Artikelilmiahs

Menampilkan 18.681-18.700 dari 50.060 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1868121933F1D012045Relasi Pemerintah dan Pengusaha dalam Pengadaan Jasa 51 Unit Articulated Bus di DKI Jakarta pada Masa Pemerintahan Gubernur Basuki Tjahaja PurnamaPenelitian ini membahas tentang Relasi Pemerintah dan Pengusaha Dalam Pengadaan Jasa 51 Unit Articulated Bus di DKI JAKARTA Pada Masa Pemerintahan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama. Hal ini dikarenakan, pada masa pemerintahan sebelumnya, pengadaan jasa transportasi melalui lelang tidak diadakan secara transparan. Maka dari itu, fokus kajian diarahkan pada pola relasi dan faktor-faktor pembentuk relasi antara pemerintah dan pengusaha dalam pengadaan articulated bus di DKI Jakarta pada era kepemimpinan Ahok.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan proses terbentuknya pola dan faktor-faktor pembentuk relasi pemerintah dan pengusaha dalam pengadaan 51 articulated bus di Jakarta pada masa pemerintahan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan paradigma konstruktivis sebagai ruh penulisan hasil dan pembahasan.
Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa adanya kerjasama antara pihak pemerintah dengan pihak swasta dalam bidang transportasi. Pola relasi yang terjalin antara keduanya membentuk pola relasi assosiasi dimana keduanya bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama untuk mewujudkan infrakstruktur transportasi yang sesuai dengan keinginan masyarakat. Ada beberapa faktor penentu yang membentuk relasi antara pihak pemerintah dan swasta, yakni adanya mobilitas sumber daya dan adanya pengaruh yang kuat dari pihak swasta, PT Mayasari Bhakti sebagai pemenang lelang pengadaan dan pengoperasian 51 Unit Articulated Bus melalui sistem poin dalam proses penilaian.
Kesimpulan dalam penelitian ini adalah menangnya PT Mayasari Bhakti menjadi langkah awal dari terciptanya pola relasi yang saling menguntungkan antara pemerintah dengan swasta. Karena melalui kontrak perjanjian kerjasama atau MoU dinyatakan bahwa PT Mayasari Bhakti sebagai pihak swasta yang bertanggungjawab atas pengoperasian 51 articulated bus di tujuh koridor busway, menjadi pemegang sebagian saham atas bus-bus tersebut. Keuntungan lain bagi pemerintah adalah beban pemerintah berkurang. Dikatakan demikian karena pemerintah hanya menerima laporan progres pengoperasian 51 articulated bus tersebut dari PT Mayasari Bhakti dan hanya mengontrol kinerja PT Mayasari Bhakti di bawah PT Transjakarta. Kerjasama ini mewujudkan win-win solution bagi kedua belah pihak.
This study discusses about the relation of Government and Entrepreneur in procurement of 51 Articulated Bus Service in the capital city Jakarta under the governance of Basuki Tjahaja Purnama. This is because, in the previous administration, the procurement of transportation services is not done through auction held transparently. Therefore, the focus of the study is directed to the relationship pattern and the factors that form the relationship between government and employers with procurement of articulated buses in DKI Jakarta in the era of Ahok's leadership.
The purpose of this study is to explain the process of patterns formation and the factors that form the relation between government and employers in the procurement of 51 articulated buses in Jakarta during the reign of Governor Basuki Tjahaja Purnama. To fulfill the purpose of this research qualitative method and approach with case study and constructivist paradigm used as the spirit of all the writing results and discussion.
The results of this study reveal that the development today requires cooperation between the government and the private sector for realizing the development in the field of transportation. Pattern of relations which exist between the two forms the relationship pattern of the association in which both work together to achieve the common goal to realize the transportation infrastructure in accordance with the wishes of the community. There are several determinants factors that from relations between the government and private sector, is the existence of resources mobility and strong influence from the private parties, PT Mayasari Bhakti as the winner of the procurement auction and operation of 51 Articulated Bus Units through points system in assessment process.
The conclusion in this study is PT Mayasari Bhakti’s win became the first step of creating mutual relation patterns profitable between the government and the private sector. Because through the cooperation agreement contract or MoU that declared that PT Mayasari Bhakti as the private sector responsible for the operation of 51 articulated buses at seven coridors of the busway and became shareholders of the buses. Another advantage for the government is the reduced government burden. It is said because the government only received a progress report for the operation of 51 articulated bus from PT Mayasari Bhakti and only control the performance of PT Mayasari Bhakti under PT Transjakarta. This cooperation embodies win-win solution for both parties.
1868221934F1B113034PENGARUH DISIPLIN, MOTIVASI DAN FASILITAS KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI DINAS PENANAMAN MODAL PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KABUPATEN KEBUMENPada dasarnya kinerja pegawai merupakan faktor penting untuk menentukan keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuan. Kinerja Pegawai dapat dipengaruhi oleh Kedisiplinan, Motivasi dan Fasilitas Kerja. Penelitian ini dilakukan di Dinas Penanman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kebumen
Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis besarnya pengaruh Disiplin (disiplin waktu, disiplin aturan, dan tanggung jawab kerja). Motivasi (kebutuhan akan penghargaan, kebutuhan aktualisasi diri, kebutuhan akan prestasi, dan kebutuhan akan afiliasi). Dan Fasilitas (fasilitas perlengkapan kantor dan fasilitas kendaraan dinas) terhadap Kinerja Pegawai di Dinas Penanman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kebumen. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survai. Teknik analisis data yang digunakan adalah Korelasi Kendall Tau, Korelasi Konkordansi Kendall W dan Regresi Ordinal.
Hasil analisis secara kuantitatif dalam penelitian ini menunjukkan :(1) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Disiplin terhadap Kinerja Pegawai sebesar 0,259 atau 25,9 persen. (2) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Motivasi terhadap Kinerja Pegawai sebesar 0,180 atau 18 persen. (3) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Fasilitas Kerja terhadap Kinerja Pegawai sebesar 0,137 atau 13,7 persen. (4) Terdapat Pengaruh yang positif dan signifikan antara Disiplin, Motivasi dan Fasilitas Kerja terhadap Kinerja Pegawai sebesar 0,529 atau 52,9 persen.
Kesimpulan hasil penelitian ini adalah bahwa variabel-variabel Disiplin, Motivasi dan Fasilitas Kerja semuanya berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai di Dinas Penanman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kebumen Hal ini membuktikan bahwa semua variabel independen mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap variabel dependen yaitu Kinerja Pegawai. Dengan demikian keseluruhan hipotesis kerja dalam penelitian ini dapat diterima.
Employee’s performance is an important factor to determine the success of organization for achieve the goal. Employee performance can be influenced by Discipline, Motivation, and FacilitiesThis research was conducted at Invesment Office on One Stop Service Kebumen Regency
The research aims to analyze how big the influence Discipline (time discipline, rule discipline, and job responsibillites), Motivations (need of achievement, need of self-actualization, and need of affiliation), and Facilities (office equipment and official vehicles) to the Performance of Employees atInvesment Office on One Stop Service Kebumen Regency. This research uses survey method. Data analysis techniques are Kendall Tau Correlation, Correlation of Kendall W Constantiation, and Ordinal Regression.
The results of quantitative analysis in this study indicate: (1) There is a positive and significant influence between the discipline on employee performance. equal to 0.259 or 25.9 percent. (2) There is a positive and significant influence between the motivation on employee performance of 0.180 or 18 percent. (3) There is a positive and significant influence between facilities on employee performance of 0.137 or 13.7 percent. (4) There is a positive and significant influence between discipline, motivation and work facility on performance of 0.529 or 52.9 percent.
This research concludes that the variables of Discipline, Motivation and Facilities all have positive and significant effect on Employee Performance in the Invesment Office on One Stop Service Kebumen Regency. This prove that all independent variables have a positive and significant influence to the dependent variable which is Performance Employee. Therefore all hypotheses in this research are acceptable.
1868321935F1D013025Strategi Kemenangan Incumbent dalam Pemilihan Kepala Desa Baseh Kecamatan Kedung Banteng Kabupaten Banyumas Tahun 2013Tujuan penting dalam penulisan ini untuk memahami dan mendeskripsikan tentang bagaimana bentuk-bentuk strategi kemenangan kepala desa Baseh dalam Pilkades tahun 2013. Siapa sajakah aktor-aktor yang terlibat dalam kemenangan incumbent. Serta faktor-faktor yang mendorong dan menghambat kemenangan incumbent. Metode penelitian kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang pelaku yang dapat diamati metode ini digunakan untuk menjelaskan dan mendeskripsikan Bentuk-bentuk strategi kemenangan incumbent dalam pilkades baseh kecamatan kedungbanteng kabupaten banyumas tahun 2013 sebagai berikut: mendorong keikutsertaan yang menguntungkan, kampanye untuk tidak memilih calon boneka, door to door silaturahmi serta money politik Aktor-aktor yang terlibat dalam strategi kemenangan incumbent ialah calon boneka itu sendiri. Faktor-faktor yang mendorong dan menghambat strategi kemenangan incumbent ialah Faktor tim pemenangan terdiri dari sekelompok keluarga incumbent dan hanya beberapa warga desa Baseh.Faktor penghambat masyarakat yang tidak mendukung incumbent seperti warga yang mempunyai dendam pribadi dengan incumbent, warga yang tidak suka saat periode pertama, warga yang menyukai sugeng, warga yang kasihan terhadap sugeng.The purpose of this writing is to understand and describe how the strategies of kemasangan kepla village Baseh in Pilkades 2013. Who are the actors involved in the victory incumbent. And the factors that drive and hinder incumbent victory. The method of qualitative research is a research procedure that produces descriptive data in the form of written or oral words of the perpetrators who can be observed. This method is used to explain and describe the forms of incumbent victory strategy in base district of Kedungbanteng district of Banyumas in 2013 as follows: to encourage participation which is profitable, the campaign to not choose the candidate dolls, door to door hospitality and money politics Actors involved in the strategy of victory incumbent is the puppet candidate itself. Factors that drive and hinder incumbent victory strategy are Factor winning team consisting of a group of incumbent families and only a few Baseh villagers. Community inhibiting factors that do not support incumbent such as citizens who have personal grudges with incumbent, dislike citizens during the first period, people who like sugeng, citizens who pity for sugeng.
1868421936B1J014003Karakter Anatomi Daun dan Kandungan Klorofil Kedelai [Glycine max (L.) Merr.] Kultivar Grobogan Akibat Cekaman Salinitas Di Pesisir Pantai Sodong, CilacapKedelai merupakan tanaman herba yang dapat tumbuh pada beberapa kondisi lingkungan ekstrim. Kedelai kultivar Grobogan dapat tumbuh dalam keadaan cekaman salinitas. Tanah salin adalah tanah yang mengandung garam tinggi. Tanah salin menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman terhambat, sehingga dapat terjadi perubahan metabolisme di dalam sel.
Penelitian ini bertujuan untuk 1). mengetahui karakter anatomi daun kedelai [Glycine max (L.) Merr.] kultivar Grobogan akibat cekaman salinitas di pantai Sodong Cilacap 2). mengetahui kandungan klorofil tanaman kultivar Grobogan akibat cekaman salinitas di pantai Sodong Cilacap. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu eksperimental dengan anova menggunakan uji t. Metode pembuatan preparat yang digunakan yaitu embedding untuk pembuatan preparat awetan, pembuatan preparat segar menggunakan kuteks bening dan spektrotofometer untuk perhitungan kandungan klorofil. Variabel bebas yang digunakan yaitu salinitas dan variabel terikat karakter anatomi dan kandungan klorofil. Parameter yang diamati meliputi tebal epidermis, kutikula, mesofil, rasio palisade, ukuran panjang dan lebar stoma, kerapatan stomata dan trikomata per mm2, serta kandungan klorofil. Data yang diperoleh dirata-rata dan dibandingkan untuk mengetahui pengaruh perbedaan perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salinitas 70 mmol meningkatkan ukuran tebal kutikula adaksial, tebal kutikula abaksial, rasio palisade, kerapatan trikoma epidermis adaksial, kandungan klorofil a, klorofil b, dan klorofil total daun. Salinitas 70 mmol juga menurunkan ukuran tebal mesofil, panjang stoma adaksial, dan lebar stoma abaksial daun kedelai kultivar Grobogan.

Kata kunci: grobogan, karakter anatomi, kedelai, klorofil, salinitas.

Soybean is one of herbaceous plant that can grow in some extreme conditions. Grobogan soybean cultivar can grow in salinity stress condition. Salinesoil contains high level of salt. Salinesoil causes the plants grow and development become obstructed so there can be a metabolism alteration in the cells.
The purpose of this research were 1) to find the anatomical characters of Grobogan soybean cultivar leaf [Glycine max (L.) Merr.] as a result from salinity stress in Sodong Cilacap 2) to find the chlorophyll content of Grobogan soybean cultivar leaf [G. max (L.) Merr.]. The research method was experimental with “independent sample t-test” anova. The slide preparation was the embedding and nonembedding methods. The spectrophotometry method for measuring chlorophyll a, b and total chlorophll content. The variable that used unbounding, bounding variable were anatomical character and chlorophyll levels. The soybean was planted in two different locations with different salinity level. The parameters observed were the epidermial thickness, cuticle, mesophyll, palisade ratio, stomata length and width, stomata and trichomata density per mm2, and chlorophyll content. The obtained data analyzed by “independent sample t-test” experiment to compare the average of different treatment effect. The salinity caused the adaksial cuticle thickness, abaksial cuticle thickness, palisade ratio, upper epidermal trichoma density, chlorophyll a, chlorophyll b, and chlorophyll total. The salinity stress decreased the mesophyll thickness, upper epidermal trichomata density, chlorophyll, upper epidermal stoma length, and lower epidermal stoma width the Grobogan soybean cultivar leaf [G. max (L.) Merr.]
1868521937H1B012053IDENTIFIKASI OUTLIER DATA MULTIVARIAT DENGAN METODE MINIMUM COVARIANCE DETERMINANTPenelitian ini membahas tentang identifikasi outlier pada kasus multivariat. Langkah pertama yang dilakukan adalah mereduksi dimensi data dengan analisis komponen utama menggunakan metode minimum covariance determinant (MCD). Pendeteksian outlier dengan metode MCD adalah dengan cara mencari determinan terkecil matriks kovariansi, selanjutnya membandingkan jarak robust dengan nilai cut-off. Data yang digunakan adalah data produktivitas tanaman pangan di Jawa Tengah tahun jumlah pengamatan yang digunakan adalah 105 dengan 7 variabel. Hasil pendeteksian outlier menunjukkan bahwa, terdapat 11 data pengamatan yang terdeteksi sebagai outlier dan 94 data pengamatan bukan outlier.
The research studied outliers on multivariate data. This is due to they affect to the data analysis. First step is reduce the dimension using principle component analysis by the minimum covariance determinant method (MCD). Furthermore, we look for the smallest determinant of the covariance matrix, then identified outlier is determined by comparing the distance of robust with cut-off value. The data are food crop productivity in Central Java in 2013-2015, with the number of observations is 105 and the variables are 7. The result showed that there are 11 data as outliers and 94 are not.
1868621938F1D013041Pemasaran Politik Pasangan Budhi Sarwono dan Syamsudin dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah Kabupaten Banjarnegara Tahun 2017Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui dan mendeskripsikan marketing poltik dari pasangan Budhi Sarwono dan Syamsudin dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah Kabupaten Banjarnegara tahun 2017 2) mengetahui dan mendeskripsikan strategi marketing politik dari pasangan Budhi Sarwono dan Syamsudin di Desa Wanadadi dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah Kabupaten Banjarngera tahun 2017. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa metode marketing politik digunakan oleh pasangan Budhi Sarwono dan Syamsudin dalam pemilihan umum ini. Dan perihal meminimalisir isu etnisitas dalam pemenangannya di Desa Wanadadi. Kerangka berpikir dari penelitian ini, ialah melihat bauran marketing politik pasangan, segementasi wilayah, dan positioning pasangan di Desa Wanadadi. Tahap pertama, bauran marketing politik yang berkaitan dengan pendataan modal sosial-ekonomi dari pasangan, seperti Budhi Sarwono sebagai pengusaha nasional di bidan infrastruktur yang dimanfaatkan sebagai citra dan pemanfaatan media massa secara maksimal. Kedua, melaksanakan segementasi wilayah untuk menentukan karakteristik pemilih. Seperti dengan segementasi Desa Wanadadi yang memiliki sentimen Etnis Tionghoa, segmen pemilih pun cenderung mempertimbangkan tidak memilih dari latar belakang Etnis Tionghoa. Ketiga, menggunakan positioning dan pendekatan yang tepat dengan pemilih di Desa Wanadadi. Seperti dengan menggunakan pendekatan tokoh kuat Desa dan gerakan relawan Srikandi. Dengan marketing politik ini, pasangan ini dapat mendapatkan suara yang maksimal di Desa Wanadadi dan memenangkan pemilihan umum kali ini.This research was aimed to: 1) know and describe the political marketing from the couple of BudhiSarwono and Syamsudin in General Election as the Head of Area Banjarnegara District on 2017 2) know and describe political marketing strategy from the couple ofBudhiSarwono and Syamsudin in Wanadadi Villageas the Head of Area Banjarnegara District on 2017. The method used of this research is qualitative method with case study approach. The results of this research show that the political marketingmethod is used by BudhiSarwono and Syamsudinin this election. And talk about this issue to minimize ethnicity from the winning in Wanadadi Village. The framework of this research to show political marketing mix from the couple, segmentation of territory, and positioning the partner in Wanadadi Village. The first stage is the marketing political mix that is related to the income capital of socio-economic data collection from the couple, such as BudhiSarwono as a national entrepreneur in frastructure sector that is used as the image and take advantage of the media to the maximum. The second stage is segmentation of the region to determine the characteristics of voters. Such as the segmentation of Wanadadi Village with Chinese ethnic sentiment, the segment of voter also tends to consider not choosing from ethnic Chinese background. The third stageis used positioning and approach with voters in Wanadadi Village. Such as, the couple is approached the leaders in the village with powerful and volunteer movement of Srikandi. The advantage of political marketing are the couple can get maximum votes in Wanadadi Village and the couple be a winner in this election.
1868722014G1F014027Efek Pemberian Isolat Daun Jarak Pagar (Jatropha Curcas Linn.) Terhadap Kadar IL-1β Pada Serum Darah Tikus yang Diinduksi CCl4 Ekstrak daun J. curcas telah terbukti mengandung berbagai senyawa kimia yang dapat digunakan sebagai antiinflamasi. Salah satu tanda terjadinya inflamasi yaitu meningkatnya kadar sitokin proinflamasi seperti IL-1β. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian isolat daun J. curcas terhadap penurunan kadar IL-1β pada serum darah tikus yang diinduksi CCl4. Penelitian eksperimental ini menggunakan rancangan Post Test Only Controlled Group Design. Empat Isolat daun J. curcas yang diperoleh dari pemurnian fraksi etil asetat hasil penelitian Lastanto (2016) dilarutkan dalam DMSO 5% hingga konsentrasi menjadi 200 μg/ml. Tikus putih jantan galur Wistar sebanyak 6 ekor diinduksi CCl4 dengan dosis 0,5 ml/kgBB secara intraperitoneal, kemudian dilakukan pengambilan darah melalui plexus reorbitalis hingga didapatkan serum darah sebanyak 6 ml dan dikelompokkan menjadi 5 kelompok perlakuan. Kelompok I merupakan kontrol negatif, kelompok II (ditambahkan isolat 1 daun J. curcas (terpenoid)), kelompok III (ditambahkan isolat 2 daun J. curcas (flavonol)), kelompok IV (ditambahkan isolat 3 daun J. curcas (flavonoid)), kelompok V (ditambahkan isolat 4 daun J. curcas (flavonoid)). Selanjutnya dilakukan pengukuran kadar IL-1β dengan ELISA reader. Hasil kadar IL-1β tersebut dianalisis statistika dengan Saphiro-wilk dan dilanjutkan dengan one way ANOVA dan post hoc test. Hasil penelitian ini menunjukkan serum darah tikus yang diinduksi CCl4 dengan penambahan isolat 1 daun J. curcas pada kelompok II (terpenoid) dapat menurunkan kadar IL-1β paling baik dibandingkan dengan isolat lainnya yaitu dengan kadar sebesar 994,32 ± 63,29 pg/ml dan berbeda signifikan secara statistik dengan kelompok kontrol negatif (p<0,05). J. curcas leaves extracts had been proven contain various chemical compounds that can be used as anti-inflammatory. One of inflammation markers is increasing levels of proinflammatory cytokines such as IL-1β. This study aimed to know the effect of J. curcas leaves isolate to decrease IL-1β levels on CCl4 induced blood serum rats. This experimental study used Post Control Only Controlled Group Design design. Four J. curcas leaves isolates obtained from purification the ethyl acetat fraction that isolated by Lastanto (2016) was dissolved in DMSO 5% until the concentration is 200 μg/ml. Six male wistar rats was induced with CCl4 0.5 ml / kgBB (i.p) then the blood sample was taken by plexus reorbitalis to get blood serum as much as 6 ml and grouped into 5 groups of treatments. Group I was negative control, group II (added isolate 1 J. curcas leaves (terpenoid)), group III (added isolate 2 J. curcas leaves (flavonol)), group IV (added isolate 3 J. curcas leaves (flavonoid)), group V (added isolate 4 J. curcas leaves (flavonoid)). Further measurements of IL-1β levels were using ELISA reader. The result of IL-1β levels were analyzed statistically with Saphiro-wilk, followed by one way ANOVA and post hoc test. The results is CCl4 induced blood serum rats that added isolate 1 J. curcas leaves on the group II (terpenoid) showed the best ability in decreasing IL-1β levels compared to the other treatment groups equal to 994,32 ± 63,29 pg/ml and significantly different with negative control group (p<0,05).
1868821939F1B113006Pengaruh Kemampuan Pelaksana dan Partisipasi Masyarakat terhadap Akuntabilitas Program Pembangunan yang Dibiayai oleh Dana Desa (DD) di Desa Kedungwuluh Lor Kecamatan PatikrajaPembangunan Nasional adalah serangkaian usaha pembangunan yang berkelanjutan meliputi seluruh kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara untuk mewujudkan tujuan nasional. Dana Desa merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan serta pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia. Dana Desa dikelola secara mandiri dan demokratis oleh pemerintah desa dengan melihat kebutuhan serta potensi yang ada di desa. Pengelolaan serta penggunaan Dana Desa di Desa Kedungwuluh Lor dapat dikatakan cukup baik dalam akuntabilitas program pembangunan. Akuntabilitas program tidak dapat dipisahkan dengan kemampuan pelaksana dan partisipasi masyarakat. Untuk melibatkan masyarakat dalam program pembangunan, dibutuhkan pelaksana yang mempunyai kemampuan pengetahuan dan keahlian yang bersama-sama dapat mempengaruhi pertanggungjawaban program pembangunan dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis besarnya pengaruh kemampuan pelaksana terhadap akuntabilitas program pembangunan, dan pengaruh partisipasi masyarakat terhadap akuntabilitas program pembangunan di Desa Kedungwuluh Lor Kecamatan Patikraja. Banyumas.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif asosiatif dengan pendekatan survey. Teknik pengambilan sampelnya adalah probability sampling dengan metode Random Sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah Korelasi Kendall’s Tau-c, Korelasi Konkordansi Kendall W, dan Regresi Ordinal. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan kuesioner, yang didukung dengan dokumentasi dan observasi.
Hasil analisis secara kuantitatif dalam penelitian ini menunjukkan:
(1) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara kemampuan pelaksana terhadap akuntabilitas program pembangunan sebesar 24,6%; (2) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara partisipasi masyarakat terhadap akuntabilitas program pembangunan sebesar 17,4%; dan (3) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara kemampuan pelaksana dan partisipasi masyarakat terhadap akuntabilitas program pembangunan sebesar 30,5%.
Kesimpulan hasil penelitian ini adalah bahwa semua variabel independen mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap variabel dependen yaitu akuntabilitas program pembangunan yang dibiayai oleh dana desa di desa Kedungwuluh Lor, Patikraja, Banyumas
National development is a sustainable development activities covering the whole life of society, nation and state to realize the national goals. Village fund is one of government’s effort to increase prosperity and equity the development in all parts of Indonesia. Village fund has been managed independently and democratically by village government based on need and village potential. Management and utilization of village fund at Kedungwuluh Lor is good in develompment accountability program. Accountability program cant separated with executive ability and society participation. To involve the community in development program, we need executive who has knowledge ability and skill that can influence the development accountability program well. The research aims to examine and analyze the level of influence of executive skill to the accountability of development programs and influence of society participation to the accountable program at Kedungwuluh Lor village Patikraja District Banyumas.
This research use quantitative associative for the research method with the survey approach. The sampling technique is probability sampling with random sampling method. Analyze method in this research were correlation Kendall Tau, W Kendall Concordance Correlation and Regression Ordinal. Data collection method in this research is questionnaire, suuport by documentation.
The result of quantitative analysis have shown:
(1) there is a positive and significant between executive skill to the accountability of development programs by 24,6%; (2) there is a positive and significant between society partipation to the accountability of development programs by 17,4%; and (3) there is a positive and significant between executive skill and society participation to the accountability of development programs by 58,5%.
This research concludes were all the independent variable have a positive and significant influence to the dependent variable that is accountability of development programs that financed by village funds at Kedungwuluh Lor village, patikraja, Banyumas.
1868921940C1C014102PENGARUH PENGALAMAN, PROFESIONALISME AUDITOR, TIME BUDGET PRESSURE, AUDIT TENURE, DAN PENGETAHUAN MENDETEKSI KEKELIRUAN TERHADAP KUALITAS AUDITJudul penelitian ini adalah pengaruh pengalaman, profesionalisme auditor, time budget pressure, audit tenure, dan pengetahuan mendeteksi kekeliruan terhadap kualitas audit. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui, menganalisis, dan menunjukkan pengaruh hubungan antara pengalaman, profesionalisme auditor, time budget pressure, audit tenure, dan pengetahuan mendeteksi kekeliruan terhadap kualitas audit. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh auditor pada kantor akuntan publik di Jakarta. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan beberapa kriteria untuk dijadikan sampel. Sampel yang diperoleh dalam penelitian ini sebanyak 89 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik survei dengan penyebaran kuesioner dan teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda dibantu software SPSS.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengalaman auditor dan pengetahuan mendeteksi kekeliruan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas audit, sedangkan profesionalisme auditor dan time budget pressure berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kualitas audit, dan audit tenure berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap kualitas audit pada auditor di kantor akuntan publik di Jakarta. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi masukkan diri bagi kantor akuntan publik di Jakarta atau di daerah lain agar selalu meningkatkan kualitas audit melalui pengalaman auditor dan pengetahuan mendeteksi kekeliruan.

Kata kunci: Pengalaman, Profesionalisme Auditor, Time Budget Pressure, Audit Tenure, Pengetahuan Mendeteksi Kekeliruan, Kualitas Audit
The title of this research is effects of experience, auditor professionalism, time budget pressure, audit tenure, and knowledge of detecting errors on audit quality. This research aims to know, analyze, and show the effects of relationship beetwen experience, auditor professionalism, time budget pressure, audit tenure, and knowledge of detecting errors on audit quality. The research population is all auditors at public accounting firm in Jakarta. This research use purposive sampling technique with some criteria for research sample. The research sample obtained were 89 respondents. This research use survey technique as collecting the data with sharing questionnaire and this research use multiple linear regression with SPSS software for the data analyze technique.
The result of this study indicate that auditor experience and knowledge of detecting errors have a positive effect and significant on audit quality, whereas auditor professionalisme, time budget pressure have a positive effect but not significant on audit quality and audit tenure have a negative effect but not significant on audit quality to the auditors at public accounting firm in Jakarta. This result of the research be expected to be means of self introspection for public accounting firm in Jakarta or other region in order to increasing audit quality through attention to auditor’s experience and knowledge of detecting errors.

Keywords: Experience, Auditor Professionalism, Time Budget Pressure, Audit
Tenure, Knowledge of Detecting Errors, Audit Quality
1869021881F1C013083PERAN LEMBAGA MASYARAKAT DESA HUTAN (LMDH) WANA LESTARI DALAM MEMPROMOSIKAN OBJEK WISATA BUKIT HUD
DESA KARANGBOLONG KECAMATAN BUAYAN
Pariwisata sekarang menjadi sektor yang sangat berkembang dan memiliki nilai jual sendiri. Dalam pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Kebumen banyak wisata yang kelola oleh desa da nada wisata yang dikelola oleh pemerintah daerah. Dalam pengelolaan pariwisata yang dikelola oleh desa biasanya di kelola oleh Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Lestari seperti di Desa Karangbolong yang mempunyai Objek Wisata Bukit Hud yang dikelola oleh desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Lestari dalam mempromosikan Objek Wisata Bukit Hud Desa Karangbolong Kecamatan Buayan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa peran dari Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Lestari dalam mempromosikan Objek Wisata Bukit Hud menggunakan media sosial dan media luar ruang. Tapi dengan adanya hambatan seperti keterbatasan dana dalam pengembangan maka pengelola memaksimalkan peran media sosial sebagai media promosi. Media sosial yang digunakan seperti instagram, facebook, dan youtube yang digunakan dalam mempromosikan. Hal yang dilakukan tidak hanya mempromosikan tetapi juga menciptakan citra positif sebagai pariwisata yang nyaman, ramah, dan tidak membosankan. Dari penggunaan media sosial dan media luar ruang cukup memberikan efek yang besar dalam kenaikan jumlah pengunjung yang cukup signifikan
Tourism is now a highly developed sector and having the value of selling itself .In the development of the tourism in many tourist district Kebumen governance by the village tourism da tone managed by local governments .In the management of tourism managed by village is usually in governance by the village community institute forest (LMDH) Wana Lestari such as desa karangbolong with tourism the hud run by the village .Research aims to understand the role of the village community forest (LMDH ) Wana Lestari in promoting tourism Bukit Hud in the village Karangbolong, Buayan district. This study in a descriptive using qualitative data collection interview techniques , observation , and documentation.
The result of this research suggests that the role of the village community institute forest ( lmdh ) wana in promoting sustainable tourism the hud using social media and outdoor media. But with some as the limited funds in the development and management maximize the role of media social as media promotion. Social media used like instagram , facebook , and youtube used in promoting .A thing done not only promote but also created a positive image as tourism comfortable , friendly , and it is not boring .From the use of social media and outdoor media give sufficient effect are large in the number of visitors a significant.
1869122017G1F013028Analisis Kepuasan Perawat Terhadap Peran Apoteker Dalam Pelayanan Kefarmasian Di RSUD Banyumas Tahun 2017

Latar Belakang: Hubungan kolaboratif antara perawat dengan apoteker merupakan hal yang penting karena kesalahan dalam pelayanan kesehatan disebabkan oleh buruknya komunikasi dan pemahaman di dalam tim. Elemen penting dalam kolaborasi tim kesehatan yaitu keterampilan komunikasi yang efektif danapat membantu masalah pasien (patient safety).
Metodologi: Penelitian ini merupakan studi observasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel accidental sampling kepada 140 pasien yang bekerjasama atau berinteraksi dengan apoteker sesuai dengan kriteria inklusi. Instrumen dalam penelitian menggunakan kuesioner tingkat harapan dan kenyataan kemudian untuk melihat kepuasannya di uji dengan metode gap. Selanjutnya dianalisis secara univariat dan bivariatmenggunakan uji Mann-Whitney pada karakteristik jenis kelamin dan lama kerja sedangkan uji kruskal-wallis pada usia dan tingkat pendidikan.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan perawat berada pada kategori kurang puas dengan nilai gap -0,80, nilai kenyataan berada pada kategori sedang dengan rata-rata 2,64 dan nilai harapan dengan kategori tinggi 3,44. Hasil analisis menunjukan tidak ada perbedaan signifikan pada karakteristik jenis kelamin dan usia (p>0,05), serta ada perbedaan signifikan pada karakteristik tingkat pendidikan dan lama kerja (p<0,05).
Kesimpulan: Karakteristik perawat yang mempengaruhi kepuasan yaitu tingkat pendidikan dan lama kerja, sedangkan jenis kelamin dan usia tidak mempengaruhi kepuasan.
Background: The collaborative relationship between nurse and pharmacist is important. Problem in health service are caused by poor comunication and understanding in team. Good teamwork can help to reduce the problem of patient safety.
Method: The reseach was an observational study with cross sectional approach. The sampling tehnique was accidental sampling to 107 nurses who had recived the pharmacist service according to inclusion criteria. Instrumen used questionner expectaion and reality analyzed using gap method. Furthermore, analyzed using Mann-Whitney test on sex and duration of work, while Kruskal-wallis test on nurses age and education characteristics.
Results: The results showed that nurse satisfaction was in the less satisfied category with the gap value of -0.80, the reality value was in the medium category with an average of 2.64 and the expectation with the high category of 3.44. The results showed no significant differences in sex and age characteristics (p> 0.05), and there were significant differences in the characteristics of education level and duration work (p <0.05).
Conclusion: Characteristics of nurses that affect satisfaction is the level of education and duration of work, while gender and age does not affect satisfaction.
1869221941F1B113013Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Kemampuan Pegawai dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai di Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BAPPEDALITBANG) Kabupaten BanyumasTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan (X1) terhadap kinerja pegawai, pengaruh kemampuan pegawai (X2) terhadap kinerja pegawai, pengaruh disiplin kerja (X3) terhadap kinerja pegawai dan pengaruh gaya kepemimpinan (X1), kemampuan pegawai (X2) dan disiplin kerja (X3) terhadap kinerja pegawai di BAPPEDALITBANG Kabupaten Banyumas.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan survey. Metode analisis data yang digunakan adalah Korelasi Kendall’s Tau-c, Korelasi Konkordansi Kendall W, dan Regresi Ordinal. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan kuesioner.
Hasil analisis secara kuantitatif dalam penelitian ini menunjukkan: (1) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara gaya kepemimpinan terhadap kinerja pegawai sebesar 50,6%; (2) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara kemampuan pegawai terhadap kinerja pegawai sebesar 59,3%; (3) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara disiplin kerja terhadap kinerja pegawai sebesar 59,1% dan (4) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara gaya kepemimpinan, kemampuan pegawai dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai sebesar 85,4%.
Kesimpulan hasil penelitian ini adalah bahwa semua variabel independen mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap variabel dependen yaitu kinerja pegawai di BAPPEDALITBANG Kabupaten Banyumas.
Kata Kunci: Gaya Kepemimpinan, Kemampuan Pegawai, Disiplin Kerja, Kinerja Pegawai
The purpose of this study are to determine the effect of leadership style (X1) on employee performance, influence of employee ability (X2) on employee performance, the effect of work discipline (X3) on employee performance and influence of leadership style (X1), the ability of employee (X2) and work discipline (X3) on employee performance in BAPPEDALITBANG Banyumas Regency.
This study used quantitative research with survey approach. Data analysis methods used are Kendall's Tau-c Correlation, Concordance Kendall W Correlation and Ordinal Regression. Methods of data collection in this research is questionnaire.
The results of quantitative analysis in this study showed: (1) There is a positive and significant effect of leadership style on employee performance by 50,6%; (2) There is a positive and significant effect between the ability of employee on employee performance by 59,3%; (3) There is a positive and significant influence between work discipline on employee performance by 59,1% and (4) There is a positive and significant effect of leadership style, the ability of employee and work discipline on employee performance by 85,4%.
The conclusion of this study is all independent variables have positive and significant effect on the dependent variable that is employee performance in BAPPEDALITBANG Banyumas Regency.
Keywords: Leadership Style, Employee Ability, Work Discipline, Employee Performance
1869321942F1A012046Peran Pemuda dalam Seni Tradisional Tek-tek di Grup Kesenian Kingsan Kabupaten PurbalinggaEra Globalisasi saat ini memberikan ruang bagi kebudayaan asing untuk masuk ke Negara ini. Budaya asing dengan mudah diterima dan dinikmati oleh masyarakat Indonesia. Hal tersebut menjadikan masyarakat khususnya pemuda kurang mencintai kebudayaan sendiri, lunturnya kebudayaan sendiri menjadi yang mungkin terjadi, klaim akan budaya sendiri oleh negara lainpun sudah terjadi. Masyarakat terutama pemuda sebagai generasi muda harus berperan untuk melestarikan budaya yang ada, tidak terkecuali pemuda yang ada di Kabupaten Purbalingga.
Penelitian ini berjudul Peran Pemuda dalam Seni Tradisonal Tek-Tek di Grup Kesenian Kingsan yang bertujuan untuk menggambarkan peran pemuda pegiat kesenian tek-tek dalam pelestarian seni tradisional tek-tek di grup kesenian kingsan.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif. Objek penelitian ini adalah kelompok kesenian Kingsan yang meliputi pelatih, pembuat alat, dan anggota aktif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara mendalam dengan pemuda anggota aktif di grup Kingsan. Analisis data dilakukakan secara deskriptif kualitatif yaitu reduksi data, pemaparan data, dan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh dengan menggunakan triangulasi sumber.
Hasil penelitian ini sebagai berikut: (1) Kesenian tek-tek mulai ramai di Purbalingga pada tahun 90-an; (2) Grup Kingsan didirikan pada tahun 2003; (3) Grup Kingsan aktif dalam kegiatan perlombaan maupun karnaval yang ada di Purbalingga dan luar daerah; (4) Pemuda Kingsan aktif dalam melestarikan kesenian tek-tek; (5) Peran yang dilakukan pemuda bervariatif; (6) Peran masyarakat dan pemerintah terhadap kesenian tek-tek sangat berpengaruh
Implikasi dari hasil penelitian ini mengarah kepada masing-masing stakeholder yang memiliki perannya sendiri. Pemerintah Daerah sebagai pembuat kebijakan, masyarakat Purbalingga sebagai pengapresiasi kesenian tek-tek, dan pemuda anggota kelompok kesenian tek-tek untuk terus berkarya sebagai bentuk pelestarian kesenian tersebut.
The current globalization era makes foreign cultures more accessible for the Indonesians. They are able to accept and enjoy foreign cultures quite easily. Consequently, it drives the youth further away from their culture. It is possible for the culture to get faded and claimed by other countries. Thus, the people, especially youth as the new generation needs to preserve the cultures including youth in Purbalingga district.
The research entitled The Role of Youth in Tek-Tek Traditional Art at Kingsan Art Group aims to depict youth’s role in traditional art, Tek-Tek, at Kingsan Art Group in Purbalingga district.
This research uses qualitative research method in answering the research questions. The research object is Kingsan Art Group consisting of trainers, tool makers, and active members. Data collection techniques were conducted by observation and in-depth interviews with active members at Kingsan Group. Descriptive qualitative is applied in analyzing data by undertaking data reduction, data exposure, and conclusion. The validity of the data is obtained by using source triangulation.
The results of this study as follows: (1) Traces of tek-tek art began to be widely known in Purbalingga in the 90's; (2) Kingsan Group was formed in 2003; (3) Kingsan Group is active in championship and carnival in Purbalingga and other regions; (4) Kingsan youth are active in preserving tek-tek art; (5) The role of youth is varied; (6) The role of society and government to tek-tek art is very influential.
The implications of the results of this study lead to each stakeholder who has his own role. Local Government as the policy maker, Purbalingga people as the appreciators of tek-tek art, and youth members of tek-tek art groups to keep on working as a form of art preservation.
1869421943F1B114033MANAJEMEN PRA BENCANA TANAH LONGSOR PADA BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH DI KABUPATEN PURWOREJOTujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan manajemen pra bencana yang dilakukan BPBD Kabupaten Puworejo. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pemilihan informan dengan purposive sampling dan snowballing sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Metode analisis data dengan model analisis menurut Miles, Huberman dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan manajemen pra bencana tanah longsor oleh BPBD Purworejo telah mancakup dua aspek penting yakni pencegahan dan mitigasi serta kesiapsiagaan. Pencegahan dan mitigasi tanah longsor dilakukan melalui penyusunan kajian resiko, pembangunan fisik serta sosialisasi . Namun pembangunan fisik belum terlaksana karena belum ada anggaran dan sosialisasi hanya melibatkan forum desa atau perangkat desa. Belum semua daerah rawan bencana membentuk forum sehingga sosialisasi kurang menjangkau masyarakat. Sedangkan kesiapsiagaan bencana dilakukan melalui penyusunan rencana kontingensi, pengorganisasian sumber daya penanganan, pelatihan serta pemasangan sistem peringatan dini. Namun penyusunan rencana kontingensi terkendala minimnya data, kurangnya pelatihan berkala untuk masyarakat serta sistem peringatan dini belum memadai.The purpose of this research is to describe pre disaster management conducted by BPBD of Puworejo Regency. The type of research used is qualitative with descriptive method. Informant selection technique with purposive sampling and snowballing sampling. Data collecting is done through interview, observation and documentation. The results showed that pre-landslide disaster management has covered two important aspects namely prevention and mitigation and preparedness. Landslide prevention and mitigation is done through the preparation of risk assessment, physical development and socialization. However, physical development has not been implemented because there is no budget and the socialization only involves village forum or village apparatus. Not all disaster-prone areas form a forum so that socialization does not reach the public. While disaster preparedness is done through the preparation of contingency plans, organizing resources handling, training and installation of early warning system. However, contingency planning has been constrained by the lack of data, lack of regular training for communities and early warning systems is inadequate.
1869521948G1B014094FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA PADA PEKERJA INDUSTRI PEMBUATAN TAHU DI GRUMBUL MUNTUK KECAMATAN SOKARAJA TENGAHFAKTOR–FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA PADA PEKERJA INDUSTRI PEMBUATAN TAHU DI GRUMBUL MUNTUK KECAMATAN SOKARAJA TENGAH

Abstrak
Syafa’at Taufiqurrohman1 Suryanto2 Nur Ulfah3


Latar belakang: Tenaga kerja adalah salah satu hal penting bagi keberhasilan perindustrian yang dapat dilihat dari produktivitas kerja. Produktivitas kerja adalah perbandingan output dengan input yang dicapai tenaga kerja. Tenaga kerja yang memperoleh output lebih tinggi dari input memberi dampak pada produktivitas kerja yang tinggi. Produktivitas dapat dipengaruhi oleh faktor individu atau tenaga kerja itu sendiri dan faktor eksternal.

Tujuan penelitian: Bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan produktivitas kerja.

Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling. Responden dari penelitian ini adalah pekerja industri pembuatan tahu yang berjumlah 32 responden. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuisioner. Analisis hubungan 2 variabel diuji menggunakan uji statistika Chi square.

Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara masa kerja dengan produktivitas kerja. Adapun nilai p yaitu 0,008.

Kesimpulan: Ada hubungan antara masa kerja dengan produktivitas kerja.

Saran: Melakukan upaya pendidikan dan pelatihan bagi pekerja dengan masa kerja baru agar dapat mencapai produktivitas kerja yang baik.

Kata kunci: produktivitas kerja, masa kerja, tenaga kerja
RELATED FACTORS WITH WORK PRODUCTIVITY ON LABOR OF TOFU MANUFACTURE AT GRUMBUL MUNTUK SUB-DISTRICT CENTRAL SOKARAJA


Abstract

Syafa’at Taufiqurrohman1 Suryanto2 Nur Ulfah3

Background: Labor is one of the important things for industrial success that can be seen from work productivity. Work productivity is the ratio of output to inputs achieved labor. Workers who get higher output from inputs have an impact on high work productivity. Productivity can be influenced by individual factors or the labor itself and external factors.

Purpose: To determine the related factors of work productivity.

Methods: This study used analytical observasional research design with cross-sectional approach. The sampling technique used purposive sampling. Respondents from this study were labor of tofu manufacture, that were 32 respondents. The instrument of this research used kusioner. Analysis of the relationship of two variables was tested used Chi Square statistical test.
.
Results: The results showed that there was relationship between work period and work productivity. The p-value is 0,008.

Conclusion: There is a relationship between work period and work productivity.

Suggestion: To undertake education and training efforts for workers with new tenure in order to achieve good work productivity.

Keywords: work produktivity, work period, labor
1869621944E1A013105PERLINDUNGAN HUKUM BAGI MASYARAKAT AKIBAT DAMPAK NEGATIF PENGELOLAAN SAMPAH KOTA DI LOKASI PEMBUANGAN AKHIR SAMPAH PASIR BAJING GARUTHukum diciptakan sebagai suatu sarana atau instrumen untuk mengatur hak dan kewajiban subjek hukum. Adanya kasus-kasus pencemaran lingkungan yang telah nyata menimbulkan kerugian, menyebabkan masyarakat tidak dapat lagi menikmati lingkungan yang sehat dan bersih. Faktor yang menyebabkan rusaknya lingkungan hidup yang sampai saat ini masih tetap menjadi masalah besar bagi bangsa Indonesia adalah sampah. Permasalahan yang terjadi di Kabupaten Garut Jawa Barat ialah masalah sampah kota yang terkumpul di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pasir Bajing. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perlindungan hukum yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Garut terhadap masyarakat di lokasi sekitar TPA Pasir Bajing dan upaya hukum yang dapat dilakukan masyarakat terkait dampak negatif pengelolaan sampah di TPA Pasir Bajing.
Metode yang digunaka ialah yuridis sosiologis, spesifikasi penelitian adalah deskriptif, sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder, metode pengumpulan data adalah wawancara dan studi kepustakaan dan metode analisis data menggunakan kualitatif.
Hasil penelitian menyebutkan bahwa pengelolaan sampah di TPA Pasir Bajing Kabupaten Garut masih belum maksimal, dan pemerintah Kabupaten Garut dalam upaya implementasi perlindungan hukum terhadap masyarakat masih kurang optimal. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh kesimpulan bahwa perlindungan hukum kepada masyarakat masih kurang dan upaya hukum yang dilakukan masyarakat untuk menanggulangi pencemaran lingkungan melalui upaya preventif dan upaya represif. Upaya hukum yang sudah ditempuh masyarakat TPA Pasir Bajing ialah upaya represif, untuk menyelesaikan masalah dalam penyelesaian sengketa lingkungan hidup di luar pengadilan, yaitu negosiasi.
Law is created as a means or instrument to regulate the rights and obligations of the legal subject. The existence of cases of environmental pollution that has obviously caused losses, causing the community can no longer enjoy a healthy and clean environment. Factors that cause damage to the environment that until now still remains a big problem for the Indonesian people is garbage. Problems that occur in Garut regency of West Java is the problem of city garbage collected in the Final Disposal Place (TPA) Pasir Bajing. The purpose of this study is to determine the legal protection made by the Government of Garut regency to the community in the location around the Pasir Bajing TPA and the legal effort that can be done by the community related to the negative impact of waste management in TPA Pasir Bajing.
The method used is sociological juridical, the research specification is descriptive, the data source used is primary data and secondary data, data collection method is interview and literature study and data analysis method using qualitative.
The result of research stated that waste management in TPA Pasir Bajing Garut Regency is not maximal yet, and Garut regency government in effort of implementation of legal protection to society still less optimal. Based on the result of the research, it is concluded that the legal protection to society is still lacking and the legal effort done by the community to overcome environmental pollution through preventive and repressive efforts. The legal effort taken by the Pasir Bajing TPA community is a repressive effort to solve the problem in the settlement of environmental disputes outside the court, namely negotiation.
1869721946F1D011039FAKTOR – FAKTOR PENYEBAB KEMENANGAN PASANGAN BUDHI SARWONO – H. SYAMSUDIN DI KECAMATAN PUNGGELAN DALAM PILBUP KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2017Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu dan mendeskripsikan mengenai faktor-faktor yang menjadi penyebab kemenangan pasangan Budhi Sarwono dan H. Syamsudin pada Pilbup Kabupaten Banjarnegara tahun 2017 di Kecamatan Punggelan. Yang mendasari pentingnya penelitian di Kecamatan Punggelan ini dikarenakan kemenangan kandidat tersebut dengan selisih mencapai 40% dari kandidat lawanya, sedangkan di kecamatan lain kemenangan kandidat tersebut tidak sesignifikan di Kecamatan Punggelan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan paradigma Non-Positivisme. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan studi kasus. Sasaran dari penelitian ini adalah Budhi Sarwono dan H. Syamsudin, pasangan pemenang Pilbup Banjarnegara tahun 2017. Selain itu tim sukses, partai poltik pengusung dan masyarakat umum juga menjadi sasaran dari penelitian ini. Pemilihan informan menggunakan teknik Purposive Sampling dan pengambilan datanya menggunakan teknik In-Depth Interview.

Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat berbagai faktor yang menyebabkan kemenangan pasangan tersebut di Kecamatan Punggelan. Faktor-faktor tersebut di kelompokan menjadi dua jenis, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri pasangan tersebut, antara lain keduanya merupakan sosok yang populer, pendekatan kepada masyarakat secara langsung, dan dukungan penuh pada tim suksesnya. Sedangkan faktor eksternal adalah faktor dari luar pasangan tersebut, antara lain kinerja maksimal tim suksesnya, keterlibatan aktor-aktor pemuda, dan masyarakat yang menginginkan adanya perbaikan jalan di Kecamatan Punggelan. Diantara faktor-faktor tersebut, keinginan dari masyarakat Kecamatan Punggelan agar dilakukan perbaikan jalan menjadi faktor yang paling dominan diantara faktor-faktor lainya. Hasil dari penelitian ini juga menemukan fakta bahwa dukungan dari partai dominan tidak menjamin kemenangan seorang calon kepala daerah.
This study aims to find and describe about factors that lead to victory from partners of Budhi Sarwono – H. Syamsudin in District Punggelan in the election of regional head of Banjarnegara in 2017. Underlying the importance of research in Kecamatan Punggelan is due to the victory of the candidate by a margin of 40% of the other candidate, whereas in other sub-districts the victim's victory is not as significant than Punggelan Sub-district. This research uses qualitative research method with non-positivism paradigm. The research approach used is case study approach. The aims of this research are Budhi Sarwono and H. Syamsudin, the winning partners in the election of regional head of Banjarnegara 2017. In addition, supporting teams, political party bearers and the general public are also subjected to this research, Selection of informants using Purposive Sampling technique and data retrieval using In-Depth Interview technique.
The results of this study indicate that there are various factors that led to the victory of the partners in sub-district of Punggelan. These factors are grouped into two types, namely internal factors and external factors. Internal factor is a factor that comes from within the partners, among others, both are popular figures, want to go directly to meet the community, and attention to the supporting team. While external factors are factors from outside the partners, such as the maximum performance of the supporting team, the involvement of the youth actors, and the people who want a road improvement in Punggelan Sub-district. Among these factors, the desire of the community Punggelan Subdistrict to make road improvements to be the most dominant factor among other factors. The results of this study also find the fact that support from dominant parties does not guarantee the victory of a candidate for regional head.
1869821696C1C014117PENGARUH PENDIDIKAN PEMILIK, MASA MEMIMPIN, UMUR PERUSAHAAN, PELATIHAN AKUNTANSI, DAN EKSPEKTASI KINERJA TERHADAP PENGGUNAAN INFORMASI AKUNTANSI PADA UKM DI KABUPATEN MALANGPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menggambarkan faktor-faktor yang memengaruhi penggunaan informasi akuntansi pada Usaha Kecil dan Menengah. Faktor-faktor yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendidikan pemilik, masa memimpin, umur perusahaan, pelatihan akuntansi, dan ekspektasi kinerja. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh UKM potensial di Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan teknik proportionate stratified random sampling dengan membagi sampel menjadi 2 strata yaitu skala kecil dan skala menengah. Sampel yang diperoleh dalam penelitian ini sebanyak 86 responden. Teknik pengumpulan data dengan teknik survei dengan penyebaran kuesioner dan teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi berganda dengan bantuan software SPSS .
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan informasi akuntansi pada UKM dipengaruhi oleh pendidikan pemilik, masa memimpin, umur perusahaan, pelatihan akuntansi, dan ekspektasi kinerja.
This research aims to analyze and describe the factors that affect the use of accounting information in small and medium enterprises. Factors that used to affect the use of accounting information in this study are the owner educational background, lead time, bussiness age, accounting training, and performance expectancy. The population in this study was all of the potential SMEs in Kabupaten Malang. This research used proportionate stratified random sampling technique by determining sample to small group and medium group. Samples obtained in this research were 86 respondents. Data collection techniques with survey techniques with questionnaires distribution and data analysis techniques in this study using multiple regression analysis techniques with the help of SPSS software.
The results of this research conclude that the application accounting information of SMEs is influenced by the owner educational background, the length of time owner managing, bussiness age, accounting training, and performance expectancy.
1869921949C1K013012THE EFFECT OF POP-UP ADS AND PERCEIVED INTRUSIVENESS TO ADS AVOIDANCE WITH ADVERTISEMENT VALUE AS MODERATING FACTOR (STUDY ON YOUTUBE USERS)

Penelitian ini merupakan studi tentang pengaruh iklan pop-up dan gangguan iklan terhadap penghindaran iklan dengan nilai iklan sebagai variabel moderasi terhadap sampel yang merupakan pengguna youtube. Penelitian ini difokuskan pada iklan pop-up yang sering dijumpai pengguna. Penelitian ini dilakukan untuk pengguna youtube yang berumur 17-35 tahun yang mana masih aktif menggunakan youtube. Penelitian ini mengambil judul: "Pengaruh dari iklan pop-up dan gangguan iklan terhadap penghindaran iklan dengan nilai iklan sebagai variabel moderasi (sampel terhadap pengguna youtube)".
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah pengguna youtube. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini adalah 141 responden, dan menggunakan kuisioner untuk mengambil data. Responden dari penelitian ini adalah pengguna youtube yang masih aktif menggunakan youtube dengan rentan umur 17-35 tahun. Metode sampling yang digunakan dalam penentuan responden adalah metode convenience.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan analisis regresi sederhana dan analisis moderasi regresi menunjukkan: (1) Pop-up Ads berpengaruh negatif terhadapa Perceived Intrusiveness, (2) Perceived Intrusiveness berpengaruh positif terhadap Ads Avoidance, (3) Advertisement Value memoderasi pengaruh negatif terhadap Perceived Intrusiveness dan Ads Avoidance.
This study is a study of the effect of pop-up ads and perceived intrusiveness to ads avoidance with advertisement value as a moderating variable, and the sample is a youtube user. This research is focused in pop-up ads that people encounter. This study was conducted for youtube viewers aged 17-35 years who are still active using youtube. This research takes the title: "The effect of pop-up ads and perceived intrusiveness to ads avoidance with advertisement value as moderating variable (study on youtube users)".
This research is descriptive research with quantitative approach. Population in this research is youtube user. The number of respondents taken in this study is 141 respondents, and using questionnaires to retrieve data. Respondents from this study are youtube viewers who are still active using youtube with age 17-35 years. The sampling method used in determining the respondents is convenience method.
Based on the results of research and data analysis using simple regression analysis and moderated regression analysis showed: (1) Pop-up Ads has negative effect on perceived intrusiveness, (2) Perceived Intrusiveness has positive effect to Ads Avoidance, (3) Advertisement Value moderating negative influence on Perceived Intrusiveness and Ads Avoidance.
1870021950G1D014063PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN MEDIA AUDIOVISUAL TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG PIJAT BAYILatar Belakang : Masih kurangnya pengetahuan dan sikap negatif ibu mengenai pijat bayi, menunjukkan bahwa pemberian pendidikan kesehatan mengenai pijat bayi masih kurang. Pendidikan kesehatan merupakan upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan perubahan sikap. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan media audiovisual terhadap pengetahuan dan sikap ibu tentang pijat bayi.
Metodologi: Penelitian menggunakan rancangan quasi experiment nonrandomized pretest-posttest with control group design. Jumlah sampel terdiri dari 19 responden kelompok intervensi dan 19 responden kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Analisa data menggunakan uji t berpasangan dan t tidak berpasangan.
Hasil: Hasil uji t test tidak berpasangan menunjukkan perbedaan yang signifikan pada pengetahuan (p= 0,000) dan sikap (p= 0,001) antara kelompok intervensi dan kontrol sesudah intervensi. Hasil uji t test berpasangan menunjukkan perbedaan yang signifikan pada pengetahuan (p= 0,000) dan sikap (p= 0,000) sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok intervensi.
Kesimpulan:Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan dengan media audiovisual terhadap pengetahuan dan sikap ibu tentang pijat bayi.
Background: The lack of women’s knowledge and negative attitude about baby massage, showed that the lack of health education about baby massage. Health education is an effort to improve the knowledge and change the attitudes of women about baby massage. The aim of this study was to determine the effect of health education with audiovisual media on knowledge and attitude of women about baby massage.
Methodology: This study used a quasi experiment non randomized pretest-posttest with control group design. The sample of this research was 19 respondents of the intervention group and 19 respondents of the control group. Instrument in this research used a questionnaire. Data were analyzed using a unpaired and paired t-test.
Results:The result of unpaired t-test showed that there were significant differences in knowledge (p= 0,000) and attitude (p=0,001) between the intervention and control group after being given the intervention. Furthermore, the result of paired t-test showed that there were significant differences in knowledge (p= 0,000) and attitude (p= 0,000) before and after given the intervention in the intervention group.
Conclution: There was an effect of health education with audiovisual media on knowledge and attitude of women about baby massage.