Artikelilmiahs
Menampilkan 19.841-19.860 dari 50.084 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 19841 | 22972 | H1B013051 | MODEL DISKRIT PREDATOR-PREY DENGAN PEMANENAN PADA PREY DEWASA MENGGUNAKAN SKEMA BEDA HINGGA TAK-STANDAR | Penelitian ini mengkaji tentang perilaku model predator-prey dengan pemanenan pada prey dewasa yang didiskritisasi menggunakan skema beda hingga tak-standar. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan nilai parameter yang telah diberikan, skema beda hingga tak-standar lebih baik dibanding metode Runga-Kutta orde empat dalam menjaga kestabilan sistem dari model predator-prey dengan pemanenan pada prey dewasa. | This study examines the behavior of predator-prey models with harvesting in prey adults who are discriminated using a nonstandard finite difference schemes. From the results of the study showed that with the value of predetermined parameters, the nonstandard finite difference schemes better than Runga-Kutta method four orde to preserved the system stability of the predator-prey model by harvesting the adult prey. | |
| 19842 | 22988 | D1E014092 | HUBUNGAN BOBOT BADAN DENGAN LEBAR DADA DAN TINGGI PUNDAK SAPI SUMBA ONGOLE JANTAN DI PETERNAKAN BATA FARM | Hubungan Bobot Badan Dengan Lebar Dada dan Tinggi Pundak Sapi Sumba Ongole Jantan di Peternakan Bata Farm. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan lebar dada dan tinggi pundak terhadap bobot badan sapi sumba ongole jantan. Materi yang digunakan untuk penelitian adalah sapi Sumba Ongole (SO) jantan sebanyak 30 ekor. Variabel yang diukur adalah lebar dada (LD), tinggi pundak (TP) dan bobot badan (BB). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan teknik pengambilan sampe secara sensus. Data dianalisis dengan korelasi dan regresi berganda. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa lebar dada dan tinggi pundak mempunyai hubungan yang sangat nyata (P<0,01) dengan bobot badan sapi SO dengan koefisien korelasi (R) = 0,695 dan koefisien determinasi (R2) = 0,484. Berdasarkan hasil tersebut, lingkar dada dan panjang badan dapat digunakan untuk menduga bobot badan sapi Sumba Ongole (SO) dengan persamaan regresi Y = -376,661 + 8,848 X1 + 3,037 X2. Kata kunci : bobot badan, lebar dada, tinggi pundak, sapi Sumba Ongole (SO) | The Relations of Body Weight with Chest Width and Shoulders Height of Male Sumba Ongole at Bata Farm. The purpose of this research is for knowing the relations of chest widht and shoulders height to the body weight of Sumba Ongole (SO). The material that used for the research is a male of Sumba Ongole (SO) consisting of 30 males. The measured variable is chest width (CW), shoulders height (SH) and body weight (BW). The method that used to this research was survey method using census sampling technique. The data that was obtained were analyzed using the correlation and multiple regression. The result of variance analysis showed that width of chest and height of shoulders had a very close relation with (P< 0,01) SO cow body weight with correlation coefficient (R) = 0.695 and coefficient of determination (R2) = 0.484. Based on this results, chest girth and body length could be predicted body weight of Sumba Ongole (SO) cow with regression equation Y = -376,661 + 8,848 X1 + 3,037 X2. Keywords: Body Weight, Width of Chest, Height of Shoulders, Sumba Ongole (SO) | |
| 19843 | 22965 | C1C014073 | ANALISIS IMPLEMENTASI AUDIT PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik audit yang diterapkan di Perbankan Syariah apakah telah sesuai dengan standar audit yang berlaku di Indonesia. Unit analisis dalam penelitian ini adalah Bank Umum Syariah milik pemerintah, yaitu PT. Bank Syariah Mandiri dan milik swasta, yaitu PT. Bank Muamalat Indonesia Tbk. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dimana data diperoleh dari pihak-pihak yang berkaitan dengan audit. Pengumpulan data diperoleh dengan melakukan wawancara dan analisis laporan tahunan tahun 2015 hingga 2017 sebagai instrumen penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa praktik audit oleh PT. Bank Syariah Mandiri dan PT. Bank Muamalat Indonesia Tbk. dengan mengukur variabel kerangka audit syariah, ruang lingkup audit syariah, kualitas audit syariah, piagam audit, proses audit, dan persyaratan pelaporan, cukup sesuai dengan standar audit yang berlaku di Indonesia. Penelitian ini menemukan bahwa kendala sesungguhnya yang dihadapi oleh Perbankan Syariah khususnya dalam hal auditing adalah kurangnya sumber daya manusia yang mumpuni dalam hal pengetahuan tentang audit dan prinsip syariah. | This study aims to analyze the audit practices applied in Islamic Banking whether it is in accordance with the audit standards that apply in Indonesia. The unit of analysis in this study is the government-owned Islamic Commercial Bank, namely PT. Bank Syariah Mandiri and private property, namely PT. Bank Muamalat Indonesia Tbk. This study uses qualitative research methods, where data is obtained from parties related to the audit. Data collection was obtained by conducting interviews and analysis of annual reports from 2015 to 2017 as research instruments. The results of the study show that audit practices by PT. Bank Syariah Mandiri and PT. Bank Muamalat Indonesia Tbk. by measuring the variables of the sharia audit framework, the scope of the sharia audit, the quality of the sharia audit, the audit charter, the audit process, and reporting requirements, it is sufficient in accordance with the audit standards applicable in Indonesia. This study found that the real obstacles faced by Islamic Banking, especially in terms of auditing, is the lack of qualified human resources in terms of knowledge about auditing and sharia principles. | |
| 19844 | 22966 | F1K014046 | ANALISIS SOSIOLOGI SASTRA DAN NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM NOVEL KUBAH KARYA AHMAD TOHARI | Penelitian ini berjudul “Analisis Sosiologi Sastra dan Nilai Pendidikan Karakter dalam Novel Kubah Karya Ahmad Tohari”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Sosiologi Sastra dan Masalah Sosial yang terdapat dalam novel Kubah (2) Nilai Pendidikan Karakter yang terdapat dalam novel Kubah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah karya sastra berbentuk novel dengan judul Kubah karya Ahmad Tohari. Penelitian ini difokuskan pada permasalahan yang berkaitan dengan analisis sosiologi sastra yakni masalah sosial dengan menggunakan teori sosiologi sastra dan nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam novel Kubah. Data dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif yaitu dengan memberikan gambaran secara kualitatif sastra, data, atau objek material yang bukan angka melainkan berupa ungkapan bahasa atau wacana melalui interpretasi yang tepat dan sistematis. Pengumpulan data dilakukan dengan menganalisis dokumen dan wawancara. Teknik analisis data dilakukan dengan langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut (1) Deskripsi sosiolgi sastra sebelum dan sesudah tragedi 1965 dan masalah sosial yang terdapat dalam novel Kubah (2) Nilai pendidikan karakter dalam novel Kubah ditemukan ada sepuluh nilai dan yang paling dominan adalah nilai religius. | This study entitled “Analysis of Sociology of Literature and Character Education Value in Novel Entitled Kubah by Ahmad Tohari”. The study intended to describe (1) Sociology of literature and social issues in Kubah novel. (2) Character Education Value in Kubah novel. This research is descriptive qualitative research. The subject of this research is a literary work in the form ofnovel entitled Kubah by Ahmad Tohari. The focus of this research is on the social issues related with analysis of sociology of literatureby using sociology of literature theory andcharacter education value in Kubah novel. The data analyzed by using descriptive qualitative method which give qualitative view on literature, data, or material object in the form of phrases or discourses through proper and systematic interpretation. The data collected by using analyzing documents and interviews. Analysis techniques were carried out by data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Following are the results of the research (1) Sociology of Literature description and social issues innovel entitled Kubah (2) There are ten character education values in novel entitled Kubah. Religious value is the main point. | |
| 19845 | 22967 | E1A012203 | PEMBATALAN PERKAWINAN KARENA PEMLASUAN IDENTITAS (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Nomor : 80/Pdt.G/2017/PA.Llg) | ABSTRAK Perkawinan antara saudara kandung adalah hal yang dilarang baik oleh peraturan perundang-undangan maupun oleh agama, hal ini terdapat dalam Pasal 39 Kompilasi Hukum Islam, tetapi berbeda dalam Putusan Nomor 80/Pdt.G/2017/PA.Llg) yaitu terjadi perkawinan antara saudara kembar kandung dengan melakukan pemalsuan identitas yang dibantu oleh Pegawai Pencatat Nikah pada saat pendaftaran perkawinan dan akhirnya ada laporan untuk melakukan pembatalan perkawinan. Bagaimana pertimbangan hukum Hakim dalam mengabulkan pembatalan perkawinan dalam Putusan Pengadilan Agama Lumbuk Linggau Nomor: 80/Pdt.G/2017/PA.LLG, yaitu untuk mengetahui pertimbangan hukum hakim dalam mengetahui pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan permohonan pembatalan perkawinan karena pemalsuan identitas. Metode penelitian yag digunakan dalam penelitian ini adalah Yuridis Normatif, spesifikasi penelitian menggunakan prespektif analitis, jenis data menggunakan data sekunder, teknik pengempulan data menggunakan studi kepustakaan, teknik penyajian menggunakan teks naratif, dan teknik analisis data menggunakan normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat kesimpulan bahwa Hakim telah dalam pertimbangan telah tepat dalam mengabulkan pembatalan perkawinan karena syarat-syarat agar batalnya perkawinan telah terpenuhi yaitu adanya larangan perkawinan bagi para Termohon, oleh karena itu untuk selanjutnya harus ada pengawasan kepada Pegawai Pencatat Nikah dalam prosedur pendaftaran perkawinan. | ABSTRACT Marriage between siblings is prohibited both by law and religion, this is contained in Article 39 of the Compilation of Islamic Law, but differs in Decision Number 80 / Pdt.G / 2017 / PA.Llg) that is a marriage between siblings biological twins by identity falsification were assisted by Marriage Registrar at the time of marriage registration and finally there was a report to cancel the marriage. How is the Judge's legal consideration in granting the cancellation of the marriage in the Lumbuk Linggau Religion Court Decision Number: 80 / Pdt.G / 2017 / PA.LLG, it is to find out the judge's legal considerations in knowing the judge's legal considerations in granting a marriage cancellation request due to identity forgery. The research method used in this research is normative juridical, research specification using analytical perspective, data type using secondary data, data submission technique using literature study, presentation technique using narrative text, and data analysis techniques using qualitative normative. Based on the results of the study, it can be concluded that the Judge has been considered appropriate in granting the cancellation of the marriage because the conditions for the cancellation of marriage have been fulfilled due to the prohibition of marriage for the Respondents, therefore there must be supervision for Marriage Registration Officer in the marriage registration procedure . | |
| 19846 | 22974 | G1H014010 | HUBUNGAN POLA KONSUMSI ZAT BESI HEME, NON HEME, VITAMIN C DAN TANIN DENGAN KADAR HEMOGLOBIN REMAJA PUTRI DI PONDOK PESANTREN | Latar Belakang: Kadar hemoglobin yang rendah mengindikasikan terjadinya anemia. Penentuan diet yang tepat untuk mengatasi anemia adalah dengan kombinasi diet zat besi heme, non heme, vitamin C dan tanin. Penelitian bertujuan mengetahui hubungan pola konsumsi zat besi heme, non heme, vitamin C dan tanin dengan kadar hemoglobin remaja putri. Metode: Penelitian dilakukan di Pondok Pesantren Al Ikhsan Kedungbanteng dengan desain penelitian cross-sectional. Sampel remaja putri yang dipilih 40 orang dengan menggunakan simple random sampling. Kadar hemoglobin diukur menggunakan metode cyantmethemoglobin. Data pola konsumsi diperoleh dengan metode Food Frequency Questionnaire (FFQ). Analisis bivariat menggunakan uji Chi Square dan Fisher's Exact. Hasil Penelitian: Sebesar 27,5% responden mengalami anemia dimana zat besi heme yang biasa dikonsumsi 1-3x/minggu adalah daging ayam (42,5%). Zat besi non heme yang biasa dikonsumsi 1x/hari adalah tempe (60%, vitamin C yang dikonsumsi selama 1x hari adalah pisang (15%), tanin yang sering dikonsumsi adalah teh >1x/hari (25%). Hasil analisis bivariat didapatkan hubungan pola konsumsi zat besi heme (p=0,723), zat besi non heme (p=0,479), vitamin C (p=1,000) dan tanin (p=0,498). Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara pola konsumsi zat besi heme, non heme, vitamin C, dan tanin dengan kadar hemogloblin remaja putri di pondok pesantren Kata kunci: Kadar Hemoglobin, Pondok Pesantren, Heme, Non heme. | Background: Low hemoglobin level indicates anemia. The precise determination of diet to overcome anemia is a combination of heme iron, non-heme, vitamin C and tannin. The aim of this study is to know the correlation between heme, non heme, vitamin C and tannin pattern with hemoglobin level of adolescent girls. Methods: The study was conducted in boarding school Al Ikhsan Kedungbanteng with cross-sectional research design. The sample of adolescent girls selected 40 people using simple random sampling. Hemoglobin levels were measured using the cyantmethemoglobin method. The data of consumption pattern obtained by Food Frequency Questionnaire method (FFQ). Bivariate analysis using Chi Square test and Fisher's Exact. Results: 27,5% respondents had anemia which the heme iron commonly consumed 1-3x/week was chicken (42,5%). Non heme iron commonly consumed 1x/day was tempe (60%), vitamin C which was most commonly consumed for 1x day was banana (15%), tannin which was commonly was tea >1x/day (25%). The result of bivariate analysis showed the correlation between heme iron consumption pattern (p=0,723), non heme iron (p=0,479), vitamin C (p=1,000) dan tannin (p=0,498). Conclusion: There is no correlation between consumption pattern of heme iron, non heme, vitamin C, and tannin with hemogloblin level of adolescent girl in boarding school. Keywords: Hemoglobin Level, Boarding School, Heme, Non heme. | |
| 19847 | 22979 | F1D011028 | Ideologi dan Gerakan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) di Banyumas | Sejak kemunculannya DDII memiliki peran yang cukup besar dalam dinamika Islam di Indonesia. Jejaring yang cukup luas dalam lingkup internasional membuatnya menjadi bagian dari gerakan Islam Transnasional. DDII menjadi bagian dari masuknya pemikiran Islam kontemporer dari Timur Tengah ke Indonesia. Dalam konteks Indonesia DDII sendiri bukanlah organisasi yang memiliki jumlah basis masa besar. Walaupun begitu DDII memiliki pengaruh yang cukup besar dalam dinamika Islam di Indonesia. Selain itu DDII dianggap sebagai perantara masuknya Salafisme di Indonesia pada tahun 1980-an. Penelitian ini mencoba untuk melihat bagian kecil dari dinamika DDII sebagai kelompok keagamaan dengan lokasi di Banyumas. Keberadaannya di Banyumas secara kelembagaan baru terbentuk di masa Reformasi. Namun, dalam usia yang belum terlalu lama ini DDII Banyumas mampu terus berkembang dan menunjukkan eksistensinya sebagai bagian dalam dinamika kelompok keagamaan di Banyumas. Penelitian dengan judul "Ideologi dan Gerakan Dewan Dakwah Islamiayah Indonesia (DDII) di Banyumas," ini membahas bagaimana corak Ideologi DDII dan bagaimana gerakan keagamaan dan dimensi politik yang selama ini dilakukan oleh DDII Banyumas. Menjadi menarik karena DDII Banyumas dengan usia yang belum terlalu lama sudah memiliki pengaruh yang cukup besar dengan berbagai gerakan yang cukup masif. Menggunakan dakwah sebagai metode gerakannya, DDII Banyumas mampu hidup ditengah keberagaman yang ada di Banyumas. | Since the birth of DDII, this organisation has influenced the dynamic of Indonesian moslem communities. It also possess the international network and thus considered as one of the transnational islamic movement. This particular group plays a crucial role in introducing contemporary middle eastern islamic thought in indonesia. But surprisingly, DDII is not one of the major islamic organisation since it doesn't possess a massive number of people within the sphere. But nevertheless,it has a great influence since it is considered as the catalyst for the salafism breakthrough in indonesia in 1980. This research will observe a small number of DDII group and it's people in banyumas regency, since DDII in banyumas has just emerged very recently, just after the reformation era. But interestingly, this particular group has given the great influence as it grows in number and produced several forms of religious activities in banyumas. The research entitled "ideology and Indonesia islamic preaching council (DDII) will reveal the pattern of DDII in building it's influence in thr sphere of religious and politics. This research will be very insightful since DDII in banyumas is considered very new and struggling to build it domain in the middle of religious sect differences in this area. | |
| 19848 | 22969 | D1E014109 | Suplementasi Berbagai Bentuk Limbah Teh Terfermentasi Terhadap Kecernaan Bahan Kering dan Kecernaan Bahan Organik Pakan Puyuh Jantan | Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek penggunaan ampas teh terfermentasi EM4 dari berbagai bentuk terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik pada puyuh jantan. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 100 ekor puyuh jantan umur 4 minggu, pakan, peralatan dan kandang. Percobaan dilakukan dengan metode eksperimen dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Rancangan terdiri dari 4 perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali dengan masing-masing ulangan terdiri dari 5 ekor puyuh. Perlakuan terdiri dari T0= pakan basal; T1 = pakan basal + limbah teh serbuk terfermentasi sebanyak 2%, T2= pakan basal + limbah teh butiran terfermentasi sebanyak 2%, dan T3 = pakan basal + limbah teh daun terfermentasi sebanyak 2%. Hasil rataan yang diperoleh untuk kecernaan bahan kering berkisar 67,16-73,65% dan kecernaan bahan organik berkisar 72,58-77,52%. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penggunaan limbah teh terfermentasi EM4 sebanyak 2% pada pakan puyuh jantan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik pada puyuh jantan. Kesimpulan bahwa penggunaan berbagai bentuk limbah teh terfermentasi EM4 sebanyak 2% dalam pakan puyuh jantan tidak meningkatkan kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik pada puyuh jantan. | This study aims to evaluate the effect of using EM4 fermented tea waste of various shapes to dry matter and organic matter digestibility in the male quail. The material used in this research is 100 male quail age 4 weeks, feed, equipment and cage. Experiments were performed with experimen methods and using Completely Randomized Design (RAL). The design consisted of 4 treatments and each treatment was repeated 5 times with each replication consisting of 5 quail. The treatment consisted of T0 = quail feed; T1 = quail feed + 2% powder shape of tea dregs fermented, T2 = quail feed + 2% granula shape of tea dregs fermented,, and T3 = quail feed + 2% leafs shape of tea dregs fermented. The result of variance analysis showed that the use of EM4 fermented tea waste in feed was very significant (P <0.01) to the dry matter digestibility. The average results obtained for dry matter digestibility ranged from 67,16 – 73,65% and the digestibility of organic matter ranged from 72,58 - 77,52%. The use of EM4 fermented tea waste 2% has no significant effect (P> 0.05) on the dry matter digestibility and organic matter digestibility. The conclusion from this research was the supplementation of EM4 fermented tea waste 2% in male quail diet not improves the dry matter digestibility and organic matter digestibility. | |
| 19849 | 22970 | E1A013143 | PEMBUBARAN ORGANISASI KEMASYARAKATAN DALAM SISTEM KETATANEGARAAN REPUBLIK INDONESIA (Studi Tentang Pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia) | ABSTRAK Pasal 28 E ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menyatakan bahwa “Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat”. Pengaturan lebih lanjut mengenai hal tersebut di atur dengan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 Tentang Organisasi Kemasyarakatan yang telah diganti menjadi Undang-Undan Nomor 16 tahun 2017 Tentang Organisasi kemasyarakatan, ini bertujuan mengatur tentang ormas agar terciptanya kedamaian di Indonesia ini, karena tidak sedikit ormas-ormas yang tidak sesuai atau bertentangan dengan Ideologi Negara Pancasila. Seperti contoh organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Penelitian ini menggunakan metode pendekatan perundang-undangan (statue approach), dan pendekatan analitis (analytical approach). Sebab dalam penelitian yuridis normatif, bisa menggunakan lebih dari satu pendekatan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa Ormas yang tidak menjalankan kewajiban dan melanggar larangan tersebut dapat dijatuhkan sanksi administratif berupa peringatan tertulis, penghentan kegiatan dan pencabutan setatus badan hukum langsung oleh pemerntah. Tidak ada peringatan adminstratif secara bertahap. Ini semua jelas bertentangan dengan ciri negara hukum yaitu HAM dimana segala sesuatunya harus melalu proses peradilan terlebih dahulu. Kata kunci: Organsasi Kemasyarakatan HTI, Mekanisme Pembubaran Ormas. | ABSTRACT Article 28 E paragraph (3) of the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia states that "Everyone has the right to freedom of association, assembly and issue of opinion". Further arrangements regarding this matter are regulated by Law Number 17 of 2013 concerning Community Organizations which have been replaced by Law Number 16 of 2017 concerning Community Organizations, this aims to regulate about mass organizations so that the creation of peace in Indonesia, because there are not a few mass organizations -ormas that do not match or contradict the Pancasila State Ideology. Like the example of the Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) organization. This study uses a statutory approach (statue approach), and an analytical approach (analytical approach). Because in normative juridical research, it can use more than one approach. The results of this study conclude that mass organizations that do not carry out their obligations and violate these restrictions can be imposed administrative sanctions in the form of written warnings, stopping activities and revocation of legal entities directly by the government. There is no gradual administrative warning. This is all clearly contrary to the characteristic of the rule of law, namely human rights, where everything must go through the judicial process first. Keywords: HTI Community Organization, Mechanism for Dissolving Civil Society Organizations. | |
| 19850 | 22971 | D1E011048 | Ukuran Jengger dan Shank Serta Korelasinya Dengan Bobot Badan Berbagai Ayam Sentul Umur 18 Minggu | Penelitian ini bertujuan untukmengetahui perbedaan ukuran jengger dan shank serta korelasinya dengan bobot badan berbagai ayam sentul umur 18 minggu. Materi yang digunakan dalam penelitian terdiri atas 175 ekor ayam sentul umur 18 minggu. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan yaituSa: sentul abu, Sb: sentul batu, Sd: sentul debu, Se: sentul emas dan Sg: sentul geni.Data dianalisis menggunakan analisis variansi dan regresi linier berganda untuk mengetahui hubungan antara ukuran jengger dan shank dengan bobot badan.Hasil menunjukkan berbagai ayam sentulmemilikiukuran panjang jengger dan lebar jengger yang berbeda nyata (P>0,05)namunukuran lebar jengger dan ukuran shank (P<0,05) relatif sama. Hasil analisis uji Beda Nyata Jujur pada variabel panjang jengger menunjukkan bahwa ayam sentul Debu dan sentul Batu berbeda nyata dengan ayam sentul Emas dan ayam sentul Geni sedangkan tinggi jengger menunjukkan bahwa ayam sentul Abu dan ayam sentul Debu berbeda nyata dengan ayam sentul Emas dan ayam sentul Batu. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan ukuran jengger dan shank berbagai ayam sentul umur 18 minggu.Ukuran shanklebih menentukan bobot badan dibandingkan dengan ukuran jengger. | This study aims to determine the differences in the size of combs and shanks and their correlation with various body weight of sentul chickens aged 18 weeks. The material used in the study consisted of 175 sentul chickens aged 18 weeks. This research was conducted using the experimental method using a Randomized Design Complete with treatment, namely Sa: sentul abu, Sb: sentul stone, Sd: centul dust, Se: centul gold and Sg: sentul geni. Data were analyzed using variance analysis and multiple linear regression to determine the relationship between the size of the comb and shank with body weight. The results showed a variety of sentul chickens having a long comb size and comb width that were significantly different (P> 0.05), but the width of the comb and shank size (P <0.05) were relatively the same. The results of the analysis of the Honest Significant Difference on the comb length variable showed that Sentul Dust and sentul Batu chicken were significantly different from Golden Sentul chicken and Sentul Geni chicken while the height of the comb showed that sentul Abu and sentul chicken chicken were significantly different from Sentul Ayam chicken and sentul chicken chicken. . Based on the results of the study it can be concluded that there is no difference in the size of the comb and various shanks of sentul chickens aged 18 weeks. Shank size determines body weight compared to the size of the comb. . | |
| 19851 | 22927 | E1A011051 | PERCERAIAN KARENA PERSELISIHAN (Tinjauan Yuridis terhadap Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor 38/Pdt.G/2015/PN.Purwokerto | Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan menganut asas yang mempersulit terjadinya perceraian. Perkawinan hanya dapat diputus karena perceraian apabila disebabkan alasan-alasan yang prinsipiil, sebagaimana ditentukan dalam Pasal 19 Peraturan Pemerintah No. 9 Tahun 1975 Tentang Pelaksanaan Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Secara in concreto, alasan dikabulkannya perceraian tersebut sebagaimana tergambar pada kasus cerai gugat dalam Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto No. 38/Pdt.G/2015/PN.Purwokerto yang pada intinya menyatakan hukumnya bahwa perkawinan yang dilakukan oleh Penggugat dan Tergugat putus karena perceraian dengan segala akibat hukumnya. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan gugatan dan menjatuhkan perceraian pada Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto No. 38/Pdt.G/2015/PN.Purwokerto. Metode Penelitian yang digunakan dalam penulisan hukum ini adalah yuridis normati atau legal approach, yaitu penelitian yang difokuskan untuk mengkaji penerapan kaidah-kaidah atau norma-norma dalam hukum positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan perceraian pada Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto No. 38/Pdt.G/2015/PN.Purwokerto sudah tepat, karena memuat pokok persoalan serta adanya analisis secara yuridis terhadap putusan segala aspek menyangkut semua fakta/hal-hal yang terbukti dalam persidangan. hakim juga telah mempertimbangkan alasan-alasan yang sah dalam mengajukan gugatan perceraian sebagaimana ditentukan dalam Pasal 19 Pemerintah Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 1975 tentang Pelaksanaan Undang-Undang No. 1 Tahun 1974, khususnya Pasal 19 huruf f yang menyatakan bahwa Antara suami dan isteri terus menerus terjadi perselisihan dan pertengkaran dan tidak ada harapan akan hidup rukun lagi dalam rumah tangga. | Regulation number 1 of the year 1974 about marriage embraces the principal of making divorce difficult. Marriage can only be ended due to divorce if cost by principal reasons only, as determined in artical 19 government regulation number 9 of the year 1975 concerning the implementation of regulations number 1 of the year 1974 concerning marriage In concreto, the reason of granting such divorce as pictured are the keys of divorce sue in purwokerto state cord decision number 38/Pdt.G/2015/PN.Purwokerto Which the point is actually stating on the law that a marriage which is executed by the plaintiff and the defendant break due to divorce with all its a consequences of law. The problems which a curse of this research are how the judge gives his lawful judgements in granting the lawsuit sentence a divorce at the purwokerto state court decision number 38/Pdt.G/2015. The method research used in this law writings is yuridis normati or legal approach, a research focus to study the rules and norms in positive law. The results showed that the judge's legal considerations in dropping divorce in Purwokerto District Court Decision No. 38 / Pdt.G / 2015 / PN.Purwokerto is correct, because it contains the subject matter as well as the existence of a juridical analysis of the decisions of all aspects concerning all facts / matters that are proven in the trial. The judge also considered the valid reasons for filing a divorce claim as stipulated in Article 19 of the Government of the Republic of Indonesia Number 9 of 1975 concerning the Implementation of Law No. 1 of 1974, especially Article 19 letter f which states that between husband and wife there are continuous disputes and quarrels and there is no hope of living in a household. | |
| 19852 | 22973 | F1B011053 | RESPONSIVITAS PEGAWAI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN BANYUMAS DALAM PELAYANAN E-KTP | ABSTRAK Kajian penelitian ini adalah Responsivitas Pegawai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyumas Dalam Pelayanan e-KTP. Tidak sedikit juga yang mengkritik program ini karena proses administrasi pembuatannya yang dianggap kurang responsif. Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Banyumas sebanyak 38.313 orang yang sudah melakukan perekaman namun belum mendapatkan e-KTP. Maka dari itu dibutuhkan responsivitas dari pemerintah agar tercipta pelayanan yang profesional. Responsivitas adalah kemampuan organisasi untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, menyusun prioritas kebutuhan, dan mengembangkannya dalam program pelayanan (Dwiyanto, 2006: 148). Penelitian ini menggunakan prinsip-prinsip responsivitas yang terdiri dari merespon kebutuhan masyarakat, kecepatan pelayanan, kemampuan menanggapi keluhan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik analisis model interaktif dan triangulasi sumber, pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling, pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan pegawai belum cukup responsif dalam memberikan pelayanan. Hal ini dikarenakan keterbatasan skill atau kompetensi pegawai. Kesimpulan penelitian “Responsivitas Pegawai Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyumas Dalam Pelayanan E-KTP” adalah pegawai belum cukup responsif dalam memberikan pelayanan E-KTP. Pemerintah perlu meningkatkan kemampuan pegawai untuk merespon kebutuhan masyarakat dengan memberikan pendidikan dan pendidikan secara terus menerus dan berjenjang sesuai sistem aplikasi yang digunakan. Kata kunci : Pelayanan Publik, Responsivitas, e-KTP | ABSTRACT This research study is the responsiveness of the staff of Department of Population and Civil Registration Banyumas in Service e-ID card. Not a few also criticized this program because the administration process was deemed less responsive. Based on data from the Department of Population and Civil Registration Banyumas many as 38 313 people are already recording but has yet to get an e-ID card. Therefore, responsiveness from the government is needed in order to create professional services. Responsiveness is the ability of an organization to identify the needs of the community, develop priority needs, and develop it in a service program (Dwiyanto, 2006: 148). This study uses the principles of responsiveness which consists of responding to community needs, speed of service, ability to respond to complaints. The approach used in this study is descriptive qualitative, with interactive model analysis techniques and source triangulation, the selection of informants is done by purposive sampling technique, data collection is done is interviews, observation, and documentation. The results of this study indicate that employees are not responsive enough in providing services. This is due to limited skills or competency of employees. Conclusion of the study "The responsiveness of staff of Department of Population and Civil Registration Banyumas in Service E-ID" is an employee has not been quite responsive in providing services E-ID card. The government needs to improve the ability of employees to respond to the needs of society by providing education and continuous education and appropriate tiered application system used. Keywords: Public Service, Responsiveness, e-KTP | |
| 19853 | 21975 | F1D011017 | PROSES AGENDA SETTING PADA RANCANGAN PERATURAN DAERAH TENTANG PENATAAN TEMPAT HIBURAN DI KABUPATEN WONOSOBO | Penelitian ini dilakukan dengan tujuan: 1) mengetahui dan menjelaskan proses agenda setting pada Rancangan Peraturan Daerah tentang penataan tempat hiburan di Kabupaten Wonosobo; 2) mengetahui dan menjelaskan siapa aktor yang berperan penting dalam proses agenda setting pada Rancangan Peraturan Daerah tentang penataan tempat hiburan di Kabupaten Wonosobo dan apa kepentingannya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus.Data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi.Kemudian data dianalisis menggunakan metode analis model interaktif Miles dan Huberman.Maka untuk menjamin validitas data, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi data. Hasil penelitian ini menunjukan awal mula munculnya gagasan tentang perumusan raperda tentang penyelenggaraan tempat hiburan ke dalam parlemen adalah atas inisiatif Fata Zaki, salah satu anggota dewan periode 2014-2019 yang merupakan wakil dari Partai Hanura. Dalam proses perumusan raperda, DPRD Kabupaten Wonosobo mendefinisikan permasalahan tempat hiburan di Wonosobo terkait banyaknya jumlah usaha tempat hiburan karaoke, juga baru terdapat 6 Dari total 27 tempat hiburan karaoke yang sudah memiliki ijin gangguan/HO di beberapa wilayah kecamatan di Kabupaten Wonosobo. Dalam penyelenggaraan tempat hiburan karaoke terdapat berbagai macam pelanggaran diantaranya: 1) jam operasional yang melebihi jam tayang yaitu dari sore bahkan sampai menjelang subuh, 2) ketersediaan minuman-minuman beralkohol yang bisa mempengaruhi kesadaran si peminum dan menyebabkan gangguan bagi lingkungan sekitar, 3) ketersediaan layanan pemandu lagu. Keberadaan pemandu lagu yang berpakaian serba ketat di dalam tempat hiburan karaoke, juga dianggap akan dapat menimbulkan tindakan pelecehan terhadap pemandu lagu yang dapat juga akan mengarah pada tindakan protitusi. Agar dapat mengatasi permasalah-permasalah tersebut, pemerintah daerah berinisiatif mengaturnya melalui perda. Perumusan raperda ini bisa dikatakan cukup alot, dengan adanya penolakan dari ormas-ormas islam, elemen mahasiswa dan santri. Bentuk penolakan-penolakan tersebut bukan tanpa syarat. Namun dengan adanya masukan dari pihak ormas islam terkait larangan minuman keras dan pemandu lagu, akhirnya menjadi bahan pertimbangan untuk pihak dewan. Aktor-aktor yang terlibat selain DPRD adalah Ormas-ormas islam di Kabupaten Wonosobo, pengusaha tempat hiburan karaoke dan media massa. | This research was conducted in order to: 1) understand and explain the process of agenda setting in the formulation of the Draft Regulation concerning of entertainment centers in Wonosobo Regency; 2) identify and explain the actors and dominant actors who play a role in the process of formulation of the Draft Regional Regulation concerning of entertainment centers in Wonosobo Regency. The research used a qualitative method with a case study approach. The data were obtained from the results of observations, interviews, and documentation. Then the data were analyzed using the analysis methods of Miles and Huberman interactive model. So to ensure the validity of the data, this research use the data triangulation technique. The result of this research suggests the beginning of the ideas on the draft regulation on the formulation of entertainment centers into parliament is at the initiative of fata zaki, one member of the board period 2014-2019 a representative of Hanura party. In the process of the formulation of the draft regulations, the DPRD of Wonosobo Regency defines the entertainment centers in Wonosobo problems regarding the high number of the number of entertainment centers karaoke, is new there are 6 of the total 27 entertainment centers that already has permission karaoke disorder ho in several areas sub district in Wonosobo Regency. In the places karaoke there are various violation of them: 1 ) operational hour more than an hour tayang from afternoon even before dawn, 2 ) the availability of alcoholic wherever that will influence awareness the drinker and cause trouble for the environment, 3) the supply of song guide. The existence of song guide dressed all in tight in a place entertainment karaoke, also is considered to be can give rise to an immoral which will also lead to the act of prostitution. In order to overcome the questions, local governments initiative to extend the bylaw. The formulation of this draft regulation can is tough, with the opposition from Islamic mass organizations, students and santri elements. The form of rejections was not unconditional. But the input from the Islamic mass organizations related prohibition liquor song and guide, finally into account to the board. Actors involved in addition to the local parliament is islamic mass organizations in Wonosobo Regency, open their business entertainment karaoke and mass media | |
| 19854 | 22977 | F1B114010 | IMPLEMENTASI PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) DI KECAMATAN CILONGOK KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini berjudul “Implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) di Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas”. Program Keluarga Harapan merupakan program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada masyarakat sebagai upaya percepatan penanggulangan kemiskinan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bagaimana implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) di Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas dan untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) di Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kulaitatif deskriptif. Sasaran penelitian meliputi pengelola dan pelaksana Program Keluarga Harapan, serta masyarakat penerima program. Teknik pemilihan informan dengan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Metode analisis data dengan model analisis interktif menurut Miles, Huberman dan Saldana. Kemudian keabsahan data diuji dengan triangulasi data. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh Implementasi Program Keluarga Harapan di Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas sudah berjalan dengan baik. Para pengelola dan pelaksana program sudah menjalankan tugasnya dengan baik. Ada empat faktor yang mempengaruhi implementasi Program Keluarga Harapan yaitu komunikasi, sumberdaya, disposisi dan sumberdaya. Komunikasi sudah berjalan dengan baik adanya komunikasi yang intens dan lancar. Sumberdaya manusia yang ada sudah memenuhi kriteria, pendamping program sudah mendapat pelatihan, sumberdaya finansial untuk bantuan yang diberikan sudah cukup membantu masyarakat. Aktor pelaksana PKH di Kecamatan Cilongok mempunyai pengetahuan dan persepsi yang baik tentang PKH. Struktur birokrasi PKH di Kecamatan Cilongok maupun di Kabupaten Banyumas sudah memiliki struktur organisasi dan adanya pembagian kerja yang jelas sesuai dengan bidangnya. Namun untuk SOP sendiri belum ada SOP secara tertulis. | This research entitled "Implementation of Family Hope Program (PKH) in District Cilongok Banyumas". Program Keluarga Harapan is a conditional social assistance program to the community as an effort to accelerate poverty reduction. The purpose of this research is to describe how the implementation of Family Hope Program (PKH) in Cilongok Sub-district of Banyumas Regency and to know what factors influence the implementation of Family Hope Program (PKH) in Cilongok Sub-district of Banyumas Regency. The research method used is descriptive kulaitatif method. Research targets include the managers and implementers of the Hope Family Program, as well as the beneficiary community. The technique of selecting informants with purposive sampling. Data collection is done through interview, observation and documentation. Methods of data analysis with an interactive analysis model according to Miles, Huberman and Saldana. Then the validity of the data is tested by triangulation of data. Based on the results of the study, the implementation of the Hope Family Program in the District of Cilongok, Banyumas District has been going well. The program managers and implementers have carried out their duties well. There are three factors that influence the implementation of the Family Hope Program, namely communication, resources, disposition and resources. Communication has gone well. Have intense and smooth communication. The existing human resources have met the program criteria and have been given training, the financial resources for the assistance provided are sufficient to help the community. PKH implementing actors in Cilongok District have good knowledge and perceptions about PKH. The PKH bureaucracy structure in Cilongok and Banyumas Districts already has a clear organizational structure and cooperation in accordance with their fields. But for the SOP itself there is no written SOP. | |
| 19855 | 22978 | F1A014035 | UPAYA BERESIKO YANG DILAKUKAN OLEH PEREMPUAN DALAM MEMPERTARUHKAN DIRI DEMI KEPENTINGAN LAKI-LAKI PADA FILM “PERTARUHAN” TAHUN 2008 | ABSTRAK: Film “Pertaruhan” 2008 merupakan film dokumenter karya para pegiat film sekaligus aktivis perempuan. Didalam film ini terdapat empat cerita berbeda yang mengisahkan tentang perempuan. Cerita pertama berjudul “Mengusahakan Cerita kedua berjudul “Untuk Apa”, cerita ketiga berjudul “Nona atau Nyonya” cerita keempat berjudul “Ragate Anak”. Penelitian ini menggunakan paradigma definisi sosial dengan metode penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah observasi. Dalam penelitian ini, diperoleh melalui teknik pustaka, simak dan catat. Sementara itu teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis semiotik Charles S Pierce. Hasil penelitian dalam film “Pertaruhan” 2008 ditemukan bentuk-bentuk ketidakadilan perempuan sekaligus perlawanan perempuan. Bentuk ketidakadilan yang dialami oleh perempuan-perempuan didalam film tersebut yaitu berupa tindak kekerasan, subordinasi, pelabelan negatif dan double burden. Hasil lainnya terdapat bentuk perlawanan yang dilakukan para perempuan, berupa keberanian berpendapat, kemauan untuk belajar, dan berani mengambil keputusan untuk dirinya sendiri. Bentuk perlawanan lainnya yaitu sebagian perempuan yang memilih untuk melakukan perlawanan dengan cara diam. Rekomendasi hasil penelitian ini adalah perlunya kerjasama antara pemerintah, aktivis perempuan dan masyarakat untuk memberikan edukasi dan perlindungan kepada perempuan. Harapannya agar kebijakan pemerintah dalam memberikan perlindungan terhadap perempuan bisa terwujud karena didukung dari berbagai pihak. Kata kunci: Film gender, isu gender, ketidakadilan perempuan, perlawanan perempuan. | The 2008 film "Pertaruhan" is a documentary film by both film activists and women activists. In this film there are four different stories that tell about women. The first story was titled "Trying the second story entitled" For What ", the third story entitled" Miss or Mrs "the fourth story entitled" Ragate Anak ". This study uses the paradigm of social definition with qualitative research methods. The approach used is observation. In this study, obtained through library techniques, see and note. Meanwhile the data analysis technique used in this research is Charles S Pierce's semiotic analysis. The results of research in the 2008 film "Pertaruhan" found forms of women's injustice and women's resistance. The form of injustice experienced by women in the film is in the form of acts of violence, subordination, negative labeling and double burden. Another result is the form of resistance by women, in the form of courage to speak, willingness to learn, and courage to make decisions for themselves. Other forms of resistance are some women who choose to fight in silence. The recommendation of the results of this study is the need for collaboration between the government, women activists and the community to provide education and protection for women. The hope is that the government policy in providing protection for women can be realized because it is supported by various parties. Keywords: Gender film, gender issues, women's injustice, women's resistance. | |
| 19856 | 22976 | E1A013192 | TINJAUAN YURIDIS KEWENANGAN NEGARA DALAM MENGADILI PELAKU TINDAK PIDANA TERORISME INTERNASIONAL DALAM PESAWAT UDARA (Studi Tentang Kasus Pengeboman Pesawat Pan Am 103, Lockerbie, Skotlandia, 1988.) | Perkembangan teknologi penerbangan membawa banyak keuntungan, baik peranannya terhadap ekonomi nasional maupun internasional suatu bangsa, memelihara perdamaian dunia, mendekatkan pergaulan negara yang satu dengan yang lainnya. Seiring meningkatnya upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan penerbangan ini, perkembangan teknologi penerbangan juga menimbulkan berbagai masalah yang sulit dipecahkan oleh masyarakat internasional, dimana sektor penerbangan dapat dimanfaatkan sebagai sarana tindak kejahatan oleh orang atau kelompok tertentu demi mencapai tunjuan mereka yang dilatarbelakangi oleh kepentingan ekonomi, sosial, maupun politik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kewenangan negara dalam mengadili pelaku tindak pidana terorisme internasional dalam pesawat udara dengan studi kasus pengeboman penerbangan Pan Am 103, Lockerbie. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah deskriptif dengan pendekatan yuridis normatif terhadap peraturan yang ada dan menggunakan metode penyajian teks naratif. Kasus Lockerbie telah menarik perhatian masyarakat internasional, yang mana disebabkan bukan hanya karena merupakan sebuah kasus kejahatan terhadap penerbangan sipil saja, kasus ini melibatkan lebih dari tiga negara dan dua organ utana PBB yaitu Dewan Keamanan dan Mahkamah Internasional, dimana keduanya merasa memiliki yurisdiksi atas kasus tersebut. | The development of aviation technology brings many advantages, both its role to the international and national economy of a nation, maintaining world peace, and bringing the close relationship between countries. Along with the increasing efforts made to improve the comfort and security of aviation, the technology also raises problem that are difficult to be solved by the international community, where the aviation sector can be used as means of crime by certain people or groups in order to achieve their objectives which based on economic, social interest, or political motivation. The purpose of this research is to understand of the authority of a state in order to prosecute the perpetrators of international terrorism offences on aircraft with a case study of the Pan Am 103 flight bombing, Lockerbie. The research method used in this writing is descriptive with a normative judicial approach to existing regulations and using narrative texts as the method of presentation. The Lockerbie case has attracted the attention of international community, which is caused not only because it is a crime against civil aviation, but also because this case involves more than three states and two organs of the United Nations, the Security Council and the International Court of Justice, with both have the same opinion which they have their jurisdiction over the case. | |
| 19857 | 25755 | C1L013004 | THE EFFECT OF EARNINGS MANAGEMENT AND INFORMATION ASYMMETRY TO COST OF EQUITY CAPITAL IN PROPERTY AND REAL ESTATE COMPANY LISTED ON INDONESIA STOCK EXCHANGE AND BURSA MALAYSIA | Laporan keuangan adalah bagian utama dari pelaporan yang dapat digunakan sebagai sarana penting untuk mengkomunikasikan informasi kepada pihak-pihak yang tertarik pada perusahaan, baik secara internal maupun eksternal. Laporan keuangan dipublikasikan di pasar modal untuk digunakan oleh pihak yang berkepentingan dalam pengambilan keputusan. Biaya modal ekuitas adalah sejumlah biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan terkait dengan keinginan perusahaan untuk memperoleh investasi baru di perusahaan. Sangat disayangkan jumlah investor, khususnya investor domestik di Bursa Efek Indonesia masih rendah jika dibandingkan dengan negara lain. Penelitian ini mencoba menganalisis efek dari manajemen laba dan informasi asimetri terhadap biaya modal ekuitas pada perusahaan properti dan real estate di Bursa Efek Indonesia dan Bursa Efek Malaysia Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan properti dan real estate yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia dan Bursa Malaysia periode 2014-2016. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sehingga didapatkan sampel sebanyak 28 perusahaan Indonesia dan 29 perusahaan Malaysia. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah analisis regresi linear berganda. Hasil analisis data: (1) Manajemen laba berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap biaya modal ekuitas di Indonesia. (2) Manajemen laba berpengaruh positif dan signifikan terhadap biaya modal ekuitas di Malaysia. (3) Informasi asimetri bepengaruh positif dan signifikan terhadap biaya modal ekuitas di Indonesia. (4) Informasi asimetri berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap biaya modal ekuitas di Malaysia. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai referensi untuk penelitian masa depan dan sebagai bahan informasi untuk masalah yang berkaitan dengan biaya modal ekuitas. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang pentingnya mengetahui perkembangan perusahaan dengan melihat biaya modal ekuitas. | The financial statements are the main part of reporting that can be used as an important means for communicating information to parties interested in the company, both internally and externally. The financial statements are published in the capital market to be used by interested parties in decision making. Cost of equity capital is a number of costs that must be incurred by the company associated with the company's desire to obtain new investment in the company. It is quite unfortunate that the number of investors, especially domestic investors in the BEI is still low if compared with other countries. This study attempts to analyze the effects of earnings management and information asymmetry on the cost of equity capital in property and real estate companies on the Indonesia Stock Exchange and Malaysia Stock Exchange The population in this study are property and real estate companies listed on the Indonesia Stock Exchange and Bursa Malaysia for the period 2014-2016. The sampling technique used purposive sampling so that a sample of 28 Indonesian companies and 29 Malaysian companies was obtained. The data analysis technique used in the study is multiple linear regression analysis. The results of data analysis: (1) Earnings management has a negative and not significant effect on the cost of equity capital in Indonesia. (2) Earnings management has a positive and significant effect on the cost of equity capital in Malaysia. (3) Information asymmetry has a positive and significant effect on the cost of equity capital in Indonesia. (4) Information asymmetry has a negative and not significant effect on the cost of equity capital in Malaysia. The research results can be used as a reference for future research and as information material for problems related to the cost of equity capital. For investors, the results of this study are expected to provide information about the importance of knowing the development of the company by looking at cost of equity capital. | |
| 19858 | 22980 | G1H014011 | Hubungan Tingkat Asupan Zat Besi, Protein dan Penyakit Infeksi dengan Kadar Hb Remaja Putri di Pondok Pesantren | Latar Belakang : Anemia merupakan masalah gizi yang banyak terjadi di dunia. Remaja putri merupakan kelompok yang rawan menderita anemia. Beberapa faktor penyebab terjadinya anemia, salah satunya adalah asupan makan. Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan tingkat asupan zat besi, protein dan penyakit infeksi dengan kadar Hb remaja putri di pondok pesantren. Metodologi : Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan 40 remaja putri sebagai sampel berdasarkan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan formulir food recall 24 jam serta dilakukan pengambilan sampel darah untuk mengetahui kadar Hb responden. Analisis bivariat menggunakan uji Fisher Exact. Hasil : Sebanyak 97,5% responden memiliki tingkat asupan zat besi kurang, 87,5% responden memiliki tingkat asupan protein kurang dan 17,5% responden yang pernah terkena penyakit infeksi dalam sebulan terakhir. Tidak ada hubungan tingkat asupan zat besi, protein dan penyakit infeksi dengan kadar Hb remaja putri (p > 0,05). Kesimpulan : Tidak ada hubungan tingkat asupan zat besi, protein dan penyakit infeksi dengan kadar Hb remaja putri. | CORRELATION BETWEEN IRON INTAKE LEVEL, PROTEIN AND INFECTIOUS DISEASES WITH HB LEVELS OF ADOLESCENT GIRLS AT BOARDING SCHOOL Devi Restipuspita, Endo Dardjito, Dyah Umiyarni Purnamasari Background :Anemia is a nutritional problem that occurs in the world. Young women are a group that is prone to anemia. There are several factors that cause anemia in young women, one of which is food intake. Objective :To determine the correlation of iron intake level, protein and infectious diseases with Hb levels of adolescent girls at boarding school. Methods :This research use cross sectional design with 40 female teenager as sample based on simple random sampling technique. The instrument used is questionnaire and 24-hour food recall form and blood sampling is done to determine the level of respondents Hb. Bivariate analysis using Fisher Exact test. Results:The research found that there were 97.5% of respondents have less iron intake level, 87.5% of respondents have less protein intake and 20% of respondents who have been exposed to infectious diseases in the past month. There was no correlation between iron intake, protein and infectious disease with adolescent girls hemoglobin (p> 0.05). Conclusion :There was no correlation between iron intake level, protein and infectious diseases with Hb levels of adolescent girls. | |
| 19859 | 22981 | F1B113018 | Pengaruh Disiplin Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Aparatur Puskesmas Kecamatan Sampang Kabupaten Cilacap | ABSTRAK Beberapa indikator kinerja Puskesmas Sampang yang belum memenuhi target seperti penemuan dan tatalaksana kasus HIV/AIDS, cakupan pelayanan kesehatan rujukan kepada penduduk miskin, cakupan pelayanan kesehatan dasar kepada penduduk miskin. Kenyataan ini berkaitan erat dengan disiplin kerja dan motivasi aparaturnya. Sasaran penelitian ini adalah aparatur Puskesmas Kecamatan Sampang, Kabupaten Cilacap yang berjumlah 67 orang dan keseluruhannya dijadikan sebagai sampel penelitian. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survei, dengan teknik analisis data tabulasi silang, korelasi kendall, konkordansi kendall W dan regresi ordinal. Hasil analisis diketahui ada pengaruh yang positif dan signifikan antara Disiplin Kerja terhadap Kinerja Aparatur di Puskesmas Kecamatan Sampang, Kabupaten Cilacap. Hasil lainnya ada pengaruh yang positif dan signifikan antara Motivasi Kerja terhadap Kinerja Aparatur di Puskesmas Kecamatan Sampang, Kabupaten Cilacap. Untuk uji secara bersama-sama diketahui ada pengaruh yang positif dan signifikan antara Disiplin Kerja dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Aparatur di Puskesmas Kecamatan Sampang, Kabupaten Cilacap. Dengan demikian keseluruhan hipotesis diterima. | ABSTRACT The some performance indicators of Sampang Health Center Care that have not met targets such as the discovery and management of HIV/AIDS cases, coverage of referral health services to the poor, coverage of basic health services to the poor. This fact is closely related to work discipline and the motivation of its apparatus. The target of this study was the employee at Sampang District Health Center, Cilacap District which amounted to 67 people and all of them were used as research samples. The research method used is survey method, with data analysis techniques are cross tabulation, kendall correlation, kendall concordance W and ordinal regression. The results of the analysis revealed that there was a positive and significant influence between Work Discipline on Employee Performance at Sampang District District Health Center, Cilacap Regency. Other results have a positive and significant influence between Work Motivation on Employee Performance at Sampang District Health Center Care, Cilacap Regency. To test together it is known that there is a positive and significant influence between Work Discipline and Work Motivation on Employee Performance at Sampang District Health Center Care, Cilacap Regency. Thus the whole hypothesis is accepted. | |
| 19860 | 22982 | F1B111034 | KINERJA PENGADILAN AGAMA KABUPATEN CILACAP DALAM MENANGANI PERKARA PERCERAIAN | Tingginya perkara perceraian di Kabupaten cilacap menempatkan kabupaten Cilacap sebagai peringkat pertama dengan kasus komulatif terbanyak di Jawa Tengah. Dikabupaten Cilacap setiap tahunnya perkara perceraian yang masuk ke pengadilan agama Kabupaten cilacap selalu meningkat dari berbagai kalangan dan profesi masyarakat. Upaya pengadilan agama kabupaten Cilacap dalam menerima, mengurus dan mengadili perkara perceraian sangat dibutuhkan dalam dalam melindungi hak-hak masyarakat yang mengajukan perceraian ke pengadilan agama kabupaten cilacap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja pengadilan agama Kabupaten Cilacap dalam menangani proses perkara perceraian dalam melakukan tindakan represif setelah putusan perkara perceraian diputuskan. Pengukuran kinerja dilihat dari lima indikator, yaitu; Produktivitas, kualitas layanan, responsivitas, responsibilitas, dan akuntabilitas. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif deskriptif. Informan dalam penelitian ini dipilih melalui teknik snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja pengadilan agama Kabupaten Cilacap dalam menangani proses perkara perceraian masih kurang optimal. Kendala utamanya yaitu keterbatasan sarana dan prasarana pada serta terbatasnya sumber daya manusia yang terlibat dalam penyelesaian perkara perceraian di pengadilan agama Kabupaten Cilacap. Hal tersebut berpengaruh pada aspek produktivitas, kualitas layanan, dan responsivitas. Adapun untuk aspek responsibilitas dan akuntabilitas masih kurang baik karena kurangnya pemahaman yang diberikan oleh pengadilan agama Kabupaten Cilacap tentang perkara perceraian. | The high number of divorce cases in Cilacap Regency puts Cilacap district as the first rank with the most cumulative cases in Central Java. In the district of Cilacap every year divorce cases that enter the religious court of Cilacap Regency are always increasing from various circles and professions. The efforts of the Cilacap district religious court in accepting, taking care of and prosecuting divorce cases are needed in protecting the rights of the people who filed divorce to the Cilacap district religious court.This study aims to analyze the performance of the Cilacap District religious court in handling the divorce case process in carrying out repressive actions after the decision of the divorce case was decided. Performance measurement is seen from five indicators, namely; Productivity, service quality, responsiveness, responsibility, and accountability. The research method used is descriptive qualitative method. The informants in this study were selected through snowball sampling technique. The results showed that the performance of the Cilacap District religious court in handling divorce proceedings was still less than optimal. The main constraints are the limited facilities and infrastructure and the limited human resources involved in resolving divorce cases in the Cilacap Regency religious court. This affects the aspects of productivity, service quality, and responsiveness. As for the aspects of responsibility and accountability are still not good because of the lack of understanding given by the Cilacap Regency religious court about divorce cases. |