Artikelilmiahs

Menampilkan 18.481-18.500 dari 50.060 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1848121765D1E013099HUBUNGAN ANTARA FRAME SIZE DENGAN NON KARKAS DALAM (RUMEN DAN USUS) PADA SAPI PERANAKAN ONGOLE DI RPH BANTARWUNIJudul penelitian ini adalah hubungan antara frame size dengan non karkas dalam (rumen dan usus) sapi peranakan ongole di Rumah Potong Hewan Bantarwuni. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari apakah ada hubungan antara frame size dengan non karkas dalam (rumen dan usus) pada sapi PO. Penelitian di laksanakan mulai tanggal 15 Desember 2017 sampai 15 Januari 2018. Materi yang digunakan adalah sapi PO umur 1,5 tahun sampai 2 tahun berjenis kelamin jantan sebanyak 30 ekor. Metode penelitian ini dengan metode survei dengan penetapan sempel secara purposive sampling dan Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara frame size dengan bobot potong, bobot rumen dan bobot usus berpengaruh sangat nyata dengan hasil (P<0,01). Koefisien korelasi (R) dan koefisien determinasi (R2) terhadap bobot potong sebesar 0,844 dan 71,2%, Koefisien korelasi (R) dan koefisien determinasi (R2) terhadap bobot rumen sebesar 0,867 dan 75,1%, Koefisien korelasi (R) dan koefisien determinasi (R2)terhadap bobot usus sebesar 0,871 dan 75,9%. Kesimpulan yang diperoleh adalah semakin tinggi frame size, maka semakin tinggi bobot non karkas dalam (rumen dan usus).The title of this reseach is the relationship betwen the frame size with the non carcas (rumen and intestine) of the Ongole crossbreed at the slaughter house of Bantarwuni. This study aims to study whether there was a correlation between the frame size and the non carcass in (rumen and intestine) of the Ongole crossbreed. Reseach held from 15 December 2017 to 15 January 2018. The material used was the 30 males at ongole of spring beef cattle aged 1,5 years to 2 years of the male sex as 30 heads. This research method was survey method with sempel determination by purposive sampling and were analysed using descriptive analysis and simple linier regression. The results of this experiment showed that the relationship between the frame size with the slaughter weight, rumen and intestines were very significant effect (P <0,01). The coeffisient correlation (R) and determination (R2) between frame size and slaughterd weight were 0.844 and 71.2%, while coeffisient correlation (R) and determination (R2) of frame size the rumen weight were 0.867 and 75.1%, the coeffisient correlation (R) and determination (R2) frame size on intestine weight were 0.871 and 0.75.9%. the conclusion obtained is the higher frame size, the higher non carcass weight in the (rumen and intestines).
1848221767H1B013054PENANGANAN MASALAH OVERDISPERSION PADA REGRESI POISSON DALAM KASUS KEMATIAN BALITA DI KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2016
Regresi Poisson merupakan suatu regresi dengan variabel respon Y harus memenuhi asumsi equidispersion. Namun overdispersion sering terjadi pada data cacah. Overdispersion bisa menyebabkan estimasi galat menurun (underestimate). Tujuan dari penelitian ini adalah mengatasi overdispersion pada regresi Poisson menggunakan regresi binomial negatif dan regresi generalized Poisson serta memperoleh model terbaik dalam kasus kematian balita di Kabupaten Banyumas tahun 2016. Pemilihan model terbaik ditentukan menggunakan kriteria Akaike information criterion (AIC). Berdasarkan hasil yang diperoleh, model regresi generalized Poisson lebih baik digunakan dalam pemodelan kematian balita dibandingkan regresi Poisson maupun regresi binomial negatif. Hal ini karena model regresi generalized Poisson memiliki nilai AIC terkecil sebesar 160,45. Berdasarkan model terbaik, kasus kematian balita dipengaruhi oleh faktor bayi berat lahir rendah dan keluarga pra sejahtera.Poisson regression is a regression model with the dependent variable Y must satisfy the equidispersion assumption. However, overdispersion often occures in the discrete data. Overdispersion may cause standard errors of the estimates to be deflated (underestimated). The purposes of this research are to overcome the overdispersion in the Poisson regression using negative binomial regression and generalized Poisson regression to get the best model of infant mortality in Banyumas Regency in 2016. Selection of the best model is determined using Akaike information criterion (AIC). Bassed on the experiment result, the generalized Poisson regression model is better in terms of modeling infant mortality compared to Poisson regression and negative binomial regression. It is because generalized Poisson regression model has the least AIC’s value of 160,45. Bassed on the best model, the infant mortality case is influenced by low birth weight and pre-prosperous family factor.
1848321999C1A014034FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI VOLUME EKSPOR BIJI KAKAO INDONESIA KE LIMA NEGARA TUJUAN UTAMA DI ASIA TAHUN 2006-2015Penelitian ini berjudul “Faktor-Faktor yang Memengaruhi Volume Ekspor Biji Kakao Indonesia ke Lima Negara Tujuan Utama di Asia Tahun 2006-2015”. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis volume ekspor biji kakao tahun se-belum, harga ekspor biji kakao, dan Produk Domestik Bruto per kapita negara importir terhadap volume ekspor biji kakao Indonesia ke lima negara tujuan utama di Asia tahun 2006-2015, serta mengestimasi trend dan prediksi volume ekspor biji kakao Indonesia ke lima negara tujuan utama di Asia selama lima tahun ke depan.
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dengan metode regresi data panel yang terdiri dari data cross section sebanyak lima negara, dan data time series selama sepuluh tahun dari 2006-2015. Jenis penelitian ini ialah penelitian kuantitatif. Alat analisis yang digunakan Panel Least Square dengan analisis regresi data panel yang dilakukan dengan menggunakan Eviews dan di dapat pendekatan berupa Common Effect Model. Subyek dari penelitian ini adalah lima negara tujuan utama di Asia yaitu Malaysia, Singapura, Tiongkok, Thailand, dan India.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume ekspor biji kakao Indonesia tahun sebelum berpengaruh positif terhadap volume ekspor biji kakao Indonesia, harga ekspor biji kakao Indonesia, dan Produk Domestik Bruto per kapita negara importir berpengaruh negatif terhadap volume ekspor biji kakao Indonesia, trend volume ekspor ke Tiongkok dan India menunjukkan trend yang negatif, trend volume eskpor ke Malaysia, Singapura, dan Thailand menunjukkan trend yang positif.

Kata kunci : Ekspor, Biji Kakao, Indonesia, Regresi Data Panel, dan Trend.
This reasearch entitled "Factors Thau Influence The Export Volume Of Indonesia’s Cocoa Beans To Five Prime Destination Countries In Asia In 2006-2015”. The purpose of this reasearch is to analize the export volume of cocoa beans of previous year, export price of cocoa beans, and per capita gross domestic product of the importer countries to the export volume of Indonesia’s cocoa beans to the five prime destinationscountries in Asia in 2006-2015, then estimate trend and prediction of export volume of Indonesia’s cocoa beans to five prime destination countries for five years later.
The source of data is the secondary data by using panel data regression that consist of cross section data of five countries and time series for ten year from 2006-2015. The type of this research in quantitative research. Analysis instrument used Panel Least Square with panel data regression by Eviews and the approach is Common Effect Model. The subject of this reasearch are five prime destinations countries in Asia, they are Malaysia, Singapore, China, Thailand, and India.
The result of this reasearch show that export volume Indonesia’s coco beans in previous years influences negatively to the export volume of Indonesia’s cocoa beans, the export price of cocoa beans and per capita Gross Domestic Product of importer countries influence positively to the export volume of Indonesia’s cocoa beans, trend of export volume to China and India show the positive trend, trend of export volume to Malaysia, Singapore, and Thailand show the negative trend.

Keywords: Export, Cocoa Beans, Indonesia, Panel Data Regression, and Trend.
1848425515H1D014002PENGARUH VARIASI LAPISAN LAMINASI KOMPOSIT KAYU SENGON DAN BAMBU PETUNG DENGAN SISTEM SISIP TERHADAP NILAI KUAT TUMPU BAUT Kebutuhan akan kayu di Indonesia setiap tahun semakin meningkat sebagai material bangunan. Seiring dengan itu, pengolahan kayu yang belum optimal menyebabkan banyaknya potensi limbah kayu. Salah satu pemanfaatan limbah kayu yang berupa limbah bilah-bilah kayu dengan teknik laminasi. Berdasarkan penelitian terdahulu kayu sengon merupakan jenis kayu yang banyak dijumpai di Indonesia namun kekuatan kayu yang rendah menyebabkan kurangnya pemanfaatan kayu sengon untuk kayu struktur. Salah satu cara mengatasi itu dengan sistem sisip menggambungkan material kayu sengon pada bagian inti dan material yang lebih kuat pada bagian kulit yaitu bambu petung.
Nilai kuat tumpu baut merupakan salah satu parameter nilai tahanan lateral pada sambungan yang berpengaruh pada kekuatan sambungan. Pengujian kuat tumpu pada bambu petung laminasi yang dikompositkan dengan kayu sengon ini dilakukan untuk mengetahui kekuatan di daerah sekitar lubang baut, dengan tiga macam variasi komposisi material bambu yaitu 0%, 25% dan 50%. Dimensi dan pengujian kuat tumpu arah sejajar serat dilakukan sesuai ASTM D 5764 – 97a (1998) dengan dua metode lubang penuh (full hole) dan setengah lubang (half hole).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kuat tumpu baut beban maksimum (Femaks) dan offset 5% diameter (Fe5%) dipengaruhi oleh material penyusun, semakin tinggi variasi bambu semakin tinggi pula nilai kuat tumpu benda uji tersebut. Nilai kuat tumpu baut beban maksimum (Femaks) rata-rata dengan variasi komposisi material bambu yaitu 0%, 25% dan 50% pada metode lubang penuh (full hole) berturut-turut sebesar 20,36 MPa, 27,92 MPa,dan 40,99 MPa sedangkan kuat tumpu offset 5% (Fe5%) diameter berturut-turut sebesar 16,16 MPa, 23,61 MPa dan 35,16 Mpa. Nilai kuat tumpu baut beban maksimum (Femaks) rata-rata dengan variasi komposisi material bambu yaitu 0%, 25% dan 50% pada metode setengah lubang (half hole) berturut-turut sebesar 20,44 MPa, 31,67 MPa,dan 35,09 MPa, sedangkan kuat tumpu offset 5% diameter (Fe5%) berturut-turut sebesar 19,29 MPa, 30,35 MPa dan 34,91 Mpa.
The need for wood in Indonesia increases every year as a building material. Along with that, wood processing that has not been optimal causes a lot of potential for wood waste. One of the uses of wood waste is in the form of waste wood slats with lamination techniques. Based on previous research, sengon wood is a type of wood that is often found in Indonesia, but low wood strength causes a lack of utilization of sengon wood for structural wood. One way to overcome this with a sandwich system is to combine sengon wood material on the core and a stronger material on the skin, namely petung bamboo.
The value of bolt bearing strength is one of the parameters of the value of lateral resistance in the joint that affects the strength of the joint. Testing of the fulcrum on laminated petung bamboo composited with sengon wood was carried out to determine the strength in the area around the bolt hole, with three variations in the composition of bamboo materials namely 0%, 25% and 50%. Dowel bearing strenght dimensions and testing of fiber parallel directions are carried out according to ASTM D 5764 - 97a (1998) with two full hole methods and half hole.
The results showed that the maximum load bolt bearing strenght value (Femaks) and 5% offset diameter (Fe5%) was influenced by the constituent material, the higher the variation of bamboo the higher the value of the fulcrum of the test object. The maximum bolt bearing strenght (Femaks) with a variation of bamboo material composition is 0%, 25% and 50% in the full hole method of 20.36 MPa, 27.92 MPa and 40, 99 MPa, while the bearing strength of the offset is 5% (Fe5%) in diameter, respectively 16.16 MPa, 23.61 MPa and 35.16 Mpa. The maximum bolt bearing strenght value (Femaks) with an average variation of bamboo material composition is 0%, 25% and 50% in the half hole method of 20.44 MPa, 31.67 MPa and 35, 09 MPa, while the 5% diameter offset strength (Fe5%) is 19.29 MPa, 30.35 MPa and 34.91 Mpa.
1848521785F1A013086PERNIKAHAN USIA MUDA (Studi Tentang Pengetahuan dan Sikap Mengenai Resiko Pernikahan Usia Muda di Desa Pageraji Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas)ABSTRAK
Pernikahan usia muda masih menjadi permasalahan yang belum terselesaikan sampai saat ini, angka pernikahan usia muda juga masih tinggi diberbagai daerah termasuk di Kecamatan Cilongok Kabupaten. Pernikahan usia muda masih dipengaruhi banyak hal, termasuk pendidikan, pengetahuan sebelum melakukan pernikahan dan pandangan masyarakat mengenai pernikahan. Pernikahan usia muda memiliki banyak resiko yang harus siap dihadapi setelahnya, seperti resiko ekonomi, resiko kesehatan dan ketergantungan yang tinggi pada orangtua. Desa Pageraji memiliki jumlah pernikahan usia muda tertinggi di Kecamatan Cilongok Kabuapaten Banyumas.
Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah Mengetahui pengetahuan dan sikap mengenai resiko pernikahan usia muda di Desa Pageraji. Sasaran utama dalam penelitian ini adalah pelaku pernikahan usia muda, sedangkan sasaran pendukungnya adalah perangkat desa setempat. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyebab dilakukannya pernikahan usia muda adalah merasa sudah siap karena sudah menemukan jodoh. Pengetahuan mengenai menikah yang dimiliki pasangan pernikahan usia muda masih rendah. Mereka hanya mengetahui pernikahan adalah memiliki keluarga dan pasangan hidup.
Pengetahuan mengenai menikah yang dimiliki pasangan pernikahan usia muda masih rendah. Mereka hanya mengetahui pernikahan adalah memiliki keluarga dan pasangan hidup. Pengetahuan ini didapat dari nilai dan norma yang menjadi acuan, dimana tradisi kebiasaan menikah pada usia muda menghindari obrolan negative lingkungan. Pengetahuan dan informasi yang diperoleh bahwa dalam islam tidak ada batasan usia untuk menikah, yang penting adalah sudah menstruasi (baligh) dan berakal, sehingga sudah selayaknya dinikahkan. Sikap informan terkait fenomena pernikahan usia muda menolak. Kesimpulan dari jawaban semua informan utama menyatakan bahwa usia idealnya menikah yaitu diatas usia yang mereka lakukan saat menikah yaitu 20 tahun keatas, Karena anggapan mereka jika menikah pada usia 20 tahun keatas akan lebih memiliki mental dan kedewasaan yang kuat untuk membangun dan membina keluarga.
ABSTRACT
Young marriage is still a problem that has not been resolved to date, the number of young marriage is also still high in various areas including in District Cilongok District. Young marriage is still influenced by many things, including education, knowledge before marriage and public opinion about marriage. Young marriage has many risks that must be ready to face afterwards, such as economic risks, health risks and high dependence on parents. Pageraji village has the highest number of young marriage in Cilongok District of Kabuapaten Banyumas. The purpose of this research is to know the knowledge and attitude about the risk of young marriage in Pageraji Village. The main target in this research is young marriage perpetrators, while the supporting target is the local village device. The technique of determining informants using purposive sampling. Methods of data collection in this study using interviews, observation and documentation. The results of this study indicate that the cause of the marriage of a young age is feeling ready because it has found a mate. Knowledge of marriage that is owned by young married couples is still low. They only know marriage is to have family and life partner. Understanding of the minimum age of marriage is also different from what they do, many of whom choose the age of 20 years and above as the ideal age to marry, other than that attitude of the informants related to the phenomenon of young age marriage refused for reasons of reality that occurred in the household they are primarily in terms of an inadequate economy and in the end they still need the help of the parents economy. Raising and educating children requires a lot of money, a mental that should be tested and great patience. Yet in school age should the children of our nation busy learning, save hope and run far. What our nation will look like if the younger generation is busy wanting to know the things that should not be known, fostering families in a very green and confused about the economic needs that make structural poverty growing.
1848621745E1A013268Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen Jasa Parkir Di Commercial Estate Berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen (Dalam Putusan Mahkamah Agung No 458 K/Pdt.Sus-Bpsk/2017)

Perpakiran menimbulkan masalah yang cukup serius baik pada konsumen, pengelola parkir bahkan pemerintah daerah. Namun dalam kenyataan di kehidupan sekarang ini konsumen tempat parkir kerap kali menjadi pihak yang dirugikan jika terjadi kehilangan atas kendaraanya maupun barang yang dalam kendaraan maupun kerusakan-kerusakan yang terjadi selama waktu penitipan dalam tempat parkir.
Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah metode pendekatan yuridis normatif, sedangkan metode analisis yang digunakan adalah normatif kualitatif. Penelitian ini dilakukan di pengadilan Negeri Bekasi.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Perlindungan Hukum Konsumen terhadap Konsumen Jasa Parkir di Commercial Estate dalam Putusan Kasasi Mahkamah Agung Nomor 458 K/Pdt.Sus-BPSK/2017 sudah dilindungi hal ini nampak dalam Putusan Hakim yang menyatakan bahwa menolak permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi PT. Nusapala Parkir. Putusan Mahkamah Agung ini menggambarkan bahwa PT. Nusapala Parkir harus melaksanakan Putusan BPSK dan Putusan Pengadilan Negeri.
Parking poses serious problems both to consumers, parking managers and even local governments. But in reality in today's life, consumers of parking lots often become disadvantaged parties in the event of loss of their vehicles or goods in the vehicle or damages occurring during the day care in the parking lot.
The approach method used in this research is normative juridical approach method, while the analytical method used is normative qualitative. This research was conducted in Bekasi District Court.
Based on the result of the research, it can be concluded that Consumer Law Protection for Consumer Parking Service in Commercial Estate in Decision of Supreme Court Supreme Court Number 458 K / Pdt.Sus-BPSK / 2017 has been protected. It is seen in Judge Decision stating that rejecting the appeal request from Applicant of Cassation PT . Nusapala Parking. This Supreme Court ruling illustrates that PT. Nusapala Parking must implement BPSK Decision and District Court Decision.
1848721768E1A013101PERLINDUNGAN HUKUM DALAM PROSES PENYIDIKAN TERHADAP TINDAK PIDANA ANAK DI POLRES WONOSOBOABSTRAK
PERLINDUNGAN HUKUM DALAM PROSES PENYIDIKAN TERHADAP TINDAK PIDANA ANAK DI POLRES WONOSOBO
Oleh :
AJENG SANTIKA LARASATI
E1A013101
Pengaturan Hukum terhadap anak yang melakukan tindak pidana merupakan salah satu bentuk penghormatan terhadap hak asasi manusia, termasuk penghormatan pada hak anak yang berkonflik dengan hukum, mengenai pengaturan pemberian bantuan hukum ini diatur dalam beberapa peraturan perundang-undangan seperti Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang KUHAP dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Berdasarkan hal tersebut timbul pertanyaan bagaimana upaya perlindungan hukum dalam proses penyidikan terhadap tindak pidana anak di Polres Wonosobo. Penelitian ini dilakukan dengan metode pendekatan yuridis sosiologis. Pendekatan tersebut digunakan untuk mengkaji permasalahan dari segi hukum dan sistematikanya serta digunakan untuk mengkaji suatu masalah di dalam masyarakat atau lingkungan masyarakat
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana perlindungan hukum dalam proses penyidikan terhadap tindak pidana anak di Polres Wonosobo dan apakah perlindungan tersebut telah sesuai dengan ketentuan – ketentuan yang tercantum dalam Undang-Undang sistem peradilan pidana anak. Polres Wonosobo dalam melakukan penyidikan terhadap semua anak yang berhadapan dengan hukum memberikan pendampingan bantuan hukum dari Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak dan UPIPA. Perlindungan hukum dalam pendampingan bantuan hukum diberikan sebelum dilakukannya penyidikan, dengan adanya surat pemberitahuan penyidikan dari Penyidik Anak di Polres Wonosobo kepada UPIPA ataupun Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Wonosobo. Dan dalam pelaksanaannya yang diberikan di Polres Wonosobo sudah sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Sistem Peradilan Pidana Anak.


Kata Kunci: Perlindungan hukum, Tingkat Penyidikan, Anak.
ABSTRACT

LEGAL PROTECTION IN THE PROCESS OF INVESTIGATION ON CHILD CRIME IN POLRES WONOSOBO
Written by:
Ajeng Santika Larasati
E1A013101
Arrangement of the law against a child who commits a crime is a form of respect for human rights, including respect for the rights of children in conflict with the law, concerning the provision of legal aid is regulated in several laws and regulations such as Law Number 8 Year 1981 regarding KUHAP and Law Number 11 Year 2012 on Child Criminal Justice System. Based on the fact above, the question arises on how the legal protection efforts in the process of investigation of child crime in Polres Wonosobo. This research is conducted by sociological juridical approach. This approach is used to examine problems in terms of law and systematics and is used to examine a problem in society or community environment
The purpose of this study is to find out how the legal protection in the investigation process of child crime in Polres Wonosobo and whether the protection is in accordance with the provisions contained in the Law of the criminal justice system of children. Polres Wonosobo in conducting an investigation of all children facing the law provides legal assistance from the Integrated Services for the Protection of Women and Children and UPIPA. Legal protection in legal assistances are provided prior to the investigation, with an investigation notice from Child Investigator at Polres Wonosobo to UPIPA or Integrated Service of Wonosobo Women and Children Protection. And in the implementation given in Polres Wonosobo has been accordance with the provisions set out in the Criminal Justice System of Children.


Keywords: Legal protection, Level of Investigation, Child.
1848821769C1B013030ANALISIS PENGARUH FAKTOR-FAKTOR BAURAN PEMASARAN JASA TERHADAP KEPUTUSAN MEMILIH SMA IT AL IRSYAD PURWOKERTOPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor bauran pemasaran jasa terhadap keputusan memilih SMA IT Al Irsyad Purwokerto. Metode yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda, dengan menggunakan uji parsial. Data yang digunakan merupakan data primer. Sampel yang diambil sebanyak 147 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Produk, Proses, dan Bukti Fisik berpengaruh terhadap keputusan memilih SMA IT Al Irsyad Purwokerto. Variabel Proses merupakan variabel paling berpengaruh terhadap keputusan memilih SMA IT Al Irsyad Purwokerto (2,756) > (1,656).The purpose of this study is to identify the impact of services marketing mix toward decision to choose SMA IT Al Irsyad purwokerto. The method of the research is multiple linier regression and using partial test. The data used primary data. The sample in this research is 147 respondents. Purposive sampling method used in the determination of the sample. The result of data analysis showed that Product, Process, and Physical Evidence impact decision to choose SMA IT Al Irsyad purwokerto. Variable Process is dominate impact to decision choice of SMA IT Al Irsyad Purwokerto (2.756) > (1.656).
1848921770E1A012330IMPLEMENTASI KEWENANGAN PEMBERIAN SURAT IZIN PRAKTIK DOKTER MANDIRI DALAM PELAYANAN KESEHATAN
(Studi Di Dinas Kesehatan Purwokerto)
Implementasi kewenangan pemberian surat izin praktik merupakan proses penyelenggaraan hukum yang pada interaksinya tidak terlepas dari pengaruh hukum dan non hukum. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui implementasi kewenangan pemberian surat izin praktik dan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang cenderung berpengaruh terhadap implementasi kewenangan pemberian surat izin praktik dokter mandiri dalam pelayanan kesehatan.
Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan yuridis sosiologis dan spesifikasi penelitian deskriptif. Penelitian ini mengambil lokasi di Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas dengan informan penelitian pejabat yang berwenang terkait penerbitan surat izin praktik dengan menggunakan purposive sampling yang diikuti oleh snowball sampling sebagai metode pengambilan informan. Jenis dan sumber data meliputi data primer dan data sekunder yang dikumpulkan dengan menggunakan metode interview, observasi dan studi dokumen serta diolah dengan metode reduksi data, display data dan kategorisasi data yang disajikan dalam bentuk teks naratif dan matrik data. Penafsiran hukum yang digunakan adalah penafsiran analogi dan gramatikal.
Hasil penelitian menentukan bahwa implementasi kewenangan pemberian surat izin praktik dokter mandiri dalam pelayanan kesehatan telah berjalan dengan baik. Hal ini dapat dibuktikan dengan parameter-parameter yaitu terlaksananya tahap persiapan pemberian surat izin praktik, terlaksananya tahap pemberian surat izin praktik, terlaksananya tahap pasca pemberian surat izin praktik, terlaksananya tahap evaluasi pemberian surat izin praktik semua parameter tersebut terlaksana dengan baik. Faktor personal, faktor sosial, faktor hukum, faktor masyarakat, faktor fasilitas dan faktor budaya cenderung mendukung ada juga yang menghambat terhadap implementasi kewenangan pemberian surat izin praktik dokter mandiri dalam pelayanan kesehatan.
The authoritative implementation in giving a practical license is a process of law. Implementatition which in its interaction is inseparable from the influence of law and non law. The purpose of this research is to know the implementation of the authority in giving a practical license and to know what factors are likely influencing the authoritative implementation of the independent license in medical practitioner for the healt service.
The research method used was qualitative with sociological juridical approach and descriptive research spesification. The research took place in Banyumas District Healt Office with official researcher in charge of the issuance practical license by using purposive sampling followed by snowball sampling as the method in taking informant. The types and data sources include, were primary data and secondary data collected by using an interview method, an observation and a document study processed by data reduction method, display data also categorization data presented in the form of narative text and matrix data. The law interpretation used was the analogy and gramatical interpretation.
The result of the study determined that the authoritative implementation in giving the independent prationer medical license in the health service has been implemented well. It can be prove by the parametrs of the preparational stages implementation of practical license, the stages implementaton of practical license, the post of practical license stages implementation, the evaluational of practical license phase implementation parameters were implemented properly. The personal, soial,law, community, facilities and colutural factors tended to support the research. Some factors lso obstructed the authoritative implementation in giving the independent practioner medical license in the health service.
1849021774A1H013034PENINGKATAN KUALITAS BIOGAS MELALUI PROSES PERMURNIAN MENGGUNAKAN ADSORBEN ARANG AKTIF DAN ZEOLIT
Seiring dengan perkembangan teknologi industri yang semakin pesat maka kebutuhan akan sumber energi yang terbarukan menjadi pertimbangan yang sangat penting. Salah satu bahan bakar alternatif tersebut adalah biogas. Biogas dihasilkan melalui proses fermentasi limbah organik seperti sampah, sisa-sisa makanan, kotoran hewan dan limbah industri makanan. Teknologi adsorpsi pada biogas merupakan teknologi yang menggunakan prinsip penyerapan gas terutama CO2 sehingga presentase kandungan CH4 di dalam biogas akan meningkat. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) meningkatkan kadar gas metana (CH4) dan menurunkan kadar gas karbondioksida (CO2) melalui proses pemurnian dengan arang aktif dan zeolit, (2) mengetahui jenis adsorben yang baik dari arang aktif dan zeolit yang digunakan pada pemurnian biogas. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai Agustus 2017, di Laboratorium Teknologi Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Analisis gas pada penelitian ini menggunakan 2 kali pengambilan sampel, dengan variabel perbandingan adsorben 30% arang aktif : 70% zeolite, 50% arang aktif : 50% zeolite, 70% arang aktif : 30% zeolit (A); dan Lama Waktu Pemurnian Gas selama 30 menit, 60 menit, 90 menit (B). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penggunaan arang aktif dan zeolit dapat meningkatkan konsentrasi CH4 pada biogas dan menurunkan kandungan CO2 pada biogas. Kandungan gas CH4 meningkat sebesar 27% pada proses pemurnian 60 menit dan 57% pada proses pemurnian 90 menit.Along with the rapid development of industrial technology, the need for renewable energy sources becomes a very important consideration. One such alternative fuel is biogas. Biogas is produced through the process of fermentation of organic waste such as garbage, food scraps, animal waste and food industry waste. Biogas adsorption technology is a technology that uses the principle of gas absorption, especially CO2 so that the percentage of CH4 content in biogas will increase. The objectives of this study were (1) to increase the levels of methane gas (CH4) and to reduce the levels of carbon dioxide (CO2) gas by purification process with activated charcoal and zeolite, (2) to know the good adsorbent type of activated charcoal and zeolite used in purification of biogas . The study was conducted from May to August 2017, at the Agricultural Technology Laboratory of Jenderal Soedirman University. Gas analysis in this study used 2 sampling, with variable Absorbent Comparison 30% activated charcoal: 70% zeolite, 50% activated charcoal: 50% zeolite, 70% activated charcoal: 30% zeolite (A); and Gas Purification Time Duration for 30 minutes, 60 minutes, 90 minutes (B). The results showed that the use of activated charcoal and zeolite can improve the concentration of CH4 in biogas and reduce the CO2 content in biogas. CH4 gas content increased by 27% in 60 minutes purification process and 57% in 90 minutes purification process.
1849121771C1K012038THE EFFECT OF PERCEIVE QUALITY AND PERCEIVE VALUE TOWARD CUSTOMER SATISFACTION ON LOYALTY
(Survey on Consumer Tupperware in Purwokerto)
ABSTRAK
Penelitian ini berjudul “PENGARUH KUALITAS PERCEPATAN DAN NILAI PERSEPSI TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP LOYALITAS (Survei pada Konsumen Tupperware di Purwokerto)”. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis pengaruh kualitas persepsi, mempersepsikan nilai terhadap kepuasan pelanggan pada loyalitas. Berdasarkan teori dan hasil penelitian sebelumnya, maka dapat dirumuskan hipotesis penelitian yaitu persepsi kualitas memiliki pengaruh positif terhadap nilai persepsi (H1), persepsi kualitas memiliki pengaruh positif terhadap kepuasan pelanggan (H2), nilai yang dirasakan memiliki efek positif pada kepuasan pelanggan (H3), kepuasan pelanggan berpengaruh positif terhadap loyalitas (H4). Untuk menguji hipotesis ini, jenis penelitian ini menggunakan survei, Populasi dari penelitian ini adalah total populasi populasi konsumen yang membeli produk rumah tangga Tupperware dan tinggal di Purwokerto. Teknik sampling penelitian ini didasarkan pada pendapat oleh Hair et al., Di Ferdinand (2005), sehingga dapat ditentukan bahwa ukuran sampel penelitian ini adalah 126 responden. Selanjutnya, teknik analisis data penelitian ini menggunakan analisis Structural Equation Model (SEM). Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa persepsi kualitas dan nilai yang dirasakan memiliki pengaruh positif terhadap kepuasan pelanggan, dan kepuasan pelanggan memiliki efek positif pada loyalitas. Mengacu pada kesimpulan tersebut, selain kualitas produk Tupperware yang terjaga, perusahaan dapat memberikan prosedur dalam memperlakukan produk Tupperware agar tidak meninggalkan sisa bau makanan dan minuman yang menempel, sehingga produk tidak mudah rusak dan sering digigit oleh tikus. . Dengan memberikan tips tentang cara mencuci dan merawat produk Tupperware dengan benar, diharapkan perusahaan Tupperware perlu menerapkan strategi pemasaran yang tepat untuk meningkatkan kesadaran konsumen tentang produk yang ramah lingkungan. Untuk meningkatkan kualitas Tupperware guna meningkatkan produk Tupperware, perusahaan disarankan untuk menambahkan label halal untuk meyakinkan dan meyakinkan orang bahwa produk yang dapat dipasarkan aman digunakan dan berkualitas baik. Untuk meningkatkan kepuasan pelanggan agar konsumen tetap setia pada produk Tupperware, suatu cara yang dapat dilakukan dengan menyediakan kemudahan mendapatkan produk offline Tupperware. Misalnya, bagi konsumen yang membutuhkan wadah plastik, mereka dapat mencari produk Tupperware di area perbelanjaan. Layanan yang disediakan dan proses pemesanan online harus ditingkatkan, sehingga konsumen dapat dengan mudah dan cepat mendapatkan produk yang akan mereka beli. Sehingga akan semakin mendorong konsumen untuk melakukan pembelian secara terus menerus.
ABSTRACT
This research was entitled “THE EFFECT OF PERCEIVE QUALITY AND PERCEIVE VALUE TOWARD CUSTOMER SATISFACTION ON LOYALTY (Survey on Consumers Tupperware in Purwokerto)”. The aims of research were to analyze the effect of perceive quality, perceive value toward customer satisfaction on loyalty. Based on the theory and results of previous studies, it can be formulated the research hypotheses were perceive quality has a positive effect on perceive value (H1),perceived quality has a positive effect on customer satisfaction (H2), perceived value has a positive effect on customer satisfaction (H3), customer satisfaction has positive effect on loyalty (H4). To test these hypotheses, type of this research uses survey, Population of this research was total total population of consumers who had purchase Tupperware product housware and live in Purwokerto. Sampling technique of this study was based on the opinion by Hair et al., in Ferdinand (2005), so it could be determined that sample size of this study was 126 respondent. Furthermore, technique data analysis of this study uses Structural Equation Model (SEM) analysis. Based on the results of data analysis, it can be concluded that the perceived quality and perceived value have a positive effect on customer satisfaction, and customer satisfaction has a positive effect on loyalty. Referring to these conclusions, in addition to the quality of Tupperware products maintained, the company can provide procedures in treating Tupperware products so as not to leave residual smells of food and beverages that stick, so the product is not easily damaged and often bitten by rats. By giving tips on how to properly wash and care for Tupperware products, it is expected that Tupperware companies will need to apply appropriate marketing strategies to increase consumer awareness about environmentally friendly products. To improve the quality of Tupperware in order to improve Tupperware products, companies are advised to add halal labels to convince and convince people that the marketable products are safe to use and of good quality. To increase customer satisfaction to keep consumers loyal to Tupperware products, a way that can be done by providing ease of getting Tupperware offline products. For example, for consumers who need a plastic container, they can look for Tupperware products in the shopping area. The services provided and online ordering process should be improved, so that consumers can easily and quickly get the products they will buy. So it will further encourage consumers to make purchases continuously.
1849221761A1L013107EVALUASI STATUS HARA K PADA LAHAN SAWAH IRIGASI TAJUM DI KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui besarnya kandungan unsur hara K pada tanah sawah yang teraliri irigasi Tajum di Kabupaten Banyumas, dan (2) memetakan status hara K pada lahan sawah yang teraliri irigasi Tajum di Kabupaten Banyumas. Metode penelitian menggunakan metode survei. Penelitian dilaksanakan di lahan sawah yang teraliri irigasi Tajum wilayah Kabupaten Banyumas dan analisis tanah dilakukan di laboratorium Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Semarang. Pengambilan sampel berdasarkan satuan lahan homogen (SLH). Terdapat 7 SLH yang terbentuk dari overlay peta jenis tanah, kemiringan lereng dan penggunaan lahan. Pengambilan sampel tanah dilakukan dengan metode purposive sampling dengan cara komposit. Hasil penelitian menunjukan : 1) Kandungan K-total pada SLH satu (Akk.D), SLH dua (As Ak dan Ack.D), SLH tiga (K Lmk dan Pmk.D), SLH empat (K Lmk dan Pmk.Am), dan SLH lima (As Ak dan Ack.Am) menunjukan status ketersediaan K-Total dengan harkat sedang, 2 )Kandungan K-tersedia pada SLH satu (Akk.D) yaitu rendah, SLH dua (As Ak dan Ack.D) yaitu sedang, SLH tiga (K Lmk dan Pmk.D) yaitu tinggi, SLH empat (K Lmk dan Pmk.Am) yaitu rendah, dan SLH lima (As Ak dan Ack.Am) yaitu sedang, 3) Rekomendasi pemupukan pada SLH satu perlu ditambahkan pupuk K sebanyak 169,32 kg/ha K2O, SLH dua 4,8 kg/ha K2O, SLH empat 336,83 kg/ha K2O dan SLH lima 103,74 kg/ha K2O.This research aims to: (1) know the amount of nutrient content of K in paddy field irrigated Tajum in Banyumas Regency, and (2) map the nutrient status of K in rice field irrigated Tajum in Banyumas Regency. The research method used survey method. The research was conducted in paddy field which was irrigated by Tajum of Banyumas Regency and the soil analysis was conducted in the laboratory of Agricultural Technology Assessment Institute (BPTP) Semarang. Sampling based on homogeneous land units (SLH). There are 7 SLHs formed from overlay of land type map, slope slope and land use. Soil sampling is done by purposive sampling method by composite method. The results showed in these following lines: 1) K-total at SLH one (Akk.D), SLH two (As Ak and Ack.D), SLH three (K Lmk and Pmk.D), SLH four (K Lmk and Pmk.Am), and SLH five (As Ak and Ack.Am) showed the K-Total status in medium category, 2) K-available status at SLH one (Akk.D) is in low category, SLH two (As Ak and Ack.D) is in medium category, SLH three (K Lmk and Pmk.D) is in high category, SLH four (K Lmk and Pmk.Am) is in low category, and SLH five (As Ak and Ack.Am) is in medium category, 3) Fertilizer recomendation on SLH one need to add K fertilizer as much as 169,32 kg/ha K2O, SLH two 4,8 kg/ha K2O, SLH four 336,83 kg/ha K2O and SLH five 103,74 kg/ha K2O.
1849321772H1F013034GEOLOGI DAN KONTROL STRUKTUR GEOLOGI TERHADAP ALTERASI DAN MINERALISASI DAERAH TEGALOMBO DAN SEKITARNYA, KECAMATAN TEGALOMBO KABUPATEN PACITAN , JAWA TIMURSalah satu faktor yang menyebabkan adanya mineralisasi pada batuan yaitu adanya bukaan baik akibat kontrol struktur geologi ataupun permeabilitas litologi. Bukaan tersebut memberi jalan lewat bagi larutan fluida hidrotermal untuk bergerak membawa logam terlarut. Kontak antara fluida hidrotermal tersebut dengan batuan samping dapat menyebabkan perubahan pada batuan samping yang disebut sebagai alterasi. Daerah penelitian berada pada daerah Tegalombo, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur. Maksud dari penelitian ini adalah melakukan pemetaan kondisi gologi dan alterasi, analisis data struktur, analisis data sample batuan untuk kemudian dilakukan evalusi menganai kontrol struktur terhadap sistem bukaan alterasi dan mineralisasi. Tujuannya yaitu mengetahui karakteristik dan kondisi geologi, karakteristik sistem alterasi dan mineralisasi daerah penelitian, pengaruh kontrol strukrtur geologi terhadap alterasi dan mineralisasi. Metode yang digunakan antaranya pemetaan geologi, pemataan alterasi, pemetaan struktur geologi serta pengambilan sampel batuan. Sedangkan analisis conto berupa analisis petrografi, analisis mineragrafi dan analisis spektral menggunakan ASD terraspec. Geologi daerah penelitian tersusun atas satuan geomorfologi berupa Punggungan Gunungapi Sisa, Satuan Perbukitan Aliran Vulkanik, Satuan Perbukitan Abu Vulkanik dan Satuan Dikes. Litologi penyusun daerah penelitian terdiri atas Satuan Breksi Andesit, Satuan Tuf, Satuan Andesit, Satuan Intrusi Dasit, Satuan Intrusi Andesit dan Satuan Breksi Polimik. Struktur geologi yang berkembang pada daerah penelitian adalah Sesar Mendatar Ngereco, Sesar Mendatar Gemaharjo, Sesar Mendatar Kasihan, Sesar Mendatar Ploso. Alterasi yang berkembang pada daerah penelitian adalah silisik, filik, argilik lanjut, alterasi argilik dan propilitik. Sedangkan mineralisasi pada daerah penelitian terbentuk pada endapan epitermal sulfidasi rendah dimana mineralisasi terjadi pada urat-urat kuarsa. Struktur geologi pada daerah penelitian umumnya berarah barat daya - timur laut yang diidentifikasikan sebagai sesar orde pertama daerah penelitian. struktur tersebut terbentuk kisaran pada Miosen Tengah. pada kala tengah Miosen Tengah alterasi dan mineralisasi berkembang pada daerah penelitian. Ini ditunjukan adanya data arah urat yang cenderung terisi mineral sulfida dengan arah yang sama terhadap tegasan utama pada daerah penelitian yaitu berarah Baratdaya- Timurlaut. One of the factors that caused mineralization in rock is an aperture due to geologic structural control or lithology permeability. This aperture gives an opening for hydrothermal fluid solution to move with the dissolved ore. Contact between hydrothermal fluid and the surrounding rocks can cause a change towards the surrounding rocks which is known as altration. The study area is located at Tegalombo, Pacitan Regency, East Java Province. The goal of this study is to map the geological condition and altration, structural data analysis, rock sample data analysis which is then evaluated about the structural control towards altration aperture system and mineralization. The purpose is to know the characteristic and geology condition, altration system characteristic and mineralization in the study area, the influence of geologic structural control towards altration and mineralization. The method which is used are geology mapping, altration mapping, geology structure mapping as well as collecting rock samples. Samples are analysed by petrography analysis, mineragraphy analysis, and spectral analysis by using ASD terraspec. Geology of the study area are composed of geomorphology units which are Volcanic Remains Ridge, Volcanic Flow Hills Unit, Volcanic Ash Hills Unit and Dikes Unit, as well as the lithology of the study area consists of Andesit Breccia Unit, Tuff Unit, Andesite Unit, Dacite Intrusion Unit, Andesite Intrusion Unit and Polemic Breccia Unit. Geological structure that develop in the study area are Ngereco strike-slip fault, Gemaharjo Strike-Slip Fault, Kasihan Strike-Slip Fault, and Ploso Strike-Slip Fault. Alteration that develop at the study area are silisic, fillic, advanced argilic and prophyllitic. While mineralization at the study area is formed at epithermal low-sulphidation deposit where mineralization happens at quartz veins. Geology structure orientation at the study area in general direct towards southwest-northeast which is identified as first order fault at the study area. This structure develop around Middle Miocene. Alteration and mineralization probably develop at that time, shown by the data of vein orientation which tend to be filled with sulphide minerals with the same orientation as the structure orientation which is southwest-northeast.
1849421977F1C013001STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN HOTEL SANTIKA PURWOKERTO DALAM UPAYA MENINGKATKAN JUMLAH PELANGGAN Penelitian ini mengambil judul Strategi Komunikasi Pemasaran Hotel Santika Purwokerto Dalam Upaya Meningkatkan Jumlah Pelanggan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah mengetahui strategi komunikasi pemasaran yang digunakan oleh Hotel Santika Purwokerto dalam upaya meningkatkan jumlah pelanggan serta mengetahui hambatan dalam proses melakukan strategi komunikasi pemasaran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pemilihan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Teknik ini dipiliha karena peneliti memiliki kriteria tersendiri yang sesuai dengan penelitian yang akan dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi pemasaran yang digunakan oleh Hotel Santika Purwokerto dalam upaya meningkatkan jumlah pelanggannya, menggunakan beberapa strategi, diantaranya: Acquisisi, Development,PR,sales call visit dan telesales marketing. Setelah melakukan penelitian ini, peneliti menemukan hambatan yang terjadi ketika proses strategi komunikasi pemasaran dilakukan, antaralain: Retaintion,strategi yang digunakan kurang tepat sasaran/kurang analisa data, terdapat kelalaian dalam tim, strategi yang digunakan kurang tepat sehingga kegiatan atau promosi yang ditawarkan belum dibutuhkan/diinginkan oleh klien.
The tittle of the research is Marketing Communication Strategy of Santika Hotel Purwokerto in an effort to increase the amount of the customer. The aim of the research is to identify the marketing communication strategy used by Santika Hotel Purwokerto to improve the amount of the customer and to know the obastacle in the process of doing the marketing communication strategy. The research used descriptive qualitative research method. The technic of choosing the source is purposive sampling technic. It is because the researcher has certain criteria which is suitable to the research. The result of the research show that the marketing communication strategy used by Santika Hotel Purwokerto in effort to increase the amount of the customers uses some strategies, such as: Acquisition, Development, PR, Sales Call Visit, and Marketing Tele Sales. After doing the research, the researcher found the obstacle in the process of doing the marketing communication strategy. They are : Retaintion, The strategy which is used is lack of data analysis, Carelessness of the team, The appropriateness of the strategy so that then promotion has not be needed yet by the clients.
1849522000G1D014073HUBUNGAN ANTARA RIWAYAT PEMBERIAN MP-ASI DENGAN GANGGUAN PERILAKU MAKAN ANAK USIA 2-3 TAHUN DI POSYANDU ARCAWINANGUNLatar Belakang: Toddler mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat
sehingga memerlukan gizi yang cukup agar perkembangan optimal. Permasalahan
yang dapat mempengaruhi status gizi yaitu gangguan perilaku makan bayi dan
toddler. Salah satu faktor yang mempengaruhi gangguan makan adalah riwayat
MP-ASI. Pemberian MP-ASI terlalu lambat menyebabkan anak tidak menyukai
makanan padat
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan riwayat pemberian
MP-ASI dengan gangguan perilaku makan anak usia 2-3 tahun di posyandu
Arcawinangun.
Metode: Jenis penelitian kuantitatif menggunakan cross sectional dengan desain
korelasional. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling sebanyak 33
responden usia 2-3 tahun. Data dianalisis menggunakan uji Spearman.
Hasil: Sebagian besar anak mendapatkan riwayat pemberian MP-ASI dalam
kategori baik yaitu 81,8%. Sebagian besar anak memiliki gangguan makan
kategori sedang yaitu 66,7%. Hasil uji korelasi antara riwayat pemberian MP-ASI
dengan gangguan perilaku makan diketahui tidak ada hubungan dengan nilai p=
0,541 atau p> 0,05.
Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara riwayat pemberian MP-ASI dengan
gangguan perilaku makan anak usia 2-3 tahun di Posyandu Arcawinangun
Background: Toddler experiencing growth and rapid development that requires
adequate nutrition for optimal development. The problems that can affected the
nutritional status is eating behavior disorders of infant and toddler. One of the
factor that affect eating disorders is the history of MP-ASI. Giving MP-ASI too
slow causes the child did not like a solid food.
Objectives: The aim of the present study was to examine the relationship between
MP-ASI history and eating behavior disorder among children ages 2 – 3 years in
Posyandu Arcawinangun.
Method: This was correlational study with cross sectional design and used
quantitative method. The subject of study were selected with total sampling
technic consisted of 33 respondents with the aged 2 – 3 years old. Data were
analyzed with Spearman test.
Result: The result is showed thah most children were categorized as had good
MP-ASI history 81,8%, and as many as 66,7% of children had eating behaviour
disorder. The result of correlation test between MP-ASI history and eating
behaviour disorder showed no correlation with p-value 0,541 or p>0,05.
Conclusion: there was no correlation between MP-ASI history and eating
behavior disorder in children aged 2 – 3 years old in Posyandu Arcawinangun.
1849621777F1G014010Analisis Struktural dalam Novel Athirah Karya Alberthiene EndahRINGKASAN

Penelitian ini berjudul “Analisis Struktural dalam Novel Athirah Karya Alberthiene Endah” bertujuan untuk mengetahui unsur instrinsik yang meliputi, tema, amanat, tokoh dan penokohan, alur, dan latar dalam novel Athirah karya Alberthiene Endah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan strukturalisme.
Data yang dikumpulkan berupa teks dalam novel Athirah karya Alberthiene Endah. Pengumpulan data dilakukan dengan membaca sumber data, kemudian mengklasifikasikan data, dan data dipisahkan berdasarkan permasalahan dan tujuan penelitian.
Hasil analisis yang diperoleh bahwa, novel Athirah terdiri dari (1) Alur yang digunakan adalah alur sorot balik atau flashback. (2) Latar tempat lebih dominan berada di rumah. Latar waktu menunjukkan waktu pagi hari, siang hari, sore hari, dan malam hari. Latar sosialnya yaitu mengenai kebiasaan orang-orang Bone seperti, bermata pencaharian sebagai nelayan, menenun kain, gotong royong, adat istiadat serta kepercayaan yang ada di Bone. (3) Tokoh yang dibahas adalah Athirah, Jusuf, Bapak, Mufidah, Nurani, Mak Kerra, Mohammad, Zohra, Daeng Rahmat, dan Bu Mela. (4) Tema yang diangkat adalah tentang sebuah kesabaran. (5) Pesan moral diantaranya seperti letak kebahagiaan anak ada pada keharmonisan orangtua, saling pengertian dan menghormati sesama anggota keluarga, menghargai keputusan dan sikap orang lain, hadapi masalah dengan kepala dingin, berusaha bangkit lebih maju dari keterpurukan, tidak merugikan orang lain saat mencari keuntungan, menjaga kepercayaan orang lain, tidak membantah perintah orangtua, selalu berusaha tanpa kenal putus asa, bersikap adil dan tidak mudah menyalahkan orang lain, setia, menjadi sosok yang bermanfaat bagi orang lain, dan luangkan waktu di tengah kesibukkan untuk orangtua, selalu mendekatkan diri kepada Allah dalam kondisi apapun, jangan menyekutukan Allah, selalu bersyukur, belajar ikhlas dalam berbagai cobaan, percaya dengan ketentuan Allah, percaya dengan campur tangan Allah dalam kesuksesan kita, taat pada ajaran Islam, dan buah manis dari kesabaran.

Kata Kunci: novel, struktural, unsur intrinsik.
SUMMARY

This research entitled "Analisis Struktural dalam Novel Athirah Karya Alberthiene Endah" aims to know the intrinsic elements that include, theme, mandate, figure and characterization, plot, and setting in Athirah's novel by Alberthiene Endah. The method used in this research is descriptive qualitative method with structuralism approach.
The data was collected a text in Athirah's novel by Alberthiene Endah. Data collection was done by reading the data source, then classifying the data, and separated based on the problems and research objective.
The analysis results obtained that the novel Athirah consists of (1) The plot used the flow of backlight or flashback. (2) The setting of place is dominant at home. The setting of time shows in the morning, afternoon, and evening. Setting of social background is about the habits of the Bone people such as, livelihood as fisherman, weaving cloth, mutual cooperation, custom and belief that exist in Bone. (3) The figures discussed are Athirah, Jusuf, Bapak, Mufidah, Nurani, Mak Kerra, Mohammad, Zohra, Daeng Rahmat, and Bu Mela. (4) The theme is raised about a patience. (5) Moral value viewed the happiness of the child is in parent harmony, mutual understanding and respect for fellow family members, respecting the decision and attitude of other, facing the problems with cold head, trying to rise further from adversity, not harming other people while making a profit, maintaining the trust of others, not denying the instructions of parents, always trying desperately, be fair and not easily blame others, loyal, become a useful person for others, and spend time in the middle of busy for parents, as always closer to God in any condition, do not associate God, always grateful, learn sincerely in various trials, believe in God's provisions, believe in God's intervention in our success, obedient to the tenet of Islam, and the result of patience.

Keyword : novel, structural, instrinsic element.
1849722029H1A014012PEMANFAATAN MEMBRAN SELULOSA ASETAT DARI
NIRA KELAPA (nata de nira) UNTUK MENURUNKAN
COD DAN BOD PADA LIMBAH CAIR BATIK
SOKARAJA
Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan kadar COD dan BOD pada limbah cair batik Sokaraja dengan filtrasi membran selulosa asetat nata de nira. Sintesis membran dilakukan dengan menggunakan teknik inversi fasa dengan komposisi 25% polimer (selulosa asetat), 14% aditif formamida, dan 61% pelarut aseton. Pretreatment dengan menggunakan tawas juga dilakukan sebagai langkah awal dari filtrasi menggunakan membran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai COD dan BOD tanpa menggunakan pretreatment tawas melebihi baku mutu, yaitu sebesar 656 mg/L dan 367 mg/L. Setelah dilakukan pretreatment dengan tawas dan filtrasi menggunakan membran selulosa asetat nata de nira presentase penurunan total untuk COD sebesar 80% dan BOD sebesar 95% dengan nilai COD dan BOD sebesar 128 mg/L dan 16,67 mg/L. Menurut peraturan daerah propinsi Jawa Tengah No 5 tahun 2012 tentang baku mutu air limbah, khusus untuk industri tekstil dan batik, baku mutu limbah cair untuk parameter COD sebesar 150 mg/L dan parameter BOD sebesar 60 mg/L. Fluks air dan limbah yaitu 53,505 L/m2.jam dan 38,22 L/m2.jam.

Kata Kunci : COD, BOD, selulosa asetat, nata de nira, tawas, membran
ABSTRACT
The research aims to reduce the value of COD and BOD in Sokaraja batik wastewater with filtration of cellulose acetate membrane nata de nira. Membrane synthesis was performed using a phase inversion methode with a 25% polymer (cellulose acetate) composition, 14% formamide additives, and 61% acetone solvent. Pretreatment by using alum is also done as the first step of filtration using membrane. The results showed that the value of COD and BOD without using alum pretreatment exceeded the quality standard, that is equal to 656 mg/L and 367 mg/L. After pretreatment with alum and filtration using cellulose acetate membrane nata de nira percentage total reduction for COD 80% and BOD 95% with COD and BOD value 128 mg / L and 16,67 mg / L. According to Central Java Provincial Regulation No. 5 of 2012 on wastewater quality standards, especially for textile and batik industries, wastewater quality standards for COD parameters of 150 mg/L and BOD parameters of 60 mg/L. Flux of water and waste are 53,505 L/m2.jam and 38.22 L/m2.jam.

Keywords : COD, BOD, cellulose acetate, nata de nira, alum, membrane
1849821776H1H013037EKSPRESI GEN PENGKODE HORMON PERTUMBUHAN (Growth hormone, GH) LELE (Clarias gariepinus) YANG DIBERI PAKAN DENGAN PENAMBAHAN ENZIM PAPAINPemberian enzim exogenous berupa enzim papain berpotensi meningkatkan pertumbuhan lele (Clarias gariepinus). Pertumbuhan ikan merupakan kerja dari hormon pertumbuhan yang diproduksi pada hipofisa ikan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan enzim papain pada pakan terhadap pertumbuhan dan efisiensi pakan serta untuk mengetahui tingkat ekspresi gen pengkode hormon pertumbuhan. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan terdiri dari perlakuan kontrol tanpa penambahan enzim papain, perlakuan 1 dengan penambahan enzim papain sebanyak 1,5%/pakan yang diberikan, perlakuan 2 dengan penambahan enzim papain sebanyak 2%/pakan yang diberikan dan perlakuan 3 dengan penambahan enzim papain sebanyak 2,5%/pakan yang diberikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan harian, laju pertumbuhan spesifik, efisiensi pakan dan tingkat ekspresi gen pengkode hormon pertumbuhan (GH) lele yang diberi pakan dengan penambahan enzim papain adalah relatif sama. Pertumbuhan mutlak berkisar antara 7,67±2,55 gram - 11,19±2,24 gram, laju pertumbuhan harian berkisar antara 0,27±0,09 gram/hari – 0,40±0,08 gram/hari, laju pertumbuhan spesifik berkisar antara 2,31±0,38 %/hari – 3,12±0,49 %/hari, efisiensi pakan berkisar antara 102,32±34,00 % -166,57±33,40 %, dan tingkat ekspresi gen pengkode hormon pertumbuhan berkisar antara 1,97 – 3,24. Parameter kualitas air selama penelitian menunjukan kisaran yang masih layak untuk pertumbuhan ikan.The exogenous enzyme such as papain enzyme could increase african catfish growth (Clarias gariepinus). Fishes growth as the role activity from growth hormone which produced by fish hypophysis. This research aim to knowing the effect of supplementation papain enzyme on feed for growth and feed efficiency along with knowing the level of gene encode growth hormone. It conducted by experimental design used completely randomize design (CRD) with 4 treatments and 3 replication. The treatments consist of control without papain enzyme, treatment 1 with 1,5 % supplemented papain enzyme/ the gived fed, treatment 2 with 2% supplemented papain enzyme/the given fed, treatment 3 with 2,5 % supplemented papain enzyme/the given fed. The result indicated absolute growth, daily growth rate, spesific growth rate, feed efficiency and the level of gene encode growth hormone are relatively indifferent. Absolute growth about 7,67±2,55 gram - 11,19±2,24 gram, daily growth rate about 0,27±0,09 gram/hari – 0,40±0,08 gram/hari, spesific groth rate about 2,31±0,38 %/hari – 3,12±0,49 %/hari, feed efficiency about 102,32±34,00 % -166,57±33,40 % and the level of gene encode growth hormone about 2,00±0,20 – 3,27±1,62. Water quality parameters during research were suitable for fish growth.
1849921778E1A112014TALAK BA’IN SUGHRA (Tinjauan Yuridis Terhadap Perkara Nomor 0384/Pdt.P/2016/PA.Bms.)
Pasal 1 Undang – Undang Nomor 1 Tahun 1974 menyebutkan bahwa perkawinan ialah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Adanya ikatan lahir batin tersebut merupakan dasar untuk membentuk keluarga yang bahagia dan kekal sebagai tujuan perkawinan, namun dalam prakteknya banyak permasalahan terjadi dalam kehidupan berumah tangga yang berakibat perceraian, sehingga tujuan dari perkawinan tersebut tidak tercapai, seperti halnya salah satu perkara mengenai talak bain sughra yang terjadi di Pengadilan Agama Banyumas dengan Nomot Perkara : 0384/Pdt.P/2016/PA.Bms.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pertimbangan hukum hakim dalam perkara talak bain sughra terhadap putusan Pengadilan Agama Banyumas Nomor 0384/Pdt.P/2016/PA.Bms. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian preskriptif, pengumpulan data studi kepustakaan dengan inventarisasi dan analisis data normatif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukan bahwa pertimbangan hakim mendasarkan Pasal 19 huruf (f) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 Jo. Pasal 116 huruf (f) Kompilasi Hukum Islam.
Article 1 of Law Number 1 Year 1974 states that marriage is the inner bond between a man and a woman as husband and wife in order to form a happy and eternal family (household) based on the One Godhead. The existence of the inner bond is the basis for forming a happy and eternal family as the goal of marriage, but in practice many problems occur in married life that result in divorce, so the purpose of the marriage is not achieved, as well as one of the matters concerning talak bain sughra occurred in the Religious Court of Banyumas with Case Number: 0384 / Pdt.P / 2016 / PA.Bms.
The purpose of this study is to know the judge's legal considerations in the case of talak bain sughra against the decision of Banyumas Religious Court Number 0384 / Pdt.P / 2016 / PA.Bms. This study uses normative juridical approach, prescriptive research specification, library research data collection with inventory and normative qualitative data analysis.
The result of the research shows that judge consideration based on Article 19 letter (f) of Government Regulation Number 9 Year 1975 Jo. Article 116 letter (f) Compilation of Islamic Law
1850021779H1L014041RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PERSEBARAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH BERBASIS WEB DI KABUPATEN PURBALINGGADemam berdarah merupakan penyakit endemik yang berbahaya karena dapat dengan mudah mewabah sehingga diperlukan penanggulangan yang cepat dan tepat. Tindakan penanggulangan dapat dengan cepat dilakukan jika tersedia data yang lengkap dan mudah diproses. Akan tetapi, data yang ada masih berupa data numerik yang sulit untuk diambil tindakan sehingga dari penelitian ini dirancang dan dibangun sebuah sistem informasi geografis yang dapat memberikan informasi yang akurat dan mudah dipahami mengenai persebaran penyakit demam berdarah sehingga instansi terkait dapat mengambil tindakan dengan tepat. Sistem informasi geografis ini dapat memberikan informasi penderita penyakit demam berdarah yang dikelompokkan berdasarkan wilayah tertentu. Instansi terkait dapat melakukan tindakan berdasarkan persentase penderita demam berdarah di suatu wilayah. Sistem informasi geografis ini dibangun menggunakan QGIS, bahasa pemrograman php, javascript, HTML, CSS dan basis data MySQL. Hasil dari sistem informasi geografis ini adalah peta yang setiap wilayahnya memiliki warna yang merepresentasikan persentase penderita demam berdarah dan juga menyajikan data kuantitatif yang rinci serta rekomendasi tindakan yang sudah dan akan dilakukan.Dengue fever is a dangerous endemic disease because it can easily be an epidemic disease so a quick and appropriate response is needed. Countermeasures can be quickly performed if there is complete and such based to process data. In fact, the data is still in Numerical form so that it is difficult to take easy action so this study design and build a Geographic Information System that can provide accurate and easily understood information about the spread of dengue fever, so the government agencies can take action appropriately. This Geographic Information System can provide information of people with dengue fever that are grouped based on certain region and presented in map. From the related agency can take action based on the percentage of dengue fever patients in a region. This geographic information system is built using QGIS, PHP programming language, javascript, HTML, CSS and MySQL database. The information provided by this Geographic Information System are map that each region has a color that represents the percentage of dengue fever patients and display detailed quantitative data and recommended actions that already took and taken.