Artikel Ilmiah : E1A109035 a.n. SUTO PRATIKO

Kembali Update Delete

NIME1A109035
NamamhsSUTO PRATIKO
Judul ArtikelPEMBUKTIAN TINDAK PIDANA DENGAN SENGAJA MEMBUJUK DAN MELAKUKAN TIPU MUSLIHAT KEPADA ANAK UNTUK MELAKUKAN PERSETUBUHAN (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor: 51/Pid.Sus/2012/PN.Pwt)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Pembuktian tindak pidana dengan sengaja membujuk dan melakukan tipu muslihat kepada anak untuk melakukan persetubuhan yang dilakukan oleh terdakwa DN terhadap korban ES harus dapat dibuktikan dalam proses persidangan. Hal tersebut telah diputus oleh Hakim Pengadilan Negeri Purwokerto sebagaimana terdapat dalam Putusan Nomor: 51/Pid.Sus/2012/PN.Pwt. Dalam putusan tersebut terdakwa DN dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan ”tindak pidana dengan sengaja membujuk dan melakukan tipu muslihat kepada anak untuk melakukan persetubuhan” berdasarkan Pasal 81 ayat (2) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan pidana penjara selama 9 (sembilan) tahun dan denda sebesar Rp. 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) dengan katantuan apabila tidak dapat dibayar maka diganti dengan kurungan selama 4 (empat) bulan. Berdasarkan atas putusan tersebut, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut : bagaimanakah pembuktian di persidangan tindak pidana dengan sengaja membujuk dan melakukan tipu muslihat kepada anak untuk melakukan persetubuhan dalam Putusan Nomor: 51/Pid.Sus/2012/PN.Pwt dan apa pertimbangan hukum hakim dalam memutuskan perkara pidana sebagaimana terdapat Putusan Nomor: 51/Pid.Sus/2012/PN.Pwt.
Berdasarkan atas hasil penelitian, bahwa Hakim Pengadilan Negeri Purwokerto yang memeriksa, mengadili dan memutus perkara Nomor :51/Pid.Sus/2012/PN.Pwt, sebelum menjatuhkan putusan pidana terhadap terdakwa DN, telah melaksanakan serangkaian proses pembuktian persidangan. Dalam proses pemeriksaan pembuktian di persidangan Majelis Hakim telah melaksanakan ketentuan Pasal 183 dan Pasal 184 Undang-undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana dan menerapkan teori-teori tentang syarat pemidanaan serta didasarkan pada pertimbangan yuridis dan pertimbangan sosiologis dari Terdakwa DN, berdasarkan atas hal tersebut maka Majelis Hakim menyatakan terdakwa DN terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana dengan sengaja dan melakukan tipu muslihat kepada anak untuk melakukan persetubuhan dengannya berdasarkan rumusan Pasal 81 ayat (1) Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dirasa kurang adil karena perbuatan terdakwa telah menyebabkan trauma psikologis pada korban yang tidak mungkin hilang dan merusak masa depan korban.

Kata kunci: pembuktian, tindak pidana dengan sengaja membujuk dan melakukan tipu muslihat, anak, persetubuhan.
Abtrak (Bhs. Inggris)Evidentiary criminal acts purposefully persuaded and practice deception toward child to do sexual intercourse done by the defendant DN against the victim of ES must be proven in court proceedings. It was decided by The District Court Judges Purwokerto as contained in Decision Number: 51/Pid.Sus/2012/PN.Pwt. In the decision defendant DN was convicted legally and convincingly guilty of committing " criminal acts purposefully persuaded and practice deception toward child to do sexual intercourse " under Article 81 paragraph (2) of Law Number 23 of 2002 on Child Protection with imprisonment for 9 (nine) years and penalties of Rp. 200.000.000,- (two hundred million rupiah) with the provisions of if cannot be paid and replaced with confinement during 4 months. Based on the verdict, then the problem can be formulated as follows: how is evidence in court of criminal acts purposefully persuaded and practice deception toward child to do sexual intercourse in verdict Number: 51/Pid.Sus/2012/PN.Pwt and what the legal reasoning of judges in deciding a criminal case as contained verdict Number: 51/Pid.Sus/2012/PN.Pwt.
Based on the results of the research, that the District Court Judges Purwokerto examine, adjudicate and rule on cases Number: 51/Pid.Sus/2012/PN.Pwt, before dropping the criminal verdict against defendant DN, have implemented a series of evidentiary court process. In the process of examination of evidence in court Council of Judges have implementing the provisions of Article 183 and Article 184 of Law Number 8 of 1981 on the Law of the Criminal Procedure Code and apply the theories of terms punishment and are based on the juridical and sociological consideration of defendant DN , based on the matter, the court Council of Judges declare the defendant DN proven legally and convincingly commit criminal acts purposefully persuaded and practice deception toward child to do sexual intercourse with him based on the formulation of Article 81 paragraph (1) of Act Number 23 of 2002 on Child Protection, deemed less fair because the defendant’s acts has caused psychological trauma to the victim may be lost and damage of future victims.

Keywords: evidence, criminal acts purposefully persuaded and practice deception, child, sexual intercourse.
Kata kuncipembuktian, tindak pidana dengan sengaja membujuk dan melakukan tipu muslihat, anak, persetubuhan.
Pembimbing 1HARYANTO DWI ATMODJO, S.H., M.Hum.
Pembimbing 2PRANOTO, S.H., M.H.
Pembimbing 3
Tahun2014
Jumlah Halaman24
Tgl. Entri(belum diset)
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.