Artikelilmiahs
Menampilkan 18.641-18.660 dari 50.060 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 18641 | 21918 | F1J014018 | Identitas Budaya Jepang dalam Film Animasi Kaguya Hime no Monogatari Karya Isao Takahata ( Kajian Antropologi Sastra ) | Penelitian ini berjudul Identitas Budaya Jepang dalam Film Animasi Kaguya Hime no Monogatari Karya Isao Takahata (Kajian Antropologi Sastra). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan identitas budaya Jepang dalam animasi Kaguya Hime no Monogatari dengan menggunakan teori antropologi sastra dan teori identitas budaya. Data yang digunakan berupa dialog dan narasi dalam animasi Kaguya Hime no Monogatari. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan cara menganalisis fenomena budaya masyarakat Jepang yang ada di dalam animasi tersebut. Teknik penggumpulan data yang digunakan adalah teknik simak catat serta validasi dan trianggulasi. Analisis dilakukan dengan 17 (tujuh belas) data berupa dialog dan narasi. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan adanya 7 (tujuh) unsur budaya Jepang antara lain (1) Sistem perlengkapan dan peralatan hidup manusia (2) Mata pencarian dan sistem ekonomi (3) Sistem kemasyarakatan (4) Bahasa (5) Sistem Pengetahuan (6) Kesenian (7) Kepercayaan. Tujuh unsur budaya tersebut menghasilkan benda, kebiasaan dan adat istiadat dalam kehidupan masyarakat Jepang yaitu kimono, kapal laut, pertanian, industri rumah, omiai, kekaisharan, kelas sosial, hanami, budaya istana, seijin shiki, ohaguro, aimai, sonkeigo, peduli terhadap alam, koto, ukiyoe dan agama Budha sebagai identitas budaya Jepang. | This research entitled Identity of Japanese Culture in Kaguya Hime no Monogatari Animation Film by Isao Takahata (Anthropology Literature Review). This research aims to describe identity of Japanese culture in Kaguya Hime No Monogatari animation film by using theory of literary anthropology and cultural identity. The data used are in the form of dialogue and narration in the film. The method used is descriptive qualitative method by analyzing the cultural phenomena of Japanese society that exist in the animation. Data collection techniques that are used are the technique of referring as well as validation and triangulation. The analysis was done with 17 data in the form of dialogue and narration. Based on the results of the research, there are 7 (seven) elements of Japanese culture, among others (1) Human living equipment and equipment system (2) Lifesaving and economic system (3) Community system (4) Language (5) Knowledge System (6) langunge (7) Trust. Then, the seven elements of Japanese culture form objects and customs in the life of Japanese society, that are kimono, ships, agriculture, home industry, omiai, kingdom, social class, hanami, palace culture, seijin shiki,ohaguro, aimai, sonkeigo, care for nature, koto, ukiyoe, and Buddhism as the cultural identity of Japan. | |
| 18642 | 21902 | F1B012037 | Peran Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah dalam Pemberdayaan Manajerial Pengurus Koperasi Primkopti Banyumas | Perkembangan koperasi di Indonesia berjalan lamban, untuk mengatasi hal itu dibentuk Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah dengan tujuan sebagai pendamping dan pembina yang dapat menyelesaikan berbagai permasalahan koperasi dan UMKM. Koperasi Primkopti Banyumas yang lebih dari 9 tahun mati suri menjadi mitra binaan prioritas supaya bisa aktif kembali. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran PLUT – KUMKM dalam pemberdayaan manajerial pengurus Primkopti Banyumas. Dalam penelitian ini, peran dilihat dari aspek partisipasi, enterpreneur, koordinasi, fasilitasi dan stimulasi. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dimana untuk menentukan informan menggunakan teknik purposive sampling. Sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Untuk menjamin keabsahan data dilakukan dengan menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran PLUT – KUMKM Jawa Tengah dalam pemberdayaan manajerial pengurus Primkopti Banyumas sudah dilaksanakan dengan cukup baik. Hal ini dibuktikan dengan aktif kembalinya Primkopti Banyumas. Peran dalam pemberdayaan manajerial pengurus Primkopti Banyumas yaitu dengan melakukan pendampingan secara terus menerus dan intens selama proses mengaktifkan kembali koperasi. Pendampingan dalam bentuk pelatihan antara lain: pelatihan manajemen koperasi, administrasi, akuntansi. Kendala yang dialami dalam proses pemberdayaan yaitu karena tingkat sumber daya manusia pengurus Primkopti Banyumas yang masih rendah sehingga belum mampu menyerap semua yang telah diberikan oleh PLUT – KUMKM Jawa Tengah. | The development of cooperatives in Indonesia runs slowly, to overcome this, it was established Integrated Business Service Center for Small and Medium Enterprises Cooperation with the aim of being a companion and coach who can solve various problems of cooperatives and UMKM. Primkopti Banyumas Cooperative which is more than 9 years of suspended animation becomes a priority partner to be active again. The purpose of this study is to know how the role of PLUT - KUMKM in managerial empowerment Primkopti Banyumas management. In this research, the role seen from the aspect of participation, entrepreneur, coordination, facilitation and stimulation. This research method is qualitative descriptive, where to determine informant use purposive sampling technique. While the technique of data collection is done by in-depth interview, observation and documentation. To ensure the validity of data is done by using source triangulation. The result of the research shows that the role of PLUT - KUMKM Central Java in managerial empowerment of Primkopti Banyumas has been done well enough. This is evidenced by the active return of Primkopti Banyumas. The role in managerial empowerment of Primkopti Banyumas management is by performing continuous and intense assistance during the process of reactivating the cooperative. Assistance in the form of training include: co-operative management training, administration, accounting. Constraints experienced in the empowerment process is because the level of human resources management Banyumas Primkopti is still low so it has not been able to absorb all that has been given by PLUT - KUMKM Central Java. | |
| 18643 | 22051 | C1L014025 | THE ANALYSIS OF ACADEMICIAN AND PRACTITIONER PERCEPTION: FORENSIC ACCOUNTING IMPLEMENTATION AS A CLASSROOM’S SUBJECT | Akuntansi forensik merupakan salah satu ilmu yang digunakan oleh Auditor Investigasi untuk mengungkapkan suatu kecurangan pada sektor keuangan. Namun sampai dengan saat ini masih banyak universitas yang belum mengimplementasikan akuntansi forensik sebagai mata kuliah. Penelitian ini meibatkan beberapa akademisi dan praktisi yang bertujuan untuk mengeksplorasi dan memahami persepsi mengenai akuntansi forensik, pendidikan tambahan guna memenuhi kebutuhan pemahaman akuntansi forensik, dan pemenuhan kualitas sumber daya manusia sebagai akuntan forensik. Dengan menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dan metode wawancara, hasil yang diperoleh dapat menjelaskan secara spesifik apa yang diharapkan oleh kedua grup informan terkait akuntansi forensik, pendidikan tambahan akuntansi forensik dan pemenuhan sumber daya akuntan forensik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masih terdapat perbedaan persepsi pada akademisi dan praktisi dalam beberapa hal. Terdapat beberapa hal yang dapat dijelaskan lebih detail oleh akademisi namun tidak dijelaskan dengan detail oleh praktisi, dan sebaliknya. | Forensic accounting is one of the problems undertaken by the Investigative Auditor to produce fraud in the financial sector. Still, up to now, there are still many universities that have not been forensic as a course. The research involves several academics and practitioners who aim to explore and understand education for needs, education and usage for the needs, and fulfillment of quality for people as forensic accountants. Using qualitative descriptive research and interview methods, the results can be explained specifically what the second group of informants with regard to forensic accounting, forensic accounting additional education and the fulfillment of forensic accountant security resources. The results of this study indicate that there are still numbers on academic and some things. Find some things that can be done in more detail by academics but not issued by detail by practitioners, and vice versa. | |
| 18644 | 21901 | G1A014003 | Pola Luka pada Jenazah Korban Kejahatan terhadap Perempuan di Wilayah Banyumas Tahun 2015-2017 | Kejahatan terhadap perempuan merupakan segala bentuk tindak kejahatan berbasis gender yang berakibat menyakiti secara fisik, seksual, dan mental. Kasus kejahatan terhadap perempuan berjumlah 259.250 kasus di Indonesia. Kejahatan terhadap perempuan bisa menyebabkan kematian. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jumlah kasus kejahatan terhadap perempuan di wilayah Banyumas tahun 2015-2017. Desain penelitian yang digunakan adalah retrospektif deskriptif. Metode pengambilan data yang digunakan adalah total sampling. Sampel penelitian yang digunakan sebanyak 15 sampel. Hasil menunjukkan prevalensi kejahatan terhadap perempuan yang diotopsi di Instalasi Forensik dan Medikolegal RSUD Margono Soekarjo tahun 2015-2017 sebanyak 15 kasus. Korban kejahatan paling banyak usia balita (33,3%). Jenis luka terbanyak adalah luka memar (52,1%) di kepala (69,5%). Penyebab kematian terbanyak adalah mati lemas (68,7%). | Violence against women means any act of gender-based violence that result in physical, sexual, or psychological harm. There are 259,250 cases of violence against women in Indonesia. The purpose of this this study is to know the number of cases in Banyumas 2015-2017. The research design used was descriptive retrospective. The data collection method was total sampling. The sample reasearch used were 15 samples. The results show the prevalence against women autopsied in Instalasi Forensik dan Medikolegal RSUD Margono Soekarjo in 2015-2017 as many as 15 cases. Most victims are toddler age (33.3%). The most commont type of injury is bruising (52,1%) in the head (69,5%). The mostcauses of death is suffocation (68,7%). | |
| 18645 | 21903 | F1B013030 | EFEKTIVITAS PROGRAM PENDAMPINGAN DESA DALAM PENYUSUNAN APBDES PADA EMPAT DESA DI KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS | Program pendampingan desa dalam penyusunan APBDes oleh pendamping desa. Program ini merupakan bentuk pendampingan dalam penyusunan APBDes pada empat desa yaitu Desa Karanggintung, Banjarsari Kulon, Kotayasa, dan Banjarsari Wetan di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Pendamping desa bertugas mendampingi desa dalam penyelenggaraan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. Penyusunan APBDes merupakan instrumen penting yang sangat menentukan terwujudnya tata pemerintahan yang baik, begitupun pendampingan penyusunan APBDes di ke empat desa tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan tingkat efektivitas program pendampingan desa dalam mendampingi penyusunan APBDes pada empat desa di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Sasaran dalam penelitian adalah pemerintah desa di Desa Karanggintung, Banjarsari Kulon, Kotayasa, dan Banjarsari wetan berjumlah 50 responden. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan distribusi frekuensi, dan tabulasi silang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalh kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan pada empat desa bahwa tingkat efektivitas program pendampingan desa dalam penyusunan APBDes pada Desa Karanggintung secara keseluruhan tergolong dalam kategori tinggi dengan presentase 45,5%. Desa Banjarsari Kulon secara keseluruhan tergolong dalam kategori tinggi dengan presentase 58,3%. Desa Kotayasa secara keseluruhan tergolong dalam kategori sedang dengan presentase 52,9%. Desa Banjarsari Kulon secara keseluruhan tergolong dalam kategori sedang dengan presentase 60%. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan pada 50 responden di empat desa dan hasil pembahasan yang telah dipaparkan menujukan bahwa tingkat efektivitas program pendampingan desa dalam penyusunan APBDes pada empat desa di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas secara keseluruhan tergolong dalam kategori tinggi dengan presentase 48%. Presentase yang diperoleh dalam setiap dimensi yaitu dimensi pencapaian tujuan memiliki presentase nilai sebesar 58% tergolong dalam kategori tinggi. Dimensi integrasi memiliki nilai presentase sebesar 58% tergolong dalam kategori tinggi. Selanjutnya dimensi adaptasi memiliki nilai presentase sebesar 52% tergolong dalam kategori tinggi. Kata kunci : Pendampingan Desa dalam Penyusunan APBDes, Program, Pendamping Desa, Efekivitas | Village assistance program in the preparation of APBDes by village counselors. This program is a form of assistance in the preparation of APBDes in four villages namely Karanggintung Village, Banjarsari Kulon, Kotayasa, and Banjarsari Wetan in Sumbang Subdistrict Banyumas Regency. The village counselor is in charge of assisting the village in the development and empowerment of the village community. Preparation of APBDes is an important instrument that determines the realization of good governance, as well as mentoring the preparation of APBDes in the four villages. This study aims to determine and describe the level of effectiveness of village assistance programs in the preparation of APBDes in four villages in Sumbang Subdistrict Banyumas Regency. The research method used is quantitative descriptive. The targets in the research were village government in Karanggintung, Banjarsari Kulon, Kotayasa, and Banjarsari wetan village were 50 respondents. Data analysis method in this research use frequency distribution, and cross tabulation. Data collection methods used are questionnaires, observations, and documentation. Based on the results of analysis conducted in four villages that the effectiveness of village assistance programs in the preparation of APBDes in Karanggintung Village as a whole is classified as high category with a percentage of 45.5%. The village of Banjarsari Kulon as a whole is classified as high category with a percentage of 58.3%. Kotayasa village as a whole is classified as moderate category with a percentage of 52.9%. The village of Banjarsari Kulon as a whole is classified as moderate with a percentage of 60%. Based on the results of the analysis that has been done on 50 respondents in four villages and the results of the discussions that have been explained that the level of effectiveness of village assistance programs in the preparation of APBDes in four villages in Sumbang Subdistrict Banyumas Regency as a whole belong to high category with 48% percentage. The percentage obtained in each dimension is the goal achievement dimension has a percentage value of 58% belonging to the high category. The integration dimension has a percentage value of 58% belonging to the high category. Furthermore, the adaptation dimension has a percentage value of 52% belonging to the high category. | |
| 18646 | 21915 | C1F015014 | Pengaruh Kompetensi SDM, Penerapan SAPD, dan Dukungan Manajemen Puncak terhadap Kualitas Informasi LKPD Kabupaten Banyumas | Penelitian ini menelaah tentang faktor-faktor yang memengaruhi kualitas informasi laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh kompetensi sumber daya manusia, penerapan sistem akuntansi pemerintah daerah, dan dukungan manajemen puncak terhadap kualitas informasi LKPD Kabupaten Banyumas. Hipotesis yang diajukan di dalam penelitian berjumlah tiga (3). Hipotesis pertama adalah kompetensi SDM berpengaruh positif terhadap kualitas informasi LKPD Kabupaten Banyumas. Hipotesis kedua adalah penerapan SAPD berpengaruh positif terhadap kualitas informasi LKPD Kabupaten Banyumas. Hipotesis ketiga adalah dukungan manajemen puncak berpengaruh positif terhadap kualitas informasi LKPD Kabupaten Banyumas. Populasi dalam penelitian ini adalah pejabat yang memiliki tugas yang berhubungan dengan penatausahaan keuangan di seluruh SKPD yang beroperasi di wilayah Kabupaten Banyumas. Sampel diambil dengan metode purposive sampling. Jumlah responden yang dihasilkan metode pengambilan sampel adalah lima puluh enam (56) responden. Seluruh responden tersebut dijadikan sampel yang berjumlah dua puluh delapan (28). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Kompetensi SDM tidak berpengaruh terhadap kualitas informasi LKPD Kabupaten Banyumas; (2) Penerapan SAPD berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas informasi LKPD Kabupaten Banyumas; dan (3) Dukungan manajemen puncak berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas informasi LKPD Kabupaten Banyumas. Implikasi dari kesimpulan yang diperoleh berdasarkan hasil penelitan adalah dalam upaya meningkatkan kualitas informasi LKPD Kabupaten Banyumas, pihak-pihak yang terkait dengan proses penyusunan dan penyajian laporan keuangan SKPD Kabupaten Banyumas sebaiknya terus memperbaiki SAPD yang telah ada dan kepala SKPD meningkatkan dukungannya terhadap proses penyusunan dan penyajian laporan keuangan SKPD, seperti tindak lanjut hasil pemeriksaan yang tepat waktu dan sesuai dengan hasil rekomendasi, penyediaan sarana untuk pelaksanaan SAPD, serta penyediaan tempat penyimpanan arsip data atau dokumen yang dihasikan oleh SAPD. | This study is a study that determines whether factors (human resources, local government accounting system, and top management support) affecting the quality of information in Banyumas local goverment financial report. This study aims to gather emprical evidence of the effects of human resources, local government accounting system, and top management support on the quality of information in Banyumas local government financial report. There are three hypotheses in this study. The first one is human resources have positive effect on the quality of information in Banyumas local government financial report. The second one is local government accounting system has positive effect on the quality of information in Banyumas local government financial report. The third one is top management support has positive effect on the quality of information in Banyumas local government financial report. Population of this study is the people whose task related to quotidian finance management in Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) of Banyumas. Purposive sampling method is applied in collecting samples. The method generates samples of 28 from 56 respondents. The result of the study demonstrates (1) human resources does not affect the quality of information in Banyumas local government financial report; (2) local government accounting system does positively and significantly affect the quality of information in Banyumas local government financial report; (3) top management support does positively and significantly affect the quality of information in Banyumas local government financial report. The result conclusions recommend people who have been delegated the task of managing quotidian finance in SKPD to continually update the existing local government accounting system and the chief of the organisation to increase his∕her support of the organisation financial reporting. The supports may come in form of timely and accurate audit follow-ups, providing any means necessary to enable local government accounting system and storage of data or document generated by the system. Keywords: Human resources, SAPD, top management support, LKPD | |
| 18647 | 21904 | C1C014037 | PENGARUH KOMPETENSI APARAT PENGELOLA DANA DESA, KOMITMEN ORGANISASI PEMERINTAH DESA DAN PRAKTIK PENGENDALIAN INTERNAL TERHADAP AKUNTABILITAS PENGELOLAAN DANA DESA (Studi Empiris pada Desa di Kabupaten Wonosobo) | Penelitian ini merupakan penelitian survey pada perangkat desa di Kabupaten Wonosobo terkait dengan akuntabilitas pengelolaan dana desa. Penelitian ini mengambil judul “Pengaruh Kompetensi Aparat Pengelola Dana Desa, Komitmen Organisasi Pemerintah Desa dan Praktik Pengendalian Internal terhadap Akuntabilitas Pengelolaan Dana Desa (Studi Empiris pada Desa di Kabupaten Wonosobo)”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kompetensi aparat pengelola dana desa, komitmen organisasi pemerintah desa dan praktik pengendalian internal terhadap akuntabilitas pengelolaan dana desa. Populasi dari penelitian ini adalah semua desa di Kabupaten Wonosobo yang berjumlah 236 desa. Sementara untuk sample yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 47 desa. Purposive Sampling Method digunakan dalam penentuan responden. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan SPSS menunjukkan bahwa: kompetensi aparat pengelola dana desa berpengaruh positif terhadap akuntabilitas pengelolaan dana desa; komitmen organisasi pemerintah desa berpengaruh positif terhadap akuntabilitas pengelolaan dana desa; praktik pengendalian internal berpengaruh positif terhadap akuntabilitas pengelolaan dana desa dan yang terakhir kompetensi aparat pengelola dana desa, komitmen organisasi pemerintah desa dan praktik pengendalian internal secara simultan berpengaruh terhadap akuntabilitas pengelolaan dana desa. Penelitian ini diharapkan dapat digunakan oleh pemerintah desa untuk meningkatkan kompetensi aparat pengelola dana desa, komitmen organisasi pemerintah desa dan praktik pengendalian internal untuk mewujudkan akuntabilitas pengelolaan dana desa yang maksimal. | This research is a survey on village apparatures in Wonosobo regency related to accountability of village fund management. This research entitled "The Influence of Village Fund Management Apparatures’s competence, Village Government Organization’s commitment and Internal Control Practice to Accountability of Village Fund Management (Empirical Study on Villages in Wonosobo District)". The purpose of this research is to understanding the influence of village fund management apparatures’s competence, village government organization’s commitment and internal control practice to accountability of village fund management. The population of this study were all villages in Wonosobo District, which amounted to 236 villages. As for the sample used in this study amounted to 47 villages. Purposive Sampling Method used in determining the respondent. The results of research and data analysis using SPSS shows that: village fund management apparatures’s competence have a positive effect on the accountability of village fund management; village government organization’s commitment have a positive effect on the accountability of village fund management; internal control practices have a positive effect on the accountability of village fund management and the last, the village fund management apparatures’s competence, the village government organization’s commitment and the practice of internal control has simultaneously effect on the accountability of village fund management. This research is expected to be used by village government to improve the village fund management apparatures’s competence, village government organization’s commitment and internal control practice to realize maximum accountability of village fund management. | |
| 18648 | 21905 | C1B014040 | PENGARUH KINERJA MANAJEMEN RANTAI PASOKAN, KUALITAS PRODUK DAN INOVASI PRODUK TERHADAP KEUNGGULAN BERSAING (Studi Kasus pada Industri Batik Cap Di Desa Jenggot, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan) | Penelitian ini merupakan metodologi survei pada industri batik cap di Desa Jenggot, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan. Penelitian ini berjudul “ Pengaruh Kinerja Manajemen Rantai Pasokan, Kualitas Produk dan Inovasi Produk terhadap Keunggulan Bersaing (Studi Kasus pada Industri Batik Cap di Desa Jenggot, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan).” Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kinerja manajemen rantai pasok, kualitas produk dan inovasi produk terhadap keunggulan bersaing. Populasi dalam penelitian ini adalah industri batik cap di Desa Jenggot, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan. Peneliti menggunakan 27 responden. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode total sampling (sensus). Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan analisis regresi berganda menunjukkan bahwa (1) kinerja manajemen rantai pasokan berpengaruh positif terhadap keunggulan bersaing, (2) kualitas produk berpengaruh positif terhadap keunggulan bersaing, (3) inovasi produk berpengaruh positif terhadap keunggulan bersaing. Implikasi dari kesimpulan di atas adalah dalam upaya untuk meningkatkan keunggulan bersaing, perusahaan harus memperhatikan berbagai kebijakan yang terkait dengan kinerja manajemen rantai pasokan, kualitas produk dan inovasi produk. Perusahaan perlu mempertimbangkan kualitas produk mereka sehingga kebutuhan dan keinginan konsumen dapat dipenuhi dengan baik. Perusahaan perlu menciptakan berbagai desain produk baru sehingga perusahaan mendapatkan peluang untuk memasuki pasar baru. Perusahaan mampu menjaga kualitas bahan baku untuk produk mereka dan memiliki karakteristik yang melekat pada produk, sehingga produk tidak akan mudah ditiru oleh pesaing. Kata kunci: Kinerja Manajemen Rantai Pasokan, Kualitas Produk, Inovasi Produk, Keunggulan Bersaing. | This research is survey methodology at batik printed industry in the Jenggot Village, South Pekalongan district, Pekalongan city. This research titled “Analysis of the Effect Performance of Supply Chain Management, Product Quality and Product Innovation against Competitive Advantage (Case Study at Batik Printed Industry in the Jenggot Village, South Pekalongan District, Pekalongan City).” The purpose of this research is to know and analyze the effect performance of supply chain management, product quality and product innovation against competitive advantage. Population in this research is batik printed industry in Jenggot Village, South Pekalongan District, Pekalongan City. The researcher used 27 respondents for the sample. The sampling technique in this research used total sampling method (census). Based on the research and data analysis by using the multiple regression analysis shows that (1) performance of supply chain management gave positive influence against competitive advantage, (2) product quality gave positive influence against competitive advantage, (3) product innovation gave positive influence against competitive advantage. The implication from the conclusion above is in an effort to improve competitive advantage, the company should be pay attention for various policies which related to performance of supply chain management, product quality and product innovation. The company need to consider their quality product so the consumer’s need and desire can be properly meet. The company need to create various new product designs so the company get the opportunities to enter the new market. The company being able to keep the quality of their raw material for their products and have characteristic which attached to the product. It means the product will not easy to be imitated by competitor. Keywords : Performance of Supply Chain Management, Product Quality, Product Innovation, Competitive Advantage. | |
| 18649 | 21908 | H1L011026 | RANCANG BANGUN SISTEM PENGELOLAAN MEMBER BERBASIS WEB DI STUDENT ENGLISH FORUM UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | Setiap tahun Unit Kegiatan Mahasiswa Student English Forum (SEF) Universitas Jenderal Soedirman melaksanakan penerimaan member yang bersifat semacam bimbingan belajar. Jumlah pendaftar bisa dipastikan berjumlah ratusan sesuai dengan konferensi yang ditetapkan disetiap tahunnya. Dalam proses penerimaan, terdapat berbagai tahapan berupa pengumpulan data pribadi, pembayaran serta tes penempatan. Dalam proses penerimaan tidak jarang terjadi kekeliruan atau bahkan kehilangan data yang sangat mengganggu, terlebih dalam hal pembayaran dan tes penempatan. Permasalahan ini jelas akan membuat tingkat kepuasan dan tingkat profesionalitas dari kegiatan akan tidak maksimal. Oleh karena itu, diperlukan sebuah sistem yang mampu mengelola data pendaftaran, mengelola data pembayaran beserta bukti transaksi dan menyediakan tes penempatan yang bersifat daring (computer-based testing), yaitu “Sistem Pengelolaan Member Berbasis Web” dikembangkan dengan metode waterfall dan menggunakan framework codeigniter. | Every year, Student Activity Unit of Universitas Jenderal Soedirman Student English Forum conducts the member registration program which is similar as educational tutor program. The amount of registrant is mostly hundreds in each year, depends on the conference holds every period. On its process, sometimes there are some confusions or even some lost data which really disturbing, moreover in payment process and placement test. These problems are decreasing the level of satisfaction and professionalism of the program. Thus it really needs the system which can manage the registration data, manage the payment data include its invoices and providing computer-based placement test, that is “Web Based Management System of Member” developed by the waterfall method and made with codeigniter framework. | |
| 18650 | 21906 | H1C012042 | PERANCANGAN SISTEM DETEKSI SUHU BETON MENGGUNAKAN MODUL ESP8266 DAN SENSOR TERMOKOPEL BERBASIS IOT | Dengan adanya piranti tanpa kabel (wireless) menjadikan data dapat dikirim dan dipantau dari jarak jauh. Internet of Things (IOT) merupakan konsep yang merealisasikan hal tersebut. Kelebihan yang didapatkan dari penggunaan jaringan nirkabel ini yakni dalam sisi aksesibilitas dimana pengguna dapat mendapatkan data dari berbagai lokasi dengan syarat pengguna terhubung kedalam jaringan. Penerapan dari jaringan nirkabel dapat diaplikasikan pada struktur bangunan terutama beton. Pada tugas akhir ini akan dilakukan pengukuran suhu pada beton menggunakan sensor termokopel dengan pengiriman data ke server Thingspeak. Pada tugas akhir ini pengendali utama peralatan yakni Arduino Uno. Terdapat dua jenis beton yang diuji yaitu beton berlubang dan beton tidak berlubang.. Untuk pembanding nilai sensor dari termokopel digunakan Thermocontrol, dimana Thermocontrol ini nilainya dapat dirubah sesuai keinginan. Untuk besaran suhu ditampilkan pada layar LCD lalu digunakan modul MAX6675 yang dihubungkan ke termokopel yang mengkonversi nilai analog ke digital yang nantinya nilai output ini dikirim ke Arduino Uno. Pengiriman data ke server menggunakan modul ESP8266-1 yang mana pada nantinya data yang terkirim ke server akan ditampilkan dalam bentuk grafik.. Nilai kesalahan pada perhitungan pembacaan suhu termokopel dengan suhu idealnya dituliskan dalam nilai Root Mean Square Error (RMSE) dengan nilai 0,47 oC. Setelah data-data dikirim maka data-data tersebut diambil dan di analisis. Hasil analis data tersebut menghasilkan grafik hubungan antara suhu termokopel dengan waktu sehingga dapat dihitung nilai koefisien regresi dan nilai koefisien determinasinya. Rata-rata nilai koefisien regresi dari data yang didapatkan dari beton tidak berlubang yaitu 0,01635 dan nilai rata-rata koefisien determinasinya yaitu 0.909875. Sedangkan rata-rata nilai koefisien regresi dari data yang didapatkan dari beton berlubang yaitu 0,048325 dan nilai rata-rata koefisien determinasinya yaitu 0.8636. Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian ini yaitu sistem secara prinsip dapat bekerja. | With the existence of wireless devices to make data can be sent and monitored remotely. Internet of Things (IOT) is a concept that realizes it. The advantages gained from the use of this wireless network that is in the accessibility side where users can get data from various locations with the condition of the user connected to the network. The application of wireless networks can be applied to building structures, especially concrete. In this final project will be done temperature measurement on concrete using thermocouple sensor by sending data to Thingspeak server. In this final project, the main controller of equipment is Arduino Uno. There are two types of concrete that are used for testing, hollow concrete and non hollow concrete. To compare the sensor value of the thermocouple used Thermocontrol, where this Thermocontrol value can be changed as desired. For the amount of temperature displayed on the LCD screen then used MAX6675 module connected to thermocouple which convert the value of analog to digital which later this output value is sent to Arduino Uno. Delivering data to the server using ESP8266-1 module which later on the data sent to the server will be displayed in graphical form. The error value in the calculation of thermocouple temperature reading with ideal temperature is written in Root Mean Square Error (RMSE) value of 0.47 oC. After the data is sent then the data is taken and analyzed. The result of the data analyst yields graph relation between thermocouple temperature with time so it can be calculated coefficient of regression value and coefficient of determination value. The average coefficient of regression value obtained from the non hollow concrete is 0.01635 and the average coefficient of determination is 0.909875. While the average coefficient of regression value obtained from hollow concrete is 0.048325 and the average coefficient of determination is 0.8636. The conclusion of this research is that the system in principle can work. | |
| 18651 | 21893 | H1E013032 | ANALISIS PENGARUH MATERIAL LAPUKAN TERHADAP ANISOTROPI PERMEABILITAS PADA BATUAN DERAJAT PELAPUKAN III DAN IV MENGGUNAKAN TEKNIK PENGOLAHAN CITRA DIGITAL (Studi Kasus Daerah Longsor Desa Prendengan Kecamatan Banjarmangu Kabupaten Banjarnegara) | Keberadaan material lapukan menjadi salah satu faktor terjadinya pelapukan batuan yang dapat menyebabkan longsoran. Analisa material lapukan dilakukan untuk mengetahui pengaruh material lapukan terhadap nilai anisotropi permeabilitas. Citra digital sampel batuan yang digunakan merupakan citra digital sampel batuan DP III dan DP IV dari daerah longsoran di desa Prendengan kecamatan Banjarmangu kabupaten Banjarnegara. Pemindaian citra dua dimensi dilakukan dengan Micro-CT Scan tipe SkyScan 1173 dengan resolusi 7,8 µm/pixel. Segmentasi citra dengan metode multilevel thresholding dilakukan untuk mengetahui jenis-jenis matriks yang memberikan informasi mengenai material lapukan yang tekandung dalam sampel batuan berdasarkan bilangan CT-nya. Analisa parameter fisis batuan yang dilakukan adalah analisa porositas dan analisa anisotropi permeabilitas. Porositas yang dihitung terdiri dari porositas total, porositas terbuka dan porositas tertutup. Permeabilitas dihitung menggunakan Palabos (Parallel Lattice Boltzmann Solver) dengan bantuan bahasa pemograman Matlab R2015 dan teknik grup renormalisasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa material lapukan yang terkandung pada DP III didominasi oleh matriks yang mempunyai bilangan CT (-739,23) – (-370,55) yang diinterpretasikan sebagai kuarsa sedangkan material lapukan yang terkandung pada DP IV didominasi oleh matriks dengan bilangan CT (-658,30) – (-253,65) yang diinterpretasikan sebagai mineral albite. Permeabilitas sampel batuan DP III lebih anisotropi dibandingkan dengan sampel batuan DP IV. Semakin lapuk lapisan batuan akan menyebabkan anisotropi permeabilitas semakin kecil. DP IV sebagai zona longsoran mempunyai nilai permeabilitas terbesar pada arah x, sehingga arah x mempunyai kerentanan yang lebih besar terhadap arah pergerakan material tanah. | The existence of weathered material become one of the factors of weathering that can cause landslide. The analysis of the weathered material was carried out to determine its effect on the permeability anisotropy value. Digital image rock samples used are digital images of rock samples DP III and DP IV from landslide areas in the Village Prendengan Banjarmangu District Banjarnegara. Two-dimensional image scanning is done with a SkyScan 1173 Micro-CT Scan with a resolution of 7.8 μm / pixel. Image segmentation with multilevel thresholding method is performed to find out the types of matrix that provide information about the lapsing material that is conceived in rock samples based on its CT number. Physical parameter analysis of rocks performed was porosity analysis and anisotropy permeability analysis. The calculated porosity consists of total porosity, open porosity and closed porosity. Permeability is calculated using Palabos (Parallel Lattice Boltzmann Solver) with the help of Matlab R2015 programming language and group renormalization techniques. The result of the analysis shows that the lap form material contained in DP III is dominated by matrix having CT number (-739,23) - (-370,55) interpreted as quartz while the lap form material contained in DP IV is dominated by matrix with CT number -658.30) - (-253.65) interpreted as mineral albite. Permeability of DP III rock samples were more anisotropic than the DP IV rock samples. The more weathered layers of rock will cause anisotropy of smaller permeability. DP IV as landslide zone has the greatest permeability value in x direction, so that direction x has greater susceptibility to the direction of movement of soil material. | |
| 18652 | 22012 | H1A014044 | Penurunan Kadar Logam Fe pada Air Sumur menggunakan Membran Selulosa Asetat dari Serat Batang Pisang dengan Aditif PS dan PEG | Pada penelitian ini telah dilakukan penurunan kadar logam Fe pada air sumur menggunakan membran selulosa asetat (SA) yang diperoleh dari proses pulping serat batang pisang kemudian dilakukan asetilasi melalui 4 tahap yaitu aktivasi, asetilasi, hidrolisis, dan pemurnian. Jenis selulosa asetat yang dihasilkan merupakan selulosa diasetat dengan kadar asetil yang sebesar 37,31%. Hasil analisis fourier transform infra red (FTIR) menunjukkan adanya serapan gugus karbonil (C=O) pada 1751,36 cm-1 dan serapan gugus asetil (C-O) pada 1242,16 cm-1. Pembuatan membran dilakukan dengan penambahan aditif polistirena (PS) dan polietilen glikol (PEG) sebagai pembanding membran tanpa aditif. Hasil fluks air yang diperoleh untuk membran SA dan membran SA-PS-PEG yaitu 20,21 L/(m2.jam) dan 24,00 L/(m2.jam). Hasil fluks sampel air sumur membran SA dan membran SA-PS-PEG yaitu 17,68 L/(m2.jam) dan 22,73 L/(m2.jam). Pengukuran persentase penurunan kadar besi dengan spektrofotometer serapan atom (AAS) menggunakan membran SA dan membran SA-PS-PEG berturut-turut yaitu 99,87%, dan 99,25%. | The research had been done to decrease iron (Fe) content (levels) in well water using cellulose acetate (CA) membrane. Cellulose acetate membrane was obtained from the banana stem fibers through the pulping process, and then acetylation process is carried out through 4 stages of activation, acetylation, hydrolysis, and purification. The type of cellulose acetate produced was cellulose diacetate with the contents (rate) of acetyl 37.31%. The result of fourier transform infra red (FTIR) analysis shows the absorption of carbonyl group (C=O) at 1751.36 cm-1 and the absorption of acetyl group (C-O) at 1242.16 cm-1. The membrane was prepared by additive addition of polystyrene (PS) and polyethylene glycol (PEG) as a non-additive membrane comparator. The water flux values that was obtained for the SA membrane and the SA-PS-PEG membrane were 20.21 L/(m2.hour) and 24.00 L/(m2.hour). The well water flux value of SA membrane and SA-PS-PEG membrane were 17.68 L/(m2.hour) and 22.73 L/(m2.hour). Measurement of percentage decrease of iron content with atomic absorption spectrophotometer (AAS) using SA membrane and SA-PS-PEG membrane were 99.87%, and 99.25%. | |
| 18653 | 21909 | D1E014101 | SUSUT BOBOT DAN DERAJAT KEASAMAN PUTIH TELUR AYAM NIAGA PETELUR YANG DIRENDAM PADA BERBAGAI KONSENTRASI LARUTAN DAUN JATI (Tectona grandis) | Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui susut bobot telur dan derajat keasaman (pH) putih telur ayam niaga petelur yang direndam pada berbagai konsentrasi larutan daun jati selama 30 menit yang disimpan 35 hari. Materi penelitian terdiri dari telur ayam niaga petelur 58±2 g (umur satu hari, 60 butir) dan 2.4 kg daun jati. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yang terdiri dari P0: tanpa perendaman (kontrol), P1: konsentrasi larutan daun jati 15%, P2: 30%, dan P3: 45%. P1, P2, dan P3 direndam 30 menit dan pengamatan dilakukan setelah disimpan 35 hari pada suhu ruang, ulangan dilakukan sebanyak 5 kali. Variabel penelitian adalah susut bobot telur dan derajat keasaman putih telur. Data dianalisis menggunakan analisis variansi. Rataan susut bobot yang diperoleh P0, P1, P2, dan P3 berturut-turut adalah 5.58±0.60%, 5.76±0.57%, 5.84±0.50%, dan 5.82±0.47% dan pH putih telur berturut-turut adalah 8.861±0.071, 8.926±0.079, 8.890±0.052, dan 8.955±0.049. Hasil analisis variansi menunjukkan berbagai konsentrasi larutan daun jati untuk perendaman telur tidak berpengaruh nyata terhadap susut bobot telur dan derajat keasaman (pH) putih telur (P>0,05). Telur yang diberi perlakuan perendaman pada berbagai konsentrasi larutan daun jati (15%, 30% dan 45%) selama 30 menit menghasilkan susut bobot telur dan derajat keasaman (pH) putih telur ayam niaga petelur yang sama dengan kontrol setelah disimpan 35 hari. | The experiment was conducted to find out the physical properties of egg layer eggs soaked in various concentrations of teak leaf solution for 30 minutes stored 35 days based on egg weight loss and the degree of acidity (pH) of albumen. The research material used egg commercial layer chicken age one day, weight 58±2 g and teak leaves 2.4 kg. This research was using experimental method with using Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments consisted of P0 : without immersion (Control), P1 : 15% teak leaf solution concentration, P2 : 30%, and P3 : 45%. P1, P2, and P3 were submerged for 30 minutes and the observation were done after 35 days storages on room temperature, replications about five times. The average of egg weight loss from P0, P1, P2 and P3 were 5.58±0.60%, 5.76±0.57%, 5.84±0.50%, and 5.82±0.47% and the average of degree of acidity of albumen were 8.861±0.071, 8.926±0.079, 8.890±0.052, and 8.955±0.049. Data were analyzed using variance analysis. The analysis of variance showed that the difference of teak leaf solution concentration for egg immersion did not give a significant effect on the shrinkage off egg weight and the degree of acidity of albumen (P>0,05). Eggs treated by submersion in various concentrations of teak leaf solution (15%, 30% and 45%) for 30 minutes result in egg weight loss and acidity degree (pH) of albumen of the same layer chicken with control after storaged 35 days. | |
| 18654 | 21916 | C1A014014 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI JUMLAH PENDUDUK MISKIN DI PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2011-2015 | Kemiskinan didefinisikan sebagai kondisi anggota masyarakat yang tidak atau belum berpartisipasi dalam proses perubahan karena mereka kurang memiliki kemampuan, baik dalam kepemilikan faktor produksi dan kualitas faktor produksi yang memadai sehingga tidak mendapat manfaat dari proses pengembangan (Arsyad, 2004: 237). Provinsi Jawa Tengah masih menempati urutan kedua dengan jumlah penduduk miskin terbesar di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh PDRB, tingkat pengangguran, inflasi, indeks pembangunan manusia, dan laju pertumbuhan penduduk terhadap penduduk miskin di Jawa Tengah pada tahun 2011-2015, serta menganalisis faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap jumlah penduduk miskin. di Jawa Tengah pada tahun 2011-2015. Dalam penelitian ini data yang digunakan adalah data panel yang terdiri dari data cross section sebanyak 35 kabupaten / kota, dan data time series dari tahun 2011-2015. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Analisis regresi data panel dilakukan dengan menggunakan eviews dan didapat Fixed Effect Model. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial PDRB dan variabel inflasi memberikan pengaruh negatif yang signifikan terhadap jumlah penduduk miskin di Jawa Tengah, sedangkan variabel pengangguran terbuka dan tingkat pertumbuhan penduduk memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap jumlah penduduk miskin.Untuk variabel indeks pembangunan manusia secara parsial memberikan pengaruh yang tidak signifikan terhadap jumlah penduduk miskin di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2011 hingga 2015. Penelitian ini juga memberikan hasil bahwa bersama-sama variabel independen yang ada dalam penelitian ini memiliki pengaruh yang signifikan terhadap jumlah penduduk miskin di Jawa Tengah. . Untuk variabel yang paling berpengaruh melalui uji elastisitas diperoleh variabel independen PDRB adalah variabel yang paling berpengaruh. | Poverty is defined as a condition of community members who do not or have not participated in the process of change because they lack the ability, both in the possession of factors of production and the quality of production factors are adequate so as not to benefit from the development process (Arsyad, 2004: 237). Central Java Province still ranks second with the largest number of poor people in Indonesia. The purpose of this research is to analyze the influence of GRDP, unemployment, inflation, human development index, and population growth rate to the poor in Central Java in 2011-2015 , as well as analyzing the most influential factors on the number of poor people in Central Java in 2011-2015. In this study the data used is panel data consisted of cross section data as much as 35 districts / cities, and time series data from 2011-2015. This type of research is quantitative research. Regression analysis of panel data is done by using eviews and in can approach of Fixed Effect Model. Based on the result of research indicate that partially PDRB and inflation variable give significant negative effect to the number of poor people in Central Java, while open unemployment variable and population growth rate have a significant positive influence to the number of poor people. For the variable of human development index partially gives insignificant effect to the number of poor people in Central Java Province in 2011 until 2015. This research also gives result that together independent variable exist in this research have significant influence to the number of poor in Central Java. For the most influential variables through elasticity test obtained independent variables PDRB is the most influential variable. | |
| 18655 | 21910 | B1J013139 | HUBUNGAN DAYA SERAP CO2 DENGAN UMUR TEGAKAN DURIAN (Durio zibethinus) DI DESA ALASMALANG KECAMATAN KEMRANJEN BANYUMAS | Tanaman memerlukan CO2 untuk melakukan proses fotosintesis. Penyerapan CO2 oleh tanaman memberikan manfaat ekologis bagi lingkungan yakni dapat menahan laju pemanasan global. Jenis tanaman yang potensial dikembangkan sebagai penyerap karbon adalah durian (Durio zibethinus). Hal tersebut disebabkan karena durian memiliki nilai ekonomis cukup tinggi untuk meningkatkan pendapatan petani, devisa negara, dan kebutuhan agribisnis, sehingga sangat potensial untuk dijadikan sebagai komoditas penghijauan dan penyerap CO2. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh berbagai umur pohon durian terhadap daya serap CO2 tegakan durian dan untuk mengetahui hubungan antara daya serap CO2 dengan umur tegakan durian. Penelitian menggunakan metode survey dengan teknik pengambilan sampel secara cluster sampling. Variabel yang diteliti meliputi umur tegakan durian dan daya serap CO2. Parameter yang diukur adalah daya serap CO2 per helai daun per jam, per pohon per jam, per hektar lahan per jam, dan per hektar per tahun. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan Anova dan regresi. Anova digunakan untuk mengetahui pengaruh umur tegakan durian terhadap daya serap CO2, sedangkan analisis regresi digunakan untuk mengetahui keeratan hubungan antara umur tegakan durian dengan daya serap CO2 serta untuk mendapatkan model regresi terbaik hubungan antara umur tegakan durian dengan daya serap CO2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur durian yang paling optimal dalam menyerap CO2 per individu pohon yaitu pada umur ≤15 tahun dengan daya serap CO2 rata-rata sebesar 32,5857 ton.ha-1tahun-1. Model regresi terbaik hubungan antara antara umur tegakan dengan daya serapnya terhadap CO2 adalah regresi dengan model persamaan Y = -12890 X3 + 269983 X2 + 10 + 06 X + 40+06. | Plants need CO2 to process photosynthesis. The amount of CO2 absorbed by plants is influenced by various factors such as age of standing. The type of plant that is potentially developed as a carbon absorber is durian (Durio zibethinus). This is because durian has a high economic value to increase farmers' income, foreign exchange, and agribusiness needs, so it is potential to be used as greening commodity and carbon dioxide absorber. The purpose of this research is to know the absorption of CO2 in various age of durian stand and to know the relation between absorption of CO2 with age of durian stand. The research used survey method with cluster random sampling sampling technique. The variable was observed durian stand and CO2 absorption. The parameter were observed of CO2 absorption per leaf per hour, per tree per hour, per hectare of land per hour, and per hectare per year. The results data will be analyzed using Anova and regression. Anova is used to know the influence of age of durian stand against absorption of CO2, while regression analysis is used to find out the relationship between age durian with absorption of CO2 and to get the best regression model of relationship between age durian with absorption of CO2. The research results showed that the most optimal durian life in absorbing CO2 per individual tree that is at the age of ≤15 years with an average CO2 absorption of 32,5857 ton.ha-1tahun-1. While the best regression model the relationship between stand age to absorption capacity of CO2 is regression with equation model Y = -12890 X3 + 269983 X2 + 10+ 06 X + 40+06. | |
| 18656 | 21907 | H1E013018 | INVESTIGASI SUMBER AIR TANAH MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK TAHANAN JENIS DI DUSUN III DESA PLANA KEC. SOMAGEDE KAB. BANYUMAS | Penelitian menggunakan metode geolistrik resisitivitas telah dilakukan untuk menduga letak dan kedalaman lapisan pembawa air tanah di Dusun III Desa Plana Kecamatan Somagede Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilatarbelakangi karena di wilayah tersebut mengalami kesulitan air terutama pada musim kemarau. Konfigurasi yang digunakan pada metode ini adalah konfigurasi Wenner untuk 2D sebanyak satu lintasan dan konfigurasi Schlumberger untuk 1D sebanyak tiga lintasan. Potensi akuifer hanya didapat dari konfigurasi Schlumberger dengan kedalaman lebih dari 40 m yaitu pada titik sounding Sch-L1 yang merupakan lapisan pasir dengan nilai resistivitas 4,88 Ωm pada kedalaman ≤ 49 m. Titik sounding Sch-L2 yang merupakan lapisan pasir dengan nilai resistivitas 5,15 Ωm pada kedalaman ≤ 56 m. Titik sounding Sch-L3 yang merupakan pasir dengan nilai resistivitas 3,14 Ωm pada kedalaman ≤ 40 m. | The research using geoelectrical resistivity method was done to infer the location and depth of the carrier layer of the ground water at Dusun III Plana Village Somagede District Banyumas Regency. This research is motivated because in the region experiencing water difficulty especially in dry season. The configurations that used on this method are a line of Wenner for 2D and three lines of Schlumberger for 1D. The potency aquifer only obertained from Schlumberger configurations with a depth of more than 40 m that is at the point of sounding Sch-L1 which is a layer of sand resistivity value 4.88 Ωm at depth ≤ 49 m. Point sounding Sch-L2 which a layer of sand resistivity value 5.15 Ωm at depth ≤ 56 m. Point sounding Sch-L3 which a layer of sand resistivity value 3.14 Ωm at depth ≤ 40m. | |
| 18657 | 21925 | F1A012092 | Peran Dukun Bayi Dalam Merawat Ibu Hamil dan Bayi Di Desa Pasirmuncang Purwokerto Barat Kabupaten Banyumas | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dukun bayi dalam merawat ibu hamil dan bayi dan perawatan-perawatan yang dilakukan dukun bayi dalam merawat ibu hamil dan bayi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian di Desa Pasirmuncang Purwokerto Barat Kabupaten Banyumas. Sasaran utamanya adalah dukun bayi dan sasaran pendukungnya ibu hamil, ibu pasca melahirkan dan ibu yang pernah menggunakan jasa dukun bayi. Teknik penentuan infoman yang digunakan adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis interaktif yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Sumber data dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Peran dukun bayi dalam merawat ibu hamil dan bayi sebagai perawat yang dipercaya dan disegani oleh masyarakat setempat. Peranan dukun bayi dalam upacara tujuh bulan yang disebut dengan istilah mitoni, dukun bayi menjadi pemimpin jalannya upacara. Perawatan yang dilakukan oleh dukun bayi diantaranya perawatan sebelum melahirkan yaitu mengurut ibu hamil bertujuan untuk mengetahui dan membetulkan letak bayi. Perawatan paska melahirkan yang dilakukan oleh dukun bayi seperti 7 hari paska melahirkan sang dukun bayi membawakan ramuan jamu yang bermanfaat untuk melancarkan ASI dan mengurut ibu dan bayi, perawatan tali pusat, memandikan bayi selama beberapa hari dan acara nyukur (mencukur rambut bayi) serta wisuh di hari ke 40. | The present research aims to find out the role of traditional birthing attendant (TBA) or dukun bayi in taking care of pregnant mother and infant and the treatments performed by TBA in taking care of pregnant mother and infant. This research used descriptive qualitative research method. The location of the research was in Pasirmuncang Village, West Purwokerto, Banyumas Regency. The main targets were TBAs and the supporting targets were pregnant women, postpartum mothers and mothers who once used the services of TBAs. The technique for determining informant was purposive sampling. The data collection technique used in-depth interview, observation and documentation. Data analysis used interactive analysis including data collection, data presentation, and conclusion. The sources of data in this research were primary and secondary data. The role of TBA in taking care of pregnant woman and infant was a caretaker trusted and respected by the local community. The role of TBA in the Seventh-Month or Mitoni was the leader for the ceremony. The treatments of TBS were prenatal care including messaging pregnant women to find out and correct the baby’s position. Postpartum treatments were performed at 7 days of postpartum she brought herbal remedies to increase mother’s breast milk and messaged the mother and the baby, took care of the umbilical cord, bathed the baby for several days, performed Nyukur (shaving baby’s hair), and Wisuh on the 40th day. | |
| 18658 | 21912 | H1B014004 | Sistem Matematika Hipergrup | Pada artikel ini dibahas mengenai sistem matematika hipergrup beserta contoh dan sifat-sifatnya. Hipergrup adalah himpunan tak kosong yang dilengkapi dengan suatu hiperoperasi biner dan memenuhi aksioma reproduksi serta sifat asosiatif. Salah satu contoh dari hipergrup adalah himpunan koset dari subgrup dalam grupnya. Elemen identitas pada hipergrup ada dua jenis, yaitu elemen identitas skalar dan tak skalar. Namun, hipergrup belum tentu mempunyai elemen identitas. Jika hipergrup mempunyai elemen identitas, maka elemen identitas dari hipergrup dapat tunggal atau tak tunggal. Jika hipergrup mempunyai elemen identitas skalar, maka elemen identitas skalar tersebut tunggal dan tidak ada elemen identitas tak skalar pada hipergrup tersebut. Akan tetapi, elemen identitas tak skalar bisa tidak tunggal. Jika hipergrup mempunyai elemen identitas, maka setiap elemen dari hipergrup tersebut mungkin memiliki invers. Elemen invers dari suatu elemen di hipergrup dapat tunggal atau tak tunggal. Jika suatu hipergrup mempunyai elemen identitas dan setiap elemennya memiliki invers, maka hipergrup tersebut dinamakan hipergrup reguler. Selanjutnya, hipergrup dikatakan hipergrup komutatif jika hiperoperasi binernya bersifat komutatif. | This paper discusses mathematical system of hypergroup included its examples and properties. Hypergroup is a non-empty set which is equipped with a binary hyperoperation satisfying reproduction axiom and associative property. An example of hypergroup is a set of coset subgroup in a group. The identity element of hypergroup is divided into two types: scalar and non-scalar. A hypergroup may have no identity element. If a hypergroup has an identity element, then this identity can be singular or non-singular. If the hypergroup has a scalar identity element, then the scalar identity element is singular and there is no other non-scalar identity element in this hypergroup. However, non-scalar element identity can be non-singular. If the hypergroup has an identity element, then every element of the hypergroup might have its inverse. Inverse element of an element in a hypergroup can be singular or non-singular. If a hypergroup has an identity element and every element has an inverse, then this hypergroup is called a regular hypergroup. Furthermore, hypergroup is called a commutative hypergroup if its binary hyperoperation satisfies the commutative property. | |
| 18659 | 21911 | H1E013054 | EKSPLORASI LAPISAN AKUIFER MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK TAHANAN JENIS DI DUSUN IV DESA PLANA KECAMATAN SOMAGEDE KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian menggunakan metode geolistrik resisitivitas telah dilakukan untuk menginterpretasi struktur bawah permukaan serta potensi air tanah di Dusun IV Desa Plana Kecamatan Somagede Kabupaten Banyumas. Konfigurasi yang digunakan pada metode ini adalah konfigurasi Wenner sebanyak satu lintasan dan konfigurasi Schlumberger sebanyak tiga lintasan dengan panjang masing-masing 200 m. Hasil inversi penampang 2D konfigurasi Wenner terdapat dua lapisan yang terdiri dari lempung dengan nilai resistivitas 9 – 51 Ωm, dan pasir dengan nilai resistivitas 7 ohm.m. Hasil inversi pada penampang log 1D konfigurasi Schlumberger terdapat dua lapisan yang terdiri dari lempung dengan nilai resistivitas 19 - 45 ohm.m, dan pasir dengan nilai resistivitas 3 – 7 ohm.m. Potensi akuifer terdapat di semua lintasan Schlumberger yang diinterpretasi sebagai pasir dengan nilai resistivitas 3 – 7 ohm.m. Akuifer ini termasuk dalam akuifer tidak tertekan (unconfined aquifer). | ABSTRACT The research resistivity geoelectrical method has been done to interpret the subsurface structure and groundwater potency at Plana Village Somagede District Banyumas Regency. The configuration that used on this method is a line of Wenner configuration and three lines of Schlumberger configuration with the length of 200 m respectively. The result of 2D cross-section inversion on Wenner configuration showed two layers consisting of clay with the resistivity value 9 – 51 Ωm, and sand with the resisitivity value 7 Ωm. The result of 1D cross-section log on Schlumberger configuration showed two layers consisting of clay with the resistivity value 19 – 45 Ωm, sand with the resistivity value 3 – 7 Ωm. The aquifer potential is present in all Schlumberger trajectories interpreted as sand with resistivity values of 3 - 7 Ωm. This aquifer is qualified as a unconfined aquifer. | |
| 18660 | 20280 | C1B013085 | ANALISIS PENGARUH SUPPLY CHAIN MANAGEMENT DAN SUPPLY CHAIN FLEXIBILITY TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN DENGAN KEUNGGULAN BERSAING SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (Studi Pada Industri Kecil dan Menengah Knalpot Purbalingga) | Penelitian ini berjudul Analisis Pengaruh Supply Chain Management dan Supply Chain Flexibility Terhadap Kinerja Perusahaan dengan Keunggulan Bersaing Sebagai Variabel Mediasi (Studi Pada Industri Kecil dan Menengah Knalpot Purbalingga). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh supply chain management dan supply chain flexibility terhadap kinerja perusahaan dengan keunggulan bersaing berperan sebagai variabel mediasi. Sampel pada penelitian ini sebanyak 64 responden dari total 173 anggota populasi, menggunakan teknik pengambilan sampel simple random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu kuesioner dan wawancara. Hipotesis pada penelitian ini adalah supply chain management berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan, supply chain flexibility berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan, supply chain management berpengaruh positif terhadap keunggulan bersaing, supply chain flexibility berpengaruh positif terhadap keunggulan bersaing, keunggulan bersaing berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan, keunggulan bersaing memediasi secara positif pengaruh supply chain management terhadap kinerja perusahaan dan keunggulan bersaing memediasi secara positif pengaruh supply chain flexibility terhadap kinerja perusahaan. Alat analisis data menggunakan partial least square (PLS) dengan melakukan uji convergent validity, discriminant validity, composite reliability, koefisien determinasi (R2), goodness of fit serta analisis model struktural. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa supply chain management, supply chain flexibility dan keunggulan bersaing berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan, supply chain management dan supply chain flexibility berpengaruh positif terhadap keunggulan bersaing, keunggulan bersaing memediasi secara positif pengaruh supply chain management terhadap kinerja perusahaan dan keunggulan bersaing memediasi secara positif pengaruh supply supply chain flexibility terhadap kinerja perusahaan. | The title of this research is : Analyze The Influence of Supply Chain Management and Supply Chain Flexibility to Company Performance with Competitive Advantage as a Mediating Variable (Study on Small and Medium Muffler Industry in Purbalingga). The purpose of this research is to know and analyze the influence supply chain management and supply chain flexibility to company performance with competitive advantage as a mediating variable. The research sample about 64 respondents of total 173 members of population, taken by simple random sampling. While used data collecting technique that is with questioner and interview. The hypothesis of this research are supply chain management has positive effect on company performance, supply chain flexibility has positive effect on company performance, supply chain management has positive effect on competitive advantage, supply chain flexibility has positive effect on competitive advantage, competitive advantage has positive effect on company performance, competitive advantage positively mediate the effect of supply chain management on company performance and competitive advantage positively mediate the effect of supply chain flexibility on company performance. The analytical tools that used the analyze of partial least square (PLS) analysis with convergent validity test, discriminant validity test, composite reliability test, coefficient determination (R2) test, goodness of fit test and structural model analysis. Based on the result of this study concluded that supply chain management, supply chain flexibility and competitive advantage has a positive effect on company performance, supply chain management and supply chain flexibility has a positive effects on competitive advantage, competitive advantage positively mediate the effect of supply chain management on company performance and competitive advantage positively mediate the effect of supply chain flexibility on company performance. |