Artikelilmiahs

Menampilkan 17.961-17.980 dari 50.037 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1796121610D1E014022HUBUNGAN PENGETAHUAN PETERNAK TENTANG PAKAN LOKAL DENGAN KETERAMPILAN PEMBERIAN PAKAN PADA TERNAK KAMBING DI KECAMATAN KEDUNGBANTENGPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan peternak tentang pakan lokal dan keterampilan pemberian pakan pada ternak kambing di Kecamatan Kedungbanteng. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan pengamatan langsung. Pengambilan sampel wilayah dilakukan secara cluster sampling. Selanjutnya, penetapan responden dilakukan dengan menggunakan rumus slovin. Responden yang digunakan adalah peternak kambing sebanyak 100 peternak. Analisis yang digunakan adalah deskriptif dan korelasi rank spearman. Hasil analisis menunjukan bahwa pengetahuan peternak kambing di Kecamatan Kedungbanteng tentang pakan lokal dalam kategori sedang dan keterampilan pemberian pakan dalam kategori rendah. Terdapat korelasi cukup kuat (0,275) antara pengetahuan peternak tentang pakan lokal dengan keterampilan peternak dalam pakan pada ternak kambing di kecamatan Kedungbanteng. The research aim to find out the knowledge of goat farmers about local feed and feeding skill in Kedungbanteng. Data was collected using questionnaires through direct observation. The sample collection is done in clusters of the sampling method of areas that is likely to be a village with a population of the goat with the highest proportion, being, and a little in Kedungbanteng Subdistrict. Next, the determination of respondents were with using formulas slovin. Total of respondents about 100 farmers. Variables used in this research were Knowledge of goat farmers about local feed and goat farmers skills in giving composition, balance, eating frequency. The results showed that knowledge of goat farmers in Kedungbanteng about local feed in medium category and skill of Goat farmers giving in giving composition, balance and frequency of giving in low category. There is a strong correlation 0,275 between the knowledge of farmers about local feed with skills in giving composition, balance, feeding frequency in Kedungbanteng.
1796220967G1F014010ALAT UKUR pH UNTUK ASAM BASA DALAM BENTUK TES STRIP MENGGUNAKAN EKSTRAK BUNGA ROSELA (Hibiscus sabdarifa L.) DAN KUBIS UNGU (Brassica oleracea L.) YANG DIIMOBILISASI DALAM CELLULOSA PAPERPengukuran nilai pH sebagai indikator asam-basa produk obat, kosmetik dan makanan memiliki peranan penting dalam kehidupan sehari-hari. Alat ukur pH yang ada saat ini harganya masih relatif mahal dan menggunakan indikator yang kurang ramah lingkungan. Tujuan dari penelitian adalah mengembangkan suatu alat ukur pH berupa tes strip dari ekstrak bunga rosella dan kubis ungu yang sederhana, murah, akurat dan menguji alat ukur yang dikembangkan.
Penelitian dilakukan dengan membuat ekstrak bunga rosela dan kubis ungu kemudian diuji pada larutan pH 0 hingga 14. Optimasi dan imobilisasi ekstrak dilakukan dalam kertas selulosa kemudian dibuat dalam bentuk test strip. Uji performa alat ukur yang dilakukan meliputi uji waktu respon, spesifitas, reprodusibilitas dan uji stabilitas. Hasil yang diperoleh dari uji ektrak bunga rosela dan kubis ungu berpotensi dikembangkan sebagai indikator alami. Waktu uji respon tes strip kurang dari 15 detik dengan spesifisitas, reprodusibilitas, dan stabilitas yang baik.
The measurement of pH value as an indicator of acidic-bases of medicinal, cosmetic and food products has an important role in daily life. Now the instruments of pH measuring are still relatively expensive and use indicators that are less environmentally friendly. The objective of the research is to develop a pH measuring instrument form strip test from rosella flower and purple cabbage extract which is simple, cheap, accurate and testing developed measuring instrument.
The research was done by extracting rosella flower and purple cabbage then tested on pH 0 to 14 solution. The optimization and immobilization of the extracts are carried out in cellulose paper then made in the form of a test strip. Performance test of the measuring instrument includes response time test, specificity, reproducibility and stability. The results that obtained from the extract test of rosella flower and purple cabbage have the potential to be developed as a natural indicator. The test response time is less than 15 seconds with good specificity, reproducibility and stability.

1796320956H1E013012EKSPLORASI SUMBER AIR TANAH BAWAH PERBUKITAN KAPUR (KARST) MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK RESISTIVITAS KONFIGURASI SCHLUMBERGER DI DESA DARMAKRADENAN KECAMATAN AJIBARANG KABUPATEN BANYUMASPenelitian menggunakan metode geolistrik resisitivitas telah dilakukan untuk mengetahui struktur bawah permukaan serta potensi air tanah di Desa Darmakradenan Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas. Konfigurasi yang digunakan pada metode ini adalah konfigurasi Schlumberger sebanyak lima lintasan dengan panjang masing-masing 200 m. Hasil inversi pada penampang log 1D konfigurasi schlumberger terdapat enam lapisan yang terdiri dari batu kapur (Limestone) dengan nilai resistivitas 767.51 – 1563.65 Ωm, kerikil dan pasir dengan nilai resistivitas batuan 270.84 Ωm, Lempung dengan nilai resistivitas batuan 319.39 – 473.97 Ωm, batu pasir gampingan dengan nilai resistivitas batuan 17.22 Ωm, napal dengan nilai resistivitas batuan 814.17 – 982.94 Ωm dan nilai resistivitas batuan 206.8 – 1204.92 Ωm diinterpretasi sebagai tanah penutup (top soil) untuk yang dekat dengan permukaan. Potensi sumber air terdapat di S-L1 yang merupakan lapisan batu pasir gampingan dengan nilai resitivitas 17.22 Ωm dengan ketebalan 17.64 m dan akuifer ini termasuk akuifer dangkal.The objective of this research is to obtain the structure of the subsurface and the water potential at Darmakradenan sub-district of Banyumas Regency Ajibarang. This research using Schlumberger methode with five line, 200 m each. Inversions result on 1 dimensions schlumberger log cross section showed six layers consisting of limestone (Caco3) with a value of resistivity 767.51 – 1563.65 Ωm, gravel and sand with rock resistivity value 270.84 Ωm. Clay with rock resistivity value 319.39 – 473.97 Ωm, sandstone mixed with lime, with rock resistivity value 17.22 Ωm, marl with rock resistivity value 814.17 – 982.94 Ωm. Ground cover (top soil) near the surface with resistivity values 206,8 -1024,92 Ωm. Potential water sources found in S-L1 which is a layer of sandstone mixed with lime, with resistivity value 17.22 Ωm and 17.64 m thick which is categorized as shallow aquiver.
1796420957G1B013067STUDI KUALITATIF PEMBERIAN ASI TIDAK EKSKLUSIF OLEH IBU DI DESA SELANEGARA KECAMATAN SUMPIUH KABUPATEN BANYUMAS
TAHUN 2017
Latar Belakang: ASI adalah tidak memberi bayi makanan atau minuman lain termasuk air putih kecuali obat-obatan dan vitamin atau mineral tetes. Perilaku pemberian ASI Tidak Eksklusif oleh ibu di sebabkan oleh pengetahuan, permasalahan dukungan keluarga, permasalahan dukungan petugas kesehatan, sosio cultura dan harus memperhatikan permasalahan sarana dan prasarana dalam pemberian ASI. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor predesposisi, enabling dan reinforcing dalam pemberian ASI Tidak Eksklusif pada Ibu yang memiliki bayi usia 6-24 bulan.

Metodologi: Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan observasi. Informan utama penelitian adalah 6 orang ibu yang memiliki bayi berusia 6-24 bulan yang tidak memberikan ASI secara Eksklusif, sedangkan informan pendukung penelitian adalah 6 keluarga ibu dan 1 bidan desa yang diambil secara purposive sampling. Keabsahan data dengan triangulasi sumber. Analisis data dengan model Miles dan Huberman .

Hasil Penelitian: Penelitian ini menunjukan bahwa ibu rumah tangga dan ibu bekerja kurang mengetahui pengertian dari ASI dan pengertian kolostrum. Informan utama ibu memahami tentang manfaat ASI dan makanan untuk memperlancar ASI. Masih adanya kepercayaan ibu terkait dengan pantangan makanan selama menyusui seperti ibu bekerja yang membatasi mengkonsumsi makanan yang pedas karena takut anak diare serta masih adanya dukun bayi sebagai pijet payudara. Tidak ada permasalahan yang berkaitan dengan dukungan keluarga yang menyebabkan ibu memberikan ASI tidak eksklusif, keluarga mendukung ibu dalam pemberian ASI, dengan menganjurkan ibu untuk memberikan ASI. Terdapat pemasalahan terkait Dukungan tenaga kesehatan yaitu pemberian informasi terkait dengan ASI, dimana pemberian informasi oleh tenaga kesehatan hanya dilakukan satu kali pada saat kelas ibu hamil. Permasalahan Fasilitas dalam pemberian ASI pada ibu rumah tangga tidak ada masalah , tetapi untuk ibu bekerja masih belum tersedianya ruang laktasi bagi ibu menyusui.

Kesimpulan: Perilaku ibu dalam pemberian ASI di pengaruhi beberapa faktor diantaranya pengetahuan, dukungan keluarga, dukungan petugas kesehatan, fasilitas dan kepercayaan. setiap ibu memiliki penghambat yang dirasakan pada saat menyusui diantaranya ASI sedikit dan putting lecet.
Background: Breast milk is not giving baby food or other drinks including water except
drugs and vitamin or mineral drops. Breast-feeding behavior is not exclusive by the
mother caused by the knowledge, the problems of family support, the problem of health
officer support, socio cultura and should pay attention to the problems of facilities and
infrastructure in breastfeeding. The purpose of this study to determine the
predesposition, enabling and reinforcing factors in breastfeeding is not exclusive in
mothers who have babies 6-24 months of age

Methodology: The qualitative study it uses descriptive approach with observation. The
main informants were 6 mothers who had 6-24 months old baby who did not breastfed
exclusively, while the research supporting informants were 6 mother families and 1
village midwife taken by purposive sampling. Triangulation used is triangulation source.
Analysis of data used by Miles and Huberman models.

Results: This study shows that housewives and working moms are less aware of the
understanding of breast milk and the notion of colostrum. The mother's main informant
understood about the benefits of breast milk and food to facilitate breast milk. Still the
mother's beliefs are related to dietary restrictions during breastfeeding such as working
mothers who limit consume spicy foods for fear of diarrhea children and still there are
shamans as a breast pijet. There is no problem related to family support that causes
mothers not breastfeeding exclusively, families support mothers in breastfeeding, by
encouraging mothers to breastfeed. There are related problems Supporting health
personnel is the provision of information related to breast milk, where the provision of
information by health personnel only done once during the pregnant women's class.
Facility problems in breastfeeding in housewives is no problem, but for working mothers
still lack of lactation room for breastfeeding mothers.

Conclusion: Maternal behavior in breastfeeding is influenced by several factors such as
knowledge, family support, health officer support, facilities and trust. each mother has a
perceived resistor at the time of breastfeeding such as mild milk and nipple blisters.
1796520958F1A011060PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MELALUI LATIHAN KETRAMPILAN PROGRAM PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH DI DESA PANGGISARI KECAMATAN MANDIRAJA KABUPATEN BANJARNEGARA

(Women's Empowerment Through Training Skills Education Programs Outside The School In The Village Of Panggisari Sub-District Of Mandiraja Banjarnegara District)

Kaum ibu di Desa Pinggiran yang masih dalam usia produktif banyak yang hanya sebagai buruh pembuatan batu bata, menunjukkan semangat kerja yang tinggi, sehingga jika diberikan pelatihan melalui PLS, diharapkan dapat meningkatkan peluang keluarga dalam meningkatkan ekonomi keluarga. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pemberdayaan perempuan dalam program pendidikan luar sekolah, kendala yang dihadapi perempuan dan untuk mengetahui upaya yang dilakukan pemerintah Desa dalam mengatasi kendala yang dihadapi perempuan dalam program pendidikan luar sekolah. Penelitian menggunakan penelitian kualitatif. Penelitian dilaksanakan di Desa Panggisari, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara. Subjek penelitian ibu rumah tangga, aparat desa, serta pegawai di Unit Dinas Pendidikan Kecamatan Mandiraja. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Kegiatan pemberdayaan dilakukan dengan memberikan ketrampilan seperti menjahit, membuat makanan jajanan dan sebagainya. Kerjasama sudah terjalin baik antara BKAD dengan aparat desa. Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program pendidikan luar sekolah terkait dengan waktu yaitu kesibukan kerja dari para ibu yang bekerja sebagai buruh pembuatan batu bata. Selain itu sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk kegiatan pelatihan. Upaya mengatasi kendala pemberdayaan dilakukan dengan memberikan uang pada peserta pelatihan sesuai dengan pendapatan yang diperoleh jika mereka bekerja. Kegiatan pelatihan dilakukan secara longgar, peserta yang memiliki anak kecil diperbolehkan untuk membawa anaknya selama kegiatan berlangsung.The mothers in Pinggiran Village who are still in productive age are just as brick-making workers, showing high morale, so if given training through PLS, it is expected to increase the chances of family in improving family economy. The research aims to find out the empowerment of women in the education program outside school, the obstacles faced by women and to know the efforts made by the village government in overcoming obstacles faced by women in out of school education program. The research used qualitative research. The research was conducted in Panggisari Village, Mandiraja District, Banjarnegara District. Subjects of research housewives, village officials, and employees in the District Education Unit Mandiraja. Data analysis used qualitative descriptive analysis. Empowerment activities carried out by providing skills such as sewing, making food snacks and so forth. Cooperation has been established between BKAD and village officials. Obstacles encountered in the implementation of educational programs outside school related to the time of work busy from mothers who work as brick-making labor. In addition to the facilities and infrastructure needed for training activities. Efforts to overcome the constraints of empowerment is done by giving money to the trainees in accordance with the income earned if they work. Training activities conducted loosely, participants who have small children are allowed to bring their children during the activity
.
1796621612A1L113051PENGARUH MEDIA TANAM DENGAN PENGAYAAN PGPR DAN TRICHODERMA Sp. TERHADAP KANDUNGAN N, NILAI pH DAN EC (ELECTRICAL CONDUCTIVITY), SERTA PRODUKSI TANAMAN SELADAPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) pengaruh komposisi media tanam terhadap kandungan N, nilai pH dan EC 2) pengaruh PGPR dan Trichoderma sp. terhadap kandungan N, nilai pH dan EC 3) produksi tanaman selada pada berbagai media tanam, dan 4) pengaruh PGPR dan Trichoderma sp. terhadap produksi tanaman selada. Penelitian dilaksanakan di Screen house milik petani Desa Windujaya Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas, pada Juli sampai dengan November 2017. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 2 faktor. Faktor yang pertama yaitu komposisi media tanam (bahan organik:zeolit:arang sekam) yang terdiri dari 11 kombinasi yaitu M1 (1:1:1), M2 (2:1:1), M3 (3:1:1), M4 (1:2:1), M5 (2:2:1), M6 (3:2:1), M7 (1:1:2), M8 (2:1:2), M9 (3:1:2), M10 (1:2:2), M11 (3:2:2). Faktor kedua adalah perlakuan PGPR dan Trichoderma sp. dengan 1 kontrol yaitu P0 (Tanpa PGPR dan Trichoderma sp.), P1 (PGPR), P2 (Trichoderma sp.). Percobaan diulang 3 kali dengan 33 kombinasi, sehingga diperoleh 99 unit percobaan. Variabel yang diamati, yaitu N-tersedia, serapan-N, pH, EC, bobot tanaman segar, dan bobot tanaman kering. Data pengamatan dianalisis dengan uji F, uji lanjut dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan media tanam PGPR dan Trichoderma sp. berpengaruh terhadap nilai pH, EC, tetapi tidak berpengaruh terhadap nilai N-tersedia dan serapan-N. Kombinasi bahan organik:zeolit:arang sekam pada media M2 (2:1:1) memberikan nilai pH lebih tinggi dan M9 (3:1:2) memberikan nilai tertinggi pada EC, bobot tanaman segar, dan bobot tanaman kering. Perlakuan Trichoderma sp. memberikan nilai tertinggi pada EC, dan memberikan nilai terendah pada pH. Perlakuan PGPR dan Trichoderma sp. menghasilkan nilai lebih rendah pada variabel bobot tanaman segar dan bobot tanaman kering.The aim of this research are to know: 1) effect of growing media on the content of N, the value of pH and EC on growing media range 2) effect of PGPR and Trichoderma sp. on the content of N, the value of pH and EC 3) lettuce plant production on a variety of growing media, and 4) effect of PGPR and Trichoderma sp. on lettuce plant production. The research was conducted at the farmer’s Screen house in the Windujaya, Kedungbanteng district of Banyumas, from July to December 2017. This research used a Randomized Completely Block Design (RCBD) with two factors. The first factor is the composition of the growing media (organic materials:zeolite:husk charcoal) which consists of 11 combination that is M1 (1:1:1), M2 (2:1:1), M3 (3:1:1), M4 (1:2:1), M5 (2:2:1), M6 (3:2:1), M7 (1:1:2), M8 (2:1:2), M9 (3:1:2), M10 (1:2:2), M11 (3:2:2). The second factor is the treatment of PGPR and Trichoderma sp. is P0 (without PGPR and Trichoderma sp.), P1 (PGPR), P2 (Trichoderma sp.). The research was repeated 3 times with 33 combinations so that the retrieved 99 units of the research. Variabel observed are N-available, uptake-N, pH, EC, weight of fresh and dried of lettuce plant. Data were analyzed with F test, a further test were analyzed with Duncan's Multiple Range Test (DMRT) at 5% error term. The results showed that the combination treatment of PGPR and Trichoderma sp. growing media affect the pH, EC, but does not affect the value of N-available and uptake-N. The combination of organic materials:zeolite:husk charcoal on media M2 (2:1:1) provides the higher pH values and the M9 (3:1:2) provide the highest value in the EC, weight of fresh and dried of lettuce plant. Treatment of Trichoderma sp. provides the highest value on EC, and giving the lowest value on the pH. Treatment of PGPR and Trichoderma sp. produces lower values on the variable weight of fresh and dried of lettuce plant.
1796720960C1F015046PENGARUH KOMPETENSI, PENGALAMAN KERJA, DAN TIME BUDGET PRESSURE TERHADAP KUALITAS AUDIT (Studi pada Perwakilan BPKP Provinsi Jambi)Penelitian berjudul: “Pengaruh Kompetensi, Pengalaman Kerja Auditor, dan Time Budget Pressure terhadap Kualitas Audit (Studi pada Kantor Perwakilan BPKP Provinsi Jambi)” ini bertujuan untuk menguji dan memperoleh bukti empiris seberapa jauh Kompetensi (K), Pengalaman Kerja (PK), dan Time Budget Pressure (TMP), berpengaruh terhadap Kualitas Audit (KA). Objek yang diteliti adalah Pejabat Fungsional Auditor (PFA) pada Kantor Perwakilan BPKP Provinsi Jambi, dengan reponden penelitian sebanyak 42 auditor. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Data digunakan merupakan data primer yang dikumpulkan melalui kuesioner berupa persepsi responden. Kuesioner diuji dengan menggunakan uji validitas, reliabilitas, dan asumsi klasik, sedangkan data dianalisis dengan metode regresi berganda dan diolah dengan bantuan aplikasi Ms. Excel dan SPSS.
Hasil pengujian statistik menunjukkan bahwa kompetensi, pengalaman kerja, dan time budget pressure secara simultan berpengaruh terhadap kualitas audit. Sedangkan secara parsial, ketiganya berpengaruh positif. Dan dari ketiganya, kompetensi dan pengalaman kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas audit, sedangkan variabel time budget pressure tidak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, seluruh variabel independen dapat menjelaskan variansi pada variabel dependen sebesar 55,9% berdasarkan hasil uji koefisien determinasi (R2).
This study aimed to examine and obtain empirical evidence showing how far Competence (K), Audit Experience (PK), and Time Budget Pressure (TBP) affect Audit Quality (KA). The object of study are auditors who work in Reprecentative Office of Financial and Development Supervisory Board in Province Jambi, with respondents are 42 auditors. This study conducted by using purposive sampling methode. Data used in this studybased on respondent’s perception obtained using survey methode with questionaire. Questionaire examined using validity test, reliability test, and classical assumption test. Data were analyzed using multiple linear regression methods and processed with Ms. Excel and SPSS program.
Statistical test showed that simultaneously competencies, experience and time budget pressure have significant effect on audit quality. Partially all of variables give positive effect. And among those variables, competencies and work experience give significant effect on audit quality, while time budget pressure doesn’t.. The results of this study indicate that, all independent variables can explain the variance in the dependent variable 55,9% based on determination coefficient test (R2).
1796820961D1E013123HUBUNGAN TINGKAT KREATIVITAS PETERNAK DENGAN PRODUKTIVITAS SAPI POTONG
DI KECAMATAN BAWANG KABUPATEN BANJARNEGARA

Penelitian dengan judul “Hubungan Tingkat Kreativitas Peternak dengan Produktivitas Sapi Potong di Kecamatan Bawang Kabupaten Banjarnegara ” telah dilaksanakan, pengambilan data dilakukan pada 15 – 21 September 2017 di Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kreativitas peternak dalam agribisnis sapi potong di Kecamatan Bawang serta menganalisis hubungan tingkat kreativitas dengan produktivitas sapi potong ( kreativitas, Aptitude, Non Aptitude dan produktivitas). Penelitian ini menggunakan metode survey pada 2 desa terpilih (Winong, Blambangan). Pemilihan responden dilakukan secara acak (random sampling) sebanyak 20 orang responden. Hubungan tingkat kreativitas peternak dengan produktivitas sapi potong dianalisis menggunakan korelasi rank spearman. Hasil analisis rank spearman dapat disimpulkan bahwa hubungan tingkat kreativitas peternak dngan produktivitas sapi potong di wilayah Kecamatan Bawang Kabupaten Banjarnegara. Sedangkan hubungan Aptitude dan Non Aptitude dengan produktivitas dengan taraf signifikansi 0,137 (P>0,05) berpengaruh tidak nyata terhadap produktivitas. Berdasarkan dari hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat kreativitas peternak terdapat pada kategori sedang. Sedangkan hasil dari Aptitude dan Non Aptitude diperoleh dengan kategori tinggi.

Kata Kunci: sapi potong, kreativitas, produktivitas sapi potong.

The research titled "Relationship of Creativity Level of farmers with Productivity of Beef Cattle in Bawang Sub-district of Banjarnegara District" has been carried out, data collection was done on 15th to 21st of September 2017 in Bawang District, Banjarnegara Regency. This study aimed to determine the creativity of farmers in beef agribusiness and to analyze the correlation of creativity to beef productivity (creativity, Aptitude, Non Aptitude and productivity). This research used survey method in 2 selected villages (Winong, Blambangan). Selection of respondents were done randomly (random sampling) as much as 20 respondents. The relationship of creativity level of breeder to beef productivity was analyzed using rank spearman correlation. While the results of Aptitude and Non Aptitude with high category. The result of spearman rank analysis showed there were no relationship of breeder creativity level to beef cattle productivity in Bawang District of Banjarnegara Regency, also Aptitude and Non Aptitude showed no significant relation to productivity. Based on the results of research shows that the level of creativity of breeders are in the category of being

Key word: beef cattle, creativity, productivity of beef cattle.

1796920962F1C011053Komunikasi Antar Pribadi Pengurus Ukki Dalam Upaya Menumbuhkan Minat Berjilbab Syar’i Dikalangan Mahasiswi Universitas Jendral SoedirmanJilbab syar’i merupakan bentuk jilbab yang sesuai dengan syariat Islam. Penggunaan jilbab syar’i pun kini sudah tersebar ke kalangan mahasiswa. UKKI merupakan salah satu UKM yang fokus dalam kajian muslim. Salah satu program kerja UKKI Universitas Jenderal Soedirman adalah mensosialisasikan jilbab syar’i kepada mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana komunikasi antar pribadi yang dilakukan oleh pengurus UKKI untuk menumbuhkan minat berjilbab syar’i di kalangan mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan model ABX dari Newcomb. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengurus UKKI menggunakan komunikasi antar pribadi dengan membangun hubungan pertemanan yang intens dengan mahasiswa dan menjadi teman untuk curhat baginya. Selanjutnya, pengurus UKKI bisa melakukan pembinaan terhadap mahasiswa untuk berjilbab syar’i tanpa paksaan. Terdapat pula hambatan yang muncul dari kalangan eksternal yang menganggap penggunaan jilbab syar’i merupakan bentuk pakaian muslim yang ekstrem.Syar’i hijab is considered as the one that suits Islam sharia. The wearing trend of syar’i hijab is also popular among university students. UKKI is a student group which is focusing in Muslim study. One of UKKI’s program is to socialize the syar’i hijab to the students. This study is purposed to understand how the interpersonal communication is used by UKKI members to build the students’ interest in wearing syar’i hijab. This study used qualitative method with Newcomb’s ABX model. The result of this study showed the UKKI members used the interpersonal communication by building intense friendship with the students, and even as the person to talk. The UKKI members will give the guidance and monitoring without forcing them so the students will wear syar’i hijab voluntarily. There were also some obstacles as the people still consider the syar’i hijab as extreme Muslim clothing.
1797020963B1J012172DISTRIBUSI SPASIAL DAN PERTUMBUHAN IKAN DI RAWA BIRU, MERAUKE, PAPUARawa Biru merupakan ekosistem rawa yang termasuk dalam Taman Nasional Wasur, Merauke, Papua. Sebagian besar masyarakat Rawa Biru berprofesi sebagai nelayan untuk memenuhi protein hewani maupun diperjualbelikan di pasar tradisional. Dikhawatirkan jika penangkapan ikan terus berlangsung akan berdampak berkurangnya kekayaan spesies dan kelimpahan ikan. Penelitian distrisibusi spasial dan pertumbuhan ikan bertujuan untuk mengevaluasi kekayaan spesies, kelimpahan, distribusi spasial dan pertumbuhan ikan. Hasil penelitian tercatat 11 kekayaan spesies dengan kelimpahan 212 individu. Famili Terapontidae mendominasi dengan dua spesies (Amniataba affinis dan Pingalla lorentzi). Nematalosa erebi memiliki kelimpahan tertinggi dengan 122 individu. Distribusi spasial Plotosus papuensis, Lates calcalifer dan N. erebi hadir mulai dari hulu sampai hilir dengan persentase tutupan tumbuhan emergent 33,3%. Parameter fisik-kimiawi meliputi temperatur air (27,5 – 28,5 °C), pH (5 – 6) dan DO (2,7 – 8,1 mg/l) mendukung pertumbuhan ikan Rawa Biru. Scleropages jardinii, Hemiramphus georgii dan P. lorentzi hanya hadir pada bagian hulu, Glossamia aprion pada bagian tengah dan A. affinis pada bagian hilir. Tujuh spesies (H. georgii, P. papuensis, A. affinis, P. lorentzi, L. calcalifer, Oreochromis niloticus dan Oxyeleotris marmorata) didapatkan pola pertumbuhan allometrik negatif, 4 spesies (S. jardinii, Megalops cyprinoides, N. erebi dan G. aprion) memiliki pola pertumbuhan allometrik positif. Beberapa spesies memiliki faktor kondisi 0,85 – 4,84, sisanya dua spesies (L. calcalifer dan P. lorentzi) memiliki faktor kondisi 0,37 dan 0,66. Rawa Biru is a swamp ecosystem in Wasur National Park, Merauke, Papua. Most of the people surrounding Rawa Biru is fisherman frequenly fishing to fulfill animal protein and domestic trade needs. Considering this activity would be lead to descreasing of fish diversity. A study of spatially distribution and fish growth was conducted in Rawa Biru. The purposes were to evaluated species richness, abundance, and spatial distribution, as well as growth pattern of fish. An eleven species with 212 individuals was recorded. They are belongs to ten families with dominated by Terapontidae is composed by Amniataba affinis and Pingalla lorentzi. The most abudance species was Nematalosa erebi with 122 individuals. Plotosus papuensis, Lates calcarifer and N. erebi distributed spatially from upstream to downstream regarded to emergent vegetation cover 30 – 37%. Scleropages jardinii, Hemiramphus georgii and P. lorentzi were present in upstream, meanwhile Glossamia aprion and Amniataba affinis were present in mid and downstream respectively. The water temperature (27,5 – 28,5 °C, pH (5 – 6) and DO (2,7 – 8,1 mg/l) supported to fish growth. The growth patterns of seven species (H. georgii, P. papuensis, A. affinis, P. lorentzi, L. calcarifer, O. niloticus and O. marmorata) were allometric negative, and the remains S. jardinii, M. cyprinoides, N. erebi and G. aprion were allometric positive. Mostly, the species growth healthly with condition factor (FK) 0,85 – 4,84. Otherwise two species (L. calcalifer and P. lorentzi) was not growth healthly with condition factor (FK) 0,37 and 0,66.
1797120964H1C014056RANCANG BANGUN SISTEM PARKIR OTOMATIS DENGAN KENDALI ROBOT BERBASIS RFID DAN MIKROKONTROLER ARDUINODalam perkembangan perparkiran kebutuhan lahan parkir terus bertambah dan berdampak pada pertumbuhan lahan sektor lain yang berkurang. Penggunaan teknik perparkiran konvensional dikatakan boros lahan karena membutuhkan lahan untuk keluar masuk mobil yang cukup memakan lahan. Oleh karena itu, pada penelitian ini dirancang sebuah sistem parkir otomatis dengan memanfaatkan perkembangan teknologi robotik yaitu robot manipulator. Pengambilan keputusan sistem untuk penempatan parkir ditentukan oleh sistem berbasis Arduino dengan cara melakukan pendeteksian objek oleh sensor inframerah pada setiap lahan parkir. Keluaran Arduino kemudian dikirimkan ke relay interface yang tersambung dengan PLC robot Pegasus. Untuk pengambilan mobil, pengguna melakukan scan kartu RFID dimana setiap kartu mewakili lahan parkir yang berbeda. Metode yang dilakukan dalam melakukan perancangan sistem ini adalah perancangan hardware dan perancangan software. Perancangan hardware dilakukan untuk mendesain komponen menjadi sebuah sistem parkir, sedangkan perancangan software bertujuan untuk menghubungkan antar hardware sehingga sistem menjadi sebuah kesatuan yang saling terintegrasi. Pengujian komponen yang dilakukan dengan menguji fungsi masing-masing komponen menunjukkan bahwa sensor inframerah, RFID, LED, dan relay berfungsi dengan baik. Sedangkan pada pengujian keseluruhan sistem, sistem parkir otomatis dapat bekerja sesuai dengan yang diharapkan dengan tingkat keberhasilan 98,8%. Hasil pengujian tersebut menunjukkan sistem dapat bekerja dengan baik dan memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi.In the development of parking system, accretion of parking buildings give impact on the growth of the other sectors land are reduced. The used of conventional parking techniques is said to be wasteful of land because it requires a way to get in and out of cars that spend the land. Therefore, in this study designed an automatic parking system by utilizing the development of robotics technology that is an articulated type robot. System decision-making for parking placement is determined by Arduino-based systems by detecting objects by infrared sensors in every parking lot. Then, the Arduino output is sent to a relay interface that is connected to the Pegasus’s PLC. For car- taking, user attach RFID card where each card represents a different parking space. The method used in designing this system is the design of hardware and software design. The design of hardware is done to design the components into a parking system, while the design of the sotfware aims to connect between hardware so that the system becomes an integrated system. Component testing performed by testing the function of each components, shows that infrared sensor, RFID, LED, and relay work properly. On the overall test system, automatic parking system can work as expected with a success rate of 98.8%. The test results show the system works well and has a high success rate.
1797220965F1A013035Sistem Pengupahan Pekerja Perempuan
(Studi Tentang Isu Gender Pada Sistem Pengupahan Industri Getuk Goreng Di Sokaraja Banyumas)
Abstrak: Artikel ini merupakan hasil penelitian untuk menjelaskan tentang bagaimana sistem pengupahan antara laki-laki dan perempuan di industri getuk goreng Sokaraja Banyumas, hal-hal terkait yang menjadi dasar pertimbangan sistem pengupahan pada industri Sokaraja Banyumas, dan respon pekerja perempuan terkait sistem pengupahan di industri getuk goreng Sokaraja Banyumas. Untuk mendapatkan analisis data lebih mendalam, penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis on going analysis serta penentuan sampel purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa sistem pengupahan pada industri getuk goreng di Sokaraja Banyumas berbeda antara laki-laki dan perempuan hal ini disebabkan perbedaan beban kerja yang ada pada industri getuk goreng. Konstruksi sosial bahwa perempuan bersifat lemah lembut sedangkan laki-laki kuat atau strong sehingga bisa melakukan pekerjaan berat atau proses produksi sedangkan perempuan cenderung ditempatkan di bagian yang entheng seperti melayani pembeli di depan. Perbedaan sifat kuat dan lemah ini juga digunakan sebagai pertimbangan pemilik dalam penempatan pekerja antara laki-laki dan perempuan. Penempatan kerja diatur oleh pemilik modal atau kaum borjuis sebagai penguasa alat produksi, kebijakan yang dibuat pemilik modal (pemilik industri) selalu ditaati, terlepas apakah pekerja itu melakukan perlawan secara diam-diam ataupun tidak. Respon perbedaan pengupahan antara pekerja laki-aki dan perempuan cenderung memberikan tanggapan yang negatif.
Abstract: This article is the result of research to explain about the wage system between men and women in the fried getuk industry Sokaraja Banyumas, related matters which become the basis of consideration of wage system in Sokaraja Banyumas industry, and the response of female workers related to wage system in fried getuk industry Sokaraja Banyumas. To get more in-depth data analysis, this research uses descriptive qualitative method with on-going analysis technique and determination of purposive sampling sample. The results showed that the wage system in the fried getuk industry in Sokaraja Banyumas was different between men and women this was due to the difference in work load in the fried getuk industry. Social construction that women are gentle while strong men so strong can do heavy work or production process while women tend to be placed in the entheng part as serve the buyer in front. This difference in strength and weakness is also used as a consideration of the owners in the placement of workers between men and women. Work placement is governed by the owner of the capital or the bourgeoisie as the ruler of the means of production, the policy made by the owner of capital (the owner of the industry) is always adhered to, regardless of whether the worker takes silently or not. The response to wage differentials between male and female workers tends to respond negatively.


1797321613A1C014068ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL DAN KAJIAN RISIKO RENCANA PENGEMBANGAN USAHATANI KOMODITAS HORTIKULTURA DENGAN SISTEM HIDROPONIK DI PT. INDMIRA YOGYAKARTAABSTRAK
Sistem hidroponik memiliki keunggulan dibandingkan dengan konvensional diantaranya input produksi yang lebih mudah dikontrol, mengurangi ketergantungan hasil panen terhadap faktor eksternal, dan tidak membutuhkan lahan yang luas dengan tanah yang subur. Namun sistem budidaya tanaman secara hidroponik tetap memiliki kekurangan yaitu biaya investasi dari sistem ini tergolong cukup tinggi. Saat penelitian dilakukan, PT. Indmira sedang berencana untuk melakukan pengembangan skala usahatani sistem hidroponik yang dimiliki. Oleh karena itu kelayakan usaha untuk usahatani dengan sistem hidroponik perlu untuk diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) kelayakan finansial jangka pendek, 2) kelayakan finansial jangka panjang, 3) tingkat pengembangan terbaik berdasarkan rencana pengembangan yang akan dilakukan oleh perusahaan, dan 4) sensitifitas usaha terhadap tingkat kegagalan panen. Penelitian dilakukan di PT. Indmira Yogyakarta khususnya pada usahatani sistem hidroponik pada bulan November sampai Desember 2017. Usahatani hidroponik merupakan satu bagian usahatani on farm yang sedang dirintis. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Analisis kelayakan finansial jangka pendek menggunakan parameter Break Event Point, R/C Ratio, Margin of Safety, Rasio Rentabilitas, dan Degree of Operating Leverage. Analisis kelayakan finansial jangka panjang menggunakan NPV dan IRR. Analisis risiko dilakukan dengan analisis pohon keputusan. Analisis sensitifitas dilakukan dengan kondisi peningkatan tingkat kegagalan panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani layak untuk dilaksanakan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Parameter kelayakan finansial jangka pendek menghasilkan nilai BEP sebesar Rp. 13.184.352,-, R/C Ratio sebesar 1,108 lebih besar dari 1, nilai Margin of Safety sebesar 30%, Rasio Rentabilitas sebesar 0,95%, dan Degree of Operating Leverage sebesar 3,312. Parameter kelayakan finansial jangka panjang menghasilkan nilai Net Present Value sebesar Rp. 246.992.440,- lebih besar dari 0, dan Internal Rate of Return sebesar 30% lebih besar dari tingkat suku bunga yang berlaku saat penelitian dilakukan yaitu sebesar 9,75%. Tingkat pengembangan yang terbaik berdasarkan analisis keputusan adalah peningkatan skala produksi sebesar 100% dengan peningkatan serapan pasar sebesar 90%. Analisis sensitifitas pada 3 opsi skenario terbaik terhadap peningkatan kegagalan panen sebesar 8,3% menunjukkan bahwa usaha masih layak untuk dilaksanakan.

Kata kunci: hortikultura, hidroponik, kelayakan finansial, risiko, sensitifitas
ABSTRACT
System of hydroponic have some excellence againt conventional system for example factor of production can be controlled easier than conventional system, dependency on climate can be caused to dismount, and it is do not need spacious mount of field. In the other hand it have some foible as the high of investation cost. When this study was implemented, PT. Indmira planned to expand their business especially in agribusiness of horticulture hydroponic system. Therefore it is important to know abot the financial feasibility. The purpose of this study is to know 1) short term financial feasibility of the business, 2) long term financial feasibility of the business 3) the best level of the expanding plan, and 4) the agribusiness sensitivity on decrease of productivity. This study was implemented at PT. Indmira agribusiness of hydroponic system from November until Desember 2017. Hidroponic system farming is a part of parming which is being pioneered. Data which used in this study is primary and secondary. Short-term financial fesibility analysis using Break Event Point, R / C Ratio, Margin of Safety, Rentability Ratio, and Degree of Operating Leverage. Long-term financial fesibility analysis using NPV and IRR. Risk analysis is performed by decision tree analysis. Sensitivity analysis was done with the condition of increasing the failure rate of harvest. The researched found the business is feasible and profitable. Short term financial analysis found the BEP Rp. 13,184,352,-, Margin of Safety 30%, R/C Ratio 1.108 more than 1, Rentability Ratio 0.95%, and Degree of Operating Leverage 3.312. Long term financial analysis found Net Present Value Rp. 246.992.440,- more than 0, and Internal Rate of Return 30% more than occur interest rates 9.75%. The best level expanding plan is 100% increase of production and 90% increase of market capacity. Sensitivity analysis on 3 model found the plan is still feasible and profitable.
key words: horticulture, hydroponic, financial feasibility, risk, sensitivity
1797420969F1B013016PERAN BADAN PENASIHATAN PEMBINAAN DAN PELESTARIAN PERKAWINAN (BP4) DALAM MENCEGAH PERCERAIAN DI KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini berjudul “Peran Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) dalam Mencegah Perceraian di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas.” Judul ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka perceraian di Kecamatan tersebut, sebagai upaya untuk mengatasi masalah tersebut terdapat konsultan perkawinan dan keluarga yaitu Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) yang memiliki tiga tugas utama yakni memberikan penyuluhan, konseling dan mediasi.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Kecamatan Sumbang dalam 4 aspek yaitu entrepreneur, koordinasi, fasilitasi dan stimulasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan sumber data yang diperoleh dari data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dokumentasi dan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling.Validitas data menggunakan teknik triangulasi data.

Hasil penelitian menunjukan bahwa peran Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) dalam mencegah perceraian di Kecamatan Sumbang terdapat pada aspek entrepreneur, koordinasi, fasilitasi dan stimulasi. Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Kecamatan Sumbang masih harus meningkatkan perannya karena terdapat kelemahan dalam aspek entrepreneur, fasilitasi dan stimulasi, sedangkan dalam aspek koordinasi sudah dilakukan secara optimal terbukti adanya hubungan yang terjalin baik dengan pihak/badan lain. Aspek entrepereneur kelemahannya adalah belum terbentuknya program yang dapat mengatasi masalah perceraian di Kecamatan Sumbang. Aspek fasilitasi dalam penyuluhan, konseling/mediasi belum optimal karena minimnya dana dan konselor/mediator yang kadang tidak berada di tempat. Aspek stimulasi sudah dilakukan berbagai upaya melalui sosialisasi kepada masyarakat, walaupun masih terbatas.
Berdasarkan kesimpulan tersebut untuk menunjang perbaikan peran pada aspek penyuluhan, konseling/mediasi di Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Kecamatan Sumbang, maka diperoleh implikasi dari penelitian ini yakni, untuk mengatasi permasalahan dana yang terbatas dalam kegiatan penyuluhan, maka penyuluhan bisa dilakukan dalam kegiatan-kegiatan sosial yang ada dimasyarakat berkoordinasi dengan tokoh masyarakat. Koordinasi perlu ditingkatkan lagi dengan menjalin kerjasama antar instansi lainnya yang terkait atau instansi pemerintah serta lembaga-lembaga kemasyarakatan untuk lebih mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi BP4. Peningkatan pelayanan dari segi kualitas mediator ataupun metode. Sosialisasi dengan menggunakan media cetak atau elektronik agar lebih banyak masyarakat yang mengetahui tugas dan fungsi Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Kecamatan Sumbang.


Kata kunci: Entrepereneur, fasilitasi, koordinasi, peran, stimulasi.
This research entitled "The Role of Marital Contribution and Development Supervisory Agency (BP4) in Preventing Divorce in Sumbang Subdistrict Banyumas Region.” This title is background by the high divorce rate in the sub-district, in an attempt to resolve the issue there are marriage and family consultant Marital that is Contribution and Development Supervisory Agency (BP4) which has three main functions: providing counseling, counseling and mediation.
The purpose of this research is to know the role of Marital Contribution and Development Supervisory Agency (BP4) Sumbang Subdistrict in 4 aspects namely entrepreneur, coordination, facilitation and stimulation. The method used in this study is qualitative with the data source obtained from the primary and secondary data. Data collection techniques used were interviews, observation, documentation and sampling techniques using purposive sampling technique. Data validity using data triangulation technique.
The results showed that the role of Marital Contribution and Development Supervisory Agency (BP4) in Preventing Divorce in Sumbang Subdistrict is on aspects of entrepreneurship, coordination, facilitation and stimulation. Marital Contribution and Development Supervisory Agency (BP4) Sumbang Subdistrict still have to increase its role because there are weakness in aspect of entrepreneur, facilitation and stimulation, while in aspect of coordination has been done optimally proven existence of good relationship with other party/body. Aspect entrepereneur weakness is not yet the formation of programs that can solve the problem of divorce in District Sumbang. Facilitating aspects of counseling, counseling/mediation are not optimal due to lack of funds and counselors/ mediators who are sometimes not in place. Aspects of stimulation have been made various efforts through socialization to the community, although still limited.
Based on these conclusions to support the improvement of role in extension aspect, counseling / mediation at Marital Contribution and Development Supervisory Agency (BP4) Sumbang Subdistrict, the implication of this research is to solve the problem of limited fund in extension activity, social activities that exist in the community coordinate with community leaders. Coordination needs to be improved again by establishing cooperation among other related agencies or government agencies and community institutions to better support the implementation of duties and functions of BP4. Improved service in terms of mediator quality or method. Socialization by using print or electronic media so that more people who know duty and function of Marital Contribution and Development Supervisory Agency (BP4) Sumbang Subdistrict.
Keywords: Entrepereneur, facilitation, coordination, role, stimulation.
1797520970F1C013006HIPEREALITAS ONLINE SHOP DAN PERILAKU KONSUMTIF MAHASISWA FISIP UNSOED DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAMMedia sosial memberikan kemudahan akses komunikasi yang memunculkan online shop. Foto-foto yang ditampilkan oleh beberapa online shop di media sosial instagram merupakan simulasi dari barang-barang yang dijual. Simulasi tersebut memunculkan hiperealitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengalaman berbelanja online mahasiswa Fisip Universitas Jenderal Soedirman di media sosial instagram yang terdapat hiperealitas di dalamnya, yang kemudian mengakibatkan munculnya perilaku konsumtif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang menghasilkan data deskriptif yakni berupa kata-kata tertulis dari subjek yang diteliti. Melalui wawancara yang peneliti lakukan sebelumnya, dapat memaparkan hiperealitas online shop di media sosial instagram dan bagaimana perilaku konsumtif muncul akibat dari hiperealitas yang terdapat pada online shop. Hasil penelitian dengan jumlah empat orang informan menunjukkan bahwa hiperealitas tersebut mengarahkan konsumen dalam berperilaku konsumtif, dimana konsumen melihat suatu barang atau produk bukan lagi pada fungsi utilitasnya melainkan dari tampilan foto produk yang diunggah oleh online shop di media sosial instagram.Social media provide convenience of access communications that bring up online shop. Photos displayed by some online shop in instagram is a simulation of the products. The simulation bring up to hyperreality. The purpose of this study is to determine experience student of Fisip Universitas Jenderal Soedirman about online shopping in instagram contained social media hyperreality in it, and then bring up the consumer of behavior. This study uses qualitative methods that produce descriptive data that is in the form of the written word of the subject under study. Through interviews that researchers did earlier, can expose the hyperreality online shop on instagram and how social media behaviors of consumerist arising out of hyperreality found in the online shop. Research results with a total of four informants pointed out that the direct consumer in hyperreality behave consumerist, where consumers see an item or product is no longer on the function of utility but from the look of the photo products that are uploaded by the online shop in instagram.
1797620971F1A012030STRATEGI DAKWAH PERSATUAN ISLAM TIONGHOA INDONESIA (PITI) BANYUMAS MELALUI PARTISIPASI DALAM PERAYAAN HARI BESAR MASYARAKAT TIONGHOA

THE STRATEGY OF THE CHINESE ISLAMIC ASSOCIATION OF INDONESIA (PITI) BANYUMAS THROUGH PARTICIPATION IN THE GREAT DAY OF THE CHINESE COMMUNITY
PITI Banyumas adalah wadah interaksi masyarakat Islam Tionghoa di Banyumas. Tujuan berdirinya PITI Banyumas supaya para mualaf, khususnya mualaf etnis Tionghoa tidak kembali ke agama sebelumnya. PITI Banyumas berdakwah secara kultural untuk mencapai tujuan dari organisasi.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif diskriptif. Teknik pengambilan sasaran penelitian dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Penelitian ini menggunakan teori komunikasi adaptasi antar-budaya dalam menganalisis bentuk strategi dakwah PITI Banyumas.
Hasil penelitian ini menunjukkan strategi dakwah yang dilakukan oleh PITI, yaitu melalui partisipasi hari besar Masyarakat Tionghoa. Berupa partisipasi PITI dalam setiap acara hari besar Masyarakat Tionghoa. Berpartisipasinya PITI dalam acara perayaan hari besar Tionghoa berawal dari kerjasama yang terjalin sejak tahun 1998 dengan pihak Klenteng Boen Tek Bio Banyumas. Dukungan positif baik secara moral dan kerja sama serta toleransi budaya yang dilakukan PITI Banyumas memberi dampak positif baik dari bertambahnya anggota organisasi, maupun semakin eksisnya nama PITI Banyumas sebagai organisasi keagamaan. Strategi dakwah di luar partisipasi dalam hari besar Masyarakat Tionghoa juga cukup signifikan untuk perkembangan organisasi PITI. Tergabung dalam FKUB (Forum Komunikasi Umat Beragama) membuat PITI berbaur dengan ormas-ormas lintas agama dan membuka wawasan untuk bertoleransi dalam setiap perbedaan. Dakwah dengan tausiyah Al-Quran, pengajian rutin mingguan dan pengajian akbar, hingga santunan kepada fakir miskin.
Saran untuk penelitian ini penguatan internal organisasi adalah salah satu hal yang penting dalam pengembangan organisasi, sehingga dalam pecapaian tujuan organisasi tidak hanya bertumpu pada satu atau dua orang tokoh sebagai icon, tetapi semua anggota harus berpartisipasi dalam setiap kegiatan organisasi khususnya dalam berdakwah. Selain berdakwah melalui partisipasi dalam perayaan hari besar masyarakat Tionghoa, dakwah PITI yang lain harus semakin digencarkan.
Chinese Islamic Association of Indonesia (PITI) Banyumas is a place of interaction to Chinese Islamic community in Banyumas. The purpose of the PITI is to provide place for mualaf (recent convert to Islam), especially for the Chinese mualaf, not to return to their previous religion. PITI Banyumas culturally delivered da'wah to achieve the organizational goals.
The method used in this research is qualitative descriptive. Technique of decision making in this research is purposive sampling, that is sampling method oriented to certain considerations that lead to scope of the research. This study uses communication theory of intercultural adaptation in analyzing the da'wah strategy of PITI Banyumas.
The results of this study showed the da'wah strategy of PITI Banyumas is done through joining the Chinese People's Day event and also another agendas which is not related to it. The PITI participation in the celebration of the Chinese People's Day started from the cooperation that was established since 1998 with the Boen Tech Bio Temple. Many positive supports, both morally and mentally, and also the cooperation based on cultural tolerance conducted by PITI give positive impacts, both from the addition of organization members and the strengthen existance of PITI as religious organization in Banyumas. The da'wah strategy outside of the Chinese People's Day is also significant to the increase of the PITI 's members. Joining FKUB (Religious Communication Forum) made PITI mingles with interfaith mass organizations and opens PITI's insight to tolerate every difference. Da'wah by delivering Quran contents, doing regular weekly Quran recitation and great Quran recitation, also giving help to the poor is a path of PITI da'wah in achieving organizational goals.
This research suggested that the strengthen internal organization is an important unit in organizational development. So in achieving the organizational goal is not only rely on one or two person as an icon, all members must participate in every organizational’s activities especially in da'wah. In addition, PITI's da'wah should be intensified, not only through participation in the celebration of the Chinese community's day but also in other scope of life.
1797725410B1A015122Prevalensi dan Intensitas Ektoparasit pada Kucing (Felis catus) di Kota PurwokertoKucing merupakan hewan domestikasi yang keberadaannya sangat dekat dengan manusia dan banyak dipilih sebagai hewan peliharaan. Peningkatan kepemilikan kucing menjadi risiko terjadinya penyakit parasitik-zoonotik. Parasit yang menyebabkan penyakit tersebut di antaranya adalah ektoparasit yang terdiri atas pinjal, caplak, tungau, dan kutu. Kasus penyakit pada kucing yang disebabkan oleh ektoparasit antara lain otokariasis, demodekosis, dan skabies. Penyakit ini sampai saat ini masih terabaikan (neglected disease). Laporan mengenai prevalensi dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan tindakan penanggulangan dan pengendalian penyakit parasitik. Penelitian ini bertujuan mengetahui prevalensi, intensitas dan spesies ektoparasit yang terdapat pada kucing di Kota Purwokerto. Hasil penelitian menunjukkan dari 40 ekor kucing yang diperiksa, sebanyak 29 ekor kucing terinfestasi ektoparasit dengan intensitas 3,37 (3-4) individu/kucing. Jenis ektoparasit yang ditemukan yaitu Ctenocephalides felis, Otodectes cynotis, dan Felicola subrostratus. Kucing yang terinfestasi pinjal C. felis memiliki prevalensi tertinggi yakni sebesar 67,5%, diikuti oleh infestasi tungau O. cynotis sebesar 47,5%, kemudian infestasi kutu F. subrostratus dengan prevalensi terendah, yakni sebesar 2,5%.Cat was domesticated animals whose existence is very close to humans and many are chosen as pets. The increase in the ownership of the cat become a parasitic disease-risk of unusual zoonotic. The parasite that causes the disease of which is ectoparasite comprising flea, tick, mites, and lice. Cases of cat disease caused by ectoparasites include autocariasis, demodecosis, and scabies. The disease is still neglected (neglected disease). Report on prevalence can be used as a material consideration in the taking of the action of a parasitic disease control and prevention. This research aims to know the prevalence, intensity, and species of ectoparasite found in cats in Purwokerto City. The results showed from 40 cats examined, as many as 29 cats infested by ectoparasite with intensity 3,37 (3-4) individual/cat. Types of ectoparasite were found namely Ctenocephalides felis, Otodectes cynotis, and Felicola subrostratus. Cat infested by flea C. felis has the highest prevalence 67,5%, followed by the infestation of mites O. cynotis amounting to 47,5%, then the infestation of lice F. subrostratus with the lowest prevalence
2,5%.
1797820972H1C014020PENGEMBANGAN SISTEM PARKIR OTOMATIS BERBASIS PENGENALAN WAJAH DENGAN METODE DEVOPSSistem parkir konvensional yang selama ini dianggap masih kurang efisien, untuk itu dengan memanfaatkan teknologi biometric penggenalan wajah maka penulis merancang sistem parkir otomatis yang lebih praktis dan efisien. Dalam pengembangan sistem parkir dengan pengenalan wajah ini agar sesuai dengan kaidah pengembangan sistem embedded modern yang semakin kompleks, maka diperlukan suatu metode untuk dapat mengakomodasi kebutuhan pengembangan tersebut, salah satu solusinya yaitu menggunakan metode Development and Operation (DevOps). Tujuan dari DevOps adalah untuk membangun atau mengembangkan aplikasi secara cepat, tepat, dengan tingkat kegagalan yang lebih rendah. DevOps membuat pengembang dan pihak operasional mendapatkan pengalaman yang sama dan mereka dapat berkomunikasi serta berkolaborasi dengan lebih baik. Penelitian ini dilakukan melalui tahap pemodelan dan perancangan algoritma sistem, code and build system, pengujian sistem, serta release and deploy system.
Sistem parkir otomatis ini menggunakan metode DevOps, untuk melakukan kolaborasi dan integrasi code menggunakan GitHub sedangkan untuk menerapkan DevOps pada sistem embedded menggunakan platform Resin.IO sehingga kita dapat melakukan deploy, update dan maintain code secara simultan sesuai dengan DevOps toolchain. Metode DevOps merupakan metode pengembangan sistem embedded yang sangat sesuai untuk pengembangan sistem yang melibatkan banyak developer sehingga dapat melakukan kolaborasi secara simultan.
Sistem parkir otomatis dengan pengenalan wajah dibangun dengan menggunakan perangkat Raspberry Pi 3, Raspberry Pi Camera, RFID reader, dan servo motor. Saat dilakukan pengujian, sistem dapat melakukan identifikasi wajah pengguna yang sudah terdaftar sehingga dapat memasuki area parkir. Pengujian simulasi dilapangan pada saat pengguna memakai helm didapatkan hasil bahwa sistem akan dapat mendeteksi pengguna jika data pengguna saat memakai helm sudah tersimpan pada sistem.
Conventional parking system nowdays are considered less efficient, one of the biometric technology which is face recognition used as the concept of automatic parking system that is more practical and more efficient . In the development of parking system with face recognition in order to comply with the rules of modern embedded systems development that are increasingly complex, it is necessary a method to be able to accommodate the development needs, one solution is using the method of Development and Operation (DevOps). The purpose of DevOps is to build or develop applications quickly, precisely, with low failure. DevOps makes developers and operators get the same experience and they can communicate and collaborate as well. This research is done by the modeling and algorithm system design, code and build system, system testing, also release and deploy system.
This automatic parking system are used the DevOps method, to collaborate and integrate the code used GitHub, while to apply DevOps on embedded systems using Resin.IO platform so we can deploy, update and maintain the code simultaneously according to DevOps toolchain. DevOps method is an embedded system development that is very suitable for system development that involves a lot of developers that can do simultaneous collaboration.
Automatic parking system based on face recognition is built using Raspberry Pi 3 device, Raspberry Pi Camera, RFID reader, and servo motor. When the system is tested, the system can identify the registered user's face and enter the parking area. Simulation test is conducted with the user is wearing a helmet and the system can detect the user if the user data when wearing the helmet is already stored on the system
1797920959H1F013067GEOLOGI DAN STUDI KUALITAS BATUGAMPING SECARA PETROGRAFI DAN GEOKIMIA UNTUK BAHAN BAKU SEMEN PORTLAND DAERAH AYAH DAN SEKITARNYA, KECAMATAN AYAH KABUPATEN KEBUMEN JAWA TENGAHBatugamping merupakan batuan yang mempunyai nilai ekonomis sebagai bahan galian mineral bukan logam. Terutama untuk bahan baku penyokong pembangunan seperti semen portland yang semakin naik kebutuhannya untuk keperluan konstruksi maupun properti. Lokasi penelitian berada di daerah Ayah, kabupaten Kebumen, Jawa tengah secara fisografi termasuk kedalam pegunungan selatan jawa dan depresi Jawa Tengah, dibagi menjadi 4 satuan geomorfologi, yaitu satuan perbukitan vulkanik (V 14), satuan perbukitan struktural (S 11), satuan berbukitan karst (K 2) dan satuan dataran fluvial (F 7). Satuan tertua daerah penelitian adalah satuan breksi andesit (Formasi Gabon), satuan andesit (Andesit), satuan batugamping (Formasi Kalipucang) dan satuan aluvial (Endapan Aluvial). Terdapat sesar mendatar kanan pada satuan breksi andesit berdasarkan. Kajian utama penelitian ini adalah analisis petrografi dan geokimia menggunakan XRF untuk mengetahui kualitas batugamping sebagai bahan baku semen portland. Berdasarkan analisis petrografi batugamping daerah penelitian termasuk batugamping wackstone dan batugamping packstone. Standar kelayakan batugamping sebagai bahan baku semen berdasarkan Duda (1976) kandungan CaO berkisar 49,8-55,6% dan MgO berkisar 0,30-1,48%. Selain itu, diketahui kandungan kimia SiO (0,519-1,72 %), Al2O3 (0,347-1,25 %) dan Fe2O (0,227-0,893 %). Berdasarkan hasil analisis secara keseluruhan batugamping yang terdapat di daerah penelitian memenuhi standar batugamping yang digunakan untuk bahan baku semen portland. Limestone is a rock that has an economic value as a mineral non-metal mineral excavation. Especially for the supporting materials of development such as portland cement which is increasingly needed for construction and property purposes. The study sites are located in the Ayah region, Kebumen regency, Central Java, physiographically is included in the South Java Mountains and Central Java depression, divided into 4 geomorphology units which are Volcanic Hills Unit (V 14), Structural Hills Unit (S 11), Karst Hills Unit (K 2) and Fluvial Plains Unit (F 7). The oldest unit in the study area is andesite breccia (Gabon Formation), andesite unit (Andesite Intrusion), limestone unit (Kalipucang Formation) and Alluvial unit (Alluvial Ends). There is a right fault at the andesite breccia unit. The main study of this research is petrography and geochemistry analysis using XRF to know the quality of limestone as the raw material of portland cement. Based on limestone petrography analysis the study area includes into wackstone limestone and packstone limestone. Limestone feasibility standard as raw material based on Duda (1976) the content of CaO is around 49,8-55,6% and MgO is around 0.30-1,48%. Other than that, the chemical content of , SiO (0,519-1,72 %), Al2O3 (0,347-1,25 %) and Fe2O (0,227-0,893 %). Based on the results of the overall analysis of limestones contained in the research areas meet the standard limestone used for portland cement raw materials.
1798021616E1A014191IMPLEMENTASI PENCEGAHAN KANKER LEHER RAHIM BERDASARKAN PERATURAN MENTERI KESEHATAN NOMOR 34 TAHUN 2015 (STUDI DI DINAS KESEHATAN PEMERINTAH KABUPATEN BANYUMAS)
Berdasarkan data World Health Organization (WHO), Indonesia menjadi negara dengan jumlah penderita kanker leher rahim tertinggi di dunia. Pencegahan terhadap penyakit kanker leher rahim di Indonesia diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 34 Tahun 2015. Merujuk hal tersebut perlu dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui implementasi pencegahan kanker leher rahim berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 34 Tahun 2015 di Kabupaten Banyumas dan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap implementasi pencegahan kanker leher rahim berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 34 Tahun 2015 di Kabupaten Banyumas.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif, pendekatan analisis yuridis sosiologis dan spesifikasi penelitian secara deskriptif. Lokasi penelitian di Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Banyumas. Jenis dan sumber data adalah data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data primer dengan wawancara, sedangkan data sekunder dengan studi pustaka. Metode pengolahan data dengan reduksi data dan display data. Penyajian data dalam bentuk matriks kualitatif dan teks naratif. Metode uji mutu data menggunakan teknik triangulasi data dengan metode analisis data kualitatif dalam bentuk content analysis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pencegahan kanker leher rahim berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 34 Tahun 2015 di Kabupaten Banyumas adalah baik. Adapun faktor-faktor yang berpengaruh terhadap implementasi pencegahan kanker leher rahim berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 34 Tahun 2015 di Kabupaten Banyumas adalah faktor hukum, faktor penegak hukum, faktor sarana dan fasilitas, faktor masyarakat dan faktor budaya.

Based on data of World Health Organization, Indonesia is a state by the highest number of cervical cancer patients in the world. Prevention of cervical cancer in Indonesia is regulated in the Minister of Health Regulation No. 34 of 2015. Refers to the case, it is necessary to conduct research in order to know the implementation of cervical cancer prevention based on Minister of Health Regulation No 34 Year 2015 in Banyumas Regency and the factors that influence to implementation of cervical cancer prevention based on Minister of Health Regulation No 34 Year 2015 in Banyumas Regency.
The research method used is qualitative research method, sociological juridical analysis approach and descriptive research specification. Research location at Government Health Office of Banyumas Regency. Data type and source are primary and secondary data. Primary data collection by interview, meanwhile, for the secondary data by literature study. Data processing method by data reduction and display. The presentation formed of qualitative matrix and narrative text. The data quality test method using data triangulation technique by qualitative data analysis method formed of content analysis.
The results shows that implementation of cervical cancer prevention based on Minister of Health Regulation No. 34 Year 2015 in Banyumas Regency is good. The factors that influence implementation of cervical cancer prevention based on Minister of Health Regulation No 34 Year 2015 in Banyumas Regency are law, law enforcement, facilities, society and cultural factors.

Keyword: Implementation, Prevention, Cervical Cancer, Government Regency Health Office.