Artikel Ilmiah : A1H014053 a.n. LISKA FITRIANA
| NIM | A1H014053 |
|---|---|
| Namamhs | LISKA FITRIANA |
| Judul Artikel | Analisis Pengeringan Limbah Padat Tahu Menggunakan Alat Pengering Energi Surya Tipe Kabinet |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Limbah padat tahu merupakan hasil sampingan dalam proses pembuatan industri tahu yang diperoleh dari hasil penyaringan susu kedelai yang masih mengandung air relatif tinggi. Kondisi tersebut menyebabkan masa simpannya menjadi rendah oleh karena itu memerlukan perlakuan khusus agar umur simpannya lebih lama, salah satu upaya mempertahankan kualitas adalah pengeringan. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan pengeringan limbah padat tahu dengan dua metode pengeringan yaitu pengeringan langsung dengan sinar matahari dan menggunakan alat solar dryer tipe kabinet. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Pertanian Jurusan Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini dimulai dari bulan Oktober 2017 sampai Januari 2018. Penelitian in dilakukan dengan pecobaan mengeringkan limbah padat tahu sebanyak 1000 g per nampan hingga berat bahan konstan. Variabel yang diamati meliputi iradiasi surya, suhu, kelembaban udara, kadar air, susut bobot, laju pengeringan, kadar air kesetimbangan, konstanta pengeringan dan perubahan mutu. Hasil penelitian ini menunjukan karaktristik limbah padat tahu rata–rata dari 3 ulangan yang diperoleh adalah: limbah padat tahu memiliki kadar air awal sebesar 90,44%bb; dan 945,9%bk; kadar air akhir pada pengeringan solar dryer sebesar 3,16%bb; dan 3,3%bk sedangkan pada pengeringan matahari langsung sebesar 3,74%bb; dan 3,89%bk; nilai susut bobot pada pengeringan solar dryer sebesar 89,73% sedangkan pada pengeringan matahari langsung sebesar 89,36%; nilai laju pengeringan pada pengeringan solar dryer sebesar 62,84%bk/jam dan pada pengeringan matahari langsung sebesar 62,80%bk/jam; nilai kadar air kesetimbangan pada pengeringan solar dryer sebesar 2,78%bk dan pada pengeringan matahari langsung sebesar 3,13%bk; nilai konstanta pengeringan pada pengeringan solar dryer sebesar 0,4675 dan pada pengeringan matahari langsung sebesar 0,4641. Perubahan mutu pengeringan limbah padat tahu yang diamatai adalah karakteristik fisik, mutu pengeringan pada pengeringan menggunakan solar dryer karakteritik fisik berupa warna yang lebih terang dibandingkan dengan penjemuran matahari langsung yang berwarna kecoklatan karena terkena debu dan kotoran. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Solid waste tofu is a byproduct in the process of manufacturing the tofu industry obtained from the filtering of soy milk that still contains relatively high water. These conditions cause the shelf life to be low therefore require special treatment for longer shelf life, one of the efforts to maintain the quality is drying. The purpose of this study was to compare drying of solid waste tofu by two methods of drying that is sun drying with sunlight and using the appliance of solar dryer type of cabinet. This research was conducted at the Laboratory of Agricultural Technology Department of Agricultural Technology Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. This study began from October 2017 to January 2018. This research was conducted with the experiment of drying the solid waste tofu of 1000 g one tray up to the constant material weight. The observed variables include solar irradiation, temperature, relative humidity, moisture content, weight loss, drying rate, equilibrium water content, drying constant and quality change. The results of this research indicate the characteristic of the average solid waste tofu from the 3 replications obtained are: solid waste tofu has an initial water content of 90.44%wb; and 945.9%db of final moisture content on drying of solar dryer by 3.16% wb; and 3.3%db while on sun drying of 3.74%wb; and 3.89%db; shrinkage weight value at solar dryer drying 89,73% while on sun drying equal to 89,36%; the drying rate of drying the dryer is 62.84% db/hr and on direct sun drying of 62.80%db/hr; the value of equilibrium moisture content on drying of the dryer was 2.78%db and at sun drying of 3.13%db; the value of the drying constant in the drying of the solar dryer is 0.4675 and at the sun drying of 0.4641. The change of drying quality of solid waste tofu that observed is physical characteristics, drying quality at drying using physical characteristic solar dryers in the form of lighter color compared with the sun drying tan-colored direct exposure caused by dust and dirt. |
| Kata kunci | Limbah padat tahu, Solar dryer, Matahari langsung, Pengeringan |
| Pembimbing 1 | Dr. Ir. Wiludjeng Trisasiwi, M.P. |
| Pembimbing 2 | Ir. Agus Margiwiyatno, M.S., Ph.D. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2018 |
| Jumlah Halaman | 17 |
| Tgl. Entri | 2018-05-17 14:03:41.183735 |