Artikelilmiahs

Menampilkan 18.601-18.620 dari 50.060 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1860121863H1C014019ANALISIS ALIRAN DAYA PADA KASUS UPRATING TRAFO GI
KEBASEN PT. PLN (PERSERO) APP PURWOKERTO
Kebutuhan listrik di masyarakat meningkat dari tahun ke tahun. PT. PLN
sebagai perusahaan yang bergerak di bidang kelistrikan menangani permasalahan
tersebut. Pada data beban PLN Rayon Tegal daya konsumen yang dibutuhkan
membekak namun suplai daya tetap, menyebabkan listrik di masyarakat sering
padam dan dapat merusak peralatan tenaga listrik. Tercatat pada GI Kebasen Tegal
bulan Oktober 2015 beban puncak pada trafo 1 berkapasitas 20 MVA sebesar 18.3
MW. Nilai beban 18,3 MW sudah melewati batas pengoprasian trafo yaitu pada
SPLN D3. 002-1:2007 maksimal pengoperasian trafo bekerja pada kapasitas 80%.
PT. PLN melakukan peningkatan kapasitas daya (uprating) pada GI Kebasen Tegal
trafo 1, yaitu trafo dengan kapasitas 20 MVA dinaikkan menjadi 60 MVA dan
penambahan penyulang menjadi 17 penyulang yang semula berjumlah 15
penyulang. Dari permasalahan tersebut penelitian ini akan menganalisis aliran daya
pada kasus uprating trafo GI Kebasen melalui perbandingan data di lapangan,
perhitungan teoritis, serta simulasi menggunakan software ETAP 12.6.0. Sehingga
diharapkan dapat menghasilkan aliran daya yang baik dan mendapatkan kondisi
ideal pada tiap trafo.
Dari hasil simulasi yang dilakukan didapatkan bahwa trafo I GI Kebasen sebelum
uprating terjadi overload sehingga pada simulasi trafo I dalam kondisi critical.
Pada kondisi sebelum uprating tegangan operasi terkecil terdapat pada penyulang
KSN14 yaitu sebesar 16,661 kV. Setelah uprating trafo I GI Kebasen tidak
berwarna merah melainkan berwarna hitam atau normal. Tegangan operasi pada
penyulang KSN14 menjadi 19,164 kV. Tegangan operasi terbesar terdapat pada
penyulang KSN03 yaitu sebesar 19,634 kV dan tegangan operasi terkecil terdapat
pada penyulang KSN10 yaitu sebesar 18,892 kV. Pengoperasian trafo dan tegangan
operasi setelah uprating telah memenuhi kebijakan SPLN D3. 002-1:2007 dan
SPLN no.1:1978.
The need for electricity is increasing from year to year. PT. PLN as a
company engaged in the field of electricity handle the problem. On the data load
PLN Rayon Tegal consumer power needed. was increasing, but the supply of power is fixed. causing electricity in the community often outages and can damage
electrical equipment. Recorded on GI Kebasen Tegal in October 2015 peak load
on transformer 1 with 20 MVA capacity of 18.3 MW. The load value of 18.3 MW
has passed the limits of the transformer operation on SPLN D3. 002-1: 2007
maximal operation of transformer works at 80% capacity. PT. PLN increased its
power capacity (uprating) at Kebasen Tegal GI transformer 1, ie a transformer
with a capacity of 20 MVA increased to 60 MVA and additional repeater to 17
repeater which originally amounted to 15 feeders. From this problem this research
will analyze the power flow in uprating case of GI Kebasen transformer through
comparison of data in field, theoretical calculation, and simulation using ETAP
12.6.0 software. So it is expected to produce a good power flow and get ideal
conditions on each transformer.
From result of simulation which done got that transformer I GI Kebasen before
uprating happened overload so that simulation of transformer I in critical
condition. In the condition before uprating the smallest operating voltage is in the
KSN14 repeater that is equal to 16,661 kV. After uprating I GI Kebasen transformer
is not red but black or normal. The operating voltage at the KSN14 feeder is 19,164
kV. The largest operating voltage is in KSN03 repeater that is 19.634 kV and the
smallest operating voltage is in KSN10 feeder that is 18,892 kV. Operation of
transformer and operating voltage after uprating has complied with SPLN D3
policy. 002-1: 2007 and SPLN no.1: 1978.
1860221960F1C014079Studi Fenomenologi Konsep Diri Sindhen di Kabupaten BanyumasKeberadaan sindhen di zaman modern ini semakin bergeser seiring dengan jarangnya pergelaran wayang kulit. Sindhen saat ini hanya dipandang sebelah mata oleh masyarakat, namun di sisi lain sindhen adalah seorang “superstar” di dalam pergelaran wayang. Kebanyakan sindhen mempunyai profesi lain seperti ibu rumah tangga, pelajar, ataupun pegawai negeri. Di Kabupaten Banyumas sesungguhnya mempunyai banyak sindhen. Terdapat sindhen lanang dan wadon, namun penelitian ini hanya terfokus pada sindhen wadon.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses menjadi sindhen dan konsep diri sindhen sebelum menjadi sindhen, pada saat nyinden dan setelah menjadi sindhen.

Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang mencari pemahaman mendalam, serta berusaha memahami arti peristiwa dan kaitannya terhadap orang-orang yang berada dalam situasi tertentu. Pemilihan informan adalah dengan teknik purposive sampling dengan kriteria: Sindhen yang berdomisili di Kabupaten Banyumas dan sudah berprofesi sebagai sindhen minimal sepuluh tahun.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada proses khusus untuk menjadi seorang sindhen. Seseorang hanya harus memiliki niat dan kerja keras untuk menjadi seorang sindhen serta ada yang menggunakan ritual khusus dan ada juga yang tidak menggunakan ritual khusus untuk menjadi seorang sindhen. Untuk dapat nyinden, seseorang dapat belajar secara otodidak maupun ikut grup karawitan ataupun menonton dari kaset-kaset.
The existence of sindhen in modern times is increasingly shifting along with the rarely performances of wayang kulit. Sindhen is currently viewed only by the eyes of the people, but on the other hand sindhen is a "superstar" in the wayang performance. Most sindhen have other professions such as housewives, students, or civil servants. In Kabupaten Banyumas actually has a lot of sindhen. There is sindhen lanang and wadon, but this research only focuses on sindhen wadon.

The study aims to determine the motivation and self-concept of sindhen before, becoming, at the time and after being a sindhen.

This research uses a qualitative methodology with a phenomenological approach that seeks deep understanding, and seeks to understand the meaning of events and their relation to people who are in certain situations. Selection of informants is by using purposive sampling technique with criteria: Sindhen domiciled in Banyumas Regency and has been working as a sindhen for at least ten years.

The results of this study indicate that there is no specific process to be a sindhen. One must only have the intention and hard work to become a sindhen and there is no special ritual to be performed by a sindhen. To be able to sing, one can learn self-taught or participate in karawitan groups or watch from the tapes.

1860321894B1J014002UJI SENSITIVITAS KULTUR SEL Madin-Darby Canine Kidney (MDCK) TERHADAP VIRUS INFLUENZA BVirus membutuhkan inang untuk dapat berkembang biak. Salah satu media perkembangan virus yang bersifat in vitro adalah kultur sel. Kultur sel yang digunakan adalah kultur sel MDCK yang diketahui merupakan kultur sel yang paling efisien untuk pertumbuhan virus dan mendukung isolasi virus. Isolasi virus bertujuan untuk mengonfirmasi keberadaan virus serta untuk karakterisasi virus selanjutnya. Isolasi virus dilakukan dengan menggunakan virus Influenza B. Uji Hemaglutination assay (HA) dikonfirmasi oleh TCID50 untuk menguji tingkat sensitivitas kultur sel. Penelitian uji sensitivitas kultur sel MDCK dilakukan untuk mengetahui kecepatan pertumbuhan, morfologi, dan titer virus yang dihasilkan pada sel yang berbeda passage number (#24 dan #56). Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian eksperimental dengan rancangan penelitian yang diterapkan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial, desktriptif kualitatif, dan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Parameter yang diamati adalah kecepatan pertumbuhan, morfologi, dan titer virus yang dihasilkan oleh sel MDCK. Analisis data berbentuk deskriptif, uji ANOVA faktorial untuk kecepatan pertumbuhan sel dan titer virus yang dihasilkan pada sel passage number yang berbeda (#24 dan #56). Apabila hasil menunjukkan berbeda nyata maka diuji lanjut dengan menggunakan Tukey HSD atau disebut dengan uji BNJ (Beda Nyata Jujur). Hasil penelitian menyatakan bahwa MDCK dengan high passage menunjukkan tingkat sensitivitas yang lebih baik, pada pemantauan kecepatan pertumbuhan sel, morfologi, dan titer virus yang dihasilkan oleh sel MDCK yang didapat berdasarkan uji HA dan TCID50. Hasil HA dan TCID50 menunjukkan untuk virus B/Indonesia/NIHRDI-MLG295/2016 yang ditanam pada MDCK dengan high passage menghasilkan titer HA mencapai 32 HAU dan titer TCID50 yang paling tinggi yaitu mencapai 1,99 X 105 TCID50/mL.Virus requires host to breeding. One of the growth media of virus that is in vitro is cell culture. MDCK cel culture is the most efficient cell culture for virus growth and virus isolation. Virus isolation aims to confirm the presence of virus as well as for further virus characterization. Viral isolation was performed using Influenza B test. Haemagglutination test (HA) was confirmed by TCID50 to test the sensitivity level of cell culture. The research on sensitivity test of MDCK cell culture was done to determine the growth rates, morphology, and titre of viruses produced on different cell passage numbers (# 24 and # 56). The research method used is experimental research method with research design that used is Random Design Factorial Complete (RAL), qualitative descriptive, and Randomized Block Factorial Design (RAK). The parameters observed were growth rate, morphology, and viral titer produced by MDCK cells. Descriptive data analysis, factorial ANOVA test for cell growth rate and virus titre produced on different cell passage numbers (#24 and #56). If the results show significant differences then tested further by using BNJ test. The results showed that high passage MDCK showed the best sensitivity levels, on monitoring cell growth, morphology, and virus titre levels generated by MDCK cells obtained under HA and TCID50 tests. The HA and TCID50 results show for the B/Indonesia/ NIHRDI-MLG295/2016 virus that grows in MDCK with high passage produced the HA titers 32 HAU and the highest titer TCID50 of 1,99 X 105 TCID50/Ml.
1860421924C1A014008FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEUNTUNGAN USAHA KERUPUK KULIT DI DESA DUKUH KECAMATAN SINDANG KABUPATEN INDRAMAYUPenelitian ini berjudul "Determinan Profitabilitas Usaha Kerupuk Kulit Ikan di Desa Dukuh, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu". Usaha kerupuk kulit ikan adalah industri rumah tangga yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian Desa Dukuh. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survei dan sampling acak untuk usaha kerupuk kulit ikan di Desa Dukuh, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu. Data primer dikumpulkan dengan wawancara berbasis kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur perusahaan, pendidikan dan media sosial tidak berpengaruh signifikan terhadap laba usaha kerupuk kulit ikan di Desa Dukuh, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu. Penelitian ini juga menemukan bahwa perputaran aktiva tetap dan penjualan berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas usaha kerupuk kulit ikan di Desa Dukuh, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu. Pertama, untuk meningkatkan profitabilitas kerupuk kulit ikan, perusahaan harus memaksimalkan pemanfaatan aset tetap seperti alat produksi sehingga menghasilkan lebih efektif dan efisien. Kedua, untuk meningkatkan volume penjualan, para wirausahawan harus meningkatkan kualitas dan inovasi. Ketiga, pengusaha dan pekerja perlu menghadiri berbagai pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan mereka dalam mengelola bisnis. Keempat, untuk bisa memasarkan produk dengan jangkauan promosi yang lebih luas pengusaha di era modern ini bisa memanfaatkan media sosial.This research entitled "Determinants of the Profitability of Fish skin Cracker Business in Dukuh Village, Sindang District, Indramayu Regency". Fish skin cracker business is a household industry which has big contribution to the economy of Dukuh Village. This research is a quantitative research using survey and random sampling method for fish skin cracker business in Dukuh Village, Sindang District, Indramayu Regency. Primary data were collected by questionnaire-based interview. The result shows that age of firm, education and social media did not have a significant effect on the profit of fish skin cracker business in Dukuh Village, Sindang District, Indramayu Regency. This study also finds that fixed asset and sales turnover have positive and significant effect on the profitability of fish skin cracker business in Dukuh Village, Sindang District, Indramayu Regency. First, in order to increase the profitability of fish skin crackers, the enterprises should maximize the utilization of fixed assets such as production tools so as to produce more effectively and efficiently. Second, to increase the volume of sales, the entrepreneurs should improve the quality and innovation. Third, employers and workers need to attend various training to improve their knowledge and ability in managing the business. Fourth, to be able to market the product for a wider range of consumers and areas, the entrepreneurs in this modern era can take advantage of social media.
1860521953H1B013027Sifat-Sifat Operasi Perkalian Box Dot pada Dua Graf FuzzyPenelitian ini mengkaji sifat-sifat operasi perkalian box dot pada dua graf fuzzy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa operasi perkalian box dot pada dua graf fuzzy sembarang merupakan graf fuzzy, operasi perkalian box dot pada dua graf fuzzy kuat merupakan graf fuzzy kuat dan derajat titik fuzzy pada graf fuzzy hasil operasi perkalian box dot berkaitan dengan derajat keanggotaan titik fuzzy dan sisi fuzzy dari kedua graf fuzzy. This study is about the properties of two fuzzy graphs which is operated operated by box dot product operation. The result of this study are box dot product of two fuzzy graphs is fuzzy graph, box dot product of two strong fuzzy graphs is strong fuzzy graph and degree of vertex from fuzzy graphs using box dot product operation relate to degree of membership of vertex and edge from each graphs.
1860621866G1H013003HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DAN KEBIASAAN SARAPAN DENGAN KEBUGARAN JASMANI SISWA KELAS VII DI SMP ISLAM WALISONGO KEMBARANAbstrak
HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DAN KEBIASAAN SARAPAN DENGAN KEBUGARAN JASMANI SISWA KELAS VII DI SMP ISLAM WALISONGO KEMBARAN

Tia Seftiana, Ngadiman, Atikah Proverawati

Latar Belakang: Kebugaran jasmani adalah kemampuan tubuh untuk melakukan kegiatan sehari-hari tanpa menimbulkan kelelahan fisik dan mental yang berlebihan. Faktor yang mempengaruhi kebugaran jasmani salah satunya adalah status gizi dan kebiasaan sarapan. Pada anak usia 13-15 tahun anak mencapai hasil yang maksimal dalam melakukan kemampuan gerak seperti lari, lompat jauh tanpa awalan, dan melempar jarak jauh.

Metodelogi: rancangan penelitian adalah analitik dengan design Crossectional. Penelitian dilakukan di SMP Islam Walisongo. Jumlah sampel 31 siswa diambil dengan teknik Purposive Sampling dengan memperhatikan kriteria inklusi dan eksklusi. Uji statistik menggunakan Fisher Exact’s Test. Instrumen penelitian status gizi menggunakan indeks antropometri IMT/U, kebiasaan sarapan menggunakan kuesioner dan kebugaran jasmani menggunakan Tes Kesegaran Jasmani Indonesia.

Hasil Penelitian: Tidak ada hubungan antara status gizi dengan kebugaran jasmani (p=1,000). Tidak ada hubungan kebiasaan sarapan dengan kebugaran jasmani (p=1,000).

Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara status gizi dengan kebugaran jasmani. Tidak ada hubungan antara kebiasaan sarapan dengan kebugaran jasmani.

Kata Kunci: Status gizi, Kebiasaan sarapan, Kebugaran jasmani.
Abstract

CORRELATION BETWEEN NUTRITION STATUS AND BREAKFAST WITH PHYSICAL FITNESS STUDENT GRADE VII IN WALISONGO ISLAMIC JUNIOR SCHOOL, KEMBARAN
Tia Seftiana, Ngadiman, Atikah Proverawati

Background : Physical fitness is the body’s ability to perform daily activities without causing excessive physical and mental fatigue. One of the factors that affect physical fitness is the nutritional status and breakfast habits. Children aged 13-15 years achieved maximum results in performing motion abilities such as running, long jump without prefix, and throwing long distances.

Method : The study design is analytical with crossectional design. The study was conducted at Walisongo Islamic Junior High School. There are 31 students as sample taken with purposive sampling technique by considering inclusion and exclusion criteria. Statistical test using Fisher Exact’s Test. Nutritional status using anthropometry index IMT / U, breakfast habits using questionnaire and physical fitness using Indonesian Physical Freshness Test.

Results: There is no correlation between nutritional status and physical fitness (P= 1000). There is no relationship between breakfast habits and physical fitness (p = 1,000).

Conclusion : There is no correlation between nutritional status and physical fitness. There is no relationship between breakfast habits and physical fitness.

Keywords: nutritional status, breakfast habits, physical fitness.

1860721874D1E014177HUBUNGAN ANTARA UKURAN LEBAR DADA DAN TINGGI PUNDAK DENGAN BOBOT BADAN SAPI BALI JANTANHubungan Lebar Dada dan Tinggi Pundak dengan Bobot Badan Sapi Bali Jantan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari tentang hubungan antara lebar dada dan tinggi pundak terhadap bobot badan sapi Bali jantan. Materi yang digunakan untuk penelitian adalah sapi Bali jantan sebanyak 60 ekor. Variabel yang diukur adalah lebar dada (LD), tinggi pundak (TP) dan bobot badan (BB). Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survei dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Data dianalisis menggunakan korelasi dan regresi berganda menggunakan variabel bebas lebar dada dan tinggi pundak dengan variabel terikat yaitu bobot badan. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa lebar dada dan tinggi pundak berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap bobot badan sapi Bali jantan, sehingga dapat digunakan untuk menduga bobot badan sapi Bali jantan dengan persamaan regresi yaitu BB = - 383,567 + 7,734 LD + 3,199 TP dengan koefisien korelasi (r) = 0,740. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan terdapat hubungan antara lebar dan tinggi pundak dengan bobot badan sapi Bali jantan.The Correlation between Chest Width, Shoulder Height with Body Weight of Bali Bulls . This study aims to determine and study about the correlation between Chest Width, Shoulder Height with Body Weight of Bali Bulls. The material used for the research was 60 Bali bulls. The measured variables were chest width (LD), shoulder height (TP) and body weight (BB). The method used in this research was survey method with sampling technique by purposive sampling. Data were analyzed using correlation and multiple regression using chest width and shoulder height as the independent variable with dependent variable was body weight. The result of variance analysis showed that chest width and shoulder height, there was very significant relationship (P <0.01) with the weight of Bali bull body, so it can be used to estimate the weight of Bali bull body with regression equation was BB = - 383,567 + 7,734 LD + 3,199 TP with correlation coefficient (r) = 0.740. Based on these results can be concluded that there is a relationship between width of chest and height of shoulders with the body weight of Bali bulls.
1860821867D1E014126Pengaruh Konsentrasi Larutan Kulit Pisang Kepok (Musa paradisiaca normalis) terhadap Penurunan Bobot dan Kedalaman Rongga Udara Telur Ayam ArabTujuan penelitian ini adalah mengkaji konsentrasi larutan kulit pisang kepok yang paling baik untuk menghambat penurunan bobot dan kedalaman rongga udara telur ayam Arab. Materi yang digunakan adalah telur ayam Arab umur satu hari sebanyak 90 butir. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan konsentrasi larutan kulit pisang kepok yaitu P1=20%, P2=30%, P3=40% serta diulang sebanyak 6 kali. Data dianalisis menggunakan analisis variansi dan uji orthogonal polinomial. Hasil analisis menunjukkan rata-rata penurunan bobot telur untuk P1, P2 dan P3 masing-masing 2,00 ± 0,237 g, 1,79 ± 0,269 g, dan 1,62 ± 0,132 g. Hasil analisis menunjukkan rata-rata kedalaman rongga udara telur untuk P1, P2 dan P3 masing-masing 10,28 ± 0,478 mm, 9,58 ± 0,337 mm, dan 9,11 ± 0,247 mm. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penggunaan konsentrasi larutan kulit pisang kepok berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap penurunan bobot telur dengan persamaan Y = −0,0189X + 2,3714; r = 0,61 dan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kedalaman rongga udara dengan persamaan Y = −0,0586X + 11,414; r = 0,82. Kesimpulan: larutan kulit pisang kepok dengan konsentrasi 40% merupakan konsentrasi yang paling baik untuk menghambat penurunan bobot dan kedalaman rongga udara telur ayam Arab selama penyimpanan 30 hari pada temperatur ruang.
The aim of this research is to investiged the best concentration of banana peel solution to inhibit the decrease of weight and depth of air sac of Arabian chicken eggs. The material used 90 Arabian chicken eggs. The research was done by experiment method. The design of the research was Completely Randomized Design (RAL) with 3 treatment concentrations of banana peel solution namely P1=20%, P2=30%, P3=40% and each treatments was 6 replicated. Data were analyzed with variance analysis and orthogonal polynomial test. The results of the analysis showed that the average of the decrease of egg weight for P1, P2 and P3 were 2,00 ± 0,237 g, 1,79 ± 0,269 g, and 1,62 ± 0,132 g. The results of the analysis showed that the average of the depth of air sac for P1, P2 and P3 were 10,28 ± 0,478 mm, 9,58 ± 0,337 mm, and 9,11 ± 0,247 mm respectively. The result of variance analysis showed that the use of banana peel solution concentration significantly (P<0,05) on the decrease of egg weight with the equation Y = -0,0189X + 2,3714; r = 0,61 and highly significant (P<0.01) on the depth of air sac with the equation Y = -0,0586X + 11,414; r = 0,82. Conclusion: banana peel solution with concentration 40% is the best concentration to inhibit the decrease of weight and depth of air sac of Arabian chicken eggs during 30 days storage at room temperature.

1860921868F1G014022Analisis Struktural dalam novel Ikhtiar Cinta dari Adonara Karya J.S MaulanaSkripsi ini berjudul “Analisis Struktural Novel Ikhtiar Cinta dari Adonara Karya J.S Maulana”. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui tentang struktur novel Ikhtiar Cinta dari Adonara. Penelitian ini menggunakan tinjauan struktural yang terdiri dari alur, tokoh dan penokohan, latar, sudut pandang, dan tema. Manfaat penelitian ini yaitu diharapkan dapat memberikan manfaat yang berguna terhadap pengembangan ilmu sastra khususnya teori struktural tentang analisis tematik novel, diharapkan menjadi bahan referensi penelitian selanjutnya, menambah wawasan, pengetahuan, dan dapat diambil pelajaran bagi pembaca tentang struktural novel Ikhiar Cinta dari Adonara Karya J.S Maulana.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis, yaitu mendeskripsikan pemecahan masalah dan melukiskan objek berdasarkan fakta-fakta yang kemudian disusul dengan analisis. Sumber data yang digunakan adalah novel Ikhiar Cinta dari Adonara karya J.S Maulana. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah teknik baca dan teknik catat kemudian dianalisis. Teknik analisis data adalah dengan menganalisis struktur novel yaitu alur, tokoh dan penokohan, latar, sudut pandang, dan tema. Novel Ikhiar Cinta dari Adonara karya J.S Maulana bercerita tentang ketidakadilan perempuan Adonara yang harus mengikuti adat yang berlaku di masyarakat.
Alur novel Ikhiar Cinta dari Adonara adalah menggunakan alur campuran. Tokoh yang mendominasi adalah Syarifah selain itu tokoh tambahannya adalah Rais, Fatimah, Masyittah, Haji Oemar, Bu Saudah, Wahid, Sinta, Pak Mahmud, Pak Mansur, Bu Mansur, Anisa, dan sebagainya. Latar pada novel Ikhiar Cinta dari Adonara terbagi menjadi tiga yaitu latar tempat, latar waktu, dan latar sosial. Sudut pandang pada novel Ikhiar Cinta dari Adonara, menggunakan sudut pandang third person-omniscient atau dia mahatahu. Setelah dilakukan analisis terhadap struktur novel selanjutnya dapat ditemukan tema yang terkandung dalam novel tersebut. Tema tersebut terbagi menjadi lima jenis yaitu: tema jasmaniah, tema organik, tema sosial, tema egoik, dan tema ketuhanan.
The research is entitled “Analisis Struktural Novel Ikhtiar Cinta Dari Adonara Karya J.S Maulana”. This research aims at analyzing the structure elements from the novel of J.S Maulana’s Iktiar Cinta dari Adonara. The research employs the structure analysis consisting of plot, character and characterization, setting, point of view, and theme. It is also hoped to provide useful benefits to the development of literature, especially theories about novel structure analysis it is expected to be a reference forfurther research, add insight, knowledge, and can be learned for the readers about structure novel Ikhtiar Cinta dari Adonara Karya J.S Maulana.
The research is using descriptive method of analysis, which describes problem solving and the describe object based on facts which then followed by analysis. The data source used is novel Ikhtiar Cinta dari Adonara Karya J.S Maulana. Data collection techniques is using the technique of reading and engmeering record and then analysis. Data analysis technique is to analyze the novel structure of the plot, character and characterization, setting, point of view, and theme. Novel Ikhtiar Cinta dari Adonara Karya J.S Maulana tells about the injustice of Adonara women who have to follow the prevailing customs in society.
Novel Ikhtiar Cinta dari Adonara Karya J.S Maulana is using a mixed ploy. The dominant figure is Syarifah. Besides the additional characters are Rais, Fatimah, Masyittah, Haji Oemar, Mrs. Saudah, Wahid, Sinta, Mr. Mahmud, Mr. Mansur, Mrs. Mansur, Anisa, and so on. The setting of Ikhtiar Cinta dari Adonara is divided into three; the place setting, the time setting, and the social setting. The point of view of Ikhtiar Cinta dari Adonara Karya J.S Maulana using the third person-limited or limited point of view, after the analysis of the structure of the novel can be found later contained in the novel. The theme is divided into five types: physical theme, organic theme, social theme, egoic theme, and divine theme.
1861021865E1A014030TINDAK PIDANA DENGAN SENGAJA MEMBUJUK ANAK UNTUK MELAKUKAN PERSETUBUHAN (TINJAUAN YURIDIS PENGADILAN NEGERI TANGERANG NOMOR 1930/PID SUS/2014/PN.TNG) Tindak Pidana dengan Sengaja Membujuk Anak untuk Melakukan Pencabulan merupakan ancaman yang serius terhadap generasi penerus bangsa, hal tersebut termasuk dalam kejahatan kesusilaan yang sangat mencemaskan dan memunculkan pengaruh psikologis terhadap korbannya yang masih di bawah umur maka dalam penanganannya haruslah benar-benar ditangani dengan serius.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan unsur-unsur Pasal 81 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo. Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 dalam Putusan Nomor 1930/ PID.SUS/ 2014/ PN.TNG tentang tindak pidana persetubuhan terhadap anak.
Hakim dalam menjatuhkan pidana pada Putusan Nomor 1930/ PID.SUS/ 2014/PN.TNG telah mempertimbangkan dasar mengadili, dasar memutus, dan nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat. Telah terpenuhinya unsur-unsur Pasal 81 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentangPerlindunganAnak Jo. Undang-Undan gNomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002, dengan mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan yang meringankan terdakwa. Oleh karena itu maka Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tangerang berkeyakinan bahwa terdakwa terbukti secara sah melakukan tindak pidana “membujuk anak untuk melakukan persetubuhan” dan menjatuhkan pidana berupa pidana penjara selama 10 (sepuluh) dan denda sebesar Rp. 60.000.000,- (enam puluh juta rupiah) subsidair 6 (enam) bulan penjara.
Kata kunci : Membujuk, Anak, Persetubuhan
Crime by deliberately obscene Persuade Children to Perform a serious threat to the future generation, it is included in the crime of decency that is very worrisome and raises psychological effect on the victim who was a minor then the treatment must be thoroughly dealt with severely.
The purpose of this study was to determine the application of the elements of Article 81 Paragraph (2) of Law No. 23 of 2002 on Child Protection Jo. Act No. 35 of 2014 on the Amendment of Act No. 23 of 2002 in Decision No. 1930 / PID.SUS / 2014 / PN.TNG on the crime of sexual intercourse against a child.
The judge in the criminal dropped on Decision No. 1930 / PID.SUS / 2014 / PN.TNG judge has considered basic, basic disconnected, and the values that live in the community. It has been the fulfillment of the elements of Article 81 Paragraph (2) of Law No. 23 of 2002 tentangPerlindunganAnak Jo. Undan gNomor Law 35 of 2014 on the Amendment of Act No. 23 of 2002, to consider the aggravating and mitigating defendant. Therefore, the Tangerang District Court Judge believes that the defendant is legally committed the crime of "persuading a child to perform sexual intercourse" and convict the form of imprisonment for 10 (ten) and a fine of Rp. 60,000,000, - (sixty million rupiahs) subsidiary 6 (six) months imprisonment.
Keywords: Persuade, Child, Intercourse
1861121869B1J013153Optimasi Temperatur, Agitasi dan Lama Waktu Hidrolisis Enzimatis Tandan Kosong Sawit (Elaeis guineensis) Menjadi XilosaKomponen utama tandan kosong sawit (TKS) adalah lignoselulosa yang terdiri dari selulosa, hemiselulosa dan lignin. Biomassa ligonoselulosa harus diberikan perlakuan awal dan hidrolisis enzimatis terlebih dahulu sebelum difermentasi. Perlakuan awal merupakan langkah pertama untuk memecah struktur lignoselulosa, sehingga selulosa lebih mudah diakses oleh enzim. Hidrolisis enzimatis merupakan proses hidrolisis selulosa untuk menghasilkan gula monomer yang tinggi. Enzim yang digunakan pada penelitian ini adalah Cellic® C-Tec2 dan H-tec2 dari Novozymes, Denmark. Enzim C-Tec2 digunakan sebagai enzim selulase untuk menghidrolisa selulosa dan H-Tec2 digunakan sebagai enzim β-glukosidase untuk menghidrolisa hemiselulosa. Proses fermentasi menggunakan Scheffersomyces stipitis untuk mendapatkan produk fermentasi. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan rancangan Box-Behnken Design (BBD) dengan pengolahan data menggunakan software Minitab 14 Statistical software. Parameter yang diukur adalah konsentrasi xilosa yang dihasilkan pada proses hidrolisis enzimatis dan konsentrasi xilosa, glukosa, xilitol serta etanol pada proses fermentasi, dianalisis menggunakan High Performance Liquid Chromatography (HPLC). Data yang telah diperoleh dianalisis menggunakan software Minitab 14 dengan metode Analysis of Variance (ANOVA). Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dari intensitas agitasi dan temperatur yang diberikan pada saat hidrolisis enzimatis (p-value¬¬ <0,05), tetapi lama waktu proses hidrolisis tidak memberikan pengaruh yang signifikan (p-value¬¬ >0,05). Penggunaan intensitas agitasi 125 rpm, temperatur 53oC selama 16 jam memberikan hasil konsentrasi xilosa tertinggi pada proses hidrolisis enzimatis, yaitu 8,37 g/L. Fermentasi yang dilakukan selama 120 jam menggunakan Scheffersomyces stipitis memberikan hasil konsentrasi etanol 7,24 g/L, namun tidak menghasilkan xilitol.The main component of oil palm empty-fruit-bunches (OPEFB) is lignocellulose which consists of cellulose, hemicellulose and lignin. Ligonocellulose biomass should be given pretreatment and enzymatic hydrolysis before it can be fermented. Pretreatment is the first step to break down the lignocellulose structure, so that cellulose is more readily accessible by enzymes. Enzymatic hydrolysis process is a process capable of producing high monomer sugar yield. The enzymes used in this study were Cellic® C-Tec2 and H-tec2 from Novozymes, Denmark. C-Tec2 is used as celullase enzyme for cellulose hydrolysis and H-Tec2 is used as β-glucosidase enzyme for hemicellulose hydrolysis. Fermentation process using Scheffersomyces stipitis to get fermentation product. The method used in this study is experimental method with Box-Behnken Design (BBD) which is using Minitab 14 Statistical software for data processing. The parameters measured are xylose concentration for hydrolysis enzymatic and xylose, glucose, xylitol and ethanol concentration for fermentation, using High Performance Liquid Chromatography (HPLC) analysis. The data obtained were analyzed using Minitab 14 software using Analysis of Variance (ANOVA) method. The result of this research showed that the agitation intensity and temperature influence the enzymatic hydrolysis with p-value <0,05, but hydrolysis time doesn’t give significant result because of p-value <0,05. The use of agitation intensity of 125 rpm, temperature 53oC at 16 hours gives the highest xylose concentration in hydrolysis enzymatic, which is 8,37 g / L, when xylose fermentation at 120 hours produced ethanol concentration, which is 7,24 g/L, but doesn’t produced xylitol.
1861221870F1I011028KEBIJAKAN GREAT FIREWALL OF CHINA PADA MASA PEMERINTAHAN XI JINPING (2013-2017)Jurnal ini mendiskusikan mengenai kebijakan cyberpolicy China yang dikenal sebagai The Great Firewall of China sebagai strategi cybersecurity Tiongkok era Xi Jinping. Skripsi ini menggunakan metode kualitatif dan menganalisa bagaimana kebijakan the Great Firewall of China diimplementasikan sebagai bentuk proteksi dan legitimasi rezimnya. Skripsi ini menggunakan konsep cybersecurity dan cybersovereignty yang melihat cyberspace sebagai domain baru politik internasional, khususnya politik Tiongkok. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa bagi pemerintahan Xi Jinping, kontrol pemerintah terhadap cyberspace itu adalah hal yang krusial dan harus dilakukan untuk mencapai keutuhan cyber sovereignty dan melegitimasi kekuasaan Xi Jinping dan politik Tiongkok.This journal discusses the China’s Cyberpolicy known as The Great Firewall China as strategy to protect China’s cybersecurity in Xi Jinping eras. The study uses qualitative method and analyze how The Great Firewall works as Xi Jinping’s instrument to protect and to legitimate his regime. This study use cybersecurity and cybersovereignty concept which focus to cyberspace as another area of international politics, Tiongkok especially. The results finds that cyberspace for Tiongkok in Xi Jinping era has crucial role and must be protected and controlled to reach cybersovereignty and legitimate Xi Jinping and Tiongkok’s politics
1861321871F1B112023PENGARUH MOTIVASI KERJA - DISIPLIN KERJA - LINGKUNGAN KERJA DAN KEMAMPUAN KERJA TERHADAP KINERJA
PEGAWAI HONORER FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis besarnya pengaruh Motivasi Kerja, Disiplin Kerja, Lingkungan Kerja dan Kemampuan Kerja terhadap Kinerja Pegawai. Merujuk pada beberapa teori dan pendapat para ahli serta beberapa hasil penelitian terdahulu hipotesis penelitian ini adalah terdapat pengaruh secara bersama-sama yang positif dan signifikan antara Motivasi Kerja, Disiplin Kerja, Lingkungan Kerja dan Kemampuan Kerja terhadap Kinerja Pegawai baik secara parsial maupun secara bersama-sama. Penelitian ini menggunakan metode survai, teknik analisis data yang digunakan adalah Korelasi Kendall Tau-c, Konkordansi Kendall W dan Regresi Ordinal. Hasil analisis menunjukkan terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara: (1) Motivasi Kerja terhadap Kinerja Pegawai. (2) Tidak Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Disiplin Kerja terhadap Kinerja Pegawai. (3) Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Pegawai. (4) Kemampuan Kerja terhadap Kinerja Pegawai. (5) secara bersama-sama Motivasi Kerja, Disiplin Kerja, Lingkungan Kerja dan Kemampuan Kerja terhadap Kinerja Pegawai.The purpose of this study is to know and analyze the magnitude of the influence of Work Motivation, Work Discipline, Work Environment and Working Capabilities of Employee Performance. Referring to some theories and opinions of experts as well as some previous research results hypotheses this research is there are positive and significant influence together between Work Motivation, Work Discipline, Work Environment and Work Ability to Performance Employees either partially or jointly. This research uses survey method, data analysis technique used is Kendall Tau-c Correlation, Kendall W Constancy and Ordinal Regression. The result of analysis shows that there is a positive and significant influence between: (1) Work Motivation on Employee Performance. (2) There is no positive and significant influence between the Work Discipline on Employee Performance. (3) Work Environment on Employee Performance. (4) Working Ability on Employee Performance. (5) jointly Work Motivation, Work Discipline, Work Environment and Working Ability on Employee Performance.
1861421872F1F011025MALE SUPERIORITY IN POSDNICHEFF'S PERSPECTIVE ABOUT WOMEN PORTRAYED IN LEO TOLSTOY'S NOVELLA: THE KREUTZER SONATAPenelitian ini berjudul “Male Superiority in Posdnicheff’s Perspective about Women Portrayed in Leo Tolstoy’s Novella: The Kreutzer Sonata”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan bagaimana superioritas laki-laki pada perspektif tokoh Posdnicheff mengenai perempuan tergambar dalam novelet The Kreutzer Sonata karya Leo Tolstoy. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menganalisis data. Metode pengumpulan data dilakukan melalui pembacaan objek penelitian secara rinci dan komprehensif. Data diambil melalui ujaran langsung yang mengandung isu superioritas laki-laki, yang dilakukan oleh tokoh utama bernama Posdnicheff, di dalam objek penelitian, novelet The Kreutzer Sonata. Penelitian ini menggunakan tokoh dan penokohan dalam pendekatan objektif, dan menerapkan teori chauvinisme laki-laki dari Mansbridge dan Flaster sebagai teori utama untuk menjawab rumusan masalah.Penelitian ini menghasilkan delapan penemuan mengenai perspektif Posdnicheff terhadap perempuan yang mengandung isu superioritas laki-laki. Delapan penemuan tersebut kemudian diklasifikasikan ke dalam tiga fase, yaitu; perspektif Posdnicheff terhadap perempuan ketika ia masih remaja, perspektif Posdnicheff terhadap perempuan dalam periode pasca remaja, dan perspektif Posdnicheff terhadap perempuan dalam periode pasca remaja. Fase pertama hanya berisi satu penemuan, yaitu; perempuan adalah pelacur. Fase kedua berisi lima penemuan, yaitu; perempuan harus suci dan perawan, tubuh perempuan adalah hal yang paling utama atas segalanya, perempuan adalah barang dagangan, perempuan adalah objek hawa nafsu, dan hidup perempuan hanya tentang laki-laki. Sementara fase ketiga berisi dua penemuan, yaitu; perempuan selalu haus akan cinta, dan perempuan adalah sumber masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa segala bentuk superioritas laki-laki dalam perspektif Posdnicheff ketika mendeskripsikan dan menilai perempuan tersebut dimulai sejak ia masih berusia enam belas tahun, dan terus berlanjut hingga ia dewasa. Lebih jauh, segala superioritas laki-laki yang dilakukan oleh Posdnicheff tersebut dapat dianggap sebagai bukti atas sebuah penindasan yang dilakukan laki-laki terhadap perempuan.This research is entitled “Male Superiority in Posdnicheff’s Perspective about Women Portrayed in Leo Tolstoy’s Novella: The Kreutzer Sonata”. The purpose of this research is to find out how is the male superiority in Posdnicheff’s perspective about women portrayed in Tolstoy’s The Kreutzer Sonata. This research uses qualitative method to analyze the data. The data were collected by using close and comprehensive reading technique. The data were taken from the direct utterances expressed by main character named Posdnicheff in the research object, The Kreutzer Sonata novella, containing male superiority issues. This research applied character and characterization in objective approach and male chauvinism as the main theory by Mansbridge and Flaster to answer the research question. There are eight findings revealed in this research about Posdnicheff’s perspective on women that containing the male superiority. Those findings are divided then into three phases: Posdnicheff’s perspective about women during his adolescence, Posdnicheff’s perspective about women before his marriage, and Posdnicheff’s perspective about women during post-adolescence period. The first phase only has one finding; women are the prostitute. The second phase has five findings; women should be pure in love and virgin, women’s body is the most important over everything, women are traded goods, women are the only object of desire, and women’s life is only about men. While the third phase has two findings; women always seek for love and women are the sources of problem. The result of the research showed that all the form of male superiority within Posdnicheff’s perspective in everytime he describes and assesses women began when he was sixteen years old, and still continued until his adulthood. Furthermore, all of the superiority that is done by Posdnicheff towards women can be considered as the evidences of men’s oppression against women.
1861521837C1L014023The Effect of Tax Minimization, Firm Size, Foreign Ownership, Bonus Mechanism, and Exchange Rate on Transfer Pricing Decision
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh minimalisasi pajak, ukuran perusahaan, kepemilikan asing, mekanisme bonus, dan exchange rate terhadap keputusan transfer pricing perusahaan multinasional yang bergerak dalam bidang manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2015 sampai 2016. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan 8 kriteria yang telah ditentukan. Hasil penelitian dari tes regresi binari menunjukan bahwa hanya minimalisasi pajak yang mempunyai pengaruh positif terhadap keputusan transfer pricing. Sedangkan variabel lainnya yaitu, ukuran perusahaan, kepemilikan asing, mekanisme bonus, dan exchange rate tidak berpengaruh terhadap keputusan transfer pricing.The objectives of this research is to analyze the effect of tax minimization, firm size, foreign ownershipm bonus mechanism, and exchange rate on transfer pricing decision in multinational company engaged in manufacturing that listed on Indonesia Stock Exchange from the year of 2015 to 2016. Sampling method in this study is using purposive sampling using 8 criterias that have been determined. The results of binary regression analysis shows that only tax minimization that has positive effect on transfer pricing decision. While the others variable which are, firm size, foreign ownership, bonus mechanism, and exchange rate do not has an effect on transfer pricing decision.
1861622049D1B016022PENGGUNAAN PERASAN BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) UNTUK
TEAT DIPPING TERHADAP TOTAL MIKROBA DAN
SEL SOMATIK SUSU KAMBING
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan perasan buah mengkudu terhadap total mikroba dan sel somatik susu kambing. Penelitian dilaksanakan pada 17 Januari sampai 10 Februari 2018 di Tasripin Farm, Kota Tegal dan Laboratorium Produksi Ternak Perah Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Materi yang digunakan adalah 24 ekor kambing Peranakan Ettawa (PE) mastitis, buah mengkudu, media PCA, pewarna MB dan aquades. Peralatan yang digunakan adalah seperangkat alat untuk pengujian total mikroba dan sel somatik. Rancangan yang digunakan adalah RAL dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah P0 (air), P1 (mengkudu 30%), P2 (mengkudu 40%) dan P3 (mengkudu 50%). Variabel yang diukur adalah total mikroba dan sel somatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan mengkudu untuk teat dipping tidak berpengaruh terhadap total mikroba, namun berpengaruh sangat nyata terhadap total sel somatik. Rataan total mikroba P0, P1, P2 dan P3 masing-masing yaitu 1,3 x 106; 3,5 x 106; 1,5 x 106 dan 1,8 x 106. Rataan total sel somatik P0, P1, P2 dan P3 masing-masing yaitu 8,2 x 105; 5,2 x 105; 4,4 x 105 dan 3,0 x 105. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa teat dipping menggunakan perasan buah mengkudu konsentrasi 50% efektif mengurangi sel somatik susu.The purpose of this study was to know the effect of using noni juice to total microbial and somatic cells of goat milk. The study was conducted on January 17th until February 10th 2018 at Tasripin Farm, Tegal and Dairy Livestock Production Laboratory, Faculty of Animal Husbandry, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The material used were 24 mastitis Peranakan Ettawa’s Goat (PE), noni fruits, PCA media, MB dye and aquades. The equipment used were a set of total microbial and somatic cells tools. The designed using a Completely Randomized Design with 4 treatments and 6 replications. The treatments used were P0 (water), P1 (noni fruits 30%), P2 (noni fruits 40%) and P3 (noni fruits 50%). The variables measured were total microbial and somatic cells. Results showed that the used of noni fruits for teat dipping did not affect total microbial, but has a highly significantly affect on total somatic cells. Respectively average microbes of P0, P1, P2 and P3 were 1,3 x 106; 3,5 x 106; 1,5 x 106 and 1,8 x 106. The average of somatic cell counts of P0, P1, P2 and P3 were 8,2 x 105; 5,2 x 105; 4,4 x 105 and 3,0 x 105. It can be concluded that teat dipping using 50% noni fruits was effective concentration to reduce somatic cells.
1861722047B1J013138KOMPATIBILITAS ISOLAT Azospirillum spp. TERHADAP BEBERAPA TANAMAN SAYURAN Azospirillum merupakan bakteri tanah non patogenik yang bersifat Gram negatif dan salah satu Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) yang dapat bersinergi dengan tanaman inang. Aktivitas Azospirillum menguntungkan bagi tanaman hortikultura, seperti dapat menyediakan unsur N, mampu melarutkan P tanah, dan dapat memproduksi hormon tumbuh seperti IAA. Tanaman hortikultura merupakan komoditas pertanian yang prospektif di Indonesia, salah satunya kelompok tanaman sayuran.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh isolat Azospirillum spp. terhadap pertumbuhan beberapa jenis tanaman sayuran dan untuk menentukan jenis isolat Azospirillum spp. yang kompatibel terhadap pertumbuhan beberapa jenis tanaman sayuran.

Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial, 2 faktor. Faktor pertama adalah inokulasi isolat Azospirillum spp. dengan 4 taraf, yaitu tanpa inokulasi Azospirillum spp., Azospirillum sp. KR66, HR11, dan KP11. Faktor ke dua adalah jenis tanaman sayuran dengan 7 taraf, yaitu terong, selada, caisim, kemangi, kacang panjang, jagung dan kangkung. Perlakuan diperoleh sebanyak 28 perlakuan dan masing-masing perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali, sehingga didapatkan 84 unit percobaan. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan tanaman, yaitu pertambahan tinggi tanaman, panjang akar, dan total klorofil, serta kolonisasi Azospirillum pada akar tanaman. Data dianalisis dengan analisis ragam pada tingkat kepercayaan 95%.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Azospirillum spp. tidak kompatibel terhadap beberapa tanaman sayuran. Hasil analisis ragam pertumbuhan yang berbeda tidak nyata pada semua perlakuan dan kolonisasi Azospirillum spp. yang cenderung sedikit. Kolonisasi Azospirillum spp. pada akar tanaman yang dihasilkan berkisar antara 0,3-43,5×10^6 CFU/g
Azospirillum is a non-pathogenic Gram negative bacterium on soil and one of Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) group that can synergize with host plants. Azospirillum activity is beneficial for horticultural crops, such as provide N elements, capable of dissolving P on soil, and can produce growth hormones like IAA. Horticulture is a prospective agricultural commodity in Indonesia, one of which isvegetable group.

The purpose of this research is to know the influence of isolates Azospirillum spp. on the growth of several types of vegetable crops and to determine the type of isolates Azospirillum spp. which is compatible with the growth of several types of vegetable crops.

The experiment was conducted experimentally using Factorial Randomized Design (RAL), two factors. First factor was used of inoculation of isolates Azospirillum spp. with 4 levels, i.e. without inoculation of Azospirillum spp., inoculation Azospirillum sp. KR66, HR11, and KP11. Second factor was used types of vegetable crops with 7 levels, ie eggplant, lettuce, mustard green, holy basil, cowpea, corn also spinach. The treatment was obtained by 28 treatments and each treatment was repeated 3 times, so that 84 units of experiments were obtained. Parameters observed were plant growth, ie increasing of plant height and root length, total chlorophyll, and Azospirillum colonization on plant roots. Data were analyzed by analysis of variance at 95% accuration.

The results showed that Azospirillum spp. not compatible for some vegetable crops. The results of analysis of variance of growth in all treatments was not different and colonization of Azospirillum spp. which tend a little. Colonization of Azospirillum spp. in the plant roots ranged from 0.3 to 43.5×10^6 CFU/g.
1861821875D1E011198DAYA TAHAN DAN PH SUSU SEGAR PADA KELOMPOK PETERNAK SAPI PERAH LESTARI I DAN LESTARI II DI DESA TUMIYANG KECAMATAN PEKUNCEN KABUPATEN BANYUMASPenelitian bertujuan untuk mengetahui daya tahan dan pH susu segar, serta perbedaannya pada Kelompok Peternak Sapi Perah Lestari I dan Lestari II di Desa Tumiyang Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas. Materi yang digunakan yaitu susu segar sebanyak 9 liter yang diperoleh dari 9 peternak di Kelompok Peternak Sapi Perah Lestari I dan 15 liter yang diperoleh dari Kelompok Peternak sapi perah Lestari II. Pengambilan sampel susu segar dilakukan secara komposit dari masing - masing kelompok peternak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH susu segar pada Kelompok Peternak Sapi Perah Lestari I dan Kelompok Peternak Sapi Perah Lestari II tidak berbeda nyata, serta daya tahan susu segar pada Kelompok Peternak Sapi Perah Lestari I dan Kelompok Peternak Sapi Perah Lestari II tidak berbeda nyata. The research aims to find out durability and pH fresh milk, and the difference to Group of Dairy Cattle Farmers Lestari I and Lestari II in Tumiyang Village, Pekuncen Subdistrict, Banyumas District. Matter used namely fresh milk as many as 9 liters obtained from 9 breeder in group of Dairy Cattle Farmers Lestari I and 15 liters obtained from group of Dairy Cattle Farmers Lestari II. The sample collection is done by composite from each group are farmers. The result showed that ph fresh milk to Group of Dairy Cattle Farmers Lestari I and Lestari II not markedly dissimilar, and durability fresh milk to Group of Dairy Cattle Farmers Lestari I and Lestari II not markedly dissimilar.
1861921890C1B014004PENGARUH BUDAYA ORGANISASIONAL DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA DENGAN KOMITMEN ORGANISASIONAL SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (STUDI PADA PT. MSH MULTI SUPPLY)
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Budaya Organisasi dan Kepuasan Kerja terhadap Produktivitas Kerja dengan Komitmen Organisasi sebagai variabel mediasi di PT. MSH MULTI SUPPLYA JAKARTA. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT. MSH MULTI SUPPLLY JAKARTA. Jumlah responden yang diambil untuk penelitian adalah 64 responden. Metode purposive sampling digunakan untuk menentukan responden. Variabel bebasnya adalah Budaya Organisasi dan Kepuasan Kerja, Produktivitas Kerja sebagai variabel terikat sedangkan Komitmen Organisasi sebagai variabel mediasi. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan Partial Least Square (PLS), menunjukkan bahwa (1) Budaya Organisasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Komitmen Organisasi. (2) Kepuasan Kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Komitmen Organisasi. (3) Budaya Organisasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Produktivitas Kerja. (4) Kepuasan Kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Produktivitas Kerja. (5) Komitmen Organisasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Produktivitas Kerja. (6) Budaya Organisasi memediasi pengaruh Budaya Organisasi terhadap Produktivitas Kerja. (7) Budaya Organisasi memediasi pengaruh Kepuasan Kerja terhadap Produktivitas Kerja.The purpose of this research is to know the influence of the Organizational Culture and Job Satisfaction on Work Productivity with Organizational Commitment as mediating variabel in PT. MSH MULTI SUPPLYA JAKARTA. The population of this research is all employees of PT. MSH MULTI SUPPLLY JAKARTA. The number of respondents taken to the research is 64 respondents. Purposive sampling method is used to determine the respondents. The independent variabels are Organizational Culture and Job Satisfaction , Work Productivity as dependent variabel while Organizational Commitment as mediating variabel. Based on the research results and data analysis using Partial Least Square (PLS), shows that (1) Organizational Culture has a positive and significant influence towards Organizational Commitment. (2)Job Satisfaction has a positive and significant influence towards Organizational Commitment. (3)Organizational Culture has a positive and significant influence towards Work Productivity. (4)Job Satisfaction has a positive and significant influence towards Work Productivity. (5)Organizational Commitment has a positive and significant influence towards Work Productivity. (6)Organizational Culture mediate the influence of Organizational Culture towards Work Productivity. (7)Organizational Culture mediate the influence of Job Satisfaction towards Work Productivity.
1862021892C1B013035ANALISIS PENERAPAN TOTAL PRODUCTIVE MAINTANANCE (TPM) MENGGUNAKAN OVERALL EQUIPMENT EFECTIVENESS (OEE) PADA MESIN RAW MEAL GUNA MENINGKATKAN EFISIENSI DI PT. SINAR TAMBANG ARTHALESTARI (SEMEN BIMA) Skripsi yang berjudul “Analisis Penerapan Total Productive Maintenance (TPM) menggunkan Overall Equipment Effectiveness (OEE) Pada Mesin Raw Meal Guna Meningkatkan Efisiensi Di PT. Sinar Tambang Arthalestari (SEMEN BIMA)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan TPM, dengan menganalisis nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) yang didasarkan pada faktor availability, performance dan rate of quality, guna mengetahui faktor-faktor yang menjadi penyebab menurunnya efektivitas mesin di PT. SINAR TAMBANG ARTHALESTARI (SEMEN BIMA).
Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan menganalisis penerapan Total Productive Maintenance (TPM) yang diawali dengan menganalisis availability, performance, rate of quality dan nilai OEE, serta diakhiri dengan menganalisis faktor-faktor yang menjadi penyebab menurunnya efektivitas mesin.Berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang sudah dilakukan menunjukan bahwa (1) Perawatan mesin belum optimal. (2) Hasil perhitungan Overall Equipment Effectiveness (OEE) pada mesin raw meal PT. Sinar Tambang Arthalestari masih berada di bawah standar JIPM yaitu sebesar 85% (3) Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya downtime and breakdown mesin yang menjadi prioritas utama adalah autonomous maintenance kurang berjalan baik dan penjadwalan penggantian komponen belum efektif,mesin sering breakdown, komponen mesin mudah aus, mesin kotor, dan melakukan set up mesin tidak benar, kebersihan mesin kurang.
Implikasi dari penelitian ini adalah Melakukan pengecekan kesiapan mesin dengan teliti pada saat sebelum dan sesudah digunakan.Memberikan pengetahuan dasar pada operator untuk memperbaiki titik rawan breakdown.Melakukan pengecekkan berkala untuk memastikan setting mesin dilakukan dengan benar.Melakukan predictive maintenance pada mesin.

The Thesis entitled "Analysis Implementation of Total Productive Maintenance (TPM) using Overall Equipment Effectiveness (OEE) On Raw Meal Machine To Increase Efficiency In PT. Sinar Tambang Arthalestari (SEMEN BIMA) ". The purpose of this research is to determine the application of TPM, by analyzing the value of Overall Equipment Effectiveness (OEE) based on the availability, performance and rate of quality, in order to determine the factors that cause the decline of machinery inPT. Sinar Tambang Arthalestari (SEMEN BIMA). The method used is qualitative descriptive by analyzing the application of Total Productive Maintenance (TPM) which begins by analyzing the availability, performance, rate of quality and OEE value, and ended by analyzing the factors that cause the decrease of the effectiveness of the machine. Based on the results of research and analysis has been done indicate that (1) Maintenance of machine is not optimal. (2) Result of calculation of Overall Equipment Effectiveness (OEE) at raw meal machine are still below the JIPM standard of 85% (3) The factors that cause the downtime and breakdown of the machine are the main priority is the autonomous maintenance is not running well and the scheduling of replacement components has not been effective, the machine is often breakdown, worn out, dirty machine, and do not set up the machine properly, machine cleanliness is less.
The implication of this research is to check the readiness of the machine carefully before and after use. Provide basic knowledge to operators to improve breakdown-prone points. Perform regular checks to make sure the machine settings are done correctly. Doing predictive maintenance on the machine.