Home
Login.
Artikelilmiahs
10097
Update
MUHAMMAD REZA WIRAWAN
NIM
Judul Artikel
PEMILIHAN BAHASA DALAM RANAH KETETANGGAAN PADA MASYARAKAT DI KELURAHAN LARANGAN KECAMATAN HARJAMUKTI KOTA CIREBON
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian Pemilihan Bahasa dalam Ranah Ketetanggaan pada Masyarakat Kelurahan Larangan Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud dari variasi tunggal bahasa, alih kode, campur kode dan faktor penentu terjadinya pemilihan bahasa. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif naturalistik. Data yang diambil dan digunakan dalam penelitian ini adalah tuturan antarwarga dalam ranah ketetanggan yang menggunakan variasi tunggal bahasa, alih kode, campur kode di Kelurahan Larangan Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data lisan berupa tuturan antarwarga dalam ranah ketetanggaan di Kelurahan Larangan Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode cakap, metode simak, teknik catat dan teknik kuesioner. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode padan translasional dengan teknik dasar yang digunakan adalah teknik pilah unsur penentu dan teknik lanjutan hubung banding menyamakan. Pada tahap terakhir hasil analisis data disajikan dengan menggunakan metode informal. Hasil penelitian ini ditemukan adanya wujud pilihan bahasa yang digunakan oleh masyarakat di Kelurahan Larangan Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon berupa variasi tunggal bahasa Indonesia, bahasa Jawa dan bahasa Sunda. Alih kode bahasa Indonesia ke bahasa Jawa, bahasa Indonesia ke bahasa Sunda, bahasa Jawa ke bahasa Indonesia, bahasa Jawa ke bahasa Sunda, bahasa Sunda ke bahasa Indonesia, dan bahasa Sunda ke bahasa Jawa. Campur kode berupa campur kode bahasa Indonesia, campur kode bahasa Jawa dan campur kode bahasa Sunda. Faktor penentunya adalah usia tutur, kecenderungan untuk menghormati yang lebih tua, tingkat keakraban yang erat antara penutur dan mitra tutur, adanya peserta tutur ketiga atau orang yang dituturkan, situasi formal dalam rapat RW, situasi nonformal percakapan santai, menyesuaikan lokasi tutur dan mengganti topik tuturan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The focus of this research was on The Language Lhoice in The Neighborhood Context among The People of Larangan Village, District of Harjamukti, Cirebon. The research was aimed to describe the form of single language variation, code switching,code mixing and determining factor of those language. This research was a naturalistic descriptive research. The data of the research were obtained in the form of intercommunal utterances in the neighborhood context. The utterances themselves used single language variation, code switching, and code mixing in Larangan Village, District of Harjamukti, Cirebon. The data collection was done by using several techniques such as interview, observation, note-taking and questionnaire. Then, the analysis of the data employed translational identity method (metode padan translasional) and adopted basic techniques namely decisive constituent analysis (teknik pilah unsur penentu). The results of the data analysis were presented by using informal method. The research finding stated that language choice was apparently applied by the people of Larangan Village, District of Harjamukti, Cirebon in the form single variation in Indonesian, Javanese, and Sundanese. A lot of code switching phenomena occurred from Indonesian to Javanese, Indonesian to Sundanese, Javanese to Indonesian, Javanese to Sundanese, Sundanese to Indonesian, Sundanese to Javanese. Code mixing also occured in the form of Indonesian code mixing, Javanese code mixing, as well Sundanese code mixing. Among others, it was clearly mentioned that determining factors of those language phenomena were the speaker’s age, the tendency to respect older people, the level of famialirity between the speaker and the listener, the presence of the third participant ore the one being talked about, formal situations such regular meetings around either the hamlet or the neighborhood, casual conversation, informal situations, as well adjustment of the location where utterances take place and changes of the conversation topics.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save