Artikelilmiahs

Menampilkan 19.701-19.720 dari 50.083 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1970122853A1L014090ISOLASI DAN APLIKASI BAKTERI ENDOFIT BATANG DAN DAUN CABAI
MERAH UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT BERCAK DAUN CABAI
Penelitian ini bertujuan untuk mendapat isolat bakteri endofit batang dan daun cabai merah, mengetahui karakteristiknya melalui uji fisiologis dan biokimia, pengamatan secara makroskopis dan mikroskopis, mengetahui daya hambat bakteri endofit terhadap pertumbuhan jamur patogen bercak daun secara in vitro, dan mengetahui daya hambat bakteri endofit terhadap perkembangan penyakit bercak daun cabai secara in planta. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman dan Screen House Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto mulai bulan Oktober sampai dengan Juli 2018. Penelitian ini diawali dengan isolasi dan identifikasi bakteri endofit asal batang dan daun tanaman cabai merah. Uji in vitro menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 8 perlakuan dan 3 ulangan terdiri atas perlakuan CB0 (kontrol), CB1 (isolat 1), CB2 (isolat 2), CB3 (isolat 3), CB6 (isolat 6), CB7 (isolat 7), CB8 (isolat 8), dan CB9 (isolat 9). Pengujian in planta menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap(RAKL) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan terdiri atas perlakuan CB0 (kontrol), CB1 (patogen + isolat 1), CB2 (patogen + isolat 2), CB3 (patogen + isolat 3), CB6 (patogen + isolat 6) dan CB7 (patogen + isolat 7). Variabel yang diamati macam bakteri endofit, masa inkubasi, intensitas penyakit, laju infeksi, tinggi tanaman dan jumlah daun. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa bakteri endofit batang dan daun cabai yang didapatkan terdiri atas 7 isolat bakteri yaitu 3 isolat bakteri endofit berasal dari batang dan 4 isolat berasal dari daun tanaman cabai merah. Bakteri isolat 1 dan isolat 3 asal batang, serta isolat 8 dan isolat 9 asal daun belum teridentifikasi. Bakteri isolat 2 asal batang teridentifikasi memiliki karakteristik genus Bacillus sp. sedangkan isolat 6 dan isolat 7 memiliki karateristik bakteri genus Arthrobacter sp. Berdasarkan uji in vitro bakteri endofit batang dan daun dapat menghambat pertumbuhan patogen sampai dengan 14,47%. Hasil uji in planta menunjukan bakteri endofit isolat 2 dapat menunda masa inkubasi dan menekan penyakit bercak daun sebesar 26,59%, namun belum efektif untuk menghambat perkembangan penyakit tersebut. Perlakuan 5 isolat bakteri endofit asal batang dan daun secara in planta belum mampu meningkatkan tinggi tanaman dan jumlah daun.This research aims to determine the endophytic bacteria isolates of chilli stem and leaf, to know its characteristics through physiological and biochemical test, macroscopic and microscopic test, to know endophytic bacteria inhibition to growth of the patogenic fungi leaf spot using in vitro testing and to know endophytic bacteria inhibition to development of leaf spot disease using in planta testing. This research was conducted at the Plant Protection Laboratory and Screen House, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto, start in October until July 2018. The research started with isolation and identification of endophytic bacteria from stem and leaves of red chili. in vitro test using Completely Randomized Design with 8 treatments and 3 replications consist of control treatment CB0 (control), CB1 (isolate 1),CB2 (isolate 2), CB3 (isolate 3), CB6 (isolate 6), CB7 (isolate 7), CB8 (isolate 8) and CB9 (isolate 9). in planta test using Rendomized Complete Block Design with 6 treatments and 4 replications consist of CB0 (control), CB1 (pathogen + isolate 1), CB2 (pathogen + isolate 2), CB3 (pathogen + isolate 3), CB6 ( pathogen + isolate 6) and CB7 (pathogen + isolate 7). Observed variables in this research is endophytic bacteria, incubation period, disease intensity, infection rate, plant height and number of leaves. Result of the research showed that endophytic bacteria of chilli stem and leaves were obtained 7 endophytic bacteria. 3 isolates from stem and 4 isolates from leaves. Bacteria isolate 1 and isolate 3 from stem, isolate 8 and isolate 9 from leaves has not been identified. Isolate 2 from stem were identified as have characteristic of the genus Bacillus sp. whereas isolate 6 and 7 have characteristic of the genus Arthrobacter sp. Based on in vitro test, endophytic bacteria of stems and leaves were able to inhibit pathogen growth to 14,47%. ‘In planta’ test results showed that endophytic bacteria isolate 2 can delayed incubation period and suppress leaf spot disease by 26,59%, but it has not been effective to inhibit the development of disease. Treatment with in planta test of 5 isolates endophytic bacteria from stem and leaves has not been able to increase plant height and leaf number.
1970222854A1L014141UJI BEBERAPA ISOLAT JAMUR ENTOMOPATOGEN ASAL DESA SUMPIUH KECAMATAN SUMPIUH KABUPATEN BANYUMAS TERHADAP MORTALITAS WERENG BATANG COKLAT (Nilapavarta lugens Stal.)Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi isolat jamur entomopatogen asal Desa Sumpiuh Kecamatan Sumpiuh Kabupaten Banyumas, (2) mengkaji pertumbuhan isolat jamur entomopatogen asal Desa Sumpiuh Kecamatan Sumpiuh Kabupaten Banyumas, dan (3) mengkaji keefektifan isolat jamur entomopatogen asal Desa Sumpiuh dalam mengendalikan WBC. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman dan Screen house yang terletak di Desa Pasir Kidul, Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas. Penelitian dimulai pada bulan Oktober 2017 sampai dengan Mei 2018. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga kali ulangan. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji F. Apabila terdapat beda nyata dilakukan uji lanjut menggunakan Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5 persen dan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5 persen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Isolat jamur entomopatogen asal Desa Sumpiuh Kecamatan Sumpiuh Kabupaten Sumpiuh terdiri atas 1 isolat belum teridentifikasi, 1 isolat Curvularia sp., 2 isolat Paecilomyces sp., dan 1 isolat Fusarium sp. (2) Rerata diameter koloni dan bobot miselium tertinggi yaitu isolat S3 yaitu 9 cm dan 0,15 gram. Kepadatan spora tertinggi yaitu isolat S2 sebesar 572,40 x 106 spora/ml. (3) Jamur entomopatogen paling efektif untuk mengendalikan hama wereng batang coklat yaitu isolat S1 pada kepadatan spora 106 spora/ml dengan mortalitas sebesar 63,33 persen.This study aims to (1) identify isolates of entomopathogenic fungi from Sumpiuh Village, Sumpiuh District, Banyumas Regency (2) study the growth of entomopathogenic fungi isolates from Sumpiuh Village, Sumpiuh District, Banyumas Regency and (3) study the effectiveness of entomopathogenic fungi isolates from Sumpiuh Village in controlling brown planthopper. This research was conducted in Plant Protection Laboratory of Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University and Screen house located in Pasir Kidul Village, West Purwokerto Subdistrict, Banyumas Regency. The study began in October 2017 until May 2018. This study was conducted using a Randomized Block Design (RBD) with three replications. The data obtained were analyzed using the F test at a 5 percent error rate. If there is a real difference, a further test will be done using the Least Significance Different (LSD) at the 5 percent level and the Duncan Multiple Range Test (DMRT) at 5 percent. The results showed that (1) Isolates of entomopathogenic fungi from Sumpiuh Village, Sumpiuh Sub-district, Banyumas Regency consist of 1 unidentified isolate, 1 isolate Curvularia sp., 2 isolates Paecilomyces sp., and 1 isolate Fusarium sp. (2) The highest mean colony diameter and mycelium weight were S3 isolate of 9 cm and 0.15 grams. The highest spore density is S2 isolate of 572.40 x 106 spores / ml. (3) The most effective entomopathogenic fungi to control brown planthopper pests are S1 isolate in spore density of 106 spores / ml with mortality of 63.33 percent.
1970322855A1L014142UJI ISOLAT JAMUR ENTOMOPATOGEN ASAL KEBOKURO, LEBENG DAN SELANEGARA KECAMATAN SUMPIUH KABUPATEN BANYUMAS TERHADAP WERENG BATANG COKLAT (Nilaparvata lugens Stal.)
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui apakah isolat jamur asal Desa Kebokuro, Lebeng dan Selanegara merupakan jamur entomopatogen, (2) mengidentifikasi dan mengkaji pertumbuhan isolat jamur entomopatogen tersebut, (3) menguji kemampuannya dalam membunuh wereng batang coklat dan (4) mengetahui waktu kematian wereng batang coklat akibat aplikasi jamur entomopatogen. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman dan rumah plastik di Desa Pasir Kidul, Purwokerto Barat pada bulan Oktober 2017 sampai Mei 2018. Penelitian menggunakkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga ulangan. Data dianalisis dengan uji F apabila berbeda nyata dilanjut dengan uji BNT 5 persen untuk variabel pertumbuhan isolat dan DMRT 5 persen untuk variabel mortalitas dan waktu kematian WBC. Hasil penelitian menunjukkan jamur yang menginfeksi wereng batang coklat asal Desa Kebokuro, Lebeng dan Selanegara adalah jamur entomopatogen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jamur tersebut adalah tiga isolat Fusarium spp; dua isolat Aspergillus spp dan satu isolat Nigrospora sp. Rerata diameter koloni tertinggi yaitu isolat A5 (Fusarium sp.) dengan rerata diameter 8,86 cm. Kepadatan spora tertinggi yaitu isolat A2 (Fusarium sp) dengan jumlah 122,47 x 106/ml pada hari ke sembilan. Rerata bobot kering miselium tertinggi yaitu isolat A6 (Nigrospora sp.) dengan rerata 0,95 gram. Mortalitas tertinggi pada perlakuan P9 (isolat Fusarium sp kepadatan spora 107 spora/ml) dan P10 (isolat Aspergillus sp kepadatan spora 107 spora/ml) dengan rerata mortalitas sebesar 66,67 persen. Waktu kematian tercepat pada perlakuan P11 (isolat A5 Fusarium sp kepadatan spora 107 spora/ml) dengan waktu kematian 2,17 hsa.This study aims to (1) determine whether fungal isolates from Kebokuro, Lebeng and Selanegara villages are entomopathogenic fungi, (2) identify and study the growth of entomopathogenic fungal isolates, (3) test their ability to kill brown planthopper and (4) find out the time brown planthopper deaths due to application of entomopatogent fungi. The study was conducted at the Plant Protection Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal University of Soedirman and plastic houses in Pasir Kidul Village, West Purwokerto from October 2017 to May 2018. The study used a Randomized Block Design (RBD) with three replications. Data were analyzed by F test if it was significantly different followed by 5 percent LSD test for growth variables and 5 percent DMRT for mortality and WBC date of time. The results showed that fungi that infected brown planthopper from Kebokuro, Lebeng and Selanegara villages were entomopathogenic fungi. The results showed that the fungi were three Fusarium spp isolates; two isolates of Aspergillus spp and one isolate Nigrospora sp. The highest mean colony diameter was A5 isolate (Fusarium sp.) With a mean diameter of 8.86 cm. The highest spore density is isolate A2 (Fusarium sp.) with an amount of 122.47 x 106 / ml on the ninth day. The highest mean mycelium dry weight was A6 isolate (Nigrospora sp) with a mean of 0.95 grams. The highest mortality was in P9 treatment (Fusarium sp isolate spore density 107 spora / ml) and P10 (isolate Aspergillus sp spore density 107 spora / ml) with a mortality rate of 66.67 percent. The fastest date of time in P11 treatment (A5 Fusarium sp isolate 107 spore / ml spore density) with a death time of 2.17 hsa.
1970422857D1E014274KEEMPUKAN DAN SUSUT MASAK DAGING ITIK AFKIR
DENGAN PERENDAMAN SARI KULIT NANAS (Ananas comosus L. Merr)
PADA DOSIS DAN LAMA WAKTU YANG BERBEDA
Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh dosis dan lama waktu perendaman dengan sari kulit nanas terhadap keempukan dan susut masak daging itik afkir. Penelitian telah dilaksanakan tanggal 26 Juni 2018 sampai tanggal 2 Juli 2018 di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Materi yang digunakan adalah 24 potong daging dada itik afkir. Metode penelitian dilakukan secara eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial (3x2), sebagai perlakuan yaitu dosis sari kulit nanas dan lama perendaman sebesar: 0%;30 menit (P1L1), 25%;30 menit (P2L1), 50%;30 menit (P3L1), 0%;60 menit (P1L2), 25%;60 menit (P2L2), dan 50%;60 menit (P3L2) dengan empat kali ulangan. Variabel yang diamati adalah keempukan dan susut masak. Hasil penelitian diperoleh nilai keempukan untuk P1L1, P2L1, P3L1, P1L2, P2L2, P3L2, secara berturut-turut adalah 0,0514 mm/g/dt; 0,0601 mm/g/dt; 0,0704 mm/g/dt; 0,0540 mm/g/dt; 0,0605 mm/g/dt; 0,0709 mm/g/dt dan susut masak 33,05%; 37,15%; 40,10%; 33,40%; 37,93%; 40,58%. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa kombinasi dosis sari kulit nanas dengan lama perendaman berpengaruh tidak nyata (P>0,05), dosis sari kulit nanas berpengaruh sangat nyata (P<0,01), dan lama perendaman berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap keempukan dan susut masak. Kesimpulan, perendaman menggunakan sari kulit nanas sampai taraf 50% dengan lama waktu perendaman 60 menit menghasilkan daging dada itik afkir yang paling empuk, dan menghasilkan nilai susut masak yang relatif sama.The research was aimed to know the effect of levels and durations of immersion of pineapple peels extract on tenderness and cooking looses of culled duck meat. The research was conducted on June 26th, 2018 until July 2nd, 2018 at Animal Production Technology Laboratory, Faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The material used were 24 pieces of culled duck reed meat. The research method was conducted experimentally with Completely Randomized Design (RAL) factorial pattern (3x2), as the treatment was levels and immersion durations of pineapple peel extract were: 0%;30 minutes (P1L1), 25%;30 minutes (P2L1), 50%;30 minutes (P3L1), 0%;60 minutes (P1L2), 25%;60 minutes (P2L2), dan 50%;60 minutes (P3L2) with four replicated. The observed variables were tenderness and cooking looses. The average value of tenderness for P1L1, P2L1, P3L1, P1L2, P2L2, P3L2 were 0,0514 mm/g/dt; 0,0601 mm/g/dt; 0,0704 mm/g/dt; 0,0540 mm/g/dt; 0,0605 mm/g/dt; 0,0709 mm/g/dt and cooking looses were 33,05%; 37,15%; 40,10%; 33,40%; 37,93%; 40.58% respectively. Analysis variance showed that combination of levels of pineapple peels extract with durations of immersion was not significantly different (P>0,05), doses of pineapple peel extract was very significantly different (P<0,01), and duration of immersion was not significantly different (P>0,05) toward tenderness and cooking looses. Conclution, the immersion for 50% doses with 60 minutes immersion result the best tender, and the cooking looses relatively the same.
1970522858H1L011063IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI PENGELOLAAN IZIN PENELITIAN DAERAH KABUPATEN PURBALINGGA BERBASIS WEB (STUDI KASUS BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH KABUPATEN PURBALINGGA)
Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian Dan Pengembangan Daerah Kabupaten Purbalingga (BAPPELITBANGDA) mempunyai tugas membantu Bupati dalam melaksanakan fungsi penunjang urusan pemerintahan di bidang Perencanaan Pembangunan serta Penelitian dan Pengembangan yang menjadi kewenangan daerah. Saat ini proses izin penelitian masih dilaksanakan secara manual sehingga sering menemukan kesulitan dalam pengelolaan izin penelitian. Sistem informasi dapat menjadi solusi untuk masalah tersebut. Implementasi Sistem Informasi Pengelolaan Izin Penelitian Daerah Kabupaten Purbalingga ini menggunakan bahasa pemrograman Hypertext Preprocessor (PHP) dengan Framework CodeIgniter dan basis data MySQL. Pada Implementasinya, Sistem Informasi Pengelolaan Izin Penelitian Daerah Kabupaten Purbalingga diharapkan akan mempermudah BAPPELITBANGDA dalam melakukan pengelolaan izin penelitian.Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian Dan Pengembangan Daerah (BAPPELITBANGDA) Purbalingga Regency has task to assist the Regent of Prubalingga Regency performing government affairs in the field of regional development planning, research and regional development which are the regional authorities. Currently the process to get research permition are still carried out manually, so many difficulties can be found in the management process of research permitions. This Information systems can be the solution to that problem. In the implementation procces, this research used Hypertext Preprocessor (PHP) programming language wtih the CodeIgniter framework and Mysql database. This information system is expected to facilitate BAPPELITBANGDA in conducting research permitions management.
1970622860H1L011045IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI PENGELOLAAN SURAT MASUK DAN KELUAR
(STUDI KASUS BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN PENELITIAN DAN PENGAMBANGAN DAERAH KABUPATEN PURBALINGGA)
Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengambangan Daerah (BAPPELITBANGDA), adalah lembaga teknis daerah dibidang penelitian dan perencanaan pembangunan daerah. Setiap bulannya terdapat banyak sekali surat masuk dan surat keluar yang ada di kantor teresebut. Pencatatan daftar Surat Masuk dan Surat Keluar tersebut masih dicatat didalam buku catatan. Berdasarkan masalah tersebut maka dibangunlah sistem informasi pengelolaan surat masuk dan surat keluar. Sistem ini dibangun menggunakan bahasa pemrograman Hypertext Preprocessor (PHP) dengan Framework CodeIgniter dan basis data MySQL.


Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengambangan Daerah (BAPPELITBANGDA), is a regional technical agency in the field of research and regional development planning. Every month there are so many incoming and outgoing mails in the office. The listing of the incoming and outgoing mail was recorded manualy. Based on the problem then the information system of control of incoming and outgoing mail was built. The programming language used is Hypertext Preprocessor (PHP) with the CodeIgniter Framework and MySQL database.

1970722861D1E014105HUBUNGAN BOBOT TUBUH DENGAN INDEKS KEBAPUHAN DAN LINGKAR DADA KAMBING JANTAN DEWASA KHAS KEJOBONG DI KECAMATAN KEJOBONG KABUPATEN PURBALINGGAPenelitian bertujuan untuk mengetahui bobot tubuh, indeks kebapuhan (perbandingan antara lingkar paha dengan panjang paha), lingkar dada kambing jantan dewasa khas Kejobong di Kecamatan Kejobong dan mengetahui hubungan antar variabel bobot tubuh, indeks kebapuhan dan lingkar dada. Materi yang digunakan dalam penelitian yaitu 27 ekor kambing jantan dewasa khas Kejobong yang berumur lebih dari 12 bulan. Metode yang digunakan yaitu survei dengan pengambilan sampel secara purposive sampling. Penetapan jumlah ternak kambing jantan dewasa khas Kejobong milik peternak dilakukan secara sensus. Variabel yang diukur yaitu bobot tubuh, lingkar dada, lingkar paha dan panjang paha kambing dewasa jantan khas Kejobong di desa Timbang, desa Kedarpan, desa Pangempon, desa Nangkod, desa Langgar, dan desa Kejobong Kecamatan Kejobong Kabupaten Purbalingga. Hasil penelitian, diperoleh rataan bobot tubuh, indeks kebapuhan, lingkar paha, panjang paha dan lingkar dada masing-masing sebesar 35,87 ± 11,00 kg; 0,97 ± 0,12; 29,06 ± 4,51 cm; 30,00 ± 2,51 cm; dan 75,70 ± 6,33 cm. Hubungan antara bobot tubuh dengan indeks kebapuhan dan lingkar dada secara bersama-sama berpengaruh secara linier (P<0,05) dengan persamaan linier Y= -54,999 – 14,715 X1 +1,388 X2 (R = 0,730 dan R2 = 0,532). Hubungan bobot tubuh dengan indeks kebapuhan tidak berpengaruh secara linier (P>0,05), sedangkan hubungan bobot tubuh dengan lingkar dada berpengaruh secara linier (P<0,05) dengan persamaan linier Y= -58,412 +1,245 X (R = 0,716 dan R2 = 0,513). Kesimpulan, hanya lingkar dada yang memiliki hubungan secara linier terhadap bobot tubuh.The research was aimed to know body weight, index of kebapuhan (comparison between circumference of thigh and lenght of thigh), chest circumference of bucks Kejobong in Kejobong district and to know the relationship between variables body weight, index of kebapuhan and chest circumference. The material used were 27 of bucks Kejobong with the age more than 12 month. The method used was a survey by taking samples by purposive sampling. The measured variables were body weight, chest circumference, circumference of thigh and lenght of thigh in Timbang, Kedarpan, Pangempon, Nangkod, Langgar and Kejobong village Kejobong district Purbalingga regency. Results of research, body weight, index of Kebapuhan, chest circurference, lenght of thigh and circuference were 35,87 ± 11,00 kg; 0,97 ± 0,12; 29,06 ± 4,51 cm; 30,00 ± 2,51 cm; dan 75,70 ± 6,33 cm, respectively the relationship between body weight and index of kebapuhan and chest circumference together have a linear effect (P<0.05) with a linear function Y = -54.999 - 14.715 X1 +1,388 X2 (R = 0.730 and R2 = 0.532). The relationship of body weight with index of kebapuhan did not have a linear effect (P>0.05), while the body weight relationship with chest circumference have a linear effect (P<0.05) with a linear function Y = -58.412 +1.245 X (R = 0.716 and R2 = 0.513). In conclusion, only chest circumference that has a linear relationship with body weight.
Keywords: body weight, index of kebapuhan, chest circumference, bucks Kejobong.
1970852257C1C022004Analisis Pengaruh Green Accounting dan CSR terhadap Sustainable Development dengan Kinerja Keuangan sebagai Faktor Pemediasi Industri Hijau yang Terdaftar di BEI Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh green accounting dan Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap sustainable development dengan kinerja keuangan sebagai variabel mediasi pada industri hijau yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Sampel ditentukan melalui purposive sampling dengan 216 data observasi setelah proses screening outlier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa green accounting dan CSR berpengaruh positif terhadap sustainable development. Green accounting juga berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan, sedangkan CSR tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Kinerja keuangan tidak berpengaruh terhadap sustainable development serta tidak mampu memediasi hubungan antara green accounting dan CSR terhadap sustainable development. Penelitian ini mengonfirmasi bahwa praktik lingkungan berperan dalam memenuhi ekspektasi stakeholder dan memperoleh legitimasi. Namun, penelitian memiliki keterbatasan pada rendahnya nilai R-square, nilai Q² predictive negatif, serta pengukuran CSR yang bersifat subjektif.This study aims to analyze the effect of green accounting and Corporate Social Responsibility (CSR) on sustainable development with financial performance as a mediating variable in green industries listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX). A quantitative approach using Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) was applied, with 216 observations selected through purposive sampling after outlier screening. The results show that green accounting and CSR positively affect sustainable development. Green accounting also has a positive effect on financial performance, while CSR has no effect on financial performance. Financial performance does not affect sustainable development and does not mediate the relationship between green accounting and CSR on sustainable development. This study confirms the role of environmental practices in meeting stakeholder expectations and gaining legitimacy. However, limitations include low R-square values, negative Q² predictive, and subjective CSR measurement.
1970952296A1D019112Potensi Bio P60 Terhadap Remediasi Air Limbah Kawasan Industri Jababeka dan Pengaruhnya Terhadap Pertumbuhan Jagung ManisAir limbah merupakan salah satu produk sisa yang dihasilkan dari kegiatan industri yang harus dikelola dengan baik. Bioremediasi merupakan salah satu metode pengelolaan air limbah menggunakan bantuan organisme. Penggunaan mikroba hidup dalam proses bioremediasi air limbah memiliki kekurangan, yaitu ketergantungan terhadap kondisi lingkungannya. Metabolit sekunder merupakan yang dihasilkan organisme dan tidak berperan langsung dalam pertumbuhan yang memiliki potensi untuk mendegradasi polutan dalam air limbah industri. Bio P60 merupakan biopestisida yang mengandung metabolit sekunder Pseudomonas fluorescens P60. Bio P60 belum pernah diaplikasikan untuk meremediasi air limbah industri sehingga perlu adanya pengkajian mengenai hal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh 1) konsentrasi Bio P60 dalam meremediasi air limbah industri Jababeka, 2) lama waktu inkubasi dalam meremediasi air limbah industri Jababeka, dan 3) hasil remediasi air limbah industri Jababeka terhadap pertumbuhan tanaman jagung.
Penelitian ini dilaksanakan di Greenhouse dan Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto pada Desember 2024 - April 2025. Pengambilan sampel air limbah dilakukan di Wastewater Treatment Plant (WWTP) 2 Kawasan Industri Jababeka, Cikarang pada tanggal 14 Agustus 2024. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non-faktorial secara in-planta. Sebelum uji in-planta, dilakukan uji pendahuluan remediasi limbah industri dengan Bio-P60 secara in-vitro. Uji pendahuluan terdiri atas 7 kombinasi variasi konsentrasi Bio-P60 dan lama waktu inkubasi. Konsentrasi Bio-P60 yang digunakan yaitu 5 mL/L dan 10 mL/L dengan lama waktu inkubasi 2, 4, dan 6 minggu, serta kontrol tanpa inkubasi dan tanpa pemberian Bio-P60. Uji in planta terdiri atas 7 perlakukan, 4 kali ulangan, dan 3 tanaman setiap ulangan sehingga diperoleh 84 unit percobaan. Variabel yang diamati, yaitu COD, BOD, kadmium (Cd), pH, tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, warna daun, panjang akar, bobot tanaman segar, bobot tanaman kering, dan serapan Cd pada daun.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa konsentrasi Bio P60 5 mL/L dan inkubasi 2 minggu mampu menurunkan polutan BOD, COD, dan logam Cd dengan masing-masing penurunan sebesar 93,22 %, 67,24 %, dan 53,92 %. Perlakuan Bio P60 juga mampu menaikkan nilai pH sebesar 48,8%. Namun, nilai BOD dan COD masih berada di atas baku mutu yang telah ditetapkan. Hasil pengamatan evaluasi hasil remediasi menggunakan jagung manis sebagai tanaman indikator menunjukkan bahwa perlakuan Bio P60 memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap pertumbuhan tanaman jagung, kecuali pada warna daun dan kadar Cd pada daun yang tidak terdeteksi. Hasil remediasi menggunakan Bio P60 mampu meningkatkan tinggi tanaman sebesar 25,65 %, jumlah daun sebesar 14,86 %, luas daun sebesar 34,07 %, panjang akar sebesar 17,15 %, bobot segar tanaman sebesar 17,5 %, bobot kering tanaman sebesar 22 % dibandingkan dengan kontrol.
Wastewater is one of the residual products generated from industrial activities that must be treated properly. Bioremediation is a method for managing wastewater using organisms. The use of living microbes in the bioremediation process has drawbacks, such as dependence on environmental conditions. Secondary metabolites are compounds produced by organisms that are not directly involved in growth and have the potential to degrade pollutants in industrial wastewater. Bio P60 is a biopesticide containing secondary metabolites from Pseudomonas fluorescens P60. Bio P60 has never been applied to remediate industrial wastewater thus, its potential for wastewater remediation merits further reseach. This research aimed to determine the effect of 1) Bio P60 concentration in remediating Jababeka industrial wastewater, 2) incubation period in remediating the wastewater, and 3) remediated wastewater on the growth of maize.
This research was conducted in the greenhouse, Plant Protection Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto, from December 2024 to April 2025. Wastewater samples were collected at the Wastewater Treatment Plant (WWTP) 2 of the Jababeka Industrial Area, Cikarang, on August 14, 2024. This study was designed using a Non-Factorial Randomized Block Design (RBD) for the in-planta test. Prior to the in-planta test, a preliminary test on the remediation of industrial wastewater using Bio-P60 was conducted in-vitro. The preliminary test consisted of 7 combinations of Bio-P60 concentration and incubation period. The Bio-P60 concentrations used were 5 mL/L and 10 mL/L with incubation periods of 2, 4, and 6 weeks, along with a control without incubation and without Bio-P60 application. The in-planta test consisted of 7 treatments, 4 replications, and 3 plants per replication, resulting in 84 experimental units. The observed variables included COD, BOD, cadmium (Cd) heavy metal, pH, plant height, number of leaves, leaf area, leaf color, root length, fresh plant weight, dry plant weight, and Cd uptake in the leaves.
Based on the research results, it was found that the Bio P60 consentration of 5 mL/L and incubation period of 2 weeks was able to reduce BOD, COD, and Cd pollutants by 93.22%, 67.24%, and 53.92%. Application of Bio P60 was also able to increase pH by 48,8%. However, the values of the BOD and COD variables were still above the established quality standards. The evaluation results of the remediation using sweet corn as an indicator plant showed that Bio P60 treatment had a significant effect on maize plant growth, except for leaf color and undetected Cd levels in the leaves. The remediation results using Bio P60 were able to increase plant height by 25,65%, number of leaves by 14,86%, leaf area by 34,07%, root length by 17,15%, fresh plant weight by 17,5%, and dry plant weight by 22% compared to the control.
1971025591E1A015236TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN BAYI YANG DILAKUKAN OLEH IBU KANDUNG YANG MASIH ANAK (TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PUTUSAN NOMOR 6/PID.SUS-ANAK/2018/PN.PWT)
Tindak pidana pembunuhan bayi yang dilakukan oleh ibu kandungnya merupakan salah satu kejahatan yang memerlukan perhatian khusus dari aparat penegak hukum. Hal ini karena tindak pidana tersebut pada umumnya dilakukan oleh seorang ibu terhadap bayinya, akibat dari kegoncangan jiwa setelah melahirkan, Kemudian seiring berkembangnya kehidupan masyarakat, tindak pidana pembunuhan bayi bukan hanya dilakukan oleh orang dewasa tetapi juga dilakukan oleh pelaku yang masih Anak sebagaimana diputus dalam putusan Nomor 6/Pid.Sus-Anak/2018/PN.Pwt. Tata cara mengadili bagi pelaku Anak harus menggunakan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.
Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan yuridis normatif. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh melalui studi pustaka. Spesifikasi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitis. Selanjutnya hasil dari penelitian ini akan disajikan dalam bentuk teks deskriptif naratif yang telah disusun secara sistematis. Kemudian untuk menarik kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan, penulis menggunakan metode analisis normatif-kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian penulis terhadap putusan Nomor 6/Pid.Sus-Anak/2018/PN.Pwt, dapat diketahui bahwa semua unsur dalam Pasal 76 C juncto Pasal 80 ayat (3) dan (4) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak telah terpenuhi. Hakim juga telah mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan pidana terhadap terdakwa. Oleh karena itu, hakim menyatakan terdakwa Anak bersalah karena telah melakukan tindak pidana pembunuhan bayi yang dilakukan oleh ibu kandung yang masih anak.
Criminal act of infanticide committed by the biological mother is one of the crime that require special attention from law enforcement officials. This is because the crime is generally carried out by a mother against her baby, as a result of a mental shock after giving birth. Then along with the development of people's lives, the crime of infanticide is not only carried out by adults but also by perpetrators who are still children as decided in The Decision Number 6/Pid.Sus-Anak/2018/PN.Pwt. The procedure for adjudicating for child offenders must use Law Number 11 Year 2012 concerning the Child Criminal Justice System.
The method used in this study is a normative juridical approach. The data used is secondary data obtained through literature review. The research specification used in this study is descriptive analytical. Furthermore, the results of this study will be presented in the form of narrative descriptive texts that have been systematically compiled. Then, the method used to draw the conclusion of this research is normative-qualitative analysis method.
Based on the results of the research on The Decision Number 6/Pid.Sus-Anak/2018/PN.Pwt, it can be seen that all the elements in Article 76 C refer to Article 80 paragraph (3) and (4) Law Number 35 Year 2014 concerning Amendments The Law Number 23 Year 2002 concerning Child Protection has been fulfilled. The judge also considered the lighten and the strengthen things punishment for the child defendant. Because of that, the judge stated that the child defendant was guilty of committing a crime of infant murder committed by the underage biological mother.
1971122862A1C014003Preferensi Konsumen Rumah Tangga Terhadap Produk Teh Celup di Kota Tegal Jawa TengahIndustri teh memproduksi teh dalam berbagai bentuk dan kemasan untuk memberikan berbagai macam pilihan kepada konsumen, salah satunya adalah teh celup. Hal ini menyebabkan produsen teh bersaing untuk dapat memenuhi kebutuhan konsumen sehingga produsen perlu memahami preferensi konsumen terhadap produk teh celup. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui karakteristik umum konsumen teh celup di Kota Tegal (2) Mengindentifikasi peringkat kepentingan atribut konsumen teh celup di Kota Tegal berdasarkan atribut yang menjadi pertimbangan dalam keputusan pembelian teh celup; dan (3) Mengetahui preferensi konsumen terhadap produk teh celup.
Penelitian dilaksanakan di tempat perbelanjaan di Kota Tegal pada bulan Januari hingga Februari 2018. Rancangan pengambilan sampel menggunakan metode Accidental Sampling (sampling kebetulan). Jumlah sampel 100 responden. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Cochran Q Test dan analisis Conjoint. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Karakteristik konsumen teh celup di Kota Tegal menunjukkan bahwa sebagian besar konsumen berjenis kelamin perempuan, rata – rata berusia 45 tahun, sebagian besar berstatus sebagai ibu rumah tangga, sebagian besar tingkat pendidikan terakhir S1, dan rata – rata pendapatan keluarga sebesar Rp3.500.000 perbulan; (2) Peringkat atribut yang menjadi bahan pertimbangan dalam keputusan pembelian teh celup adalah kepuasan dalam mengonsumsi teh celup, merek teh celup, kemasan teh celup dan rasa seduhan teh celup; (3) Preferensi konsumen terhadap atribut teh celup di Kota Tegal adalah kepuasan karena rasa sesuai dengan yang kesukaan yaitu rasa teh sepet, merek teh celup Tong Tji dan memiliki informasi expired date jelas pada kemasan.
Tea industries produce tea in various forms and packagings to provide various choices for the consumers, one of which is tea bag. It causes tea producers competing to fulfill the needs of the consumers; therefore, the producers have to understand the preferences of the consumers on the tea bag product. The purposes of this study were (1) To know the general characteristics of the tea bag consumers in Tegal city (2) To identify the level of the attribute necessity of the consumers that become the consideration in purchase decision tea bag; moreover, (3) To know the preferences of the consumers on tea bag.
This study was conducted in a mall in Tegal city from January until February 2018. The sampling design used was Accidental Sampling. The number of the sample amounted to 100 respondents. The analysis methods used were Cochran Q Test analysis and Conjoint Analysis. The results of the study showed that: (1) Consumer characteristics of tea bags in Tegal City showed the most of the female consumers, on average 45 years old, are mostly housewives, most of them are undergraduate, and the average family income level is Rp3,500,000 per month; (2) The level of the attributes that became the considerations in purchasing tea bag were chronologically as follows: the satisfication in consuming tea bag, the brand of the tea bag, the packaging of the tea bag, and the taste of the tea bag; (3) The preference of the consumers on the atribut of the tea bag in Tegal city was the satisfication because of the taste that was appropriate with the preference of the consumers was bitter tea bag, brand of Tong Tji, the information of the expired date was clear on the packaging.
1971222100H1A014015FORMULASI SEDIAAN HANDSANITIZER EKSTRAK METANOL DAUN MANGGA BACANG (Mangifera foetida L.) DAN UJI AKTIVITAS TERHADAP BAKTERI Escherichia coli
Escherichia coli adalah salah satu bakteri patogen yang dapat menyebabkan infeksi pencernaan dan diare. Salah satu senyawa aktif dari tanaman yang berpotensi sebagai antibakteri adalah ekstrak daun mangga bacang (Mangifera foetida L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak metanol daun mangga bacang terhadap E. coli, penentuan konsentrasi hambat tumbuh minimum (KHTM), memformulasikan ekstrak metanol daun mangga bacang sebagai gel handsanitizer dan karakterisasi sediaan tersebut. Penentuan KHTM menggunakan metode difusi sumuran. Karakterisasi sediaan gel handsanitizer meliputi uji pH, uji daya sebar, konsistensi, homogenitas, uji organoleptik dan uji aktivitas. KHTM ekstrak metanol daun mangga bacang terhadap E. coli yaitu pada konsentrasi 1 ppm dengan zona hambat sebesar 1,31 mm.Escherichia coli is one of the patogenic bacterial cause digestion infection and diarrhea. Bachang mango leaf extract (Mangifera foetida L.) is potential extract as antibacterial agent. This study aimed to examine the potential of leaves mango bachang extract as an antibacterial againts E. coli, determine the minimum inhibitory concentration, formulate bachang mango leaf extract of handsanitizer, and handsanitizer characterized. The determination of minimum inhibitory concentration was performing using the diffuse on wells method. Gel handsanitizer characterized includes pH test, scatter test, consistency, homogenity, organoleptic test and activity test. The minimum inhibitory concentration of the methanol bachang mango leaf extract againts E. coli was 1 ppm with the zone diameter of 1.31 mm.
1971322863B1J014044Penyakit Jamur pada Tanaman Cabai Keriting (Capsicum annuum L.) di Desa Lamongan Kecamatan Kaligondang Kabupaten Purbalingga.Tanaman cabai keriting (Capsicum annuum L.) merupakan tanaman sayuran yang digunakan oleh masyarakat sebagai sayuran rempah dan bahan penyedap diberbagai menu masakan khas Indonesia. Desa Lamongan Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga adalah salah satu daerah sentra produksi tanaman cabai keriting dengan luas mencapai 5.053,451 Ha. Mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani. Para petani mengalami beberapa kendala dalam meningkatkan produksi tanaman cabai keriting yang disebabkan oleh gangguan hama dan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyakit-penyakit yang disebabkan oleh jamur pada tanaman cabai keriting, mengetahui jamur yang menyebabkan penyakit pada tanaman cabai keriting, serta mengetahui besarnya persentase penyakit yang disebabkan oleh jamur pada tanaman cabai keriting. Penelitian ini dilakukan dengan metode survai. Metode survai digunakan untuk pengambilan sampel secara random sampling pada tiga lokasi berbeda di Desa Lamongan Kecamatan Kaligondang Kabupaten Purbalingga. Identifikasi penyakit dilakukan dengan melihat tanda dan gejala, lalu dihitung persentase penyakit pada tanaman cabai keriting, selanjutnya jamur diisolasi dari sampel tanaman sakit, kemudian diidentifikasi secara mikroskopis dan dilanjutkan dengan uji Postulat Koch. Hasil penelitian ini diperoleh dua jenis penyakit pada tanaman cabai keriting yaitu penyakit busuk buah (antraknosa) yang disebabkan oleh Colletotrichum sp. dan penyakit bercak daun yang disebabkan oleh Cercospora sp. Persentase penyakit busuk buah pada tanaman cabai keriting sebesar 56,33% sedangkan persentase penyakit bercak daun sebesar 38,35%.Curly read chili plant (Capsicum annuum L) is a vegetable plant which is used by people as herbs and spices in many Indonesian traditional food menus. Lamongan village, Kaligondang, Purbalingga Regent, is a region of curly chili plants production center with 5.053,451 Hectares of land large. Most of the people are farmers. They get difficulties in increasing the chili plants production due to pest and diseases. This research aims to find out the diseases caused by fungi on curly chili plants, to discover the fungi that cause the disease, and to know the percentage of the disease caused by fungi on curly chili plants. The research is conducted using survey method. This method is employed to obtain the sample randomly in three different locations in Lamongan Village. The disease is identified by observing the signs and symptoms firstly. Secondly, the disease percentage is counted. Next, the fungi are isolated from the infected plant sample. Lastly, they are identified microscopically and tested using Postulat Koch test. The result showed that there were two kinds of diseases on curly chili plants. They are fruit rot disease (the anthracnose) caused by Colletotrichum sp. and leaf spot disease caused by Cercospora sp. The fruit rot disease infects 56.33% of the total plants whereas the leaf spot disease infects 38.35% of the total plants.
1971425685F1J012033ANALISIS STILISTIKA PADA LIRIK LAGU IVY MOIRE DALAM ALBUM REDABSTRAK
Bagus Prasetya
Analisis Stilistika Pada Lirik Lagu Ivy Moire Dalam Album Red
Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Jendral Soedirman
2019

Pembimbing 1 : Idah Hamidah, S. S, M. Hum
Pembimbing 2 : Hartati, M. Hum
Penguji : Dr. Ely Triasih Rahayu, S. S., M. Hum

Penelitian ini mengkaji tentang gaya bahasa dalam lirik lagu. Judul penelitian adalah: “Analisis Stilistika pada Lirik Lagu Ivy Moire dalam album Red”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis gaya bahasa pada lirik lagu karya Ivy Moire dalam album Red. Jenis Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah lirik lagu karya Ivy Moire dalam album Red. Menurut Seto Kennichi, gaya bahasa berdasarkan imi no retorikku (retorika makna) terdiri atas: Inyu (Metafora), Chokuyu (Simile), Gijinhou (Personifikasi), Kyoukangakuhou (Sinestesia), Kubikihou (Zeugma), Kanyu (Metonimia), Teiyu (Sinekdok), Kochouhou (Hiperbola), Kanjyohou (Meiosis), Kyokugenhou (Litotes), Dougohanpuku (Tautologi), Shuchakuhou/Taigiketsugou (Oksimiron), Enkyokuhou (Eufimisme), Gyakugenhou (Paralepsis), Shuujiteki Gimonhou (Retorical Question), dan Ganihou (Implikasi). Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak dan catat. Teknik analisis data menggunakan deskriptif analisis. Berdasarkan hasil analisis, terdapat enam belas gaya bahasa yang terdapat pada lirik lagu karya Ivy Moire dalam album Red. Gaya Bahasa tersebut adalah Inyu (Metafora) sebanyak 17 (tujuh belas), Chokuyu (Simile) 4 (empat), Gijinhou (Personifikasi) 4 (empat), Kyoukangakuhou (Sinestesia) 5 (lima), Kubikihou (Zeugma) 4 (empat), Kanyu (Metonimia) 4 (empat), Teiyu (Sinekdok) 3 (tiga), Kochouhou (Hiperbola) 2 (dua), Kanjyohou (Meiosis) 2 (dua), Kyokugenhou (Litotes) 4 (empat), Dougohanpuku (Tautologi) 4 (empat), Shuchakuhou/Taigiketsugou (Oksimiron) 4 (empat), Enkyokuhou (Eufimisme) 2 (dua), Gyakugenhou (Paralepsis) 1 (satu), Shuujiteki Gimonhou (Retorical Question) 5 (lima), dan Ganihou (Implikasi) 1 (satu). Gaya bahasa yang paling banyak digunakan ialah, Inyu (Metafora), yaitu sebanyak 17 (tujuh belas). Hal ini menunjukkan bahwa penulis lirik lagu dari grup band Ivy Moire mengungkapkan pikiran dan perasaannya melalui kata-kata dan kalimat yang bersifat metafora atau bukan arti sebenarnya. Pikiran dan perasaan penulis lirik lagu dari Ivy Moire yang tertuang dalam lirik lagunya harus dimaknai dan ditelaah lebih jauh untuk dapat memahaminya.

Kata kunci: Lirik Lagu, Gaya Bahasa, Ivy Moire, Red.
ABSTRACT
Bagus Prasetya
The Language Style of Ivy Moire’s Song Lyrics in Red album
Faculty of Humanities
General Soedirman University
2019

Advise 1 : Idah Hamidah, S. S, M. Hum
Advise 2 : Hartati, M. Hum
Examiner : Dr. Ely Triasih Rahayu, S. S., M. Hum

This research examines the style of language in song lyrics. The research entitled: “The Language Style of Ivy Moire’s Song Lyrics in Red Album”. This research aims to describe and analyze the language style of Ivy Moire’s song lyrics in Red album. This type of research is descriptive qualitative. The data in this research is the lyrics of Ivy Moire’s Songs in Red album. According to Seto Kennichi in his book Nihonggo No Retorikku the style of language based on imi no retorikku (reotoric of meaning) categories consists of: Inyu (Metaphor), Chokuyu (Simile), Gijinhou (Personification), Kyoukangakuhou (Synesthesia), Kubikihou (Zeugm), Kanyu (Metonymy), Teiyu (Sinekdoct), Kochouhou (Hyperbole), Kanjyohou (Meiosis), Kyokugenhou (Litotes), Dougohanpuku (Tautology), Shuchakuhou/Taigiketsugou (Oxymirone), Enkyokuhou (Euphemism), Gyakugenhou (Pharalepsist), Shuujiteki Gimonhou (Retorical Question), dan Ganihou (Implication). Data collection is done by the method refer and note. The technique of data analysis using descriptive analysis. Based on the results of the analysis, there are sixteen language of styles contained in the lyrics of Ivy Moire’s songs in Red album. The style of language is Inyu (Metaphor) 17 (seventeen), Chokuyu (Simile) 4 (four), Gijinhou (Personification) 4 (four), Kyoukangakuhou (Synesthesia) 4 (four), Kubikihou (Zeugm) 4 (four), Kanyu (Metonymy) 5 (five), Teiyu (Sinekdoct) 4 (four), Kochouhou (Hyperbole) 4 (four), Kanjyohou (Meiosis) 3 (three), Kyokugenhou (Litotes) 2 (two), Dougohanpuku (Tautology) 2 (two), Shuchakuhou/Taigiketsugou (Oxymirone) 4 (four), Enkyokuhou (Euphemism) 4 (four), Gyakugenhou (Pharalepsist) 4 (four), Shuujiteki Gimonhou (Retorical Question) 5 (five), dan Ganihou (Implication) 1 (one). The most widely used language style is the metaphor, which is 17 (seventeen). This shows that Ivy Moire expresses their thoughts and feelings through words and phrases that are metaphorical or not the real meaning. Ivy Moire’s thoughts and feelings in their lyrics must be interpreted and examined further to understand them.

Keywords: Song Lyrics, Style of Language, Ivy Moire, Red
1971522864D1E014272HUBUNGAN BOBOT TUBUH DENGAN INDEKS KEBAPUHA DAN LINGKAR DADA CEMPE KHAS KEJOBONG DI KECAMATAN KEJOBONG KABUPATEN PURBALINGGACHAIRULIA FADHILLAH. Judul penelitian Hubungan Bobot Tubuh dengan Indeks Kebapuhan dan Lingkar Dada Cempe khas Kehobong di Kecmatan Kejobong Kabupaten Purbalingga. Penelitian telah dilaksanakan selama 1 bulan setengah, bertempat di peternakan rakyat di Kecamatan Kejobong Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah. Penelitia bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari hubungan antara bobot tubuh dengan indeks kebapuhan dan lingkar dada cempe jantan dan betina khas Kejobong yang dipelihara di Kecamatan Kejobong. Materi yang digunakan untuk penelitian adalah cempe jantan dan betina Khas Kejobong berumur 1 hari - 6 bulan sebanyak 65 ekor (30 ekor jantan dan 35 betina). Metode penelitian yang digunakan penelitian survey, penetapan sempel lokasi secara purposive sampling dan pengambilan sampel ternak secara sensus. Hasil penelitian cempe betina dan jantan khas Kejobong memiliki rataan bobot tubuh 12,22±5.27 kg dan 13.43±6,7 kg; indeks kebapuhan 118,77±33,54 dan 129,35±39,30; lingkar dada 48,78±7,88 cm dan 49,85±9,32cm. Lingkar dada cempe jantan dan betina memiliki hubungan sangat nyata (P<0,01) dengan nilai determinasi r2 cempe betina 91% dan jantan 81% persen mengikuti persamaan garis linear jantan Y= -21.353 + 0.664 X1 dan betina adalah Y= -19.547 + 0.633 X1. Semakin besar lingkar dada maka semakin besar pula bobot tubuh.CHAIRULIA FADHILLAH. The study entitled “Relationship of Body Weight With Plumpness Index and Circumference Chest the kidd that kept Typical Kejobong in District Kejobong Purbalingga”, was conducted out for one and a half month at farm in Kejobong Sub-district, Purbalingga Regency, Central Java. This study aims to determine and examine the relationship between body weight with the pulmpness index and chest circumference on male and female kidds Typical Kejobong that kept in District Kejobong. The materials of this research are male and female kidds Typical Kejobong which 1 day - 6 months old amount 65 kidds (30 males and 35 females). The method of this research used survey with determination of sampling by purposive sampling and census. The result on female and male kidds typical Kejobong have 12.22±5.27 kg and 13,43±6,7 kg for bodyweight; 118,77±33.,54 and 129.35±39.30 for plumpness index; 7,88±48.78 cm and 49,85±9.32cm for cheest girt. Female and male kidds cheest girt have significant effect (P<0,01) with percentage determination r2 female kidds 95% and male 81%, on line equation Y= -21.353 + 0.664 X1 for male and Y= -19.547 + 0.633 X1 for female. If cheest girt has greater then estimation bodyweight has greater.

1971622866E1A012200TINJAUAN YURIDIS TENTANG KURSI NEGARA UNI REPUBLIK SOSIALIS SOVIET SEBAGAI ANGGOTA TETAP DEWAN KEAMANAN PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA SETELAH MENJADI NEGARA FEDERASI RUSIASuksesi Federasi Rusia atas Uni Soviet tidak hanya menimbulkan perubahan sistem pemerintahan dan tata kelola pemerintahan, namun juga menimbulkan perubahan pada hubungan luar negeri, khususnya dalam hubungan organisasi internasional. Negara Uni Soviet merupakan salah satu dari lima anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang memiliki suatu hak istimewa, yaitu hak veto. Munculnya Negara Federasi Rusia di dunia internasional juga berpengaruh dalam keanggotaannya di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui latar belakang pemberian kursi negara Uni Republik Sosialis Soviet sebagai anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa kepada negara Federasi Rusia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder, selanjutnya data tersebut diolah dan disajikan dalam bentuk naratif. Analisa yang digunakan adalah normatif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kursi Negara Uni Soviet sebagai anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa kepada negara Federasi Rusia dilakukan melalui memorandum kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa yang dibuat oleh Presiden Federasi Rusia dan diakui sebagai pengganti hukum Negara Uni Soviet di dunia Internasional. Hal ini menjadi faktor penguat Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa menerima Rusia sebagai pengganti Uni Soviet sekaligus sebagai anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
The succession of the Russian Federation over the Soviet Union not only led to changes in the system of governance and governance, but also led to changes in foreign relations, particularly in the relations of international organizations. The Soviet Union is one of the five permanent members of the United Nations Security Council which has a privilege, namely veto. The emergence of the Russian Federation in the international world also influences its membership in the United Nations Security Council.
The purpose of this study was to find out the background of giving the seat of the Union state of the Soviet Socialist Republic as a permanent member of the United Nations Security Council to the state of the Russian Federation. This study uses normative juridical research methods. The data used are primary data and secondary data, then the data is processed and presented in narrative form. The analysis used is normative qualitative.
The results of the study show that the granting of the seat of the State of the Soviet Union as a permanent member of the United Nations Security Council to the state of the Russian Federation was carried out through a memorandum to the United Nations made by the President of the Russian Federation and recognized as a substitute for the law of the Soviet Union in the international world. This was a reinforcing factor. The Secretary-General of the United Nations accepted Russia as a substitute for the Soviet Union as well as a permanent member of the United Nations Security Council.
1971722867E1A014117PEMBINAAN DAN PENGAWASAN PELANGGARAN DISIPLIN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENERAPAN SANKSI DISIPLIN
BAGI PEGAWAI NEGERI SIPIL
(Studi Di Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kabupaten Purbalingga)
PEMBINAAN DAN PENGAWASAN PELANGGARAN DISIPLIN DAN IMPLIKASINYATERHADAP PENERAPAN SANKSI DISIPLIN BAGI PEGAWAI NEGERI SIPIL
(Studi Di Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kabupaten Purbalingga)

Oleh:
NIDIA HILMI FAIZAH
E1A014117


ABSTRAK
Pembinaan dan Pengawasan terkait dengan disiplin PNS akan mempengaruhi kualitas dan kinerja suatu PNS itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model pembinaan dan pengawasan disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Purbalingga dan Untuk mengetahui implikasi hukum yang timbul terhadap hasil pembinaan dan pengawasan terkait penerapan sanksi disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Purbalingga.
Metode pendekatan yang digunakan adalah metode pendekatan yuridis normatif dengan pendekatan undang-undang dan pendekatan analisis. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa peraturan perundang-undangan,buku-buku literatur,dan situs-situs internet.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa BKPPD Kabupaten Purbalingga dalam menjalankan Pembinaan Pegawai Negeri Sipil menggunakan metode pembinaan secara preventif atas penyelenggaraan pemerintahan daerah guna menjaga tingkat kedisiplinan Pegawai Negeri Sipil, adapun bentuk pengawasan yang dilakukan terdiri atas Pengawasan Penetapan Standar Kerja, Pengawasan dalam Pelaksanaan Operasional dan Pengawasan dalam Pelaksanaan Mekanisme kerjaImplikasi hukum yang timbul atas pemberlakuan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil dalam pelaksanaan pembinaan serta pegawasan Pegawai Negeri Sipil Pada Pemerintah Kabupaten Purbalingga antara lain : Terselenggaranya tugas-tugas pemerintahan dan pembangunan secara berdayaguna dan berhasil guna, Meningkatnya mutu dan keterampilan serta gairah kerja, Terwujudnya komposisi pegawai, baik dalam jumlah maupun mutu yang memadai serasi dan harmonis, Terwujudnya pegawai yang setia dan taat kepada Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 dan terwujudnya aparatur yang bersih dan berwibawa.



GUIDANCE AND SUPERVISION OF DISCIPLINE VIOLATION AND ITS IMPLICATIONS IN THE IMPLEMENTATION OF DISCIPLINE SANCTIONS FOR CIVIL SERVANTS
(Study at the Regional Education and Training Agency of Purbalingga Regency)

By:
NIDIA HILMI FAIZAH
E1A014117


ABSTRACT

Guidance and Supervision related to civil servants discipline will affect their quality and performance. This study was done with the purpose to determine the model of guidance and supervision of the discipline of Civil Servants in Purbalingga Regency. The second purpose was to find out the legal implications arising from the results of guidance and supervision related to the implementation of disciplinary sanctions of Civil Servants (PNS) in Purbalingga Regency.
The approach method used was the normative juridical approach method with a law approach and analytical approach. The data used was secondary data in the form of legislation, literature books, and internet sites.
The results of this study revealed that the BKPPD of Purbalingga Regency, in carrying out the Civil Servant Guidance used a preventive guidance method for the administration of regional government. This was in order to maintain the level of discipline of the Civil Servants, while the forms of supervision that were done consisted of Supervision of the Determination of Work Standards, Supervision in Operations and Supervision in Implementation of the Work Mechanism Legal implications. Those were arised from the applying of Government Regulation Number 53 of 2010 concerning the Discipline of Civil Servants in the implementation of guidance and supervision of Civil Servants in the Purbalingga Regency Government about: The implementation of governmental and developmental tasks in a efficient and effective manner, Quality improvement and skills and passion of work, the realization of the composition of employees, both in quantity and quality that is sufficiently harmonious and harmonious, the realization of employees who are loyal and obedient to the Pancasila and the 1945 constitution and the realization of a clean and authoritative apparatus.

Keywords: Civil Servant Discipline, Guidance and Supervision, Legal Implications
1971822869A1L013145PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculetum Mill.) DENGAN PEMBERIAN PUPUK NPK PHONSKA DAN PUPUK ORGANIK CAIR NASAPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) dosis pupuk NPK Phonska yang baik untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman tomat, 2) frekuensi pemberian pupuk organik cair NASA yang baik untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman tomat, serta 3) kombinasi dosis pupuk NPK Phonska dan frekuensi pemberian pupuk organik cair NASA yang baik untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Penelitian dilaksanakan bulan Mei sampai dengan Agustus 2017 di rumah plastik desa Rempoah, kecamatan Baturraden. Penelitan ini merupakan percobaan pot dengan rancangan perlakuan faktorial 3x3, 3 ulangan dan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap. Faktor pertama adalah dosis pupuk NPK Phonska (0, 18, 36 g). Faktor kedua adalah frekuensi pemberian pupuk organik cair NASA (0, 4, 8 kali) dengan konsentrasi 2 ml/l. Variabel pertumbuhan yang diamati yaitu tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, luas daun, umur tanaman berbunga, jumlah bunga, panjang akar, volume akar, bobot akar segar, bobot akar kering, bobot tajuk segar dan bobot tajuk kering. Variabel hasil yang diamati yaitu jumlah buah per tanaman, diameter buah, volume buah, bobot buah per buah dan bobot buah per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk NPK Phonska dosis 18 g per tanaman menunjukkan hasil terbaik pada variabel pertumbuhan (jumlah daun, panjang akar, volume akar, bobot akar segar) dan variabel hasil (jumlah buah per tanaman, volume buah, bobot buah per buah dan bobot buah per tanaman). Pemberian pupuk organik cair NASA dengan frekuensi 4 kali per tanaman menunjukkan hasil terbaik pada variabel pertumbuhan (jumlah daun, volume akar, bobot akar segar, bobot akar kering) dan variabel hasil (jumlah buah per tanaman, bobot buah per tanaman). Kombinasi antara pemberian pupuk NPK Phonska dosis 18 g per tanaman dan pupuk organik cair NASA dengan frekuensi 4 kali memberikan respon yang baik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman tomat.


The research aims to know: 1) the right dosage of NPK Phonska fertilizer to increase growth and yield tomato plant, 2) the right frequency of NASA liquid organic fertilizer to increase growth and yield of tomato plant, and 3) the right combination between dosage of NPK Phonska fertilizer and frequency of NASA liquid organic fertilizer to improving the growth and yield of tomato plant. The research was started from May until August 2017 at plastic house in Rempoah village, Baturraden sub-district. This research was pot experiment with 3x3 factorial treatment design, 3 replications and used Randomized Complete Block Design. The first factors was the dosage of NPK Phonska fertilizer (0, 18, 36 g). The second factors was the frequency of NASA liquid organic fertilizer (0, 4, 8 times) observed variables were: plant height, stem diameter, number of leaves, leaf area, age of flowered plants, number of flowers, root length, root volume, fresh root weight , dry root weight, fresh stover weight, dry stover weight, number of fruits each plant, fruit diameter, fruit volume, the weight fruit of each fruit, the weight fruit of each plant. The results showed that the used dosage 18 g each plant of NPK Phonska fertilizer gave showed best results on growth variables (number of leaves, root length, root volume, fresh root weight) and yield variables (number of fruits each plant, fruit volume, weight fruit each fruit and weight fruit each plant). The used frequency 4 each plant of NASA liquid organic fertilizer showed best results on growth variables (number of leaves, root volume, fresh root weight and dry root weight) and yield variables (number of fruit each plant, weight fruit each plant). The combination beetwen the used dosage 18 g each plant of NPK Phonska fertilizer and frequency 4 each plant of NASA liquid organic fertilizer gave best respond to growth and yield of tomato plant.
1971925592A1D015119UJI DAYA SIMPAN FORMULA BUTIRAN Pseudomonas fluorescens P60 DAN APLIKASINYA UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT LAYU BAKTERI PADA TANAMAN TOMAT IN PLANTAPenelitian bertujuan mengetahui antagonisme dan daya simpan formula butiran Pseudomonas fluorescens P60, pengaruh aplikasi formula butiran P. fluorescens P60 terhadap penyakit layu bakteri dan pertumbuhan tanaman tomat in planta. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman dan Screenhouse Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman dari bulan Oktober 2018 sampai Maret 2019. Penelitian terdiri dari dua tahap yaitu in vitro dan in planta. Penelitian in vitro meliputi pengujian antagonisme dan daya simpan formula butiran P. fluorescens P60. Penelitian in planta menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan enam perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan yang dicoba yaitu R. solanacearum + tanpa butiran, R. solanacearum + 1, 5, 10, dan 15 g butiran serta bakterisida (Agrimycin sulfat 20%). Variabel yang diamati meliputi populasi bakteri dalam formula butiran, zona bening, masa inkubasi, kejadian penyakit, intensitas penyakit, nilai Area Under Disease Progress Curve (AUDPC), tinggi tanaman, panjang akar, dan bobot segar tanaman. Hasil penelitian in vitro menunjukkan formula butiran hingga minggu ke-10 masih mempunyai aktivitas antagonisme yang baik dan populasi P. fluorescens P60 yang tinggi. Penelitian in planta menunjukkan perlakuan formula butiran P. fluorescens P60 sebanyak 1, 5, 10, dan 15 g, serta bakterisida, 1) efektif menekan perkembangan penyakit layu bakteri, yaitu mampu menunda masa inkubasi antara 22,77-26,25%, menurunkan kejadian penyakit antara 60-85%, menurunkan intensitas penyakit antara 65-85%, menurunkan nilai AUDPC antara 75,69-86,11%, 2) meningkatkan kandungan senyawa fenol yaitu saponin, tanin, dan glikosida, 3) mampu meningkatkan tinggi tanaman antara 24,85–36,17% dan bobot segar tanaman antara 46,04–57,13%.This research aimed to study the antagonism and shelf life of Pseudomonas fluorescens P60, the effect of granular formulation application of P. fluorescens P60 to control bacterial wilt and growth of tomato in planta. The research was conducted at the Plant Protection Laboratory and the screen house, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, from October 2018 to March 2019. The research was consisted of two stages, namely, in vitro and in planta tests. In vitro test include shelf life and antagonism of the granule. Randomized block design was used with six treatments and five replicates for in planta test. The treatments were R. solanacearum without the granule, R. solanacearum + 1, 5, 10, and 15 g the granule, and R. solanacearum + bactericide (Agrimycine sulfate 20%). Variables observed were population of bacteria in the granule, clear zone, incubation period, disease incidence, disease intensity, area under disease progress curve (AUDPC), crop height, root length, and fresh weight of crops. Result of the in vitro test showed that the granular formulation up to 10 weeks still performed good antagonistic activity and a high P. fluorescens P60 population. Result of in planta showed that all the granular formulation and the bactericide 1) Effectively suppressed the disease indicated by lenghtening incubation period of 22.77-26.25%, reducing the disease incidence between 60-85%, decreasing disease intensity between 65%-85%, and decreasing AUDPC value between 75.69-86.11%, 2) increasing phenolic compound (saponins, tannins, and glycosides) content qualitatively, and 3) increasing crop height between 24.85-36.17% and fresh weight between 46.04-57.13%.
1972022868E1A111029PEMBUKTIAN TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN BAYI (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor 135/Pid.B/2015/PN Kbm)

Pembuktian dalam hukum acara pidana adalah hal terpenting dimana dalam pembuktian, nasib serta hak asasi dari seorang terdakwa dipertaruhkan, karena berkaitan dengan nasib serta hak asasi terdakwa sehingga hakim dalam melaksanakan pembuktian harus sesuai dengan Undang-Undang nomor 8 tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana. Tindak pidana pembunuhan bayi yang terdapat dalam Putusan Pengadilan Negeri nomor 135/Pid.B/2015/PN Kbm perlu dilihat bagaimana pembuktinnya serta apa hambatan dalam pelaksanaan pembuktian tersebut.
Berdasarkan Pasal 183 KUHAP yaitu minimal terdapat dua alat bukti yang sah disertai dengan adanya keyakinan hakim, dalam pembuktian tindak pidana pembunuhan bayi yang terdapat dalam Putusan Pengadilan Negeri nomor 135/Pid.B/2015/PN Kbm terdapat tiga alat bukti sehingga sudah melebihi batas minimal pembuktian menurut Pasal 183 KUHAP, yaitu keterangan saksi yang terdiri dari enam orang saksi, alat bukti surat Visum Et Repertum, alat bukti keterangan terdakwa, setelah alat bukti tersebut dihubungkan dengan unsur-unsur Pasal 341 KUHP hakim memperoleh keyakinan bahwa terdakwa bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan bayi. Selain itu dari fakta-fakta dalam persidangan diperoleh hambatan-hambatan dalam pembuktian, yaitu dari faktor hukumnya, faktor penegak hukum, dan faktor masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif atau penelitian hukum doktriner, spesifikasi penelitian menggunakan yuridis sosiologis terkait pemberlakuan hukum Undang-Undang nomor 8 tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana dalam Putusan Pengadilan Negeri nomor 135/Pid.B/2015/PN Kbm.
PROOF OF THE NEWBORN MURDER
(Judicial Review of Decision Number 135 / Pid.B / 2015 / PN Kbm)

By: Bayu Wipriyatna
NIM: E1A111029

ABSTRACT
Proof in the criminal procedural law is the most important things in which the fate and human rights of a defendant are at stake. So that, the judge in the verification process must be in accordance with Law number 8 of 1981 concerning Criminal Procedure. The criminal act of newborn murder contained in the District Court Decision number 135 / Pid.B / 2015 / PN Kbm needs to be seen how to prove and what are the obstacles in the implementation of the evidence.

Based on Article 183 of the Criminal Procedure Code, there are at least two valid evidences accompanied by a judge's conviction, in this case there are three evidences that are exceed the minimum limit of evidence, namely witness testimony consist of six witnesses, evidence of Visum Et Repertum's letter, and evidence of the defendant's testimony. After the evidence has been connected to the elements of Article 341 of the Criminal Code, the judge has conviction that the defendant is guilty of newborn murder. Apart from the facts in the trial, obstacles were found in the profing process, namely from the legal factors, law enforcement factors and community factors. This study used a normative juridical approach or doctrinal law research with the research specification using sociological juridical related to the application of the law number 8 of 1981 concerning Criminal Procedure Law in District Court Decision number 135/ Pid.B / 2015 / PN Kbm.