Home
Login.
Artikelilmiahs
20942
Update
RYAN BAGUS SETIAWAN
NIM
Judul Artikel
STRATEGI DAN POLA JARINGAN KLIENTELISME DALAM PEMENANGAN PASANGAN PETAHANA IDZA PRIYANTI DAN NARJO PADA PILKADA BREBES TAHUN 2017
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk; 1) Mendeskripsikan fenomena petahana pada pilkada Kabupaten Brebes dari tahun ke tahun. 2) Mendeskripsikan penggunaan strategi dalam proses pemenangan pasangan petahana Idza Priyanti dan Narjo pada pilkada Kabupaten Brebes tahun 2017. 3) Mendeskripsikan bagaimana pola jaringan Klientelisme yang dibangun oleh pasangan petahana Idza Priyanti dan Narjo dalam proses pemenangan pada pilkada Kabupaten Brebes tahun 2017 khususnya di wilayah Brebes Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Sementara dalam pemilihan informan, peneliti menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Di dalam kerangka pemikiran penelitian ini menggunakan kerangka pemikiran Pilkada, Keuntungan atau Kerugian Petahana, Politik Uang Patronase dan Klientelisme. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa pilkada Kabupaten Brebes selalu diikuti oleh pasangan petahana dari tahun ke tahun. Salah satunya adalah pasangan petahana Idza-Narjo yang menggunakan dua pola strategi dalam proses pemenangan pilkada Brebes tahun 2017, strategi tersebut adalah strategi bersifat personalistik yang menekankan pada pola hubungan personal antara kandidat politik dengan pendukung dan strategi materialistik yang merujuk pada pola pertukaran keuntungan materi dengan dukungan politik. Selain itu, penggunaan jaringan-jaringan klientelisme digunakan oleh pasangan petahana tersebut dalam proses pemenangan pilkada. Pasangan Idza-Narjo menggunakan jaringan tim relawan dan jaringan organisasi pada organisasi Fatayat NU guna menggalang dukungan suara hingga tingkat bawah. Tentunya dukungan tersebut tidak serta merta diberikan secara gratis, terdapat timbal balik yang diberikan oleh pasangan petahana tersebut baik secara material maupun non material.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The purpose of this research are; 1) To Describe the phenomenon of incumbent on Brebes Election from year to year. 2) Describe the usage of strategy on the winning process of Idza Priyanti and Narjo as an incumbent couple of Brebes Election in 2017. 3) Describe the network pattern “Clientelism” built by Idza Priyanti and Narjo on the winning process of Brebes Election in 2017 especially in South Brebes. The method used in this research is qualitative research method. The researcher use purposive sampling and snowball sampling technique in selecting the informant. There are three techniques to collect the data; observation, deep interview, and documentation. This research use Election, Advantages and Disadvantages of Incumbent, Patronase Money Politic and Clientelism as a research framework. The result of this research is reveal that Brebes Election always being followed by the incumbent couple from year to year. One of the incumbent couples is Idza-Narjo that use two strategies pattern on the winning process of Brebes election in 2017. The first strategy is personalistic strategy and focused on personal relationship pattern between politics candidate and the supporter. The second strategy is materialistic strategy focused on exchange benefit material pattern with politic support. In addition, in the winning process of election, the incumbent couple use the clientelism networks. Idza-Narjo use the volunteer team and organization network on Fatayat NU organization to gain the support. There are feedbacks for the support; material and non material.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save