Artikelilmiahs

Menampilkan 18.621-18.640 dari 50.060 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1862121876C1M014008PENGARUH MINAT BELAJAR, LINGKUNGAN KELUARGA DAN FASILITAS BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA MADRASAH ALIYAH (MA) AL-HIDAYAH 1 PURWAREJA KLAMPOK Penelitian ini merupakan penelitian survei kepada seluruh siswa di MA Al-Hidayah 1 Purwareja Klampok yang mengikuti mata pelajaran ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah : (1) Untuk menganalisis pengaruh minat belajar terhadap prestasi belajar siswa MA Al-Hidayah 1 Purwareja Klampok. (2) Untuk menganalisis pengaruh lingkungan keluarga terhadap prestasi belajar siswa MA Al-Hidayah 1 Purwareja Klampok. (3) Untuk menganalisis pengaruh fasilitas belajar terhadap prestasi belajar siswa MA Al-Hidayah 1 Purwareja Klampok.
Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X, XI IPS dan XII IPS MA Al-Hidayah 1 Purwareja Klampok dengan jumlah populasi sebanyak 137 siswa. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini adalah 113 responden. Purposive sampling digunakan dalam penentuan responden. Data dikumpulkan dengan menggunakan dokumentasi, angket, dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis instrumen penelitian meliputi uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik meliputi uji normalitas, multikolinieritas, heteroskedastisitas dan autokorelasi, analisis regresi linear berganda, uji t dan uji F. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa : (1) Minat belajar berpengaruh positif terhadap prestasi belajar siswa. (2) Lingkungan keluarga berpengaruh positif terhadap prestasi belajar siswa. (3) Fasilitas belajar berpengaruh positif terhadap prestasi belajar siswa.
This research is a survey research to all students in MA Al-Hidayah 1 Purwareja Klampok who follow economic subjects. The purpose of this study are: (1) To analyze the influence of learning interest on student achievement MA Al-Hidayah 1 Purwareja Klampok. (2) To analyze the influence of family environment on student achievement MA Al-Hidayah 1 Purwareja Klampok. (3) To analyze the influence of learning facilities on student achievement MA Al-Hidayah 1 Purwareja Klampok.
The population in this study were students of class X, XI IPS and XII IPS MA Al-Hidayah 1 Purwareja Klampok with a population of 137 students. The number of respondents taken in this study is 113 respondents. Purposive sampling is used in the determination of respondents. Data were collected using documentation, questionnaires, and interviews. Data analysis technique used is technique of analysis of research instrument covering validity and reliability test, classical assumption test include normality test, multicolinierity, heteroscedasticity and autocorrelation, multiple linear regression analysis, t test and F test. Based on the results of research and data analysis shows that: (1) Interest learning has a positive effect on student achievement. (2) Family environment has a positive effect on student achievement. (3) Learning facilities have a positive effect on student achievement.
1862221883C1F015040PENGARUH TEKANAN WAKTU AUDIT, KOMPLEKSITAS AUDIT, KOMPETENSI, DAN PROFESIONALISME
TERHADAP KUALITAS HASIL AUDIT
(Studi Empiris pada Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Tengah)
Penelitian berjudul: “Pengaruh Tekanan Waktu Audit, Kompleksitas Audit, Kompetensi dan Profesionalisme terhadap Kualitas Hasil Audit (Studi pada Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Tengah)” ini bertujuan untuk menguji dan memperoleh bukti empiris seberapa jauh Tekanan Waktu Audit (TW), Kompleksitas Audit (KA), Kompetensi (Komp) dan Profesionalisme (Prof), berpengaruh terhadap Kualitas Hasil Audit (KHA). Objek yang diteliti adalah Pejabat Fungsional Auditor (PFA) pada Kantor Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Tengah, dengan sampel penelitian sebanyak 64 responden. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode convenience sampling. Data digunakan merupakan data primer yang dikumpulkan melalui kuesioner berupa persepsi responden. Kuesioner diuji dengan menggunakan uji validitas, reliabilitas, dan asumsi klasik, sedangkan data dianalisis dengan metode regresi berganda dan diolah dengan bantuan aplikasi Ms. Excel dan SPSS.
Hasil pengujian statistik menunjukkan bahwa tekanan waktu audit, kompleksitas audit, kompetensi dan profesionalisme secara simultan berpengaruh terhadap kualitas audit. Sedangkan secara parsial, ketiganya berpengaruh positif. Dan dari ketiganya, tekanan waktu audit, kompetensi dan profesionalisme memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas audit, sedangkan variabel kompleksitas audit tidak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, seluruh variabel independen dapat menjelaskan variansi pada variabel dependen sebesar 83,7% berdasarkan hasil uji koefisien determinasi (R2).
This study aimed to examine and obtain empirical evidence showing how far Time Budget Pressure (TBP), Audit Complexity (AC), Competence (Comp), and Profesionalism (Prof), affect Audit Quality (AQ). The object of study are auditors who work in Reprecentative Office of Financial and Development Supervisory Board in Central Java Province, with sample data are 64 respondents.This study conducted by using convenience sampling methode. Data used in this studybased on respondent’s perception obtained using survey methode with questionaire. Questionaire examined using validity test, reliability test, and classical assumption test. Data were analyzed using multiple linear regression methods and processed with Ms. Excel and SPSS program.
Statistical test showed that simultaneously Time Budget Pressure, Audit Complexity, Competence, and Profesionalism, have significant effect on audit quality. Partially all of variables give positive effect. And among those variables, Time Budget Pressure, Competence, and Profesionalism give significant effect on audit quality, while Audit Complexity doesn’t. The results of this study indicate that, all independent variables can explain the variance in the dependent variable 83,7% based on determination coefficient test (R2).
1862321877D1E014032SUPLEMENTASI AMPAS TEH TERFERMENTASI PADA RANSUM TERHADAP BOBOT AKHIR DAN PERSENTASE KARKAS PADA PUYUH JANTANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ampas teh terfermentasi sEM4 dalam ransum puyuh jantan terhadap bobot akhir dan persentase karkas. Materi yang digunakan yaitu puyuh jantan (Coturnix coturnix japonica) umur empat minggu sebanyak 100 ekor. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen in vivo dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang diuji adalah T0 (pakan basal), T1 (pakan basal + 2% ampas teh serbuk fermentasi), T2 (pakan basal + 2% ampas teh butiran fermentasi), dan T3 (pakan basal + 2% ampas teh daun fermentasi). Peubah yang diamati adalah bobot akhir dan persentase karkas. Rataan bobot akhir dari seluruh perlakuan didapatkan 135,69 ± 3,78 gram. Rataanpersentase karkas dari seluruh perlakuan didapatkan 57,68 ± 1,56 %. Hasil analisis variansi menunjukan bahwa suplementasi ampas teh terfermentasi berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap bobot akhir tapiberpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap persentase karkas. Kesimpulan dari penelitian ini adalah suplementasi ampas teh terfermentasi dalam ransum puyuh jantan meningkatkan bobot akhir puyuh jantan dan menghasilkan persentase karkas yang relatif sama.This study aimed to know influence of the dregs of tea fermented EM4 inquail feed of final body weightand carcass percentage. The materials used was male quail (Coturnix coturnix japonica) with four weeks old as many as 100 heads. This research was conducted by in vivo experimental method, by using Completely Ramdomized Design (CRD). The treatments were T0 (quail feed), T1 (quail feed + 2% powder shape of tea dregs fermented), T2 (quail feed + 2% granula shape of tea dregs fermented) and T3 (quail feed + 2% leafs shape of tea dregs fermented). Variables were observed final weight and carcass percentage. The average values of final weight was 135,69 ± 3,78 gram. The average values ofcarcass percentage was 57,68 ± 1,56 %.The results of variance analysis showed that supplementation of fermented tea waste in male quail diet had significant effect (P<0,01) on final body weight buthad no significant effect (P>0,05) on percentage of carcass weight. The conclusion ofthe research was supplementation of tea dregs fermented on in male quail diet increasedof final body weight of the male quail and produces relatively equal percentage of carcass weight.
1862421878F1F012027RYAN’S CHARACTER DEVELOPMENT AS CEREBRAL PALSY SUFFERER DEPICTED IN RYAN O’CONNELL’S I’M SPECIAL AND OTHER LIES WE TELL OURSELVESPenelitian yang berjudul “Perkembangan Karakter Ryan sebagai Penderita Cerebral Palsy dalam Karya Ryan O’Connell berjudul I’m Special and Other Lies We Tell Ourselves” ini bertujuan untuk menganalisa perkembangan si tokoh utama, Ryan, di dalam novel. Penelitian ini fokus kepada cerebral palsy yang dikenal sebagai neurological disorder yang mengganggu fungsi gerak anggota tubuh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dalam menganalisa data. Data utama dari penelitian ini diambil dari novel I’m Special and Other Lies We Tell Ourselves karya Ryan O’Connell. Data tersebut dianalisa menggunakan pendekatan psikologi sastra dan teroi perkembangan karakter Kohlberg. Terdapat empat langkah-langkah yang dibutuhkan untuk menjawab rumusan masalah. Langkah pertama yaitu mengumpulkan data-data dari novel, buku-buku tentang perkembangan karakter dan cerebral palsy, serta sumber-sumber pendukung lainnnya. Kedua, mengklasifikasi data berdasarkan rumusan masalah. Langkah ketiga yaitu menganalisa data. Langkah terakhir adalah menarik kesimpulan. Penelitiaan ini menemukan dua poin utama. Pada poin pertama, perkembangan karakter Ryan dikelompokan menjadi tiga tingkatan, yaitu: tingkat pra-konvensional, tingkat konventional, dan pasca-konvensional. Dalam tingkat pra-konvensional, cara Ryan berperilaku atas dasar untuk menghindari hukuman dan mengantisipasi penghargaan. Dalam tingkat konvensional, cara Ryan berperilaku atas dasar untuk mendapatkan pengakuan dari suatu kelompok dan mematuhi hukum dan norma social. Dalam tingkat pasca-konvensional, Ryan berperilaku atas dasar nilai-nilai demokrasi dan cerminan diri. Pada poin kedua, cerebral palsy mempengaruhi perkembangan Ryan dan perilakunya baik dari aspek fisik maupun psikologi. Dari aspek fisik di antaranya berjalan pincang dan memiliki koordinasi mata dan tangan yang buruk. Dari aspek psikologi, Ryan memiliki masalah dalam menjalin hubungan serta masalah emosional.This research entitled “Ryan’s Character Development as Cerebral Palsy Sufferer Depicted in Ryan O’Connell’s I’m Special and Other Lies We Tell Ourselves” is aimed at analysing the development of the main character, Ryan, in the novel. This research emphasizes on cerebral palsy as neurological disorder that primarily affects human’s motor functions. This research uses qualitative method in analysing the data. The main data of this research are taken from Ryan O’Connell’s I’m Special and Other Lies We Tell Ourselves novel, while the data are analysed by using Psychological approach and Kohlberg’s theory of Moral Development. There are four steps taken to answer the research questions. First step is collecting data from the novel, books about character development and cerebral palsy, and other supporting sources. Second, classifying the data based on research questions. The third step is analysing the data. The last step is concluding the findings. The results of the research cover two main points. First, Ryan’s character development is grouped into three levels: pre-conventional level, conventional level, and post-conventional level. In pre-conventional level, Ryan’s behaviour is driven by avoiding punishment and anticipating reward. In conventional level, Ryan’s behaviour is motivated by looking for social group approval and obeying the law and conforming social order. In post-conventional level, Ryan’s decision is driven by democratic values and his individual reflection of proper behaviour. Second, Cerebral palsy affects Ryan’s development and behaviour in which both his physical and psychological aspects. The physical aspects are walking with a limp and having poor eye hand coordination. Meanwhile, the psychological aspects are peer problem and emotional problem.
1862521879C1B014007PENGENDALIAN PERSEDIAAN UNTUK MENGOPTIMALKAN PENDISTRIBUSIAN PRODUK DENGAN MENGGUNAKAN METODE PERHITUNGAN DISTRIBUTION REQUIREMENT PLANNING (DRP) (Studi Kasus Pada UMKM Pondok Maju)ABSTRAK

Jumlah pelaku Unit Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia terus mengalami peningkatan. Hal tersebut akan menimbulkan persaingan bagi para pelaku usaha. Salah satu faktor penting yang harus diperhatikan dalam persaingan tersebut adalah proses distribusi yang baik. Konsumen akan merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan oleh distributor apabila produk yang dipesan tiba dengan tepat waktu, tepat jumlah dan juga tepat mutu. UMKM Pondok Maju belum memiliki suatu perencanaan distribusi yang baik. Terbukti dengan adanya kekurangan pada setiap permintaan pelanggan yang menyebabkan proses distibusi terlambat karena harus menunggu proses produksi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Selain itu, biaya pengiriman yang selama ini dikeluarkan perusahaan menjadi lebih besar dengan adanya pengiriman yang berulang pada setiap bulannya. Dengan adanya masalah tersebut, maka dilakukan penelitian dengan metode Distribution Requirement Planning (DRP) dengan tujuan agar dapat dilakukan pendistribusian yang baik dari pabrik kepada para distributor. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan menggunakan DRP, maka biaya pengiriman yang dikeluarkan menjadi lebih kecil dibangdingkan menggunakan metode yang digunakan oleh UMKM. Biaya pengiriman menggunakan metode perusahaan adalah sebesar Rp 26.154.000 sedangkan biaya distribusi menggunakan metode DRP hanya sebesar Rp 24.858.000 pada tahun 2017, sehingga terjadi penurunan biaya distribusi sebesar 4,9%. Penelitian ini juga menghasilkan penjadwalan distribusi produk yang lebih teratur.
Kata Kunci : Peramalan, Persediaan, Distribusi, dan Distribusi Requirement Planning (DRP)

ABSTRACT

The number of units of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) in Indonesia continues to increase. These things will have an effect for business actors. One very important factor is the good distribution process. Consumers will be satisfied with the services provided by distributors with products in accordance with the right time, exact quantity and also quality. UMKM Pondok Maju has not done any good planning steps. Evidenced by the errors in every customer requests that produce the process because it has to wait for the production process to meet customer needs. In addition, shipping costs that have been issued to be greater with the delivery in effect on each month. With the existence of the problem, then do the research by method of Distribution Requirement Planning (DRP) in a way so that can be done good distribution from factory to the distributor. The results showed that by using DRP, the delivery cost incurred becomes smaller than using the method used by SMEs. The shipping cost using the company method is Rp 26,154,000, while the distribution cost using the DRP method is only Rp 24,858,000 in 2017, amounting to 4.9%. This research also makes scheduling more orderly product distribution.
Keywords : Forecasting, Inventory, Distribution, and Distribution Requirement Planning (DRP)

1862621120F1B113003Pengaruh Kualitas Layanan Sirkulasi dan Kemampuan Petugas terhadap Kepuasan Pemustaka di Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten BanyumasPada dasarnya kepuasan pemustaka terwujud jika harapan pemustaka sesuai dengan apa yang dialaminya, bahkan apa yang dialaminya melebihi harapan setelah mendapatkan suatu pelayanan. Kepuasan pemustaka dapat dipengaruhi oleh kualitas pelayanan dan kemampuan petugas. Penelitian ini dilakukan di Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Banyumas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis besarnya pengaruh Kualitas Layanan Sirkulasi yang meliputi Kontrol Informasi dan Perpustakaan Secara Fisik, dan Kemampuan Petugas yang meliputi Kemampuan Teknis dan Kemampuan Sosial terhadap Kepuasan Pemustaka. Penelitian ini menggunakan metode survai. Teknik analisis data yang digunakan adalah Korelasi Kendall Tau, Korelasi Konkordansi Kendall W dan Regresi Ordinal. Hasil analisis secara kuantitatif dalam penelitian ini menunjukkan: (1) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Kualitas Layanan Sirkulasi terhadap Kepuasan Pemustaka sebesar 0,244 atau 24,4 persen. (2) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Kemampuan Petugas terhadap Kepuasan Pemustaka sebesar 0,164 atau 16,4 persen. (3) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Kualitas Layanan Sirkulasi dan Kemampuan Petugas terhadap Kepuasan Pemustaka sebesar 0,299 atau 29,9 persen. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah bahwa variabel-variabel Kualitas Layanan Sirkulasi dan Kemampuan Petugas semuanya berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Pemustaka di Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Banyumas. Hal ini membuktikan bahwa semua variabel independen mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap variabel dependen yaitu Kepuasan Pemustaka.
Kata kunci: Kualitas Pelayanan, Kepuasan Pemustaka, Kemampuan Petugas, Kualitas Pelayanan Publik
Visitor satisfaction in accessing library service only will be achieved when the service delivery meet their expectation. Satisfaction of the readers can be influenced by service quality and librarian’s skills. This research was conducted at Archive and Libraries of Banyumas District Office. The research aims to examine and analyze the level of influence of the Quality of Circulation Services that includes Information Control and Library as Place, and Librarian’s Skills that include Technical Skill and Social Skill to the Visitor Satisfaction. This research used survey method. Accordingly, the data analysis techniques were correlation Kendall Tau, W Kendall Concordance Correlation and Regression Ordinal. The results of quantitative analysis have shown: (1) There is a positive and significant influence between quality of circulation services to visitor satisfaction by 0.244, or 24.4 percent. (2) There is a positive and significant influence between librarian’s skills to visitor satisfaction by 0.164, or 16.4 percent. (3) There is a positive and significant influence between quality of circulation services and librarian’s skills to visitor satisfaction by 0.299, or 29.9 percent. This research concludes the variables of Quality of Circulation Services and Librarian’s Skill are all positive and significant in effect to Visitor Satisfaction at Archive and Libraries of Banyumas District Office. It proves all independent variables have positive and significant influence to the visitor satisfaction as dependant variabel.
Keywords: Service Quality, Visitor Satisfaction, Officer’s Skill, Quality of Public Services
1862721880C1F015027PENGARUH BELANJA PEMERINTAH DAERAH TERHADAP INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA DI INDONESIA TAHUN 2015Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis: 1) Pengaruh belanja langsung terhadap IPM, 2) Pengaruh belanja tidak langsung terhadap IPM, 3) Pengaruh belanja modal terhadap IPM, dan 4) Pengaruh belanja operasi terhadap IPM di Indonesia Tahun 2015. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari situs Dirjen Perimbangan Keuangan Pemerintah Daerah tahun 2015 dan BPS Pusat. Data hasil penelitian kemudian dianalisis menggunakan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Belanja langsung tidak berpengaruh terhadap IPM, 2) Belanja tidak langsung berpengaruh negatif terhadap IPM, 3) Belanja modal berpengaruh positif terhadap IPM, dan 4) Belanja operasi berpengaruh positif terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Indonesia pada tahun 2015.This research purpose to analyze 1) affected direct spending to HDI, 2) affected indirect spending to HDI, 3) affected capital spending to HDI, and 4) affected operational spending to HDI in Indonesia 2015 year. The using data was secondary data collecting from General Director of Financial Balancing Regional Government situs at the 2015 year and central statistic bureau. Then, data analyzed by multiple regression. The result of research shown that: 1) direct spending not affected to HDI, 2) indirect spending had negative affected to HDI, 3) capital spending had positively affected to HDI, dan 4) operational spending had positively affected to HDI in Indonesia at the 2015 year.
1862821882C1F015036PENGARUH TAMBAHAN PENYERTAAN MODAL PEMERINTAH, TINGKAT EFISIENSI PRODUKSI, TARIF AIR, PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAN IMPLEMENTASI PENGENDALIAN INTERN TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM DI PROVINSI KALIMANTAN TIMURTujuan penelitian ini untuk mengetahui 1) pengaruh penyertaan modal pemerintah, tingkat efisiensi produksi, tarif air, pengembangan sumber daya manusia dan implementasi pengendalian intern terhadap kinerja Perusahaan Daerah Air Minum di Provinsi Kalimantan Timur. 2) Mengetahui pengaruh penyertaan modal pemerintah terhadap kinerja Perusahaan Daerah Air Minum di Provinsi Kalimantan Timur. 3) Mengetahui pengaruh tingkat efisiensi produksi terhadap kinerja Perusahaan Daerah Air Minum di Provinsi Kalimantan Timur. 4)Mengetahui pengaruh tarif air terhadap kinerja Perusahaan Daerah Air Minum di Provinsi Kalimantan Timur. 5) Mengetahui pengaruh pengembangan sumber daya manusia terhadap kinerja Perusahaan Daerah Air Minum di Provinsi Kalimantan Timur.6) Mengetahui pengaruh implementasi pengendalian intern terhadap kinerja Perusahaan Daerah Air Minum di Provinsi Kalimantan Timur.This research purpose to analyze 1) influence of government capital participation, production efficiency level, water tariff, human resource development and internal control implementation on performance of Regional Water Company Company in East Kalimantan Province. 2) To know the effect of government capital participation on the performance of Regional Water Company in East Kalimantan Province. 3) To know the effect of production efficiency level on the performance of Regional Water Company in East Kalimantan Province. 4) To know the influence of water tariff on the performance of Regional Water Company Company in East Kalimantan Province. 5) To know the influence of human resource development on the performance of Regional Water Company in East Kalimantan Province. 6) To know the influence of the implementation of internal control on the performance of Regional Water Company in East Kalimantan Province.
1862921889C1B011075ANALISIS SENSITIVITAS RESPON KONSUMEN TERHADAP BRAND EXTENSION PADA XIAOMI YI DI PURWOKERTO.Penelitian ini berjudul “Analisis Sensitivitas Respon Konsumen
Terhadap Ekstensifikasi Merek (Brand Extension) pada Xiaomi Yi di
Purwokerto”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan
menganalisis atribut yang paling penting keberadaannya dalam produk handphone
dan camera, sensitivitas respon yang diberikan konsumen terhadap perluasan
merek (brand extension) dari handphone ke camera pada konsumen di
Purwokerto, serta arah respon yang diberikan konsumen terhadap perluasan merek
(brand extension) dari handphone ke camera pada konsumen di Purwokerto.
Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah:
1. Merek adalah atribut yang paling penting keberadaannya dalam produk
handphone dan camera.
2. Konsumen sensitif terhadap brand extension dari handphone ke camera.
3. Konsumen memiliki arah respon positif terhadap brand extension dari
handphone ke camera.
Alat analisis yang dipergunakan adalah CRS (Customer Respons Strength)
untuk mengetahui kekuatan respon dan sensitivitas respon konsumen serta nilai
kualitas yang diterima (Perceived Quality-PQ) untuk mengukur tingkat
kepentingan atribut.
Berdasarkan hasil penelitian, atribut Merek mempunyai bobot kepentingan
sebesar 646, lebih kecil dari atribut mutu/kualitas sebesar 657 yang berarti
hipotesis pertama ditolak. Hipotesis kedua bahwa konsumen sensitif terhadap
brand extension dari handphone ke camera diterima, karena ternyata konsumen
sensitif terhadap brand extension dari handphone ke camera. Hal ini dinyatakan
dengan Sr (1.47) > 1. Sedangkan hipotesis ketiga bahwa konsumen memiliki arah
respon positif terhadap brand extension dari handphone ke camera diterima, hal
ini dibuktikan dengan kekuatan respon responden saat ini (R1) pada setiap tahap
dalam model hierarchy-of-effect > kekuatan respon responden sebelumnya (R0).
Implikasi dari penelitian ini adalah perusahaan perlu berhati-hati dalam
menerapkan strategi pemasarannya karena atribut sangat penting dalam persepsi
konsumen terhadap suatu produk. Strategi perluasan merek yang dilakukan oleh
XIAOMI berhasil. Xiaomi perlu mempertahankan positioning Mereknya dibenak
konsumen dengan cara melakukan perluasan merek lagi tapi dengan kategori yang
berbeda diluar bidang elektronik dan Xiaomi perlu mempertahankan respon
positif konsumen dengan cara meningkatkan promosinya tidak hanya melakukan
promosi menggunakan media online tetapi Xiaomi juga perlu melakukan promosi
menggunakan media lain sehingga dapat meningkatkan awareness, knowledge,
liking, preference, conviction dan purchase Xiaomi.
This study entitled "Sensitivity Analysis of Consumer Response to Brand
Extension at Xiaomi Yi in Purwokerto". The purpose of this research is to know
and analyze the most important attribute of existence in mobile phone and camera
product, the sensitivity of response given by consumer to brand extension from
handphone to camera to consumer in Purwokerto, and the direction of response
given by consumer to brand extension from handphone to camera at consumer in
Purwokerto. Hypothesis proposed in this research are:
1. Brand is the most important attribute of existence in the mobile phone
and camera products.
2. Consumer sensitive to brand extension from mobile to camera.
3. Consumers have a positive response towards brand extension from
mobile phone to camera.
Analytical tool used is CRS (Customer Response Strength) to know the strength
of response and sensitivity of consumer response and value of quality received
(Perceived Quality-PQ) to measure level of importance of attribute.
Based on the result of research, Brand attribute has weight of interest
equal to 646, smaller than quality / quality attribute equal to 657 which means
first hypothesis rejected. The second hypothesis that consumers are sensitive to
the brand extension from mobile phone to camera is accepted, because it turns out
consumers are sensitive to brand extension from handphone to camera. This is
stated by Sr (1.47)> 1. While the third hypothesis that consumers have a positive
response towards brand extension from mobile to camera is accepted, this is
proved by the response power of respondents (R1) at each stage in hierarchy-ofeffect>
the strength of the previous respondent response (R0).
The implication of this research is the company need to be careful in
applying its marketing strategy because attribute is very important in consumer
perception to a product. XIAOMI's brand extension strategy succeeded. Xiaomi
needed to maintain its brand positioning in the minds of consumers by extending
the brand again but with different categories outside the field of electronics and
Xiaomi need to maintain a positive consumer response by increasing its
promotion not only promoting using online media but Xiaomi also need to do
promotion using other media so as to increase awareness, knowledge, liking,
preference, conviction and purchase Xiaomi.
1863021885H1K012047KOMPARASI KARAKTERISTIK SUARA ANTARA INDIVIDU DAN AGREGASI LOBSTER HIJAU PASIR (Panulirus homarus) DALAM SKALA LABORATORIUMKrustasea merupakan hewan perairan yang memproduksi suara dengan karakteristik yang berbeda-beda. Suara tersebut merupakan sarana yang paling efektif dan efisien untuk berkomunikasi pada lingkungan perairan. Salah satu kelompok krustasea yang menghasilkan suara adalah lobster Panulirus homarus yang merupakan hewan yang memiliki tingkah laku hidup berkelompok. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis karakteristik suara pada lobster P. homarus, dan menganalisis perbedaan karakteristik suara pada lobster P. homarus saat individu dan agregasi. Penelititian ini menggunakan metode observasi dengan menggunakan sistem akustik pasif. Pengambilan data suara dilakukan pada lobster individu dan lobster agregasi dengan masing-masing dua kali pengulangan selama 24 jam. Lobster P. homarus menghasilkan tiga jenis karakteristik suara, yaitu suara squeak (frekuensi: 7742-7982 Hz, intensitas: (-25.2)-(-13.2) dB, dan durasi: 226-320 ms), slow rattle (frekuensi: 7719-8380 Hz, intensitas: (-24.6)-(-20.8) dB, dan durasi: 352-537 ms), dan popping (frekuensi: 7756-8141 Hz, intensitas: (-25.4)-(-20.4) dB, dan durasi: 130-190 ms). Hasil uji Wilcoxon menunjukan tidak adanya perbedaan nyata pada intensitas dan durasi suara lobster individu dan agregasi, baik pada pagi hari maupun malam hari. Namun frekuensi berbeda nyata pada saat pagi hari, sedangkan pada malam hari tidak berbeda nyata.Crustaceans are aquatic animals that produce sounds with different characteristics. The sound is the most effective and efficient means to communicate in aquatic environments. One group of crustaceans that produce sound is the lobster Panulirus homarus which is an animal that has the behavior of living in groups. This study aimed to analyze the sound characteristics of P. homarus lobsters, and to analyze the differences in sound characteristics in solitary and aggregation P. homarus lobster. This research uses observation method using passive acoustic system. Sound data collection was performed on solitary lobsters and lobster aggregation with two repetitions each for 24 hours. Lobster P. homarus were produces three types of sound characteristics: squeak (frequency: 7742-7982 Hz, intensity: (-25.2)-(-13.2) dB, and duration: 226-320 ms) , slow rattle (frequency: 7719-8380 Hz, intensity: (-24.6)-(-20.8) dB, and duration: 352-537 ms), and popping (frequency: 7756-8141 Hz, intensity: (-25.4)-(-20.4) dB, and duration: 130-190 ms). Wilcoxon test results show that no significant difference in the intensity and duration of solitary lobster and aggregation lobster, both in the morning and at night. But the frequency looks a significant difference in the morning, while at night does not differ significantly.
1863121886F1A014013CANTIK YANG HALAL
(ANALISIS SEMIOTIKA TERHADAP KONSTRUKSI HALAL PADA IKLAN KOSMETIK PRODUKSI WARDAH)
Iklan kosmetik merupakan salah satu iklan yang tayang di televisi. Iklan kosmetik menampilkan bintang iklan yang cantik yaitu dengan wajah yang cerah dan kulit yang putih. Wardah sebagai produk kosmetik dengan branding halal mencoba menampilkan hal yang berbeda dalam iklannya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan mendeskripsikan konstruksi halal pada iklan kosmetik produksi Wardah. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan subyek kajian utama yaitu iklan Wardah. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan semiotika Charles Sanders Pierce. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa kata halal yang digunakan pada iklan Wardah tidak merujuk kepada isi produk namun lebih kepada kesan yang dibangun agar produk Wardah terjual. Karena kenyataannya Wardah merupakan produk dari perusahaan yang juga memproduksi produk kosmetik merk Emina dan Makeover yaitu PT. Paragon Technology and Innovation namun, produk yang diklaim halal hanyalah produk Wardah. Selain itu kecantikan pada iklan Wardah merupakan kecantikan yang bersifat seragam seperti wajah yang cerah dan kulit yang putih, dan juga cantik untuk menyenangkan laki-laki. The cosmetic ad is one of the ads that aired on television. The cosmetic ad features a beautiful ad star with a bright face and a white skin. Wardah as a cosmetic product with a halal branding trying to show different things in the ad. This study aims to explain and describe the construction of halal in advertising Wardah's cosmetic production. This type of research is a qualitative research with the main study subjects of Wardah advertising. Data analysis techniques in this study using the semiotics of Charles Sanders Pierce. The result of this research is that the word halal used in Wardah advertisement does not refer to the content of the product but more to the impression built for Wardah product to be sold. Due to the fact Wardah is a product of a company that also produces Emina and Makeover cosmetics products, namely PT. Paragon Technology and Innovation however, the product claimed to be halal is just a Wardah product. In addition beauty on Wardah ad is a beauty that is uniform like a bright face and white skin, and also beautiful to please men
1863221887C1J014034Determinants of Pertamax Fuel Demand in PurwokertoPenelitian ini berjudul Permintaan BBM Pertamax di Purwokerto. Berawal dari data yang menunjukkan kenaikan permintaan BBM Pertamax di Indonesia dan Purwokerto, maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor apa saja yang berpengaruh terhadap permintaan BBM jenis Pertamax di Purwokerto dan faktor manakah yang paling berpengaruh terhadap permintaan. Data yang digunakan didalam penelitian ini merupakan data primer yang diambil dari 100 orang responden di Purwokerto dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda.
Hasil dari regresi menunjukkan bahwa faktor pendapatan dan jenis kendaraan berpengaruh terhadap permintaan Pertamax di Purwokerto, sementara faktor lain yaitu harga Pertamax, harga Pertalite dan tahun kendaraan tidak memiliki pengaruh terhadap permintaan Pertamax. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa jenis kendaraan merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap permintaan Pertamax diantara faktor lainnya.
Dari hasil penelitian yang telah ditemukan menunjukkan bahwa dalam tigkat harga berapapun, konsumen akan tetap membeli Pertamax dengan alasan kualitas. Hal ini juga berkaitan dengan tingkat pendapatan masyarakat karena harga Pertamax masih terjangkau oleh konsumen. Maka dari itu, dalam hal ini pemerintah harus lebih menggencarkan iklan mengenai dampak positif pemakaian Pertamax baik untuk mesin maupun lingkungan. Selain itu, pemerintah diharapkan lebih meningkatkan kualitas pelayanan serta pendistribusian.
This research title is Determinants of Pertamax Fuel Demand in Purwokerto. The background of this research start from a data that shows an increasing in Pertamax fuel demand in Indonesia and Purwokerto. This research is aim to analyze the effect of several factors such as Pertamax price, Pertalite price, income, year of vehicle and vehicle type on Pertamax fuel demand in Purwokerto and analyze which one is the most influencial factors on the Pertamax fuel demand using elasticity test. The data used in this research are primary data taken from 100 respondents all around Purwokerto then analyzed using multiple regression analysis.
The result of multiple regression analysis indicated that income and vehicle type have significant effect on Pertamax fuel demand in Purwokerto while the other factors such as Pertamax price, Pertalite price and year of vehicle have no influence on Pertamax demand in Purwokerto. This research also indicated that vehicle type was the most influencial factors on Pertamax demand.
From all the result that has been found, the result of regression shows that people in Purwokerto have a tendency to keep putting the quality at any price level set by the government. In this case government have to further intensify massively on advertising on good impact of Pertamax either for machine or environment and expected to improve better performance and quality either in terms of services on each gas station or oil distribution.
1863321888H1G012022EKSPRESI VITELLOGENIN IKAN NILEM (Osteochilus hasselti) PADA BAGIAN ORGAN-ORGAN TERTENTUVitellogenin merupakan protein yang berperan dalam proses vitellogenesis pada tahapan reproduksi. Vitellogenin merupakan glikoprotein fosfolipid yang berperan dalam produksi protein kuning telur yang penting untuk perkembangan embrio. Biota uji yang digunakan yaitu ikan nilem. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekspresi vitellogenin pada hipotalamus ikan nilem (Osteochillus hasselti), mengetahui ekspresi vitellogenin pada hati ikan nilem (Osteochillus hasselti) dan mengetahui ekspresi vitellogenin pada gonad ikan nilem (Osteochillus hasselti). Sampel RNA diisolasi dari otak, hati dan gonad ikan nilem, kemudian digunakan dalam amplifikasi RT-PCR lalu hasil amplifikasi dilakukan elektroforesis. Hasil dari penelitian ini adalah gen vitellogenin terekspresi pada otak dan hati dari ikan nilem. Nilai ekspresi gen vitellogenin pada otak yaitu 0.0487 dan nilai ekspresi gen vitellogenin pada hati yaitu 0.5954. Dalam penelitian ini gen vitellogenin pada gonad ikan nilem tidak terekspresi.Vitellogenin is a protein that plays a role in the process of vitellogenesis in the reproductive stage. Vitellogenin is a phospholipid glycoprotein that plays a role in the production of egg yolk proteins that are essential for embryonic development. Testing biota used is nilem fish. The aim of this study was to find out the expression of vitellogenin in the hypothalamus of nilem fish (Osteochillus hasselti), to know the expression of vitellogenin in liver of nilem fish (Osteochillus hasselti) and to know the expression of vitellogenin on gonad of nilem fish (Osteochillus hasselti). The RNA sample was isolated from the brains, liver and gonad of the nilem fish, then used in RT-PCR amplification and then the electrophoresis amplification result was performed. The results of this study were the vitellogenin gene expressed in the brain and liver of the nilem fish. The value of gene expression of vitellogenin in brain is 0.0487 and expression value of vitellogenin gene on liver is 0.5954. In this study the gene of vitellogenin in gonad of nilem fish is not expressed.
1863421895G1H012054HUBUNGAN STATUS GIZI DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN DISMENORE PADA SISWI DI SMA NEGERI 3 PURWOKERTOLatar Belakang : Dismenore adalah nyeri yang dirasakan sewaktu haid dengan gejala yang kompleks berupa kram perut bagian bawah yang menjalar ke punggung atau kaki. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan status gizi dan aktivitas fisik dengan kejadian dismenore.

Metodologi Penelitian : Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian studi analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 68 siswi, sampel diambil dengan menggunakan teknik sampling, yaitu Simple Random Sampling. Pengukuran status gizi menggunakan perhitungan IMT/U, aktivitas fisik menggunakan kuisioner IPAQ, dan dismenore menggunakan kuisioner. Analisis bivariat menggunakan ujichi-square.

Hasil : Tidak ada hubungan antara status gizi dengan kejadian dismenore (p>0,05). dan tidak ada hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian dismenore (p>0,05), status gizi dengan kejadian dismenore nilai p value 0.852. Aktivitas Fisik dengan kejadian dismenore nilai p value 0.117.

Kesimpulan : Tidak ada hubungan antara status gizi dengan kejadian dismenore. Tidak ada hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian dismenore.


Kata Kunci : Status Gizi, Aktivitas Fisik, Dismenore
Background: Dysmenorrhea is a pain that is felt during menstruation with complex symptoms of lower abdominal cramps that radiate to the back or legs. The aim of this research is to know the correlation between nutritional status and physical activity with dysmenorrhea incidence.

Method: This research use analytic study design research with cross sectional approach. Sample as many as 68 female students, the sample is taken by using sampling technique, that is Simple Random Sampling. Measurement of nutritional status using IMT / U calculation, physical activity using IPAQ questionnaire, and dysmenorrhea using questionnaire. Bivariat analysis used chi square test.


Results: There was no correlation between nutritional status and dysmenorrhea incidence (p> 0.05). and there was no relationship between physical activity and dysmenorrhea incidence (p> 0.05). Relation between nutritional status and dysmenorrhea p value 0.852. Relation between physical activity and dysmenorrhea p value 0.117.

Conclusion: There was no relation between nutritional status and dysmenorrhea incidence. There is no relation between physical activity and dysmenorrhea.


Keywords: Nutritional Status, Physical Activity, Dysmenorrhea
1863521896H1C014015ANALISA KOORDINASI ANTARA PMT DENGAN RECLOSER AKIBAT GANGGUAN ARUS HUBUNG SINGKAT PADA PENYULANG PBG-08 PT. PLN (PERSERO) RAYON PURBALINGGA AREA PURWOKERTO Pada sebagian orang di Indonesia, listrik merupakan kebutuhan pokok, baik dikalangan perindustrian, perkantoran, maupun rumah tangga. Dalam hal ini PT PLN (Persero) sebagai badan usaha negara dibidang tenaga listrik bertugas untuk melayani kebutuhan listrik di negara ini. Untuk menangani gangguan listrik dibutuhkan sebuah sistem yang andal, maka peran peralatan proteksi dengan koordinasi yang baik menjadi hal yang sangat penting. Sistem koordinasi proteksi yang terdapat di penyulang Purbalingga-08 pada proteksi utamanya yaitu, PMT (Pemutus Tenaga) dan recloser yang digunakan untuk menangani setiap gangguan yang muncul serta menjaga keandalan sistem. Sedangkan pada penyulang PBG-08, PMT (Pemutus Tenaga) dan recloser dalam tahun 2017 sudah trip mencapai angka 5 kali. Dari hasil analisis yang telah dilakukan, dengan Tms pada OCR di PMT outgoing yaitu 0,25 detik dan pada recloser 1 dan recloser 2 berturut-turut 0.14 detik dan 0,06 detik, waktu kerja yang didapatkan masih belum sesuai dengan standar jeda waktu yang baik. Nilai ∆t sebelum penyetelan ulang pada Ihs 3 fasa untuk zona antara PMT outgoing dan recloser 1 yaitu berkisar 0,15 – 0,17 detik, dan setelah dilakukan penyetelan ulang nilai ∆t berubah menjadi 0,40 – 0,43 detik. Hal ini sudah sesuai dengan standar yang diterapkan PLN, dimana jeda waktu yang baik antar peralatan proteksi yaitu 0,4 detik. Penyetelan waktu kerja sangat penting agar didapat jeda waktu yang sesuai, yang nantinya agar antar peralatan proteksi dapat bekerja dan berkoordinasi dengan baik dalam menangani gangguan yang terjadi.In some people in Indonesia, electricity is a basic requirement, both among industrial, offices, and households. In this case PT PLN (Persero) as public enterprises in the field of electricity duty to serve the electricity needs in the country. To deal with power failures required a system that is reliable, then the role of protective equipment with good coordination becomes very important. The coordination system of protection contained in the feeder Purbalingga-08 on its core protection, PMT and recloser used to handle any expected disruptions and maintain the reliability of the system. While the feeder PBG-08, PMT and recloser trip in 2017 already reached 5 times. From the analysis that has been done, with Tms on OCR in outgoing PMT is 0.25 seconds and the recloser 1 and recloser 2 respectively 0:14 seconds and 0.06 seconds, the working time is still not obtained in accordance with the standard time lag well , Value before reset on Ihs 3 phase for the zone between the PMT outgoing and Recloser 1 ranged from 0.15 to 0.17 seconds, and after resetting the value is changed into 0.40 to 0.43 seconds. This is in accordance with the standards applied PLN, where a good time lag between the protective device is 0.4 seconds. Adjustment of working time is crucial in order to obtain an appropriate lag time, which will inter protection equipment in order to work and coordinate well in handling disturbance.
1863621897F1F013028Symbols of Myth Depicted in Paulo Coelho's The AlchemistIrawan, Zuna Gayuh Candra. 2018. Symbols of Myth Depicted in Paulo Coelho’s The Alchemist. Program Studi Sastra Inggris. Jurusan Sastra Inggris. Fakultas Ilmu Budaya. Universitas Jenderal Soedirman. Purwokerto. Pembimbing: Rosyid Dodiyanto, S.S., M.Hum. dan Rizki Februansyah, S.S., M.A., Penguji Eksternal: Muhammad Taufiqurrohman, S.S., M.Hum.

Penelitian ini berjudul “Symbols of Myth Depicted in Paulo Coelho’s The Alchemist” bertujuan untuk mencari tahu makna dan mitos objek yang didefinisikan sebagai simbol dalam novel. Peneliti menggunakan metode kualitatif dalam menganalisis data. Data utamanya adalah novel The Alchemist karya Paulo Coelho. Peneliti menggunakan teori semiotika milik Saussure untuk mengetahui arti dari simbol yang terbagi menjadi penanda dan petanda berdasarkan konteks dalam cerita. Teori mitos juga digunakan untuk menemukan mitos yang menjadi latar belakang simbol-simbol dalam cerita. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada lima objek yang ditemukan dalam novel yang menjadi simbol mitos, yaitu: elang, batu Urim dan Tumim, batu Filsuf, domba, dan gelas kristal. Mitos Eropa dan Mesir adalah mitos yang terkait dengan simbol-simbol. Elang, batu Urim dan Tumim, dan batu Philosopher adalah simbol mitos dari Eropa, domba adalah simbol mitos dari Mesir dan gelas kristal adalah simbol mitos dari Eropa dan Mesir.

Kata Kunci: Teori Semiotika, Simbol, Mitos, The Alchemist karya Paulo Coelho.
Irawan, Zuna Gayuh Candra. 2018. Symbols of Myth Depicted in Paulo Coelho’s The Alchemist. English Literature Study Program. English Department. Faculty of Humanities. Jenderal Soedirman University. Purwokerto. Supervisors: Rosyid Dodiyanto, S.S., M.Hum. and Rizki Februansyah, S.S., M.A., External Examiner: Muhammad Taufiqurrohman, S.S., M.Hum.

This research entitled “Symbols of Myth Depicted in Paulo Coelho’s The Alchemist” aims to figure out the meaning and the myth of the objects defined as symbols in the novel. The researcher used qualitative method in analyzing the data. The primary data is Paulo Coelho’s The Alchemist novel. The researcher used Saussure’s semiotics theory to figure out the meaning of the symbol that is divided into the signifier and the signified based on the context in the story. Theory of myth is also used to discover the myth that becomes the background of the symbols in the story. The result shows that there are five objects found in the novel that becomes the symbols of myth; hawk, Urim and Thummim stones, Philosopher’s stone, sheep, and crystal glass. European and Egyptian myths are the myths that are related to the symbols. Hawk, Urim and Thummim stones and Philosopher’s stone are the symbols of European myth, sheep is the symbol of Egyptian myth and Crystal glass is the symbol of both European and Egyptian myth.

Keywords: Semiotics Theory, Symbol, Myth, Paulo Coelho’s The Alchemist.
1863721898C1F015065Pengaruh Sanksi Perpajakan, Pelayanan Fiskus, Kesadaran Wajib Pajak dan Kebijakan Tax Amnesty Terhadap Kepatuhan Pajak Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Sanksi Perpajakan, Pelayanan Fiskus, Kesadaran Wajib Pajak dan Kebijakan Tax Amnesty Terhadap Kepatuhan Pajak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh Wajib Pajak pada Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Barat. Metode pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Data dalam penelitian ini diperoleh dari kuesioner yang disebar kepada responden. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini adalah 89 orang. Pengujian hipotesis menggunakan analisis persamaan regresi linier berganda.
Terdapat 6 (enam) hipotesis dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hipotesis pertama (H1) yaitu sanksi perpajakan positif terhadap kepatuhan pajak, hipotesis kedua (H2) yaitu pelayanan fiskus tidak berpengaruh positif terhadap kepatuhan pajak, hipotesis ketiga (H3) kesadaran wajib pajak tidak berpengaruh positif terhadap kepatuhan pajak, hipotesis keempat (H5) tax amnesty tidak berpengaruh positif terhadap kepatuhan pajak, hipotesis kelima (H5) yaitu sanksi perpajakan, kesadaran pajak, pelayanan fiskus, dan kebijakan tax amnesty berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak secara simultan, dan hipotesis keenam (H6) yaitu tax amnesty variabel paling dominan terhadap kepatuhan pajak.
The purpose of this study was to examine the influence of tax penalties, fiscus service, taxpayer consciousness and tax amnesty policy towards tax compliance. This study uses a quantitative approach. The population of this study is all of taxpayer registered under Jakarta Barat Medium Tax Office. The sampling method is using simple random sampling. The data in this study were obtained from questionnaires distributed to respondents. The number of respondents were taken in this study is 89 taxpayer. Hypothesis testing using multiple linear regression analysis.
There are 6 (Six) hypothesis in this study. The results showed that first hypothesis (H1), tax penalties have a positive and significant impact on tax compliance, third hypothesis, second hypothesis (H2) fiscus service have a positive and significant impact on tax compliance, fourth hypothesis (H3) taxpayer consciousness have a positive but insignificant impact on tax compliance, fifth hypothesis (H4) tax amnesty have a positive but insignificant impact on tax compliance (H5) tax penalties, fiscus service, taxpayer consciousness and tax amnesty together have a simultaneous positive and significant impact on tax compliance, and the sixth hypothesis (H6) tax amnesty is the most dominant variable affecting tax compliance.
Keywords: tax penalties, fiscus service, taxpayer consciousness and tax amnesty policy, tax compliance.
1863821899F1B111020PENGARUH KEMAMPUAN KERJA DAN DISIPLIN KERJA DI KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/ BADAN PERTANAHAN NASIONAL KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini berjudul “Pengaruh Kemampuan Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Pegawai di Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional Kantor Pertanahan Kabupaten Banyumas”. Setiap organisasi baik pemerintah maupun swasta dalam mencapai tujuan organisasi tentu mengharapkan kinerja terbaik dari para pelaku organisasi agar kinerja organisasinya juga ikut meningkat. Dalam mencapai tujuan organisasi, sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting karena organisasi dikatakan efektif apabila sikap setiap individu di dalamnya mempunyai kinerja yang baik. Kantor Pertanahan Kabupaten Banyumas sebagai salah satu instansi atau organisasi pemerintah yang bergerak dalam pelayanan pertanahan dilingkup Kabupaten. Tujuan tersebut yang menjadi landasan untuk mengukur kinerja pegawai. Kemampuan kerja dan disiplin kerja merupakan dua hal yang mempengaruhi Kinerja Pegawai. Dengan demikian tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh antara kemampuan kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai di Kantor Pertanahan Kabupaten Banyumas.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif asosiatif dengan pendekatan metode survey, dengan teknik pengumpulan data melalui kueisoner, observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode analisis menggunakan perhitungan statistik Korelasi Kendall Tau-C, Korelasi Konkordansi Kendal W, dan Regresi Ordinal, dengan sasaran penelitian Pegawai Negeri Sipil di Kantor Pertanahan Kabupaten Banyumas sebanyak 83 pegawai.
Berdasarkan hasil analisis secara kuantitatif dalam penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut: (1) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Kemampuan Kerja terhadap Kinerja Pegawai sebesar 0,323 atau 32,3% (2) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Disiplin Kerja terhadap Kinerja Pegawai sebesar 26,8 atau 26,8% (3) Terdapat pengaruh yang signifikan antara Kemampuan Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Pegawai sebesar 0,464 atau 46,4%. Oleh karena itu keseluruhan hipotesis penelitian dapat diterima.
This research entitled "The Influence of Work Ability and Work Discipline on Employee Performance in Ministry of Agrarian Affairs and Spatial Planning/ National Land Agency Land Office of Banyumas Regency”. Every organization both government and private in achieving organizational goals would expect the best perfomance of the actors of the organization for the perfomance of the organization. In achieving organizational is said to be effective if the attitude of each individual in it has a good perfomance. Land Agency of Banyumas Regency is one of the government institutions or organizations in Banyumas Regency. This research purposes to know the basis for measuring employee performance. Working ability and work discipline are two things which affect Employee Performance. Thus this study purposes to determine how much influence between the ability of work and work discipline on the performance of employees in Ministry of Agrarian Affairs and Spatial Planning/ National Land Agency Land Office of Banyumas Regency.
This research uses quantitative research method associative with survey method approach and the data collection technique through questionnaire, observation, interviews, and documentation. The analytical methods are Kendall Tau-C correlation statistic, Correlation of Kendal W Constantiation, and Ordinal Regression, with the target of Civil Servant's research at Land Office of Banyumas Regency as many as 83 employees.
The results of quantitative analysis in this study can be explained as follows: (1) There is a positive and significant influence between Work Ability to Employee Performance of 0.323 or 32.3% (2) There is a positive and significant influence between the Work Discipline on Employee Performance of 26.8 or 26.8% (3) There is a significant influence between Work Ability and Work Discipline on Employee Performance of 0.464 or 46.4%. Therefore the whole research hypothesis is acceptable.
1863921900H1K012020PRODUKSI SUARA LOBSTER HIJAU PASIR (Panulirus homarus) BERDASARKAN FEEDING BEHAVIOR SKALA LABORATORIUMBioakustik adalah ilmu yang mempelajari tentang proses produksi dan penerimaan suara yang ditimbulkan oleh mahluk hidup, salah satu contohnya yaitu krustasea seperti lobster. Lobster Panulirus homarus merupakan biota nokturnal. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui produksi suara harian dan perbedaan produksi suara P. homarus berdasarkan feeding behavior. Penelititian ini menggunakan metode observasi, dengan teknik akustik pasif dengan menggunakan hydrophone. Pengambilan data suara dilakukan pada 3 ekor lobster dengan merekam dan mengamati tingkah laku selama 24 jam dengan tiga kali ulangan pada periode makan. Data yang dihasilkan kemudian dianalisis dan dibandingkan menggunakan Uji Wilcoxon. P. homarus menghasilkan tiga jenis suara, yaitu suara squeak, slow rattle, dan popping. Hasil uji Wilcoxon menunjukan adanya peningkatan Produksi suara pada periode makan. Jenis suara popping dihasilkan pada saat lobster keluar dari tempat perlindungannya, jenis suara squeak dihasilkan pada saat dalam keadaan terancam, dan jenis suara slow rattle mengalami peningkatan pada periode setelah pemberian pakan.Bioacoustics is the study of the process of production and acceptance of sound caused by living things, one example is crustaceans such as lobster. The lobster Panulirus homarus is a nocturnal biota. The purpose of this research is to know the production of daily sound and the difference of sound production of P. homarus basedon feeding behavior. This research uses observation method, with passive acoustic technique using hydrophone. Sound data collection is performed on 3 lobsters by recording and observing behavior for 24 hours with three repetitions during the feeding period. The resulting data is then analyzed and compared using the Wilcoxon Test. P. homarus produces three types of sound, which are Squeaksound, Slow rattle, and Click/Popping. Wilcoxon test results shows an increase in sound production after the period of eating. There is an increase in type of popping sound is generated when the lobster comes out of its shelter, the type of squeak sound produced when in a state of threat, and the type of slow rattle sound increases in the period after feeding.
1864022050D1B016024KADAR AIR DAN SUSUT BOBOT SOSIS DAGING ENTOK (Cairina moschata) DENGAN PENAMBAHAN PERSENTASE LEMAK SAPI YANG BERBEDAPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan lemak sapi terhadap kadar air susut bobot sosis daging entok. Materi yang digunakan meliputi daging entok jantan yang berumur 7-8 bulan, lemak sapi bagian abdomen, dan bumbu-bumbu. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen yang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Variabel yang diukur adalah kadar air dan susut bobot sosis daging entok. Perlakuan yang diuji terdiri dari P0 (sosis daging entok tanpa penambahan lemak), P1 (sosis daging entok dengan penambahan lemak sapi 10%), P2 (sosis daging entok dengan penambahan lemak sapi 20%) dan P3 (sosis daging entok dengan penambahan lemak sapi 30%). Setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan lemak sapi dengan persentase yang berbeda memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap kadar air dan susut bobot sosis. Rataan kadar air sosis daging entok P0, P1, P2 dan P3 masing-masing adalah 66,18% ; 63,65% ; 61,47%, dan 59,90%. Rataan susut bobot sosis daging entok P0, P1, P2 dan P3 masing-masing adalah 1,21% ; 1,67% ; 2,17% dan 3,96%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sosis daging entok dengan penambahan lemak sapi menghasilkan kadar air yang semakin menurun tetapi terjadi peningkatan susut bobot secara linear. The purpose of this study was to determine the effect of beef fat percentages on moisture content and weight loss of muscovy duck sausage. The material used was 7-8 month old male muscovy ducks, beef fat abdomen and spices. This study was designed using a completely randomized design. Variables were moisture content and weight loss. Treatments cosisted of P0 (0% addition of beef fat), P1 (10% addition of beef fat), P2 (20% addition of beef fat) and P3 (30% addition of beef fat). Each treatments repeated 5 times. Results showed that the addition of beef fat at different percentages significantly affected (P<0,01) moisture content and weight loss of muscovy duck sausage. The average moisture content of P0, P1, P2 and P3 were 66,18%; 63,65%; 61,47%, and 59,90% respectively. The average weight loss of P0, P1, P2 and P3 were 1,21%; 1,67%; 2,17% dan 3,96% respectively. It can be concluded that muscovy duck sausage added with beef fat decreased moisture content but increased weight loss, linearly.