Home
Login.
Artikelilmiahs
22219
Update
Agung Karunia Adi
NIM
Judul Artikel
Analisis Koordinasi Pengaman Over Current Relay, Ground Fault Relay, dan Recloser Akibat Gangguan Arus Hubung Singkat pada Penyulang Kebasen-03 PT. PLN (Persero) Gardu Induk Kebasen Tegal
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Salah satu gangguan terbesar dalam sistem tenaga listrik adalah gangguan arus hubung singkat yang dapat mengakibatkan sistem tenaga listrik mengalami trip (pemadaman). Sistem proteksi adalah hal utama yang digunakan untuk menangani gangguan tersebut. Penyulang Kebasen-03(KSN03) gardu induk Kebasen Tegal menggunakan PMT dan recloser sebagai pengaman utamanya, tetapi KSN03 telah mengalami trip sebanyak 5 kali pada Januari-Oktober 2017, hal ini mengindikasikan bahwa sistem proteksi yang digunakan pada penyulang KSN03 belum bekerja secara tepat dan akurat. Oleh karena itu telah dilakukan penelitian dan analisis koordinasi antar pengaman distribusi 20 kV pada penyulang KSN03. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan didapatkan nilai setting baru untuk sistem proteksi yang ada pada penyulang KSN03, yaitu nilai TMS over current relay (OCR) PMT outgoing = 0,3, recloser = 0,2, dan nilai Tms ground fault relay (GFR) PMT outgoing = 0,46, recloser = 0,31. Nilai TMS baru didapatkan berdasarkan hasil perhitungan dan analisis yang mengacu pada SPLN dan IEC 60255, dimana jeda waktu kerja yang baik antar peralatan adalaah sekitar 3,6 – 0,4 detik, tetapi 0,5 masih diperbolehkan. Setting nilai TMS ini dapat digunakan sebagai salah satu referensi untuk mengevaluasi kembali sistem proteksi yang ada pada KSN03, dan diharapkan dapat mengatasi gangguan yang ada pada penyulang KSN03.
Abtrak (Bhs. Inggris)
One of the biggest disruptions in the electrical power system is the short circuit current interruption can result in power system experience the trip (blackout). Protection system is the main thing used to treat the disorder. Kebasen03 feeder (KSN03) substation Kebasen Tegal use the PMT and its chief seat as recloser, but KSN03 has experienced the trip as much as 5 times in January-October 2017, this indicates that the protection system used on penyulang KSN03 not working appropriately and accurately. Therefore it has conducted research and analysis security coordination on the 20 kV distribution penyulang KSN03. Based on the analysis that has been done the new setting value is obtained for the existing protection system at penyulang KSN03, i.e. the value TMS over current relay (OCR) PMT outgoing = 0.3, recloser = 0.2, and the value Tms ground fault relay (GFR) PMT outgoing = 0.46, recloser = 0.31. The value TMS newly based on the results of calculation and analysis refers to IEC 60255 and SPLN, where good working time gap between appliances is approximately 3.6 – 0.5 0.4 seconds, but was still allowed. Setting the value of TMS can be used as one reference to re-evaluate the existing protection system at KSN03, and is expected to resolve the disorder on KSN03 feeder.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save