Artikelilmiahs
Menampilkan 1.801-1.820 dari 48.725 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1801 | 7753 | P2CB10002 | PENGARUH ETIKA KERJA ISLAMI, KEPUASAN KERJA, DAN DIMENSI KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP TURNOVER INTENTION (Studi pada Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Di Banyumas) | Penelitian ini menganalisa hubungan antara etika kerja islami, kepuasan kerja, dimensi komitmen organisasi (komitmen afektif, kontinuan, normatif) dan turnover intention. Penelitian ini menggunakan 155 sampel dari 3 institusi Bank Pembiayaan Syariah di Kabupaten Banyumas. Hasil penelitian menunjukan terdapat pengaruh positif signifikan etika kerja islami terhadap dimensi komitmen organisasi dan kepuasan kerja, sedangkan tidak ada bukti signifikan pengaruh etika kerja islami terhadap turnover intention. Penelitian ini berdasar pada teori sosialisasi kelompok, teori pertukaran sosial, teori ekuitas dan teori kategorisasi diri. Alat analisa menggunakan SEM. | This study investigated the relationship between islamic work ethic, job satisfaction, dimensions of organization commitment (affective commitment, continuan commitment, normative commitment) dan turnover intention. This study used sample of 155 employees from 3 Islamic Rural Banks in Banyumas regency. The results indicates that islamic work ethic has positive effects on both job satisfaction and dimensions of organization commitment (affective commitment, continuan commitment, normative commitment); whereas there is no significant evidence of the effect Islamic work ethic on turnover intention. This study is driven theoretically by group socialization theory, the social exchange theory, the self categorization theory, and the equity theory. The analysis method used SEM (Structural Equation Modelling). | |
| 1802 | 7839 | P2AA11021 | KAJIAN EFISIENSI PEMANFAATAN NITROGEN SEPULUH VARIETAS PADI SAWAH BERDAYA HASIL TINGGI DI INCEPTISOL DAN ULTISOL | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui varietas yang memiliki keefisienan pemanfaatan N tinggi serta berdaya hasil tinggi pada Inceptisol dan Ultisol. mengkaji perbedaan karakter morfologi, fisiologi, dan komponen hasil sepuluh varietas padi sawah berpotensi hasil tinggi pada perbedaan dosis pemupukan N dan ordo tanah. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan tiga ulangan.Varietas yang diteliti meliputi INPARI 6 Jete, INPARI 1, INPARI 8, INPARI 18 , INPARI 19, Maros, Ciherang, Bondojudo, Mekongga, dan Ciapus. Dosis pemupukan N meliputi 0 kg/ha, 100 kg/ha, dan 200 kg/ha. Ordo tanah meliputi Inceptisol dan Ultisol. Hasil penelitian menunjukkan varietasCiherang merupakan varietas yang berpotensi efisien N dan berdaya hasil tinggi pada Inceptisol dan Ultisol. Pemupukan N sampai dosis 200 kg/ha meningkatkan nilai tinggi tanaman, jumlah anakan, bobot kering akar, bobot kering tajuk, serapan N akar, serapan N tajuk, jumlah malai, dan Bobot 1000 biji gabah. Nilai serapan N gabah, jumlah gabah per malai, kerapatan gabah, persentase gabah isi, indeks panen dan bobot gabah kering per rumpun tertinggi diperoleh pada pemupukan N dosis 100 kg/ha. Nilai efisiensi penyerapan N dan efisiensi pemanfaatan N gabah menurun dengan menigkatnya dosis pemupukan N. Karakter morfologi, fisologi dan komponen hasil padi sawah pada Inceptisol lebih baik daripada Ultisol. | This research was aimed at knowing what kind of variety which has the efficiency of N utilization with high crop result in the Inceptisol and Ultisol soil studying the differences of the characters of morphology, physiology, and the yield components of ten rice field varieties with high crop potential in different dosage of N fertilizing and soil orders.The experimental design was used randomized complete block design (RCBD) with 3 replications. Factors observed consisted of varieties, consisted of INPARI 6 Jete, INPARI 1, INPARI 8, INPARI 18 , INPARI 19, Maros, Ciherang, Bondojudo, Mekongga, and Ciapus. The N fertilizing dosage observed consisted of 0 kg/ha, 100 kg/ha, and 200 kg/ha. The soil orders observed consisted of inceptisol and ultisol. The research result showed that the variety of Ciherang, were the potential varieties to be efficient in the nitrogen use efficiency for grain and high crop yeild in Inceptisol and Ultisol. | |
| 1803 | 7840 | P2PA11039 | KAJIAN AKUMULASI LOGAM BERAT KADMIUM PADA KEPITING BAKAU DAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PENCEMARANNYA DI SEGARA ANAKAN CILACAP | Logamberatdi air mempunyaisifatmudahmengikatbahanorganikdanmengendap di sedimen, sehinggakadarlogamberatdalamsedimenlebihtinggidibandingkandalam air. Hal tersebutmengakibatkanorganisme yang mencarimakan di sedimensepertikepitingmemilikipeluang yang besaruntukterpaparlogamberat, sehinggadapatdijadikansebagaiindikatorpencemaran.Tujuanpenelitianadalahuntukmengetahuikadarlogamberatkadmium (Cd) padasedimendankepiting, mengetahuipengetahuanmasyarakattentangsumberpencemaranlogamberat Cd di SegaraAnakanCilacap, danhubunganantarakadarlogamberat Cd padasedimendankepitingsertapengetahuanmasyarakattentangpencemarannya di SegaraAnakanCilacap. PenelitiandilakukanpadabulanFebruari-April 2013dengantiga kali ulangan.Sampeldiambilpadatigadaerahdanterdiriatasdaerahbarat(SA-2-24 dan SA-1-10), daerahtengah (SA-2-28 dan SA-3-46), dandaerahtimur(SA-3-5 dan SA-3-16).Kadar logamberat Cd padasedimendankepitingdiukurdengan AAS.PengetahuanmasyarakatdiukurdenganmenggunakanskalaLikert.Hasilpenelitianmenunjukkanbahwakadarlogamberat Cd padasedimenmasihbaik(>800 ppb). Padadaerahtimur, kadarlogamberat Cd yang cukuptinggiditemukan di stasiun SA-3-5 (19,4 ppb) dan SA-3-16 (15,8 ppb); daerahtengahyaitustasiun SA-2-28 (17,8 ppb) dan SA-3-46 (12 ppb); daerahbaratyaitustasiun SA-2-24 (13,3 ppb), danstasiun SA-1-10 (11,2 ppb). Kadar logamberat Cd padakepitingmasihbaikjuga (>1.000 ppb).Padadaerahtimur, kadarlogamberat Cd yang tinggiditemukan di stasiun SA-3-5 (16,1 ppb), sedangkan di stasiun SA-3-16 rendah (9,8 ppb). Padadaerahtengah, kadarlogamberat Cd tertinggipadastasiun SA-2-28 (22 ppb), sedangkanstasiun SA-3-46 (9,3 ppb). Padadaerahbarat, kadarlogamberat Cd rendahdiduastasiun (SA-2-24 dan SA-1-10) yaitusebesar 10,3 ppb. Masyarakat yang tinggal di daerahbaratdantengahmemilikipengetahuankurangbaiktentangsumberpencemaran (90% dan 97%), sedangkandaerahtimurmemilkipengetahuanbaiktentangsumberpencemaran(95%). Kadar logamberat Cd padakepitingcenderunglebihrendahdibandingkandengankadarlogamberat Cd padasedimen. Padadaerahtimur, pengetahuanmasyarakattentangsumberpencemarancukupbaikkarenapencemaranlogamberat Cd bukanberasaldarimasyarakattetapiberasaldariindustri.Padadaerahtengahdanbarat,pengetahuanmasyarakattentangsumberpencemarankurangbaik, sehinggamasyarakat yang ada di daerahtersebutberperansebagaisumberpencemaranlogamberat Cd. | Heavy metals in waters easily bind organic substances and settle down in sediment which allow the content of heavy metals in sediment is higher than that of in the water. This causes organisms which seek for food in the sediment like crabs more likely to get exposed by heavy metals. Consequently, it can be used as a contamination indicator. This research is aimed at identifying the content of heavy metal namely cadmium (Cd) contained in sediment and crabs, identifying people’s knowledge on the source of Cd contamination in sediments and crabs in SegaraAnakanCilacap and the correlation of the content of Cd heavy metal in sediments, crabs, and people’s knowledge on its contamination in SegaraAnakanCilacap.The research was conducted during February-April 2013 by three times repetition. The samples were taken in three areas where comprised western area (SA-2-24 and SA-1-10), middle area (SA-2-28 and SA-3-46), and eastern area (SA-3-5 and SA-3-16). The content of Cd heavy metal in sediments and crabs was measured by AAS. Meanwhile, the people’s knowledge was measured by applying Likert scale. The result showed that the content of Cd in sediments is good (>800 ppb). In eastern area, the relatively high content of Cd was found in station SA-3-5 (19.4 ppb) and SA-3-16 (15.8 ppb); middle area covers station SA-2-28 (17.8 ppb) and SA-3-46 (12 ppb); western area includes station SA-2-24 (13.3 ppb), and station SA-1-10 (11.2 ppb). The content of Cd in crabs is still good also (> 1,000 ppb). In eastern area, the highest content of Cd was found in SA 3-5 (16.1 ppb) while station SA-3-16 is lower (9.8 ppb). In middle area, the highest content of Cd was found in station SA-2-28 (22 ppb) while station SA 3-46 is lower (9.3 ppb). In western area, the content of Cd is relatively lower at the both of station SA 2-24 and SA-1-10 (10.3 ppb). People who live in western and middle areas have low knowledge about contamination source (90% and 97%) while the people of eastern area has good knowledge of contamination source (95%). The content of Cd in crabs tends to be lower than the content of Cd in sediments. In eastern area, the people’s knowledge of contamination source is relatively good because the metal contamination comes fromindustrial waste rather than household. In middle and western areas, the people knowledge of the contamination source has low, thus the local people contribute to the contamination of Cd. | |
| 1804 | 7841 | I1C006014 | STUDI KARAKTERISTIK RESERVOIR UNTUK PEMODELAN GEOLOGI DAN PERHITUNGAN CADANGAN HIDROKARBON BERDASARKAN DATA LOG DAN CUTTING, LAPANGAN LIA, FORMASI NGRAYONG, CEKUNGAN JAWA TIMUR UTARA | Cekungan Jawa Timur Utara merupakan salah satu cekungan penghasil minyak bumi yang potensial di Indonesia. Penelitian dilakukan di Lapangan Lia pada Formasi Ngrayong. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui geometri reservoir, distribusi karakteristik fisik reservoir meliputi porositas, permeabilitas, dan saturasi, serta jumlah cadangan hidrokarbon. Metodologi penelitian yaitu melakukan interpretasi litologi, korelasi stratigrafi, analisis petrofisika seperti porositas, saturasi air dan permeabilitas. Selanjutnya pemetaan karakteristik reservoir dan pemetaan ketebalan dari tiap unit reservoir, sehingga didapatkan peta net pay untuk menghitung cadangan hidrokarbon. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa reservoir daerah penelitian tersusun oleh batugamping. Reservoir ini memiliki nilai porositas antara 2,05 – 10,52 %, saturasi air (Sw) adalah 79,09%, dan permeabilitas rata-rata 1,48 mD. Berdasarkan analisis daerah penelitian diperkirakan diendapkan pada lingkungan laut dangkal (inner neritic sampai shallow middle neritic). Cadangan minyak bumi pada daerah penelitian (Original Oil In Place) berkisar 29.457.519,35 STB dan perkiraan jumlah cadangan terambil (Recoverable Reserve) adalah 5.302.353,49 STB. | The North West Java Basin is one of the potential hydrocarbon reservoir in Indonesia. The study was conducted on Lia field with the main study focusing in Baturaja Formation. The purpose of this study was to determine the geometry of the reservoir, the distribution of the physical characteristics of the reservoir include porosity, permeability, saturation, and hydrocarbon reserve. The methodology of this research is to determine lithology, stratigraphic correlation, petrophysical analysis such as porosity, water saturation and permeability. Furthermore, reservoir characterization map and isopach map of each reservoir unit, net pay map used to calculate hydrocarbon reserves. The results of this study concluded that the reservoir is composed of limestone. This reservoir has porosity values between 2.05 to 10.52%, water saturation (Sw) is 79,09%, and an average permeability of 1.48 mD. Based on data analysis, reservoir in study area was deposited in shallow marine environments (inner neritic to shallow middle neritic). The result of calculation hydrocarbon reserve (Original Oil In Place) at Lia Field are 29.457.519 STB and Recoverable Reserve are 5.302.353,49 STB. | |
| 1805 | 7842 | P2PA11031 | KAJIAN KUALITAS AIR DAN PERILAKU HYGIENE MASYARAKAT DALAM MEMANFAATKAN SUMUR GALI DI KECAMATAN CILACAP SELATAN KABUPATEN CILACAP | Air merupakan sumber daya alam yang diperlukan untuk kehidupan orang banyak bahkan oleh semua makhluk hidup. Salah satu sumber daya air yang digunakan untuk pemenuhan tersebut adalah air sumur gali (air tanah dangkal). Perubahan dari kualitas dan kuantitas air sumur gali dipengaruhi oleh pola pengelolaan lahan, kepadatan penduduk, dan perilaku hygiene pemanfaatan sumur gali. Salah satu wilayah di Jawa Tengah yang mempunyai kepadatan penduduk tinggi adalah Kecamatan Cilacap Selatan. Penelitian bertujuan mengkaji kualitas air sumur, perilaku hygiene masyarakat, serta hubungan antara keduanya. Penelitian dilakukan dengan metode survai. Penentuan jumlah sampel sumur gali dilakukan secara purposive sampling pada 20 sumur gali yang digunakan oleh 40 responden (berdasarkan metode judgement sampling). Variabel penelitian kualitas air yaitu parameter fisika (bau, rasa, suhu, dan kekeruhan), kimia (pH dan detergen), dan biologi (total Coliform). Variabel penelitian perilaku hygiene berupa pengetahuan, sikap, dan tindakan. Analisis kualitas air sumur gali dilakukan dengan skoring berdasarkan PerMenKes RI Nomor: 416/MENKES/PER/IX/1990 dan dianalisis secara deskriptif, analisis perilaku hygiene dengan skoring pada masing-masing jawaban pertanyaan kuesioner dan dianalisis deskriptif. Metode analisis Carl Spearman (rs) digunakan untuk mengetahui hubungan. Kualitas air sumur gali di Kelurahan Tambakreja, Tegalreja, dan Sidakaya yang memenuhi syarat masing-masing sebanyak 25%; sedangkan di Kelurahan Cilacap dan Tegal Kamulyan tidak ada. Perilaku hygiene masyarakat yaitu sumur yang memenuhi konstruksi, kebersihan diri, dan peralatan yang digunakan didapatkan di Kelurahan Tambakreja, Tegalreja, dan Sidakaya masing-masing sebanyak 25%; kemudian diikuti oleh Kelurahan Cilacap dan Tegal Kamulyan (masing-masing 12,5%). Perilaku hygiene masyarakat yang membangun sumur secara dominan memenuhi syarat konstruksi, menjaga kebersihan diri, dan alat yang digunakan dalam pemanfaatan sumur gali di Kelurahan Tambakreja, Tegalreja, dan Sidakaya mengakibatkan kualitas air sumurnya memenuhi syarat; sedangkan perilaku hygiene masyarakat yang membangun sumur secara kurang memenuhi syarat di Kelurahan Cilacap dan Tegal Kamulyan cenderung mengakibatkan kualitas air sumurnya tidak memenuhi syarat. | Water is essential for human’s life and even for all creatures on earth. One of the sources is water from dug wells. The changing quality and quantity of water in dug wells are highly influenced by land management, population density, and hygiene behavior of people who use the dug wells. One of the regions with high population density in Central Java is South Cilacap District. This research aims at analyzing the water quality of dug wells and the inhabitants’ hygiene behavior as well as the correlation between the quality of well water and the hygiene behavior of local people in the uses of the dug wells in South Cilacap District. This research was conducted using survey method. Purposive sampling was done to decide the number of samples, at 20 dug wells used by 40 respondents (based on judgment sampling method). The variables for water quality assessment ranged from physical parameters (odor, taste, temperature, and turbidity), chemical parameters (pH and detergent), and biological parameter (total Coliforms). The variables to measure hygiene behavior included knowledge, attitude, and action. The water quality of dug wells was scored based on PerMenKes RI No.416/MENKES/PER/IX/I990 and was presented in descriptive analysis while the hygiene behavior was scored based on each response in the questionnaires and carried out in descriptive analysis either. Carl Spearman method of analysis (rs) was used to find out the correlation between the water quality in the wells and the hygiene behavior. The dug wells whose water quality in Tambakreja, Tegalreja and Sidakaya Villages qualified individual as much as 25%; whereas, none of well water in Cilacap and Tegal Kamulyan Villages are qualified. The hygiene behavior of people in Tambakreja, Tegalreja, and Sidakaya Villages is found in how they meet the construction standard or requirements when building the dug wells and how they keep hand hygiene and tools in the uses of dug wells 25% each; then followed by Cilacap and Tegal Kamulyan Villages (12,5% each). The hygiene behavior of the inhabitants in Tambakreja, Tegalreja and Sidakaya Villages proves to have been a significant factor that makes the water quality there meet the standard criteria; whereas, poor hygiene behavior of the inhabitants in Cilacap and Tegal Kamulyan Villages has made it far from the quality standard. | |
| 1806 | 7846 | L1A006066 | STUDI KUALITAS FISIKA DAN KIMIA ANTARA AIR SUMUR ARTESIS DENGAN AIR SUMUR GALI DI DAERAH PERUMAHAN PAMUJAN KELURAHAN TELUK KECAMATAN PURWOKERTO SELATAN | Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah Apakah air sumur artesis dan air sumur gali yang digunakan di Daerah Perumahan Pamujan Kelurahan Teluk Kecamatan Purwokerto Selatan sudah memenuhi standar kualitasfisika dan kimia. Mengetahui kualitas fisika dan kimia air sumur artesis dengan air sumur gali sebagai air bersih di daerah Perumahan Pamujan Kelurahan Teluk Kecamatan Purwokerto Selatan Kabupaten Banyumas. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 22 sampel air sumur, dimana masing-maing air sumur diambil 11 sampel. Penelitian ini merupakan uji kualitas fisika dan kimia pada air sumur artesis dan air sumur gali. Parameter yang digunakan pada uji fisika meliputi rasa, bau, suhu, kekeruhan dan TDS. Parameter kimia yang digunakan sebagai uji kimia meliputi besi, pH, Sulfat, kesadahan dan kadmium. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kualitas air yang melebihi baku mutu pada air sumur artesis dan air umur gali adalah kadmium. Pada air sumur artesis yaitu 0,008 mg/l dan air sumur gali sebesar 0,012 mg/l. Standar maksimal yang diperbolehkan adalah 0,005 mg/l. Simpulan dari penelitian ini adalah secara kualitas air sumur artesis dan air sumur galidi daerah Perumahan Pamujan Kelurahan Teluk Kecamatan Purwokerto Selatan Kabupaten Banyumas layak digunakan. Akan tetapi ada parameter yang tidak sesuai dengan baku mutudari PermenkesNo:416/Menkes/Per /IX/1990yaitu kadmium. | About problem which is assessed deep observational it is If artesian well water and well water dig up that is utilized at Pamujan's housing Region district Bay sub-district Purwokerto south have accomplished physics quality default and chemical. Knowing physics quality and artesian well water chemical with well water digs up as fresh water at Pamujan's housing region district Bay sub-district Purwokerto Is Regency South Banyumas. Total sample that is utilized in this research total 22 well water samples, where is each hydro well is taken 11 samples. This research constitute physics quality quiz and chemical on artesian well water and well water digs up. Parameter that is utilized on physics test covers to perceive, odor, temperature, muddiness and TDS. Chemical parameter that is utilized as test of chemical covers iron, pH, Sulphate, kesadahan and cadmium. This observational result that overshot water quality default quality on artesian well water and age water digs up is cadmium. On artesian well water which is 0,008 mg/l and well water digs up as big as 0,012 mg/l. Maximal default that is let is 0,005 mg /l. It can be concluded of this research is water quality artesian well and age water dig up at Pamujan's housing region district Bay sub-district Purwokerto Is Regency South Banyumas reasonable be utilized. But then available in conflict with parameter quality standard from Permenkes No.:416/Menkes/Per/IX/1990 which is cadmium. | |
| 1807 | 7861 | P2CB11019 | ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN, KEPUASAN NASABAH, KEPERCAYAAN DAN KOMITMEN TERHADAP LOYALITAS NASABAH (Studi pada PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk. Cabang Cilacap) | Penelitian ini dilakukan pada nasabah PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk. Cabang Cilacap dengan judul: “ Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan, Kepuasan Nasabah Dan Kepercayaan Terhadap Loyalitas Nasabah (Studi pada PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk. Cabang Cilacap). Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan, kepuasan nasabah terhadap kepercayaan, komitmen dan loyalitas nasabah PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk. Cabang Cilacap. Alat analisis yang digunakan Structural Equation Modeling (SEM). Dari hasil penelitian dan analisis data diperoleh kesimpulan bahwa: Kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan nasabah, semakin tinggi kualitas pelayanan semakin tinggi kepuasan nasabah. Kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan, semakin tinggi kualitas pelayanan semakin tinggi pula kepercayaan nasabah. Kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas nasabah, semakin tinggi kualitas pelayanan semakin tinggi loyalitas nasabah. Kepuasan nasabah berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan, semakin tinggi kepuasan nasabah semakin tinggi kepercayaan nasabah. Kepuasan nasabah berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas nasabah, semakin tinggi kepuasan nasabah semakin tinggi loyalitas nasabah. Kepercayaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas nasabah, semakin tinggi kepercayaan semakin tinggi loyalitas nasabah. Kepuasan nasabah berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen, semakin tinggi kepuasan nasabah semakin tinggi komitmen nasabah. Kepercayaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen, semakin tinggi kepercayaan semakin tinggi komitmen nasabah. Komitmen berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas nasabah, semakin tinggi komitmrn semakin tinggi loyalitas nasabah. Kepercayaan mampu memediasi pengaruh kepuasan nasabah terhadap loyalitas nasabah. Komitmen mampu memediasi pengaruh kepuasan nasabah terhadap loyalitas nasabah PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk. Cabang Cilacap. Berdasarkan kesimpulan di atas, untuk meningkatkan loyalitas nasabah maka kualitas layanan harus ditingkatkan dengan cara meningkatkan indikator-indikator : tangibles, reliability, responsiveness, assurance dan emphaty. Serta PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk. Cabang Cilacap meningkatkan kepercayaan dan komitmen dengan meningkatkan kepuasan nasabah yang lebih baik. | The research was conducted on customers of PT . Bank Rakyat Indonesia Tbk . Cilacap branch with the title: " The Effect Analysis of Service Quality, Customer Satisfaction and Customer Loyalty belief systems ( Study on PT Bank Rakyat Indonesia Tbk . Branch Cilacap ) . The purpose of this study was to determine the effect of service quality , customer satisfaction on trust, commitment and loyalty PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Cilacap branch. The analytical tool used Structural Equation Modeling ( SEM ). From the research and analysis of the data it is concluded that : Quality of service and significant positive effect on customer satisfaction, the higher the quality of service higher customer satisfaction. Quality of service and significant positive effect on confidence, the higher the quality of service the higher customer confidence. Quality of service and significant positive effect on customer loyalty, the higher the quality of service higher customer loyalty. Customer satisfaction and a significant positive effect on confidence, the higher the higher the customer satisfaction customer confidence. Customer satisfaction and a significant positive impact on customer loyalty, higher customer satisfaction higher customer loyalty. Confidence positive and significant effect on customer loyalty , higher customer loyalty confidence higher. Customer satisfaction and a significant positive effect on commitment, the higher customer satisfaction the higher the customer commitments. Confidence positive and significant effect on the commitment, the higher customer. Commitment positive and significant effect on customer loyalty, higher customer loyalty. Confidence is able to mediate the effect of customer satisfaction on customer loyalty. Commitment is able to mediate the effect of customer satisfaction on customer loyalty. Based on the above conclusion , to increase customer loyalty , the quality of service should be improved by increasing the indicators : tangibles, reliability , responsiveness, assurance and empathy . And PT . Bank Rakyat Indonesia Tbk . Branch Cilacap boost confidence and commitment to improving customer satisfaction better . | |
| 1808 | 7847 | G1D009027 | ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT STRES KERJA PERAWAT DI INSTALASI GAWAT DARURAT RSUD Prof. Dr. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO | Perawat IGD sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di rumah sakit memiliki risiko yang tinggi mengalami stres kerja. Stres yang dialami perawat memiliki tingkatan yang berbeda yaitu rendah, sedang dan tinggi. Tingkat stres kerja perawat terjadi karena adanya faktor-faktor pencetus stres. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat stres kerja perawat di IGD RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Sampel penelitian berjumlah 45 perawat dengan metode total sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner Occupational Stres Inventory-Revised Edition (OSI-R)TM dan Stress Questionnaire yang diadopsi dari International Stress Management Association Uk (ISMA) dan telah dimodifikasi. OSI-R terdiri dari 25 item dan ISMA terdiri dari 30 item. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Analisis data dilakukan dengan analisis chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor usia p=0,101, jenis kelamin p=0,194, pendidikan p=1,000, dan masa kerja p=0,101 tidak berhubungan dengan tingkat stres kerja perawat, sedangkan faktor konflik peran p=0,018, masalah dalam keluarga p=0,042, lingkungan fisik p=0,042, tuntutan pekerjaan p=0,018 dan organisasi p=0,047 memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat stres kerja perawat IGD RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara faktor konflik peran, masalah dalam keluarga, lingkungan fisik, tuntutan pekerjaan dan faktor organisasi dengan tingkat stres kerja perawat IGD RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. | Nurses of Emergency Room as the spearhead of the health services in the hospital with its head high risk of experiencing the stress of work. Stress experienced by nurses have different levels, namely low, medium and high. Nurse's work stress levels occur due to factors precipitating stress. This study aims to analyze the factors related job stress levels nurses at Emergency Room PROVINCIAL HOSPITAL Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Sample of 45 research nurse with total sampling metod. Measuring instrument used was a questionnaire Occupational Stress Inventory-Revised Edition (OSI-R)CE and Stress Questionnaire, which is adopted from the International Stress Management Association Uk (ISMA) and has been modified. OSI-RTM consists of 25 items and ISMA consists of 30 items. Sampling techniques using the technique of total sampling. Data analysis was done with the chi square analysis. Based on the analysis of data obtained as a result of done that age factor p=0.101, sex p=0.194, education p=1.000, and working period p=0.101 not related to levels of work stress factors, while the nurse's role in the conflict p=0.018, the problem in the family p=0.042, physical environment p=0.042, job demands p=0.018 and the Organization p=0.047 has a significant relationship with job stress levels nurses at Emergency Room of PROVINCIAL HOSPITAL Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. The Conclusion is there are a relationship between the factor of conflict of roles, a problem in the family, the physical environment, the demands of work and organizational factors with work stress levels nurses at Emergency Room of PROVINCIAL HOSPITAL Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. | |
| 1809 | 7845 | G1B008135 | HUBUNGAN LINGKUNGAN RUMAH DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI DESA KARANGSALAM KECAMATAN KEMRANJEN KABUPATEN BANYUMAS | Diare adalah tinja encer keluar lebih sering, diare bukan merupakan suatu penyakit tetapi kelihatan dalam keadaan seperti enteritis regionalis, sprue, colitis ulcerosa, berbagai infeksi usus dan kebanyakan karena jenis radang lambung dan usus. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara lingkungan rumah dan kejadian diare pada balita di Desa Karangsalam Kecamatan Kemranjen Kabupaten Banyumas. Desain penelitian ini menggunakan cross sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 67 balita di Desa Karangsalam Kecamatan Kemranjen Kabupaten Banyumas. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan balita yang menderita diare (58,2%), kualitas air minum yang memenuhi syarat (65,7%) responden, sumber air minum sumur gali dan sumur bor (56,7%) responden, sumber air bersih sumur gali dan sumur bor (56,7%) responden, kualitas air bersih yang memenuhi syarat (56,7%) responden, kepemilikan jamban (71,6%), lantai rumah yang kedap air (59,7%). Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan antara kualitas air minum dengan kejadian diare pada balita (p=0,000), sumber air minum dengan kejadian diare pada balita (p=0,000), sumber air bersih dengan kejadian diare pada balita (p=0,000), kualitas air bersih dengan kejadian diare pada balita (p=0,000), kepemilikan jamban dengan kejadian diare pada balita (p=0,000), dan jenis lantai yang kedap air dengan kejadian diare pada balita (p=0,000). Diperoleh kesimpulan bahwa seluruh variabel memiliki hubungan dengan kejadian diare pada balita di Desa Karangsalam Kecamatan Kemranjen Kabupaten Banyumas. | Diarrhea is a watery stool out more often , diarrhea is not a disease but it looks like the condition regionalist enteritis, sprue, ulcerative ulcerosa, intestinal infections, and mostly because of the type of inflammation of the stomach and intestines. This study aims to determine the relationship between the home environment and the incidence of diarrhea in infants in the District of Village Kemranjen Karangsalam Banyumas. The design uses a cross-sectional study. The sample of this study were 67 infants in the Karangsalam Village Kemranjen District Banyumas Regency. Based on the results of the study showed that infants with diarrhea ( 58.2 % ), the quality of drinking water that meets the requirements ( 65.7 % ) respondents, the source of drinking water dug wells and bore wells ( 56.7 % ) respondents, a source of clean water wells dug and bore wells ( 56.7 % ) of respondents, water quality qualified ( 56.7 % ) respondents, latrine ownership ( 71.6 % ), water-resistant floor houses ( 59.7 % ). The results of the bivariate analysis showed no association between the quality of drinking water with the incidence of diarrhea in infants ( p = 0.000 ), the source of drinking water to the incidence of diarrhea in infants ( p = 0.000 ), a source of clean water with the incidence of diarrhea in infants ( p = 0.000 ), quality clean water with the incidence of diarrhea in infants ( p = 0.000 ), latrine ownership with the incidence of diarrhea in infants ( p = 0.000 ), and the type of water-resistant floor with the incidence of diarrhea in infants ( p = 0.000 ). It can be concluded that all variables have a relationship with the incidence of diarrhea in infants in the Karangsalam Village Kemranjen District Banyumas Regency. | |
| 1810 | 7848 | L1A006061 | FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELELAHAN MATA OPERATOR KOMPUTER PT. PLN (PERSERO) AREA PURWOKERTO | Kemajuan dunia komputer berdampak positif bagi manusia. Tetapi kadang dampak negatif penggunaan komputer sering tidak diperhatikan oleh pekerja. Salah satu hal yang paling mudah diamati adalah dampak komputer bagi kesehatan individu pemakainya. Salah satunyayaitu Computer Vision Sindrome (CVS) yaitu kelelahan mata yang dapat mengakibatkan sakit kepala, penglihatan seolah ganda, penglihatan silau terhadap cahaya di waktu malam, dan berbagai masalah penglihatan lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kelelahan mata pada operator komputer PT. PLN (Persero) Area Purwokerto. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan metode pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian adalah 81 orang. Analisis data yang dilakukan berupa analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian adalah adahubungan antara jarak pandang monitor dengan kelelahan mata (p= 0,002). Variabel yang tidak berhubungan dengan kelelahan mata adalah usia, lama kerja, waktu istirahat mata, tingkat pencahayaan, dan sudut pandang monitor. Disarankan memasang kaca anti glare pada layar monitor komputer, memberikan penerangan yang memadai, dan memeriksakan mata secara berkala. | Progress of the computer world a positive impact for human. But sometimes the negative impact of computer use is often not noticed by workers. One of the most easily observed is the impact on health of individual computer users. One of them is Computer Vision Syndrome (CVS) eye fatigue which can lead to headache, double vision, vision glare to light at night, and a variety of other vision problems. The purpose of this research was to determine the factors that related to eye fatigue on computer operator at PT. PLN (Persero) Purwokerto area. This research is an observational analytic study with cross sectional method.Samples in this research is 81 people. Data analysis was done by univariate and bivariate analyzes. There is a relationship between visibility monitor with eye fatigue (p= 0.002). In this research result, variables that unrelated to eye fatigue is age, length of working, rest time off eyes, exposure levels, and monitor viewing angle. It is recommended to install an anti glare glass on computer monitor screen, provide adequate lighting, and eyes examined regularly. | |
| 1811 | 7850 | P2AA11007 | VIABILITAS DAN VIGOR SERTA PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI GOGO AROMATIK HUBUNGANNYA DENGAN KANDUNGAN 2-ACETYL-1-PYRROLINE PADA KONDISI KADAR AIR TANAH BERBEDA | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh benih yang disimpan selama enam bulan terhadap viabilitas, vigor dan kandungan 2-acetyl-1-pyrroline, (2) respons varietas padi gogo terbaik pada kadar air tanah berbeda terhadap pertumbuhan, hasil dan kandungan 2-acetyl-1-pyrroline biji, dan (3) pengaruh penanaman padi gogo pada kondisi kadar air tanah berbeda terhadap viabilitas dan vigor benih. Penelitian dilaksanakan di Universitas Tidar Magelang mulai bulan Agustus 2012 sampai dengan Mei 2013. Percobaan 1 menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan menguji viabilitas, vigor dan kandungan 2-acetyl-1-pyrroline benih empat varietas padi gogo (Inpago Unsoed-1, galur JSPGA 136, Situbagendit dan Mentik Wangi) yang telah disimpan selama enam bulan. Variabel pengamatan meliputi: kandungan 2-acetyl-1-pyrroline (ppm), viabilitas (daya kecambah (%), tinggi kecambah (cm), panjang akar primer (cm), bobot basah kecambah (g), bobot kering kecambah (g)) dan vigor benih (indeks vigor benih). Percobaan 2 menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap terdiri atas dua faktor, faktor pertama: varietas padi gogo yang terdiri atas: Inpago Unsoed-1, galur JSPGA 136, varietas Situbagendit (non-aromatik) dan varietas Mentik Wangi. Faktor kedua: tingkat kadar air tanah yang terdiri atas: 100% kapasitas lapang dan 50% kapasitas lapang. Variabel pengamatan meliputi: tinggi tanaman (cm), jumlah anakan total per rumpun (batang), jumlah anakan produktif (batang), total panjang akar (m), umur berbunga (hst), umur panen (hst), panjang malai (cm), jumlah bulir per malai, bobot 1000 biji (g), bobot biji per rumpun (g), kandungan prolin ( M/g) dan kandungan 2-acetyl-1-pyrroline (ppm). Percobaan 3 menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan menguji viabilitas, vigor dan kandungan 2-acetyl-1-pyrroline dari biji atau benih hasil percobaan 2. Variabel pengamatan meliputi: kandungan 2-acetyl-1-pyrroline (ppm), viabilitas (daya kecambah (%), tinggi kecambah (cm), panjang akar primer (cm), bobot basah kecambah (g), bobot kering kecambah (g)) dan vigor benih (indeks vigor benih). Hasil percobaan 1 menunjukkan bahwa benih padi varietas Inpago Unsoed-1, galur JSPGA 136, varietas Situbagendit dan Mentik Wangi yang sudah disimpan selama enam bulan menghasilkan daya kecambah 98 – 100 %, dan indeks vigor benih 27 – 38, tetapi kandungan 2-acetyl-1-pyrroline nya rendah. Varietas Mentik Wangi memiliki kecambah tertinggi yaitu 20,20 cm. Varietas Inpago Unsoed-1 memiliki panjang akar primer terpanjang yaitu 10,98 cm dan bobot basah kecambah 0,96 g. Sedangkan bobot kering kecambah yang tinggi dihasilkan oleh galur JSPGA 136 yaitu 0,46 g. Hasil percobaan 2 menunjukkan bahwa varietas Mentik Wangi memiliki kandungan 2-acetyl-1-pyrroline paling tinggi pada kondisi kadar air tanah 50% kapasitas lapang yaitu sebesar 0,189 ppm, yang didukung dengan jumlah anakan produktif banyak (31,83 batang), malai yang panjang (18 cm), jumlah bulir per malai lebih banyak (103), bobot biji per rumpun 55,49 g dan kandungan prolin tinggi (19,38 M/g), namun memiliki umur berbunga dan umur panen lama yaitu umur berbunga 125,17 hari dan umur panen 159,3 hari. Hasil percobaan 3 dapat diketahui bahwa kadar air tanah yang berbeda tidak memberikan pengaruh terhadap viabilitas dan vigor benih. Daya kecambah benih berkisar antara 91–100 %, sedangkan indeks vigor benih berkisar antara 23-39. Varietas Situbagendit memiliki kecambah paling tinggi yaitu 42,56 cm dan memiliki akar primer terpanjang yaitu 37,40 cm. Sedangkan bobot basah kecambah tertinggi dihasilkan oleh galur JSPGA 136 yaitu 1,45 g dan bobot kering kecambah tertinggi dihasilkan oleh varietas Inpago Unsoed-1 yaitu 0,34 g. Semakin rendah kadar air tanah maka kandungan 2-acetyl-1-pyrroline biji semakin tinggi, pada semua varietas yang diuji. Benih yang telah disimpan selama enam bulan maupun benih hasil panen pada kondisi kadar air tanah berbeda pada semua varietas yang diuji tidak berpengaruh terhadap viabilitas dan vigor benih, tetapi berpengaruh terhadap kandungan 2-acetyl-1-pyrroline biji. Tanaman yang ditanam pada kondisi kadar air tanah 50% kapasitas lapang menghasilkan kandungan prolin dan kandungan 2-acetyl-1-pyrroline lebih tinggi dibandingkan dengan yang ditanam pada kondisi kadar air tanah 100% kapasitas lapang, namun menunjukkan tinggi tanaman rendah (120,17 cm), umur berbunga (125,17 hari) dan umur panen lebih lama (159,3 hari). Demikian pula untuk komponen hasil ditunjukkan dengan malai yang pendek (15,08 cm), jumlah bulir per malai sedikit (87,42) dan bobot biji per rumpun rendah (31,94 g). Sedangkan tanaman yang memiliki kandungan prolin dan kandungan 2-acetyl-1-pyrroline rendah dihasilkan oleh tanaman yang ditanam pada kondisi kadar air tanah 100% kapasitas lapang menunjukan tinggi tanaman lebih tinggi (129,50 cm), umur berbunga (92,75 hari) dan umur panen lebih cepat (108 hari), memiliki malai yang panjang (18,50 cm) sehingga menghasilkan jumlah bulir per malai banyak (101,08) dan bobot biji per rumpun tinggi (43,95 g). | The objectives of this study were to know (1) the effect of six-month stored seed on seed viability and vigor, and 2-acetyl-1-pyrroline content, (2) the responses of upland rice under different soil water content on growth, yield and 2-acetyl-1-pyrroline content, and (3) the effect of grown upland rice in different soil water content on seed viability and vigor. The experiment was conducted in Tidar Magelang University from August 2012 to May 2013. First study, Complete Randomized Design was applied to observe seed viability and vigor, and 2-acetyl-1-pyrroline content of four varieties of upland rice (Inpago Unsoed-1, JSPGA 136, Situbagendit and Mentik Wangi) that had been stored in six months. The observed variables were 2-acetyl-1-pyrroline content (ppm), seed viability i.e. seed germination (%), shoot height (cm), primary root length (cm), shoot wet weight (g), and shoot dry weight (g) and seed vigor (vigor index). Second study, Randomized Complete Block Design with two factors viz. variety of uplad rice i.e. Inpago Unsoed-1, JSPGA 136, Situbagendit and Mentik Wangi, and different soil water content i.e. 100% of field capacity and 50% of field capacity were tested. The observed variables were plant height (cm), total number of tillers (stems), number of productive tillers (stems), total root length (m), flowering time (day), harvest time (day), length of panicle (cm), number of grain per panicle, 1000 grain weight (g), grain weight per hill (g), proline content ( M/g) and 2-acetyl-1-pyrroline content (ppm). Third study, Complete Randomized Design was applied to observe seed viability and vigor, and 2-acetyl-1-pyrroline content of four varieties of upland rice of which the seed was obtained from second study. The observed variables were 2-acetyl-1-pyrroline content (ppm), seed viability i.e. seed germination (%), shoot height (cm), primary root length (cm), shoot wet weight (g), and shoot dry weight (g) and seed vigor (vigor index). First study showed that the seed of Inpago Unsoed-1, JSPGA 136, Situbagendit and Mentik Wangi varieties which had been stored for six months gained 98 – 100% seed germination, vigor index of 27 - 38 but low 2-acetyl-1-pyrroline content. Mentik Wangi variety had the highest shoot of 20.20 cm. Inpago Unsoed-1 varieties had the longest primary root length of 10.98 cm and high shoot fresh weight of 0.96 g. However, the highest shoot dry weight obtained by JSPGA 136 of 0.46 g. Second study showed that Mentik wangi variety had the highest content of 2-acetyl-1-pyrroline under 50% of field capacity of soil water content, and had more number of productive tillers (31.83 stems), longer panicle (18 cm), more number of grain per panicle (103), grain weigt per hill 55.49 g and heigher proline content (19.38 M/g), even longer flowering time and harvest (125.17 and 159.3) than condition of 100% of field capacity. | |
| 1812 | 7851 | P2AA11056 | PENGARUH DOSIS PUPUK FOSFOR DAN APLIKASI Bacillus subtilis B46 + Pseudomonas flourescens P60 TERHADAP PERTUMBUHAN CAISIN | Fosfor merupakan salah satu unsur hara makro yang sangat dibutuhkan caisin, tetapi kelarutannya rendah karena mudah terikat dengan unsur lain membentuk Al-P dan Fe-P. Pemanfaatan Bacillus subtilis B46 + Pseudomonas flourescens P60 dapat meningkatkan serapan P. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji pengaruh peningkatan dosis pupuk SP-36 terhadap pertumbuhan caisin, mengkaji pengaruh aplikasi Bacillus subtilis B46 + Pseudomonas flourescens P60 terhadap pertumbuhan dan hasil caisin, dan mempelajari pengaruh interaksi dosis pupuk SP-36 dan aplikasi Bacillus subtilis B46 + Pseudomonas flourescens P60 terhadap pertumbuhan dan hasil caisin. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2012 sampai Februari 2013 di Rumah Kaca dan Laboratorium Benih P4TK/VEDCA Cianjur. Metode penelitian yaitu metode eksperimen Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Faktor pertama adalah dosis pupuk SP-36 dan faktor kedua adalah aplikasi bakteri Bacillus subtilis B46 + Pseudomonas flourescens P60, setiap unit percobaan terdiri dari 5 ulangan. Hasil analisis kuantitatif IAA sampel Pseudomonas flourescens P60 4,91ppm, sedangkan Bacillus subtilis B46 3,93 ppm. Penambahan dosis pupuk SP-36 hingga 300 kg/ha meningkatkan luas daun (32,90%) dan bobot segar tajuk (50,59%) dibandingkan kontrol. Aplikasi bakteri Bacillus subtilis B46 + Pseudomonas fluorescens P60 meningkatkan bobot segar tajuk (31,64%), bobot kering akar caisin (62,16%), dan volume akar (23,31%), namun menurunkan rasio bobot kering tajuk akar caisin (4,63%) dibandingkan kontrol. Pada aplikasi Bacillus subtilis B46 + Pseudomonas flourescens P60 bobot kering tajuk (11,22 g), rasio bobot kering tajuk akar (23,97), serapan P (272,24 mg), serta efisiensi serapan P paling tinggi (31,007%) diperoleh melalui dosis pemupukan SP-36 200 kg/ha. | Mustard is leaf vegetables which is a commodity that has a commercial value and favored Indonesia people. In order to grow optimally mustard requires the availability of sufficient macro nutrients. Phosphorus is one of the macro elements needed to support plant growth , as it functions in the preparation of every living cell and energy transformation processes that determine growth but are not available to support plant growth, because of low solubility . Therefore, it is necessary to do research on the effect phosphorus fertilizer doses and application of bacterial B. subtilis B46 + P. flourescens P60 on growth mustard ( Brassica juncea L. ). The purpose of this study was to determine the effect of increasing doses of SP - 36 fertilizer on growth and yield mustard , determine the effect application of bacterial B. subtilis B46 + P. flourescens P60 on growth and yield mustard, and study the interaction effect of fertilizer SP – 36 doses and B. subtilis B46 + P. flourescens P60 on growth and yield mustard. This study was conducted on December 2012 until February 2013 at the Laboratory of Seed and Green House P4TK/Vedca Cianjur. Analysis of varians model in a factorial randomized complete design.The first factor is phosphorus fertilizer doses (P) and the second factor is bacterial of B. subtilis B46 + P. flourescens P60 application (B). The observed variables include: plant height, number of leaves, leaf area, root fresh weight and root dry weight, shoot fresh weight and shoot dry weight, shoot root ratio of fresh weight, shoot root ratio of dry weight, root volumes, content nutrient analysis and tissue uptake of phosphorus analysis, analysis of total P and available P soil after treatment, and fertilizer efficiency. Soil analysis pre treatment include: total C analysis (Walkey and Black method), available P (Olsen), K-dd (NH4OAc), H2O pH, available N, microbial phosphate solvent. Bacteria test consists of dissolving phosphate analysis (total plate count), count the number of colonies total plate count method, the bacterial compatibility test with the bacteria pour plate method, the IAA qualitative analysis with colorimetric method using Salkowski reagent, quantitatively with HPLC method. The results showed that the addition of P fertilizer doses until 300 Kg/ha increased leaf area (32,90%) and shoot fresh weight (50,59%) than controls. Application of bacteria B. subtilis B46 + P. fluorescens P60 increased the shoot fresh weight (31.64%), root dry weight of mustard (62.16%), and root volumes (23.31%), but decreased the mustard shoot root ratio dry weight (4.63%) than controls. On the application bacterial the highest of shoot dry weight, dry weight of shoot root ratio, P uptake and P uptake efficiency at the fertilizer dose of 200 kg / ha. Without application of bacterial P fertilizer doses variation did not result shoot dry weight, soil total P content and P uptake differences. | |
| 1813 | 7852 | G1F007053 | AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK HERBA KROKOT (Portuluca oleracea L.) TERHADAP Salmonella typhi DAN Shigella boydii | Krokot merupakan tanaman yang memilik khasiat sebagai obat tradisional, salah satunya adalah sebagai antibakteri. Kemampuan antibakeri ini dikarenakan krokot mengandung senyawa aktif berupa alkaloid, saponin tannin dan flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak herba krokot sebagai antibakteri terhadap Salmonella typhi dan Shigella boydii. Studi eksperimen ini menggunakan metode dilusi padat yang berisi ekstrak dengan konsentrasi bertingkat serta kontrol bakteri yang ditumbuhkan pada medium nutrient agar. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa ekstrak krokot mempunyai aktivitas antibakteri terhadap S. typhi dan S. boydii. Hal ini ditunjukkan dengan nilai rata-rata persentase daya hambat. Nilai rata-rata pesentase daya hambat ekstrak krokot terhadap Shigella boydii sebesar 57% dengan rata-rata pertumbuhan koloni sebesar 2,8x107CFU/ml dan rata-rata pesentase daya hambat ekstrak krokot terhadap Salmonella typhi sebesar 58% dengan rata-rata pertumbuhan koloni sebesar 3,2x107CFU/ml | Krokot is a plant that posses value as traditional drug, one of it is use as antibacterial. This antibacterial activity is because krokot contains active compound such as alkaloid, saponin, tannin and flavonoid. This research was aimed to figure out activities of krokot as antibacterial to Salmonella typhi and Shigella boydii. This experiment use solid dilution method with leveled concentration and also bacterial control that were grown on nutrient agar. The result showed that extract had antibacterial activity to Salmonella typhi and Shigella boydii. This activity was shown by average inhibition effect percentage value. The average inhibition percentage of extract krokot to Shigella boydii is 57% with an average colony growth of 2,8x107CFU/ml and the average inhibition percentage of extract krokot to Salmonella typhi is 58% with an average colony growth of 3,2x107CFU/ml. | |
| 1814 | 7853 | G1D009013 | PENGARUH TERAPI BERMAIN PUZZLE TERHADAP KECEMASAN SAAT DILAKUKAN INJEKSI INTRAVENA PADA ANAK USIA PRASEKOLAH YANG DIRAWAT DI RSUD BANYUMAS | Latar belakang: Kecemasan merupakan dampak hospitalisasi yang dapat mengganggu proses penyembuhan. Kecemasan terbesar anak usia prasekolah yang dirawat adalah kecemasan saat injeksi intravena. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh terapi bermain puzzle terhadap kecemasan saat dilakukan injeksi intravena pada anak usia prasekolah yang dirawat di RSUD Banyumas. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan pre and post test design with control group. Pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 20 responden (10 intervensi, 10 kontrol). Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar observasi kecemasan dan angket untuk karakteristik responden. Analisis data yang digunakan adalah uji statistik non parametrik dengan uji Wilcoxon dan uji U Mann Whitney. Hasil: ada perbedaan kecemasan saat dilakukan injeksi intravena pada anak usia prasekolah pada kelompok intervensi dan kontrol (p value 0,000). Tidak ada hubungan antara variabel pengganggu dengan kecemasan anak setelah dilakukan terapi bermain puzzle, diantaranya: usia (p value 0,700), jenis kelamin (p value 0,600), riwayat pernah dirawat (p value 0,300), posisi anak dalam keluarga (p value 0,600), lingkungan (p value 0,600), dan petugas kesehatan (p value 0,900). Kesimpulan: Ada pengaruh terapi bermain puzzle terhadap kecemasan saat dilakukan injeksi intravena pada anak usia prasekolah yang dirawat di RSUD Banyumas. | Background: Anxiety is the impact of hospitalization that may interfere with the healing process. Anxiety when intravenous injection is the greatest anxiety for preschoolers who are hospitalized. Purpose: This study aimed to identify the effect of puzzle therapy to preschoolers anxiety during intravenous injection in RSUD Banyumas. Method : A quasi experimental design with pre and post test design with control group used in this research. Consecutive sampling was conducted for 10 preschool children (3-6 years old) as intervention group and 10 preschool children as control group. Research was set at pediatric ward (Khantil) in RSUD Banyumas. Anxiety observation sheets and questionnaires for respondent’s characteristics used in this study. The Wilcoxon test and Mann Whitney U test used to analyze the data. Result : Research shown that puzzle therapy was effective reducing preschoolers anxiety during injection intravenous ( p value 0.000 ) . There is not corellation between the confounding variables for cild anxiety after puzzle therapy: age (p value 0,700), sex (p value 0,600), history had been treated (p value 0,300), position of children in the family (p value 0,600), environment (p value 0,600), and health workers (p value 0,900). Conclusion : the puzzle therapy was effective reducing preschool anxiety during injection intravenous in RSUD Banyumas. | |
| 1815 | 7855 | G1F007083 | AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK METANOL KULIT PISANG KLUTHUK (Musa balbisiana) DAN KOMBINASINYA DENGAN KLORAMFENIKOL terhadap BAKTERI Salmonella typhi | Salmonella typhi merupakan bakteri penyebab penyakit demam tifoid. Pengobatan demam tifoid dapat menggunakan obat antibakteri yaitu kloramfenikol. Kloramfenikol akan menimbulkan efek samping berupa depresi sumsum tulang belakang, anemia aplastik, mual dan muntah. Kulit pisang kluthuk memiliki kandungan golongan metabolit sekunder yaitu tannin, dan flavanoid. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui aktivitas ekstrak metanol kulit pisang kluthuk dan kombinasinya dengan kloramfenikol terhadap bakteri S.typhi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium. Kulit pisang dikeringkan menggunakan oven suhu 45°C. Kulit pisang yang telah dikeringkan diekstrak dengan menggunakan metode maserasi, kemudian diidentifikasi golongan metabolit sekunder mengunakan pereaksi warna. Uji aktivitas antibakteri menggunakan difusi cakram. Untuk mengetahui kadar hambat minimum (KHM), diameter zona hambat dianalisis menggunakan uji one way anova. Hasil penelitian didapatkan KHM ekstrak kulit pisang kluthuk dan kloramfenikol masing-masing 7% dan 8 ppm. Kombinasi ekstrak kulit pisang kluthuk dan kloramfenikol didapatkan nilai FIC index = 1 | Salmonella typhi is the bacteria which causes typhoid fever. The treatment of typhoid fever is possible to use antibacterial drugs such as chloramphenicol. Chloramphenicol will cause side effects such as bone marrow depression, aplastic anemia, nausea and also vomiting. Peels of kluthuk’s banana can be used as an alternative medicine to treat S.typhi. The purpose of this study was to determine of kluthuk’s banana peel methanol extract and its combination to chloramphenicol against bacterial S.typhi. This study was experimental laboratory, banana peels was dried used oven at 45 ° C. Then, the dried banana peels was extracted by maceration method, futhermore, it was identified by class of secondary metabolite using color reagent. The antibacterial test was used disc diffusion method. To determine the minimum inhibitory concentration (MIC), the diameter of inhibition zone was analyzed by ANOVA test. The results was show in MIC kluthuk banana peel extract and chloramphenicol, respectively 7% and 8 ppm. The combination of kluthuk’s banana peel extract and chloramphenicol value was obtained FIC index = 1. | |
| 1816 | 7854 | G1D008005 | PENGARUH HIPNOTERAPI TERHADAP KUALITAS TIDUR DAN KADAR GULA DARAH DIABETES MELITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PURWOKERTO SELATAN | PENGARUH TERAPI HIPNOSIS TERHADAP KADAR GULA DARAH DAN KUALITAS TIDUR PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PURWOKERTO SELATAN ABSTRAK Latar Belakang : Diabetes adalah sindroma gangguan metabolik dari hiperglikemik yang tidak semestinya sebagai akibat penurunan sekresi insulin yang menimbulkan berbagai komplikasi kronik pada mata, ginjal, saraf, dan pembuluh darah. Prevalensi diabetes melitus terus meningkat setiap tahun. kadar gula darah dan kualitas tidur dapat diintervensi dengan terapi non farmakologis salah satunya dengan terapi hipnosis. Hipnoterapi merupakan salah satu cabang ilmu psikologi yang mempelajari manfaat sugesti untuk mengatasi masalah pikiran, perasaan dan perilaku. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi hipnosis terhadap kadar gula darah dan kualitas tidur pasien diabetes melitus tipe 2 di Wilayah kerja Purwokerto Selatan. Metode : Penelitian ini menggunakan desain Pra Experiment dengan one group pre and posttest design. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling yaitu mengambil seluruh bagian dari populasi. Dengan jumlah sampel 30 orang. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan uji statistik Wilcoxon. Hasil : hasil uji statistik uji Wilcoxon didapatkan nilai p=0,015 untuk kadar gula darah dan p=0,023 untuk kualitas tidur. Kesimpulan : Terapi hipnosis dapat memperbaiki kadar gula darah dan kualitas tidur diabetes melitus tipe 2 di Wilayah kerja Purwokerto Selatan. Kata kunci : Hipnosis, Kadar Gula Darah, Kualitas Tidur | THE EFFECT OF HIPNOTERAPY ON BLOOD GLUKOSE LEVELS AND QUALITY OF SLEEP LEVELS IN TYPE 2 DIABETES MELITUS PATIENT AT SOUTH PURWOKERTO ABSTRACT Background: Diabetes is a metabolic disorder of hyperglycemic syndrome improper as a result of a decrease in insulin secretion that cause a variety of chronic complications in the eyes , kidneys , nerves , and vessels darah. Prevalensi diabetes mellitus continues to increase every year . Blood sugar levels and quality of sleep can intervene with non- pharmacologic therapy one with hypnosis therapy . Hypnotherapy is a branch of psychology that studies the benefits of suggestion to overcome the problem of thoughts , feelings and behaviors . Objective: This study aimed to determine the effect of hypnosis on blood sugar levels and sleep quality of patients with type 2 diabetes mellitus in the region of south purwokerto. Methods: This study used a pre Experiment design with one group pre and posttest design. The sampling technique used in this study is the total sampling that took the entire part of the population. With a sample size of 30 people. Analysis of the data in this study using the Wilcoxon statistical test. Results: Statistical test results of the Wilcoxon test p value = 0.015 for blood sugar levels and p = 0.023 for the quality of sleep. Conclusion: Therapeutic hypnosis can correct blood sugar levels and quality of sleep in type 2 diabetes mellitus Region South Purwokerto work. Keywords: Hypnosis, Blood Sugar Levels, Qualityof Sleep Levels | |
| 1817 | 7859 | P2AA11008 | APLIKASI PUPUK ANORGANIK DAN ORGANIK TERHADAP SIFAT FISIK, KIMIA DAN BIOLOGI TANAH PADA LIMA VARIETAS KEDELAI | Kebutuhan kedelai nasional pada saat ini mencapai 2,5 juta ton pertahun, sedangkan produksi kedelai dalam negeri hanya 0,8 juta ton pertahun sehingga untuk memenuhi kekurangan tersebut diperlukan impor sebanyak 1,7 juta ton pertahun. Guna memenuhi kebutuhan kedelai di Indonesia, perlu adanya usaha peningkatan produksi kedelai, salah satunya dengan cara penelitian pemupukan anorganik dan organik pada lima varietas kedelai yaitu Grobogan, Mitani, Mutiara, Rajabasa dan Slamet. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mengetahui: 1). pengaruh aplikasi pupuk anorganik dan organik dalam memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah pada lima varietas kedelai, 2). perubahan yang terjadi pada sifat fisik, kimia dan biologi tanah setelah diaplikasikan pemupukan anorganik dan organik dan 3). interaksi antara aplikasi pemupukan dengan ragam varietas kedelai. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK).Faktor yang diteliti adalah perlakuan pemupukan dan ragam varietas.Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan uji F. Apabila terdapat keragaman antar perlakuan dilanjutkan uji DMRT dengan taraf kepercayaan 95 % (α = 5 %). Hasil penelitian menunjukkan: 1). perlakuan pemupukan anorganik dan organik berbeda nyata terhadap nilai porositas, bulk density, dan total mikroba, 2). perlakuan pemupukan secara organik memiliki nilai lebih baik dibandingkan pemupukan secara anorganik pada variabel porositas (61,88; 61,33%),bulk density(1,01; 1,02g/cc), pori drainase sangat cepat (16,72; 15,45%), permeabilitas (2,48; 2,39cm/jam), C-organik (3,34; 2,99%), N total (0,11; 0,10%), KTK (20,96; 19,86me/100g)dan total mikroba tanah (7,80; 7,70 log), 3).Interaksi antara pemupukan dengan ragam varietas hanya terjadi pada variabel KTK. | Kebutuhan kedelai nasional pada saat ini mencapai 2,5 juta ton pertahun, sedangkan produksi kedelai dalam negeri hanya 0,8 juta ton pertahun sehingga untuk memenuhi kekurangan tersebut diperlukan impor sebanyak 1,7 juta ton pertahun. Guna memenuhi kebutuhan kedelai di Indonesia, perlu adanya usaha peningkatan produksi kedelai, salah satunya dengan cara penelitian pemupukan anorganik dan organik pada lima varietas kedelai yaitu Grobogan, Mitani, Mutiara, Rajabasa dan Slamet. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mengetahui: 1). pengaruh aplikasi pupuk anorganik dan organik dalam memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah pada lima varietas kedelai, 2). perubahan yang terjadi pada sifat fisik, kimia dan biologi tanah setelah diaplikasikan pemupukan anorganik dan organik dan 3). interaksi antara aplikasi pemupukan dengan ragam varietas kedelai. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK).Faktor yang diteliti adalah perlakuan pemupukan dan ragam varietas.Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan uji F. Apabila terdapat keragaman antar perlakuan dilanjutkan uji DMRT dengan taraf kepercayaan 95 % (α = 5 %). Hasil penelitian menunjukkan: 1). perlakuan pemupukan anorganik dan organik berbeda nyata terhadap nilai porositas, bulk density, dan total mikroba, 2). perlakuan pemupukan secara organik memiliki nilai lebih baik dibandingkan pemupukan secara anorganik pada variabel porositas (61,88; 61,33%),bulk density(1,01; 1,02g/cc), pori drainase sangat cepat (16,72; 15,45%), permeabilitas (2,48; 2,39cm/jam), C-organik (3,34; 2,99%), N total (0,11; 0,10%), KTK (20,96; 19,86me/100g)dan total mikroba tanah (7,80; 7,70 log), 3).Interaksi antara pemupukan dengan ragam varietas hanya terjadi pada variabel KTK. | |
| 1818 | 7857 | G1F010009 | ISOLASI FUNGI ENDOFIT DARI UMBI LAPIS BAWANG MERAH (Allium cepa) SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP Klebsiella pneumoniae | Allium cepa memiliki potensi antibakteri terhadap Klebsiella pneumoniae. Fungi endofit merupakan fungi yang hidup dalam jaringan tumbuhan yang mampu menghasilkan senyawa yang memiliki khasiat sama dengan tumbuhan inangnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi fungi endofit A.cepa, menguji aktivitas antibakteri metabolit fungi endofit terhadap K.pneumoniae dan mengidentifikasi senyawa dalam supernatan isolat fungi endofit. Penelitian ini dilakukan dengan cara isolasi fungi endofit dari tanaman A.cepa dalam media PDA, produksi metabolit isolat fungi endofit dalam media PDB, uji aktivitas antibakteri supernatan produk isolat fungi endofit terhadap bakteri K.pneumoniae dengan metode difusi cakram, dan identifikasi senyawa dalam supernatan isolat fungi endofit dengan GC-MS. Fungi endofit yang berhasil diisolasi dari tanaman A.cepa adalah 2 isolat. Berdasarkan hasil uji aktivitas antibakteri keduanya memiliki aktivitas antibakteri terhadap K.pneumoniae dengan diameter zona hambat 8,55 mm dan 10,22 mm. Hasil identifikasi senyawa dalam supernatan isolat fungi endofit dengan GC-MS menunjukkan bahwa hexadecanoic acid, hexanedioic acid, bis(2-ethylhexyl) ester, dan 1,2-benzenedicarboxylic acid, mono(2-ethylhexyl) ester terdeteksi pada supernatan isolat 1 dan isolat 2. Dextromethorphan juga terdeteksi pada supernatan isolat 1 dan tetradecanoic acid pada supernatan isolat 2. | Allium cepa has antibacterial activity against Klebsiella pneumoniae. Endophytic fungi is fungi that living inside plant tissues are able to produce compounds that have similar properties to their host plant. This study aims to isolate endophytic fungi A.cepa, test the antibacterial activity of endophytic fungal metabolites against K. pneumonia and identify compounds in the endophytic fungi isolates supernatant. The research was done by isolation of endophytic fungi A.cepa in PDA media, production metabolites of endophytic fungi isolates in PDB media, test the antibacterial activity of endophytic fungi isolates supernatant against K.pneumonia by disc diffusion method, and identification of compounds in the endophytic fungi isolates supernatant by GC-MS. Endophytic fungi isolated from A.cepa was two isolates. Based on the test results of the antibacterial activity against K.pneumonia, both had antibacterial activity with average inhibition zone diameter 8.55 mm and 10.22 mm respectively. The results of the identification of compounds in the endophytic fungi isolates supernatant by GC-MS showed that hexadecanoic acid, hexanedioic acid, bis(2-ethylhexyl) ester, and 1,2-benzenedicarboxylic acid, mono(2-ethylhexyl) ester was detected in the isolate 1 and isolate 2 supernatant. Dextromethorphan was also detected in the isolate 1 supernatant, and tetradecanoic acid in the isolate 2 supernatant. | |
| 1819 | 7773 | G1F009044 | OPTIMASI FORMULA TABLET ASAM MEFENAMAT DENGAN KARAGENAN, CROSPOVIDON, DAN POLISORBAT 80 MENGGUNAKAN METODE SIMPLEX LATTICE DESIGN | Asam mefenamat merupakan golongan NSAID yang masuk ke dalam sistem BCS kelas II. Kelarutan asam mefenamat dalam air yang sangat kecil menimbulkan masalah pada laju disolusi obat yang merupakan tahap penentu pada proses absorpsi obat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengoptimasi formula tablet asam mefenamat dengan kombinasi eksipien karagenan, crospovidon, dan, polisorbat 80, sehingga akan menghasilkan suatu formula optimum yang memenuhi syarat sifat fisik dan disolusi tablet. Metode penelitian adalah eksperimental laboratorium, dengan membuat 7 formula tablet asam mefenamat menggunakan kombinasi karagenan (A), crospovidon (B), dan polisorbat 80 (C), Formula I (100% A); Formula II (100% B); Formula III (100% C); Formula IV (50% A+50% B); Formula V (50% A+50% C); Formula VI (50% B+50% C); Formula VII (33,3% A+33,3% B+33,3% C). Keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan, waktu hancur, dan uji disolusi digunakan sebagai parameter optimasi. Analisis data dilakukan melalui pendekatan teoritis dengan membandingkan syarat-syarat yang terdapat dalam Famakope Indonesia III dan IV serta USP 32. Pemilihan formula optimum ditentukan dengan metode simplex lattice design melalui diagram desirability. Berdasarkan diagram desirability diperoleh formula optimum teoritis dengan proporsi masing-masing bahan sebagai berikut: 44,06 % karagenan, 34,29 % crospovidon dan 21,65 % polisorbat 80, ditunjukkan dengan nilai desirability yang paling tinggi yaitu 1,000. | Mefenamic acid is a class of NSAID that include the system BCS class II. Mefenamic acid solubility in water is very small cause problems on the dissolution rate of drugs is a critical step in the process of absorption of the drug. The purpose of this study is to optimize formula of mefenamic acid tablet with a combination of excipients carrageenan, crospovidone, and polysorbate 80, so will result in an optimum formula qualifying physical properties and dissolution of the tablet. The research method is experimental laboratory, by making 7 tablets mefenamic acid formula uses a combination of carrageenan (A), crospovidone (B), and polysorbate 80 (C), Formula I (100% A); Formula II (100% B); Formula III (100% C); Formula IV (50% A+50% B), Formula V (50% A+50% C); Formula VI (50% B+50% C); Formula VII (33.3% A+33.3% B+33,3% C). Weight uniformity, hardness, friability, disintegration time and dissolution test is used as a parameter optimization. Data analysis was performed by comparing the theoretical approaches with the terms contained in the Indonesian Pharmacopeia III and IV with USP 32. Selection of the optimum formula was determined by the method of simplex lattice design with diagrams desirability. Based on the desirability diagram obtained with the optimum formula theoretical proportion of each of the following ingredients: 44,06 % carrageenan, 34,29 % crospovidon, and 21,65 % polysorbate 80, indicated by the highest desirability value is 1,000. | |
| 1820 | 7858 | P2EA11013 | KAJIAN YURIDIS TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN DI WILAYAH KABUPATEN PURBALINGGA | Aliscia Francisca InsaniRahesti, Program StudiIlmuHukum Program PascasarjanaUniversitasJenderalSoedirmanPurwokerto. KajianYuridisTanggungJawabSosial Perusahaan Di Wilayah KabupatenPurbalingga. KomisiPembimbing, Ketua Dr. AriefSuryono, S.H., M.H., Anggota : Dr. RadityaPermana, S.H., M.Hum. Berbagaimacambentukperusahaan yang didirikan di Indonesia, salahsatubentukperusahaan di Indonesia adalah Perseroan Terbatas (PT). Salah satubagianpentingdari PT adalahterlaksananyatanggungjawabsosialperusahaan (TJSP). TJSP merupakansuatutandadimanaperusahaanharusmemikirkanmasyarakatdanlingkungansekitar. TJSP diaturdalamUndang-UndangNomor 19 Tahun 2003 tentangBadan Usaha Milik Negara, Undang-UndangNomor25 Tahun 2007 tentangPenanaman Modal, Undang-UndangNomor40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, PeraturanPemerintahNomor 47 Tahun 2012 tentangTanggungJawabSosialDan LingkunganPerusahaan. TJSP diperuntukkanuntuksemuaperusahaanbaikperusahaanpusatmaupundaerah. KabupatenPurbalinggamerupakansalahsatudaerah yang memilikijumlahperusahaanbanyakberdasarkan data penelitian yang didapat. Adanyaperusahaan-perusahaan yang berdiri di KabupatenPurbalinggamakaPemerintah Daerah KabupatenPurbalinggamengesahkanPeraturan Daerah KabupatenPurbalinggaNomor 28 Tahun 2012 tentangTanggungJawabSosial Perusahaan (Perda TJSP).Namun dengan adanya Perda TJSP pelaksanaan TJSP belum sesuai dengan yang diharapkan peraturan peraturan perundang-undangan serta pemahaman tentang TJSP yang berbeda seperti menganggap TJSP hanya sebuah kegiatan sukarela. Tujuan diadakannya penelitian ini agar para pembaca mengetahui bagaimana kajian yuridis tanggung jawab sosial perusahaan di Kabupaten Purbalingga dan bagaimana implementasi tanggung jawab sosial perusahaan di Kabupaten Purbalingga Metodependekatandalampenelitianiniadalahyuridissosiologis, penelitianinimenggunakanpendekatanilmuhukumdanilmusosial.Pendekatanilmuhukumdigunakandalampenelitianiniadalahpendekatan taraf sinkronisasi hukum untuk mengkajibagaimanaKajianYuridisTanggungJawabSosial Perusahaan Di KabupatenPurbalinggayaitumenggkajiPerda TJSP.Sedangkanilmusosiologidigunakanuntukmengkajiimplementasi TJSP di perusahaan yang berada di KabupatenPurbalingga.Teori yang digunakanuntukmenganalisistesisiniadalahteorilegitimasi, teoristakeholder, teorihierarkinormahukum, danreflexive law theory.Teori-teoridiatasmenjadipayunghukumdaripenelitian yang dilakukan. Hasilpenelitiantentangkajianyuridis TJSP di KabupatenPurbalinggaadalahPerda TJSP yang menyediakantempatuntukmengumpulkandana TJSP, dalamPerda TJSP disebutPengelola TSP. Pasal 1 angka (9) danPasal 20 tidaksesuaidenganPasal 74 UndangUndang No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan TerbatasdanPeraturanPemerintah No 47 Tahun 2012 TentangTanggungJawabSosial Dan Lingkungan Perusahaan. Implementasi TJSP di KabupatenPurbalinggabelumterlaksanadenganbaik, halinidikarenakanbeberapafaktor, yaitu: a. sumber daya manusia kurang dalam hal pengetahuan tentang TJSP. b. dana untuk melakukan TJSP sesuai peraturan perundang-undangan tidak disediakan. c. PerdaTJSP yang dibentuk belum memberikan kepastian hukum untuk para pihak dengan belum terbentuknya pengelola TSP sampai batas waktu yang telah ditentukan | Aliscia FranciscaInsaniRahesti, LegalStudies ProgramUniversityGraduate Schoolof General SudirmanPurwokerto. Judicialreview ofCorporate Social ResponsibilityInPurbalinggaregion. SupervisingCommission, ChairmanDr. AriefSuryono, S.H., M.H., Member: Dr. RadityaPermana, S.H., M.Hum Many forms of company incorporated in Indonesia, one of Indonesia's company is a Limited Liability Company ( PT ). One important part of the PT is the implementation of corporate social responsibility ( CSR ). CSR is a sign of where the company should think about the community and the surrounding environment . CSR regulated in Law Number 19 Year 2003 on State-Owned Enterprises , the Law No. 25 Year 2007 on Investment, Law No. 40 of 2007 on Limited Liability Companies , Government Regulation No. 47 Year 2012 on Social and Environmental Responsibility company. CSR is intended for all companies both national and local companies . Purbalingga is one area that has a number of many companies based on research data obtained. The existence of the companies that stood in Purbalingga the Local Government certify PurbalinggaPurbalingga Regional Regulation No. 28 of 2012 on Corporate Social Responsibility ( CSR regulation ). However, with theimplementation ofCSRCSRregulationis notin accordancewiththe expectedregulatorylegislationandan understanding ofthe differentCSRconsidersCSRasonlyavoluntaryactivity. The objective ofthis studyso thatthereader knowshowjudicialreview ofcorporate social responsibilityin Purbalinggaandhow the implementation ofcorporate social responsibilityin Purbalingga Methodapproachin this studyissocio-juridical, thisresearchapproachin lawandsocialsciences. Jurisprudenceapproachusedin this studyis thesynchronizationlevelapproachtoexamine howlawJudicialReviewof Corporate Social ResponsibilityInPurbalinggaismenggkajiCSRregulation. While the science ofsociologyare usedtoassessthe implementation ofCSRincompanies thatarein Purbalingga.Theoryisusedto analyzethisthesisislegitimacytheory, stakeholder theory, the theory ofthe hierarchy oflegal norms, andreflexivelawtheory. The theoriesabovethe legal umbrellaofthe research conducted. The resultsof theresearchstudyin thejuridicalCSRCSRPurbalinggaislegislationthat providesa placetoraise fundsCSR, theCSRlegislationcalledbusinessTSP. Article1 paragraph(9) andArticle20are notin accordancewithArticle74of Law No.. 40 of 2007on Limited Liability CompanyandGovernment RegulationNo.47Year2012 onEnvironmentaland SocialResponsibilityCompany. Implementation of CSR in Purbalingga has not done well, this is due to severalfactors, namely: a. lackof human resourcesin terms ofknowledgeaboutCSR. b. CSRfunds toconductappropriatelegislationis not provided. c. RegulationCSRhas notestablishedto provide legal certaintyforthe partiesto thelack of aTSPmanagerstolimitspecified time |