Artikelilmiahs

Menampilkan 18.581-18.600 dari 50.060 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1858121847H1F013027GEOLOGI DAN ANALISIS GEOTEKNIK DAYA DUKUNG TANAH PADA JALAN TOL (EXIT) PEMALANG-BATANG
SEKSI 4 KOTA PEKALONGAN JAWA TENGAH
Wilayah Kota Pekalongan merupakan wilayah dengan pertumbuhan penduduk dan pembangunan infrastruktur yang cukup pesat. Untuk perencanaan pembangunan di wilayah ini diperlukan kajian geologi teknik untuk mendapatkan informasi kekuatan lapisan tanah dan daya dukung tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kondisi geologi daerah penelitian dan melakukan analisis daya dukung tanah pada pembangunan Jalan Exit Tol Kota Pekalongan. Penelitian lapangan meliputi pemetaan permukaan, dan pengambilan data lapangan berupa data CPT, Bor, SPT, dan sample tanah. Analisis laboratorium meliputi batas-batas atterberg, berat spesifik tanah, ukuran butir, dan geser langsung. Analisis daya dukung tanah pada data Bor menggunakan metode Terzaghi dan data CPT menggunakan metode L.Helminer. Hasil penelitian yaitu geologi daerah penelitian terdiri dari 3 satuan geomorfologi regional yaitu dataran pantai, punggungan aliran lahar dan punggungan aliran lava, daerah penelitian masuk kedalam satuan dataran pantai, sementara pada stratigrafi regional masuk kedalam 4 formasi yaitu formasi damar, formasi gunungapi jembangan, formasi kipas alluvial dan formasi alluvial, daerah penelitian masuk kedalam formasi alluvial. Berdasarkan analisis daya dukung tanah metode Ter,zaghi didapat daya dukung izin sebesar 11,03838467 ton/m² (BH1), 11,43339413 ton/m² (BH2), 7,650714933 ton/m² (BH3) dan 7,614775457 ton/m² (BH4), sedangkan menggunakan metode L. Herminier didapat nilai daya dukung izin sebesar 44, 4443 ton/m² pada semua titik CPT (8 titik).

Kata Kunci : Jalan Exit Tol Pekalongan, kondisi geologi, karakteristik geologi teknik, sondir, pengeboran teknik, Daya dukung tanah.
Pekalongan is a region with quite rapid population growth and infrastructure development. For the development planning in this region, the study of technical geology is required to get information about soil layer strength and soil bearing capacity. This research is aimed to explain the geological condition of the research area and to analyze the soil bearing capacity on the building of Exit Toll in Pekalongan. The field research consisted of surface mapping and the field data taking such as CPT, Bor, SPT, and soil samples. The laboratory analysis consisted of attenberg boundaries, specific soil weight, grain size, and direct shear. Terzaghi method used to analyze the soil bearing capacity in Bor, while L. Helminer method used to analyze the CPT. This research showed that the geology of the research area consists of three regional geomorphology units which are coastal plain, lava flow ridge, the research area belongs to coastal plain unit. Meanwhile, the regional stratigraphy belongs to four formations which are torch formation, vase formation, alluvial fan formation, and alluvial formation and the research area belongs to alluvial formation. According to the analysis of soil bearing capacity used Terzaghi method, the allowable bearing capacity are 11,03838467 ton/m² (BH1), 11,43339413 ton/m² (BH2), 7,650714933 ton/m² (BH3), and 7,614775457 ton/m² (BH4). Meanwhile, the allowable bearing capacity by L. Herminier method is 44, 4443 ton/m² at all points of CPT (8 points).
Keywords: Exit Toll Pekalongan, geological conditions, technical geological characteristics, sondir, engineering drilling, soil bearing capacity
1858221848H1C014026ANALISIS KOORDINASI PMT (PEMUTUS TENAGA) DENGAN RECLOSER TERHADAP GANGGUAN ARUS HUBUNG SINGKAT PADA PENYULANG RAWALO-2 PT. PLN (PERSERO) AREA PURWOKERTOSistem ketenagalistrikan dikatakan handal apabila mampu mengatasi gangguan yang timbul dari dalam peralatan maupun dari luar peralatan. Salah satu gangguan yang sering terjadi dalam jaringan distribusi adalah hubung singkat. Pada tahun 2017 penyulang Rawalo-2 sudah mengalami trip sebanyak 6 kali dengan durasi padam rata-rata mencapai 35 menit dikarenakan hubung singkat. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis koordinasi PMT dan recloser akibat gangguan arus hubung singkat tiga fasa simetris, dua fasa dan satu fasa ke tanah di penyulang Rawalo-2. Data yang didapatkan adalah spesifikasi peralatan proteksi, data beban trafo distribusi dan data gangguan. Parameter yang dianalisis meliputi nilai arus hubung singkat pada peralatan proteksi, waktu kerja dari peralatan proteksi dan kemudian mencari solusi dari permasalahan yang ada di penyulang Rawalo-2 ini. Pada kondisi awal, terdapat kesalahan nilai Tms (time multiple setting) pada recloser 1 yang mengakibatkan waktu kerjanya lebih cepat dari recloser 2. Nilai Tms yang digunakan pada recloser 1 0,01 detik sedangkan pada recloser 2 0,05 detik. Setelah dilakukan analisa terhadap permasalahan tersebut maka didapatkan nilai Tms baru pada recloser 1 sebesar 0,11 detik dan recloser 2 sebesar 0,05 detik. Dengan nilai Tms baru tersebut, jeda waktu (Δt) di zona proteksi 1 sebesar 0,4 detik dan jeda waktu (Δt) di zona proteksi 2 sebesar 0,1 detik sesuai ketentuan PT. PLN (Persero). Diharapkan nilai setting peralatan tersebut dapat meminimalisir gangguan pada penyulang Rawalo-2.Electricity system is said to be reliable if able to solve the interference arising from the equipment or from outside the equipment. One of the most common disturbances in distribution networks is short circuit. In 2017 Rawalo-2 feeder had trips as much as 6 times with the duration of outages on average reaching 35 minutes due to short circuit. This research was to analyze the coordination of PMT and recloser due to short circuit of three phase symmetric, two phase and one phase to ground in Rawalo-2 feeder. The data obtained are the specification of protection equipment, distribution transformer load data and disturbance data. The parameters analyzed include the short circuit current rating on the protection equipment, the working time of the protection equipment and then look for solutions of the problems in this Rawalo-2 feeder. In the initial condition, there is an error of Tms value (time multiple setting) on recloser 1 which resulted in faster working time than recloser 2. Tms value used on recloser 1 0,01 second while at recloser 2 0,05 second. After analyzing the problem then got new value of Tms at recloser 1 equal to 0,11 second and recloser 2 equal to 0,05 second. With the new Tms value, the time lag (Δt) in the 1st protection zone is 0.4 seconds and the time lag (Δt) in the 2nd protection zone is 0.1 second according to the PT. PLN (Persero). It is expected that the value of the equipment setting can minimize the disturbance in Rawalo-2 feeder.
1858321849H1B013060MODEL DISKRIT PREDATOR-PREY
DENGAN RESPON FUNGSIONAL TIPE II
Model predator-prey dengan respon fungsional tipe II adalah model matematika yang berbentuk sistem persamaan diferensial non linier. Model ini pada umumnya sulit diselesaikan secara eksak, sehingga metode numerik diperlukan untuk mendapatkan penyelesaian yang mendekati nilai eksak. Salah satu metode numerik yang dapat digunakan yaitu skema beda hingga tak standar. Pada penelitian ini, dikaji model dinamik diskrit predator-prey dengan respon fungsional tipe II dengan menggunakan skema beda hingga tak standar. Model tersebut mempunyai tiga titik kesetimbangan dengan satu titik kesetimbangan merupakan coexistence point yang bersifat stabil asimtotis dengan syarat tertentu. Model diskrit predator-prey dengan respon fungsional tipe II menggunakan skema beda hingga tak standar tetap mempertahankan sifat-sifat utama model kontinu yaitu sifat stabilitas dan kestabilan sistem diskrit ketika ukuran langkah waktu meningkat.The predator-prey model with functional response type II is a mathematical model in the form of a non-linear differential equation system that can not generally resolved exactly, hence numerical methods are needed to obtain a solution near the exact value. One of the numerical methods that can be used to solve non-linear differential equation system is the nonstandard finite difference schemes. In this research, discrete Predator-prey dynamic model with functional response type II is discussed using nonstandard finite difference schemes. The model has three equilibrium points with one equilibrium point is a stable coexistence point asymptotically with certain conditions. The predator-prey discrete model with the functional response type II using nonstandard finite difference schemes retains the main properties of the continuous model of stability and discrete system stability as step size increases.
1858421850C1K013018ELECTRONIC COMMERCE ADOPTION AND PERCEIVED BENEFITS BY SMALL AND MEDIUM SIZED ENTERPRISES (SME): AN EMPIRICAL STUDY OF SMALL AND MEDIUM ENTERPRISES IN JAPANTujuan dari penelitian ini ada dua. Yang pertama adalah untuk mengeksplorasi dan secara empiris memeriksa tingkat adopsi electronic commerce (e-commerce), manfaatnya dan bagaimana manfaatnya dipandang oleh Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Jepang. Yang kedua adalah mencoba untuk menarik dan menyajikan implikasi yang relevan dan berguna untuk kebutuhan masa depan para pengguna e-commerce di Asia. Analisis regresi dipilih untuk mengetahui bagaimana perkembangan adopsi e-commerce di UKM dan bagaimana manfaat yang dialami pasca adopsi. Jenis penelitian ini adalah pengujian hipotesis dengan menggunakan teknik random sampling. Populasi dari penelitian ini adalah usaha mikro, kecil dan menengah di Jepang. Dalam penelitian ini, pengumpulan data berasal dari sumber primer, survei dan wawancara tidak terstruktur, dan sumber sekunder yang berupa buku, arsip, laporan tahunan, dan informasi yang dipublikasikan lainnya.
Analisis pada White Paper on Small and Medium Enterprises oleh Pemerintah Jepang menunjukkan bahwa lebih dari separuh perusahaan telah melakukan pengenalan perangkat keras dan perangkat lunak dalam bisnis mereka. Namun, Jumlah bisnis yang signifikan, yaitu sekitar 37%, masih belum menghargai pentingnya adopsi e-commerce bahkan perusahaan di negara maju seperti Jepang. Hasil survei melaporkan bahwa "Meningkatkan pendapatan", "Mengurangi biaya pemasaran", "Meningkatkan loyalitas pelanggan dan retensi", "Meningkatkan hubungan pemasok", dan "Memperluas jangkauan pasar" adalah manfaat yang realisasikan oleh UMKM.
The aim of this study is twofold. The first is to explore and empirically examine the electronic commerce (e-commerce) adoption level, its benefits and how the benefits are perceived by Small and Medium Sized Enterprises (SME) in Japan. The second is to try to draw and present relevant and useful implications for the future needs of the e-commerce users in Asia. In order to discover how the adoption of e-commerce going on in SMEs and how the benefits are experienced post adoption, regression analysis is chosen. The type of research is hypotheses testing by using random sampling technique. The population of this study is micro, small and medium enterprises in Japan. In this study, data collection comes from primary sources, the survey and unstructured interview, and secondary sources which are books, archives, annual reports, and other published information.
Analysis on White Paper on Small and Medium Enterprises by Government of Japan shows that more than half of the enterprises have done the hardware and software introduction in their business. But, significant numbers of business, which is approximately 37%, still don’t even appreciate the importance of e-commerce adoption even enterprises in the developed country like Japan. The survey results reported that “Increase revenue”, “Reduce marketing cost”, “Increase customer loyalty and retention”, “Improve supplier relationship”, and “Extending market reach” are the benefits which are realized by the SMEs.
1858521851F1B113028PENGARUH KEMAMPUAN PENDAMPING DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP EFEKTIVITAS PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) DI KECAMATAN KEMBARAN KABUPATEN BANYUMASTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya (1) pengaruh antara kemampuan pendamping terhadap efektivitas PKH di Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas; (2) pengaruh antara kualitas pelayanan terhadap efektivitas PKH di Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas; (3) pengaruh antara kemampuan pendamping dan kualitas pelayanan terhadap efektivitas PKH di Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas.Jenis penelitian menggunakan kuantitatif dengan metode survey. Populasi penelitian ini adalah Keluarga Penerima Manfaat PKH. Teknik pengambilan sampel dengan cara area sampling. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuisioner, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dengan menggunakan Kendal Tau C, Koefisien Konkordasi W , dan regresi ordinal. Hasil penelitian disimpulkan bahwa (1) Terdapat pengaruh kemampuan pendamping yang positif dan signifikan terhadap efektivitas PKH di Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,237; (2) Terdapat pengaruh kualitas pelayanan yang positif dan signifikan terhadap efektivitas PKH di Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,475; (3) Terdapat pengaruh kemampuan pendamping dan kualitas pelayanan yang positif dan signifikan terhadap efektivitas PKH di Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,409.




This research purposes (1) to know the influence between the accompanying capability to the effectiveness of PKH in Kembaran Sub-district, Banyumas Regency; (2) To know the effect of the quality service to the effectiveness of PKH in Kembaran Sub-district, Banyumas Regency; (3) To know the influence between assistant ability and service quality towards effectiveness of PKH in Kembaran Sub-district,BanyumasRegency.. The population in this study is the Family Beneficiary. Data collection techniques used questionnaires, interviews, and documentation. Data analysis are Kendal Tau C, W Coordiaene Coefficient, and ordinal regression. This research concluded that (1) there is positive and significant influence of capability towards PKH effectiveness in Kembaran Sub-district of Banyumas Regency with regression coefficient value 0,237; (2) There is influence of positive and significant service quality to PKH effectiveness in Kembaran Sub-district of Banyumas Regency with regression coefficient value 0,475; (3) There is influence of capability and quality of service which are positive and significant to effectiveness of PKH in District Kembaran Banyumas with regression coefficient value equals to 0,409.
1858621853H1C014029ANALISIS KOORDINASI KERJA PMT (PEMUTUS TENAGA) DENGAN RECLOSER AKIBAT GANGGUAN ARUS HUBUNG SINGKAT PADA PENYULANG PURBALINGGA-5 PT. PLN (PERSERO) AREA PURWOKERTO RAYON PURBALINGGADi tahun 2017 penyulang Purbalingga-5 di Gardu Induk Purbalingga sudah trip sebanyak 6 kali dengan durasi padam rata-rata mencapai 30 menit. Sedangkan target dari PLN Area Purwokerto untuk SAIFI yaitu 7,43 kali/pelanggan/tahun dan SAIDI yaitu 323,95 menit/pelanggan/tahun. Hal ini menandakan bahwa keandalan yang kurang baik pada sistem koordinasi relai di penyulang Purbalingga-5.
Sistem koordinasi relai berhubungan dengan waktu kerja dari relai khususnya PMT outgoing dan recloser. Untuk mengetahui waktu kerja relai maka diperlukan perhitungan arus nominal trafo, reaktansi sumber, reaktansi trafo, impedansi dan arus hubung singkat. Dari perhitungan arus hubung singkat didapatkan nilai Ihs terbesar yaitu 9518 A dan terkecil yaitu 446 A. Dari nilai arus hubung singkat, selanjutnya dapat dihitung waktu kerja dan Δt dari PMT outgoing dan recloser.
Dari koordinasi PMT outgoing dan recloser didapat Δt yang belum sesuai dengan standar PLN yaitu 0,4 detik. Untuk menyesuaikan dengan standar PLN dibutuhkan pengaturan ulang nilai tms menjadi 0,31 untuk PMT outgoing; 0,1 untuk recloser 1 dan 0,022 untuk recloser 2. Dengan nilai tms yang baru maka Δt sudah mencapai 0,4 detik. Sehingga dengan nilai Δt = 0,4 detik relai akan berkoordinasi lebih baik.
In 2017 Purbalingga-5 feeder in Purbalingga electrical substation has occured trip as many as 6 times a day with duration extinguished an average of 30 minutes. The targets of PLN Purwokerto to SAIFI are 7,43 times / customers / year and SAIDI are 323,95 minutes / customers / year. This indicates a weakness in the reliability of the work coordination relay on the Purbalingga-5 feeder.
The working coordination of the relay is related to the work time of outgoing CB and recloser. To determine the relay working time it is necessary to calculate the nominal current flow, source reactance, transformer reactance, impedance and short circuit current. From the calculation of short circuit current obtained the largest Ihs value is 9518 A and the smallest is 446 A. From the short circuit current value, the working time and Δt from outgoing CB and recloser can be calculated.
The calculation result of Δt is not in accordance with PLN standard which value is 0.4 second. To adjust to the PLN standard, tms is required to be 0.31 for outgoing CB; 0.1 for recloser 1 and 0.022 for recloser 2. With the new tms value, Δt has reached 0.4 seconds. So with the value of Δt = 0.4 seconds the relays will coordinate better.
1858721854D1E013254PENGARUH KOMBINASI PROBIOTIK DAN VITAMIN C TERHADAP KEKENTALAN ALBUMEN DAN WARNA YOLK TELUR ITIK TEGALPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian probiotik dan vitamin C terhadap kekentalan albumen dan nilai Haugh Unit serta warna kuning telur itik. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah 400 ekor itik Tegal yang diambil telurnya sebanyak 80 butir telur yang diperoleh dari 20 petak kandang, tiap petak kandang terdapat 20 ekor itik Tegal umur 20 minggu (periode produksi). Rancangan penelitian yang digunakan yiatu Rancangan Acak Lengkapdengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Variabel yang diukur adalah kekentalan dan warna kuning telur. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis variansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kekentalan dan warna kuning telur. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu peningkatan dosis probiotik dan vitamin C tidak meningkatkan nilai Hough Unit dan warna yolk telur.This study aimed to evaluate the effect of probiotic and Vitamin C combination on viscosity albumin and yolk colour of Tegal duck. The material of this research was 80 eggs from 400 Tegal ducks in 20 plots of cages, 20 weeks old (productions periods). Randomize Block Design was used in this research with 4 treatments and 5 replications. The variables measured were viscosity and yolk color. Data were analysed using variance analysis. The result showed that treatments did not significantly affect (P>0.05) the viscosity and yolk color. The conclusion of this study is that increasing the dose of probiotics and vitamin C does not increase the value of Hough Unit and egg yolk color.
1858821856D1E014103PENGGUNAAN FERMEHERBAFIT ENKAPSULASI DALAM PAKAN TERHADAP HEMOGLOBIN (Hb) DAN HEMATOKRIT DARAH AYAM BROILERPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan fermeherbafit enkapsulasi dalam pakan terhadap hemoglobin (Hb) dan hematokrit darah ayam broiler. Materi yang digunakan adalah 80 ekor DOC ayam broiler strain MB 202 platinum yang dipelihara hingga umur 35 hari. Percobaan dilakukan dengan metode eksperimental in vivo dan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Rancangan terdiri dari 5 perlakuan. Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali dan setiap ulangan terdiri dari 4 ekor ayam. Perlakuan yang diberikan yaitu R0 = pakan yang mengandung fermeherbafit 0% (control); R1 = pakan yang mengandung fermeherbafit non enkapsulasi 1,5%; R2 = pakan yang mengandung fermeherbafit enkapsulasi 1,5%; R3= pakan yang mengandung fermeherbafit enkapsulasi 3%; dan R4 = pakan yang mengandung fermeherbafit enkapsulasi 4,5%. Hasil analisis variasi menunjukkan bahwa penggunaan fermeherbafit enkapsulasi dalam pakan hingga level 4,5% berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap hemoglobin dan hematokrit darah ayam broiler. Berdasarkan hasil penelitian penggunaan fermeherbafit enkapsulasi dalam pakan hingga level 4,5% menghasilkan kadar hemoglobin dan nilai hematokrit darah ayam broiler yang relatif sama.

This study aimed to knows effect of fermeherbafit encapsulation in feed to the hemoglobin (Hb) and hematocrit blood of the broiler chickens. The materials used were 80 of DOC strain MB 202 platinum which are maintained until the age of 35 days. The experiments were performed with experimental methods in vivo and completely randomized design (CRD). The design consisted of 5 treatments. Each treatment was repeated 4 times and each replication consisted of four chickens. Treatments R0 = feed containing ferrmeherbafit 0% (control); R1 = feed containing fermeherbafit non-encapsulated 1.5%; R2 = feed containing 1.5% fermeherbafit encapsulation; R3= feed containing fermeherbafit encapsulation of 3%; and R4 = feed containing fermeherbafit encapsulation of 4.5%. Analysis result showed that the used of fermeherbafit encapsulation in feed was not significant (P> 0.05) on hemoglobin and hematocrit blood of broiler chickens. Based on the results of this study concluded that the use of fermeherbafit encapsulation in feed up to level of 4.5% resulted hemoglobin and hematocrit relatively similar.
1858921857A1L112020PENGARUH PEMBERIAN PUPUK HAYATI DAN ZAT PENGATUR TUMBUH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merril) PADA TEKNIK BUDIDAYA SUPERBODIKebutuhan kedelai saat ini belum terpenuhi dari produksi kedelai dalam negeri karena produktivitasnya rendah. Aplikasi pupuk hayati dan zat pengatur tumbuh (ZPT) diharapkan dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan produksi kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh pupuk hayati bagi pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai pada teknik superbodi, (2) pengaruh zat pengatur tumbuh bagi pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai pada teknik superbodi, dan (3) memperoleh dosis pupuk hayati dan zat pengatur tumbuh untuk pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai pada teknik superbodi.
Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan Universitas Jenderal Soedirman di Kelurahan Grendeng, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, pada bulan Agustus 2016 sampai November 2016. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Petak Terbagi. Faktor yang dicoba ada dua, sebagai petak utama yaitu pupuk hayati dan sebagai anak petak yaitu ZPT. Pupuk hayati terdiri dari 3 taraf, yaitu: P0= tanpa pemberian pupuk hayati (kontrol), P1= ½ dosis (0,5 liter/ha), P2= 1 dosis (1 liter/ha). ZPT Nature Bloom terdiri dari 3 taraf, yaitu: A0= tanpa pemberian ZPT (kontrol), A1= ½ dosis (0,2 liter/ha), A2= 1 dosis (0,4 liter/ha). Kombinasi perlakuan sebanyak 9 dan diulang 3 kali, sehingga terdapat 27 unit percobaan. Terdapat 5 sampel pada tiap petak yang diamati.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan tanaman kedelai varietas Anjasmoro yang dibudidayakan dengan teknik superbodi dipengaruhi oleh ZPT dan tidak oleh pupuk hayati. Hasil tanaman dipengaruhi oleh pupuk hayati dan ZPT.
The need of soybean has not been fulfilled from domestic soybean production due to low productivity. Application of biofertilizer and plant growth regulators (PGR) is expected to be an alternative to increase soybean production. The aims of this research are to determine (1) the effect of biological fertilizer for growth and yield of soybean crop on superbodi technique, (2) the influence of growth regulator for growth and yield of soybean crop on superbodi technique, and (3) obtain the best dosage of biological fertilizer and growth regulator for growth and yield of soybean crop on superbodi technique.
This research was carried out in the research field of Jenderal Soedirman University in Grendeng Village, North Purwokerto Subdistrict, Banyumas Regency, from August 2016 to November 2016. The design of the experiment was Split Plot Design. The factor of research are two, as main treatment is biological fertilizer and second factor as sub treatment is PGR. The biological fertilizer consists of 3 levels, namely: control, ½ dose (0,5 litre/ha), 1 dose (1 litre/ha), while PGR consists of 3 levels: control, ½ dose (0,2 ml/ ha), 1 dose (0.4 ml/ha). Treatment combination of 9 and repeated 3 times, so there are 27 units of experiment. There are 5 samples in each observed plot.
The results showed that the plant growth of Anjasmoro varieties of crop on superbodi technique gave the same effect by PGR and not by biofertilizer. Biofertilizer and PGR gave different effecton yield.
1859021861H1G013011EFEKTIVITAS PENURUNAN KANDUNGAN BOD, COD DAN TSS LIMBAH CAIR GULA PADA SSF-WETLAND DENGAN BAMBU AIR MENGGUNAKAN WAKTU TINGGAL YANG BERBEDASistem subsurface flow wetland merupakan salah satu metode pengolahan air limbah menggunakan proses penyaringan oleh mikroba batu-tanaman terendam, rawa, sistem hidrobotani ataupun metode zona perakaran. Dipilihnya tanaman Bambu Air (Equisetum hyemale) karena tanaman ini memiliki kemampuan daya serap air, aerasi, adsorbsi bahan-bahan organik dan partikel kimia yang ada pada limbah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan sistem subsurface flow wetland dalam menurunkan kandungan bahan organik pada limbah cair industri gula rafinasi, mengetahui waktu tinggal terbaik sistem subsurface flow wetland yang paling efektif digunakan dalam menurunkan kandungan BOD,COD,TSS pada limbah cair industri gula rafinasi, dan mengetahui kesesuaian hasil pengolahan limbah cair industri gula rafinasi menggunakan sistem subsurface flow wetland dengan standar baku mutu menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia No. 5 Tahun 2014. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor perlakuan pada penelitian ini adalah waktu tinggal (0, 4, 8, 12,dan 16 hari) setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Waktu tinggal terbaik yang paling efektif dalam menurunkan kandungan bahan organik limbah cair domestik adalah 4 hari. Hasil pengolahan limbah cair domestik dengan sistem subsurface flow wetland telah memenuhi standar baku mutu menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia No. 5 Tahun 2014.The subsurface flow wetland system is one of the methods of wastewater treatment using screening process used submerged rock microbe, swamp, hydrobotic system or root zone method. Selection of Bamboo Water plants (Equisetum hyemale) because this plant has the ability to absorb water, aeration, adsorption of organic materials and chemical particles that exist in the waste. The purpose of this research is to know the ability of subsurface flow wetland system in reducing the organic matter content in the liquid waste of refined sugar industry, to know the best residence time of subsurface flow wetland system which is most effectively used in lowering BOD, COD, TSS content in refined sugar industry liquid waste, and to know the conformity of the liquid waste processing industry of refined sugar industry using subsurface flow wetland system with quality standard according to the Regulation of the Minister Environment of the Republic Indonesia No. 5 Year 2014. This research used experimental method with Completely Randomized Design (RAL). The treatment factor in this study was residence time (0, 4, 8, 12, and 16 days) each treatment was repeated 3 times. The best residence time most effective in reducing the organic matter content of liquid waste refined sugar industry is 4 days. The results of domestic wastewater treatment with subsurface flow wetland system have met the standard quality standard according to the Minister of Environment Regulation of the Republic of Indonesia no. 5 Year 2014.
1859121858D1E011011PENGARUH PEMBERIAN BERBAGAI JENIS PAKAN KOMERSIAL TERHADAP KONSUMSI PAKAN DAN PERTAMBAHAN BOBOT BADAN AYAM KAMPUNG SUPERpada tanggal 15 April 2016 sampai dengan tanggal 15 juni 2016 bertempat di Desa Kebumen Kecamatan Baturaden. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian berbagai jenis pakan komersial terhadap konsumsi pakan dan pertumbuhan bobot badan Ayam Kampung Super.
Materi yang digunakan pada penelitian ini adalah 100 ekor ayam Kampung Super yang dipelihara selama 8 minggu. Perlakuan yang diuji adalah berbagai jenis pakan komersial. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental, yang dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Peubah yang diamati adalah konsumsi pakan dan pertumbuhan bobot badan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi.
Hasil analisis variansi menujukan bahwa berbagai jenis pakan komersial berpengaruh sangat nyata (P < 0,01) terhadap konsumsi pakan dan terhadap pertumbuhan bobot badan. Rataan konsumsi pakan masing-masing perlakuan adalah P1 511-512 (2020,28±3,31 gram/ekor), P2 511-202P (2025,80 ± 3,70 gram/ekor), P3 201BC-512 (2023,56±1,31 gram/ekor) dan P4 201BC-202P (2026,72 ± 2,13 gram/ekor) dan pertumbuhan bobot badan masing-masing perlakuan adalah P1 511-512 (15,698 gram/ekor/hari), P2 201BC-512 (15,196 gram/ekor/hari), P3 511-202P (15,190 gram/ekor/hari) dan P4 201BC-202P (14,868 gram/ekor/hari). Kesimpulan bahwa pemberian berbagai jenis pakan komersial pada ayam Kampung Super menghasilkan konsumsi pakan dan pertumbuhan bobot badan yang berbeda
BAGUS RYAN ADIARTA ” The effect of various types of commercial diets on feed intake and growth of body weight KAMPUNG SUPER CHICKEN”. This study was conducted on 15 April 2016 until 15 June 2016 held in the village of Kebumen District of Baturaden. This study aimed to determine the effect of various types of commercial diets on feed consumption and body weight growth Kampung Super Chicken.
The material used in this study were 100 head Kampung Super Chicken maintained for 8 weeks. The treatments tested were various types of commercial feed. his research used experimental method, which Complete Randomized Design. The variable were feed intake and growth of body weight. The results obtained by analyzed using analysis of variance.
The results of variance analysis show that various types of commercial feed was highly significant (P < 0.01) to consumption and to body weight growth. The average feed consumption of each treatment was P1 511-512 (2020.28 ± 3.31 g / head), P2 511-202P (2025.80 ± 3.70 g / head), P3 201BC-512 (2023.56 ± 1.31 g / head) and P4 201BC-202P (2026.72 ± 2.13 g / head) and the growth of body weight each treatment is P1 511-512 (15.698 g / head / day), P2 201BC- 512 (15.196 g / head / day), P3 511-202P (15.190 g / head / day) and P4 201BC-202P (14.868 g / head / day). The conclusion that the provision of various types of commercial feed in Kampung Super Chicken resulting in feed consumption and body weight growth were relatively different.
1859221859H1F013002GEOLOGI DAN KARAKTERISTIK MINERALISASI TIMAH PRIMER
DAERAH BUBUS DAN SEKITARNYA, KECAMATAN BELINYU,
KABUPATEN BANGKA,
PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
Indonesia merupakan salah satu negara penghasil Timah, terletak pada jalur
Timah Asia Tenggara ( the south east Tin belt ). Jalur ini dimulai dari Myanmar,
Thailand, Semenanjung Malaysia, hingga Indonesia. Logam Timah (Sn) di
Indonesia biasanya ditemukan bersamaan dengan Granit. Logam Timah telah
banyak digunakan dalam berbagai macam produk. Posisi logam Timah pada masa
mendatang yang semakin strategis tersebut perlu diupayakan untuk dapat
dikembangkan secara berkelanjutan mengingat Indonesia memiliki sumberdaya
yang potensial untuk diusahakan. Lokasi penelitian tugas akhir berada di Daerah
Bubus dan sekitarnya, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, Provinsi
Kepulauan Bangka Belitung, dengan luas penelitian 5km x 6km yang berada pada
koordinat UTM WGS 84 X: 583000-588000mE dan Y: 9826000-9829000mN.
Tujuan dari penelitian tugas akhir ini adalah untuk mengetahui kondisi geologi
pada daerah penelitian berdasarkan pemetaan geologi permukaan, mengetahui
arah persebaran urat mineralisasi pada daerah penelitian, mengetahui jenis dan
komposisi penyusun batuan pada daerah penelitian, dan untuk mengetahui jenis
mineralisasi yang terjadi pada daerah penelitian. Metodologi pada penelitian yang
dilakukan mencakup tahap – tahap dari persiapan awal hingga pengolahan dan
analisis data. Analisis yang digunakan adalah analisis Petrografi,analisis ASD,
dan analisis XRF. Dari analisis tersebut didapatkan 3 zona alterasi pada daerah
penelitian yaitu Zona Kuarsa ± Kaolin ± Muskovite ± Illit / Smektit ± Epidot ±
Serisit, Zona Kuarsa ± Kaolin ± Illit / Smetite ± Turmalin ± Beidelit ± Halloysit
dan Zona Kuarsa ± Kaolin ± llite / Smectite. Hasil pengukuran dilapangan
menunjukkan urat Turmalin yang mengandung Kasiterit sebagai pembawa bijih
Timah yang memiliki arah dominan Barat Laut – Tenggara.
Kata Kunci : Granit, Urat Turmalin, Timah, Alterasi – Mineralisasi, Bangka.
ndonesia is one of Tin – producing countries which lies on the Southeast Asian
Tin Belt. This Tin belt starts from Myanmar, Thailand, Peninsular Malaysia, to
Indonesia. Tin (Sn) in Indonesia are usually found along with Granite. Tin has
been widely used in variety of products. Due to strategic values of Tin in the
future, it is necessary to development of Tin a sustainable manner, considerring
that Indonesia has potential resources for exploitation. Research area of this final
project was at Bubus area and the surrounding, Belinyu District that was included
in Bangka Regency, Province of Bangka Belitung Island, with an area of 5km x
6km, located at coordinates UTM WGS 84 X: 583000-588000mE dan Y:
9826000-9829000mN. The purpose of this final project to determine the
geological conditions in the research are by surface geological mapping,
determine the direction of vein mineralization distribution in the research area,
knowing the type and composition of the compiler rocks in the research area.
Methodology of the research includes several stages start from beginning
preparation until proccessing and data analysis. The analysis use Petrographic
analysis, ASD analysis, and XRF analysis. From this analysis, obtained three
alteration zones in the research are, there are the Zone Quarzt ± Kaoline ±
Muscovite ± Illite / Smectite ± Epidote ± Serisite, Zone Quartz ± Kaoline ± Illite /
Smectite ± Tourmaline ± Beidelit ± Halloysite and Zone Quarzt ± Kaoline ± Illite
/ Smectite. The results of field measurments show that Tourmaline veins
containing Calciterite as a Tin ore carrier having a dominant direction Nouthwest
– Southeast.
Keywords : Granite, Tourmaline vein, Tin, alteration – mineralization, Bangka.
1859321947G1B014036STUDI KOMPARATIF PERILAKU PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI DAERAH URBAN DAN RURAL (Studi pada Wilayah Kerja Puskesmas Karanglewas)Latar Belakang : Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang disebabkan oleh virus dengue. Perilaku pencegahan penyakit DBD masyarakat daerah urban dan rural disesuaikan dengan vektor penular dan karakteristik masyarakat daerah urban dan rural yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan perilaku pencegahan DBD antara masyarakat di daerah urban dan rural.

Metodologi : Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 15.943 KK di Puskesmas Karanglewas dengan sampel KK di 7 desa yang terpilih menggunakan teknik Cluster Random Sampling sejumlah 97 responden di daerah urban dan rural. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan observasi. Analisis data yang dilakukan yaitu univariat, bivariat dan multivariat.

Hasil Penelitian : Variabel yang tidak memiliki perbedaan yaitu ketersediaan sarana dan prasarana (p=0,953) dan peran petugas kesehatan (p=0,088). Variabel yang memiliki perbedaan yaitu tingkat pendidikan (p=0,001), pendapatan (p=0,000), pengetahuan (p=0,000), sikap (p=0,000), keterpaparan informasi (p=0,000), peran tokoh masyarakat (p=0,000), dan perilaku pencegahan DBD (p=0,000).

Kesimpulan : Variabel yang memiliki perbedaan antara masyarakat di daerah urban dan rural yaitu tingkat pendidikan, pendapatan, pengetahuan, sikap, keterpaparan informasi, peran tokoh masyarakat, dan perilaku pencegahan DBD.
Background : Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is one of the public health problem that caused by Dengue virus. The preventive behavior towards DHF disease performed by rural and urban society suited to the infecting agent vector and the different characteristic of urban and rural society. This research aimed to analyse the different preventive behavior towards DHF performed by the urban and rural society.
Methods : This research is a quantitative research by Cross Sectional approach. The population of the research are 15.943 households in Puskesmas Karanglewas working area with the sample taken from households in chosen 7 villages by using Cluster Random Sampling with 97 respondents in urban area and rural area. The data collection technique was carried out by using questionnaire and observation. Then the data analyses are univariate, bivariate and multivariate.
Results : the variable that has no difference were the availability of medium and infrastructure (p=0,953) and the role of health officer (p=0,088). Besides, the different variables were the level of education (p=0,001), income (p=0,000), knowledge (p=0,000), behavior (p=0,000), exposure of information (p=0,000), the role of social figure (p=0,000), and the preventive behavior (p=0,000).
Conclusion : The different variables between the urban and the rural society are the level of education, income, knowledge, behavior, the exposure of information, the role of social figure, and the preventive behavior towards the DHF.
1859422010F1K014051Nilai Pendidikan Karakter dalam Novel Sebelas Patriot Karya Andrea Hirata (Kajian Sosiologi Sastra)Penelitian ini berjudul “Nilai Pendidikan Karakter dalam Novel Sebelas Patriot Karya Andrea Hirata (Kajian Sosiologi Sastra)”. Ini merupakan sebuah penelitian dengan objek karya sastra yang berbentuk novel. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan kajian sosiologi dalam novel Sebelas Patriot Karya Andrea Hirata, (2) mendeskripsikan nilai pendidikan karakter dalam novel Sebelas Patriot Karya Andrea Hirata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Data yang dikumpulkan berupa penggalan kata, frasa, kalimat, wacana dalam novel Sebelas Patriot karya Andrea Hirata. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi atau simak dan teknik catat. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik pembacaan heuristik dan hermeunitik. Hasil penelitian dari kajian sosiologi dalam novel Sebelas Patriot adalah Biografi Andrea Hirata lahir di Belitong 24 Oktober 1967 merupakan anak keempat dari pasangan Seman Said Harunnayah dan NA Masturah Seman Said Harum, latar belakang sosial budaya Andrea Hirata mempengaruhi beberapa hasil karyanya salah satunya adalah novel Sebelas Patriot banyak hal-hal kehidupan sang penulis yang digambarkan melalui cerita-cerita yang disampaikan. Nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam novel sebelas patriot yaitu religius, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat atau komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan dan tanggung jawab.
The title of this study is “Nilai Pendidikan Karakter dalam Novel Sebelas Patriot Karya Andrea Hirata (Study of Sociology Literature)”. The object of this study is taken from the novel. The aim of the study are (1) describing the study of sociology in the novel Sebelas Patriot by Andrea Hirata, (2) describing the value of character education in the novel Sebelas Patriot by Andrea Hirata The method used in this research is descriptive qualitative method. Data collected in the form of phrases of words, phrases, sentences, discourses in novel Sebelas Patriot by Andrea Hirata. Data source used is primary and secondary data source. Data collection techniques in this study using observation techniques or references and record techniques. Data analysis techniques used are heuristic and hermeneutic reading techniques. The results of the study of sociology in the novel Sebelas Patriot is Biography Andrea Hirata was born in Belitong 24 October 1967, andrea is the fourth child of the couple Seman Said Harunnayah and NA Masturah Seman Said Harum, background social cultural of Andrea Hirata influenced some of his work one of which is novel Sebelas Patriot many telling about the life things of the author are through the stories presented. The value of character education contained in the novel Sebelas Patriot is religious, tolerance, discipline, hard work, creative, independent, democratic, curiosity, nationalism, love of the homeland, appreciate achievement, friendly or communicative, peace loving, environment and responsibility.
1859521860E1A011119GUGAT CERAI KARENA PERSELISIHAN dan PERTENGKARAN TERUS MENERUS
(Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Agama Purwokerto Nomor 2693/Pdt.G/2016/PA.Pwt)
Semua individu yang sudah memasuki kehidupan berumah tangga pasti menginginkan terciptanya suatu rumah tangga yang bahagia, sejahtera lahir dan batin serta memperoleh keselamatan hidup dunia maupun di akhirat. Tentu saja dari keluarga yang bahagia ini akan tercipta suatu masyarakat yang harmonis dan akan tercipta masyarakat rukun, damai, adil, dan makmur, namun tidak setiap perkawinan akan mencapai tujuan yang diharapkan yaitu kebahagiaan yang diinginkan dan tidak menutup kemungkinan akan terjadinya perceraian.
Permasalahan dalam penelitian ini yaitu pertimbangan hukum hakim dalam memutus perkara gugat cerai karena perselisihan dan pertengkaran terus menerus yang terjadi di Pengadilan Agama Purwokerto pada Putusan Nomor 2693/Pdt.G/2016/PA.Pwt. Metode penelitian yang penulis pakai adalah dengan pendekatan Yuridis Normatif, spesifikasi penelitian dengan menggunakan deskriptif analisis, sumber data yang digunakan data sekunder, metode pengumpulan data dengan kepustakaan dan inventarisasi data, dan metode analisis dengan menggunakan normative kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat diambil kesimpulan bahwa pertimbangan hukum hakim dalam memutus perceraian dalam gugat cerai di Pengadilan Agama Purwokerto dalam Putusan Perkara Nomor 2693/Pdt.G/2016/PA.Pwt, adalah Karena terbukti telah terjadi perselisihan dan pertengkaran terus – menerus dan tidak ada harapan akan hidup rukun lagi dalam rumah tangga. Gugatan Penggugat untuk bercerai dengan Tergugat menurut hukum dapat dibenarkan sesuai ketentuan Pasal 19 (f) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 Jo Pasal 116 (f) Kompilasi Hukum Islam.
All individuals who have entered the marriage life would want the creation of a happy, prosperous and spiritual home and the salvation of the world and the hereafter. Of course from this happy family will create a harmonious society and will create a harmonious, peaceful, just, and prosperous society, but not every marriage will achieve the expected goal of happiness is desired and does not rule out the possibility of divorce.
The problem in this research is judge's legal consideration in deciding the case of divorce lawsuit due to continuous dispute and quarrel which happened in Religious Court of Purwokerto on Decision Number 2693 / Pdt.G / 2016 / PA.Pwt. The research method used by the writer is Juridical Normative approach, research specification using descriptive analysis, data source used secondary data, data collection method with bibliography and data inventory, and method of analysis by using normative qualitative.
Based on the results of research and discussion can be concluded that the judge's legal considerations in deciding divorce in divorce in Purwokerto Religious Court in Decision Case Number 2693 / Pdt.G / 2016 / PA.Pwt, is Because proven there has been continuous disputes and quarrels and there is no hope of living in harmony again in the household. Plaintiff's lawsuit to divorce the Defendant according to law may be justified in accordance with the provisions of Article 19 (f) of Government Regulation Number 9 Year 1975 Jo Article 116 (f) Compilation of Islamic Law.
1859621862E1A012369PELAKSANAAN PEMBERIAN PEMBEBASAN BERSYARAT BAGI NARAPIDANA (STUDI DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN CIPINANG)ABSTRAK

Penelitian ini berjudul: “PELAKSANAAN PEMBERIAN PEMBEBASAN
BERSYARAT KEPADA NARAPIDANA DI LEMBAGA
PEMASYARAKATAN CIPINANG”.

Dalam hukum pidana dikenal adanya sanksi penjara, Pidana penjara merupakan jalan terakhir dalam sistem hukum pidana yang berlaku, untuk itu dalam pelaksanaannya harus mengacu pada hak asasi manusia Dalam Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan mengatur mengenai hak-hak seorang narapidana antara lain mendapatkan pembebasan bersyarat.
Penelitian ini dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis sosiologis, yaitu pendekatan yang menekankan penelitian yang bertujuan memperoleh pengetahuan hukum dengan cara turun langsung ke lapangan. Sumber data berupa data primer dan data sekunder. Data disajikan secara sistematis serta dianalisis dengan metode kualitatif.
Pembebasan bersyarat adalah proses pembinaan narapidana di luar Lembaga Pemasyarakatan setelah menjalani sekurang-kurangnya 2/3 masa pidananya dengan ketentuan 2/3 masa pidana tersebut minimal 9 bulan. Dalam pelaksanaan pembebasan bersyarat setiap narapidana yang diajukan mendapatkan pembebasan bersyarat haruslah memenuhi syarat substantif dan juga syarat administratif selain itu juga narapidana harus mendapatkan penjaminan dari pihak keluarga.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui Pelaksanaan Pembebasan Bersyarat oleh Lembaga Pemasyarakatan Cipinang dianggap telah berhasil, karena dilihat dari perbandingan data Pembebasan Bersyarat di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang dari tahun 2015 - 2017 antara yang diusulkan dengan yang terealisasikan mendekati dengan jumlah diusulkan dan jumlah yang terealisasi terus meningkat tiap tahunnya. Hambatan yang terjadi dalam Pelaksanaan Pembebasan Bersyarat oleh Lembaga Pemasyarakatan Cipinang antara lain proses di Direktorat Jenderal Pemasyarakatan sangat lama, tidak ada surat jaminan dari keluarga atau pemerintah setempat , pihak penjamin bukan dari pihak keluarga, masih memiliki perkara lain diluar, narapidana melanggar hukum disiplin Lembaga Pemasyarakatan, terdapat hambatan psikologis dari masyarakat dalam penerimaan kembali narapidana.

Kata Kunci : Lembaga Pemasyarakatan
ABSTRACT

This research entitled “implementation of parole given to convict in Cipinang
penitentiary”

In criminal law we recognized the existence of a prison sanction. Imprisonment is a last resort in our criminal justice system. In the practice we must referring into human rights. In Artictle 14 paragraph 1 Act No. 12 of 1995 of Corrections who regulate the rights of prisoner to get parole system.
This research was conducted in Cipinang penitentiary. the approach of this research used the juridical sociologic, which the approach that emphasizes the pursuit. The source of data is a primary dan secondary data. Data are presented systematically and analyzed by qualitative methods.
Parole is a process to refinement the characters of prisoner outside the penitentiary after undergo at least 2/3 Conviction period with provision that 2/3 conviction period at least 9 month minimal. In the implementation of giving parole every convict must fulfill the substantive and administrative terms and also must have guarantee from the family.
Based on research result, revealed that implementation of parole given to convict in Cipinang penitentiary considered works. As seen from comparing data about parole in Cipinang penitentiary from year 2015 to 2017, the ratio between parole proposal with parole realization come near to 100% and increasing every year. The obstacle on implementation parole among others need a long time to process from Directorate General of Corrections, the insurer not from the family, the convict still have other cases, the convict againts or have problem with the prisones discipline, and there are psychological barriers of socialty in receipt of returned
prisoners.

Keyword :Correctional Facility
1859722011B1J013061Keanekaragaman Polychaeta Di Ekosistem Mangrove Segara Anakan, CilacapProduktivitas hutan mangrove yang tinggi sangat dipengaruhi oleh aktivitas organisme dekomposer. Polychaeta merupakan salah satu organisme infauna dekomposer, yaitu bentik yang menggali lubang dan hidup di dalam sedimen. Keberadaan organisme ini dipengaruhi oleh kondisi habitatnya, adapun faktor lingkungan habitat yang mempengaruhi yaitu suhu air, salinitas, kandungan bahan organik, serta nilai pH tanah atau sedimen disekitarnya. Laguna Segara Anakan terletak di Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap pada koordinat 7°35’- 7°50’ Lintang Selatan dan 108º45’-109º03’ Bujur Timur.
Penelitian dilakukan dengan metode survey menggunakan teknik purposive sampling. Pengambilan sampel berdasarkan plot yang dibuat mewakili hutan mangrove bagian tepi, tengah, dan dalam, dengan jarak antar plot sepanjang 50 m dan diambil sampel 2 kali ulangan pada lokasi berbeda dalam satu plot, ulangan satu untuk pengambilan sedimen menggunakan corer sedalam 5 cm dan ulangan dua sedalam 10 cm. Sedimen yang sudah didapat langsung disaring dengan menggunakan air, serasah yang didapat di berikan larutan alkohol 70%. Polychaeta yang didapat diawetkan dengan direndam larutan formalin 4%. Pengamatan dilakukan menggunakan mikroskop stereo dan hasil penemuan individu Polychaeta diidentifikasi. Polycaheta yang ditemukan, yaitu dari familia Capitellidae, Neredidae, Opheliidae, Euncidae, Syllidae, dan Spionidae. Faktor lingkungan yang memengaruhi keberadaan polychaeta yaitu salinitas dengan rentang normal 17 sampai 24 ppt dan kandungan bahan organik dalam tanah dalam rentang normal 20,87 sampai 23,71 %.

The high productivity of mangrove forests is strongly influenced by the activity of decomposer such as Polychaeta. Polychaeta is an infauna; a benthic organism lives in the sediments by digging a hole. The existence of these organisms is influenced by the environmental factor of its habitats including the water temperature, the salinity, the organic content of sediment, and the pH of sediment. The lagoon of Segara Anakan is located in Kampung Laut, Cilacap Regency at the coordinates of 7°35'–7°50' S and 108º45'–109º03' E.
This research was conducted by survey method using a purposive technique to collect samples. Samples were collected using plots representing the edge, the middle, and the interior zones of mangrove forests, distance of plots were 50 m, and depth was applied as replicates at 5 cm and 10 cm. Sediments were collected using corer; sediment obtained were directly washed and filtered, the mangrove leaf litter obtained were preserved in a 70% alcohol. The Polychaeta obtained were preserved in a 4% formaldehyde solution. The observations and identification of Polychaeta were conducted using a stereo microscope. Polychaeta found in this research were composed of the family of Capitellidae, Neredidae, Opheliidae, Euncidae, Syllidae, and Spionidae. Environmental factors that affect the presence of polychaeta is the salinity with range 17 up to 24 ppt and the content of organic matter in the soil with range 20,87 up to 23,71 %
1859822046C1A012003ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PENGRAJIN RAMBUT PALSU DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA DI KABUPATEN PURBALINGGA
(Studi Kasus : Pengepul CV. Kembar Intan Perkasa Dari PT. Boyang)

Penelitian ini berjudul “Analisis Faktor-faktor Yang Mepengaruhi Pendapatan Pengrajin Rambut Palsu Dan Kontribusinya Terhadap Pendapatan Keluarga Di Kabupaten Purbalingga (Studi Kasus : CV. Kembar Intan Perkasa dari PT. Boyang)”. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh umur, pendidikan, jumlah tanggungan keluarga, jam kerja dan pengalaman kerja terhadap pendapatan pengrajin rambut palsu di Kabupaten Purbalingga, untuk mengetahui variabel manakah diantara umur, pendidikan, jumlah tanggungan keluarga, jam kerja dan pengalaman kerja yang pengaruhnya paling dominan terhadap pendapatan pengrajin rambut palsu di Kabupaten Purbalingga, untuk mengetahui seberapa besar kontribusi pendapatan pengrajin rambut palsu terhadap pendapatan keluarga di Kabupaten Purbalingga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan metode pengambilan sampel yaitu cluster sampling (sampel daerah). Jumlah responden dalam penelitian sebanyak 258 responden.
Alat analisis yang digunakan untuk menjawab tujuan pertama digunakan analisis regresi linier berganda Semi-log, tujuan kedua digunakan analisis elastisitas, dan untuk menjawab tujuan terakhir digunakan analisis proporsi dan uji One Sample T-Test.
Hasil dari penelitian ini adalah bawa variabel umur, jumlah tanggungan keluarga dan jam kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan pengrajin rambut palsu, sedangkan variabel pendidikan dan pengalaman kerja berpengaruh positif tetapi tidak signifikan (tidak berpengaruh signifikan) terhadap pendapatan pengrajin rambut palsu. Variabel jam kerja memiliki pengaruh paling dominan terhadap pendapatan pengrajin rambut palsu. Kontribusi pendapatan pengrajin rambut palsu terhadap pendapatan keluarga rata-rata sebesar 29,44%.
The title of this research is “Analysis of Factors That Affect Income Of Wig Makers and Its Contribution To Family Income In Purbalingga District (Case Study: CV KembarIntan Perkasa From PT. Boyang)”. The purpose of this research is to know the influence of age, education, the number of dependants family, working hours, dan working experience against income of wig makersin Purbalingga District, to know which variable between age, education,the number of dependants family, working hours, dan working experience that have a dominant influence against the income of wig makersin Purbalingga District, to find out how big the contribution income against wig makersagainst family income in Purbalingga District. The methodology used in this research is survey method with sampling method that is cluster sampling (sample area). The number of respondents in this research as much as 258 respondents.
Analysis tools are used to answer the first purpose is multiple linear regression semi log analysis, the second purpose used is elasticity analysis, and to answer the last purpose is proportion and test analysis of One Sample T-Test.
The results of this research that variable of age, the number of dependants familyand working hours have a positive effect and significantly to the income of wig makers, whereas the variable of education and working experience have a positive effect but not significant against the income of wig makers. Variable of working hours has the most dominant effect against the income wig makers. The contribution of income of wig makers against the average family income of 29,44%.
1859922112D1E014231PENGGUNAAN DEKOK DAUN JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia S.) SEBAGAI TEAT DIPPING PADA SAPI PERAH TERHADAP WAKTU REDUKTASE DAN TINGKAT KEASAMAN SUSUPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan dekok daun jeruk nipis (Citrus aurantifolia S.) yang paling optimal dalam teat dipping sapi perah terhadap waktu reduktase dan tingkat keasaman susu. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 23 Februari sampai dengan 5 Maret 2018 di Kelompok Ternak Tirto Margo Utomo Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas dan Laboratorium Produksi Ternak Perah, Universitas Jenderal Soedirman. Materi yang digunakan adalah 24 ekor sapi perah, aquabidest, aquadest, daun jeruk nipis, seperangkat alat untuk pengamatan waktu reduktase dan tingkat keasaman susu. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan kemudian dilanjutkan dengan uji ortogonal polinomial. Perlakuan yang digunakan adalah P0 (teat dipping dengan aqudabidest), P1 (teat dipping dengan dekok daun jeruk 20%), P2 (teat dipping dengan dekok daun jeruk 40%), P3 (teat dipping dengan dekok daun jeruk 60%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan teat dipping berpengaruh nyata (P < 0,05) terhadap waktu reduktase namun tidak berpengaruh nyata (P > 0,05) terhadap tingkat keasaman susu. Uji lanjut ortogonal polinomial menunjukkan bahwa teat tipping dengan dekok daun jeruk nipis (Citrus aurantifolia S.) sampai dengan konsentrasi 20% dapat memperpanjang waktu reduktase. Kesimpulan yang didapat adalah penggunaan dekok daun jeruk nipis sebagai teat dipping sapi perah yang paling optimal pada konsentrasi 20%.This research is aimed to determine the most optimal concentration of lime leaf decoction (Citrus aurantifolia S.) for teat dipping in dairy cows against reductase time and acidity of milk. The research was conducted in February 23rd until March 5th 2018 on Tirto Margo Utomo Farmer Group at Limpakuwus, Sumbang, Banyumas Regency and Laboratory of Dairy Production, Universitas Jenderal Soedirman. The research materials were 24 dairy cows, aquabidest, aquadest, lime leaf and devices to measure reduktase time and acidity of the milk. The research use Completely Randomized Design with 4 treatments and 6 replications then continued with orthogonal polynomial test. The treatment consisted of P0 (teat dipping with 100 ml aquabidest), P1 (teat dipping with 20% of lime leaf decoction), P2 (teat dipping with 40% of lime leaf decoction) and P3 (teat dipping with 60% of lime leaf decoction). The result shows that treatments of teat dipping gave significant effect (P < 0,05) against reduktase time but not significant (P > 0,05) against acidity of milk. The orthogonal polynomial test result showed that teat dipping with lime leaf decoction (Citrus aurantifolia S.) in 20% concentration could extend reductase time. Conclusion of this research is usage of lime for teat dipping gave the most optimum result in 20% concentration.
1860021864F1D011049POLITIK IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH NO 6 TAHUN 2012
TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH (Studi Kasus di Tempat Pemrosesan Akhir Gunung Tugel Kabupaten Banyumas)
Penelitian ini berjudul “Politik Implememtasi Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2012 Tentang Pengelolaan Sampah di Kabupaten Banyumas (Studi Kasus di Tempat Pemrosesan Akhir Gunung Tugel Kabupaten Banyumas)”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami dan mendeskripsikan implementasi Peraturan Daerah No 6 Tahun 2012 Tentang Pengelolaan Sampah di Tempat Pemrosesan Akhir Gunung Tugel Kabupaten Banyumas juga menjelaskan relasi masyarakat dan pemerintah daerah terhadap politik implementasi Peraturan Daerah No 6 Tahun 2012 tentang pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir Gunung Tugel Kabupaten Banyumas.
Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa keberadaan Gunung Tugel sebenarnya sudah menyalahi aturan karena ijin Gunung Tugel menurut SK sudah berakhir tahun 2003 dan di lapangan masih terus digunakan tanpa adanya peningkatan fasilitas yang memadai dan dengan volume sampah yang semakin meningkat maka akan semakin membahayakan keberadaan warga sekitar. Pemerintah Banyumas dengan kewenangannya membuat produk kebijakan berupa peraturan daerah nomor 6 tahun 2012 tentang pengelolaan sampah. Dalam implementasi peraturan daerah no 6 tahun 2012 tentang pengelolaan sampah di TPA Gunung Tugel ini, pemerintah membuat kebijakan untuk mengurangi timbulan sampah sehingga tidak membebani TPA Gunung Tugel, salah satunya melalui bank Sampah. Dapat dikatakan pemerintah sudah membuat aturan namun pemerintah juga tidak melaksanakan dengan maksimal. Ada beberapa aktor yang terlibat di dalamnya. Pertama DPRD Komisi A yang merumuskan kebijakan bersama dengan Pemerintah Kabupaten Banyumas yang menghasilkan peraturan daerah ini.. Aktor selanjutnya yang terlibat dalam implementasi adalah Dinas Lingkungan Hidup yang bertanggung jawab dalam pengelolaan sampah, mulai dari sarana dan prasarana, sosialisasi, maupun berurusan dengan masyarakat terkait dampak yang ditimbulkan dari adanya aktivitas pengelolaan sampah, termasuk ganti rugi. Aktor yang terakhir adalah masyarakat, dalam hal ini adalah warga desa Kedungrandu sebagai penerima kebijakan. Dalam hal ini, warga desa Kedungrandu merupakan warga yang terkena dampak langsung dari adanya pengelolaan sampah yang dilakukan di TPA Gunung Tugel.
The title of this research is “Politic implementation of Regulation No 6 in 2012 about The Waste Management in Banyumas (Case study is on Gunung Tugel landfill in Banyumas)”. the purposes of this research are for understanding and describing the implementation of this regulation and the relation between the local government and Banyumas citizen to the politic implementation of regulation no 6 in 2012 about the waste management in Gunung Tugel Landfill, Banyumas
The result of this research shows that Gunung Tugel Landfill was breaking the rule because the license of Gunung Tugel was expired at 2003, and the fact that this landfill still active without increase its facilities and increasing the amount of waste, it will jeopardize the people near that landfill. For this implementation, the local government has made rules to decrease the amount of waste, so it won’t load Gunung Tugel landfill by making a junk bank. But, this policy isn’t able yet to decrease the amount of waste significantly. There were some actors involved. First, DPRD Comission A, as formulating the policy with Banyumas regent. The next actor is DLH that has responsibility to manage waste from the facilities, socialization, and dealing with the people related the effect from waste management activities include the compensation. The last actor is people nearby, that is the villagers of Kedungrandu village as policy’s recipients. The villagers of Kedungrandu were people that was got the effect directly from waste management in Gunung Tugel landfill