 0.05) on sperm abnormalities. The best treatment was the use of 370 C temperature with 30 minutes thawing time with 56.44% sperm motility and 57.92% viability and abnormalities below the threshold of 8.65%. Thawing using this method is still very feasible for Artificial Insemination (AI). | |
| 19753 | 22901 | P2CB14033 | Pengaruh Motivasi Kerja Intrinsik Dan Keadilan Prosedural Terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) Dan Kinerja Karyawan KPP Pratama Purwokerto | Drajat Verianto. Program Pasca Sarjana Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Pengaruh Motivasi Kerja Intrinsik Dan Keadilan Prosedural Terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) dan Kinerja Karyawan KPP Pratama Purwokerto. Pembimbing Utama: Wiwiek Rabiatul Adawiyah, M.Sc., Ph.D, Pembimbing Kedua: Dr. Negina Kencono Putri, S.E, M.Si, Ak. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi kerja intrinsik, keadilan prosedural terhadap Organizational Citizenship Behavior dan kinerja karyawan KPP Pratama Purwokerto, serta menganalisis pengaruh Organizational Citizenship Behavior terhadap kinerja karyawan KPP Pratama Purwokerto. Penelitian ini juga menganalisis pengaruh peran mediasi Organizational Citizenship Behavior dalam hubungan dengan motivasi intrinsik dan keadilan prosedural terhadap kinerja karyawan KPP Pratama Purwokerto. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survey. Metode pengambilan sampel menggunakan simple random sampling, survey dilakukan terhadap 95 responden yang merupakan karyawan KPP Pratama Purwokerto. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda dan regresi metode mediasi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dibahas, maka dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa motivasi kerja intrinsik, dan keadilan prosedural mempunyai pengaruh signifikan terhadap Organizational Citizenship Behavior; motivasi kerja intrinsik dan keadilan prosedural mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja; Organizational Citizenship Behavior mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja; Organizational Citizenship Behavior mempu menjadi variabel media pada hubungan antara motivasi kerja dan keadilan prosedural dengan kinerja. Implikasi penelitian ini adalah untuk meningkatkan OCB dan juga kinerja pada karyawan KPP Pratama Purwokerto, beberapa hal yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan motivasi intrinsiknya antara lain dengan mendorong karyawan untuk meningkatkan potensi yang pada diri karyawan serta memberikan kesempatan kepada karyawan untuk menyelesaikan setiap pekerjaan dengan penuh tanggung jawab, peningkatan OCB dan juga kinerja pada karyawan KPP Pratama Purwokerto juga dapat dengan memperbaiki persepsi keadilan pada diri tiap karyawan. Manajemen dapat melakukannya dengan melakukan penilaian prestasi bagi karyawan secara adil dan transparan, kinerja pada karyawan KPP Pratama Purwokerto juga dapat dilakukan dengan memperbaiki OCB pada karyawan. Hal-hal yang dapat dilakukan antara lain dengan mengikutsertakan karyawan dalam setiap kegiatan yang diadakan organisasi, memberikan informasi yang jelas kepada karyawan seputar pekerjaannya, dan meningkatkan kerjasama antar karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan. | Drajat Verianto. Post Graduate Program of Jenderal Soedirman University Purwokerto. Effect of Intrinsic Work Motivation and Procedural Justice on Organizational Citizenship Behavior (OCB) and Employee Performance of KPP Pratama Purwokerto. Main Advisor: Wiwiek Rabiatul Adawiyah, M.Sc., Ph.D, Second Advisor: Dr. Negina Kencono Putri, S.E, M.Si, Ak The study aimed to analyze the effect of intrinsic work motivation, procedural fairness on organizational citizenship behavior and the performance of the employees of KPP Pratama Purwokerto, as well as analyzing the influence of organizational citizenship behavior on the performance of KPP Pratama Purwokerto employees. This study also analyzed the influence of the role of media on organizational citizenship behavior in relation to intrinsic motivation and procedural justice on the performance of KPP Pratama Purwokerto employees. The study was conducted using survey methods. The sampling method uses simple random sampling, the survey was conducted on 95 respondents who were employees of KPP Pratama Purwokerto. The data analysis method used is multiple linear regression and mediation method regression. Based on the results of research that has been discussed, it can be concluded that intrinsic work motivation, and procedural justice have a significant influence on organizational citizenship behavior; intrinsic work motivation and procedural justice have a significant influence on performance; organizational citizenship behavior has a significant influence on performance; organizational citizenship behavior can be a media variable on the relationship between work motivation and procedural justice with performance. The implications of this study are as follows to improve the OCB and also the performance of the KPP Pratama Purwokerto employees, several things that can be done are by increasing its intrinsic motivation, among others by encouraging employees to increase the potential of the employees and providing opportunities for employees to complete each job responsibly, the increase in OCB and also the performance of the KPP Pratama Purwokerto employees can also improve the perception of justice for each employee. Management can do this by assessing performance for employees in a fair and transparent manner, Performance on KPP Pratama Purwokerto employees can also be done by improving OCB on employees. The things that can be done include including employees in every activity held by the organization, providing clear information to employees about their work, and increasing cooperation between employees in completing work. | |
| 19754 | 25594 | G1G014025 | PERBEDAAN PENGARUH PENAMBAHAN NANOPARTIKEL TITANIUM DIOKSIDA 1% DAN 3% TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN DAN JUMLAH KOLONI Candida Albicans PADA BASIS GIGI TIRUAN RESIN AKRILIK POLIMERISASI PANAS | Permukaan basis gigi tiruan resin akrilik polimerisasi panas yang kasar dapat disebabkan karena adanya mikroporositas, permukaan yang kasar dapat pula mengakibatkan kolonisasi mikroba pada basis gigi tiruan. Salah satu jenis mikroba yang dapat tumbuh adalah Candida albicans. Penambahan suatu bahan dapat dilakukan dalam proses pembuatan basis gigi tiruan resin akrilik dengan menambahkan nanopartikel titanium dioksida. Bahan ini dapat menurunkan tingkat kekasaran permukaan. Tingkat kekasaran permukaan yang rendah dapat mengurangi perkembangbiakan koloni C. albicans. Jenis penelitian ini eksperimental laboratorium dengan menggunakan 24 sampel resin akrilik polimerisasi panas yang dibagi menjadi 3 kelompok. Kelompok pertama atau kontrol tidak diberikan penambahan nanopartikel titanium dioksida, kelompok ke dua diberikan perlakuan dengan penambahan sebanyak 1%, dan kelompok ke tiga diberikan penambahan sebanyak 3%. Setiap kelompok dilakukan pengujian dengan menguji tingkat kekasaran permukaan dengan menggunakan alat Profilometer dan setiap sampel dilakukan perendaman pada suspensi C. albicans untuk dihitung hasil jumlah koloni yang berkembang biak pada medium Saboraud Dextrose Agar (SDA). Uji statistik menggunakan One-Way ANOVA pada kekasaran permukaan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antar kelompok dengan p = 0,000 (p<0,05), demikian juga untuk jumlah koloni menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antar kelompok dengan p = 0,000 (p<0,05) kemudian dilanjutkan dengan uji korelasi menggunakan Pearson Correlation untuk melihat hubungan antara kekasaran permukaan dengan jumlah koloni C. albicans, yaitu memiliki hubungan korelasi dengan keeratan sangat kuat dengan r = 0,88 (r = 0,71 – 0,90). Hasil menunjukkan bahwa penambahan bahan nanopartikel titanium dioksida pada permukaan basis gigi tiruan resin akrilik polimerisasi panas dapat menurunkan tingkat kekasaran permukaan dan jumlah koloni C. albicans. | The rough surface of heat-polymerized acrylic resin denture base can be caused by the presence of microporosity, which can lead to microbial colonization on the denture base. One type of microbes that can grow in acrylic resin denture base is Candida albicans. Addition of titanium dioxide nanoparticles on denture can reduce the level of surface roughness therefore reduce the C. albicans growth. The research design was laboratory experimental using 24 heat-polymerized acrylic resin. Samples divided into 3 groups. The groups were control group without titanium dioxide nanoparticle addition whereas treated groups with titanium dioxide nanoparticle addition 1% and 3 % respectively. Each group was tested the level of surface roughness using a Profilometer and each sample was immersed in the suspension of C. albicans to calculate the number of C. albicans colony on the surface of acrylic resin denture base. Statistical test using One-Way Anova showed significant differences of surface roughness (p=0.000; p<0.05) and number of C. albicans colony (p=0.000; p<0.05). Pearson correlation between groups showed very strong correlation between the surface roughness and the number of C. albicans colony (r=0.88; r=0.71-0.90). Addition of titanium dioxide nanoparticles on the surface of the base denture of heat-polymerized acrylic resin denture base can reduce the level of surface roughness and the number of C. albicans colonies. | |
| 19755 | 22902 | C1C014045 | SKRIPSI ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA PASAR PERUSAHAAN PERKEBUNAN (Studi Empiris pada Perusahaan Perkebunan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan Bursa Malaysia Periode 2012-2016) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio likuiditas, solvabilitas, profitabilitas, pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR), dan ukuran perusahaan terhadap kinerja pasar perusahaan perkebunan di Bursa Efek Indonesia dan Bursa Malaysia. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan perkebunan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Bursa Malaysia (BM) periode 2012-2016. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sehingga didapatkan sampel sebanyak 6 perusahaan Indonesia dan 11 perusahaan Malaysia. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) rasio likuiditas tidak berpengaruh terhadap kinerja pasar perusahaan di Indonesia dan Malaysia; (2) rasio solvabilitas tidak berpengaruh terhadap kinerja pasar perusahaan di Indonesia, namun disisi lain rasio solvabilitas berpengaruh terhadap kinerja pasar perusahaan di Malaysia; (3) rasio profitabilitas berpengaruh terhadap kinerja pasar perusahaan di Indonesia, namun disisi lain rasio profitabilitas tidak berpengaruh terhadap kinerja pasar perusahaan di Malaysia; (4) pengungkapan CSR tidak berpengaruh terhadap kinerja pasar perusahaan di Indonesia dan Malaysia; (7) Ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap kinerja pasar di Indonesia dan Malaysia. Implikasi penelitian ini yaitu dalam upaya meningkatkan kinerja pasar, pihak perusahaan sebaiknya memperhatikan berbagai kebijakan yang berkaitan dengan peningkatan nilai perusahaan. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menjaga tingkat solvabilitas dan profitabilitas perusahaan. Investor melihat nilai solvabilitas sebagai batas aman atas dana yang sudah ditanamkan apabila perusahaan mengalami kebangkrutan. Oleh karena itu, perusahaan harus menjaga tingkat solvabilitasnya dengan menentukan komposisi modal yang dimiliki secara bijak. Disisi lain, semakin tinggi profitabilitas menunjukkan prospek yang baik di masa depan. Hal ini dapat menarik minat investor untuk menanamkan dananya pada perusahaan sehingga kinerja pasar akan meningkat. | This study aims to determine the effect of liquidity, solvency, profitability, disclosure of Corporate Social Responsibility (CSR), and company size on market performance on the Indonesia Stock Exchange and Malaysia Stock Exchange. The population in this study was all companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) and Malaysia Stock Exchange (BM) for the period 2012-2016. The sampling technique uses purposive sampling. The sample was obtained by 6 Indonesian companies and 11 Malaysian companies. Data analysis technique in this research was doubled linear regression. The results of this study indicate that: (1) the liquidity ratio does not affect the market performance in Indonesia and Malaysia; (2) solvency ratio does not affect the performance of companies in Indonesia, but on the other hand the solvency ratio to market performance in Malaysia; (3) profitability ratios on market performance in Indonesia, but no profitability ratio has no effect on market performance in Malaysia; (4) CSR disclosure does not affect the market performance in Indonesia and Malaysia; (7) Company size does not affect market performance in Indonesia and Malaysia. The implication of the conclusions was that in an effort to improve the performance of the company, the parties that have an interest in various policies related to the increase in the value of the company. Efforts that can be done is to maintain the level of solvency and profitability of the company. The greater the investor's ratio, because the smaller the assets that will be borne by the investor. Therefore, the company must maintain its solvency level by determining the composition of capital that allows wisely. On the other hand, the higher the profitability that shows the future. This can attract investors to invest in the company, so that market performance will increase. | |
| 19756 | 22903 | G1D011067 | PERBEDAAN PERILAKU CARING PADA MAHASISWA JURUSAN KEPERAWATAN DAN MAHASISWA JURUSAN NON KESEHATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | Latar Belakang: Mahasiswa jurusan keperawatan mendapat kurikulum pengajaran tentang caring yang mencakup aspek fisik, emosional, sosiokultural dan spiritual. Hal tersebut yang membedakan dengan mahasiswa jurusan non kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan perilaku caring pada mahasiswa jurusan keperawatan dan mahasiswa jurusan non kesehatan Unsoed. Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Teknik sampel menggunakan accidential sampling dengan jumlah sampel sebanyak 154 responden yang terbagi menjadi dua kelompok partisipan. Pengambilan data perilaku caring menggunakan instrumen Caring Behaviors Inventory (CBI). Uji hipotesis dengan menggunakan uji non parametrik Mann-Whitney. Hasil Penelitian: Hasil penelitian didapatkan perilaku caring pada kelompok partisipan jurusan keperawatan menunjukkan hasil baik (59,7%) dan kelompok partisipan jurusan non kesehatan menunjukkan hasil cukup (61,0%). Selain itu, pada hasil analisis didapatkan nilai kemaknaan dari perilaku caring antara mahasiswa jurusan keperawatan dan mahasiswa jurusan non kesehatan Unsoed sebesar p=0,023 (p<0,05). Kesimpulan: Diperoleh perbedaan signifikan dari perilaku caring pada mahasiswa jurusan keperawatan dan mahasiswa jurusan non kesehatan Unsoed. | Background: Students majoring in nursing receive a teaching curriculum on caring that covers physical, emotional, sociocultural and spiritual aspects. This is what distinguishes students from non-health majors. This study aims to determine differences in caring behavior in students majoring in nursing and non-health majors in Unsoed. Methodology: This study used a cross sectional design. The technique sample used accidential sampling with a total sample is 154 respondents divided into two groups of participants. Data retrieval of caring behavior using the Caring Behaviors Inventory (CBI) instrument. Hypothesis testing using the non-parametric Mann-Whitney test. Results: The results showed that caring behavior in the group of participants majoring in nursing showed good results (59.7%) and the group of participants in non-health majors showed sufficient results (61.0%). In addition, the results of the analysis obtained the significance value of caring behavior between students majoring in nursing and students of non-health Unsoed majors at p=0.023 (p <0.05). Conclusion: There are significant differences in caring behavior between students majoring in nursing and students of non-health majors Unsoed. | |
| 19757 | 22897 | F1B014022 | COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENANGANAN KAWASAN PERMUKIMAN KUMUH PERKOTAAN (STUDI PADA PELAKSANAAN PROGRAM KOTA TANPA KUMUH DI KELURAHAN BERKOH KECAMATAN PURWOKERTO SELATAN KABUPATEN BANYUMAS) | Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) merupakan program nasional yang ditujukan untuk menangani permasalahan permukiman yang menggunakan prinsip kolaborasi. Kelurahan Berkoh, Kabupaten Banyumas, menjadi salah satu wilayah yang melaksanakan Program KOTAKU dengan tingkat permasalahan kumuh yang cukup tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan Collaborative Governance dalam penanganan kawasan permukiman kumuh perkotaan yang dilaksanakan melalui Program KOTAKU di Kelurahan Berkoh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan indikator-indikator Collaborative Governance tidak terpenuhi secara keseluruhan, berikut adalah capaian per indikator: 1) Network Structure, tipe struktur jaringan dalam program adalah Lead Organization sehingga ditemukan adanya dominasi peran dari salah satu aktor; 2) Commitment to a common purpose, belum semua aktor menunjukkan komitmen yang baik namun pada setiap tahapan program komitmen terus meningkat; 3) Trust among the participants, kepercayaan antar aktor belum sepenuhnya baik namun ada upaya untuk menumbuhkan kepercayaan; 4) Governance, sudah terdapat kejelasan peraturan yang mendasari jalannya program dan siapa saja pihak yang terlibat; 5) Access to authority, terdapat kejelasan garis koordinasi dan kewenangan masing-masing pihak; 6) Distributive accountability/responsibility, pihak yang terlibat masih banyak berjalan dengan kegiatan masing-masing; 7) Information sharing, terdapat pertukaran informasi antar aktor namun tidak dilaksanakan secara rutin; dan 8) Access to resource, perlu ada sumber dana lain selain dana BDI dan Pemkab, sumber daya manusia masih minim pengetahuannya tentang penanganan kumuh. Selain itu, kedelapan indikator tersebut tidak selalu nampak dalam setiap tahapan program. Koordinasi antar pihak perlu dilaksanakan secara rutin sehingga tedapat pertukaran informasi yang lancar dan semua pihak yang terlibat dapat mengetahui perkembangan pencapaian target penanganan kumuh. Selain itu, aktor-aktor yang terlibat perlu memperhatikan aspek keberlanjutan dari program, sehingga hasil pembangunan yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat secara terus-menerus kepada masyarakat. | Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) Program is a national slum handling program to solve the urban slum area problems using collaboration principle. This program also applied in Kelurahan Berkoh, Banyumas, which has complex slum area problems. The purpose of this research is to analyze and describe how Collaborative Governance work on urban slum handling process through KOTAKU Program in Kelurahan Berkoh. This research is using qualitative approach. The result of research showed that the indicators of Collaborative Governance are not wholly work on the implementation of KOTAKU in Berkoh, as follows: 1) Network structure, the type of network that works in the program is Leading Organization type; 2) Commitment to a common purpose, not every actors showed the good commitment, but in every stage of the program showed the increase of actors’ commitment; 3) Trust among the participants, there was no full trust among the participants, but there are eforts to build the trust; 4) Governance, there are clear regulations that underlained the implementation of the program and who is in concerned, a rejection is happen but it can be handled; 5) Access to authority done according the existing authority and according to each task; 6) Distributive accountability/responsibility, actors are mainly done their own programs; 7) Information sharing, there are information exchange among stakeholders, but it’s not done regularly; and 8) Access to resource, still needs other sources of funds besides from BDI and government, from the human resources aspect there are lack of knowledge about slum area handling. Beside that, eight indicators mentioned before are not always seen in every stage of the program. Coordination among the actors should be done regularly so information sharing process can go well and all the actors that involved can monitor the progress and performance of slum handling program. All the actors also have to pay more attention on sustainability aspect, so the infrastructure can be useful and the resulting effects will last longer for the society. | |
| 19758 | 22904 | F1D013045 | Politik Implementasi Peraturan Daerah Nomor 18 Tahun 2014 dalam Pengelolaan Limbah Tempe Kedelai di Desa Pliken Kabupaten Banyumas | Penelitian dengan judul “Politik Implementasi Peraturan Daerah Nomor 18 Tahun 2014 dalam Pengelolaan Limbah Tempe Kedelai di Desa Pliken Kabupaten Banyumas” bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan proses implementasi Peraturan Daerah Nomor 18 Tahun 2014 dalam pengelolaan limbah tempe kedelai di Desa Pliken serta mengetahui dan menjelaskan aspek-aspek politik yang mempengaruhi proses implementasi Peraturan Daerah Nomor 18 Tahun 2014 dalam pengelolaan limbah tempe kedelai di Desa Pliken. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dan perspektif institusionalisme dengan metode penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan studi kasus. Penelitian ini berlokasi di wilayah Kabupaten Banyumas dengan situs berada di Desa Pliken Kecamatan Kembaran. Teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling dan tidak menutup kemungkinan menggunakan snowball sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi serta teknik analisis datanya menggunakan teknik analisis interaktif. Sedangkan untuk keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil dari penelitian ini yaitu, pertama terdapat proses implementasi Peraturan Daerah Nomor 18 Tahun 2014 dalam pengelolaan limbah tempe kedelai di Desa Pliken mulai dari proses sosialisasi lingkungan yang dilakukan DLH, proses perumusan pembuatan IPAL yang dilakukan pemerintah desa, proses pembangunan IPAL yang dilakukan DLH, dan proses pengawasan yang dilakukan DLH dan DPRD Kabupaten Banyumas. Kedua, terdapat tiga aspek politik yaitu otoritas legal formal, legitimasi, dan pengaruh. Penelitian ini mengungkap beberapa temuan yaitu adanya kepentingan yang dimiliki beberapa aktor implementasi mulai dari kepentingan politik kepala desa dan kepentingan ekonomi anggota DPRD. | The study entitled "Political Implementation of Local Regional Number 18 of 2014 in the Management of Tempe Soy Waste in the Pliken Village of Banyumas Regency" aims to understand and describe the process of implementing Local Regional Number 18 of 2014 in the management of soybean tempe waste in Pliken Village and knowing and explaining political aspects that influence the process of implementing Local Regional Number 18 of 2014 in the management of soybean tempe waste in the Pliken Village. This research uses constructivism paradigm and institutionalism perspective with qualitative research methods. The approach used is a case study approach. This research is located in Banyumas Regency with a site located in Pliken Village, Kembaran District. The informant selection technique uses purposive sampling and does not rule out the possibility of using snowball sampling. Data collection techniques using interviews, observation, and documentation and data analysis techniques using interactive analysis techniques. As for the validity of the data using source triangulation techniques. The results of this study are, first, there is a process of implementing Local Regional No. 18 of 2014 in the management of soybean tempe waste in Pliken Village starting from the environmental socialization process carried out by DLH, the process of formulating the IPAL made by the village government, the process of constructing IPAL by DLH, and supervision process carried out by DLH and Banyumas Regency DPRD. Second, there are three political aspects, namely formal legal authority, legitimacy, and influence. This study revealed several findings, namely the existence of the interests of some implementing actors ranging from the political interests of the village head and the economic interests of DPRD members. | |
| 19759 | 22905 | A1L014104 | PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG SAPI DAN PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH CUCIAN BERAS (POC) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) | Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mengetahui pengaruh pemberian pupuk kandang sapi dan pupuk organik cair limbah cucian beras (POC) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada, 2) mengetahui dosis pupuk kandang sapi dan konsentrasi POC yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil tanaman Selada, 3) mengetahui pengaruh interaksi dosis pupuk kandang sapi dan konsentrasi POC terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada. Penelitian dilaksanakan di screen house di Desa Melung Kecamatan Kedung Banteng dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian dimulai pada bulan Januari 2018 sampai dengan April 2018. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor. Faktor pertama pemberian dosis pupuk kandang sapi terdiri dari 4 taraf, yaitu 0;104,16;208,33;312,5 g/tanaman. Faktor kedua adalah konsentrasi POC terdiri dari 4 taraf, yaitu 0;10;20;30 ml/liter air. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis pupuk kandang sapi seberat 208,33 g/tanaman memberikan pengaruh terbaik terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot akar segar, bobot tanaman segar, bobot tanaman kering, bobot tajuk segar, dan bobot tajuk kering. Pemberian konsentrasi POC tidak memberikan pengaruh pada semua variabel pengamatan. Tidak ada interaksi antara dosis pupuk kandang sapi dengan POC terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada. Kombinasi dosis pupuk kandang sapi seberat 208,33 g/tanaman dan tanpa POC merupakan kombinasi terbaik pada pertumbuhan dan hasil tanaman selada. | This research aimed to: 1) to know the effect of cow manure and liquid organic fertilizer of rice waste water (LOF) for growth and yield of lettuce, 2) to know the dose of cow manure and the right concentration of LOF for growth and yield of lettuce, 3) to know the effect of interaction dosage of cow manure and concentration LOF to growth and yield of lettuce. The research was conducted in screen house in Melung Village, Kedung Banteng Subdistrict and Agronomy and Horticulture Laboratory, Faculty of Agriculture, University of Jenderal Soedirman, Purwokerto. The research was conducted from January until April 2018. This research was used Randomized Completely Block Design (RCBD) with two factors. The first factor of doses of cow manure consists of 4 levels, there are 0;104,16;208,33;312,5 g/plant. The second factor is the concentration of LOF consisting of 4 levels, there are 0;10;20;30ml/liter of water. The results was showed that dose of 208.33 g/plant cow manure gave the best effect to plant height, number of leaf, leaf area, fresh root weight, fresh plant weight, dry plant weight, fresh shoot weight, and dry shoot weight. The treatment by giving concentration of LOF did not significant on all observation variables. There is no interaction between dose of cow manure and LOF to growth and yield of lettuce. The combination dose of cow manure weighing 208.33 g/plant and without LOF is the best combination on the growth and yield of lettuce. | |
| 19760 | 22906 | G1B014040 | PENURUNAN TIMBAL PADA AIR LIMBAH INDUSTRI BATIK MENGGUNAKAN ARANG BIJI SALAK DENGAN BERBAGAI VARIASI MASSA DAN WAKTU KONTAK | ABSTRAK PENURUNAN TIMBAL PADA AIR LIMBAH INDUSTRI BATIK MENGGUNAKAN ARANG BIJI SALAK DENGAN BERBAGAI VARIASI MASSA DAN WAKTU KONTAK Ridha Auliya Haq1, Saudin yuniarno2, Suparmin3 Latar Belakang: Kadar timbal (Pb) pada air limbah batik perlu diturunkan untuk menghindari dampak buruk pada lingkungan dan kesehatan masyarakat. Pengolahan menggunakan biosorben mampu menurunkan kadar Pb pada air dengan beberapa variasi, salah satunya menggunakan arang biji salak. Tujuan penelitian ini mengetahui efektifitas arang biji salak dengan variasi massa dan waktu kontak dalam menurunkan kadar Pb air limbah batik. Metodologi: Penelitian quasi eksperimen ini menggunakan dengan rancangan acak lengkap (RAL). Sampel penelitian diambil dari salah satu industri dengan air limbah batik lebih dari 0,1 mg/l. Penelitian ini terdapat 10 variasi perlakuan pemberian arang biji salak yaitu waktu 30, 60 dan 90 menit dengan massa 0.6, 0.8 dan 1gram yang dikombinasikan serta kontrol. Hasil Penelitian: Hasil menunjukan efektifitas penurunan Pb air limbah batik yang berbeda pada perlakuan dibandingkan dengan kontrol, yaitu pada waktu 30 menit massa 0,6 gram 85.226%; waktu 30 menit massa 0,8 gram 85.942%; waktu 30 menit massa 1gram 87.15%; waktu 60 menit massa 0,6 gram 90.572%; Waktu 60 menit massa 0,8 gram 89.373%; waktu 60 menit massa 1 gram 92.753%; waktu 90 menit massa 0,6 gram 88.405%; waktu 90 menit massa 0,8 gram 88.405%; waktu 90 menit massa 1 gram 89.09%. Kesimpulan: Penambahan arang biji salak mampu mengurangi kadar Pb dengan efektifitas tertinggi adalah 92,753% pada perlakuan waktu 60 menit massa 1 gram. Kata Kunci : Logam Berat, Pb, Arang Biji Salak. | ABSTRACT REDUCTION OF Pb CONTENT IN WATER WASTE OF BATIK INDUSTRY USING CHARCOAL OF SALAK SEED WITH MASS AND CONTACT TIME VARIATION Ridha Auliya Haq1, Saudin yuniarno2, Suparmin3 Background: lead (Pb) levels in batik waste water needs to be lowered to prevent the cause of enviroment damage and public health. Processing using biosorbent can reduse Pb level in water with some variation, one of them using charcoal of salak seed. This research aimed at identifying the effectivity of charcoal of salak seed with mass and contact time variation in reduce Pb content obatik waste water. Methodology: this was a quasi experimental study with a completely randomized design (CRD). Sample of this reseach was taken from one industry with batik wastewater over 0.1 mg / l. There were 10 variations treatment from charcoal of salak seed. There are 30, 60 and 90 minutes for contact time. 0.6, 0.8 and 1gram for mass and control. Results: There were any differences in the effectivity of each treatment, compare to control in decreasing the Pb levels in batik waste water. At time 30 minutes mass 0.6 g was 85.226%; time 30 minutes mass 0.8 g was 85.942%; time 30 minutes mass 1 g was 87.15%; time 60 minutes mass 0.6 g was 90.572%; time 60 minutes mass 0.8 g was 89.373%; time 60 minutes mass 1 g was 92.753%; time 90 minutes mass 0.6 g was 88.405%; time 90 minutes mass 0.8gram was 88.405%; time 90 minutes mass 1 g was 89.09%. Conclusion: The addition charcoal of salak seed can reduce Pb level with the most effective was 92,753% at treatment time 60 minutes mass 1 g. Keywords: Heavy Metal, Pb, Charcoal Salak Seed. |