Artikelilmiahs

Menampilkan 18.461-18.480 dari 50.060 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1846122064G1B014028PERBANDINGAN EFEKTIVITAS TAWAS DAN PAC TERHADAP PENURUNAN KADAR TOTAL SUSPENDED SOLID LIMBAH CAIR TEMPELatar Belakang: Limbah cair tempe mengandung TSS yang tinggi yang dapat mencemari lingkungan. Metode koagulasi-flokulasi dengan koagulan tawas dan PAC dapat menurunkan kadar TSS yang terdapat di dalam limbah cair tempe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas tawas dan PAC terhadap penurunan kadar TSS limbah cair tempe.

Metodologi: Penelitian quasi experiment ini menggunakan Non-Equivalent with Control Group Design dengan rancangan acak lengkap (RAL). Populasi penelitian ini adalah limbah cair tempe yang ada di Desa Pliken. Penelitian ini menggunakan metode koagulasi-flokulasi dengan koagulan tawas dan PAC dengan dosis masing-masing 1 gr/L, 1,5 gr/L, 2 gr/L, 2,5 gr/L dengan pengulangan sebanyak 3 kali. Uji statistik menggunakan Kruskal Wallis dilanjutkan uji Mann Whitney.

Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan efektivitas penurunan TSS yang berbeda pada masing-masing kelompok perlakuan yaitu: tawas 1 gr/L 41,67%, tawas 1,5 gr/L 60,5%, tawas 2 gr/L 62,17%, tawas 2,5 gr/L 82,43%, PAC 1 gr/L 55,74%, PAC 1,5 gr/L 84,11%, PAC 2 gr/L 74,23%, PAC 2,5 gr/L 69,61%.

Kesimpulan: Koagulan PAC 1,5 gr/L paling efektif dalam menurunkan kadar TSS limbah cair tempe dengan efektivitas 84,11%.
Background: Tempe liquid waste contains high TSS that can pollute the environment. Coagulation-flocculation method with alum coagulant and PAC can decrease TSS content contained in tempe liquid waste. This study aims to determine the comparison of effectiveness of alum and PAC to decrease TSS content of tempe liquid waste.

Method: This quasi experiment research uses Non-Equivalent with Control Group Design with complete randomized design (RAL). The population of this research is tempe liquid waste in Pliken Village. This research used coagulation-flocculation method with alum and PAC coagulant with dose of 1 gr / L, 1.5 gr / L, 2 gr / L, 2.5 gr / L with repetition 3 times. The statistical test using Kruskal Wallis followed by Mann Whitney's test.

Result: The results showed the effectiveness of different TSS decrease in each treatment group: alum 1 gr/L 41,67%, alum 1,5 gr/L 60,5%, alum 2 gr/L 62,17%, alum 2,5 gr/L 82,43%, PAC 1 gr/L 55,74%, PAC 1,5 gr/L 84,11%, PAC 2 gr/L 74,23%, PAC 2,5 gr/L 69,61%.

Conclusion: Coagulant PAC 1.5 g/L is most effective in reducing TSS content of tempe liquid waste with the effectiveness of 84,11%.
1846221751E1A013152TINJAUAN YURIDIS TINDAK PIDANA PENIPUAN
(Studi Kasus Putusan Nomor: 150/Pid.B/2015/PN.Pwt)
Penipuan adalah Barangsiapa dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan melawan hak, baik dengan memakai nama palsu atau keadaan palsu, baik dengan akal tipu muslihat, maupun dengan karangan perkataan bohong, membujuk orang agar memberikan sesuatu barang, membuat utang atau menghapuskan piutang hal ini sebagaimana diatur dalam Bab XXV Pasal 378 KUHP. Pada Putusan Nomor. 150/Pid.B/2015/PN.Pwt pelaku tindak pidana penipuan melakukan tindak pidana penipuan secara bersama-sama. Sehingga fokus dari skripsi ini adalah untuk membahas tindak pidana penipuan yang dilakukan secara bersama-sama.
Permasalahan dalam penelitian: Unsur-unsur apa yang terbukti dalam tindak pidana penipuan pada putusan Nomor. 150/Pid.B/2015/PN.Pwt dan apakah dasar pertimbangan hukum hakim Pengadilan Negeri Purwokerto menjatuhkan pidana putusan perkara Nomor. 150/Pid.B/2015/PN.Pwt.
Untuk mengumpulkan hasil penelitian dalam skripsi ini dilakukan dengan penelitian yang bersifat yuridis normatif yang dilakukan dengan mempelajari dan menganalisis data sekunder yakni Putusan Nomor. 150/Pid.B/2015/PN.Pwt. Disamping itu, penulis juga menggunakan data sekunder yang dikumpulkan melalui studi kepustakaan (Library research) yang berkaitan dengan obyek penelitian. Hasil penelitian yang diperoleh dan dikumpulkan selanjutnya akan ditelaah dan dianalisis secara kualitatif. Untuk dicari hubungan antara satu dengan yang lain, kemudian disusun secara sistematis.
Unsur-unsur yang terbukti dalam tindak pidana penipuan yang dilakukan oleh Terdakwa Andi Wijaya setelah mendengar fakta fakta didalam persidangan Terdakwa pun mengakui segala perbuatan nya tanpa melakukan pembelaan oleh karena unsur-unsur tidak pidana dalam kasus Putusan Nomor. 150/Pid.B/2015/PN.Pwt telah terpenuhi baik itu unsur objektif maupun unsur subjektifnya. Pertimbangan Hakim menjatuhkan pidana terhadap pelaku dalam perkara ini telah sesuai dimana Hakim telah mempertimbangkan baik dari alat bukti yang ada, keyakinan hakim serta hal-hal yang memberatkan dan meringakan.
Fraud is anyone who intends to benefit themselves or others against rights, either by using false or false names, either by deceit, or by lying words, persuading people to give something, making debts or eliminating accounts as provided for in Chapter XXV Article 378 of the Criminal Code. On Decision Number. 150 / Pid.B / 2015 / PN.Pwt perpetrators of criminal acts of fraud commit a fraud crime jointly. So the focus of this thesis is to discuss criminal acts of fraud committed jointly.
The things that discussed in this study is: What elements are proven in the criminal act of fraud on the verdict Number. 150 / Pid.B / 2015 / PN.Pwt and whether the judge of the Purwokerto District Court in the decision of the case Number. 150 / Pid.B / 2015 / PN.Pwt has implemented the law correctly.
To collect the results of research in this thesis conducted with research that is normative juridical done by studying and analyzing secondary data namely Decision Number. 150 / Pid.B / 2015 / PN.Pwt. In addition, the authors also use secondary data collected through literature studies (Library research) related to the object of research. The results obtained and collected will then be reviewed and analyzed qualitatively. To look for relationships with one another, then arranged systematically.
Elements proven in a fraud committed by Defendant Andi Wijaya after hearing the facts in the trial The defendant also acknowledges all his actions without defending because of non-criminal elements in the case of Decision Number. 150 / Pid.B / 2015 / PN.Pwt has been fulfilled both the objective element and the subjective element. The judge's consideration of imposing a criminal offense against the offender in this case has been in accordance with which the Judge has considered both the existing evidence, the judge's conviction as well as the aggravating and alleviate matters.
1846321748F1I014047Dilemma Regionalisme di Asia Timur: Terciptanya ASEAN + 3 Sebagai Katalisator Regionalisme di Asia Timur
Teori hubungan internasional menjelaskan tentang bagaimana aktor negara dan non-negara berinteraksi satu dengan yang lain. Konsep regionalisme adalah satu dari banyak konsep yang dihasilkan oleh interkasi di antara berbagai aktor dalam hubungan internasional. Di kawasan Asia Timur sudah lama tidak memiliki organisasi regional yang menjadi instrumen untuk memfasilitasi kepentingan negara-negara di Asia Timur dan untuk membuat integrasi serta kerjasama di antara mereka. Sementara terdapat tiga negara berkekuatan besar yang telah lama menjadi pemimpin di dalam kawasan Asia Timur. Hal tersebut menyebabkan terjadinya fenomena regionalisasi dan regionalisme di Asia Timur belum tercipta. Ketiga negara tersebut adalah Jepang, China, dan Korea Selatan. Ketiga negara tersebut memiliki karakterisktik yang sama terutama sebagai negara ekspansionis dalam bidang ekonomi. Di sisi lain, kesuksesan regionalisme di Asia dengan terbentuknya ASEAN menjadi sebuah katalisator dalam proses regionalisme di Asia Timur. Proses regionalisme tersebut membuat Jepang, China dan Korea Selatan mengintegrasikan negara mereka ke dalam ASEAN yang kemudian dikenal sebagai ASEAN + 3.
The theory of International relations explains about how state actors or non-state actor interact with others. The concept regionalism also one of many products that made by the interaction between them. It has been long time in East Asia theres no regional organization which is as the instrument to keep the interesting of East Asia countries and to make integrating between them and also to strengthen their cooperation . Thus, therere three great power countries who had been the leader in East Asia region where because of them the regionalization and regionalism phenomena happened. Theyre Japan, China and South Korea. They have similar characteristic as the expansionist countries specially in economy field. In the other hand, the success regional in Asia that is ASEAN appears in surface as the catalyst regionalism process in East Asia with Japan, China, and South Korea made integrating forum called ASEAN + 3 to be the way made their expectations coming true.
1846421749E1A013161GUGAT CERAI KARENA PELANGGARAN TAKLIK TALAK (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Agama Majene Nomor 89/Pdt.G/2015/PA.Mj)Pasal 1 Undang-Undang Nomer 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan yang selanjutnya disebut Undang-Undang Perkawinan, bahwa “Perkawinan ialah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.” Namun dalam prakteknya kehidupan berumah tangga di Indonesia ini banyak yang terjadi permasalahan sehingga berujung dengan perceraian, sehingga tidak mencapai pada tujuan sebuah pernikahan tersebut, seperti salah satu perkara mengenai cerai gugat yang terjadi di Pengadilan agama Majene dengan Putusan Nomor 89/Pdt.G/2015/PA.Mj.
Pokok permasalahan yang diangkat dalam penilisan skrpsi ini mengenai bagaimana pertimbangan hukum Hakim dalam memutus perkara Nomor 89/Pdt.G/2015/PA.Mj. Metode pendekatan yang di gunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif, teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan. Data yang termkumpul kemudian disajikan dalam bentuk teks naratif yang disusun secara sistematis.
Kesimpulan bahwa pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan cerai gugat yang di ajukan oleh Penggugat dengan alasan antara suami istri terus menerus terjadi perselisihan, pertengkaran dan berpisah tempat tinggal selama 7 (tujuh) bulan dikarenakan suami tidak mau tinggal bersama istri di rumah orang tua istri, suami tidak memberikan nafkah lahir dan batin kepada istri, sehingga tidak ada harapan untuk rukun kembali dalam rumah tangga. Dalam Putusan Nomor 89/Pdt.G/2015/PA.Mj Hakim mengabulkan gugatan Penggugat karena alasan gugatan sudah sesuai dengan Pasal 19 huruf (f) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo. Pasal 116 huruf (f) Kompilasi Hukum Islam, namun menurut peneliti masih terdapat alasan lain yang tidak menjadi pertimbangan hakim yaitu Pasal 116 huruf (g) angka 2 dan angka 4 Kompilasi Hukum Islam tentang taklik talak. Gugatan Penggugat dapat dikabulkan dengan menjatuhkan talak satu Ba’in Sughro juga pertimbangan tentang taklik talak.
Article 1 of Law No. 1 of 1974 on Marriage, hereinafter referred to as the Marriage Law, states that "Marriage is the inner bond between a man and a woman as husband and wife in order to form a happy and eternal family (household) based on the Deity of Yang "But in practice, married life in Indonesia is a lot of problems that occur so that it ends in divorce, so as not to achieve the purpose of a marriage, such as one of the matters concerning divorce that occurred in the Majene Religious Court by Decision Number 89 / Pdt .G / 2015 / PA.Mj.
The subject matter raised in this screening definition concerns how the judge's judgment in deciding cases Number 89 / Pdt.G / 2015 / PA.Mj.
The approach method used in this research is normative juridical, data collection technique is done by literature study. The collected data is then presented in the form of a narrative text organized systematically.
The conclusion that the judge's legal considerations in granting the divorce claimed by the Plaintiff on the grounds of husband and wife continuously disputes, quarrels and separation of residence for 7 (seven) months because the husband does not want to live with his wife in the house of the wife's parents, the husband does not giving birth and inner care to the wife, so there is no hope for reunion in the household. In Judgment Number 89 / Pdt.G / 2015 / PA.Mj The Judge granted the Plaintiff's claim for the reason that the lawsuit is in conformity with Article 19 letter (f) of Government Regulation Number 9 Year 1975 jo. Article 116 letter (f) Compilation of Islamic Law, but according to the researcher there are other reasons that are not considered by the judge namely Article 116 letter (g) number 2 and number 4 Compilation of Islamic Law about taklik talak. The Plaintiff's lawsuit can be granted by dropping the one divorce of Ba'in Sughro as well as the consideration of taklik talak.
1846521750E1A014084TINJAUAN YURIDIS TERHADAP INTERVENSI RUSIA DI SURIAH MENURUT HUKUM INTERNASIONALKonflik yang terjadi di Suriah telah menyebabkan kerusakan dan kekacauan yang menarik perhatian dunia internasional. Konflik yang telah terjadi sejak tahun 2011 silam ini telah menyebabkan jatuhnya korban sipil yang tidak sedikit jumlahnya. Intervensi yang dilakukan oleh negara Rusia di Suriah untuk melawan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) serta kelompok pemberontak Suriah lainnya belum dapat merubah keadaan di Suriah menjadi lebih baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah pengaturan mengenai intervensi terhadap suatu negara menurut hukum internasional, serta bagaimanakah upaya penyelesaian kasus intervensi Rusia di Suriah menurut hukum internasional.
Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan undang-undang dan pendekatan kasus. Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep mengenai intervensi terhadap suatu negara telah diatur di dalam berbagai instrumen hukum internasional seperti Piagam PBB, Protokol Tambahan II 1977, Resolusi Majelis Umum PBB No. 2625 (XXV) tentang Declaration on Principles of International Law concerning Friendly Relations and Co-operation among States in accordance with the Charter of the United Nations dan Resolusi Majelis Umum Nomor 377 (V) tentang Uniting For Peace Resolution. Upaya penyelesaian terhadap konflik di Suriah menemui hambatan dengan adanya hak veto yang dikeluarkan Rusia selaku anggota Dewan Keamanan PBB. Mengingat fungsi Dewan Keamanan PBB sebagai organ yang bertugas untuk memelihara dan menjaga perdamaian dunia, dalam hal terjadi kebuntuan dalam mengambil keputusan, Majelis Umum PBB dapat mengadakan special session untuk menghasilkan suatu rekomendasi terhadap keadaan tersebut.
The conflict in Syria have caused destruction and chaos that attracted international attention. The conflict that have occurred since 2011 had caused a number of civilian casualties which is not few in number. Intervention by Russia in Syria against the Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) and other Syrian rebel groups have not been able to change the situation to be better. The purpose of this study is to find out how the regulation of intervention of a country according to international law, and how to solve the case of Russian intervention in Syria according to international law.
The research method is normative juridical with approach of law and approach of case. The research specification is descriptive. The use of data for this research is secondary data consisting of primary legal materials, secondary legal materials and tertiary legal materials.
The results show that the concept of intervention on a country has been regulated in various international legal instruments such as the UN Charter, Additional Protocol II of 1977, UN General Assembly Resolution No. 2625 (XXV) on the Declaration on Principles of International Law concerning Friendly Relations and Co-operation between States in accordance with the Charter of the United Nations and General Assembly Resolution Number 377 (V) on Uniting For Peace Resolution. The solution to put an end for the conflict in Syria encountered obstacles in the presence of a veto issued by Russia as a member of the UN Security Council. Given the function of the UN Security Council as an organ in charge of maintaining and keep the world in peace, in the event of a deadlock in making decision, the General Assembly of the United Nations may hold a special session to make a recommendation against the situation.
1846621764H1B014023PEMBENTUKAN RING MATRIKS HERMITE MIRING BESERTA RING FAKTORNYAPenelitian ini membahas pembentukan ring matriks Hermite miring beserta ring faktornya. Ring matriks Hermite miring dibentuk dengan melengkapi himpunan matriks Hermite miring dengan operasi penjumlahan matriks dan operasi perkalian yang didefinisikan. Selanjutnya, dibentuk koset-koset dari ideal dalam ring matriks Hermite miring dengan menggunakan himpunan matriks diagonal sebagai idealnya. Himpunan koset-koset tersebut membentuk suatu ring yang disebut ring faktor dari ring matriks Hermite miring oleh ideal matriks diagonal.This paper discusses the construction of a skew Hermitian matrices ring and its quotient ring. The skew Hermitian matrices ring is constructed by equipping the set of skew Hermitian matrices with matrices addition operation and a defined multiplication operation. Then, cosets of the ideal in the ring of skew Hermitian matrices are formed using the set of the diagonal matrices as the ideal. The set of these cosets form a ring which is called the quotient ring of skew Hermitian matrices ring with diagonal matrices ideal.
1846721773D1E013221EFEK PENAMBAHAN FERMEHERBAFIT ENKAPSULASI DALAM PAKAN TERHADAP KONSUMSI PAKAN DAN PERTAMBAHAN BOBOT BADAN AYAM BROILERABSTRAK
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan femeherbafit enkapsulasi dalam pakan terhadap konsumsi pakan dan pertambahan bobot badan ayam broiler. Penelitian dilaksanakan mulai 28 September sampai dengan 2 November 2017 di Selo Arum Farm, Desa Karangrau, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 80 ekor DOC ayam broiler strain Multi Breeder (MB) 202 Platinum yang dipelihara sampai umur 35 hari. Percobaan dilakukan dengan metode eksperimental in vivo dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Rancangan terdiri dari 5 perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali dengan masing-masing ulangan terdiri dari 4 ekor ayam. Perlakuan terdiri dari R0 = pakan basal/kontrol; R1 = penggunaan 1,5% fermeherbafit nonenkapsulasi, R2 = penggunaan 1,5% fermeherbafit enkapsulasi, R3 = penggunaan 3,0% fermeherbafit enkapsulasi, dan R4 = penggunaan 4,5% fermeherbafit enkapsulasi dalam pakan.Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penggunaan fermeherbafit enkapsulasi dalam pakan berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi pakan dan pertambahan bobot badan ayam broiler. Uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) terhadap konsumsi pakan menunjukkan bahwa bahwa R0 berbeda sangat nyata dengan R3 dan R4. Pertambahan bobot badan menunjukkan bahwa R0 berbeda sangat nyata dengan dengan R4. Hasil penelitian disimpulkan bahwa penggunaan fermeherbafit enkapsulasi sampai level 4,5% dalam pakan berpengaruh nyata meningkatkan konsumsi pakan sebesar 0,22% dan meningkatkan pertambahan bobot badan sebesar 0,34% pada ayam broiler.
ABSTRACT
The title of this study was "Effects of Using Fermeherbafit Encapsulation in Feed Towards feed consumption and weight gain of Broiler Chicken". The study was conducted from 28th September to 2nd November 2017 at Selo Arum Farm, Karangrau Village, Sokaraja Sub-district, Banyumas Regency, Central Java. The study was aimed to evaluate the effects of using fermeherbafit encapsulation in feed towards feed consumption and of broiler chicken.The used materials in this research were 80 DOC broiler chickens strain Multi Breeder (MB) 202 Platinum which are maintained until the age of 35 days. Experiments were performed with in vivo experimental methods and used Completely Randomized Design (CRD). The design consisted of 5 treatments and each treatment was repeated 4 times with each replication contained 4 chickens. The treatment consisted of R0 = basal/control feed; R1 = feed contained of 1,5% fermeherbafit non-encapsulation, R2 = feed contained of 1,5% fermeherbafit encapsulation R3 = feed contained of 3,0% fermeherbafit encapsulation, and R4 = feed contained of of 4,5% fermeherbafit encapsulation. Analysis of variance showed that the use of fermeherbafit encapsulation in feed had significant effect (P> 0,05) to feed consumption and body weight of broiler. Further test of Honesty Significant Difference (HSD) on feed consumption showed that R0 was significantly different to R3 and R4. The body weight gain showed that R0 was significantly different to R4. It can be concluded that the use of fermeherbafit encapsulation to the level of 4.5% in the feed significantly affected feed consumption and body weight gain in broiler chickens.
1846821752F1I014001PENGARUH COMPREHENSIVE ECONOMIC PARTNERSHIP AGREEMENT TERHADAP DIPLOMASI EKONOMI INDONESIA KE AUSTRALIA (2010-2017)Penelitian yang berjudul “Pengaruh Comprehensive Economic Partnership
Agreement Terhadap Diplomasi Ekonomi Indonesia Ke Australia (2010-2017)”
penelitian ini menganalisis Pengaruh Comprehensive Economic Partnership
Agreement (CEPA) terhadap Diplomasi ekonomi Indonesia ke Australia, berdasarkan
pilar diplomasi ekonomi.

Fokus penelitian ini adalah kerja sama Indonesia-Australia Comprehensive
Economic Partnership Agreement (CEPA) yang berdampak pada hubungan bilateral
Indonesia dan Australia yang sering pasang-surut. Disamping itu, IndonesiaAustralia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) berpengaruh
terhadap diplomasi ekonomi Indonesia ke Australia.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah Indonesia-Australia Comprehensive
Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) berpengaruh terhadap hubungan
bilateral kedua negara melalui diplomasi ekonomi seperti promosi perdagangan,
peluang investasi, transfer teknologi dan pengelolaan bantuan ekonomi.

Kata Kunci: CEPA, IA-CEPA, Diplomasi Ekonomi.
This research, entitled “The Influence Comprehensive Economic Partnership
Agreement towards Indonesian Economic Diplomacy to Australia (2010-2017)” the
research that analyzes Indonesia-Australia comprehensive economic partnership
agreement (IA-CEPA) based on the pillars of economic diplomacy.

This research focused on Indonesia-Australia Comprehensive Economic
Partnership Agreement (IA-CEPA) which impact to bilateral relation between
Indonesia and Australia. It is because the bilateral relation often up and down.
Besides that, Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement
(IA-CEPA) influences Indonesian economic diplomacy to Australia.

This Conclusion of this research is Indonesia-Australia Comprehensive
Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) influences the bilateral relation of the
both countries by the pillars of economic diplomacy such as promotion of trade,
investment opportunities, transfer technology and manage economic aid.

Keywords: CEPA, IA-CEPA, Economic Diplomacy.
1846921754D1E013163PENGARUH BERBAGAI SUBSTRAT TUMBUH MIKROBA ASAL BATANG BAMBU PADA FERMENTASI JERAMI PADI TERHADAP KADAR SERAT KASAR DAN PROTEIN KASARPenelitian ini bertujuan memperbaiki kualitas jerami padi melalui teknik fermentasi menggunakan inokulum alami mikroba batang bambu dengan tepung jerami padi amoniasi, dedak padi dan onggok sebagai substrat media tumbuh. Penelitian dilaksanakan secara eksperimental yang dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 macam perlakuan dan 5 kali ulangan, sebagai adalah jerami padi tanpa perlakuan (P0), jerami padi amoniasi (P1), jerami padi difermentasi dengan inokulum dari batang bambu yang ditumbuhkan pada tepung jerami padi amoniasi, dedak padi, dan onggok untuk P2, P3, dan P4. Data yang diperoleh dalam penelitian ditabulasikan, kemudian dianalisis menggunakan analisis ragam. Peubah yang diukur adalah serat kasar dan protein kasar. Analisis variansi menunjukkan bahwa fermentasi jerami padi menggunakan substrat yang berbeda berpengaruh yang tidak nyata terhadap kadar serat kasar (p>0,05) akan tetapi berpengaruh nyata terhadap kadar protein kasar (p<0,05). Protein kasar tertinggi pada perlakuan P1 (p<0,05) dibandingkan dengan P0, P2, P3, dan P4 akan tetapi diantara P2, P3, dan P4 tidak berbeda nyata (p>0,05). Protein kasar pada perlakuan P0 lebih rendah (p<0,05) dibandingkan dengan P1, P2, P3, dan P4. Penggunaan berbagai substrat tumbuh mikroba asal batang bambu pada fermentasi jerami padi belum mampu menurunkan kadar serat kasar jerami padi namun dapat meningkatkan kadar protein kasar jerami padi. Penggunaan 10% mikroba batang bambu yang ditumbuhkan pada substrat jerami padi amoniasi, dedak padi dan onggok dapat meningkatkan protein kasar jerami padi.Aims of this study was to improve the quality of rice straw through fermentation techniques using natural inoculums of bamboo stem microbe with rice straw ammoniated flour, rice bran and cassava waste as growing media substrate. The experiment was conducted experimentally designed according to Completely Randomized Design (CRD) with 5 treatments and 5 replications as treatments: untreated rice straw (P0), rice straw ammoniated (P1), rice straw was fermented with inoculum from bamboo stem grown on rice straw ammoniated flour, rice bran, and cassava waste for P2, P3, and P4 respectivity. Data were analysed by analysis of variance. Variable measured were crude fiber and crude protein. Variance analysis showed that fermentation of rice straw using different substrate had no significant effect on crude fiber content (p >0,05) but crude protein content was effected by the treatments (p <0,05). The highest crude protein in treatment P1 compared with P0, P2, P3, and P4 but between P2, P3, and P4 was not significantly different. Crude protein at treatment P0 was lower than P1, P2, P3, and P4. The use of various microbial growth substrates from bamboo stems in rice straw fermentation has not been able to reduce the levels of crude fiber of rice straw but can increase levels of crude protein of rice straw. The use of 10% microbial bamboo stems grown on rice straw ammoniated substrate, rice bran and onggok can increase the crude protein of rice straw.
1847021755H1D013012EVALUASI SISTEM DRAINASE KOTA PURWOKERTO (Studi Kasus Saluran Jalan H.R. Bunyamin, Purwokerto Utara)Kota Purwokerto merupakan salah satu kota yang merupakan salah satu daerah dengan tingkat kepadatan penduduk tinggi dan memiliki tutupan lahan pemukiman yang padat, sehingga mengakibatkan daerah tangkapan air yang kecil. Dengan kondisi daerah tangakapan air yang semakin sedikit, maka kesempatan air hujan masuk ke dalam tanah menjadi semakin sedikit, sehingga limpasan permukaan yang terjadi semakin besar dan berakibat banjir. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah dari saluran drainase di daerah penelitian masih berfungsi dengan baik. Metode untuk menghitung beban pengaliran menggunakan Metode Rasional. Setelah menghitng beban pengaliran (Qb), kemudian dibandingkan dengan kapasitas saluran (Qc) yang ada, dan didapatkan hasil dari 4 saluran bahwa 1 saluran dapat menampung beban pengaliran karena Qb kurang dari Qc, sedangkan 3 yang lain tidak mampu menampung beban pengaliran karena Qb lebih dar Qc. Beberapa penyebab terjadinya banjir di daerah penelitian adalah penggunaan lahan yang mengakibatkan berkurangnya lahan resapan, pengaliran limpasan yang kurang baik, dan adanya endapan sampah atau sedimen di dalam saluran. Solusi dari masalah tersebut adalah memperbaiki saluran yang ada, selanjutnya melakukan perawatan secara berkala.The Purwokerto City has high population density and densely populated land cover, causing small water catchment area. With the condition of the water catchment area is getting less, then the chance of rain water to permeate into the soil becomes less and less, so that the surface runoff that occurs greater and result in flooding. This research intends to know whether the drainage channel is still functioning properly. Drainage load current (Qb) is calculated using Rational Method. Then it is compared with the existing channel capacity (Qc), and the result of 4 channels is that 1 channel can accommodate the drainage load because Qb is less than Qc, while the other 3 is unable to accommodate the drainage load because Qb is more dar Qc. Some of the causes of flooding in the study area are land use which leads to reduced soil absorption, poor runoff draining, and the presence of sediment in the channel. The solution of the problem is fixing the existing channel, then doing the maintenance periodically.
1847121757E1A013080PERLINDUNGAN HUKUM HUMANITER INTERNASIONAL KEPADA PEREMPUAN DARI KEKERASAN SEKSUAL DALAM SENGKETA BERSENJATA (Studi Tentang Kekerasan Seksual pada Perempuan dalam Sengketa Bersenjata di Wilayah Bekas Yugoslavia pada 1992 sampai dengan 1995)Perang di semenanjung Balkan di wilayah bekas Yugoslavia pada 1992 sampai dengan 1995 menimbulkan penderitaan kemanusiaan, tidak saja bagi penduduk sipil pada umumnya, terutama adalah bagi perempuan Bosnia. Pada sengketa bersenjata itu terjadi kekerasan seksual terhadap perempuan Bosnia, terutama Muslim Bosnia. Kekerasan seksual yang terjadi adalah pemerkosaan melalui vagina secara anal dan oral, mutilasi genital, kehamilan paksa, pelacuran yang dipaksakan dan perbudakan seksual. Kasus ini bukan hanya kasus perkosaan biasa seperti dalam yurisdiksi nasional, kejahatan ini dilakukan selama sengketa bersenjata, meluas dan secara sistematis yang disebut juga sebagai genocidal rape.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hukum yang mengatur tentang perlindungan perempuan dari kekerasan seksual dalam sengketa bersenjata dan bagaimana implementasi hukumnya. Metode pendekatan yang digunakan yaitu dengan menggunakan metode yuridis normatif, dan pendekatan yang digunakan dalam penelitian yuridis normatif ini yaitu pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan kasus (case approach). Metode analisa data yang digunakan adalah normatif kualitatif.
Konvensi Jenewa IV 1949 telah mengatur perlindungan terhadap perempuan pada saat sengketa bsersenjata pada Pasal 27 yang disempurnakan dengan Protokol Tambahan 1977. Protokol Tambahan I 1977 Pasal 75 ayat (2) [b] dan Pasal 76 ayat (1), Protokol Tambahan II 1977 Pasal 13 ayat (1) dan (2). Instrumen hukum lain yang berperan sebagai perangkat hukum pelengkap, adalah instrumen hukum HAM yaitu Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM) Pasal 3 dan International Covenant on Civil And Political Rights (ICCPR). Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination Against Women (CEDAW) telah mengatur mengenai perempuan yang lebih menekankan pada penghapusan diskriminasi perempuan. Resolusi Dewan Keamanan PBB no. 827 25 Mei 1993 membentuk ICTY sebagai tanggapan atas konflik pelanggaran hak asasi manusia, yang berkaitan dengan pemerkosaan, salah satunya yaitu kasus Tadic (The Tadic Trial Tribunal 1996). Ketentuan Hukum Humaniter Internasional yang telah dilanggar dalam kasus Tadic adalah Pasal 5 (g) Statuta ICTY tentang kejahatan terhadap kemanusiaan.
The war on the Balkan peninsula in the former Yugoslavia in 1992 to 1995 caused human suffering, not only for the civilian population in general, especially for Bosnian women. The armed conflict involved sexual violence against Bosnian women, especially Bosnian Muslims. Sexual violence that occured are anal and oral vaginal rape, genital mutilation, forced pregnancy, forced prostitution and sexual slavery. This case is not just a case of ordinary rape as in national jurisdiction, this crime is committed during an armed, widespread and systematic dispute referred to as genocidal rape.
The purpose of this study was to find out the laws governing the protection of women against sexual violence in armed conflict and how its implementation of the law. The approach method used is by using normative juridical method, and the approach used in this normative juridical research is statute approach (case approach) and case approach (case approach). Data analysis method used is normative qualitative.
The Geneva Convention IV of 1949 has regulated the protection of women at the time of armed disputes in Article 27 supplemented with the Additional Protocol of 1977. Additional Protocol I of 1977 Article 75 paragraph (2) [b] and Article 76 paragraph (1), Additional Protocol II 1977 Article 13 paragraphs (1) and (2). Other legal instruments that serve as a complementary legal instrument are the instruments of human rights law, the Universal Declaration of Human Rights (DUHAM) Article 3 and the International Covenant on Civil and Political Rights (ICCPR). The Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination Against Women (CEDAW) has regulated women's emphasis on eliminating women discrimination. UN Security Council Resolution no. 827 May 25, 1993 establishes ICTY in response to violations of human rights violations, related to rape, one of which is the Tadic case (The Tadic Trial Tribunal 1996). The provisions of international humanitarian law that have been violated in the Tadic case are Article 5 (g) of the ICTY Statute on crimes against humanity.
1847221758H1L014024Rancang Bangun Aplikasi Location Based Service (LBS) Pemesanan Homestay Budaya di Kabupaten BanyumasKabupaten Banyumas merupakan kabupaten yang memiliki letak strategis di Propinsi Jawa Tengah. Banyak tempat wisata yang dapat menjadikan magnet bagi para setiap pengunjung untuk singgah di Kabupaten Banyumas. Namun, tempat untuk menginap khususnya homestay budaya bagi para pengunjung di sekitar tempat wisata masih kurang dan masih belum banyak informasi mengenai homestay budaya tersebut dan untuk melakukan pemesanan masih sulit dilakukan. Homestay budaya ini sendiri berbeda seperti homestay pada umumnya. Perbedaan homestay budaya dengan homestay pada umumnya adalah kita dapat merasakan budaya yang ada di sekitar homestay tersebut sehingga kita tidak hanya sekedar menginap tetapi juga dapat merasakan menjadi bagian dari warga yang ada di sekitar homestay. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang dan membangun sebuah aplikasi yang berjalan di satu platform dengan satu kode sumber dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan metode pengembangan yang digunakan menggunakan metode waterfall. Aplikasi ini dapat memberikan informasi detail mengenai homestay budaya yang berada di sekitar tempat wisata, serta informasi pendukung seperti tempat wisata di sekitar homestay budaya, tempat makan dan SPBU terdekat dengan menggunakan GPS (Global Positioning System). Hasil dari penelitian ini adalah sebuah aplikasi yang berjalan pada web yang digunakan untuk menyimpan informasi mengenai pemesanan homestay budaya.Banyumas region is a region that has strategic location in Central Java Province. Many tourist attractions that can make a magnet for every visitor to stay in Banyumas region. However, places to stay, especially cultural homestay for visitors around the sights are still lacking and still not much information about it and to make reservations is still difficult to do. Cultural homestay themselves are different than homestays in general. Differences cultural homestay with homestay in general is we can feel the culture around the homestay so that we not just stay but also can feel a part of the residents who are around the homestay. The purpose of this research is to design and build an application that runs on one platform with one source code using PHP programming language and development method used by waterfall method. This application can provide detailed information about the cultural homestay around the tourist attractions, as well as supporting information such as tourist attractions around the cultural homestay, eating places and gas stations nearby by using GPS (Global Positioning System). The result of this research is an application that runs on the web that is used to store information about the cultural homestay booking service.
1847321996C1J014011Determinants of Indonesia's Footwear Export Value to the Destination Countries in EuropePenelitian ini berjudul “Determinants of Indonesia’s Footwear Export Value to the Destination Countries in Europe”. Ekspor mempunyai peranan yang besar didalam perekonomian suatu negara. Salah satunya adalah sebagai sumber pendapatan negara atau devisa dan juga pendorong pertumbuhan ekonomi suatu negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap nilai ekspor alas kaki Indonesia. Variabel yang digunakan di dalam penelitian ini adalah variabel nilai tukar dollar terhadap rupiah, harga ekspor alas kaki dan GDP negara tujuan ekspor sebagai variabel independen dan variabel nilai ekspor alas kaki Indonesia sebagai variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel harga ekspor alas kaki dan GDP negara tujuan ekspor memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap nilai ekspor alas kaki Indonesia. Adapun variabel nilai tukar dollar terhadap rupiah memiliki pengaruh yang positif namun tidak signifikan terhadap nilai ekspor alas kaki Indonesia.The research has a title of “Determinants of Indonesia’s Footwear Export Value to the Destination Countries in Europe”. Export itself has such extensive and important role in an economy of a country. Which one of them are as the income of a country or as the driving force of an economic growth in a country. This research has a purpose to analyze the effects of those variabels against Indonesia’s footwear export value. The variables that are used in this research are the dollar exchange rate against rupiah, footwear export price, and the GDP of export destination countries as the independent variables and the dependent variable is Indonesia’s footwear export value. The result obtained from this research shows that the footwear export price and the GDP of export destination countries variables have a positive and significant effect to Indonesia’s footwear export value. On the other hand, the dollar exchange rate against rupiah has a positive effect but insignificant to Indonesia’s footwear export value
1847421997G1B012092FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN FORMALIN OLEH PEDAGANG IKAN ASIN DI KAWASAN PANTAI TELUK PENYU KABUPATEN CILACAPLatar Belakang : Formaldehyd (formalin) merupakan bahan tambahan makanan yang dilarang penggunaannya yang diatur dalam Permenkes RI No.722/Menkes/Per/IX/88. Namun, pada kenyataannya masih banyak bentuk penyalahgunaan dari zat kimia tersebut. Bahaya makanan berformalin yang dikonsumsi dalam jumlah banyak dan jangka waktu yang lama dapat menyebabkan kematian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan formalin oleh pedagang ikan asin.
Metodologi : Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini memiliki populasi sebanyak 40 pedagang dan sampel 29 pedagang yang diambil menggunakan rumus Slovin. Analisis data dilakukan dengan dua cara, yaitu analisis univariat dan bivariat. Analisis penelitian ini menggunakan SPSS. Analisis univariat, analisis bivariat menggunakan uji chi square, dan uji laboratorium secara kualitiatif dengan test kit formalin.
Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan 86,2% ikan asin mengandung formalin. Faktor yang berhubungan dengan penggunaan formalin oleh pedagang ikan asin adalah sikap. Sedangkan faktor yang tidak berhubungan adalah pengetahuan, motif ekonomi, dan peran pemerintah.
Kesimpulan : Ada hubungan antara sikap dengan penggunaan formalin oleh pedagang ikan asin
Background : Formaldehyd (formalin) is a prohibited food additives which is regulated in Permenkes RI No.722 / Menkes / Per / IX / 88. However, in fact there are still many forms of abuse of these chemicals. The dangers of formaldehyde consumed in large quantities and long periods of time can cause death. The aim of this study is to determine the factors correlated withthe use of formalin by salted fish traders.
Method : Analytic observational with cross sectional study. The population has 40 traders and 29 samples of traders taken using the Slovin formula. Data analysis was done in two ways, univariate and bivariate analysis. Analysis of this research using Chi Square test, and laboratory test qualitatively with formalin test kit.
Result : This study showed that 86.2% of salted fish contain formalin. Factors correlated with the use of formalin by salted fish traders is an attitude. While unrelated factors are knowledge, economic motives, and the role of government.
Conclusion : There was correlation between attitude with the use of formalin by salted fish traders.
1847521759C1C012039PENGARUH MOTIVASI, MORALITAS, PERAN PERANGKAT DESA, DAN SANKSI PERPAJAKAN TERHADAP KEPATUHAN MASYARAKAT DALAM MEMBAYAR PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAN DAN PERKOTAANPenelitian ini berjudul pengaruh motivasi, moralitas, peran perangkat desa, dan sanksi perpajakan terhadap kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan. PBB merupakan salah satu jenis pajak daerah yang berpengaruh terhadap pemerintah daerah. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui pengaruh motivasi terhadap kepatuhan masyarakat dalam mebayar PBB, (2) untuk mengetahui pengaruh moralitas terhadap kepatuhan masyarakat dalam membayar PBB, (3) untuk mengetahui pengaruh peran perangkat desa terhadap kepatuhan masyarakat dalam mebayar PBB, (4) untuk mengetahui pengaruh sanksi perpajakan terhadap kepatuhan masyarakat dalam mebayar PBB.
Populasi dalam penelitian ini berjumlah 100 responden di Desa Karang Tengah dan Kelurahan Bancarkembar Kabupaten Banyumas. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode convenience sampling. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner tertutup dan teknik analisis data yang digunakan adalah analysis regresi linear berganda.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa variabel motivasi, peran perangkat desa, dan sanksi perpajakan berpengaruh positif signifikan. Sedangkan variabel moralitas tidak berpengaruh terhadap kepatuhan masyarakat dalam membayar PBB-P2 di Kabupaten Banyumas.
Abstract
The tittle of this research is the effect of motivation, morality, role of village apparatus, and tax penalities towards taxpayer compliance in paying property tax. Property tax is one of local tax that affecting local revenue. The purpose of this research was (1) to knowing the effect of motivation towards taxpayer compliance in paying property tax, (2) to knowing the effect of morality towards taxpayer compliance in paying property tax, (3) to knowing the effect of role of village apparatus towards taxpayer compliance in paying property tax, (4) to knowing the effect of tax penalities towards taxpayer compliance in paying property tax.
The population of this research was 7524 taxpayer of property tax. The sampling technique in this research was convenience sampling with total saples 100 respondents. The data collected by using closed questionnaire and data analysis technique used was multiple linear regression.
The results showed that the variable motivation, role of village apparatus, and tax penalities had significantly positive effect. while variable morality had now effect on taxpayer compliance in paying property tax in Banyumas.
1847621760E1A014178ALAT BUKTI DOKUMEN ELEKTRONIK DALAM PENGUNGKAPAN CYBERPORNOGRAPHY PADA KASUS NIKAHSIRRI.COMKemajuan teknologi informasi dan komunikasi tidak dapat dipungkiri memberikan dampak negatif, salah satunya memunculkan modus operandi kejahatan baru di bidang siber, atau dikenal dengan istilah cybercrime. Cyberpornography merupakan salah satu bentuk kejahatan siber yang paling banyak muncul di masyarakat Indonesia akhir-akhir ini. Seperti dalam kasus yang saat ini sedang ramai dibicarakan yakni kasus nikahsirri.com. Kasus ini melibatkan Aris Wahyudi yang merupakan pembuat dan pemilik situs yang mengandung unsur pornografi dan eksploitasi anak serta wanita.
Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui dan menganalisis alat bukti dokumen elektronik dalam pengungkapan tindak pidana cyberpornography dalam kasus nikahsirri.com. Metode yang digunakan dalam penelitan ini berupa yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian preskriptif analitis dan menggunakan data sekunder.
Penyidikan yang telah dilakukan oleh polisi dan Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menyatkan bahwa situs tersebut terindikasi memuat konten pornografi dan menyediakan fasilitas lelang perawan yang masuk dalam tindak pidana yang melanggar ketentuan dalam Undang- Undang Pornografi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kedudukan pembuktian informasi dan dokumen elektronik, dalam tindak pidana Cyberpornograpy di Indonesia sesuai dengan Pasal 5 Undang- Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, adalah bukti elektronik merupakan alat bukti yang sah dan merupakan perluasan dari alat bukti yang diatur dalam Pasal 184 Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana. Setelah ditelaah lebih jauh alat bukti “situs nikahsirri.com” tersebut sudah memenuhi syarat- syarat originalitas, substansi, dan kesesuian dengan alat bukti lain yang telah disita oleh polisi berdasarkan Undang- Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
The advances of Information Technology and Communication, can’t be denied that have disadvantages, one of them are bring up a new modus operandi in cyber crime. Cyberpornography is one of the most appears cyber-crime that have in Indonesian lately. For example is the case that really hit recently is about nikahsirri.com. This case involves Aris Wahyudi who is the maker and owner of the site that contains of pornography also children and women exploitation.
This research intends to identify and analyze the evidence of electronic documents in the cyberpornography disclosure of the nikahsirri.com case. The method used in this research is juridical- normative with prescriptive-analytical specifications, and using secondary data.
The investigations conducted by the police and Sub-Directorate of Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya indicated that the site contains pornographic content and provide auction virgins that entered in a criminal offense Pornography Law. It can be concluded that the legal standing of the evidence of electronic documents on Cyberpornograpy in Indonesia according to Law Number 11 Year 2008 about Information and Electronic Transactions in Article 5, is the electronic evidence is legal evidence and is an extension of the evidence set out in KUHAP Article 184. After explored further evidence "nikahsirri.com sites" has fulfill the terms of originality, substance, and conformity with other evidence that has been seized by the police based Law Number 11 Year 2008 about Information and Electronic Transactions.
1847721998F1G014048NASIHAT CINTA PADA PROGRAM IM POSSIBLE (KAJIAN ANALISIS WACANA KRITIS MODEL VAN DIJK)Penelitian ini berjudul “Nasihat Cinta pada Program Im Possible (Kajian Analisis Wacana Kritis Model van Dijk)”. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif. Data yang dianalisis adalah nasihat cinta yang terdapat pada lima episode program Im Possible yaitu Jodoh Pasti Bertemu, Selingkuh, Salah Siapa?, Lima Bahasa Cinta, Yang Penting Dating, dan Jomblo Pasti Berlalu.
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak. Metode simak memiliki teknik dasar dan teknik lanjutan. Teknik dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik sadap serta teknik lanjutannya adalah teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Metode analisis data pada penelitian ini menggunakan metode analisis wacana kritis model van Dijk. Sesuai dengan analisis wacana kritis model van Dijk, penelitian ini meneliti data berdasarkan tiga dimensi yaitu struktur teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Setelah dianalisis, data selanjutnya disajikan secara formal dan informal.
Hasil penelitian ini yaitu berdasarkan analisis struktur teks ditemukan bahwa secara tematik dan skematik semua data mengandung tema dan alur yang beragam. Secara semantik ditemukan adanya elemen latar, praanggapan, detil, dan maksud. Secara sintaksis ditemukan bahwa semua data menggunakan bentuk kalimat, koherensi, dan kata ganti yang bermacam-macam. Secara stilistik ditemukan bahwa ada beberapa data yang menggunakan leksikon tertentu. Secara retoris, semua data menggunakan intonasi nada yang berbeda dan ada pula yang menggunakan gambar, tulisan yang ditampilkan di layar kaca, serta metafora. Berdasarkan analisis kognisi sosial, ditemukan bahwa terdapat skema person, diri, peran, dan peristiwa. Skema person adalah skema yang paling dominan dan skema diri hanya ditemukan pada satu data. Sementara berdasarkan analisis konteks sosial, disimpulkan bahwa profesi para coach sebagai salah satu motivator ternama di Indonesia membuat mereka memiliki kekuasaan dan akses yang lebih besar untuk dapat memengaruhi penonton terhadap wacana yang mereka sampaikan.
Secara keseluruhan, hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa semua nasihat yang disampaikan oleh para coach adalah untuk memberikan penekanan, penjelasan, dan penegasan terhadap nasihat yang disampaikan dengan menggunakan tema, alur, bentuk kalimat, koherensi, kata ganti, pilihan kata, intonasi nada, dan grafis yang beragam serta berdasarkan pengetahuan, pengalaman, dan kekuasaan yang dimiliki para coach agar nasihat-nasihat tersebut dapat memengaruhi serta memberikan inspirasi dan motivasi kepada para penonton. Hal ini sesuai dengan misi dari program Im Possible itu sendiri yaitu memberikan semangat, motivasi, serta inspirasi kepada para penontonnya.
The research is entitled "Nasihat Cinta pada Program Im Possible (Kajian Analisis Wacana Kritis Model van Dijk)". It is classified into a descriptive-qualitative research. The data are the love advices contained in five episodes of I’m Possible program with the title Jodoh Pasti Bertemu [When destined together, no one can resist]; Selingkuh, Salah Siapa?[Having Love Affairs, who should be blamed?]; Lima Bahasa Cinta [Five Languages of Love]; Yang penting Dating [Dating is the most important one]; and Jomblo Pasti Berlalu [Single Status does not Last Forever].
The research data are collected using a listening method with both basic and further technique. The former employs a tapping technique, while the latter uses both uninvolved conversation observation and writing technique. The research data are then analyzed using a critical discourse analysis method of van Dijk model. Due to the critical discourse analysis of van Dijk model, this research examines the data based on three dimensions consisting of textual structure, social cognition, and social context. After the data are analyzed, those are formally and informally presented.
The research results show that based on the textual structure analysis, it is found that all data thematically and schematically contain various themes and plots. Semantically, the elements of background, presumption, detail, and intention are found. Syntactically, it is found that the entire data use various sentence, coherence, and pronoun forms. Stylistically, it is found that there are some data using certain lexicons. Rhetorically, the whole data have different tone intonations and some use images, text displayed on screen, and metaphors. Based on the social cognition analysis, it is found that there are person, self, role, and event scheme. The person scheme is the most dominant one, while the self scheme is only found in one datum. Based on the social context analysis, it is concluded that the profession of coaches as one of well-known motivators in Indonesia makes them possess greater power and access to influence the audiences related to the discourse they are presenting to convey.
The research results simultaneously conclude that all advices delivered by the coaches are intended to provide emphasis, clarification and affirmation through various themes, plots, sentence formations, coherences, pronouns, dictions, tone intonations, and graphs based on the coaches’ knowledge, experience, and power that they may influence, inspire, and motivate the audiences. Those are in accordance with the missions of I’m Possible program to provide spirit, motivation, and inspiration to all audiences.
1847822065H1L014049RANCANG BANGUN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN PEGAWAI TERBAIK DI BANK BTN PURWOKERTO DENGAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING BERBASIS WEBSITEPenelitian ini dilakukan di Bank BTN cabang Purwokerto. Menurut situs resmi Bank BTN, Bank BTN merupakan badan usaha milik negara Indonesia yang berbentuk perseroan terbatas dan bergerak di bidang jasa keuangan perbankan. Di Bank BTN memiliki banyak pegawai yang masing-masing memiliki tugas untuk meningkatkan pelayanan untuk para nasabah. Di beberapa pegawai tersebut akan ada pemilihan pegawai terbaik. Dalam pemilihan pegawai terbaik terdapat salah satu faktor penting sebagai penentu yaitu analisis dan hasil dari penilaian yang dilakukan. Untuk menganalisis atau menentukan pegawai terbaik, dilihat dari berbagai aspek yang memiliki beberapa kriteria. Masalah yang terjadi adalah sulit untuk menentukan pilihan yang tepat dari banyaknya pegawai yang bekerja di Bank BTN cabang pusat Purwokerto. Sebuah pilihan memiliki nilai yang lebih baik pada kriteria dan memiliki nilai yang lebih buruk pada kirteria lainnya. Hasil penelitian dan observasi, disimpulkan bahwa untuk menghasilkan hasil dalam analisis penentuan pegawai terbaik, bisa menggunakan sistem pendukung keputusan. Sistem ini dibangun untuk memberikan informasi bagi pengguna untuk menentukan pegawai terbaik sebagai dasar untuk pengambilan keputusan. Dalam sistem pendukung keputusan ada perhitungan matematika,dilakukan dengan pemberian nilai bobot setiap kriteria yang ada. Informasi yang diperoleh dapat membantu pengguna dalam menemukan hasil yang tepat sesuai dengan penilaian dari beberapa calon pegawai yang akan menjadi pilihan dalam pemilihan pegawai terbaik.
This research was conducted at Bank BTN Purwokerto branch. According to the official website of Bank BTN, Bank BTN is a state-owned Indonesian company in the form of a limited liability company and engaged in banking financial services. At Bank BTN has many employees who each have a duty to improve services for its customers. In some of these employees there will be the best employee election. In the selection of the best employees there is one important factor as a determinant of the analysis and the results of the assessment conducted. To analyze or determine the best employees, viewed from various aspects that have several criteria. Problems that occur is difficult to determine the right choice of the number of employees who work at Bank BTN branch center Purwokerto. An option has a better value on the criterion and has a worse value on the other cirteria. The results of research and observation, concluded that to produce results in the analysis of determining the best employees, can use decision support system. This system is built to provide information for users to determine the best employees as the basis for decision-making. In the decision support system there is a mathematical calculation, done by assigning the weight value of each criterion. The information obtained can help the user in finding the right results according to the assessment of some of the prospective employees who will be the choice in the best
1847921762A1L113094PENGGUNAAN PENANDA SIMPLE SEQUENCE REPEAT (SSR) dan RANDOM AMPLIFIED POLYMORPHIC DNA (RAPD) UNTUK MENGETAHUI KERAGAMAN GENETIK VARIETAS KENTANG (Solanum tuberosum L.) ASAL BATUR, BANJARNEGARA Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui tingkat keragaman genetik delapan varietas kentang asal Batur, Banjarnegara berdasarkan Simple Sequence Repeat (SSR) dan Random Amplified Repeat (RAPD), dan 2) mengetahui hubungan kekerabatan delapan varietas kentang asal Batur, Banjarnegara berdasarkan SSR dan RAPD. Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman dimulai dari April–Oktober 2017. Penelitian ini menggunakan sampel yang diambil dari Batur, Banjarnegara. DNA diekstraksi menggunakan metode CTAB yang dimodifikasi. Metode CTAB modifikasi bertujuan untuk mendapatkan total DNA dari sampel daun yang diuji. Selanjutnya, di PCR menggunakan komponen yang sudah diekstraksi dan sudah diatur sesuai optimasi waktunya dari masing-masing dua primer RAPD dan empat primer SSR. Setelah itu dikuantifikasi dan dikualifikasi menggunakan elektroforesis dengan agarose gel 1 persen dan 3 persen, serta menggunakan spektrofotometer. Hasil elektroforesis diskoring 1 jika muncul pita dan 0 jika tidak muncul pita. Pohon filogenetik dibentuk menggunakan metode UPGMA (unweighted pair-group method with arithmetic) dengan aplikasi Mega 6 (molecular evolutionary genetics analysis). Berdasarkan hasil pola pita dari dua primer RAPD dan empat primer SSR diperoleh 23 pola pita dengan persentase polimorfik sebesar 100%. Enam primer yang digunakan memiliki kisaran nilai PIC 0,50-0,86. Berdasarkan konstruksi pohon filogenetik, aksesi kentang yang dianalisis memiliki kisaran jarak genetik 0,26-0,32 atau memiliki kisaran keragaman genetik 26%-32%. Pohon filogenetik yang terbentuk membagi dua kluster, besarnya koefisien jarak 0,26-0,32 memiliki keragaman yang rendah serta kesamaan genetik yang tinggi. Kluster tersebut terbagi lagi menjadi dua subkluster dengan jarak 0,08-0,29. Subkluster pertama pada jarak 0,15-0,29 terdapat varietas Lapan, Ungu, Granola L dan Merah. Subkluster kedua pada jarak 0,08-0,12 terdapat varietas NH1, MZ, Agria, Vega. This research aimed 1) to determine the genetic diversity level of eight varieties of potatoes from Batur, Banjarnegara based on the Simple Sequence Repeat (SSR) and Random Amplified Repeat (RAPD), and 2) to dentify the relation of eight varieties of potato from Batur, Banjarnegara based on the SSR and RAPD. This research was carried out at the Plant Breeding and Biotechnology Laboratory of the Faculty of Agriculture, University of Jenderal Soedirman from April 2017-October 2017.This study used leaf samples of eight potato varietes from the Banjarnegara and Wonosobo cultivation. DNA was extracted by using CTAB method with a minor modification. A method of CTAB modification aims to receives a total of DNA from samples leaves that are being tested. Then PCR was performed using components and cycles according to the optimization results have been done of the two RAPD primer and four SSR primer. Once it is in the quantification and in qualification use electrophoresis with agarose gel 1% and 3%, as well as use of the spectrophotometer. The band was scored 1 if it appeared tape and 0 if it did not appear. Phylogenetic tree and dendrogram were established based on an unpaired group method of arithmetic (UPGMA) using the software Mega 6 (molecular evolutionary genetics analysis). The genomic DNA of 33 potato accession was amplified with two RAPD primer and four SSR primer that generated 100% polymorphic from 23 allels and Based on calculation a range of PIC values from 0.50-0.88. Based on phylogenetic tree construction, accession of potatoes analyzed has a range of genetic distance 0.26-0.32 or has a genetic similarity range of 26%-32%. The phylogenetic trees formed divide cluster 2, the distance coefficient 0.26-0.32 have low diversity and high similarity genetic. The cluster divided into a 2 subcluster 0.26-0.32. Subcluster first at a distance 0.15-0.29 there are varieties Lapan, Purple, Granola L, Red. Subcluster both at a distance 0.08-0.12 there are varieties NH1, MZ, Agria, and Vega.
1848021763E1A013167PERAN UNITED NATIONS CHILDREN’S FUND DALAM MEWUJUDKAN REINTEGRASI TERHADAP TENTARA ANAK PEREMPUAN PADA SITUASI PASCA KONFLIK (Studi Tentang Kasus Konflik Sipil di Sierra Leone Tahun 1991-2002)Lahirnya kelompok pemberontak Revolutionary United Forces (RUF) membawa kondisi Sierra Leone menjadi negara dengan kondisi kemanusiaan terburuk pada masa konflik. Pelanggaran hukum humaniter internasional terutama Konvensi Jenewa IV 1949 tentang Perlindungan Penduduk Sipil hampir terjadi setiap hari bahkan wanita dan anak-anak yang seharusnya menjadi kelompok yang paling dilindungi turut menjadi korban pelanggaran itu sendiri. Anak perempuan khususnya mengalami penculikan, kekerasan seksual dan ikut bertempur bersamaan dengan anak laki-laki lainnya, namun tidak mendapatkan perbaikan pascaperang yang semestinya. Diabaikannya anak perempuan dari proses perbaikan pascaperang menjadikan anak perempuan tidak tereintegrasi dengan baik ke dalam masyarakat.
Penelitian dilakukan dengan metode pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian deskriptif, dan metode studi kepustakaan, penulis mengumpulkan bahan dari literatur-literatur baik yang bersifat hardcopy maupun softcopy dan menganalisis secara normatif berdasarkan kajian hukum humaniter internasional.
Hasil penelitian dari penelitian ini yaitu UNICEF sebagai Organisasi Internasional yang fokus bergerak pada perlindungan anak dan wanita, menjadi salah satu organisasi yang berperan dalam reintegrasi tentara anak perempuan. Untuk mewujudkan reintegrasi tersebut maka dilaksanakan program DDR (Demobilization, Disarmament, and Reintegration) yaitu dengan cara penurunan status kesiagaan, melucuti senjata para mantan tentara anak dan reintegrasi sendiri diwujudkan dengan pembentukan jaringan perlindungan anak yang baik. UNICEF dapat melakukan empat pedoman reintegrasi yang digunakan penulis dalam penelitian ini untuk melakukan proses reintegrasi tentara anak perempuan di Sierra Leone. Empat pedoman reintegrasi tersebut adalah penyatuan kembali kepada keluarga, dukungan psikososial, pendidikan dan peluang ekonomi.
The birth of the Revolutionary United Forces (RUF) rebel group brought the conditions of Sierra Leone into a country with the worst humanitarian conditions during the conflict. Violations of international humanitarian law, especially the Geneva Convention 1949 on the Protection of Civilians are almost daily, even women and children who are supposed to be the most protected groups are victims of the violations themselves. Girls in particular are abducted, sexually assaulted and fight alongside other boys, but do not get the proper postwar reintegration. The neglect of girls from the postwar warfare process makes girls unintegrated well into society.
The research was conducted by using normative juridical approach, descriptive research specification, and literature study method, the authors collected materials from literature both hardcopy and softcopy and analyzed normatively based on international humanitarian law study.
The results of this research are UNICEF as an International Organization focusing on the protection of children and women, became one of the organizations that play a role in the reintegration of child soldiers. To realize the reintegration, DDR (Demobilization, Disarmament and Reintegration) program is implemented by degradation of alertness state, disarming the former child soldiers and reintegration itself is manifested by the establishment of a good child protection network. UNICEF can perform four reintegration guidelines used by the authors in this study to carry out the reintegration process of girl child soldiers in Sierra Leone. Four reintegration guidelines are reintegration to families, psychosocial support, education and economic opportunities.