Artikel Ilmiah : P2CC14023 a.n. FETTY SITI NUZULIYAH

Kembali Update Delete

NIMP2CC14023
NamamhsFETTY SITI NUZULIYAH
Judul ArtikelEVALUASI SISTEM PERENCANAAN DAN PERSEDIAAN OBAT DENGAN METODE ABC DAN ECONOMIC ORDER INTERVAL (EOI) DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT UMUM (RSU) NUR HAYATI GARUT
Abstrak (Bhs. Indonesia)Pengelolaan obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit merupakan salah satu manajemen rumah sakit yang sangat penting terutama tahapan perencanaan dan persediaan karena berkaitan dengan revenue center utama. Pada tahapan perencanaan dan persediaan perlu dilakukan evaluasi secara berkala untuk mendapatkan manajemen obat yang efisien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem evaluasi perencanaan, persediaan obat dan mengidentifikasi persediaan farmasi berdasarkan ABC Nilai Investasi agar dapat menentukan waktu yang tepat pemesanan kembali secara Economic Order Interval (EOI) terutama untuk kelompok persediaan farmasi yang menggunakan hampir 70% nilai investasinya di Instalasi Farmasi RSU Nur Hayati Garut.Data diambil dari laporan tahunan IFRS pada periode tahun 2016 meliputi daftar jenis persediaan farmasi, jumlah persediaan, jumlah permintaan serta masing-masing harga setiap itemnnya. Kemudian dilakukan evaluasi sistem perencanaan dan persediaan obat berdasarkan indikatornya. Analisis ABC Nilai Investasi digunakan untuk memprioritaskan persediaan farmasi yang membutuhkan perhatian lebih dalam persediaan dan dilakukan penentuan kapan waktu yang tepat untuk dilakukan pemesanan kembali persediaan yang termasuk dalam kategori A menggunakan perhitungan EOI.Hasil penelitian menunjukan persentase dana sebesar 108,7% dan penyimpangan perencanaan sebesar 23,3% pada evaluasi perencanaan. Untuk evaluasi persediaan menunjukan 98,11% kecocokan anatar barang dengan kartu stok, nilai Inventory Turn Over Ratio (ITOR) sebesar 5,08, sistem penataan gudang telah dilakukan First In First Out/First Expired First Out, persentase obat kadaluarsa sebesar 0,006% dan persentase stok mati mencapai 98,9%. Analisis ABC nilai investasi mengelompokan kategori A sebanyak 133 item (70,36%), kategori B 365 item (25,27%), dan kategori C sebanyak 744 item (4,37%). Waktu pemesanan dan interval pemesanan kembali obat dengan metode EOI adalah setiap 40 hari sekali, dengan metode EOI ini penghematan dana yang dapat dilakukan sebesar Rp 2.780.239,-. Berdasarkan hasil observasi diatas maka peneliti melakukan wawancara mendalam terhadap informan untuk mendapatkan data yang sesuai dengan di lapangan.
Abtrak (Bhs. Inggris)Drug management at Hospital Pharmacy is one of important hospital management especially in planning and inventory stages because it is related to the main revenue center. At the planning and inventory stages are necessary to evaluate periodically to obtain efficient drug management.
The purpose of this study is to find out the evaluation system of planning, inventory and identify pharmaceutical inventory based on ABC Investment Value in order to determine the exact time of reorder by Economic Order Interval (EOI) especially for pharmaceutical inventory group which use almost 70% of investment value at Installation of Pharmacy, Nur Hayati Hospital, Garut.
Data taken from the annual report of Hospital Pharmacy in the period of 2016 includes a list of types of pharmaceutical supplies, inventory quantities, number of requests and price. Then evaluated the system of planning and inventory based on the indicator. ABC Analysis is used to prioritize pharmaceutical supplies that require more attention in inventory and the determination of when the right time to order back inventory included in category A using EOI method.
The results showed the percentage of funds was 108.7% and deviation planning was 23.3% in planning drugs. For inventory evaluation showed 98.11% match between stock items with stock card, value of Inventory Turn Over Ratio (ITOR) 5.08, warehouse arrangement system has been done with First In First Out / First Expired First Out, percentage of expired drug 0,006% and percentage of dead stock reached 98,9%. By analysis ABC category A as much as 133 items (70.36%), category B 365 items (25.27%), and category C as much as 744 items (4.37%). The ordering time and reorder interval of drug by EOI method is every 40 days with this method can saving funds up to Rp 2.780.239, -.
Based on the results of observation, the researcher conducted to interview informants to obtain the appropriate data. Suggestions for the management needs to conduct better evaluation of drug planning and inventory and do the grouping of drugs based on the value of investment so as to make a better strategy on the next periode.
Kata kuncimanajemen obat, ABC nilai investasi, economic order interval
Pembimbing 1Prof. Dr. Agus Suroso, MS
Pembimbing 2DR. drg. A. Haris Budi Widodo, M.Kes. Ap, S.IP.
Pembimbing 3
Tahun2017
Jumlah Halaman14
Tgl. Entri2018-01-31 15:02:01.442915
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.