Artikelilmiahs

Menampilkan 1.821-1.840 dari 48.725 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
18217864P2DA10007POLA DAN PERILAKU KONSUMSI PANGAN ASAL TERNAK (DAGING, SUSU DAN TELUR) PADA RUMAH TANGGA PETERNAK SAPI PERAH DI JAWA TENGAHPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola dan perilaku konsumsi pangan asal ternak pada rumah tangga peternak sapi perah di Jawa Tengah. Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pola dan perilaku konsumsi pangan asal ternak pada rumah tangga peternak sapi perah di Jawa Tengah. Penelitian dilakukan pada bulan Nopember sampai bulan Desember dengan metode survai melibatkan responden sebanyak 97 peternak sapi perah di Kabupaten Boyolali, Kota Salatiga dan Kabupaten Banyumas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah tangga peternak sapi perah di Jawa Tengah mengalokasikan 9,44% pendapatannya untuk pengeluaran pangan asal ternak. Pola konsumsi pangan asal ternak rumah tangga peternak sapi perah di Jawa Tengah adalah pola konsumsi pangan telur dengan persentase kontribusi konsumsi telur sebesar 48,83%, 28,56% konsumsi daging dan 22,62% konsumsi susu. Perilaku konsumsi pangan asal ternak pada rumah tangga peternak sapi perah di Jawa Tengah masih rendah yang berarti bahwa frekuensi konsumsi antara 8-15 kali/ bulan. Hasil Analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa pendidikan ibu rumah tangga, usia ibu rumah tangga, pendapatan rumah tangga dan jumlah anggota rumah tangga secara bersama-sama berpengaruh terhadap pola dan perilaku konsumsi pangan asal ternak pada rumah tangga peternak sapi perah di Jawa Tengah (P<0,01). Pendidikan ibu rumah tangga dan pendapatan rumah tangga berperan dalam meningkatkan pola dan perilaku konsumsi pangan asal ternak pada rumah tangga peternak sapi perah di Jawa Tengah (P<0,05), sedangkan jumlah anggota rumah tangga dapat menurunkan pola dan perilaku konsumsi pangan asal ternak pada rumah tangga peternak sapi perah di Jawa Tengah (P<0,05). Untuk meningkatkan pola dan perilaku konsumsi pangan asal ternak pada rumah tangga peternak sapi perah dapat dilakukan dengan menigkatkan produktivitas tenaga kerja keluarga dan meningkatkan curahan jam kerja terhadap usaha sapi perah, diversifikasi usaha produk susu, menaikkan harga jual susu di koperasi, kegiatan pendidiksan, pelatihan dan penyuluhan mengenai pentingnya mengkonsumsi pangan hewani asal ternak. This study aimed to determine the behavioral patterns of animal product food consumption on dairy farmers’ household in Central Java and to determine the factors influencing behavioral patterns of animal product food consumption on dairy farmers’ household in Central Java. The research was conducted from November until December 2013 by survey method with 97 respondents of dairy farmers in Boyolali, Salatiga and Banyumas.The results showed that the pattern of animal product consumption on the dairy farmers’ households in Central Java amounted to 9,44 %. The contribution percentage of animal product consumption was 48,83 % consumption of eggs; 28,56 % meat consumption and 22,62 % milk consumption. The consumption behavior of animal product food on dairy farmers households in Central Java was still low with occasional consumption frequency (2-3 times/week) or (8-15 times/month). Results of multiple linear regression analysis showed that housewife education, age, household income and number of household members jointly influenced to behavioral patterns of animal product food consumption on dairy farmers’ household in Central Java is (P<0,01). Housewives’education level and household income played a role in increasing behavioral patterns of animal product food consumption on dairy farmers’ household in Central Java is (p<0,05), while the number of household members was able to reduce behavioral patterns of animal product food consumption on dairy farmers’ household in Central Java is (P<0,05). Improving behavioral patterns of animal product food consumption on dairy farmers’ members household could be done by increasing employment for household, giving more hours to dairy farmers, raising the list price of milk in the cooperation, conducting education, training and counseling activities about the importance of consuming animal product food.
18227860P2BA10003ANALISIS KEKAYAAN SPESIES DAN KEKERABATAN FAMILIA BAGRIDAE DI SUNGAI KLAWING BERDASARKAN KARAKTER MORFOMERISTRIK DAN PENANDA RAPD: INFORMASI DASAR UPAYA KONSERVASITujuan dari penelitian ini adalah menganalisa kekayaan spesies, kelimpahan individu, kekerabatan antar spesies Familia Bagridae yang ada di Sungai Klawing dan menganalisa faktor fisik dan kimiawi yang mempengaruhi kelimpahan Bagridae di Sungai Klawing. Hasil analisis menunjukan bahwa kekayaan Familia Bagridae hanya ada 3 spesies yaitu Hemibagrus nemurus, Mystus nigriceps, dan Mystus micracanthus dengan kelimpahan yang sangat rendah. Hasil penelitian hanya primer OPA – 11 primer terseleksi yang mampu mengamplifikasi marka RAPD sebanyak 3 buah. Hasil analisis kekerabatan menunjukkan Hemibagrus nemurus, M. micracanthus, dan M. nigriceps dalam satu nenek moyang dan Mystus micracanthus memiliki kekerabatan lebih dekat dengan Mystus nigriceps dibandingkan dengan H. nemurus. Sungai Klawing memiliki kualitas air yang baik dan masih mendukung kehidupan Familia Bagridae. Hasil PCA menunjukkan bahwa kelimpahan H. nemurus lebih dipengaruhi oleh suhu dan kedalaman sedangkan M. nigriceps dan M. micracanthus lebih dipengaruhi oleh DO dan TSS. Hasil analisis menunjukkan M. micracanthus yang tertangkap jumlahnya paling sedikit dibandingkan dua spesies lainnya.This research aims to analyze species richness, abundance, and relationship of familia Bagridae in Klawing River and analyze the interaction between physical and chemical factors influencing Bagridae’s richness in Klawing River. The results showed that only 3 species were found in Klawing River, namely Hemibagrus nemurus, Mystus nigriceps, and Mystus micracanthus with very low abundance. Species abundance among stations were significantly different (p> 0.05). Primer selection resulted that only OPA – 11 primer capable to amplify RAPD markers and was defined as selected primer. Phylogenetic tree showed that Hemibagrus nemurus, Mystus micracanthus, and Mystus nigriceps shared the same ancestor, and M. Micracanthus closed related to M. nigriceps than to Hemibagrus nemurus. Klawing River has good water quality and is appropriate to support Bagridae to live normally. Principal component analysis (PCA) proved that Hemibagrus nemurus’s abundance was affected by temperature and depth, while Mystus nigriceps and Mystus micracanthus were influenced by dissolved oxygen (DO) and Total Suspended Solid (TSS). The result was also indicated that M. micracanthus was less abundance compared to the other two species.
18237862P2CD11001PERSEPSI DAN SIKAP KARYAWAN ATAS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
DAN PENGARUHNYA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT BRI SYARIAH SE BARLINGMASCAKEB
Penelitian ini berjudul Persepsi dan Sikap Karyawan atas Sistem Informasi Akuntansi dan Pengaruhnya terhadap Kinerja Karyawan pada PTBRI Syariah Se Barlingmascakeb. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh persepsi kebermanfaatan dan persepsi kemudahan dalam penggunaan sistem informasi akuntansi terhadap sikap karyawan dalam menggunakan sistem informasi akuntansi pada PT BRI Syariah se Barlingmascakeb.Juga untuk menganalisis pengaruh persepsi kebermanfaatan, kemudahan dalam penggunaan sistem informasi akuntansi dan sikap terhadap kinerja karyawan PT BRI Syariah se Barlingmascakeb.
Penelitian menggunakan data primer dengan menyebarkan kuesioner kepada seluruh karyawanPT BRI Syariah se Barlingmascakeb yang berjumlah 105 responden. Metode analisis yang digunakan adalah analisis Structural Equation Modeling (SEM). Berdasarkan analisis dapat disimpulkan bahwapersepsi kebermanfaatan dan persepsi kemudahan dalam penggunaan sistem informasi akuntansi mempunyai pengaruh positif terhadap sikap karyawan dalam menggunakan sistem informasi akuntansi pada PT BRI Syariah se Barlingmascakeb. Persepsi kebermanfaatan, Persepsi kemudahan dalam penggunaan sistem informasi akuntansi dan sikap mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja karyawan PT BRI Syariah se Barlingmascakeb.
Saran penelitian ini adalah untuk meningkatkan sikap karyawan PT BRI Syariah se Barlingmascakeb terhadap penggunaan sistem informasi akuntansi, pengembangan sistem informasi akuntansi hendaknya mempertimbangkan sistem informasi akuntansi yang meminimalkan kesalahan, memberikan informasi secara lebih cepat, memberikan manfaat yang lebih besar dibandingkan manual dan peningkatan efektivitas kerja sehingga sistem informasi akuntansi dapat dirasakan manfaatnya secara nyata.Sikap dan penerimaan terhadap sistem informasi akuntansi dapat juga ditingkatkan dengan mengembangkan sistem informasi yang mudah dalam penggunaan, mudah dipahami, mudah diakses dan hasil akhir dari sistem informasi akuntansi mudah dibaca dan dilaporkan.Pihak manajemen hendaknya terus memperbaharui sistem informasi akuntansi sehingga mempunyai berbagai fasilitas yang mendukung operasionalitas kerja sehari-hari dengan tetap menjaga kemudahan dalam penggunaannya sehingga persepsi karyawan tentang kebermanfaataan dan kemudahan dalam penggunaan sistem informasi akuntansi terus meningkat dan tercapai kinerja karyawan yang tinggi. Karyawan hendaknya dapat mengubah sikap mereka terhadap sistem informasi akuntansi, bahwa lebih mudah dan menguntungkan penggunaan sistem informasi akuntansi dibandingkan manual serta menggunakan sistem informasi secara terus menerus dan optimal sehingga dapat tercapai kinerja yang maksimal.
This research titled Perceptions and Employee Attitudes of Accounting Information Systems and Its Effect on Employee Performance in PT BRI Syariah Barlingmascakeb. The purpose of this research was to analyze the effect of usefulness perceptions and perceived ease of use perception in the use of accounting information systems on employee attitudes in the use of accounting information systems at PT BRI Syariah se-Barlingmascakeb. Also to analyze the effect of perceived usefulness perceptions perceived, ease of use of accounting information systems and attitudes towards the performance of employees in PT BRI Syariah Barlingmascakeb.
This research using primary data by distributing questionnaires to all employees of PT BRI Syariah Barlingmascakeb which amount 105 respondents. The analytical method using analysis of Structural Equation Modeling (SEM). Based on the analysis it can be concluded that the perceptions of perceived usefulness, perception of perceived ease of use of accounting information systems have a positive effect on employee attitudes in the use of accounting information systems at PT BRI Syariah Barlingmascakeb. Perception of usefulness, perceived ease of use of accounting information systems and employee attitudes have a positive effect on the employees performance in PT BRI Syariah Barlingmascakeb.
Recommendation of this research is to improve the employee attitudes of PT BRI Syariah Barlingmascakeb as the use of accounting information systems, development of accounting information system should consider the accounting information system that minimizes errors, provide information more quickly, providing greater benefits and increased effectiveness compared to manual work so accounting information system can be perceived as a real benefit. Attitudes and acceptance of accounting information systems can also be improved by developing an information system that is easy to use, easy to understand, easy to access and the end result of the accounting information system is easy to read and reported. Management should continue to update the accounting information system so as to have a range of facilities that support day-to-day work operationality while keeping ease of use so that employee perceptions of usefullness and perceived ease of use of accounting information systems continues to increase and reached high employee performance. Employees should be able to change their attitudes toward the accounting information system, that is more convenient and profitable use than manual accounting information systems and information system continuously and optimally so as to achieve maximum performance.
182410097F1G010010PEMILIHAN BAHASA DALAM RANAH KETETANGGAAN PADA MASYARAKAT DI KELURAHAN LARANGAN KECAMATAN HARJAMUKTI KOTA CIREBONPenelitian Pemilihan Bahasa dalam Ranah Ketetanggaan pada Masyarakat Kelurahan Larangan Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud dari variasi tunggal bahasa, alih kode, campur kode dan faktor penentu terjadinya pemilihan bahasa.
Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif naturalistik. Data yang diambil dan digunakan dalam penelitian ini adalah tuturan antarwarga dalam ranah ketetanggan yang menggunakan variasi tunggal bahasa, alih kode, campur kode di Kelurahan Larangan Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon.
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data lisan berupa tuturan antarwarga dalam ranah ketetanggaan di Kelurahan Larangan Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode cakap, metode simak, teknik catat dan teknik kuesioner. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode padan translasional dengan teknik dasar yang digunakan adalah teknik pilah unsur penentu dan teknik lanjutan hubung banding menyamakan. Pada tahap terakhir hasil analisis data disajikan dengan menggunakan metode informal.
Hasil penelitian ini ditemukan adanya wujud pilihan bahasa yang digunakan oleh masyarakat di Kelurahan Larangan Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon berupa variasi tunggal bahasa Indonesia, bahasa Jawa dan bahasa Sunda. Alih kode bahasa Indonesia ke bahasa Jawa, bahasa Indonesia ke bahasa Sunda, bahasa Jawa ke bahasa Indonesia, bahasa Jawa ke bahasa Sunda, bahasa Sunda ke bahasa Indonesia, dan bahasa Sunda ke bahasa Jawa. Campur kode berupa campur kode bahasa Indonesia, campur kode bahasa Jawa dan campur kode bahasa Sunda. Faktor penentunya adalah usia tutur, kecenderungan untuk menghormati yang lebih tua, tingkat keakraban yang erat antara penutur dan mitra tutur, adanya peserta tutur ketiga atau orang yang dituturkan, situasi formal dalam rapat RW, situasi nonformal percakapan santai, menyesuaikan lokasi tutur dan mengganti topik tuturan.
The focus of this research was on The Language Lhoice in The Neighborhood Context among The People of Larangan Village, District of Harjamukti, Cirebon. The research was aimed to describe the form of single language variation, code switching,code mixing and determining factor of those language. This research was a naturalistic descriptive research.
The data of the research were obtained in the form of intercommunal utterances in the neighborhood context. The utterances themselves used single language variation, code switching, and code mixing in Larangan Village, District of Harjamukti, Cirebon.
The data collection was done by using several techniques such as interview, observation, note-taking and questionnaire. Then, the analysis of the data employed translational identity method (metode padan translasional) and adopted basic techniques namely decisive constituent analysis (teknik pilah unsur penentu). The results of the data analysis were presented by using informal method.
The research finding stated that language choice was apparently applied by the people of Larangan Village, District of Harjamukti, Cirebon in the form single variation in Indonesian, Javanese, and Sundanese. A lot of code switching phenomena occurred from Indonesian to Javanese, Indonesian to Sundanese, Javanese to Indonesian, Javanese to Sundanese, Sundanese to Indonesian, Sundanese to Javanese. Code mixing also occured in the form of Indonesian code mixing, Javanese code mixing, as well Sundanese code mixing. Among others, it was clearly mentioned that determining factors of those language phenomena were the speaker’s age, the tendency to respect older people, the level of famialirity between the speaker and the listener, the presence of the third participant ore the one being talked about, formal situations such regular meetings around either the hamlet or the neighborhood, casual conversation, informal situations, as well adjustment of the location where utterances take place and changes of the conversation topics.
18257863P2FB09073PROSES FORMULASI KEBIJAKAN BANGGA MBANGUN DESA
DI KABUPATEN CILACAP
Pemerintah tidak mungkin akan mampu membiayai sepenuhnya pembangunan prasarana. Model pembangunan yang partisipatif mengutamakan pembangunan yang dilakukan dan dikelola langsung oleh masyarakat lokal. Model yang demikian itu menekankan pada upaya pengembangan kapasitas masyarakat dalam bentuk pemberdayaan masyarakat. Secara konsep kebijakan Bangga Mbangun Desa adalah berasal dari atas dengan tujuan utamanya adalah untuk mempercepat tercapainya visi dan misi pembangunan dengan polanya adalah untuk mencari permasalahan dari bawah atau desa kemudian untuk dicarikan solusi dan selanjutnya menumbuhkan partisipasi atau kegotongroyongan masyarakat untuk sama-sama membangun desanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah proses formulasi kebijakan Bangga Mbangun Desa dengan berbagai latar belakang masalah yang ada pada bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi dan lingkungan sosial budaya dan juga dilatarbelakangi situasi kondisi politik di Kabupaten Cilacap menjelang Pemilu Bupati dan Wakil Bupati Cilacap 2012-2017.
Melalui metode penelitian deskriptif kualitatif penulis berusaha menggali permasalahan-permasalahan yang ada terhadap proses penyusunan kebijakan tersebut. Dengan wawancara peneliti dapat menemukan fakta-fakta bahwa kebijakan Kebijakan Bangga Mbangun Desa merupakan strategi untuk mempercepat pemenuhan infrastruktur dasar, pertumbuhan ekonomi dan pemerataan ditingkat pedesaan, dengan tetap mendasarkan pada konsep comunity sustainable development atau pembangunan dari oleh dan untuk masyarakat yang berkelanjutan, terarah menuju penciptaan masyarakat pedesaan yang maju, mandiri dan santun terhadap lingkungan. Berawal dari kebijakan Gubernur Jawa Tengah “ Bali Ndeso Mbangun Desa ” mempunyai fokusnya yaitu diarahkan kepada pembangunan masyarakat desa, yang selanjutnya di Kabupaten Cilacap diimplemantasikan dalam Kebijakan Bangga Mbangun Desa.
The government may not be able to fully finance the development of infrastructure. The model's development, participatory development undertaken and managed directly by local communities. Such models emphasis on community capacity building in the form of community empowerment. In concept Bangga Mbangun Desa policy is derived from the village with the main objective is to accelerate the achievement of the vision and mission of the pattern of development is to look for the problem of under or village and then to look for solutions and further foster community participation or mutual cooperation to build a village together. The purpose of this study was to determine how the process of policy formulation Bangga Mbangun Desa with a variety of background problems in the fields of education, health, economic and socio-cultural environment and also because the political situation ahead of elections in the district Cilacap Regent and Vice Regent Cilacap 2012-2017 .
Through descriptive qualitative research methods the authors sought to dig the problems that exist on the policy formulation process. By interviewing researchers can find evidence that the policy of the Bangga Mbangun Desa policy is a strategy to accelerate the fulfillment of basic infrastructure, economic growth and equity in the rural, while still based on the concept of sustainable development or the comunity by and for the development of sustainable communities, directed towards the creation of rural communities are developed, independent and decent environment. Starting from the Governor of Central Java "Bali Ndeso Mbangun Deso" has the focus is directed towards the development of rural communities, which in turn in the District of Cilacap to implementation Bangga Mbangun Desa policy.
18267554E1A109035PEMBUKTIAN TINDAK PIDANA DENGAN SENGAJA MEMBUJUK DAN MELAKUKAN TIPU MUSLIHAT KEPADA ANAK UNTUK MELAKUKAN PERSETUBUHAN (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor: 51/Pid.Sus/2012/PN.Pwt)Pembuktian tindak pidana dengan sengaja membujuk dan melakukan tipu muslihat kepada anak untuk melakukan persetubuhan yang dilakukan oleh terdakwa DN terhadap korban ES harus dapat dibuktikan dalam proses persidangan. Hal tersebut telah diputus oleh Hakim Pengadilan Negeri Purwokerto sebagaimana terdapat dalam Putusan Nomor: 51/Pid.Sus/2012/PN.Pwt. Dalam putusan tersebut terdakwa DN dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan ”tindak pidana dengan sengaja membujuk dan melakukan tipu muslihat kepada anak untuk melakukan persetubuhan” berdasarkan Pasal 81 ayat (2) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan pidana penjara selama 9 (sembilan) tahun dan denda sebesar Rp. 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) dengan katantuan apabila tidak dapat dibayar maka diganti dengan kurungan selama 4 (empat) bulan. Berdasarkan atas putusan tersebut, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut : bagaimanakah pembuktian di persidangan tindak pidana dengan sengaja membujuk dan melakukan tipu muslihat kepada anak untuk melakukan persetubuhan dalam Putusan Nomor: 51/Pid.Sus/2012/PN.Pwt dan apa pertimbangan hukum hakim dalam memutuskan perkara pidana sebagaimana terdapat Putusan Nomor: 51/Pid.Sus/2012/PN.Pwt.
Berdasarkan atas hasil penelitian, bahwa Hakim Pengadilan Negeri Purwokerto yang memeriksa, mengadili dan memutus perkara Nomor :51/Pid.Sus/2012/PN.Pwt, sebelum menjatuhkan putusan pidana terhadap terdakwa DN, telah melaksanakan serangkaian proses pembuktian persidangan. Dalam proses pemeriksaan pembuktian di persidangan Majelis Hakim telah melaksanakan ketentuan Pasal 183 dan Pasal 184 Undang-undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana dan menerapkan teori-teori tentang syarat pemidanaan serta didasarkan pada pertimbangan yuridis dan pertimbangan sosiologis dari Terdakwa DN, berdasarkan atas hal tersebut maka Majelis Hakim menyatakan terdakwa DN terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana dengan sengaja dan melakukan tipu muslihat kepada anak untuk melakukan persetubuhan dengannya berdasarkan rumusan Pasal 81 ayat (1) Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dirasa kurang adil karena perbuatan terdakwa telah menyebabkan trauma psikologis pada korban yang tidak mungkin hilang dan merusak masa depan korban.

Kata kunci: pembuktian, tindak pidana dengan sengaja membujuk dan melakukan tipu muslihat, anak, persetubuhan.
Evidentiary criminal acts purposefully persuaded and practice deception toward child to do sexual intercourse done by the defendant DN against the victim of ES must be proven in court proceedings. It was decided by The District Court Judges Purwokerto as contained in Decision Number: 51/Pid.Sus/2012/PN.Pwt. In the decision defendant DN was convicted legally and convincingly guilty of committing " criminal acts purposefully persuaded and practice deception toward child to do sexual intercourse " under Article 81 paragraph (2) of Law Number 23 of 2002 on Child Protection with imprisonment for 9 (nine) years and penalties of Rp. 200.000.000,- (two hundred million rupiah) with the provisions of if cannot be paid and replaced with confinement during 4 months. Based on the verdict, then the problem can be formulated as follows: how is evidence in court of criminal acts purposefully persuaded and practice deception toward child to do sexual intercourse in verdict Number: 51/Pid.Sus/2012/PN.Pwt and what the legal reasoning of judges in deciding a criminal case as contained verdict Number: 51/Pid.Sus/2012/PN.Pwt.
Based on the results of the research, that the District Court Judges Purwokerto examine, adjudicate and rule on cases Number: 51/Pid.Sus/2012/PN.Pwt, before dropping the criminal verdict against defendant DN, have implemented a series of evidentiary court process. In the process of examination of evidence in court Council of Judges have implementing the provisions of Article 183 and Article 184 of Law Number 8 of 1981 on the Law of the Criminal Procedure Code and apply the theories of terms punishment and are based on the juridical and sociological consideration of defendant DN , based on the matter, the court Council of Judges declare the defendant DN proven legally and convincingly commit criminal acts purposefully persuaded and practice deception toward child to do sexual intercourse with him based on the formulation of Article 81 paragraph (1) of Act Number 23 of 2002 on Child Protection, deemed less fair because the defendant’s acts has caused psychological trauma to the victim may be lost and damage of future victims.

Keywords: evidence, criminal acts purposefully persuaded and practice deception, child, sexual intercourse.
18277865P2CD10010DETERMINAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LUAS CAKUPAN PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI JAWA BARATPengungkapan laporan keuangan yang berkualitas selain menentukan kualitas keputusan yang diambil oleh pemakai laporan juga akan menentukan kepercayaan publik terhadap pemerintah. Untuk menghasilkan pengungkapan yang berkualitas, pemerintah mengeluarkan peraturan No 24 tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). Standar ini dijadikan pedoman oleh pemerintah kabupaten/kota untuk menghasilkan pengungkapan laporan keuangan yang berkualitas. Idealnya pengungkapan laporan keuangan pemerintah kabupaten/kota harus berkualitas karena sudah ada pedomannya (SAP).
Namun kenyataannya, laporan keuangan pemerintah kota/kabupaten di – wilayah jawa barat tahun 2011 belum sepenuhnya menungkap semua informasi yang diatur dalam Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). Hal ini dapat dilihat pada opini yang diberikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas laporan keuangan pemerintah kota/kabupaten wilayah Jawa Barat tahun 2011 yang mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) hanya satu dan yang mendapat opini Wajar Tanpa Pengecuualian dengan penjelasan hanya satu, dan. Sisanya yaitu sebanyak 24 kota/kabupaten mendapat opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP).
Penelitian ini bertujuan untuk menguji faktor yang menentukan luasnya pengungkapan dalam laporan keuangan pemerintah kabupaten/kota. Faktor yang diuji dalam penelitiaan ini adalah tingkat kemakmuran, tingkat ketergantungan, kompleksitas pemerintahan, jumlah temuan audit BPK dan jenis daerah. Penelitian dilakukan pada pemerintah kabupaten/kota di Jawa Barat. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dan jumlah sampel yang memenuhi kriteria sebanyak 26 pemerintah kabupaten/kota . Pengujian dilakukan dengan menggunakan Rank Spearman.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hubungan tingkat kemakmuran dengan tingkat pengungkapan sangat lemah ( -0,25) dan nilai signifikasi 0,902, hubungan tingkat ketergantungan dengan tingkat pengungkapan sangat lemah (0,109) dan nilai signifikansi 0,596 , hubungan kompleksitas pemerintahan dengan tingkat pengungkapan sangat lemah ( -0,153) dan nilai signifikansi 0,456 , hubungan jumlah temuan audit BPK dengan tingkat pengungkapan sangat lemah (0,087) dan nilai signifikansi sebesar 0,674, hubungan jenis daerah dengan tingkat pengungkapan sangat lemah (-0,082) dan nilai signifikansi sebesar 0,691.
Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tingkat kemakmuran, tingkat ketergantungan, kompleksitas pemerintahan, jumlah temuan audit BPK dan jenis daerah berhubungan tetapi tidak signifikan dengan tingkat pengungkapan.
The disclosure of qualified financial report beside determines the decision quality that taken by the user of report it also will determine the public trust to the government. To produce the qualified disclosure, the government makes the regulation No. 24 in 2005 about the Government Accounting Standard (SAP). This standard becomes the guidance by the local government to produce the disclosure of qualified financial report. Its ideality the local government financial report disclosure must be qualified because it has been made the its guidance (SAP).
But its reality, the local government finacial repot disclosure in west java province in 2011 has not being entirely disclosure all the information that has been regulated in the Government Accounting Standard (SAP). It can be seen in the opinion that given by Financial Investigator Board (BPK) RI for the local government finacial repot disclosure in west java province in 2011 that get the relevant opinion without exception (WTP) is only one and they who get the Relevant opinion without exception with the explanation is only one, and rest of them are 24 local government get the relevant Opinion with the Exception (WDP).
This research aims to examine the determinant factors affecting the Scope of local government finacial repot disclosure. The factor that is examined in this research is the level of prosperity, the level of dependency, government complexity, the number of BPK audit founding and the type of area. The research is conducted in the government of regency/city in West Java. Taking sample is conducted by purposive sampling and total sample that fulfills the criteria is 26 local government. The examination is conducted by using the Rank Spearman.
The result of this research shows that the correlation of prosperity level with the level of disclosure is -0.25 and significance value is 0.902, the correlation of dependency level and with the level of disclosure is 0.109 and significance value is 0.596, the correlation of government complexity and with the level of disclosure is -0.153 and significance value is 0.456, the correlation of the number of audit founding BPK and with the level of disclosure is 0.087 and significance value is 0.674, correlation of the type of region with the level of disclosure is -0.082 and significance value is 0.691.
Based on the result of research it can be concluded that the level of prosperity, level of dependency, government complexity, number of audit founding BPK and type of region are not correlated significantly with the level of disclosure.
18287866P2CC11027PENGARUH KOMPETENSI, KEMAMPUAN ADAPTASI DAN SELF EFFICACY TERHADAP KINERJA PEJABAT STRUKTURAL DI RSUD PROF. dr. MARGONO SOEKARJO (RSMS) PURWOKERTO
Rumah Sakit, dalam menjalankan fungsi, tugas administrasi dan manajerialnya, sebagian besar dilaksanakan oleh pejabat struktural. Tujuan penelitian inia dalah untuk menganalisis pengaruh kompetensi, adaptasi, dan self efficacy terhadap kinerja pejabat struktural di RSUD Prof dr. Margono Soekarjo Purwokerto.
Populasi dalam penelitian kuantitatif ini adalah semua pejabat struktural di RSUD Prof.dr .Margono Soekarjo sebanyak 33 orang .Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 32. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan menggunakan metode survey. Metode analisis yang digunakan adalah analisa regresi berganda.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh kompetensi, adaptasi,dan self-efficacy terhadap kinerja pejabat struktural di RSUD Prof dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pejabat struktural RSUD Prof dr. Margono Soekarjo Purwokerto mempunyai kinerja yang baik, (2) Hipotesis satu menunjukkan bahwa kompetensi mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja pejabat struktural, (3) Hipotesis kedua menunjukkan bahwa kemampuan adatasi mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja pejabat struktural (4) Hipotesis ketiga menunjukkan bahwa self efficacy berpengaruh positif terhadap kinerja pejabat struktural.
In performing its functions, administrative and managerial duties, hospitalsare basically carried out by management called structural officials.The purpose of this study was to analyze the influence of competence, adaptation, and self efficacy on the performance of structural officials at Prof. dr. Margono Soekarjo general hospital.
The population for this quantitative study were all structural officials at Prof. dr. Margono Soekarjo public hospital, totaling 33 people. The number of samples in this study were 32. The type of data used were primary data and secondary data. This research was a quantitative study, using the survey method. To analyze the hypothesis of this study used multiple regression analysis.Quantitative data analysis methodused in this studywas multiple linear regression analysis.
The purpose of this study was to analyze the effect of competence, adaptation and self -efficacy on the performance of structural officialsat Prof. dr. Margono Soekarjo general hospital. The results showed that ( 1 ) the performance of official structuralsl had good performance, ( 2 ) hypothesis one indicated that competence the structural performance of structural officials , ( 3 ) the result of the second hypothesis shows a positive and significant effect on the ability of adaptation to the structural officials performance, and ( 4 ) the third hypothesis result indicates a positive effect on the ability of adaptation to the structural official performance.
18297867P2CC11039PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN IKLIM ORGANISASI TERHADAP KINERJA GURU SMK DAN SMA NEGERI SE KABUPATEN BANYUMAS
Penelitian ini berjudul “Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah Dan Iklim Organisasi Terhadap Kinerja Guru SMK dan SMA Negeri Se Kabupaten Banyumas”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1) pengaruh kepemimpinan transformasional kepala sekolah terhadap kinerja guru SMK dan SMA Negeri se Kabupaten Banyumas. 2) pengaruh kepemimpinan transaksional kepala sekolah terhadap kinerja guru SMK dan SMA Negeri se Kabupaten Banyumas. 3) pengaruh kepemimpinan laizes faire kepala sekolah terhadap kinerja guru SMK dan SMA Negeri se Kabupaten Banyumas. 4) pengaruh iklim organisasi terhadap kinerja guru SMK dan SMA Negeri se Kabupaten Banyumas. 5) pengaruh kepemimpinan transformasional kepala sekolah terhadap kinerja guru SMK dan SMA Negeri se Kabupaten Banyumas dengan iklim organisasi sebagai variabel mediasi. 6) pengaruh kepemimpinan transaksional kepala sekolah terhadap kinerja guru SMK dan SMA Negeri se Kabupaten Banyumas dengan iklim organisasi sebagai variabel mediasi. 7) pengaruh kepemimpinan laizes faire kepala sekolah tehadap kinerja guru SMK dan SMA Negeri se Kabupaten Banyumas dengan iklim organisasi sebagai variabel mediasi.Penelitian ini menggunakan metode survei dengan populasi guru SMK dan SMA Negeri Se Kabupaten Banyumas sebanyak 1.116 orang. Sampel penelitian sebanyak 294 guru yang bersertifikasi diambil dengan teknik purposive proportional random sampling. Analisis data menggunakan analisis regresi linear dan pemediasian.Hasil penelitian diperoleh kesimpulan: 1) Kepemimpinan transformasional mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja guru SMK dan SMA Negeri se Kabupaten Banyumas. 2) Kepemimpinan transaksional mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja guru SMK dan SMA Negeri se Kabupaten Banyumas. 3) Kepemimpinan laizes faire tidak mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja guru SMK dan SMA Negeri se Kabupaten Banyumas. 4) Iklim organisasi mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja guru SMK dan SMA Negeri se Kabupaten Banyumas. 5) Iklim organisasi memediasi pengaruh kepemimpinan transformasional kepala sekolah terhadap kinerja guru SMK dan SMA Negeri se Kabupaten Banyumas. 6) Iklim organisasi memediasi pengaruh kepemimpinan transaksional kepala sekolah terhadap kinerja guru SMK dan SMA Negeri se Kabupaten Banyumas. 7) Iklim organisasi tidak memediasi pengaruh kepemimpinan laizes faire kepala sekolah terhadap kinerja guru SMK dan SMA Negeri se Kabupaten Banyumas. This study is entitled "The Effects of Principal Leadership and Organizational Climate on SMA and SMK Teachers Performance in Banyumas ". This study as intend to analyze : 1) the effect of headmaster transformational leadership on teacher performance. 2) the effect of transactional leadership on teachers performance. 3) the effect of laizes faire leadership on the teachers performance. 4) the effect of organizational climate on the teachers performance. 5) the effect of transformational leadership on the teachers performance with the organizational climate as mediating variable. 6) the effect of transactional leadership on the teachers performance with the organizational climate as mediating variable. 7) the effect of laizes faire leadership on the teachers performance with the organizational climate as mediating variable.
This study uses survey with teacher of SMK and SMA in Banyumas. 294 samples are taken with a purposiveproportional random sampling technique. Analysis of the data using regression analysis and mediating.
The results show that : 1) Transformational leadership has a positive effect on teachers performance. 2) Transactional leadership has a positive effect on teachers performance SMK and SMA in Banyumas. 3) Leadership laizes faire does not have a negative effect on teachers performance. 4) organizational climate has a positive effect on the teachers performance. 5) organizational climate mediate the effect of transformational leadership on the teachers performance SMA and SMK in Banyumas. 6) organizational climate mediate the effect of transactional leadership on the teachers performance. 7) organizational climate does not mediate the effect of laizes faire leadership on the teachers performance.
18307868E1A009010Peranan Keterangan Dokter Ahli Dipersidangan Dalam Pengungkapan Tindak
Pidana Aborsi dr.R.D.,Sp.OG
(Studi Terhadap Putusan No.64/Pid.Sus/2012/PN.CLP)
Skripsi ini membahas mengenai peranan dokter ahli dipersidangan dalam pengungkapan tindak pidana aborsi yang dilakukan seorang dokter ahli kandungan yakni dr.R.D.,Sp.OG yang diduga telah melakukan tindakan aborsi tidak didasarkan adanya indikasi kedaruratan medis, tidak sesuai dengan ketentuan dan melanggar kode etik kedokteran. Guna mengungkap perkara ini memerlukan keterangan dokter ahli sebagai ahli dipersidangan. Akan tetapi terdapat keterangan-keterangan dokter ahli di persidangan yang memiliki persesuaian dengan alat bukti lain dan berdasakan atas pengetahuannya yang tidak dipertimbangkan oleh hakim dalam menjatuhkan putusan bagi terdakwa.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Yuridis normatif dengan metode pengumpulan data studi kepustakaan, perundang-undangan, dokumen dan wawancara yang kemudian dianalisis sehingga dapat diuraikan secara sistematis pada hasil penelitian hukum ini.
Keterangan dokter-dokter ahli sebagai ahli dipersidangan dalam pengungkapan perkara ini mengungkap fakta-fakta hukum dipersidangan sehingga teranglah bahwa benar dr.R.D.,Sp.OG telah melakukan tindakan aborsi tidak sesuai ketentuan karena tidak adanya indikasi kedaruratan medis, tidak menjalankan prosedur sebagaimana mestinya dilakukan seorang dokter kandungan saat melakukan aborsi, melanggar kode etik kedokteran dan terdakwa tidak jujur dipersidangan. Akan tetapi, tidak semua keterangan tersebut dipertimbangkan oleh majelis hakim dalam memutus pidana terhadap terdakwa padahal keterangan tersebut mempunyai kesesuaian dengan alat bukti lain. Mengingat peranan keterangan dokter ahli yang sangat penting dalam pengungkapan tindak pidana aborsi, hendaklah Hakim teliti dan cermat betul dalam menilai suatu keterangan ahli guna memperoleh keyakinan yang objektif dalam memutus perkara agar dapat memberikan rasa keadilan bagi masyarakat. Jika didapati adanya fakta-fakta yang terungkap dipersidangan, Penuntut Umum juga diharapkan dapat melakukan upaya hukum dengan dasar fakta-fakta tersebut.
This thesis is discusses the role of specialists in the court for disclosure abortions criminal acts which is performed by a gynecologists doctor, dr.R.D.,Sp.OG suspected act abortion that not based indications of a medical emergency, not in accordance with the provisions and violating medical ethics. To unravel this case requires expert testimony from specialist doctor as an expert in the court. However, there are specialists testimony in the court who have concurrence with other evidence and based on the knowledge of the specialist is not considered by the judge in a verdict for the defendant.
The method used in this research is the normative juridical methods that use literature study, legislation, documents and interviews for data colections, were then analyzed so that it can be described systematically in this law research.
Specialist doctors testimonys as experts in the court, for this case reveal the law facts in the court which make clear that is right dr.R.D,Sp.OG has acted inaccordance abortion that not based of emergency medical indications, not do the procedure obstetricians as he have to do when performing abortions, violating medical ethics and defendant being dishonest in the court. However, not all the testimony considered by the judges in deciding punishment against the defendant when such information has compatibility with other evidence. Given the role of specialists testimonys who are very important for disclosure the crime of abortion, let the judge be carefully and meticulously in assessing expert testimony to obtain an objective conviction to deciding the case to give a sense of justice for the people. If found the presence facts that revealed in the court, the public prosecutor is also expected to bring a legal action basis of these facts.
183111627C1B011059ANALISIS PENGARUH RETURN ON ASSETS, TOTAL ASSETS TURNOVER, EARNING PER SHARE, FINANCIAL LEVERAGE DAN PERTUMBUHAN PERUSAHAAN TERHADAP HARGA SAHAM PERDANA (Studi pada Perusahaan yang melakukan IPO di Bura Eek Indoneesia)
Penelitian ini merupakan studi empiris yang dilakukan di Bursa Efek Indonesia pada 2010-2013. Penelitian ini berjudul "Analisis Pengaruh Return on Assets, Total Assets Turnover, Earning per Share, Financial Leverage dan Pertumbuhan Perusahaan terhadap Harga Saham Perdana tahun 2010-2013”.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Return on Assets, Total Assets Turnover, Earning per Share, Financial Leverage dan Pertumbuhan Perusahaan terhadap Harga Saham Perdana tahun 2010-2013. Teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi, tinjauan pustaka dan pencarian informasi dari internet. Penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda sebagai alat pengujian hipotesis. Populasi dalam penelitian ini adalah Bursa Efek Indonesia, dengan menggunakan purposive sampling sebagai metode pengambilan sampelnya.
Dari hasil penelitian menemukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara informasi dalam prospektus dengan harga saham perdana. Return on Assets (ROA) dan Earning per Share (EPS) berpengaruh positif signifikan terhadap harga saham perdana, Financial Leverage berpengaruh negatif signifikan terhadap harga saham perdana, Total Assets Turnover dan Pertumbuhan Perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham perdana.

Implikasi dari penelitian ini adalah perusahaan-perusahaan yang melakukan IPO dapat menampilkan informasi Return on Assets (ROA) dan Eraning per Share (EPS) dalam prospektusnya untuk meningkatkan harga saham perdana dan perusahaan dapat memperoleh keuntungan yang optimum.
Kata kunci : Harga Saham Perdana, Return on Assets (ROA), Total Assets Turnover (TATO), Earning per Share (EPS), Financial Leverage dan Pertumbuhan Perusahaan.
This research is an empirical study on Indonesian Stock Exchange at 2010-2013. This research entitled “Analysis of Return on Assets, Total Assets Turnover, Earning per Share, Financial Leverage and Companies Growth against Initial Stock Price”. The aims of this research were to determine the effect of the Return on Assets, the Total Assets Turnover, the Earning per Share, the Financial Leverage, and the Companies Growth against Initial Stock Price.
Data collection techniques used the method of documentation, literature review, and internet search. This research used multiple regression analysis as a means of testing the hypothesis. Population in this research was the Indonesian Stock Exchange, using purposive sampling as a sampling method.
Based on this research, found a significant relationship between prospectus information with Initial Stock Price. Return on Assets (ROA) and Earning per Share (EPS) positively affect on Initial Stock Price, whereas Financial Leverage negatively affect on Initial Stock Price and Total Assets Turnover (TATO) and Companies Growth not affect Initial Stock Price in 2010-2013.
The implication of this research was the companies which doing IPO could show Return on Assets (ROA) and Earning per Share (EPS) in the prospectus to increase their initial stock price and the companies would gain an optimum profit.
Keywords: Initial Stock Price, Return on Assets (ROA), Total Assets Turnover (TATO), Earning per Share (EPS), Financial Leverage and Companies Growth.
18327869P2CC11001PENGARUH PENGETAHUAN TERHADAP PENERIMAAN HERBAL PADA DOKTER UMUM DI PURWOKERTOPemanfaatan herbal sebagai obat alternatif di Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya. Kurikulum mengenai herbal pada fakultas-fakultas kedokteran umum di Indonesia baru dicanangkan pada tahun 2011 dan mulai diadakan pada tahun 2012. Pengetahuan dan penerimaan dokter umum terhadap herbal yang kurang memadai akan mengakibatkan pemanfaatan herbal yang kurang tepat di masyarakat. Teori menyatakan bahwa penerimaan (kognitif, afektif dan konatif) salah satunya dapat dipengaruhi oleh pengetahuan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis pengaruh pengetahuan terhadap penerimaan dokter umum pada herbal di Purwokerto.
Hasil pengujian dengan menggunakan analisis Partial Least Square Path Modeling dengan bantuan SmartPLS 2.0 menunjukkan variabel pengetahuan hanya berpengaruh pada penerimaan afektif dan konatif, sementara penerimaan kognitif tidak dipengaruhi oleh pengetahuan. Penerimaan kognitif (skor = 922) dan afektif (skor = 1094) para dokter di Purwokerto terhadap herbal adalah tinggi dan penerimaan konatif (skor = 1352) hanya berada pada tingkat sedang. Penerimaan secara total menghasilkan skor total sebesar 3368, atau termasuk kategori tinggi. Pengetahuan para dokter di Purwokerto terhadap herbal termasuk kategori sedang (skor = 2362).
The utilization of herbs as an alternative medicine in Indonesia has increased each year. The curriculum of herbs on medicine in Indonesia common recently in 2011 and begin to be held in 2012. Knowledge and acceptence of general practitioners will result inadequate utilization of herbs that are less appropiate in the community. The theory says that the acceptance (cognitive, affective, conative) can be influenced by knowledge. This research has objective to analyze the influence of knowledge about acceptance general practitioners on herbs in Purwokerto.
The test results by using the Partial Least Square analysis Path Modeling with SmartPLS 2.0 show variable knowledge only effect on the acceptance of affective and cognitive, while conative is not affected by the knowledge. Cognitive (score = 922) and affective (score = 1094) genereal practitioners in Purwokerto to herbs is hight and the acceptence of the conative (skore=1352) just to be on the level of average. The acceptence is total produce score total 3368, or including a hight category. Knowledge about herbs of general practitioners in Purwokerto is average.
18337870P2CB11005FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPERCAYAAN KONSUMEN DALAM BERTRANSAKSI SECARA ONLINE DENGAN EMOTIONAL BRANDING SEBAGAI MODERASINYA (Survey terhadap pengguna internet di Purwokerto)Penelitian ini berjudul “Faktor–Faktor yang Mempengaruhi Kepercayaan Konsumen dalam Bertransaksi Secara Online dengan Emotional Branding sebagai Moderasinya (Survey terhadap pengguna internet di Purwokerto)”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Untuk menganalisis pengaruh security, privacy, worth of mouth, pengalaman, kualitas informasi terhadap online brand trust dan untuk mengetahui emotional brand memoderasi security, privacy, word of mouth, pengalaman dan kualitas informasi terhadap online brand trust.
Penelitian menggunakan data primer yang diperoleh dengan menyebarkan kuesioner. Pengambilan sampel dengan simple random sampling yaitu sebanyak 175 pengguna internet Purwokerto. Metode analisis yang digunakan adalah analisa Structural Equation Modelling (SEM). Berdasarkan analisis dapat disimpulkan bahwa:
1. Security mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap online brand trust
2. Privacy mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap online brand trust
3. Word of Mouth mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap online brand trust
4. Pengalaman mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap online brand trust
5. Kualitas informasi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap online brand trust
6. Emotional branding tidak memoderasi hubungan security, privacy dan word of mouth terhadap online brand trust.
Implikasi penelitian ini adalah:
1. Untuk meningkatkan kepercayaan pemakai internet atas merek online dapat dilakukan dengam meningkatkan rasa aman dalam bertransaksi, menjaga privasi konsumen, adanya komunikasi dari mulut kemulut yang positif, pengguna internet yang berpengalaman, dan penyediaan informasi yang berkualitas dari pemilik merek online.
2. Emotional branding tidak dapat menjadi variabel moderasi, karena sifat merek online yang kurang interaktif dengan pemakaian internet. Hal ini terjadi karena dalam menggunakan merek bisnis online intensitasnya kurang sehingga sulit terjalin emotional branding yang terdiri atas relationship, pengalaman sensorial, imajinasi, vision dan rasa senang.
This study entitled "Factors Influencing Consumer Trust in Online Transactions with Emotional Branding as The Moderation (Survey of internet user in Purwokerto)". The purpose of this study was to analyze the influence to security, privacy, worth of mouth, experience, quality information on online brand trust and brand to find moderate emotional branding to security, privacy, word of mouth, experience and quality information on online brand trust.
Research using primary data obtained by distributing questionnaires. Sampling with simple random sampling as many as 175 internet user in Purwokerto. The analytical method used was analysis of Structural Equation Modeling (SEM). Based on the analysis it can be concluded that :
1. Security has a significant influence on online brand trust
2. Privacy has a significant influence on online brand trust
3. Word of Mouth has a significant influence on online brand trust
4. Experience has a significant influence on online brand trust
5. Quality information has a significant influence on online brand trust
6. Emotional branding is not moderate the relationship of security, privacy and online word of mouth on brand trust.
The implications of this research are:
1. To increase user confidence over the internet can be done online brands With the ever increase in transaction security, maintaining consumer privacy, lack of communication from the mouth of the mouth of a positive, experienced Internet users, and the provision of quality information from the owner of the brand online.
2. Emotional branding can not be a moderating variable, due to the nature of online brands that are less interactive with the Internet usage. This happens because the business brand online using less intensity so difficult intertwined emotional branding consisting of relationship, sensorial experience, imagination, vision and sense of fun.
18343470G1B008047Hubungan Jenis Bahan Bakar, ventilasi, dan Kepadatan Penghuni dengan Kejadian ISPA pada Balita di Desa Pageraji Kecamatan CilongokPenyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) merupakan salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia karena masih tingginya angka kejadian ISPA terutama pada anak balita.Berdasarkan data riskesdas 2007, prevalensi ISPA tertinggi terjadi pada balita yaitu sebesar > 35%. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui Hubungan Jenis Bahan Bakar, Ventilasi, dan Kepadatan penghuni dengan Kejadian ISPA pada Balita. Jenis penelitian yang digunakan adalah Jenis penelitian penjelasan (Explanatory Study). Metode yang digunakan adalah metode survai dengan pendekatan Cross Sectional. Pengambilan sampel dilakukan
dengan simple random sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel yang terbukti berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita adalah jenis bahan bakar (p= 0,000) dan ventilasi (p=0,000). Jenis bahan bakar yang banyak di gunakan oleh responden adalah kayu bakar. Asap yang ditimbulkan oleh jenis bahan bakar tungku dan ventilasi yang kurang memadai sehingga terjadikelembaban menjadi faktor yang menyebabkan terjadinya ISPA. Jenis bahan bakar dan ventilasi merupakan factor resiko terjadinya ISPA daris egi lingkungan.
Hasil penelitian tersebut disarankan bagi masyarakat khususnya yang menderita ISPA untuk beralih menggunakan bahan bakar yang tidak menimbulkan banyak asap, membuka jendela dan membuat ventilasi di dapur agar asap dapat keluar ruangan.
Acute Respiratory Infection Illness (ISPA) was one of the major health problems in Indonesia due to the high occurrence of Acute Respiratory InfectionIllness, especially in children under five. Based on Riskesdas data in 2007, the highest prevalence of respiratory infection in children under five was equal to> 35%. The purpose of this study was to determine the relationship of fuel type, ventilation, and the density of inhabitants with the occurrence of ISPA In children under five. The type of this research was explanatory study. The method used was survey method using cross sectional approach. Sampling technique is performed using simple random sampling. The results showed that the variables proven to be associated with the occurrence of Acute Respiratory Infection in children under five was the type of fuel (p = 0,000) and
ventilation (p = 0,000). Fuel type used by many of the respondents was firewood.Fueltype and ventilation were risk factor of occurrence of Acute Respiratory Infection. Smoke produced by fuel type of furnaces and inadequate ventilation triggered moisture to be the factor that causedAcute Respiratory Infection. Based on this study,it is recommended especially for persons who suffer fromAcute Respiratory Infectionto switch using a fuel that does not produce a lot of smoke, open the windows and make ventilations in the kitchen so that smoke can exit the outside the room.
183511399A1H011024Analisis Distribusi Suhu dan Kelembaban Udara (RH) dalam Model Rak Tanaman Tertutup Menggunakan CFD (Computational Fluid Dynamics)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi suhu dan kecepatan aliran udara dalam Plant Factory menggunakan Computational Fluid Dynamics (CFD). Penelitian dilaksanakan di laboratorium Teknik Pengelolaan dan Pengendalian Bio Lingkungan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Variabel yang diamati adalah distribusi suhu, RH dan kecepatan aliran di dalam Plant Factory. Pembuatan mesh pada geometri dilakukan dengan perangkat lunak Geomesh dan perangkat lunak CFDSOF untuk simulasi CFD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simulasi menggunakan CFDSOF menunjukkan kesesuaian dengan pengamatan. Hal ini dinyatakan dengan nilai koefisien determinasi (R2) antara suhu hasil simulasi dengan suhu hasil pengukuran, nilai pada sensor 1 (rak 1) dan sensor 5 (rak 2) masing-masing sebesar 0,9 dan 0,8. Nilai R2 untuk kecepatan aliran hasil simulasi dengan hasil pengukuran sebesar 0,99 (tidak ada perbedaan). Distribusi suhu dan RH lebih seragam terjadi pada rak I, dengan suhu rata-rata rak I 250C, rak II 26,80C dan lingkungan 270C, sedangkan RH di dalam plant factory kisaran 58,27% hingga 73,69%.This research aims to understand the distribution of temperature and flow velocity in plant factory using Computational Fluid Dynamics (CFD). This research was conducted in Laboratory of Bio-environmental management and control engineering, University of Jenderal Soedirman, Purwokerto. The variable observed is distribution of temperature, RH and flow velocity in plant factory. The meshing development in geometri were done using Geomesh software, while CFDSOF software used for CFD simulation. The results showed that simulation using CFDSOF in a good accordance with the observations. It is showed by determination coefficient (R2) between the temperature and measurement temperature. The R2 value on sensor 1 (shelf I) and sensor 5 (shelf II) are 0,9 and 0,8 respectively. R2 value for air flow velocity are the same for both simulation and measurement which is 0,99. Distribution of temperature and RH are more uniform in the shelf I, with average temperature of shelf I is 250C, while temperature of shelf II is 26,80C and environment temperature of 270C. RH in plant factory has value between 58,27% until 73,69%.
183611436C1B011099ANALISIS PENGARUH CITRA MEREK, KUALITAS PRODUK, HARGA, DAN IKLAN PRODUK WARDAH TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN
(Studi Kasus Mahasiswi S1 Reguler Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas
Jenderal Soedirman)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh citra merek, kualitas produk, harga dan iklan produk Wardah terhadap minat beli konsumen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswi S1 Reguler Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman Angkatan 2011-2014 yang mengetahui produk kosmetik Wardah. Peneliti menggunakan sampel sebanyak 100 responden. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Data dianalisis menggunakan Analisis Regresi Berganda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa citra merek, kualitas produk, harga dan iklan berpengaruh positif terhadap minat beli konsumen.The purpose of this research was to analyze the influence of brand image, product quality, price and product advertising Wardah for consumers to buy. The population of this research was the all student S1 Regular Faculty of Economics and Business, University of General Sudirman Force from 2011 to 2014 who knows Wardah cosmetic products. Researchers used a sample of 100 respondents. The sampling technique in this study using purposive sampling. Data were analyzed using multiple regression analysis. Based on the results of data analiysis,brand image, product quality, price and advertising has a positive influence on consumer buying interest.
183711391H1F010014GEOLOGI DAN ANALISIS KUALITAS BATUGAMPING SEBAGAI BAHAN BAKU SEMEN DI DAERAH KARANGBAWANG DAN SEKITARNYA, KECAMATAN AJIBARANG, KABUPATEN BANYUMAS, JAWA TENGAH
Batugamping adalah batuan sedimen yang sebagian besar tersusun oleh mineral kalsium karbonat (CaCO3). Batugamping merupakan bahan baku utama dalam pembuatan semen, oleh karena itu perlu dilakukan analisa kualitas batugamping untuk mengetahui kelayakannya sebagai bahan baku semen. Metode untuk analisa batugamping yang digunakan adalah analisa XRF. Analisa XRF berguna untuk mengetahui kosentrasi unsur pada batugamping. Standar kelayakan kualitas yang dipakai berdasarkan klasifikasi Walter.H. Duda,1976. Berdasarkan analisa XRF batugamping daerah penelitan umumnya memiliki kadar CaO > 49,8% hanya pada beberapa sampel yang kadar CaO < 49,8% sedangkan kadar MgO pada seluruh sampel < 1,5% yang artinya batugamping daerah penelitian belum terubah menjadi dolostone. Berdasarkan analisis petrografi batugamping di daerah penelitian adalah batugamping bioklastik dengan penamaan petrografis packstone dan wackestone. Fasies packstone dan wackestone diinterpretasikan terendapakan di lingkungan foreslope (Wilson, 1975).

Limestone is a sedimentary rock composed largely of the minerals calcium carbonate (CaCO3). Limestone is the main raw material in the manufacture of cement, therefore it is necessary to analyze the quality of the limestone to determine it’s feasibility as a cement raw material. Methods for analysis of limestone used was XRF analysis. XRF analysis is useful to know the concentration of elements in the limestones. Eligibility standards of limestone quality based on the classification Walter.H. Duda, 1976. Based on XRF analysis limestones research areas generally have a CaO content > 49.8% in only a few samples of CaO levels <49.8% while the MgO content in the whole sample <1.5%, which means limestone area of research has not been transformed into dolostone. Based on petrographic analysis, limestone in the study area is a bioclastic limestone with petrographic naming packstone and wackestone. Packstone and wackestone facies interpreted was deposited in foreslope environment (Wilson, 1975).

Keywords: Limestone, XRF, Packstone, Wackestone, Cement.
183811377D1E008024PENGARUH PERSENTASE PENAMBAHAN MADU DENGAN LAMA PENYIMPANAN YANG BERBEDA TERHADAP KADAR ASAM LAKTAT DAN KADAR LAKTOSA SUSU KAMBINGPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persentase penambahan madu dengan lama penyimpanan yang berbeda terhadap kadar asam laktat dan kadar laktosa susu kambing. Penelitian dilaksanakan dari tanggal 26 Juli sampai 05 September 2012 di Laboratorium Produksi Ternak Perah, Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman. Materi yang digunakan adalah susu kambing, dan madu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Percobaan Pola Tersarang, mempunyai 3 grup dan 7 sub grup. Grup yang digunakan yaitu R0 = susu tanpa penambahan madu, R1= susu + madu 5 %, R2 = susu + madu 10 %. Sub grup yang digunakaan yaitu lama penyimpanan awal, 2 jam, 4 jam, 6 jam, 8 jam, 10 jam, dan 12 jam. Setiap perlakuan diulang 3 kali. Peubah yang diukur adalah kadar asam laktat dan kadar laktosa susu kambing. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan dengan uji jarak ganda duncant.Hasil penelitian menunjukan penambahan persentase madu dan lama penyimpanan yang berbeda pada susu kambing berpengaruh sangat nyata terhadap kadar asam laktat dan kadar laktosa (P<0,01). Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan madu kedalam susu kambing belumdapat mempertahankan kualitas ditinjau dari kadar asam laktat dan kadar laktosa.

The purposes of this research were to know the effect of increasing percentage of honeywith different storage tempo about lactid acid and lactose goat milklevels. The study was conducted from July 26 to September 5, 2012 in the Laboratory of Animal Production, Faculty of Animal Husbandry at Jenderal Sudirman University. The materials were used such as goat milk, and honey. This research used experimental design nested classification, consists of 3 group and 7 sub group. The group were R0 = milk without honey addition, R1 = milk + honey 5 %, R2 = milk + honey 10 %. The sub group were used is the first long storage, 2 hours, 4 hours, 6 hours, 8 hours, 10 hours, and 12 hours. Each treatment was repeated three times. The variables which were measured are lactid acid and lactose goat milk percentages. The data were analyzed using analysis of variance, and followed by duncant multiple range tests. The results showed the addition of honey and the level of different storage tempo in goat milk had significant effect on the levels of lactic acid and lactose levels (P< 0.01). The conclusion of this research is the addition of honey into goat milk has not been able to maintain the quality looked fromthe levels of lactic acid and lactose
183911406H1F010008Geologi dan Studi Genesa Batugamping Daerah Kracak dan Sekitarnya Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa TengahSARI Lokasi penelitian berada di daerah Kracak dan sekitarnya, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah dengan luas 12 km2 yang berada pada koordinat UTM WGS 84 X: 284750-288750 dan Y: 9178500-9181500. Satuan batuan tertua pada daerah penelitian adalah satuan batupasir berumur Miosen Akhir (N17-N18) yang disetarakan dengan Formasi Halang dan diendapkan pada lingkungan Neritik Luar-Batyal Atas. Satuan batugamping diendapkan secara selaras diatas satuan batupasir yang berumur Pliosen (N19-20) dengan lingkungan Neritik Tengah-Neritik Tepi. Satuan batulempung terendapkan secara menjemari dengan satuan batugamping yang berumur (N19-N21) yang setara dengan Formasi Tapak dan diendapkan pada lingkungan Neritik Tengah-Neritik Tepi. Satuan lava andesit diendapkan secara tidak selaras diatas semua satuan yang berumur setara dengan formasi batuan Gunung Slamet (Qvs). Pengamatan petrografi menunjukkan bahwa proses-proses diagenesis yang terjadi pada satuan batugamping berupa mikritisasi mikrobial, pelarutan, sementasi, neomorfisme dan kompaksi. Lingkungan diagenesis yang dapat diinterpretasikan dari pengamatan petrografi, yaitu lingkungan diagenesis dengan urutan marine phreatic, meteoric phreatic, dan meteoric vadose. Research site is in the Kracak area and surrounding, Ajibarang District, Banyumas Regency, Central Java with an area of 12 km2 located in the WGS 84 UTM coordinates X: 284750-288750 and Y: 9178500-9181500. The oldest rock unit in the area of research is the Late Miocene sandstone unit (N17-N18) that is equal with Halang Formation and environment deposited on the Top Batyal- Neritik Bottom. Limestones unit conformity deposited on sandstone unit over the age of Pliocene (N19-20) with environment in Central Neritik-Neritik Edge. Claystone unit fingering deposited with limestone unit (N19-N21) which equal with the Tapak Formation and deposited on the environmental Middle Neritik-Neritik Edge. Andesite lava unit precipitated out of tune over all units are equivalent to the Slamet Mount rock formations (Qvs). Petrographic observations indicate the diagenetic processes in the form limestone unit that occur of mikritisasi microbial, dissolution, cementation, neomorfisme and compaction. Diagenetic environment can be interpreted from petrographic observations with diagenetic sequence in marine phreatic, meteoric phreatic and vadose meteoric.
184011409A1H011007UJI PERFORMANSI KOMPOR “IRAC” BERBAHAN BAKAR BIOETANOL DARI BAHAN BAKU MOLASEKompor merupakan salah satu tempat terjadinya proses pembakaran. Seiring dengan dikuranginya subsidi minyak tanah untuk rumah tangga, bermacam kompor berbahan bakar alternatif mulai dikembangkan, salah satunya kompor “IRAC” dengan bahan bakar bioetanol. Tujuan penelitian ini, yaitu menguji performansi 2 macam kompor “IRAC” menggunakan bahan bakar bioetanol dari bahan baku molase kadar 60% dan 80%. Pengujian performansi kompor “IRAC” ini dengan menggunakan motode WBT (water boiling test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa performansi kompor IRAC generasi I dan generasi II dipengaruhi oleh bahan bakar yang digunakan. Rata-rata hasil pengujian kompor “IRAC” generasi I adalah waktu penyalaan 68-102 detik, waktu pemasakan 2 liter air 26,67-48,33 menit, dan konsumsi bahan bakarnya 120-183,33 ml. Rata-rata hasil pengujian kompor “IRAC” generasi II adalah waktu penyalaan 50,67-85 detik, waktu pemasakan 2 liter air 15-23,33 menit, dan konsumsi bahan bakarnya 125-186,67 ml. Rata-rata efisiensi sistem kompor dan efisiensi pembakaran kompor “IRAC” generasi I dengan bahan bakar bioetanol dari molase kadar 60% yaitu 42,16% dan 61,04%, sedangkan dengan bahan bakar bioetanol dari molase kadar 80% yaitu 44,22% dan 69,90%. Selanjutnya efisiensi sistem kompor dan efisiensi pembakaran pada kompor “IRAC” generasi II dengan bahan bakar bioetanol dari molase kadar 60% yaitu 32,81% dan 50,38%, serta saat menggunakan bahan bakar bioetanol dari molase kadar 80% yaitu 35,96% dan 55,04%.Stove is one of the instrument for combustion process. Along with the reduction of subsidies for household kerosene, various alternative fuel stoves were developed, one of which “IRAC” stove with bioethanol fuel. This study is conducted to, which tested the performance of the 2 kind stove “IRAC” using bioethanol fuel from molasses feedstock contentration were 60% and 80%. This “IRAC” stove performance testing using the metode of WBT (water boiling test). The results showed performance of the “IRAC” stove first generation and second generation are affected by the fuel used. The average furnace testing results “IRAC” stove for first generation is the beginning of ignition time 68-102 second, boiling time of 2 liters water 26.67-48.33 minutes, and fuel consumption 120-183.33 ml. The average furnace testing results “IRAC” stove for second generation is the beginning of ignition time 50.67-85 second, boiling time of 2 liters water 15-23.33 minutes, and fuel consumption 125-186.67 ml. The average of efficiency stove system and efficiency combustion of the “IRAC” stove for first generation with bioethanol fuel 60% from molasses was 42.63% and 61.04%, while the bioethanol fuel 80% from molasses are 44.71% and 69.90%. Later efficiency stove system and efficiency combustion of the second generation “IRAC” stove with bioethanol fuel 60% from molasses was 33.13% and 50.38%, and when using bioethanol fuel 80% from molasses was 36.42% and 55.04%.