Artikelilmiahs
Menampilkan 18.961-18.980 dari 50.066 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 18961 | 22290 | D1E014016 | Pengaruh Bangsa Sapi Lokal Yang Diberi Jerami Padi Amoniasi Dan Konsentrat Terhadap Kecepatan Makan Dan Konsumsi Pakan Relatif | Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh bangsa sapi lokal terhadap kecepatan makan dan konsumsi pakan relatif. Materi yang digunakan adalah empat bangsa sapi lokal yaitu sapi Sumba Ongole (SO), Madura (M), Bali Kupang (BK), dan Bali Flores (BF) masing-masing 10 ekor dengan umur diatas dua tahun. Konsumsi bahan kering tiap sapi adalah 3,3% dari bobot badan. Jenis pakan yang diberikan berupa jerami padi amoniasi dan konsentrat dengan imbangan bahan kering adalah 30:70. Frekuensi pemberian baik itu jerami padi amoniasi dan konsentrat sebanyak 2 kali dalam sehari. Metode yang digunakan adalah experimental menurut Rancangan Acak Kelompok. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis kovariansi dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukan bahwa bangsa sapi lokal berpengaruh nyata (P<0,01) terhadap kecepatan makan konsentrat dan konsumsi pakan relatif, namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kecepatan makan jerami. Sapi SO memiliki tingkat kecepatan makan konsentrat paling tinggi (P<0,05) diantara sapi lainnya. Konsumsi pakan relatif konsentrat sapi Madura lebih tinggi (P<0,05) daripada sapi BK, akan tetapi sama (P>0,05) dengan sapi SO dan BF. Konsumsi pakan relatif jerami sapi BF lebih rendah (P<0,05) daripada sapi SO, akan tetapi sama (P>0,05) dengan sapi Madura dan BK. Setiap bangsa sapi mempunyai tingkat kecepatan makan dan konsumsi pakan relatif yang berbeda meskipun diberi pakan yang sama. | The aims of this research was to know the effect of local cattle on consumption speed and relative feed consumption. The material used were four local cattle, which was Sumba Ongole (SO), Madura (M), Bali Kupang (BK), and Bali Flores (BF) each breed have 10 cattles with ages over two years. Dry meter intake per cattle was 3.3% of body weight. Each cattle recieved diet consisting of ammoniated straw rice and concentrate with dry meter was 30:70. The feed frequency of ammoniated straw rice and concentrate 2 times a day. The method used was experimental with randomized block design. The data obtained were analyzed by analysis of covariance and continued by the test of Honestly Significantly Difference (HSD). The results showed that local cattle had significant effect (P<0.01) on consumption speed of concentrate and relative feed consumption, but no significant effect (P>0,05) on consumption speed of ammoniated straw rice. SO cattle have the highest (P<0,05) consumption speed of concentrate among other cattles. The relative feed consumption of Madura cattle concentrate is higher (P<0,05) than BK cattle, but is similar (P>0,05) to SO and BF cattles. The relative feed consumption of ammoniated straw rice of BF cattle is lower (P<0,05) than SO cattle, but is similar (P>0,05) to Madura and BK cattles. Breed cattles had a difference level betwen consumption speed and relative feed consumption although given a similar diet. | |
| 18962 | 28525 | C2C016031 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DAN EFEKTIVITAS ORGANISASI DALAM MEWUJUDKAN KETERTIBAN DAN KETENTRAMAN UMUM DI WILAYAH KABUPATEN CILACAP | Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji signifikansi pengaruh komunikasi, koordinasi maupun disiplin kerja terhadap kinerja pegawai dan efektivitas organisasi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Cilacap dalam mewujudkan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian asosiatif. Berdasarkan teknik sampling jenuh (sensus), maka jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 85 pegawai Satpol PP Kabupaten Cilacap. Selanjutnya, teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda. Berdasarkan hasil analisis data, maka dapat diambil kesimpulan bahwa komunikasi, koordinasi maupun disiplin kerja mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Selanjutnya komunikasi, disiplin kerja maupun kinerja pegawai mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap efektivitas organisasi, sedangkan koordinasi tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap efektivitas organisasi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Cilacap. Mengacu pada kesimpulan tersebut, maka dapat diimplikasikan bahwa sebagai upaya untuk terus meningkatkan kinerja pegawai dan efektivitas organisasi, pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Cilacap perlu memprioritaskan kebijakan yang terkait dengan komunikasi dan disiplin kerja. Cara yang dapat dilakukan diantaranya adalah dengan menerapkan sistem komunikasi kerja yang efektif dalam organisasi berdasarkan atas keterbukaan, empati, dukungan dan kesetaraan. Pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Cilacap juga perlu menerapkan peraturan kerja secara tertulis kepada masing-masing pegawai sesuai dengan bidang tugas yang menjadi tanggung jawabnya, memasang tata tertib mengenai pelaksanaan kerja di kantor maupun tempat kerja pegawai serta terus berupaya meningkatkan kepatuhan dan ketaatan para pegawai terhadap peraturan-peraturan yang berlaku terkait dengan pelaksanaan pekerjaan dengan cara memberikan sanksi secara tegas dan adil terhadap pelanggaran, kesalahan maupun kelalaian kerja yang dilakukan oleh para pegawai. | The aims of this research was to find out the significant effect of communication, coordination as well as work discipline on employees’ job performance and organizational effectiveness of Civil Service Police Unit to realize the public order and tranquillity in Cilacap Regency area. Type of this research used associative method. Based on saturated sampling technique (census), number of respondent within study was 85 employees of Civil Service Police Unit at Cilacap Regency. Furthermore, technique of data analysis within study used multiple regression analysis. Based on the result of multiple regression analysis, it can be concluded that communication, coordination as well as work discipline has a positive and significant effect on employees’ job performance. Furthermore, communication, coordination as well as employees’ job performance has a positive and significant effect on organizational effectiveness, while work discipline has no a significant effect on organizational effectiveness of Civil Service Police Unit at Cilacap Regency.Referred to these conclusions, it can be implied that as an effort to continuously improve its employees’ job performance and organizational effectiveness, management of Civil Service Police Unit of Cilacap Regency needs to prioritize the various policies related to communication and work discipline. The ways that could be done by implementing an effective work communication system in organization based on the openness, empathy, support and equality. Civil Service Police Unit of Cilacap Regency also needs to apply the written work regulations for each employee in accordance with the field of duty which are their responsibility, putting up an orderly procedure regarding work performance in the office and work place of employee, and continue to strive improve compliance and obedience of employees to applicable regulations related to the implementation of work by provide the strict and fair sanctions for their violations, mistakes and negligence which have been done by employees. | |
| 18963 | 22283 | G1I014025 | HUBUNGAN POWER LENGAN, KELENTUKAN OTOT PUNGGUNG DAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI DENGAN KEMAMPUAN GULING BELAKANG TUNGKAI LURUS PADA SISWA PUTRA SMP NEGERI 3 PURWOKERTO | Latar Belakang: Kemampuan guling belakang tungkai lurus dipengaruhi oleh power lengan, kelentukan otot punggung dan kekuatan otot tungkai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara power lengan, kelentukan otot punggung dan kekuatan otot tungkai dengan kemampuan guling belakang tungkai lurus siswa laki-laki usia 12-14 tahun. Metodologi: Metode yang digunakan adalah studi observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dan pengambilan sampel 39 anak menggunakan purposive random sampling dengan memperhatikan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen penelitian power lengan menggunakan ball medicine, kelentukan otot punggung menggunakan sit and reach dan kekuatan otot tungkai menggunakan leg dynamometer. Uji statistik menggunakan pearson product moment dan korelasi ganda. Hasil Penelitian: Ada hubungan antara power lengan dengan kemampuan guling belakang tungkai lurus p = 0.00, r = 0.788. Ada hubungan antara kelentukan otot punggung dengan kemampuan guling belakang tungkai lurus p = 0.03, r = 0.465. Ada hubungan antara kekuatan otot tungkai dengan kemampuan guling belakang tungkai lurus p = 0.00, r = 0.758. Ada hubungan antara power lengan, kelentukan otot punggung dan kekuatan otot tungkai dengan kemampuan guling belakang tungkai lurus p = 0.00, r = 0.812. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara power lengan, kelentukan otot punggung dan kekuatan otot tungkai dengan kemampuan guling belakang tungkai lurus. Kata Kunci: Power, lengan, kelentukan, otot punggung, kekuatan, otot tungkai, guling belakang tungkai lurus | CORRELATION OF ARM POWER, BACK MUSCLE FLEXIBILITY AND LEG MUSCLE STRENGTH WITH ABILITY OF STRAIGHT LEG BACK ROLL OF MALE STUDENTS JUNIOR HIGH SCHOOL 3 PURWOKERTO Background: The ability of straight leg back roll depend on arm power, back muscle flexibility and leg muscle strength. The aims of the research to determine correlation of arm power, back muscle flexibility and leg muscle strength with ability of straight leg back roll of 12-14 years old male students. Method: The method of the study is observational analytic with cross sectional approach involving 39 students following purposive sampling technique and inclusion and exclusion criteria as a consideration. The value of arm power taken using medicine ball throw, back muscle flexibility using sit and reach and leg muscle strength using leg dynamometer. Pearson product moment and multiple correlation are used analysis data. Results: The correlation between arm power with ability of straight leg back roll were p = 0.00, r = 0.788, mean while back muscle flexibility with ability of straight leg back roll were p = 0.03, r = 0.465 and at last leg muscle strength with ability of straight leg back roll were p = 0.00, r = 0.758. The correlation between arm power, back muscle flexibility and leg muscle strength with ability of straight leg back roll was significant with value p = 0.00, r = 0.812. Conclusion: There are significant correlation between arm power, back muscle flexibility and leg muscle strength with ability of straight leg back roll. Keyword: Arm, power, back muscle, flexibility, leg muscle, strength, straight leg back roll | |
| 18964 | 22284 | H1C011055 | ANALISIS KOORDINASI KERJA PMT (PEMUTUS TENAGA) DENGAN RECLOSER AKIBAT GANGGUAN ARUS HUBUNG SINGKAT PADA PENYULANG KALIBAKAL-08 PT. PLN (PERSERO) AREA PURWOKERTO | Energi listrik merupakan kebutuhan utama di dalam kehidupan manusia, terutama pada bidang teknologi membuat manusia membutuhkan energi yang semakin lama semakin meningkat. Keandalan pada suatu sistem tenaga listrik dibutuhkan untuk menjamin kontinuitas penyaluran tenaga listrik hingga ke konsumen. Untuk menjaga sebuah sistem yang handal, terutama dalam menangani gangguan listrik, maka peran peralatan proteksi dengan koordinasi yang baik menjadi hal yang sangat penting. Pada penyulang Kalibakal-08, peralatan proteksi utama yang dipasang yaitu PMT (Pemutus Tenaga) dan recloser, dimana keduanya bekerja secara koordinatif dengan peralatan proteksi cadangan di masing-masing zonanya. Berdasarkan data dari PT. PLN (Persero) Area Purwokerto, frekuensi terjadinya gangguan di penyulang Kalibakal-08 cukup tinggi. Hal itu diindikasikan dengan tripnya PMT (Pemutus Tenaga) dan recloser dalam jangka waktu setahun terakhir (2015-2016) mencapai angka 30 kali dengan rata-rata durasi padam mencapai 30-60 menit. Analisis koordinasi proteksi ini dilakukan untuk menguji seberapa baik peralatan proteksi yang terpasang di penyulang Kalibakal-08 dalam menangani gangguan arus hubung singkat melalui perbandingan data di lapangan, perhitungan teoritis, serta simulasi menggunakan software ETAP12.6.0. Dengan demikian, diharapkan menghasilkan pengaturan (setting) terbaik untuk mengoptimalkan kinerja dari PMT (Pemutus Tenaga) dan recloser di penyulang Kalibakal-08 dalam menangani gangguan listrik. Kata kunci: Energi listrik, Koordinasi, Peralatan proteksi | Electrical energy nowadays has already been a main need for all customers. A friendly service, clean, free from losses, and reliable in many situation must be underlined by PT. PLN (persero) as the company which provide national electrical energy. In order to keep a reliability of system, especially in solving electrical interupt, protection tools’s role with its good coordination is the most important one. In Kalibakal-10 feeder, PMT and recloser is the main protection tool which is used in. Both of it have operation principle that have to be synchronized to alternative protection tool in each zone. Based on PT. PLN (Persero) Purwokerto Area’data, a number of interupt in Kalibakal-10 feeder is very high. That’s showed by PMT and recloser’s operation frequency within last one year (2015-2016). It is about 30-60 minutes in which has reached about thirty times of average blackout duration. Basically, analysis for protection coordination itself is the kind of step to check how reliable its protection tool which is implementated in Kalibakal-10 feeder that is used to solve interupt such as short circuit condition. It’s done by comparing between real data, teoritically calculation, and simulation using software ETAP12.6.0. Therefore, researcher totally believe that its analysis can produce the best setting or adjustment to optimalize the performance of PMT and recloser in Kalibakal-10 feeder. Keywords: Electrical energi, Coordination, Protection tool | |
| 18965 | 22285 | C1A014060 | PENGARUH UTANG LUAR NEGERI PEMERINTAH DAN SWASTA TERHADAP PRODUK DOMESTIK BRUTO INDONESIA TAHUN 2000-2016 | Semua negara di dunia berusaha memajukan kesejahteraan masyarakatnya melalui pembangunan ekonomi. Permasalahan yang dihadapi negara berkembang dalam pembangunan ekonomi adalah keterbatasan dana pembangunan ekonomi. Keterbatasan tersebut disebabkan karena pemasukan dalam negeri di negara sedang berkembang tidak bisa memenuhi kebutuhan investasi atau pengeluaran pemerintah. Kekurangan dana yang terjadi harus mendapatkan penyelesaian yaitu menutupi kekurangan-kekurangan dana dari segi penerimaan dengan melalui utang. Teknik analisis yang di gunakan adalah analisis regresi berganda dengan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa utang luar negeri pemerintah berpengaruh positif dan signifikan sedangkan utang luar negeri swasta tidak berpengaruh terhadap produk domestik produk. | All countries in the world seek to promote the welfare of their people through economic development. The problem facing developing countries in economic development is the limited funding of economic development. The limitation is caused by the domestic income in developing countries can not meet the needs of investment or government expenditure. Lack of funds that occur should get a settlement that is covering the lack of funds in terms of revenue through debt. The analysis technique used is multiple regression analysis with secondary data. The results showed that government external debt had a positive and significant effect while private foreign debt had no effect on domestic product product. | |
| 18966 | 22286 | F1C014019 | STRATEGI PROMOSI KESEHATAN MENGENAI PENYAKIT GANGGUAN GINJAL KRONIS DALAM MEMBENTUK KESADARAN POLA HIDUP SEHAT PASIEN HEMODIALISA DI RUMAH SAKIT ISLAM PURWOKERTO | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi promosi kesehatan yang dilakukan oleh panitia Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) pada Rumah Sakit Islam Purwokerto (RSIP) dan juga ingin mengetahui hambatan yang dihadapi selama kegiatan penyuluhan. Penelitian ini berfokus pada perumusan strategi promosi kesehatan yang terdiri dari pengenalan sasaran, penyusunan pesan, penentuan komunikator, penentuan metode, dan pemilihan media, serta melihat tahapan-tahapan strategi promosi kesehatan dengan menggunakan teori AIDDA dari Wilbur Schramm. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei sampai dengan Juli 2018 di Rumah Sakit Islam Purwokerto. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi promosi kesehatan yang dilakukan dalam kegiatan penyuluhan bagi pasien hemodialisa sudah baik. Hal ini dapat dilihat dari respon pasien yang baik dan juga perubahan pada fisik pasien yang stabil dan menunjukkan peningkatan kesehatan karena pasien sudah menjalankan pola hidup sehat sesuai dengan apa yang dianjurkan oleh komunikator. Hambatan dari kurangnya kehadiran pasien juga dapat ditangani dengan cara membuat konsep acara yang menarik. Jika pasien berhalangan hadir karena faktor geografis dan ekonomi, pasien dapat konsultasi dan mendapatkan edukasi dari dokter saat kontrol, dan juga kedepannya panitia akan melakukan kegiatan penyuluhan home visit bagi pasien hemodialisa, dengan melakukan riset terlebih dahulu. | This study aims to find out how the health promotion strategy implemented and the obstacles during the socialization handled by Hospital Promotion Committee of Islamic Hospital of Purwokerto. This research focuses on the formulation of health promotion strategy consisting of target recognition, message compilation, communicator determination, method determination, and media selection, and to look at the stages of health promotion strategy using AIDDA theory from Wilbur Schramm. This research was conducted in May until July 2018 at Islamic Hospital of Purwokerto. The research method used is descriptive qualitative approach. Techniques of collecting data are done through interviews, observation, and documentation. The sampling technique for selecting informants was by using purposive sampling technique. The results showed that the health promotion strategy conducted in the extension activities for hemodialysis patients was good. This can be seen from the patient's good response and also changes in the patient's physical stable because the patient has run a healthy lifestyle and shows the increased of health in accordance with what is advised by the communicator. Barriers to lack of patient attendance can also be handled by creating an interesting event concept. If the patient is unable to attend due to geographic and economic factors, the patient can consult and receive education from the doctor during the control, and also the committee will conduct home visit for hemodialisa patient by firstly doing research. | |
| 18967 | 22309 | A1H011023 | Pertumbuhan Tanaman Padi Metode SRI (System Of Rice Intensification) dan Iklim Mikro Pada Berbagai Perlakuan Pupuk serta Pembenah Tanah | Komponen iklim mikro seperti suhu, kelembaban dan intesitas matahari mempunyai peranan penting dalam pertumbuhan tanaman. Pertumbuhan tanaman padi akan mengalami peningkatan mulai dari fase vegetatif hingga fase reproduksi dan berangsur-angsur menurun pada fase pematangan. Perubahan pada tiap fase pertumbuhan tersebut dapat mempengaruhi keadaan iklim mikro disekitar tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui hubungan antara LAI (Leaf Area Index) dengan suhu mikro kanopi tanaman dan (2) mengetahui hubungan antara LAI (Leaf Area Index) dengan suhu permukaan tanah. Penelitian ini dilaksanakan di screenhouse Laboratorium Teknologi Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, pada bulan Desember 2016 sampai April 2017. Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan pada 4 perlakuan yaitu: SRI Organik (SO), SRI Organik Arang (SOA), SRI Organik Kimia (SOK), dan SRI Kimia (SK). Hasil pengamatan selama penelitian memperlihatkan bahwa besarnya kanopi tanaman mempengaruhi nilai LAI dan iklim mikro bawah tanaman seperti suhu kanopi tanaman serta suhu tanah. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh perlakuan pupuk terhadap pertumbuhan tanaman padi. Peningkatan nilai LAI pada fase vegetatif dan mengalami penurunan pada fase pematangan hingga menjelang panen dipengaruhi oleh keadaan kanopi tanaman. Hasil perhitungan menunjukkan nilai LAI meningkat pada fase vegetatif untuk SO sebesar 1,63; SOA sebesar 2,03; SOK sebesar 2,90; dan SK sebesar 4,45. Nilai LAI berangsur-angsur menurun ketika mendekati masa panen. Pertumbuhan tanaman padi akan mempengaruhi keadaan iklim mikro disekitarnya seperti suhu kanopi serta penanaman padi metode SRI (System of Rice Intensification) dengan perlakuan pupuk yang berbeda mempengaruhi iklim mikro tanah seperti suhu tanah dan kadar air tanah. | Microclimate components such as temperature, humidity and solar intensity have an important role in plant growth. Rice growth will increase from the vegetative phase to the reproductive phase and gradually decrease in the maturation phase. Changes in each of these growth phases may affect the microclimate state around the plant. The aim of this research is: (1) to know the relationship between LAI (Leaf Area Index) with microcurrent of plant canopy, (2) to know the relationship between LAI (Leaf Area Index) with ground surface temperature (3) to know relation between ground water content and soil temperature. This research held at a screen house in Laboratory of Bio-Environmental Management and Control Engineering, Jendral Soedirman University, from December 2016 to April 2017. The research use 4 treatments, those are: SRI-Organic (SO), SRI-Organic using charcoal as soil amandement (SOA), SRI-Organic with application of chemical fertilizer (SOK), and Inorganik-SRI with application of chemical fertilizer only (SK). The results showed the effect of fertilizer treatment on the growth of paddy plants. The increase in LAI values in the vegetative phase and decreased during the maturation phase until the time of harvest is influenced by the situation of plant canopy. The calculation results showed that LAI value increased in the vegetative phase for SO of 1.63; SOA of 2.03; SOK of 2.90; and SK of 4.45. The value of LAI gradually decreases as it approaches the harvest period. The growth of paddy plants will affect the condition of surrounding microclimate such as canopy temperature as well as paddy planting method of SRI (System of Rice Intensification) with different fertilizer treatment affecting soil microclimate such as soil temperature and soil moisture content. | |
| 18968 | 22289 | D1E011259 | KONTRIBUSI USAHA PETERNAKAN SAPI PERAH TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA DI KABUPATEN KLATEN | ABSTRAK ADITYA ERIYAN MARTION “Kontribusi Usaha Pernakan Sapi Perah Terhadap Pendapatan Keluarga di Kabupaten Klaten”. Penelitian tersebut telah dilaksanakan di Kecamatan Jatinom, Kecamatan Tulung, dan Kecamatan Kemalang pada tanggal 10 Februari 2017 sampai dengan 17 Februari 2017. Tujuan penelitian adalah : 1) Mengetahui kontribusi usaha sapi perah terhadap pendapatan keluarga. 2) Menganalisis pengaruh jumlah ternak, usia peternak, tingkat pendidikan, lama beternak, jumlah anggota keluarga terhadap kontribusi pendapatan keluarga. Penelitian dilakukan dengan metode survei. Sasaran penelitian adalah peternak Sapi Perah. Teknik penetapan sampel wilayah dilakukan secara Purposive sampling, Kecamatan yang terpilih adalah Kecamatan Jatinom, Tulung, Kemalang. Variabel Terikat (Y):Kotribusi Pendapatan Peternak Sapi Perah. Variabel Bebas (X) :(jumlah ternak) sapi perah(X1), usia peternak (X2), tingkat pendidikan peternak (X3) dan lama beternak (X4), jumlah anggota keluarga (X5). Kontribusi pendapatan usaha ternak sapi perah terhadap pendapatan keluarga peternak di Kabupaten Klaten adalah sebesar 82%. Jumlah Ternak, Tingkat Pendidikan Lama Beternak dan Jumlah Anggota Keluarga berpengaruh nyata terhadap Kontribusi Pendapatan Usaha Ternak Sapi Perah P<0.05. Jumlah Ternak sapi perah , usia Peternak, tingkat pendidikan Peternak, Lama Beternak dan jumlah anggota keluarga secara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap Kontribusi Pendapatan Usaha Ternak Sapi Perah | ABSTRACT ADITYA ERIYAN MARTION “Contribution of Business Dairy Cattle Farms to Income Family Farmers in Klaten Regency”. This Research was conducted in Jatinom, Tulung and Kemalang District at February 10th 2017 until February 17th 2017. The purpose of this study was to analyze the contribution of dairy cattle business to the family income of farmers and analyze the effect of the number of livestock ownership, age of farmers, farmer’s education, long time period of farming, and number of family members to income contribution. The study was conducted by survey method. Research targets are cattle farmers. Determination of the sample areas using purposive sampling method was to choose the one that has a high enough population of cattle farm. Elected 3 District in Jatinom, Tulung and Kemalang. Dependent Variable (Y): Dairy Cattle Farms Contribution. Independent variables (X): the number of livestock ownership (X1), age of farmers (X2) farmer’s education (X3), long time period of farming (X4), and number of family members (X5). The contribution of business dairy cattle farm to family income in Klaten is 82%. Number of livestock ownership, farmer’s education, long time period of farming, and number of family members have a real impact toward Income Contribution of Dairy Cattle Farms P<0.05. The number of livestock ownership, age of farmers, farmer’s education, long time period of farming, and number of family members together have a real impact toward Income Contribution of Dairy Cattle Farms | |
| 18969 | 22302 | G1B014023 | Pengaruh Kesehatan Lingkungan Rumah, Riwayat Kontak dan Status Gizi Terhadap Kejadian Tuberkulosis Anak di Kabupaten Banyumas | Latar Belakang: Tuberkulosis adalah penyakit menular udara yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini merupakan masalah kesehatan masyarakat di berbagai negara termasuk Indonesia. Salah satu masalah yang penting untuk diperhatikan adalah tuberkulosis anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kesehatan lingkungan rumah, riwayat kontak dan status gizi terhadap kejadian tuberkulosis anak di Kabupaten Banyumas. Metodologi: Penelitian Observasional Analitik ini menggunakan desain kasus kontrol. Populasi kasus adalah pasien tuberkulosis anak yang tercatat di rekam medik BKPM Banyumas pada Januari 2017-Februari 2018. Pemilihan sampel pada kelompok kasus sebanyak 35 anak dan kontrol sebanyak 35 anak. Pengukuran faktor risiko menggunakan alat luxmeter, hygrometer, meteran serta wawancara. Analisis pengaruh antara variabel bebas dan terikat dilakukan dengan menggunakan uji Regresi Logistik. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel bebas yang memiliki pengaruh dengan kejadian tuberkulosis anak adalah riwayat kontak (p=0,005; OR=10,069) dan status gizi (p=0,001; OR=11,380). Kesimpulan: Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa riwayat kontak dan status gizi berpengaruh terhadap kejadian tuberkulosis anak di Kabupaten Banyumas. Bagi orangtua hendaknya menghindarkan anaknya kontak dengan penderita tuberkulosis dan memberikan makanan yang bergizi. | Background: Tuberculosis is an airborne disease caused by Mycobacterium tuberculosis. It is public health problems in various countries including Indonesia. Tuberculosis in children is still an important problem to be solved. The purpose of this research is to determine the effect of environmental health in house, contact history and nutritional status toward childhood tuberculosis in Banyumas. Methods: This research is an analytical observational study using case-control design. Case population is patient of childhood tuberculosis in BKPM Banyumas since January 2017-February 2018. There are 35 samples of the case and 25 samples of the control. The measurement of risk factors used luxmeter, hygrometer, meter and interview. Data analysis using Logistic Regression test to determine the influence between independent and dependent variables. Results: The result of this research showed that childhood tuberculosis incidence were determined by contact history (p=0,005; OR=10,069) and nutritional status (p=0,001; OR=11,380). Conclusion: Contact history and nutritional status were the factors which determined childhood tuberculosis in Banyumas. It is important for parents provide nutritious food and to avoid their children from contact with tuberculosis patients. | |
| 18970 | 22303 | A1M014052 | PENGARUH JENIS DAN KONSENTRASI LARU ALAMI DAN SINTETIS TERHADAP KARAKTERISTIK MUTU GULA KELAPA CETAK | Laru sebagai bahan yang ditambahkan kedalam nira untuk menghambat proses kerusakan nira pada dasarnya terbagi menjadi dua, yakni laru alami dan laru sintetis. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui pengaruh jenis dan konsentrasi laru yang digunakan terhadap parameter fisikokimia dan sensori gula kelapa cetak; dan 2) Menentukan kombinasi perlakuan antara jenis dan konsentrasi laru yang menghasilkan gula kelapa cetak dengan mutu sensori terbaik. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial dengan 10 kombinasi perlakuan dan diulang 3 kali sehingga menghasilkan 30 unit percobaan. Faktor yang diteliti yaitu jenis laru (L) terdiri dari lima taraf, natrium metabisulfit (L1); kapur (L2); kombinasi kapur dan kulit manggis (L3); kombinasi kapur dan kayu nangka (L4); kombinasi kapur, kulit manggis, dan kayu nangka (L5) dan konsentrasi laru terdiri dari dua taraf, 5% (K1); 7,5% (K2). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis dan konsentrasi laru berpengaruh terhadap kadar gula reduksi, intensitas browning, warna, dan tekstur gula kelapa cetak. Laru kombinasi kapur, kulit buah manggis, dan kayu nangka konsentrasi 5% merupakan kombinasi perlakuan terbaik yang menghasilkan gula kelapa cetak dengan karakteristik sensori sebagai berikut: berwarna coklat kekuningan (skor 2,1); tekstur sangat keras (skor 3,67); aroma khas gula kelapa harum (skor 2,58); dan rasa manis (skor 2,88). | “Laru”, as a preservatives added to the coconut sap to prevent its damage; basically divided into two types; natural and synthetic. This research aimed to: 1) Determine the influence of laru types and concentrations on physicochemical and sensory parameters of coconut sugar, and 2) Determine the treatment combinations among types and concentrations of laru that produce coconut sugar with the best sensory characteristics. The experimental design used was Randomized Block Design (RBD) which arranged factorially with 10 combinations of treatment and repeated 3 times, so there were 30 experimental units. The factor studied were laru type (L) consisting five levels, sodium metabisulphite (L1); lime (L2); combination of lime and mangosteen peel (L3); combination of lime and jackfruit bark (L4); combination of lime, mangosteen peel, and jackfruit bark (L5) and laru concentration consisting two levels, 5% (K1); 7.5% (K2). Results of this research showed that laru types and concentrations had an effect on reducing sugar content, browning intensity, color and texture of coconut sugar. Laru combinations of lime, mangosteen peel, and jackfruit bark at 5% was the best treatment combination that produce coconut sugar with the following sensory characteristics: yellowish brown color (score of 2,1); very hard texture (score of 3.67); typical aroma of coconut sugar (score of 2.58); and sweet in taste (score of 2.88). | |
| 18971 | 22288 | E1A013037 | SAFE HOUSE (Perlindungan Hukum Terhadap Saksi Tindak Pidana Korupsi di Komisi Pemberantasan Korupsi | ABSTRAK SAFE HOUSE (PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP SAKSI TINDAK PIDANA KORUPSI DI KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI) Oleh: PUTRI AYU SORAYA E1A013037 Pengungkapan suatu tindak pidana korupsi sangat membutuhkan peranan saksi, namun demikian perlindungan hukum terhadap saksi tindak pidana korupsi masih sangat sulit dilakukan. Saksi dalam kasus tindak pidana korupsi dalam hal ini sangat membutuhkan perlindungan hukum yang salah satu bentukya yaitu safe house. Berdasarkan hal tersebut maka permasalahan yang akan dikaji adalah mengenai bentuk-bentuk perlindungan dalam safe house dan faktor-faktor peghambat pemberian perlindungan dalam safe house. Metode penelitian dengan menggunakan pendekatan yuridis sosiologis dan spesifikasi penelitian adalah deskriptif. Lokasi penelitian di Komisi Pemberantasan Korupsi Jakarta. Jenis dan sumber data adalah data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data primer dengan wawancara, sedangkan data sekunder dengan studi pustaka. Metode pengolahan data dengan reduksi data, display data, dan kategorisasi data. Penyajian data secara sistematis. Metode analisis data yakni kualitatif dalam bentuk content analysis method dan constant comparative analysis method. Hasil penelitian menunjukkan terdapat dua bentuk perlindungan hukum dalam Safe House terhadap saksi tindak pidana korupsi yang diberikan oleh KPK, yaitu perlindungan fisik dan perlindungan non-fisik. Namun demikian, dalam pelaksanaanya terdapat beberapa faktor penghambat, baik faktor internal maupun faktor eksternal yang berkaitan dengan aspek faktor hukumnya, penegakkan hukum, sarana dan prasarana, masyarakat, budaya hukum masyarakat, dan personal saksi dalam upaya perlindungan hukum terhadap saksi tindak pidana korupsi. Kata Kunci: Perlindungan Hukum, Safe House, Saksi, Komisi Pemberantasa Korupsi. | ABSTRACT SAFE HOUSE (LEGAL PROTECTION ON WITNESS OF CORRUPTION MEASURES IN CORRUPTION ERADICATION COMMISSION) By: PUTRI AYU SORAYA E1A013037 Disclosure of a criminal act of corruption highly requires the role of witnesses, however, legal protection against witnesses of corruption is greatly delicate process. Witness in the case of corruption is in need of legal protection and one of the form of protection is Safe House. Based on this matter, the exploration should be pointed to the forms of protection in the safe house and the factors constraining the protection in the safe house. The research method using sociological judiciary approach and research specification should be illustrative. Location of research is at the Corruption Eradication Commission Jakarta. The types and sources of data are primary and secondary data. Method of collecting primary data is by interview, while secondary data with literature study. Data processing methods with data reduction, data display, and data categorization. Systematic data presentation. The method of data analysis is qualitative in the form of content analysis method and constant comparative analysis method. The result of the research shows that there are two forms of legal protection in Safe House against the witness of corruption crime given by ECE, namely physical protection and non-physical protection. However, in the implementation there are several restraining factors, both internal factors and external factors related to aspects of legal factors, law enforcement, facilities and infrastructure, community, culture of public law, and personal witness in the effort to protect the law toward witnesses of corruption. Keywords : Legal Protection, Safe House, Witness, Corruption Eradication Commission. | |
| 18972 | 22291 | F1C011059 | ANALISIS UNSUR KEKERASAN TERHADAP ANAK DALAM FILM IT(2017) | Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan reprentasi tanda dan makna kekerasan yang terdapat dalam film tersebut. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan strategi penelitian semiotika. Data yang digunakan yaitu Film IT (2017) sebagai data primer dan buku, majalah serta situs yang berhubungan dengan penelitian sebagai data pendukung. Teknik pengumpulan data adalah dengan dokumentasi dan studi pustaka. Analisis data menggunakan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film IT (2017) merepresentasikan kekerasan terhadap anak dalam 5 bentuk diantaranya kekerasan fisik, psikologis, verbal, seksual dan simbolik. Penelitian ini menggunakan teori kode televisi dari tokoh semiotika John Fiske. Merujuk pada teori tersebut terdapat 3 level yang digunakan yaitu level realitas, representatif dan ideologi. Pada level realitas, tanda dan makna mengenai kekerasan terhadap anak dijabarkan dalam unsur-unsur seperti penampilan tokoh yang melakukan kekerasan yaitu Pennywise menakutkan, Geng Bully ‘anak nakal’, Loser’s Club merepresentasikan anak baik yang ditindas atau korban kekerasan, pakaian yang digunakan para tokoh adalah pakaian casual seperti keseharian, tata rias natural, lingkungan realis, perilaku Geng Bully nakal, cara bicara kejam dan gerakan tubuh urakan sedangkan Loser’s Club sopan dan baik. Pada level representatif, tanda dan makna kekerasan terhadap anak dieksplor pada tataran teknis penggarapan sinematrografi. Dari hasil penelitian, peneliti menemukan ada beberapa macam teknik sinematografi yang digunakan diantaranya close up, eye level shot. low angle shot, medium shot, big close up, long shot, medium close up, medium long shot, dengan tujuan menonjolkan adegan kekerasan agak penonton bisa dengan mata telanjang menerima pesan dari isi cerita. Selain itu, aspek lain seperti musik yang dramatis, tata cahaya natural, narasi artistik, konflik fisik dan batin, karakter yang dibawakan, aksi serta dialog juga secara gamblang merepresentasikan kekerasan terhadap anak. Terakhir level ideologi, tanda dan makna yang menunjukkan kekerasan terhadap anak dalam Film IT (2017) ini tersirat dalam tiap scene. Ideologi tentang dominasi kekuasaan dan rasisme terdapat dalam adegan dan tiap bentuk kekerasan. | This study aims to explain the reprentation of signs and meaning of violence contained in the film. The research method used is qualitative with semiotics research strategy. The data used are Film IT (2017) as primary data and books, magazines and research-related sites as supporting data. Technique of collecting data is by documentation and literature study. Data analysis using qualitative analysis. The results show that IT film (2017) represents violence against children in 5 forms including physical, psychological, verbal, sexual and symbolic violence. This study uses the television code theory of semiotic figure John Fiske. Referring to the theory there are 3 levels used are level of reality, representative and ideology. At the level of reality, the signs and meanings of violence against children are spelled out in elements such as the performances of violent characters Pennywise, “Geng Bully” 'bad boys', Loser's Club represents the oppressed children or victims of violence, the clothes that the characters use are casual clothes like everyday, natural makeup, realist environment, mischievous “geng Bully” behavior, cruel talk and body movements while Loser's Club is polite and kind. At the representative level, the signs and meaning of violence against children are explored on the technical level of cultivation of the sinematrograph. From the results of research, researchers found there are several kinds of cinematography techniques used include close up, eye level shot. low shot shot, medium shot, big close up, long shot, medium close up, medium long shot, with the aim of highlighting scenes of violence rather the audience can with the naked eye receive messages from the story content. In addition, other aspects such as dramatic music, natural lighting, artistic narrative, physical and mental conflicts, character sings, actions and dialogue also plainly represent violence against children. Recent ideological levels, signs and meanings that indicate violence against children in Film IT (2017) are implicit in each scene. The ideology of power domination and racism lies in scenes and every form of violence. | |
| 18973 | 22292 | C1C014053 | ANALISIS MODEL PENERIMAAN TEKNOLOGI E-TAX SYSTEM DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK | Tujuan penelitian ini adalah untuk memprediksi perilaku niat Wajib Pajak dalam menggunakan e-Tax System melalui penerapan Technology Acceptance Model (TAM) pada kepatuhan wajib pajak. Populasi dalam penelitian ini adalah Wajib Pajak Orang Pribadi di Purwokerto yang menggunakan e-Tax System. Teknik sampling yang digunakan adalah nonprobability sampling dengan jumlah 110 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan data dianalisis menggunakan pemodelan Structural Equation Modeling (SEM) yang terdiri dari dua tahap: model pengukuran (measurement model) dan model structural. Perangkat lunak statistik SPSS dan AMOS digunakan untuk menganalisis data. Penelitian ini menemukan bahwa, persepsi kemudahan memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap persepsi kegunaan dan sikap terhadap penggunaan e-Tax Sytem. Persepsi kemudahan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap sikap dan niat perilaku untuk menggunakan e-Tax System. Sikap pada penggunaan e-Tax System memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap niat perilaku untuk menggunakan e-Tax System. Niat perilaku untuk menggunakan e-Tax System memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap penggunaan aktual e-Tax System. Penggunaan aktual e-Tax System memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak. | The aim of this research is to predict the behavior of taxpayer interest in using e-Tax System return through the application of Technology Acceptance Model (TAM) on taxpayer compliance. Population in this research takes the taxpayer of private taxes in Purwokerto using e-Tax System. The sampling technique used is nonprobability sampling with total of 110 respondents. Data collection techniques is done through questioner and data were analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) modeling which consists of two stages: the measurement model (measurement model) and the structural model. Statistical software SPSS and AMOS was used to analyze the data. The research finds that, the perceived ease of use have a significant positive effect on the perceived usefulness and attitudes towards use e-Tax System. The perceived usefulness are having positive and significant effect on the attitudes towards and behavioral intention to use e-Tax System. Attitude towards e-Tax System are having positive and significant effect on the behavioral intention to use e-Tax System. Behavioral intention to use e-Tax System are having positive and significant effect on the actual usage e-Tax System. Actual usage e-Tax System are having positive and significant effect on taxpayer compliance. | |
| 18974 | 22293 | D1E014276 | Suplementasi Ampas Teh Terfermentasi Dalam Pakan Terhadap Kecernaan Serat Kasar dan Protein Kasar Pada Puyuh Jantan | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ampas teh berbagai bentuk yang difermentasi menggunakan EM4 dalam pakan terhadap kecernaan serat kasar dan protein kasar pada puyuh jantan. Materi yang digunakan yaitu puyuh jantan (Coturnix coturnix japonica) umur 4 minggu sebanyak 100 ekor, kandang, dan pakan perlakuan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang diuji adalah T0 (pakan basal), T1 (pakan basal + 2% ampas teh sebuk fermentasi), T2 (pakan basal + 2% ampas teh butiran fermentasi), dan T3 (pakan basal + 2% ampas teh daun fermentasi). Peubah yang diamati adalah kecernaan serat kasar dan protein kasar. Rataan kecernaan serat kasar dari seluruh perlakuan didapatkan 17,00 ± 4,33 sampai 36,92 ± 21,70 % dan rataan kecernaan protein kasar 23,23 ± 8,93 sampai 26,64 ± 14,91 %. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penggunaan ampas teh berbagai bentuk yang difermentasi EM4 dalam berpengaruh tidak nyata. Kesimpulan dari penelitian ini adalah suplementasi ampas teh (serbuk, butiran, dan daun) terfermentasi dalam pakan puyuh jantan tidak dapat meningkatkan kecernaan serat kasar dan protein kasar. | This research aim to determine effect of supplementation of fermentation tea dregs with EM4 (Effective Microorganisms 4) on crude protein and crude fiber digestibility of male quail diet. The material was used male quail (Coturnix coturnix japonica) four weeks age as many as 100 heads. The feed material was used basalt feed which commercial quail feed with crude protein 20 – 21 %, crude fiber 4–5% and various of fermented tea dregs form powders, granules and leaves. Research was conducted using experiment method with Completly Ramdomized Design (CRD), consisting of four treatment, each treatment was repeated five times. The tested of treatment that used are T0 (feed basalt), T1 (feed basal + 2% fermented tea dregs powders), T2 (feed basal + 2% fermented tea dregs granules) and T3 (feed basal + 2% fermented tea dregs leaves). The observed variables were crude protein and crude fiber digestibility. The average of crude protein digestibility obtained 23,23 ± 8,93 to 26,64 ± 14,91% (P>0.05) and the average of crude fiber digestibility obtained 17,00 ± 4,33 to 36,92 ± 21,70% (P>0.05). The conclusion was the supplementation of fermented tea waste (powders, granules and leaves) in male quail diet didn’t improvecrude protein and crude fiber digestibility. | |
| 18975 | 22294 | C1B014039 | Pengaruh Harga, Kualitas Produk, Kualitas Pelayanan, dan Promosi terhadap Kepuasan Pelanggan untuk Mendorong Minat Beli Ulang | Judul penelitian ini adalah: “Pengaruh Harga, Kualitas Produk, Kualitas Layanan, dan Promosi Terhadap Kepuasan Pelanggan untuk Mendorong Minat Beli Ulang (Studi Pada Pelanggan Rumah Makan Ayam Geprek Bae Jl. Muria Purwokerto”. Tujuan penelitian ini adalah menguji pengaruh antara harga, kualitas produk, kualitas layanan, dan promosi pada minat beli ulang melalui kepuasan pelanggan. Sampel dalam penelitian ini adalah 170 responden yang merupakan pelanggan Rumah Makan Ayam Geprek Bae Jl. Muria Purwokerto. Metode Purposive Sampling digunakan dalam penentuan sampel. Data dianalisis menggunakan Equation Structural Modeling (SEM). Hasil ini menunjukkan bahwa harga, kualitas produk, kualitas layanan, dan promosi berpengaruh positif pada minat beli ulang. Sedangkan harga, kualitas produk, kualitas layanan, dan promosi berpengaruh positif terhadap kepuasan pelanggan. Hasil lain menemukan bahwa kepuasan pelanggan memediasi pengaruh harga, kualitas produk, dan kualitas layanan pada minat beli ulang. Sementara, promosi secara langsung mempengaruhi pada minat beli ulang tanpa dimediasi oleh kepuasan pelanggan. Kata kunci: harga, kualitas produk, kualitas pelayanan, promosi, pelanggan kepuasan, minat beli ulang. | The title of this research is : “The Influence Price, Product Quality, Service Quality, and Promotion on Customer Satisfaction to encourage Repeat Purchase Intention (Study in Customer Rumah Makan Ayam Geprek Bae Jl. Muria Purwokerto”. The purpose of this research was to examine influence between price, product quality, service quality, adn promotion on repeat purchase intention through customer satisfaction. The sample in this study is 170 respondents who are customer of Rumah Makan Ayam Geprek Bae Jl. Muria Purwokerto. Purposive Sampling method used in the determination of the sample. Data was analyzed using Equation Structural Modelling (SEM). This result indicate that price, product quality, service quality, and promotion positive affect on repeat purchace intention. While price, product quality, service quality, and promotion positive affect on customer satisfaction. Other result found that customer satisfaction mediates the effect of price, product quality, and service quality on repeat purchase intention. While, promotion directly affect on repeat purchase intention without mediated by customer satisfaction. Keywords : price, product quality, service quality, promotion, customer satisfaction, repeat purchase intention. | |
| 18976 | 22412 | D1E014216 | HUBUNGAN ANTARA PRODUKSI SUSU DENGAN BODY CONDITION SCORE (BCS) SAPI FRIESIAN HOLSTEIN (FH) PADA LAKTASI PERTAMA DI BBPTU-HPT BATURRADEN | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara produksi susu dengan BCS sapi FH pada laktasi pertama di BBPTU-HPT Baturraden. Pengambilan data sampel telah dilaksanakan pada tanggal 20 Maret – 20 April 2018. Materi penelitian terdiri atas 250 catatan data produksi susu terkoreksi dan 250 catatan data BCS, bulan laktasi 1-10 yang berasal dari 25 ekor sapi FH laktasi pertama di BBPTU-HPT Baturraden. Hasil analisis menunjukan bahwa produksi susu berhubungan erat dengan bulan laktasi yang ditunjukkan dengan persamaan y= -0,1223x2 + 0,6068x + 13,493 dan R2 sebesar 0,97. Kurva produksi susu menunjukan bahwa pada bulan ke-1 sampai bulan ke-3 terjadi kenaikan produksi susu dengan puncak produksi pada bulan ke-3, rataan produksi puncak sebesar 14,74 liter dan rataan produksi sebesar 12,12 liter/ekor/laktasi. Rataan BCS sebesar 3,22, angka tersebut masih temasuk ideal karena standar BCS sapi FH adalah 3. Hubungan BCS dengan bulan laktasi sangat erat dengan persamaan y= 2,9133+0,0132x2 +0,0365x ditunjukan dengan R2 sebesar 0,95. Grafik BCS menunjukan bahwa semakin lama bulan laktasi maka BCS semakin meningkat, dengan rataan BCS terbesar pada bulan ke-10 sebesar 3,79. Produksi susu dengan BCS pada sapi FH laktasi pertama memiliki hubungan yang erat dengan persamaan y= -3,9224x2 + 18,894x - 7,6087, ditunjukan dengan nilai R2 sebesar 0,98. | The research aims to know the correlation between milk production and Body Condition Score (BCS) of Friesian Holstein (FH) dairy cattles on the first lactation at BBPTU-HPT Baturrraden. The research was conducted on 20th of March – 20th of April, 2018. The materials consisted of 250 records of corrected milk production data and 250 records of FH dairy cattle BCS, 1st - 10th lactation month was came from 25 first lactation FH dairy cattles at BBPTU-HPT Baturraden. The result showed that milk production was tightly related to the lactation month which was obtained through an equation y= -0.1223x2+0,6068x+13,493, with the coefficient determinant R2= 0,97. The milk production curve showed that there was an enhancement of milk production at the 1st - 3rd month, the highest production rate was 14,74 liters and the production rate was 12,12 liters/head/lactation. The average BCS was 3,22 and it was still including to ideal because the standard of FH Cattles BCS is 3. The correlation between BCS and lactation month was tightly related which was obtained an equation y= 2,9133+0,0132x2+0.0365x with the coefficient determinant R2= 0,95. The BCS chart showed that the longer lactation month the BCS increased, with the highest average of BCS was reached on the 10th month which the BCS value 3,75 appeared. Milk production and BCS of the first lactation FH dairy cattles had a tight relation through an equation y= -3.9224x2+18.894x-7.6087, with the coefficient determination R2 = 0,98. | |
| 18977 | 25500 | G1A015039 | HUBUNGAN DERAJAT SESAK NAPAS DENGAN DERAJAT DEPRESI PADA PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK (PPOK) DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO | Latar Belakang : Sesak napas umumnya merupakan keluhan utama yang dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu fisiologi, psikologi, sosial, dan juga lingkungan sehingga membuat pasien PPOK datang untuk berobat. Sesak napas yang bertambah berat pada pasien PPOK cenderung menimbulkan depresi sehingga mempengaruhi kemampuan pasien dalam mengatasi penyakitnya dan menurunkan kualitas hidupnya. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain penelitian cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien PPOK stabil yang terdiagnosis secara klinis dan atau spirometri di Poliklinik Paru RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Jumlah sampel sebanyak 33 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan alat bantu kuesioner derajat depresi BDI, kuesioner derajat sesak napas MMRC, dan kuesioner kejujuran LMMPI. Analisis statistik menggunakan Uji Korelasi Spearman. Hasil : Hasil penelitian dengan Uji Korelasi Spearman menunjukkan nilai p sebesar 0,007 (p = 0,007) dan kekuatan korelasi sedang sebesar 0,457 (r = 0,457). Sebagian besar responden memiliki derajat sesak ringan (48,5%) dan derajat depresi normal (45,5%). Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara derajat sesak napas dengan derajat depresi (p = 0,007) dengan kekuatan korelasi sedang (r = 0,457). | Background : Dyspnea is generally a major complaint that is influenced by several factors, namely physiology, psychology, social, as well as the environment, making COPD patients come for treatment. Severe dyspnea in COPD patients tends to cause depression, which affects the patient's ability to cope with his illness and reduce his quality of life. Method : This study was an observational analytic study with a cross-sectional study design. The population in this study were stable COPD patients who were diagnosed clinically and or spirometry in Pulmonary Polyclinic at RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. The number of samples is 33 people. The sampling technique used consecutive sampling. Data was collected using the BDI depression degree questionnaire, MMRC degree of dyspnea questionnaire, and LMMPI honesty questionnaire. Statistical analysis using the Spearman Correlation Test. Results : The results of the study with the Spearman Correlation Test showed a p value is 0.007 (p = 0.007) and a medium correlation strength is 0.457 (r = 0.457). Most of the respondents had mild degrees of dyspnea (48.5%) and normal degrees of depression (45.5%). Conclusion : There is a significant correlation between the degree of dyspnea and the degree of depression (p=0.007) with a moderate correlation strength (r = 0.457). | |
| 18978 | 22252 | D1E014247 | PENGARUH PAKAN CAMPURAN ONGGOK DENGAN BERBAGAI ISI RUMEN (SAPI, KAMBING, DOMBA) TERHADAP KONSENTRASI N-NH3 DAN VFA TOTAL SECARA IN VITRO | Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari pemberian pakan campuran onggok dengan berbagai isi rumen (sapi, kambing dan domba) terhadap konsentrasi N-NH3 dan VFA total di dalam rumen. Materi penelitian menggunakan onggok, rumput gajah, isi rumen sapi, isi rumen kambing dan isi rumen domba. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan. Peubah yang diukur adalah konsentrasi N-NH3 dan VFA total. Perlakuan terdiri dari onggok 40% + rumput gajah 60% (R0), onggok 40% + isi rumen sapi 60% (R1), onggok 40% + isi rumen kambing 60% (R2) dan onggok 40% + isi rumen domba 60% (R3). Hasil analisis variansi menunjukkan perbedaan isi rumen yang digunakan memberikan pengaruh sangat nyata terhadap konsentrasi N-NH3 dan VFA (P<0,01). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi N-NH3 pada perlakuan R3 yakni 8,77 ± 0,04 mM setara dengan perlakuan R0 (kontrol) yakni 8,78 ± 0,01 mM. Konsentrasi VFA tertinggi pada perlakuan R2 yakni 152 ± 1,22 mM dan konsentrasi VFA pada perlakuan R3 yakni 147,4 ± 1,14 mM, setara dengan perlakuan R0 (kontrol) yakni 146,8 ± 1,30 mM. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perbedaan konsentrasi N-NH3 dan VFA antar perlakuan masih dalam kisaran normal. Penggunaan pakan onggok dengan berbagai isi rumen (sapi, kambing, domba) dengan perbandingan 40% : 60% masih dalam batas normal terhadap kandungan NH3 dan VFA sehingga dapat digunakan sebagai pakan untuk ternak. | This experiments aimed to knows the different concentration on N-NH3 and VFA in rumen digestion of mixed feed of cassava by product and rumen contents (cow, goat and sheep). The material used in this research were cassava by product, napier grass, cow rumen content, goat rumen content and sheep rumen content. The method was an experiment using completely randomized design (CRD) with four treatments and five replications. The variables that measured were the concentration of N-NH3 and VFA. The treatments were cassava by product 40% + napier grass 60% (R0), cassava by product 40% + cow rumen content 60% (R1), cassava by product 40% + goat rumen content 60% (R2) and cassava by product 40% + sheep rumen content 60% (R3). Variance analysis showed that the treatments had highly significant effect on concentration of N-NH3 and VFA (P<0.01). The results of the research showed that the concentration of N-NH3 on R3 treatment was 8.77 ± 0.04 mM same with R0 (control) treatment that was 8.78 ± 0.83 mM. The highest concentration of VFA on R2 treatment was 152.6 ± 1.67 mM and the concentration of VFA on R3 treatment was 147.4 ± 1.14 mM same with R0 (control) treatment that was 146.8 ± 1.30 mM . Based on the results, could been concluded that the difference in the concentration of N-NH3 and VFA between the treatment was in normal range. Using cassava by product with various contents of the rumen (cow, goat, sheep) with proportion 40% : 60% was still within normal line on NH3 and VFA concentration so it can be used as fodder for livestock. | |
| 18979 | 22295 | G1B014091 | ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA SISWA SD DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS II PURWOKERTO UTARA | Abstrak ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA SISWA SD DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS II PURWOKERTO UTARA Christy Febriandini, Agnes Fitria W, Sri Nurlaela Latar Belakang: Diare masih menjadi masalah global dengan derajat kesakitan dan kematian yang tinggi di berbagai negara. Kota Purwokerto khususnya wilayah kerja Puskesmas II Purwokerto Utara memiliki angka kejadian diare yang paling tinggi terjadi pada siswa usia Sekolah Dasar. Tingginya kejadian diare berkaitan dengan perilaku jajan siswa, perilaku cuci tangan pakai sabun (CTPS) siswa, dan sanitasi sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada siswa SD di wilayah kerja Puskesmas II Purwokerto Utara. Metodologi: Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SDN di wilayah Puskesmas II Purwokerto Utara berjumlah 1.010 jiwa. Jumlah sampel sebanyak 138 responden terdiri dari siswa kelas I sampai kelas V SD menggunakan proportional stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan observasi. Data dianalisis ke dalam univariat dan bivariat. Hasil Penelitian: Variabel yang berhubungan adalah perilaku cuci tangan pakai sabun (CTPS) siswa (0,000). Variabel yang tidak berhubungan adalah perilaku jajan siswa (0,400) dan sanitasi sekolah (0,458). Kesimpulan: Variabel yang berhubungan dengan kejadian diare pada siswa SD di wilayah kerja Puskesmas II Purwokerto Utara adalah perilaku cuci tangan pakai sabun (CTPS) siswa. Saran yang diberikan diantaranya kepada pihak institusi Sekolah Dasar untuk berpartisipasi aktif secara bersama-sama dalam melaksanakan pencegahan diare serta penyediaan sarana sanitasi sekolah yang menunjang. Kata kunci: Diare, Perilaku Jajan Siwa, Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) Siswa, Sanitasi Sekolah | ANALYSIS OF THE FACTORS RELATED TO DIARRHEA IN ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS AT PURWOKERTO UTARA HEALTH CENTRE II Christy Febriandini (1), Agnes Fitria W(2), Sri Nurlaela(2) (1) Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman (2) Dosen Kesehatan Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman Jl.Dr.Soeparno Karangwangkal Purwokerto 53123 Gedung B Jurusan Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedriman Telp. 0812 2162 1151 E-mail: christyfebriandini@gmail.com ABSTRACT Background: Diarrhea is still a global problem with high rate of morbidity and mortality in many countries. Purwokerto City, especially Purwokerto Utara Health Centre II has the highest incidence of diarrhea in elementary school students. It could be related with snack behavior, hand-washing using soap behavior and school sanitation. This research aimed to analyze the factors related to diarrhea in elementary school students at Purwokerto Utara Health Centre II. Methods: This research was an observational analytic using cross sectional approach. The population in this research were 1.010 students at Purwokerto Utara Health Centre II. The samples of this research were 138 students which consist of 1st grader to 5th grader students using proportional stratified random sampling. The research instruments were questionnaire and observation sheet. The data was analyzed into univariate and bivariate. Results: The variable related and statistically significant with the incidence of diarrhea was hand-washing using soap behavior (0,000). While the variables which are not related with the incidence of diarrhea were snack behavior (0,400) and school sanitation (0,458). Conclusion: The variable related with the incidence of diarrhea in elementary school students at Purwokerto Utara Health Centre II is hand-washing using soap behavior. Advice given to the elementary school institutions should actively participate in preventive measures and provide a supportive school sanitation. Keywords: Diarrhea, Snack Behavior, Hand-washing Using Soap Behavior, School Sanitation | |
| 18980 | 22296 | H1D014037 | ANALISIS VARIASI KADAR LIMBAH PLASTIK LOW DENSITY POLYETHYLENE (LDPE) DALAM ASPAL MODIFIKASI TERHADAP KARAKTERISTIK DASAR ASPAL | Salah satu cara untuk mengurangi kerusakan struktur perkerasan jalan yaitu dengan meningkatkan mutu aspal. Menambah bahan aditif, salah satunya seperti polimer, plastik, arang atau dikenal dengan aspal modifikasi adalah cara yang sering digunakan untuk menaikkan mutu aspal. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui karakteristik dasar aspal modifikasi plastik LDPE meliputi: penetrasi, titik lembek, titik nyala dan titik bakar, berat jenis, daktilitas, dan viskositas serta mengetahui rentang kadar plastik LDPE maksimal untuk menghasilkan aspal modifikasi yang memenuhi standar Bina Marga. Peneliti menggunakan variasi kadar plastik 0%, 1%, 2%, 3%, 4%, 5%, 6%, 7%, 8%, 9%, 10%, 20%, 30%, 40%, dan 50%. Hasil pengujian menunjukkan bahwa aspal modifikasi dengan plastik LDPE dapat meningkatkan titik lembek aspal serta menurunkan nilai penetrasi, titik nyala dan titik bakar, berat jenis, daktilitas, dan viskositas aspal. Mengacu pada spesifikasi umum persyaratan Bina Marga untuk aspal modifikasi polimer, penambahan kadar plastik LDPE maksimal yang memenuhi persyaratan sebesar 5%. | The are numerous ways to reduce pavement structure damage. One of those can be done by improving asphalt quality. One way to reduce damage to the pavement structure is to improve the quality of asphalt. Adding additives in asphalt, such as polymers, plastics, charcoal or other additive materials known as modified asphalt are widespread used in order to increase asphalt quality. This research aims to determine the basic characteristics of LDPE modified asphalt modification include: penetration, softening point, flash point and burn point, specific gravity, ductility, and viscosity as well as knowing maximum LDPE plastic content range to produce modified asphalt that meet Bina Marga standard. The researchers used variations in plastic content of 0%, 1%, 2%, 3%, 4%, 5%, 6%, 7%, 8%, 9%, 10%, 20%, 30%, 40%, and 50% . The test results show that modified asphalt with LDPE plastic can improve the softening point of asphalt and decrease penetration value, flash point and burn point, specific gravity, ductility, and asphalt viscosity. Referring to the general specification of DGH requirements for polymer modified asphalt, the addition of a maximum LDPE plastic content that meets the requirements of 5%. |