Artikelilmiahs
Menampilkan 18.541-18.560 dari 50.060 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 18541 | 21812 | H1C014004 | RANCANG BANGUN SISTEM DETEKSI DAN PERINGATAN DINI KERUSAKAN BETON MENGGUNAKAN SENSOR FIBER OPTIK SINGLEMODE BERBASIS INTERNET OF THINGS (IOT) | Beton merupakan salah satu material yang banyak digunakan dalam bidang konstruksi. Hal ini disebabkan oleh kekuatan dan ketahanan yang dimiliki beton. Namun tetap saja material ini akan mengalami penurunan kualitas bahkan kerusakan karena pengaruh lingkungan seperti tekanan. Sangat penting untuk memonitor kondisi beton dan memberi peringatan dini agar dapat mengetahui apabila terjadi kerusakan pada beton. Dengan memanfaatkan prinsip kerja fiber optik sebagai sensor kerusakan beton, photodetector yang mampu mendeteksi dan mengukur nilai perubahan daya fiber optik, dan Internet of Things (IoT) yang menampilkan nilai perubahan tersebut, maka dibuat suatu sistem untuk memantau kondisi beton melalui nilai daya keluaran fiber optik. Pada penelitian ini digunakan fiber optik singlemode yang dirancang menjadi sebuah sensor yang ditanam ke dalam 3 beton balok bertulang. Sumber cahaya menggunakan laser dengan panjang gelombang 1310 nm dengan penerima berupa optical power meter (OPM) dan InGaAs PIN photodiode sebagai detektor yang mendeteksi dan mengukur nilai keluaran fiber optik. Platform IoT untuk memonitor nilai keluaran tersebut menggunakan web Thingspeak. Pada pengujian yang telah dilakukan, beton diberi variasi beban hingga puncak kekuatan beban tertinggi pada beton. Hasil dari pengujian pada 3 beton tersebut didapatkan nilai keluaran photodiode sebesar 1,38V yang menjadi indikasi awal kerusakan pada beton. Ketika nilai keluaran photodiode melebihi 1,38V maka alarm peringatan pada buzzer akan aktif dan nilai keluaran tersebut akan dikirimkan ke web Thingspeak sebagai peringatan dini kerusakan beton. | Concrete is one of the most widely used materials in the field construction. This is due to the strength and durability of the concrete. However, this material will experience a decrease in quality and even damage due to environmental influences such as pressure. It is important to monitor the condition of the concrete if there is damage. To avoid damage both in the short and long term, it is necessary a system that can detect the damage that occurs in the concrete. By utilizing fiber optic working principle as a concrete damage sensor, photodetector capable of detecting and measuring the value of fiber optic power change, and Internet of Things (IoT) that displays the value of the change, we can make a system to monitor the condition of concrete through the value of fiber optic output power. In this research, the researcher used singlemode fiber optic which is designed into a sensor that is planted into 3 reinforced concrete beams. For the light source is used laser with 1310 nm wavelength light guide and for the receiver used Optical Power Meter (OPM) and InGaAs PIN photodiode as a detector that detects and measures fiber optic output values. IoT platform to monitor the output value using the Thingspeak web. In the tests that have been done, the concrete is given variation of load up to the peak of the highest load strength on the concrete. The result of test on 3 concrete got the value of photodiode output equal to 1,38V which become early indication of damage to concrete. When the output value of the photodiode exceeds 1.38V then the warning alarm on the buzzer will be active and the output value will be sent to the Thingspeak web as an early warning of concrete damage. | |
| 18542 | 21814 | A1L113064 | PENGARUH KONSENTRASI DAN LAMA PERENDAMAN EKSTRAK BAWANG MERAH (Allium cepa) TERHADAP PERTUMBUHAN SETEK BERINGIN DOLAR | Penelitian bertujuan untuk mengtahui 1) Pengaruh pemberian konsentrasi dan lama perendaman ekstrak bawang merah terhadap pertumbuhan setek beringin dolar, 2) Respon banyaknya konsentrasi dan lama perendaman ekstrak bawang merah terhadap pertumbuhan setek beringin dolar. Penelitian dilaksanakan sejak bulan September 2017 sampai Desember 2017 di Desa Melung, Kecamatan Kedung Banteng, Kabupaten Banyumas. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi ekstrak bawang merah dengan 3 taraf, yaitu konsentrasi 50 % (B1), 70 % (B2), dan 90 % (B3),. Faktor kedua adalah lama perendaman ekstrak bawang merah denga 3 taraf, yaitu 10 menit (L1), 20 menit (L2), dan 30 menit (L3). Jumlah kombinasi perlakuan yaitu 9 perlakuan dengan 3 kali ulangan, menghasilkan 27 unit percobaan. Variabel pertumbuhan yang diamati yaitu persentase hidup, pertambahan tinggi setek, jumlah daun, luas daun, bobot segar tajuk, bobot kering tajuk, jumlah akar, panjang akar terpanjang, volume akar, bobot basah akar, bobot kering akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan konsentrasi dan lama perendaman ekstrak bawang merah tidak berpengaruh nyata terhadap semua variabel petumbuhan. Interaksi perlakuan konsentrasi dan lama perendaman ekstrak bawang merah berpengaruh nyata terhadap luas daun. | This study aims to determine 1) the effect of concentration and length of soaking onion extract on the growth of the banyan cutting 2) to know the response of the concentration and the length of soaking of onion extract on the growth of banyan dollar cutting. This research was conducted from September 2017 until December 2017 in Melung Village, Kedung Banteng Sub-district, Banyumas Regency. This study used a Completely Randomized Block Design (CRBD) consisting of two factors. The first factor was the concentration of red onion extract with 3 levels, concentration 50% (B1), 70% (B2), and 90% (B3). The second factor is the duration of soaking of onion extract at 3 levels, ie 10 minutes (L1), 20 minutes (L2), and 30 minutes (L3). The number of treatment combinations was 9 treatments with 3 replications, resulting in 27 experimental units. The growth variables observed in this study were live percentage, height of cuttings, number of leaves, leaf area, fresh crown weight, dry weight of canopy, root number, root length, root volume, root wet weight, root dry weight. The results showed that the combination of concentration treatment and the duration of soaking onion extract had no significant effect on all growth variables. The interaction of concentration treatment and the duration of soaking of onion extract had significant effect on the leaf area. | |
| 18543 | 21821 | E1A013171 | CONCURSUS REALIS TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG DAN TINDAK PIDANA PENADAHAN (STUDI PUTUSAN NOMOR 604/PID.B/2014/PN.SMG) | Perbarengan tindak pidana (Concursus) yang berarti melakukan perbarengan tindak pidana yang dilakukan oleh satu orang . Perbarengan itu sendiri ada 3 (tiga) macam yaitu Perbarengan Peraturan (Pasal 63), Perbuatan Berlanjut (Pasal 64), Perbarengan perbuatan yang dibagi lagi menjadi 3 (tiga) macam yaitu Perbarengan antara beberapa kejahatan yang diancam dengan pidana pokok yang sejenis (Pasal 65), Perbarengan antara beberapa kejahatan yang diancam dengan pidana pokok yang tidak sejenis (Pasal 66) dan Perbarengan perbuatan antara pelanggaran dengan kejahatan dan pelanggaran dengan pelanggaran (Pasal 70). Penulis tertarik untuk melakukan pembahasan lebih lanjut mengenai Perbarengan Tindak Pidana khususnya perbarengan tindak pidana yang diancam dengan pidana pokok yang sejenis (Concursus Realis) dalam putusan Pengadilan Negeri Semarang Nomor 604/Pid.B/2014/PN.SMG. Dalam perkara ini terdapat 2 (dua) Tindak Pidana yaitu Perbarengan Tindak Pidana Penadahan yang masing masing berdiri sendiri (Pasal 480 ke 1 KUHP Jo Pasal 65 (1) KUHP) dan Tindak Pidana Pencucian Uang (UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan Majelis Hakim dalam mejatuhkan putusan terhadap terdakwa dalam putusan perkara Nomor 604/Pid.B/2014/PN.SMG. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode penelitian hukum normatif yang bersifat deskriptif. Data yang digunakan adalah data sekunder yaitu data yang diperoleh dari bahan pustaka. Data yang terkumpul akan di analisa menggunakan metode analisis data normatif kualitatif. Pertimbangan Hakim mengenai Perbarengan Tindak Pidana yang masing-masing berdiri sendiri (Concursus Realis) pada putusan Nomor 604/Pid.B/2014/PN.SMG adalah tepat sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku dan telah memperhatikan kepentingan dari para pihak yang berperkara. | Unison criminal offenses (Concursus) meansa committed crimes by single person. There are three kinds of unison criminal offenses, that is Unison of Regulation (Clause 63), Unison with Continuing Act (Clause 64), and Deed Unison, which consist of three kinds, that is unison between several crimes that are threatened with the same basic criminal (Clause 65), unison between several crimes that are threatened with an unlawful principal (Clause 66) and deed unison between violation with crime and violation with violation (Clause 70). The author are interested to conduct a research about unison criminal offenses, especially unison criminal offenses are threatened with the same basic criminal (Concursus Realis) in verdict of Semarang District Court Number 604/Pid.B/2014/PN.SMG. In this case, there is two criminal offenses, that is fencing crime, which is independent (Clause 480 to 1 KUHP Jo Clause 65 (1) KUHP) and money laundering crime (Regulation Number 8 year of 2010 about Prevention and eradication of money laundering crime). This research aims To know the judge's judgment in deciding the defendant in the decision of the case Number 604/Pid.B/2014/PN.SMG. This research is a qualitative research with descriptive normative law research method. The data used is secondary data that is data obtained from library materials. The collected data will be analyzed using normative qualitative data analysis method. Judge’s consideration about unison criminal offenses, which each independent (Concursus Realis) in verdict Number 604/Pid.B/2014/PN.SMG is right, in accordance with the provisions of applicable law and have taken into account the interests of the litigants. The Penalty of unison criminal offenses (Concursus Realis) is regulated in Clause 65 of The Criminal Code (KUHP) | |
| 18544 | 21813 | A1C012046 | Analisis Risiko Produksi Caisim (Brassica rapa) Pada Petani Mitra PT Sayuran Siap Saji Kecamatan Megamendung Kabupaten Bogor Jawa Barat | Caisim merupakan tanaman hortikultura yang memiliki permintaan tinggi, terutama pada PT Sayuran Siap Saji. Permintaan tinggi tersebut belum dapat dipenuhi karena fluktuasi produksi caisim oleh petani mitra yang menunjukkan bahwa adanya risiko pada produksi caisim. Penelitian bertujuan untuk: 1) mengetahui profil perusahaan dan petani mitra caisim PT Sayuran Siap Saji, 2) menganalisis hubungan antara faktor produksi caisim dengan produksi per hektar caisim, 3) menghitung risiko produksi per hektar pada kegiatan budidaya caisim, 4) mengetahui upaya yang perlu dilakukan oleh petani dalam menangani dampak risiko yang terjadi. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan Februari hingga Maret 2017. Metode penelitian dengan metode survei dan penentuan responden dengan metode sensus sebanyak 19 orang. Metode analisis yang digunakan adalah analisis risiko produksi caisim dan analisis Product Moment Pearson. Hasil penelitian yang diperoleh: 1) Kemitraan yang dilakukan meliputi jaminan pemasaran caisim sesuai kesepakatan antara perusahaan dan petani. Petani mitra caisim memiliki karakteristik: rata-rata berumur 40 tahun, rata-rata tingkat pendidikan lulusan SD, tanggungan rata-rata 4 orang dan pengalaman usahatani rata-rata 9,5 tahun dengan luas lahan rata-rata 0,25 ha, 2) Faktor produksi yang memiliki hubungan erat dengan produksi per hektar caisim adalah pupuk urea, tenaga kerja, dan pengalaman, 3) Risiko produksi per hektar caisim oleh petani mitra caisim adalah 0,52 yang termasuk ke dalam risiko tinggi, dan 4) Petani mitra caisim perlu menggunakan pupuk urea yang disesuaikan dengan dosis anjuran dinas hotikultura, mengikuti pelatihan dengan praktek yang lebih intensif tentang budidaya caisim yang lebih baik agar dapat meningkatkan kemampuan petani serta meningkatkan pengalaman berusahatani dengan menerapkan ilmu dan pengetahuan yang diperoleh pada kegiatan budidaya caisimnya dalam upaya untuk menanggulangi risiko produksi yang akan terjadi. | Caisim is a horticultural crop that has a high demand especially in PT Sayuran Siap Saji. However, such high demand can not be fulfilled due to fluctuation of production from caisim to partner farmers of PT Sayuran Siap Saji which shows that there is a risk on the production of the caisim. The research aims to: 1) discover the profile of the company and farmer partner of caisim PT Sayuran Siap Saji, 2) analyze the relationship between the production factor of caisim with the production per hectare, 3) calculate the production risk per hectare generated in the caisim cultivation, 4) knowing the efforts that need to be done by partner farmers of PT Sayuran Siap Saji caisim in handling the impact of risk that happened. Data collection was conducted in Sukamanah Village, Megamendung Sub-district, Bogor Regency in February to March 2017. The research method used was survey method. Respondent determination was done by census method with 19 respondents. The analysis method used is 1) analysis of caisim production risk and 2) Product Moment Pearson analysis between production factor and caisim production per hectare. The results obtained from this research are: 1) Partnership includes marketing guarantees of caisim both in size and quantity in accordance with the agreement between company and partner farmers. Partner farmers of PT Sayuran Siap Saji is characterized by: average age 40 years old, average education level is Elementary School graduates, average number of dependents are 4 people, average farming experience 9.5 years and average land area 0.25 ha, 2) production factors that are closely related to the production per hectare of caisim are urea fertilizer, labor, and experience. This factor can be regarded as a source of risk of caisim production to partner farmers, 3) the risk of production per hectare produced on the caisim cultivation activity by partner farmers PT Sayuran Siap Saji partner farmer is 0.52 which belongs to high risk, and 4) partner farmers caisim need to use urea fertilizer which is specifically formulated within recommended doses regulated by Dinas Hortikultura, attend training to have a better understanding of caisim cultivation, and improve experience by apply knowledge that gained through counseling and training with more intensive practice to tackle the risks of production that will occur. | |
| 18545 | 21839 | G1B013071 | STUDI KOMPARASI KONDISI SANITASI KOLAM RENANG TIRTA KEMBAR DAN TIRTA ALAMI PANCASAN BANYUMAS | Abstrak STUDI KOMPARASI KONDISI SANITASI KOLAM RENANG TIRTA KEMBAR DAN TIRTA ALAMI PANCASAN BANYUMAS Sansabila Laksmita, Saudin Yuniarno, Suparmin Latar Belakang: Salah satu tempat-tempat umum yang memiliki potensi terjadinya penyakit adalah kolam renang. Kolam renang sebagai sarana umum yang ramai dikunjungi masyarakat dapat berpotensi menjadi sarana penyebaran bibit penyakit maupun gangguan kesehatan. Metodologi: Penelitian ini adalah Evaluatif Deskriptif dan metode yang digunakan adalah metode survei dengan observasional yang dilakukan terhadap sejumlah subyek menurut keadaan sebenarnya, tanpa ada intervensi dari peneliti. Hasil Penelitian: Hasil penelitian ini menunjukkan Jumlah Total Skore kolam A yaitu 3.166 lebih besar dari skore kolam B yaitu 2.902 sedangkan hasil pemeriksaan air dari kedua kolam renang semuanya belum memenuhi syarat KepMenKes No. 32 Tahun 2017 tentang standar baku mutu kesehatan lingkungan dan persayaratan kesehatan air untuk keperluan higiene sanitasi, kolam renang, solusi per aqua dan pemandian umum. Kesimpulan: Adanya perbandingan yang dilihat dari total skore antara kolam renang A dan kolam renang B yaitu jumlah total skore kolam renang A lebih besar dari kolam renang B sedangkan hasil pemeriksaan air kolam renang, baik kolam renang A maupun kolam renang B ada yang sudah memenuhi syarat PerMenKes No. 32 tahun 2017 ada yang belum memenuhi syarat PerMenKes No. 32 tahun 2017. | Abstract COMPARATIVE STUDY SANITATION CONDITION OF SWIMMING POOL AND NATURAL TIRTA PANCASAN BANYUMAS Sansabila Laksmita, Saudin Yuniarno, Suparmin Background: One of the public places that has the potential for disease is swimming pool. Swimming pool as a public facility crowded visited by the public can potentially be a means of spreading the seeds of disease and health problems. Methods: This study was Evaluative Descriptive and the method used was an observational survey method conducted on a number of subjects according to actual circumstances, without any intervention from the researcher. Result: The result of this research shows the Total Skore of pool A that is 3.166 bigger than skore pool B that is 2.902 while result of examination of water from both swimming pool all not yet fulfill the requirement of KepMenKes no. 32 of 2017 on environmental health quality standards and health water requirements for sanitary hygiene, swimming pools, per aqua solutions and public baths. Conclusion: The comparison of total scores between pool A and pool B is the total number of pool A scores greater than swimming pool B while the result of the pool water inspection, both pool A and pool B are already qualified PerMenKes no. 32 years 2017. Keywords: Condition of swimming pool sanitation. | |
| 18546 | 21811 | A1L013150 | PENGARUH PEMBERIAN BERBAGAI KOSENTRASI IBA (Indole Butyric Acid) DAN KOMPOSISI MEDIA TANAM PADA PERTUMBUHAN SETEK PUCUK TANAMAN BERINGIN DOLLAR (Ficus longisland L.) | Potensi pengembangan beringin Dollar sebagai tanaman hias sangat tinggi, namun ketersedian bibit baik secara kuantitatif dan kualitatif masih kurang untuk mendukung potensi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) pengaruh konsentrasi zat pengatur tumbuh terhadap pertumbuhan beringin Dollar dan mengetahui konsentrasi zat pengatur tumbuh yang optimum. 2) pengaruh berbagai komposisi media tanam pada pertumbuhan setek tanaman beringin Dollar dan mengetahui komposisi media tanam yang paling baik. 3) pengaruh interaksi antara konsentrasi zat pengatur tumbuh dengan komposisi media tanam terhadap pertumbuhan setek beringin Dollar dan mengetahui bentuk kombinasi perlakuan terbaik. Penelitian dilaksanakan di screen house di Desa Melung, Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah di Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Unsoed. Penelitian dilaksanakan selama 4 bulan mulai dari Agustus sampai dengan November 2017. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor yang dicoba ada 2 yaitu konsentrasi IBA yang terdiri atas empat taraf perlakuan, yaitu: 0 ppm, 100 ppm, 200 ppm, 300 ppm. Faktor kedua adalah komposisi media tanam yang terdiri atas tiga macam komposisi media tanam yaitu: M1 = tanah+pupuk kandang +arang sekam (2:1:1), tanah +pupuk kandang +arang sekam (1:2:1), tanah +pupuk kandang +arang sekam (1:1:2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian konsentrasi IBA memberikan hasil yang berpengaruh nyata terhadap variabel bobot segar akar, dan bobot kering tajuk pertumbuhan setek beringin Dollar, namun pada komposisi medai tanam tidak memberikan hasil yang berpengaruh nyata terhadap semua variabel pertumbuhan setek pucuk beringin Dollar. Interaksi antara konsentrasi IBA dan komposisi media tanam memberikan pengaruh nyata terhadap variabel panjang akar terpanjang setek beringin Dollar. | The potential for the development of banyan Dollars as ornamental plants is very high, but the availability of both quantitative and qualitative seeds is still lacking to support this potential. This study aims to determine 1) the effect of growth regulator concentration on the growth of beringin Dollar cuttings and to know the concentration of optimum growth regulator substance. 2) the effect of various planting media composition on the growth of beringin Dollars cutting and know the composition of planting media is the best. 3) the influence of interaction between growth regulator concentration with the composition of planting media on the growth of the banyan Dollar cuttings and knowing the best combination of treatments. The research was conducted in the screen house in Melung Village, Kedungbanteng, Banyumas, Central Java and Agronomy and Horticulture Laboratories of agriculture faculty Jendral Soedirman University. The study was conducted for 4 months start from August to November 2017. The study was conducted using Completely Randomized Design. Factors in the experiment there are 2 factors, namely the concentration of IBA consisting of four treatment levels, namely: 0 ppm, 100 ppm, 200 ppm, 300 ppm. The second factor is the composition of planting medium consisting of three kinds of mixed media composition, as follows: soil + manure + charcoal husk (2: 1: 1), soil + manure + charcoal husk (1: 2: 1), soil + manure + charcoal husk (1: 1: 2). The results showed that giving IBA concentration gave a significant effect on fresh root weight variables, and dry root weight of cuttings banyan Dollar, but on planting composition did not give significant effect on all variables growth of banyan Dollars cuttings shoots. The interaction between the concentration of IBA given and the planting composition gave a real effect on root length variable of the Dollar banyan cuttings. | |
| 18547 | 22008 | B1J014060 | KARAKTER REPRODUKSI BELUT SAWAH (Monopterus albus Zuieuw) YANG TERTANGKAP DI WILAYAH DESA BABAKAN, KECAMATAN KARANG LEWAS, BANYUMAS | Belut sawah (Monopterus albus Zuieuw) bersifat hermafrodit protoginus. Permintaan Belut sawah terus meningkat sepanjang tahun. Salah satu Desa di Kabupaten Banyumas yang potensial sebagai habitat belut sawah yaitu Desa Babakan. Sampai saat ini masyarakat di Desa Babakan belum melakukan budidaya belut sawah, karena tidak adanya informasi tentang karakter reproduksi belut sawah di desa Babakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter reproduksi belut sawah (jenis kelamin berdasarkan panjang tubuh dan tahapan perkembangan gonad beserta Tingkat Kematangan Gonad, Indeks Kematangan Gonad, fekunditas, diameter telur), mengetahui hubungan antara panjang tubuh dengan Tingkat Kematangan Gonad (TKG) dan Indeks Kematangan Gonad (IKG) pada belut sawah (M. albus Zuieuw). Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu survei dengan rancangan purposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan di sawah desa Babakan, dengan interval waktu 1 bulan sekali, selama 4 bulan, dengan ulangan sebanyak 30 sampel. Hasil penelitian menunjukkan Belut sawah yang tertangkap selama penelitian mengalami fase intersex pada interval panjang 30.5-30.7 cm. Jenis kelamin belut sawah berdasarakan tahapan perkembangan gonad yaitu, pada TKG I terdapat oosit yang dilengkapi dengan nukleus dan sitoplasma, TKG II adanya kortikal alveoli, TKG III yaitu tahapan vitelogenesis, TKG IV yaitu tahapan mature. Tahap intersex ditandai dengan adanya oosit yang telah berdegenerasi dan adanya lobus testis, tahap jantan ditandai dengan adanya lobus testis. TKG yang mendominasi pada bulan November dan Desember yaitu TKG I & II, bulan Januari yaitu TKG III, bulan Maret yaitu TKG IV dan jantan. Fekunditas belut sawah selama penelitian yaitu 207 hingga 370 butir dengan rata-rata 252 butir. Diameter telur belut sawah yaitu 0.22-2.5 mm, menunjukkan belut sawah termasuk ke dalam parsial spawner. IKG belut sawah yang tertinggi berada pada bulan Januari, IKG terbanyak berada pada kisaran 0.0017-0.0242 pada seluruh bulan sampling. Panjang tubuh belut sawah tidak berkorelasi dengan TKG, sedangkan panjang tubuh belut sawah berkorelasi dengan IKG. | The rice field eel (Monopterus albus Zuieuw) belongs to the protoginous hermaphrodite. The demand for rice field eel increase throughout the year. One of potential villages in Banyumas Regency is Babakan. Until now people in Babakan Village have not cultivated rice field eel, because there is no information about the reproductive character. The aim of this research is to know the reproductive character of rice field eel (sex based on body length and stages of gonad development along with Gonad Maturity Level (GML), Gonad Maturity Index, (GMI), fecundity, egg diameter), to know the relationship between body length and GML and GMI in rice field eel.The method used in this research is survey with purposive sampling design. Sampling was done in the rice field of Babakan village, with interval time of 1 month, for 4 month, each replication of 30 samples. The results showed the eels of rice fields caught during the study, experience intersex phase at 30.5-30.7 cm, so the rice field eel less than that length including the female and that exceed the length including the male. Sex eels of rice fields based on stages of gonad development is, in GML I there are oocytes equipped with nucleus and cytoplasm, GML II the presence of cortical alveoli, GML III is the stage of vitelogenesis, GML IV is mature stage. Intersex stage is characterized by the presence of degenerated oocytes and the presence of testicular lobes, the male stage is characterized by a testicular lobe. The dominant GML in November was GML I & II, in December that is GML I & II, January that is GML III, March that is GML IV and male. Fecundity of rice fields eels during the research is 207 to 370 grains with an average of 252 grains. The eels of rice fields egg diameter is 0.22-2.5 mm, indicating the rice field eel is included in the batch spawner. The highest GMI eels of rice fields was in January, the highest GMI was in the interval of 00017-0.0242 in the entire month of sampling.The length of the field eel's body is not correlated with GML, whereas the length of the eel field is correlated with the GMI. | |
| 18548 | 21817 | D1E013118 | HUBUNGAN FRAME SIZE DENGAN BOBOT JANTUNG DAN PARU-PARU PADA SAPI POTONG PERANAKAN ONGOLE | Hubungan frame size terhadap bobot jantung dan paru-paru sapi peranakan ongole. Penelitian dilakukan di Rumah Potong Hewan Bantarwuni, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan frame size dengan jantung dan paru-paru sapi peranakan Ongole. Variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah bobot jantung dan bobot paru-paru. Menggunakan metode survey dengan penetapan sampel dilakukan secara simple random sampling, kemudian dianalisis menggunakan uji deskriptif dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frame size berhubungan nyata (P<0,01) terhadap bobot potong, bobot jantung dan bobot paru-paru. Besarnya hubungan frame size terhadap bobot potong yaitu R dan R2 sebesar 0,983 dan 96,6%, sedangkan besarnya hubungan frame size terhadap bobot jantung sebesar 0,916 dan 83,9% dan besarnya hubungan frame size terhadap bobot paru-paru sebesar 0,927 dan 85,9%. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu (1) Terdapat hubungan antara frame size dengan bobot jantung dan paru-paru sapi Pernakan Ongole (PO) (2) Semakin tinggi nilai frame size, maka akan semakin tinggi nilai bobot jantung dan paru-paru sapi peranakan Ongole (PO) dan (3) Pendugaan bobot jantung dan paru-paru dapat menggunakan frame size. | The relation of frame size to heart and lung weight of Ongole crossbreed. The research was conducted at Bantarwuni Animal Slaughterhouse, Kembaran Sub-District, Banyumas Regency. This study aims to examine the relation of frame size with heart and lung of Ongole crossbreed. The variables measured in this study were weight of heart and weight of lung. This research method using survey method with the determination of sample was done by simple random sampling, then analyzed by using descriptive test and simple linear regression. The results showed that the frame size was significantly heartrelated (P <0.01) to the weight of the heart and the weight of the lungs. The size of the frame size relationship to the slaughter weights of R and R2 is 0.983 and 96.6%, while the size of the frame size relations to the heart weight of 0.916 and 83.9% and the size of the frame size relations to the lung weight of 0.927 and 85.9 %. The conclusion of this research that there was a relationship between frame size with the weight of heart and lungs of Ongole crossbreed, the higher of frame size value, the higher the weight value of heart and lung of Ongole crossbreed and Estimation of heart and lung weights can use the frame size. | |
| 18549 | 21818 | A1L113086 | PENGARUH SISTEM TANAM JAJAR LEGOWO DAN INOKULASI Azolla microphylla TERHADAP PRODUKSI PADI PADA LAHAN MINAPADI DI GUMIWANG, BANJARNEGARA | Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh sistem jajar legowo yang efektif terhadap produksi padi pada lahan minapadi di Gumiwang, Banjarnegara, 2) mengetahui dosis inokulasi Azolla microphylla yang optimal untuk meningkatan produksi padi pada lahan minapadi di Gumiwang, Banjarnegara, dan 3) mendapatkan kombinasi terbaik antara kedua faktor perlakuan terhadap produksi padi pada lahan minapadi di Gumiwang, Banjarnegara. Penelitian ini telah dilaksanakan sejak bulan Agustus sampai dengan bulan Desember 2017 di lahan sawah di Desa Gumiwang, Kec. Purwonegoro, Kab. Banjarnegara. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri dari dua faktor dan tiga kali ulangan. Faktor pertama adalah sistem tanam jajar legowo (jarwo) dengan 3 jenis, yaitu sistem tanam jajar legowo 2:1, 4:1, dan 8:1. Faktor kedua adalah inokulasi Azolla microphylla dengan 4 dosis, yaitu 0 ton/ha, 0,5 ton/ha, 1 ton/ha, dan 1,5 ton/ha. Variabel yang diamati yaitu: tinggi tanaman, jumlah anakan produktif, panjang malai, presentase gabah isi, bobot 1.000 biji dan gabah kering giling (GKG). Data pengamatan penelitian dianalisis menggunakan uji F (Anova) dan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem tanam jajar legowo yang efektif terhadap produksi padi pada lahan minapadi yaitu sistem tanam jajar legowo 2:1. Produksi padi Mekongga tertinggi pada inokulasi Azolla microphylla 1,5 ton/ha, pada lahan minapadi dengan hasil GKG 5,3 ton/ha. Perlakuan interaksi antara sistem tanam jajar legowo dan inokulasi Azolla microphylla terhadap produksi padi pada lahan minapadi, hanya berpengaruh untuk variabel tinggi tanaman dan jumlah anakan produktif. | The aim of this research is to know: 1) the effect of jajar legowo system which is effective on rice production in Minapadi field in Gumiwang, Banjarnegara, 2) the optimal dosage of Azolla microphylla inoculation to rice production in minapadi field in Gumiwang, Banjarnegara, and 3) the best interacting two factors on rice production on minapadi field in Gumiwang, Banjarnegara. This research has been conducted since August until December 2017 in rice field in Gumiwang Village, Kec. Purwonegoro, Kab. Banjarnegara. This research used a Randomized Complete Block Design (RCBD) consisting of two factors and three replications. The first factor was the system of jajar legowo (jarwo) planting with 3 types, namely planting system of legowo 2: 1, 4: 1, and 8: 1. The second factor was inoculation of Azolla microphylla with 4 doses, i.e. 0 ton / ha, 0.5 ton / ha, 1 ton / ha, and 1.5 ton / ha. The variables observed were: plant height, number of productive tillers, panicle length, percentage of grain contents, weight of 1,000 seeds, and dry milling (GKG). The observational data were analyzed using F (Anova) and Duncan's Multiple Range Test (DMRT) at 5% error level. The results showed that the jajar legowo system which effective for rice production in minapadi field is jajar legowo 2:1. The highest Mekongga rice production was inoculation of Azolla microphylla 1.5 ton / ha, with yield of 5.3 ton / ha of GKG. The results showed that the interaction treatment of legowo row planting system and Azolla microphylla inoculation on rice production only influenced the variable of plant height and number of productive tillers. | |
| 18550 | 21820 | A1H014053 | Analisis Pengeringan Limbah Padat Tahu Menggunakan Alat Pengering Energi Surya Tipe Kabinet | Limbah padat tahu merupakan hasil sampingan dalam proses pembuatan industri tahu yang diperoleh dari hasil penyaringan susu kedelai yang masih mengandung air relatif tinggi. Kondisi tersebut menyebabkan masa simpannya menjadi rendah oleh karena itu memerlukan perlakuan khusus agar umur simpannya lebih lama, salah satu upaya mempertahankan kualitas adalah pengeringan. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan pengeringan limbah padat tahu dengan dua metode pengeringan yaitu pengeringan langsung dengan sinar matahari dan menggunakan alat solar dryer tipe kabinet. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Pertanian Jurusan Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini dimulai dari bulan Oktober 2017 sampai Januari 2018. Penelitian in dilakukan dengan pecobaan mengeringkan limbah padat tahu sebanyak 1000 g per nampan hingga berat bahan konstan. Variabel yang diamati meliputi iradiasi surya, suhu, kelembaban udara, kadar air, susut bobot, laju pengeringan, kadar air kesetimbangan, konstanta pengeringan dan perubahan mutu. Hasil penelitian ini menunjukan karaktristik limbah padat tahu rata–rata dari 3 ulangan yang diperoleh adalah: limbah padat tahu memiliki kadar air awal sebesar 90,44%bb; dan 945,9%bk; kadar air akhir pada pengeringan solar dryer sebesar 3,16%bb; dan 3,3%bk sedangkan pada pengeringan matahari langsung sebesar 3,74%bb; dan 3,89%bk; nilai susut bobot pada pengeringan solar dryer sebesar 89,73% sedangkan pada pengeringan matahari langsung sebesar 89,36%; nilai laju pengeringan pada pengeringan solar dryer sebesar 62,84%bk/jam dan pada pengeringan matahari langsung sebesar 62,80%bk/jam; nilai kadar air kesetimbangan pada pengeringan solar dryer sebesar 2,78%bk dan pada pengeringan matahari langsung sebesar 3,13%bk; nilai konstanta pengeringan pada pengeringan solar dryer sebesar 0,4675 dan pada pengeringan matahari langsung sebesar 0,4641. Perubahan mutu pengeringan limbah padat tahu yang diamatai adalah karakteristik fisik, mutu pengeringan pada pengeringan menggunakan solar dryer karakteritik fisik berupa warna yang lebih terang dibandingkan dengan penjemuran matahari langsung yang berwarna kecoklatan karena terkena debu dan kotoran. | Solid waste tofu is a byproduct in the process of manufacturing the tofu industry obtained from the filtering of soy milk that still contains relatively high water. These conditions cause the shelf life to be low therefore require special treatment for longer shelf life, one of the efforts to maintain the quality is drying. The purpose of this study was to compare drying of solid waste tofu by two methods of drying that is sun drying with sunlight and using the appliance of solar dryer type of cabinet. This research was conducted at the Laboratory of Agricultural Technology Department of Agricultural Technology Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. This study began from October 2017 to January 2018. This research was conducted with the experiment of drying the solid waste tofu of 1000 g one tray up to the constant material weight. The observed variables include solar irradiation, temperature, relative humidity, moisture content, weight loss, drying rate, equilibrium water content, drying constant and quality change. The results of this research indicate the characteristic of the average solid waste tofu from the 3 replications obtained are: solid waste tofu has an initial water content of 90.44%wb; and 945.9%db of final moisture content on drying of solar dryer by 3.16% wb; and 3.3%db while on sun drying of 3.74%wb; and 3.89%db; shrinkage weight value at solar dryer drying 89,73% while on sun drying equal to 89,36%; the drying rate of drying the dryer is 62.84% db/hr and on direct sun drying of 62.80%db/hr; the value of equilibrium moisture content on drying of the dryer was 2.78%db and at sun drying of 3.13%db; the value of the drying constant in the drying of the solar dryer is 0.4675 and at the sun drying of 0.4641. The change of drying quality of solid waste tofu that observed is physical characteristics, drying quality at drying using physical characteristic solar dryers in the form of lighter color compared with the sun drying tan-colored direct exposure caused by dust and dirt. | |
| 18551 | 21822 | E1A113121 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN PENGGUNA KARTU HALO TELKOMSEL BLACKBERRY UNLIMITED ( STUDI PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR 336K/Pdt.Sus/2012) | Penelitian hukum ini berjudul “Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen Pengguna Kartu Halo Telkomsel Blackberry Unlimited ( Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 336K/Pdt.Sus/2012)”. Adapun tujuan penulisan hukum ini yaitu untuk mengetahui apakah pertimbangan Majelis Hakim Mahkamah Agung dalam memutus sengketa konsumen Nomor 336K/Pdt.sus/2012 telah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, sehingga hak konsumen dalam hal ini adalah Muhammad Taufik telah dilindungi. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif. Spesifikasi penelitian adalah deskriptif dengan menggunakan data sekunder yang disajikan dengan uraian secara sistematis dan logis, kemudian dianalisis secara normatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan Pelaku Usaha yakni PT Telkomsel dalam menawarkan jasa melalui iklan telah terbukti melanggar ketentuan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, Surat Edaran Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 3 tahun 2003 tentang Iklan Telekomunikasi, Etika Pariwara Indonesia, Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan peraturan perundang-undangan lainnya tentang periklanan yang terkait perlindungan konsumen, sehingga pertimbangan Majelis Hakim Mahkamah Agung Surakarta Nomor 336k/Pdt.Sus/2012 yang menolak permohonan kasasi Muhammad Taufik dan menyatakan PT Telkomsel tidak terbukti melanggar, tidak dapat dibenarkan. Pasal 28 ayat (2) UU ITE menjelaskan bahwa setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi elekronik. Iklan telkomsel blackberry unlimited telah mengelabui konsumen dan menimbulkan kerugian, sehingga PT Telkomsel wajib bertanggungjawab, karena hak-hak konsumen tidak dipenuhi sesuai janji dalam iklan. | This legal research entitled "Legal Protection Against Consumer User Halo Telkomsel Blackberry Unlimited Card (Study of Supreme Court Decision Number 336K / Pdt.Sus / 2012)". The purpose of this legal writing is to determine whether the consideration of the Supreme Court Judges in deciding consumer disputes No. 336K / Pdt.sus / 2012 has been in accordance with applicable legislation, so that the consumer right in this case is Muhammad Taufik has been protected. This research uses normative juridical approach method. Research specification is descriptive by using secondary data which presented with description systematically and logically, then analyzed normatively qualitative. The result of the research indicates that the act of Business Actor namely PT Telkomsel in offering services through advertisement has been proven to violate the provisions of Law Number 8 Year 1999 concerning Consumer Protection, Circular Letter of Communication and Informatics Minister No. 3 of 2003 on Telecommunication Advertising, Ethics of Indonesian Pariwara, Of Law Number 19 of 2016 concerning Amendment to Law Number 11 Year 2008 regarding Information and Electronic Transactions and other laws on advertising related to consumer protection, so that the consideration of the Supreme Court of Justice of the Supreme Court of Surakarta Number 336k / Pdt.Sus / 2012 which refused the appeal of Muhammad Taufik and declaring that PT Telkomsel is not proven to be infringing, can not be justified. Article 28 paragraph (2) of the ITE Law explains that every person intentionally and without right spreading false and misleading news resulting in consumer loss in electronic transactions. Telkomsel blackberry unlimited advertisement has fooled consumers and caused losses, so PT Telkomsel must be responsible, because consumer rights are not fulfilled according to promise in advertisement. | |
| 18552 | 21823 | D1E014108 | EFEK PENAMBAHAN TEPUNG RUMPUT LAUT COKELAT (Sargassum sp.) DALAM PAKAN DOMBA TERHADAP KONSENTRASI TOTAL VFA DAN NH3 SECARA IN VITRO | Tujuan penelitian ini yaituuntuk mengkaji pengaruh rumput laut Sargassum sp. dalam pakan domba terhadap konsentrasi total VFA dan NH3 secara in vitro. Materi yang digunakan adalahcairan rumen domba yang telah diadaptasikan dengan pakan rumput laut selama 1,5 bulan, rumput laut cokelat Sargassum sp., konsentrat, rumput lapang Cynodon dactylon, seperangkat alat dan bahan untuk analisis total VFA dan NH3. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimen secara in vitro menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 5 perlakuan dengan 4 kali ulangan. Perlakuan terdiri atas R1 = Pakan hijauan 60% + konsentrat 40%, R2 = R1 + tepung rumput laut cokelat Sargassum sp. 1% dari R1, R3 = R1 + tepung rumput laut cokelat Sargassum sp. 2% dari R1, R4 = R1 + tepung rumput laut cokelat Sargassum sp. 3% dari R1, R5 = R1 + tepung rumput laut cokelat Sargassum sp. 4% dari R1. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penambahan Sargassum sp. berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap total VFA dan NH3. Uji orthogonal polynomial menunjukkan bahwa respon pemberian Sargassum sp. bersifat kuartil dengan persamaan Y=190,50+0,29X+7,27X2+3,96X3+(-1,52)X4. Respon pemberian Sargassum sp. terhadap NH3 bersifat kuartil dengan persamaan Y=8,46-6,69X+7,66X2-1,81X3+0,08X4. Konsentrasi total VFA dicapai optimum pada taraf 3% (240,5 mM), sedangkan NH3 optimum pada 3% (15,3 mM), namun konsentrasi NH3 yang terlalu tinggi sehingga diambil 2% (12,6 mM) untuk mencegah pengaruh buruk terhadap ternak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan Sargassum sp. dengan dosis 2% pada pakan domba dapat meningkatkan VFA dan NH3 secara in vitro. | The purpose of this study is to examine the effect of seaweed Sargassum sp. in sheep feed to the total concentrations of VFA and NH3 in vitro. The materials used in this study were rumen fluid of sheep that had been adapted for 1.5 months of seaweed feed, Sargassum sp., feed concentrate, Cynodon dactylon also tools and materials to quantifiy Total VFA and NH3.. The research was used in vitro method with Completely Randomized Design (CRD) 5 treatments and 4 replications. The treatments consisted of R1 = 60% Forage + 40% concentrate, R2 = R1 + 1% Sargassum sp. flour, R3 = R1 + R1 + 2% Sargassum sp. flour, R4 = R1 + R1 + 3% Sargassum sp. flour, R5 = R1 + R1 + 4% Sargassum sp. flour. The observed variables were Total VFA and NH3. The result showed that the treatments affected significant difference of total VFA and NH3 concentration (P <0.01). Polynomial orthogonal tests shown that the response of Sargassum sp. in quartile equation is, Y = 190.50 + 0.29X + 7.27X2 + 3.96X3 + (- 1.52) X4. Respons of NH3 concentration to Sargassum sp. treatment in quartile equation is, Y = 8.46-6.69X + 7.66X2-1.81X3 + 0.08X4. Total VFAs concentration reached optimum value in 3% (240.5 mM) addition of Sargassum sp. as well as NH3 (15.3 mM), however this concentration was too high, then 2% (12.6 mM) was selected to prevent negative effect of animal. The conclusion is 2% of Sargassum sp. in sheep feed could increase in vitro to VFAs and NH3. | |
| 18553 | 21824 | F1B012017 | EFEKTIVITAS PROGRAM TRAFFIC MANAGEMENT CENTER POLDA METRO JAYA (Penelitian tentang Pengelolaan Akun Twitter TMC Polda Metro Jaya sebagai Media Informasi Kemacetan Lalu Lintas di Jakarta Pusat) | Di era informasi sekarang ini, pemerintah dituntut untuk melakukan perubahan secara dinamis dalam hal pelayanan publik. Salah satu cara yang efektif adalah dengan menggunakan teknologi informasi seperti pemanfaatan twitter sebagai sarana transparansi informasi kepada publik seperti yang dilakukan oleh Traffic Management Center Polda Metro Jaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas dari program TMC Polda Metro Jaya khususnya dalam mengelola akun twitter sebegai media informasi kemacetan lalu lintas di Jakarta Pusat. Penelitian ini merujuk pada teori efektivitas dari Duncan yang menguji efektivitas dengan tiga aspek yaitu: Pencapaian Tujuan, Integrasi, dan Adaptasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis model interaktif dan validitas data yaitu triangulasi sumber. Teknik pemilihan informan yaitu purposive dan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pencapaian Tujuan, TMC sudah berhasil menjalankan tujuan organisasi dengan baik, karena didukung oleh sarana dan prasarana serta SDM yang sangat memadai. (2) Integrasi, koordinasi yang dilakukan oleh TMC bersifat internal dan ekternal di mana dalam berkoordinasi TMC sangat didukung oleh lini-lini yang sangat kooperatif dalam bekerjasama, (3) Adaptasi, adaptasi dilakukan dengan menghadirkan teknologi informasi canggih seperti twitter, hal ini sangat efektif bagi masyarakat masyarakat DKI dalam menyelesaikan persoalan lalu lintas, khususnya di Jakarta Pusat. Kesimpulan penelitian ini yaitu secara keseluruhan aspek Efektivitas dari Duncan sudah berjalan secara efektif. | In the current information age, the government is required to make changes dynamically in terms of public services. One effective way is to use information technology such as the utilization of twitter as a means of transparency of information to the public as done by Traffic Management Center Polda Metro Jaya. The purpose of this research is to know the effectiveness of TMC Polda Metro Jaya program especially in managing twitter account as traffic information media in Central Jakarta. This study refers to Duncan's effectiveness theory that tests effectiveness with three aspects: Achievement of Goals, Integration, and Adaptation. This research uses descriptive qualitative method with interactive model analysis technique and data validity that is source triangulation. The technique of selecting informants is purposive and data collection techniques through interview, observation, and documentation. The results showed that (1) Goal Achievement, TMC has successfully run the goals of the organization well, because it is supported by facilities and infrastructure and human resources are very adequate. (2) Integration, coordination conducted by TMC is internal and external where in coordination TMC strongly supported by lines that very cooperative in cooperation, (3) Adaptation, adaptation done by presenting advanced information technology like twitter, it is effective for citizen of DKI Jakarta in solving the traffic problem especially in Central Jakarta. The conclusion of this research is that overall aspects of Duncan's effectiveness have been effective. | |
| 18554 | 21831 | E1A014289 | POLIGAMI TERHADAP WANITA PNS (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Agama Pekanbaru Nomor.0269/Pdt.G/2017/PA.Pbr) | Tujuan perkawinan dalam praktiknya banyak yang tidak tercapai yang berakibat perceraian dan bahkan terjadinya poligami, seperti halnya salah satu perkara mengenai poligami yang diajukan oleh seorang Pegawai Negeri Sipil yang terjadi di Pengadilan Agama Pekanbaru dengan Nomor Perkara: 0269/Pdt.G/2017/PA.Pbr. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pertimbangan Hukum Hakim dalam memutus perkara pada putusan Pengadilan Agama Pekanbaru Nomor: 0269/Pdt.G/2017/PA.Pbr. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian preskriptif analitis, metode pengumpulan data studi kepustakaan, metode analisis data normatif kualitatif. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa pertimbangan hukum hakim dalam memutus perkara tersebut kurang tepat, karena hakim hanya mempertimbangkan Pasal 4 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974, Pasal 5 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974, tentang alasan dan syarat poligami serta Pasal 8, Pasal 9 dan Pasal 10 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974, tentang larangan perkawinan. Selain itu Majelis Hakim sebaiknya dapat mempertimbangkan Pasal 4 ayat (1), (2), (3) dan (4) Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1990 Tentang Perubahan Pertama Atas Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1983 Tentang Izin Perkawinan dan Perceraian Bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS). | The purpose of marriage in practice is much that is not achieved which resulted in divorce and even the occurrence of polygamy, as well as one of the cases concerning polygamy filed by a Civil Servant who occurred in the Religious Court of Pekanbaru with Case No. 0269 / Pdt.G / 2017 / PA. Pbr. The problem in this research is how consideration of Judge's Law in deciding the case on the decision of Religious Court of Pekanbaru Number: 0269 / Pdt.G / 2017 / PA.Pbr. The research method used in this research is the normative juridical approach, the analytical prescriptive research specification, the data collection method of literature study, the method of qualitative normative data analysis. The results of the research have shown that judges' legal considerations in deciding cases are not appropriate, because the judges only consider Article 4 paragraph (2) of Law Number 1 Year 1974, Article 5 paragraph (1) of Law Number 1 Year 1974, reasons and conditions of polygamy and Article 8, Article 9 and Article 10 of Law Number 1 Year 1974, concerning the prohibition of marriage. In addition, the Panel of Judges should consider Article 4 paragraphs (1), (2), (3) and (4) of Government Regulation No. 45/1990 on the First Amendment to Government Regulation No. 10/1983 on Marriage and Divorce Permits for Civil Servants (PNS). | |
| 18555 | 21834 | A1L013195 | KARAKTER LINGKUNGAN BIOTIK TANAMAN CABAI (Capsicum annuum L.) SETELAH APLIKASI BIOPESTISIDA BERBASIS Bacillus subtilis B298 | Cabai merupakan salah satu komoditas sayuran penting di Indonesia, karena mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia. Cabai merah juga bernilai ekonomi tinggi di Indonesia. Rendahnya produktifitas cabai merah dipengaruhi faktor biotik yang mempengaruhi rendahnya hasil cabai adalah hama dan penyakit. Penyakit yang paling dominan menyerang tanaman cabai merah adalah penyakit antraknosa. Pengendalian penyakit antraknosa pada tanaman cabai merah dengan penggunaan mikroba antagonis telah banyak dikembangkan sebagai agen hayati yang ramah lingkungan. Mikroba agens hayati yang telah digunakan di antaranya adalah golongan B. subtilis. Salah satu jenis isolat bakteri B. subtilis adalah B. subtilis B298 yang berasal dari rizosfer tanaman kentang. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengkaji karakter lingkungan biotik (gulma, hama dan patogen) tanaman cabai setelah aplikasi biopestisida berbasis B. subtilis B298, (2) mengkaji jenis mikroba yang terdapat pada daun dan batang tanaman cabai setelah aplikasi B. subtilis B298, (3) mengkaji pertumbuhan cabai setelah aplikasi biopestisida berbasis B. subtilis B298. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai September 2017. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Desa Karangturi, Mrebet, Purbalingga. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian adalah rancangan acak kelompok (RAK) non-faktorial dengan 4 perlakuan yaitu kontrol, biopestisida B. subtilis B298, fungisida berbahan aktif Propineb, dan campuran biopestisida B. subtilis B298 dengan fungisida berbahan aktif Propineb, diulang sebanyak 6 kali. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji F dengan taraf 5%, apabila ada pengaruh nyata antar perlakuan maka hasil analisis diuji lanjut dengan BNT 5 %. Hasil penelitian ditemukan hama ulat grayak, hama kutu daun, patogen Colletotrichum capsici dan patogen Cercospora capsici pada tanaman cabai setelah aplikasi biopestisida B. subtilis B298, aplikasi biopestisida B. subtilis B298 dapat menekan intensitas penyakit antraknosa sebesar 17,67%, namun belum mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman cabai merah. | Chili is one of the important vegetable commodities in Indonesia, because it is able to meet the needs of the people of Indonesia. Red chili is also high economic value in Indonesia. The low productivity of red chili influenced by biotic factors that affect the low yield of chili is pest and disease. The most dominant disease attacking red chili plants is anthracnose disease. Control of anthracnose diseases in red chili plants with the use of microbial antagonists has been developed as an environmentally friendly biological agent. Microbial biological agents that have been used include class B. subtilis. One type of B subtilis bacterium isolate is B. subtilis B298 derived from potato plant rhizosphere. This study aims to (1) examine the biotic environment characteristic (weeds, pests and pathogens) of chili plants after application of biopesticide based on B. subtilis B298, (2) to examine the microbial species found on leaves and stems of pepper plants after application of B. subtilis B298, (3) to study the growth of chilli after application of B-298-based biopesticide substitution. The study was conducted from March to September 2017. This research was conducted in the land of Desa Karangturi, Mrebet, Purbalingga. The experimental design used in the study was a non-factorial randomized block design with 4 treatments: control, biopestisida B. subtilis B298, active propineb fungicide, and B 298 biopesticide mixture B substitute with propineb-based fungicide, repeated 6 times . The data obtained were analyzed by using F test with the level of 5%, if there is real effect between the treatment then the analysis result tested continued with 5% BNT. The results of the research were found of grayak caterpillar, aphid pest, pathogenic Colletotrichum capsici and Cercospora capsici pathogens in chili plants after application of biopesticide B. subtilis B298, biopesticide application B. subtilis B298 could suppress anthracnosis disease intensity 17,67% but not yet able to increase growth of red pepper plant | |
| 18556 | 21825 | H1E014016 | IDENTIFIKASI ZONA MINERALISASI BASE METAL GALENA (PbS) MENGGUNAKAN METODE TIME - DOMAIN INDUCED POLARIZATION (TDIP) PADA DAERAH “X”, JAWA BARAT | Eksplorasi base metal dengan menggunakan metode geolistrik Time Domain Induced Polarization (TDIP) pada lokasi “X” jawa barat telah dilakukan. Metode tersebut digunakan untuk menentukan posisi yang diindikasi sebagai zona mineralisasi dengan melihat sifat resistivitas batuan dan sifat chargeabilitas dari sebuah batuan yang diinjeksikan arus listrik. Pengukuran nilai resistivitas dan chargeabilitas batuan dilakukan dengan menggunakan instrumen Phoenix Geophysics pada 6 lintasan. Pada penelitian ini, panjang bentangan lintasan hingga 950 m dengan jarak anatara lintasan sejauh 100 m. Pengolahan data Time Domain Induced Polarization dilakukan untuk memperoleh peta penampang resistivitas dan chargeabilitas 2D, peta penampang 3D yang diperoleh dengan mengkorelasi 6 lintasan pengukuran, dan peta penampang horizontal slice untuk mengidentifikasi zona mineralisasi pada kedalaman tertentu. Hasil interpretasi menunjukan bahwa zona mineralisasi base metal galena diindikasi berada pada zona dengan nilai low – medium resistivity dan high chargeability. zona mineralisasi base metal ganela tersebut ditemukan berada pada lintasan BL01 dengan elevasi 125 – 75 m, BL02 dengan elevasi 150 – 140 m, dan BL03 dengan elevasi 125 – 80 m. Hasil dari interpretasi 3D menunjukan bahwa arah penyebaran zona mineralisasi base metal galena pada lokasi penelitian mempunyai arah timur laut – barat daya. | Base metal exploration using time domain induced polarization geoelectrical method was carried out, this method can determine the location which indicated as mineralization zone by looking the resistivity and chargeability properties of rock, if the rock was injected with electrical currents. Phoenix Geophysics intrument was used to measure the resistivity and chargeability value of rock on 6 measurment line. Induced polarization data processing was performed to obtained a true reisistivity and true chargeability 2D section map, 3D section map was obtained by correlating 6 measurement line, and horizontal slice map for depht identification of mineralization zone at certain depht. The Interpretation result shows that base metal galena mineralization zone was indicate have low – medium resistivity value and high chargeability value. The indication of base metal mineralization zone was found at lines BL01 with elevation 125-75 m, BL02 with elevation 150 – 140 m, and BL03 with elevation 125 – 80 m. The result of 3D interpretation shows the direction deployment base metal galena mineralization zone in the study field as a whole is northeast - southwest. | |
| 18557 | 21826 | A1C113055 | Faktor Sosial Ekonomi yang Mempengaruhi Tahap Adopsi Mesin Panen Padi Lengkap di Desa Krandegan Kecamatan Puring Kabupaten Kebumen | Pemerintah dalam usahanya untuk mengatasi keterbatasan jumlah tenaga kerja buruh tani antara lain dengan mengadopsikan mesin panen padi. Inovasi tersebut dirancang oleh Badan Litbang Pertanian, sekaligus sebagai usaha penurunan susut hasil panen. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menganalisis tahap adopsi mesin panen padi, dan 2) Mengetahui faktor sosial ekonomi petani yang mempengaruhi tahap adopsi mesin panen padi. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Krandegan. Pengambilan data dilaksanakan pada 2 November sampai 3 Desember 2017 dengan sasaran penelitian petani padi sawah musim tanam April-September 2017. Jumlah petani padi sawah sebanyak 837 petani yang tergabung ke dalam Gapoktan Sari Bumi. Pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling dan diperoleh petani responden sebanyak 60 petani. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif dengan bantuan rating scale dan regresi linear berganda. Manfaat mesin panen padi bagi petani yaitu menghemat waktu panen, tidak membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah banyak, meningkatkan kualitas hasil panen, mengurangi kehilangan hasil saat panen, dan meningkatkan pendapatan petani. Petani responden yang berada pada tahap adopsi sebanyak 23 orang. Luas lahan garapan terluas mesin panen padi yaitu tahun 2017 seluas 230 hektar. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Tahap adopsi mesin panen padi terdeteksi oleh: tahap kesadaran, minat, penilaian, dan mencoba berada pada kategori tinggi sedangkan tahap adopsi berada pada kategori sedang, (2) Faktor sosial ekonomi petani secara simultan berpengaruh nyata terhadap tahap adopsi mesin panen padi dan secara parsial faktor sosial ekonomi petani yang berpengaruh nyata terhadap tahap adopsi mesin panen padi adalah lama pendidikan, pengalaman berusaha tani, dan tingkat kosmopolitan. Faktor sosial ekonomi petani yaitu luas lahan dan jumlah tanggungan keluarga tidak berpengaruh nyata terhadap tahap adopsi mesin panen padi. | The government in its efforts to overcome the limited number of farm laborers, among others, by adopting a rice harvesting machine. This innovation is designed by IAARD, as an effort to reduce the shrinkage of crops. This research aimed to: 1) Analyze the adoption stage of rice harvesting machine, and 2) Knowing the socio economic factors of farmers affecting the adoption stage of rice harvesting machine. The research was conducted in Krandegan village. The data was collected on November 2nd to December 3rd, 2017 with the target rice field farmer on farming season’s April-September 2017. The number of rice farmers were 837 farmers who are incorporated into Gapoktan Sari Bumi. The sampling used simple random sampling method and obtained by 60 farmers. The analytical method used descriptive analysis by aided of rating scale and multiple linear regression. Benefits of rice harvesting machines for farmers were saving harvest time, do not require a lot of manpower, improve the quality of crops, reduce yield losses during harvest, and increase farmer income. Farmer of respondents who are in the adoption phase were 23 people. The widest area of cultivated land of rice harvesting machine in 2017 was 230 hectares. The results showed: (1) The adoption stage of rice harvesting machine was detected by: stage of awareness, interest, appraisal, and trying to be in high category while the adoption stage was in medium category, (2) Socio economic factors of farmer simultaneously had an effect on the adoption stage rice harvesting machine and partially socio economic factors that significantly affect the adoption stage of rice harvesting machine is the length of education, peasant experience, and cosmopolitan level. Socio economic factors of farmers that is the area of land and the number of family dependents have no significant effect on the adoption stage of rice harvesting machine. | |
| 18558 | 21827 | F1G014015 | ANALISIS STRUKTUR NOVEL KENANGA KARYA OKA RUSMINI | Skripsi ini berjudul “Analisis Struktur Novel Kenanga Karya Oka Rusmini”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur novel Kenanga karya Oka Rusmini. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis, dengan fokus penelitian yaitu struktur novel Kenanga karya Oka Rusmini. Teknik analisis data yang digunakan yaitu mendeskripsikan unsur intrinsik yang terdapat dalam novel Kenanga karya Oka Rusmini, menganalisis struktur novel Kenanga yang menjadi fokus penelitian serta menyimpulkan hasil analisis. Data tersebut dianalis menggunakan pendekatan struktural. Hasil penelitian tersebut kemudian dijelaskan secara deskriptif mengenai struktur novel Kenanga yakni alur, latar, tokoh dan penokohan, tema dan amanat dalam novel Kenanga karya Oka Rusmini. | This research is entitles “Analisis Struktur Novel Kenanga Karya Oka Rusmini”. This research to describe the structure of Kenanga novel by Oka Rusmini. This research uses descriptive method of analysis, with the focus of research that is the novel structure Kenanga novel Oka Rusmini. The data analysis technique used is describing intrinsic element found in Kenanga novel by Oka Rusmini, analyzing novel structure of Kenanga which become research focus and concluding the result of analysis. The data were analyzed using a structural approach. The results of the research are then explained descriptively about the structure of novel Kenanga plot, background, character and characterization, theme and the message in novel Kenanga by Oka Rusmini. | |
| 18559 | 21674 | A1M014016 | EVALUASI MUTU BREAKFAST KORO PEDANG HASIL PENGUPASAN DARI DUA METODE PERENDAMAN BERBEDA DALAM LARUTAN CaCO3 DAN NaOH | Koro pedang mempunyai potensi yang cukup besar untuk dikembangkan sebagai bahan pangan alternatif sumber protein karena keseimbangan asam aminonya sangat baik, namun sayangnya potensi tersebut belum dikembangkan secara optimal sehingga pemanfaatan masih relatif terbatas. Salah satu upaya pemanfaatan koro pedang adalah dengan pembuatan breakfast koro pedang. Koro pedang mempunyai karakteristik fisik kulit luar dan daging kacang yang sangat keras sehingga menjadi kendala dalam proses pemanfaatannya di masyarakat. Perlakuan metode pengupasan menggunakan CaCO3 dan NaOH merupakan upaya dalam mengurangi permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui pengaruh metode pengupasan koro pedang dengan perendaman dalam larutan CaCO3 dan NaOH; 2) Menetapkan proporsi tepung koro pedang dan tapioka yang sesuai untuk pembuatan breakfast koro pedang dengan sifat fisik, kimia, dan sensori yang baik; 3) Menetapkan konsentrasi susu skim yang sesuai untuk pembuatan breakfast koro pedang dengan sifat fisik, kimia, dan sensori yang baik; 4) Menetapkan kombinasi perlakuan terbaik terhadap sifat fisik, kimia, dan sensori breakfast koro pedang yang dihasilkan. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor yang diteliti yaitu metode pengupasan yang terdiri dari 2 taraf (CaCO3 15% selama 1 jam (K1) dan larutan NaOH 3% panas selama 7 menit (K2)); proporsi tepung koro pedang-tapioka b/b, terdiri dari 3 taraf (70:30( P1); 60:40(P2); 50:50(P3)); serta penambahan susu skim yang terdiri dari 3 taraf (5%(M1); 7,5%(M2); 10%(M3)). Kombinasi perlakuan terbaik pada penelitian ini adalah K1P2M2 (pengupasan dengan CaCO3; tepung koro pedang:tapioka 60:40: konsentrasi susu skim 7,5%). Breakfast koro pedang K1P2M2 memiliki koefisien rehidrasi 3,37; kadar air 4,57%bb; kadar abu 2,54%bb (2,66%bk), kadar protein 12,18%bb (12,76%bk); lemak 8,13%bb (8,52%bk), karbohidrat (by difference) 72,58%bb (76,06%bk), nilai tekstur renyah (3,37); agak khas rasa koro pedang (2,17); flavor enak (2,67); dan tingkat kesukaan panelis terhadap produk suka (2,63). | Jack bean has a high potency to be developed as a protein source foodstuff due to the balance of amino acid, but unfortunately the potential has not been developed optimally so that the utilization is still relative limited. One of the efforts of exploiting Jack bean is by making Jack bean breakfast. Jack bean has the physical characteristics of the outer skin is very hard so that become a problem in the process of utilization in society. Treatment of peeling method using CaCO3 and NaOH is an effort in reducing the problem. This research aims to: 1) the effect of peeling method jack bean by immersion in CaCO3 and NaOH solutions; 2) Determine the proportion of jack bean and tapioca flour which is suitable for making jack bean breakfast with good physical, chemical, and sensory properties; 3) Determine the appropriate concentration of skim milk for making jack bean breakfast with good physical, chemical, and sensory properties; 4) Determine the best combination of treatments on the physical, chemical, and sensory properties of the resulting jack bean breakfast. This research used a randomized block design (RBD). Factor studied were peeling method consisting of 2 levels (15% CaCO3 for 1 hour (K1) and 3% hot NaOH solution for 7 minutes (K2)); the proportion of flour of jack bean:tapioca w/w, consisting of 3 levels (70:30 (P1), 60:40 (P2); 50:50 (P3)); and the addition of skim milk consisting of 3 levels (5% (M1), 7.5% (M2), 10% (M3)). The best treatment combination in this study was K1P2M2 (peeling by CaCO3, jack bean:tapioca flour 60:40: skim milk concentration 7.5%). Jack bean breakfast K1P2M2 had a rehydration coefficient of 3.37; water content of 4.57% wb; ash content of 2.54% wb (2.66% db), protein content of 12.18% wb (12.76% db); fat of 8.13% wb (8,52% db), carbohydrate (by difference) 72,58% wb (76,06% db), crunchy texture value (3,37); a rather distinctive taste of jack bean (2,17); delicious flavor (2,67); and panelist preferences of favored products (2,63). | |
| 18560 | 21845 | E1A012363 | PEMBATALAN PERKAWINAN KARENA PENIPUAN (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Agama Temanggung No: 1155/Pdt.G/2016/PA.TMG) | ABSTRAK Menurut Pasal 22 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, perkawinan dapat dibatalkan apabila para pihak tidak memenuhi syarat-syarat untuk melangsungkan perkawinan. Batalnya suatu perkawinan dimulai setelah keputusan Pengadilan mempunyai kekuatan hukum yang tetap dan berlakunya sejak saat berlangsungnya perkawinan. Salah satu kasus tentang pembatalan perkawinan sebagaimana dalam Putusan Pengadilan Agama Temanggung No. 1155/Pdt.G/2016/PA.TMG terjadi karena penipuan. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana dasar pertimbangan hakim dalam mengabulkan permohonan pembatalan perkawinan karena penipuan terhadap Pengadilan Agama Temanggung Nomor 1155/Pdt.G/2016/PA.TMG. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian preskriptif analitis, metode pengumpulan data studi kepustakaan dengan inventarisasi data, metode analisis normative kualitatif. Berdasarkan pada hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan pembatalan perkawinan karena penipuan dalam putusan perkara nomor 1155/Pdt.G/2016/PA.TMG telah sesuai dengan mendasarkan Pasal 27 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 jo. Pasal 72 ayat (2) Kompilasi Hukum Islam. Menurut peneliti hakim dapat menambahkan Pasal 23 huruf b Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. | ABSTRACT According to Article 22 of law number 1 Year 1974 About marriage, marriage can be annulled if the parties do not meet the conditions to sustain a marriage. An aborted a marriage begins after the Court decision has the force of law and enactment of the marriage since then. One of the cases of cancellation of marriage as a religious court ruling in Temanggung No. 1155/Pdt. G/2016/PA. TMG occurs due to fraud. Problems in the research of basic consideration is how the judge in granting the petition for annulment of marriage due to fraud against Religious Court Temanggung Number 1155/Pdt. G/2016/PA. TMG. The research method used is the juridical normative approach, prescriptive research analytical specifications, methods of data collection study librarianship with the inventory data, the qualitative analysis of the normative method. Based on the research results and discussion can be concluded that a consideration of the law judge in granting the annulment of marriage due to fraud in lawsuit verdict number 1155/Pdt. G/2016/PA. TMG has been in accordance with the base article 27 paragraph (2) of law number 1 Year 1974 jo. Article 72 paragraph (2) compilation of Islamic law. According to investigators the judge can add Article 23 letter b of law No. 1 Year 1974 about marriage. |