Artikel Ilmiah : F1C014079 a.n. ASTRID DEVITASARI

Kembali Update Delete

NIMF1C014079
NamamhsASTRID DEVITASARI
Judul ArtikelStudi Fenomenologi Konsep Diri Sindhen di Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)Keberadaan sindhen di zaman modern ini semakin bergeser seiring dengan jarangnya pergelaran wayang kulit. Sindhen saat ini hanya dipandang sebelah mata oleh masyarakat, namun di sisi lain sindhen adalah seorang “superstar” di dalam pergelaran wayang. Kebanyakan sindhen mempunyai profesi lain seperti ibu rumah tangga, pelajar, ataupun pegawai negeri. Di Kabupaten Banyumas sesungguhnya mempunyai banyak sindhen. Terdapat sindhen lanang dan wadon, namun penelitian ini hanya terfokus pada sindhen wadon.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses menjadi sindhen dan konsep diri sindhen sebelum menjadi sindhen, pada saat nyinden dan setelah menjadi sindhen.

Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang mencari pemahaman mendalam, serta berusaha memahami arti peristiwa dan kaitannya terhadap orang-orang yang berada dalam situasi tertentu. Pemilihan informan adalah dengan teknik purposive sampling dengan kriteria: Sindhen yang berdomisili di Kabupaten Banyumas dan sudah berprofesi sebagai sindhen minimal sepuluh tahun.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada proses khusus untuk menjadi seorang sindhen. Seseorang hanya harus memiliki niat dan kerja keras untuk menjadi seorang sindhen serta ada yang menggunakan ritual khusus dan ada juga yang tidak menggunakan ritual khusus untuk menjadi seorang sindhen. Untuk dapat nyinden, seseorang dapat belajar secara otodidak maupun ikut grup karawitan ataupun menonton dari kaset-kaset.
Abtrak (Bhs. Inggris)The existence of sindhen in modern times is increasingly shifting along with the rarely performances of wayang kulit. Sindhen is currently viewed only by the eyes of the people, but on the other hand sindhen is a "superstar" in the wayang performance. Most sindhen have other professions such as housewives, students, or civil servants. In Kabupaten Banyumas actually has a lot of sindhen. There is sindhen lanang and wadon, but this research only focuses on sindhen wadon.

The study aims to determine the motivation and self-concept of sindhen before, becoming, at the time and after being a sindhen.

This research uses a qualitative methodology with a phenomenological approach that seeks deep understanding, and seeks to understand the meaning of events and their relation to people who are in certain situations. Selection of informants is by using purposive sampling technique with criteria: Sindhen domiciled in Banyumas Regency and has been working as a sindhen for at least ten years.

The results of this study indicate that there is no specific process to be a sindhen. One must only have the intention and hard work to become a sindhen and there is no special ritual to be performed by a sindhen. To be able to sing, one can learn self-taught or participate in karawitan groups or watch from the tapes.

Kata kunciSindhen, Wayang kulit, Konsep Diri, Banyumas.
Pembimbing 1Drs. Chusmeru, M.Si
Pembimbing 2Drs. Bambang Widodo, M.Par
Pembimbing 3Dr. Wiwik Novianti M.I.Kom
Tahun2018
Jumlah Halaman14
Tgl. Entri2018-05-25 12:06:46.766204
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.