Artikelilmiahs

Menampilkan 18.801-18.820 dari 50.060 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1880122123B1J014017Verifikasi Genetik Jenis Kelamin Nepenthes adrianii Koleksi Kebun Raya BaturradenNepenthes adrianii merupakan spesies kantung semar yang tumbuh endemik di kawasan Gunung Slamet, Jawa Tengah. Saat ini spesies tersebut menjadi salah satu koleksi tanaman kantung semar di Kebun Raya Baturraden. Oleh karena N. adrianii merupakan tumbuhan berumah dua dan secara morfologi kedua jenis kelamin tanaman ini sulit dibedakan, maka perlu dikembangkan metode deteksi dini jenis kelamin untuk mendukung upaya konservasi N. adrianii di Kebun Raya Baturraden. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah menggunakan marka molekuler RAPD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan pola RAPD antara N. adrianii jantan dan betina serta mengetahui bagaimana perbedaan tersebut.
DNA genom diekstraksi dari 4 sampel daun N. adrianii jantan, 2 sampel N. adrianii betina, dan 2 sampel daun N. adrianii yang belum diketahui jenis kelaminnya. DNA hasil ekstraksi kemudian digunakan untuk analisis variasi susunan basa DNA N. adrianii jantan dan betina dengan teknik RAPD. Sebanyak 5 macam primer (OPA-15, OPK-16, OPP-15, OPP-08, dan OPO-08) digunakan untuk amplifikasi DNA N. adrianii.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa satu primer, yaitu OPK-16 (dengan sekuen 5’-GAGCGTCGAA-3’), menghasilkan fragmen DNA 290 bp yang spesifik pada N. adrianii betina. Diperkirakan bahwa fragmen DNA 290 bp hasil amplifikasi dengan primer OPK-16 terkait dengan gen-gen penentu jenis kelamin N. adrianii. Penanda RAPD tersebut dapat digunakan untuk penentuan jenis kelamin N. adrianii pada fase bibit.
Nepenthes adrianii is one of pitcher plant species that grows endemically in Mount Slamet, Central Java. At present it is one of pitcher plant collections of Baturraden Botanical Garden. Since N. adrianii is diocecious and both sexes are difficult to distinguish morphologically, then early sex determination supporting conservation of N. adrianii at Baturraden Botanical Garden is needed. One approach that can be performed is by the use of RAPD molecular markers. The aims of this study are to know whether differences in RAPD pattern between male and female N. adrianii exist or not and also to find out how the differences are. Genomic DNAs were extracted from 4 male N. adrianii leaves, 2 female N. adrianii leaves, and 2 unidentified N. adrianii leaves. The extracted DNA were then used to analyze DNA variation between male and female N. adrianii employing RAPD technique. As many as 5 oligonucleotide primers (OPA-15, OPK-16, OPP-15, OPP-08, and OPO-08) were used to amplify N. adrianii DNA. The results show that one primer, i.e. OPK-16, (5’-GAGCGTCGAA-3’) produces a specific band of approximately 290 bp which is only found in female plants. It isasumed that this band is related to gene(s) controlling sex determination in N. adrianii. The RAPD marker can be used for sex determination of young N. adrianii seedlings.
1880222088C1A012009ANALISIS TINGKAT KESEJAHTERAAN KELUARGA PENGRAJIN GENTENG DI KECAMATAN PEJAGOAN KABUPATEN KEBUMENPenelitian ini merupakan penelitian data primer pada pengrajin genteng sokka yang berada di Kecamatan Pejagoan. Penelitian Mengambil judul "Analisis Tingkat Kesejahteraan Keluarga Pengrajin di Kecamatan Pejagoan Kabupaten Kebumen ".Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapatan keluarga pengrajin genteng sokka di Kecamatan Pejagoan Kabupaten Kebumen apakah sudah memenuhi kriteria indikator kesejahteraan yang dilihat dari standar Kebutuhan Hidup Layak (KHL) Kabupaten Kebumen tahun 2016 atau belum memenuhi kriteria standar Kebutuhan Hidup Layak (KHL) dan garis kemiskinan.
Populasi dalam penelitian ini adalah semua pengrajin genteng yang ada di Kecamatan Pejagoan. Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 95 responden. Berdasarkan hasil penelitian menggunakan indikator kesejahteraan yang dihitung menggunakan tabulasi. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, Rata-rata upah pengrajin adalah Rp 703.158/bulan, sebagian besar pengrajin menerima upah rata-rata sebesar Rp 687.662 sebanyak 77 orang atau sebesar 81,1 persen. Rata-rata pendapatan keluarga adalah Rp 1.080.526/bulan, sebagian besar rata-rata pendapatan keluarga pengrajin Rp858.088 sebanyak 68 orang atau 72 persen. Rata-rata pendapatan total keluarga pengrajin adalah Rp 1.777.368/bulan, sebanyak 67 orang atau sebesar 70,5 persen memiliki rata-rata pendapatan total sebesar Rp1.550.746. Rata-rata pendapatan perkapita pengrajin adalah Rp 475.781/bulan, sebanyak 60 orang atau sebesar 63,2persen memiliki rata-rata pendapatan total sebesar Rp367.542. Sebanyak 95 responden belum memenuhi tingkat kesejahteraan yang diukur dengan KHL karena besaran rata-rata pendapatan perkapita keluarga pengrajin yaitu Rp 475.781 berada dibawah nilai KHL Kabupaten Kebumen. Sebanyak 77 orang atau sebesar 81,1 persen berada diatas garis kemiskinan yang artinya tidak termasuk keluarga miskin dengan rata-rata pendapatan perkapita sebesar Rp520.530.
Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu (1)Memberikan inovasi-inovasi agar para pekerja yang berkategori umur dewasa muda tertarik untuk menggeluti sebagai pengraji genteng berbahan tanah liat dan melestarikan usaha produk unggulan Kabupaten Kebumen. (2)Diperlukannya campur tangan pemerintah Kebumen agar dapat memperluas pasar penjualan genteng sokka dan pembaruan alat produksi genteng sehingga mampu menghasilkan genteng dalam jumlah yang banyak dari sebelumnya. (3)Diperlukannya pelatihan-pelatihan agar para pengrajin yang memiliki pengalaman dengan kategori rendah bisa menghasilkan genteng secara efektif dan efisien.
This research is a primary research on sokka tile craftsmen located in District Pejagoan. Research Mastering the title "Analysis of Welfare Level of Craftsman Family in Kecamatan Pejagoan Kebumen". The purpose of this research is to know the income of family of sokka tile craftsmen in Pejagoan Sub-district of Kebumen Regency whether there is already meet the criteria above. year 2016 or not yet meet the criteria of Decent Living (KHL) and texture of poverty.
Population in this research is all tile craftsmen in Sub Pejagoan. The number of samples taken in this study were 95 respondents. Based on the results of research using welfare indicators calculated using tabulation. From the results of research that has been done, the average wage of craftsmen is Rp 703.158 / month, most craftsmen receive an average wage of Rp 687,662 as much as 77 people or 81.1 percent. The average family income is Rp 1,080,526 / month, most of the average family income of craftsmen Rp858.088 of 68 people or 72 percent. The average total income of the families of craftsmen is Rp 1,777,368 / month, 67 people or 70.5 percent have an average total income of Rp1,550,746. Average per capita income of craftsmen is Rp 475,781 / month, as many as 60 people or 63.2 percent have an average total income of Rp367,542. A total of 95 respondents have not met the level of welfare as measured by KHL because the average amount of income per capita family of craftsmen is Rp 475,781 is below the KHL value Kebumen regency. As many as 77 people or 81.1 percent are above the poverty line which means not including poor families with an average per capita income of Rp520,530.
The implications of the above conclusions are: (1) Providing innovations so that the workers who categorized the age of young adults are interested to cultivate as a clay tile clerk and preserve the superior product business of Kebumen Regency. (2) The need of Kebumen government intervention in order to expand the market of sokka tile sales and renewal of production equipment tile so as to produce a lot of tile than before. (3) Training is required for craftsmen with low-grade experience to produce tiles effectively and efficiently.
1880322124F1F013014A SEMIOTIC ANALYSIS OF WEBCOMIC IN NORRIS’ HOW TO LOVEPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tanda-tanda yang ditemukan dalam komik digital How To Love karya Alex Norris dan menjelaskan jenis-jenis perasaan (feeling) yang digambarkan oleh tanda-tanda tersebut. Bidang penelitian ini adalah semiotika yang merupakan kajian tentang sistem tanda untuk mengetahui bagaimana tanda-tanda berhubungan satu sama lain dalam merepresentasikan makna tertentu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisis data yang terdiri dari 12 gambar dari 12 bab. Hasil dari penelitian ini adalah; pertama, setiap gambar terdiri dari tanda-tanda yaitu ikon, indeks, dan simbol. Ikon mencakup semua benda dalam gambar yang merupakan replikasi, imitasi, kemiripan, atau tiruan dari objek nyatanya. Indeks terdiri dari semua tanda baik dalam bentuk gambar, kata, frasa, atau kalimat dalam gambar yang menunjukkan hubungan sebab akibat. Simbol mencakup semua tanda yang memiliki makna tertentu saat dikaitkan dengan konteks pada gambar. Kedua, tanda yang ada dalam gambar merepresentasikan 6 kelompok perasaan (feeling) yaitu caring (kepedulian), self-confident (kepercayaan diri), excited (kegembiraan), sociable (keramah-tamahan), sad (sedih), dan inadequate (kekurangan). Kelompok perasaan (feeling) yang paling banyak digambarkan oleh tanda tersebut adalah caring (kepedulian). Hal ini menunjukkan komik digital sebagai sebuah media yang berpusat disekitar cinta sesuai dengan judul dari komik digital tersebut. Selebihnya, komik digital tersebut berfokus kepada perasaan affectionate (kasih sayang) dan passionate (bergairah) yang menunjukkan kepada pembaca berbagai permasalahan dan kejadian yang berkaitan dengan romantic love (cinta yang romantis).
This research is aimed at identifying the signs and color found in Norris’ How to love and explaining kinds of feeling reflected by those signs. The field of this research is semiotics which is the study of sign system to know how the signs are correlated each other in revealing certain meaning. This research uses descriptive qualitative method to analyze the data consisting of 12 pictures from 12 chapters in How to Love webcomic. The results of this research are: First, each picture contains iconic, indexical, and symbolic signs. The iconic signs consist of all the things in the pictures that are the replication, the imitation, the resemblance, or the simulation of the real object. The indexical signs consist of the signs either in the forms of picture, word, phrase, or sentence in the pictures which show causal relation. The symbolic signs consist of the signs that create particular meaning when they are connected to the context of the picture. Second, the signs in the pictures only expose 6 level clusters of feeling which are caring, self-confident, excited, sociable, sad, and inadequate. The level cluster that is mostly shown by the signs is the level cluster of caring. It represents the webcomic as a media centered around love as per the title of the webcomic. Moreover, the webcomic focuses on affectionate and passionate feelings to show the readers of any problems and occurrence related to romantic relationship.
1880422125F1F013033AN ANALYSIS OF ECHOIC ONOMATOPOEIAS FOUND IN THE POWERPUFF GIRLS COMIC: MEET THE MICRO PUFFSPenelitian yang berjudul “An Analysis of Echoic Onomatopoeias Found in the Powerpuff Girls Comic: Meet the Micro Puffs“ bertujuan untuk: (1) mengetahui makna leksikal dan kontekstual onomatopoeia echoic, dan (2) mengetahui fungsi onomatopoeia echoic pada komik The Powerpuff Girls: Meet the Micro Puffs. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data pada penelitian ini adalah komik The Powerpuff Girls: Meet the Micro Puffs dan data yang digunakan adalah semua onomatopoeia echoic pada komik tersebut. Hasil dari penelitian ini adalah: Pertama, berdasarkan tipe makna kontekstual yaitu suara lingkungan (2 data), suara benda (2 data), suara aksi berkelahi (7 data) dan suara lain-lain (3 data). Tipe dominan pada komik ini adalah suara aksi berkelahi karena jenis dari komik ini adalah aksi, petualangan, dan pahlwan, sehingga ada banyak aksi perkelahian yang terjadi di dalam komik ini. Kedua, terdapat fungsi untuk memperkaya konten artikel dengan cara memberikan deskripsi gambaran yang lebih hidup mengenai lingkungan (5 data), untuk meningkatkan tingkat musikalitas karena onomatopoeia adalah kata yang menirukan bunyi yang alami (1 datum), untuk mendalami impresi pembaca pada pesan karena onomatopoeia ‘audiolize’ gambar (3 data), dan untuk memaksimalkan kenyataan situasi sehingga pembaca bisa mendapatkan sensasi akustik yang nyata pada seluruh gambar (5 data). Fungsi pertama dan keempat adalah fungsi yang paling dominan dalam komik ini karena fungsi tersebut membuat komik terlihat realistis dan membuat pembaca membayangkan merasakan dan mendengar situasi pada gambar dalam komik.This research entitled “An Analysis of Echoic Onomatopoeias Found in the Powerpuff Girls Comic: Meet the Micro Puffs“ aims to: (1) find out the lexical and contextual meanings of the echoic onomatopoeias, and (2) find out the functions of echoic onomatopoeias words found in The Powerpuff Girls: Meet the Micro Puffs.This research uses descriptive qualitative approach. The source of the data is The Powerpuff Girls Comic: Meet the Micro Puffs and the data were all the echoic onomatopoeic words found in the comic. The results of this research are: First, based on the types of contextual meanings, there are sounds of environment (2 data), sounds of things (2 data), sounds of fighting actions (7 data), and sounds of miscellanies (3 data). The most dominant type found in this comic is sound of fighting actions because the genres of this action are action, adventure, and superheroes so that there are a lot of fighting actions that happen in the comic. Second, there are functions to enrich the contents of the article by giving more vivid description about the environment (5 data), to increase the degree of musicality since onomatopoeic are words that imitate natural sounds (1 datum), to deepen the impression of readers towards the message because onomatopoeia ‘audiolize’ the picture (3 data), and to maximize the reality of situation so that the readers can get a real acoustic sensation of the whole picture (5 data). The first and fourth functions are the most dominant functions in this comic because those functions make the comic looks realistic and make the readers imagine feeling and hearing the situation of the picture.
1880522127C1A014099ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN JASA GO-JEK DI DKI JAKARTAPenelitian ini merupakan penelitian survei pada konsumen yang menggunakan jasa Go-Jek di DKI Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan jasa Go-Jek di DKI Jakarta. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengguna jasa Go-Jek di DKI Jakarta. Jumlah responden yang diambil dari penelitian ini adalah 100 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Pendapatan konsumen berpengaruh positif terhadap permintaan jasa Go-Jek di DKI Jakarta, (2) Harga Go-Jek berpengaruh negatif terhadap permintaan jasa Go-Jek di DKI Jakarta, (3) Harga Grab berpengaruh positif terhadap permintaan jasa Go-Jek di DKI Jakarta, (4) Kualitas layanan berpengaruh positif terhadap permintaan jasa Go-Jek di DKI Jakarta, dan (5) Promosi Go-Jek berpengaruh positif terhadap permintaan jasa Go-Jek di DKI Jakarta.
Implikasi dari keimpulan di atas yaitu dalam upaya meningkatan permintaan jasa Go-Jek, perusahaan Go-Jek diharapkan tetap mempertahankan harga yang murah dan terjangkau, meningkatkan kualitas layanan dan promosi Go-Jek.
This research is a survey research on consumers using Go-Jek services in DKI Jakarta. This study aims to determine and analyze the factors that affect the demand for Go-Jek services in DKI Jakarta. The population used in this study is Go-Jek service users in DKI Jakarta. The number of respondents taken from this research is 100 people. The sampling technique used in this research is purposive sampling.
The results of research show that: (1) Consumer income positively influences the demand of Go-Jek services in DKI Jakarta, (2) Go-Jek price negatively affects demand for Go-Jek services in DKI Jakarta, (4) The quality of service positively affects the demand for Go-Jek services in DKI Jakarta, and (5) the promotion of Go-Jek positively affects the demand for Go-Jek services in DKI Jakarta.
The implications of the above conclusions are that in an effort to increase the demand for Go-Jek services, Go-Jek companies should still maintain cheap and affordable prices, improve the quality of Go-Jek's services and promotions.
1880622128C1A014092Analisis Efisiensi Penggunaan Faktor-Faktor Produksi Garam di Desa Rawaurip. Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon.Penelitian ini merupakan penelitian survey kepada petani garam yang berada di Desa Rawaurip, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Penelitian ini mengambil judul: “Analisis Efisiensi Penggunaan Faktor-Faktor Produksi Garam (Studi Kasus Di Desa Rawaurip, Kecamatan Pangenan, Cirebon, Jawa Barat). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan faktor produksi, menganalisis tingkat efisiensi penggunaan faktor produksi, dan menganalisis tingkat efisiensi ekonomis.
Populasi dalam penelitian ini adalah kelompok petani garam di Desa Rawaurip. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini adalah 47 responden. Simple random sampling method digunakan dalam penentuan responden. Model fungsi produksi yang digunakan dalam penelitian untuk menjelaskan kondisi usaha produksi garam yang dilakukan oleh petani adalah model fungsi produksi Cobb-Dogulas.
Hasil uji regresi secara parsial, terdapat pengaruh tidak signifikan dari variabel luas lahan dan tenaga kerja dimana thitung < ttabel , luas lahan (0,998 < 2,016) dan tenaga kerja (-0,791 < 2,016). Berbeda dengan variabel modal yang berpengaruh signifkan thitung > ttabel (13,203 > 2,016). Kemudian, analisis efisiensi alokatif menunjukan bahwa luas lahan dan tenaga kerja tidak efisien, artinya penggunaan luas lahan dan tenaga kerja perlu dikurangi. Sedangkan variabel modal belum efisien, artinya perlu ada penambahan input modal. Hasil dari perhitungan R/C rasio pada produksi garam 1,773 yang berarti usaha produksi garam sudah menguntungkan.
Implikasi dari kesimpulan yaitu dalam upaya peningkatan produksi perlu adanya peningkatan produktivitas tenaga kerja dan penambahan input modal agar usaha produksi garam menjadi efisien. Lalu pemerintah juga berperan aktif untuk memberikan bantuan modal dengan menggandeng lembaga jasa keuangan maupun pelatihan terhadap para petani oleh dinas terkait agar permasalahan yang ada di lapangan dapat teratasi. Terlepas dari itu semua petani di Desa Rawaurip dalam hasil produksi garam sudah menguntungkan dan layak dijalankan.
This research is a survey research to salt farmer located in Rawaurip Village, Pangenan Subdistrict, Cirebon Regency, West Java. This research takes the title: “Efficiency Analysis of Salt Production Factors (Case Study in Rawaurip Village, Pangenan Subdistrict, Cirebon Regency, West Java). The purpose of this study is to determine the effect of the use of production factors, analyze the efficiency of the use of production factors, and analyze the level of economic efficiency.
The population in this research is a salt farmer group in Rawaurip Village. The number respondents taken in this study were 47 respondents. The simple random sampling method is used in the determination of respondents. The production function model used in the research to explain the condition of salt production business conducted by farmers is the Cobb-Douglass production model.
The result of the partial regression test shows that, there is not a significant influence of variable of land and labor where tcount < ttable, land (0,998 < 2,016) labor (-0,791 < 2,016). In contrast to capital variables that significantly influence tcount > ttable (13,203 > 2,016). Then, the analysis of allocative efficiency shows that land and labor are inefficient, meaning that the use of land and labor needs to reduce. While the variable capital is not efficient, meaning that there needs to be additional capital input. The result of calculation of the R/C ratio on salt production is 1,773 which means salt production business is profitable.
The implication of the conclusion is that in an effort to increase production there needs to be an increase in labor productivity and the addition of capital input to make salt production business efficient. Then the government also plays an active role to provide capital assistance by cooperating with financial institutions and training of farmers by the relevant agencies so that problems in the field can be resolved. Apart from that all of that farmer in a Rawaurip Village in the production of salt is profitable and feasible to run.
1880722130A1L014028KAJIAN PENYELIMUTAN BENIH CABAI DENGAN METABOLIT SEKUNDER Trichoderma harzianum T-213 TERHADAP
PENYAKIT DISEBABKAN VIRUS DI LAPANGAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penyelimutan benih cabai dengan metabolit sekunder T. harzianum T-213 terhadap penyakit disebabkan virus, dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman cabai di lapangan. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman, dan lahan perobaan Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2017 sampai April 2018. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non-faktorial dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan terdiri atas kontrol, penyelimutan dalam metabolit sekunder T. harzianum T-213 selama 15, 30, dan 60 menit. Variabel yang diamati meliputi masa inkubasi, intensitas penyakit, area under the disease progress curve (AUDPC), laju infeksi, daya kecambah, tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar akar, bobot segar tanaman, dan analisis kandungan senyawa fenol tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelimutan benih dengan metabolit sekunder T. harzianum T-213 selama 30 menit dan 60 menit mampu menekan intensitas penyakit karena virus masing-masing sebesar 21,22 dan 20.87%. Penyelimutan benih cabai dengan metabolit sekunder T. harzianum T-213 selama 30 menit mampu meningkatkan daya kecambah, tinggi tanaman, dan bobot segar akar masing-masing sebesar 12.67, 20.78, dan 21.23%. Aplikasi penyelimutan benih cabai menggunakan metabolit sekunder T. harzianum T-213 juga mampu meningkatkan kandungan senyawa fenol (tanin dan saponin) di dalam jaringan tanaman.This research was aimed to study the effect of chili seeds coating using the secondary metabolites of T. harzianum T-213 toward the virus diseases, and its effect on chili growth in the field. The research was conducted in the Laboratory of Plant Protection, and in experimental field, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto from December 2017 to April 2018. Randomized Block Design arranged by non factorial was used with 4 treatments and 6 replicates. The treatments consisted of control, and seed coating with the secondary metabolites of T. harzianum T-213 for 15, 30, and 60 minutes. Variables observed were incubation period, disease intensity, area under the disease progress curve (AUDPC), infection rate, germination rate, crop height, number of leaves, root fresh weight, crop fresh weight, and phenolic compounds analysis. Result of the research showed seed coating with the secondary metabolites of T. harzianum T-213 could not postponed the incubation period. However, the seed coating treatment for 30 minutes and 60 minutes could suppress the virus disease intensity as 21.22 and 20.87% respectively, compared to control. Seed coating for 30 minutes could increase germination rate, crop height, and root fresh weight as 12.67, 20.78, and 21.23% respectively, compared to control. Seed coating using the secondary metabolites of T. harzianum T-213 could also increase the phenolic (tannin and saponins) compounds contents in the chili tissues.
1880822189A1M014001PENGARUH KONSENTRASI DAN SUHU PENAMBAHAN KOPI TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN SENSORI MINUMAN KOPI MIX
BERBASIS GULA KELAPA PADA PENYIMPANAN
Minuman kopi mix berbasis gula kelapa yang diperkaya minyak sawit merah merupakan salah satu produk minuman fungsional yang baik untuk kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui pengaruh konsentrasi kopi dan suhu penambahan kopi terhadap perubahan karakteristik fisiokimia dan sensori minuman fungsional kopi mix berbasis gula kelapa setelah penyimpanan 3 bulan pada suhu ruang; 2) Mengetahui kombinasi perlakuan terbaik antara konsentrasi kopi dan suhu penambahan kopi berdasarkan perubahan karakteristik fisikokimia dan sensoris kopi mix. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 9 kombinasi perlakuan dan diulang 3 kali sehingga menghasilkan 27 unit percobaan. Faktor yang dicoba terdiri dari dua faktor yaitu, 1) konsentrasi kopi 6% (K1); 8% (K2); dan 10% (K3), 2) suhu penambahan kopi 102oC (T1); 105oC (T2); dan 108oC (T3). Hasil penelitian menunjukan peningkatan konsentrasi kopi 6-10% meningkatkan kadar air, kadar gula reduksi, kadar asam lemak bebas, dan densitas kamba, sedangkan terhadap sifat sensori, akan meningkatkan aroma, off flavor, dan rasa pahit, serta akan menurunkan rasa manis. Peningkatan suhu penambahan kopi meningkatkan densitas kamba, sedangkan terhadap sifat sensori, akan meningkatkan aroma dan rasa pahit, serta menurunkan rasa manis. Kombinasi perlakuan dengan hasil terbaik yaitu pada konsentrasi kopi 6% dan suhu penambahan kopi 108oC (K1T3) dengan karakteristik fisik, kimia, dan sensori yang dihasilkan adalah sebagai berikut: intensitas kecerahan 28,92L, densitas kamba 0,533 g/ml, kadar air 4,013%bb, total fenol 1,553%, kadar asam lemak bebas 0,246%bk, kadar gula reduksi 4,567%bk, dan kadar gula total 52,88%bk. Adapun untuk karakteristik sensorinya adalah sebagai berikut: aroma mutu hedonik agak kuat (3,7), rasa manis mutu hedonik agak manis (4,2), rasa pahit mutu hedonik sedikit pahit (3,5), flavor mutu hedonic agak enak (3,7), off flavor mutu hedonic sedikit kuat (5,1), aroma hedonic agak suka (3,9), rasa kopi hedonik agak suka (3,7), flavor hedonik agak suka (4,1), dan keseluruhan agak suka (4,1).Mix coffee drink with coconut sugar enriched by red palm oil is a healthy functional drink product. The aims of this research are: 1) To know the effect of coffee concentration and coffee addition temperature towards the physical, chemical, and sensory properties of mix coffee drink after 3 months storage at room temperature; 2) To know the best combination treatment between coffee concentration and coffee addition temperature based on physical, chemical, and sensory properties of mix coffee drink. This research was conducted by Randomized Block Design (RBD) which arrange to factorial with 9 combination treatments, reapeated 3 times and obtained 27 experimental units. The factor examined were the concentration of coffee (K) and coffee addition temperature (T). The concentration of coffee that used in this research are 6% (K1); 8% (K2); and 10% (K3). The coffee addition temperature that used in this research are 102oC (T1); 105oC (T2); and 108oC (T3). The result showed that the increase of coffee concentration from 6% to 10% increased water content, reduced reducing sugar, free fatty acid, and density of kamba, while for the sensory characteristics, it increased the aroma, off flavor and bitterness, and will decreased the sweetness. The increase of coffee addition will increased the density of the kamba, while for the sensory characteristics, it increased the aroma and bitterness, and reduce the sweetness. The result of this research showed that the best combination treatment is 6% coffee concentration and 108oC coffee addition temperature (K1T3). The physicochemical and sensory characterisctic that produced by K1T3 are: intensity of brightness value are 28,92L; dencity of kamba 0,533 g/ml; water content of 4,013%bb; total phenolic of 1,553%; free fatty acid of 0,246%bk; reducing sugar of 4,567%bk; and total sugar 52,88%bk. The sensory characteristic are as follows: the aroma (hedonic quality) is ratherly strong (3,7); aroma (hedonic) is ratherly like (3,9); the sweetness (hedonic quality) is ratherly sweet (4,2); the bitterness (hedonic quality) is slightly bitter (3,5); the taste of coffee (hedonic) is ratherly like (3,7); the flavor (hedonic quality) is ratherly delicious (3,7); the off-flavor (hedonic quality) is strong (5,1); the flavor (hedonic) is ratherly like (4,1); and over all the preference is ratherly like (4,1).
1880925684C1B015103PENGARUH GREENWASHING PERCEPTION DAN GREEN SATISFACTION TERHADAP GREEN TRUST DAN GREENI-WORD-OF-MOUTH
(Studi Pada Konsumen Mobil Low Cost Green Car Indonesia)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan kuasalitas dari pengaruh yang timbul atas greenwashing perception dan green satisfaction terhadap green trust dan green-WOM pada konsumen mobil LCGC. Penelitian ini dilakukan secara online dengan populasi yang digunakan adalah konsumen yang memilki dan atau menggunakan mobil jenis low cost green car (LCGC) kategori 4x2 di Indonesia, yaitu mobil LCGC dengan merek Daihatsu Ayla, Toyota Agya, Nissan Datsun Go, dan Suzuki Wagon R. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 111 responden. Berdasarkan hasil data yang telah diolah menggunakan AMOS 26 dengan metode SEM (Struqtural Equational Modelling) menunjukan hasil pernyataan bahwa pertama variabel greenwashing perception tidak berpengaruh terhadap green trust, kedua greenwashing perception tidak berpengaruh terhadap green word-of-mouth, ketiga greenwashing perception berpengaruh negatif terhadap green satisfaction, keempat green satisfaction berpengaruh positif terhadap green trust, dan kelima green satisfaction berpengaruh positif terhadap green word-of-mouth. Produsen Mobil LCGC perlu untuk terus mengurangi isu greenwashing atau klaim hijau yang tidak kredibel sehingga senantiasa dapat meningkatkan green satisfaction yang konsumen rasa, kemudian lebih memperkuat green trust yang konsumen percayai dengan lebih membuktikan lagi klaim ramah lingkungan yang ada pada mobil LCGC, sehingga berpotensi menjadikan konsumen untuk melakukan word-of-mouth kepada orang lain. The purpose of this reasearch is to analyze the relationship between the effect of greenwashing perception and green satisfaction on green trust and green-WOM on LCGC consumers. This research method using online survey method with the population used in this reseach is consumers who have and /or use the 4x2 low cost green car (LCGC) type in Indonesia, with LCGC car brands Daihatsu Ayla, Agya Toyota, Nissan Datsun Go, and Suzuki Wagon R. Number of samples used in this study were 111 respondents. Based on the results of data that has been processed using AMOS 26 with SEM (Struqtural Equational Modeling) method analysis, the result on the equation are : greenwashing perception doesnt affect green trust, greenwashing perception doesnt affect green word-of-mouth, greenwashing perception has a negative effect to green satisfaction, green satisfaction has a positive effect on green trust, and green satisfaction has a positive and significant effect on green word-of-mouth. LCGC Car industry need to continue and be able to reduce greenwashing issues ( their non-credible green claims), so they can increase green satisfaction of consumers feels, eliminating doubts about LCGC's environmental friendliness, strengthen green trust customers, and even potentially the customers can be” word-of-mouth promotion”
1881022129C1K013033THE ANTECEDENTS OF WORK STRESS AND THE CONSEQUENCE ON JOB SATISFACTION: THE ROLE OF ADVERSITY QUOTIENT AS MODERATING VARIABLE Para supir travel memiliki kesempatan untuk menghadapi beberapa masalah yang disebabkan stres di tempat kerja dan mempengaruhi kepuasan kerja mereka. Begitu mereka merasa tidak puas terhadap pekerjaan mereka, mereka mungkin memiliki niat untuk berhenti dari pekerjaan yang terjadi di beberapa agen perjalanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban kerja, lingkungan kerja, dan keseimbangan kehidupan kerja pada stres kerja pengemudi perjalanan antar kota; pengaruh stres kerja terhadap kepuasan kerja supir travel antar kota; dan menganalisis peran moderasi Adversity Quotient terhadap pengaruh stres kerja pada kepuasan kerja supir travel antar kota. Penelitian ini dilaksanakan di layanan transportasi Qyta Trans di Purwokerto dengan 72 sampel. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Data yang dikumpulkan dianalisis secara deskriptif dengan perangkat lunak SPSS 21.0 dan hipotesis diperiksa melalui Structural Equation Model (SEM), dengan pendekatan Partial Least Square (PLS) dan perangkat lunak SmartPLS 3.0. Hasilnya menunjukkan bahwa beban kerja memiliki efek positif pada stres kerja dari supir Qyta Trans. lingkungan kerja dan keseimbangan kehidupan kerja memiliki efek negatif terhadap stres kerja dari supir Qyta Trans. Adversity Quotient terbukti menjadi moderator dalam efek stres kerja pada kepuasan kerja. Pekerja yang memiliki tingkat stres yang tinggi, namun memiliki tingkat Adversity Quotient yang juga tinggi, dinilai memiliki kepuasan kerja yang tinggi. The travel drivers have a chance to face some problems that may be caused stress in the workplace and affect their satisfaction. Once they feel dissatisfaction toward their work, they might have an intention to quit from this job that happened in some travel agents. The research aimed to analyze the effect of work overload, work environment, and work-life balance on inter-city travel drivers’ work stress; the effect of work stress toward inter-city travel drivers’ job satisfaction; and analyze the moderating role of Adversity Quotient toward the effect of work stress on inter-city travel drivers’ job satisfaction. This research was held in Qyta Trans transportation service in Purwokerto with 72 samples. The data used in this research were primary data which was collected through direct interview with a questionnaire as research instrument. Data collected were analyzed descriptively with SPSS 21.0 software and hypotheses were examined through Structural Equation Model (SEM), with partial least square (PLS) approach and software SmartPLS 3.0. The result showed that work overload has a positive effect on the work stress of Qyta Trans driver. Work environment and work life balance have negative effect to work stress of Qyta Trans driver. AQ proved to be a moderator in the effects of work stress on job satisfaction. Workers who have high levels of stress, but the AQ levels are also high; they proved to have a high level of job satisfaction.
1881122131G1G014015PENGARUH PEMBERIAN GEL EKSTRAK DAUN PANDAN WANGI (Pandanus amaryllifolius Roxb.) TERHADAP KADAR CLUSTER OF DIFFERENTATION 34 (CD34) PADA PENYEMBUHAN LUKA PASCA INSISI GINGIVA
(Penelitian Eksperimental In Vivo pada tikus Rattus norvegicus)
Tindakan insisi merupakan salah satu tindakan yang banyak dilakukan dalam dunia kedokteran gigi. Insisi mengakibatkan rusaknya pembuluh darah pada jaringan yang diikuti proses penyembuhan luka. Proses penyembuhan luka membutuhkan proses angiogenesis sehingga dapat menyalurkan nutrisi pada jaringan. Salah satu molekul penanda angiogenesis adalah Cluster of Differentation 34 (CD34). CD34 merupakan suatu antigen yang digunakan sebagai identifikasi penanda pertumbuhan pembuluh darah baru oleh sel endotel. Daun pandan wangi memiliki senyawa aktif antioksidan yang dapat menstimulasi proses angiogenesis sehingga akan mempercepat pembentukan pembuluh darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gel ekstrak daun pandan wangi dengan konsentrasi 12,5%, 25%, dan 50% terhadap kadar CD34 pada proses penyembuhan luka pasca luka insisi gingiva tikus wistar. Jenis penelitian ini adalah laboratoris eksperimental dengan rancangan posttest-only control group design dan menggunakan 30 ekor tikus Rattus norvegicus galur wistar jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu kelompok kontrol sehat (K0), kontrol negatif (K1), perlakuan gel ekstrak daun pandan wangi konsentrasi 12,5% (P1), 25% (P2), dan 50% (P3). Setiap kelompok diambil sampel serum darah perifer pada hari ke-7 dan dilakukan pemeriksaan kadar CD34 menggunakan metode ELISA. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan bermakna antar kelompok perlakuan (p<0,05). Terdapat perbedaan bermakna antar kelompok perlakuan 2 dan 3 dengan kelompok kontrol negatif (p<0,05), namun tidak ada perbedaan bermakna antar kelompok perlakuan 1 dengan kelompok kontrol negatif (p>0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa gel ekstrak daun pandan wangi konsentrasi 25% dan 50% dapat mempengaruhi kadar CD34 pada penyembuhan luka pasca insisi gingiva tikus wistar.The incision is commonly applied in dentistry. Incision leads to blood vessel damage in tissue followed by wound healing process. Wound healing requires angiogenesis process in order to distribute nutrients to the tissues. One of the angiogenesis molecule marker is Cluster of Differentation 34 (CD34). CD34 is an antigen used as an indication of the growth of new blood vessel by endothelial cells. Pandan Wangi leaves have antioxidant compounds that stimulates angiogenesis process therefore accelerate formation of blood vessels. Purposes of this study was to determine the effect of extract gel of Pandan Wangi leaves in various concentration 12.5%, 25%, and 50% on CD34 levels in wound healing process in post-gingival wound incision of rats wistar. The study was experimental laboratory with posttest-only control group design, using 30 male rats Rattus Norvegicus wistar strain that separated into 5 groups, healthy control group (K0), negative control group ((K1), treatment groups of 12,5% gel extract concentration (P1), 25% (P2), and 50% (P3). In each group, peripheral serum blood samples were taken in the day seven to examine the CD34 levels using ELISA method. The results showed that there was significant differences amongst treatment groups (p<0.05). Post-Hoc analysis showed significant differences between treatment group 2 and 3 and negative control group (p<0.05). However, there was no significant differences between treatment group 1 and negative control group (p>0.05). Following this study was concluded that extract gel of Pandan Wangi leaves on concentration 25% and 50% were affected on CD34 levels increase in wound healing post-gingiva incision of rats wistar.
1881222133C1K013032INFLUENCE OF COMPENSATION, DISTRIBUTIVE JUSTICE, AND INTERACTIONAL JUSTICE TOWARD EMPLOYEE PERFORMANCE WITH WORK MOTIVATION AS MEDIATING VARIABLEEra globalisasi mendorong perusahaan untuk melakukan perbaikan diri agar dapat bersaing dan mempertahankan kehidupan. Perusahaan harus dapat mencapai tujuannya. Salah satu cara untuk dapat secara optimal mencapai tujuan perusahaan untuk meningkatkan kinerja karyawannya. Kinerja karyawan adalah ujung tombak bagi perusahaan. Selain kinerja karyawan yang menjadi perhatian utama, ada beberapa hal yang dapat mendukung kinerja itu sendiri. Yakni salah satunya kompensasi, keadilan distributif, keadilan interaksional, dan motivasi karyawan. Untuk menentukan apakah kompensasi, keadilan distributif, keadilan interaksional dan motivasi kerja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan Moro Mall Purwokerto, penelitian dilakukan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah PLS (Partial Least Square). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah hasil kuesioner data primer dengan 67 responden. Hasilnya menunjukkan bahwa kompensasi dan motivasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan, sedangkan keadilan distributif dan keadilan interaksional tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.The era of globalization encourages companies to make self-improvement in order to compete and sustain life. Companies must be able to achieve its objectives. One way to be able to optimally achieve the company's goal of improving the performance of its employees. Employee performance is the spearhead for the company. In addition to the performance of employees who are the main concern, there are some things that can support the performance itself. Namely one of them compensation, distributive justice, interactional justice and employee motivation. To determine whether compensation, distributive justice, interactional justice and work motivation had a significant effect on employee performance Moro Mall Purwokerto, the study was conducted. The method used in this research is PLS (Partial Least Square). The data used in this study is the result of the primary data questionnaire with 67 respondents. The result shows that the compensation and motivation have a significant effect on employee performance, while the distributive justice and interactional justice does not significantly affect the employee performance.
1881325710F1D013008STRATEGI PARTAI GOLKAR DALAM MEMBANGUN KOALISI PARTAI PENGUSUNG PASANGAN TATTO SUWARTO PAMUDJI DAN SYAMSUL AULIA RAHMAN DALAM PEMILIHAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI DI KABUPATEN CILACAP TAHUN 2017Penelitian tentang Strategi Partai Golkar dalam membangun Koalisi Partai Politik Pengusung Tatto Suwarto Pamudji dan Syamsul Aulia Rahman dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Cilacap Tahun 2017” dilatar belakangi keingintahuan bagaimana Strategi Koalisi Partai Golkar dalam Membangun Koalisi Partai Politik Pengusung Tatto Suwarto dan Syamsul Aulia dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Cilacap Tahun 2017. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis strategi seperti apa yang dilakukan Partai Golkar untuk membangun koalisi dengan partai yang lainnya.
Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data penelitian diperoleh melalui data primer yaitu didapat dari wawancara mendalam dengan narasumber dan data sekunder yang diperoleh dari dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan metode analisis interraktif, sehingga teknik ini mempermudah penuis untuk mencari data.
Hasil penelitian ini, menjelaskan bagaimana strategi Partai Golkar, dalam membangun koalisi partai beserta faktor pendorong dan penghambat proses koalisi partai Golkar. Strategi koalisi merupakan beberapa unsur dimana menjalin kerjasama dan memiliki kepentingan-kepentingan tetapi perlu menjaga solidaritas partai, agar mampu meraih tujuan yang diinginkan yaitu dilakukan dengan cara yang pertama, melalui musyawarah antar partai politik yang berkoalisi. Kedua, menggerakan mesin partai dan memanfaatkan ketokohan, ketiga pemanfaatan popularitas incumbent melalui rekam jejak calon Bupati yaitu Tatto Suwarto serta strategi tim pemenangan. Sedangkan faktor pendorong adanya ideologi yang sama membuat koalisi lebih mudah dijalankan. Namun faktor penghambat ialah sikap Golkar yang cenderung merasa mempunyai suara yang banyak dan pengalaman politik yang lama sering kali membuat kaku dalam menerima saran dari partai koalisi lainnya ketika berbicara tentang menghadapi strategi.



The strategy of the Golkar Party in building a Political Party Coalition of Tatto Suwarto Pamudji and Syamsul Aulia Rahman in the Election of Regent and Deputy Regent in Cilacap Regency in 2017 "was motivated by curiosity about the Strategy of the Golkar Party Coalition in Building Coalitions of Political Parties Carrying Tatto Suwarto and Syamsul Aulia in the Election of Regents and Deputies Regent in Cilacap Regency in 2017. The purpose of this study is to analyze strategies such as what the Golkar Party did to build coalitions with other parties.
The results of this study explain how the Golkar Party's strategy is in building party coalitions along with the driving forces and obstacles to the Golkar party coalition process. Coalition strategy is a number of elements in which to establish cooperation and have interests but need to maintain party solidarity, in order to be able to achieve the desired goal, which is done in the first way, through deliberations between coalition political parties. Second, mobilizing the party machinery and utilizing figures, thirdly utilizing the incumbent popularity through the track record of the candidate regent, namely Tatto Suwarto and the strategy of the winning team. While the driving factors for the same ideology make the coalition easier to run. However, the inhibiting factor is that Golkar's attitude, which tends to feel that it has a lot of votes and long political experience, often stiffens in accepting suggestions from other coalition parties when talking about facing strategies.

1881422132D1E014254HUBUNGAN PERIODE LAKTASI SAPI FRIESIAN HOLSTEIN DENGAN TOTAL SOLID DAN BERAT JENIS SUSU DI BBPTU-HPT BATURRADENTujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan periode laktasi terhadap total solid dan berat jenis susu. Materi yang digunakan adalah sapi FH sebanyak 50 ekor yang memiliki catatan total solid dan berat jenis pada periode laktasi 3, 4 dan 5. Penelitian dilaksanakan di BBPTU-HPT Baturraden, Banyumas, Jawa Tengah. Penelitian dilaksanakan dengan metode survei dan penentuan sampel dilakukan secara Purposive Random Sampling. Hubungan periode laktasi dengan total solid sebesar -0,052 dengan persamaan regresi Y= 11,855-0,099X dan R2 sebesar 0,4% dan periode laktasi tidak berpengaruh terhadap total solid (P>0,05). Hubungan periode laktasi dengan berat jenis susu sebesar -0,090 dengan persamaan regresi Y= 1,035-0,002X dan R2 sebesar 0,8% dan periode laktasi tidak berpengaruh terhadap berat jenis susu (P>0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah hubungan periode laktasi dengan total solid dan berat jenis relatif rendah.The purpose of this research were to determine the correlation of lactation period with total solid and lactation period with density. The material of this research was 50 Friesian Holstein cows that have recorded of total solid and density in 3rd, 4th, and 5th lactation period and the location of the research was in BBPTU-HPT Baturraden, Banyumas, Central Java. This research use survey method and the sample determined by Purposive Random Sampling. The result from lactation period with total solid was -0.052 with regression model was Y= 11.855-0.099X and the value of R2 in the amount of 0.4% and result from analysis variance showed did not significant correlated (P>0.05) and the result from lactation period with density showed -0.090 with regression model was Y= 1.035-0.002X and the value of R2 in the amount of 0.8% and result from analysis variance showed did not significant affected (P>0.05). The conclusion of this research showed that the correlation of lactation period with total solid and density is relatively low.
1881522134F1F014047Felicity Condition of Illocutions in HBO TV Series Game of ThronesPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tipe ilokusi apa yang terdapat pada ujaran enam karakter di serial TV Game of Thrones Season-1. Penelitian ini juga menjelaskan kondisi kesahihan dari tiap ilokusi yang ditemukan. Bidang penelitian ini adalah pragmatik yang merupakan kajian tentang makna yang berbasis pada konteks. Dalam melakukan penelitian ini, beberapa teori digunakan antara lain teori tindak ilokusi oleh Searle (1979) dan teori kondisi kesahihan oleh Searle (1970). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian ini adalah tindak ilokusi pada ujaran dari karakter dalam serial TV Game of Thrones Season- 1. Dalam menganalisis data, data dibatasi pada tindak ilokusi dari ujaran enam karakter serial tersebut yaitu Ned Stark, Cersei Lannister, Tyrion Lannister, Catelyn Stark, Joffrey, and Sansa Stark. Hasil penelitian ini menunjukkan ada lima tipe ilokusi yang digunakan oleh enam karakter di TV Series Game of Thrones season – 1 yaitu: Assertive 77, Directive 162, Commissive 48, Expressive 70, dan Declaration 6. Sementara itu, dari hasil penelitian juga ditemukan tindak ilokusi yang sahih (felicitous) dan tidak sahih (infelicitous). Dari 363 total tindak ilokusi yang ditemukan, 289 termasuk kedalam ilokusi yang sahih (79%), dan 79 termasuk kedalam ilokusi yang tidak sahih (21%). Dari hasil penelitian ditemukan bahwa karakter yang jahat di serial ini cenderung melanggar kondisi kesahihan dalam ilokusinya. Hasil penelitian ini diharapkan bisa memperluas pengetahuan pembaca tentang tindak ilokusi dan kondisi kesahihan. Selain itu, peneliti yang akan meneliti topik yang sama untuk penelitian selanjutnya diharapkan menggunakan teori yang berbeda dan menganilisis topik yang lebih spesifik.This research aims at finding out the types of illocutionary acts performed by the six characters in HBO TV Series Game of Thrones Season – 1. Furthermore, it describes the felicity condition of each illocution that is found in the series. The field of this research is pragmatics which is the study of meaning based on the context. In analyzing the data, some theories are applied which are illocutionary act theory by Searle (1970) and felicity condition theory by Searle (1979). The method of this research is descriptive qualitative. The data of this research are the illocutionary acts performed by the characters in the TV series Game of Thrones Season – 1. In analyzing the data, the data are limited into the illocutionary acts performed by six characters of the series who are Ned Stark, Cersei Lannister, Tyrion Lannister, Catelyn Stark, Joffrey, and Sansa Stark. The result of this research shows that there are five types of illocutionary acts used by the six characters in the series: Assertive 77, Directive 162, Commissive 48, Expressive 70, and Declaration 6. Meanwhile, it is also found that the illocutionary acts in the TV Series Game of Thrones are either felicitous or infelicitous. From 363 total illocutionary acts found, there are 289 felicitous illocutions (79%), and 76 infelicitous illocutions (21%). The result shows that bad characters in the series tend to violate the felicty condition in their illocutions. The results of this research are expected to enrich the readers’s knowledge about illocutionary act and felicity condition. It is also expected to the other researchers who want to conduct research with similar topic to use different theory and analyze the topic more specifically.
1881622135G1A014118HUBUNGAN TINGKAT AKTIVITAS FISIK, ASUPAN ENERGI, DAN ASUPAN LEMAK TERHADAP INDEKS MASSA TUBUH (IMT) MAHASISWI FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
Obesitas merupakan penyakit metabolik dengan penyebaran terluas dan menjadi masalah di seluruh dunia. Asupan energi yang berlebihan dan tidak diimbangi dengan pengeluaran energi yang seimbang dapat memicu terjadinya masalah obesitas. Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan metode non-invasif untuk mengetahui status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat aktivitas fisik, asupan energi, dan asupan lemak terhadap IMT mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Tujuh puluh mahasiswi berusia 17-25 tahun diambil menjadi subjek penelitian melalui teknik consecutive sampling. Subjek penelitian mengisi kuesioner Food Record dan International Physical Activity Questionnaire (IPAQ), kemudian diukur tinggi badan dan berat badan untuk mengetahui nilai IMT. Berdasarkan uji korelasi Spearman, hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan bermakna secara statistik antara tingkat aktivitas fisik terhadap IMT dengan nilai p=0,000 (p<0,05), tidak terdapat hubungan bermakna secara statistik antara asupan energi terhadap IMT dan asupan lemak terhadap IMT dengan nilai p=0,956 (p>0,05), dan nilai p=0,753 (p>0,05). Rerata tingkat aktivitas fisik adalah 751,171±442,143 METs, rerata asupan energi adalah 2179,473±523,371 kcal, rerata persentase asupan lemak adalah 40,785±7,790 %, dan rerata IMT adalah 22,384±2,682 kg/m2. Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan antara tingkat aktivitas fisik terhadap IMT, dan tidak terdapat hubungan antara asupan energi dan asupan lemak terhadap IMT mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman.Obesity is a metabolic disorder with the widest distribution and it is a big problem in the world. Excessive energy intake that is not balanced with energy expenditure induces obesity problem. Body Mass Index (BMI) is a non invasive method to value nutritional status. This study aims to understand the correlation between physical activity, energy intake, fat intake with Body Mass Index (BMI) on students in Faculty of Medicine Jenderal Soedirman University. This study is analitic observational study using cross sectional approach. Seventy subjects aged 17-25 years old chosen using consecutive sampling. Subjects fulfill the Food Record Questionnaire and International Physical Activity Questionnaire (IPAQ), then subjects are measured body weight and body height to know the BMI. Using Spearman correlation analysis, there was correlation found between physical activity and BMI with p value p=0,000 (p<0,05), there were no correlation between energy intake and fat intake with BMI with p value p=0,956 (p<0,05) and p=0,753 (p<0,05). Mean of physical activity’s subjects was 751,171±442,143 METs, energy intake was 2179,473±523,371 kcal, fat intake was 40,785±7,790%, and BMI was 22,384±2,682 kg/m2. This study concludes there was correlation found between physical activity and BMI, but there were no correlation between energy intake and fat intake with BMI on students in Faculty of Medicine Jenderal Soedirman University.
1881722136F1F012014An Analysis of Register used in K.dislike International K-Pop Fans Instagram AccountAndriani, Dea. 2018. An Analysis of Register used in K.dislike International K-Pop Fans Instagram Account. Skripsi. Pembimbing 1: Dr. Chusni Hadiati, S.S., M.Hum., Pembimbing 2: Dyah Raina, S.S., M.Hum, Penguji: Asrofin Nur Kholifah, S.S., M.Hum,. Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Universitas Jenderal Soedirman, Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Bahasa Inggris, Program Studi Sastra Inggris, Purwokerto, 2018.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui register yang ditemukan dalam akun instagram K.dislike. Terlebih lagi, penelitian ini menjelaskan fungsi-fungsi register yang di gunakan oleh K-pop fans internasional. Bidang penelitian ini adalah sosiolinguistik yang merupakan kajian tentang bahasa dalam kehidupan sosial karena makna dan fungsi dari register bervariasi dalam situasi sosial tertentu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisis data pada penelitian ini, yaitu register yang ditemukan pada akun instagram k.dislike. Data penelitian ini didapatkan melalui akun instagram k.dislike dari Juli 2014 sampai Januari 2017. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa ada 42 register k-pop yang digunakan oleh k-pop fans internasional dalam akun instagram K.dislike. Terlebih lagi, hanya ada 4 dari 7 fungsi yang ditemukan dalam penelitian ini. Fungsi-fungsinya adalah fungsi regulasi (6), fungsi representasi (2), fungsi personal (29) dan fungsi imajinatif (5). Fungsi personal adalah fungsi yang paling sering ditemukan pada akun instagram K.dislike.
Andriani, Dea. 2018. An Analysis of Register used in K.dislike International K-Pop Fans Instagram Account. Thesis. Supervisor 1: Dr. Chusni Hadiati, S.S. M.Hum., Supervisor 2: Dyah Raina, S.S., M.Hum, Examiner: Asrofin Nur Kholifah, S.S., M.A,. Ministry of Research Technology and Higher Education, Jenderal Soedirman University, Faculty of Humanities, English Department, English Literature Study Program, Purwokerto, 2018.

This research aims to find out the register that are found in K.dislike Instagram account. Furthermore, it explains the functions of register that are used by international K-Pop fans. The field of this research is sociolinguistics which is the study of language in society since the meaning of register varies in certain situation. The research uses descriptive qualitative method in analyzing the data of the research which are the registers that are found in K.dislike Instagram account. The data retrieved from K.dislike Instagram account from July 2014 until January 2017. The result of this research shows that there are 42 registers used by international K-Pop fans in K.dislike Instagram account. Furthermore, there are only 4 of 7 functions that are found in this research. The functions are regulatory function (6), representational function (2), personal function (29) and imaginative function (5). Personal function is the most frequent function of register found in K.dislike Instagram account.
1881822137D1E011243PENGARUH PERBEDAAN PENGGUNAAN BAHAN PAKAN TERHADAP PRODUKSI
TELUR SELAMA PERIODE PRODUKSI AWAL DAN KUALITAS EKSTERIOR TELUR
ITIK TEGAL
Penelitian ini bertujuan mengetahui sejauh mana perbedaan penggunaan
formula pakan Azolla microphylla, enceng gondok dan ikan rucah, pengaruhnya
terhadap produksi telur selama periode produksi awal dan kualitas eksterior
telur. Materi penelitian yang digunakan adalah itik Tegal betina umur 5 bulan
sebanyak 60 ekor dipelihara selama dua bulan. Bahan pakan terdiri dari
konsentrat itik, jagung giling, bekatul, ikan rucah, aking, eceng gondok, minyak
sayur, mineral mix dan Azolla microphylla. Rancangan penelitian yang dipakai
adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Hasil
penelitian diperoleh rataan produksi telur selama periode produksi awal (21 hari)
pada Perlakuan A : 81 butir, B : 48 butir, C : 53 butir, dan D : 72 butir dan kualitas
eksterior yang didapat mencakup kualitas eksterior meliputi bobot telur,
kerabang, bentuk serta ukuran (indeks telur). Hasil analisis variansi produksi telur
selama periode awal dan kualitas exterior telur menunjukkan bahwa perlakuan
pakan memberikan pengaruh yang tidak nyata (P>0,05). Kesimpulan dari
penelitian ini adalah pemberian pakan pada itik yang berbeda memberikan
produksi telur yang relatif sama dengan rataan 12,7 butir. Sedangkan untuk
eksterior telur terbukti berpengaruh tidak nyata (P>0,05), tetapi penggunaan
Azolla microphylla yang diberikan sampai taraf 30% dapat meningkatkan tebal
kerabang 0,464 mm dan bentuk telur ke arah oval.
The aims of this research was to know the difference of feed formula using
Azolla microphylla, water hyacinth and trash fish, how the effect on egg
production during the initial production period and the exterior quality of the
egg. The material used in this research is 60 Tegal duck age 5 month, kept for
two months. Feed ingredients consist of duck concentrate, corn milled, bran,
trash fish, aking rice, water hyacinth, vegetable oil, mineral mixture and Azolla
microphylla. The research design used was Randomized Complete Design (RCD)
with 4 wounds and 5 replications. The results showed that egg production during
the initial production period (21 days) on Treatment A: 81 eggs, B: 48 eggs, C: 53
eggs, D: 72 eggs and exterior quality obtained egg weight, shell, shape and size
(egg index). Exterior quality included: ess weught, shell, shape and size (egg
index). The conclusion of this study is that feeding on different ducks gives egg
production which is relatively equal to 12.7 eggs. As for the exterior eggs proved
not to have a real effect (P> 0.05), but the use of Azolla microphylla given to the
level of 30% can increase the thickness of the shell 0.464 mm and the shape of the
egg towards the oval.
1881922138C1A014073ANALISIS PENGARUH INFRASTRUKTUR TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI WILAYAH KABUPATEN BANJARNEGARA, PURBALINGGA, BANYUMAS, CILACAP, DAN KEBUMENPenelitian ini berjudul “Analisis Pengaruh Infrastruktur Tehadap Pertumbuhan Ekonomi di Wilayah Kabupaten Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, dan Kebumen”. Infrastruktur merupakan salah satu komponen keberhasilan pertumbuhan ekonomi, sehingga infrastruktur yang dibangun dengan baik dan memadai serta jumlah ketersediaan yang meningkat akan memberikan pengaruh kepada peningkatan perekonomian, karena infrastruktur dipercaya sebagai salah satu roda penggerak pertumbuhan ekonomi.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pembangunan infrastruktur (jalan, kesehatan, dan pendidikan) terhadap pertumbuhan ekonomi di wilayah Kabupaten Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, dan Kebumen. Lima kabupaten ini memiliki letak wilayah yang strategis, sehingga membuat pemerintah daerah di lima wilayah kabupaten ini secara intensif melakukan pembangunan di daerahnya, sehingga terjadi percepatan pembangunan yang berbeda antara daerah yang satu dengan yang lain sehingga menyebabkan adanya ketimpangan pembangunan yang dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Data yang digunakan dalam penelitian ini bersifat kuantitatif dan menggunakan data panel dengan kurun waktu dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2016. Metode penelitian yang digunakan adalah metode regresi data panel dengan model pendekatan Fixed Effect Model (FEM).
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka didapatkan hasil Uji F (Simultan) bahwa infrastruktur jalan, infrastruktur kesehatan, dan infrastruktur pendidikan secara bersama-sama berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Sedangkan hasil Uji t (Parsial) menunjukkan bahwa infrastruktur kesehatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, sedangkan infrastruktur jalan dan infrastruktur pendidikan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi.
This research entitled "Analysis of Influence Infrastructure to Economic Growth in Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, and Kebumen". Infrastructure is one of component for the success economic growth, so that a well-built adequate infrastructure and increased availability will affect on economic growth, as it is believed to be one of the driving wheel of economic growth.
The purpose of this research is to analyze how big the influence of infrastructure development (road, health, and education) to economic growth in Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap and Kebumen. The five districts have strategic locations, thus making the local governments in the five districts intensively undertake development in their regions, resulting in different acceleration of development between each region. It causes inequality development that can affect economic growth. The data used in this research is quantitative and using panel data with the period from 2010 until 2016. The research method used is panel data regression method with Fixed Effect Model (FEM) approach model.
Based on the result of Test F (Simultaneous) shows that road, health infrastructure, and education infrastructure simultaneously have positive effect to economic growth. While t test results (Partial) shows that health infrastructure has a positive and significant impact on economic growth, while the road and education infrastructure has no significant effect on economic growth.
1882022139D1E014138PENGARUH KONSENTRAT PROTEIN BUNGKIL BIJI JARAK FERMENTASI DALAM RANSUM TERHADAP BOBOT HATI DAN KADAR LEMAK DAGING AYAM BROILERPenelitian ini bertujuan untuk Mengkaji pengaruh pemberian konsentrat protein bungkil biji jarak fermentasi terhadap bobot hati dan kadar lemak daging ayam broiler. Materi yang digunakan adalah DOC ayam pedaging sebanyak 60 ekor. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 18 Oktober 2017 sampai dengan 18 November 2017 di Green House dan Laboratorium Ilmu Bahan Pakan dengan metode eksperimen secara in vivo. Rancangan yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap (RAL). Terdapat empat perlakuan penambahan konsentrat bungkil biji jarat fermentasi yaitu tanpa penambahan konsentrat bungkil biji jarak (R0), penambahan konsentrat bungkil biji jarak 6% (R1), penambahan konsentrat bungkil biji jarak 12% (R2) dan penambahan konsentrat bungkil biji jarak 18% (R3) dan lima kali ulangan. Peubah yang dicatat dan diamati adalah bobot hati dan kadar lemak daging ayam broiler. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi dan uji orthogonal polynomial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan konsentrat protein bungkil biji jarak fermentasi (6, 12 dan 18%), memberikan pengaruh nyata (P<0.05) secara linier terhadap bobot hati dengan persamaan garis linier y = -0,604x + 14,41 dan berpengaruh tidak nyata (P>0.05) terhadap Kadar lemak. Rataan bobot hati hasil penelitian R0, R1, R2, dan R3 secara berurutan yaitu 15,7; 14,5; 13,5; 10,4 g, rataan kadar lemak secara berurutan R0, R1, R2, dan R3 yaitu 1,82; 1,72; 1,99; 2,32%. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan konsentrat protein bungkil biji jarak fermentasi dalam pakan menurunkan bobot hati, namun tidak mempengaruhi kadar lemak daging ayam broiler.The aim of this research was to study the effect of protein concentrate from Fermentable Jatropha seed meal on liver weights and fat content of Broiler Chicken Meat. The material that used in this research were 60 broiler chicken DOC. Research was conducted from October, 18th, 2017 until November, 18th, 2017 in Green House and Feed Stuff Laboratory with in vivo experimental methods. Data were analyzed using Anova with completely randomized design (CRD). Treatments consist of no addition jatropha seed meal (R0), addition 6% (R1), 12% (R2) and 18% (R3) jatropha seed meal with 5 replications. Data was analyzed by variance analysis and continued by orthogonal polynomial. Data variable that measured are liver weights and fat content of Broiler Chicken Meat. The results showed that addition jatropha seed meal ( 6%, 12%, 18%) have significant effect (P<0.05) linearly on liver weights and have no significant effect on fat content (P>0.05). The average of liver weights research result R0, R1, R2, R3 were 15,7; 14,5; 13,5; 10,4 g, respectively. The average of fat content were 1,82; 1,72; 1,99; 2,32%. Based on the research can concluded that addition jatropha seed meal causes the dereasing liver weights, but does not affect the fat content of broiler chicken meat.