Artikelilmiahs

Menampilkan 19.801-19.820 dari 50.084 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1980122934C1B011017PENGARUH ELECTRONIC WORD OF MOUTH TERHADAP MINAT BELI PRODUK SMARTPHONE XIAOMI DENGAN CITRA MEREK DAN KEPERCAYAAN MEREK SEBAGAI VARIABEL MEDIASI
(Studi Pada Konsumen Xiaomi di Purwokerto)
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh electronic word of mouth terhadap minat beli produk smartphone Xiaomi dengan brand image dan brand trust sebagai variabel mediasi. Populasi dalam penelitian ini adalah pengguna smartphone Xiaomi. Uji hipotesis menggunakan Structural Equational Modelling (SEM) yang diolah dengan aplikasi AMOS 21.0.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Electronic word of mouth berpengaruh positif terhadap citra merek, (2) Electronic word of mouth berpengaruh positif terhadap kepercayaan merek, (3) Citra merek tidak berpengaruh positif terhadap minat beli, (4) Kepercayaan merek berpengaruh positif terhadap minat beli, (5) Electronic word of mouth berpengaruh positif terhadap minat beli, (6) Citra merek tidak memediasi hubungan kausal antara electronic word of mouth terhadap minat beli, (7) Kepercayaan merek memediasi hubungan kausal antra electronic word of mouth terhadap minat beli.
EWOM menjadi strategi utama bagi Xiaomi dalam memasarkan produknya akan lebih baik apabila Xiaomi mempertahankan eWOM positif yang ada. Membuka outlet resmi xiaomi juga menjadi salah satu media untuk mempromosikan produknya di masyarakat dan meningkatkan rasa aman bagi konsumen. Dengan rasa aman yang lebih maka kepercayaan pada merek Xiaomi akan menigkat sehingga diharapkan pada ahirnya akan meningkat juga minat beli smartphone Xiaomi. Untuk meningkatkan citra merek di mata konsumenya Xiaomi harus lebih banyak menigkatkan promosi secara langsung di berbagai media.
The purpose of this research is to know the influence of the electronic word of mouth against the purchase intention a smartphone Xiaomi, with brand image and brand trust as mediation variables. The population in this research is the Xiaomi smartphone users. The measurement of variables in this study was carried out using Likert's scale and hypothesis testing using Structural Equational Modeling (SEM) which was processed with AMOS 21.0 application.
The results showed that (1) Electronic word of mouth had a positive effect on brand image, (2) Electronic word of mouth had a positive effect on brand trust, (3) Brand image had no positive effect on purchase intention, (4) Brand trust had a positive effect on purchase intention, (5) Electronic word of mouth has a positive effect on purchase intention, (6) Brand image does not mediate causal relationships between electronic word of mouth to purchase intention, (7) Brand trust mediates causal relationships between electronic word of mouth to purchase intention .
EWOM as the main strategy for Xiaomi in marketing its products will be better if Xiaomi maintains the existing positive eWOM. Opening an official xiaomi outlet is also one of the strategies to promote its products in the community and increase the sense of security for consumers. With more security, trust in the Xiaomi brand will increase so that it is expected that eventually it will increase the interest in buying Xiaomi smartphones. To improve the brand image in the eyes of its customers, Xiaomi must increase promotion directly in various media
1980222935F1B013005COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM MENINGKATKAN IKLIM INVESTASI YANG KONDUSIF DI KABUPATEN CILACAPPenelitian ini dilatarbelakangi karena ada permasalahan yang dihadapi ketika menciptakan iklim investasi yang kondusif di Kabupaten Cilacap, permasalahan yang dimaksud adalah investasi yang lebih dominan di sektor padat modal, meningkatnya investasi tetapi tidak sebanding dengan penyerapan tenaga kerja dan invetasi yang tidak berbasis pada sumber daya alam dan sumber daya manusia di Kabupaten Cilacap. Permasalahan tersebut menjadi tanggung jawab dari para pemangku kepentingan yang terlibat dengan permasalahan investasi, namun peran dari para pemangku kepentingan masih tampak belum optimal sehingga harus diwujudkan melalui collaborative governance.
Lokasi penelitian ini di Kabupaten Cilacap. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui collaborative governance dalam meningkatkan iklim investasi di Kabupaten Cilacap dan untuk mengetahui bahwa adanya proses collaborative governance dapat meningkatkan iklim investasi yang kondusif di Kabupaten Cilacap. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Sasaran dari penelitian ini adalah 1) Pemerintah: Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan, Satuan Polisi Pamong Praja; 2) Swasta: Investor; 3) Masyarakat. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah model ineraktif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata kelola kolaboratif dalam meningkatkan iklim investasi di Kabupaten Cilacap sudah cukup baik. Hal itu merupakan proses kolaboratif mulai dari dialog tatap muka hingga tahap terakhir yaitu hasil semantara, seluruh tahapan dilalui dalam forum izin prinsip. Semuanya dapat terwujud karena ada komunikasi, koordinasi dan musyawarah yang melibatkan pemerintah, swasta dan masyarakat. Sehingga yang hadir dalam forum izin prinsip dapat membangun kepercayaan dan menimbulkan komitmen yang kuat antar para pemangku kepentingan. Hasil dari forum izin prinsip dilakukan dengan baik oleh investor dengan memperhatikan tata ruang, lingkungan dan masyarakat yang berada di lokasi sekitar pabrik. Investasi yang dilakukan di Kabupaten Cilacap secara keseluruhan kondusif dan aman, sejauh ini tidak ada investor yang melanggar peraturansehingga menimbulkan masalah yang sangat krusial. Dengan demikian, collaborative governance dapat memberikan dampak yang baik terhadap iklim invetasi di Kabupaten Cilacap dapat terlaksana dengan kondusif.
The background of this research because there are problems faced when creting a conducive invesment climate in Cilacap Regency, the problem is investment that are more dominant in capital-intensive sectors, increasing invesment but not comparable to the absorption of labor and invesment that are not based on Natural Resources and Human Resources in Cilacap Regency. These Problem are responsibility of the stakeholders involved with invesment issues, but the role of the stakeholders still seems not optimal, so it must be realized through collaborative governance.
The location of this research is in Cilacap Regency. The purpose of this research is to find out collaborative governance in improving the investment climate in Cilacap Regency and to know that the collaborative governance process can improve a conductive investment climate in Cilacap Regency. The research method is a qualitative method. The objectives of this research are 1) Government: Capital Investment Board and One-Stop Integrated Service , Public Works and Structuring Services, Public Order Enforcers ; 2) Private: Investors; 3) Community. The selection of informants uses purposive sampling technique. The data analysis method that is used is interactive model.
The results show that collaborative governance in improving the investment climate in Cilacap Regency is quite well. It is a collaborative process ranging from face-to-face dialogue to the final stage, namely intermediate outcomes, all stages passed in principle permit forum . They can be realized because there is communication, coordination and deliberation involving the government, the private sector and community. Therefore, those who present at the principle permit forum can build trust and evoke strong commitment among stakeholders. The results of the principle permit forum are implemented well by investors by paying attention to the spatial planning, the environment and the community in the location around the factory. The investments that is held in Cilacap Regency relatively are conducive and secure, so far there are no investors who break the rules, causing a very crucial problem. Thus, collaborative governance is able to give a good impact on the investment climate in Cilacap Regency that can be implemented conducively.
1980322936F1B111006PENGEMBANGAN OBYEK WISATA LINGGO ASRI DALAM UPAYA MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH KABUPATEN PEKALONGAN
Berkembangnya pariwisata di suatu daerah akan mendatangkan banyak manfaat bagi masyarakat, yakni secara ekonomis, sosial dan budaya. Namun, jika pengembangannya tidak dipersiapkan dan dikelola dengan baik, justru akan menimbulkan berbagai permasalahan yang menyulitkan atau bahkan merugikan masyarakat. Untuk menjamin supaya pariwisata dapat berkembang secara baik dan berkelanjutan serta mendatangkan manfaat bagi manusia dan meminimalisasi dampak negatif yang mungkin timbul maka pengembangan pariwisata perlu didahului dengan kajian yang mendalam, yakni dengan melakukan penelitian terhadap semua sumber daya pendukungnya
Penelitian ini dilakukan di Kantor Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Pekalongan dan Obyek Wisata Linggo Asri. Sasaran penelitian ini adalah pegawai Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Pekalongan dan Kepala UPTD Linggo Asri. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan alasan untuk menggambarkan fenomena-fenomena yang muncul di lokasi penelitian. Teknik pengambilan informan menggunakan purposive sampling. Metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Jenis data terdiri dari data primer dan data sekunder. Validitas data menggunakan triangulasi sumber, sedangkan metode analisis data menggunakan analisis interaktif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan pariwisata pada Obyek Wisata Linggo Asri sudah cukup baik. Dari aspek produk wisata, Obyek Wisata Linggo Asri memiliki daya tarik wisata yang beragam, fasilitas yang cukup lengkap, dan aksesibilitas yang baik dan mudah. Sedangkan dari aspek tenaga kerja di kelola dengan cara memberikan pengetahuan-pengetahuan tentang pariwisata dan melakukan pengawasan serta penilaian terhadap para pelaku usaha jasa pariwisata. Sedangkan aspek infrastruktur belum sepenuhnya baik. Disamping harus melakukan pembangunan, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata juga harus berupaya untuk melakukan pemeliharaan terhadap infrastruktur yang sudah ada. Adapun hambatan dalam pengembangan pariwisata pada Obyek Wisata Benteng Pendem adalah keterbatasan dana dan Sumber Daya Manusia.
The development of tourism in an area will bring many benefits to society, namely economically, socially and culturally. However, if the development is not well prepared and managed, it will cause various problems that make it difficult or even harm the community. To ensure that tourism can develop well and sustainably and bring benefits to humans and minimize the negative impacts that may arise, tourism development needs to be preceded by an in-depth study, namely by conducting research on all supporting resources.
This research was conducted at the Pekalongan Regency Sports and Tourism Youth Bureau and the Linggo Asri Tourism Object. The focus of this research is employees of the Pekalongan Regency Sports and Tourism Youth Bureau and UPTD Chief Linggo Asri. The research method used is a qualitative description with the reason to describe the phenomena that appear instead of the research. The information retrieval technique uses reasoned sampling. Methods of data collection through in-depth interviews, direct observations and documentation. This type of data consists of primary data and secondary data. The validity of the data uses the triangulation of the source, while the data analysis method uses an interactive analysis.
The results showed that the tourism development of Linggo Asri Tourism Object was sufficient. From the point of view of tourism products, Linggo Asri Tourism Object offers a variety of tourist attractions, complete facilities and easy accessibility and quality. Considering that from the point of view of work, it is managed by providing knowledge on tourism and by monitoring and evaluating tourism operators. Although the infrastructure is not yet fully satisfactory. In addition to development, the Youth Sports and Tourism Department must also strive to maintain the existing infrastructure. The barriers to tourism development in the object of the Pendem Fortress are the limits of funds and human resources.
1980422937A1H014038PENGARUH KEMASAN TERHADAP KEHILANGAN HASIL (Losses) DAN UMUR SIMPAN KENTANG (Solanum Tuberosum L.) Kentang (Solanum tuberosum L.) merupakan tanaman umbi yang hidup di daerah dataran tinggi, termasuk jenis tanaman sayuran semusim, berumur pendek, dan berbentuk perdu atau semak. Produksi kentang di Indonesia pada tahun 2015 sebesar 1.219.277 ton dan pada tahun 2016 sebesar 1.213.041 ton. (BPS, 2016). Data tersebut menunjukan adanya penurunan produksi pada kentang. Salah satu penyebab penurunan produksi kentang dikarenakan adanya penanganan pasca panen yang tidak tepat. Dengan perlakuan pasca panen yang tepat dapat mempertahankan mutu agar tetap tinggi dan mendekati standar serta kehilangan hasil dapat dikurangi atau dihilangkan, selain itu umur simpan juga dapat ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan 1) mengetahui pengaruh jenis kemasan terhadap kehilangan hasil dan umur simpan kentang selama masa penyimpanan 2) menentukan jenis kemasan yang baik selama penyimpanan terhadap ketahanan mutu kentang selama masa penyimpanan. Penelitian dilaksanakan di Pasar Wage Purwokerto, bahan yang digunakan adalah kentang dengan varietas granola. Dikemas menggunakan 3 kemasan yaitu kardus, plastik polipropilen dan waring dengan sampel sebanyak 1 kg setiap kemasan. Kentang disimpan selama 14 hari dengan pengamatan setiap 2 hari sekali. Variabel yang diukur pada peneltian ini yaitu kekerasan, kadar air, suhu, susut bobot dan kehilangan hasil. Penelitian menghasilkan setiap kemasan memiliki kemampuan yang berbeda untuk menekan kehilangan hasil, mempertahankan kadar air, menekan susut bobot dan mempertahankan tingkat kekerasan selama penyimpanan. Jenis kemasan yang paling baik untuk mempertahankan mutu kentang selama penyimpanan dari ketiga kemasan adalah kemasan plastik karena kehilangan hasil yang terjadi cukup rendah dengan nilai sebesar 6,17%, mampu menekan susut bobot dengan nilai sebesar 6,74%, dapat mempertahankan nilai kadar air sebesar 86,38% dan tingkat kekerasan sebesar 0,15kg.Potatoes (Solanum tuberosum L.) are tubers that live in upland areas, including seasonal vegetable crops, short-lived, and shrubs or shrubs. Potato production in Indonesia in 2015 amounted to 1,219,277 tons and in 2016 amounted to 1,213,041 tons. (CPM, 2016). The data shows a decrease in production in potatoes. One of the causes of decreased production of potatoes due to post-harvest handling is not appropriate.. Post-harvest treatment can maintain the quality to remain high and can be close to the standard and the yield loss can be reduced or eliminated, in addition to shelf life can also be improved. The purpose of this study is 1) to know the effect of packaging type on yield loss and potato save age during the storage period, 2) to determine the type of good packaging during storage against potato quality during storage. The research took place at Purwokerto Wage Market. The material used in this study is Potato with granola varieties stored using 3 packs of cardboard, polypropylene plastic and waring with a sample of 1 kg per pack. Potatoes are stored for 14 days with observations every 2 days. The variables measured in this study are hardness, moisture content, temperature, weight loss and yield loss. Research produces each pack having different capabilities to suppressing yield loss, maintaining moisture content, suppressing weight loss and maintaining the level of hardness during storage. The best type of packaging to maintain the quality of potatoes during the storage of the three packs is plastic packaging because the yield loss is quite low with a value of 6.17%,, capable of suppressing weight loss by value of 6,74%, it can maintain a water content value of 86.38% and hardness level of 0.15 kg
1980522938F1I014035Analisis Restrukturisasi Perbankan Sebagai Kebijakan Turki Dalam Menghadapi Krisis Ekonomi Global Tahun 2008Sejak tahun akhir tahun 2007, dunia internasional sedang dihadapkan pada permasalahan besar yaitu krisis ekonomi global 2008. Banyak negara mengalami dampak krisis tersebut. Penelitian ini menjelaskan mengenai program restrukturisasi perbankan sebagai kebijakan Turki dalam menghadapi krisis ekonomi global tahun 2008 dan kondisi ekonomi Turki pasca krisis ekonomi global 2008 periode tahun 2010-2015. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data sekunder atau studi pustaka (library research) serta teknik analisis data menggunakan teori dan konsep yang diaplikasikan dalam pembahasan permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini.
Penelitian ini menggunakan Program Restrukturisasi Perbankan sebagai kerangka teori untuk melakukan analisis terhadap kondisi ekonomi Turki pasca krisis ekonomi global 2008. Program Restrukturisasi Perbankan menjadi strategi utama bagi Turki dalam menghadapi krisis ekonomi global tahun 2008. 2 pilar Program Restrukturisasi Perbankan yaitu restrukturisasi keuangan dan restrukturisasi operasional menjadi fondasi utama bagi Turki untuk menciptakan perekonomian yang stabil dan menciptakan sistem perbankan yang baik dan kompetitif serta tahan terhadap goncangan baik dari internal maupun eksternal.
Program restrukturisasi perbankan Turki telah berhasil dijalankan dengan baik sehingga mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang ditunjukkan meningkatnya GDP per kapita Turki. Selain itu ketersediaan jumlah lapangan pekerjaan meningkat sehingga banyak tenaga kerja yang mendapatkan pekerjaan dan dapat menekan angka pengangguran.
Since the end of 2007, the international community is facing big problem is the 2008 global economic crisis. Many countries experience the impact of the crisis. This study describes the banking restructuring program as a Turkish policy in the face of the 2008 global economic crisis and Turkey's economic conditions after the 2008 global economic crisis for the period 2010-2015. This study uses qualitative research methods with secondary data collection techniques or library research and data analysis techniques using theories and concepts applied in the discussion of the problems raised in this study.
This study uses the Banking Restructuring Program as a theoretical framework for analyzing Turkey's economic conditions after the 2008 global economic crisis. The Bank Restructuring Program became the main strategy for Turkey in facing the global economic crisis in 2008. The 2 pillars of the Banking Restructuring Program, namely financial restructuring and operational restructuring are the main foundations for Turkey to create a stable economy and create a good and competitive banking system and resistant to shocks both internally and externally.
The Turkish banking restructuring program has been successfully implemented so as to increase economic growth which is shown by the increase in GDP per capita of Turkey. In addition, the availability of employment is increasing so that many workers get jobs and can reduce unemployment.
1980628529E1A115015PELAKSANAAN DIVERSI TERHADAP PERKARA TINDAK PIDANA TANPA HAK MENGUSAI SATWA DILINDUNGI YANG DILAKUKAN OLEH ANAK DI WILAYAH HUKUM KEPOLISIAN RESOR BANYUMASABSTRAK
Pelaksanaan Diversi terhadap Perkara Tindak Pidana Tanpa Hak Menguasai Satwa Dilindungi yang Dilakukan oleh Anak di Wilayah Kepolisian Resor Banyumas
Oleh:
IVANOVICZ BELINDA OSARINA
E1A115015
Bertitik tolak dari kompleksnya permasalahan berkaitan dengan perlindungan yang harus diberikan kepada seorang anak yang berkonflik dengan hukum tentu harus ada upaya dari berbagai pihak untuk menyelamatkan anak bangsa. Solusi yang dapat ditempuh dalam penanganan perkara tindak pidana anak adalah pendekatan restorative juctice, yaitu dilaksanakan dengan cara pengalihan (diversi). Penyidik tindak pidana anak di Polres Banyumas, dituntut mampu melakukan tindakan diversi dalam menangani perkara tindak pidana anak. Pengalihan proses peradilan anak atau yang disebut dengan diversi berguna untuk menghindari efek negatif dari proses-proses peradilan selanjutnya dalam administrasi peradilan anak, misalnya labelisasi akibat pernyataan bersalah maupun vonis hukuman.
Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis sosiologis, dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Sumber data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder kemudian dianalisis dengan metode normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan diversi dalam perkara tindak pidana tanpa hak menguasai satwa dilindungi yang dilakukan oleh anak di wilayah hukum Kepolisian Resor Banyumas adalah telah sesuai menurut Pasal 5, 6, 7 dan 8 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 65 Tahun 2015 tentang Pedoman Pelaksanaan Diversi Dan Penanganan Anak Yang Belum Berumur 12 (Dua Belas) tahun. Faktor pendorong dalam pelaksanaan diversi yaitu, dari pihak orang tua, pihak sekolah, sanggup untuk bersama-sama melakukan pembinaan. Faktor penghambat yaitu, menyatukan pemikiran antara pihak korban dan pihak anak yang berkonflik dengan hukum tidak mudah dan sering terjadi pertengkaran atau keributan diruang diversi.

Kata Kunci: Diversi, Tanpa Hak, Satwa Lindung.
ABSTRACT
Diversification of Criminal Acts Without the Rights to Control Protected Animals Commited by Children in the Banyumas District Police Area

By:
IVANOVICZ BELINDA OSARINA
E1A115015

Starting from the complexity of the problems related to the protection that must be given to a child who is in conflict with the law, there must be an effort from various parties to save the nation's children. The solution that can be taken in handling cases of child crime is the restorative juctice approach, which is implemented by diversion. Children criminal investigators, especially in Banyumas Regional Police, are demanded to be able to carry out diversion in handling cases of child crime. Children justice process or known as diversion is useful to avoid the negative effects of subsequent justice processes in the administration of children justice, for example labeling due to statements of guilt or sentencing sentences.
The research method used is sociological juridical, with descriptive research specifications. Data sources used are primary data and secondary data and then analyzed by qualitative normative methods.
Based on the results of research and discussion, it can be concluded that the implementation of diversion in criminal cases without the right to control protected animals committed by children in the jurisdiction of the Banyumas Police Department is in accordance with Article 5, 6, 7 and 8 of Law Number 11 of 2012 concerning the System Criminal Justice for Children, Government Regulation of the Republic of Indonesia Number 65 of 2015 concerning Guidelines for the Implementation of Diversity and Handling of Children who are not yet 12 years old. The supporting factors in the implementation of diversion is, from the parents, the school, able to jointly provide guidance. The inhibiting factors are uniting thoughts between the victim and the child in conflict with the law is not easy and there are often quarrels or commotion in the diversion room.

Keyword: Diversion, without the Rights, Protected Animals.
1980722939G1B014057PERBEDAAN STIGMA TERHADAP ORANG DENGAN HIV DAN AIDS (ODHA) OLEH TENAGA KESEHATAN DAN NON KESEHATAN PUSKESMAS KABUPATEN BANYUMASLatar Belakang: Kasus HIV dan AIDS mengalami peningkatan setiap tahunnya di Kabupaten Banyumas. Tahun 2017, infeksi baru HIV mencapai 306 kasus. Stigma dan diskriminasi terhadap ODHA menjadi permasalahan yang secara tidak langsung menjadi penghambat upaya-upaya pencegahan HIV dan AIDS. Stigma yang dialami ODHA di fasilitas pelayanan kesehatan dapat mempengaruhi keputusan ODHA untuk terus berobat di fasilitas tersebut atau malah menunda pengobatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan stigma terhadap ODHA oleh tenaga kesehatan dan non kesehatan Puskesmas Kabupaten Banyumas.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode cross sectional. Sampel penelitian merupakan pegawai Puskesmas II Baturraden, Purwokerto Selatan dan Puskesmas II Sokaraja berjumlah 93 orang. Sampel diambil dengan teknik proportionate stratified random sampling. Analisis data meliputi analisis univariat, bivariat dengan uji Chi Square, dan multivariat dengan Regresi Logistik.
Hasil Penelitian: Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan stigma terhadap ODHA oleh tenaga kesehatan dan non kesehatan. Karakteristik yang terbukti mempengaruhi hubungan jenis pekerjaan dengan stigma yaitu masa kerja dan unit kerja, sedangkan karakteristik yang terbukti tidak mempengaruhi yaitu pendidikan, pengetahuan dan pengaruh teman kerja. Unit kerja merupakan karakteristik yang paling berpengaruh pada stigma terhadap ODHA.
Kesimpulan: Tenaga Puskesmas yang tidak bertugas sebagai tim VCT memiliki potensi lebih besar untuk memberikan stigma terhadap ODHA. Dengan mengadakan kegiatan yang relevan untuk meningkatkan kepedulian dan empati terhadap ODHA untuk seluruh pegawai Puskesmas, diharapkan stigma dapat menurun.
Background: HIV and AIDS cases increase every year in Banyumas Regency. New HIV infections reach up to 306 cases in 2017. Stigma and discrimination against people living with HIV and AIDS (PLWHA) becomes an indirect problem that inhibits HIV and AIDS preventions. Stigma experienced by PLWHA in health care facility can influence PLWHA wether to continue or delay the treatment. The purpose of this research is to know the difference between stigma against PLWHA by health and non health staff of primary health care facility in Banyumas Regency.
Method: This study was a correlational research with cross sectional design. Samples of this study were 93 primary health care facilities staff, taken with proportionate stratified random sampling. The data analyzed by Chi Square for bivariate and Logistic Regression for multivariate.
Result: Based on multivariate analysis, there was no difference between stigma against PLWHA by health and non health staff. Years of work and work unit were variables significantly influenced the correlation between occupation and stigma. Education, knowledge and influence of co-workers were not significantly influenced the correlation between occupation and stigma against PLWHA. Work unit was the strongest variable that correlated with stigma against PLWHA.
Conclution: Primary health care facility staff who are not assign on VCT unit have higher potential to give stigma against PLWHA. By providing relevant activity to improve concern and empathy towards PLWHA for all primary health care facility staff it is expected that stigma against PLWHA will decrease.
1980822940F1K014035PENINGKATAN KETERAMPILAN BERCERITA DENGAN MENGGUNAKAN METODE ROLE PLAYING BERBANTUAN MEDIA BONEKA TANGAN PADA SISWA KELAS VIIB SMP N 3 PURWOKERTOPenelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang berjudul “Peningkatan Keterampilan Bercerita dengan Menggunakan Metode Role Playing Berbantuan Media Boneka Tangan pada Siswa Kelas VIIB SMP N 3 Purwokerto”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan keterampilan bercerita dan mendeskripsikan perubahan perilaku pada siswa kelas VIIB SMP N 3 Purwokerto.
Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIIB SMP N 3 Purwokerto yang berjumlah 33 siswa yang terdiri atas 14 siswa laki-laki dan 17 siswa perempuan. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Pengambilan data dilakukan dengan teknik tes dan teknik nontes. Teknik tes terdiri dari penilaian keterampilan bercerita siswa dengan menggunakan metode role playing dengan bantuan media boneka tangan. Teknik nontes terdiri dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif.
Setelah pembelajaran bercerita dilaksanakan dengan menggunakan metode role playing dan bantuan media boneka tangan, hasil menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pada setiap siklus. Pada siklus pertama, rata-rata skor siswa mencapai 75,53 dan terdapat 30 siswa yang telah tuntas belajar atau sebesar 90,90%. Kemudian, pada siklus kedua nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 83,80 dan terdapat 32 siswa yang tuntas belajar atau sebesar 96,96%. Peningkatan keterampilan bercerita diikuti oleh perubahan perilaku siswa ke arah yang positif, seperti siswa menjadi lebih aktif, antusias, dan berkonsentrasi dalam pembelajaran bercerita. Kerja sama siswa dan keberanian siswa dalam bercerita juga semakin baik. Dengan demikian, keterampilan bercerita menggunakan metode role playing dan bantuan media boneka tangan pada siswa kelas VIIB SMP N 3 Purwokerto menunjukkan peningkatan yang signifikan.
This research is a Classroom Action Research entitled “Improvement of Storytelling Skills by Using Role Playing Method Assisted by Hand Puppet Media in Students Class VIIB SMP N 3 Purwokerto”. This study aimed to describe the improving storytelling ability and describe behavioral changes in the students of class VIIB SMP N 3 Purwokerto.
The subjects of this research were the students of class VIIB SMP N 3 Purwokerto totaling 33 students consisting of 14 male students and 17 female students. The research was conducted in two cycles. Each of these cycles consist of four stages, namely planning, implementation of the action, observation, and reflection. Data retrieval was done by technique of test and technique of nontes. The test technique consists of the assessment of students' storytelling skills by using the role playing method with hand puppet media aid. The nontest technique consists of observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques were conducted qualitatively and quantitatively.
After a storytelling lesson was conducted using role playing method and hand puppet media aid, the results showed that there is an increase in each cycle. In the first cycle, the average score of students reached 75.53 and there were 30 students who completed the study or amount 90.90%. Then, in the second cycle the average score of the students increased to 83,80 and there were 32 students who completed the study or amount 96,96%. Improved storytelling skills followed by changes in student behavior in a positive direction, such as students becoming more active, enthusiastic, and concentrated in storytelling lesson. Student cooperation and students' courage in storytelling were also getting better. Thus, storytelling skills using role playing method and hand puppet media aid in students class VIIB SMP N 3 Purwokerto showed significant improvement.
1980922941H1L014056AUDIT KEAMANAN SISTEM INFORMASI PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH KABUPATEN CIREBON MENGGUNAKAN FRAMEWORK ISO 27001: 2005 DENGAN MATURITY LEVELSistem Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah (SIPKD) Kabupaten Cirebon adalah aplikasi terpadu yang dipergunakan sebagai alat bantu Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon untuk meningkatkan efektifitas implementasi dari berbagai regulasi bidang pengelolaan keuangan daerah. Sistem ini mengelola Data Keuangan Daerah, oleh karena itu diperlukan keamanan sistem informasi yang baik dalam pengelolaannya. Untuk mengukur sejauh mana tingkat keamanan Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah mampu melayani administrasi kegiatan Pengelolaan Keuangan Daerah, diperlukan penilaian menggunakan standar ISO 27001/IMS dengan Maturity Level.
Hasil dari Audit Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah dapat digunakan sebagai tolak ukur sejauh mana tingkat keamanan Sistem Informasi sehingga dapat berjalan sesuai dengan visi dan misi Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon dalam melayani administrasi Pengelolaan Keuangan Daerah.
The Regional Financial Information Management System (SIPKD) of Cirebon Regency is an integrated application which is used as a tool of Local Government of Cirebon regency to improve the effectiveness of the implementation of various regulations of regional financial management. Since this system manages the regional finance data, it is necessary to have good information system security in its management. To measure the extent to which the security level of the regional financial management information system is able to serve the administrative activities of Regional Financial Management, an assessment is required using the ISO 27001 / IMS standart with Maturity Level.
Result from the security audit on regional financial management information system can be used as a benchmark of the extent to which the security level of information system so that it can run in accordance with the vision and mission of the regional government of Cirebon regency in serving the administration of regional financial management.
1981022942E1A013320PENGAWASAN DANA DESA OLEH KEJAKSAAN GUNA MENGHINDARI TINDAK PIDANA KORUPSI (Studi Di Wilayah Hukum Kejaksaan Negeri Sumber)Kejaksaan sebagai salah satu lembaga penegak hukum dituntut untuk lebih berperan dalam menegakkan supremasi hukum, perlindungan kepentingan umum, penegakan hak asasi manusia, serta pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Termasuk tindak pidana korupsi terhadap dana desa yang dilakukan oleh kepala desa, maka kejaksaan harus melakukan optimalisasi kinerja melalui paradigma baru yang terintegrasi dengan membangun kualitas jaksa yang profesional dalam mengawasi dana desa secara optimal yang mampu dapat memerangi korupsi di daerah desa serta membangun kembali kepercayaan publik.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dasar hukum serta hambatan Kejaksaan Negeri Sumber dalam mengawasi dana desa dari tindak pidana korupsi. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian deskriptif analitis, metode pengumpulan data studi kepustakaan dan metode analisi data normatif kualitatif.
Adapun Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa dasar hukum Kejaksaan Negeri Sumber dalam mengawasi dana desa adalah Surat Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor: Kep-152/A/JA/10/2015 tentang Pembentukan Tim Pengawal Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Kejaksaan Republik Indonesia yang berada di tingkat Pemerintah Pusat dengan nama Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Pusat (TP4) maupun Pemerintah Daerah dengan nama Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) dari peraturan tersebut Kejaksaan Negeri berwenang untuk melakukan pengawasan terhadap dana desa. Hambatan Kejaksaan dalam pengawasan dana desa bermacam faktor antara lain : faktor hukumnya sendiri dan faktor masyarakat.
The attorney as one of the law enforcement agencies is required to play a greater role in upholding the rule of law, protecting the public interest, upholding human rights, and combating Corruption, Collusion and Nepotism (KKN). Including corruption of village funds carried out by the village head, the prosecutor's office must optimize performance through a new paradigm that is integrated with building quality professional prosecutors optimally monitoring village funds that can combat corruption in rural areas and rebuild public trust.
The purpose of this study was to find out the legal basis and obstacles of the District Attorney's Office in overseeing village funds from corruption. This study uses a normative juridical approach, specifications of analytical descriptive research, data collection methods for literature study and qualitative normative data analysis methods.
The results of this study indicate that the legal basis of the Prosecutor's Source in supervising village funds is the Indonesian Attorney General's Decree Number: Kep-152 / A / JA / 10/2015 concerning the Establishment of the Government Security Team and the Development of the Central Government Republic of Indonesia Public Prosecutor's Office with the name of Government Guard and Central Security and Development (TP4) as well as the Regional Government on behalf of the Government Guards and Regional Development (TP4D) from these regulations District Prosecutors are authorized to oversee village funds. Obstacles to the Prosecutor's Office in overseeing village funds are various factors, including: legal factors themselves and community factors
1981125600K1C015038ANALISIS PENGARUH UKURAN PASIR TERHADAP RESPON SENSOR BEBAN SERAT OPTIK BERBASIS MICROBENDINGSerat optik sebagai media transmisi dapat mengalami rugi-rugi daya akibat microbending, yang dapat dimanfaatkan sebagai sensor beban. Penelitian ini menggunakan silicone rubber, serat optik, dan pasir sebagai material sensor. Pasir yang digunakan berukuran 0,5 mm, 0,25 mm, 015 mm, dan 0,05 mm. Konstruksi sensor yang dibuat berupa serat optik single mode yang diletakkan pada material berupa pasir yang dicampurkan dengan silicone rubber dengan perbandingan 7:3. Pengujian sensor menggunakan mesin pressing sebagai pemberi tekanan, laser sebagai input sensor dan photodetector serta MMD sebagai penerima sinyal keluaran. Prinsip kerja sensor adalah bahwa tegangan keluaran pada photodetector akan mengalami penurunan tegangan akibat pemberian tekanan. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik sensor dengan ukuran partikel pasir 0,05 mm menghasilkan respon yang paling baik, dengan rentang tekanan dari 200 kPa-3444 kPa. Sensor memiliki sensitivitas sebesar 0,0002V/kPa, dengan nilai akurasi antara 91,18 % sampai dengan 92,72 % serta nilai korelasi antara perubahan tegangan terhadap pemberian tekanan sebesar 0,9969. Hasil penelitian menunjukkan semakin kecil ukuran partikel pasir, maka semakin besar kemampuan sensor untuk menahan tekanan beban.Fiber optic as a transmission medium can experience power losses due to microbending, which can be used as a load sensor. This research uses silicone rubber, optical fiber, and sand as sensor material. The sand used measuring grade of 0,5 mm, 0,25 mm, 0,15 mm, and 0,05 mm The sensor construction is made in the form of single mode optical fiber which is placed on the material in the form of sand mixed with silicone rubber with a ratio of 7: 3. Testing sensor using pressing machine as pressure, lasers as input, and photodetector with MMD as receiver of output signals. The working principle of the sensor is that the photodetector output will experience a voltage drop due to pressure. Based on the research, it is obtained that the load sensor showing the best respond at variations of 0.05 mm sand particles, with a pressure span from 200 kPa to 3444 kPa. The sensor has a sensitivity of 0,0002 V/kPa, with an accuracy value of 91,18 % to 92.72% and the correlation value between the voltage changes to the provision of pressure is 0,9969. From the results of the study, the smaller the particle size of the sand, the greater the ability of the sensor to withstand the pressure of load. It loses power due to microbending.
1981222943F1D011006Kuasa, Agama dan Budaya Populer: Kritik atas Islamisme Di Indonesia dalam Lirik Lagu “Puritan (Godblessed Facists)” Karya Grup Hip Hop Homicide
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mendeskripsikan perkembangan gagasan dan kelompok Islamis di Indonesia; 2) Menjelaskan bentuk kritik terhadap gagasan dan kelompok Islamisme di Indonesia dalam lirik lagu “Puritan (Godblessed Facits) karya grup hip hop Homicide. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis model Fairclough yang melihat teks ke dalam tiga bentuk dimensi, yakni dimensi teks, praktik wacana dan praktik sosiokultural. Selain itu, penelitian ini menggunakan paradigma kritis dengan perspektif pascastrukturalisme.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa lirik lagu “Puritan (Godblessed Facists) karya grup hip hop Homicide merepresentasikan kritik atas kelompok Islamisme di Indonesia. Lagu sebagai bentuk budaya populer digunakan Homicide untuk mengkritik keberadaan kelompok Islamisme di Indonesia. Kritik atas Islamisme dilakukan sebagai sebuah bentuk respon terhadap berkembangnya kelompok Islamis yang terkadang cenderung menggunakan cara-cara kekerasan dalam menjalankan aktifitas politiknya. Cara-cara kekerasan ini diyakini sebagai jalan yang benar dalam menegakan keyakinannya terhadap Islam.
The purpose of this research are : 1) To describe the idea and development of Islamist group in Indonesia; 2) Explain the form of criticism of the ideas and groups of Islamism in Indonesia in the lyrics of the song "Puritan (Godblessed Facits)" by hip hop group called Homicide.. This study uses qualitative research methods with the critical discourse analysis approach of Fairclough's model that looks at the text into three dimensions, namely the dimensions of the text, discourse practices and sociocultural practices. In addition, this research uses a critical paradigm with the perspective of poststructuralism.
The results of this study indicate that the lyrics of the song "Puritan (Godblessed Facists) by hip hop group Homicide represent criticism of the Islamism group in Indonesia. Songs as a form of popular culture used by Homicide to criticize the existence of Islamic groups in Indonesia. Criticism of Islamism is carried out as a form of response to the development of Islamist groups which sometimes tend to use violent methods in carrying out their political activities. These methods of violence are believed to be the right way to uphold their faith in Islam.
1981322944F1B111037MANAJEMEN ELECTRONIC GOVERNMENT DI KABUPATEN PURBALINGGAPengelolaan e-Government di Kabupaten purbalingga diselenggarakan secara bersama-sama baik oleh Dishubkomfo maupun seluruh SKPD yang ada. Dishubkominfo bertindak sebagai induk pengelola dan penyedia layanan serta untuk setiap SKPD ditunjuk satu admin yang bertugas untuk melaksanakan pembaharuan data dan informasi website dan sub domain SKPD masing-masing. Pembagian tugas pengelolaan website kepada masing-masing SKPD memang baik, namun di sisi lain permasalahan yang sering muncul adalah kurangnya komunikasi dan koordinasi antara Dishubkominfo dengan masing-masing SKPD maupun antara satu SKPD dengan SKPD yang lain. Sehingga tidak semua SKPD dapat menyajikan data dan informasi yang up to date. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana manajemen e-government di Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini dilaksanakan di Kantor Bidang Kominfo dengan sasaran Kepala Bidang dan Kepala Seksi Telematika Pos dan Telekomunikasi serta SETDA Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini mengkaji lima aspek dalam melihat manajemen antara lain: planning, organizing, assembling of resources, directing dan controlling. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa yang pertama dilihat dari planning, Di Kabupaten Purbalingga belum ada peraturan daerah yang secara khusus mengatur tentang pelaksanaan e-Government. Selain itu belum adanya rencana strategis yang jelas dalam pengembangan e-Government yang akan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Purbalingga. Kedua organizing, kurangnya tenaga teknis IT berakibat pada pembagian tugas yang berat serta belum idealnya struktur organisasi pada Bidang Kominfo. Ketiga assembling of resources, jumlah tenaga teknis yang dibutuhkan masih kurang, kemampuan pengelola atau admin website di tiap SKPD tidak merata, Keempat directing, secara internal maupun eksternal dilakukan oleh Bidang Kominfo, baik langsung melalui Rapat Koordinasi, memalui telepon maupun pesan Whatsapp. Kelima controlling, yakni hanya dilakukan melalui secara internal maupun eksternal oleh Bidang Kominfo kepada SKPD belum maksimal.E-government in Purbalingga Regency is seen by the existance of the policy in technology sector in the government. The management of e-Government in Purbalingga Regency was held jointly by both Dishubkomfo and all existing (Satuan Kerja Perangkat Daerah) SKPD. Dishubkominfo as manager and service provider as well as for each SKPD appointed an admin who is tasked to carry out the updating of the data and information on the website and sub domain of each SKPD. The division of website management tasks for each SKPD is indeed good, but on the other hand the problem that often arises is the lack of communication and coordination between Dishubkominfo and each SKPD and between one SKPD and another SKPD. So that not all SKPD can present up-to-date data and information. This research atten in the Office of Communication and Information Sector with the aim of the Head of Section and Head of the Post and Telecommunication Telematics Section and SETDA of Purbalingga Regency. This research use five aspects in seeing the management, there are: planning, organizing, assembling of resources, directing and controlling. The research showed that first, can being seen from the planning, In Purbalingga there are no regional regulations that specifically regulate the implementation of e-Government. Besides that there is no strategic plan in the development of e-Government that will be carried out by the Purbalingga District Government. Second, the organizing, IT technical personnel is less needed caused to heavy duty, also the unideal the organization structure in the sector of Kominfo. Third, assembling of resources, the number of technical personnel needed is still lacking, the ability of the website manager or admin in each (Satuan Kerja Perangkat Daerah) SKPD is uneven, The four directives, both internally and externally, are carried out by the Communication and Information Sector, both directly through Coordination Meetings, by telephone and Whatsapp messages. The fifth controlling, that is only carried out internally and externally by the Kominfo Sector to the SKPD is not maximal.
1981423088F1B014066PENGARUH KEMAMPUAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI KANTOR PT.PLN (PERSERO) KOTA TASIKMALAYA Penelitian ini berjudul “Pengaruh Kemampuan dan Motivasi Kerja terhadap Karyawan Kantor PT.PLN (Persero) Kota Tasikmalaya”. Permasalahan utama adalah kinerja karyawan di kantor PT.PLN (persero) Kota Tasikmalaya yang akan dipengaruhi olek Kemampuan dan Motivasi Kerja.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis besarnya pengaruh Kemapuan dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan di kantor PT.PLN (persero) Kota Tasikmalaya. Peneltian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan metode survei, dengan teknik pengumpulan data melalui kuisioner dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan menggunakan perhitungan statistic distribusi frekuensi, korelasi product moment, korelai ganda/multiple correlation, korelasi parsial, dan regresi ganda, dengan sasaran penelitian kantor PT.PLN (persero) Kota Tasikmalaya sebanyak 68 karyawan.Berdasarkan hasil analisi secara kuantitatif dalam penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut: (1) terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kemampuan (X1) terhadap kinerja karyawan (Y) sebesar 0,658. (2) terdapat pengaruh positif dan signifikan Motivasi Kerja (X2) terhadap kinerja Karyawan (Y). Sebesar 0,772. (3) terdapat pengaruh yang signifikan antara kemampuan dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan dengan R square sebesar 0,663.atau 66,3% disebabkan oleh variabel tersebut dan sisanya 33,7% disebabkan variabel lainnya. Oleh karenanya keseluruhan hipotesis penelitian dapat diterima. This study is entitled "The Effect of Work Ability and Motivation on Employees of PT. PLN (Persero) Tasikmalaya City Office". The main problem is the performance of employees in the office of PT. PLN (Persero) of Tasikmalaya City which will be influenced by the ability and work motivation.The purpose of this study was to find out and analyze the magnitude of the influence of ability and work motivation on employee performance in the office of PT PLN (Persero) in Tasikmalaya City. This research uses quantitative research methods with a survey method approach, with data collection techniques through questionnaires and documentation. The analytical method used uses statistical calculation of frequency distribution, product moment correlation, multiple correlation, partial correlation, and multiple regression, with 68 employees as the target of PT PLN's office (Persero) Kota Tasikmalaya.Based on the results of quantitative analysis in this study can be explained as follows: (1) there is a positive and significant influence between ability (X1) on employee performance (Y) of 0.658. (2) there is a positive and significant influence on Work Motivation (X2) on Employee performance (Y). 0.772. (3) there is a significant influence between ability and work motivation on employee performance with R square of 0.663 or 66.3% due to these variables and the remaining 33.7% due to other variables. Therefore the entire research hypothesis can be accepted.
1981523130B1J014014Aktivitas Ekstrak Ganoderma lucidum Terhadap Kadar Glutation Pada Tikus Putih Model DiabetesGanoderma lucidum merupakan medichinal mushroom karena mengandung senyawa seperti flavonoid, alkaloid, saponin, asam amino dan triterpene yang berperan antara lain sebagai antioksidan dan antidiabetes. Diabetes Mellitus merupakan penyakit yang ditandai dengan kenaikkan kadar gula darah (hiperglikemi). Keadaan hiperglikemi pada penelitian ini diinduksi aloksan 125 mg.kg-1 secara intraperitonial yang mengakibatkan stress oksidatif. Kenaikkan kadar gula darah berperan dalam penurunan kadar glutation (GSH). Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui efek pemberian ekstrak G. lucidum terhadap kadar glutation tikus putih model diabetes dan mendapatkan dosis efektif ekstrak G. lucidum yang dapat meningkatkan kadar glutation pada tikus putih model diabetes. Hasil menunjukkan pemberian ekstrak G. lucidum dosis (250, 500 dan 1000 mg.kg-1) dan metformin selama 14 hari setelah kondisi diabetes secara signifikan meningkatkan kadar glutation (p <0,05) dan menurunkan kadar gula darah. Dosis ekstrak G. lucidum yang digunakan untuk meningkatkan kadar glutation sehingga setara dengan tikus sehat yaitu dosis 500-1000 µM.mL-1, namun pada dosis 1000 mg.kg-1 karena memiliki kadar glutation yang tinggi yaitu 3.72±0.42 µM.mL-1 dan menurunkan kadar gula darah karena memiliki kadar gula darah normal yaitu 68.97±5.24 mg.dL-1 Kesimpulannya, ekstrak G. lucidum dapat meningkatkan kadar glutation pada tikus putih model diabetes dan dosis 1000 mg.kg-1 merupakan dosis efektif untuk meningkatkan kadar glutation pada tikus putih model diabetes.Ganoderma lucidum is a medichinal mushroom because contains flavonoids, alkaloids, saponins, amino acids and triterpene, which act as antioxidants and antidiabetes. Diabetes Mellitus is a disease characterized by increased blood glucose levels (hyperglycemia). The condition of hyperglycemia by alloxan induced dose of 125 mg.kg-1 were administered intraperitonally resulting in oxidative stress. Increased blood glucose levels play a role in decreasing levels of glutathione (GSH). This research was aim to know the effect of G. lucidum extract on glutathione level of diabetic rats and get the effective dose of G. lucidum extract which can increase glutathione level in diabetic rats. The result showed that the treatment of three doses of the extract (250, 500 and 1000 mg.kg-1) and metformin for 14 days after diabeteic condition significantly increased glutathione levels (p <0.05) and decreased blood glucose levels. The dose of the extract is used to increase glutathione level so it is equivalent to healthy rats that is 500-1000 mg.kg-1, but at dose of 1000 mg.kg-1 of the extract has high glutathione level is 3.72 ± 0.42 μM.mL-1 and lowers blood sugar levels because they have normal blood glucose levels is 68.97 ± 5.24 mg.dL-1, In conclusion, G. lucidum extract can increase glutathione levels in diabetic rats and the dose of 1000 mg.kg-1 of the extract is effective to increase glutathione levels in diabetic rats.
1981623139A1C111023ANALISIS PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP ATRIBUT KECAP KENTJANA DI KOTA KEBUMENSektor industri yang menjadi sorotan adalah sektor agroindustri pangan. Agroindustri pangan merupakan salah satu industri pengolahan hasil pertanian yang mempunyai peranan paling penting dalam pemenuhan dan keanekaragaman pangan. Salah satu industri tersebut adalah industri kecap. Kebutuhan kecap manis terus meningkat setiap tahunnya membuat produsen kecap manis bersaing untuk menguasai pasar. Agar dapat menguasai pasar, produsen harus mengetahui selera konsumen dalam memilih kecap manis. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui atribut-atribut yang dipertimbangkan konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian Kecap Kentjana, (2) mengetahui peringkat kepentingan atribut dalam proses pengambilan keputusan pembelian menurut konsumen, dan (3) mengetahui preferensi konsumen terhadap atribut Kecap Kentjana di Kota Kebumen. Penelitian dilaksanakan di Rita Pasaraya, Swalayan Jadi Baru, pasar Tumenggungan dan pasar Mertokondo pada bulan April hingga Mei 2018. Rancangan pengambilan sampel menggunakan metode Accidental Sampling (sampling kebetulan). Jumlah sampel 100 responden. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Cochran Q Test dan analisis Conjoint. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atribut yang dipertimbangkan konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian Kecap Kentjana yaitu atribut rasa, harga, warna dan kekentalan. Atribut rasa merupakan atribut terpenting. Preferensi konsumen dalam pembelian kecap kentjana di Kota Kebumen adalah rasa manis, harga Rp15.000,00 – Rp20.000,00/kemasan, warna Kecap Kentjana hitam dan kekentalan yang kental.Food agroindustry get center attention in industry section. Food agroindustry is one of the most importan agricultural processing industry in fulfillment and diversity of food. One of the industry is soy sauce. Soy sauce needs is increasing every year make soy sauce producen competing to dominate the market. To dominate the market, soy sauce producen need to know what consumer consider in choosing soy sauce. The purpose of this research is to (1) knowing the attributes that consumers consider in decision making the purchase of Kentjana soy sauce, (2) knowing the rank of attribute importance in the customer's buying decision process, and (3) to knowing consumer preferences on the attribute of Kentjana soy sauce in Kebumen City. The research’s location is in Rita Pasaraya, Swalayan Jadi Baru, Tumenggungan market and Mertokondo market in April to May 2018. The design of sampling using Accidental Sampling method (accidental sampling). Number of samples is 100 respondents. The analysis used in this research is Cochran Q Test and Conjoint analysis. The result of the research’s show that attributes considered by consumers in making decision to buy Kentjana’s soy sauce that is attribute of taste, price, color, and thickness. The taste attribute’s most important in attributes considered by consumers. Consumer preferences in the purchase of Kentjana soy sauce in Kebumen City is sweet taste, price Rp15.000,00 - Rp20.000,00 / packaging, color of black kentjana soy sauce and thick viscosity.
1981723151H1K013004ANALISIS POLA ARUS PADA BULAN APRIL – MEI 2015 Di PERAIRAN TELUK ELPAPUTIH,PULAU SERAM, KABUPATEN MALUKU TENGAHTeluk Elpaputih adalah teluk yang terdapat di Pulau Seram yang berbatasan dengan Kecamatan Amahai. Teluk Elpaputih merupakan alur pelayaran antar provinsi. Pola arus yang dibangkitkan oleh pasang surut maupun angin merupakan parameter yang berpengaruh terhadap kegiatan pelayaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola arus, pengaruh pasang surut, dan angin terhadap pola arus diperairan Teluk Elpaputih, Pulau Seram. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh Pushidrosal TNI AL. Pengambilan data dilakukan pada bulan April dan Mei 2015. Data arus diperoleh dari rekaman ADCP, data pasang surut diperoleh dari Tide Master Valeport dan data angin diperoleh dari ECMWF. Pola arus dianalisis menggunakan Matlab dan Microsoft Excel, hubungan pasang surut dan angin terhadap pola arus dianalisis menggunakan perhitungan RMSE. Hasil penelitian diperoleh angin mempengaruhi pola arus, dimana angin dari Barat Laut mempengaruhi arah arus menuju ke Timur dan Selatan. Pada Stasiun 1 dan 2 komponen U maupun V kecepatan arus tertinggi terjadi saat pasang menuju surut dan kecepatan terendah terjadi saat surut menuju pasang, Arah arus komponen U menuju ke Barat dan arah arus komponen V menuju ke Selatan. Pola arus dipengaruhi oleh arus residu dibandingkan arus pasut. Hal ini dibuktikan dengan perhitungan RMSE, dimana nilai RMSE dari arus residu mendekati nol dibandingkan nilai arus pasut.Elpaputih gulf is located on Seram Island that bordered by Amahai District. Elpaputih gulfy is a sailing channel amongst provinces. The parameters of current patterns generated by the tides and the currents that affects sailing activities. This research aimed to determind the pattern of currents, the effects of ebb, and wind patterns in the waters of Elpaputih Gulf, Seram Island. The method of this research was descriptive method based on the observation by Pushidrosal TNI AL. Data collection was obtained in April and May 2015. Current data was obtained from ADCP, tidal data was obtained from Tide Master Valeport, and wind data obtained from ECMWF. The current pattern was analyzed by Matlab and Microsoft Excel, the tidal and wind intercourse to the current pattern were analyzed using RMSE. The result of this research indicating that wind sensors is affecting the direction of the current which from Northern affect to the East and South side. On Station 1 and 2, the highest current velocity component of U and V occurs during high tide and the lowest velocity of U and V occurs when low tide towards high tide. The direction of U component towards West and V components towards south. Current patterns are affected by residual currents compared to tidal currents. This is evidenced by the RMSE calculation which RMSE value of the residual current approaching the zero value of the tidal current.
1981822318B1J014042Multiplikasi tunas pisang ambon dua tandan pada pemberian kinetin dalam kultur in vitroKultur in vitro dapat dilakukan untuk mengatasi kendala dalam penyediaan bibit pisang ambon dua tandan melalui multiplikasi tunas. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui respon multiplikasi tunas tanaman pisang ambon dua tandan pada pemberian kinetin dalam kultur in vitro, untuk menentukan konsentrasi kinetin yang paling efektif untuk memacu multiplikasi tunas tanaman pisang ambon dua tandan dalam kultur in vitro. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan perlakuan K0 0 ppm, K1 1 ppm, K2 2 ppm, dan K3 3 ppm, masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Parameter yang diamati adalah jumlah tunas, panjang tunas, jumlah akar, dan panjang akar. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analisis Ragam (ANOVA) pada tingkat kepercayaan 95% dan 99% dan dilanjutkan menggunakan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kinetin memberikan pengaruh nyata terhadap panjang akar namun tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah tunas, panjang tunas, dan jumlah akar. Perlakuan Kinetin 2 ppm (K2) merupakan konsentrasi yang paling efektif untuk parameter panjang akar.In vitro culture can be done to overcome the limitation of double inflorescens ambon banana’s seed through shoot multiplication. The research has been carried out with the aims to know the response of double inflorescens ambon banana shoot multiplication, to determine the best kinetin consentration to induce double inflorescens ambon banana shoot multiplication. This research used experimental methods through a completely randomized design (CRD) with the treatments K0 0 ppm, K1 1 ppm, K2 2 ppm, and K3 3 ppm and each treatment repeated 3 times. The parameterswere the amount ofshoot, lenght of shoot, amount of root and lenght of root. The data of the research were analyzed by ANOVA at 95% and 99%, to know the best treatment followed by real honest difference test with 95% test level. The result of the research showed that kinetin had significantly effect on the lenght of root but had not significantly effect on the amount of shoot, the lenght of shoot, and the amount of root. Kinetin in 2 ppm (K2) was the best consentration for parameter lenght of root.
1981922949E1A013029PENERAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN LINGKUNGAN PERUSAHAAN BERDASARKAN PASAL 74 UNDANG-UNDANG NOMOR 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS
PADA PT. INDOCEMENT TUNGGAL PRAKARSA TBK. CIREBON
PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Cirebon merupakan salah satu plan bisnis yang berada di Gempol, Cirebon, Jawa Barat yang mengeksplorasi sumber daya alam di wilayah Gempol untuk keuntungan perusahaan. Sesuai dengan amanat Pasal 74 Undang-Undang Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Cirebon berkewajiban untuk melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan terhadap warga Gempol, Cirebon dan sekitarnya sebagai kompensasi dari kegiatan mengolah sumber daya alam oleh perusahaan
Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan undang-undang dan analisis. Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Sumber bahan hukum yang digunakan merupakan bahan hukum sekunder dan bahan hukum primer dengan metode pengkajian data dalam bentuk teks naratif dan disusun secara sistematis.
Berdasarkan hasil penelitian program CSR PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk disusun dengan mendasarkan pada Pasal 74 UU PT, konsep Triple Bottom Line. PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk pabrik Cirebon melakukan program CSR berupa : RUTILAHU (Rumah Tidak Layak Huni) , Program renovasi obyek wisata “Banyu Panas” di Pabrik Palimanan, Cirebon, Membangun pusat instalasi pengolahan sampah di dekat Pabrik, Program pelatihan terintegrasi untuk memberi pelatihan beragam keahlian bagi warga setempat, dan Program pemberian kredit mikro bersama Bank Mandiri.
PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Cirebon is one of business plan in Gempol, Cirebon, Jawa Barat which explorating natural resources in the region Gempol for company profits. According to the mandate on article 74 of the Law number 40 of 2007 about limited corporation, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Cirebon obliged to doing corporate social responsibility and environment against citizen Gempol, Cirebon and around it as compensation from natural resources activities by the company.
This research is using yuridis normative methode. Research approach using approach legislation and analytics. Research specification is using descriptive. Source of legal material used legal material secondary and primary.
Based on the results research, program CSR PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk arranged with based on article 74 UU PT, concept Triple Bottom Line. PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Cirebon factories doing CSR in the form of: RUTILAHU (Rumah Tidak Layak Huni) , Program renovation object “Banyu Panas” di Pabrik Palimanan, Cirebon, build a waste processing investment center near the factory, integrated training to provide training for various skill for local citizens,and Program give micro credit with Bank Mandiri.

1982022947E1A112084PERSELISIHAN DAN PERTENGKARAN SEBAGAI ALASAN PERCERAIAN
(STUDI TERHADAP PUTUSAN PENGADILAN AGAMA CIMAHI NOMOR 1474/Pdt.G/2015/PA.Cmi)
PERSELISIHAN DAN PERTENGKARAN SEBAGAI ALASAN PERCERAIAN
(STUDI TERHADAP PUTUSAN PENGADILAN AGAMA CIMAHI NOMOR 1474/Pdt.G/2015/PA.Cmi)
Oleh :

Firdaus Ainun Pebru
E1A112084

ABSTRAK
Pasal 1 Undang-Undang No.1Tahun 1974 Tentang Perkawinan dijelaskan bahwa perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan ketuhanan yang maha esa.Pada kenyataan tujuan perkawinan tidak selalu dapat dilaksanakan oleh pasangan suami isteri karena perselisihan seperti pada putusan Pengadilan Agama Cimahi Nomor 1474/Pdt.G/2015/PA.Cmi.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah “Bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam memberikan ijin ikrar talak karena perselisihan dan pertengkaran dalam putusan Pengadilan Agama Cimahi Nomor 1474/Pdt.G/2015/PA.Cmi.Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis normatif. Spesifikasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah preskriptif analitif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara inventarisasi,penyajian data dengan text naratif yang disusun dengan cara sistematis,serta analisis data normative kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan bahwa hakim didalam memutuskan perceraian karena perselisihan terhadap Putusan Pengadilan Agama Cimahi Nomor 1474/Pdt.G/2015/PA.Cmi, hanya mendasarkan pada pasal 34 dan 39 ayat(2) Undang-undang No.1 Tahun 1974 jo. Pasal 19 huruf (f) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo. Pasal 77 dan Pasal 116 Kompilasi Hukum Islam.Menurut peneliti sebaiknya hakim memperhatikan Pasal 19 huruf (d) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo. Pasal 116 huruf (d) Kompilasi Hukum Islam.

Kata Kunci : Perceraian, Perselisihan.
DISPUTE AND ARRANGEMENTS AS A DIVORCE REASON
(Study Of The Cimahi Religion's Court Decision Number 1474 / Pdt.G / 2015 / PA.Cmi)
By :
Firdaus Ainun Pebru
E1A112084
ABSTRACT
Article 1 of Act No.1 of 1974 concerning Marriage is explained that marriage is a bond of inner birth between a man and a woman as husband and wife with the aim of forming a happy and eternal family (household) based on the supreme deity. can always be carried out by a couple because of a dispute as in the decision of the Cimahi Religious Court Number 1474 / Pdt.G / 2015 / PA.Cmi.
The problem in this study is "What is the judge's legal consideration in giving permission for pledges of divorce because of disputes and quarrels in the decision of the Cimahi Religious Court Number 1474 / Pdt.G / 2015 / PA.Cmi. The approach method used in this research is normative juridical method. The specifications used in this study are prescriptive analytics. Data collection is done by inventorying, presenting data with narrative text that is compiled in a systematic way, as well as qualitative normative data analysis.
Based on the results of the research and discussion that the judge in deciding divorce due to a dispute over the Cimahi Religious Court Decision Number 1474 / Pdt.G / 2015 / PA.Cmi, only based on article 34 and 39 paragraph (2) of Act No.1 of 1974 jo . Article 19 letter (f) Government Regulation Number 9 of 1975 jo. Article 77 and Article 116 Compilation of Islamic Law. According to the researcher, the judge should pay attention to Article 19 letter (d) of Government Regulation Number 9 of 1975 jo. Article 116 letter (d) Compilation of Islamic Law.
Keywords: Divorce, Disputes.