Artikelilmiahs

Menampilkan 18.901-18.920 dari 50.068 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1890122232D1E014215PENGARUH PENGGUNAAN BAHAN PEMBAWA DAN DOSIS EKSTRAK BUNGA WARU (Hibiscus tiliaceus) TERHADAP KADAR GLUKOSA DAN UREA DARAH DOMBA LOKAL Penelitian bertujuan mengkaji pengaruh dari bahan pembawa dan dosis ekstrak bunga waru (Hibiscus tiliaceus) terhadap kadara glukosa dan urea darah. Materi yang digunakan adalah domba ekor gemuk jantan yang berumur dua tahun. Pakan yang diberikan berupa jerami padi amoniasi dan konsentrat. Metode yang digunakan adalah eksperimental, dengan Rancangan Acak Lengkap pola Faktorial. Terdapat dua faktor yang digunakan pada penelitian, faktor pertama adalah bahan pembawa berupa tepung ampas tahu (AT) dan dedak padi (DP), serta faktor kedua adalah dosis ekstrak bunga waru sehingga menghasilkan kombinasi perlakuan. Setiap perlakuan diulang empat kali. Hasil penelitian menunjukan tidak adanya interaksi antara bahan pembawa dan dosis ekstrak bunga waru terhadap kadar glukosa dan urea darah. Namun demikian, bahan pembawa memiliki kecenderungan berpengaruh terhadap kadar urea darah. Berdasarkan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) diketahui bahwa bahan pembawa dedak padi memiliki kadar urea yang lebih tinggi dibanding bahan pembawa ampas tahu. Dedak padi merupakan bahan pembawa ekstrak bunga waru terbaik dibanding ampas tahu.This research purpose was to study the effect of carrier and Hibiscus tiliaceus flower extract on blood glucose and ureum levels. The material used was two years old male fat-tail-sheep. The feed used was ammoniated rice straw and concentrate. This research method was the experiment, with Completely Randomized Design (CRD) Factorial. There were two factors used, the first factor was the carrier that was tofu waste (AT) and rice bran (DP), and the second factor was the level of dosage, as the treatments. Every single treatment had repeated four times. The results had shown there was no interaction between Hibiscus tiliaceus flower extract carrier and dosage on blood glucose and ureum level. Yet, rice bran carrier showed an effect on blood urea level. Based on Tukey test, rice bran carrier was known has higher blood ureum level compared to tofu waste carrier. Rice bran was better than tofu waste as Hibiscus tiliaceus flower extract carrier.
1890225520H1D014012KARAKTERISTIK RUN-UP GELOMBANG TSUNAMI TERHADAP JARAK DAN KEMIRINGAN PANTAI (STUDI KASUS TSUNAMI PALU 2018)Indonesia yang berada diantara tiga lempeng besar dunia telah mengakibatkan Indonesia
menjadi sangat rawan terhadap bencana. Bencana yang terjadi pada tanggal 28 September 2018
di Palu dan Donggala diawali dengan peristiwa gempa bumi berkekuatan 7,4 SR. Peristiwa
yang melanda Kota Palu menimbulkan korban meninggal mencapai 2045 jiwa. Salah satu
kegiatan mitigasi bencana tsunami adalah dengan pendekatan ilmiah di daerah terdampak
tsunami. Data data yang diukur adalah run-up gelombang tsunami, tinggi tsunami dan jarak
maksimum gelombang tsunami, serta membuat peta kerentanan tsunami dengan menggunakan
metode pengindraan jarak jauh dan SIG. Berdasarkan hasil pengukuran dan cross section runup gelombang tsunami, maka didapatkan elevasi runup tertinggi di Pantai Tondo dengan
ketinggan 12,253 m dan jarak maksimum terjauh di Pantai Layana dengan jarak 507,989 m.
Elevasi run-up tertinggi setelah dikoreksi pasut di Pantai Tondo dengan ketinggan 11,474 m
dan jarak maksimum terjauh di Pantai Layana dengan jarak 543,320 m. Didapat nilai luas profil
topografi wilayah terdampak terbesar yaitu pada Pantai Layana sebesar 1724,143 m².
berdasarkan peta kerentanan yang didapat maka, dari jarak terjauhnya pada kerentanan sangat
tinggi adalah desa Silae dengan jarak 0 – 105.73 m, kerentanan tinggi dengan jarak 105.73 –
325.14 m, kerentanan menengah dengan jarak 325.14 – 646.96, kerentanan rendah dengan jarak
646.96 – 913.86 m dan kerentanan sangat rendah dengan jarak > 913.86 m. Untuk daerah
kerentanan tsunami yang memiliki kerentanan tinggi dilihat dari jarak terjauh pada kerentanan
tinggi adalah desa Boya dengan jarak pada kerentanan sangat tinggi 0 – 10.25 m, kerentanan
tinggi dengan jarak 10.25 – 1004.48, kerentanan menengah dengan jarak 1004.48 – 1315.89 m.

Kata kunci: gempa bumi, tsunami, run-up, inundasi, peta kerentanan tsunami
Indonesia which is among the three major plates of the world has resulted in Indonesia
becoming very vulnerable to disasters. The disaster that occurred on September 28, 2018 in
Palu and Donggala began with an earthquake measuring 7.4 magnitude. Events that hit the
city of Palu caused the death toll to reach 2045 people. One of the tsunami disaster mitigation
activities is a scientific approach in tsunami-affected areas. Data measured is tsunami wave
run-up, tsunami height and maximum tsunami wave distance, and map tsunami vulnerability
using remote sensing and GIS methods. Based on the measurement results and the cross-section
of the tsunami wave run-up, the highest runup elevation was obtained in Tondo Beach with an
altitude of 12.253 m and the farthest maximum distance in Layana Beach with a distance of
507.989 m. The highest run-up elevation after tidal correction in Tondo Beach with an altitude
of 11,474 m and the farthest maximum distance in Layana Beach with a distance of 543,320 m.
The broadest value of the topographical profile of the most affected areas was obtained at
Layana Beach at 1724,143 m². based on the vulnerability map obtained, from the longest distance to very high vulnerability is Silae village with a distance of 0 - 105.73 m, high
vulnerability with a distance of 105.73 - 325.14 m, medium vulnerability with a distance of
325.14 - 646.96, low vulnerability with a distance of 646.96 - 913.86 m and very low
vulnerability with a distance of> 913.86 m. For tsunami vulnerability areas that have a high
vulnerability seen from the farthest distance in high vulnerability is Boya village with a very
high distance of vulnerability 0 - 10.25 m, high vulnerability with a distance of 10.25 - 1004.48,
medium vulnerability with a distance of 1004.48 - 1315.89 m. Keywords: earthquake, tsunami,
run-up, inundation, tsunami vulnerability map

Keywords: Pre-Fabrication, Steel, building, Stiffness, SRPMK
1890325647F1K014017NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER PADA NOVEL BULAN TERBELAH DI LANGIT AMERIKA KARYA HANUM SALSABIELA RAIS DAN RANGGA ALMAHENDRAPenelitian ini berjudul“ Nilai-Nilai Pendidikan Karakter pada Novel Bulan Terbelah di Langit Amerika Karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Unsur Intrinsik dalam Novel Bulan Terbelah di Langit Amerika (2) Nilai Pendidikan Karakter dalam Novel Bulan Terbelah di Langit Amerika.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis. Subjek penelitian ini adalah karya sastra berbentuk novel dengan judul“ Bulan Terbelah di Langit Amerika” karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra. Penelitian ini difokuskan pada unsur intrinsik dengan pendekatan struktural dan nilai pendidikan karakter dalam novel Bulan Terbelah di Langit Amerika. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak dan teknik catat. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan metode pembacaan heuristik dan metode pembacaan hermeneutika.
Hasil penelitian ini, diketahui (1) unsur intrinsik dalam novel Bulan Terbelah di Langit Amerika ada 6 macam yaitu tema, alur, penokohan, latar, sudut pandang dan amanat. (2) Nilai pendidikan karakter dalam novel Bulan Terbelah di Langit Amerika 12 macam antara lain religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, demokratis, rasa ingin tahu, menghargai prestasi, bersahabat/komunikasif, cinta damai dan peduli sosial. Karakter religius lebih dominan pada novel Bulan Terbelah di Langit Amerika yang dapat memperbaiki atau membangun siswa kepada karakter yang lebih baik karena di dalamnya banyak pesan agama dan pesan sosial yang bisa di tanamkan kapada siswa seperti menghargai agama lain dan menjauhi larangan-larangan agama. Melalui nilai karakter yang dicerminkan pada tokoh novel yang di jadikan media dalam menanamkan nilai pendidikan karakter pada pembelajaran sastra pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) kelas XII semester genap dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dengan aspek membaca.

Kata Kunci : Strukturalisme (Unsur Intrinsik), Pendidikan Karakter, Bulan Terbelah di Langit Amerika.
This study entitled "Values of Characterized-Education in Bulan Terbelah di Langit Amerika by Hanum Salsabiela Rais and Rangga Almahendra. This study aimed to describe (1) Intrinsic Elements of Bulan Terbelah di Langit Amerika novel, (2) Values of Character Education of Bulan Terbelah di Langit Amerika novel.
This study used descriptive analysis methode. The subject of this research is a literary work in novel form, entitled "Bulan Terbelah di Langit Amerika" by Hanum Salsabiela Rais and Rangga Almahendra. This Study is focused on Intrinsic Elements with structuralism approaches and characterized-education values in the novel. The methode of data collection used note-taking techniques and data analysis used heuristic reading and hermeneutic reading methods.
The results of this study, it is known (1) intrinsic element in the novel has 5 types, they were theme, plot, characterization, background, and point of view. (2) The Values of Characterized-Education in the novel has 12 types, they were religious, honest, tolerance, discipline, hardwork, creative, democratic, curiosity, nasionalism, achievement, friendship/communication. and peace-loving. Religioun characters are more dominant in the split moon novels in the American sky that can improve or build students to a better character because in it many religious messages and social messages can be instilled in students such as respecting other religions and avoiding religious restrictons. Through the character values reflected in the novels characters who were made the media in instillling the value of character education in litererty learning at the XII high school level even semester in learing Indonesian with aspects of reading.

Key Words : Structuralism (Intrinsic Elements), Characterized-Education, Bulan Terbelah di Langit Amerika.
1890422233A1M014012APLIKASI EDIBLE COATING ANTIMIKROBA KONSENTRAT BATANG DAN DAUN KECOMBRANG UNTUK MENGHAMBAT PERTUMBUHAN MIKROBA SOSIS IKAN GURAMI SELAMA PENYIMPANAN SUHU RENDAHSosis ikan gurami merupakan hasil olahan produk perikanan yang memiliki umur simpan yang rendah. Pengawet buatan (sintetis) pada sosis ikan khususnya natrium nitrat. Dampak negatif penggunaan pengawet sintetis dapat menyebabkan gangguan kesehatan apabila dikonsumsi secara terus menerus. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk mengawetkan sosis ikan secara alami adalah menggunakan edible coating antimikroba. Batang dan daun kecombrang (Nicolaia speciosa) mengandung komponen bioaktif yang berfungsi sebagai antimikroba dan sebagai bahan tambahan dalam pembuatan edible coating antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh jenis konsentrat batang dan daun kecombrang, 2) mengetahui pengaruh konsentrasi penambahan konsentrat batang dan daun kecombrang, dan 3) mengetahui perlakuan terbaik jenis konsentrat dan konsentrasi penambahan konsentrat pada edible coating terhadap daya penghambatan pertumbuhan mikroba sosis ikan gurami selama penyimpanan suhu rendah (±4°C). Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang disusun secara faktorial dengan 8 kombinasi perlakuan dan diulang 3 kali, sehingga menghasilkan 24 unit percobaan. Faktor yang diteliti, yaitu jenis konsentrat kecombrang terdiri atas konsentrat batang dan daun, serta konsentrasi penambahan konsentrat terdiri atas empat taraf, 1%, 2%, 3%, dan 4% (b/v). Variabel yang diamati pada edible coating, yaitu aktivitas antibakteri, sedangkan variabel yang diamati pada sosis ikan ber-edible coating selama 8 hari penyimpanan suhu rendah (±4°C), yaitu total kapang dan khamir, bakteri, dan total mikroba. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (uji F) pada taraf 5% kemudian jika berpengaruh nyata dilanjutkan dengan DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edible coating antimikroba yang diaplikasikan pada sosis ikan gurami memiliki daya penghambatan terhadap total kapang dan khamir, total bakteri, dan total mikroba (TPC). Jenis konsentrat daun kecombrang memiliki daya penghambatan yang lebih besar dibandingkan batang kecombrang. Konsentrasi penambahan konsentrat 4% pada edible coating, mampu menekan pertumbuhan kapang dan khamir, bakteri, dan mikroba lebih kuat. Perlakuan terbaik yang dapat menghambat pertumbuhan mikroba sosis ikan gurami selama 8 hari penyimpanan suhu rendah adalah konsentrat daun kecombrang konsentrasi 4% dengan sifat mikrobiologi sebagai berikut: total kapang dan khamir 4,55 log CFU/g; total bakteri 4,94 log CFU/g; dan total mikroba 5,12 log CFU/g.Gouramy sausage is the result of processed fishery products that had low shelf life. Artificial preservatives (synthetic) in fish sausages especially sodium nitrate. The negative effects of using synthetic preservatives can cause health problems if consumed continuously. One alternative that can be done to preserve fish sausage naturally is to use antimicrobial edible coatings. The stems and leaves of the kecombrang (Nicolaia speciosa) contain bioactive components that act as antimicrobials and additives in the manufacture of antimicrobial edible coatings. This research purpose are: 1) to know the influence of concentration type of stem concentrate and kecombrang leaves, 2) to know the effect of addition of concentrate concentration of kecombrang stems and leaves, and 3) to know the best treatment of concentrate type and concentration in edible coating on microbial growth inhibition of fish sausage gourami during low temperature storage (±4°C). The design used was Completely Randomized Design (RAL) which was arranged factorially with 8 treatment combinations and repeated 3 times, with the result that 24 experimental units. The factors studied was the type of kecombrang concentrate which consisted of stem and leaf concentrate, and concentration of addition concentrate consisted of four levels, 1%, 2%, 3%, and 4% (w/v). The variables observed in the edible coating, was antibacterial activity, while the variables observed in fish sausage edible coating during 8 day at low temperature storage (±4°C), was total mold and yeast, bacteria, and total microbes,. The data obtained were analyzed using variance analysis (F test) at 5% level then if had a real effect was followed by DMRT (Duncan's Multiple Range Test) at 5% level. The results showed that antimicrobial edible coating applied to gouramy sausage had an inhibitory effect on total mold and yeast, total bacteria, and total microbial (TPC). Types of kecombrang leaf concentrate had a greater inhibitory power than kecombrang stems. The addition of 4% concentrate concentration in edible coating, able to suppress the growth of mold and yeast, bacteria, and microbe is stronger. The best treatment which can inhibit the growth of gouramy sausage microbe during 8 day at low temperature storage is 4% concentrate of kecombrang leaves concentration with microbiological characteristic as follows: total mold and yeast 4,55 log CFU / g; total bacteria 4,94 log CFU / g; and total microbial 5,12 log CFU / g.
1890522235C1C014027PENGARUH PENDAPATAN SEKTOR PARIWISATA TERHADAP KINERJA KEUANGAN DAERAH DENGAN PERTUMBUHAN EKONOMI SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA KABUPATEN/KOTA DI JAWA TENGAHPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pendapatan Sektor Pariwisata terhadap Kinerja Keuangan Daerah dan pengaruh Pendapatan Sektor Pariwisata terhadap Kinerja Keuangan Daerah dengan Pertumbuhan Ekonmi sebagai variabel mediasi. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah Kabupaten/ Kota di Jawa Tengah. Objek penelitian dalam penelitian ini adalah Pendapatan Sektor Pariwisata, Kinerja Keuangan Daerah dan Pertumbuhan Ekonomi tahun 2014 -2016 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis Path analysis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Pendapatan Sektor Pariwisata berpengaruh terhadap Kinerja Keuangan Daerah Nilai t hitung untuk pengaruh pendapatan sektor pariwisata terhadap kinerja keuangan daerah (2,200) lebih besar dari nilai t tabel (1,669), dan signifikansi 0,000< 0,05. Penelitian ini juga menunjukkan hasil bahwa Pendapatan Sektor Pariwisata berpengaruh terhadap Kinerja Keuangan Daerah, tetapi Pertumbuhan Ekonomi tidak memediasi hubungan pengaruh Pendapatan Sektor Pariwisata terhadap Kinerja Keuangan Daerah. Hal tersebut ditunjukkan dengan nilai Dari hasil penghitungan uji Sobel nilai thitung variabel pendapatan sektor pariwisata terhadap kinerja keuangan daerah melalui pertumbuhan ekonomi (0,010) lebih kecil dari nilai ttabel (1,998).
Kata kunci: Pendapatan Sektor Pariwisata, Kinerja Keuangan Daerah, Pertumbuhan Ekonomi, Kabupaten/ Kota di Jawa Tengah.
This study aims to determine the effect of Tourism Sector Revenue on Regional Financial Performance and the influence of Tourism Sector Revenue to Regional Financial Performance with Economy Growth as a mediation variable. Research subject in this research is Regency / City in Central Java. The object of research in this study is Tourism Sector, Regional Financial Performance, and Economic Growth 2014 -2016 Regency / City in Central Java Province. Technique of collecting data in this research is documentation. The analysis technique used is Path analysis. The results of this study indicate that the Tourism Sector's Revenue influences the Regional Financial Performance The titung value for the tourism revenue effect on the regional financial performance (2,200) is greater than the ttable value (1.669). and the significance of 0.000 <0.05. This research also shows the result that Tourism Sector Revenue influences on Regional Financial Performance, but Economic Growth does not mediate the relation of influence of Tourism Sector Revenue to Local Financial Performance. This is indicated by the value of the results of the Sobel test calculation of the value of tourism revenue tribe on the financial performance of the region through economic growth (0.010) smaller than the ttable (1.998).
Keywords: Tourism Sector Revenue, Regional Financial Performance, Economic Growth, Regency / City in Central Java.
1890622236D1E014281UJI WARNA DAN KADAR AIR PADA NAGET ITIK AFKIR YANG DIBERI PERASAN DAN PASTA BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus)Tujuan penelitian adalah mengkaji pengaruh penambahan perasan dan pasta buah naga merah terhadap warna dan kadar air naget. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 26 Februari – 2 Maret 2018 bertempat di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jederal Soedirman. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Terdapat 5 perlakuan dan 4 ulangan. R0 : naget tanpa penambahan perasan dan pasta buah naga. R1 : naget ditambah perasan buah naga 15 %, R2 : naget ditambah perasan buah naga 30 %, R3 : naget ditambah pasta buah naga 15 %, R4 : naget ditambah pasta buah naga 30 %. Peubah yang diukur adalah warna dan kadar air. Hasil analisis menunjukkan bahwa penambahan perasan atau pasta buah naga merah berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap warna dan kadar air naget. Hasil penilaian uji warna adalah R4 13,478, R2 13,148, R1 11,052, R3 10,780, R0 8,474 dan rataan kadar air naget adalah R2 67,125 R3 66,525, R4 66,450, R1 64,963, R0 64,125%. Kesimpulan dari penelitian tersebut adalah naget yang ditambah perasan dan pasta buah naga merah 30% memiliki warna paling ungu dibandingkan dengan naget yang lain. Naget dengan tambahan perasan buah naga merah 30% memiliki kadar air paling tinggi dibanding naget yang lainnya. Kadar air naget yang ditambah perasan atau pasta buah naga merah tidak sesuai dengan SNI 6683.The aim of the research was to know the affects of red dragon fruit juice and paste on the color and water content of nugget made from called duck meat. This research was conducted on February, 26 – March, 2 2018 at Livestock Production Technology Laboratory, Faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University. The method used in research was experimental method using randomized design. There were 5 treatments and 4 replications of each treatment. R0 : nugget without the additon of red dragon fruit juice and paste. R1 : nugget with the addition of 15% red dragon fruit juice. R2 : nugget with the addition of 30% red dragon fruit juice. R3 : nugget with the addition of 15% red dragon fruit paste. R4 : nugget with the addition of 30% red dragon fruit paste. The measured variabels were color and water content of nuggets. The color test results were R4 13,478, R2 13,148, R1 11,052, R3 10,780, R0 8,474 and the results of the nuggets water content were R2 67,125 R3 66,525, R4 66,450, R1 64,963, R0 64,125%. Conclusion of this study was that a addition of 30% red dragon fruit juice and paste has the most purple color compared to the other treatments. The water content of nugget with addition of red dragon fruit juice and paste were not accordance with SNI 6683.
1890725521C1A014007ANALISIS EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI USAHATANI MELON DI DESA CURUT KECAMATAN PENAWANGAN KABUPATEN GROBOGANIndonesia merupakan negara agraris yang memiliki keuntungan geografis sehingga banyak tanaman yang dapat tumbuh, salah satunya adalah tanaman buah melon. Buah melon merupakan buah yang cukup popular dimasyarakat sehingga jumlah konsumsi melon di Indonesia menunjukkan tren yang meningkat namun hal itu tidak diikuti dengan jumlah produksi melon yang menunjukkan kecenderungan menurun. Berdasarkan uraian tersebut penelitian ini berjudul “Efisiensi Penggunaan Faktor-Faktor Produksi Usahatani Melon di Desa Curut Kecamatan Penawangan Kabupaten Grobogan”.
Tujuan dalam penelitian ini untuk menganalisis pengaruh luas lahan, bibit, tenaga kerja, pupuk dan pestisida terhadap produksi, menganalisis efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi dan menganalisis efisiensi ekonomi usahatani melon di Desa Curut Kecamatan Penawangan Kabupaten Grobogan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani melon di Desa Curut Kecamatan Penawangan Kabupaten Grobogan. Penentuan jumlah responden dalam penelitian ini menggunakan Proportionate stratified random sampling sehingga didapatkan 95 responden.
Metode penelitian yang dipakai yaitu menggunakan fungsi produksi Cobb-Douglass, Nilai Produk Marginal Faktor Produksi, dan R/C Ratio. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan analisis regresi Cobb-Douglas dengan bantuan SPSS menunjukkan bahwa: (1) Secara simultan variabel luas lahan, tenaga kerja, bibit, pupuk dan pestisida berpengaruh signifikan terhadap produksi melon. Secara parsial hanya variabel tenaga kerja dan bibit yang signifikan, sedangkan variabel luas lahan, pupuk dan pestisida tidak signifikan. (2) Efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi usahatani melon yaitu variabel luas lahan dinyatakan belum efisien, sedangkan variabel tenaga kerja, bibit, pupuk dan pestisida dinyatakan tidak efisien. (3) Efisiensi ekonomi usahatani melon di Desa Curut Kecamatan Penawangan Kabupaten Grobogan dinyatakan sudah efisien secara ekonomi.
Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu petani melon sebaiknya dalam mengelola usahatani agar mengikuti langkah-langkah budidaya melon sesuai prosedur operasional baku yang telah ditetapkan, agar petani dalam mengalokasikan faktor-faktor produksi tepat. Perlunya kegiatan penyuluhan tentang usahatani melon baik dalam menggunakan faktor produksi maupun dampak penggunaan bahan kimia yang terlalu berlebihan agar tidak merusak lingkungan sekitar lahan pertanian sehingga menjaga keberlangsungan usahatani. Petani melon sebaiknya terus meningkatkan usahataninya karena hasil penelitian terbukti masih menguntungkan dan layak untuk diteruskan. Selanjutnya pemerintah dapat turut campur tangan melalui kebijakan yang mendukung seperti penguatan modal dan penyediaan sarana produksi berupa subsidi pupuk, pestisida maupun bibit.
Indonesia is an agricultural country that has geographical advantages so that many plants can grow, one of which is melon. Melon fruit is a fruit that is quite popular in the community so that the amount of melon consumption in Indonesia shows an increasing trend but this is not followed by the number of melon production which shows a declining trend. Based on the description, this research is entitled "Efficiency of the Use of Factors of Melon Farming Production in Curut Village, Penawangan District, Grobogan Regency".
The purpose of this study was to analyze the effect of land area, seeds, labor, fertilizers and pesticides on production, analyze the efficiency of the use of production factors and analyze the economic efficiency of melon farming in Curut Village, Penawangan District, Grobogan Regency. The population in this study were all melon farmers in Curut Village, Penawangan District, Grobogan Regency. Determination of the number of respondents in this study using Proportionate stratified random sampling so that 95 respondents were obtained.
The research method used is using the Cobb-Douglass production function, the Marginal Product Value of the Production Factor, and the R / C Ratio. Based on the results of research and data analysis using Cobb-Douglas regression analysis with the help of SPSS, it shows that: (1) Simultaneously the variable area of land, labor, seeds, fertilizers and pesticides has a significant effect on melon production. Partially, only variable labor and seeds are significant, while the variable area of land, fertilizer and pesticides is not significant. (2) Efficiency in the use of melon farming production factors, namely the land area variable stated as not yet efficient, while the variables of labor, seeds, fertilizers and pesticides are declared inefficient. (3) The economic efficiency of melon farming in Curut Village, Penawangan Subdistrict, Grobogan Regency is stated to be economically efficient.
The implication of the conclusion above is that melon farmers should manage their farms in order to follow the steps of melon cultivation according to the predetermined standard operating procedures, so that farmers in allocating the right production factors. The need for extension activities on melon farming both in using production factors and the impact of using chemicals that are too excessive so as not to damage the environment around agricultural land so as to maintain the sustainability of farming. Melon farmers should continue to improve their farming because the results of the research prove to be still profitable and feasible to continue. Furthermore, the government can intervene through supporting policies such as strengthening capital and providing production facilities in the form of subsidies for fertilizers, pesticides and seeds.
1890822237H1H014011PENGARUH PEMBERIAN PAKAN Azolla microphylla DAN PELLET KOMERSIL TERHADAP PERFORMA PERTUMBUHAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus)Usaha budidaya ikan Nila sangat dipengaruhi oleh ketersediaan pakan yang cukup dalam jumlah dan kualitasnya untuk mendukung produksi yang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan 100% Azolla microphylla dan 100% pellet komersil terhadap pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus), terhadap morfoanatomi seperti Indeks Hepatosomatik (IHS) dan Indeks Viscerasomatik (IVS) serta terhadap Survival Rate (SR) ikan nila (Oreochromis niloticus). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental dengan dua jenis perlakuan, yakni pemberian 100% pellet komersil dan 100% Azolla microphylla dengan ulangan yang digunakan adalah ulangan individu (ikan) sebanyak 10 ikan. Hasil penelitian menunjukan nilai yang signifikan (P<0.05) untuk pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan harian, specific growth rate, indeks hepatosomatik dan berat karkas, sedangkan nilai yang tidak signifikan (P>0.05) untuk indeks viscerasomatik. Hasil Survival Rate / kelangsungan hidup didapatkan nilai yang lebih tinggi untuk pemberian Azolla microphylla. Parameter kualitas air yang diamati pada penelitian ini adalah suhu, pH dan oksigen terlarut masih mendukung untuk kehidupan ikan nila.Tilapia fish cultivation business is strongly influenced by the availability of adequate feed in quantity and quality to support maximum production. The aims of this research is to know the effect of 100% Azolla microphylla and 100% commercial pellets on the growth of tilapia (Oreochromis niloticus), to morphoanatomy such as Hepatosomatic Index (IHS) and Visceracomatic Index (IVS), and to Survival Rate (SR) tilapia (Oreochromis niloticus). The method used in this study was experimental with two types of treatment, namely giving 100% commercial pellets and 100% Azolla microphylla with replications used were individual replications (fish) as many as 10 fish. The results showed significant results (P<0.05) for absolute growth, daily growth rate, specific growth rate, hepatosomatic index and carcass weight, whereas insignificant results (P>0.05) for viscerasomatic index. Survival Rate results obtained a greater value for the administration of Azolla microphylla. Water quality parameters observed in this study were temperature, pH and dissolved oxygen still support for tilapia fish life.
1890925522C1B015006ANALISIS PENGARUH CITRA DESTINASI, LINGKUNGAN FISIK, MEDIA SOSIAL TERHADAP MINAT KUNJUNG ULANG DAN DIMODERASI OLEH VARIABEL NILAI BUDAYA ( Studi Pada wisatawan di banyumas )

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh citra destinasi, lingkungan fisik, media sosial terhadap minat kunjung ulang dan nilai budaya memoderasi variabel citra destinasi di Banyumas. Populasi dalam penelitian ini adalah wisatawan yang pernah berkunjung ke wisata Banyumas. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah convenience sampling dengan jumlah responden sebanyak 131. Analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa citra destinasi, lingkungan fisik, media sosial berpengaruh positif terhadap minat kunjung ulang yang dimoderasi oleh nilai budaya di kota Banyumas.

This study aims to analyze the influence of destination images, physical environment, social media on revisiting interests and cultural values to moderate destination image variables in Banyumas. The population in this study were tourists who had visited Banyumas tourism. The method used in this study is convenience sampling with the number of respondents as many as 131. Data analysis using multiple linear regression analysis. The results of this study indicate that the destination image, physical environment, social media have a positive effect on interest in revisiting which is moderated by cultural values in the city of Banyumas.

1891022238C1A014070ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA DI JAWA TENGAH TAHUN 2014-2016 (STUDI KASUS DI 35 KABUPATEN/KOTA)Penelitian ini merupakan penelitian Indeks Pembangunan Manusia di Jawa Tengah. Penelitian ini mengambil judul: "Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Indeks Pembangunan Manusia di Jawa Tengah 2014-2016 (Studi Kasus di 35 Kabupaten / Kota)." Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi IPM yaitu inflasi, Angka Partisipasi Sekolah (APS), PDRB per kapita, angka kemiskinan dan angka kematian bayi. Penelitian ini menggunakan analisis regresi data panel dari 35 kabupaten / kota provinsi Jawa Tengah selama periode 2014-2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inflasi, Angka Partisipasi Sekolah (APS), PDRB per kapita, kemiskinan dan kematian bayi secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap indeks pembangunan manusia Jawa Tengah pada tahun 2014-2016. Inflasi memiliki pengaruh negatif pada indeks pembangunan manusia Jawa Tengah 2014-2016. APS dan PDRB per kapita memiliki pengaruh positif pada indeks pembangunan manusia Jawa Tengah 2014-2016. Kemiskinan dan Kematian Bayi tidak berpengaruh terhadap indeks pembangunan manusia Jawa Tengah pada tahun 2014-2016. PDRB per kapita adalah variabel yang paling berpengaruh pada indeks pembangunan manusia Jawa Tengah 2014-2016. Implikasi dari kesimpulan di atas adalah bahwa pemerintah diharapkan untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama dalam hal pendidikan, kesehatan, dan pendapatan masyarakat.This research is a Human Development Index research in Central Java. This research takes the title: "Analysis of Factors Influencing Human Development Index in Central Java 2014-2016 (Case Study in 35 Districts / Cities)." The purpose of this study is to analyze the factors that affect the HDI is inflation, School Participation Rate (SRP), per capita GRDP, poverty and infant mortality rate. This research used regression analysis of panel data of 35 districts / municipalities of Central Java province during the period 2014-2016. The results showed that together inflation, School Participation Rate (SRP), per capita GRDP, poverty and infant mortality jointly have a significant effect on human development index of Central Java in 2014-2016. Inflation has a negative effect on the Central Java human development index 2014-2016. SRP and GRDP per capita have a positive effect on the Central Java human development index 2014-2016. Poverty and Infant Mortality do not affect the human development index of Central Java in 2014-2016. GRDP per capita is the most influential variable on the Central Java human development index 2014-2016. The implication of the above conclusions is that the government is expected to improve this human development index by improving the welfare of the community especially in terms of education, health, and people's income.
1891125617J1D015042Citra Perempuan Tokoh Utama Dalam Novel Pengantin Pesanan Karya Mya Ye (Kajian Sastra Feminisme)RINGKASAN

Penelitian ini berjudul “Citra Perempuan Tokoh Utama dalam Novel Pengantin Pesanan Karya Mya Ye (Kajian Sastra Feminisme)”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Unsur Intrinsik dan ekstrinsik yang terdapat dalam novel Pengantin Pesanan karya Mya Ye. (2) Citra perempuan tokoh utama dalam novel Pengantin Pesanan karya Mya Ye yang berkaitan dengan aspek fisik, psikis, keluarga, dan masyarakat.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah karya sastra berbentuk novel dengan judul Pengantin Pesanan karya Mya Ye. Penelitian ini difokuskan pada citra perempuan yang berkaitan dengan aspek fisik, psikis, keluarga, dan masyarakat dengan menggunakan teori feminisme, serta unsur intrinsik yang terkandung dalam novel Pengantin Pesanan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik baca dan catat. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik pembacaan heuristik dan hermenutik.
Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut (1) Unsur intrinsik terdiri dari tema, alur, tokoh dan penokohan, latar, sudut pandang, dan amanat. Tema dalam novel ini adalah perjuangan seorang perempuan dalam melawan budaya patriarki. Alur dalam novel ini terdiri dari lima tahap, yaitu tahap penyituasian, pemunculan konflik, peningkatan konflik, klimaks, dan penyelesaian. Tokoh Sinta memiliki watak yang kuat, pekerja keras, tegar, rajin, dan taat kepada Tuhan. Latar dalam cerita terdiri dari latar tempat, waktu, dan suasana. Sudut pandang dalam novel ini adalah sudut pandang orang ketiga serba tahu. Sedangkan amanat dalam novel ini yaitu kita dianjurkan untuk selalu taat beribadah, rajin menabung, tidak gegabah, dan harus selalu peduli dan melestarikan budaya. Unsur ekstrinsik yang terdapat dalam novel ini terdiri atas latar belakang pengarang, latar belakang sosial, dan nilai-nilai kehidupan. (2) Citra perempuan tokoh utama pada novel Pengantin Pesanan terdiri dari aspek fisik, psikis, keluarga, dan masyarakat. Citra perempuan dalam aspek fisik, yaitu menstruasi, robeknya selaput dara, hamil, melahirkan, dan menyusui. Citra perempuan dalam aspek psikis, yaitu perempuan yang mampu mengambil keputusan dan dapat bertanggung jawab terhadap pilihannya. Citra perempuan dalam keluarga, yaitu sebagai seorang istri, ibu, anak, menantu, dan kakak. Citra perempuan dalam masyarakat, yaitu melawan stereotip dan berjiwa sosial.

ABSTRACT

The title of this research is "Citra Perempuan Tokoh Utama dalam Novel Pengantin Pesanan Karya Mya Ye (Kajian Sastra Feminisme)". This research aims to describe (1) Intrinsic and extrinsic elements in Pengantin Pesanan novel by Mya Ye. (2) The image of female main character in Pengantin Pesanan novel by Mya Ye related to the physical, psychological, family and community aspects.
This research is a qualitative descriptive study. The subject of this research is a novel with the title Pengantin Pesanan written by Mya Ye. This research focused on the women imaging related to the physical, psychological, family, and community aspects using the theory of feminism, and also the intrinsic elements contained in Pengantin Pesanan novel. The data collection used in this research is Baca and Catat technique. Besides, the data analysis techniques used heuristic and hermeneutic reading techniques.
The results of the research showed (1) Intrinsic elements which are consist of themes, plot, character and characterization, setting, point of view, and message. The theme in this novel is a woman's struggle in against the patriarchal culture. The plot of this novel consists of five stages, which are situating, the emergence of conflict, an increase in conflict, climax, and resolution. Sinta's character is strong, hard worker, diligent, and has a high loyalty to God. The settings in the story consists of a place, time and situation. The point of view in this novel is the perspective of all-knowing third person. While the message in this novel is that we are encouraged to always obey to always pray to God, saving well, not to be careless person, and have to care and hold our culture. Extrinsic elements in this novel consist of the background of the author, social background, and values of life. (2) The image of the female main character in the Pengantin Pesanan novel consists of physical, psychological, family and community aspects. The image of women in physical aspects are menstruation, tear hymen, pregnancy, childbirth, and breastfeeding. Then the image of women in psychological aspects are women who are able to make decisions and can be responsible for their choices. The image of women in the family are being a wife, mother, child, daughter-in-law, and sister. And last, the image of women in society are against the stereotypes in the society and has a good social spirit.
1891222239D1E014144PENGARUH PENGGUNAAN BAHAN PEMBAWA DAN DOSIS EKSTRAK BUNGA WARU
(Hibiscus tiliaceus) TERHADAP KONSUMSI DAN KECERNAAN SERAT KASAR
PAKAN DOMBA LOKAL
Penelitian bertujuan mengkaji pengaruh dari bahan pembawa dan dosis ekstrak bunga waru terhadap konsumsi dan kecernaan serat kasar pakan domba lokal. Materi yang digunakan untuk penelitian di antaranya adalah dua puluh empat ekor domba jantan yang berumur dua tahun dengan pakan jerami padi amoniasi dan konsentrat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan enam perlakuan dan empat kali ulangan. Peubah yang diukur adalah konsumsi dan kecernaan serat kasar pakan domba lokal. Terdapat dua faktor yang digunakan dalam penelitian, faktor pertama adalah jenis bahan pembawa berupa tepung ampas tahu (AT) dan dedak padi (DP), serta faktor kedua adalah dosis ekstrak bunga waru. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terdapat interaksi antara bahan pembawa dengan dosis ekstrak bunga waru (P>0.05) terhadap konsumsi serat kasar, namun terdapat interaksi antara bahan pembawa dengan dosis ekstrak bunga waru (P < 0.05) terhadap kecernaan serat kasar. Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) menunjukkan bahwa perlakuan DW2 berbeda nyata (P < 0.05) dibandingkan dengan DW0, akan tetapi tidak berbeda (P > 0.05) dengan ATW0, ATW1, ATW2, serta DW1. Dosis ekstrak bunga waru sebesar 100 ppm dan bahan Pembawa dedak padi merupakan bahan pembawa dan dosis terbaik ditinjau dari kecernaan serat kasar pakan domba lokal.


This research was aimed to examine effect of carrier and dosages Hibiscus tiliaceus Flower extract on consumption and crude fiber digestibility of local sheep diet. The material used in the study were twenty four male sheep of two years old with the feed material were ammoniated rice straw and concentrate. The method was an experimental using completely randomized design (CRD) with six treatments and four replications. The variable measured were consumption and digestibility of crude fiber local sheep diet. There were two factors used in this research, the first factor was the type of carrier in the form of dregs flour (AT) and rice bran (DP) and the second factor was dosages of Hibiscus tiliaceus flower extract. The result of this research showed that there were no interaction between the carrier with dosages of Hibiscus tiliaceus flower extract (P> 0.05) on the consumption, but there were interaction between the carrier with a dose of Hibiscus tiliaceus flower extract (P <0.05) on the digestibility of crude fiber. Based on further test of Honestly Significant Difference Test known that DW2 was different (P < 0.05) from DW0, but it was not different (P > 0.05) from ATW0, ATW1, ATW2, and DW1. Hibiscus tiliaceus flower extract at dose of 100 ppm and rice bran carrier was the best carrier and dose based on crude fiber digestibility of local sheep diet.
1891322241H1G014024PENGARUH ENDOSULFAN (INSEKTISIDA) TERHADAP EKSPRESI GEN VITELOGENIN PADA IKAN NILEM
(Osteochilus hasseltii C. V.) BETINA
Endosulfan merupakan insektisida organoklorin yang memiliki tingkat toksisitas tinggi, persisten dan bioakumulatif. Endosulfan yang masuk ke ekosistem perairan dapat menyebabkan toksisitas subletal terhadap biota air, salah satunya ikan. Residu endosulfan yang masuk ke dalam tubuh ikan akan menghambat reproduksinya terutama dalam pembentukan vitelogenin sebagai prekursor protein yolk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan lama waktu paparan endosulfan yang dapat menurunkan ekspresi gen vitelogenin pada ikan nilem (Osteochilus hasseltii C. V.) betina. Metode dalam penelitian ini yaitu ekperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dimana diberikan 4 konsentrasi endosulfan yang bebeda, yaitu 0 ppb; 0,88 ppb; 1,76 ppb dan 2,64 ppb yang dipaparkan selama 4 minggu dengan frekunsi pengambilan sampel 2 minggu sekali. Penelitian ini dilakukan melalui 4 tahap, yaitu preparasi organ/jaringan, isolasi RNA dan DNAse Treatment, pengukuran konsentrasi RNA dan pengukuran ekpresi gen vitelogenin dengan RT-PCR. Data kuantitatif pengukuran ekspresi gen vitelogenin dianalisis dengan uji One Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi endosulfan dan waktu paparan yang diberikan pada hewan uji belum memberikan hasil yang berbeda pada setiap perlakuan. Hal ini dapat disebabkan karena konsentrasi endosulfan yang diberikan tidak mempengaruhi perubahan ekspresi gen vitelogenin pada ikan nilem betina.Endosulfan is an organochlorine insecticide that has high toxicity, persistent and bioaccumulative. Endosulfan entering the waters can cause subletal toxicity to fish. Endosulfan residues that enter the body of the fish will inhibit their reproduction, such as the formation of vitelogenin. This study aims to determine the effect of concentration and length of time endosulfan exposure which can reduce vitelogenin gene expression in female hard-lipped barb (Osteochilus hasseltii C. V.). The research method used a completely randomized design which was given 4 different concentrations of endosulfan, ie 0 ppb; 0,88 ppb; 1.76 ppb and 2.64 ppb were presented for 4 weeks with sampling frequency 2 weeks. The research was carried out in 4 stages, namely organ preparation, RNA isolation and DNAse treatment, measurement of RNA concentration and vitelogenin gene expression with RT-PCR. Quantitative data on the measurement of gene expression of vitelogenin were analyzed by One Way ANOVA test. The results showed that the concentration and exposure time of endosulfan have not given different result on each treatment. This is presumably because the concentration of endosulfan given has not been able to influence changes in gene expression of vitelogenin in female hard-lipped barb.
1891425492A1D015076Identifikasi Bakteri Potensial Lahan Marginal Secara Molekuler Menggunakan 16S rRNA dan Uji Bioassay pada Padi Potensial Lahan MarginalPenelitian ini bertujuan: 1) Menentukan identitas dari bakteri GT-2 dan SR-1 melalui analisis bioinformatik sekuen 16S rRNA, 2) Mengetahui kemampuan PGPR isolat GT-2 dan SR-1 dalam pelarutan P dan penambat N, 3) Menentukan isolat terbaik yang memiliki respon optimal terhadap pertumbuhan varietas padi lahan marginal Inpago Unsoed 1, Inpari Unsoed 79 Agritan, dan Inpago Unsoed Parimas yang ditanam. Penelitian dilaksanakan di Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman pada bulan Oktober 2018 hingga Maret 2019. Tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah peremajaan isolat murni, isolasi DNA, pengujian kualitas dan kuantitas DNA, amplifikasi 16S rRNA dengan teknik PCR, visualisasi pita DNA, purifikasi DNA hasil PCR, sekuensing DNA, analisis bioinformatika, pengujian PGPR pelarut P dan penambat N, dan pengujian bioassay respon tanaman terhadap isolat bakteri GT-2 dan SR-1. Variabel yang diamati dari pengujian biomolekuler meliputi konsentrasi DNA hasil isolasi, tingkat kemurnian DNA, ukuran pita DNA hasil PCR, urutan nukleotida 16S rRNA. Variabel yang diamati dari pengujian PGPR yaitu pertumbuhan bakteri pada media pengujian. Variabel yang diamati dari pengujian bioassay meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, bobot basah dan kering tanaman. Hasil pengamatan didapatkan konsentrasi dan kemurnian DNA pada isolat GT-2 sebesar 1,88 dan 361,4 serta isolat SR-1 sebesar 1,87 dan 175,9. Hasil kegiatan PCR yaitu ukuran pita DNA berkisar 1500 bp. Hasil dari sekuensing DNA mengidentifikasikan bahwa isolat GT-2 merupakan Bacillus proteolyticus dan isolat SR-1 merupakan Bacillus albus. Hasil pengujian PGPR menunjukkan isolat bakteri GT-2 dan SR-1 positif pelarut P dan negatif penambat N. Hasil pengujian bioassay respon tanaman terhadap perendaman benih pada larutan isolat konsentrasi 10-9 menunjukkan bahwa isolat terbaik yaitu GT-2.This research aimed to: 1) determine the identity of GT-2 and SR-1 bacteria through 16S rRNA bioinformatic sequence analysis, 2) determine the ability of PGPR isolates GT-2 and SR-1 in dissolving P and N fixing, 3) determine the best isolates has an optimal response to the growth of marginal land rice varieties. The research was conducted in the laboratory of Agroecology, Agrohorticulture, Pests and Plant Diseases of the Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University in October 2018 until March 2019. The research process was divided into three main parts, namely molecular identification of bacteria isolated from marginal land using 16S rRNA molecules, testing PGPR phosphate solvents and nitrogen fixing, and tests Plant response bioassays of GT-2 and SR-1 bacterial isolates. Stages carried out in this study were rejuvenation of pure isolates, DNA isolation, testing the quality and quantity of DNA, amplification of 16S rRNA by PCR techniques, visualization of DNA bands, purification of DNA from PCR results, DNA sequencing, bioinformatics analysis. Variables observed from the PGPR test were bacterial growth on the testing medium, and plant response bioassays testing of bacterial isolates GT-2 and SR-1. The variables observed from biomolecular testing include the concentration of DNA from isolation, the purity of DNA from isolation, the size of DNA bands from PCR, the nucleotide sequence of 16S rRNA, while the variables observed from bioassay testing include plant height, leaf number, root length, plant wet weight, and dry weight of plants. Results showed that the concentration and purity of DNA isolated from GT-2 isolates was 1.88 and 361.4, and that SR-1 isolates of 1.87 and 175.9 showed that DNA concentrations could be used for PCR activities. PCR activities were obtained with DNA band sizes ranging from 1400 bp, the size according to the 16S rRNA technique so sequencing can be done. The results of DNA sequencing of isolates GT-2 and SR-1 identified that GT-2 isolates were Bacillus proteolyticus and SR-1 isolates were Bacillus albus. The results of testing of PGPR are positive solvents P and negative fixing N. The results of testing of plant response bioassay on seed immersion in a solution of 10-9 concentration isolates showed that the the best isolates was GT-2.
1891525648D1A015008Kombinasi Ekstrak Herbal Terhadap Jumlah Trombosit Dan Fibrinogen Darah Kelinci Yang Terinfeksi KoksidiosisTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kombinasi ekstrak herbal terhadap jumlah trombosit dan fibrinogen darah kelinci yang terinfeksi koksidiosis dan mengetahui dosis paling optimal ekstrak herbal yang mampu mempengaruhi jumlah trombosit dan fibrinogen darah kelinci yang terinfeksi koksidiosis. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 36 ekor kelinci jantan peranakan Rex umur ± 3 bulan dengan bobot badan ± 600-700 gram. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan 6 perlakuan dan 5 ulangan dan dianalisis dengan analisis variansi. Perlakuan terdiri atas D0 : Kombinasi ekstrak bawang putih, batang pisang dan biji pepaya 0 mg (kontrol), D1 : Kombinasi ekstrak bawang putih, batang pisang dan biji pepaya 20 mg, D2 : Kombinasi ekstrak bawang putih, batang pisang dan biji pepaya 40 mg, D3 : Kombinasi ekstrak bawang putih, batang pisang dan biji pepaya 60 mg, D4 : Kombinasi ekstrak bawang putih, batang pisang dan biji pepaya 80 mg, dan D5 : Kombinasi ekstrak bawang putih, batang pisang dan biji pepaya 100 mg. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa pemberian kombinasi ekstrak herbal tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap jumlah trombosit dan fibrinogen darah kelinci yang terinfeksi koksidiosis. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian kombinasi ekstrak herbal (bawang putih, batang pisang dan biji pepaya) berpengaruh tidak nyata terhadap peningkatan jumlah trombosit dan fibrinogen darah kelinci yang terinfeksi koksidiosis.The purpose of this research was to determine the effect of a combination of herbal extracts on the platelet and fibrinogen count of rabbit blood infected with coccidiosis and knowing the most optimal dosage of herbal extracts that can influence the number of platelet and fibrinogen blood of rabbits infected with coccidiosis. The material used in this research was 36 Rex male rabbits aged ± 3 months with a body weight of ± 600-700 grams. The research method used was the experimental method with Completely Randomized Design (CRD) using 6 treatments and 5 replications and analyzed by analysis of variance. The treatment consisted of D0 : Combination of garlic extract, banana stem and papaya seeds 0 mg (control), D1 : Combination of garlic extract, banana stem and papaya seeds 20 mg, D2 : Combination of garlic extract, banana stem and papaya seeds 40 mg, D3 : Combination of garlic extract, banana stem and papaya seeds 60 mg, D4 : Combination of garlic extract, banana stem and papaya seeds 80 mg, and D5 : Combination of garlic extract, banana stem and papaya seeds 100 mg. The results of the variance analysis showed that the administration of a combination of herbal extracts had no significant effect (P> 0.05) on the number of platelet and fibrinogen in rabbit blood infected with coccidiosis. The conclusion of this study is that the combination of herbal extracts (garlic, banana stems and papaya seeds) has no significant effect on the increase in rabbit blood platelet and fibrinogen numbers infected with coccidiosis.
1891626181C1C014066PENGARUH TRANSPARANSI, KEPERCAYAAN INDIVIDU PADA BADAN WAKAF, DAN
PENGETAHUAN PERATURAN WAKAF TERHADAP MINAT BERWAKAF
(STUDI EMPIRIS PADA WAKIF DI PURWOKERTO)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh transparansi, kepercayaan individu pada
badan wakaf, dan pengetahuan peraturan wakaf terhadap minat berwakaf wakif di Kota Purwokerto
Kabupaten Banyumas Jawa Tengah.
Populasi penelitian adalah orang yang pernah berwakaf melalui badan wakaf yang terdaftar di
Kementerian Agama Kabupaten Banyumas. Sampel penelitian adalah wakif yang terdaftar di Daftar W4
KUA Purwokerto Barat, KUA Purwokerto Utara, KUA Purwokerto Timur, dan KUA Purwokerto
Selatan antara tahun 2010 sampai 2018. Jumlah sampel penelitian yakni 42 responden yang ditentukan
dengan metode sampel jenuh. Pengumpulan data menggunakan koesioner. Data dianalisis dengan
analisis regresi berganda
Hasil penelitian ini menunjukkan Transparansi dan Pengetahuan Peraturan Wakaf tidak
berpengaruh terhadap minat berwakaf. Kepercayaan Individu Pada Badan Wakaf berpengaruh positif
terhadap minat berwakaf. Implikasi penelitian adalah transparansi dalam hal ini pemberian sertifikasi
tanah/ bangunan wakaf dapat ditingkatkan dengan cara mendorong kinerja badan pertanahan dalam
mengeluarkan sertifikat balik nama untuk obyek wakaf tersebut. Sehingga meskipun transparansi tidak
dapat menaikkan minat berwakaf namun adanya waktu yang singkat dalam memberikan sertifikat wakaf
tetap perlu karena sebagai bentuk pertanggungjawaban antara badan wakaf dan pemerintah terhadap
pemberi wakaf. Selain itu meningkatkan respon atas aduan dari masyarakat juga perlu untuk
meningkatkan transparansi badan wakaf. Kepercayaan individu pada badan wakaf dapat ditingkatkan
dengan cara mengembangkan obyek-obyek wakaf menjadi wakaf produktif. Pengetahuan peraturan
wakaf dapat ditingkatkan dengan sosialisasi secara rutin dan menyebarkan pemberitaan tentang
peraturan wakaf terbaru baik melalui media cetak, internet, maupun pertemuan fisik
This study aims to determine the effect of transparency, individual trust in waqf bodies, and knowledge
of waqf regulations on the interests of waqf representation in Purwokerto, Banyumas Regency, Central
Java.
The study population is people who have represented through waqf bodies registered with the Ministry
of Religion in Banyumas Regency. The research sample is the waqif registered in W4 List of KUA
Purwokerto Barat, KUA Purwokerto Utara, KUA Purwokerto Timur, and KUA Purwokerto Selatan
between 2010 and 2018. The number of research samples is 42 respondents determined by the saturated
sample method. Data collection using questionnaire. Data were analyzed by multiple regression
analysis
The results of this study indicate that Transparency and Knowledge of Waqf Regulations do not affect
the interest in having a waqf. Individual Confidence in the Waqf Board has a positive effect on the
interest in speaking. The implication of the research is that transparency in this case the granting of the
waqf land / building certification can be improved by encouraging the performance of the land agency
in issuing certificates of return for the endowment object. So that even though transparency cannot
increase the interest in representing waqf, there is a short period of time in giving a waqf certificate. In
addition to increasing response to complaints from the public it is also necessary to increase the
transparency of waqf bodies. Individual trust in waqf bodies can be improved by developing waqf
objects into productive waqf. Knowledge of waqf regulations can be improved by regular socialization
and disseminating news about the latest waqf regulations through print, internet, and physical
meetings.
1891722240C1C014061ANALISIS PENGARUH KARAKTERISTIK PEMERINTAH DAERAH DAN HASIL AUDIT BPK TERHADAP KEMANDIRIAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN/KOTA DI INDONESIA Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh variabel karakteristik daerah, tingkat kekayaan daerah, belanja modal, temuan audit BPK dan opini audit BPK terhadap kemandirian keuangan pemerintah daerah kabupaten/kota di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan populasi seluruh LKPD kabupaten/kota di Indonesia tahun anggaran 2015. Metode yang digunakan untuk menentukan sampel penelitian adalah metode purposive sampling, sehingga diperoleh 151 LKPD kabupaten/kota. Metode analisis yang digunakan adalah Analisis Regresi Linier Berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kekayaan daerah dan opini audit BPK berpengaruh positif terhadap kemandirian keuangan. Sedangkan, belanja modal dan temuan audit BPK berpengaruh negatif terhadap kemandirian keuangan dan tidak ada pengaruh antara karakteristtik daerah dengan kemandirian keuangan.This study aims to know and analyze the influence of characteristic of local government, level of regional wealth, capital expenditure, audit findings, audit opinion toward financial independence of district / city government in Indonesia. This study uses secondary data with population of all LKPD districts / cities in Indonesia fiscal year 2015. The method used to determine the research sample is purposive sampling method, so that obtained 151 LKPD district / city. The analysis method used is Multiple Linear Regression Analysis. The results of this study indicate that the level of regional wealth and BPK audit opinion have a positive effect on financial independence. Meanwhile, capital expenditures and audit finding of BPK negatively affect financial independence and there is no influence between the characteristic of local government with financial independence.
1891825494C1B015085ANALISIS PENGARUH AGENCY COST, FREE CASH FLOW, LIKUIDITAS, LEVERAGE, DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN LQ45 Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh agency cost, free cash flow, likuiditas, leverage, dan ukuran perusahaan terhadap kinerja keuangan pada perusahaan yang terdaftar dalam indeks LQ45 pada tahun 2013-2017. Penelitian juga menganalisis pengaruh free cash flow terhadap agency cost untuk membuktikan teori keagenan mengenai free cash flow. Sampel dari penelitian ini adalah 20 perusahaan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif bersifat asosiatif dengan teknik analisis regresi data panel. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa agency cost dan leverage berpengaruh negatif terhadap kinerja keuangan. Ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan. Likuiditas tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Free cash flow tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan akan tetapi berpengaruh positif terhadap agency cost.This study aims to analyze the effect of agency cost, free cash flow, liquidity, leverage, and firm size on financial performance in companies listed in the LQ45 index in 2013-2017. The study also analyzed the effect of free cash flow on agency cost to prove agency theory regarding free cash flow. The sample of this study were 20 companies selected using purposive sampling technique. Type of this research is associative quantitative with panel data regression analysis technique. The results of this study indicate that agency cost and leverage negatively affect financial performance. Firm size has a positive effect on financial performance. Liquidity does not affect financial performance. Free cash flow has no effect on financial performance but has a positive effect on agency cost.
1891922243F1A014039PANDANGAN PENGUNJUNG REMAJA TENTANG PERGAULAN BEBAS DI BUMI PERKEMAHAN MUNJULLUHUR PURBALINGGAPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku pacaran pengunjung remaja di Bumi Perkemahan Munjulluhur Purbalingga, pandangan pengunjung remaja mengenai tempat wisata dan pergaulan bebas yang terjadi di Bumi Perkemahan Munjulluhur Purbalingga. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Teori yang digunakan yaitu Teori Tindakan Sosial dari Max Weber. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan analisis data interaktif yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan serta menggunakan teknik analisis model Spradley yaitu analisis domain dan analisis takonomi. Validasi yang ditujukan untuk menguji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa perilaku yang dilakukan oleh remaja di Bumi Perkemahan Munjulluhur yaitu perkemahan, survei lokasi, fotografi, kumpul bersama teman, dan pacaran. Perilaku pacaran yang dilakukan pengunjung remaja kerap ditemui di Bumi Perkemahan Munjulluhur. Bentuk-bentuk pacaran pengunjung remaja di Bumi Perkemahan munjulluhur yaitu touching, kissing, petting, dan necking. Pengunjung remaja memandang bahwa Bumi Perkemahan Munjulluhur merupakan tempat wisata yang memiliki banyak fungsi, namun sangat disayangkan mengenai perilaku pacaran remaja yang menjerumus ke pergaulan bebas dan perilaku menyimpang. Pandangan pengunjung remaja mengenai pergaulan bebas yang terjadi di Bumi Perkemahan Munjulluhur yaitu merasa prihatin karena perilaku yang dilakukan menjerumus ke perilaku seks. Perilaku tersebut menyebabkan pengunjung lain merasa tidak nyaman dan risih.This research is aimed to know the forms of dating behaviour of adolescent visitors in Bumi Perkemahan Munjulluhur, how adolescent’s view tourist attraction and free sex case in Bumi Perkemahan Munjulluhur. This research is categorized as the qualitative research. The writer uses the theory of social action by Max Weber. This research used qualitative method. Data collecting is consist of interview technique, observation, and documentation. Data analysis used data interactive analysis that consist of data collecting, data reduction, and conclusion. Then I also used analysis technique model by Spradley which is consist of domain analysis and takonomi analysis. Validation showed for testing of validity data, used techinque of triangulasi data. The result of this research shows there are some behaviour who done by adolescent in Bumi Perkemahan Munjulluhur such as camping, survey location, photograph activity, gathering with friend, and dating. Dating behaviour often found over adolescent visitor in Bumi Perkemahan Munjulluhur. The types of dating behaviour of adolescent as follow touching, kissing, petting, and necking. Based on adolescent’s view, they defined that Bumi Perkemahan Munjulluhur is a recreation place that has many functions. However, adolescent dating behaviour is not true caused those behaviour lead them to do free sex activities and social deviation in there. In the other hand, some adolescent visitor felt those kind activities lean to sex behaviours and those activities was annoying, uncomfortable and apprehensive things.
1892022244F1A014027PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MENDUKUNG EKSISTENSI DESA WISATA HUTAN MANGROVE DI DESA KALIWLINGI KECAMATAN BREBES KABUPATEN BREBESPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap desa wisata hutan mangrove, komitmen masyarakat terhadap desa wisata hutan mangrove, dan strategi masyarakat terhadap desa wisata hutan mangrove. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Teori yang digunakan adalah teori pemberdayaan. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling dengan pengumpulan data menggunakan tiga cara, yaitu: wawancara, observasi, dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif, serta menggunakan model analisis taksonomi dan domain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desa wisata hutan mangrove merupakan bentuk kesadaran masyarakat terhadap lingkungan dengan upaya konservasi hutan mangrove untuk melindungi kawasan pesisir Desa Kaliwlingi dengan melibatkan partisipasi masyarakat untuk melakukan penanaman mangrove sebagai penanggulangan abrasi. Persepsi masyarakat terhadap desa wisata hutan mangrove memiliki banyak manfaat diantaranya mencegah abrasi, melindungi desa, menyerap tenaga kerja dan upaya konservasi. Keberadaan desa wisata hutan mangrove tentu tidak luput dari komitmen, komitmen masyarakat yang sudah dilakukan yaitu kesadaran diri, membuat alat pemecah ombak, penanaman mangrove, perubahan sarana dan prasarana, membuang sampah pada tempatnya serta memberikan informasi data perkiraan cuaca kepada kelompok sadar wisata. Untuk mendukung desa wisata hutan mangrove ada strategi pemberdayaan seperti pemberdayaan kepiting soka, pelatihan batik mangrove, kerajinan garam rebus dan homeindustry, pengembangan daya tarik wisata pada perubahan spot foto dan sarana baru, pemasaran dan meningkatkan pendapatan.This research aims to know the community's perception of mangrove forest tourism villages, community's commitment to mangrove forest tourism villages, and community's strategies for mangrove forest tourism villages. This was a qualitative research. The theory used is the theory of empowerment. Techniques used to determine the informants is purposive sampling with data collection of three ways : interview, observation, and documentation. Data analysed technique is interactive analysis model, with taxonomy and domain analysis model. The results showed that mangrove forest tourism village is a form of public awareness of the environment by mangrove forests conservation to protect the coastal area of Kaliwlingi Village by involve from community participation in mangrove planting as abrasion prevention. Community's perception of mangrove forest tourism village has benefits such as abrasion prevention, village protection, labor absorbtion and conservation. The existence of mangrove forest tourism village is keeping the community commitment which are the self-awareness, make a breakwater, mangrove plantation, upgrade the facilities and infrastructure, throwing the garbage in its place and give the weather information to "Sadar Wisata" group. To support mangrove forest tourism village there are empowerment strategies such as empowering soka crabs, mangrove "batik" training, salt-boiled crafts and homeindustry, develope the tourist attraction on photo spot and new tools, marketing and income-generating.