Artikelilmiahs

Menampilkan 18.941-18.960 dari 50.062 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1894122266G1B014084Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Kelelahan Mata pada Pegawai Pengguna Komputer
(Studi di Biro Sumber Daya Manusia dan Organisasi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Jakarta)
Latar Belakang: Pegawai kantor merupakan kelompok yang berisiko mengalami kelelahan mata karena bekerja menggunakan komputer rata-rata selama 5 jam sehari. Survey pada 10 pengguna komputer, seluruhnya mengalami kelelahan mata. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kelelahan mata pegawai pengguna komputer di Biro SDMO BPPT Jakarta.

Metode: Jenis penelitian ini observasi analitik, pendekatan cross sectional. Sampelnya adalah 45 pegawai pengguna komputer, diambil dengan metode total sampling. Instrumennya adalah angket, meteran, dan lux meter. Analisis data menggunakan analisis univariat, analisis bivariat dengan uji chi square, dan analisis multivariat dengan uji regresi logistik.

Hasil Penelitian: Ada hubungan antara kelainan visus dan durasi penggunaan komputer dengan kelelahan mata pada pegawai pengguna komputer (p- value<0,05). Kelelahan mata akan meningkat saat ada kelainan visus sebanyak 2,263 kali dan setiap bertambahnya durasi penggunaan komputer sebanyak 2,118 kali. Tidak ada hubungan antara usia dan istirahat mata dengan kelelahan mata pada pegawai pengguna komputer (p-value>0,05).

Simpulan: Kelainan visus dan durasi penggunaan komputer berpengaruh terhadap kelelahan mata pada pegawai pengguna komputer di Biro SDMO BPPT Jakarta. Pekerja pengguna komputer disarankan untuk memeriksakan visus mata satu tahun sekali dan mengalihkan pandangan dari layar monitor selama 20 detik dengan melihat objek pada jarak sekitar 20 kaki (6 meter) setiap 20 menit penggunaan komputer.
Background: Office workers are a group that have risk of eye fatigue due to working by computer with an average duration of computer usage is 5 hours of a day. The survey showed that from 10 computer users, all of them were experiencing eye fatigue. The purpose of this research was to find out which factors are affected the eye fatigue of computer users in Biro SDMO BPPT Jakarta.

Method: The type of this research was analytic observation with cross sectional approach. The sample were 45 computer users, chosen by total sampling method. The instrument were questionnaire, tapeline, and lux meter. Data analysis used univariate analysis, bivariate analysis by chi square test, and multivariate analysis by logistic regression test.

Result: There were correlation between refractive disorder and duration of computer usage with eye fatigue of computer users in Biro SDMO BPPT Jakarta (p-value<0,05). Eye fatigue will increase when there were refractive disorders as much as 2,263 times and every increase of computer usage as much as 2,118 times. There were no correlation between age and eye rest with eye fatigue of computer users in Biro SDMO BPPT Jakarta (p-value>0,05).

Conclusion: Refractive disorder and duration of computer usage were factors which affect to eye fatique on computer users in Biro SDMO BPPT Jakarta. Computer users were advised to check for eye refractive once a year and look away from the computer screen for 20 seconds by looking at an object at a distance about 20 feet (6 meters) every 20 minutes of computer usage.
1894222262G1B014106HUBUNGAN VARIASI IKLIM DAN LINGKUNGAN FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA TAHUN 2015-2017
(Studi pada Wilayah Kerja Puskesmas II Baturaden)
Abstrak

HUBUNGAN VARIASI IKLIM DAN LINGKUNGAN FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA TAHUN 2015-2017
(Studi pada Wilayah Kerja Puskesmas II Baturaden)

Azkia Ikrima, Setiyowati Rahardjo, Sri Nurlaela


Latar Belakang: Pneumonia merupakan infeksi akut yang menyerang alveoli dan menjadi permasalahan di Wilayah Kerja Puskesmas II Baturaden dimana angka kasus pneumonia masih fluktuatif dari tahun 2015-2017. Fluktuatifnya kasus pneumonia kemungkinan dipengaruhi oleh perubahan iklim dan lingkungan fisik rumah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan variasi iklim dan lingkungan fisik rumah dengan kejadian pneumonia pada Balita.

Metodologi: Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan case control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita yang berada di wilayah kerja puskesmas II Baturaden. Jumlah sampel sebanyak 142 responden terdiri dari 71 kasus dan 71 kontrol dan diambil dengan menggunakan teknik Stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan menggunakan data sekunder. Analisis data meliputi univariat, bivariat dan multivariat.

Hasil Penelitian: Variabel yang berhubungan adalah langit-langit rumah (0,000) dan sarana pembuangan asap dapur (0,000). Variabel yang tidak berhubungan adalah suhu udara (1,000), kelembaban udara (1,000), curah hujan (1,000), luas ventilasi (0,077), jenis lantai (0,327), jenis dinding (0,985) dan pencahayaan (0,831)

Kesimpulan: Variabel yang berhubungan dengan kejadian pneumonia pada balita adalah langit-langit rumah dan sarana pembuangan asap dapur. Saran yang diberikan kepada masyarakat yaitu merenovasi rumah terutama bagian langit-langit dan pengadaan sarana pembuangan asap dapur.

Kata kunci: Pneumonia, Variasi Iklim, Lingkungan
CORRELATION BETWEEN CLIMATE VARIABILITY AND PHYSICAL HOUSE ENVIRONMENT WITH PNEUMONIA CASES IN TODDLERS 2015-2017
(Study in Puskesmas II Baturaden Working Area)

Azkia Ikrima (1), Setiyowati Rahardjo (2), Sri Nurlaela (2)

(1) Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman
(2) Dosen Kesehatan Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman

Jl.Dr.Soeparno Karangwangkal Purwokerto 53123 Gedung B Jurusan Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedriman
Telp. 0813 8225 5817 E-mail: azkiaikrima1305@gmail.com

ABSTRACT

Background : Pneumonia is an acute infection that attacks alveoli and become a problem in Primary Health Center II Baturaden Working Area. In 2015 to 2017, the number of pneumonia cases was fluctuating. The fluctuating cases was possibly affected to the climate change and the condition of physical house environment. The aim of this study is to know the correlation between climate variability and physical house environment with Pneumonia cases that affecting toddlers.
Methods: This research was an observational analytic using case control approach. The population in this research is all toddlers in Puskesmas II Baturaden Working Area. The samples of this research are 142 respondents with 71 cases and 71 controls and selected by Stratified Random Sampling. Data collection was obtained by observation and secondary data. Data analysis included univariate, bivariate, and multivariate.
Results: The related variable is ceiling (0,000) and the medium to dispose kitchen fume (0,000). The unrelated variables are air temperature (1,000), humidity (1,000), rainfall (1,000), ventilation size (0,077), floor type (0,327), wall type (0,985), and lighting (0,831).
Conclusion: The related variables to pneumonia cases that affecting toddlers are ceiling and the medium to dispose kitchen fume. Then the suggestion to the society is renovating the house, especially the ceiling and procurement of kitchen fume exhaust facilities.

Keywords: Pneumonia, Climate Variability, Environment
1894322263G1B014068FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KELELAHAN KERJA PADA PENAMBANG PASIR KALI KLAWING KECAMATAN KALIGONDANG PURBALINGGAAbstrak

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KELELAHAN KERJA PADA PENAMBANG PASIR KALI KLAWING
KECAMATAN KALI GONDANG PURBALINGGA
〖Syifa Waras Utami〗^1, 〖Nur Ulfah〗^2,〖Suryanto〗^3


Latar Belakang: Kelelahan kerja merupakan salah satu bagian dari permasalahan umum yang sering dijumpai pada tenaga kerja. Penambangan pasir merupakan pekerjaan berat karena prosesnya dilakukan secara manual. Studi pendahuluan menunjukkan bahwa penambang pasir mengalami tingkat kelelahan kerja berat, sedang, dan ringan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada penambang pasir Kali Klawing.

Metode: Desain penelitian ini adalah kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi sebanyak 70 pekerja dengan sampel sebanyak 45 pekerja yang diambil dengan teknik purposive sampling. Data dianalisis dengan univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi Square.

Hasil Penelitian: Sebagian besar penambang pasir yang memiliki tingkat kelelahan kerja berat sebanyak 17 orang (37,8%). Ada hubungan antara umur (p=0,001), asupan energi (p=0,004), sikap kerja (p=0,000), dan beban kerja (p=0,000) dengan kelelahan kerja. Tidak ada hubungan antara masa kerja (p=0,545) dan lama kerja (p=0,151) dengan kelelahan kerja.

Simpulan: Umur, asupan energi, sikap kerja, dan beban kerja berhubungan dengan kelelahan kerja. Saran bagi pekerja yaitu menempatkan pekerja pada tahapan pekerjaan sesuai dengan umurnya, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, bekerja dengan sikap kerja yang benar, dan mengatur waktu istirahat.

Kata kunci: Kelelahan kerja, penambang pasir, umur, asupan energi, sikap kerja, beban kerja
Abstract

FACTORS THAT RELATED WITH WORK FATIGUE LEVEL ON SAND MINERS AT KLAWING RIVER REGION KALI GONDANG PURBALINGGA

〖Syifa Waras Utami〗^1, 〖Nur Ulfah〗^2,〖Suryanto〗^3


Background: Work fatigue is one of the general problem that always found on workers. The sand mining is a heavy work because the process of it is done manually. The preliminary study shows that the sand miners experience work fatigue level which divided as heavy, medium, and light. This research is aimed to know the factors that related with work fatigue on sand miners at Klawing River.

Method: The type of this research is quantitative analytic using cross sectional approach. The population is 70 workers and the sample is 45 respondents by purposive sampling technique. The data is analyzed by univariate and bivariate using Chi Square test.

Result: Most of sand miners who experienced work fatigue heavy level is 17 workers (37,8%). There is relationship between age (p=0,001), energy intake (p=0,004), work posture (p=0,000), and work load (p=0,000) with work fatigue on sand miners. There is no relationship between work period (p=0,545) and length of work (p=0,151) with work fatigue on sand miners.

Conclusion: Age, energy intake, work posture, and work load are related with work fatigue on sand miners. The advice for the workers are placing the worker on the job that suit with their age, consuming nutritious food, working with right posture, and managing rest time.

Keywords: Work fatigue, sand miners, age, energy intake, work posture, work load
1894422264G1B014026HUBUNGAN FAKTOR INTERNAL DAN FAKTOR EKSTERNAL DENGAN TEKANAN DARAH PEKERJA DI CV. MMS KNALPOT PURBALINGGALatar Belakang: Tekanan darah adalah tekanan yang dihasilkan oleh darah dari sistem sirkulasi atau sistem vascular terhadap dinding pembuluh darah. Tekanan darah pada pekerja bisa bervariasi dikarenakan tekanan darah dipengaruhi oleh faktor internal (umur, masa kerja, indeks massa tubuh, kebiasaan merokok, stress kerja, kebiasaan minum kopi) dan faktor eksternal (suhu ruang kerja dan intensitas suara). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan faktor internal dan faktor eksternal dengan tekanan darah pekerja di CV. MMS Knalpot Purbalingga..

Metodologi: Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja di CV. MMS Knalpot Purbalingga yang berjumlah 80 pekerja. Jumlah sampel sebanyak 80 responden dengan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner, observasi, dan pengukuran. Data dianalisis ke dalam univariat, bivariat, multivariat.

Hasil Penelitian: Variabel yang berhubungan adalah kebiasaan merokok (0,001), suhu ruang kerja (0,000) dan intensitas suara (0,004). Variabel yang tidak berhubungan adalah umur (0,685), masa kerja (0,195), indeks massa tubuh (0,788), stres kerja (1,000), dan kebiasaan minum kopi (0,454).

Kesimpulan: Variabel yang berhubungan dengan tekanan darah adalah kebiasaan merokok, suhu ruang kerja dan intensitas suara. Variabel yang tidak berhubungan adalah umur, masa kerja, IMT, stres kerja dan kebiasaan minum kopi. Variabel yang paling berpengaruh terhadap tekanan darah adalah suhu ruang kerja. Saran yang diberikan diantaranya kepada pemilik CV. MMS Knalpot Purbalingga untuk membuat ventilasi udara pada tempat kerja.
Background : Blood pressure is the pressure produced by the blood from the circulatory system or the vascular system against the blood vessel wall. Blood pressure in workers may vary due to blood pressure influenced by internal factors (age, length of service, body mass index, smoking habit, work stress, coffee drinking habits) and external factors (workspace temperature and sound intensity). The purpose of this study was to analyze the relationship of internal factors and external factors with the blood pressure of workers in CV. MMS Purbalingga.
Methodology : This research is an observational analytic research with cross sectional approach. The population in this study is all workers in CV. MMS Purbalingga Muffler which amounts to 80 workers. The number of samples is 80 respondents by using total sampling technique. The data were collected by questionnaire, observation, and measurement. Data were analyzed into univariate, bivariate, multivariate.
Result of research : The influencing variable is smoking habit (0,009) and workspace temperature (0,001). The variables that have no effect are age (0,685), work period (0,195), body mass index (0,788), work stress (1,000), coffee drinking habits (0,454) and sound intensity (0,004).
Conclusion : The variables that affect the blood pressure are smoking habits and working room temperature. The variables that have no effect are age, working period, BMI, work stress drinking coffee habit and sound intensity. Suggestion given among others to the owner of CV. MMS Purbalingga to make air vents in the workplace.
1894522265C1B014105PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN PERSEPSI DUKUNGAN ORGANISASI TERHADAP KOMITMEN ORGANISASIONAL DENGAN EMPLOYEE ENGAGEMENT SEBAGAI MEDIASI
(Studi pada Inspektorat Kota Bekasi)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan transfromasional, persepsi dukungan organisasi, dan employee engagement terhadap komitmen organisasional. Survey dilakukan di Inspektorat Kota Bekasi. Terdapat 57 orang responden yang terpilih melalui metode purposive sampling. Responden merupakan pegawai tetap di organisasi dan bekerja minimal selama lima tahun.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan regresi dan metode mediasi kausal step dapat disimpulkan bahwa : (1) kepemimpinan transformasional berpengaruh positif terhadap employee engagement, (2) persepsi dukungan organisasi tidak berpengaruh positif tehadap employee engagement, (3) kepemimpinan transformasional berpengaruh positif terhadap komitmen organisasional (4) persepsi dukungan organisasi berpengaruh positif terhadap komitmen organisasional, (5) employee engagement berpengaruh positif terhadap komitmen organisasional, (6) employee engagement memediasi hubungan antara kepemimpinan transformasional terhadap komitmen organisasional, dan (7) employee engagement tidak memediasi hubungan antara persepsi dukungan organisasi terhadap komitmen organisasional.
Implikasi penelitian ini ialah jika organisasi memiliki pegawai yang menanamkan rasa employee engagement yang selalu bangga pada pekerjaan, antusias pada pekerjaan, dan waktu terasa cepat saat bekerja akan sangat berdampak pada komitmen organisasional. Kemudian, apabila memiliki pimpinan transformasional yang mengarahkan misi instansi, memiliki tujuan, dan mengungkapkan rasa kepuasan pada pegawai akan dapat meningkatkan rasa employee engagement dan komitmen organisasional. Selain itu, organisasi yang memberikan dukungan mempedulikan kesejahteraan pegawai, bangga pada prestasi karyawan dan menghargai kontribusi karyawan juga dapat meningkatkan komitmen organisasional di Inspektorat Kota Bekasi.
Kata Kunci : Kepemimpinan Transformasional, Persepsi Dukungan Organisasi, Employee Engagement, Komitmen Organisasional.
This study aims to determine the influence of transfromational leadership, perceived organizational support, and employee engagement of organizational commitment. The survey was conducted at Inspectorate Bekasi. There were 57 respondents selected through purposive sampling method. Respondents are permanent employees in the organization and work for a minimum of five years.
Based on the results of research by using multiple regression, and causal step mediation method, it can be conclude : (1) transformational leadership has a positive affects to employee engagement, (2) perceived organizational support has no positive affects to employee engagement, (3) transformational leadership has a positive affects to organizational commitment, (4) perceived organizational commitment has a positive affects to organizational commitment, (5) employee engagement has a positive affects to organizational commitment, (6) employee engagement mediates the relationship between transformational leadership towards organizational commitment, and (7) employee engagement doesn’t mediates the relationship between perceived organizational support towards organizational commitment.
The implication of this research is if an organization has employees who instill a sense of employee engagement who always proud, enthusiasm of their work, and time feels fast at work will greatly affect organizational commitment. Then, if having a transformational leader that directs the mission to the organization, has a purpose, and expressed a sense of satisfaction in employees will be able to increase the sense of employee engagement and organizational commitment. In addition, organizations that concerning of employees welfare, pride in employees achievement, and appreciate the contribution of employees can also increase organizational commitment in Inspectorate Bekasi.
Keywords : Transformational Leadership, Perceived Organizational Support, Employee Engagement, Organizational Commitment
1894622242F1A014032GERAKAN PERLAWANAN MASYARAKAT DESA SIKAYU, KECAMATAN BUAYAN, KABUPATEN KEBUMEN, TERHADAP RENCANA PENDIRIAN INDUSTRI SEMEN MELALUI PEMBANGUNAN EKOWISATAPembangunan industri pertambangan di Indonesia sering kali diwarnai dengan pro-kontra yang mendorong munculnya berbagai gerakan sosial di masyarakat. Hal demikian seperti yang dilakukan oleh masyarakat Desa Sikayu, dalam memperjuangkan kawasan Karst Gombong Selatan dari rencana penambangan PT. Semen Gombong. Hal menarik yang dilakukan oleh masyarakat Desa Sikayu adalah mereka melakukan perlawanan dengan mengusung wacana ekowisata sebagai wacana tandingan terhadap rencana pendirian industri semen. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses perlawanan masyarakat terhadap rencana pendirian industri semen melalui pembangunan ekowisata. Penelitian ini menggunakan paradigma non-positivisme dengan metode penelitian kualitatif. Informan yang dipilih berjumlah tujuh orang dengan menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Sementara itu, teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data interaktif (Miles dan Huberman). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gerakan masyarakat Desa Sikayu dengan mengusung wacana ekowisata dapat memberikan pengaruh yang signifikan bagi massa pergerakan. Masyarakat dapat tersadarkan dan tergugah untuk terlibat dalam perjuangan, termasuk merealisasikan pembangunan ekowisata, sehingga membentuk realitas baru, yaitu masyarakat komunikatif. Dampak lain dari gerakan ini adalah dapat mempengaruhi pengambilan keputusan rencana pendirian industri semen seperti dikeluarkannya keputusan Badan Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Tengah tentang ketidaklayakan lingkungan hidup rencana kegiatan penambangan PT. Semen Gombong.The development of the mining industry in Indonesia is often marked by the pros and cons who encourage appear varity of social movement in community. Similar with the activity that was done by the people of Sikayu village, Buayan district, Kebumen regency, in struggling for karst south Gombong from the establishment plan of PT. Semen Gombong. It becomes interesting when Sikayu people did the resistance by carrying the discourse of ecotourism as a counter-discourse against the plan of cement industry establishment. The study purpose is to describe the resistance process of community toward a plan of building the cement industry through ecotourism development. The non-positivist paradigm with qualitative research method is used in this research. Informan who was choosen amount of seven informan by using purposive sampling technique and snowball sampling. Meanwhile, the used data analysis technique in this research is interactive data analysis (Miles and Huberman). The results of this study indicate that the community movement of Sikayu village by carrying the discourse of ecotourism can give a significant influence on mass movement. Communities can be awakened and inspired to engage in the struggle, including the realization of ecotourism development, thus, it was forming a new reality of communicative society. Another impact of this movement is it can influence the decision making plan of the establishment of the cement industry, such as the issuance of the decision of Badan Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Tengah on the inaccuracy of the environmental plan of PT. Semen Gombong mining activities.
1894722267E1A013165PENGAWASAN INTERN YANG DILAKUKAN PIHAK BANK TERHADAP PENYALURAN KREDIT USAHA RAKYAT (KUR) DI PT. BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK. CABANG YOGYAKARTAPenelitian ini dilakukan karena banyaknya kasus di dunia perbankan yang didominasi oleh kasus kredit, sehingga perlu adanya pengawasan khususnya dari intern Bank guna mengantisipasi adanya kasus yang berkaitan dengan kredit. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan pengawasan intern dari pihak Bank terhadap Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Cabang Yogyakarta serta tindaklanjut yuridis terhadap bank dan pegawai berkaitan dengan penerapan Pengawasan Internal tersebut.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan metode analisis normatif kualitatif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan studi kepustakaan serta wawancara sebagai data pendukung. Data yang telah diperoleh kemudian disusun secara sistematis serta disajikan dalam bentuk teks naratif.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa PT. Bank Rakyat Indonesia(Persero) Tbk. Cabang Yogyakarta telah melaksanakan Fungsi Pengawasan Internal berdasarkan ketentuan Peraturan Bank Indonesia Nomor 6/1/PBI/1999 tentang Penugasan Direktur Kepatuhan (Compliance Director) dan Penerapan Standar Pelaksanaan Fungsi Audit Intern Bank Umum, serta telah pula melaksanakan Fungsi Kepatuhan berdasarkan ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 46/POJK.03/2017 tentang Fungsi Kepatuhan Bank Umum. Hal ini terbukti dengan telah di bentuknya satuan kerja audit intern independen Residence Auditor Unit (RAU) di PT. Bank Rakyat Indonesia(Persero) Tbk. Cabang Yogyakarta yang bertugas melakukan pengawasan serta melaporkan hasil pengawasan berkaitan dengan penyaluran KUR serta kegiatan perbankan lain. Tindak lanjut yuridis terhadap bank yang tidak melaksanakan fungsi Pengawasan Internal serta fungsi Kepatuhan yaitu dikenakan sanksi administratif sebagaimana diatur dalam Pasal 21 dan Pasal 22 Peraturan Bank Indonesia Nomor 6/1/PBI/1999 serta Pasal 19 Peraturan Otoritas Jasa Keuangn Nomor 46/POJK.03/2017. Sanksi pidana berdasarkan Pasal 49 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan dikenakan kepada pegawai yang melakukan pemalsuan dokumen maupun tindakan pidana lain dalam rangka mempermudah pencairan kredit.
This research is conducted because of many cases banking is dominated by case of credit, so that need for audit especially from the internal bank to anticipate the case of credit. This research purpose is to analyze the implementation of Internal Audit of the Bank against the distribution of Kredit Usaha Rakyat (KUR) at PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Branch of Yogyakarta and juridical follow-up for banks and employees associated with application of Internal Audit.
The methods that used in this research is normative-juridical-with- qualitative-normative analysis. The data collecting methods conducted with using literature studies and supporting by interviews data. The collected data is structures sytematicly and presented in narrative text.
This research shows that PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Branch of Yogyakarta has implemented Internal Audit Function based on Regulation of Bank Indonesia Number 6/1 / PBI / 1999 concerning Assignment of Compliance Director and Implementation of Standard of Internal Audit Function of Commercial Bank, and has implemented Compliance Function based on Regulation of Otoritas Jasa Keuangan Number 46/POJK.03/2017 about Function of Compliance of Commercial Bank. This is evidenced by establishment of independence audit internal unit named Residence Auditor Unit (RAU) in PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Branch of Yogyakarta in charge of supervising and reporting the results of supervision related to the distribution of KUR and other banking activities. As juridical follow-up for Banks that do not implement Internal Audit and Compliance Function gets administrative sanction based on Pasal 21 and Pasal 22 of Regulation of Bank Indonesia Number 6/1/PBI/1999 and Pasal 19 Regulation of Otoritas Jasa Keuangan Number 46/POJK.03/2017. Criminal sanctions based on Pasal 49 Undang-Undang Number 10 Tahun 1998 corcerning Amendment of Undang-Undang Number 7 Tahun 1992 concerning Banking are imposed for employees that doing falsification the documents and other criminal actions in purpose for make easier the disbursement of credit.
1894822269G1A014063GAMBARAN LESI ATEROSKLEROSIS ULTRASONOGRAFI ARTERI KAROTIS PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 OBES DENGAN DAN TANPA DISLIPIDEMIA DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO
Aterosklerosis merupakan penyebab utama kematian pada individu dengan diabetes melitus (DM). Individu dengan DM memiliki risiko penyakit aterosklerosis 4-5 kali lebih tinggi dibandingkan individu tanpa DM. Dislipidemia merupakan kondisi yang berhubungan langsung dengan DM yang menyebabkan penyakit aterosklerosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran lesi aterosklerosis pada pasien DM tipe 2 obes dengan dan tanpa dislipidemia di RSUD. Prof. Dr. Margono Soekarjo. Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan pendekatan cross-sectional pada 18 subjek pasien DM tipe 2 obes. Masing-masing kelompok memiliki 9 subjek yang terbagi menjadi dua kelompok yaitu DM dengan dislipidemia dan DM tanpa dislipidemia sebagai kelompok kontrol. Sampel yang diambil adalah sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Lesi aterosklerosis pada sampel akan diperiksa dengan mengukur ketebalan tunika intima media arteri karotis (CIMT) dengan menggunakan ultrasonografi. Hasil penelitian memperlihatkan nilai rerata lesi aterosklerosis pada kelompok dengan dislipidemia 1,267±0,64 mm sedangkan pada kelompok tanpa dislipidemia 0,644±0,17 mm. Total didapatkan 6 subjek memiliki nilai CIMT abnormal (>0,9 mm). Penelitian ini menunjukan penderita DM tipe 2 obes dengan dislipidemia memiliki rerata lesi aterosklerosis lebih tinggi dibandingkan dengan penderita DM tipe 2 obes tanpa dislipidemia.Atherosclerosis is the leading cause of death in individuals with diabetes mellitus (DM). Individuals with DM have atherosclerotic disease risk 4-5 times higher than individuals without DM. Dyslipidemia is a condition directly related to DM that causes atherosclerosis. This study aims to determine the atherosclerotic lesions in patients with type 2 DM and obesity with and without dyslipidemia in Margono Soekarjo Hospital. This research was a descriptive study in terms of cross-sectional approach on 18 subjects of patients with type 2 DM and obesity. Each group consisted of 9 subjects divided into two groups namely DM with dyslipidemia and DM without dyslipidemia as a control group. Samples taken are samples who meet inclusion and exclusion criteria. Atherosclerotic lesions in the sample will be examined by measuring the carotid intima media thickness (CIMT) using ultrasound. The result showed that mean value of atherosclerotic lesions in the group with dyslipidemia was 1,267±0.64 mm while in group without dyslipidemia was 0.644±0.17 mm. There were 6 subjects with abnormal CIMT values (> 0.9 mm). This study showed patients with type 2 DM and obesity with dyslipidemia had a higher rate of atherosclerotic lesion compared to patients with type 2 DM and obesity without dyslipidemia.
1894922270D1B016013SUBSTITUSI BUNGKIL KEDELAI DENGAN KONSENTRAT PROTEIN BUNGKIL BIJI JARAK FERMENTASI DENGAN FORTIFIKASI
DALAM PAKAN AYAM BROILER TERHADAP
BOBOT KARKAS DAN NON KARKAS
Penelitian berjudul “Subtitusi Bungkil Kedelai dengan Konsentrat Protein Bungkil Biji Jarak Fermentasi dengan Fortifikasi dalam Pakan Ayam Broiler terhadap Bobot Karkas dan Non Karkas” telah dilaksanakan di Green House, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, pada tanggal 18 Oktober 2017 sampai dengan tanggal 18 Desember 2017. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penggantian bungkil kedelai dengan konsentrat protein bungkil biji jarak fermentasi dengan fortifikasi dalam pakan terhadap bobot karkas dan bobot non karkas pada ayam broiler serta mengkaji level terbaik ditinjau dari peubah tersebut. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Materi yang digunakan adalah DOC ayam broiler sebanyak 40 ekor. Perlakuan terdiri atas R0 (tanpa konsentrat protein bungkil biji jarak fermentasi), R1 (6% konsentrat protein bungkil biji jarak fermentasi), R2 (12% konsentrat protein bungkil biji jarak fermentasi), R3 (18% konsentrat protein bungkil biji jarak fermentasi). Peubah yang diukur adalah bobot karkas dan bobot non karkas pada ayam broiler. Rataan bobot karkas ayam broiler selama dipelihara 28 hari masing-masing sebagai berikut R0 496,8 ±21,6 gram; R1 475,2 ±32,5 gram; R2 405,2 ±19,6 gram; dan R3 274,2 ±23,3 gram. Rataan bobot non karkas ayam broiler pada penelitian ini masing masing sebesar R0 219,8 ±14,36 gram; R1 208,8 ± 12,63 gram; R2 182,4 ±11,21 gram; dan R3 138,8 ± 19,67 gram. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penggantian bungkil kedelai dengan konsentrat protein bungkil biji jarak fermentasi dengan fortifikasi dalam pakan berpengaruh menurunkan sangat nyata (P<0,01) terhadap bobot karkas dan bobot non karkas. Kesimpulan dari penelitian ini adalah konsentrat protein bungkil biji jarak fermentasi dengan fortifikasi masih belum bisa menggantikan bungkil kedelai ditinjau dari bobot karkas dan bobot non Karkas karena cenderung menurunkan.The study entitled "the Substitution of Soy Bean Meal with fermented Protein Concentrates of Jatropha Seed Cake with the the study entitled "the Substitution of Soy Bean Meal with fermented Protein Concentrates of Jatropha Seed Cake with fortifications in the Chicken Feed on Broiler Carcass and Non-Carcass Weight" was conducted at the Green House, Jenderal Soedirman University, on October 18 to December 18, 2017. The purpose of this research is to know the influence of the substitution of soybean meal with fermented protein concentrates of jatropha seed cake with the fortifications in the chicken feed to broiler carcass and non-carcass weight. The research used completed random design for 4 times treatments and three times experiments using 40 DOC of broilers, treatment in this study R0: no fermented protein concentrates of jatropha seed cake, R1: 6% fermented protein concentrates of jatropha seed cake, R2: 12% fermented protein concentrates of jatropha seed cake, R3: 18% fermented protein concentrates of jatropha seed cake. Parameters were measured carcass and non-carcass of broiler weight. The averages of carcass weight in 28 days treatment were R0 496.8 ± 21.6 grams; R1 475.2 ± 32.5 grams; R2 405.2 ± 19.6 grams; and R3 274.2 ± 23.3 grams. The averages of non-carcass weight in 28 days treatment were R0 219.8 ± 14.36 grams; R1 208.8 ± 12.63 grams; R2 182.4 ± 11.21 grams; and R3 138.8 ± 19.67 grams. The result showed that substitution of soybean meal with fermented protein concentrates of jatropha seed cake with the fortifications in the chicken feed reduced (P < 0.01) in the carcass and non-carcass weight. It can be concluded that the Substitution of Soybean Meal with fermented protein concentrates of jatropha seed cake with the fortifications in the chicken feed was reducing the weight of carcass and non-carcass of broiler.
1895022271G1B014035BEBERAPA FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STRES KERJA PADA TENAGA KERJA BAGIAN ADMINISTRASI PT.TELKOM INDONESIA, Tbk. WILAYAH TELEKOMUNIKASI (WITEL) PURWOKERTOAbstrak
BEBERAPA FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STRESS KERJA PADA TENAGA KERJA BAGIAN ADMINISTRASI PT.TELKOM INDONESIA, Tbk. WILAYAH TELEKOMUNIKASI (WITEL) PURWOKERTO

Vienkan Bahreyis Khotazan(1), Siti Harwanti(2), Suryanto(2)
(1) Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman
(2) Dosen Kesehatan Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman
Jl.Dr.Soeparno Karawangkal Purwokerto 53123 Gedung B Jurusan Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman telp. 082221947282 E-mail: vienkanbahreyis@gmail.com

Latar Belakang : Stres kerja merupakan dampak pada seorang pekerja yang diakibatkan oleh pekerjaan yang bersifat statis, sehingga dapat menimbulkan suatu pemasalahan. PT Telkom Indonesia witel Purwokerto bagian administrasi merupakan salah satu pekerjaan yang bersiifat statis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa faktor yang berhubungan dengan stres kerja pada tenaga kerja bagian administrasi PT.Telkom Indonesia, Tbk. Wilayah Telekomunikasi (Witel) Purwokerto.

Metode : Jenis penelitian ini menggunakan desain penelitian observasi analitik dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 63 orang dengan sampel berjumlah 33 orang. Pengambilan sample menggunakan non-probability sampling dengan cara purposive sampling. Analisis penelitian ini dengan menggunnakan uji chi-square.

Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak adanya hubungan antara umur (p=0,422), jenis kelamin (p=0,661), massa kerja (p=688), pendididkan (p=1), kesehatan pekerja (p=0,686), hubungan interpersonal (p=0.225) dengan variabel terikat yaitu stres kerja, serta terdapat hubungan antara konflik peran (p=0,027) dengan variabel terikat stres kerja.

Simpulan : pada variabel konflik peran terdapat hubungan dengan variabel terikat stres kerja, sedangkan variabel umur, jenis kelamin, massa kerja, pendidikan, kesehatan pekerja dan hubungan interpersonal tidak terdapat hubungan dengan variabel terikat stres kerja.
Saran : Penelitian lebih lanjut dengan variabel yang berbeda. Seperti : beban kerja, pencahayaan dan sebagainya.

Kata kunci: Stress kerja, masa kerja, kesehatan pekerja, konflik peran, hubungan interpersonal.
SOME FACTORS CONNECTED WITH WORK STRESS ON LABOR ADMINISTRATIVE SECTION PT.TELKOM INDONESIA, Tbk. TELECOMMUNICATION REGION (TR) PURWOKERTO

Vienkan Bahreyis Khotazan(1), Siti Harwanti(2), Suryanto(2)
(1) Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman
(2) Dosen Kesehatan Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman
Jl.Dr.Soeparno Karawangkal Purwokerto 53123 Gedung B Jurusan Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman telp. 082221947282 E-mail: vienkanbahreyis@gmail.com

Background : Job stress is the impact on a worker caused by work that is static, so it can cause a problem. PT Telkom Indonesia witel Purwokerto part of administration is one of the work that bersiifat static. This study aims to determine several factors related to work stress on the workforce of PT.Telkom Indonesia, Tbk. Telecommunication Area (Witel) Purwokerto.

Methods : This type of research uses analytic observational research design using Cross Sectional approach. The population in this study amounted to 63 people with a sample of 33 people. Sampling using non-probability sampling by purposive sampling. Analyze this study by using chi-square test.

Result : The results showed that there was no correlation between age (p = 0,422), gender (p = 0,661), working mass (p = 688), education (p = 1), worker health (p = 0,686), interpersonal relationship = 0.225) with dependent variable that is job stress, and there is relation between role conflict (p = 0,027) with dependent variable of work stress.

Concelusion : in the role conflict variable there is correlation with the dependent variable of work stress, while the variable of age, sex, work mass, education, worker health and interpersonal relation have no relation with dependent variable of work stress.
Suggestion: Further research with different variables. Example: workload, lighting and so on.

Keywords: Job stress, worker health, role conflict, interpersonal relationships.
1895124772C2A017004The Effect of Employment Aspects on Poverty in Central Java IndonesiaSalah satu cara untuk mengatasi masalah kemiskinan adalah dengan memahami aspek tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aspek ketenagakerjaan seperti tingkat partisipasi angkatan kerja, tingkat lapangan kerja terbuka dan upah minimum regional terhadap tingkat kemiskinan. Penelitian ini menggunakan data deret waktu tahunan antara 2013-2017 pada 15 kabupaten yang termasuk dalam zona merah kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah. Model terbaik untuk menganalisis data dalam penelitian ini adalah model efek acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi angkatan kerja dan tingkat lapangan kerja terbuka berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemiskinan, sedangkan upah minimum regional berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan. Temuan ini menyiratkan bahwa tenaga kerja harus dipersiapkan dengan baik untuk bekerja atau untuk menciptakan pekerjaan mereka sendiri dan upah minimum harus ditingkatkan.One way to tackle the problem of poverty is by understanding the labor aspects. This study aims to analyze the effect of employment aspects such as labor force participation rate, open employment rate and regional minimum wage on the poverty rate. This study used annual time series data between 2013-2017 of 15 regencies included in the red zone of poverty in Central Java Province. The best model to analyze data in this study is random effect model. The results show that labor force participation rate and open employment rate have positive and significant effect on poverty, while regional minimum wage has negative and significanteffect on poverty. The findings imply that the workforce should be well prepared to work or to create their own jobs andminimum wage should be increased.
1895222278G1G014003PENGARUH EKSTRAK ETANOL DAUN PEGAGAN (Centella asiatica) TERHADAP KADAR IGF-1 PASCA PENCABUTAN GIGI TIKUS PUTIH GALUR WISTAR MODEL DIABETESABSTRAK
Pencabutan gigi merupakan suatu proses pengambilan gigi dari alveolus dan meninggalkan soket dikarenakan gigi tersebut sudah tidak dapat dipertahankan lagi dan akan menginduksi terjadinya proses penyembuhan luka. Penyembuhan luka melibatkan berbagai macam faktor pertumbuhan salah satunya Insulin-like Growth Factor-1 (IGF-1). Insulin-like Growth Factor-1 merupakan faktor pertumbuhan yang dapat dihasilkan oleh platelet, makrofag, dan fibroblas berperan untuk membantu proses penyembuhan luka. Daun pegagan yang mengandung asiatikosida yang merupakan golongan flavonoid sangat poten sebagai antiinflamasi dan antioksidan sehingga proses penyembuhan luka terjadi lebih cepat dan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol daun pegagan dengan 12,5%, 25%, dan 50% terhadap kadar IGF-1 pasca pencabutan gigi tikus putih galur wistar model diabetes. Jenis penelitian ini adalah laboratoris eksperimental dengan rancangan posttest-only control group design dan menggunakan 30 ekor tikus Rattus norvegicus galur wistar jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok yaitu K (kelompok kontrol sehat), K1 (kelompok kontrol negatif), P1 (kelompok perlakuan 1 dengan pemberian ekstrak etanol daun pegagan 12,5%), P2 (kelompok perlakuan 2 dengan pemberian ekstrak etanol daun pegagan 25%), dan P3 (kelompok perlakuan 3 dengan pemberian ekstrak etanol daun pegagan 50%). Kelompok K1, P1, P2, dan P3 dilakukan pencabutan gigi insisivus menggunakan needle holder setelah dianestesi menggunakan ketamine dengan dosis 80mg/kgBB. Ekstrak etanol daun pegagan diberikan secara per oral sebanyak 2 ml setiap 24 jam selama 5 hari. Setiap kelompok diambil sampel plasma darah pada hari ke-5 dan dilakukan pemeriksaan kadar IGF-1 menggunakan ELISA. Hasil uji One-Way ANOVA menunjukkan terdapat perbedaan bermakna antar semua kelompok (p<0,05). Uji Post-Hoc LSD menunjukkan terdapat perbedaan bermakna (p<0,05) kadar IGF-1 seluruh kelompok terhadap kelompok kontrol negatif namun tidak terdapat perbedaan bermakna atara kelompok P1 dengan K. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun pegagan konsentrasi 12,5% merupakan konsentrasi efektif untuk meningkatkan kadar IGF-1 pasca pencabutan gigi tikus putih galur wistar model diabetes.
Kata Kunci : Pencabutan gigi, penyembuhan luka, IGF-1, daun pegagan
Kepustakaan : 86 (1972-2017)
ABSTRACT
Tooth extraction is the process of removing the tooth from alveolar bone and leaving open socket therefore will cause the wound healing process. Wound healing involves various growth factors such as Insulin-like Growth Factor-1 (IGF-1). Insulin-like Growth Factor-1 is a growth factor that can be produced by platelets, macrophages, and fibroblasts to help the wound healing process. Pegagan leaf contains asiaticoside which is a group of potent flavonoids as anti-inflammatory and antioxidants so that the wound healing process occurs faster and better. The aims of this study was to know the effect of ethanol extract of pegagan leaf 12.5%, 25%, and 50% on IGF-1 level after the removal of tooth in diabetic model white wistar rat. This type of research was experimental laboratory with posttest-only control group and used 30 male Rattus norvegicus Wistar rats that divided into 5 groups: K (healthy control group), K1 (negative control group), P1 (12,5% pegagan leaf ethanol extract treated group), P2 (25% pegagan leaf ethanol extract treated group), and P3 (50% pegagan leaf ethanol extract treated group). Two mililitres pegagan leaf ethanol extract was given orally every 24 hours for 5 days. Insisivus tooth of rats groups from K1, P1, P2, and P3 were extracted using needle holder under anesthesia by ketamine 80mg/kgBB. Blood serum was taken from rats in each group at fifth day and IGF-1 serum level was measured using ELISA. One-Way ANOVA results showed significant differences between all groups (p <0.05). Post-Hoc LSD test showed significant differences (p<0,05) IGF-1 level all of groups to negative control group but there is no significant differences between K and P1 groups. Based on the result of research, it can be concluded that 12.5% pegagan groups leaf ethanol extract is effective consentration for IGF-1 level on wistar rats with diabetes mellitus.

Keyword : Tooth extraction, wound healing, IGF-1, pegagan leaf
Bibliography : 86 (1972-2017)
1895322273A1L014121EFEKTIVITAS JENIS DAN INTERVAL PEMBERIAN POC TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS BUNGA (Brassica oleracea var. botrytis L) DI LAHAN PASIR PANTAIKubis bunga merupakan salah satu komoditas sayuran yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) menentukan jenis Pupuk Organik Cair (POC) yang paling efektif untuk pertumbuhan dan hasil kubis bunga di lahan pasir pantai, (2) menentukan interval pemberian Pupuk Organik Cair (POC) yang paling efektif untuk pertumbuhan dan hasil kubis bunga di lahan pasir pantai, (3) menentukan kombinasi jenis dan interval pemberian Pupuk Organik Cair (POC) yang paling efektif untuk pertumbuhan dan hasil kubis bunga di lahan pasir pantai. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus – November 2017 di lahan pasir pantai Jetis, Desa Banjarsari, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah jenis POC terdiri dari 3 taraf yaitu POC Nasa (P1), POC Trubus (P2) dan POC petani (P3). Kemudian, interval pemberian POC juga terdiri dari 3 taraf yaitu pemberian 4 hari sekali (I1), pemberian 9 hari sekali (I2) dan pemberian 14 hari sekali (I3). Data dianalisis menggunakan uji F dilanjutkan dengan uji DMRT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) POC jenis Trubus memberikan nilai terbaik terhadap variabel kadar kehijauan daun, bobot tanaman kering dan bobot batang kering (2) interval pemberian POC 4 hari sekali memberikan nilai terbaik pada bobot bunga kering dan diameter bunga (3) kombinasi terbaik ditunjukkan oleh POC Trubus dan interval 14 hari sekali pada kadar kehijauan daun.Cauliflower is one of vegetable commodities consumed by many people of Indonesia. This researched aimed to (1) determinate the best types of liquid organic fertilizers for growth and yield of cauliflowers in coastal sandy land (2) determinate the best interval of liquid organic fertilizers for growth and yield of cauliflowers in coastal sandy land (3) determinate interaction of types and interval of liquid organic fertilizers for growth and yield of cauliflowers in coastal sandy land. The research was conducted in August until November 2017, at Jetis coastal sandy land, Nusawungu, Cilacap. The research was used Randomized Complete Block Design (RCBD) with two factors and three replications. The first factor was types of liquid organic fertilizers with tree types namely P1 = Nasa, P2 = Trubus and P3 = petani. The second factor was interval of liquid organic fertilizers repairers with three types namely I1 = every 4 days, I2 = every 9 days, I3 = every 14 days. Data were analyzed by F test, tested further by DMRT 5% if significiantly different. The results showed that (1) Trubus was the best treatment. (2) interval of POC every 4 days was the best treatment (3) the best combination are shown by Trubus and interval of POC ever 14 days.
1895422097A1L013130KERAGAMAN RESPON MORFOFISIOLOGI 18 GENOTIPE KEDELAI (Glycine max (L.) Merill) PADA KONDISI CEKAMAN INTENSITAS CAHAYA RENDAHPenelitian bertujuan untuk 1) mengetahui keragaman respon genotipe kedelai pada kondisi cekaman intensitas cahaya rendah, 2) mengetahui karakteristik morfofisiologi tanaman kedelai yang toleran terhadap cekaman intensitas cahaya rendah, dan 3) mendapatkan genotipe kedelai yang lebih baik daripada varietas pembanding toleran cekaman intensitas cahaya rendah (Dena 2). Penelitian dilaksanakan di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian di Kelurahan Karangwangkal, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas pada bulan November 2017 sampai Maret 2018. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan petak terbagi dengan dua faktor sebanyak tiga ulangan. Faktor pertama adalah intensitas cahaya yang terdiri atas N0 (tanpa naungan) dan N1 (naungan 50%). Faktor kedua adalah genotipe kedelai terdiri atas 18 genotipe. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah cabang total, jumlah cabang produktif, jumlah buku pada batang utama, jumlah buku total, luas daun, umur berbunga, umur masak, jumlah klorofil, jumlah polong total, jumlah polong isi, jumlah biji per tanaman, bobot biji per tanaman, bobot 100 biji, bobot biomasa, dan indeks panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas cahaya berpengaruh terhadap peningkatkan tinggi tanaman dan luas daun, serta penurunan jumlah cabang total, jumlah cabang produktif, jumlah buku total, jumlah polong total, jumlah polong isi, jumlah biji pertanaman, bobot biji pertanaman, dan bobot biomasa tanaman kedelai. Karakter morfofisiologi yang menunjang tanaman kedelai toleran terhadap cekaman intensitas cahaya rendah adalah tinggi tanaman, jumlah buku total, luas daun, jumlah polong total, jumlah polong isi, jumlah biji per tanaman, dan bobot biji per tanaman. Genotipe kedelai toleran cekaman intensitas cahaya rendah berdasarkan nilai Indeks Toleransi Cekaman (ITC) adalah G2 (Slamet), G3 (PB4-1), G4 (PB4-2), dan G1 (Dena 2).The research aimed to understand response diversity of soybean's genotype that tested by low light intensity condition, understand soybean's morphological characteristics that resistant to low light intensity stress, and obtain soybean's better than variety possess resistant to low light intensity condition (Dena 2). This research was conducted at experimental land of Agriculture Faculty, Karangwangkal village, Purwokerto Utara district, Banyumas regency on November 2017 until March 2018. Research design that used was split plot design with two factors and three replications. First factor was light intensity consisted of N0 (shadeless) and N1 (50% shade). Second factor were 18 soybean genotypes. Observations included plant's height, total branch number, productive branch number, node number on branch, total node number, leaf area, days to flowering, days to maturity, clorofil number, total pod number, contain pod number, total seed number per plant, seed weight per plant, weight of 100 seeds, biomass weight, and harvest index. Results showed that low light intensity affects the increase of plant's height and leaf area, and decrease of total branch number, productive branch number, total node number, total pod number, contain pod number, total seed number per plant, seed weight per plant, and biomass weight. Morphophysiological character that support soybean corps tolerant to low light intensity stress are plant’s height, total node number, leaf area, total pod number, contain pod number, total seed number per plant and seed weight per plant. Soybean's genotypes resistant to low light intensity stress based on the Stress Tolerance Index (STI) value are G2 (Slamet), G3 (PB4-1), G4 (PB4-2), dan G1 (Dena 2).
1895522274F1B112001EFEKTIVITAS BANTUAN DANA DESA UNTUK PEMBANGUNAN DI DESA KARANGGINTUNG KECAMATAN KEMRANJEN KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2017Dana desa merupakan program pemerintah sebagai upaya peningkatan kesejahteraan dan pemerataan pembangunan desa melalui peningkatan pelayanan publik di desa, memajukan perekonomian desa, mengatasi kesenjangan pembangunan antar desa, dan memperkuat masyarakat desa sebagai subyek pembangunan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis efektivitas penggunaan dana desa sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 60 tahun 2014 tentang Dana Desa yang Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara di Desa Karanggintung Kecamatan Kemranjen Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan masyarakat Desa Karanggintung yang terlibat dalam dana desa yang terdiri dari 187 orang. Sampel dalam penelitian ini menggunakan Simple Random Sampling atau pengambilan sampel dilakukan secara acak. Teknik analisis data menggunakan distribusi frekuensi dan rata – rata hitung (mean). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa bantuan dana desa untuk pembangunan di Desa Karanggintung Kecamatan Kemranjen Kabupaten Banyumas sudah efektif. Efektivitas bantuan dana desa dilihat dari ketepatan sasaran pembangunan, keberhasilan sosialisasi program, keberhasilan pencapaian tujuan, frekuensi pemantauan, efisiensi dan ekonomis. Secara keseluruhan masyarakat menyatakan pembangunan sudah efektif namun di lapangan ditemui ada beberapa pembangunan yang tidak sesuai dengan rencana. Village funds is goverment program for efforts to emprove the welfare and equity of villag development throught improving public services, advance the village economy, overcome the inter-village development gap and strengthen the villagers as the subject of development. The purpose of the reaserch is describe and analyze effectivenees, efficiancy and economical use of village funds according with goverment regulation No 60 of 2014 about village funds sourced from APBN in Karanggintung Village Kemranjen Sub-Distric Banyumas Disctrict. The method of the reaserch is quantitative methods with descriptive approach. The population of the reaserch is entire Karanggintung Village community is involved in a village fund of 187 people. The sample of the reasercher using Simple Random Sampling. The analysis techniques of the reasercher using frequency distribution and mean. The result of this reaserch is village funding for development in Karanggintung Village Kemranjen Sub-district of Banyumas District has been effective. The effectiveness of village funding is seen from the accuracy of the development targets, the success of the program socialization, the achievement of the objectives, the frequency of monitoring, efficiency and economics. Overall, the community stated that the development has been effective but in the field, there are some developments that are not in accordance with the plan.
1895622276C1B012032PENGARUH PERIKLANAN MELALUI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM, BRAND AWARENESS DAN PERSEPSI HARGA TERHADAP
KEPUTUSAN PEMBELIAN
(Survei pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNSOED Purwokerto)
Penelitian ini berjudul “Pengaruh Periklanan Melalui Media Sosial Instagram, Brand Awareness, dan Persepsi Harga Terhadap Keputusan Pembelian”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh periklanan melalui media sosial instagram, brand awareness, dan persepsi harga terhadap keputusan pembelian. Penelitian ini merupakan penelitian survey. Sampel berjumlah 100 responden ditentukan dengan teknik purposive sampling. Instrument penelitian ini berupa kuesioner. Uji validitas instrument menggunakan korelasi product moment sedangkan uji reliabilitasnya menggunakann Alpha Cronbcah. Teknik analisis data menggunakan regresi berganda.
Hasil penelitian menunjukan 1) periklanan melalui media sosial instagram berpengaruh terhadap keputusan pembelian. 2) brand awareness berpengaruh terhadap keputusan pembelian, 3) persepsi harga berpengaruh terhadap keputusan pembelian, 4) periklanan melalui media sosial instagram berpengaruh terhadap brand awareness, 5) periklanan melaui media sosial instagram berpengaruh dominan terhadap keputusan pembelian.
The tittle of this research is “The Influences of Instagram Advertising, Brand Awareness, and Price Perception to Purchase Decision. The purpose of this research is to test the influences of instagram advertising, brand awareness, price perception, and purchase decision. This study is a survey research. Total sample of 100 respondends is determined by purposive sampling technique. The research instrument was a questionnaire. Test the validity of the instrument using the product moment while the reliability test using Alpha Cronbach. The data analysis technique using multiple regression analysis.
The result showed that 1) Instagram advertising has positive influences on purchase decision, 2) brand awareness has positive influences on purchase decision, 3) price perception has positive influences on purchase decision, 4) instagram advertising has positive influences on brand awareness, 5) instagram advertising has a dominant influences on purchase decision.
1895722277C2C016042PENGARUH PERSEPSI RESIKO, KENIKMATAN BELANJA, DAN DESAIN SITUS
TERHADAP NIAT BELI ONLINE (STUDI PADA PELANGGAN ZALORA)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh persepsi
resiko, kenikmatan belanja, dan desain situs terhadap niat beli online dalam konteks online
shop dengan produk fashion dan aksesoris Zalora. Hasil penelitian ini diharapkan dapat
memberikan rekomendasi mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi niat pembelian
konsumen secara online, terutama mengenai faktor persepsi resiko, kenikmatan belanja, dan desain situs. Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini. Responden berjumlah 100 orang yang diambil di wilayah Kota Purwokerto. Metode non probability sampling dengan teknik purposive sampling digunakan dalam metode sampling dalam penelitian ini. Untuk menguji hubungan antar variabel digunakan metode analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi resiko berhubungan negatif dan signifikan terhadap niat beli online, kenikmatan belanja berhubungan positif dan signifikan terhadap niat beli online, dan desain situs berhubungan positif dan signifikan terhadap niat beli online. Hal ini memberikan masukan bagi perusahaan untuk memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan kepada para konsumen bahwa transaksi online dilakukan sesuai dengan yang dijanjikan demi meminimalisir resiko kerugian. Selain itu juga perlu menampilkan foto dan video mengenai produk-produk yang dijual dengan susunan yang menarik dan pengaturan (setting) yang memudahkan konsumen dalam berbelanja secara online dan meningkatkan kualitas desain situs melalui menambahkan fitur-fitur yang dibutuhkan oleh para konsumen
The purpose of this study is to analyze and determine the effect of risk perception, shopping enjoyment, and site design on online purchase intentions in the context of an online shop with fashion products and accessories Zalora. The results of this study are expected to provide recommendations on factors that affect the intentions of consumer purchases online, especially regarding risk perception factors, shopping enjoyment, and site design. Quantitative approach used in this research. Respondents numbered 100 people taken in Purwokerto City area. Method of non probability sampling with purposive sampling technique used in sampling method in this research. To test the relationship between variables used simple linear regression analysis method. The results show that risk perception is negatively and significantly related to online purchase intentions, shopping enjoyment is positively and significantly related to online purchase intentions, and site design is positively and significantly related to online purchasing intentions. This provides input for the company to provide security and comfort to the consumer that online transactions are done as promised in order to minimize the risk of loss. It also needs
to display photos and videos of products that are sold with an attractive arrangement and
settings that make it easy for consumers to shop online and improve the quality of site design through adding features needed by consumers.
1895822279A1M014040PENGARUH KONSENTRASI MINYAK SAWIT MERAH DAN SUHU PENAMBAHAN KOPI PADA PEMBUATAN KOPI MIX TINGGI ANTIOKSIDAN BERBASIS GULA KELAPA KRISTALKopi mix berbasis gula kelapa yang diperkaya minyak sawit merah merupakan alternatif minuman tinggi antioksidan bagi perokok. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengkaji pengaruh konsentrasi minyak sawit merah terhadap sifat fisikokimia dan sensori kopi mix; 2) Mengkajii pengaruh suhu penambahan bubuk kopi terhadap sifat fisikokimia dan sensori kopi mix; 3) Mengetahui kombinasi perlakuan terbaik antara konsentrasi minyak sawit merah dengan suhu penambahan bubuk kopi berdasarkan sifat fisikokimia dan sensori kopi mix. Perlakuan ini dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial dengan 9 kombinasi perlakuan, dan 3 ulangan sehingga menghasilkan 27 unit percobaan. Faktor yang diteliti adalah konsentrasi minyak sawit merah, terdiri atas: M1=3 ppm, M2=4 ppm, dan M3= 5 ppm serta suhu penambahan kopi bubuk, terdiri atas: T1=102oC, T2=105oC, dan T3= 108oC. Variabel yang diamati meliputi sifat fisik dan kimia (densitas kamba, warna, kadar air, kadar asam lemak bebas, kadar gula total, kadar gula reduksi, dan total fenol), sifat sensori (aroma, rasa masis, rasa pahit, flavor, off-flavor, kesukaan aroma, kesukaan rasa, kesukaan flavor, dan kesukaan keseluruhan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan terbaik kopi mix gula kelapa yaitu pada konsentrasi minyak sawit merah 3 ppm dan suhu penambahan bubuk kopi 105oC (M1T2) dengan karakteristik fisik, kimia, dan sensori yang dihasilkan adalah sebagai berikut: intensitas kecerahan 29,10; densitas kamba 0,577 g/ml, kadar air 5,35%bb, total fenol 2,697 mg/g, kadar asam lemak bebas 0,083%bk, kadar gula reduksi 3,73%bk, kadar gula total 54,32%bk, β-karoten 510,6μg/100g, tokoferol 0,69%, dan aktivitas antioksidan (DPPH) 73,1%. Karakteristik sensori kopi mix adalah: aroma agak kuat (3,64), rasa agak manis (4,04), rasa agak pahit (3,84), flavor agak enak (3,88), off-flavor sedikit kuat (4,72). Adapun tingkat kesukaan panelis terhadap produk kopi mix meliputi: aroma agak disukai (3,80), rasa agak disukai (3,84), flavor agak disukai (3,80), dan secara keseluruhan agak disukai (3,88).Mix coffee drink-coconut sugar based enriched with red palm oil is an alternative functional drink high antioxidant for smoker.Aimed of this research were: 1) To study the effect of red palm oil concentration towards the physical, chemical, and sensory properties of mix coffee; 2) To study the effect of temperature level adding coffee powder towards the physical, chemical, and sensory properties of mix coffee; 3) Determine the best combination between red palm oil concentration and temperature of coffee powder addition based on the physical, chemical, and sensory properties. The experiment was conducted experimentally with Randomized Block Design (RBD) method, with 9 treatment combination, and 3 replication, resulted in 27 experimental unit. The tested factor:1) Red palm oil concentration (M) that used in this research were 3 ppm (M1); 4
2
ppm (M2);5 ppm (M3). 2)Temperature of coffee addition (T) were 102oC (T1); 105oC (T2); and 108oC (T3). Variables which observed were physical (colour and bulk density), chemical (water content, reducing sugar content, total sugar content, free fatty acid content, phenolic total), and sensory variabels (aroma, sweetness, bitter taste, flavor, off-flavor, favorite level of : aroma, taste, flavor, and overall). The results showed that the best combination was mix coffee drink by adding red palm oil of 3 ppm which temperature of coffee addition was at 105oC (M1T2) with characteristics follows: the intensity of the brightness value were 29.10; dencity of kamba 0.577 g/ml; water content of 5.35%bb; total phenolic of 2.697 mg/g; free fatty acid of 0.083 %bk; reducing sugar of 3.73 %bk; total sugar 54.32%bk, β-karoten 510.6μg/100g, tochopherol 0.69%, and antioksidan activity (DPPH) 73.1%..The sensory characteristic as follows: slightly strong aroma (3.64); slightly sweet taste (4.04); slightly bitter taste (3.84); slightly delicious flavor (3.88); little stong off-flavor (4.72). While the panelist`s favorite level of mix coffee drink product as follows: aroma preferences slightly (3.80); flavor preference slightly (3.80); taste preference slightly (3.84) and overall preference slightly (3.88).
1895922280G1I014021HUBUNGAN POWER OTOT TUNGKAI DAN LENGAN TERHADAP PRESTASI TOLAK PELURU GAYA O’BRIENLatar Belakang : Kemampuan untuk memperoleh tolakan yang jauh pada tolak peluru dipengaruhi oleh faktor teknik dan kondisi fisik. Power otot tungkai dan lengan merupakan salah satu kondisi fisik yang penting dalam tolak peluru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan power otot tungkai dan lengan terhadap prestasi tolak peluru gaya O’brien pada mahasiswa PJKR Unsoed.
Metodologi : Desain penelitian ini cross sectional dengan sampel 39 mahasiswa PJKR Unsoed angkatan 2017. Analisis data menggunakan korelasi paerson dan korelasi ganda.
Hasil Penelitian : Ada hubungan antara power otot tungkai dengan prestasi tolak peluru gaya O’brien (p = 0,021; r = 0,367). Ada hubungan antara power otot lengan dengan prestasi tolak peluru gaya O’brien (p = 0,000; r = 0,538). Ada hubungan antara power otot tungkai dan lengan terhadap prestasi tolak peluru gaya O’brien (p = 0,001; r = 0,570). Terdapat kontribusi lebih dominan pada power otot lengan terhadap prestasi tolak peluru gaya O’brien.
Kesimpulan : Terdapat hubungan power otot tungkai dan lengan terhadap prestasi tolak peluru gaya O’brien pada mahasiswa PJKR Unsoed.
Background : The ability to get long repulsion on shot put is influenced by technical factor and physical conditions. Leg and arm muscle power is on of the most important physical conditions in shot put. This study aims to determine the correlation power of leg and arm muscle to the performance shot put O’brien style at PJKR Unsoed students.
Methods : The design of this study is cross sectional with a sample of 39 students of PJKR Unsoed generation of 2017. Data analysis using paerson correlation and double correlation.
Result : The correlation between leg muscle power with performance shot put O’brien style (p = 0,021; r = 0,367). The correlation between arm muscle power with performance shot put O’brien style (p = 0,000; r = 0,538). The correlation between power of leg and arm muscle to performance shot put O’brien style (p = 0,001; r = 0,570. There is more dominant contribution of arm muscle power to the performance shot put O’brien style.
Conclusion : There is correlation power of leg and arm muscle to performance shot put O'brien style on student of PJKR Unsoed.
1896022282A1M014014PENGARUH JENIS KEMASAN DAN KONSENTRASI MINYAK SAWIT MERAH TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA DAN SENSORI KOPI MIX TINGGI ANTIOKSIDAN SETELAH PENYIMPANAN TERTENTUKopi mix berbasis gula kelapa yang diperkaya dengan minyak sawit merah merupakan minuman yang berpotensi sebagai pangan fungsional karena mengandung tinggi antioksidan. Kombinasi antara kandungan bioaktif kopi, gula kelapa dan minyak sawit merah diharapkan dapat meningkatkan nilai fungsionalnya. Namun dibutuhkan kemasan yang tepat agar penurunan kualitas mutu selama penyimpanan dapat dikurangi. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui konsentrasi penambahan minyak sawit merah terhadap sifat fisik, kimia dan sensori kopi mix berbasis gula kelapa kristal selama penyimpanan; 2) Mengetahui pengaruh jenis kemasan terhadap sifat fisikokimia dan sensori kopi mix berbasis gula kelapa kristal yang diperkaya minyak sawit merah selama penyimpanan; 3) Menentukan kombinasi perlakuan terbaik antara konsentrasi penambahan minyak sawit merah dan jenis kemasan terhadap sifat fisik, kimia dan sensori selama penyimpanan. Faktor yang dicoba dalam penelitian ini meliputi konsentrasi minyak sawit merah, terdiri atas: 3 ppm(M1), 4 ppm(M2), dan 5 ppm(M3); serta jenis kemasan, terdiri atas: plastik PP (P1), kombinasi plastik PP dan aluminium foil (P2), dan aluminium foil (P3). Variabel fisik dan kimia yang diamati antara lain kecerahan, densitas kamba, kadar air, kadar gula total, kadar gula reduksi, total fenol, dan kadar asam lemak bebas. Variabel sensori yang diamati antara lain aroma, rasa manis, rasa pahit, flavor, off-flavor, serta kesukaan terhadap aroma, rasa, flavor, dan keseluruhan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kombinasi perlakuan terbaik berdasarkan uji indeks efektifitas yaitu perlakuan konsentrasi minyak sawit merah 3 ppm, dan jenis kemasan kombinasi aluminium foil dan plastik PP. Selama penyimpanan 3 bulan terjadi perubahan karakteristik sifat fisik dan kimia produk, yaitu terjadi peningkatan pada kadar air 0,51%, kadar FFA 0,157%, kadar gula reduksi 0,157%, kecerahan 3,333 (L) dan densitas kamba 0,0197 g/ml serta penurunan pada kadar total fenol 0,53% dan kadar gula total 2,99%. Sifat sensoris kopi mix setelah penyimpanan 3 bulan yaitu: aroma kopi sedikit kuat (3,4), rasa manis (4,32), rasa sedikit pahit (3,24), flavor agak enak (3,8), off flavor kuat (4,84), aroma kopi agak disukai (3,64), rasa agak disukai (3,64), flavor agak disukai (3,76), serta kesukaan terhadap produk agak disukai (3,72).Coffee-based coconut sugar mix is enriched with red palm oil is a potential beverage as functional food because it contains high antioxidants. The combination of bioactive compound of coffee, coconut sugar and red palm oil is expected to increase its functional value. However, appropriate packaging is required for different quality during storage to be reduced. This study aims to: 1) Know the concentration of red palm oil addition to the physical, chemical and sensory properties of sugar-based coffee mix of coconut crystal during storage; 2) To know the effect of packaging type on the physicochemical and sensory properties of coffee-based coconut sugar mix of red palm-enhanced coconut oil during storage; 3) Determine the best combination of concentrations of red palm oil addition and packaging type on physical, chemical and sensory properties during storage. Factors tried in this study include the concentration of red palm oil, consisting of: 3 ppm (M1), 4 ppm (M2), and 5 ppm (M3); and packaging type, consist of: PP plastic (P1), combination of PP plastic and aluminum foil (P2), and aluminum foil (P3). Physical and chemical variables observed include brightness, density of kamba, moisture content, total sugar content, reducing sugar content, total phenol, and free fatty acid content. Sensory variables observed include aroma, sweet taste, bitter taste, flavor, off-flavor, and a fondness for flavor, flavor, flavor, and whole. The best treatment combination was based on the effectiveness index test which retains the smallest change during storage against physical and chemical properties that was the addition of 3 ppm red palm oil packed with combination packaging (M1P2).. During storage of 3 months there was a change of characteristic of physical and chemical properties of the product, ie there was an increase in water content of 0,51%, FFA 0,157%, reducing sugar 0,157%, brightness 3,333 (L) and density of kamba 0,0197 g / ml and decrease in total phenol content of 0.53% and total sugar content of 2.99%. The sensory properties of coffee mix after 3 months storage were: strong coffee aroma (3.4), sweet taste (4.32), slightly bitter taste (3,24), slightly tasty flavor (3,8), strong off flavor ( 4.84), the preferred coffee aroma (3.64), the preferred flavor (3.64), the preferred flavor (3.76), and the preferable to the preferred product (3.72).