Home
Login.
Artikelilmiahs
22220
Update
AHID RIZKI SETIADI
NIM
Judul Artikel
Pemanfaatan Ekstrak Beberapa Jenis Gulma Dengan Konsentrasi Berbeda Pada Tanaman Kedelai Hitam (Glycine soja (L). Merr)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Peningkatan produksi tanaman pangan dapat dilakukan dengan teknik budidaya yang intensif. Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jenis ekstrak gulma terhadap populasi gulma serta respon komponen pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai hitam. Percobaan dilaksanakan pada bulan November 2017 sampai Februari 2018 di lahan percobaan (Exfarm) Fakutas Pertanian, Unsoed. Pada percobaan ini digunakan 3 gulma sebagai bahan pembuatan bioherbisida (Babandotan, Alang-alang, Bayam duri) dan tanaman utama kedelai hitam varietas Detam-1. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri atas 2 faktor dengan 3 ulangan. Faktor pertama yaitu jenis ekstrak gulma (G) yang terdiri atas G1= Ekstrak Babandotan, G2= Ekstrak Alang-alang, G3= Ekstrak Bayam duri. Faktor kedua yaitu konsentrasi (K) yang terdiri atas K1= 10 ml/l, K2= 20 ml/l, 30 ml/l. Variabel yang diamati yaitu nilai jumlah dominansi (Sum Dominance Ratio / SDR) pada populasi gulma, serta variabel pertumbuhan dan hasil kedelai hitam berupa tinggi tanaman (cm), panjang akar (cm), jumlah daun (helai), luas daun (cm2), bobot akar segar (g), bobot tajuk segar (g), bobot akar kering (g), bobot tajuk kering (g), jumlah polong (buah), bobot polong segar (g), bobot polong kering (g), bobot 100 biji (g), dan hasil biji per petak (kg/m2). Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan analisis varian pada tingkat kepercayaan 95%. Apabila analisis varian berbeda nyata dan sangat nyata, maka dilanjutkan dengan Uji Jarak Ganda Duncan (UJGD) dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menujukkan bahwa : 1) ekstrak bayam duri dengan konsentrasi 10 ml/l dan 20 ml/l mampu menekan jumlah dominansi gulma jenis Cyperus rotundus ; 2) aplikasi ekstrak bayam duri memberikan hasil tertinggi pada variabel jumlah polong dan sama dengan alang-alang. Penyemprotan konsentrasi 10 ml/l memberikan hasil tertinggi pada variabel jumlah polong ; 3) interaksi antara ekstrak babandotan dan konsentrasi 10 ml/l memberikan hasil terluas pada variabel luas daun ; 4) interaksi antara ekstrak babandotan dan konsentrasi 30 ml/l memberikan hasil tertinggi pada variabel bobot polong segar kedelai hitam.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Increased production of food crops could be done with intensive cultivation techniques. This research aimed to understand the effect of weed extract’s application toward weed’s 2 population and it’s responses toward black soybean’s growth and yield. Research was conducted at November 2017 until February 2018 in the experimental land (Exfarm), Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. This research used three weed materials (Babandotan, Alang-alang, and Bayam duri) as bioherbicide and black soybean variety i.e Detam-1 as a main crop. Experimental design used was Randomized Complete Block Design with 2 factors and 3 replications. First factor was weed extract’s type (G) consisted of G1=Babandotan’s extract, G2=Alang-alang’s extract, G3=Bayam duri’s extract. Second factor was concentration consisted of K1=10 ml/l, K2=20 ml/l, K3=30 ml/l. Variables observed were Summed Dominance Ratio (SDR) on weed’s population, growth and yield related variables of black soybean i.e plant height (cm), root length (cm), number of leaves, leaf area (cm2), root’s fresh weight (g), plant’s fresh weight (g), root’s dry weight (g), plant’s dry weight (g), number of pods, pod’s fresh weight (g), pod’s dry weight (g), 100 grains weight (g),and grains yield per plot (kg/m2). Obtained data then analyzed with ANOVA with 5% error interval and subsequent analyzed used Duncan Multiple Range Test (DMRT) also with 95% of confidence interval. The results showed that: 1) bayam duri extract with concentration of 10 ml/l and 20 ml/l was able to suppress the amount of Cyperus rotundus weed dominance; 2) application bayam duri and alang-alang extract gave the best effect on pod number variables. Application 10 ml/l concentration gave the best effect on pod number variables; 3) the interaction between babandotan extract and concentration of 10 ml/l gives the best influence on leaf width variable; 4) the interaction between babandotan extract and concentration 30 ml/l gives the best influence on fresh weight pod variable of black soybean.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save