Artikelilmiahs

Menampilkan 18.821-18.840 dari 50.062 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1882122141H1A014041Sintesis dan Karakterisasi N-3-sec-pentil Kitosan serta Aplikasinya untuk Adsorpsi Zat Warna TartrazineTelah dilakukan sintesis N-3-sec-pentil kitosan dari kitosan melalui prosedur reduktif aminatif. Gugus amin utama dari kitosan mengalami reaksi Schiff dengan keton untuk membentuk ketimin yang kemudian dikonversi menjadi turunan N-alkil melalui reduksi oleh Natrium borohidrida (NaBH4). Karakteristik N-3-sec-pentil kitosan yang ditentukan meliputi kadar air, bobot molekul, dan kelarutan. N-3-sec-pentil kitosan dengan karakteristik tersebut kemudian diuji kemampuan adsorpsinya terhadap zat warna tratrazine dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis. N-3-sec-pentil kitosan memiliki kemampuan adsorpsi terhadap zat warna tartrazine dengan mengikuti pola adsorpsi Langmuir.N-3-sec-pentyl chitosan synthesis from chitosan has been done through aminative reductive procedure. The main amine group of chitosan undergoes a Schiff reaction with ketones to form a ketimine which is then converted to N-alkyl derivatives by reduction by Sodium borohydride (NaBH4). Characteristics of N-3-sec-pentyl chitosan that is determined include moisture content, molecular weight, and solubility. N-3-sec-pentyl chitosan with these characteristics was then tested for adsorption ability of tratrazine dye by using UV-Vis spectrophotometer. N-3-sec-pentyl chitosan has the ability of adsorption of tartrazine dye by following the Langmuir adsorption pattern.
1882222142H1A014039SINTESIS N-METIL KITOSAN SERTA UJI AKTIVITAS
ANTIMIKROBA PADA NOPIA DAN JENANG JAKET YANG TERKONTAMINASI OLEH MIKROBA
Derivatisasi kitosan menjadi N-metil kitosan telah dilakukan melalui gugus amino dengan cara alkilasi menggunakan aldehid sehingga membentuk basa Schiff atau imina. N-metil kitosan termasuk senyawa yang mempunyai sifat antimikroba yang bersifat alami. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji mengenai aktivitas antimikroba sehingga diperoleh nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan nilai Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM). Hasil penelitian yang diperoleh berupa nilai rendemen, derajad substitusi, bobot molekul dan kelarutan. Hasil isolasi mikroba pada nopia dan jenang jaket diperoleh empat isolat bakteri dan dua isolat jamur. N-metil kitosan memberikan aktivitas antimikroba lebih tinggi dibandingkan kitosan berdasarkan banyaknya penurunan nilai OD600nm dan perhitungan koloni dengan TPC (Total Plate Count)Derivatization of chitosan to N-methyl chitosan has been carried out through amino groups by means of alkylation using aldehyde to form Schiff or imine bases. N-methyl chitosan is a compound that has a natural antimicrobial properties. The purpose of this research is to study the antimicrobial activity so as to obtain the value of Minimum Inhibition Concentration (MIC) and Minimum Bactericidal or fungicidal Concentration (MBC). The results obtained are rendemen value, degree of substitution, molecular weight and solubility. Results of microbial insulation in nopia and jenang jacket obtained four bacterial isolates and two fungal isolates. N-methyl chitosan provides higher antimicrobial activity than chitosan based on the number of impaired OD600nm values and colony counts with TPC (Total Plate Count)
1882322140H1D014025Pengaruh Beban Siklik Terhadap Kapasitas Dukung Tanah Pasir Kerusakan jalan raya banyak dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain adalah kesalahan pada saat konstruksi, rendahnya kuat dukung tanah dasar, maupun beban yang melintas melebihi standart yang telah ditentukan. Kuat dukung tanah sangat bergantung pada jenis dan kondisi tanah tersebut. Tanah yang memiliki kuat dukung rendah adalah tanah lunak, namun tidak itu saja tanah granuler juga memiliki kuat dukung yang rendah apabila dalam keadaan yang tidak padat. Penelitian ini meneliti perilaku tanah pasir apabila terpengaruh oleh beban siklik. Beban siklik yaitu beban yang diberikan secara berulang-ulang terhadap suatu struktur, seperti halnya beban lalu lintas. Pengaruh beban siklik terhadap tanah dasar yaitu meningkatkan kuat dukung tanah dasar, namun ketika tanah tersebut sudah mengalami kelelahan beban siklik dapat merusak kekuatan tanah tersebut.
Penelitian ini akan mengkaji pengaruh beban siklik terhadap kapasitas dukung tanah pasir dengan pemadatan 5% dari proctor (tidak padat), variasi beban yang digunakan yaitu 20%, 40%, 60%, dan 80% dari beban maksimum. Uji beban statis dilakukan untuk mendapatkan beban maksimum yang akan digunakan untuk variasi beban. Simulasi beban siklik dilakukan menggunakan dongkrak, proving ring, dan pelat ukuran 15x15 (cm) dengan cara loading dan unloading. Sampel tanah diletakkan pada kotak ukuran panjang, lebar, dan tinggi masing-masing nilainya adalah 100cm, 100cm, dan 80cm namun tanah pasir hanya diisi setinggi 50cm. Pengujian yang dilakukan yaitu pengujian karakteristik tanah, pengujian pembebanan pelat, dan uji beban siklik. Dari pengujian tersebut dapat diketahui pengaruh beban siklik terhadap kapasitas dukung tanah pasir.
Berdasarkan hasil pengujian pelat diperoleh beban maksimum tanah pasir sebesar 209,63kg. Beban maksimum setelah pemberian beban siklik untuk variasi beban 20%, 40%, 60%, 80% yang masing-masing nilainya adalah 291,84kg, 393,34kg, 431,41kg, 558,30kg. Hal tersebut menunjukkan bahwa beban siklik meningkatkan kapasitas dukung tanah pasir. Meningkatnya kapasitas dukung disebabkan karena tanah memadat akibat beban siklik. Pengaruh beban siklik terhadap tanah pasir juga meningkatkan nilai sudut geser dan tegangan yang terjadi di laboratorium.

Kata kunci: beban siklik, tanah pasir, pembebanan pelat.
The damage of highway is influenced by several factors, such as failure at construction, the low bearing capacity of base soil, and the passing load that exceed a predetermined standard. Bearing capacity of soil depends on the type and condition of soil. Soil that has low bearing capacity is soft soil, but not only soft soil but also granular soil has low bearing capacity when the soil is not in solid state. This study examined the behavior of sand soil when influenced by cyclic load. Cyclic load is the load that applied repeatedly to a structure as a traffic load. The influence of cyclic load is increased soil bearing capacity, but when the soil is already fatigue, cyclic load can be break the bearing capacity of it.
This study assessed the effect of cyclic load on sand soil bearing capacity using 5% of proctor compaction and load variation of 20%, 40%, 60%, and 80% of the maximum load. Static load test used to get the maximum load (ultimate load). Cyclic load simulation was conducted by using a lever, proving ring, and plate size 15x15 (cm) with loading and unloading. Soil sample were placed in the box with size of length, width, and height of each value were 100cm, 100cm and 80cm but sand soil only filled as high as 50 cm. The test that conducted was the test of soil characteristics, plate loading test and cyclic load test. Based on the test could be seen the effect of cyclic load on sand soil bearing capacity.
Based on the result of plate loading test was obtained maximum load of sand soil was 209.63 kg. The maximum load after applying cyclic load for load variations of 20%, 40%, 60%, 80% which each value was 291.84 kg, 393.34 kg, 431.41 kg, 558.30 kg. It showed that the cyclic load increased soil bearing capacity of the sand soil. The increased of bearing capacity due to solidified of soil because of cyclic load. Effect of cyclic load on sand soil also increased the value of the friction angle.the s
tructure is highly influenced by the subgrade that
Keywords : cyclic load, sand soil, plate loading.
1882422143C1J014010FACTORS AFFECTING INDONESIAN TUNA EXPORT TO FIVE ASIAN COUNTRIES 2000-2016Penelitian ini berjudul “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ekspor Ikan Tuna Indonesia ke Lima Negara Asia Tahun 2000-2016”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh harga ekspor ikan tuna, PDB per kapita, nilai tukar, produksi ikan tuna Indonesia, dan harga ekspor udang terhadap ekspor ikan tuna Indonesia ke lima negara Asia tahun 2000-2016, serta meramalkan perkembangan trend ekspor ikan tuna Indonesia lima tahun mendatang. Hasil penelitian berdasarkan pada analisis regresi data panel GLS dengan model terpilih fixed effect menunjukkan bahwa secara simultan variabel harga ekspor ikan tuna, PDB per kapita, nilai tukar, produksi ikan tuna Indonesia, dan harga ekspor udang berpengaruh signifikan terhadap volume ekspor ikan tuna Indonesia ke lima negara Asia tahun 2000-2016. Secara parsial, variabel harga ekspor ikan tuna dan nilai tukar tidak berpengaruh signifikan, PDB per kapita dan harga ekspor udang berpengaruh positif dan signifikan, dan produksi ikan tuna Indonesia berpengaruh negatif dan signifikan terhadap volume ekspor ikan tuna Indonesia ke lima negara Asia tahun 2000-2016. Hasil analisis trend non-linier volume ekspor ke negara Jepang, Thailand, Singapura, dan Vietnam menunjukkan trend yang menurun lima tahun mendatang. Sedangkan hasil analisis trend non-linier volume ekspor ikan tuna Indonesia ke negara China menunjukkan trend yang meningkat pada lima tahun mendatang. Implikasi dari kesimpulan diatas yaitu untuk dapat meningkatkan volume ekspor ikan tuna Indonesia ke lima negara Asia serta memprediksi trend volume ekspor ikan tuna Indonesia lima tahun mendatang, maka pemerintah perlu meningkatkan dan mempertahankan kerjasama dengan negara-negara importir dengan cara menjaga kualitas ikan tuna Indonesia dan memperhatikan kebutuhan jangka panjang yaitu dengan membangun cold storage sebagai sarana penyimpanan produk di pelabuhan agar kemampuan suplai produksi ikan tuna Indonesia stabil. Sehingga dapat memenuhi kebutuhan konsumen dalam negeri maupun luar negeri. Pemerintah perlu menjaga stabilitas harga ikan tuna Indonesia.This research entitled Factors Affecting Indonesian Tuna Export to Five Asian Countries in 2000-2016”. The purpose of this study is to analyze the effect of the tuna export price, the GDP per capita, exchange rates, Indonesian tuna production and shrimp export price on the Indonesian tuna exports to five Asian countries in 2000-2016, as well as to forecast the development trend of Indonesian tuna export within the next five years. The results based on the analysis of GLS panel data regression with the chosen model of fixed effect show that simultaneously variables of tuna export price, GDP per capita, exchange rate, Indonesian tuna production, and the shrimp export price have a significant effect on the Indonesian tuna export volume to five Asian countries in 2000-2016. Partially, tuna export price and exchange rate has no significant effect on Indonesian tuna export volume to five Asian countries in 2000-2016, GDP per capita and shrimp export price has a positive and significant effect, and the Indonesian tuna production has a negative and significant effect on the Indonesian tuna exports volume to five Asian countries in 2000-2016. The results of a non-linear trend analysis of export volume to Japan, Thailand, Singapore, and Vietnam show a declining trend within the next five years. Meanwhile, the export volume of Indonesian tuna to China shows an increasing trend within the next five years.
The implications of the study in order to be able to increase the Indonesian tuna export volume to five Asian countries, as well as to predict the trend of the Indonesian tuna export volume within the next five years and the years that followed, the government needs to increase and maintain cooperation with importing countries by maintaining of Indonesian tuna. In addition, the need for the management of tuna taking into account long-term needs by building a cold storage as a means of storage of the products at the port. So, the ability to supply Indonesian tuna production is stable and can meet the needs of consumers in the country and abroad. The government needs to maintain the stability of Indonesian tuna price.
1882522144C1L014030The Effect of Fraud Detection on Financial Statement of The Company and Accounting Forensic Profession on Corruption Prevention and EradicationKorupsi telah menjadi isu yang fenomenal dan selalu menarik untuk dibahas di Indonesia. Korupsi telah dianggap sebagai akar permasalahan nasional. Pendekatan akuntansi forensik akan sangat membantu dalam menganalisis berbagai kasus korupsi di Indonesia, terutama yang berkaitan dengan korupsi sistemik yang dilakukan melalui konspirasi yang telah disiapkan dengan dukungan dokumen hukum oleh para pelaku. Sayangnya, akuntansi forensik tidak begitu umum dalam mengambil peran strategis dalam pengungkapan fraud hingga korupsi di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeteksi laporan keuangan yang curang melalui profesi forensik akuntansi untuk mencegah dan memberantas korupsi yang terjadi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kualitas audit dan profesi akuntansi forensik menggunakan kuisioner yang disebar ke auditor di Kantor Akuntan Publik di Jawa Tengah (Semarang, Surakarta, Purwokerto) dan Daerah Istimewa Yogyakarta yang mendapat ijin dan terdaftar dalam data Menteri Keuangan pada tahun 2016. Analisis data untuk uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan SPSS 20,00 dengan regresi linier berganda. Hasil penelitian ini memberikan bukti bahwa kualitas audit dan akuntansi profesi forensik telah berpengaruh terhadap pencegahan dan pemberantasan korupsi.Corruption has become a phenomenal issue and always interesting to discuss in Indonesia. Corruption has been perceived as the root cause of national problems. The forensic accounting approach will be helpful in analyzing various corruption cases in Indonesia especially those relating to systemic corruption committed through conspiracies that have been prepared with legal document support by principals. Unfortunately, forensic accounting accounting and forensic accounting professions in developed countries are not so common in taking a strategic role in disclosure of fraud including corruption in Indonesia. The purpose of this research to develop a model that can be used in detecting fraudulent financial statements through accounting forensic profession to prevent and combat corruption that occurred in Indonesia. This research was aimed to examine the direct effect of audit quality and accounting forensic profession to the corruption prevention and eradication using questionnaire spreaded to 63 auditors work in Public Accounting Firm in Central Java (Semarang, Surakarta, Purwokerto) and Special Region of Yogyakarta that already got certification and listed in Finance Minister data in 2016. Data analysis for hypothesis test was done using SPSS 20.00 with multiple linear regression. Result of this research was given an evidence that audit quality and accounting forensic profession have significantly effect towards the corruption prevention and eradication.
1882622145B1J014113Karakter Anatomi Organ Vegetatif Tanaman Cabai (Capsicum annuum L.) Pada Kondisi Cekaman KromiumPencemaran kromium di lingkungan dapat mempengaruhi perubahan morfologi, fisiologi, dan anatomi terutama pada organ vegetatif tanaman. Tanaman yang digunakan dalam penelitian adalah cabai (Capsicum annuum L.), karena cabai merupakan komoditi penting di Indonesia dan belum adanya penelitian mengenai organ vegetatif cabai yang terkena cekaman kromium. Cabai yang mengalami cekaman kromium dapat berpengaruh pada terganggunya pertumbuhan dan perkembangan sehingga mengurangi hasil produksi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui struktur anatomi organ vegetatif tanaman cabai pada kondisi cekaman kromium dan mengetahui apakah ada perbedaan karakter anatomi organ vegetatif tanaman cabai antara yang tercemar kromium dan tidak tercemar kromium. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental, dengan rancangan acak lengkap (RAL). Variabel bebas adalah lima taraf konsentrasi kromium, yaitu 0; 50; 100; 200; dan 300 ppm. Variabel terikat adalah karakter anatomi organ akar, batang, dan daun cabai. Metode pembuatan preparat anatomi batang menggunakan metode non-embedding, sedangkan pembuatan preparat awetan daun dan akar menggunakan metode parafin (embedding). Pewarnaan dengan safranin 1% dalam alkohol 70 %. Parameter yang diamati pada organ akar dan batang yaitu diameter organ, xilem, tebal epidermis dan korteks, sedangkan parameter organ daun meliputi tebal kutikula, epidermis, mesofil, ukuran stomata (panjang dan lebar), serta kerapatan stomata per 1 mm2 luas daun. Parameter pendukung adalah suhu dan kelembapan. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan Analisis Ragam (Anova) dengan tingkat kepercayaan 95% dan 99%, dan dilanjutkan dengan uji lanjut BNT 5%. Hasil penelitian diperoleh bahwa 1) Struktur anatomi organ vegetatif yaitu akar, batang, dan daun pada kondisi cekaman kromium tidak mengalami perubahan. 2) Cekaman kromiun menyebabkan penurunan terhadap diameter akar, batang, xilem akar, dan xilem batang. Penurunan tebal korteks akar, epidermis dan korteks batang, epidermis daun, dan mesofil, serta penurunan lebar dan kerapatan stomata. Akan tetapi cekaman kromium menyebabkan peningkatan terhadap tebal epidermis akar, kutikula daun dan panjang stomata.Chromium contamination can affect morphological, physiological, and anatomical changes especially in plant vegetative organs. The plant used in the study were chilli (Capsicum annuum L.), because chili is an important commodity in Indonesia and there is no research on vegetative organs of chili that are affected by chromium stress. The purpose of this research was to know the anatomical structure of vegetative organ of chilli plant on chromium stress condition and to know whether there was a difference of anatomical character of the vegetative organ of chilli plants between chromium contaminated and uncontaminated chromium. The method that used was an experimental method, with complitly randomized design (RAL). The independent variable is five levels of chromium concentration, i.e 0; 50; 100; 200; and 300 ppm. The stem slide preparation method was non-embedding, while the root and leaves slide preparations was embedding method. Staining with safranin 1% in 70% alcohol. The dependent variable is the anatomical character of the root organs, stems, and chili leaves. The parameters that observed in root and stem organ were organ diameter, xylem, the thickness of epidermis and cortex, while leaf organ parameter includes thickness cuticle, epidermis, mesophyll, stomata size (length and width), and stomatal number per 1 mm2 leaf area. The supporting parameters are temperature and humidity. The observed data were analyzed using the Analysis of Variety (Anova) with 95% and 99% confidence level and continued with 5% BNT. The result of the research showed that 1) Organ anatomical structure ie root, stem, and leaf in chromium stress condition did not change. 2) Chromium deposition causes a decrease in root diameter, stem diameter, xylem, thickness cortex roots, the thickness of the epidermis and cortex, leaf epidermal thickness, mesophyll, size of stomata width and number. However, chromium stress caused the increase in thickness of the root epidermis, leaf cuticle thickness and the stomatal length.
1882722146F1J014008BENTUK DAN MAKNA KONTEKSTUAL KANDOUSHI DALAM FILM BIRI GYARU (FLYING COLORS)Penelitian ini berjudul “Bentuk dan Makna Kontekstual Kandoushi dalam Film Biri Gyaru (Flying Colors)”. Tujuannya yaitu untuk mendeskripsikan bentuk dan makna kontekstual yang terkandung dalam kandoushi yang muncul dalam film Biri Gyaru (Flying Colors). Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang menggunakan metode padan. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah teknik simak dan catat. Data yang digunakan adalah dialog yang mengandung kandoushi sebanyak 25 data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 4 jenis kandoushi yang muncul, yaitu kandou ‘impresi’, yobikake ‘panggilan’, outou ‘jawaban’, dan aisatsugo ‘ungkapan persalaman’. Bentuk kandoushi yang muncul diantaranya yaitu, e, a, hora, o, ee, ne, moshimoshi, un, sou!, ha?, sou.., sou?, arigatougozaimasu, arigatou, ohayou, dan oyasumi. Terdapat 12 jenis makna yang muncul, yaitu menyatakan keterkejutan, perasaan mendalam, perasaan mengandung emosi, meminta perhatian, menyatakan panggilan dalam telepon, menyatakan persetujuan, memberikan tanggapan, menyatakan keraguan, menyatakan pemahaman, ungkapan terima kasih, salam yang mengandung sindirian, dan salam perpisahan.This research is entitled “Form and Contextual Meaning of Kandoushi in Biri Gyaru (Flying Colors)”. The purpose is to describe the form and contextual meaning of kandoushi in Biri Gyaru (Flying Colors). This research is categorized as a qualitative descriptive research and used equivalent method for its analysis. The technique for collecting data are scrutinized and noted. The data of this research are 25 dialogues in which contain kandoushi. As the result of this research, the researcher has found 4 types of kandoushi, kandou ‘impression’, yobikake ‘call expression’, outou ‘answer’, and aisatsugo ‘greeting’. The form that appear in data are e, a, hora, o, ee, ne, moshimoshi, un, sou!, ha?, sou.., sou?, arigatougozaimasu, arigatou, ohayou, and oyasumi. There are 12 types of contextual meaning, there are expressing surprised, deep feeling, emotional feeling, attention request, calling on telephone, agreement, response, hesitation, comprehension, thanking, sarcasm greeting, and farewell greeting.
1882822168F1B014058PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN DI PDAM KABUPATEN BANYUMASPada dasarnya kepuasan pelanggan merupakan tujuan utama dari perusahaan penjual barang atau jasa. Kepuasan pelanggan dapat dipengaruhi oleh kualitas pelayanan. Penelitian ini dilakukan di Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Banyumas.
Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis besarnya pengaruh kualitas pelayanan (bukti fisik, ketanggapan, keandalan), terhadap Kepuasan pelanggan di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survai. Teknik analisis data yang digunakan adalah Korelasi Kendall Tau, dan Regresi Ordinal.
Hasil analisis secara kuantitatif dalam penelitian ini menunjukkan :(1) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan sebesar 0,540 atau 54 persen. (2) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Bukti Fisik terhadap Kesesuaian Harapan sebesar 0,438 atau 43,8 persen. (3) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Bukti Fisik terhadap Kualitas Produk sebesar 0,514 atau 51,4 persen. (4) Terdapat Pengaruh yang positif dan signifikan antara ketanggapan terhadap Kesesuaian harapan sebesar 0,377 atau 37,7 persen. (5) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Ketanggapan terhadap Kualitas Produk sebesar 0,487 atau 48,7 persen. (6) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara keandalan terhadap Kesesuaian Harapan sebesar 0,070 atau 7 persen. (7) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara keandalan terhadap kualitas produk sebesar 0,168 atau 16,8 persen.
Kesimpulan hasil penelitian ini adalah bahwa variabel dan indikator Kualitas Pelayanan (Bukti fisik, Ketanggapan, Keandalan) semuanya berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Pelanggan (Kesesuaian Harapan dan Kualitas Produk) di PDAM Kabupaten Banyumas Hal ini membuktikan bahwa semua variabel independen mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap variabel dependen yaitu kepuasan pelanggan. Dengan demikian keseluruhan hipotesis kerja dalam penelitian ini dapat diterima.

Kata Kunci: Kualitas Pelayanan, Kepuasan Pelanggan
ABSTRACT
Basically the customer satisfaction is the main goal of the monger company's goods or services. Customer satisfaction can be affected by the quality of service. This research was conducted in the PDAM of Banyumas Regency.
The research aims to analyze how big the influence Service Quality (Tangible, Responsivenes, and Reliablity), to the Customer Satisfaction at PDAM Banyumas Regency. This research uses survey method. Data analysis techniques are Kendall Tau Correlation, and Ordinal Regression.
The results of quantitative analysis in this study indicate: (1) There is a positive and significant influence between the Service quality on customer satisfaction. equal to 0,540 or 54 percent. (2) There is a positive and significant influence between the Tangible on suitability of expectations of 0,438 or 43,8 percent. (3) There is a positive and significant influence between Tangible on product quality of 0,514 or 51,4 percent. (4) There is a positive and significant influence between responsivenes on suitability of expectations of 0,377 or 37,7 percent. (5) There is a positive and significant influence between responsivenes on product quality of 0,487 or 48,7 percent. (6) There is a positive and significant influence between reliability on suitability of expectations of 0,070 or 7 percent. (7) There is a positive and significant influence between reliablity on product quality of 0,168 or 16,8 percent.
This research concludes that the variables and indicators of Service quality (Tangible, Responsivenes, and Reliablity) have positive and significant effect on customer satisfaction in the PDAM Banyumas Regency. This prove that all independent variables have a positive and significant influence to the dependent variable which is Customer Satisfaction. Therefore all hypotheses in this research are acceptable.
Keywords: Service Quality, Customer Satisfaction


1882922184C1C014002Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kepatuhan Wajib Pajak dengan Niat untuk Patuh sebagai Variabel Mediasi (Studi Empiris pada Wajib Pajak Orang Pribadi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan di Kabupaten Tegal)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui niat untuk patuh memediasi hubungan kausal kewajiban moral, kepercayaan pada otoritas pemerintah, sosialisasi perpajakan, dan sanksi pajak terhadap kepatuhan wajib pajak dalam membayar Pajak atas Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Wajib Pajak Orang Pribadi (WPOP) Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan yang berada di Kabupaten Tegal. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah proportionate stratified sampling dan sampel berjumlah 120 responden. Metode pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan dengan Structural Equation Model dengan AMOS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa niat untuk patuh memediasi hubungan kausal kewajiban moral dan sosialisasi perpajakan terhadap kepatuhan wajib pajak. Selain itu, niat untuk patuh tidak memediasi hubungan kausal kepercayaan pada otoritas pemerintah dan sanksi pajak terhadap kepatuhan wajib pajak.This study aims to determine the intentions for compliance mediate the causal relationships of moral obligations, trust in government authorities, taxation socialization, and tax penalties on taxpayer compliance in paying taxes on land and buildings rural and urban. Population in this study is all taxpayers of private taxes on land and buildings rural and urban residing in Kabupaten Tegal. The sampling technique used is proportionate stratified sampling and sample is 120 respondents. Data collection techniques is done through questioner and data analysis method used in this research is done by using Structural Equation Model with AMOS. The results of this research indicate that the intentions for compliance mediate the causal relationship of moral obligations and taxation socialization on taxpayer compliance. In addition, the intentions for compliance does’nt mediate the causal relationship of trust in government authorities and tax penalties on taxpayer compliance.
1883022191G1G014039PENGARUH TEMPERATUR POLIMERISASI TERHADAP KETAHANAN FRAKTUR PADA PLAT ORTODONTI RESIN AKRILIK SELF-CURE DENGAN METODE SPRAY-ON
Plat ortodonti merupakan komponen penting pada peranti lepasan yang memiliki material utama berupa resin akrilik self-cure dengan metode spray-on. Material ini memiliki kekurangan berupa derajat polimerisasi yang rendah sehingga dapat mempengaruhi sifat mekanik. Salah satu sifat mekanik yang harus dimiliki adalah ketahanan fraktur dan dapat ditinjau melalui kekuatan impak. Kekuatan impak diperlukan oleh plat ortodonti lepasan dalam menyerap energi sebelum material tersebut patah akibat benturan yang terjadi secara tiba-tiba. Tingginya penggunaan dan pentingnya sifat mekanik resin akrilik self-cure pada plat ortodonti lepasan menimbulkan bermacam upaya untuk meningkatkan sifat-sifat tersebut, salah satunya peningkatan temperatur polimerisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh temperatur polimerisasi 40ºC, 50ºC, dan 60ºC terhadap ketahanan fraktur pada plat ortodonti resin akrilik self-cure dengan metode spray-on. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratoris murni secara in vitro dengan rancangan penelitian posttest only control group design.
Penelitian ini menggunakan 32 sampel yang dibagi ke dalam 4 kelompok temperatur polimerisasi: Kelompok 1 (23ºC  5ºC) sebagai kontrol, Kelompok 2 (40ºC), Kelompok 3 (50ºC), dan Kelompok 4 (60ºC). Proses polimerisasi dilakukan dengan perendaman dalam air menggunakan waterbath kemudian dilakukan uji nilai kekuatan impak menggunakan Impact Testing Machine dan didapatkan rerata 0,010 J/mm2 (Kelompok 1), 0,013 J/mm2 (Kelompok 2), 0,016 J/mm2 (Kelompok 3), dan 0,017 J/mm2 (Kelompok 4). Hasil penelitian dianalisis dengan One-way ANOVA diketahui terdapat perbedaan bermakna antar kelompok (p=0,000) dan dilanjutkan dengan uji Post-Hoc LSD. Hasil uji Post-Hoc menunjukkan terdapat perbedaan bermakna antar seluruh kelompok (p<0,05) kecuali antara kelompok 3 dengan kelompok 4 (p>0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah peningkatan temperatur polimerisasi resin akrilik self-cure dengan metode spray-on dapat meningkatkan nilai kekuatan impak namun akan terhenti pada temperatur 50ºC.Baseplate is an essential component of removable orthodontic. The commonly used orthodontic baseplate main material is self-cure acrylic with spray-on method is commonly used. This material has a low degree of polymerization which will affect the mechanical properties. One of the mechanical properties is fracture toughness that could be evaluated by impact strength. Impact strength on orthodontic baseplate is needed to withstand a suddenly applied load and is expressed in terms of energy. The importance of mechanical properties of self-cure acrylic resin on orthodontic appliances has led various attempts to improve, one of them is to increase the polymerization temperature. The aim of this study was to evaluate the effect of polymerization temperature 40ºC, 50ºC, and 60ºC on fracture toughness of self-cure acrylic resin orthodontic baseplate with spray-on method. The study type was in vitro experimental laboratory with posttest-only control group design. Thirty-two sample were divided into 4 groups: Group 1 (23ºC  5ºC) as control group, Group 2 (40ºC), Group 3 (50ºC), and Group 4 (60ºC). Polymerization was done under water using waterbath and the result of impact strength was calculated using Impact Testing Machine. The average number of impact strength were 0,010 J/mm2 (Group 1), 0,013 J/mm2 (Group 2), 0,016 J/mm2 (Group 3), and 0,017 J/mm2 (Group 4). One-way ANOVA analysis showed significance difference between groups (p=0,000).The result of Post-Hoc test of impact strength showed significance difference between all groups (p<0,05) except for Group 3 and Group 4 (p>0,05). The conclusion of this research is the increase polymerization temperature on self-cure acrylic resin with spray-on method can increase the impact strength but the effect will stop on temperature 50ºC.
1883122147H1F013053STUDI GEOLOGI DAN KARAKTERISTIK RADIOLARIA DI BATAS SATUAN TERSIER DAN PRA TERSIER DAERAH WAGIR SAMBENG, KECAMATAN KARANGGAYAM, KEBUMEN, JAWA TENGAHDaerah penelitian berada di Wagir Sambeng dan sekitarnya Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi geologi dan karakteristik radiolaria yang terdapat di batas satuan Pra-Tersier (anggota Kompleks Melange Luk-Ulo) dan satuan Tersier (anggota Formasi Karangsambung). Metode penelitian yang digunakan adalah pemetaan geologi permukaan dan determinasi radiolaria dengan SEM (Scanning Electron Microscope). Satuan geomorfologi daerah penelitian terdiri dari tiga satuan, yaitu Satuan Perbukitan Struktural Lereng Agak Curam (S2), Satuan Perbukitan Struktural Lereng Curam (S3), dan Satuan Perbukitan Denudasional Lereng Landai (D1). Stratigrafi daerah penelitian terdiri dari tiga satuan batuan tidak resmi dari tua ke muda, yaitu Satuan Batuan Bancuh, Satuan Rijang-Batugamping, dan Satuan Lempung Bersisik. Struktur yang berkembang pada daerah penelitian berupa sesar-sesar anjak yang diperkirakan berumur Pra-Tersier yang memiliki pola kelurusan yang berarah baratlaut (NW) – tenggara (SE), yaitu Sesar Kiri Menganjak Wadasmalang dan Sesar Anjak Jambekerep. Sesar-sesar tersebut merupakan akibat dari mengakresinya Lempeng Samudra India-Australia dengan Lempeng Benua di daerah Selatan Jawa. Berdasarkan pengamatan secara mikroskopis karakteristik radiolaria memiliki preservasi dan kelimpahan yang cukup baik pada blok-blok batuan berupa rijang berselingan batugamping merah, serpih hijau dan lempung yang menyisip pada batupasir. Hasil determinasi dengan SEM, membagi radiolaria menjadi 2 zona kumpulan yang berumur Kapur awal dan Kapur Akhir. Zona kumpulan berumur Kapur Awal dinamakan zona P.carpatica yang terdiri dari Pseudodictyomitra carpatica dan radiolaria berumur kapur awal dan zona kumpulan berumur Kapur akhir dinamakan zona Pseudodictyomitra pseudomacrocephala (SQUINABOL) yang terdiri daari Pseudodictyomitra pseudomacrocephala dan radiolaria berumur kapur akhir lainnya.Geological research takes place at Wagir Sambeng and its vicinity, Karanggayam Sub- District, Kebumen District, Central Java. The aim of study are determining geological condition and characteristics of radiolaria contained in the boundary of Tertiary and Pre-Tertiary Rocks. The method of study are surface geological mapping and radiolaria determination using Scanning Electron Microscope (SEM). Geomorphological unit of study area consists of three units, namely Structural Hills Almost Scarp Slope Unit (S2), Structural Hills Scarp Slope Unit (S3), and Denudational Hills Gentle Slope Unit (D1). Stratigraphy of study area consists of three unofficial lithologies from old to young, those are Melange Complex Unit, Chert-Limestone Unit, and Scaly Clay Unit. The structure that developed in the area of research is interpreted as Pre-Tertiary reverse fault that have a pattern lineaments trending is northwest (NW) - southeast (SE), which is Wadasmalang Reverse Left Slip Fault and Jambekerep Reverse Fault. Those are effect from accretion of India-Australia Oceanic Plate with Eurasia Plate in South Java. Based on microscopic observation of radiolaria characteristics is abundance and well preserved on chert-limestone, green shale and alternating beds of clay and sandstone. The results of radiolaria determination using SEM divide Radiolaria into two assemblage zones with age of early cretaceous and late cretaceous. The early cretaceous assemblage zone named P.carpatica zone which consist Pseudodictyomitra carpatica and other early cretaceous radiolarians and the late cretaceous assemblage zone named P.pseudomacrocephala zone which consist Pseudodictyomitra pseudomacrocephala and other late cretacous radiolarians.
1883222148F1G014027ANALISIS WACANA KRITIS PIDATO KENEGARAAN SETYA NOVANTO SEBAGAI KETUA DPR RI DI HADAPAN RAJA SALMANPenelitian ini berjudul “Analisis Wacana Kritis Pidato Kenegaraan Setya Novanto sebagai Ketua DPR RI di Hadapan Raja Salman”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna dan perubahan sosial yang terdapat dalam pidato Setya Novanto di hadapan Raja Salman. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif dengan sumber data wacana lisan, berupa pidato Setya Novanto di hadapan Raja Salman pada kamis, 2 Maret 2017. Pengumpulan data menggunakan metode simak dengan teknik dasar sadap. Teknik lanjutan yang digunakan dalam penelitian ini ialah teknik catat. Data dianalisis menggunakan metode analisis wacana kritis Fairclough.
Berdasarkan hasil penelitian, wacana pidato Setya Novanto mempunyai berbagai maksud dan kepentingan untuk bangsa Indonesia. Maksud dan kepentingan tersebut terkait dalam bidang ekonomi, sosial, politik, budaya dan agama. Maksud dan kepentingan tersebut ditujukan untuk rakyat Indonesia agar mendapatkan perubahan yang lebih baik.
This research is titled “Critical Discourse Analysis of Setya Novanto’s State Speech as a Chairman of DPR RI in front of King Salman”. This study aims to describe the meaning and social changes contained in Setya Novanto's speech before King Salman. This research is as descriptive qualitative research with Setya Novanto’s speech in front of King Salman on Thursday, 2nd March 2017, as an oral discourse data source. The data collection is using a Refer Method with basic tapping techniques. The advanced technique used in this research is the Note Technique. Data were analyzed using Fairclough's critical discourse analysis method.
Based on the results of this study, that Setya Novanto’s speech discourse has various intentions and interests for the Indonesian. The aims and interests are related in the economic, social, political, cultural and religious fields. The purpose and interests are intended for the Indonesian to get a better change.
1883322149F1F014010An Analysis of Translation Strategy of Proper Nouns in The Saga of Darren Shan: Son's Destiny Novel and The Translator's IdeologyPenelitian ini berjudul “An Analysis of Translation Strategy of Proper Nouns in The Saga of Darren Shan: Sons of Destiny Novel and The Translator’s Ideology”. Penelitian ini berfokus pada cara penerjemahan proper noun dan ideologi penerjemahan yang diterapkan. Dengan menggunakan metode kualitatif, penelitian ini bertujuan untuk 1) menemukan kategori proper noun yang ada dalam novel tersebut, 2) menjelaskan bagaimana proper noun tersebut diterjemahkan ke bahasa sasaran, dan 3) menjelaskan ideologi penerjemahan yang digunakan dalam penerjemahan proper noun tersebut. Untuk mendapatkan hasil dari analisis tersebut, teori strategi penerjemahan E. Davies (2003) diterapkan pada 124 proper noun dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode total sampling dengan mengkategorikan keseluruhan data ke dalam tipe dan strateginya untuk menemukan ideologi penerjemah sebagai hasil akhirnya.
Berdasarkan hasil penelitian, proper noun dalam novel ini dapat dikelompokkan ke dalam 3 kategori yaitu Nama Orang (92), Nama Tempat (15), dan Nama Benda (17). Proper noun tersebut diterjemahkan menggunakan 6 strategi yaitu Preservation, Addition, Globalization, Localization, Transformation dan Creation. Dua strategi pertama, yang mengindikasikan ideologi Foreignisasi, digunakan pada 87% jumlah proper noun. Sedangkan strategi lainnya, yang mengindikasikan Domestikasi, digunakan pada 12.9% jumlah proper noun. Dapat disimpulkan bahwa ideology penerjemah disini adalah Foreignisasi karena Preservation dan Addition (penambahan informasi pada proper noun) lebih dominan digunakan daripada strategi lainnya. Keputusan penerjemah memilih Foreignisasi tampaknya dipengaruhi oleh karakteristik genre novel, yaitu keunikan plot, tokoh, dan setting yang membuat genre ini unik dan menarik. Pemilihan Foreignisasi juga bertujuan untuk memperkuat nuansa negara asal bahasa sumber agar para pembaca dapat begitu menikmati cerita novel tersebut.
This research is entitled “An Analysis of Translation Strategy of Proper Nouns in The Saga of Darren Shan: Sons of Destiny Novel and The Translator’s Ideology”. It focuses on how proper nouns in the novel are translated and the translation ideology applied. Using qualitative method, this research aims 1) to find out the proper nouns category in the novel; 2) to describe how the proper nouns are translated to the target language; and 3) to explain the translation ideology in translating the proper nouns. To get the result of the analysis, E. Davies (2003)’s translation strategies theory is used on 124 proper nouns data. Using total sampling method as the data collection, the type and strategy categorization are conducted to whole data in order to find out the translator’s ideology as the final result.
Based on the result of the research, it can be seen that the proper nouns in this novel can be grouped into three categories namely Name of Person (92), Name of Place (15), and Name of Thing (17). They are translated using 6 of 7 categories that are Preservation, Addition, Globalization, Localization, Transformation and Creation. The first two strategies indicating Foreignization ideology, are employed at 87% of proper nouns. Meanwhile, the other strategies indicating Domestication, are employed at 12.9% of proper nouns. To conclude, the translator’s ideology is Foreignization since the Preservation and Addition, a strategy with additional information of the proper noun, are more frequently used than other strategies in the proper nouns translation. The translator’s decision to apply Foreignization is apparently influenced by the genre characteristics such as the novel’s uncommon plot, characters and setting that make this genre unique and interesting. Moreover, it also aims to emphasize the country’s atmosphere of SL for the target readers so that they can deeply wander in the story.
1883422150G1A014034PERBEDAAN DAYA LEDAK OTOT SEBELUM DAN SESUDAH INTERVENSI PLYOMETRIC TRAINING PADA ANGGOTA UKM OLAHRAGA FAKULTAS KEDOKTERAN UNSOEDLatar Belakang: Daya ledak otot merupakan salah satu komponen yag penting untuk menunjang skill dalam beberapa cabang olahraga. Daya ledak otot juga salah satu komponen kebugaran fisik yang berguna untuk menjaga tubuh dalam kondisi yang baik. Intervensi plyometric training merupakan latihan yang diduga dapat meningkatkan daya ledak otot. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Olahraga Fakultas Kedokteran Unsoed merupakan suatu kegiatan mahasiswa dibidang olahraga yang memerlukan kebugaran fisik khususnya daya ledak otot untuk mengikuti kompetisi.

Tujuan: Mengetahui perbedaan daya ledak otot sebelum dan sesudah intervensi plyometric training selama 5 minggu.

Metode: Penelitian menggunakan metode quasi-experimental dengan pre and post test design without control. Subjek penelitian berjumlah 15 mahasiswa yang dikumpulkan menggunakan metode consecutive sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Subjek penelitian melakukan intervensi plyometric training selama 5 minggu dengan 2 sesi setiap minggu.. Daya ledak otot diukur menggunakan metode vertical jump dilakukan sebelum dan sesudah intervensi.

Hasil: Hasil uji t-berpasangan yaitu terdapat perbedaan yang bermakna pada nilai daya ledak otot sebelum dan sesudah intervensi plyometric training (p= 0,001; p< 0,05). Terjadi peningkatan daya ledak otot setelah intervensi plyometric training dari sebelumnya 45,50 ± 9,98 cm menjadi 59,86 ± 1,07 cm.

Kesimpulan: Terdapat perbedaan daya ledak otot sebelum dan sesudah intervensi plyometric training selama 5 minggu.
Introduction: Muscle explosive power is one of the important components to support skill in some sports. Muscle explosive power is also one component of physical fitness that is useful for keeping the body in good performance. Plyometric training is a regimen of exercise that was expected to increase muscle explosive power. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Olahraga in Faculty of Medicine in Jenderal Soedirman Univesity are groups of student activity in the field of sports that require physical fitness, especially muscular explosive power to follow the competition.

Objective: To determine differences in muscle explosive power before and after plyometric training for 5 weeks

Method: The study used a quasi-experimental method with pre and post test design without control. Subject were 15 students that was collected using consecutive sampling method based on inclusion and exclusion criteria. The subject of research was intervened plyometric training for 5 weeks with two sessions each week. Muscle explosive power was measured using the vertical jump method done before and after intervention.

Results: The results of paired t-test were there are significant differences in muscle explosive power values before and after the intervention plyometric training (p <0.001; p< 0.05). There was an increase in explosive muscle power after plyometric training intervention from 45.50 ± 9.98 cm to 59.86 ± 1.07 cm.

Conclusion: The results of paired t-test were there are significant differences in muscle explosive power values before and after the intervention plyometric training (p <0.001; p< 0.05). There was an increase in explosive muscle power after plyometric training intervention from 45.50 ± 9.98 cm to 59.86 ± 1.07 cm.
1883522151H1F013001SEKUEN STRATIGRAFI DAN PERHITUNGAN CADANGAN HIDROKARBON PADA LAPANGAN ‘RA’ FORMASI TALANG AKAR CEKUNGAN JAWA BARAT UTARACekungan Jawa Barat Utara merupakan cekungan yang teridentifikasi memiliki cadangan hidrokarbon yang besar. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya kegiatan pengeboran yang dilakukan dalam rangka eksplorasi hidrokarbon yang masih aktif dalam dunia bisnis perminyakan yang sedang mengalami penurunan harga jual dari tahun ke tahun yang membuat persaingan di dunia kerja semakin ketat. Berjalannya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang geologi guna memenuhi kebutuhan akan energi, maka dibutuhkan tenaga - tenaga profesional yang mampu berjalan sinergis mengaplikasikan, memahami dan mengembangkan diri mengenai geologi minyak dan gas bumi, sehingga dilakukan penelitian tugas akhir ini untuk membahas kondisi geologi bawah permukaan, cadangan hidrokarbon dan interpretasi mengenai persebaran reservoir tersebut. Penelitian ini meliputi analisis data log menggunakan kaidah elektrofasies, analisis petrofisika, dan menghitung original oil in place menggunakan metode volumetrik reservoir. Penelitian ini dimulai dengan memberi batas atau marker sekuen stratigrafi dengan meilihat pola log gamma ray untuk mengetahui daerah sebaran dari zona reservoir yang diinterpretasikan melalui marker tersebut, lalu analisis petrofisika untuk mencari nilai vshale, porositas, saturasi air, dan permeabilitas sebagai karakteristik reservoir. Selanjutnya dilakukan pemetaan bawah permukaan dengan seismik untuk mengetahui luas volume bulk reservoir untuk menghitung cadangan hidrokarbon. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa lokasi penelitian terdiri dari litologi batupasir, batubara, perselingan batupasir-batulempung, dan shale. Lalu kondisi straigrafi berdasarkan sekuen stratigrafi pada lokasi penelitian menunjukkan terdapatnya 1 fase LST, 2 fase HST, dan 2 fase TST. Analisis petrofisika menunjukkan reservoir memiliki nilai vshale 5%, porositas 19%, dan saturasi air 0,683. Kalkulasi volumetrik menunjukkan nilai cadangan minyak original oil in place sebesar 77.487,533 STB.The North West Java Basin is an identified basin that has large hydrocarbon reserves. This is evidenced by the drilling activities undertaken in the context of hydrocarbon exploration that is still active in the world of petroleum business is experiencing a decline in selling prices from year to year that makes competition in the workplace increasingly tight. The development of science and technology in the major of geology need for energy supply, it takes professionals who are able to work synergistically apply, understand and develop themselves about the geology of oil and gas, so this final research is discuss about the subsurface geological conditions, hydrocarbon reserves and interpretation of the lateral spread of the reservoir. This research includes analysis of log data using method of electrofacies , petrophysic analysis, and calculating original oil in place using volumetric reservoir method. This study begins by assigning a stratigraphic sequence or marker boundary by looking at gamma ray log patterns to determine the spreading lateral regions of the reservoir zone interpreted through that marker, then petrophysic analysis to find the volume shale, porosity, water saturation, and permeability values as reservoir characteristics. Subsurface mapping by seismic was conducted to determine the large of reservoir area and reservoir’s volume to calculate the hydrocarbon reserves. The results of this study concluded that the location of the study consisted of sandstone, coal, interlaminate sandstone-shale, and shale. Then the straigrafi condition based on the stratigraphic sequence at the study site indicates the presence of 1 phase LST, 2 phase HST, and 2 phase TST. Petrophysic analyzes showed reservoirs having 5% volume shale, 19% porosity, and 0.683 water saturation. The volumetric calculation shows the value of original oil in place oil reserves is 77,487,533 STB.
1883622152F1B014005PENGARUH PARTISIPASI MASYARAKAT DAN KINERJA IMPLEMENTOR TERHADAP EFEKTIVITAS PROGRAM SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT (STBM) DI DESA SOKARAJA LOR KECAMATAN SOKARAJA KABUPATEN BANYUMAS Masih rendahnya akses masyarakat terhadap sanitasi menjadi salah satu penyebab dari masih tingginya angka penyakit berbasis lingkungan. Salah satu kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia sebagai upaya dalam pemenuhan akses terhadap sanitasi adalah program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Salah satu wilayah yang telah melaksanakan STBM adalah Desa Sokaraja Lor. Jika dibandingkan dengan 7 (tujuh) desa lain yang melaksanakan STBM pada tahun 2017, Sokaraja Lor merupakan desa dengan akses jamban penduduk terendah. Namun dengan latar belakang tersebut, Desa Sokaraja Lor mampu menunjukan progres yang lebih baik yaitu telah berstatus sebagai ODF (Open Defecation Free ) terlebih dahulu. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi efektivitas program pembangunan adalah partisipasi masyarakat dan kinerja dari implementor program. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara partisipasi masyarakat dan kinerja implementor efektivitas program STBM di Desa Sokaraja Lor. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif-korelasional dengan teknik pengambilan sampel yaitu Proportionate Stratified Random Sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuisioner dan dokumentasi. Kemudian teknik analisis data yang digunakan adalah Korelasi Product Moment, Korelasi Berganda, dan Analisis Regresi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara partisipasi masyarakat terhadap efektivitas program STBM dengan nilai sebesar 0,804; (2) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara kinerja implementor terhadap efektivitas program STBM dengan nilai sebesar 0,744; (3) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara partisipasi masyarakat dan kinerja implementor secara bersama terhadap efektivitas program STBM dengan nilai sebesar 0,862. The low level of public access sanitation is one of the causes of the high rates of environmental-based diseases. One of the policies issued by the Indonesian government as an effort in fulfilling access to sanitation is the Community Based Total Sanitation (STBM) program. One of the areas that have implemented STBM is Sokaraja Lor Village. When compared with 7 (seven) other villages implementing STBM in 2017, Sokaraja Lor is the village with the lowest access to latrine access. But with that background, Sokaraja Lor village is able to show a better progress that has been an ODF (Open Defecation Free) first. Several factors that may affect the effectiveness of the development program are the community participation and performance of the program implementers. The purpose of this study is to determine whether there is a positive and significant influence between community participation and the effectiveness of effectiveness of STBM program implementation in Sokaraja Lor Village. This research uses quantitative-correlational method with sampling technique that is Proportionate Stratified Random Sampling. Data collection techniques in this study using questionnaires and documentation. Then the data analysis techniques used are Product Moment Correlation, Multiple Correlation, and Regression Analysis. The results showed: (1) There was a positive and significant effect of community participation on the effectiveness of the STBM program with a value of 0.804; (2) There is a positive and significant effect of performance implementor on the effectiveness of the STBM program with a value of 0.744; (3) There is a positive and significant effect of community participation and performance implementor on the effectiveness of the STBM program with a value of 0.862.
1883722153C1K013004The Dimensions of University Brand Equity and Brand Promise: Case Study at International Program of Faculty Economics and Business, Universitas Jenderal SoedirmanPenelitian ini berjudul “Dimensi Ekuitas Merek dan Janji Merek Universitas (Studi Kasus pada Program Internasional Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jenderal Soedirman)”. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki ekuitas merek dan janji merek universitas pada penerapan analisis ekuitas merek berbasis konsumen (CBBE) terhadap mahasiswa dan dewan dan personil universitas. Penelitian ini melibatkan dimensi ekuitas merek berbasis konsumen, yaitu kesadaran merek, kualitas yang dirasakan, reputasi universitas, dan lingkungan emosional. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa dan anggota fakultas (dewan, dosen, dan personil) Program Internasional Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jenderal Soedirman. Data primer yang digunakan dalam penelitian diperoleh langsung dari observasi, wawancara, dan survei pada responden melalui kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada kesadaran merek, kualitas yang dirasakan, reputasi universitas, dan lingkungan emosional antara mahasiswa Program Internasional dan anggota fakultas (dewan, dosen, dan personil) Program Internasional Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jenderal Soedirman.This research is titled “The Dimensions of University Brand Equity and the Brand Promise (Case Study at International Program of Economics and Business Faculty, Universitas Jenderal Soedirman)”. This study aims to investigate brand equity and brand promise of a university on the application of consumer-based brand equity (CBBE) analysis toward university students and university board and personnel. It involves consumer-based brand equity dimensions of brand awareness, perceived quality, university reputation, and emotional environment. This type of research is quantitative research by using survey method. Populations in this study are groups of students and faculty members (board, lecturer, and personnel) of International Program in Economics and Business Faculty, Universitas Jenderal Soedirman. The primary data used in the research are obtained directly from the observation, interview, and survey on the respondents through the questionnaires. Results showed that there is a significant difference of brand awareness, perceived quality, university reputation, and emotional envronment of International Program students and International Program providers (board, lecturers, and personnel) of Economic and Business Faculty, Universitas Jenderal Soedirman.
1883822154G1G014010PENGARUH PEMBERIAN GEL EKSTRAK MEMBRAN KULIT TELUR AYAM (Gallus sp.) TERHADAP KADAR HIGH MOBILITY GROUP BOX-1 PADA PENYEMBUHAN LUKA
PASCAEKSTRAKSI GIGI (Studi In Vivo pada Tikus Wistar)
Ekstraksi gigi merupakan salah satu tindakan yang cukup sering dilakukan oleh dokter gigi. Ekstraksi gigi menyebabkan perlukaan dan akan memicu penyembuhan luka. Proses penyembuhan luka melibatkan berbagai macam mediator inflamasi, salah satunya high mobility group box-1 (HMGB-1). HMGB-1 merupakan protein yang berada di dalam DNA, akan keluar apabila terjadi kerusakan jaringan, dan akan membantu proses penyembuhan luka. Membran kulit telur ayam mengandung glikosaminoglikan. Glikosaminoglikan dapat berikatan dengan HMGB-1. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gel ekstrak membran kulit telur ayam dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 20% terhadap kadar HMGB-1 pada proses penyembuhan luka pascaekstraksi gigi tikus wistar. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratoris dengan rancangan posttest-only control group design dan menggunakan 30 ekor tikus Rattus norvegicus galur wistar jantan yang dibagi mejadi 5 kelompok, yaitu kelompok 1 (kelompok kontrol sehat), kelompok 2 (kelompok kontrol negatif), kelompok 3 (kelompok perlakuan pemberian gel ekstrak konsentrasi 5%), kelompok 4 (kelompok perlakuan pemberian gel ekstrak konsentrasi 10%), dan kelompok 5 (kelompok perlakuan pemberian gel ekstrak konsentrasi 20%). Kelompok 2, 3, 4, dan 5 dilakukan ekstraksi pada gigi insisivus menggunakan needle holder dengan sebelumnya dianestesi terlebih dahulu menggunakan Ketamin dengan dosis 80mg/kgBB. Gel diberikan secara topikal sebanyak 0,06 ml setiap 12 jam sekali selama 4 hari. Setiap kelompok diambil sampel serum darah pada hari ke-4 dan dilakukan pemeriksaan kadar HMGB-1 menggunakan ELISA. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan sangat bermakna antar kelompok (p<0,01). Terdapat perbedaan sangat bermakna antar kelompok perlakuan 2 dan 3 dengan kelompok kontrol negatif (p<0,01) namun tidak ada perbedaan bermakna antar kelompok perlakuan 1 dengan kelompok kontrol negatif (p>0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa gel ekstrak membran kulit telur ayam konsentrasi 10% dan 20% dapat mempengaruhi kadar HMGB-1 pada penyembuhan luka pascaekstraksi gigi tikus wistar.Tooth extraction is one of dental treatments by dentists. Tooth extraction causes injury which will lead into wound healing. Wound healing process involves wide range inflammatory mediators and one of them is high mobility group box-1 (HMGB-1). HMGB-1 is a protein in DNA that will be released during tissue injury therefore promotes wound healing. Chicken eggshell membrane contains glycosaminoglycans. Glycosaminoglycans can bind with HMGB-1. The aim of this study was to know the effect of 5%, 10%, and 20% chicken eggshell membrane extract gel on HMGB-1 level in wound healing post tooth extraction. The type of research was experimental laboratory with posttest-only control group design and using 30 male Rattus norvegicus strain wistar rats that divided into 5 groups: group 1 (healthy control), group 2 (negative control), group 3 (treated with 5% chicken eggshell membrane extract gel), group 4 (treated with 10% chicken eggshell membrane extract gel), and group 5 (treated with 20% chicken eggshell membrane extract gel). 0,06 ml gel was given topically every 12 hours in 4 days. Insisivus tooth of group 2, 3, 4, and 5 was extracted using needle holder and anesthetized by Ketamin 80mg/kgBB. Blood serum was taken from each group at fourth day and HMGB-1 serum level was analyzed using ELISA. The result showed very significant difference between groups (p<0,01). There were very significant differences between group 2 and group 3 with negative control group (p<0,01) but there was no significant difference between group 1 with control negative group (p>0,05). Based on result of the study can be concluded that the 10% and 20% chicken eggshell membrane extract gel can effect HMGB-1 level on wound healing post tooth extraction.
1883922155H1F013046GEOLOGI DAN GENESA MINERAL BIJIH DAERAH X, KABUPATEN HALMAHERA SELATAN, PROVINSI MALUKU UTARADaerah X, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara merupakan daerah yang berada pada formasi Bacan. Formasi ini sangat dikenal membawa mineral bijih yang ekonomis. Penelitian pada daerah X bertujuan untuk mengetahui kondisi geologi dan genesa mineral bijih. Hal tersebut dapat dicapai dengan melakukan pemetaan geologi dan analisis laboratorium. Analisis laboratorium berupa analisis ASD TerraSpec, analisis mineragrafi, analisis petrografi. Daerah penelitian merupakan daerah dengan kondisi tektonik berubah ubah dari zaman kapur akhir hingga sekarang. Terdapat 3 proses magmatisme, diantaranya pada umur kapur akhir, oligosen – miosen, dan pliosen. Pembentukan batuan tertua pada daerah penelitian berupa gabro yang berumur kapur akhir, kemudian terbentuk batupasir pada umur oligosen awal – miosen awal, dan batugamping terumbu berumur holosen. Struktur geologi yang berkembang pada daerah penelitian berarah SW-NE dan NW-SE. Alterasi dan mineralisasi pada daerah penelitian dibagi menjadi 2, yaitu epitermal sulfida tinggi pada bagian utara dan epitermal sulfida rendah pada bagian selatan. Epitermal sulfida tinggi dicirikan dengan adanya piropilit, float alunit, sedangkan Epitermal sulfida rendah dicirikan dengan adanya urat kuarsa. Genesa mineral bijih dilakukan pada endapan epitermal sulfida rendah di selatan. Genesa mineral bijih terbagi menjadi 3 stage pada 2 periode. Periode pertama terbentuk pada umur oligosen awal – miosen awal dan periode kedua terbentuk pada miosen tengah - miosen akhir. Urutan terbentuknya mineral bijih dapat diketahui dengan melihat karakteristik mineral bijih, seperti kenampakan, batas mineral, tekstur dan asosiasi mineral. Pada stage I terbentuk mineral pirit dan goetit, stage II terbentuk mineral galena, kalkopirit, pirit, sfalerit, kovelit, goetit, stage III terbentuk mineral tenantit dan galena.X region, South Halmahera Regency, North Maluku Province is a region which is located in the Bacan Formation. This formation is known as an economical ore potential. Study in the X region is used to know the geology condition and the ore mineral genesis. This could be achieved by doing surface mapping and laboratory analysis. Laboratory analysis consists of ASD TerraSpec analysis, mineragraphy analysis, petrography analysis. The study area is a region with changing tectonics since Cretaceous Age until now. There are 3 magmatism process, late cretaceous age, oligocene - miocene age, and pliocene age. The oldest rock formed in the study region is gabro at Late Cretaceous Age, then formed sandstone at Early Oligocene – Early Miocene and coral limestone at Holocene Age. Geology structure which develop in the study area has SW-NE and NW-SE orientation. Alteration and mineralization in the study area is divided into 2, which are epithermal high sulfidation in the north and epithermal low sulfidation in the south region. Characteristics of epithermal high sulfidation are the occurrence of pyrophillite alteration and alunite mineral, but the occurrence of vein quartz is the characteristic of epithermal low sulfidation. Ore mineral genesis focused on the Low Sulfidation deposit in the southern part. Ore mineral genesis is divided into 3 stages on 2 periods. The first period is formed in the Early Oligocene – Early Miocene and the second is formed in the Middle Miocene – Late Miocene. The sequence of ore mineral formation can be known by the ore mineral characteristics, such as appearance, mineral boundary, texture and mineral assosciation. In stage I pyrite and goethite is formed, stage II galena, chalcopyrite, pyrite ,sfalerite, covellite, and goethite is formed, stage III tenantite and galena is formed.
1884022156F1D013012Strategi Kemenangan Pasangan Petahana Neneng Hassanah Yasin dan Eka Supria Atmaja dalam Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Bekasi Tahun 2017Penelitian ini berjudul “Strategi Kemenangan Pasangan Petahana Neneng Hassanah Yasin Dan Eka Supria Atmaja Dalam Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Bekasi Tahun 2017”. Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan mengenai strategi kemenangan pasangan petahana Neneng Hassanah Yasin dan Eka Supria Atmaja yang mampu memperoleh suara terbanyak dalam pemilihan kepala daerah langsung tahun 2017 di Kabupaten Bekasi.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan menggunakan paradigma konstruktivisme khususnya non-positivisme serta menggunakan perspektif sturkturalis dan pendekatan studi kasus. Sementara dalam pemilihan informan, peneliti menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Sementara untuk teknik analisis data menggunakan analisa kualitatif deskriptif dengan model analisis interaktif. Keabsahan data penelitian ini menggunakan triangulasi data sumber. Di dalam landasan teori penelitian menggunakan teori pilkada, strategi politik, komunikasi politik, pemasaran politik, dan kampanye politik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kemenangan yang digunakan pasangan Neneng Hassanah Yasin – Eka Supria Atmaja dalam Pilkada Kabupaten Bekasi 2017 tersebut melalui beberapa tahap. Pertama, melalui rekruitmen pencalonan oleh partai Golkar. Kedua, pembentukkan partai koalisi dan tim sukses yang terdiri dari partai Golkar, PAN, Nasdem, dan Hanura. Ketiga, popularitas petahana Neneng Hassanah Yasin di dalam masyarakat. Keempat, penggunaan strategi marketing yang menarik seperti penggunaan media massa, mengadakan panggung terbuka serta pawai motor. Kelima, strategi penguasaan medan melalui segmentasi, targeting, dan positioning pemilih.
The title of this research is "Winning Strategy of Incumbent Pair Neneng Hassanah Yasin and Eka Supria Atmaja in the Regional Head Election of Bekasi Regency in 2017". In general, the main purpose of this research is to know and explain about the winning strategy of incumbent pair Neneng Hassanah Yasin and Eka Supria Atmaja who able to get the most votes in the direct regional head election of 2017 in Bekasi Regency. The method used in this research was qualitative method by using case study approach. Technique used toselect the informant was purposive sampling and snowball sampling. The methods used for collecting data in this study are in-depth interviews, observation and documentation.
This research used the qualitative methods and the constructivism paradigm, especially non-positivism as the main research methods. This research also used structuralist perspective and case study approach. To choose the informant, purposive sampling and snowball sampling will be used as the main technique. The technique that used to collect the data were: observation technique, deep interview, and proper documentations. Meanwhile, to analyze the data, qualitative-descriptive analysis will be used. To ensure the data validity in this research, triangulation of source data will be used. In the theoretical basis, researcher used the pilkada theory, strategy of political theory, political communication theory , marketing of political theory, and also political campaign.
The result of the research showed that the winning strategy used by pair Neneng Hassanah Yasin - Eka Supria Atmaja in the elections of Bekasi Regency 2017 was through several stages. First, through the recruitment of candidacy by Golkar. Second, formation of coalition parties and success teams consisting of Golkar, PAN, Nasdem and Hanura parties. Third, using the popularity of incumbent Neneng Hassanah Yasin in society. Fourth, the use of attractive marketing strategies such as the use of mass media, held open stage and motor parade. Fifth, field domination strategy through segmentation, targeting, and voters positioning.