Artikelilmiahs

Menampilkan 18.921-18.940 dari 50.066 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1892122245D1E013019FAKTOR FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP TINGKAT KEBERHASILAN PEMELIHARAAN KAMBING DI KELOMPOK TERNAK QITA LESTARI KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMASPenelitian dilaksanakan di Desa Banjarsari Wetan, Banjarsari Kulon dan Gandatapa Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas mulai 20 November sampai 5 Desember 2017. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor faKtor yang berpengaruh dengan tingkat keberhasilan beternak. Materi yang digunakan adalah 46 peternak di Kelompok Ternak Qita Lestari Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Hasil analisis menunjukan bahwa Pendidikan peternak, pengalaman beternak, manajemen kesehatan dan manajemen perkandangan berhubungan dengan tingkat pendapatan peternak (P>0,05), dan manajemen pakan tidak berhubungan (P<0,01). Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar pemerintah lebih memperhatikan peternak rakyat agar cepat berkembang.This research was conducted in Banjarsari Wetan, Banjarsari Kulon and Gandatapa Sumbang District, Banyumas Regency from 20 November to 5 December 2017. The aim of the research is to determine the relation between the influential factors and animal farming success rate. The material was 46 farmers in Qita Lestari Animal Farming Group, Sumbang District, Banyumas Regency. The result shows that the farmers’ education, animal farming experience, health and stable management are related with income rate of the farmers (P> 0,05), while feed management are unrelated (P <0,01). Based on the result, it is suggested that the government should pay more attention to the farmers for their quick development.
1892222251D1E012335ANALISIS POTENSI HIJAUAN UNTUK PENGEMBANGAN SAPI POTONG DI 2 KELOMPOK TANI TERNAK DI KECAMATAN BAWANG KABUPATEN BANJARNEGARAPenelitian berjudul Analisis Potensi Hijauan untuk Pengembangan Sapi Potong di 2 Kelompok Tani Ternak di Kecamatan Bawang Kabupaten Banjarnegara. Tujuan dilaksanakan penelitian ini adalah untuk menganalisis kapasitas populasi ternak sapi potong di Wilayah Kecamatan Bawang.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan menggunakan kuisioner yang ditujukan pada 33 peternak sapi potong di Kecamatan Bawang. Data diperoleh dari survei lapang dan wawancara langsung dengan peternak sapi potong sebagai responden dengan menggunakan kuesioner. Data yang dikumpulkan meliputi data populasi ternak sapi potong, luas lahan garapan, serta data-data lain yang mendukung dalam penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rata-rata Kapasitas Peningkatan Populasi Ternak Ruminansia (KPPTR) peternak berdasarkan Sumber Daya Alam lebih kecil dari Kapasitas Peningkatan Populasi Ternak Ruminansia berdasarkan Kepala Keluarga petani. Hal tersebut menunjukkan bahwa potensi maksimum berdasarkan sumberdaya lahan (PMSL) sebesar 1.8545 = 2 ST. Potensi maksimum berdasarkan kepala keluarga (PMKK) sebesar 8.661 = 9 ST, sedangkan populasi riil sebesar 3 ST. Hasil perhitungan Kapasitas Peningkatan Populasi Ternak Ruminansia berdasarkan sumberdaya lahan (KPPTR-SL) di Wilayah Kecamatan Bawang Kabupaten Banjarnegara adalah 1.0811 = 1 ST. Hasil tersebut menunjukkan bahwa daerah tersebut tidak dapat menampung ternak ruminansia lagi atau kelebihan ternak ruminansia sebesar 1 ST. Hasil KPPTR-KK berdasarkan kepala keluarga adalah 3.7079 = 4 ST. Hal yang mempengaruhi hasil KPPTR di daerah ini ialah kurangnya luas ladang atau tegalan, luas sawah, dan jumlah penduduk yang padat.
This study Analysis of Forage Potential for Beef Cattle Development in 2 Livestock Farming Groups in Bawang District Banjarnegara Regency. The purpose of this research is to analyze the capacity of beef cattle population in Bawang Subdistrict
The method used in this study is a survey method using questionnaires aimed at 33 cattle ranchers in Bawang Subdistrict. The data collected includes data on the population of beef cattle, farmland area, and monograph data supporting in the research.
The results showed that the average Ruminansia Livestock Raising Capacity (KPPTR) capacity based on Natural Resources is smaller than the Ruminant Livestock Population Increase Capacity based on the Family Head of farmers. This shows that the maximum potential based on land resources (PMSL) of 1.8545 = 2 ST. The maximum potential based on family head (PMKK) is 8,661 = 9 ST, while the real population is 3 ST. The calculation result of Ruminant Population Increase Capacity based on land resources (KPPTR-SL) in Bawang District Banjarnegara District is 1.0811 = 1 ST. These results indicate that the area can not accommodate ruminant livestock or excess ruminants of 1 ST. Results KPPTR-KK based on the head of the family is 3.7079 = 4 ST. What affects the results of KPPTR in this area is the lack of wetland or moorland, wetland area, and dense population.
1892322247H1C013002RANCANG BANGUN TIGA MODE CHARGER (BOOST CHARGE, FLOATING CHARGE, NORMAL CHARGE) OTOMATIS DENGAN MIKROKONTROLLER ARDUINO MEGADewasa ini pengguna listrik semakin meningkat, semakin meningkatnya penggunaan listrik maka akan semakin meningkatnya beban. Sumber listrik terbagi dua yaitu AC dan DC. Dalam pengisian baterai ada beberapa mode pengisian baterai salah satunya memakai mode boost, normal, floating. Penulis bertujuan untuk merancang, mendesain, membuat serta menguji sistem pengisian tiga mode boost, normal, floating dan menguji sistem otomatis pada tiga mode boost, normal, floating. Penelitian dilakukan beberapa tahap yaitu tahap perancangan hardware, kemudian software, pengujian, dan pengambilan data serta analisis data. Mode pengisian boost adalah mode pengisian dengan arus yang sangat besar dalam rangkaian nilai arus boost mencapai 2 ampere (A). Mode normal adalah salah satu mode rangkaian dari tiga mode otomatis yang dibuat. Rangkaian mode normal arus yang dialirkan adalah 0,8 ampere (A). Yang ketiga adalah mode floating, mode ini nilai arus mencapai 0,1 ampere. Permasalahan penulis, membuat penelitian tiga mode pengisian tersebut jauh lebih efisien dari segi waktu dan kualitas, dengan cara membuat rangkaian otomatis tiga mode pengisian boost, normal, floating. Semua rangkaian dibuat otomatis oleh penulis dengan menggunakan mikrokontroller arduino mega 2560 sebagai pusat pengontrollan dari tiga mode pengisian yaitu dengan mengatur relai pada sisi masukan tegangan. Kemudian diujicoba pengukurannya oleh sensor tegangan dan multimeter. Pengukuran boost 1 menit, 2 menit, 3 menit, 5 menit, 10 menit, 20 menit, 22 menit, 27 menit, 28 menit, 30 menit, 33 menit, 38 menit,40 menit, 45 menit, 60 menit, 70 menit, 90 menit. Kemudian pada rangkaian normal diukur berdarsarkan waktu yang sama dengan pengisian boost, ada dua kondisi berbeda dimenit 100 menit 120 menit sampai tegangan para baterai saat pengukuran normal mencapai 12 V. Hasil dari pengukuran dua mode tadi dianalisis berdasarkan grafik tegangan dengan waktu yang dibahas didalam pembahasan.The load of electricity is increasing nowadays, it is caused by the enhancement of electricity usage. Power source is divided into 2, Alternating Current (AC) source and Direct Current (DC) source. In battery charging process, there are 3 modes, i.e., boost, normal, and floating. This research purpose is for planning, designing, making, and testing those modes involving its automation system with several methods such as hardware designing method, software designing method, testing method, data taking method and data analysis method. Boosting mode is the charging method with a high current which is approximately 2 amperes. Normal mode is the charging method which uses approximately 0,8 ampere. Floating mode is the charging method which uses approximately 0,1 ampere. The author will make those modes and its automation system more efficient in time charging and quality through controlling some relays in voltage input with arduino mega 2560 and current sensor. The voltage value in boosting mode process is measured in 1st minute, 2nd minute, 3rd minute, 5th minute, 10th minute, 20th minute, 22th minute, 27th minute, 28th minute, 30th minute, 33th minute, 38th minute, 40th minute, 45th minute, 60th minute, 70th minute, and 90th minute. After that, the voltage value in normal mode process is measured in the same stage but with 2 additional time stages, that is 100th minute and 120th minute until the voltage in battery reaches 12 volt. The result of these value is analyzed depending on voltage-time graph and discussed afterward in seperate session.
1892422272C1M014028PENGARUH PRAKTIK KERJA INDUSTRI, EFIKASI DIRI DAN PENDAPATAN ORANG TUA TERHADAP KESIAPAN KERJA SISWA KELAS XI AKUNTANSI SMK NEGERI 1 PURWOKERTOPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) pengaruh praktik kerja industri terhadap kesiapan kerja siswa kelas XI kompetensi keahlian Akuntansi SMK Negeri 1 Purwokerto; (2) pengaruh efikasi diri terhadap kesiapan kerja siswa kelas XI kompetensi keahlian Akuntansi SMK Negeri 1 Purwokerto; (3) pengaruh pendapatan orang tua terhadap kesiapan kerja siswa kelas XI kompetensi keahlian Akuntansi SMK Negeri 1 Purwokerto.
Penelitian ini merupakan penelitian ex-post facto dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI Akuntansi SMK Negeri 1 Purwokerto yang berjumlah 91 siswa dan semuanya dijadikan sebagai responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda.
Hasil penelitian ini adalah: (1) terdapat pengaruh positif praktik kerja industri terhadap kesiapan kerja yang ditunjukkan dengan nilai βx1 sebesar 0,446; (2) terdapat pengaruh positif efikasi diri terhadap kesiapan kerja yang ditunjukkan dengan nilai βx2 sebesar 0,340; (3) terdapat pengaruh positif pendapatan orang tua terhadap kesiapan kerja yang ditunjukkan dengan nilai βx3 sebesar 0,163.
Implikasi dari penelitian ini, untuk meningkatkan kesiapan kerja siswa, sekolah perlu mejalin kerja sama yang lebih baik lagi dengan dunia usaha/dunia industri meningkatkan kualitas pelaksanaan praktik kerja industri. Bagi guru, sebaiknya perlu memberikan motivasi kepada siswa selama pelaksanaan kegiatan belajar mengajar supaya siswa dapat yakin terhadap kemampuan diri mereka sendiri dan efikasi diri siswa dapat bertambah. Pihak sekolah juga perlu memperbanyak program beasiswa bagi siswa-siswa yang kurang mampu.
This research aimed to analyze: (1) the influence of industrial work practice toward work readiness of students class XI expertise competence of Accounting at SMK Negeri 1 Purwokerto; (2) the influence of self efficacy toward work readiness of students class XI expertise competence of Accounting at SMK Negeri 1 Purwokerto; (3) the influence of parents' income toward work readiness of the students class XI expertise competence of Accounting at SMK Negeri 1 Purwokerto.
This research is an ex-post facto research with quantitative approach. The subjects of this study are students of class XI Accounting SMK Negeri 1 Purwokerto which amounted to 91 students and all put as respondents. Data analysis technique used was multiple linear regression.
The result of this research are: (1) there is positive influence of industrial work practice toward work readiness which is shown with βx1 value equal to 0,446; (2) there is positive influence of self efficacy toward work readiness shown by βx2 value equal to 0,340; (3) there is positive influence of parents’ income toward work readiness shown by βx3 value equal 0,163.
The implication of this research is to increase the work readiness of students, the school needs to cooperate better with the business world / industrial world to improve the quality of the implementation of industrial work practice. For teachers, it should be necessary to provide motivation to students during the implementation of teaching and learning activities so that students can be assured of their own abilities and self-efficacy students can increase. The school also needs to increase the scholarship program for underprivileged students.
1892522257G1B014009EVALUASI SISTEM SURVEILANS PNEUMONIA DI KABUPATEN BANYUMASLatar Belakang : Terdapat perbedaan data cakupan penemuan penderita pneumonia balita antara Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas pada tahun 2015. Perbedaan data tersebut merupakan salah satu permasalahan dalam kegiatan surveilans pneumonia. Hal tersebut dapat diatasi dengan melakukan manajemen surveilans yang baik, menilai baik tidaknya kegiatan surveilans yaitu dengan melakukan evaluasi, untuk mengetahui keberhasilan dan juga hambatan yang dialami oleh suatu sistem surveilans. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi input, proses, dan output sistem surveilans Pneumonia di Kabupaten Banyumas.

Metodologi : Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain rancangan studi evaluasi, penentuan informan dilakukan secara purposive sampling sebanyak 21 orang dan analisis data dilakukan secara naratif.

Hasil : Kekurangan sistem surveilans pneumonia di Banyumas terjadi pada komponen input dan proses kegiatan surveilans terutama di tingkat puskesmas. Hal ini menyebabkan output surveilans yang dihasilkan belum memadai.

Kesimpulan : Kegiatan surveilans pneumonia di Kabupaten Banyumas belum sesuai dengan standar. Untuk itu perlu adanya peningkatan pada komponen input dan proses sehingga dapat menghasilkan output yang sesuai.
Background: Several problems arise in Pneumonia surveillance system in Banyumas Regency such as data differences between data in Central Java Provincial Health Office and Banyumas Health Office in 2015. This can be overcome by conducting good surveillance management, assessing surveillance by evaluate, because to know the success and also the obstacles experienced by a surveillance system.
Purpose: To evaluate the input, process, and output of surveillance system of Pneumonia in Banyumas.
Methods: This study used qualitative method with evaluation study design. 21 informants were determined by using purposive sampling. Data collection was obtained by indepth interview and analyzed by narrative method.
Results: Deficiencies of the implementation of pneumonia surveillance are found in the input component and surveillance activities process particularly in health centers. Those facts mights cause inadequate output in pneumonia surveillance.
Conclusion: Pneumonia surveillance in Banyumas still have not meet the standards. Indeed, it is important to increase the quality of input and process components in order to obtain the appropriate output.
Suggestion: The quality of input and process components should be increased in order to obtain the appropriate output.
1892622275G1B014014Gambaran Kesiapan Sistem Surveilans Tuberkulosis dalam Mendukung Upaya Pengendalian Tuberkulosis Resisten Obat (TB-RO) di Kabupaten BanyumasLatar Belakang: TB-RO adalah penyakit TB yang mengalami resistensi pada obat lini pertama akibat pengobatan yang tidak tuntas. Salah satu upaya pengendalian TB-RO dengan meningkatkan upaya penemuan dan pencatatan kasus melalui kegiatan surveilans TB. Informasi hasil surveilans TB akan digunakan untuk merencanakan program pengendalian TB-RO. Tujuan penelitian untuk mendeksripsikan kesiapan sistem surveilans TB dalam mendukung upaya pengendalian TB-RO di Kabupaten Banyumas.

Metodologi: Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis konten. Informan penelitian diambil dengan teknik purposive yang berjumlah sebanyak 7 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara mendalam, observasi dan studi dokumen.

Hasil Penelitian: Kesiapan subsistem input surveilans TB di Kabupaten Banyumas masih kurang baik karena adanya beban ganda dan kurangnya jumlah pelatihan pada petugas TB. Kesiapan subsistem proses dan output surveilans TB sudah cukup baik dan mendukung untuk upaya pengendalian TB-RO di Kabupaten Banyumas.

Kesimpulan: Sistem Surveilans TB memiliki kesiapan yang cukup baik dalam mendukung upaya pengendalian TB-RO di Kabupaten Banyumas meski masih ada kekurangan pada subsistem input surveilans TB. Kabupaten Banyumas diharapkan melakukan inventarisasi sumber daya manusia untuk mengatasi kekurangan pada subsistem input surveilans TB.
ABSTRACT

Background: TB-RO is a tuberculosis disease which is resistant to the first-line drugs caused by unfinished treatment. One of the effort to control TB-RO is by increasing in finding and recording the case through TB surveillance activities. The surveillance results will be used to plan the controlling programs of TB-RO.
Purpose: To describe the preparedness of TB surveillance system for supporting the control attempt of TB-RO in Banyumas.
Methods: The method in this reasearch was a qualitative with content analysis approach. Subject of this research was collected by using purposive technique, amounted to 7 informants. The data was collected by in-depth interviews, observation and document study.
Results: The preparedness of the TB surveillance in Banyumas is still poor in their input subsystem because of the double burden and the lack of training in TB officials. The preparedness of TB surveillance in their process and output subsystem is good enough and support the controlling attempt of TB-RO in Banyumas. The implementation of TB surveillance has obstacles such as unreadiness of human resources and tardiness in reporting from Puskesmas and Hospitals.
Conclusion: TB Surveillance System has a good preparedness in supporting the control attempt of TB-RO in Banyumas although there are lackness in their TB surveillance input subsystem.
Sugestion: Public Health Office of Banyumas was expected to conduct an inventory of human resources to resolve deficiencies in TB surveillance input subsystems.
1892722248F1I014018PENGGUNAAN PRIVATE MILITARY COMPANY OLEH RUSIA DALAM OPERASI MILITER DI SURIAH TAHUN 2015-2018Penelitian ini menjelaskan tentang penggunaan private military company oleh Rusia dalam operasi militer di Suriah pada tahun 2015 - 2018. Hubungan Rusia dan Suriah yang telah terjalin lama menguatkan Rusia untuk membantu pemerintah Al Assad untuk mempertahankan pemerintahannya dari para oposisi yang ingin menggulingkannya. Dalam kerjasama militer antara pemerintah Rusia dan Suriah , Rusia disinyalir telah mendapat bantuan dari pihak lain non negara yakni PMC. Rusia akan melakukan segala hal yang dirasa perlu untuk memenangkan perang Suriah tersebut. Bukan tanpa alasan Rusia menggunakan private military company, PMC telah menyediakan berbagai fasilitas dari berupa bantuan militer, bantuan logistik, perumusan strategi, dan jasa pengamanan baik individu maupun perusahaan. Selain itu penggunaan PMC dalam operasi militer Rusia di dukung atas berbagai alasan, salah satunya adalah karena doktrin militer Rusia. Namun penggunaan PMC bukanlah tanpa kendala karena legalitas PMC di Rusia belum di izinkan. Penulis akan menjawab bagaimana operasi militer Rusia dengan menggunakan PMC dalam kacamata just war theory
This research will explain about the use of private military company by Russia on their military operation in Syria in 2015 – 2018. The relations between Russia and Syria has been going on ever since and it strengthen Russia to helps Al Assad Regime to maintain its position. In military cooperation between Russian government and Syria, Russia suspected that they got a “hands” by non state party which is PMC. Russia will do anything that needed to win the war in Syria. The reason for Russia to use private military company is because PMC provide many facilities, such as military support, logistical support, military advice, and security services towards individuals even a company. Therefore, the use of PMC in Russia military operation is based on many reasons. One of the most dominate reason is the Russian military and security doctrine. The use of PMC is facing an obstacle because PMC is has not been legalized by Russia Federation. I will try to answer how the Russia military operation by using PMC in just war theory perspective.
Keyword : PMC, Military Doctrine, Just war theory
1892822249C1C013035FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DALAM RANGKA PENGUNGKAPAN MODAL INTELEKTUALPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ukuran perusahaan, umur perusahaan, kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, leverage, dan profitabilitas terhadap pengungkapan modal intelektual. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2013-2016 sejumlah 43 perusahaan yang tercatat. Metode pemilihan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dan terpilih 48 unit analisis sebagai sampel.
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa ukuran perusahaan, dan umur perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengungkapan modal intelektual. Leverage berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap pengungkapan modal intelektual. Profitabilitas, dan kepemilikan institusional berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pengungkapan modal intelektual. Kepemilikan manajerial berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap pengungkapan modal intelektual.
Saran untuk penelitian selanjutnya perlu menambahkan variabel bebas lainnya yang secara teoritis maupun empiris diindikasikan kuat dapat mempengaruhi pengungkapan intellectual capital. Jika dimungkinkan, peneliti selanjutnya juga perlu mengembangkan model penelitian ini dengan menambahkan variabel moderasi maupun variabel mediasi. Terkait dengan subyek penelitian, para peneliti selanjutnya perlu memperluas cakupan penelitian agar hasil penelitian lebih obyektif dan dapat digeneralisasikan.
The objective of this research is to analyze the influence of firm size, company age, managerial ownership, institutional ownership, leverage, and profitability on the intellectual capital disclosure. The population of this research is all banking companies listed on Indonesia Stock Exchange between 2013 to 2016 number of 43 companies recorded. Sample selection method used is purposive sampling and selected 48 units of analysis as a sample.
This research analysis technique used is multiple linear regression. The result show that firm size, and age of the company have a positive and significant impact on intellectual capital disclosure. Leverage has a positive but insignificant effect on intellectual capital disclosure. Profitability, institutional ownership has a negative and significant influence on intellectual capital disclosure. Managerial ownership has a negative but insignificant effect on intellectual capital disclosure.
Suggestions for further research need to add other independent variables which theoretically and empirically indicated strongly can influence intellectual capital disclosure. If possible, further investigators also need to develop this research model by adding moderation and mediation variables. Associated with the subjects of the study, the researchers further need to expand the scope of research so that the results of research more objective and can be generalized.
1892922250H1H014001Kelimpahan Dan Identifikasi Bakteri Vibrio sp. Pada Air Tambak Pembesaran Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Di Kabupaten CilacapUdang vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan salah satu jenis udang yang paling banyak dibudidayakan. Udang vaname sering terserang penyakit Vibriosis yang disebabkan oleh bakteri dari genus Vibrio. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kelimpahan bakteri genus Vibrio dan untuk mengetahui jenis dari isolat bakteri Vibrio dari air tambak pembesaran udang vaname (Litopenaeus vannamei) di Kabupaten Cilacap. Penelitian ini menggunakan metode observasi. Sampel air diambil dari empat tambak berbeda selama empat minggu untuk pengamatan jumlah bakteri umum dan Vibrio sp.; perhitungan kelimpahan bakteri dengan metode TPC; identifikasi bakteri Vibrio sp. menggunakan teknik Multiplex Polymerase Chain Reaction (PCR); dan tahap terakhir yaitu pengolahan data. Berdasarkan hasil penelitian kelimpahan bakteri Vibrio pada tambak A, B, C, dan D tidak melebihi ambang maksimal (104 CFU/mL). Berdasarkan hasil Multiplex PCR, Vibrio parahaemolyticus dan Vibrio alginolyticus merupakan jenis bakteri yang terdeteksi pada sampel air tambak. Sedangkan untuk kualitas air tambak yang diamati masih mendukung terhadap pertumbuhan udang vaname, akan tetapi juga mendukung pertumbuhan bakteri Vibrio.Whiteleg shrimp (Litopenaeus vannamei) is one of the most cultivated shrimps. Whiteleg shrimp was often challenged by Vibriosis wich caused by bacteria of the genus Vibrio. The purpose of this research was to know the abundance of bacteria in the genus of Vibrio and to know the species of Vibrio bacteria isolates from water ponds of Whiteleg shrimp (Litopenaeus vannamei) in Regency Cilacap. This research was performed by using observation method. Water samples were taken from four different ponds during four weeks for the observation of common bacteria and Vibrio abudance; calculation method of bacteria abundance with TPC; the identification of the bacteria Vibrio sp. using multiplex Polymerase Chain Reaction (PCR); and the last stage, namely processing and data analysis. Based on the study of the abundance of Vibrio bacteria results in the ponds A, B, C, and D do not exceed the maximum threshold (104 CFU/mL). Based on Multiplex PCR result, Vibrio parahaemolyticus and Vibrio alginolyticus were identifid to be found in the water ponds samples. While the quality of pond water still support the growth of Whiteleg shrimp, and also support the growth of Vibrio bacteria.
1893025496C1A015001ANALISIS PENDAPATAN DAN DAMPAK BADAN USAHA MILIK DESA TERHADAP PENDAPATAN MASYARAKAT DI DESA IMBANAGARA RAYA KECAMATAN CIAMIS KABUPATEN CIAMISPenelitian ini merupakan penelitian survei pada masyarakat yang bergabung dengan unit usaha BUMDes dan masyarakat yang memiliki jenis usaha yang sama dengan BUMDes yang berada di Desa Imbanagara Raya Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis. Penelitian ini mengambil judul: “Analisis Pendapatan dan Dampak Badan Usaha Milik Desa Terhadap Pendapatan Masyarakat di Desa Imbanagara Raya Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis”.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prospek pendapatan BUMDes Imbanagara Raya, dan dampak keberadaan BUMDes terhadap pendapatan masyarakat di Desa Imbanagara Raya.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan metode gabungan (mixed method) yaitu metode kuantitatif dengan alat analisis statistik deskriptif dan uji beda berpasangan (paired sample t-test) dan metode kualitatif dengan alat analisis deskriptif kualitatif menunjukkan bahwa: (1) Pendapatan dan biaya BUMDes Imbanagara Raya meningkat, namun keuntungan menurun, (2) Keberadaan BUMDes di Desa Imbanagara Raya berpengaruh terhadap pendapatan masyarakat dengan hasil -thitung sebesar -2.338 dan nilai signifikasi atau Sig (2-tailed) pendapatan sebelum dan sesudah adanya BUMDes adalah 0.026, artinya nilai -thitung > -ttabel (-2.338 > -1.69726) dan nilai signifikasi lebih kecil atau berada dibawah dari nilai α 0,05 (0.026 < 0,05) serta sebagian pendapatan masyarakat (84,85%) mengalami peningkatan, sehingga dapat disimpulkan BUMDes Imbanagara Raya berdampak positif terhadap pendapatan masyarakat di Desa Imbanagara Raya Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis.
Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu dalam upaya meningkatkan pendapatan BUMDes Imbanagara Raya, pihak pengurus BUMDes sebaiknya mengefesiensikan biaya serta pihak pemerintah daerah sebaiknya mampu mengoptimalkan peran dan fungsi BUMDes terkait dengan permodalan dan pengelolaan. Kemudian dengan adanya BUMDes sebagian besar pendapatan masyarakat meningkat, hal ini dapat menjadi salah satu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan baik masyarakat yang bergabung dalam unit usaha BUMDes maupun masyarakat yang memiliki jenis usaha yang sama dengan BUMDes.
This research is a survey research on people who join the BUMDes business unit and the community that has the same type of business as BUMDes located in Imbanagara Raya Village, Ciamis District, Ciamis Regency. This study took the title: "Analysis of Revenue and Impact of Village-Owned Enterprises on Community Revenue in Imbanagara Raya Village, Ciamis District, Ciamis Regency".
The purpose of this study was to determine the revenue prospects of Imbanagara Raya BUMDes, and the impact of the existence of BUMDes on the income of the community in Imbanagara Raya Village.
Based on the results of research and data analysis using the mixed method, the quantitative method with descriptive statistical analysis tools and different paired tests (paired sample t-test) and qualitative methods with qualitative descriptive analysis tools showed that: (1) Income and costs Imbanagara Raya BUMDes increased, but profits declined, (2) The existence of BUMDes in Imbanagara Raya village affected people's income with a -th count of -2.338 and a significance value or Sig (2-tailed) income before and after the BUMDes was 0.026, meaning value -thitung> -ttable (-2.338> -1.69726) and the significance value is smaller or below the α value of 0.05 (0.026 <0.05) and part of the community's income (84.85%) has increased, so it can be concluded BUMDes Imbanagara Raya has a positive impact on people's income in Imbanagara Raya Village, Ciamis District, Ciamis Regency.
The implication of the above conclusions is that in an effort to increase the income of Imbanagara Raya BUMDes, the BUMDes management should improve costs and the regional government should be able to optimize the role and function of BUMDes related to capital and management. Then with the existence of BUMDes, most of the community's income increases, this can be one of increasing the income and welfare of both the people who join the BUMDes business unit and the community that has the same type of business as BUMDes.
1893126182E1A015149PENERAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) BERDASARKAN PASAL 74 UNDANG-UNDANG NO 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS DI PT. ASTOM INDONESIA, CIKARANG SELATAN.Berkembangnya majunya suatu negara terpengaruh dari aktivitas pembangunan ekonomi. Salah satu aktivitas pembangunan ekonomi adalah Perusahaan Perseroan Terbatas. Majunya suatu Perseroan Terbatas pun, tak lepas dari fakto dukungan masyarakat dan lingkungan. Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia mengatur mengenai Tanggung Jawab sosial dan lingkungan Perusahaan atau lebih dulu dikenal Corporate Social Respponbility pada Pasal 74 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, untuk mewajibkan Perseroan Terbatas bertanggung jawab menjaga dan meningkatkan kesejahteraan lingkungan dan masyarakat.
Pelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif. Data penelitian bersumber dari data sekunder dan data primer. Dengan metode pengumpulan data yaitu kepustakaan dan documenter, data disajikan dengan teks naratif berdasarkan analisis data dengan metode normatif kualitatif.
Hasil penelitian Penerapan Pasal 74 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas di PT. ASTOM Indonesia yaitu PT.ASTOM Indonesia telah melaksanakan kegiatan Corporate Social Responbility, berdasarkan Peraturan yang tercantum pada Pasal 74 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Corporate Social Responsibility yang dilakukan perusahaan terfokus pada bidang Ekonomi, Pendidikan dan Sosial Lingkungan.


The development of a country's progress is affected by economic development activities. One of the economic development activities is a Limited Liability Company. The progress of a Limited Liability Company is not separated from the fact of community and environmental support. Therefore, the Government of Indonesia regulates Corporate Social and Environmental Responsibility or first known as Corporate Social Responsibility in Article 74 of Law Number 40 Year 2007 concerning Limited Liability Companies, to require Limited Liability companies to be responsible for maintaining and improving the welfare of the environment and society.
This research uses the normative juridical approach. Research data sourced from secondary data and primary data. With data collection methods, namely literature and documentaries, the data is presented with narrative texts based on data analysis with qualitative normative methods.
Results of research on the Application of Article 74 of Law Number 40 Year 2007 concerning Limited Liability Companies in PT. ASTOM Indonesia, PT .ASTOM Indonesia, has carried out Corporate Social Responsibility activities, based on the Regulations listed in Article 74 of Law Number 40 Year 2007 concerning Limited Liability Companies. Corporate Social Responsibility conducted by companies focused on the field of Economy, Education and Social Environment.

1893225497K1C015002ANALISIS LAJU DOSIS PADA SHIELDING BERBAHAN PARAFIN DAN ALUMINIUM UNTUK FASILITAS BNCT DENGAN METODE MONTE CARLO MENGGUNAKAN SIMULATOR PHITSRadiasi memiliki efek samping bagi setiap pekerja radiasi apabila tidak diantisipasi secara khusus. Modeling shielding diperlukan sebagai proteksi radiasi bagi pekerja radiasi reaktor. Penelitian dilakukan III tahap, yaitu: tahap I memodelkan shileding sesuai modeling shielding BATAN dengan material utama parafin dan aluminium, tahap II menetukan laju dosisi radiasi beserta spektrum energi yang bersumber dari lubang aperture terhadap soft tissue secara simulasi, dan tahap III melalukan analisis, dimana shielding menyerap radiasi hingga batas laju maksimum BAPETEN yaitu 10,42 µSv/jam dengan lama waktu pekerja 1920 jam dalam satu tahun. Berdasarkan hasil penelitian, Material parafin, aluminium, dan timbal efektif sebagai moderasi radiasi dengan ukuran secara keseluruhan shielding setelah optimasi (2,32 x 1,313 x 2,012) m3. Laju dosis maksimum radiasi neutron dan gamma setelah optimasi dipermukaan luar shielding masing-masing adalah 5,28 µSv/jam pada posis sumbu-Z 0 cm dan 62,2 µSv/jam pada posisi sumbu-Y 120 cm dan hasil ini adalah masih dibawah batas maximum radiasi yang diizinkan. Sedangkan spektrum radiasi yang terhambur mengalami penurunan terhadap material shielding diketahui melalui rentang fluks energi yang dihasilkan dari simulasi. Sebelum neutron memasuki shielding dan neutron berada pada sistem shielding secara berurut puncak nilai fluks energi 3419,1 MeV/cm^2 dan 12,3 MeV/cm^2. Sedangkan untuk gamma secara berurut nilai fluks energi 0,0056 MeV/cm^2 dan 0,00014 MeV/cm^2Radiation has side effects for each radiation worker if it is not specifically anticipated. Shielding modeling is needed as radiation protection for reactor radiation workers. The research was carried out in three stages, namely: stage I modeling shielding according to BATAN modeling shielding with the main material paraffin and aluminum, stage II determining the rate of radiation composition and energy spectrum originating from the aperture hole on the soft tissue in simulation, and stage III analyzing, where shielding absorb radiation up to the maximum BAPETEN rate limit of 10,42 µSv / hour with a working time of 1920 hours in one year. Based on the results of the study, Based on the results of the study, paraffin, aluminum and lead materials are effective as radiation moderation with the overall size of shielding after optimization (2,32 x 1,313 x 2,012) m3. The maximum dose rates of neutron and gamma radiation after optimization on the outer shielding surface were 5.28 µSv/hour at the Z-axis position 0 cm and 62,2 µSv/hour on the Y-axis position 120 cm and this is still below the maximum permitted radiation limit. While the spectrum of the scattered radiation has decreased with the shielding material known through the range of energy fluxes generated from the simulation. Before the neutrons enter shielding and neutrons are in the shielding system, the peak energy flux value 0,0043 MeV/〖cm〗^2 and 3419,1 MeV/〖cm〗^2. As for the sequential gamma energy flux value 0,0064 MeV/〖cm〗^2 and 0,00014 MeV/〖cm〗^2.
1893322253D1E014097PENGARUH SUPLEMENTASI UREA – ONGGOK DAN BUNGKIL KEDELAI TERPROTEKSI DALAM PAKAN DOMBA TERHADAP KONSUMSI DAN KONVERSI PAKAN DOMBA JANTANPenelitian bertujuan mengkaji pengaruh pemberian urea-onggok dan bungkil kedelai terproteksi terhadap konsumsi dan konversi pakan domba jantan. Penelitian dilaksanakan mulai 18 Oktober 2017 sampai 10 Januari 2018 di Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah 15 ekor domba jantan umur >12 bulan dengan bobot badan 20-23 kg. Perlakuan yang diuji yaitu suplementasi urea lepas lambat (onggok-urea) dan bungkil kedelai terproteksi dengan taraf 0% (R0), 5% (R1), 10% (R2), 15% (R3) dan 20% (R4) pada ransum yang tersusun dari jerami padi 30% dan konsentrat 70%. Konsentrat tersusun dari onggok, pollard, tepung jagung, bungkil kedelai, mineral mix dan NaCl, masing-masing 41, 50, 5, 2, 1 dan 1% BK. Metode penelitian yang digunakan eksperimental secara in vivo, dengan rancangan acak lengkap one way classification. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam dilanjutkan dengan uji orthogonal polynomial. Variabel yang diamati adalah konsumsi dan konversi pakan. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa suplementasi urea-onggok dan bungkil kedelai terproteksi dalam ransum domba jantan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konversi pakan, tetapi berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi pakan dengan persamaan garis kuartik Y = 775,812 – 85,279 X + 23,987 X² + 1,940 X3 + 0,048 X4 . Rataan konsumsi pakan yang diperoleh dari penelitian R0, R1, R2, R3, R4 berturut-turut adalah 775,812, 736,370, 857,802, 755,766, 759,517 g/ekor/hari. Rataan konversi pakan yang diperoleh dari penelitian R0, R1, R2, R3, R4 berturut-turut adalah 6,02, 6,67, 9,15, 6,18 dan 7,41 g/ekor/hari. Disimpulkan bahwa suplementasi urea-onggok dan bungkil kedelai terproteksi dalam ransum domba jantan hingga persentase 20% BK ransum tidak mempengaruhi konversi pakan, tetapi meningkatkan konsumsi pakan, sehingga semakin mengoptimalkan pertumbuhan domba jantan.The study entitled "Effect of Urea Onggok and Soybean Meal Protected Supplementation on Consumption and Feed Conversion of Male Sheep".The research aimed to study the effect of urea-onggok and soybean meal protected against consumption and feed conversion of male sheep. The study was conducted from October 18th 2017 until January 10th 2018 in the Laboratory of Animal Nutrition and Food Sciences Faculty of Animal Husbandry Jenderal Sudirman University, Purwokerto. The material used in the study were 15 male sheep aged > 12 months with body weight 20-23 kg. The treatments were supplementation of urea off slow (cassava-urea) and soybean meal protected with a level of 0% (R0), 5% (R1), 10% (R2), 15% (R3) and 20% (R4) ration composed 30% of straw and 70% of concentrate. Concentrate composed of cassava, pollard, corn meal, soybean meal, mineral mix and NaCl, respectively 41, 50, 5, 2, 1 and 1% BK. The method used was experimental in vivo, with a completely randomized design with one-way classification. Data were analyzed using analysis of variance followed by test polynomial orthogonal The variables measured were consumption and feed conversion. Results analysis of variance showed that supplementation of urea-onggok and soybean meal protected was not significant (P> 0.05) on feed conversion, but highly significant (P <0.01) on feed intake with kuartik line equation Y = 775.812 - 85.279 X + 23.987 X2 + 1.940 X3 + 0.048 X4. The average feed consumption obtained from research R0, R1,R2,R3,R4 were 775.812, 736.370, 857.802, 755.766, 759.517 g / head / day respectively. The average feed conversion obtained from research R0, R1,R2,R3,R4 were 6.02, 6.67, 9.15, 6.18 and 7.41 g / head / day respectively. It was concluded that supplementation of urea-onggok and soybean meal protected up to 20% of DM did not affect feed conversion, but increased feed intake, thus further optimize the growth of the male sheep.
1893422254D1E014245PENGARUH PAKAN CAMPURAN ONGGOK DAN ISI RUMEN (SAPI, KAMBING, DOMBA) TERHADAP KECERNAAN BAHAN KERING DAN KECERNAAN BAHAN ORGANIK SECARA IN-VITRO Penelitian dilaksanakan pada tanggal 15 Maret sampai dengan 1 April 2018 di Laboratorium Ilmu Bahan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui perbedaan nilai kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik pada pakan campuran onggok dan isi rumen (sapi, kambing, domba). Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah onggok, isi rumen sapi, isi rumen kambing, isi rumen domba dan rumput gajah. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode eksperimen secara in vitro. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan R0 = onggok 40% + rumput gajah 60%, R1 = onggok 40% + isi rumen sapi 60%, R2 = onggok 40% + isi rumen kambing 60% dan R3 = onggok 40% + isi rumen domba 60%. Variabel yang diukur yaitu kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik. Data dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penggunaan pakan campuran onggok dan isi rumen sapi, kambing, dan domba berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik. Hasil penelitian menunjukkan kecernaan bahan kering tertinggi pada perlakuan R0 dan kecernaan bahan organik tertinggi pada perlakuan R0. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan isi rumen dari berbagai spesies (sapi, kambing, domba) cenderung menurunkan kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik.The research was carried out on the March 15th until April 1st 2018 at Laboratory of Feedstuff Faculty of Animal Science, University of Jenderal Soedirman, Purwokerto. The purpose of this study was to know the difference between digestibility of dry matter and digestibility of organic matter in mixed feed cassava by product and rumen contents (cow, goat, sheep). The material used in this research were cassava by product, rumen content of cow, rumen content of goat, rumen content of sheep and napier grass. The research was carried out using experimental methods in in vitro. This research using Randomized Complete Design (RCD) with 4 treatments and 5 replicates. The treatment were R0 = 40% cassava by product + 60% napier grass, R1 = 40% cassava by product + 60% rumen content of cow, R2 = 40% cassava by product + 60% rumen content of goat and R3 = 40% cassava by product + 60% rumen content of sheep. The variables measured is the digestibility of dry matter and digestibility of organic matter. The data were analyzed using analysis of variancy and continued with Honestly Difference Test (BNJ). The result of variancy analysis indicate that the use of the mixed feed cassava by product and rumen contents of cow, rumen content of goats, and rumen content of sheep highly significant effect (P < 0.01) against the digestibility of dry matter and digestibility of organic matter. The results showed that treatment of R0 had highest of digestibility of dry matter and treatment R0 had highest of digestibility of organic matter. The conclution of research showed using rumen content of species (cow, goat, sheep) tend decreased digestibility of dry matter and digestibility of organic matter.
1893522255C1A014021ANALISIS PENDAPATAN DAN EFESIENSI USAHATANI PEMBENIHAN GURAMI DI DESA SINGASARI KECAMATAN KARANGLEWAS KABUPATE BANYUMAS.Penelitian ini mengambil judul: "Analisis Pendapatan dan Efisiensi Sistem Pertanian Pertanian di Desa Singasari, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas". Tujuan penelitian ini adalah menghitung pendapatan dari usaha pembenihan gurami di Desa Singasari, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, dan untuk mengukur efisiensi usahatani gurami di Desa Singasari, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dan metode pengumpulan data dilakukan dengan menggabungkan data primer dan data sekunder. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis pendapatan dan analisis rasio R / C.
Berdasarkan hasil penelitian, terlihat bahwa: (1) pendapatan usahatani gurami gurami sebesar Rp97.425.500,00, sedangkan total biaya yang dikeluarkan sebesar Rp61.872.693,00, maka laba yang diperoleh dari usahatani ikan mas di Desa Singasari Februari-Maret 2018 sebesar Rp35.552.807,00 atau setiap petani mendapat untung Rp592.547,00 per petani. (2) nilai Revenue Cost Ratio (RCR) yang diperoleh dari budidaya pembenihan gurami adalah 1,57. Jadi pertanian pertanian pembenihan di Desa Singasari telah memberikan manfaat dan efisien yang dapat dikembangkan, karena penerimaan yang diterima oleh petani lebih besar dari biaya yang dikeluarkan oleh petani selama satu kali bertelur. Dengan hasil yang baik memberikan prospek bagi petani, oleh karena itu untuk meningkatkan keuntungan dan meningkatkan efisiensi.
This research takes the title: "Analysis of Revenue and Efficiency of Farming Farming System in Singasari Village, Karanglewas Sub-district, Banyumas Regency". The purpose of this research is to calculate the income from gouramy hatchery farming in Singasari Village, Karanglewas Subdistrict, Banyumas Regency, and to measure the efficiency of farm gouramy farming in Singasari Village, Karanglewas Sub-district, Banyumas Regency.
The research method used is quantitative method and data collection method is done by combining primary data and secondary data. The method of analysis used in this research is to use income analysis and R / C ratio analysis.
Based on the result of the research, it is shown that: (1) the gouramy carp breeding income is Rp97.425.500,00, while the total cost incurred is Rp61,872,693.00, hence the profit earned from carp farming farm in Singasari Village in February-March 2018 amounting to Rp35,552,807.00 or each farmer earns a profit of Rp592.547,00 per farmer. (2) the value of Revenue Cost Ratio (RCR) obtained from gouramy hatchery farming is 1.57. So farming hatchery farming in Singasari Village has provided benefits and efficient that can be developed, because the acceptance obtained by farmers is greater than the cost incurred by farmers during one spawn. With good results give prospects for farmers, therefore to improve profits and improve efficiency.
1893622256D1E014060HUBUNGAN PERIODE LAKTASI SAPI Friesian Holstein DENGAN SOLID NON FAT DAN FAT SUSU DI BBPTU HPT BATURRADENPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan periode laktasi terhadap solid non fat dan fat susu. Penelitian dilaksanakan di BBPTU HPT Baturraden Kabupaten Banyumas Provinsi Jawa Tengah. Materi yang digunakan adalah catatan data solid non fat dan fat 51 ekor sapi Friesian Holstein. Penelitian menggunakan metode survei yaitu mengambil data yang ada di BBPTU HPT Baturraden. Pengambilan sampel ternak sapi perah Fresian Holstein dilakukan dengan cara purposive random sampling, yaitu memilih sapi laktasi periode ke 3, 4 dan 5 yang mempunyai catatan solid non fat dan fat susu yang lengkap. Analisis data menggunakan regresi korelasi untuk mengetahui hubungan dan pengaruh antara periode laktasi dengan solid non fat dan fat. Hasil rataan solid non fat susu sapi periode laktasi ke 3, 4 dan 5 sebesar 7,54%. Hasil ini lebih rendah dari persyaratan SNI 3141-01:2011. Rataan fat susu sapi periode laktasi ke 3, 4 dan 5 sebesar 4,05%. Hasil ini sudah memenuhi persyaratan dari SNI 3141-01:2011. Hubungan antara periode laktasi dengan solid non fat menunjukkan adanya korelasi negatif yang rendah. Periode laktasi berpengaruh sangat nyata terhadap solid non fat (P<0,01). Hubungan antara periode laktasi dengan fat menunjukkan korelasi positif namun relatif rendah. Periode laktasi berpengaruh nyata terhadap fat (P<0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan hubungan periode laktasi dengan solid non fat relatif rendah namun berpengaruh sangat nyata terhadap solid non fat. Hubungan periode laktasi dengan fat relatif rendah namun berpengaruh nyata terhadap fat. This research aims to know lactation period relationship against solid non fat and milk fat. The research was conducted at BBPTU HPT Baturraden Banyumas Regency Province of Central Java. The reasearch material was used was a record of solid non fat and milk fat from 51 Friesian Holstein cows. The research used survey method where taken the data at BBPTU HPT Baturraden. Samples of Friesian Holstein Cows were done by purposive random sampling, that were choosed the period of lactation 3, 4 and 5 which had a record of solid non fat and milk fat. Data analysis used regression correlation to find the relationship and effect between lactation period and solid non fat and milk fat. The average result of solid non fat milk of lactation period for 3, 4 and 5 was 7,54%. These result was lower than the requirement of SNI 3141-01:2011. The average of milk fat of lactation period for 3, 4 and 5 was 4,05%. The result was already on the requirements of SNI 3141-01:2011. The relationship between lactation period and solid non fat showed a low negative correlation. The lactation period against solid non fat have very significant different (P<0.01). The relationship between lactation period and milk fat showed relative low positive correlation. The lactation period against milk fat have very significant different (P<0.05). Based on the results of the reasearch could been concluded relationship between lactation period and solid non fat was relative low, but lactation period have very significant different against solid non fat. The relationship between lactation period and milk fat was relative low, but lactation period have significant different against milk fat.
1893722258C1C014113PENGARUH PERSEPSI ATAS PEMERIKSAAN, KETERSEDIAAN KAS, MANFAAT, KEPERCAYAAN KEPADA PEMERINTAH, DAN TANGGUNG JAWAB MORAL TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK: STUDI PADA WAJIB PAJAK RESTORAN DI KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah persepsi atas pemeriksaan, ketersediaan kas, manfaat, kepercayaan kepada pemerintah, dan tanggung jawab moral mempengaruhi kepatuhan wajib pajak restoran. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik proportionate stratified random sampling. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 73 wajib pajak restoran. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dan teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi berganda dengan bantuan software SPSS. Hasil pengujian dalam penelitian ini menunjukan bahwa (1) persepsi atas pemeriksaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak, (2) persepsi atas ketersediaan kas tidak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak, (3) persepsi atas manfaat berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak, (4) persepsi atas kepercayaan kepada pemerintah berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak, dan (5) persepsi atas tanggung jawab moral berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak.The purpose of this research was to determine whether perception of audits, cash availability, benefits, trust to the government, and moral responsibility affects taxpayer compliance restaurants. Sampling techniques in this research was a proportionate stratified random sampling. The number of respondents in this research were 73 taxpayer restaurants. The data was collected through questionnaires and the researcher used multiple regression analysis techniques with the help of SPSS software to ran the data. The results of this research shown that (1) perception of audits has a positive and significant effect on taxpayer compliance, (2) perception of cash availability has no effect on taxpayer compliance, (3) perception of benefits has a positive and significant effect on taxpayer compliance, (4) perception of trust to the government has a positive and significant effect on taxpayer compliance, (5) perception of moral responsibility has a positive and significant effect towards taxpayer compliance.
1893822259G1B014048FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KECELAKAAN KERJA PADA PENDERES GULA KELAPA DI DESA CANDINATA, KECAMATAN KUTASARI, PURBALINGGA TAHUN 2018Latar Belakang: Kecelakaan kerja merupakan kecelakaan yang terjadi saat sedang melakukan pekerjaan di tempat kerja maupun perjalanan ke dan dari tempat kerja. Kasus kecelakaan kerja terjadi pada sektor formal maupun informal. Pekerja sektor informal yang turut andil dalam menyumbang angka kecelakaan kerja salah satunya yaitu penderes gula kelapa. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya kecelakaan kerja pada penderes gula kelapa di Desa Candinata tahun 2018

Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross sectional. Jumlah sampel dari penelitian ini sebanyak 49 responden dengan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat, analisis bivariat dengan chi square, dan analisis multivariate dengan uji regresi logistik.

Hasil Penelitian: Tidak ada pengaruh antara umur dan motivasi kerja terhadap kecelakaan kerja pada penderes gula di Desa Candinata. Ada pengaruh antara masa kerja dan kelelahan kerja terhadap kecelakaan kerja pada penderes gula kelapa di Desa Candinata.

Simpulan: Masa kerja dan kelelahan kerja adalah faktor yang berpengaruh terhadap kecelakaan kerja pada penderes gula di Desa Candinata karna p-value<α

Kata kunci: Kecelakaan kerja, Masa kerja, Kelelahan kerja, Penderes gula
Background: Work accidents are accidents that occur while doing work at work place or on the way to and from work place. Occupational accident cases occur in the formal and informal sectors. Informal sector workers who contribute in contributing the number of work accidents one of which is coconut sugar farmer.The purpose of this research is to determine the factors that affect the occurrence of work accidents on coconut sugar farmer at Candinata Village in 2018.

Methods: This research is a quantitative analytic research with cross sectional design. The number of samples from this research are 49 respondents using total sampling technique. The data were collected by interview using questionnaire. Data analysis in this study used univariate analysis, bivariate analysis with chi square, and multivariate analysis with logistic regression test.

Results: There is no influence between age and work motivation against work accident at coconut sugar farmer in Candinata Village. There is an influence between work period and work fatigue against work accident at coconut sugar farmer in Candinata Village.

Conclusion: Working period and work fatigue are factors that affect work accidents on coconut sugar sugar farmer in Candinata Village because p-value <α

Keywords: Work Accident, Work Period, Work Fatigue, Coconut sugar farmer
1893922260F1C014097PENERAPAN KOMUNIKASI PEMASARAN TERPADU PADA OBJEK WISATA SMALLWORLD DESA KETENGER KECAMATAN BATURRADEN KABUPATEN BANYUMASPariwisata di Kabupaten Banyumas tengah menggeliat bangkit. Salah satu tempat wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan adalah objek penelitian Small World di desa Ketenger Baturraden. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Komunikasi Pemasaran Terpadu yang dijalankan pada objek wisata Small World Baturraden sebagai sebuah tempat wisata yang memiliki konsep baru di wilayah Baturraden.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen Small World telah menerapkan lima aspek dalam Komunikasi Pemasaran Terpadu yaitu periklanan, promosi penjualan, humas, penjualan personal, dan penjualan langsung. Dari kelima aspek di atas, yang paling dioptimalkan penggunaannya adalah aspek periklanan terutama melalui media sosial instagram.
The tourism sector in Banyumas Regency is increasing for good. One of the leading tourism objects in Banyumas is Small World that is located in Ketenger, Baturraden. This study is purposed to discver the application of Integrated Marketing Communication that is held by Small World Baturraden as a place with a new concept in the area. This study used qualitative method and researcher chose the informants by usingurposive sampling technique. Data collection was done by doing in-depth interview, observation and documentation. The result of this study revealed that Small World Baturraden’s management has applied five aspects of Integrated Marketing Communications wich are; advertising, sale promotion, public relations, personal selling and direct sales. The most optimized aspect of IMC in Small World Baturraden’s promotion is the advertising aspect by using Instagram.
1894022261G1B014021KOMPARASI BIAYA RIIL DENGAN TARIF INA CBG’S PADA PASIEN GAGAL JANTUNG AKUT RAWAT INAP DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO
Latar Belakang: Pemenkes Nomor 59 tahun 2014 mengenai standar tarif pelayanan kesehatan dalam penyelenggaraan Program JKN, tarif pelayanan kesehatan FKRTL mengacu pada standar tarif Indonesian Case Base Groups (INA-CBGs). Kebijakan ini diharapkan mampu menekan tingginya biaya kesehatan di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan biaya riil dengan tarif INA CBGs dan proporsi setiap komponen biaya perawatan pada pasien gagal jantung akut rawat inap. Metodologi: Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif bersumber dari data sekunder. Teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling sejumlah 38 sampel. Analisis data yang digunakan adalah analisis biaya dengan Activity Based Costing dan analisis univariat dengan Ms.Excel. Hasil Penelitian: Biaya perawatan gagal jantung akut rawat inap berdasarkan tarif rumah sakit sejumlah Rp. 5.700.507,- sedangkan berdasarkan perhitungan ABC sejumlah 5.606.772,-. Selisih berdasarkan tarif rumah sakit dan perhitungan ABC dengan tarif INA CBGs berturut-turut sejumlah Rp. 41.098.273,- dan Rp. 37.536.334,-. Urutan komponen biaya terbesar adalah biaya obat (28,208%), biaya rawat inap intensif (21,235%) dan biaya rawat inap (13,97%). Kesimpulan: Biaya perawatan gagal jantung akut rawat inap berdasarkan tarif rumah sakit dan perhitungan ABC lebih besar dari tarif INA CBGs yang berarti bahwa terjadi defisit pada rumah sakit. Kata Kunci: biaya, gagal jantung akut, rawat inap. Background : Health minister regulation No 59/2014 about standard health service tariff in implementation of JKN program, FKRTL health service tariff refers to Indonesian Case Base Groups (INA-CBGs) standard tariff. This policy is expects to reduce high cost of health in the hospital. This study aims to determine difference real cost to INA CBG’s tariff and proportion of each component in cost of treatment acute heart failure inpatient.
Methodology : The research design used quantitative descriptive sourced from secondary data. The sampling technique used total sampling of 38 samples. Data analysis used cost analysis with Activity Based Costing and univariate analysis with Ms.Excel. Result : Cost of treatment acute heart failure inpatient based on hospital tariff amount Rp. 5.700.507, while ABC calculation amount Rp. 5.606.772. The difference cost of treatment acute heart failure based on hospital tariff and ABC calculation with INA CBG’s tariff consecutive was Rp 41.098.273 and Rp. 37.536.334. The largest component cost order was drug (28,208%), intensive hospitalization (21,235%) and hospitalization (13,97%). Conclusion : of treatment acute heart failure inpatient based on hospital tariff and ABC calculation higher than INA CBG’s tariff means there is a deficit in hospital.