Artikelilmiahs
Menampilkan 18.881-18.900 dari 50.062 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 18881 | 22216 | D1E011219 | HUBUNGAN ANTARA DAYA TAHAN DENGAN pH DAN ANGKA REDUKTASE SUSU SAPI FRISIEN HOLSTEIN (FH) DI BALAI BUDIDAYA DAN PEMBIBITAN TERNAK TERPADU (BBPTT) TAMAN TERNAK SAPI PERAH PAGERKUKUH WONOSOBO | Judul riset ini adalah Hubungan Daya Tahan dengan pH dan Angka Reduktase Susu Sapi Frisien Holstein (FH) di Balai Budidaya dan Pembibitan Ternak Terpadu (BBPTT) Taman Ternak Sapi Perah Pagerkukuh Sapi Perah Pagerkukuh Wonosobo. Materi dan metode penelitian yang digunakan adalah susu segar yang diambil dari 23 ekor sapi FH. Alat-alat yang digunakan adalah seperangkat alat pengukur pH susu, angka reduktase dan daya tahan susu. Sampel dipilih dengan metode purposive sampling. Sampel susu segar diambil dari 23 ekor sapi FH pada pemerahan pagi hari pukul 03.00 WIB, masing – masing sapi di ambil susunya sebanyak 500 ml untuk pengujian pH, angka reduktase dan daya tahan. Susu disimpan pada suhu ruang, di uji tiap 1 jam sekali sampai susu rusak. Analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier sederhana. Hasil riset adalah daya tahan, pH, dan angka reduktase susu segar di Satker Pembibitan dan Budidaya Sapi Perah Pagerkukuh, Wonosobo memiliki kualitas yang baik dan layak dikonsumsi. Terdapat hubungan yang signifikan antara daya tahan dengan angka reduktase susu segar yang digambarkan secara matematis Y= 0.489 + 3.094X dan R2 sebesar 0.357, namun demikian hubungan antara daya dengan pH dan angka reduktase dengan pH susu segar tidak signifikan dan tidak erat. | The title of this research is the Corellation Between Durability With pH and Reductase Milk Rate Frisien Holstein (FH) In Cultivation Culture and Embroiding Breeding (BBPTT) Livestock Garden Of Dairy Cattle Pagerkukuh Wonosobo Pagerkukuh Wonosobo. The material and research method that used is fresh milk which taken from 23 FH cows. The tools that used consist of a set of milk pH measurement, a set of reductase measurement, and a set of milk durability measurement. The samples were chosen by purposive sampling method. Fresh milk samples were taken from 23 FH cows in the morning milking at 03.00 am, each of which was given 500 ml of milk for pH testing, reductase rate and durability. Milk is stored at room temperature, tested every 1 hour until milk is damaged. The analysis used is simple linear regression analysis. The results of research are durability, pH, and fresh milk reductase number in (BBPTT) Livestock Garden Of Dairy Cattle Pagerkukuh. Wonosobo has good quality and feasible to be consumed. There is a significant relationship between durability with fresh milk reductase figures described mathematically Y = 0.489 + 3.094X and R2 of 0.357, however the relationship between power with pH and reductase numbers with fresh milk pH is not significant and not close. | |
| 18882 | 25518 | C1A012127 | DETERMINAN PERMINTAAN MASYARAKAT TERHADAP PELAYANAN BADAN USAHA MILIK DESA MITRA SEHATI DI DESA BEJI KECAMATAN KEDUNGBANTENG | Penelitian ini merupakan penelitian survei pada masyarakat yang menikmati pelayanan BUMDes Mitra Sehati dan tidak menikmati pelayanan BUMDes Mitra Sehati Di Desa Beji. Penelitian ini mengambil judul: “Determinan Permintaan Masyarakat Terhadap Pelayanan Badan Usaha Milik Desa Mitra Sehati Di Desa Beji Kecamatan Kedungbanteng”, Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variabel pendapatan, pekerjaan, usia,pendidikan dan jarak terhadap permintaan pelayanan BUMdes. Penelitian ini menggunakan data primer dengan 95 rumah tangga sampel di Desa Beji Kecamatan Kedungbanteng, data primer diperoleh dengan wawancara langsung dan pengisian kuisioner. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi logistik biner yaitu logistik dimana variabel dependennya memiliki dua pilihan atau binominal ialah ada permintaan pelayanan dan tidak ada permintaan pelayanan. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) variabel yang tidak signifikan terhadap permintaan pelayanan BUMDes Mitra Sehati di Desa Beji adalah variabel pekerjaan dan usia (2) variabel yang signifikan terhadap permintaan pelayananBUMDes di Desa Beji adalah pendapatan, tingkat pendidikan, dan jarak. Implikasi dari kesimpulan diatas adalah untuk meningkatkan permintaan pelayanan, pihak pengurus maupun pengelola BUMDes perlu memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhinya yaitu pendapatan, tingkat pendidikan dan jarak. Cara yang dapat dilakukan diantaranya adalah dengan menerapkan prosedur layanan yang sesuai dengan tingkat pendapatan masyarakat dan berorientasi pada masyarakat yang berpenghasilan rendah, terus berupaya untuk meningkatkan kualitas layanan sesuai dengan kebutuhan, keinginan dan harapan masyarakat serta memberikan kemudahan akses kepada masyarakat untuk menuju lokasi atau tempat-tempat layanan BUMdes di wilayah Desa Beji Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas. | This research is a survey research on people who enjoy the services of BUMDes Mitra Sehati and do not enjoy the services of BUMDes Mitra Sehati Partners in Beji Village. The study took the title: "Determinants of Community Demand for Services of Owned Enterprises of Mitra Sehati Village in Beji Village, Kedungbanteng District", The purpose of this study was to determine the effect of variables of income, employment, age, education and distance on demand for BUMD services. This study uses primary data with 95 sample households in Beji Village, Kedungbanteng Subdistrict, primary data obtained by direct interviews and filling in questionnaires. The analytical tool used in this study is binary logistic regression, namely logistics where the dependent variable has two choices or binominal is a service request and there is no service request. The results showed that (1) the variables that were not significant for the demand for BUMDes Mitra Sehati services in Beji Village were employment and age variables (2) the variables that were significant for the demand for BUMDes services in Beji Village were income, education level, and distance. the implication of the conclusion is to increase the demand for services, the management and managers of BUMDes need to pay attention to the factors that influence them, namely income, education level and distance. The ways that can be done include implementing service procedures that are in line with the level of income of the community and oriented towards low-income people, continuing to strive to improve service quality in accordance with the needs, desires and expectations of the community and providing easy access to the location or place BUMD service place in Beji Village, Kedungbanteng District, Banyumas Regency. | |
| 18883 | 28535 | C1C015077 | PENGARUH PEMAHAMAN AKUNTANSI DALAM MEMODERASI HUBUNGAN PEMAHAMAN DAN SOSIALISASI PERPAJAKAN TERHADAP KEPATUHAN PAJAK UMKM | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman dan sosialisasi perpajakan terhadap kepatuhan pajak UMKM. Penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemahamana akuntansi dalam memoderasi hubungan dari pemahaman dan sosialisasi perpajakan terhadap kepatuhan pajak UMKM. Sampel ditentukan menggunakan metode stratified cluster sampling. Jumlah responden adalah 151 pemilik/manajer/pelaku UMKM yang bergerak pada sektor perdagangan, hotel dan restoran. Penelitian ini menggunakan Structural Equation Model (SEM) untuk menganalisis tujuan penelitian ini. Analisis ukuran efek digunakan untuk menentukan besar pengaruh moderasi dari variabel pemhaman akuntansi. Melalui analisis jalur, hasil penelitian ini menyatakan bahwa pemahaman dan sosialisasi perpajakan berpengaruh positif signifikan terhadap kepatuhan pajak UMKM. Kemudian, pemahaman akuntansi berpengaruh signifikan dan bersifat melemahkan dalam memoderasi hubungan pemahaman perpajakan pada kepatuhan pajak UMKM. Sementara itu, pemahaman akuntansi tidak terbukti hubungan memoderasi hubungan sosialisasi pajak pada kepatuhan pajak UMKM. | This research aims to analyze the undestanding and socialization of taxation on tax compliance of SMEs. This research also aims to analyze influence of undestanding of accounting in moderating relationship of undestanding and socialization of taxation on tax compliance of SMEs. Samples determined by the stratified cluster sampling method. Number of respondents are 151 SMEs owners/managers/actors in sector of the trade, hotel and restaurant. This study uses the Structural Equation Model (SEM) to analyze purposes of this research. Effect size analysis is used to determine the size effect moderation variable which is understanding of accounting.Through path analysis, this research provides that understanding and socialization of taxation have significant positive effect on tax compliance of SMEs. Then, understanding of accounting has significant effect in moderating the relationship of taxation understanding on tax compliance of SMEs. But accounting understanding has not been proven moderate relationship between tax socialization on tax compliance of SMEs. | |
| 18884 | 22217 | A1M014069 | PENGARUH PENAMBAHAN NATRIUM ASETAT-NATRIUM PROPIONAT DAN SUHU PENYIMPANAN PADA MASA SIMPAN TERTENTU TERHADAP KARAKTERISTIK MUTU TORTILLA | Tortilla adalah jenis produk pangan rerotian semi basah yang terbuat dari serealia dan tergolong jenis produk yang mudah rusak. Tortilla perlu ditambahkan bahan pengawet yang aman serta dikombinasikan dengan kondisi penyimpanan yang ideal untuk mempertahankan mutunya pada jangka waktu tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan natrium propionat dan natrium asetat dengan proporsi tertentu, pengaruh suhu penyimpanan, pengaruh interaksi proporsi pengawet dan suhu penyimpanan, pengaruh interaksi masa simpan, proporsi pengawet dan suhu penyimpanan dan perubahan mutu tortila selama penyimpanan. Penelitian ini menggunakan Split Plot Design dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Tiga faktor yang diteliti terdiri dari masa simpan (H), meliputi masa simpan 0 hari (H1), 4 hari (H2), 8 hari (H3), 12 hari (H4) dan 16 hari (H5); proporsi natrium asetat-natrium propionat (P), meliputi proporsi natrium asetat-natrium propionat 1:3 (P1), 1:1 (P2) dan 3:1 (P3); serta suhu penyimpanan (T), meliputi suhu penyimpanan 27°C (T1), 10°C (T2), -20°C (T3); sehingga diperoleh 45 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak 2 kali, maka diperoleh 90 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik untuk mempertahankan mutu tortilla sampai 16 hari adalah proporsi natrium asetat dan natrium propionat 1:3 pada suhu penyimpanan -20°C dengan nilai kadar air 32,25%; nilai pH 5,83; total bakteri 300.000 cfu/g, angka kapang khamir 126.000 cfu/g dan mutu sensori yang masih dapat diterima pada masa simpan 16 hari. | Tortilla is a type of semi-wet bakery product made from cereals and is classified as an perishable product. Tortillas should be added safe preservatives as well as combined with ideal storage conditions to maintain their quality for a period of time. This study aims to determine effects of adding sodium propionate and sodium acetate with a certain proportion, effect of storage temperature, interaction effects of preservatives proportion and storage temperature, interaction effects of shelf life, preservatives proportion and storage temperature, as well as quality characteristics changed during storage. This research uses Split Plot Design with Completely Randomized Design (CAD). Three factors studied consist of shelf life (H), covering the shelf life of 0 days (H1), 4 days (H2), 8 days (H3), 12 days (H4) and 16 days (H5); the proportion of sodium acetate-sodium propionate (P), including the proportion of 1: 3 sodium acetate-sodium propionate (P1), 1: 1 (P2) and 3: 1 (P3); as well as storage temperature (T), including storage temperature 27°C (T1), 10°C (T2), -20°C (T3); so that 45 treatment combinations were repeated twice, 90 units of experiment were obtained. The results showed that the best treatment to maintain tortilla quality up to 16 days was the proportion of sodium acetate and sodium propionate 1: 3 at storage temperature -20°C with moisture value of 32.25%; pH value 5.83; total bacteria of 300,000 cfu/g, mold/yeast figures of 126,000 cfu/g and acceptable sensory quality at 16-day save. | |
| 18885 | 22218 | A1L111048 | Pengaruh Aplikasi Pupuk Organik Bacillus subtilis B1 terhadap Pertumbuhan Tanaman Padi | Padi merupakan tanaman pangan penting dan utama di Indonesia serta beberapa negara lainnya. Kebutuhan akan beras untuk memenuhi kebutuhan pangan penduduk selalu meningkat dari tahun ke tahun sejalan dengan pertambahan jumlah penduduk. Untuk memenuhi kebutuhan beras tersebut maka pemerintah telah melakukan berbagai usaha untuk meningkatkan produktivitas padi nasional baik secara intensifikasi maupun ekstensifikasi Penelitian dilaksanakan di lahan pertanaman padi, Desa Kaliori, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Banyumas, dan jenis tanah ultisol., Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian berlangsung selama 5 bulan, pada bulan Maret 2016 sampai Agustus 2016. Percobaan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial, dengan 4 ulangan dan 6 perlakuan. Perlakuan terdiri dari P0 (kontrol); P1(0,6 Kg/m2); P2 (1,2 Kg/m2); P3 (1,8 Kg/m2); P4 (2,4 Kg/m2); P5 (3 Kg/m2). Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis ragam. Apabila terjadi perbedaan diantara perlakuan dilakukan uji lanjut menggunakan DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) dengan taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk organik berbasis B. subtilis B1 belum mampu memberikan pengaruh yang baik terhadap pertumbuhan tanaman padi, dan belum memiliki perlakuan yang terbaik. | Rice is an important food crop and major in Indonesia as well as several other countries. The need for rice to meet the food needs of the population always increases from year to year in line with the growing population. To meet the rice needs, the government has made various efforts to increase the national rice productivity both intensification and extensification The research was carried out in rice cultivation area, Kaliori Village, Kaliori Subdistrict, Banyumas Regency, and ultisol soil type., Plant Protection Laboratory, Faculty of Agriculture, General Soedirman University, Purwokerto. The study lasted for 5 months , from March 2016 to August 2016. The experiments were arranged in a non factorial Randomized Block Design (RAK), with 4 replications and 6 treatments. The treatment consists of P0 (control); P1 (0.6 Kg / m2); P2 (1.2 Kg / m2); P3 (1.8 Kg / m2); P4 (2.4 Kg / m2); P5 (3 Kg / m2). The data obtained were analyzed by various analysis. If there is any difference between treatments then do a further test using DMRT (Duncan's Multiple Range Test) with 5% error level. The results showed that the treatment of organic fertilizer based on B.subtilis B1 has not been able to give a good influence on rice plant growth, and has not had the best treatment. | |
| 18886 | 22219 | H1C014013 | Analisis Koordinasi Pengaman Over Current Relay, Ground Fault Relay, dan Recloser Akibat Gangguan Arus Hubung Singkat pada Penyulang Kebasen-03 PT. PLN (Persero) Gardu Induk Kebasen Tegal | Salah satu gangguan terbesar dalam sistem tenaga listrik adalah gangguan arus hubung singkat yang dapat mengakibatkan sistem tenaga listrik mengalami trip (pemadaman). Sistem proteksi adalah hal utama yang digunakan untuk menangani gangguan tersebut. Penyulang Kebasen-03(KSN03) gardu induk Kebasen Tegal menggunakan PMT dan recloser sebagai pengaman utamanya, tetapi KSN03 telah mengalami trip sebanyak 5 kali pada Januari-Oktober 2017, hal ini mengindikasikan bahwa sistem proteksi yang digunakan pada penyulang KSN03 belum bekerja secara tepat dan akurat. Oleh karena itu telah dilakukan penelitian dan analisis koordinasi antar pengaman distribusi 20 kV pada penyulang KSN03. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan didapatkan nilai setting baru untuk sistem proteksi yang ada pada penyulang KSN03, yaitu nilai TMS over current relay (OCR) PMT outgoing = 0,3, recloser = 0,2, dan nilai Tms ground fault relay (GFR) PMT outgoing = 0,46, recloser = 0,31. Nilai TMS baru didapatkan berdasarkan hasil perhitungan dan analisis yang mengacu pada SPLN dan IEC 60255, dimana jeda waktu kerja yang baik antar peralatan adalaah sekitar 3,6 – 0,4 detik, tetapi 0,5 masih diperbolehkan. Setting nilai TMS ini dapat digunakan sebagai salah satu referensi untuk mengevaluasi kembali sistem proteksi yang ada pada KSN03, dan diharapkan dapat mengatasi gangguan yang ada pada penyulang KSN03. | One of the biggest disruptions in the electrical power system is the short circuit current interruption can result in power system experience the trip (blackout). Protection system is the main thing used to treat the disorder. Kebasen03 feeder (KSN03) substation Kebasen Tegal use the PMT and its chief seat as recloser, but KSN03 has experienced the trip as much as 5 times in January-October 2017, this indicates that the protection system used on penyulang KSN03 not working appropriately and accurately. Therefore it has conducted research and analysis security coordination on the 20 kV distribution penyulang KSN03. Based on the analysis that has been done the new setting value is obtained for the existing protection system at penyulang KSN03, i.e. the value TMS over current relay (OCR) PMT outgoing = 0.3, recloser = 0.2, and the value Tms ground fault relay (GFR) PMT outgoing = 0.46, recloser = 0.31. The value TMS newly based on the results of calculation and analysis refers to IEC 60255 and SPLN, where good working time gap between appliances is approximately 3.6 – 0.5 0.4 seconds, but was still allowed. Setting the value of TMS can be used as one reference to re-evaluate the existing protection system at KSN03, and is expected to resolve the disorder on KSN03 feeder. | |
| 18887 | 22220 | A1L113043 | Pemanfaatan Ekstrak Beberapa Jenis Gulma Dengan Konsentrasi Berbeda Pada Tanaman Kedelai Hitam (Glycine soja (L). Merr) | Peningkatan produksi tanaman pangan dapat dilakukan dengan teknik budidaya yang intensif. Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jenis ekstrak gulma terhadap populasi gulma serta respon komponen pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai hitam. Percobaan dilaksanakan pada bulan November 2017 sampai Februari 2018 di lahan percobaan (Exfarm) Fakutas Pertanian, Unsoed. Pada percobaan ini digunakan 3 gulma sebagai bahan pembuatan bioherbisida (Babandotan, Alang-alang, Bayam duri) dan tanaman utama kedelai hitam varietas Detam-1. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri atas 2 faktor dengan 3 ulangan. Faktor pertama yaitu jenis ekstrak gulma (G) yang terdiri atas G1= Ekstrak Babandotan, G2= Ekstrak Alang-alang, G3= Ekstrak Bayam duri. Faktor kedua yaitu konsentrasi (K) yang terdiri atas K1= 10 ml/l, K2= 20 ml/l, 30 ml/l. Variabel yang diamati yaitu nilai jumlah dominansi (Sum Dominance Ratio / SDR) pada populasi gulma, serta variabel pertumbuhan dan hasil kedelai hitam berupa tinggi tanaman (cm), panjang akar (cm), jumlah daun (helai), luas daun (cm2), bobot akar segar (g), bobot tajuk segar (g), bobot akar kering (g), bobot tajuk kering (g), jumlah polong (buah), bobot polong segar (g), bobot polong kering (g), bobot 100 biji (g), dan hasil biji per petak (kg/m2). Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan analisis varian pada tingkat kepercayaan 95%. Apabila analisis varian berbeda nyata dan sangat nyata, maka dilanjutkan dengan Uji Jarak Ganda Duncan (UJGD) dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menujukkan bahwa : 1) ekstrak bayam duri dengan konsentrasi 10 ml/l dan 20 ml/l mampu menekan jumlah dominansi gulma jenis Cyperus rotundus ; 2) aplikasi ekstrak bayam duri memberikan hasil tertinggi pada variabel jumlah polong dan sama dengan alang-alang. Penyemprotan konsentrasi 10 ml/l memberikan hasil tertinggi pada variabel jumlah polong ; 3) interaksi antara ekstrak babandotan dan konsentrasi 10 ml/l memberikan hasil terluas pada variabel luas daun ; 4) interaksi antara ekstrak babandotan dan konsentrasi 30 ml/l memberikan hasil tertinggi pada variabel bobot polong segar kedelai hitam. | Increased production of food crops could be done with intensive cultivation techniques. This research aimed to understand the effect of weed extract’s application toward weed’s 2 population and it’s responses toward black soybean’s growth and yield. Research was conducted at November 2017 until February 2018 in the experimental land (Exfarm), Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. This research used three weed materials (Babandotan, Alang-alang, and Bayam duri) as bioherbicide and black soybean variety i.e Detam-1 as a main crop. Experimental design used was Randomized Complete Block Design with 2 factors and 3 replications. First factor was weed extract’s type (G) consisted of G1=Babandotan’s extract, G2=Alang-alang’s extract, G3=Bayam duri’s extract. Second factor was concentration consisted of K1=10 ml/l, K2=20 ml/l, K3=30 ml/l. Variables observed were Summed Dominance Ratio (SDR) on weed’s population, growth and yield related variables of black soybean i.e plant height (cm), root length (cm), number of leaves, leaf area (cm2), root’s fresh weight (g), plant’s fresh weight (g), root’s dry weight (g), plant’s dry weight (g), number of pods, pod’s fresh weight (g), pod’s dry weight (g), 100 grains weight (g),and grains yield per plot (kg/m2). Obtained data then analyzed with ANOVA with 5% error interval and subsequent analyzed used Duncan Multiple Range Test (DMRT) also with 95% of confidence interval. The results showed that: 1) bayam duri extract with concentration of 10 ml/l and 20 ml/l was able to suppress the amount of Cyperus rotundus weed dominance; 2) application bayam duri and alang-alang extract gave the best effect on pod number variables. Application 10 ml/l concentration gave the best effect on pod number variables; 3) the interaction between babandotan extract and concentration of 10 ml/l gives the best influence on leaf width variable; 4) the interaction between babandotan extract and concentration 30 ml/l gives the best influence on fresh weight pod variable of black soybean. | |
| 18888 | 25519 | C1B015111 | ANALISIS PENGARUH LIKUIDITAS, BID ASK SPREAD, RETURN ON EQUITY, RISK OF RETURN, DAN EARNING PER SHARE TERHADAP HOLDING PERIOD PERUSAHAAN INDEKS LQ45 | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Current Ratio (CR), Bid Ask Spread (BAS), Return on Equity (ROE), Risk of Return (ROR), dan Earning per Share (EPS) terhadap Holding Period (HP) perusahaan yang terdaftar dalam Indeks LQ45. Populasi pada penelitian ini terdapat 54 perusahaan yang selalu terdaftar dalam Indeks LQ45. Sampel diambil dengan menggunakan metode purposive sampling dan pada penelitian ini didapatkan 18 perusahaan sebagai sampel. Data yang terdapat pada penelitian ini dianalisis dengan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa current ratio tidak berpengaruh terhadap holding period, bid ask spread tidak berpengaruh terhadap holding period, return on equity berpengaruh positif signifikan terhadap holding period, risk of return tidak berpengaruh terhadap holding period, dan earning per share tidak berpengaruh terhadap holding period. | This study aims to analyze the effect of Current Ratio (CR), Bid Ask Spread (BAS), Return on Equity (ROE), Risk of Return (ROR), and Earning per Share (EPS) on the Holding Period (HP) of companies listed in the LQ45 Index. The population in this study were 54 companies that were always listed in the LQ45 Index. Samples were taken using purposive sampling method and in this study 18 companies were sampled. The data contained in this study were analyzed by multiple linear regression. The results show that the current ratio does not affect the holding period, bid ask spread does not affect the holding period, return on equity has a significant positive effect on the holding period, the risk of return does not affect the holding period, and earnings per share does not affect the holding period. | |
| 18889 | 22221 | C1L014021 | The Effect of Professional Skepticism, Client Pressure, Auditor Experience, and Audit Regulation on Audit Fraud | Badan Pemeriksa Keuangan merupakan lembaga negara yang berwenang untuk memeriksa laporan pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan negara pada Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Bank Indonesia, Badan Usaha Milik Negara, Badan Layanan Umum, dan Badan Usaha Milik Daerah. Dalam menjalankan tugasnya, BPK memiliki beberapa kewenangan, yaitu menentuka objek pemeriksaan, merencanakan dan melaksanakan pemeriksaan, menentuka waktu dan metode pemeriksaan, dan menyusun dan menyajikan laporan hasil pemeriksaan. Berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945, BPK merupakan lembaga negara yang independen sehingga dalam menjalankan tugasnya BPK melakukan secara mandiri dan bebas tanpa ada satupun pihak yang dapat mengintervensi maupun mempengaruhi laporan pemeriksaan. Namun nyatanya, masih banyak fenomena dimana auditor melakukan kecurangan audit dengan cara menjual beli opini audit dan suap untuk merubah isi laporan pemeriksaan. Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya kecurangan audit, antara lain skeptisme profesional, tekanan klien, pengalaman auditor, dan regulasi audit. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh skeptisme profesional, tekanan klien, pengalaman auditor, dan regulasi audit terhadap kecurangan audit. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan data primer yang berasal dari kuesioner yang disebar di Kantor Badan Pemeriksa Keuangan Pusat dengan responden AKN II,III dan IV.Teknik pengambilan sampel dengan convenience sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa skeptisme profesional dan regulasi audit memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap kecurangan audit, pengalaman auditor memiliki hubungan negatif tidak signifikan terhadap kecurangan audit, sedangkan tekanan klien memiliki hubungan positif tidak signifikan terhadap kecurangan audit. | Badan Pemeriksa Keuangan is a state institution authorized to audit reports on the management and accountability of state finances to the Central Government, Regional Government, Bank Indonesia, State-Owned Enterprises, Public Service Bodies, and Regional-Owned Enterprises. In carrying out its duties, BPK has several authorities, that are, BPK examine the object of examination, plan and conduct an inspection, determine the time and method of examination, and compile and present the report of the examination result. Based on the 1945 Constitution, BPK is an independent state institution so that in carrying out its duties, BPK perform independently and freely without any parties that can interfere or influence the examination report. But in fact, there are still many phenomena in which auditors conduct audit fraud by selling buying audit opinions and bribes to change the contents of the examination report. There are several factors that lead to audit fraud, such as professional skepticism, client pressure, auditor experience, and audit regulation.This study aims to examine the effects of professional skepticism, client pressure, auditor experience, and audit regulation on audit fraud. This research is a quantitative study with primary data from questionnaires distributed to BPK with respondents AKN II, III and IV. Sampling technique uses a convenience sampling method. Data analysis technique used is multiple regression analysis.The results of this study indicate that professional skepticism and audit regulation have a significant negative effect on audit fraud, the auditor's experience has a negative insignificant effect on audit fraud, while client pressure has an insignificant positive effect on audit fraud. | |
| 18890 | 22222 | G1A014042 | HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG HIV/AIDS DENGAN SIKAP MAHASISWA KEDOKTERAN UNSOED TERHADAP ODHA | Salah satu masalah kesehatan yang saat ini menjadi perhatian masyarakat dunia adalah Human Imunnodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS). Salah satu hambatan paling besar dalam pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia adalah masih tingginya sikap negatif terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). Pendidikan kesehatan yang bertujuan meningkatkan pengetahuan mengenai HIV/AIDS dapat menjadi salah satu faktor yang berpengaruh pada seseorang untuk bersikap terhadap ODHA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang HIV/AIDS dengan sikap mahasiswa kedokteran Unsoed terhadap ODHA. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional dan teknik total sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner dengan subjek penelitian berjumlah 117 mahasiswa kedokteran Unsoed. Variabel bebas yaitu pengetahuan tentang HIV/AIDS dan variabel terikat adalah sikap terhadap ODHA. Hasil penelitian menunjukkan ingkat pengetahuan tentang HIV/AIDS pada mahasiswa kedokteran Unsoed adalah termasuk kategori baik. Sikap mahasiswa kedokteran Unsoed terhadap ODHA adalah termasuk kategori sikap positif. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p>0,05 sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang HIV/AIDS dengan sikap mahasiswa kedokteran Unsoed terhadap ODHA. Kesimpulan penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan tentang HIV/AIDS dengan sikap mahasiswa kedokteran Unsoed terhadap ODHA. | One of the health problems that is currently being the concern of the world community is the Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS). One of the biggest obstacles to HIV/AIDS prevention and countermeasures in Indonesia is the high level of negative attitudes towards people living with HIV/AIDS (PLHA). Health education aimed to increase knowledge of HIV/AIDS can be one of the factors that influence a person to behave towards PLHA. The aim of this research is to find out the correlation of knowledge level of HIV/AIDS and attitude of medical student of Unsoed towards PLHA. Analytical observational research was done using cross-sectional approach and total sampling technique. Data retrieval used questionnaire with S\subjects of the study were 117 Unsoed medical students. The independent variable is knowledge of HIV/AIDS and dependent variable is attitude towards PLHA. The results of this research is the level of knowledge of HIV/AIDS in Unsoed medical students was in a good category. On the other hand, the attitude of Unsoed medical students to PLHA was in positive attitude category. Chi-Square test result showed the value of p>0,05 so there was no significant correlation between knowledge level of HIV/AIDS and attitudes of medical student of Unsoed towards PLHA. In conclusion, there is no significant relationship between knowledge level of HIV/AIDS and attitude of medical students of Unsoed towards PLHA. | |
| 18891 | 22223 | A1M014046 | PENGARUH BLANCHING DAN BAHAN PERENDAM TERHADAP KARAKTERISTIK SENSORI DAN FISIKOKIMIA TEPUNG PISANG RAJA LAWE DAN RAJA LABU | Buah pisang merupakan komoditas hasil pertanian yang bersifat mudah rusak. Umur simpan buah pisang juga terbatas sehingga diperlukan penggunaan teknologi yang tepat guna untuk meningkatkan nilai tambah dan memperpanjang daya tahannya. Salah satu olahan tersebut adalah pengolahan pisang menjadi tepung. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui : 1) pengaruh blanching terhadap karakteristik sensori dan fisikokimia tepung pisang Raja Lawe dan tepung pisang Raja Labu, 2) pengaruh bahan perendam terhadap karakteristik sensori dan fisikokimia tepung pisang Raja Lawe dan tepung pisang Raja Labu, 3) menentukan kombinasi perlakuan terbaik terhadap tepung pisang Raja Lawe dan tepung pisang Raja Labu. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pengolahan, Laboratorium Pangan dan Gizi, dan Laboratorium Teknologi Pengolahan Pangan, Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto selama 7 bulan mulai November 2017 sampai Mei 2018. Jenis pisang yang digunakan yaitu pisang Raja Lawe dan pisang Raja Labu yang diperoleh dari Petani di Kecamatan Pejawaran dan Kecamatan Pagedongan, Kabupaten Banjarnegara. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental Rancangan Acak Kelompok yang disusun secara faktorial. Faktor tersebut terdiri atas 2 faktor, yaitu pengaruh blanching dan bahan perendam. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah variabel sensori dan variabel fisikokimia. Variabel sensori yang diamati adalah warna, aroma, dan tekstur. Variabel fisikokimia yang diamati meliputi: rendemen, derajat keasaman, kadar air, dan kadar abu. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan blanching pada tepung pisang Raja Lawe memberikan hasil rendemen, kadar air, dan kadar abu yang lebih tinggi pada perlakuan dengan blanching selama 5 menit namun, memberikan derajat keasaman yang lebih tinggi pada perlakuan tanpa blanching. Perlakuan blanching pada tepung pisang Raja Labu memberikan hasil kadar air dan derajat keasaman yang lebih tinggi pada perlakuan dengan blanching selama 5 menit namun, memberikan rendemen dan kadar abu yang lebih tinggi pada perlakuan tanpa blanching. Perlakuan bahan perendam yang optimal untuk tepung pisang Raja Lawe adalah asam sitrat. Sedangkan bahan perendam yang optimal untuk tepung pisang Raja Labu adalah air. Kombinasi perlakuan terbaik berdasarkan uji indeks efektivitas yaitu tepung pisang Raja Lawe pada kombinasi perlakuan tanpa blanching dan perendaman asam sitrat. Sedangkan, tepung pisang Raja Labu pada kombinasi perlakuan tanpa blanching dan perendaman air. | Banana is an agricultural commodity that is perishable. Its shelf life is also limited so that the use of appropriate technology is needed to increase the added value and extend its durability. One of these preparations is the processing of banana into flour. The purpose of this research is to know: 1) the effect of blanching on the sensory and physicochemical characteristics of Raja Lawe banana flour and Raja Labu banana flour, 2) the effect of soaking ingredients on the sensory and physicochemical characteristics of Raja Lawe banana flour and Raja Labu banana flour, 3) the best treatment of Raja Lawe banana flour and Raja Labu banana flour. The research was conducted in Processing Laboratory, Food and Nutrition Laboratory, and Food Processing Technology Laboratory, Faculty of Agriculture, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto for 7 months from November 2017 until May 2018. The variety of banana used is Raja Lawe banana and Raja Labu banana obtained from Farmer in Pejawaran and Pagedongan, Banjarnegara. This research used experimental Randomized Block Design method which was arranged factorial. The factor consists of 2 factors, namely the influence of blanching and soaking materials. The variables observed in this study are sensory variables and physicochemical variables. Sensory variables observed were colour, aroma, and texture. Physicochemical variables observed included: yield, acidity degree, moisture content, and ash content. The results showed that blanching treatment of Raja Lawe banana flour gives a higher value of yield, moisture content, and ash content on blanching treatment for 5 minutes. However, it provided a higher degree of acidity in the treatment without blanching. While the blanching treatment of Raja Labu banana flour gives the result of moisture content and degree of acidity is higher in the treatment with blanching for 5 minutes. However, it provided a higher yield and ash content in the treatment without blanching. The optimal soaking treatment for Raja Lawe banana flour was citric acid. While the optimal soaking treatment for Raja Labu banana flour was water. The best treatment combinations were based on effectiveness index was Raja Lawe banana flour in a combination of the treatment without blanching and citric acid immersion. Meanwhile, Raja Labu banana flour in a combination of treatment without blanching and water immersion. | |
| 18892 | 22224 | H1C014007 | RANCANG BANGUN DAN ANALISIS INVERTER SUMBER ARUS TIGA TINGKAT DENGAN KONTROL ARUS HYSTERESIS | Inverter merupakan alat yang digunakan untuk mengubah daya listrik dari bentuk DC (arus searah) ke bentuk AC ( arus bolak – balik). Inverter terkendali banyak digunakan dalam sistem catu daya sebagai pengendali motor, pengendali tegangan atau arus masukan pada sebuah sistem.Untuk menghasilkan tegangan keluaran yang bisa diatur, inverter umumnya dikendalikan dengan teknik modulasi lebar pulsa (Pulse Width Modulation, PWM).Dengan teknik PWM tersebut besar tegangan dan frekuensi keluaran dapat diatur secara serentak. Penggunaan kontrol arus pada inverter ini menggunakan kontrol arus hysteresis. Teknik hysteresis current control adalah sistem kontrol closed loop yang menggunakan sinyal error e(t) untuk membuat pola penyalaan pada saklar untuk mengontrol arus input sumber AC. Pada kontrol hysterisis ini terdapat suatu band yang dinamakan hysteresis band. Prinsip kerja dari hysteresis band pada inverter ini adalah untuk menghasilkan gelombang sinus yang diinginkan besarnya dan frekuensinya. Arus aktual akan melacak arus gelombang referensi yang berada di hysteresis band dari inverter. Jika lebar band semakin kecil, maka ripple yang dihasilkan akan semakin kecil. Metode yang digunakan adalah dengan simulasi pada software PSIM dan eksperimen prototype. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah arus masukan dan keluaran dari inverter yang akan di kontrol oleh kontrol hysteresis. Pengaturan dari kontrol hysteresis adalah nilai dari hysteresis bandnya. Selain itu parameter yang dilihat adalah harmonik arus keluaran. Hasil yang diperoleh pada pengujian menunjukkan bahwa kontrol arus hysteresis dapat bekerja baik dibandingkan dengan kontrol PI. Dengan mengecilkan nilai hysteresis band maka ripple yang didapat akan semakin kecil. Dengan demikian, sistem yang dirancang mampu membuat ripple pada arus masukan DC semakin kecil.. | Inverter is a tool used to convert electric power from DC form (direct current) to AC form (alternating current). Controlled inverters are widely used in power supply systems as motor controllers, voltage controllers or input currents on a system. To produce an adjustable output voltage, the inverters are generally controlled by pulse width modulation (PWM) techniques. With such large PWM techniques the output voltage and frequency can be arranged simultaneously. The use of current controls in this inverter uses a hysteresis current control. The hysteresis current control technique is a closed loop control system that uses error signal e (t) to create a switching pattern on the switch to control the AC source input current. In this hysterisis control there is a band called hysteresis band. The working principle of the hysteresis band in this inverter is to generate the desired sine wave and its frequency. The actual current will track the reference wave current that is in the hysteresis band of the inverter. If the band width is smaller, then the resulting ripple will be smaller. The method used is by simulation on PSIM software and prototype experiments. The parameters observed in this study are the input and output currents of the inverters that will be controlled by hysteresis control. The setting of the hysteresis control is the value of the hysteresis of the band. In addition the parameters seen are harmonic output current. The results obtained in the test indicate that hysteresis current control can work well compared with PI control. By shrinking the hysteresis band value, the ripple obtained will be smaller. Thus, the designed system is capable of making the ripple at the DC input become smaller. | |
| 18893 | 25646 | F1B015012 | EFEKTIVITAS PEMUNGUTAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN (STUDI PADA DESA KEDUNGGEDE KECAMATAN BANYUMAS KABUPATEN BANYUMAS) | Sektor pajak yang menjadi faktor pemasukan potensial dan berkontribusi besar terhadap pendapatan daerah adalah Pajak Bumi dan Bangunan. Pajak Bumi dan Bangunan merupakan pajak yang dikenakan atas objek pajak bumi dan bangunan yang diatur berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1994 tentang Pajak Bumi dan Bangunan. Permasalahan yang dihadapi adalah kepatuhan wajib pajak yang masih rendah untuk membayar pajak. Persoalan kepatuhan yang rendah berhasil diselesaikan oleh Pemerintah Desa Kedunggede melalui program tabungan lebaran. Peneliti bermaksud mengakaji bagaimana efektivitas pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Desa Kedunggede. Penelitian ini menggunakan pendekatan efektivitas program yang diungkapkan oleh Budiani yang meliputi empat aspek yaitu: Ketepatan sasaran yang terdiri dari ketepatan kriteria wajib pajak dan ketepatan jumlah SPPT. Sosialisasi program yang terdiri dari bentuk, media, intensitas, tujuan dan manfaat sosialisasi. Tujuan program yang terdiri dari ketepatan waktu pembayaran dan realisasi target Pajak Bumi dan Bangunan. Pemantauan program yang terdiri dari pihak pengawas, mekanisme pengawasan dan intensitas pengawasan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Sasaran penelitian adalah Pemerintah Desa dan wajib pajak yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan melalui program tabungan lebaran telah berjalan efektif. Pemerintah Desa melaksanakan pemungutan pajak sesuai dengan kriteria yang ada di peraturan. Frekuensi sosialisasi yang dilaksanakan sangat intensif secara langsung maupun melalui media. Pada tahun 2019 Pemerintah Desa Kedunggede berhasil melakukan pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan tepat waktu dengan capaian 100 persen SPPT yang berjumlah 2.275 lembar berhasil dipungut dan menghasilkan pajak Rp 89.229.514,00. Pemantauan yang dilakukan oleh Pemerintah Desa berlangsung intensif dengan cara saling berkoordinasi antar perangkat desa. Adapun kendala yang dihadapi adalah lokasi tempat tinggal wajib pajak yang berada di luar desa. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Desa Kedunggede telah berjalan efektif. Peneliti menemukan program tabungan, kegiatan sosialisasi, pengawasan dan pemberian penghargaan yang dilaksanakan Pemerintah Desa menjadi faktor pendorong efektivitas pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan di Desa Kedunggede. | The tax sector which is a potential income factor and contributes greatly to regional income is the Property Tax. Property Tax is a tax imposed on land and building tax objects which are regulated by Undang-Undang Number 12 of 1994 concerning Property Tax. The problem faced is that taxpayer compliance is still low to pay taxes. The low compliance issue was successfully resolved by the Kedunggede Village Government through the Lebaran savings program. The researcher intends to examine how the effectiveness of Property Tax collection is carried out by the Kedunggede Village Government. This study uses a program effectiveness approach revealed by Budiani which includes four aspects: The accuracy of the target consisting of the accuracy of the criteria for taxpayers and the accuracy of the number of SPPTs. Program socialization consisting of forms, media, intensity, goals and benefits of socialization. The program's objectives consist of the timeliness of payments and the realization of targets for Property Tax. Monitoring programs consisting of supervisors, monitoring mechanisms and intensity of supervision. The research method used is descriptive qualitative. The research target were the Village Government and taxpayers selected using purposive sampling and snowball sampling techniques. Data is collected through interviews, observation and documentation. Data analysis uses an interactive analysis model. The results of the study show that the collection of Property Tax through the Lebaran savings program has been effective. The Village Government conducts tax collection in accordance with the criteria in the regulations. The frequency of socialization carried out was very intensive directly or through the media. In 2019 the Kedunggede Village Government succeeded in repaying Property Tax on time with the achievement of 100 percent SPPT amounting to 2,275 successfully collected and resulting in a tax of Rp 89,229,514.00. Monitoring carried out by the Village Government took place intensively by coordinating with each other between village officials. The constraints faced are the location of the taxpayer's residence outside the village. The conclusion in this study is that the collection of Property Taxes implemented by the Kedunggede Village Government has been effective. The researcher found that the savings program, socialization activities, supervision and awards given by the Village Government were the driving factors for the effectiveness of the collection of Property Taxes in Kedunggede Village. | |
| 18894 | 22193 | H1C014061 | ANALISIS UNJUK KERJA INVERTER LIMA TINGKAT DENGAN TEKNIK MODULASI SINYAL PEMBAWA TERGESER FASA | Inverter merupakan rangkaian yang berfungsi mengubah tegangan searah (DC) menjadi tegangan bolak-balik (AC). Sebuah inverter dikatakan bersifat ideal apabila tegangan AC yang keluar dari inverter berbentuk gelombang sinusoidal murni. Namun dalam proses konversi menjadi tegangan dan arus bolak-balik, sering kali terjadi gangguan sehingga tegangan dan arus yang dihasilkan oleh inverter tidak optimal karena pengaruh Total Harmonic Distortion (THD). Selain itu penggunaan dead time pada sinyal penyakelaran inverter juga menimbulkan distorsi gelombang pada frekuensi rendah. Five level voltage inverter ialah topologi inverter dengan sinyal tegangan keluaran berbentuk lima tingkat. Topologi ini dapat menekan nilai distorsi harmonik menjadi lebih rendah. Salah satu metode PWM untuk multilevel inverter ialah teknik modulasi PWM sinyal pembawa tergeser fasa. Selain itu penggunaan metode dead time compensation berfungsi untuk meminimalisir distorsi gelombang keluaran beban akibat pengguanaan dead time (dead time effect). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan software PSIM dan Pengujian prototipe. Penelitian ini menganalisa hasil simulasi dan percobaan prototipe terhadap unjuk kerja dari setiap rangkaian penyusun inverter tegangan lima tingkat dengan teknik modulasi sinyal pembawa tergerser fasa. Selain itu juga dilakukan analisa pengaruh perubahan indeks modulasi dan penggunaan metode dead time compenation. Hasil pengujian menunjukkan topologi inverter lima tingkat dengan teknik modulasi sinyal pembawa tergeser fasa mampu menghasilkan tegangan keluaran lima level kondisi +V, +1/2V, 0, -1/2V, dan –V. Ketika inverter diberi filter pasif dan beban maka gelombang keluran telah berbentuk AC dengan frekuensi ±50 Hz dan amplitudo mendekati tegangan sumber. Penggunaan dead time compensation 7% dan indeks modulasi 0,95 dapat menurunkan THD arus dan meningkatkan effisiensi tegangan maupun arus keluaran inverter. Sehingga teknik modulasi PWM yang dibangun dapat meningkatkan kualitas keluaran inverter. | Inverter is a circuit that serves to change the voltage directing current (DC) to the voltage alternating current (AC). An inverter is said to be ideal when the AC voltage coming out of the inverter is a pure sinusoidal wave. But in the process of converting to voltage and alternating current, there is often interference so that the voltage and current generated by the inverter is not optimal because of the influence of Total Harmonic Distortion (THD). In addition, the use of dead time in the inverter switching signal also causes waveform distortion at low frequencies. Five level voltage inverter is the inverter topology with output voltage signal in the form of five levels. This topology can suppress the harmonic distortion value becomes lower. One of the PWM methods for multilevel inverters is the PWM modulation technique of phase shifted carrier signals. In addition, the use of dead time compensation method serves to minimize the distortion of the load output wave due to the use of dead time (dead time effect). This research uses experimental method with PSIM software and prototype testing. This study analyzes the simulation results and prototype experiments on the performance of each series of five-tier voltage inverter compilers with the carrier signal-sliding modulation technique. It also analyzed the effect of modulation index change and the use of dead time compenation method. The test results showed a five-level inverter topology with a phase shifted signal-shifting modulation technique capable of producing a five-level output voltage of + V, + 1 / 2V, 0, -1 / 2V, and -V. When the inverter is given a passive filter and the load then the waveform has been shaped AC with frequency ± 50 Hz and amplitude approaching source voltage. The use of dead time compensation of 7% and the modulation index of 0.95 can decrease the current THD and increase the efficiency of the inverter voltage and current output. So that PWM modulation technique built can improve the quality of inverter output. | |
| 18895 | 22226 | F1I014024 | Pengaruh Keanggotaan Sementara Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) terhadap Keputusan Bank Dunia dalam Memberikan Proyek Bantuan Tahun 2011-2016 | Munculnya Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) dan Bank Dunia masing-masing dilatarbelakangi oleh bencana perang pada abad ke-20. Namun begitu, keduanya memiliki ranah yang berbeda, DK PBB mengurusi keamanan dan perdamian internasional, sedangkan Bank Dunia terkait pembanguanan ekonomi di suatu negara. Dalam penelitian Axel Dreher, Jan-Egbert Sturm, dan James Raymond Vreeland dalam Journal of Development Economics 88(1):1–18 dengan judul "Development Aid and International Politics: Does Membership on the UN Security Council Influence World Bank Decisions?", dijelaskan bahwa antara keanggotaan sementara suatu negara (1970-2004) dalam DK PBB dengan keputusan Bank Dunia terdapat suatu hubungan. Padahal idealnya, keduanya tidaklah saling mempengaruhi satu sama lain. Dalam penelitiannya, Dreher, Sturm, dan Vreeland (2009) menemukan bahwa keanggotaan sementara suatu negara dalam DK PBB cenderung untuk meningkatkan jumlah proyek bantuan Bank Dunia yang diberikan kepada negara-negara tersebut. Menggunakan pandangan realisme, khususnya realisme motif strategis (realism strategic motive) peneliti berusaha menguji kembali penelitian mereka pada periode 2011 hingga 2016. Apakah pada periode tersebut keanggotaan suatu negara dalam DK PBB cenderung meningkatkan nilai bantuan yang diberika oleh Bank Dunia kepada negara-negara anggota sementara tersebut. Mengkombinasikan metode kuantitatif dan kualitatif diharapkan bisa lebih koprehensif untuk menjawab pertanyaan penelitian dalam penelitian ini. | The emergence of the United Nations Security Council (UNSC) and the World Bank were each motivated by the disasters of war in the 20th century. However, they have different spheres, the UN Security Council deals with international security and peace, while the World Bank deals with economic development in a country. In the research of Axel Dreher, Jan-Egbert Sturm, and James Raymond Vreeland in the Journal of Development Economics 88 (1): 1-18 with the title "Development Aid and International Politics: Does Membership on the UN Security Council Influence the World Bank Decisions?" explained that between the temporary membership of a country (1970-2004) in the UNSC with the World Bank's decision there was a relationship. Though ideally, they do not influence each other. In that research, Dreher, Sturm, and Vreeland (2009) found that temporary membership of a country within the UNSC tends to increase the number of World Bank aid projects provided to these countries. Using the view of realism, especially the realism strategic motive, researchers try to reexamine their research in the period 2011 to 2016. Whether in that period the membership of a country in the UN Security Council tends to increase the value of assistance provided by the World Bank to temporary member countries that. Combining quantitative and qualitative methods are expected to be more comprehensive to answer research questions in this study. | |
| 18896 | 22227 | D1E012278 | PENGGUNAAN TEPUNG DAUN PEPAYA DALAM PAKAN TERHADAP FEED CONVERTION RATIO DAN INCOME OVER FEED COST AYAM KAMPUNG SUPER FINISHER | Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 10 Agustus sampai 10 September 2017 di Desa Purwodadi Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas. Peubah yang diamati yaitu Feed Convertion Ratio dan Income Over Feed Cost. Tujuan penelitian adalah mengkaji pengaruh level pemberian tepung daun pepaya dalam pakan terhadap Feed Convertion Ratio dan Income Over Feed Cost ayam kampung super dan mengetahui level yang optimal pemberian tepung daun pepaya dalam pakan terhadap (FCR) dan (IOFC) ayam kampung super. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimetal dan rancangan yang digunakan adalah RAL (Rancangan Acak Lengkap ).Data yang diperoleh dianalisis dengan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa R3 memiliki rataan IOFC terendah yaitu 7844,6 ± 2.588,2 diikuti dengan R2 sebesar 8980,0 ± 1.913,1 dan yang tertinggi yaitu R1 sebesar 12.822,0 ± 2.606,6 dan diikuti R0 11.814 ± 3.346,3 . Hasil analisis Uji Beda Nyata jujur menunjukkan penggunaan tepung daun pepaya (R0) dan (R2) berbeda nyata (P<0,05) dengan (R1 dan R3). Penggunaan tepung daun pepaya (R1) tidak berbeda nyata (P>0,05) dengan penggunaan tepung daun pepaya (R3). Kata kunci: Tepung Daun Pepaya, Ayam Kampung Super Finisher, Feed Convertion Ratio, Income Over Feed Cost | The study was conducted from 10th of August to 10th of September 2017 in Purwodadi Village, Kembaran Sub-district, Banyumas District. The observed variables were Feed Convertion Ratio and Income Over Feed Cost. The aim of this research was to study the effect of papaya meal feeding level in feed on Feed Convertion Ratio and Income Over Feed Cost of super chicken and to know the optimal level of papaya leaf meal in feed (FCR) and (IOFC). Reseach method used was experimental and the design used was CRD ( Completely Randomized Design) The data obtained were analyzed with the Honestly Different Test (HSD). The results showed that R3 had the lowest average of IOFC, 7,844.6 ± 2,588.2 followed by R2, equald to 8,980.0 ± 1,913.1 and the highest was R1, equald to 12,822.0 ± 2,606.6 and followed by R0, 11,814 ± 3,346.3. The results of the significant difference analysis showed that the use of papaya meal (R0) and (R2) was significantly different (P<0.05) to (R1 and R3). the use of papaya meal (R1) was not significantly different (P> 0.05) to the use of papaya meal (R3) Key words: Papaya meal, Super Finisher Chicken, Feed Convertion Ratio, Income Over Feed Cost | |
| 18897 | 22228 | C1A014059 | ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENANAMAN MODAL DALAM NEGERI DI JAWA TENGAH TAHUN 2000-2016 | Penelitian ini berjudul “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penanaman Modal Dalam Negeri di Jawa Tengah Tahun 2000-2016”. Upaya pembangunan di berbagai sektor perekonomian membutuhkan dana yang besar, tetapi kemampuan pemerintah dalam menyediakan dana tersebut terbatas karena penerimaan pemerintah juga terbatas. Oleh karena itu salah satu kebijakan pemerintah adalah melakukan usaha-usaha agar memperoleh dana pembangunan yaitu melalui investasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi, tingkat pengangguran terbuka, pengeluaran pemerintah dan suku bunga kredit investasi terhadap penanaman modal dalam negeri (PMDN) di Jawa Tengah serta variabel mana yang paling berpengaruh. Penelitian ini menggunakan metode regresi linier berganda dengan menggunakan data sekunder. Hasil penelitia ini adalah variabel pertumbuhan ekonomi, pengeluara pemerintah dan suku bunga kredit investasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap PMDN, variabel tingkat inflasi dan tingkat pengangguran terbuka berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap PMDN di Jawa Tengah. Variabel yang paling berpengaruh terhadap PMDN di Jawa Tengah adalah pengeluaran pemerintah. Implikasi dari penelitian ini adalah pemerintah perlu meningkatkan lagi alokasinya terutama untuk pembiayaan pembangunan di sektor-sektor yang mempunyai dampak multiplier yang besar terhadap investasi seperti perbaikan dan penambahasan sarana dan prasarana serta perbaikan infrastruktur seperti transportasi, komunikasi dan energi. | The tittle of this research is “The Analysis of The Factors That Influence The Domestic Capital Investment in Central Java Period 2000-2016”. The effort of development on each one of the economic sectors needs enormous funding. But the ability of the goverment to provide those fundings is limted because the goverment revenue is also limited. Therefore, one of the goverment poicies is to make several efforts to get the development fundings which is trough investation. This research has the purpose to find out the influence of economic growth, inflation rate, open unemployment rate, government expenditure, and investation credit interest rate against the domestic capital investment in Central Java and also which variables influence the most. This research use multiple linear regression method using secondary data. The analysis method which is used is multiple linear regression with classical assumption test, and beta coefficient test. The result of this researh are the economic growth, goverment expenditure and investation credit interest rate have a positive and significant effect against the domestic capital investment, and the inflation and open unemployment rate have a negative and unsignificant effect against the domestic capital investment. is the most influencing factor against the domestic capital investment in Central Java is goverment expenditure. The implication of of this research is the goverment should increase the alocation especially to funding the development in sectors that has multiplier effect to investment such as upgrading and increasing tools and infrastructure also repairing the infrastructure such as the transportations, comunications and energy. | |
| 18898 | 22229 | A1M014045 | PENGARUH SUBTITUSI TEPUNG PISANG TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK, KIMIA, DAN SENSORI COOKIES | Pisang yang banyak tumbuh di daerah Banjarnegara antara lain adalah pisang Raja Lawe dan pisang Raja Labu. Salah satu upaya dalam pemanfaatan buah pisang yang melimpah adalah pembuatan tepung pisang yang kemudian diolah menjadi Cookies tepung pisang. Produk cookies dipilih sebagai produk olahan tepung pisang karena cookies memiliki umur simpan yang cukup lama. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui pengaruh varietas pisang terhadap karakteristik cookies; 2) Mengetahui pengaruh varietas pisang dan tepung terigu terhadap karakteristik cookies; dan 3) Mengetahui kombinasi perlakuan terbaik antara varietas pisang dengan proporsi tepung pisang dan tepung terigu terhadap karakteristik fisik, kimia, dan sensori cookies yang dihasilkan.. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor yang diteliti yaitu varietas pisang terdiri atas tepung pisang Raja Lawe dan tepung pisang Raja Labu; serta proporsi tepung pisang : terigu terdiri atas 20:80%, 40:60%, 60:40%, 80:20%, dan 100:0%. Variabel yang diamati terdiri dari variabel fisik dan kimia meliputi daya kembang, kekerasan, kadar air dan kadar abu. Variabel sensori terdiri dari warna, aroma pisang, tekstur, dan rasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung pisang Raja Lawe menghasilkan cookies dengan skor warna, dan tekstur yang lebih tinggi, tetapi skor aroma pisang yang lebih rendah dibandingkan cookies dengan tepung pisang Raja Labu. Semakin tinggi proporsi tepung pisang akan meningkatkan kadar abu, skor tekstur, dan skor aroma, tetapi menurunkan skor warna cookies tepung pisang. Kombinasi perlakuan terbaik berdasarkan uji indeks efektivitas yaitu cookies tepung pisang Raja Lawe pada proporsi tepung pisang : terigu = 40:60% dan cookies tepung pisang Raja Labu pada proporsi tepung pisang : terigu = 80:20%. | Bananas that grow a lot in Banjarnegara area are Pisang Raja Lawe and Pisang Raja Labu. One of the utilization of banana is the making of banana flour which is then processed into Cookies. Cookies are selected as processed products of banana flour because cookies have a long shelf life. The purposes of this research are to 1) Effect of banana varieties on the characteristics of cookies; 2) Effect of proportion of banana flour and wheat flour on the characteristics of cookies; and 3) The best treatment combination between varieties of bananas with the proportion of banana flour and wheat flour on the physical, chemical, and sensory characteristics of cookies. This research uses Completely Randomized Design (CRD). Factors studied were varieties of bananas consisting of Raja Lawe banana flour and Raja Labu banana flour; proportion of banana flour: wheat flour consisting of 20:80%, 40:60%, 60:40%, 80:20%, and 100: 0%, arranged in factorials with 3 replicates and there is a control treatment (100% wheat flour) in each replication. The observed variables consisted of physical and chemical variables including swelling potential, moisture content, ash content and coarse fiber content. Sensory variables consist of color, banana scent, texture, and taste. The results showed that Raja Lawe banana flour produces cookies with hinger score in color score, and texture score, but lower score in banana scent than cookies with Raja Labu banana flour. The higher the proportion of banana flour will increase the ash content, texture score, and aroma score, but decrease the color score of banana flour cookies. The best treatment combinations based on the effectiveness index test are Raja Lawe banana flour on the proportion of banana flour: wheat flour = 40: 60% and Raja Labu Banana flour in the proportion of banana flour: wheat flour = 80: 20%. | |
| 18899 | 22230 | F1F013074 | A Semiotic Analysis of Longing Feeling in Mansyur’s Poetry Book, There Is No New York Today | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanda-tanda yang ditemukan pada buku There is No New York Today karya M. Aan Mansyur dan menjelaskan jenis-jenis perasaan rindu yang tercermin dari tanda-tanda tersebut. Bidang penelitian ini adalah semiotika yang merupakan kajian tentang sistem tanda untuk mengetahui bagaimana tanda-tanda berhubungan satu sama lain dalam merepresentasikan makna tertentu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dalam menganalisis data penelitian, yaitu 68 tanda yang terdiri dari kata, frasa, klausa, dan kalimat yang mencerminkan perasaan rindu pada 31 puisi. Hasil dari penelitian ini adalah pertama, tanda-tanda yang ditemukan dan digunakan untuk menggambarkan perasaan rindu adalah 68 tanda dari 31 puisi yang terdiri dari 13 kata, 14 frasa, 25 klausa, dan 16 kalimat. Tanda-tanda itu dapat diketahui melalui proses semiosis Pierce yang terdiri atas representamen, object, dan proses semiosis yang membuat sebuah hubungan kausal. Selanjutnya, hubungan kausal dari proses semiosis menciptakan sebuah makna baru dari tanda berdasarkan konteks puisi yang disebut interpretant. Selain itu, tanda-tanda tersebut kebanyakan digambarkan melalui citraan visual. Kedua, data menunjukkan bahwa Mansyur menggambarkan Rangga melalui perasaan kerinduannya ke dalam 31 unrealizable personal utopia, 40 feeling incompleteness, 56 symbolic richness, 40 ambivalent emotion, 5 tritime focus, dan 4 reflective and evaluative process. Jenis kerinduan yang paling dominan ditunjukkan adalah symbolic richness karena berdasarkan konteks, Mansyur menggambarkan Rangga sebagai seorang lelaki introvert yang cenderung mengekspresikan perasaan terpendamnya atau perasaan rindunya kepada Cinta, keluarganya, impiannya, dan tujuannya melalui puisi. Hal ini kaya makna simbolis yang mewakili kenangan, motif, dan kebutuhan yang penting. Selain itu, jenis-jenis perasaan rindu tersebut tidak hanya menunjukkan tentang kerinduan terhadap sesuatu atau seseorang, perasaan-perasaan rindu tersebut juga menunjukan tentang hasrat hidup yang sempurna dan emosi ambivalen ketika menginginkan hidup yang sempurna. | This research aims to find out the signs found in Mansyur’s There Is No New York Today and to explain kinds of longing feelings reflected by those signs. The field of this research is semiotics which is the study of sign system to know how the signs are correlated each other in revealing certain meaning. This research uses descriptive qualitative method in analyzing the data of the research which are 68 signs through words, phrases, clauses, and sentences which reflected the longing feelings in 31 poems. The result of this research are first, the signs found that used to describe longing feeling are 68 signs from 31 poems which consist of 13 words, 14 phrases, 25 clauses, and 16 sentences. Those signs can be known through Pierce’s semiosis process in which the representamen and the object of the semiosis process make a causal relation. Furthermore, the causal relation from the semiosis process creates a new meaning from the sign based on the context of the poem. It is called interpretant. Moreover, those signs are mostly describe through the visual imagery. Second, the data show that Mansyur depicts Rangga through his longing feelings which are realized into 31 unrealizable personal utopia, 40 feeling incompleteness, 56 symbolic richness, 40 ambivalent emotion, 5 tritime focus, and 4 reflective and evaluative process. Symbolic richness is mostly shown because based on the context Mansyur depicts Rangga as introverted man who tends to express his pent-up feeling or his longing feeling to Cinta, his family, his dreams, and his goals through the poems. It is rich in symbolic meaning that represents important memories, motives, and needs. Moreover, those kinds of longing feelings do not only show about missing someone or something, those are also about desire of perfect life and ambivalent emotion that appears when someone desires about the perfect life. | |
| 18900 | 22231 | A1M014026 | APLIKASI EDIBLE COATING ANTIMIKROBA KONSENTRAT BUNGA DAN BUAH KECOMBRANG UNTUK MENEKAN PERTUMBUHAN MIKROBA SOSIS IKAN GURAMI SELAMA PENYIMPANAN | Tanaman kecombrang (Nicolaia speciosa) memiliki kandungan bioaktif yang dapat dimanfaatkan sebagai pengawet alami pada produk pangan. Salah satunya yakni diaplikasikan dalam bentuk edible coating pada sosis ikan gurami yang bersifat perishable food. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh jenis konsentrat bunga dan buah kecombrang terhadap variabel mikrobiologis sosis ikan gurami selama penyimpanan; 2) mengetahui konsentrasi penambahan konsentrat bunga dan buah kecombrang terhadap variabel mikrobiologis sosis ikan gurami selama penyimpanan. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor yang diteliti yaitu jenis konsentrat kecombrang terdiri atas konsentrat bunga dan konsentrat buah serta konsentrasi penambahan konsentrat terdiri dari 4 taraf (1%; 2%; 3%; 4%). Penelitian ini dilakukan dengan pengamatan selama 8 hari dalam penyimpanan refrigerator (±4°C). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah aktivitas antimikroba edible coating konsentrat bunga dan buah kecombrang, analisis mikrobiologi meliputi total mikroba, total bakteri dan total kapang dan khamir pada sosis ikan gurami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi edible coating dengan konsentrat bunga kecombrang memiliki daya hambat yang lebih tinggi terhadap total mikroba dan total kapang dan khamir yaitu 5,26 log CFU/g dan 4,50 log CFU/g pada sosis ikan gurami. Sementara aplikasi edible coating dengan konsentrat buah kecombrang pada sosis ikan gurami memiliki daya hambat yang lebih besar terhadap total bakteri yaitu 5,24 log CFU/g. Seiring dengan meningkatnya konsentrasi penambahan konsentrat, penambahan konsentrat sebesar 4% ke dalam edible coating menunjukkan makin besar kemampuan menghambat pertumbuhan mikroba. Nilai rata-rata total mikroba, bakteri dan kapang dan khamir dengan penambahan konsentrat sebesar 4% berturut-turut yaitu 5,20, 5,19, 4,44 log CFU/g. Diameter zona hambat terbesar diperoleh pada perlakuan bunga kecombrang konsentrasi 4% dari keempat jenis bakteri uji Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, Staphillococcus aureus dan Bacillus cereus yaitu 9,80 mm; 9,07 mm; 7,06 mm; 1,33 mm. | The plant kecombrang (Nicolaia speciosa) has a bioactive content that can be utilized as a natural preservative in food products. One of them is applied in the form of an edible coating on gouramy sausage that is perishable food. This study aims to: 1) determine the influence of the type of concentrate flower and fruit kecombrang to microbiological variables gouramy sausage during storage; 2) to know the concentration of concentrate addition of flowers and fruit kecombrang to microbiological variable of gouramy sausage during storage. The experimental design used in this study was Completely Randomized Design (RAL). The factors studied were type of concentrate consists of flower and fruit kecombrang and concentrate addition consisted of 4 levels (1%, 2%, 3%, 4%). This study was conducted with observations for 8 days in refrigerator storage (± 4 ° C). The variables observed in this study were the antimicrobial activity of edible coating of concentrate flower and fruit kecombrang, microbiological analysis including total microbial, total bacteria and total mold/yeast in gouramy sausage. The results showed that the application of edible coating with kecombrang flower concentrate had a higher inhibitory effect on total microbial and total mold and yeast which was 5.26 log CFU / g and 4.50 log CFU / g in gouramy sausages. While the application of edible coating with kecombrang fruit concentrate in gouramy sausage has a greater inhibitory effect on total bacteria, which is 5.24 log CFU / g. As the concentration of concentrate addition increases, the addition of 4% concentrate to edible coatings indicates a greater ability to inhibit microbial growth. The mean total values of microbes, bacteria and molds and yeasts with the addition of concentrates were 4%, respectively 5.20, 5.19, 4.44 log CFU / g. The diameter of the largest inhibitory zone obtained in the treatment of kecombrang flower concentration of 4% of the four test species Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus aureus and Bacillus cereus which is 9.80 mm; 9.07 mm; 7.06 mm; 1.33 mm. |