Artikelilmiahs

Menampilkan 18.501-18.520 dari 50.060 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1850121780D1E013056HUBUNGAN FRAME SIZE TERHADAP BOBOT POTONG, BOBOT KARKAS, DAN PERSENTASE KARKAS SAPI POTONG PERANAKAN ONGOLE DI KABUPATEN BANYUMASPenelitian bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji pengaruh frame size terhadap bobot potong, bobot karkas, dan persentase karkas. Materi yang digunakan meliputi 30 ekor sapi Peranakan Ongole dengan umur berkisar 3 – 4 tahun atau telah memiliki sepasang gigi tetap dengan nilai frame size 120 – 150 cm. Dari hasil analisis menunjukan bahwa frame size berhubungan nyata terhadap bobot potong (P<0,01), dan bobot karkas (P<0,01), tetapi tidak berhubungan nyata terhadap persentase karkas (P>0,05). Persamaan regresi bobot potong Y = -489,51 + 6,51 X dengan R2 = 0,935, bobot karkas Y = -246,13 + 3,21 X dengan R2 = 0,940 dan persentase karkas Y = +45,21 – 0,023 X dengan R2 = 0,012. Penelitian dapat disimpulkan bahwa frame size memiliki hubungan yang sangat nyata terhadap bobot potong dan bobot karkas, akan tetapi tidak ada hubungan nyata terhadap persentase karkas sapi Peranakan Ongole.The aim of this research were to know and to study the relationship of frame size on slaughter weight, carcass weight, and carcass percentage. The material used consisted of 30 Ongole crossbreed cattle with age ranging from 3 to 4 or they had a pair of permanent teeth with frame size value 120 - 150. The results showed that from the data of 30 samples obtained the average slaughter weight of 346 ± 39.78 kg , carcass weight of 166.66 ± 19.60 kg and the percentage carcasses of 48.16 ± 1.24 %. The result showed that frame size was significantly correlated with slaughter weight (P<0.01), and carcass weight (P<0.01), but did not correlate significantly to carcass percentage (P>0.05). Slaughter weight Y = -489.51 + 6.51 X with R2 = 0,935, carcass weight Y = -246.13 + 3.21 X with R2 = 0,940 and carcase percentage Y = + 45.21 – 0.023 X with R2 = 0,012. It can be concluded that frame size has a very real relationship to the slaughter weight and carcass weight, but there is no real relationship to the percentage of Ongole cattle carcass.
1850222001G1F014038UJI TOKSISITAS SUBAKUT EKSTRAK ETANOL DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava) TERHADAP FUNGSI HEPAR TIKUS GALUR WISTARLatar Belakang : Daun jambu biji (Psidium guajava) mengandung flavonoid, fenol dan vitamin C yang memiliki aktivitas farmakologi sebagai antioksidan. Suatu obat yang telah terbukti memiliki manfaat farmakologi maka selanjutnya perlu dilakukan uji toksisitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek toksik subakut ekstrak etanol daun jambu biji terhadap kadar AST, ALT dan gambaran histologi hati tikus jantan dan betina galur Wistar.

Metode : Penelitian dilakukan dengan desain penelitian eksperimental laboratorium dengan metode Post test only controlled group design dengan rancangan acak lengkap (RAL). Penelitian dilakukan selama 28 hari, menggunakan 32 ekor tikus jantan dan 32 ekor tikus betina galur Wistar. Hewan uji dibagi menjadi 4 kelompok yang menerima perlakuan secara peroral. Kelompok kontrol menerima Na-CMC 1%, sedangkan kelompok perlakuan menerima ekstrak etanol daun jambu biji dengan dosis 250, 500 dan 750 mg/kgBB. Pada akhir periode penelitian dilakukan pengukuran kadar AST-ALT dan pengamatan terhadap gambaran histopatologi hati tikus. Kadar AST-ALT dibandingkan dengan kadar normal dan dianalisis secara statistik menggunakan SPSS for Windows, sedangkan gambaran histopatologi hati dijelaskan secara desktiptif dan dilakukan penilaian menggunakan system skoring Manja Roenigk dan dianalisis secara statistik.
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun jambu biji tidak memberikan pengaruh terhadap perubahan biokimia AST tikus jantan dan betina, sedangkan pada kadar ALT dan gambaran serta skor histologi hati belum dapat disimpulkan efek toksik subakut pengaruh pemberian berulang ekstrak etanol daun jambu biji pada tikus jantan dan betina karena pada kelompok kontrol tingkat kerusakan yang lebih tinggi.

Kesimpulan : Pemberian ekstrak etanol daun jambu biji selama 28 hari tidak menyebabkan perubahan biokimia pada AST tikus jantan dan betina.
Background : Psidium guajava leaves contain flavonoids, phenols, and vitamin C that have activity as antioxidant. A toxicity testing on particular drug that has been proven for contained pharmacological benefits is necessary to be done. The aim of this research is to know the effect of subacute toxicity from giving ethanol extract of guava leaves to AST, ALT level and also histological images of male and female Wistar strains.

Method : This reserach uses a laboratory experimental research design with a complete randomized design of post test only controlled group design.The research has done for 28 days, used 32 male and 32 female Wistar strains. The tested object divided into 4 groups which received peroral administration. Group control received Na-CMC 1%, while the administrated group received guava leaf ethanol extract in a dose of 250, 500 and 750 mg/kgBB. In the end of the research, the measurement and observation level of AST-ALT towards the histopathology of Wistar’s hepar has been done. AST-ALT level compared with normal level then analyzed statistically using SPSS for Windows, whereas the images of histopathology is described descriptively and considered using Manja Roenigk scoring system and analyzed statistically.

Result : The results showed that giving of guava ethanol extract did not cause biochemical changes to AST levels of male and female rats, whereas in ALT levels and histopathologic picture of liver of male and female rats can not be concluded subacute toxic effect of ethanol extract of guava leaves due to level of damage to higher control group.

Conclusion: Provision of guava ethanol extract for 28 days did not cause biochemical changes in male and female AST rats.
1850321781F1G013008Analisis Unsur Intrinsik dalam Novel Wajah Sebuah Vagina Karya Naning PranotoSkripsi ini berjudul “Analisis Unsur Intrinsik dalam Novel Wajah Sebuah Vagina karya Naning Pranoto”. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui struktur dalam novel Wajah Sebuah Vagina karya Naning Pranoto. Penelitian ini menggunakan tinjauan struktur yang terdiri dari tema, alur, tokoh dan penokohan, latar atau setting, sudut pandang atau point of view dan amanat. Manfaat penelitian ini yaitu untuk perkembangan ilmu sastra khususnya tentang unsur intrinsik pada novel. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, yaitu mendeskripsikan struktur novel fiksi. Sumber data yang digunakan adalah novel Wajah Sebuah Vagina karya Naning Pranoto
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik membaca dan mencatat. Teknik analisis data yang digunakan adalah mendeskripsikan dan menganalisis struktur novel Wajah Sebuah Vagina karya Naning Pranoto. Selanjutnya data dianalisis berdasarkan struktur yang meliputi tema, alur, tokoh dan penokohan, latar atau setting, sudut pandang atau point of view dalam novel Wajah Sebuah Vagina.
Hasil penelitian ini dapat ditemukan tema yang terdapat dalam novel Wajah Sebuah Vagina adalah kekerasan seksual yang dialami tokoh utama, sedangkan tema tambahan pada novel Wajah Sebuah Vagina ada tujuh tema tambahan. ‘kepedulian’, ‘penyesalan’, ‘keputusasaan’, ‘kebahagiaan’, ‘ketakutan’, ‘kecemasan’, ‘emosional’.




The research is entitled” Analisis Unsur Intrinsik dalam novel “Wajah Sebuah Vagina” written by Naning Pranoto. The purpose of this research is to examine the structure contained in the novel “Wajah Sebuah Vagina” written by naning Pranoto. This research employs a structural perspective covering theme, plot, character, characterization, setting, point of view, and moral value. The research significanse is to develop the literary sciences, especially on novel themes. This descriptive-qualitative research describes the structures of this fiction. The data source is the novel”Wajah Sebuah Vagina” written by Naning Pranoto.
The research data are collected by reading and writing techniques. The data are then analyzed by describing and analyzing the structure of the novel “Wajah Sebuah Vagina” written by Naning Pranoto. After the analysis is conducted on the structure of themes, plot, character, characterization, setting, moral value, and point of view, the themes of the novel “Wajah Sebuah Vagina” written by Naning Pranoto are eventually found.
The results of this study can be found the theme contained in that novel is a sexsual harassment experienced by the main character, while the other seven additional themes include ʻawarenessʼ, ʻregretʼ, ʻdespairʼ, ʻhappinessʼ, ʻfearʼ, ʻanxietyʼ, ʻand ʻemotional feeling’.

1850421782E1A012295ANALISIS YURIDIS TERHADAP KEWENANGAN BADAN PENYELESAIAN SENGKETA KONSUMEN (BPSK) TANJUNG BALAI BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN DALAM PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR 913 K/PDT.SUS-BPSK/2016
ABSTRAK


Timbulnya permasalahan Sengketa Konsumen antara Pemohon Keberatan dan Termohon Keberatan sesuai dengan pengaduan Termohon Keberatan selaku Konsumen/Debitur PT Adira Dinamika Multi Finance, Tbk. Cabang Tanjung Balai pada Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Pemerintah KotaTanjung Balai, sehingga pada tanggal 14 Maret 2016 (sesuai uraian di dalam putusan BPSK Kota Tanjung Balai) dilakukan pra sidang akan tetapi Pemohon Keberatan tidak menghadirinya, dengan alasan pemanggilan persidangan tidak patut dan lagipula permasalahan a quo bukanlah kewenangan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Tanjung Balai.
Metode pendekatan yang dipakai adalah yuridis normatif yaitu metode pendekatan menggunakan konsep legisme yang positivistis. Konsep ini hukum dipandang identik dengan norma-norma tertulis yang dibuat dan diundangkan oleh lembaga atau pejabat negara yang berwenang dan melihat hukum sebagai suatu sistem normatif yang mandiri, bersifat tertutup dan terlepas dari kehidupan masyarakat yang nyata.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Putusan Mahkamah Agung Nomor 913 K/Pdt.Sus-BPSK/2016 memutuskan bahwa BPSK Tanjung Balai berwenang memutuskan perkara antara M. Ridwan Sitorus dengan PT. Adira Dinamika Multi Finance, Tbk. Sengketa tersebut bukan merupakan sengketa konsumen, perkara antara M. Ridwan Sitorus dengan PT. Adira Dinamika Multi Finance, Tbk. adalah murni hubungan hukum keperdataan yang tunduk pada hukum perjanjian, yaitu masalah wanprestasi, maka sengketa harus diselesaikan oleh Pengadilan Negeri bukan oleh Badan Penyelesian Sengketa Konsumen (BPSK).

Kata kunci : Kewenangan, BPSK, Perlindungan Konsumen

ABSTRACT




The incidence of Consumer Dispute between the Objection Appellant and the Respondent Objection in accordance with the complaint of the Respondent Objection as the Consumer / Debtor PT Adira Dinamika Multi Finance, Tbk. Branch of Tanjung Balai at the Consumer Dispute Settlement Board (BPSK) of the Municipal Government of Balai Peninsula, so that on March 14, 2016 (as described in the decision of BPSK Kota Tanjung Balai) was pre-trialed but the Objection Appeals did not attend, for reasons of improper trial summing and moreover the a quo issue is not the authority of the Consumer Dispute Settlement Agency (BPSK) of Tanjung Balai City.
Approach method used is normative juridical that approach method use positivistis concept of legism. This concept of law is seen as synonymous with the written norms that are created and enacted by authorized state institutions or authorities and view the law as an independent normative system, closed and independent of real life.
Based on the result of the research, it can be concluded that the Supreme Court Decision Number 913 K / Pdt.Sus-BPSK / 2016 decided that BPSK Tanjung Balai has the authority to decide the case between M. Ridwan Sitorus and PT. Adira Dinamika Multi Finance, Tbk. The dispute is not a consumer dispute, the case between M. Ridwan Sitorus and PT. Adira Dinamika Multi Finance, Tbk. is purely a civil law relationship subject to the treaty law, namely the issue of default, then the dispute must be settled by the District Court rather than by the Consumer Dispute Settlement Agency (BPSK).


Keywords: Authority, BPSK, Consumer Protection

1850521783E1A014196TALAK BA’IN SUGHRAA
(Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Agama Kolaka
Nomor 0034/Pdt.G/2017/PA.Klk)
Pada Pasal 6 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan (selanjutnya disebut Undang-undang Perkawinan) disebutkan bahwa perkawinan didasarkan atas persetujuan kedua calon mempelai. Syarat tersebut merupakan syarat penting agar tujuan perkawinan pada Pasal 1 Undang-undang Perkawinan dapat terwujud.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan cerai gugat dalam Putusan Pengadilan Agama Kolaka Nomor 0034/Pdt.G/2017/PA.Klk. Penelitian ini menggunakan metode pendekadan yuridis normatif, spesifikasi penelitian preskriptif, pengumpulan data dengan inventarisasi dan analisis data normatif kualitatif.
Majelis Hakim dalam mengabulkan cerai gugat dalam Putusan a quo mendasarkan pada ketentuan Pasal 19 huruf f PP No. 9 Tahun 1975 jo. Pasal 116 huruf f KHI. Dalam pertimbangannya, Majelis Hakim sebaiknya memasukan Pasal 6 ayat (1) Undang-undang Perkawinan dan Pasal 119 ayat (2) huruf a KHI.
In Article 6 paragraph (1) of Law Number 1 Year 1974 concerning Marriage (hereinafter referred to as Marriage Law), relating to the marriage of reserves over the two bride-to-be. These conditions are important for the purposes of marriage in Article 1 of the Marriage Act can be realized.
The purpose of this study is to determine the legal opinion in granting divorce in the ruling of the Kolaka Religious Courts Number 0034 / Pdt.G / 2017 / PA.Klk. This study uses a short and normative juridical method, prescriptive research specifications, collecting data with inventory and analyzing qualitative normative data.
The Panel of Judges in granting divorce in the a quo Decision based on the provisions of Article 19 letter f of PP. 9 of 1975 jo. Article 116 letter f KHI. In its consideration, the Panel of Judges stipulates the inclusion of Article 6 paragraph (1) of the Marriage Law and Article 119 paragraph (2) letter a of KHI.
1850621093H1A013056EKSTRAKSI ZAT WARNA KAYU SECANG (Caesalpinia sappan L.) DAN APLIKASINYA SEBAGAI INDIKATOR UNTUK DETEKSI UREAAnalisis urea merupakan salah satu parameter penting dalam pemeriksaan kesehatan, salah satunya untuk mendeteksi adanya penyakit ginjal dan hati, hal ini berpengaruh pada pengembangan biosensor urea. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak batang secang (Caesalpinia sappan L.) sebagai indikator biosensor urea. Pembuatan biosensor urea ini dapat dilakukan dengan mengekstrak batang secang menggunakan pelarut akuades dan pelarut campuran etanol-HCl. Ekstrak diuji potensinya sebagai indikator biosensor urea menggunakan Amonium Hidroksida dan diamati perubahan warnanya dengan spektrofotometer. Karakterisasi zat warna ekstrak batang secang meliputi stabilitas terhadap pH, oksidator-reduktor, suhu, dan penyimpanan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kolorimetri. Hasil karakterisasi zat warna pada pelarut etanol-HCl diperoleh ekstrak berwarna merah pekat, dan pada pelarut akuades ekstrak berwarna jingga pekat. Hasil karakterisasi batang secang dengan pelarut akuades maupun etanol-HCl, stabil pada pH 6. Pada penambahan reduktor, ekstrak batang secang dengan pelarut akuades dan etanol-HCl stabil, pada penambahan oksidator, ekstrak batang secang dengan pelarut akuades dan etanol-HCl tidak stabil. Pada pengujian pemanasan terhadap zat warna ekstrak batang secang dengan pelarut etanol-HCl stabil pada suhu ruang, 40 °C, dan 60 °C, sedangkan untuk ekstrak batang secang dengan pelarut akuades, stabil pada suhu ruang. Pada pengaruh lama penyimpanan, ekstrak batang secang dengan pelarut akuades tidak stabil, namun ekstrak secang pelarut etanol-HCl stabil. Ekstrak batang secang pelarut etanol-HCl memiliki sensitifitas yang tinggi (y = 106,01x - 0,264 dengan nilai R2 = 0,962) dan rentang pengukuran yang lebih luas (2-10 mM), sedangkan pada ekstrak batang secang pelarut akuades memiliki sensitifitas yang lebih rendah (y = 96,957x + 0,482 dengan nilai R2 = 0,955) dan rentang pengukuran sempit (1-5 mM).Urea analysis is one of the important parameters in health examination, one of them is to detect the existence of kidney and liver disease, this has an effect on the development of urea biosensor. This study aims to determine the potential of secang stem extract (Caesalpinia sappan L.) as an indicator of urea biosensor. The urea biosensor was prepared by extracting the stem secang using pure water and ethanol:HCl. The extract was then tested its potential as an indicator of urea biosensor using Ammonium Hydroxide and the color change was measured by a spectrophotometer. Characterization of the extract of stem secang was performed including stability to pH, oxidizing & reducing agent, temperature, and storage. The results of the characterization of stem secang with pure water and ethanol-HCl solvents were stable at pH 6, addition of reducing, secang stem extract with pure water solvent and stable ethanol-HCl, on the addition of the oxidant with secang stem extract with pure water solvent and the unstable ethanol-HCl. In the heating test of dye extract of secang stem with ethanol-HCl solvent stable at room temperature, 40 ° C, and 60 ° C, while for secang stem extract with pure water, stable at first hour room temperature only. On the effect of storage duration, both the secang stem extract with pure water and the unstable ethanol-HCl solvent. Stem extract of ethanol solvent: HCl has high sensitivity (y = 106,01x - 0,264 with value R2 = 0,962) and wider measurement range (2-10 mM), whereas on stem extract of solvent Ida solvent has lower sensitivity (y = 96,957x + 0,482 with value R2 = 0,955) and narrow measurement range (1-5 mM) compared with stem extract of secang on aquadest solvent.
1850721789A1H013028PEMBUATAN BIOETANOL DARI PELEPAH NIPAH DENGAN HIDROLISIS MENGGUNAKAN ENZIM SELULASE DARI RUMEN SAPI DAN FERMENTASI DENGAN MIKROBA S.cerevisiaeBioetanol merupakan produk yang bahan bakunya dapat dibagi menjadi tiga kelompok yaitu bahan bersukrosa, bahan berpati, dan bahan berselulosa. Nipah adalah sejenis palem (palma) yang banyak tumbuh disekitar hutan mangrove. Bagian nipah yang dapat dimanfaatkan adalah buah dan nira sedangkan pelepah nipah yang memiliki kadar selulosa yang cukup tinggi belum termanfaatkan secara maksimal. Salah satu sumber enzim yang murah dan dapat dimanfaatkan dengan mudah untuk proses hidrolisis adalah enzim dari cairan rumen sapi. Cairan rumen mengandung mikroba yang menghasilkan berbagai enzim pendegradasi serat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis enzim selulase pada proses hidrolisis, dan mengetahui konsentrasi ragi dan lama fermentasi untuk menghasilkan bioetanol yang optimum. Penelitian ini memiliki dua faktor yaitu konsentrasi mikroba dan lama fermentasi. Konsentrasi mikroba S.cerevisiae yang digunakan adalah 12,5%, 25%, dan 37,5%. Waktu fermentasi yang digunakan yaitu 4, 6, dan 8 hari. Kadar gula reduksi setelah hidrolisis tertinggi sebesar 0,49% (m/v). Hasil analisis menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi S. cerevisiae 37,5% (v/v) dengan waktu fermentasi 196 jam menghasilkan bioetanol paling tinggi dengan kadar sebesar 0,75% (v/v) dan kadar gula reduksi sesudah fermentasi 0,69 % (m/v).Bioethanol is a product whose raw material can be divided into three groups: ingredients of sucrose, starchy material, and cellulosic material. Nypa fruticans is a kind of palm that grows around the mangrove forest. Nypa fruticans parts that can be utilized are fruit and juice, while the Nypa fruticans bark which has a high enough cellulose content has not been fully utilized. One source of the enzyme that is cheap and can be used easily for the process of hydrolysis is the enzyme of rumen cow fluid. Rumen fluid contains microbes that produce various fiber-degrading enzymes. This research has two factors, namely microbial concentration and fermentation length. The concentrations of S. cerevisiae microbes used were 12.5%, 25%, and 37.5%. The fermentation time used was 4, 6, and 8 days. Reduced sugar content after hydrolysis was highest at 0.49% (m / v).The results showed that the treatment of S. cerevisiae concentration of 37.5% (v/v) with the fermentation time of 96 hours resulted in the highest bioethanol with level of 0.75% (v/v) and the reduction of sugar content after fermentation 0.69% (m/v).
1850821775F1G014039Analisis Semantik pada Penamaan Penginapan di Kabupaten BanyumasPenelitian ini berjudul “Analisis Semantik pada Penamaan Penginapan di
Kabupaten Banyumas”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk,
makna, referen, dan jenis penamaan yang terdapat pada nama-nama penginapan di
Kabupaten Banyumas. Bentuk penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif.
Sumber data pada penelitian ini adalah seluruh nama penginapan yang terdaftar
resmi pada Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Banyumas.
Metode yang digunakan untuk mengumpulan data adalah metode cakap dan
simak. Metode cakap diwujudkan dengan teknik dasar yaitu tenik pancing,
sedangkan teknik lanjutannya yaitu cakap bertemu muka dan teknik cakap tak
bertemu muka. Pada metode simak diwujudkan dengan teknik dasar yaitu teknik
sadap, sedangkan teknik lanjutannya yaitu teknik simak libat cakap. Penerapan
dari kedua metode tersebut disertai dengan teknik rekam dan teknik catat. Metode
angket atau kuisioner juga digunakan dengan cara menyebar angket atau kuisioner
kepada seluruh penginapan di Kabupaten Banyumas yang menjadi data penelitian.
Analisis data yang dilakukan menggunakan metode padan, dengan teknik pilah
unsur penentu sebagai teknik dasar dan teknik hubung banding membedakan
sebagai teknik lanjutan. Penyajian hasil analisis data pada penelitian ini
menggunakan metode penyajian informal yaitu penyajian dengan penulisan kata-
kata biasa.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa data yang digunakan berjumlah
78 (tujuh puluh delapan) nama penginapan di Kabupaten Banyumas. Penggunaan
bahasa yang digunakan pada penamaan penginapan di Kabupaten Banyumas
terdapat (46) menggunakan bahasa Indonesia, (15) menggunakan bahasa
Sansekerta dan daerah, dan (17) menggunakan bahasa asing. Bentuk penamaan
pada penginapan di Kabupaten Banyumas terdapat tujuh bentuk penamaan, yaitu
(25) kata tunggal, (2) kata kompleks, (13) kata majemuk, (8) frasa endosentrik
koordinatif, (19) frasa endosentrik atributif, (2) frasa endosentrik abreviasi, (2)
singkatan, dan (7) akronim. Makna dan referen pada penamaan penginapan di
Kabupaten Banyumas meliputi makna leksikal yang diperoleh melalui kamus dan
makna referensial atau nonreferensial yang diperoleh berdasarkan keterangan
pihak penginapan, dan referen atau acuan penamaan penginapan diperoleh melalui
keterangan pihak penginapan. Terdapat lima jenis penamaan yang digunakan pada
penginapan di Kabupaten Banyumas, yaitu (26) berdasarkan penyebutan sifat
khas, (10) berdasarkan tempat asal, (29) berdasarkan keserupaan, (6) pemendekan,
dan (7) berdasarkan penemu dan pembuat.

Kata kunci: semantik, bentuk satuan bahasa, penamaan, penginapan
This research entitled "Analisis Semantik pada Penamaan Penginapan di
Kabupaten Banyumas". This study is aimed to describe the form, meaning,
referent, and types of name which are contained in the names of lodging in
Banyumas Regency. The form of this research is qualitative descriptive. Sources
of data in this research are all the names of lodges that are registered officially in
the Department of Youth, Sports, and Tourism of Banyumas Regency. The data
collection methods are conversation and observation method. The basic technique
of conversation method is fished method, while the continued techniques are face-
to-face conversation and not face-to-face conversation. The observation method is
manifested with the basic technique which is tap technique, while continued tap
technique are the techniques of conversation observation. The application of both
the methods is accompanied by record and note techniques. Questionnaire
method is also used by spreading questionnaires to all lodges in Banyumas
Regency which become data of the research. The data analysis is done by using
the method of padan, with the technique of decisive the determinant element as the
basic technique and technique of comparing difference as the continued
technique. The result of the data analysis uses the informal method which is
presenting by the writing of ordinary words.
The result of this research indicates that the data are 78 (seventy eight)
lodging names in Banyumas Regency. The language use in naming lodging in
Banyumas Regency is (46) using Indonesian, (15) using Sanskrit and local, and
(17) using foreign language. There are seven forms of naming, namely (25) single
words, (2) complex words, (13) compound words, (8) coordinate endocentric
phrases, (19) attributive endocentric phrases, (2) endocentric phrases
abbreviation, (2) abbreviations, and (7) acronyms. The meanings and references
on the naming of lodging in Banyumas Regency include lexical meanings which
are obtained through dictionaries and referential or non-referential meanings
based on the description by the lodging staff, and the reference of the lodging is
obtained from the lodging staff’s statement. There are five types of naming that is
used in lodging in Banyumas Regency, namely (26) based on the mention of
distinctive properties, (10) based on origin, (29) based on similarity, (6)
shortening, and (7) based on inventor and maker.

Keywords: semantics, language unit form, naming, lodging
1850922044C1C014104ANALISIS PENGARUH PENERAPAN SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL PEMERINTAH, GAYA KEPEMIMPINAN, BUDAYA ORGANISASI, LOCUS OF CONTROL, DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP KINERJA UNIT PENGADAAN BARANG/JASA
(STUDI PADA ORGANISASI PERANGKAT DAERAH PEMERINTAH KOTA TEGAL)
Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh sistem pengendalian internal pemerintah, gaya kepemimpinan, budaya organisasi, locus of control, dan komitmen organisasi terhadap kinerja pada Unit Pengadaan Barang/Jasa Organisasi Perangkat Daerah Kota Tegal. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh OPD Kota Tegal sesuai dengan Peraturan Daerah Kota Tegal Nomor 4 Tahun 2016 Pasal 2 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kota Tegal. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan membagikan kuesioner kepada pegawai yang terkait dengan pengadaan barang dan jasa pada 23 OPD Kota Tegal. Pengujian data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan regresi partial least squares. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa sistem pengendalian internal pemerintah, budaya organisasi, locus of control, dan komitmen organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja Unit Pengadaan Barang/Jasa OPD Kota Tegal, sedangkan gaya kepemimpinan tidak berpengaruh terhadap kinerja Unit Pengadaan Barang/Jasa OPD Kota Tegal. This study is aimed at examining the effect of government’s internal control, leadership style, organizational culture, locus of control, and organizational commitment to the performance of Procecurement of Goods/Services Unit in Organisasi Perangkat Daerah (OPD) of Tegal City. The samples of this study are all OPD of Tegal City based on Regional Regulation of Tegal City No. 4 of 2016 Article 2. Data was collected by distributing questionnaires to the employees who are in charge in the Procecurement of Goods/Services Unit in 23 OPD of Tegal City. Partial least squares regression was employed to analyze the data. The results of this study show that government’s internal control, organizational culture, locus of control, and organizational commitments have positive and significant effects to the performance of Procecurement of Goods/Services Unit in OPD of Tegal City, however leadership style has no effect to the performance of Procecurement of Goods/Services Unit in OPD of Tegal City.
1851022002F1C014053PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN DENGAN PRODUK KANGEN WATER TERHADAP PERILAKU MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN PENYAKIT DI KOTA CILACAPKesehatan merupakan hal yang sangat penting bagi makhluk hidup terutama bagi manusia. Upaya untuk menjaga kesehatan merupakan kegiatan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat. Untuk memaksimalkan kesehatan pada masayarakat, perlu diadakan tentang penyuluhan kesehatan baik itu dari dinas kesehatan maupun dari komunitas tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa kuat penyuluhan kesehatan dengan produk Kangen Water terhadap perilaku masyarakat di Kota Cilacap. Teori dalam penelitian ini menggunakan teori kemungkinan elaborasi (Elaboration Likeehood Theory)
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif serta metode survei (kuesioner). Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah masyarakat yang mengikuti penyuluhan kesehatan dengan produk Kangen Water di bulan Maret 2018 dengan menggunakan teknik total sampling atau sampel jenuh. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan korelasi product moment dan regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh kesehatan dengan produk Kangen Water, hal ini dibuktikan dengan uji korelasi product moment yang memperoleh angka 0,775 yang mempunyai interpretasi kuat dalam korelasi produk moment. Dengan demikian, Ha diterima yaitu terdapat pengaruh penyuluhan kesehatan dengan produk Kangen Water terhadap perilaku masyarakat dalam pencegahan penyakit di Kota Cilacap dengan signifikan 0,000 < 0,05.
Health is very important for living things, especially for humans. Efforts to maintain health done by government and society are one of activities to maintain and improve the health itself. To maximize the health of the community, health counseling either from the health service or from a particular community needed to be held. This study aimed to find out how much effective health counseling with Kangen Water products on community behavior in the City of Cilacap. The theory of Elaboration Likeehood was the theory used in this study.
Quantitative approach and survey method (questionnaire) was used as the method in this research. Population and sample in this research was community who attended health counseling with Kangen Water product in March 2018 by using total sampling technique or saturated sample. Data analysis in this research used product moment correlation and simple regression. The results showed that there were health effects with the product Kangen Water, this was evidenced by the product moment correlation test that obtained the number 0.775 which had a strong interpretation in the product moment correlation. Thus, Ha was accepted, it meant that there was an effect given from the health counseling with Kangen Water products on community behavior in the prevention of disease in the City of Cilacap with significant 0.000 <0.05.
1851122003G1F014008Uji Toksisitas Subakut Ekstrak Etanol Daun Jambu Biji (Psidium guajava) Terhadap Fungsi Ginjal Tikus WistarLatar Belakang : Daun jambu terbukti memiliki aktivitas farmakologi sebagai antialergi. Telah dilakukan uji toksisitas akut yang menunjukkan bahwa Ekstrak Etanol Daun Jambu Biji (EEDJB) aman untuk digunakan dengan nilai LD50 >2000 mg/kg. Penelitian ini berutujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian EEDJB selama 28 hari terhadap kadar kreatinin dan gambaran histopatologi organ ginjal, serta mengetahui hubungan antara dosis dengan efek toksik yang ditimbulkan.

Metode : Penelitian eksperimental laboratorium dengan metode Post test only controlled group design, rancangan acak lengkap (RAL). Sebanyak 32 ekor tikus jantan dan 32 ekor tikus betina galur wistar digunakan dalam penelitian ini yang dibagi menjadi 4 kelompok yaitu satu kelompok kontrol Na-CMC 1% dan tiga kelompok perlakuan EEDJB dosis 250, 500 dan 750 mg/kgBB. Pemberian EEDJB dan Na-CMC 1% dilakukan secara peroral selama 28 hari. Pengamatan data kadar kreatinin dibandingkan dengan kadar kreatinin normal kemudian dinalisis menggunakan uji one-way ANOVA dan Krusikal Wallis. Histopatologi organ ginjal dijelaskan secara deskriptif dan dinilai menggunakan sistem skoring Canales et al. (2012) kemudian dianalisis secara statistik.

Hasil : Kadar kreatinin pada semua kelompok perlakuan maupun kelompok kontrol melebihi kadar normal kreatinin, tetapi belum sampai pada nilai yang menunjukkan suatu gangguan fungsi ginjal. Analisis statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan (p>0,05) dari masing-masing kadar kreatinin tikus jantan dan betina antar kelompok, yang memperlihatkan bahwa tidak terjadi perubahan biokimia organ ginjal. Gambaran dan skor histopatologi ginjal menunjukkan adanya perubahan histopatologi pada semua kelompok, termasuk kelompok kontrol, sehingga belum dapat disimpulkan pengaruh pemberian EEDJB terhadap histopatologi organ ginjal.

Kesimpulan : belum dapat disimpulkan mengenai efek toksik subakut EEDJB terhadap organ ginjal tikus jantan dan betina galur wistar.
Background: Guava leaves have been proved to pharmacologically actives as anti-allergy. An acute toxicity testing
showed that Ethanol Extract of Common Guava Leaves (EECGL) with proximately LD50 of 2000 mg/kg is safe to
be used. This research objective is to study the effect of EECGL administration for 28 days to the creatinine level
and the histopathological image of the kidney, and also to figure out the relation between the dose and the inflicted
toxic effect.
Method: The laboratory experimental research is done with Post test only controlled group design, completely
randomized design (CRD). The total numbers of wistar rat strains used for this research are 32 male and 32 female
rats which are divided into 4 groups; 1 Na-CMC 1% control group and 3 groups that are administered with 250, 500
and 750 mg/kgBB dose of EECGL. The administration of EEGL and NA-CMC 1% is done peroral for 28 days. The
data observation of creatinine level compared to normal creatinine level is analyzed with ANOVA one-way testing
and Krusikal Wallis. The histopathology of the kidney is explained descriptively and considered using Canales et al.
(2012) scoring system which then analyzed statistically.
Result: Creatinine level on all of the administered groups as well as the control group raised above normal creatinine
level, but not to a level that show a disturbance of kidney function. Statistical analysis show that there is no
significant difference (p&gt;0, 05) from each male and female rats’ creatinine level of each group which mean that
there is no bio chemistry change on the kidney. The histopathology image produced and the scoring result also do
not show any histopathology change on the kidney of the EEMGGL administered group.

Conclusion:it can not be concluded about the subacute toxic effects of EEDJB on the renal and female kidney organ of the wistar strain.
1851222056C1C014057Analisis Pendapatan Accrual Basis dan Cash Basis dalam Laporan Keuangan Pemerintah Daerah di Jawa TengahPenelitian ini bertujuan untuk meneliti pendapatan accrual basis (pendapatan-LO) dan cash basis (pendapatan-LRA) dalam laporan keuangan daerah di seluruh pemerintah kabupaten/kota di Jawa Tengah. Data penelitian ini adalah Laporan Keuangan Pemerintah Daerah seluruh pemerintah kabupaten/kota di Jawa Tengah tahun anggaran 2014, 2015 dan 2016 yang diperoleh dari BPK Perwakilan RI di Semarang. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan untuk pengujian hipotesis digunakan uji t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pendapatan-LRA sebelum dan sesudah penerapan SAP berbasis akrual, tidak terdapat perbedaan yang sginifikan antara pendapatan-LO dan pendapatan-LRA pasca penerapan SAP berbasis akrual, dan kinerja pemerintah termasuk ke dalam kategori sangat efektif namun hasilnya lebih baik jika diukur menggunakan pendapatan akrual.
Kata kunci : pendapatan basis akrual, pendapatan basis kas, SAP berbasis akrual, pendapatan-LRA dan pendapatan-LO, serta rasio efektivitas.
The aims of this study are to examine the accrual basis income (LO-income) and income cash basis (LRA-income) in the regional financial statements in all district / municipal governments in Central Java. The data of this study is the Local Government Financial Statement of all district / municipal governments in Central Java for fiscal year 2014, 2015 and 2016, obtained from BPK Perwakilan RI in Semarang. The sampling technique that used in this study is purposive sampling and for testing hypothesis used t test. The results of this study indicate that there is a significant difference between LRA-earnings before and after the accrual-based SAP implementation, there is no significant difference between LO-income and LRA-earnings after the accrual-based SAP application, and government performance falling into the category of highly effective yet the result is better if measured using the accrual income.

Keywords : accrual basis income, cash basis income, accrual-based SAP, LRA-income and LO-income, and effectiveness ratio.
1851321786E1A014186WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN BANGUN GUNA SERAH (BUILD OPERATE TRANSFER/BOT)
(Tinjauan Yuridis Putusan Nomor 1756 K/Pdt/2016)
Penelitian ini bertujuan menganalisis konstruksi hukum perjanjian bangun guna serah dan pertimbangan hukum hakim dalam mengkualifisir wanprestasi dalam perjanjian bangun guna serah dalam Putusan Nomor 1756 K/Pdt/2016.
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dan menggunakan data sekunder dengan menggunakan bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Data disajikan secara sistematis, dan analisis data dilakukan secara normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, perjanjian bangun guna serah temasuk ke dalam perjanjian tidak bernama yang tunduk pada ketentuan umum titel I, II, dan IV buku III KUH Perdata, perjanjian timbal balik dan perjanjian formil berdasarkan PP Nomor 6 Tahun 2006. Putusan Pengadilan Negeri Nomor 21/Pdt.G/2014/PN.Met menyatakan tergugat wanprestasi telah sesuai pasal 1238 KUH Perdata, pendapat J. Satrio tentang wanprestasi dan pasal 1267 KUH Perdata. Putusan Pengadilan Tinggi Tanjungkarang Nomor 56/Pdt/2015/PT.TJK dan Putusan Mahkamah Agung 1756 K/Pdt/2016 tidak tepat, karena tidak sesuai dengan konsep exceptio non adimpleti contractus.
This research aims to analysis a construction law of contract build operate transfers and judge’s legal consideration to qualifying wanprestatie in the contract build operate transfers in a verdict number 1756 k /pdt/2016
This research uses the approach method normative juridical and use secondary data by the use of the first legal material, the secondary legal material and tertiary legal material. Data presented systematically , and an analysis of data was undertaken normatively qualitative.
Based on the research result and study, contract build operate transfer categorized innominate contracts arranged by general rules titel I, II, and IV the third book civil code, bilateral agreement and formal agreement according to the government regulations number 6 years 2006. Verdict district court number 21Pdt.G/2014/PN.MET vonnis defendants wanprestatie is correct according with article 1238 civil code, theory wanprestastatie from J.Satrio and article 1267 civil code. The verdict tanjungkarang high court number 56/Pdt/2015/PT.TJK and verdict of the supreme court 1756 k/Pdt/2016 is incorect, because it is not relevant to the concept of exceptio non adimpleti contractus.
1851421788H1H012005Pengawetan Spermatozoa Ikan Cupang (Betta splendens) Berbeda Strain Dalam Air Kelapa MudaPenelitian berjudul ‘’Pengawetan Spermatozoa Ikan Cupang (Betta splendens) Berbeda Strain Dalam Air Kelapa Muda”. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh berbagai strain ikan cupang (B. splendens) terhadap viabilitas dan motilitas spermatozoa pasca pengawetan dalam air kelapa muda suhu -25ºC. Penelitian ini dilakukan bulan Oktober sampai November 2017 di Laboratorium Pengembangan Akuakultur, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Unsoed. Metode eksperimental diterapkan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Variabel meliputi motilitas dan viabilitas spermatozoa ikan Cupang (B. splendens). Data dianalisis ANOVA dan dilanjutkan dengan uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strain berbeda berpengaruh nyata terhadap motilitas (P<0,05). Strain Giant sebesar 50%; Halfmoon 85% dan Serit 45,85%. Viabilitas spermatozoa yang menunjukkan berbeda nyata (P<0,05) dengan nilai rata-rata viabilitas tertinggi adalah strain Serit 97,67 detik, Giant 88,75 detik dan Halfmoon 80,6 detik. Kesimpulannya adalah strain berbeda berpengaruh nyata terhadap motilitas dan viabilitas spermatozoa yang disimpan dalam air kelapa muda.
Kata kunci: Betta splendens, spermatozoa, motilitas, viabilitas, air kelapa muda

A study, entitled ''Preservation in Young Coconut Water of Fighting Fish (Betta splendens) Spermatozoa from Different Strains", dealt with to investigate the effect of dfferent strains of fish on viability and motility of spermatozoa after 1w preservation in -25ºC young coconut water. The study was conducted from October to November 2017 at the Aquaculture Development Laboratory, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Unsoed. An experimental method applied Completely Randomized Design (CRD) to test 3 different strains, i.e. Giant, Halfmoon, and Crowntail, in quintuplicates as individuals. Motility and viability of spermatozoa data were F-tested by ANOVA and were continued with Least Square Different test. The results showed that different strains affected significantly on motility (P <0.05), since Giant strain of 50% of motility; Halfmoon 85% and Crowtail 45.85%. Spermatozoa viability were also significantly different (P <0.05), the highest viability (97.67 sec) was obsereved in Crowntail strain, 88.75 sec in Giant and 80.6 sec in Halfmoon strains. It could be conclued that different strains significantly presented different motility and viability of spermatozoa which were preserved in young coconut water at -25oC.

Keywords: Betta splendens, spermatozoa, motility, viability, young coconut water
1851522004G1F012031ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN TERHADAP
KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN DI RSUD dr. SOEKARDJO
KOTA TASIKMALAYA
Kepuasan pasien merupakan indikator penting bagi kualitas pelayanan dan memiliki implikasi bagi penyelenggaraan pelayanan yang lebih efisien dalam memenuhi kebutuhan pasien. Tingkat kepuasan pasien tergantung pada mutu suatu produk atau jasa pada pelayanan yang diberikan di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kinerja, tingkat harapan dan tingkat kepuasan pasien rawat jalan terhadap kualitas pelayanan kefarmasian di Instalasi Farmasi RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya
Metode yang digunakan adalah metode survei dengan pendekatan cross sectional dengan menggunakan kuesioner. Jumlah responden terdiri dari 100 pasien rawat jalan yang mendapatkan pelayanan di Instalasi Farmasi RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Kepuasan pasien dinilai dari hasil penyebaran kuesioner yang memuat 5 dimensi yaitu keandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), empati (emphaty), dan bukti fisik (tangible). Analisis data dilakukan menggunakan analisis gap dengan menghitung selisih antara tingkat harapan pasien rawat jalan dan kinerja petugas kefarmasian di Instalasi Farmasi RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya.
Hasil penelitian menunjukan tingkat harapan pasien rawat jalan terhadap kualitas pelayanan kefarmasian mendapatkan skor rata-rata 3,81 yang termasuk dalam kategori tinggi. Tingkat kinerja petugas instalasi farmasi terhadap pasien rawat jalan mendapatkan skor rata-rata 3,35 yang termasuk dalam kategori sedang. Tingkat kepuasan pasien terhadap kualitas pelayanan kefarmasian untuk dimensi keandalan memiliki nilai gap 0,31 yang termasuk klasifikasi cukup puas. Dimensi daya tanggap memiliki nilai gap -0,61 yang termasuk klasifikasi agak tidak puas. Dimensi jaminan memiliki nilai gap memiliki nilai gap 0,75 yang termasuk dalam kategori cukup puas. Dimensi empati memiliki nilai gap -0,35 yang termasuk klasifikasi agak tidak puas. Dan untuk dimensi bukti fisik memiliki nilai gap sebesar 0,35 yang termasuk dalam klasifikasi cukup puas
Patient satisfaction is an important indicator of service quality and has implications for the organizing of more efficient services to meet patient needs. The level of patient satisfaction depends on the quality of a product or service on the services provided in the hospital. This study aims to determine the level of performance, level of expectation and level of outpatient satisfaction on the quality of pharmaceutical services in Pharmacy Installation RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya
The method used is survey method with cross sectional approach by using questionnaire. The number of respondents consists of 100 outpatients who get services in Pharmacy Installation RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Patient satisfaction is assessed from the questionnaire distributed with 5 dimensions: reliability, responsiveness, assurance, emphaty, and tangible. Data analysis was done using gap analysis by calculating the difference between expectant outpatient level and pharmacy officer performance at Pharmacy Installation RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya.
The results showed that the outpatient expectation level on the quality of pharmaceutical service got an average score of 3.81 which was included in the high category. The level of performance of pharmacy installation personnel to outpatients scored an average of 3.35 in the medium category. The level of patient satisfaction on the quality of pharmaceutical services for reliability dimension has a gap value of 0.31 which includes a fairly satisfied classification. The responsiveness dimension has a gap value of -0.61 which includes a rather unsatisfied classification. The warranty dimension has a gap value having a gap value of 0.75 which is included in the category quite satisfied. The empathy dimension has a gap of -0.35 which includes a rather unsatisfied classification. And for physical evidence dimension has a gap value of 0.35 which is included in the classification is quite satisfied.
1851621790A1C113045Peran Kelompok dan Analisis Usaha pada Industri Tahu Desa Kalisari Kecamatan Cilongok Kabupaten BanyumasTahu merupakan salah satu produk makanan berbahan baku kedelai. usaha pembuatan tahu memiliki prospek yang besar untuk dikembangkan sebagai sektor riil yang mampu menopang dan meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia. Kelompok Sari Delai merupakan kelompok perajin tahu yang berada di Desa Kalisari Kecamatan Cilongok, namun keberadaan kelompok ini belum dimanfaatkan oleh para perajin tahu sepenuhnya. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui secara finansial usaha pembuatan tahu yang dijalani oleh perajin 2) Menganalisis keuntungan perajin anggota kelompok dan non anggota kelompok 3) Mengetahui pengaruh peran kelompok perajin tahu terhadap keuntungan yang diperoleh perajin.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November sampai Desember di Desa Kalisari Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas, dengan sasaran perajin tahu kuning. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei, penentuan sampel menggunakan metode stratified random sampling, dan diperoleh responden perajin anggota kelompok skala I sebanyak 11 perajin dan skala II sebanyak 14 perajin. Responden perajin non anggota kelompok skala I sebanyak 15 perajin dan skala II sebanyak 5 perajin. Analisis yang digunakan meliputi analisis biaya dan keuntungan, R/C Ratio, analisis deskriptif, dan analisis regresi liniear berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya total rata-rata perajin anggota kelompok sebesar Rp1.164.512,51; penerimaan rata-rata sebesar Rp3.112.609,18; keuntungan rata-rata sebesar Rp1.948.096,67; dan R/C Ratio sebesar 2,67. Biaya total rata-rata perajin non anggota kelompok sebesar Rp1.227.331,63; penerimaan rata-rata sebesar Rp3.071.167,04; keuntungan rata-rata sebesar Rp1.843.835,41; dan R/C Ratio sebesar 2,50. Faktor-faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap keuntungan adalah kedelai, kunyit, dan peran kelompok. Kelompok berperan dalam penyediaan input produksi, penyediaan mesin giling, penyuluhan, dan penyediaan tabungan.
Tofu is one of the food product made from soybean. Tofu making business has a great prospect to be developed as a real sector capable of supporting and raising welfare for the people in Indonesia. Sari Delai group is a group of tofu craftsmen in the Kalisari Village Cilongok District, but the existence of this group has not been utilized by the craftsmen completely. The purpose of research are to: 1) Find out financially the business of making tofu which is undertaken by the crafters 2) Analyzing the benefits of crafting group members and non members 3) Find out crafting members status of tofu to profit preferences obtained by crafters.
The research was conducted on November to December in Kalisari Village, Cilongok District, Banyumas Regency with the target of tofu craftsmen. The research method used to collect the data are survey method, sample determination using Stratified Random Sampling method, and the respondent obtained by the group member scale I as much 11 craftsmen and scale II as much 14 craftsmen. The craftsmen non group members scale I as much 15 craftsmen and scale II as much 5 craftsmen. The analysis used includes cost and profit analysis, descriptif analysis, R/C Ratio, and multiple liniear regression analysis.
The results of research indicated that average cost of total craftsmen group member of Rp1.164.512,51; the average acceptance of Rp3.112.609,18; the average profit of Rp1.948.096,67; and R/C ratio of 2,67. The average cost of total craftsmen non group of Rp1.227.331,63; the average acceptence of Rp3.071.167,04; the average profit of Rp1.843.835,41; and R/C ratio of 2,50. The eement to profit influence is soybean, turmeric, and group function. The group have a function in the provisiom of production inputs, provision of milling machines, extension and saving provision.
1851721804A1C012050Kontribusi Usahatani Jagung Manis Pada Lahan Kering Terhadap Pendapatan Rumah Tangga Petani (Studi Kasus di Desa Cindaga Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyuas)Desa Cindaga adalah desa yang berada di Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas yang memiliki lahan kering cukup luas. Salah satu komoditas unggulan petani lahan kering di Desa Cindaga adalah komoditas jagung manis. Pendapatan rumah tangga petani di perdesaan umumnya tidak berasal dari satu sumber, tetapi berasal dari dua atau lebih sumber pendapatan. Peningkatan pendapatan keluarga petani dilakukan dengan berbagai cara, misalnya bekerja pada sektor off farm dan non farm. Penelitian ini bertujuan untuk : a) Menghitung besarnya biaya, penerimaan, dan pendapatan dari usahatani jagung manis pada lahan kering di Desa Cindaga Kecamatan Kebasen, b) Menghitung besarnya kontribusi pendapatan dari usahatani jagung manis pada lahan kering terhadap pendapatan rumah tangga di Desa Cindaga Kecamatan Kebasen. Pemilihan tempat penelitian dilakukan secara sengaja atau (purposive). Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara Simple Random Sampling. Metode analisis yang digunakan adalah analisis biaya dan pendapatan, dan analisis kontribusi pendapatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa : (1) Rata-rata pendapatan usahatani jagung manis per hektar sebesar Rp15.257.009, (2) Kontribusi pendapatan usahatani jagung manis per bulan sebesar Rp1.565.701,00 (46%), pendapatan di luar usahatani jagung sebesar Rp1.131.153,00 (33%), dan pendapatan non pertanian sebesar Rp723.636,00 (21%). Disimpulkan bahwa kontribusi usahatani jagung manis terhadap pendapatan rumah tangga merupakan mata pencaharian sampingan karena sumber kontribusi tersebut kurang dari 50%. sedangkan mata pencaharian pokok petani berasal dari luar usahatani jagung manis kaarena memberikan kontribusi sebesar 56%.Cindaga Village is a village located in Kebasen sub-district of Banyumas Regency which has wide dry land. One of the leading commodities of dryland farmers in Cindaga Village is sweet corn commodity. Rural households' incomes generally do not come from a single source, but come from two or more sources of income. Increasing income of farmer's family is done by various ways, for example work in off farm and non farm sector.This research aims to: a) Calculate how much the cost and revenue of sweet corn farming planted on dry land at Cindaga Village, Kebasen Subdistrict, b) Calculate how much income gained from sweet corn farming planted at dry land has contributed towards farmer household income at Cindaga Village, Kebasen Subdistrict. Location, where the research conducted, was chosen on purpose (purposive). The research design used in this research studies case. The sample was chosen using simple random sampling method. Data analysis used in this research is income contribution analysis. The research has shown that: (1) the average of income gained from sweet corn farming are Rp3.131.402 per planted area and Rp15.257.009 per hectare, (2) sweet corn farming has contributed Rp1.565.701,00 (46%) per month, towards farmer household income, while the income gained from outside farming activity is Rp1.131.153,00 (33%) per month, and is Rp723.636,00 (21%) per month earned from a non-farming activity. sweet corn farming has contributed 44% of farmer household income which is still considered as a low contribution, so it can be concluded that the income earned from sweet corn farming is not the main livelihood because its contribution percentage is less than 50%. while the basic livelihood of the farmers came from outside the sweet corn farming because it contributed 56%.
1851822005F1G014034RELASI MAKNA SINONIM DAN ANTONIM KELAS KATA TERBUKA BAHASA INDONESIA PADA HARIAN KOMPAS EDISI JANUARI 2018Penelitian ini berjudul “Relasi Makna Sinonim dan Antonim Kelas Kata Terbuka Bahasa Indonesia pada Harian Kompas Edisi Januari 2018.” Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan relasi makna sinonim dan antonim kelas kata terbuka bahasa Indonesia, serta persamaan dan perbedaan komponen makna kata yang memiliki relasi makna sinonim dan antonim pada Harian Kompas edisi Januari 2018. Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa kata berkategori nomina, verba, dan adjektiva (anggota kelas kata terbuka bahasa Indonesia) yang memiliki relasi makna sinonim dan antonim. Sumber data yang digunakan berupa sumber data tertulis yaitu dari Harian Kompas edisi Januari 2018 sebagai sumber data primer dan Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi kelima sebagai sumber data sekunder.
Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak. Metode simak diterapkan melalui teknik dasar dan teknik lanjutan. Teknik dasarnya adalah teknik sadap dan teknik lanjutannya adalah teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Metode analisis data yang digunakan adalah metode padan yaitu metode padan referensial, teknik dasarnya menggunakan teknik pilah unsur penentu dan teknik lanjutannya adalah teknik hubung banding menyamakan dan teknik hubung banding memperbedakan. Penyajian hasil analisis data pada penelitian ini dilakukan secara formal dan informal.
Hasil penelitian terhadap relasi makna sinonim dan antonim kelas kata terbuka bahasa Indonesia pada Harian Kompas edisi Januari 2018 yaitu, ditemukan 64 data yang memiliki relasi makna, yang terdiri dari relasi makna sinonim sebanyak 21 data, relasi makna antonim sebanyak 28 data, serta relasi makna sinonim dan antonim sebanyak 15 data. Relasi makna sinonim yang muncul dari data penelitian yaitu sinonim tidak mutlak, sedangkan relasi makna antonim yang muncul dari data penelitian yaitu antonim mutlak, kutub, hubungan, dan majemuk. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, diketahui bahwa setiap kata yang bersinonim maknanya tidak seratus persen sama, sehingga tidak akan selalu dapat dipertukarkan atau disubstitusikan, dan setiap kata yang berantonim pertentangannya tidak selalu bersifat mutlak, tetapi bisa bersifat hubungan, kutub, dan majemuk.

Kata kunci: semantik, relasi makna, sinonim, antonim, komponen makna

This research entitled "Relasi Makna Sinonim dan Antonim Kelas Kata Terbuka Bahasa Indonesia pada Harian Kompas Edisi Januari 2018." This study aims to describe the relation of the meaning of synonyms and antonyms of the open word class of Indonesian language as well as the similarities and differences in the meaning component of words that have synonymic and antonymic meaning relation in Harian Kompas January 2018 edition. The form of this research is descriptive qualitative. The data in this research are categorized nouns, verbs, and adjectives (components of Indonesian open word class) which have synonyms and antonyms relation meaning. The data source used is written data source from Harian Kompas January 2018 edition as primary data source and Indonesian dictionary fifth edition as secondary data source.
The data collection method used is observation method. The observation method is applied through basic techniques and advanced techniques. The basic technique being employed is tapping technique, and the following technique is Uninvolved Conversation Observation Technique (UCOT) and noting. The method of data analysis used is matching method that is referential matching method, the basic technique using the decisive technique element and the following technique is the appeal equation and differential appeal technique. Data were presented through the formal and informal presentation methods.
The results of research on the relation of the meaning of synonyms and antonyms of the open word class of Indonesian language in Harian Kompas January 2018 edition found that are 64 data that has a meaning relation, consisting of synonyms meaning relation of 21 data, antonyms meaning relation of 28 data, and the relation of synonym and antonym meaning only 15 data. The meaning of synonyms that shows from the research data that is not absolute synonym whereas the relation of the meaning of antonyms emerges from the research data is absolute antonym, polar, relatable, and compound. Based on the results of this research, it is known that every word that has synonymical meaning is not one hundred percent similar, so that it will not always be interchangeable or substituted and every antonymical word is not always absolutely contradictory but can be relatable, polar, and compound.

Keywords: semantics, meaning relation, synonym, antonym, meaning component

1851922030H1A014011PEMBUATAN MEMBRAN SELULOSA ASETAT DARI SERAT BATANG PISANG DENGAN ADITIF POLIETILEN GLIKOL UNTUK PENURUNAN ZAT WARNA PADA LIMBAH BATIK Teknologi membran merupakan salah satu teknologi pemisahan yang aplikasinya telah meluas ke berbagai sektor termasuk sektor pengolahan air dan limbah tekstil. Salah satu contoh polimer yang dapat digunakan untuk material membran adalah selulosa asetat. Pulp serat batang pisang merupakan salah satu sumber selulosa yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan selulosa asetat (SA). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakterisasi membran dengan aditif polietilen glikol (PEG) yang meliputi uji fluks dan rejeksi serta mengetahui persentase penurunan zat warna. Selulosa asetat disintesis dari pulp serat batang pisang melalui proses asetilasi. Pembuatan membran selulosa asetat melalui metode inversi fasa dengan pelarut aseton. Nilai fluks limbah yang dihasilkan membran SA dan SA-PEG masing-masing sebesar 22,936 L/m2.jam dan 25,895 L/m2.jam. Sedangkan nilai rejeksi membran SA dan SA-PEG berturut-turut sebesar 33,12% dan 35,33%. Penurunan kadar zat warna dengan membran SA sebesar 33,12% dan membran SA-PEG sebesar 35,33%.

Kata kunci: membran, polietilen glikol, pulp, selulosa asetat, zat warna

Membrane Technology is one of the separation technologies which their applicationhas expanded to various sectors including water and textile waste treatment. One of the polymer examples that can be used for membrane material is cellulose acetate. Pulp of fiber banana stem is one of the cellulose sources which can be used to produce cellulose acetate. The aims of this study is to cognize the characterictic of cellulose acetate membrane with polyethylene glycol (PEG) additives, such as flux and rejection test, and to know the percentage of dye decrease. In this research,the cellulose acetate was synthesized from pulp of fiber banana stem through acetylation process,and cellulose acetate membrane itselfwas produced throughphase inversion method with acetone solvent. The value of the waste flux resulted by cellulose acetatemembranes without PEG and with PEG additives was around 22.936 L/m2.hour and 25.895 L/m2.hour, respectively. While, the rejection value of those membranes was around 33.12% and 35.33% respectively. Finally, the reduction of dyestuff resulted after treatment with both membranes was around 33.12% for cellulose acetate membrane without PEG and 35.33% for cellulose acetate membrane with PEG additives.
Keyword : Cellulose acetate, dye, membrane, polyethylene glycol, pulp.
1852022045H1L014008RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI
MONITORING KINERJA BEM TEKNIK UNSOED
BERBASIS WEB
Badan Eksekutif Mahasiswa sebagai organisasi yang aktif dalam lingkungan kampus teknik unsoed memiliki banyak program kerja dan acara – acara kemahasiswaan / acara kampus yang berpengaruh pada kehidupan perkuliahan dan kemahasiswaan. Acara yang ada memiliki efek pada mahasiswa lain sehingga menjadi sesuatu yang penting bagi sesama mahasiswa dan pihak kampus. Namun dalam kegiatan yang dilaksanakan dalam prosesnya sering luput dari pantauan mahasiswa yang lain bahkan sesama pengurus itu sendiri, sehingga terkadang program kerja tidak dapat dimonitor, tidak berjalan maksimal, bahkan tidak terlaksana karena kurangnya pengawasan dari mahasiswa lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang dan membangun sebuah sistem yang dapat memonitor segala kegiatan organisasi Bem Teknik Unsoed, baik itu dari segi pelaksanaan program kerja, kegiatan, dan pihak – pihak yang terkait dengan hal tersebut. Sistem dikembangkan berbasis web dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP, HTML, JavaScript. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah sistem berbasis web yang dapat membantu melakukan pengawasan / monitoring terhadap program kerja yang ada pada BEM Teknik Unsoed oleh pihak yang berwenang melakukan pengawasan.Badan Eksekutif Mahasiswa as an active organization in Faculty of Engineering Unsoed has many programs and events that influence for the academic and students activity. The event gives affect to other students so make this events very important for students and the campus environment. But, in those events/activities that processed in campus, it often had been forgotten to be monitored from students or the organization member itself, because in this case sometimes the program from the organization can’t monitored, work well, even can not implemented because of the less of monitoring activity from other students. The purpose of this research is for designing and implementing an system that can do this monitoring in every program of organization on BEM Teknik Unsoed. It will include the implementation of the programs, events, and the organization’s member who involved in it. The systems is developed with web-based programming language such as PHP, HTML, and JavaScript. The result of this research is an web-based system that can help to do the monitoring activities and programs in organization of BEM Teknik Unsoed by who have responsibility to do it.