Home
Login.
Artikelilmiahs
22919
Update
MUHAMMAD AZIMUL ANSHAR
NIM
Judul Artikel
TINGKAT ADOPSI INOVASI DAN TEKNOLOGI DALAM PROGRAM KHUSUS TERHADAP PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PADI DI KECAMATAN JATILAWANG KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Program khusus berfokus pada peningkatan produksi tiga komoditas yaitu padi, jagung dan kedelai, sehingga program ini dinamakan UPSUS PAJALE. Program tersebut mematok target swasembada tiga komoditas pangan (padi, jagung dan kedelai) strategis tercapai pada tahun 2017. Untuk tahun 2015 target produksi ketiga jenis komoditas itu adalah 73,4 juta ton (2,21%) untuk padi, 20,3 juta ton (5,57%) untuk jagung, dan 1,2 juta ton (26,47%) untuk kedelai. Kecamatan Jatilawang melakukan inovasi program khusus peningkatan produksi padi yang sudah mulai dilaksanakan sejak tahun 2015. Tujuan penelitian ini meliputi hal berikut: 1) Mengetahui cara dalam peningkatan indeks tanam, baik oleh kelompok tani maupun penyuluh lapang Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kecamatan Jatilawang Kabupaten Banyumas, 2) Mengetahui peran kelompok tani dalam usaha peningkatan produktivitas padi pada upaya khusus padi yang diselenggarakan oleh Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kecamatan Jatilawang, 3). Mengetahui tingkat efisiensi usahatani padi di Kecamatan Jatilawang Kabupaten Banyumas yang dinilai dari aspek biaya dan pendapatan sampai Revenue Cost Rationya. Sampel penelitian adalah petani yang mengadopsi inovasi program khusus sebanyak 50 orang. Pengumpulan data dilakukan pada bulan November hingga Desember 2017. Analisis data dilakukan secara kualitatif menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pelaksanaan kegiatan upaya khusus peningkatan produksi padi dimulai tahun 2015. Pelaksanaan diawali pengaktifan kembali kelompok tani di semua desa, perbaikan jaringan irigasi, penggunaan bibit unggul bersertifikat, pengaplikasian sistem tanam jajar legowo, penggunaan pupuk berimbang, penyuluhan dan pendampingan rutin dari PPL, babinsa, TNI dan perguruan tinggi. Peran kelompok tani adalah sebagai fasilitatordalam penyaluran baik dana bantuan maupun penyaluran ilmu dalam kegiatan penyuluhan. Usahatani memiliki nilai R/C Ratio 2,3 yang artinya setiap penambahan biaya sebesar Rp. 1 dapat meningkatkan pendapatan sebesar Rp. 2,3.
Abtrak (Bhs. Inggris)
UPSUS PAJALE is a special program to increase rice, corn and soybean production. The target of the program in 2017 is achieved self-sufficiency of rice, corn and soybean commodities. In 2015 production target are rice (2,21%), corn (5,57%) and soybean (26,47%). In Jatilawang innovative special programs to increase rice production starting in 2015. This research were finding out 1) knowing how to improve the growing index by farmer groups and extension officers, 2) knowing the role of farmer groups to increase rice productivity by Agricultural Extension Agency, Fisheries and Forestry District Jatilawang, 3) Knowing the level of efficiency of rice farming in Jatilawang Subdistrict, Banyumas Regency, which is assessed from the aspect of costs, income and Revenue Cost Ratio. The sample of the research is 50 people, there are farmers who adopted special program innovation. Data collection was conducted from November to December 2017. The results showed that: the implementation of special efforts to increase rice production began in 2015. Implementation began with the reactivation of farmer groups in all villages, improvement of irrigation networks, use of certified superior seeds, application of legowo planting system, use of balanced fertilizers, regular counseling and assistance from PPL, babinsa, TNI and universities. The role of farmer groups is as a facility in channeling both aid funds and knowledge distribution in extension activities. Farming has a R / C Ratio of 2.3 which means that each additional cost is Rp. 1 can increase income by Rp. 2,3.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save