Artikelilmiahs

Menampilkan 18.661-18.680 dari 50.060 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1866121914F1F013041Illuminati Issue Depiction on Muse's Fifth Studio Album, The ResistanceIlluminati adalah salah satu topik yang terkenal di jaman sekarang. Illuminati adalah sebuah gerakan yang memiliki tujuan untuk membuat tatanan dunia baru yang sesuai dengan keinginan mereka. Dalam menyebarkan gerakannya, Illuminati menggunakan simbol. Selanjutnya, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tanda-tanda yang berhubungan dengan isu Illuminati yang terdapat di album Muse yang berjudul The Resistance. Bidang penelitian ini adalah semiotika, lebih spesifik kepada teori semiotika Roland Barthes. Penelitian ini mengarah untuk menemukan makna denotatif, konotatif dan juga mitos yang terdapat di sampul album dan juga lagu-lagu yang ada di album tersebut untuk mengungkap simbol-simbol yang berkaitan dengan isu Illuminati. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisis data yang terdiri dari cover album dan juga 8 lagu yang mengandung isu Illuminati. Hasil dari penelitian ini adalah pertama, sampul album mengandung 7 simbol yang memiliki hubungan dengan Illuminati. Makna denotasi, konotasi dan mitos dari sampul album ini merepresentasikan Illumnati sebagai sebuah gerakan yang mengurung masyarakat untuk secara tidak sadar mengikuti agenda mereka, yaitu tatanan dunia baru, dengan menggunakan beberapa bidang penting kehidupan manusia, seperti media dan ekonomi. Kedua, ada 7 lagu yang memiliki hubungan dengan Illuminati. Lagu pertama, kedua dan keempat menggambarkan usaha untuk melawan Illuminati sebagai penguasa dunia. Lagu ketiga menggambarkan Illuminati dengan cara yang berbeda, dimana menggambarkan tentang agen Illuminati yang dapat bertobat dari Illuminati. Lagu kelima dan lagu terakhir menggambarkan kekaguman sebagai anggota Illuminati. Selanjutnya, lagu keenam menggambarkan kekejaman Illuminati yang menjadi dalang dari dunia.Illuminati is one of the famous topics in the world nowadays. Illuminati is the movement that wants to create the new world order with their own desires. In spreading the movement, Illuminati uses symbols. Then, this research focuses on identifying the signs related to Illuminati issue found in Muse’s The Resistance. The field of this research is semiotics, specifically Roland Barthes’ semiotics theory. This research aims to find the denotative meaning, connotative meaning, and also the myth in the album cover and the songs to reveal the Illuminati issue symbol in the album. This research uses descriptive qualitative method to analyze the data which are the album cover and 8 songs containing Illuminati issue. The results of this research are first, the album cover contains 7 signs which have correlation to Illuminati. The denotative, connotative and myth of the album cover represent Illuminati as the movement that imprisons people unconsciously to follow the agenda they want to create, the New World Order using many sectors of life to fulfill their agenda, such as media and economy. Second, there are 7 songs that contain Illuminati. The first, second and fourth song depict the effort to resist Illuminati as the controller of the world. The third song depicts Illuminati in different way, as it tries to show that the agent of Illuminati can repent from the mistake of being the member. The fifth and the last song depict the admiration of being the Illuminati member. Then, the sixth song depicts the cruelty of Illuminati that become the mastermind of the world.
1866222057A1M013022PEMANFAATAN SERAI SEBAGAI THR (TEH HERBAL RACIK) DENGAN CAMPURAN KULIT KACANG HIJAU DAN DAUN JAMBU BIJI
Serai dapur (Cymbopogon citratus) di Indonesia masih belum dieksplorasi secara ekonomis, padahal serai dapur memiliki aktivitas antioksidan yang cukup tinggi yaitu 59,27%. Teh herbal racik (THR) merupakan salah satu produk diversifikasi pengolahan serai dapur sebagai minuman fungsional. Jenis teh yang biasa dikonsumsi di Indonesia adalah teh hijau (non fermentasi), teh oolong (setengah fermentasi), dan teh hitam (fermentasi penuh). Serai dapur memiliki warna kuning sehingga memerlukan kontribusi warna dari bahan pangan lain dalam pemanfaatannya sebagai teh. Kulit kacang hijau dan daun jambu merupakan bahan alami yang memberikan kontribusi warna hijau dan coklat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial dengan tiga kali ulangan. Dua faktor yang dicoba yaitu metode pengolahan yang terdiri dari non fermentasi (B1); setengah fermentasi (B2); dan fermentasi (B3), dengan rasio formulasi serai; daun jambu; kulit kacang hijau yang meliputi 1:2 : 0,5 (F1), 1:1:1 (F2), dan 1:1,5:0,75 (F3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan metode pengolahan dan formulasi yang berbeda berpengaruh sangat nyata; aktivitas antioksidan; aktivitas antimikroba; warna; aroma; rasa; dan aftertaste; berpengaruh nyata terhadap kesukaan; dan tidak berpenagruh nyata terhadap kadar air dan rendemen. Berdasarkan uji indeks efektivitas produk THR terbaik diperoleh pada perlakuan B3F3 yaitu teh herbal dengan metode pengolahan fermentasi penuh dengan rasio formulasi serai; daun jambu; dan kulit kacang hijau berturut-turut 1;1,5;0,75 dengan karakteristik kimia: aktivitas antioksidan sebesar 52,870%; kadar air 13,387%; zona hambat antimikroba 0,43 mm; dan karakteristik sensoris: warna coklat kemerahan (skor 2,980); aroma kurang kuat (skor 3,047); rasa kurang kuat (skor 3,340); aftertaste kurang terasa (skor 3,196); dan kesukaan kurang suka (skor 3,047).
Kata kunci : teh herbal, serai, kulit kacang hijau, daun jambu biji
Lemon grass (Cymbogon citarus) has not been explored economically in Indonesia, whereas lemon grass has high antioxidant activity about 59,27%. Herbal tea (Teh Herbal Racik, THR) is one of diversification product of lemon grass as fungtional drink. Types of tea commonly consumed in Indonesia are green tea (unfermented), oolong tea (partly fermented), and black tea (full fermented). Lemon grass has yellow pigmen, therefore it need color enhancer from other food substance for processed as tea. Mung bean hulls and guava leaves are natural subtances that enhance green and brown color. Method used in this research is experimental with randomized block design (RBD); with 2 factors; method processing; unfermented (B1), partly fermented (B2), and full fermented (B3); formulation ratio of lemon grass; guava leaves; mung bean hulls; 1: 2: 0,5 (F1), 1;1; 1(F2), 1:1,5: 0,75 (F3). Result of this research showed that methods and formulation ratio gave very significant effect on antioxidant activity; antimicrobial activity; color; aroma; taste; and aftertaste; significant effect on overall, and no effect on moisture content and yield. Based on effectivity index, the best product obtained from THR is B3F3; fully fermentation method with formulation ratio 1;1,5;0, 75 with chemichal characteristics of the product are, antioxidant activity of 52,87%; diameter of inhibition zone of 0,43 mm; moisture content (db) of 13,387%; and sensory characteristics; brown redish color(score 2,980); rather typical aroma(score 3.047); rather tasted of extract (score 3,340); rather taste of aftertaste (score 3,196); rather like of overall fondness (score 3,047).

Keyword : herbal tea (THR), lemon grass, mung bean hulls, guava leaves
1866321816E1A014120PENERAPAN UNSUR MENGUASAI DALAM PASAL 112 AYAT (1) UNDANG-UNDANG NOMOR 35 TAHUN 2009 TENTANG NARKOTIKA TERHADAP PERKARA TINDAK PIDANA PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA (Studi Kasus Putusan Mahkamah Agung No. 2354 K/Pid. Sus/2015)Penelitian ini mengambil judul “PENERAPAN UNSUR MENGUASAI DALAM PASAL 112 AYAT (1) UNDANG-UNDANG NOMOR 35 TAHUN 2009 TENTANG NARKOTIKA TERHADAP PERKARA TINDAK PIDANA PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA (Studi Kasus Putusan Mahkamah Agung No. 2354 K/Pid. Sus/2015),” adapun pembahasan dalam penelitian ini adalah mengenai penerapan unsur menguasai dalam Pasal 112 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dimana dalam interpretasi dan penerapannya mengalami suatu permasalahan karena terdapat kekeliruan dalam memahami dan menafsirkan konsep kata menguasai di dalam ranah hukum pidana khususnya di bidang tindak pidana penyalahgunaan narkotika, oleh masing-masing aparat penegak hukum dalam setiap tingkatan sistem peradilan pidana dari mulai penyidikkan hingga pemeriksaan di pengadilan.

Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-analitis, dengan metode pendekatan Yuridis-Normatif, yakni penelitian yang dilakukan dengan konsep kepustakaan, data diperoleh melalui studi kepustakaan, sehingga datanya berbentuk data sekunder. Metode analisis data yang digunakan adalah, Yuridis-Normatif.

Untuk membahas permasalahan tersebut jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder serta tersier, sedangkan teknik pengumpulan data dilaksanakan dengan melalui proses studi kepustakaan. Analisis data yang digunakan adalah dengan cara analisis kualitatif dan dijelaskan secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan, yaitu terdapat kekeliruan dalam memahami dan menafsirkan konsep kata menguasai yang menjadi salah satu unsur dalam Pasal 112 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, sehingga para penegak hukum dalam upaya menanggulangi tindak pidana penyalahgunaan narkotika sulit untuk menentukan secara pasti penggunaan unsur menguasai tersebut, disamping itu kekeliruan tersebut juga dapat merugikan hak-hak konstitusional tersangka/terdakwa dalam proses sistem peradilan pidana Indonesia
This study entitled "THE APPLICATION OF CONTAINING ASPECT IN ARTICLE 112 VERSE ( 1 ) THE ACT NUMBER 35 YEAR 2009 ON NARCOTICS IN ALL MATTERS ON THE CRIMINAL DEEDS AS MEANT ABUSE A NARCOTIC. (A case study in Decisions of The Supreme Court Number 2354 K / Pid.Sus / 2015),” while the discussion in this study is about regarding the application of the rules in Article 112 Verse (1) The Act Number 35 year 2009 on Narcotics, where in interpretation and implementation experience the problem by the fallacy in apprehending and interpreting said the concept in criminal law in particularly in the fields of criminal abuse of narcotics, each of law enforcement officials in every level criminal justice systems till progress to the court.

The research method used is descriptive-analytical, with Juridical-Normative approach method, ie research conducted with the concept of literature, data obtained through literature study, so that data form secondary data. The data analysis method used is, Juridical-Normative.

To discuss these problems the kind of data that used is primary and secondary data and tertiary, while technique data collection been implemented by a process of literature study.The data analysis used is by qualitative analysis and described descriptively. Based on the research done, obtained conclusion, are fallacy in understand and interpret the concept of said learn what be one of the elements in article 112 paragraph ( 1 ) the Act of Number 35 Year 2009 on Narcotics, so that the law enforcers in reduce crimes drugs abuse it is difficult to determine exactly the use of containing aspect, besides those mistake was also can be harmful to constitutional rights of the suspects or the defendant in the process of criminal justice systems in Indonesia.
1866421917F1J014010Konsep Omoiyari dalam Drama Chanpon Tabetaka karya Kazukiho ShimizuPenelitian ini berjudul “Konsep omoiyari dalam drama Chanpon Tabetaka Karya Kazukiho Shimizu”. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan konsep omoiyari yang tercermin dalam drama tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak catat. Data dianalisis menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat 11 data yang mencerminkan konsep omoiyari, yang terdiri atas 2 (dua) data mencerminkan konsep omoiyari dalam bentuk memelihara consensus; 4 (empat) data mencerminkan konsep omoiyari dalam bentuk mengoptimalkan kenyamanan orang lain; 2 (dua) data mencerminkan konsep omoiyari dalam bentuk timbal balik; 1 (satu) data mencerminkan konsep omoiyari dalam bentuk komunikasi intuitif, dan terdapat 2 (dua) data yang mencerminkan konsep omoiyari dalam bentuk perasaan bersalah. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah dalam berinteraksi, orang Jepang lebih mementingkan perasaan orang lain dan mengabaikan kepentingan sendiri.This research is entitled “Omoiyari Concept in Chanpon Tabetaka Drama by Kazukiho Shimizu. The purpose of this research is to describe the omoiyari concept which reflects in the drama. This research is categorized as a qualitative descriptive research. In collecting data, the researcher uses technique analysis observation method. The data is analyzed by using Roland Barthes semiotic theory. As the result of this research, there are 11 (eleven) data found in the drama which reflecting the omoiyari concept. 2 (two) of the data is reflecting omoiyari concept in the form of consensus maintenance. 4 (four) of the data is reflecting omoiyari concept in the form of optimizing someone else’s convenience. 2 (two) of the data is reflecting omoiyari concept in the form of reciprocal. 1 (one) data is reflecting omoiyari concept in the form of guilt. The conclusion of this research is Japanese people tend to optimizing someone else’s matters rather than their own matters in their social interaction.
1866522013G1I014010HUBUNGAN KEKUATAN OTOT LENGAN DAN
KOORDINASI MATA-TANGAN DENGAN PASSING BOLA TANGAN
SISWA KELAS VII PUTRA SMP AL IRSYAD PURWOKERTO
Abstrak

Latar Belakang: Kemampuan passing permainan bola tangan siswa kelas VII putra SMP Al Irsyad Purwokerto masih kurang baik, hal ini disebabkan kurangnya komponen latihan fisik seperti kekuatan otot lengan dan koordinasi mata-tangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan kekuatan otot lengan dan koordinasi mata-tangan dengan kemampuan passing permainan bola tangan siswa kelas VII putra SMP Al Irsyad Purwokerto.

Metodologi: Penelitian korelasional ini menggunakan metode tes dan pengukuran. Pengukuran kekuatan otot lengan dengan tes Push Up kaki lurus 30 detik (Ngatman, 2017), pengukuran koordinasi mata-tangan dengan tes lempar tangkap bola tenis 60 detik (Ismaryati, 2006), pengukuran passing bola tangan dengan tes lemparan ke tembok 30 detik (Susanto, 2015). Subjek penelitian adalah siswa kelas VII putra SMP Al Irsyad Purwokerto berjumlah 89 orang. Teknik analisis data menggunakan pearson product moment dan analisis regresi berganda.

Hasil Penelitian: hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) ada hubungan positif antara kekuatan otot lengan dengan passing permainan bola tangan (p = 0,046). 2) ada hubungan yang positif antara koordinasi mata-tangan dengan passing permainan bola tangan (p = 0,007). 3) ada hubungan yang positif antara kekuatan otot lengan dan koordinasi mata-tangan secara bersama-sama dengan passing bola tangan (p = 0,014 dan Fhitung 4,471 > Ftabel 3,097 ).

Kesimpulan: ada hubungan kekuatan otot lengan dan koordinasi mata-tangan dengan kemampuan passing permainan bola tangan.
Abstract
Background: the ability of passing handball game 7th grade boys of junior high school Al Irsyad Purwokerto still not really, this due to lack of physical exercise component such as arm muscle strength and hand eye coordination. The purpose of this study to find out how relationship of arm muscle strength anda hand eye coordination with the ability of passing handball game grade 7th boys of junior high school Al Irsyad Purwokerto
Methodology: this correlational research using test and measurements methods. Measurement of arm muscle strength with a 30 second straight foot push up test (Ngatman, 2017), hand eye coordination measurement with 60 second tennis ball throwing test (Ismaryati, 2006), and handball passing measurement with 30 second wall throwing test (Susanto, 2015). The subject of this research is 7th grade students of junior high school children Al Irsyad Purwokerto amounted to 89 people. Data analysis technique using person product moment and multiple regression analysis.
Result of the research: the result of this research that 1) there is positive relation between arm muscle strength with handball passing (p = 0,046. 2) there is positive coordination between eyes to hands correlation with handball passing (p = 0,007). 3) there is positive relation between arm muscle strength dan eyes to hands coordination with handball passing ( p = 0,014 Fcount 4,471 > Ftable 3,097).
Conclusion: there is relation between arm muscle strength and eyes to hands coordination with handball passing.
1866622052C1A013121Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Ekspor Pala IndonesiaPenelitian ini berjudul “Analisis Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Ekspor Pala Indonesia”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variabel independen yaitu harga ekspor Pala Indonesia, harga Pala ekspor Guatemala, produksi dalam negeri, dan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika terhadap variabel dependen yaitu volume ekspor pala Indonesia, baik secara parsial maupun simultan atau bersama - sama.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa data time series dengan periode pengamatan tahun 1997 – 2016 (20 tahun). Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linear berganda metode Ordinary Least Square (OLS) dan Analisis Trend.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukan bahwa, secara parsial variabel harga ekspor Pala Indonesia berpengaruh positif terhadap volume ekspor. Harga ekspor pala Guatemala berpengaruh positif dan terhadap volume ekspor pala Indonesia.Jumlah produksi pala Indonesia berpengaruh negatif terhadap volume ekspor pala Indonesia. Terakhir nilai tukar rupiah terhadap dollar berpengaruh positif terhadap volume ekspor pala Indonesia. Trend volume ekspor komoditas pala Indonesia,harga ekspor pala Indonesia dan produksi dalam negeri selama lima tahun mendatang yaitu tahun 2017 sampai dengan 2021 mengalami peningkatan. Implikasi untuk penelitian ini yaitu pemerintah sebaiknya dapat membantu peningkatan ekspor pala Indonesia agar mampu bersaing dengan negara-negara pengekspor pala lainnya.
This research entitled "Analysis Factors - Factors Affecting Export of Indonesian Nutmeg".The purpose of this research is to analys the influence of some independent variables that are export price of nutmeg Indonesia, export price of nutmeg of Guatemala, domestic production,and rupiah exchange rate to US dollar to dependent variable that is Volume export Nutmeg Indonesia either partially or simultaneously.
The type of this research is quantitative approach. This study uses secondary data, it is time series data with observation period 1997 - 2016 (20 years). The tool of this research is multiple linear regression method Ordinary Least Square (OLS) and trend analysis.
Based on the results of research and data analysis shows that, partially variable export price of nutmeg Indonesia has a positive and significant effect on the volume of exports. The export price of Guatemala nutmeg has a positive effect on the export volume of nutmeg Indonesia. The amount of nutmeg production of Indonesia has a negative effect on export volume of nutmeg Indonesia. Last The exchange rate of rupiah to dollar has positive effect to export volume of nutmeg Indonesia. Trend of export volume of Indonesian nutmeg commodity, Export price of Indonesian nutmeg and Domestic production in the next five years from 2017 to 2021 is increasing. The implication for this research is that the government should be able to help increase Indonesian nutmeg exports in order to compete with other nutmeg exporting countries.
1866722015G1F014001Efek Pemberian Isolat Daun Jarak Pagar (Jatropha curcas Linn.) Terhadap Kadar TNF- α pada Serum Darah Tikus yang Diinduksi CCl4Latar Belakang: Ekstrak daun jarak pagar (J. curcas) telah terbukti memiliki aktivitas antiinflamasi. Ekstrak daun jarak pagar mengandung terpenoid, flavonol dan flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian isolat daun jarak pagar terhadap kadar TNF-α pada serum darah tikus yang diinduksi CCl4.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan rancangan Post Test Only Controlled Group Design. Sebanyak 6 ekor tikus jantan galur Wistar diambil darahnya untuk mendapatkan sejumlah serum yang dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok I merupakan kontrol negatif (serum darah tikus yang diinduksi CCl4), kelompok II, III, IV dan V merupakan kelompok perlakuan yang diberikan isolat 1, 2, 3 dan 4 dengan konsentrasi 200 μg/ml. Kadar TNF-α didapatkan dari hasil pengukuran menggunakan ELISA reader.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan isolat 1 (terpenoid) mampu menurunkan kadar TNF-α secara signifikan. Rerata kadar TNF-α yang dihasilkan akibat pemberian isolat 1, 2, 3 dan 4 berturut-turut adalah 176,984 ± 8,698 ng/L, 353,656 ± 3,245 ng/L, 314,799 ± 24,875 ng/L, 197,019 ± 20,993 ng/L.
Kesimpulan: Isolat 1 daun jarak pagar (terpenoid) mampu menurunkan kadar TNF-α pada serum darah tikus yang diinduksi CCl4
Background: Jatropha leaf extract (J. curcas) has been shown to have anti-inflammatory activity. Jatropha leaf extract contains terpenoids, flavonols and flavonoids. This study aims to determine the effect of jatropha leaf isolate on levels of TNF-α in CCl4-induced blood serum rats.
Method: This study used Post Test Only Controlled Group Design. A total of six male Wistar rats were drawn to obtain a serum number divided into 5 groups. Group I was a negative control (CCl4-induced blood serum rats), groups II, III, IV and V were treated with 1, 2, 3 and 4 isolate with a concentration of 200 μg/ml. TNF-α levels were obtained from measurements using ELISA reader.
Results: The results showed that isolate 1 (terpenoids) could significantly lower TNF-α levels. The mean TNF-α levels resulting from the administration of isolates 1, 2, 3 and 4 were 176,984 ± 8,698 ng/L, 353,656 ± 3,245 ng/L, 314,799 ± 24,875 ng/L, 197,019 ± 20,993 ng/L, respectively.
Conclusion: Isolate 1 jatropha (terpenoid) can decrease TNF-α level in CCl4-induced rat blood serum.
1866821919F1J014044Analisis Pelanggaran Prinsip Kerjasama Grice dan Implikatur Percakapan Tokoh dalam Dorama Sukina Hito Ga Iru KotoPenelitian ini mengkaji tentang pelanggaran prinsip kerjasama dan implikatur percakapan tokoh yang muncul dalam Dorama Sukina Hito Ga Iru Koto pada episode 1, bertujuan untuk mendeskripsikan pelanggaran prinsip kerjasama dan menentukan implikatur percakapan dengan menggunakan teori implikatur percakapan menurut Yule. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik simak dan catat. Hasil dari penelitian ini ditemukan 21 (dua puluh satu) pelanggaran terdiri atas 4 (empat) pelanggaran maksim kuantitas, 5 (lima) pelanggaran maksim kualitas, 8 (delapan) pelanggaran maksim relevansi, dan 4 (empat) pelanggaran maksim cara. Implikatur yang muncul dari pelanggaran tersebut yaitu untuk memberikan perhatian, memberi kesan, mengingat, meyakinkan, membuat terkesan, menumbuhkan rasa percaya diri, menutupi sesuatu, menutupi kesalahan, meminta bantuan, memerintah, mengalihkan pembicaraan, menyuruh, mengomentari, memberi penilaian, menghindar, perkenalan diri, menakut-nakuti, meminta saran, dan penegasan yang muncul sebanyak 3 kali. Pelanggaran terhadap maksim relevansi merupakan pelanggaran yang paling banyak dilakukan.This research examines about violation of cooperative principle and conversational implikature character in dorama Sukina Hito Ga Iru Koto first episode, the purpose of this research is to desciribe violation of cooperative principle and conversational implicature by using conversation implicature theory by Yule. This research is categorized as descriptive qualitative research with scrutinized and noted technique. As the result of this research, the researcher found 21 (twenty one) kinds violations consist of 4 (four) violations of the maxim quantity, 5 (five) violations of the maxim quality, 8 (eight) violations of the maxim relevance, and 4 (four) violations of the maxim manner. The implicatures which are appear from the violations are to give attention, create an impression, to recall something, to convince, to impress, to develop confidence, to cover up something, to cover up some mistakes, to ask for help, to give some commands, to distract a conversation, to order, to give some comments, to assess something, to avoid something, to do a self introduction, to frighten someone, to ask for advice, and some affirmations that show up 3 times in the analysis. The most dominant violations found in the data are violations of the maxim relevance.
1866921717G1A014101PERBEDAAN KECEPATAN SPRINT SEBELUM DAN SESUDAH INTERVENSI PLYOMETRIC TRAINING PADA ANGGOTA UKM OLAHRAGA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
Latar Belakang. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Olahraga Fakultas Kedokteran (FK) Unsoed merupakan suatu kegiatan mahasiswa yang memerlukan kebugaran jasmani atau performa fisik yang baik untuk menghadapi berbagai turnamen olahraga. Kecepatan sprint merupakan salah satu komponen kebugaran jasmani yang berperan penting pada banyak cabang olahraga, seperti sepak bola, futsal, basket, bulu tangkis. Metode latihan plyometric training diduga mampu meningkatkan performa fisik yaitu berupa perbaikan pada kecepatan sprint 30 meter. Tujuan penelitian ini mengetahui perbedaan kecepatan sprint sebelum dan sesudah intervensi plyometric training pada anggota UKM olahraga FK Unsoed.
Metode. Penelitian ini menggunakan metode quasi-experimental jenis pre and post test without control. Enam belas laki-laki berusia 18-21 tahun yang aktif secara fisik diambil menjadi subjek penelitian dengan metode consecutive sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Subjek penelitian melakukan intervensi plyometric training selama 5 minggu dengan 2 sesi setiap minggu. Pengukuran kecepatan sprint menggunakan metode sprint 30 meter dilakukan sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji-t berpasangan dengan syarat nilai p<0.05.
Hasil. Nilai rerata kecepatan sprint meningkat dari 6,72 ± 0,78 m.s-1 menjadi 7,12 ± 0,81 m.s-1. Terdapat perbedaan rerata kecepatan sprint sebelum dan sesudah intervensi plyometric training yang bermakna secara statistik (p<0,001).
Kesimpulan. Terdapat perbedaan rerata kecepatan sprint sebelum dan sesudah intervensi plyometric training pada anggota UKM Olahraga FK Unsoed.
Introduction. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Olahraga in Faculty of Medicine in Jenderal Soedirman University are groups of students formed for playing sports that require good physical fitness to join sports tournaments. Sprint velocity is one of the physical fitness components that is useful in many sports, such as soccer, futsal, basketball, and badminton. Plyometric training is a training that has been proven helpful to increase physical performance, specifically in increasing sprint velocity in a 30-meter distance. This study aims to observe the difference of sprint velocity before and after plyometric training intervention on members of UKM Olahraga in Faculty of Medicine in Jenderal Soedirman University.
Method. This study used quasi experimental method with pre and post test without control. Sixteen physically-active male subjects aged between 18-21 years old were chosen using consecutive sampling method. Plyometric training intervention was done twice a week for 5 weeks. The subjects sprint velocity was measured before and after the intervention using 30-meter sprint method and was analyzed using paired t-test analysis.
Results. The subjects sprint velocity resulted in a mean of 6.72 ± 0.78 m.s-1 before the intervention, and 7.12 ± 0.81 m.s-1 after the intervention. The paired T-test analysis showed a statistically significant difference of sprint velocity before and after plyometric training intervention (p<0.001).
Conclusion. In conclusion, there is a significant difference of sprint velocity before and after plyometric training intervention on members of UKM Olahraga Faculty of Medicine Jenderal Soedirman University.
1867021920F2A015008PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI DESA DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DESA MADUKARA KECAMATAN MADUKARAKABUPATEN BANJARNEGARAAbstrak

Pemerintah melalui Kementerian Kominfo pun sudah mulai mencanangkan beberapa kebijakan dalam rangka pengembangan e-Government, salah satunya adalah mengembangkan program desa informasi. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan dukungan terhadap pemerintah desa dalam pemanfaatan teknologi informasi salah satumya tentang pengembangan sistem informasi desa (SID) di Provinsi Jawa Tengah, dengan mengeluarkan Peraturan Gubernur Provinsi Jawa Tengah Nomor 47 Tahun 2016 Tentang Pengembangan Sistem Informasi Desa di Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis dan mendeskripsikan tentang Pemanfaatan Sistem Informasi Desa Dalam Penyelenggaraan Pemerintahan di Desa Madukara, Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian dilaksanakan di Desa Madukara Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara. Sasaran dalam penelitian ini adalah pihak-pihak yang terkait secara langsung dalam Pemanfaatan Sistem Informasi Desa. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi atau pengamatan, wawancara dan dokumentasi. Temuan penelitian menjelaskan bahwa pemanfaatan sistem informasi desa mampu meningkatkan efektivitas kerja, mendorong pencapaian efisiensi dan pencapaian transparansi pelaksanaan kegiatan dan pelayanan kepada masyarakat, mendukung dalam pencapaian akuntabilitas serta mendorong kemudahan masyarakat dalam mengakses berbagai informasi dan melalukan kontrol terhadap pelaksanaan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan publik. Pemanfaatan SID ini sangat membantu dalam penyusunan perencanaan kerja dan pelaporan hasil kegiatan yang telah dilaksanakan. Dalam hal ini pengolahan data dilakukan secara elektronik dan terintegrasi, sehingga data yang telah tersimpan dalam penyimpanan sistem dapat terintegrasi dengan kegiatan lainnya. Kendala yang dihadapi dalam menyelenggarakan SID Desa Madukara diantaranya kurangnya Sumber Daya manusia (SDM) yang cakap dan menguasai teknologi, jaringan internet yang kurang stabil dan kapasitas atau spesifikasi perangkat komputer yang sudah usang sehingga berpotensi terjadinya troble / hang seperti display monitor dengan resolusi rendah, perangkat CPU dengan RAM dan Hard Disc kapasitas kecil. Kendala tersebut dapat berampak pada efektivitas pengolahan data dan pelayanan kepada masyarakat.
Abstract

The government through the Ministry of Communications and Informatics has started to implement some policies in order to develop e-Government, one of which is developing information village program. Central Java Provincial Government provides support to village government in utilizing information technology one of the information about development of village information system (SID) in Central Java Province, by issuing Regulation of Governor of Central Java Province Number 47 Year 2016 About Development of Village Information System in Central Java Province. This study aims to analyze and describe the Utilization of Village Information System in Administration in Madukara Village, Madukara Subdistrict, Banjarnegara District. This research is a qualitative research. The research was conducted in Madukara Village Madukara Sub District, Banjarnegara District. The targets in this study are the parties directly involved in the Utilization of Village Information System. Data collection is done through observation or observation, interview and documentation. The research findings explain that the utilization of village information system can increase the effectiveness of work, encourage the achievement of efficiency and the achievement of transparency in the implementation of activities and services to the community, support the achievement of accountability and encourage the ease of the community in accessing various information and through control over the implementation of government, development and public services. Utilization of SID is very helpful in the preparation of work planning and reporting the results of activities that have been implemented. In this case data processing is done electronically and integrated, so that data which have been stored in system storage can be integrated with other activities. Constraints faced in organizing SID Madukara Village such as lack of capable human resources (HR) and master technology, internet network is less stable and the capacity or specifications of computer devices that are outdated so that potentially the occurrence of troble / hang such as display monitor with low resolution, CPU with RAM and Hard Disc small capacity. These constraints can impact on the effectiveness of data processing and service to the community.
1867121921F1C014014Kesenjangan Kepuasan Pada Program Televisi Breakout NET TV dan Channel Vevo Youtube dalam Pemenuhan Kebutuhan Informasi Musik Pada UKM Seni Musik UnsoedPenelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya era modern yang menjadikan informasi sebagai sebuah kebutuhan bagi masyarakat, salah satunya adalah informasi musik. Informasi tersebut dapat diperoleh melalui berbagai media, seperti media massa. Media televisi dan media online menjadi pilihan masyarakat untuk mencari informasi musik tersebut, karena memiliki konten yang beragam. NET TV dengan program Breakout dan Youtube dengan channel Vevo menjadi objek penelitiannya. Penelitian ini akan diuji menggunakan teori uses and gratifications, untuk mengetahui tingkat perbedaan kesenangan kepuasan antara media televisi dengan media youtube, sebagai media yang digunakan untuk mencari informasi musik. Menggunakan metode kuantitatif, data yang terkumpul sebanyak 88 orang yang merupakan pengurus dari UKM Seni Musik di Universitas Jenderal Soedirman, 11 dari 12 fakultas yang merupakan pemirsa program Breakout di NET TV dan channel Vevo di Youtube. Analisis data yang digunakan adalah t-test guna menguji hipotesis mengenai hasil kesenjangan kepuasan yang mengasilkan -1.988 ≤ -2.944 ≤ 1.988 untuk media televisi dan -1.988 ≤ -0.156 ≤ 1.988 untuk media youtube, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Serta menggunakan rumus discrepancy yang dioperasionalkan dengan perhitungan tabulasi silang.This research is comes up by the existence of modern era that make information as a requirement for society, one of them is music information. Information can be obtained through various media, such as mass media. Television media and online media are the people's choice to look for the music information, because it has a variety of content. NET TV with Breakout programs and Youtube with Vevo channel being the object of his research. This research will be tested using uses and gratifications theory, to know the level of difference of gratification discrepancy between television media with youtube media, as media used to search music information. Using quantitative methods, the data collected were 88 people who were managers of UKM Art of Music at the Jenderal Soedirman University, 11 out of 12 faculty who are viewers of the Breakout programs on NET TV and Vevo channel on Youtube. T-test is being utilizied to test the hypothesis about the gatification discrepency, the result is -1.988 ≤ -2.944 ≤ 1.988 for television media and -1.988 ≤ -0.156 ≤ 1.988 for youtube media, so Ho is rejected and Ha is accepted. And also this research using the formula discrepancy is operationalized with the calculation of cross tabulation.
1867221922C1J014022THE CONSUMPTION EXPENDITURE OF BOARDER STUDENTS AT UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN (Case Study: S1 Ekonomi Pembangunan Students of International Program, Faculty of Economics and Business)ABSTRAK
Penelitian ini merupakan penelitian survei pada mahasiswa indekos dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis di Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian ini mengambil judul: “Pengeluaran Konsumsi Mahasiswa Indekos di Universitas Jenderal Soedirman (Studi Kasus: Mahasiswa S1 Ekonomi Pembangunan Program Internasional, Fakultas Ekonomi dan Bisnis)”. Masalah yang coba dibahas pada penelitian ini adalah biaya hidup dari mahasiswa indekos. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pola konsumsi dari mahasiswa indekos serta mengetahui pengaruh uang saku terhadap pengeluaran konsumsi, mengetahui tingkat kecukupan pada uang saku untuk biaya hidup dari mahasiswa indekos dan mengetahui porsi pengeluaran konsumsi dari mahasiswa indekos.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dimana metode penelitian yang digunakan adalah metode survei, metode kuesioner dan studi literatur. Metode analisis yang digunakan terdiri dari analisis regresi sederhana dan tabulasi. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan regresi sederhana serta tabulasi menunjukkan bahwa: (1) Pola konsumsi mahasiswa indekos masih dominan untuk konsumsi makanan serta uang saku berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengeluaran konsumsi pada mahasiswa indekos jurusan S1 Ekonomi Pembangunan Program Internasional tahun angkatan 2014-2016, (2) Uang saku sudah cukup untuk memenuhi biaya hidup dari mahasiswa indekos jurusan S1 Ekonomi Pembangunan Program Internasional tahun angkatan 2014-2016, dan (3) Porsi pengeluaran konsumsi untuk makanan dan non-makanan pada mahasiswa indekos berjenis kelamin perempuan yaitu lebih besar dibandingkan dengan mahasiswa indekos berjenis kelamin laki-laki jurusan S1 Ekonomi Pembangunan Program Internasional tahun angkatan 2014-2016.
Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu dalam mengatur pola konsumsi dari mahasiswa indekos, sebaiknya pertimbangkan susunan barang dan jasa (makanan dan non-makanan) yang akan dipilih untuk dikonsumsi. Upaya yang dapat dilakukan adalah menyesuaikan antara pendapatan dan pengeluaran konsumsi. Kemudian dalam upaya meningkatkan kecukupan uang saku untuk biaya hidup dari mahasiswa indekos, sebaiknya mengawasi pengelolaan uang saku dalam memilih jenis dan jumlah barang (makanan dan non-makanan) yang dapat dikonsumsi agar kepuasan yang diperoleh maksimal. Upaya yang dapat dilakukan adalah meningkatkan pertimbangan pada penggunaan uang saku di dalam kegiatan konsumsi. Sedangkan dalam upaya mengatur porsi pengeluaran konsumsi dari mahasiswa indekos, sebaiknya perhatikan dan perhitungkan terlebih dahulu dalam mengalokasikan tiap-tiap bagian uang saku untuk kegiatan konsumsi. Upaya yang dapat dilakukan adalah mengatur kombinasi barang dan jasa (makanan dan non-makanan) yang akan dikonsumsi, serta memilih berdasarkan pada selera dan garis anggarannya.
ABSTRACT
This research is a survey of the research on boarder students from the Faculty of Economics and Business at Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. This research takes the title: “The Consumption Expenditure of Boarder Students at Universitas Jenderal Soedirman (Case Study: S1 Ekonomi Pembangunan Students of International Program, Faculty of Economics and Business)”. The purpose of this research is to know the consumption patterns of boarder students and to know the effect of pocket money on consumption expenditure, to know the level of sufficiency on pocket money for living cost and to know the portion of consumption expenditure on boarder students.
This research is a quantitative research where the research method used is survey method, questionnaire method and literature study. The method of analysis used consisted of simple regression and tabulation analysis. Based on the results of research and data analysis using simple regression and tabulation shows that: (1) The consumption pattern of boarder students are still dominant in food consumption along the pocket money has a positive and significant effect on consumption expenditure of boarder students who majoring at S1 Ekonomi Pembangunan International Program on students year 2014-2016, (2) The pocket money is sufficient for living cost of boarder students who majoring at S1 Ekonomi Pembangunan International Program on students year 2014-2106, and (3) The portion of food and non-food consumption expenditure on female boarder students is more than male boarder students who majoring at S1 Ekonomi Pembangunan International Program on students year 2014-2106.
The implications of above conclusions are in regulating consumption patterns on boarder students, preferably to considering the order of goods and services (food and non-food) to be selected for consumption. The efforts that can be made is to adjust between income and consumption expenditure. Then in an effort to increase the sufficiency on pocket money for living cost of boarder students, preferably should be oversee the management of pocket money in choosing the type and amount of goods (food and non-food) that can be consumed in order to obtain a maximum satisfaction. The efforts that can be made is to increase consideration of pocket money use in consumption activities. Meanwhile in an effort to regulate the portion of consumption expenditure on boarder students, preferably to considering and calculate for advance in allocating each part of pocket money for consumption activities. The efforts that can be done is to regulate combination of goods and services (food and non-food) will be consumed, along choose based on tastes and budget lines.
1867321926H1B013030KLASIFIKASI KUALITAS SUSU SEGAR MENGGUNAKAN METODE FUZZY LEARNING VECTOR QUANTIZATIONFuzzy learning vector quantization (FLVQ) merupakan metode pengelompokan data yang mengkombinasikan jaringan saraf tiruan metode learning vector quantization (LVQ) dengan himpunan fuzzy. Metode ini termasuk fuzzy neural network (FNN). Pada metode FLVQ, bobot yang digunakan berupa himpunan fuzzy. Pada penelitian ini metode FLVQ diaplikasikan untuk klasifikasi kualitas susu segar di BBPTU-HPT Baturraden. Data yang digunakan adalah data kandungan susu segar di Farm Tegalsari pada bulan Januari 2017 – Maret 2017. Dari 221 pengamatan yang tersedia, 128 pengamatan digunakan sebagai data pelatihan dan 93 pengamatan digunakan sebagai data pengujian. Variabel input yang digunakan adalah lemak, protein, Bahan Kering Tanpa Lemak (BKTL), dan laktosa. Variabel Output dari metode ini adalah kualitas susu baik (kelompok 1) dan kualitas susu unggul (kelompok 2). Hasil pengujian dari 93 data susu di Farm Tegalsari, diperoleh 46 data termasuk dalam kualitas susu ungul dan 47 termasuk dalam kualitas susu baik dengan error sebesar 3.2258%.Fuzzy learning vector quantization (FLVQ) is a method of data grouping that combines artificial neural network of learning vector quantization (LVQ) method with fuzzy set. This method is included of fuzzy neural network (FNN). The FLVQ method uses fuzzy sets for it weight. In this research FLVQ is applied to classify the quality of fresh milk in BBPTU-HPT Baturraden. Data in this research use the ingredients of fresh milk at Tegalsari Farm from January 2017 to March 2017. In this research we use 221 observations with 128 observations are used as training data and 93 observations are used as test data. The ingredients of Fresh milk such as fat, protein, solid nonfat (SNF), and lactose are used as input variables. Moreover the output variables this research are best quality milk (1st group), and superior quality milk (2nd group). Results of the assessment 93 dairy data of observations are obtained 46 data of superior quality milk and 47 of best quality milk with error assessments 3.2258%.
1867421927C1B014033ANALISIS KINERJA KEUANGAN LIMA TAHUN SEBELUM DAN SESUDAH RIGHT ISSUE PADA SUB-SEKTOR PERBANKAN PERIODE 2009-2011 YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIAPenelitian ini menggunakan tekni purposive sampling dengan 9 sampel perusahaan perbankan. Data diperoleh dari pasar modal untuk perusahaan-perusahaan yang melakukan right issue pada tahun 2009, 2010, dan 2011. Analisis ini menggunakan pengujian statistik dengan bantuan program SPSS21. Pengujian hipotesis menggunakan paired sample t-test untuk data yang terdistribusi normal dan wilcoxon signed rank test untuk data yang tidak terdistribusi normal. Hasil dari pengujian hipotesis menunjukkan bahwa : (1) Current Ratio sesudah right issue lebih baik daripada sebelum right issue, (2) Debt Equity Ratio sesudah right issue lebih baik daripada sebelum right issue, (3) Return on Assets sebelum right issue lebih baik daripada sesudah right issue, (4) Total Assets Turnover sebelum right issue lebih baik daripada sesudah right issue, (5) Price Earning Ratio sebelum right issue lebih baik daripada sesudah right issue.This study uses purposive sampling technique with 9 samples of banking companies. Data were obtained from the stock market for companies conducting rights issues in 2009, 2010, and 2011. This analysis used statistical testing with the help of the SPSS21 program. Hypothesis testing uses paired sample t-test for normally distributed data and wilcoxon signed rank test for data that is not normally distributed. The result of hypothesis testing shows that: (1) Current Ratio after right issue is better than before right issue, (2) Debt Equity Ratio after right issue is better than before right issue, (3) Return on Assets before right issue is better than right issue, (4) Total Assets Turnover before right issue is better than after right issue, (5) Price Earning Ratio before right issue is better than after right issue.
1867522016G1D014054HUBUNGAN KESADARAN DIRI (SELF AWARENESS)
DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN KANKER SERVIKS
DI RUANG RAWAT INAP RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO
Latar Belakang: Kanker serviks merupakan penyakit keganasan yang sebabkan oleh Infeksi Human Pappiloma Virus (HPV) dan menimbulkan masalah kesehatan bagi wanita di seluruh dunia termasuk Indonesia. Faktor internal yang mungkin berpengaruh terhadap kualitas hidup pasien kanker serviks adalah kesadaran diri. Kesadaran diri merupakan keadaan dimana seseorang dapat memahami kondisi dirinya sendiri dengan setepat-tepatnya.
Tujuan: Mengetahui hubungan kesadaran diri dengan kualitas hidup pasien kanker serviks di ruang rawat inap RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.
Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling (31 responden). Data di analisis menggunakan uji statistik Fisher.
Hasil: Pasien kanker serviks sebagian besar memiliki usia rata-rata 51,42 tahun, tingkat pendidikan SD (48,4%), tidak bekerja (51,6%), mempunyai kesadaran diri buruk (58,1%) dan memiliki kualitas hidup sedang (83,9%). Hasil uji Fisher menunjukan tidak ada hubungan antara kesadaran diri dengan kualitas hidup pasien kanker serviks di ruang rawat inap RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto (p= 0,134).
Kesimpulan: Seseorang yang tidak memiliki kesadaran diri maka tidak memperhatikan penyakitnya. Sehingga kesadaran diri tidak mempengaruhi kualitas hidup seseorang.
Cervical cancer is a malignant disease caused by Human PappilomaVirus Infection (HPV) and causes health problems for women worldwide, including in Indonesia. The internal factor that may affect the quality of life is self-awareness. Self-awareness is a state in which a person can precisely understand their own condition. The aim of this study was to know the relationship between self-awareness and quality of life among cervical cancer patients in the inpatient care RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. This research was a quantitative research with cross sectional design. The sampling used total sampling technique (31 respondents). The data were analyzed by Fisher's statistical test. Most cervical cancer patients were at an average age of 51.42 years, primary school education (48.4%), did not work (51.6%), had poor self-awareness (58.1%) and had moderate quality of life (83.9%). The result of Fisher test showed that there was no a significant correlation between self-awareness and the quality of life among cervical cancer patients in the inpatient care RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto (p = 0.134). A person who has not self-awareness did not concern about their illness. Thus self-awareness does not affect the quality of life.
1867622053F1C014016Representasi Kelompok LGBT dalam Publikasi Daring FeminisSaat ini, representasi kelompok LGBT dalam media arus utama masih cenderung negatif karena masih dipengaruhi oleh khotbah keagamaan yang intoleran dan juga heteronormativitas. Walaupun begitu, ternyata masih ada media yang menawarkan representasi alternatif mengenai kelompok LGBT. Salah satu contohnya ialah Magdalene. Melalui publikais daringnya, Magdalene berusaha untuk melawan representasi umum mengenai kelompok LGBT yang menentang media arus utama. Fakta tersebut sangat menarik mengingat Magdalene pada dasarnya dibuat sebagai publikasi feminis, bukan secara khusus diperuntukkan untuk kelompok LGBT.

Penelitian ini hendak melihat representasi kelompok LGBT dalam publikasi daring Magdalene. Dalam melakukan analisis, peneliti menggunakan metode analisis teks yang dikembangkan dalam Analisis Wacana Kritis oleh Norman Fairclough. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Magdalene merepresentasikan kelompok LGBT sebagai kelompok yang rentan di Indonesia yang sering menjadi korban marginalisasi oleh media arus utama, dan sebaliknya kelompok LGBT juga direpresentasikan sebagai kelompok yang telah eksis dalam Islam dan budaya lokal.
Nowadays, the representation of LGBT people in Indonesia’s mainstream media is still negative as it is influenced with intolerance religious preaching and heteronormativity. In spite of that, there is still a media that offers an alternative representation of LGBT people. Magdalene is the example of one of them. Through their online publication, Magdalene tries to challenge the prominent representation of LGBT people which opposites the mainstream media. The fact is interesting as Magdalene actually is created as feminist publication, not particularly LGBT publication.

This study aims to find out the representation of LGBT people in Magdalene’s online publication. In conducting the analysis, researcher uses the Textual Analysis based on Norman Fairclough’s Critical Discourse Analysis. In the end, the result shows that Magdalene represents LGBT people as vulnerable group in Indonesia which often marginalized by the mainstream media, and on the other hand LGBT people are also represented as group of people who have existed in Islam and local cultures.
1867721945F1D013010Gerakan Sosial dan Politik Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia untuk Mendapatkan Pengakuan Kewarganegaraan Melalui Penghapusan SBKRI Tahun 2002-2005 di BanyumasPenelitian ini bertujuan untuk: 1) memahami dan mendeskripsikan proses Gerakan Sosial dan Politik Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) dalam Penghapusan Surat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia (SBKRI) Pasca Reformasi di Banyumas 2) memahami dan mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat Gerakan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa dalam Penghapusan SBKRI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi.
Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa Gerakan Sosial dan Politik PSMTI, dilakukan melalui beberapa tahap proses. Pertama struktur kesempatan politik yang berkaitan dengan kondisi kabupaten Banyumas yang toleran sehingga organisasi yang mendukung toleransi antara agama, ras, maupun etnis seperti PSMTI tentunya sangat mudah masuk di Banyumas. Kedua struktur mobilisasi gerakan yang berkaitan dengan hubungan antara sesama organisasi baik formal PSMTI maupun informal PSMTI Banyumas. Ketiga proses framing pada bagian ini dijelaskan bagaimana PSMTI Banyumas melakukan framing terhadap sebuah isu ketidakadilan seperti SBKRI dengan melakukan berbagai agenda seperti arisan dan seminar nasional. Keempat capaian gerakan yang membahas berbagai hasil yang telah dicapai dalam gerakan PSMTI Banyumas seperti hasil dari advokasi antara pihak pemerintah dan masyarakat Tionghoa.

This study aims to: 1) understand and describe the Social and Political Movement process of the Indonesian Chinese Marga Societies (PSMTI) in the Elimination of SBKRI Post Reformation in Banyumas 2) to understand and describe the supporting and inhibiting factors of the Chinese Marga Societies Movement in the Elimination of SBKRI. The method used in this research is qualitative with phenomenology approach.
The result of this research is Social Movement and Political of PSMTI, done through several process. The first political structure with the condition of Banyumas district that is tolerant to the organization that is very easy to enter in Banyumas. The second structure of movement mobilization related to the relationship between both formal organizations PSMTI and informal PSMTI Banyumas. The third division of the process at this stage is for how PSMTI Banyumas conduct framing against an issue of injustice such as SBKRI by doing various agenda such as social gathering and national seminar. The four outcomes of the movement discussed the various outcomes that have been achieved in the PSMTI Banyumas movement as a result of advocacy between the government and the Chinese community.
I
1867821963G1D013087PERBEDAAN KUALITAS HIDUP LANSIA EMPTY NESTER DENGAN LANSIA NON EMPTY NESTER DI DESA RAJAWANA KECAMATAN KARANGMONCOL KABUPATEN PURBALINGGAPERBEDAAN KUALITAS HIDUP LANSIA EMPTY NESTER DENGAN LANSIA YANG NON EMPTY NESTER DI DESA RAJAWANA KECAMATAN KARANGMONCOL
KABUPATEN PURBALINGGA

ABSTRAK
Latar belakang: Seseorang yang telah memasuki usia lansia pada umumnya masih tinggal bersama dengan keluarga besar mereka, namun ada juga sebagian lansia yang hidup hanya berpasangan saja yang disebut dengan istilah empty nester. Kondisi tersebut mungkin akan berdampak pada kualitas hidup lansia.
Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan kualitas hidup lansia empty nester dengan lansia yang non empty nester di Desa Rajawana Kecamatan Karangmoncol Kabupaten Purbalingga
Metode: Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan menggunakan desain comparative study. Sampel sebanyak 88 lansia terbagi 44 lansia empty nester dan 44 lansia non empty nester dengan teknik simple random sampling. Kualitas hidup diukur dengan instrumen WHOQOL. Uji yang digunakan adalah uji mann whitney.
Hasil: Hasil uji mann whitney menunjukkan terdapat perbedaan pada kedua kelompok pada aspek kualitas hidup secara umum (p 0,022), kesehatan psikologis (p 0,031), hubungan sosial (p 0,001) dan lingkungan (p 0,000). Sementara itu, tidak ada perbedaan profil kesehatan (p 0,091) dan kesehatan fisik (p 0,864).
Kesimpulan: Terdapat perbedaan kualitas hidup antara lansia empty nester dan lansia non empty nester
Background: Manny of elderly still lives with their extended family, but there are also elderly who live only in pairs which called empty nester. These conditions may have an impact on the quality of life of the elderly.
Objective: To investigate the difference of quality of life of empty nester elderly and non empty nester elderly in Rajawana Village Karangmoncol District Purbalingga Regency
Method: This is an analytic research using comparative study design. Fourty five empty nester elderly and 44 non empty nester elderly who chosed by simple random sampling technique were participated in this study. Quality of life is measured by WHOQOL instruments. Data was analyized using Mann Whitney test.
Results: Mann Whitney test results showed differences in both groups in terms of quality of life in general (p 0.022), psychological health (p 0.031), social relations (p 0.001) and environment (p 0,000). Meanwhile, there was no difference in health profile (p 0.091) and physical health (p 0.864).
Conclusion: There is a difference of quality of life between empty nester elderly and non empty nester elderly.
1867921930F1B014002Strategi Badan Keuangan Daerah Dalam Peningkatan Pendapatan Asli Daerah Melalui Penerimaan Pajak Hotel dan Pajak Restoran di Kabupaten BanyumasPelaksanaan otonomi daerah telah memberikan wewenang yang lebih luas kepada pemerintah daerah untuk dapat mengelola daerahnya sendiri. Salah satu kewenangan yang diberikan kepada pemerintah daerah adalah terkait dengan pengelolaan keuangan daerah dimana salah satu komponennya adalah pajak daerah. Pajak hotel dan pajak restoran sebagai penyumbang pajak daerah bagi Kabupaten Banyumas memiliki potensi yang cukup besar. Namun dalam pengelolaan kedua pajak tersebut masih dijumpai berbagai kendala. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Strategi Badan Keuangan Daerah Dalam Peningkatan Pendapatan Asli Daerah Melalui Penerimaan Pajak Hotel dan Pajak Restoran di Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pemilihan informannya adalah purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Badan Keuangan Daerah Kabupaten Banyumas dalam peningkatan pendapatan asli daerah melalui penerimaan pajak hotel dan pajak restoran masih belum maksimal. Menggunakan teori tahapan manajemen strategi, berdasarkan aspek pengamatan lingkungan dapat disimpulkan bahwa BKD Kabupaten Banyumas sudah melakukan pengamatan lingkungan baik itu lingkungan internal maupun lingkungan eksternal organisasi. Perumusan strategi dari visi, misi, tujuan, dan sasaran, strategi dan kebijakan organisasi disusun oleh Tim Penyusunan Reviu Rencana Strategis BKD Kabupaten Banyumas. Implementasi strategi dalam meningkatkan realisasi pajak hotel dan pajak restoran dengan cara melaksanakan intensifikasi dan ekstensifikasi pajak namun pada pelaksanaannya belum optimal. Kemudian berdasarkan aspek evaluasi dan pengendalian, dapat disimpulkan bahwa BKD Kabupaten Banyumas telah melaksanakan bentuk evaluasi dan pengendalian setiap 3 bulan (triwulan) dalam tujuannya meningkatkan pengelolaan pajak daerah.The implementation of regional autonomy has given wider authority to local governments to be able to manage their own areas. One of the authorities given to the local government is related to the management of regional finances which one of its components is local tax. Hotel and restaurant tax as contributor of local taxes for Banyumas Regency has considerable potential. However, in the management of both taxes are still encountered various obstacles. The purpose of this research is to identify the Regional Finance Agency Strategy In Increasing Original Income Through Hotel and Restaurant Tax Revenue Of Banyumas Regency. This research employs qualitative method in which informants are selected with purposive sampling technique. Based on the results of research can be concluded the strategy of increasing original income through hotels and restaurants tax sector in Banyumas Regency has not been implemented to its full potential by the Regional Finance Agency of Banyumas Regency. Using the theories of strategic management stages, based on environmental observation aspect can be concluded that Regional Financial Agency of Banyumas Regency has observed both internal and external environment of the organization. Based on strategy formulation aspect, can be concluded that Regional Finance Agency of Banyumas Regency has conducted the basic strategy of organization starting from vision, mission, goals, policy, and organizational strategy. The implementation of strategies to increase the realization of hotel and restaurant by implementing tax intensification and extensification but in its implementation not yet optimal. Based on evaluation and control aspect, it can be concluded that Regional Finance Agency of Banyumas Regency has conducted an evaluation and control every 3 month (quarter) in its objective to improve local tax management.
1868021929F1B014030DAMPAK PROGRAM REVITALISASI PASAR RAKYAT
(Studi Kasus Tentang Dampak Fisik, Non Fisik dan Ekonomi di Pasar Manis Purwokerto)
Dampak merupakan akibat lebih jauh yang terjadi di masyarakat sebagai konsekuensi dari adanya suatu kebijakan. Untuk mengetahui bagaimana suatu program membawa dampak baik positif maupun negatif kepada kelompok sasaran maka diperlukan studi evaluasi kebijakan. Revitalisasi pasar rakyat bertujuan memberikan image baru bagi masyarakat yaitu nyaman dan lebih adil. Kebijakan revitalisasi pasar rakyat mungkin salah satu kebijakan pemerintah yang tepat untuk mempertahankan keberlangsungan dari pasar rakyat dan tetap disukai oleh masyarakat. Penelitian ini terfokus pada dampak program revitalisasi pasar rakyat pada aspek fisik, non fisik dan ekonomi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Penelitian ini dilakukan pada program revitalisasi pasar rakyat di Pasar Manis Purwokerto Kabupaten Banyumas. Metode analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program revitalisasi pasar rakyat memberikan dampak positif dan negatif terhadap aspek fisik, non fisik dan ekonomi. Revitalisasi pasar rakyat ini, kunci keberhasilannya adalah terletak pada cakupan program revitalisasi ini. Pengelola pasar dalam hal ini UPT Pasar Manis merupakan pihak yang mengetahui kondisi bangunan fisik dan kualitas fasilitas umum di Pasar Manis dan mampu melaksanakan pengelolaan pasar yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pasar. Dengan demikian, program pemberdayaan pedagang melalui program pendampingan dan dana bergulir semestinya dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, karena program revitalisasi pasar rakyat di Pasar Manis Purwokerto masih dalam proses adaptasi. Pendampingan ditujukan untuk merubah mindset berdagang dan perilaku pedagang. perlu juga dilaksanakan pelatihan kewirausahaan supaya pedagang paham bagaimana cara untuk mempertahankan dan mengembangkan usaha berdagangnya.Impact is a further consequence that occurs in the community as a consequence of the existence of a policy. To find out how a program brings both positive and negative impacts to the target group, a policy evaluation study is required. Revitalization of the people's market aims to provide a new image for the community that is comfortable and fairer. People's market revitalization policy may be one of the right government policies to maintain the sustainability of the people's market and be favored by the public. This study focuses on the impact of people's market revitalization program on physical, non-physical and economic aspects. The research method used in this research is qualitative research method. This research was conducted on the market revitalization program in Manis Market Banyumas District. Data analysis method used is interactive analysis model. The results showed that the program of revitalizing the people's market had a positive and negative impact on physical, non-physical and economic aspects. This revitalization of the people's market, the key to its success lies in the scope of this revitalization program. Market managers is a party who knows the condition of physical buildings and quality of public facilities in Manis Market and able to carry out market management in accordance with market conditions and needs. Thus, the program of empowerment of traders through advisory programs and revolving funds should be implemented in a sustainable manner, because the revitalization program of the market people in Manis Market still in the process of adaptation. Assistance is aimed at changing the trader's mindset and trader behavior. it is also necessary to conduct entrepreneurship training so that traders understand how to maintain and develop their trading business.