Artikel Ilmiah : F1A013020 a.n. CANGGIH SETYAWAN

Kembali Update Delete

NIMF1A013020
NamamhsCANGGIH SETYAWAN
Judul ArtikelRINDU UTAMI (Strategi Kampanye Anti Trafficking SBMI Wonosobo)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini mengambil judul "Rindu Utami" (Strategi Kampanye Anti trafficking SBMI Wonosobo). Penulis mengangkat judul ini mengingat kampanye yang dilakukan oleh SBMI dengan menjadikan sebuah film sebagai strategi anti trafficking merupakan cara baru dalam penumpasan praktek perdagangan orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengapa SBMI Wonosobo memlih memproduksi film Rindu Utami sebagai strategi kampanye anti trafficking dan mengetahui apa saja pesan yang terkandung di dalam film tersebut yang berkaitan dengan kampanye anti trafficking. Mencegah praktek perdagangan manusia yang dilakukan SBMI Wonosobo membutuhkan media baru yang lebih efektif. Pamflet dan seminar, meski sudah sering dilakukan tetapi tidak berdampak banyak terhadap angka korban perdagangan manusia. Film dianggap lebih efektif dan mudah dipahami oleh masyarakat karena menyajikan audiovisual yang mampu menyampaikan pesan atau informasi lebih mudah ditangkap masyarakat. Penyebaram poster, buku saku dan pamflet dianggap mudah, tetapi banyak masyarakat yang malas membaca sehingga informasi yang disampaikan di dalam poster tersebut tidak sampai. Seminar atau pelatihan dianggap membosankan karena masyarakat kita kebanyakan tidak betah mendengarkan orang berbicara. Film Rindu Utami dibuat berdasarkan cerita nyata, para pemainya juga merupakan mantan buruh migran yang pernah menjadi korban perdagangan manusia, film ini merupakan alternative yang menarik untuk mencegah praktek perdagangan manusia yang dilakukan oleh SBMI Wonosobo

Abtrak (Bhs. Inggris)This research takes the title "Rindu Utami" (Campaign Strategy Anti Trafficking SBMI Wonosobo). The author raises this title in light of the campaign by SBMI by making a movie an anti-trafficking strategy a new way of cracking down on trafficking practices. This study aims to find out why SBMI Wonosobo memlih produce film Rindu Utami as an anti-trafficking campaign strategy and find out what messages contained in the film related to anti-trafficking campaign. Preventing human trafficking practices by SBMI Wonosobo requires a new, more effective medium. Pamphlets and seminars, though often done but do not have much impact on the number of victims of trafficking. Film is considered more effective and easily understood by the community because it presents audiovisual that is able to convey messages or information more easily captured by the community. Poster spreaders, pocket booklets and pamphlets are considered easy, but many people are lazy to read so the information conveyed in the poster is not up. Seminars or training are considered boring because our society mostly does not listen to people talking. Rindu Utami film is based on real story, the pemainya also a former migrant worker who had been victim of human trafficking, this film is an interesting alternative to prevent human trafficking practices conducted by SBMI Wonosobo.


Kata kunciKATA KUNCI : Rindu Utami, SBMI Wonosobo, Film
Pembimbing 1Dr. Tyas Retno Wulan, M.Si
Pembimbing 2Drs. Dalhar Shodiq, M.Si
Pembimbing 3Sri Wijayanti, S.IP, M.Si
Tahun2018
Jumlah Halaman13
Tgl. Entri2018-01-31 14:21:27.071903
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.